Anda di halaman 1dari 28

SEJARAH DAN

PERKEMBANGAN
ARSITEKTUR II
ARSITEKTUR FUNGSIONALISME

o MATELDA TADA HURU (0026)


o FLORA G. CRISTIEN (0008)
o OKTAVIANA S. BRIA(0007)
o MARIA G. LAGA(0005)
o GAYATRI R. BEREMAU(0037)

Foundation’15
9/27/2016
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat tuhan yang maha esa, atas berkat dan
rahmat dan bimbingan-nya kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini dengan
baik.makalah ini disusun sebagai tugas mata kuliah perkembangan arsitektur ii dan yang
menjadi pembahasan pada makalah ini adalah kajian terhadap perkembangan arsitektur
modern fungsionalisme hingga masa kini. penulisan makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan,oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun demi kesempurnaan makalah ini.

2|Page
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................... 2

DAFTAR ISI ................................................................................................................. 3

DAFTAR GAMBAR ...................................................................................................... 4

BAB I PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG .......................................................................................... 5


2. TUJUAN ............................................................................................................ 5
3. RUMUSAN MASALAH ...................................................................................... 5
4. BATASAN STUDI .............................................................................................. 6

BAB II PEMBAHASAN

A. SEJARAH ARSITEKTUR FUNGSIONALISME .................................................. 7


B. KARAKTERISTIK FUNGSIONALISME.............................................................. 8
C. TOKOH ARSITEK DAN KARYANYA ................................................................. 9
1. THE LOVELL HEALTH HOUSE............................................................. 9
2. MAISON LA ROCHE ........................................................................... 12
3. THE CHURCH OF NOTRE DAME DU RAINCY ................................. 16
4. TUBERCULOSIS ALVAR AALTO ....................................................... 19
5. VILLA SAVOYE .................................................................................. 20

BAB III PENUTUP

KESIMPULAN ............................................................................................................ 26

GLOSARI .................................................................................................................... 27

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... 28

3|Page
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 ......................................................................................................................10

Gambar 1.2 .......................................................................................................................11

Gambar 1.3 .......................................................................................................................12

Gambar 1.4............................................................................................................................15

Gambar 1.5............................................................................................................................17

Gambar 1.6............................................................................................................................17

Gambar 1.7............................................................................................................................18

Gambar 1.8............................................................................................................................19

Gambar 1.9............................................................................................................................19

Gambar 1.10..........................................................................................................................20

Gambar 1.11..........................................................................................................................21

Gambar1.12...........................................................................................................................22

Gambar 1.13..........................................................................................................................23

Gambar 1.14..........................................................................................................................23

Gambar 1.15..........................................................................................................................23

Gambar 1.16..........................................................................................................................24

Gambar 1.17..........................................................................................................................24

Gambar 1.18..........................................................................................................................24

4|Page
BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG

Arsitektur adalah bagian dari kebudayaan manusia, dan merupakan


ungkapan fisik dan peninggalan budaya dari suatu masyarakat dalam batasan
tempat dan waktu tertentu. Dari dahulu sampai sekarang bahkan yang akan datang,
arsitektur akan selalu berkembang dalam bentuk semakin kompleks, sejalan dengan
perkembangan peradaban dan budaya termasuk ilmu pengetahuan, teknologi dan
tuntutan kebutuhan manusia baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Perkembangan
Arsitektur mencakup dimensi ruang dan waktu yang sukar ditentukan batasnya. Dan
untuk mempermudah didalam mempelajarinya, suatu karya arsitektur dibedakan
menurut ciri-ciri bentuk dan karakter arsitektural dalam kurun waktu tertentu.

Arsitektur fungsionalisme sendiri merupakan perkembangan dari klasik Barat,


berubah secara revolusioner sejalan dengan revolusi industri dengan terjadinya
perubahan besar-besaran dalam pola hidup dan pola pikir. Dan perkembangann
yaitu sendiri tidak lepas dari pengaruh atau perubahan-perubahan yang terjadi
sejalan dengan perkembangan budaya berbagai bangsa. Oleh karena itu semakin
sulit menentukan batas-batas sosial-budaya, ruang atau tempat dan waktu.

2. RUMUSAN MASALAH

a. Bagaimana sejarah dan perkembangan arsitektur fungsionalisme ?


b. Apa saja karakteristik dari arsitektur fungsionalisme ?
c. Siapa saja tokoh arsitek dan karyanya dalam arsitektur fungsionalisme ?

3. TUJUAN

Tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini yaitu mahasiswa
mampu mengenal dan memahami sejarah dan perkembangan arsitektur
fungsionalisme, karakteristik arsitektur fungsionalisme dan tokoh-tokoh arsitek yang
berperan didalamnya.

