Anda di halaman 1dari 9

1

RUMAH ADAT MAMUJU


Kota Mamuju adalah ibukota provinsi Sulawesi Barat, Indonesia. Kota Mamuju
sampai saat ini bukanlah sebagai daerah otonom yang memiliki wali kota
ataupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota sendiri, melainkan masih
menjadi bagian dari Kabupaten Mamuju. Kota ini diapit pantai dan perbukitan
berlapis cokelat. Bukit berkelok sepanjang 500 kilometer selepas Kabupaten
Barru, (Sulawesi Selatan) dan deretan kapal nelayan khas Mandar menambah
indahnya panorama alam.
SEJARAH

Penduduk Kota Mamuju merupakan penduduk yang berasal dari berbagai etnis
atau seku budaya. Adapun etnis-etnis yang mendiami kota Mamuju seperti Suku Mandar,
Suku Bugis, Suku Makassar, Suku Toraja, dan suku Jawa. Dari berbagai etnis yang
tinggal di Kota Mamuju, orang mandar merupakan etnis yang mendominasi di kota
Mamuju.

Meski Sulawesi Barat 2a nada dengan mandar, ternyata terdapat “subkultur”


tersendiri akibat dinamika 2a nad politik yang terjadi pada masa lalu di Tanah Mandar.
Namun secara umum orang Mandar (to Mandar) menyadari bahwa mereka memiliki
identitas budaya tersendiri yaitu ada’ to Mandar. Penanda-penanda identitas budaya
Mandar dapat berasal dari sebua kekhasan yang diyakini ada pada agama, bahasa, dan
adat istiadat.

ASAS, NILAI, DAN FILOSOFI RUMAH.

A. BUDAYA

Mandar merupakan representasi dari 14 kerajaan yang termasuk ke dalam Pitu


Baqbana Binaga (tujuh kerajaan di muara sungai) yaitu Balanipa, Sendana, Majene,
Pambauang, Tappalang, Binuang, dan Mamuju. Selain tujuh kerajaan di muara sungai,
tetrdapat kerajaan-kerajaan yang termasuk dalam Pittu Ulunna Salu (tujuh kerajaan di
hulu sungai), yaitu Tabulahan, Rantebulahan, Mambi, Bambang, Matangnga, Aralla, dan
Tabang. Kerajaan-kerajaan inilah yang menjadi pendukung kebudayaan Mandar di
Sulawesi Barat

B. NILAI ADAT

Dalam keluarga batih komunitas Mandar, seorang ayah begitu dihormati dan disegani
oleh anggota keluarga. Boleh jadi karena tampaknya, seorang anak lebih dekat dengan
ibu dibandingkan dengan ayah. Dengan demikian, masalah yang dialami oleh anak lebih
cernderung disampaikan kepada ibu. Kecualiurusan-urusan yang memang sewajarnya
memerlukan bantuan ayah. Bahkan peran istri tidak semata-mata menguasai rumah
tangga, tetapi seorang istri ikut berperan aktif menguasai roda ekonomi atau ikut terlibat
dalam mencari nafkah. Orang Mandar memiliki prinsip “sibali parri” yang bearti senasib
sependeritaan. Hal ini tertlihat ketika suami pulang setelah semalaman menangkap ikan
di laut. Sesaat setelah suami mengistirahatkan perahunya di darat, maka tugas
selanjutnya diambil alih oleh istri, bahkan sampai urusan pemasaran. Namun demikian
nilai tradisi itu sudah mulai mengalami perubahan, tetapi citra wanita Mandar sebagai
pekerja ulet kreatif masih tinggi. Bahkan menurut Rachman (1998), jika dibandingkan
dengan peranan laki-laki dan wanita yang berjualan di pasar, maka wanita menempati
proporsi yang tinggi. Keadaan itu didorong oleh adanya peranan dan hak wanita menurut
kebiasaan adat untuk berusaha dan membantu ekonomi rumah tangga yang terkenal
dengan konsep sibali parri.

C. NILAI RELIGIUS

Agama Islam mempunyai pengaruh demikian besar, menciptakan akulturasi dengan


kebudayaan deaerah sehingga melahirkan unsur-unsur budaya baru yang dilandasi oleh
syariat Islam. Hal ini kemudian membangun identitas Mandar sebagai orang yang hidup
untuk saling menghargai, saling membantu berdasarkan prinsip kesetiakawanan atau
solidaritas social yang tinggi. Etnis Mandar pun dicitrakan sebagai orang-orang yang
santun, toleran dan patuh menjalankan ibadaqh, termasuk syariat agama Islam.

