Anda di halaman 1dari 25

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

NAMA SEKOLAH : SMK


KOMPETENSI KEAHLIAN : Kompetensi Kejuruan
KELAS/SEMESTER : X/2
KODE KOMPETENSI : 021.KK.04
PERTEMUAN KE : 1, 2
ALOKASI WAKTU : 10 x 45 menit

STANDAR KOMPETENSI
1. Melakukan Perbaikan Sistim Hidrolik Sepeda Motor

KOMPETENSI DASAR
1.1. Memelihara Sistim Hidrolik Sepeda Motor

INDIKATOR
1.1.1. Mengidentifikasi komponen-komponen sistem hidrolik.
1.1.2. Memahami fungsi komponen sistem hidrolik
1.1.3. Memahami prinsip kerja komponen sistem hidrolik
1.1.4. Memahami karakteristik hidrolik
1.1.5. Mengamati komponen-komponen sistem hidrolik dari adanya tanda tanda
kerusakan.
1.1.6. Melakukan pemeriksaan komponen- komponen sistem hidrolik

I. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Siswa mampu memilih macam dongkrak sesuai beban yang diangkat
diakses dari buku manual dan pengamatan langsung dibengkel
otomotip.
2. Siswa mampu mengidentifikasi cairan hidrolik dan penggunaannya
3. Siswa mampu mengunakan sistim hidrolik untuk melaksanakan
pelepasan roda dan ban dibengkel otomotip.
4. Siswa mampu mengidentifikan simbol – simbol yang digunakan dalam
perlalatan sistem hidrolik
5. Siswa mampu memelihara secara rutin pada sistem hidrolik dengan
menambah pelumas sesuai SOP.
6. Siswa mampu merawat/ servis sistem hidrolik sesuai SOP

II. MATERI PEMBELAJARAN


Sistem Hidrolik adalah suatu sistem/ peralatan yang bekerja
berdasarkan sifat dan potensi / kemampuan yang ada pada zat cair ( liquid
).Kata hidrolik sendiri berasal dari bahasa ‘Greek’ yakni dari kata ‘hydro’
yang berati air dan ‘aulos’ yang berarti pipa. Namun, pada masa sekarang
ini sistem hidrolik kebanyakan menggunakan air atau campuran oli dan air
(water emulsian) atau oli saja.
Masalah pemeliharaan pada sistem hidraulik adalah hal yang sangat
penting untuk menjamin sistem hidraulik bekerja dengan benar sesuai
prosedur yang ada. Hal ini untuk mencegah terjadinya kecelakaan yang
disebabkan sistem hidraulik tidak bekerja dengan baik. Untuk itu kita perlu
mengetahui prinsip dasar dari system hidraulik seperti pada gambar
dibawah ini.

Gambar. 1. Prinsip dasar system hidraulik


Kita membebani piston dari pompa piston tunggal dengan gaya
tertentu. Makin kuat kita menekan piston, makin kuat gaya pada piston,
maka tekanan makin meningkat. Tekanan meningkat berdasarkan luas
dari silinder dan dapat mengalahkan beban. Kecepatan gerak beban
hanya tergantung pada volume fluida yang dimaksudkan ke selinder.
Hal ini bahwa makin cepat piston diturunkan ke bawah, makin bannyak
fluida per satuan waktu yang dialirkan ke dalam silinder. Sehingga
beban akan terangkat lebih cepat.

HASIL
PENGUBAH
SUMBER ENERGI PENGUBAH
BERUPA
ENERGI MEKANIK ENERGI
MEKANIK FLUIDA HYDRAULIC
MENJADI ENERGI
ENERGI MENJADI
HIDRULIC MEKANIK
MEKANIK

Gambar.2. Bagan dari sistem hidraulik


Sumber energi mekanik dapat berupa :
1. Gerakan tekan dari tangan
2. Gerakan tekan dari kaki
3. Gerakan putar engine
4. Gerakan putar motor listrik
5. Dan lain-lainnya
Pengubah energi mekanik menjadi energi hidraulik:
1. Pompa piston aksial
2. Pompa piston radial
3. Pompa roda gigi
4. Pompa sudu / vane
5. Pompa sekrup

Fluida yang digunakan dapat digolongkan dalam dua jenis:


1. Fire Resistance Oils
2. Hydraulic Mineral Oils
Pengubah energi hidraulik menjadi energi mekanik:
1. Silinder kerja tunggal
2. Silinder kerja ganda

Dari uraian dan gambar di atas dapat dilihat bahwa ada tiga bagian /
komponen utama dari sistem hidraulik yaitu: Unit penghasil energi hidraulik,
Fluida dan katup-katup, Unit pengubah energi hidraulik menjadi mekanik.
Sehingga masalah pemeliharaan sistem hidraulik harus dilakukan secara
berkala pada tiga unit tersebut.

III. METODE PENGAJARAN


 Ceramah
 Tanya Jawab
 Diskusi

IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemunan ke satu (90 menit)


No Kegiatan Waktu Metode
1 Pendahuluan : 10 ’ Ceramah,
1. Guru menciptakan suasana kelas yang tanya
religius dengan memberi salam dan jawab
menunjuk salah satu siswa memimpin berdoa,
memeriksa kehadiran dan kerapian siswa,
mengkontrol kebersihan sebagai wujud
kepedulian lingkungan.
2. Guru menumbuhkan rasa ingin tahu dengan
menyampaikan SK/KD dan tujuan
pembelajaran
3. Guru memberikan apersepsi sistem hidrolik
kepada siswa dengan rasa tanggung jawab
dengan memberikan contoh system hidrolik.
4. Guru memberi motivasi siswa secara
komunikatif dan kreatif dengan memberi
penjelasan tentang system hidrolik.