5|Page
4. BATASAN STUDI
Yang menjadi batasan studi makalah yaitu :
a. Sejarah perkembangan arsitektur fungsionalisme
b. Karakteristik arsitektur fungsionalisme
c. Tokoh arsitek serta karyanya

6|Page
BAB II

PEMBAHASAN

A. SEJARAH ARSITEKTUR FUNGSIONALISME

Arsitektur adalah suatu bentuk hasil seni yang diterapkan ke dalam


bentuk bangunan. Dimana dalam arsitektur ini terdapat berbagai aliran arsitektur. Diantara
itu semua ada satu aliran yang memiliki pengaruh dalam perkembangan arsitektur dunia,
yaitu Aliran Arsitektur Modern.
Aliran Arsitektur Modern sendiri terbagi beberapa fase yang salah satunya adalah
aliran Arsitektur Modern Fungsionalisme. Perkembangan Arsitektur Modern Fungsionalisme
diwarnai dengan anti pada pengulangan bentuk-bentuk lama dengan teknologi baru (beton
bertulang, baja). Dan pada awal abad 20 terjadi perubahan besar, radikal, cepat, dan
revolusioner dalam pola pikir. (Sumalyo,1997).
Pada era pra modern, yang dianggap sebagai arsitektur hanyalah bangunan-
bangunan gereja dan istana. Bangunan di luar kedua tipe bangunan tersebut (seperti
perumahan) tidak dianggap sebagai suatu arsitektur. Pada era modern timbul aktivitas-
aktivitas baru yang membutuhkan wadah akibat dampak dari revolusi industri. Mulai
bermunculan bangunan-bangunan pabrik, perkantoran, dan sebagainya. Sebagai akibat
Revolusi Industri, cara produksi bergeser dari teknik individual yang cenderung custom
made, menjadi teknik produksi massal yang mengedepankan kebutuhan akan produk yang
cepat dan murah. Pada sudut pandang arsitektur, hal ini ditandai dengan adanya kebutuhan
akan pemukiman yang murah dan efisien.
Arsitektur modern mengedepankan fungsi dimana suatu arsitektur dapat mewadahi
aktivitas. Berbeda dengan arsitek pada masa pra modern yang menata berdasarkan tipologi,
arsitek modern menata berdasarkan fungsi.
Dalam pandangan arsitektur modern (1910-1940-an), terjadi perubahan dalam pola
dan konsep keindahan arsitektur, di mana keindahan timbul. Dalam pandangan arsitektur
modern (1910-1940-an), terjadi perubahan dalam pola dan konsep keindahan arsitektur, di
mana keindahan timbul 79 semata-mata oleh adanya fungsi dari elemen-elemen bangunan.
Oleh karena itu aliran ini disebut sebagai Arsitektur Fungsionalisme atau Rasionalisme
(berdasarkan rasio/pemikiran yang logis). Bangunan terbentuk oleh bagian-bagiannya
apakah dinding, jendela, pintu, atap, dll tersusun dalam komposisi dari unsur unsur yang
semuanya mempunyai fungsi. (Sumalyo, 1997) Aliran ini sendiri muncul sebagai salah satu
ide pembaharuan dari ekspresi bentuk arsitektural yang pernah ada (misal: aliran arsitektur
klasik).

7|Page
Banyak anggapan yang menyamakan aliran ini dengan Arsitektur Modern. Arsitektur
Modern didukung oleh para arsitek yang bersikap dan berpandangan revolusioner.
Sedangkan arsitektur fungsional adalah merupakan salah satu di antara alternatif yang
muncul sepanjang sejarah Arsitektur Modern.
Pada awal abad ke 20, Louis Sullivan mempopulerkan ungkapan “bentuk bangunan
yang mengikuti fungsi” (forms follows function) untuk menangkap suatu ukuran, ruang dan
karakteristik dalam bangunan harus terlebih dahulu di tujukan semata-mata kepada fungsi
dari bangunan tersebut. Implikasi bahwa jika aspek yang fungsional dicukupi, keindahan
arsitektur akan secara alami mengikuti.
Idealisme dari suatu arsitektur adalah perpaduan antara bentuk dan fungsi. “Setiap
bangunan harus menemukan bentuk sesuai dengan fungsinya, sebuah rumah hendaknya
berbeda dengan kantor atau gereja, dan tanpa menggunakan pandangan ini maka
hubungan antara bagian dalam bangunan dengan bagian luarnya akan diabaikan. Tidak
seharusnya mengorbankan kamar menjadi gelap tanpa jendela, untuk mendapatkan
susunan jendela tampak simetris dari luar atau menambah bagian-bagian tak berguna”.
(Ragon, dalam Sumalyo,1997)
Dalam ideologi fungsionalisme bahwa arsitektur adalah seni, dimana prinsip-prinsip
seni menyatu didalamnya. Bahwa dalam prinsip fungsionalisme nilai konstruksi mempunyai
nilai yang sama dengan fungsi. Dianalogikan dengan perahu dimana hampir seluruh bagian
dan bentuknya mengacu kepada fungsinya. (Ruskin, dalam Sumalyo, 1997) Eugen
Emmanuel Viollet-le-Duc (1814 –1879) mengungkapkan : “Bahwa arsitektur hendaknya
dapat mengekspresikan „kekuatan‟ seperti halnya mesin uap, listrik dan dapat
memanfaatkan material baru misalnya baja. Dan apabila suatu bentuk tidak dapat
menjelaskan alasan mengapa demikian, maka dia tidak akan memancarkan keindahan”.
Ungkapan tersebut diatas menjelaskan bagaimana teori keindahan mendasari
konsep fungsionalisme. Ciri umum dari gaya arsitektur yang melanda pada akhir abad ke-19
atau awal abad ke-20 adalah asimetris, kubis, atau semua sisi dalam komposisi dan
kesatuan bentuk dan elemen bangunan menyatu dalam komposisi bangunan.

