Anda di halaman 1dari 3

Konfirmasi Piutang Usaha

Tujuan utama konfirmasi piutang usaha adalah untuk memenuhi tujuan keberadaan, ketelitian,
dan pisah batas.

Ketentuan dalam Standar Audit:


SA 505 berhubungan dengan penggunaan prosedur konfirmasi internal oleh auditor untuk
memperoleh bukti audit berdasarkan ketentuan SA 330 dan SA 500. SA 505 bertujuan untuk
membantu auditor dalam mendesain dan melakukan prosedur konfirmasi eksternal untuk
memperoleh bukti audit yang relevan dan andal.

Jenis – Jenis Konfirmasi


1. Konfirmasi Positif
Suatu permintaan konfirmasi kepada pihak ketiga untuk merespon secara langsung
kepada auditor yang menunjukkan apakah pihak yang dikonfirmasi setuju atau tidak
setuju dengan informasi yang terdapat dalam permintaan konfirmasi atau menyediakan
informasi yang diminta.
 Konfirmasi bentuk kosong
Sejenis konfirmasi positif namun konfirmasi tersebut tidak menyebutkan jumlah
rupiah melainkan meminta si penerima untuk menyebutkan jumlah saldo atau
menyampaikan informasi lainnya.
 Konfirmasi Faktur
Jenis lain dari konfirmasi positif yang hanya meminta konfirmasi atas suatu faktur
tertentu, tidak mengenai saldo piutang secara keseluruhan.
2. Konfirmasi Negatif
Hanya meminta respon debitur tidak setuju dengan jumlah yang dinyatakan. Konfimasi
negatif dapat diterima jika seluruh situasi berikut ini tersedia:
- Piutang usaha tercipta dari akun-akun yang kecil
- Penilaian resiko pengendalian dan risiko inheren gabungan adalah rendah
- Auditor tidak yakin bahwa penerima permintaan konfirmasi akan
mempertimbangkan permintaan tersebut.
Konfirmasi tidak tepat digunakan dalam keadaan sebagai berikut:
o Auditor memandang konfirmasi tidak akan menjadi bukti yang efektif karena
tingkat jawaban diperkirakan tidak akan cukup atau tidak bisa dipercaya.
o Tingkat risiko bawaan ditambah dengan risiko pengendalian adalah rendah dan
bukti substantive lain bisa dikumpulkan untuk memperoleh bukti yang cukup.
A. Saat Pengiriman Konfirmasi
Bukti yang paling bisa dipercaya dari konfirmasi baru akan diperoleh jika konfirmasi itun
dikirim sedekat mungkin dengan tanggalakhir tahun buku. Apabila auditor memutuskan untuk
mengirim konfirmasi sebelum akhir tahun buku, auditor harus membuat rekonsiliasi untuk
transaksi yang terjadi antara tanggal konfirmasi dengan tanggal neraca.
B. Ukuran sampel
Faktor utama yang mempengaruhi ukuran sampel untuk mengkonfirmasi piutang usaha berada
dalam beberapa kategori dan mencakup hal-hal berikut:
1. Salah saji yang ditoleransi
2. Risiko inheren ( ukuran relatif total piutang usaha, jumlah akun, hasil tahun sebelum
nya dan salah saji yang diterapkan )
3. Risiko pengendalian
4. Risiko deteksi yang dicapai dari pengujian substantif lainnya (luas dan hasil pengujian
substantif atas transaksi, prosedur analitis dan pengujian yang terinci lainnya)
5. Jenis konfirmasi negatif (biasanya memerlukan ukuran sampel yang lebih besar)
C. Pemilihan Unsure- unsur untuk Pengujian
Dalam pelaksanaan prosedur konfirmasi akan diperlukan beberapa jenis stratifikasi pada
sebagian besar konfirmasi . Dalam suatu pendekatan umum stratifikasi untuk memilih saldo yang
akan dikonfirmasi, auditor mempertimbangkan baik nilai rupiah saldo maupun lamanya piutang
yang beredar.
D. Pemerikasaan Alamat dan Pengawasan Atas Konfirmasi
Auditor harus melaksanakan prosedur untuk memeriksa alamat email yang digunakan dalam
konfirmasi. Untuk konfirmasi yang dikirim melalui pos, auditor harus melaksanakan pengawasan
atas konfirmasi sampai jaawaban diterima dari debitur.
E. Tindak lanjut atas Konfirmasi
Untuk konfirmasi positif , auditor harus melakukan prosedur tindak lanjut atas konfimasi yang
tidak dikembalikan oleh konsumen. Apabila debitur tidak memberi jawaban maka auditor harus
melakukan prosedur alternatif
F. Penerimaan Kas Kemudian
Bukti penerimaan kas setelah lewat tanggal konfirmasi meliputi pemeriksaan atas surat
pengantar pembayaran, ayat jurnal dalam catatan penerimaan kas.
G. Duplikat faktur penjualan
Berguna dalam pemerikasaan faktur penjualan yang sesungguhnya diterbitkan dengan tanggal
sesungguhnya penagihan
H. Dokumen Pengiriman Barang
Berguna dalam menetapkan apakah pengiriman sungguh-sungguh telah dilakukan dan untuk
pengujian pisah batas
I. Korespondensi dengan Klien
Mengungkapkan ketidakjelasan dan piutang yang dipertanyakan yang tidak terungkap dengan
cara lain.
J. Analisis Selisih
Apabila konfirmasi dikembalikan oleh debitur, auditor harus menentukan apa yang
menyebabkan terjadinya selisih. Adapun jenis-jenis perbedaan dalam konfirmasi :
 Pembayaran telah Dilakukan Debitur
 Barang Belum Diterima Debitur
 Retur
 Kesalahan Pencatatan atau Kerancuan Jumlah
K. Menarik Kesimpulan
Keputusan akhir tentang piutang usaha dan penjualan adalah apakah bukti kompeten yang cukup
telah diperoleh dari pengujian pengendalian dan pengujian substantive transaksi, prosedur
analitis, prosedur pisah batas, konfirmasi, dan pengujian substanstif lain untuk mendukung
penarikan kesimpulan tentang kebenaran saldo.