2 Kegiatan inti 70’ Diskusi &


a. Eksplorasi Pengamata
1. Guru membagi siswa menjadi kelompok- n
kelompok kecil . Setiap kelompok terdiri dari
4-5 siswa.
2. Siswa berdiskusi secara komunikatif tentang
sistem hidrolik.
3. Masing masing peserta/anggota kelompok
menyampaikan pendapatnya secara mandiri
dan bertanggungjawab tentang pentingnya
sistem hidrolik.
b. Elaborasi
1. Masing-masing kelompok menyampaikan
hasil diskusi secara mandiri dan
bertanggungjawab sedangkan kelompok lain
merespon secara demokratis.
2. Siswa bekerja keras melakukan pengamatan
terhadap hidrolik.
c. Konfirmasi
1. Guru memberikan tanggapan dan simpulan
berdasarkan hasil diskusi kerja kelompok
secara komunikatif.
2. Guru memberikan penguatan tentang
pentingnya system hidrolik dengan
bertanggungjawab.
3. Guru secara kreatif memberikan catatan-
catatan penting mengenai materi pokok yang
harus dikuasai siswa.
3 Penutup 10 ‘ Ceramah,
1. Guru membimbing siswa secara mandiri tanya
untuk membuat rangkuman dari materi yang jawab
telah dibahas
2. Guru melakukan penilaian akhir terhadap
materi yang telah diberikan secara
bertanggungjawab.
3. Guru memberikan umpan balik terhadap
materi yang telah diajarkan secara
demokratis.
4. Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut
secara mandiri dalam bentuk pembelajaran
remidi, program pengayaan, layanan
konseling dan/atau memberikan tugas baik
tugas individual maupun kelompok sesuai
dengan hasil belajar peserta didik
5. Guru menumbuhkan rasa ingin tahu siswa
agar gemar membaca dengan membuat
laporan hasil diskusi yang sudah
dikembangkan secara individu, dan
dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya

Pertemuan ke dua (90 menit)


No Kegiatan Waktu Metode
1 Pendahuluan : 10 ’ Ceramah,
1. Guru menciptakan suasana kelas yang tanya
religius dengan memberi salam dan jawab
menunjuk salah satu siswa memimpin berdoa,
memeriksa kehadiran dan kerapian siswa,
mengkontrol kebersihan sebagai wujud
kepedulian lingkungan.
2. Guru menumbuhkan rasa ingin tahu dengan
menyampaikan SK/KD dan tujuan
pembelajaran
3. Guru memberikan apersepsi prinsip kerja
sistem hidrolik kepada siswa dengan rasa
tanggung jawab dengan memberikan
pertanyaan pentingnya prinsip kerja system
hidrolik.
4. Guru memberi motivasi siswa secara
komunikatif dan kreatif dengan cara
memberikan contoh sistem hidrolik.

2 Kegiatan inti 70’ Diskusi &


a. Eksplorasi Pengamata
1. Guru membagi siswa menjadi kelompok- n
kelompok kecil . Setiap kelompok terdiri dari
4-5 siswa.
2. Siswa berdiskusi secara komunikatif tentang
prinsip kerja sistem hidrolik.
3. Masing masing peserta/anggota kelompok
menyampaikan pendapatnya secara mandiri
dan bertanggungjawab tentang prinsip kerja
sistem hidrolik.
b. Elaborasi
1. Masing-masing kelompok menyampaikan
hasil diskusi secara mandiri dan
bertanggungjawab sedangkan kelompok lain
merespon secara demokratis.
2. Siswa bekerja keras melakukan pengamatan
terhadap prinsip kerja sistem hidrolik pada
sepeda motor.
c. Konfirmasi
1. Guru memberikan tanggapan dan simpulan
berdasarkan hasil diskusi kerja kelompok
secara komunikatif.
2. Guru memberikan penguatan tentang
pentingnya prinsip kerja sistem hidrolik
dengan bertanggungjawab.
3. Guru secara kreatif memberikan catatan-
catatan penting mengenai materi pokok yang
harus dikuasai siswa.
3 Penutup 10 ‘ Ceramah,
1. Guru membimbing siswa secara mandiri tanya
untuk membuat rangkuman dari materi yang jawab
telah dibahas
2. Guru melakukan penilaian akhir terhadap
materi yang telah diberikan secara
bertanggungjawab.
3. Guru memberikan umpan balik terhadap
materi yang telah diajarkan secara
demokratis.
4. Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut
secara mandiri dalam bentuk pembelajaran
remidi, program pengayaan, layanan
konseling dan/atau memberikan tugas baik
tugas individual maupun kelompok sesuai
dengan hasil belajar peserta didik
5. Guru menumbuhkan rasa ingin tahu siswa
agar gemar membaca dengan membuat
laporan hasil diskusi yang sudah
dikembangkan secara individu, dan
dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya

V. Sumber dan Media Pembelajaran


Mohamad Rahino, 2004. Pemeliharaan / servis “Sistem Hidrolik “ Jakarta :
Dirjendikdasmenkejur

VI. Penilaian
1. Teknik : Tertulis dan tes praktek
2. Bentuk : Tes Uraian dan Tes Praktek
Soal/Instrumen
Tes Uraian:
1. Apa sistem hidrolik itu?
2. Sebutkan penggunaan sistem hidrolik dalam kendaraan!
3. Apakah fungsi konektor itu?
4. Untuk menyalurkan cairan hidrolik ke dalam sistem hidrolik
diperlukan…………………………...berupa …………………………..……
5. Ditinjau dari fungsinya, unit pengatur atau katup-katup ada tiga jenis.
Sebutkanlah ketiga jenis tersebut dan fungsi masing-masing!
6. Coba jelaskan cara kerja katup logic AND dan katup OR!
7. Sebutkan macam-macam katup pengatur aliran (flow control)!
8. Jelaskan cara kerja silinder kerja ganda!
9. Sebutkan dan jelaskan syarat-syarat cairan hidrolik?
10. Bagaiman cara pemeliharaan cairan hidrolik?
Tes Praktek:
1. Lakukan prosedur membuang udara dari
saluran rem hidrolis!

VII. Analisis
 Nilai < KKM dilaksanakan remidiasi
 Nilai ═ KKM dilaksanakan pengayaan
 Nilai > KKM dilaksanakan percepatan materi
Kunci Jawaban dan Penskoran
No Kunci Jawaban Skor Skor
Soal Butir Maks
1 Sistem Hidrolik adalah suatu sistem/ peralatan yang bekerja 10 10
berdasarkan sifat dan potensi / kemampuan yang ada pada
zat cair ( liquid ).Kata hidrolik sendiri berasal dari bahasa
‘Greek’ yakni dari kata ‘hydro’ yang berati air dan ‘aulos’ yang
berarti pipa. Namun, pada masa sekarang ini sistem hidrolik
kebanyakan menggunakan air atau campuran oli dan air
(water emulsian) atau oli saja.

2 Penggunaan sistem hidrolik pada kendaraan:bolduser, 8 8


traktor, car lift, dongkrak hidrolik, dump truck, komponen-
komponen kendaraan ( power steering, rem )
3 8 8
Fungsi konektor untuk menyambungkan komponen-
komponen hidrolik hingga menjadi satu rangkaian.
4 5 5
Konduktor berupa selang atau pipa atau tube.
5 12 12
Klasifikasi katup menurut fungsinya:
1) Katup pengarah untuk mengatur arah gerak actuator
2) Katup pengatur tekanan untuk mengatur tekanan udara
kempa yang masuk maupun yang ada dalam sistem.
3) Katup pengatur aliran untuk mengatur besar kecilnya
aliran udara sesuai keperluan.
6 11 11
Cara kerja katup AND apabila ada sinyal dari kedua sisi
bersamaan maka katup aktif
Cara kerja katup OR, katup akan aktif apabila ada sinyal dari
salah satu sisi atau dari kedua sisi.
7 12 12
Macam-macam katup pengatur aliran:
1) Fix flow control.
2) Adjustable flow control.
3) Adjustable flow control with check valve bypass.
8 Bila tekanan masuk dari saluran belakang, piston akan 10 10
bergerak maju dan apabila tekanan dari saluran depan
silinder akan bergerak mundur.
9 Cairan hidrolik harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut : 12 12
1) Kekentalan (Viskositas) yang cukup
Cairan hidrolik harus memiliki kekentalan yang cukup agar
dapat memenuhi fungsinya sebagai pelumas. Apabila
viskositas terlalu rendah maka film oli yang terbentuk akan
sangat tipis sehingga tidak mampu untuk menahan gesekan.
Demikian juga bila viskositas terlalu kental, tenaga pompa
akan semakin berat untuk melawan gaya viskositas cairan