B. KARAKTER DAN CIRI ARSITEKTUR FUNGSIONALISME

Fungsionalisme merupakan salah satu alternatif dari Arsitektur Modern, sehingga ciri-ciri
fungsionalisme tidak jauh berbeda dengan ciri Arsitektur Modern pada umumnya. Menurut
Rayner Banham dalam bukunya “Age of The Master : A Personal View of Modern
Architecture”, 1978, perkembangan arsitektur modern menekankan pada kesederhanaan

8|Page
suatu desain. Para arsitek pada masa itu menginginkan bangunan rancangannya bersih dari
ornamen dan sesuai dengan fungsinya dengan menghilangkan paham eclecticism pada tiap
rancangannya. Arsitektur modern merupakan Internasional Style yang menganut Form
Follows Function (bentuk mengikuti fungsi). Bentukan platonic solid yang serba kotak, tak
berdekorasi, perulangan yang monoton, merupakan ciri arsitektur modern.
Menurut Peter Gossel dan Gabriele Leu Thauser dalam bukunya “Achitecture in the
20th century”, 1991. Ciri-ciri dari arsitektur modern adalah:
1) Satu gaya Internasional atau tanpa gaya (seragam), merupakan suatu
arsitektur yang dapat menembus budaya dan geografis.
2) Berupa khayalan, idealis
3) Bentuk tertentu, fungsional. Bentuk mengikuti fungsi, sehingga
bentuk menjadi monoton karena tidak diolah.
4) Less is more, semakin sederhana merupakan suatu nilai tambah terhadap
arsitektur tersebut (keindahan muncul karena fungsi dan elemen bangunan).
5) Ornamen adalah suatu kejahatan sehingga perlu ditolak.
Penambahan ornamen dianggap suatu hal yang tidak efisien.
Karena dianggap tidak memiliki fungsi, hal ini disebabkan karena
dibutuhkan kecepatan dalam membangun setelah berakhirnya
perang dunia II.
6) Singular (tunggal), Arsitektur Modern tidak memiliki suatu ciri
individu dari arsitek, sehingga tidak dapat dibedakan antara arsitek
yang satu dengan yang lainnya (seragam).
7) Nihilism, penekanan perancangan pada space, maka desain
menjadi polos, simple, bidang-bidang kaca lebar. Tidak ada apaapanya
kecuali geometri dan bahan aslinya.
8) Kejujuran bahan, jenis bahan/material yang digunakan diekspos
secara polos, ditampilkan apa adanya. Tidak ditutup-tutupi atau
dikamuflase sedemikian rupa hingga hilang karakter aslinya. Terutama bahan
yang digunakan adalah beton, baja dan kaca.
Material-material tersebut dimunculkan apa adanya untuk merefleksikan karakternya
yang murni, karakter tertentu yang khas yang memang menjadi kekuatan dari jenis material
tersebut, misalnya :
1.) Beton untuk menampilkan kesan berat, massif, dingin.
2.) Baja untuk kesan kokoh, kuat, industrialis.
3.) Kaca untuk kesan ringan, transparan, melayang.