KONSEP RUMAH ADAT


Berupa rumah panggung dan mempunyai tiang balok berukuran besar. .Mempunyai atap
berbentuk pelana dan memanjang dari bagian depan ke bagian belakang menutupi rumah.
Dibangun menghadap ke arah timur atau ke arah matahari terbit sebagai simbol akan
keselarasan kehidupan.
3Rumah adat ini dihiasi oleh beberapa ornamen, baik itu pada bagian atap, dinding, tangga,
plafon, sampai ke bagian-bagian lainnya. Ornamen tersebut selain berfungsi sebagai hiasan
juga mempunyai nilai filosofis yang menjadi identitas dari sosial kemasyarakatan bagi suku
Mandar.
INTERIOR DAN EKSTERIOR RUMAH ADAT
A. INTERIOR

a) Bendul
Bandul yang merupakan pembatas sebuah ruangan yang berbentuk sebuah balok
persegi yang melintang di lantai yang solah menjadi sekat-sekat dalam rumah adat
mamuju. Pada rumah adat mamuju merupakan rumah untuk raja, sehingga pada
dalam rumah terdapat sekat-sekat sebuah garis melintang berupa balok yang
berfungsi untuk membedakan kasta atau kedudukan seseorang dalam rumah
tersebut. Material yang digunakan untuk bandul ini menggunakan material kayu ulin.

Bendul

gambar 1.5 Bendul

b) Lantai
Lantai merupaan bagian penting dari sebah rumah yang menjadi tempat untuk
berpijak dan melakukan aktivitas dalam rumah. Lantai yang ada di rumah adat
mamuju ini terbuat dari lembaran papan dari kayu ulin berbentuk persegi. Lembaran
papan ini diletakkan di atas gelegar kemudian dieratkan dengan paku.
Lantai pada rumah adat Mamuju

c) Dinding
Dinding disini berfungsi sebagai selubung pada rumah adat mamuju yang dipasang
untuk menghalau berbagai ancaman dan gangguan dari luar. Dinding pada rumah
adat mmuju utara terbuat dari kayu ulin dan memiliki banyak ukiran-ukiran yang
menarik.

d) Pintu
Pintu merupakan jalan untuk memasuki sebuah rumah. Pada rumah adat
mamuju, pintu pada rumah adat mamuju ada beberapa jenis, seperti yang pertama
yaitu pintu yang berada pada bagian depan yang merupakan akses utama. Adapun
pintu pada bagian belakang yang berfungsi sebagai akses masuk langsung ke bagian
dapur. Dan pintu untuk masuk kedalam kamar raja.

B. EKSTERIOR

a) Tutup Tiang
Tutup tiang berbentuk persegi kerangka dinding, kerangka pintu, dan kerangka
tingkap (kusen). Jumlahnya tergantung pada tinggi dinding serta jumlah pintu,
tingkap, dan lubang angin. Tutup tiang pada rumah adat mamuju ini terbuat dari kayu
ulin.
b) Jenang
Jenang berbentuk balok persegi empat. Kegunaan utamanya adalah tempat
melekatkan dinding dan sebagai penyambung tiang dari rasuk ke tutup tiang. Jenang
dipasang tegak lurus dari rasuk ke tutup tiang. Bahan jenang sama dengan bahan
rasuk, yakni kayu keras yaitu kayu ulin.

c) Jendela
Pada rumah adat mamuju, memiliki jendela yang banyak pada setiap sisi
bangunan dan terapat satu jendela diantara tiang yang ada. Dari rangka jendela
hingga daun jendela terbuat dari material kayu ulin. Jendela yang ada pada rumah
adat mamuju memiliki ukuran.

gambar 2.6 Jendela pada rumah adat Mamuju

d) Lisplang
Lisplang pada rumah adat mamuju memiliki bentuk yang tidak terlalu rumit dan
memiliki hiasan yang tidak terlalu rumit. Sama dengan bagian rumah lainnya,
rlesplank pada rumah adat mamuju juga terbuat dari kayu ulin.
Lisplang pada rumah adat Mamuju

e) Hiasan dan Ornamen


Pada rumah adat mamuju, memiliki berbagai macam ornamen yang terdapat ada
bangunan. Seperti pada setiap sisi dinding bangunan terdapat ukiran-ukiran yang
unik, juga pada bagian ujung atap bangunan terdapat hiasan, dan pada bagian atap
bangunan.

Ukiran dinding luar rumah adat Mamuju


Hiasan dan Ornam

STRUKTUR RUMAH ADAT


a) Rasuk
Rasuk adalah bagian rumah kayu yang berfungsi sebagai pengikat rangka rumah.
Tanpa rasuk, tiang-tiang tidak dapat berdiri dengan baik. Rasuk dipasang menembus
tiang. Menyambungkan tiang satu dengan tiang lainnya sehingga terangkai dan
saling terikat. Rasuk pada rumah adat mamuju bersal dari material kayu ulin.

Rasuk

Rasuk
b) Kasau
Kasau merupakan bagain penususn dari rangka atap sebuah bangunan. Tak terkecuali
pada rumah adat mamuju yang terdpat kasau sebagai material penyusun atap pada
rumah. Material yang digunakan untuk kasau yaitu menggunakan kayu keras seperti
kayu ulin.

c) Kuda-Kuda
Pada sebuah rumah, kuda-kuda merupakan strukur utama pembentuk atap. Pada
rumah adat mamuju kuda-kuda yang diterakan yaitu kuda-kuda sederhana untuk
menopang beban dan bahan penutup atap. Material yang digunakan untuk kuda-
kuda yaitu menggunakan kayu ulin.

Sketsa Rumah

Sketsa Rumah Souraja Kabupaten Mamuju