2) Indeks Viskositas yang baik


Dengan viscosity index yang baik maka kekentalan cairan
hidrolik akan stabil digunakan padansistem dengan
perubahan suhu kerja yang cukup fluktuatif.
3) Tahan api (tidak mudah terbakar)
Sistem hidrolik sering juga beroperasi ditempat-tempat yang
cenderung timbul api atau berdekatan dengan api. Oleh
karena itu perlu cairan yang tahan api.
4) Tidak berbusa (Foaming)
Bila cairan hidrolik banyak berbusa akan berakibat banyak
gelembunggelembung udara yang terperangkap dlam cairan
hidrolik sehingga akan terjadi compressable dan akan
mengurangi daya transfer. Disamping itu, dengan adanya
busa tadi kemungkinan terjilat api akan lebih besar.
5) Tahan dingin
Tahan dingin adalah bahwa cairan hidrolik tidak mudah
membeku bila beroperasi pada suhu dingin. Titik beku atau
titik cair yang dikehendaki oleh cairan hydrolik berkisar
antara 10°-15° C dibawah suhu permulaan mesin
dioperasikan (star-up). Hal ini untukk menantisipasi
terjadinya block (penyumbatan) oleh cairan hidrolik yang
membeku.
6) Tahan korosi dan tahan aus
Cairan hidrolik harus mampu mencegah terjadinya korosi
karena dengan tidak terjadi korosi maka kontruksi akan tidak
mudah aus dengan kata lain mesin akan awet.
7) Demulsibility (Water separable)
Yang dimaksud dengan de-mulsibility adalah kemampuan
cairan hidrolik, karena air akan mengakibatkan terjadinya
korosi bila berhubungan dengan logam.
8) Minimal compressibility
Secara teoritis cairan adalah uncomprtessible (tidak dapat
dikempa). Tetapi kenyataannya cairan hidrolik dapat dikempa
sampai dengan 0,5 % volume untuk setiap penekanan 80 bar
oleh karena itu dipersyaratkan bahwa cairan hidrolik agar
seminimal mungkin dpat dikempa.
10 Pemeliharaan Cairan Hidrolik 12 12
1) Simpanlah cairan hidrolik (drum) pada tempat yang kering,
dingin dan terlindungi (dari hujan, panas dan angin).
2) Pastikan menggunakan cairan hidrolik yang benar-benar
bersih untuk menambah atau mengganti cairan hidrolik
kedalam sistem. Gunakan juga peralatan yang bersih untuk
memasukannya.
3) Pompakanlah cairan hidrolik dari drum ke tangki hidrolik
melalui saringan (pre-filter).
4) Pantaulah (monitor) dan periksalah secara berkala dan
berkesinambungan kondisi cairan hidrolik.
5) Aturlah sedemikian rupa bahwa hanya titik pengisi tangki
yang rapat sambung sendiri yang ada pada saluran balik.
6) Buatlah interval penggantian cairan hidrolik sedemikian
rupa sehingga
oksidasi dan kerusakan cairan dapat terhindar. (periksa
dengan pemasok cairan hidrolik).
7) Cegah jangan sampai terjadi kontamisnasi gunakan filter
udara dan filter oli yang baik.
8) Cegah terjadinya panas/pemanasan yang berlebihan, bila
perlu pasang pendingin (cooling) atau bila terjadi periksalah
penyebab terjadinya gangguan, atau pasang unloading
pump atau excessive resistence.
9) Perbaikilah dengan segera bila terjadi kebocoran dan
tugaskan seorang maitenanceman yang terlatih.
10) Bila akan mengganti cairan hidrolik (apa lagi bila cairan
hidrolik yang berbeda), pastikan bahwa komponen dan seal-
sealnya cocok dengan cairan yang baru, demikian pula
seluruh sistem harus dibilas (flushed) secara baik.
1 Sikap, pengetahuan, keterampilan (Penilaian praktek) 100 100
Skor Maksimum= Tes teori (30%) + Tes praktek (70%) 100 100

PRAKTEK KE-1 PEMELIHARAAN SISTEM HIDROLIK (9 X 45 menit)


Tujuan:
1. Dapat melakukan pemeriksaan rutin / berkala pada sistem
hidraulik
2. Dapat melakukan perawatan secara rutin / berkala pada sistem
hidraulik
Alat dan Bahan:
1. Alat – alat tangan (hand tool)
2. Kain pembersih (majun)
3. Cairan pembersih
4. Sebuah cermin kecil
Keselamatan Kerja:
1. Pastikan Sistem rem bekerja dengan baik atau engine dalam
keadan mati.
2. Pastikan tidak ada minyak / fluida hidraulik yang tercecer
dilantai.
3. Pastikan ruangan dalam keadaan bersih.
4. Selalu memperhatikan K3

Langkah kerja:
1. Bukalah semua penutup / body yang menutupi system hydraulik
2. Periksalah mulai dari reservoir fluida / minyak hidraulik, apakah
kurang, cukup, berubah warna dan kekentalannya dan
sebagainya.
3. Periksalah pompa hidraulik pastikan tidak ada kebocoran internal
4. Periksalah bagian actuator pastikan silinder dapat bekerja
sempurna, langkah batang silinder sesuai sfesifikasi.
5. periksalah sambungan – sambungan pipa atau selang
6. Periksalah keadaan pipa dan selang apakah berkarat, retak,
pecah-pecah dan sebagainya.
NO Nama Komponen Yang diperiksa Hasil pemeriksaan Ket
1 Fluida / minyak hidraulik
a. jenis
b. jumlah
c. keadaan
d. warna
2. Pompa hidraulik
a. jenis
b. keadaan
c. kebocoran
3 Aktuaor
a. jenis
b. jumlah silinder
c. keadaan silinder
d. seal
4 Pipa dan selang
a. keadaan pipa
b. keadaan selang
c. keadaan fitting
5
Kesimpulan hasil pemeriksaan :
Aspek

No Indikator

A. Nilai Teori (NT) 30%


B.1. 1. Disiplin
2. Kebersihan
Sikap

3. Keselamatan kerja
Sub Total NS (20%)
B.2. 1. Pemahaman nama komponen
Pengetahuan

2. Pemahaman prinsip kerja


3. Analisa permasalahan
4. Analisa perbaikan
Sub Total NPE(30%)
B.3. 1. Urutan kerja sesuai dengan prosedur
2. Melakukan pemeriksaan
Ketrampilan