9|Page
C. TOKOH ARSITEK DAN KARYA ARSITEKTURNYA

1. THE LOVELL HEALTH HOUSE karya Richard Neutra (1927-1929) di Los Angeles

Gambar1.1 THE LOVELL HEALTH HOUSE


Sumber: http://www.archdaily.com/104713/ad-classics-lovell-house-richard-neutra

The Lovell health House adalah gaya tinggal Modernis Internasional dirancang dan
dibangun oleh Richard Neutra antara tahun 1927 dan 1929. Rumah, di Los Angeles,
California, dibangun untuk dokter dan naturopath Philip Lovell. Hal ini sering digambarkan
sebagai rumah pertama struktur baja yang ringan perpaduan dengan beton bertulang di
Amerika Serikat, dan juga sebuah contoh awal dari penggunaan gunite. Pada dasarnya
rumah mencerminkan kepentingan Richard Neutra dalam produksi industri, dan ini adalah
yang paling jelas dalam penggunaan berulang dari buatan pabrik rakitan jendela.
The Lovell Rumah dirancang untuk kesehatan keluarga Lovell di perbukitan Los
Angeles. The lovell health house adalah sebuah contoh awal dari Gaya Internasional di
Amerika Serikat yang membangkitkan prinsip-prinsip yang dikembangkan oleh Le Corbusier
dan Frank Lloyd Wright.
THE LOVELL HEALTH HOUSE dibangun disisi gunung, horisontal agar dapat
melihat pemandangan ke Los Angeles. Karena THE LOVELL HEALTH HOUSE horisontal
dan tidak langsung berhubungan dengan jalan yang diberi jalan beton ke tingkat atas rumah
yang merupakan tempat tinggal, dan mereka mereka menuruni tangga kaca besar yang
mengarah ke ruang tamu dan kolam renang luar.

10 | P a g e
Gambar1.2
Sumber: http://www.archdaily.com/104713/ad-classics-lovell-house-richard-neutra

The Lovell House mengingatkan gaya Le Corbusier. Terlihat menonjol seperti


dinding berdiri di antara daerah hutan. Jendela berkerangka baja dengan berbagai bentuk
dan ukurannya, semuanya menyatu dengan konstruksi dinding dan balustrade putih,
horizontal berkesan ringan melayang. Terlihat bahwa Neutra dipengaruhi oleh Gaya
Internasional dan villa Corbusier, begitu banyak sehingga cara di mana seseorang masuk
dan bergerak melalui rumah ini, mirip dengan promenade arsitektur Corbusier; Namun
bukannya berakhir di atap taman penghuni berjalan dari atas rumah menuju teras dan kolam
renang di lantai bawah.
The Lovell House diklaim sebagai rumah pertama di Amerika Serikat untuk
menggunakan struktur baja yang biasanya ditemukan dalam konstruksi gedung pencakar
langit. Namun, konstruksi baja tidak hanya didukung oleh kolom baja, balok, dan pilotis.
Karena rumah dibangun di sisi gunung itu adalah dikaitkan ke tebing dengan kabel
tegangan yang terikat ke dalam medan berbatu. konstruksi rumah ini agak menarik selain
struktur baja terintegrasi dengan kabel ketegangan, lovel merupakan salah satu
penggunaan pertama gunite.

 STATEMENT ARSITEKTUR
Menampilkan struktur baja yang ringan perpaduan dengan beton bertulang
sebagai dasar pembentuk dari bangunan ini. Dibangun disisi gunung. Jendela
berkerangka baja dengan berbagai bentuk dan ukurannya, semuanya menyatu
dengan konstruksi dinding dan balustrade putih, horizontal berkesan ringan
melayang. Bentuk tiga dimensional dari lantai dan dinding menjorok ke luar
balkon, lantai atas dan atap datar bila timbul warna gelap dan terang oleh
bayangan matahari.

11 | P a g e
2. Maison La Roche (1923), Paris, Le Corbusier dan Pierre Jeanneret

Gambar 1.3 Maison La Roche

Sumber:google.image.com

Villa Maison La Roche, adalah sebuah rumah di Paris, yang dirancang oleh Le
Corbusier dan Pierre Jeanneret pada tahun 1923-1925. Bangunan Ini dirancang untuk
Raoul La Roche, seorang bankir Swiss dan kolektor seni avant-garde. Villa La Roche
sekarang menjadi rumah Fondation Le Corbusier.Tanpa ornamen dan sederhana, bentuk-
bentuk geometris, mereka adalah hasil dari arsitektur baru.
Denah rumah berbentuk huruf L, dimaksudkan untuk memisahkan 2 penghuni
berbeda. Sisi utama di depan (untuk gallery) berupa ruang, luas dan tinggi karena adanya
mezzanine kombinasi dengan 2 atau 3 lantai dengan sisi lainnya. Di atas terdapat sebuah
balkon menjorok melayang dan ada semacam jembatan menghubungkan ruang-ruang
berseberangan dengan mezzanine. Selain tangga, Le Corbusier juga merancang jalur naik
landai (ramp). Banyak jendela besar dan lebar di atas dan disamping. Jendela ini bentuknya
tidak lagi seperti dinding dilubangi pada bangunan klasik, tetapi berupa bidang membentuk
komposisi horizontal-vertikal (terdiri dari bidang kaca dan rangka aluminium).
aRumah La Roche-Jeanneret, Paris, 1923 - FRANCE
Berbentuk L, rumah memiliki dua bagian yang berbeda: sayap perumahan di
perpanjangan rumah Jeanneret tetangga, dan sayap imbalan yang didedikasikan untuk
galeri seni. Di Maison La Roche, Le Corbusier merevolusi ruang interior, mengembangkan
nya "promenade arsitektur" dari ruang / waktu. Arsitektur demikian dirancang untuk dinikmati

12 | P a g e
bergerak dan ditemukan dalam waktu. Kelangsungan spasial dicapai melalui banyak
terobosan dan menghapus partisi dan pintu.
Penggunaan warna juga berpartisipasi dalam persepsi baru ruang ini. Le Corbusier
bereran di sini setelah teori polikrom murni arsitektur. Warna-warna yang digunakan milik
tiga keluarga - yang kuat, dinamis dan transisi - yang séquencent yang "promenade
arsitektur". Rumah ini dibangun untuk Albert Jeanneret, saudara Le Corbusier, istri dan tiga
anak-anak mereka.
Digabungkan menjadi sebuah ensemble, arsitektur tunggal bentuk-bentuk
geometris murni tanpa hiasan apapun, Rumah La Roche dan Jeanneret pada tahun 1923
adalah sebuah karya yang unik dari avant-garde di Perancis dan di seluruh dunia. Tidak
adanya atap miring, diganti dengan atap teras masih menuduh sifat radikal komposisi ini. Le
Corbusier menimbulkan fondasi arsitektur modern yang baru: bentuk-bentuk geometris
murni, kurangnya dekorasi, tumpukan, atap teras, jendela Strip. Poin sebanyak Le Corbusier
berteori pada tahun 1926 dalam Manifesto lima poin untuk arsitektur baru.
1. Konsep
Rumah ganda ini dirancang pada tahun 1923 untuk Raoul La Roche dan Albert
Jeanneret, menandai tonggak dalam refleksi arsitektur Le Corbusier, yang sangat
memperhatikan pendekatan dari Eropa avant-garde.
"Lima poin" untuk menyusun fasad dan "Fenetres en longeur" (jendela panjang) yang oleh
semua mas ini, serta ruang dua lantai dan balkon karakteristik arsitek. Tapi tidak seperti
rumah-rumah lain pada saat itu, semua tidak diakui sebagai yang dihasilkan dari volume
reguler dasar. Sebaliknya, itu adalah komposisi diartikulasikan yang muncul dari volume
untuk menambah volume persegi panjang lain yang terletak 90 ° pertama dan yang
ditandai dengan depan yang melengkung besar.
2. Deskripsi
Dengan bentuk-bentuk baru dari kerja formal dieksplorasi di rumah ini, Le
Corbusier meninggalkan rasionalisme yang konstruktif dari Auguste Perret, masih ada di
Domino rumah, tanpa prasangka, dan membahas penyebaran tanah tanpa fitur struktural.
Penyimpangan nyata dari rumah itu dibenarkan oleh fakta bahwa "setiap tubuh naik menjadi
dekat tetangganya, menurut sebuah alasan organik, kampanye untuk meringankan internal
dan menentukan di luar, dibutuhkan semua jenis proyeksi." Metode deduktif komposisi, di
mana pesawat itu adalah "generator" yang mendefinisikan semua volume dari rumah,
bermain pada pendekatan Perancis rasionalis dari akhir abad kesembilan belas. Namun,
kehadiran prinsip formal yang menciptakan hubungan antara unsur-unsur yang berbeda dari
bangunan dan moderat ketidakteraturan ini.

13 | P a g e
Sementara merancang ruang baru dan gabung interior, proporsi volume dan
bukaan eksternal didefinisikan oleh garis peraturan "berdasarkan jumlah Aureus yang
mengatur tindakan dan lokasi dari setiap item".
3. Situasi
The maison, dibangun pada 8-10 Square du Docteur Blanche, di Auteuil,
lingkungan kelas menengah di pinggiran Paris, yang bahkan kemudian memiliki suasana
yang membuat orang-orang seperti banyak proyek lain yang lebih kecil milik Le Corbusier
bekerja, tidak spekulasi real estate belaka.
4. Proyek
Sebagai hasil dari antusiasme yang ditunjukkan dengan melihat model Theo van Doesburg
dan Cornelis van Eesteren, arsitek dari De Stijl Group, Ulasan prinsip-prinsip Le Corbusier
tersebut telah berdasarkan desain kamar Maison La Roche-Jeanneret, Le Corbusier diganti
jendela kecil di dinding permukaan kaca besar, yang merupakan salah satu fitur dari
konstruksi tersebut.
5. Pedalaman
Rangkaian ruang interior rumah, yang mengarah ke jalan di galeri lukisan,
memerintahkan sebagai "promenade arsitektur." Le Corbusier melakukannya di sini untuk
pertama kalinya sebuah konsep yang terinspirasi oleh studi tentang Acropolis di Athena:
teater untuk prosesi, seperti yang diusulkan oleh Auguste Choisy di "Histoire de
'Architecture" di akhir abad kesembilan belas. Sebuah perjalanan panjang yang dilihat
ditawarkan dalam 3 cara alternatif: ke atas, horizontal, dan ke bawah. Ketika Anda menaiki
tangga dari pintu masuk, Anda menemukan tingkat lobi seperti yang muncul dalam
kaitannya dengan ruang makan. Pada puncak puncak pohon, rumah itu terletak di sana
menghormati pohon yang ada, berjalan mengarah ke galeri foto, terdapat dinding
melengkung mendukung jalan yang mengarah ke "teras taman". galeri menawarkan cahaya
murni dan lukisan kubisme diakuisisi oleh Le Corbusier dan Ozenfant atas nama Raoul La
Roche.