3. Melakukan pengukuran
4. Melakukan perakitan
5.Tepat waktu
Sub Total NK(50%)
Nilai Praktek (NP) 70% =NS + NPE + NK
NILAI STANDAR KOMPETENSI=NSK= (NT + NP)
VIII. Kriteria Penilaian
Kriteria ketuntasan nilai :
Nilai < 7.5 : Belum tuntas
7.50 – 7.99 : Cukup
8.00 – 8.59 : Baik
8.60 – 10.0 : Amat Baik
IX. Analisis Penilaian
 Nilai < KKM dilaksanakan remidiasi
 Nilai ═ KKM dilaksanakan pengayaan
 Nilai > KKM dilaksanakan percepatan materi

Boyolali, Januari 2013


Waka Kurikulum Guru Mata Pelajaran

Yoyok Prasetyo U, S.Pd, MM


Drs. Edris

Kepala Sekolah
SMK PANDANARAN BOYOLALI

H. Muh. Burhani, S.Pd


Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
NAMA SEKOLAH : SMK PANDANARAN BOYOLALI
KOMPETENSI KEAHLIAN : Kompetensi Kejuruan
KELAS/SEMESTER : X/2
KODE KOMPETENSI : 021.KK.04
PERTEMUAN KE :3
ALOKASI WAKTU : 15 x 45 menit

STANDAR KOMPETENSI
1. Melakukan Perbaikan Sistim Hidrolik Sepeda Motor

KOMPETENSI DASAR
1.2. Menguji sistem hidraulik sepeda motor

INDIKATOR
1.2.1. Mengidentifikasi karakteristik fluida kerja yang sesuai dengan jenis sistem
hidrolik yang diuji (mandiri)
1.2.2. Melaksanakan prosedur pengujian sesuai dengan ketentuan (disiplin)
1.2.3. Memperhatikan aspek-aspek K3L (peduli lingkungan)

I. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Siswa mampu mengukur sistim hidrolik dengan cara mengali imformasi
dari Modul. .
2. Siswa mampu menguji sistim hidrolik dengan cara kerja kelompok.

II. MATERI PEMBELAJARAN

Cara pengoperasian dongkrak hidraulik


1. Sebelum mengoperasikan dongkrak hidraulik, periksa dan kecangkan
sekrup pengunci (katup pengembali).
2. Masukan tongkat / tangkai pengungkit kedalam lubang dudukan pada
pompa plunger, dan gerakan tongkat / tangkai naik – turun sehingga
terjadi tekanan fluida pada pompa.
3. Sebelum mengoperasikan dongkrak hidraulik pada kendaraan
sebaiknya perhitungkan berat kendaraan dengan kemampuan daya
angkat dari dongkrak hidaulik.
4. Pemilihan titik tumpuan untuk mendongkrak harus tepat pada titik
pusat grafitasi, dan piston tidak langsung pada kendaraan tetapi
dengan perantaraan sebuah balok atau papan kayu.
5. Setelah kendaraan terangkat sesuai dengan ketinggian yang
diinginkan, pasang pengganjal (stand jack) untuk mencegah
kendaraan turun mendadak.
Gambar. 3. Dongkrak hidraulik beroda (grage jack)
Dongkrak hidraulik beroda digunakan untuk memudahkan
penggeseran dongkrak di bawah kendaraan . Bila kendaraan sudah
terangkat dan ingin dipindahkan dongkrak model ini dapat digunakan
atau kendaraan ingin diputar karena tempat yang sepit dongkrak model
ini juga dapat digunakan.

III. METODE
 Ceramah
 Tanya Jawab
 Diskusi

IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN


Pertemuan ke satu (90 menit)
No Kegiatan Waktu Metode
1 Pendahuluan : 10 ’ Ceramah,
1. Guru menciptakan suasana kelas yang tanya
religius dengan memberi salam dan jawab
menunjuk salah satu siswa memimpin berdoa,
memeriksa kehadiran dan kerapian siswa,
mengkontrol kebersihan sebagai wujud
kepedulian lingkungan.
2. Guru menumbuhkan rasa ingin tahu dengan
menyampaikan SK/KD dan tujuan
pembelajaran
3. Guru memberikan apersepsi pengujian
system hidrolik kepada siswa dengan rasa
tanggung jawab dengan memberikan contoh
cara pengujian system hidrolik.
4. Guru memberi motivasi siswa secara
komunikatif dan kreatif dengan memberi
penjelasan tentang cara pengujian system
hidrolik.