 STATEMENT ARSITEKTUR :

Maison La Roche (1923), Paris, Le Corbusier dan Pierre Jeanneret. Rumah The
Jeanneret dan La Roche mewakili ide-ide Le Corbusier yang dieksplorasi pada tahun 1920.
Tanpa ornamen dan sederhana, bentuk-bentuk geometris, mereka adalah hasil dari
arsitektur baru. Rumah ganda ini dirancang pada tahun 1923 untuk Raoul La Roche dan
Albert Jeanneret, menandai tonggak dalam refleksi arsitektur Le Corbusier. Bangunan ini
digambarkan yang pertama sebagai Sesuatu yang dapat menampung keluarga dengan
anak-anak, dan dengan demikian terdiri dari sejumlah kamar kecil dan semua fasilitas yang

14 | P a g e
dibutuhkan oleh keluarga, sedangkan yang kedua dirancang untuk bujangan, pemilik koleksi
lukisan modern, dan penuh gairah tentang seni.

3. The Church Of Notre Dame Du Raincy, Perancis karya (Auguste Perret )

Gambar 1.4 The Church Of Notre Dame Du Raincy Perancis (1922-1923)

Sumber.google.image

Auguste Perret adalah anak seorang kontraktor bangunan, lahir di Ixelles dekat
Brussels pada 12 Februari 1874. Teori-teori perancangan pertamanya ia peroleh dari
membaca karya Emmanuel Eugène Viollet-le-Duc, yang menganjurkan reintegrasi bentuk
arsitektur dan teknik konstruksi, di abad ke-19. Auguste Perret belajar di École des Beaux-
Arts (1891-1895) di Paris di studio Julien Guadet. Auguste Perret pergi tanpa gelar dan
bergabung dengan perusahaan ayahnya. pada tahun 1905, ia berhasil merancang karya
seni arsitektur yang ia namai sebagai Perret Freres. Rancangan Perret Freres
menggunakan struktur beton bertulang.

Gereja Notre Dame du Raincy adalah gereja modern dibangun di (1922-1923) oleh
arsitek Perancis Auguste Perret dan Gustave Perret di komune Le Raincy dekat Paris. Hal
ini dianggap sebagai monumen modernisme dalam arsitektur, menggunakan beton
bertulang dengan cara yang mengungkapkan kemungkinan dari bahan baru.

15 | P a g e
Pada awal abad ke-20, Le Raincy adalah sebuah gereja paroki kecil untuk pinggiran
kota yang penduduknya sedang berkembang pesat. Pada tahun 1918, kepala biara Le
Raincy, Felix Negre, diusulkan pada tahun 1918 untuk membangun sebuah gereja untuk
memperingati kemenangan Perancis di Pertempuran Marne di 1914. Melalui koneksi antara
umat, Negre datang ke dalam kontak dengan Perrets. Desain yang digunakan beton untuk
ekonomi.

Gereja selesai mendapat perhatian yang menguntungkan luas, mempengaruhi


pemikiran arsitektur pada saat pembangunan kembali dan pemulihan ekonomi.

Ciri-ciri arsitektur fungsionalisme adalah:

1. Bentuk mengikuti fungsi (form follow function).

2. Mengutamakan penyederhanaan dari gaya sebelumnya (klasik).

3. Ditujukan kepada fungsi utama bangunan.

4. Bentuk bangunan geometris dan jelas.

5. Minim/anti ornament.

6. Batas–batas antar ruang jelas dan saling terhubung.

7. Terbentuk dari garis–garis vertikal, horizontal, dan diagonal yang sederhana.

8. Dinding eksterior luas.

16 | P a g e
Struktur Notre Dame du Raincy · Raincy, France

Gambar 1.5 Notre Dame du Raincy · Raincy, France

Sumber.google.image

Atapnya melengkung.

Gambar 1.6 Notre Dame du Raincy · Raincy, France

Sumber.google.image

Bentuk dan susunan krawang geometris perpaduan segi empat,

menjulang tinggi pada setiap sudut sebuah menara.

17 | P a g e
Gambar 1.7 Notre Dame du Raincy · Raincy, France

Sumber.google.image

 Statment The Church Of Notre Dame Du Raincy, Perancis

Bentuk monumental gereja dicapai dengan pola simetris, menggunakan konstruksi


beton bertulang eksposed, dengan kolom-kolom dalam hal ini bentuknya silindris, menjulang
tinggi pada setiap sudut menara. Menara makin ke atas makin ramping seperti bentuk
gereja gotic. nave ( ruang utama umat ) atapnya melengkung, dindingnya berupa krawang
beton, untuk menghindari angin dan air tetapi tembus pandang, krawang ditutup kaca.
Bentuk dan susunan krawang geometris perpaduan segi empat, bujur sangkar dan diagonal-
diagonalnya membentuk segi tiga. Bekas peranca beton membentuk garis-garis sesuai
dengan pemasangannya.

18 | P a g e
4. Tuberkulosis Alvar Aalto ini Sanatorium di Paimio

Gambar 1.8 Tuberkulosis Alvar Aalto ini Sanatorium


Sumber:google.image

Alvar Aalto ini Tuberkulosis Sanatorium dibangun 1929-33 di Paimio,


Finlandia,musim gugur 2014.Dengan menggunakan kontras bentuk dari alam dengan
karakteristik arsitektur modern, dalam maksud menciptakan pengalaman yang merangsang
secara spiritual dan fungsional yang dirancang untuk pasiennya.

Gambar1.9
Sumber.google.image.com

19 | P a g e
jendela pita -clude, sedikit ornamen,serta beberapa bahan yang relatif sederhana dengan
bentuk persegi panjang. Fitur-fitur yang modern, kontras dengan bentuk vegetal ditemukan
pada pagar oranye dari balkon. setiap bagian dari desain dikembangkan dari kebutuhan
pasien. selama periode waktu ini, diyakini bahwa yang terbaik pengobatan untuk pasien
Tuberkulosis adalahberada di sekitar lingkungan yang hijau denganudara segar dan sinar
matahari. ide ini adalah bagian dari dasar dari desain bangunan (Cur -tis, 1996 p. 343).
Semua bagian bangunan desain mencakup aspek untuk membuatnya berfungsi lebih baik
untukklien.

 STATEMENT :

5. VILLA SAVOYE, karya Le Corbusier

Gambar 1.10 Villa Savoye


Sumber.google.image

Villa Savoye (bernama "Les Heures Claires "oleh Le Corbusier) Dirancang dan
dibangun antara 1929 dan 193. Villa Savoye (Villa) telah menjadi ikon dari Le Corbusier cita-
cita dan metodologi. Bangunan unik ini difokuskan pada ide Le Corbusier tentang
bagaimana ruang harus diatur dan berpengalaman.
Sebagai manifesto “Five Point” arsitektur baru dari Le Corbusier, villa Savoye
menjadi wakil dari gaya arsitektur modern dan salah satu dari contoh yang paing mudah dari
international style. Berikut adalah pernyataan dari Le Corbusier mengenai “five points”

20 | P a g e
dalam arsitektur baru: pemanfaatan ground-level dari pilotis, mengangkat gedung dari tanah
dan menyediakan kesempatan untuk mendesain taman diatasnya.
Atap yang fungsional berfungsi sebagai atap dan teras yang menggantikan tanah
tanah sebagai tempat berpijaknya gedung. Rencana lantai yang bebas, menghilangkan
dinding-dinding pemikul (diganti dengan pilots) menyediakan kesempatan untuk meletakkan
dinding secara bebas dan estetis. Jendela horizontal yang panjang, menyediakan
pencahayaan dan ventilasi. Fasad yang didesain secara bebas, hanya berfungsi sebagai
kulit bangunan yang tidak terkait oleh pemikul beban.

 Proximity: (close to each other). Hal ini dapat diartikan sebagai bentukan atau
grup/cluster akibat adanya beberapa elemen yang diletakkan berdekatan satu sama
lain. Proximity tidak hanya dapat dilihat dari grup bangunan, tapi juga dari distribusi
massa dan fassad bangunan.

Gambar.1.11

Sumber.google.image

Bangunan ini terbagi dalam 3 grup fasad. Grup warna hijau memiliki fasad polos. Grup
warna biru memiliki fasad dengan ornament jendela, sedangkan grup merah memiiki fasad
dengan dominan garis vertical.

 Simetris: Komposisi gambar yang disusun dengan rapi dan memperhatikan


keseimbangan bentuk.
Villa savoye memiliki fasad yang simetris kecuali bagian fasad yang atas.

21 | P a g e
Gambar.1.12
Sumber.google.image

 Closure: berkaitan erat dengan proximity. Saat sebuah elemen berada didalam suatu
elemen lainnya, maka terjadilah hubungan selubung (closure relation).

Gambar 1.13

Sumber.google.image

Hubungan fasadnya terlihat pada dominan garis vertikalnya. Garis-garis vertikal tersebut
diciptakan dari balik garis kolom, pembagian jendela, dan penjajaran geometri bangunan itu
sendiri.

 Interpenetrasi: (Interpenetration tercipta saat dua elemen saling melengkapi. Namun,


ini tidak berarti elemen tersebut kehilangan independence-nya, namun justru tampak
“saling memiliki”.