2 Kegiatan inti 70’ Diskusi &


a. Eksplorasi Pengamata
1. Guru membagi siswa menjadi kelompok- n
kelompok kecil . Setiap kelompok terdiri dari
4-5 siswa.
2. Siswa berdiskusi secara komunikatif tentang
cara pengujian system hidrolik.
3. Masing masing peserta/anggota kelompok
menyampaikan pendapatnya secara mandiri
dan bertanggungjawab tentang pentingnya
cara pengujian system hidrolik.
b. Elaborasi
1. Masing-masing kelompok menyampaikan
hasil diskusi secara mandiri dan
bertanggungjawab sedangkan kelompok lain
merespon secara demokratis.
2. Siswa bekerja keras melakukan pengamatan
terhadap cara pengujian system hidrolik.
c. Konfirmasi
1. Guru memberikan tanggapan dan simpulan
berdasarkan hasil diskusi kerja kelompok
secara komunikatif.
2. Guru memberikan penguatan tentang
pentingnya cara pengujian system hidrolik
dengan bertanggungjawab.
3. Guru secara kreatif memberikan catatan-
catatan penting mengenai materi pokok yang
harus dikuasai siswa.
3 Penutup 10 ‘ Ceramah,
6. Guru membimbing siswa secara mandiri tanya
untuk membuat rangkuman dari materi yang jawab
telah dibahas
7. Guru melakukan penilaian akhir terhadap
materi yang telah diberikan secara
bertanggungjawab.
8. Guru memberikan umpan balik terhadap
materi yang telah diajarkan secara
demokratis.
9. Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut
secara mandiri dalam bentuk pembelajaran
remidi, program pengayaan, layanan
konseling dan/atau memberikan tugas baik
tugas individual maupun kelompok sesuai
dengan hasil belajar peserta didik
10. Guru menumbuhkan rasa ingin tahu siswa
agar gemar membaca dengan membuat
laporan hasil diskusi yang sudah
dikembangkan secara individu, dan
dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya

V. Sumber dan Media Pembelajaran


Mohamad Rahino, 2004. Pemeliharaan / servis “Sistem Hidrolik “ Jakarta :
Dirjendikdasmenkejur
VI. Penilaian
Teknik : Tertulis dan tes praktek
Bentuk : Tes Uraian dan Tes Praktek
Soal/Instrumen
Tes Uraian:
1. Tentukan besar luas penampang yang kecil (A1)?
F1 = 200 Kg F2 = 1400
Kg
A1 =…..?
A2 = 70 cm2

2. Jelaskan cara melakukan pengujian pompa hidrolik pada sistim hidrolik


yang tepat!

Kunci Jawaban dan Penskoran


No Kunci Jawaban Skor Skor
Soal Butir Maks
1 F1 A 50 50
= 1
F2 A2
F1 . A2 200 Kg .70cm 2
A1 = = = 10 Kg
F2 1400cm 2

2 (1) Pasanglah rangkaian antara reservoir, pompa 50 50


dan gelas ukur sedemikian rupa sehingga seolah-
olah akan memompakan cairan hidrolik dari reservoir
ke gelas ukur
(2) Lakukan pengujian dengan menghidupkan
pompa dengan waktu selama (misal) 2 menit, 3 menit
dan 4 menit, kemudian ukur berapa liter masing-
masing cairan hidrolik yang ada di gelas ukur.
(3) Hitung masing-masing pengujian dengan
membagi jumlah cairan hidrolik dengan waktu
tersebut. Kemudian bandingkan dengan spesifikasi
1 100 100
pompa tersebut apakah lebih rendah, ada
diantaranya atau lebih tinggi,
(4) Jika hasil pengujian lebih kecil berarti pompa
pompa harus diganti.
Sikap, pengetahuan, keterampilan (Penilaian praktek)
Skor Maksimum= Tes teori (30%) + Tes praktek (70%) 100 100
PRAKTEK KE-2 PENGUJIAN SISTEM HIDROLIK (9 X 45 menit)
Sebutkan dan jelaskan nama bagian-bagian hidrolik botol di bawah ini !
Ujilah kekutan hidrolik ini dengan variasi beban !
Aspek
No Indikator

A. Nilai Teori (NT) 30%


B.1. 1. Disiplin

Sikap
2. Kebersihan
3. Keselamatan kerja
Sub Total NS (20%)
B.2. Pengetahuan 1. Pemahaman nama komponen
2. Pemahaman prinsip kerja
3. Analisa permasalahan
4. Analisa perbaikan
Sub Total NPE(30%)

B.3. 1. Urutan kerja sesuai dengan prosedur


Ketrampilan

2. Melakukan pemeriksaan
3. Melakukan pengukuran
4. Melakukan perakitan
5.Tepat waktu
Sub Total NK(50%)
Nilai Praktek (NP) 70% =NS + NPE + NK
NILAI STANDAR KOMPETENSI=NSK= (NT + NP)
VII. Kriteria Penilaian
Kriteria ketuntasan nilai :
Nilai < 7.5 : Belum tuntas
7.50 – 7.99 : Cukup
8.00 – 8.59 : Baik
8.60 – 10.0 : Amat Baik

VIII. Analisis Penilaian


 Nilai < KKM dilaksanakan remidiasi
 Nilai ═ KKM dilaksanakan pengayaan
 Nilai > KKM dilaksanakan percepatan materi

Boyolali, Januari 2013


Waka Kurikulum Guru Mata Pelajaran

Drs. Edris Yoyok Prasetyo U, S.Pd, MM

Kepala Sekolah
SMK PANDANARAN BOYOLALI
H. Muh. Burhani, S.Pd

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


NAMA SEKOLAH : SMK PANDANARAN BOYOLALI
KOMPETENSI KEAHLIAN : Kompetensi Kejuruan
KELAS/SEMESTER : X/2
KODE KOMPETENSI : 021.KK.04
PERTEMUAN KE :4
ALOKASI WAKTU : 15 x 45 menit

STANDAR KOMPETENSI
1. Melakukan Perbaikan Sistim Hidrolik

KOMPETENSI DASAR
1.3 Memperbaiki sistem hidrolik

INDIKATOR
1.3.1. Mengidentifikasikan jenis kerusakan pada sistem hidrolik untuk
menentukan cara perbaikan.
1.3.2. Melaksanakan perbaikan sistem hidrolik beserta komponen megikuti
standar perbaikan dan spesifikasi pergantian komponen sesuai ketentuan
pabrik.
1.3.3. Menerapakan standar SOP dan K3L untuk proses pemeliharaan sistem
hidrolik.

I. TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Siswa mampu membongkar sistim Hidrolik sesuai SOP
2. Siswa mampu memasang sistim Hidrolik sesuai SOP
3. Siswa mampu menginstalasi sistem hidrolik pada peralatan bengkel
otomotif sesuai SOP manual

II. MATERI PEMBELAJARAN


Shock absorber berfungsi untuk menyerap dan meredam gaya oskilasi
yang di timbulkan oleh pegas pada system suspensi. Selain itu shock
absorber memberikan kesempurnaan dan kenyamanan dalam mengemudi
karena memberikan sifat yang mencengkeram permukaan jalan dengan
baik.

Shock absorber yang digunakan pada teknik automotive dari jenis telescopic
yang menggunakan cairan/fluida khusus yang disebut shock absorber fluid.
Dalam shock absorber tipe ini, daya redam ditimbulkan/dibangkitkan oleh
adanya aliran tahanan ( flow resistance ) melalui lubang kecil ( orifice )
ketika piston bergerak turun naik.
Sekarang ini shock absorber yang banyak digunakan adalah konstruksi twin-
tube atau mono tube dengan cara bekerja ganda ( multiple-action ). Shock
absorber tipe mono-tube adalah shock absorber Ducarbon , yang diisi
dengan gas nitrogen tekanan tinggi ( 20 – 30 kg/cm )

Gambar. 12. Shock absorber tipe twin-tube


Shock absorber tipe twin-tube dimana pada bagian dalam absorber shell
terdapat salah satu silinder tekan ( pressure tube ), di dalam pressure tube
terdapat piston yang bergerak naik turun. Pada bagian dasar piston rod
sebuah piston valve dipasangkan untuk membangkitkan daya serap bila
shock absorber mendapat tekanan.
Dibagian dalam silinder diisi fluida absorber 2/3 bagian reservoir chamber
dan sisanya dipenuhi oleh udara yang bertekanan. Reservoir ini berfungsi
sebagai tangki penyimpanan untuk fluida yang memasuki dan meninggalkan
silinder.

Perawatan shock absorber:


Pemeriksaan kebocoran cairan hydraulic, bila bocor shock absoerber pada
umumnya tidak dapat diperbaiki, sehingga harus diganti dengan yang baru.
Pemeriksaan kelonggaraan pada bantalan-bantalan karet penahan shock
absorber.

III. METODE
 Ceramah
 Tanya Jawab
 Diskusi

IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan ke satu (90 menit)


No Kegiatan Waktu Metode
1 Pendahuluan : 10 ’ Ceramah,
1. Guru menciptakan suasana kelas yang tanya
religius dengan memberi salam dan jawab
menunjuk salah satu siswa memimpin berdoa,
memeriksa kehadiran dan kerapian siswa,
mengkontrol kebersihan sebagai wujud
kepedulian lingkungan.
2. Guru menumbuhkan rasa ingin tahu dengan
menyampaikan SK/KD dan tujuan
pembelajaran
3. Guru memberikan apersepsi perbaikan
sistem hidrolik kepada siswa dengan rasa
tanggung jawab dengan memberikan contoh
cara perbaikan sistem hidrolik.
4. Guru memberi motivasi siswa secara
komunikatif dan kreatif dengan memberi
penjelasan tentang cara perbaikan sistem
hidrolik.

2 Kegiatan inti 70’ Diskusi &


a. Eksplorasi Pengamata
1. Guru membagi siswa menjadi kelompok- n
kelompok kecil . Setiap kelompok terdiri dari
4-5 siswa.
2. Siswa berdiskusi secara komunikatif tentang
cara perbaikan sistem hidrolik.
3. Masing masing peserta/anggota kelompok
menyampaikan pendapatnya secara mandiri
dan bertanggungjawab tentang pentingnya
cara perbaikan sistem hidrolik.
b. Elaborasi
1. Masing-masing kelompok menyampaikan
hasil diskusi secara mandiri dan
bertanggungjawab sedangkan kelompok lain
merespon secara demokratis.
2. Siswa bekerja keras melakukan pengamatan
terhadap cara peebaikan sistem hidrolik.
c. Konfirmasi
1. Guru memberikan tanggapan dan simpulan
berdasarkan hasil diskusi kerja kelompok
secara komunikatif.
2. Guru memberikan penguatan tentang
pentingnya cara perbaikan system hidrolik
dengan bertanggungjawab.
3. Guru secara kreatif memberikan catatan-
catatan penting mengenai materi pokok yang
harus dikuasai siswa.
3 Penutup 10 ‘ Ceramah,
1. Guru membimbing siswa secara mandiri tanya
untuk membuat rangkuman dari materi yang jawab
telah dibahas
2. Guru melakukan penilaian akhir terhadap
materi yang telah diberikan secara
bertanggungjawab.
3. Guru memberikan umpan balik terhadap
materi yang telah diajarkan secara
demokratis.
4. Guru merencanakan kegiatan tindak lanjut
secara mandiri dalam bentuk pembelajaran
remidi, program pengayaan, layanan
konseling dan/atau memberikan tugas baik
tugas individual maupun kelompok sesuai
dengan hasil belajar peserta didik
5. Guru menumbuhkan rasa ingin tahu siswa
agar gemar membaca dengan membuat
laporan hasil diskusi yang sudah
dikembangkan secara individu, dan
dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya

V. Sumber dan Media Pembelajaran


Mohamad Rahino, 2004. Pemeliharaan / servis “Sistem Hidrolik “ Jakarta :
Dirjendikdasmenkejur
VI. Penilaian
• Teknik : Tertulis dan tes praktek
• Bentuk : Tes Uraian dan Tes Praktek
• Soal/Instrumen
Tes Uraian:
1. Gambarkan sketsa diagram sirkulasi sistem hidraulik pada kemudi
power steering!
2. Sebutkan hal-hal yang harus diperhatikan saat pemasangan pipa
penghubung!
Kunci Jawaban dan Penskoran
No Kunci Jawaban Skor Skor
Soal Butir Maks
1 komponen sistem komponen sistem 70 70
mekanik roda hidraulik reservoir
kemudi

poros utama pomp


kemudi a

gigi kemudi katup kontrol

silinder tenaga

lengan
pitman

lengan kemudi
dan knakel
kemudi

roda-
roda

2 - Apabila mungkin menghindari sambungan pada 30 30


pipa lurus, khususnya pada belokan yang tajam
- Pada pemasangan pipa panjang sebaiknya
menggunakan siku-siku dan klem untuk mengurangi
1 tegangan dan perubahan bentuk 100 100
Sikap, pengetahuan, keterampilan (Penilaian praktek)
Skor Maksimum= Tes teori (30%) + Tes praktek (70%) 100 100

PRAKTEK KE-3, KE-4 PEERBAIKAN SISTEM HIDROLIK (14 X 45 menit)

Tujuan:
1. Dapat melakukan pemeriksaan rutin / berkala pada sistem
hidraulik
2. Dapat melakukan perawatan secara rutin / berkala pada sIstem
Hidraulik
Alat dan Bahan:
1. Alat – alat tangan (hand tool)
2. Kain pembersih (majun)
3. Cairan pembersih
4. Sebuah cermin kecil
Keselamatan Kerja:
1. Pastikan Sistem rem bekerja dengan baik atau engine dalam
keadan mati.
2. Pastikan tidak ada minyak / fluida hidraulik yang tercecer
dilantai.
3. Pastikan ruangan dalam keadaan bersih.
4. Selalu memperhatikan K3
Langkah kerja:
1. Bukalah semua penutup / body yang menutupi sistem hidraulik
2. Periksalah mulai dari reservoir fluida / minyak hidraulik, apakah
kurang, cukup, berubah warna dan kekentalannya dan sebagainya.
3. Periksalah pompa hidraulik pastikan tidak ada kebocoran internal
4. Periksalah bagian actuator pastikan silinder dapat bekerja
sempurna, langkah batang silinder sesuai sfesifikasi.
5. periksalah sambungan – sambungan pipa atau selang
6. Periksalah keadaan pipa dan selang apakah berkarat, retak, pecah-
pecah dan sebagainya.

NO Nama Komponen Yang diperiksa Hasil Ket


Pemeriksaan
1 Fluida / minyak hidraulik
1. jenis
2. jumlah
3. keadaan
4. warna
2. Pompa hidraulik
1. jenis
2. keadaan
3. kebocoran
3 Silinder tenaga
a. jenis
b. jumlah silinder
c. keadaan silinder
d. seal
4 Pipa dan selang
a.keadaan pipa
b.keadaan selang
c. keadaan fitting
Kesimpulan hasil pemeriksaan :

Aspek
No Indikator

A. Nilai Teori (NT) 30%


B.1. 1. Disiplin
Sikap

2. Kebersihan
3. Keselamatan kerja
Sub Total NS (20%)
B.2. 1. Pemahaman nama komponen
Pengetahuan

2. Pemahaman prinsip kerja


3. Analisa permasalahan
4. Analisa perbaikan
Sub Total NPE(30%)

B.3. 1. Urutan kerja sesuai dengan prosedur


Ketrampilan

2. Melakukan pemeriksaan
3. Melakukan pengukuran
4. Melakukan perakitan
5.Tepat waktu
Sub Total NK(50%)
Nilai Praktek (NP) 70% =NS + NPE + NK
NILAI STANDAR KOMPETENSI=NSK= (NT + NP)

VII. Kriteria Penilaian


Kriteria ketuntasan nilai :
Nilai < 7.5 : Belum tuntas
7.50 – 7.99 : Cukup
8.00 – 8.59 : Baik
8.60 – 10.0 : Amat Baik

VIII. Analisis Penilaian


 Nilai < KKM dilaksanakan remidiasi
 Nilai ═ KKM dilaksanakan pengayaan
 Nilai > KKM dilaksanakan percepatan materi

Boyolali, Januari 2013


Waka Kurikulum Guru Mata Pelajaran

Drs. Edris Yoyok Prasetyo U, S.Pd, MM


Kepala Sekolah
SMK PANDANARAN BOYOLALI

H. Muh. Burhani, S.Pd