22 | P a g e
Gambar1.14
Sumber.google.image

Elemen disini kami asumsikan dalam konteks grup. Elemen warna hijau adalah
kepala bangunan berupa bidang-bidang lengkung. Elemen kedua yang berwarna merah
adalah badan bangunan berupa bidang dan garis-garis tegas.. elemen ketiga adalah kaki
bangunan berisi entrance dan kolom.

 Repetition: bagian atau pola dari bangunan yang diulang untuk mencapai
keharmonisaan.

Gambar1.15
Sumber.google.image

Pengulangan ada pada jendela yang teratur pada badan bangunan, serta penataan
kolom-kolom yang ditujukan untuk menunjang badan baangunan.

 Dominan: elemen bangunan yang paling banyak dimunculkan atau yang paling
terasa nampak pada bangunan.

23 | P a g e
Gambar1.16

Dominan vertikal berupa garis-garis yang dihadirkan oleh penjajaran kolom-kolom


dan garis-garis yang memisahkan jendela.

 Kontras: Elemen pada bangunan yang saling berlawanan. (Warna, bentuk dan
proporsi).
Kontrasnya ada pada bagian bangunan warna kuning. Karena ukurannya yang
paling besar diletakkan ditengah. Serta penggunaan bidang lengkung dan persegi.

 Garis: Elemen-elemen yang berbentuk bidang.

Gambar.1.17

Permainan garis-garis tegas dan lengkung membentuk bidang

 Sentral (radial): titik tengah atau pusat bangunan.

Gambar.1.18

24 | P a g e
Sentral bangunan berupa entrance.

 STATEMENT :
Bangunan ini menggunakan International Style. Dapat kita lihat bangunan ini tidak memiliki
banyak ornamen. Untuk estetikanya, bangunan ini menggunakan banyak jendela dan juga
tiang yang menopang bangunan diatasnya.
Dari potongan bisa dilihat adanya tangga spiral yang menjadi satu daya tarik pada
bangunan ini, karena bentuk dasar bangunan ini adalah kotak. Bentuk tangga yang spiral ini
sebagai suatu pengantar pada bangunan lantai atas yang melengkung.
Jalan melandai terbuka yang membuat sirkulasinya lebih leluasa dan terasa lebih lapang.
Membuat pencapaian ke lantai berikutnya terasa nyaman.

25 | P a g e
BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Arsitektur adalah suatu bentuk hasil seni yang diterapkan ke dalam


bentuk bangunan. Dimana dalam arsitektur ini terdapat berbagai aliran arsitektur. Diantara
itu semua ada satu aliran yang memiliki pengaruh dalam perkembangan arsitektur dunia,
yaitu Aliran Arsitektur Modern.
Fungsionalisme merupakan salah satu alternatif dari Arsitektur Modern, sehingga
ciri-ciri fungsionalisme tidak jauh berbeda dengan ciri Arsitektur Modern pada umumnya.

Karya arsitek yang memiliki unsur arsitektur fungsionalisme seperti karya Richard
Neutra, Le Corbusier, Pierre Jeanneret, Auguste Perret, Alvar Aalto.

26 | P a g e
GLOSARI

Mezzanine : suatu tempat atau ruang tambahan yang letaknya berada di antara lantai dan
lafon yang berada di bagian tengah.
Landai (ramp) : suatu segmen jalan yang berperan sebagai penghubung antara ruas jalan
Sequencent : rangkaian
Promenade: jalan luas untuk umum
Manifesto : pernyataan tertulis mengenai aa yang akan dikerjakan
Fasad : suatu eksterior bangunan yang terdapat di bagian depan
Konstruktif : sesuatu yang bersifat membangun,membina dan memperbaiki
Kubisme: gerakan seni avant-garde abad ke-20 dalam music dan sastra
Manifesto: sikap sebuah kelompok yang diumumkan kepada publik dan sering bermuatan
politis.
Spiral : berbentuk melengkung
Proximity: (close to each other). Hal ini dapat diartikan sebagai bentukan atau grup/cluster
akibat adanya beberapa elemen yang diletakkan berdekatan satu sama lain. Proximity tidak
hanya dapat dilihat dari grup bangunan, tapi juga dari distribusi massa dan fassad
bangunan.

Simetris: Komposisi gambar yang disusun dengan rapi dan memperhatikan keseimbangan
bentuk.

Closure : Saat sebuah elemen berada didalam suatu elemen lainnya, maka terjadilah
hubungan selubung (closure relation).

Repetition: bagian atau pola dari bangunan yang diulang untuk mencapai keharmonisaan.

Dominan: elemen bangunan yang paling banyak dimunculkan atau yang paling terasa
nampak pada bangunan.
Garis: Elemen-elemen yang berbentuk bidang.

27 | P a g e
DAFTAR PUSTAKA

http://raziq_hasan.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/16043/BAGIAN+4.pdf

architectuul.com/architecture/lovell-health-house

http://www.archdaily.com/104713/ad-classics-lovell-house-richard-neutra

https://en.wikiarquitectura.com/index.php/Lovell_Health_House

28 | P a g e