Anda di halaman 1dari 16

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .......................................................................................... i

Daftar Isi .................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah ...................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah................................................................................. 2

1.3 Tujuan Masalah .................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Hubungan PR dengan Media ............................................................... 3

2.2 Media Yang Sering di Gunakan PR ..................................................... 6

2.3 Membina Hubungan dengan Pers ........................................................ 8

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan ........................................................................................... 10

B. Saran ...................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................ 11


Kata Pengantar

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah Swt. Berkat izin-Nyalah

penulisan makalah yang berjudul Hubugan PR dengan Media diselesaikan tepat

waktu.

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah

Manajemen PR (Public Relations). Mata kuliah ini diampu oleh Taufik R. Talalu,

S.Pd.

Makalah ini terdiri atas tiga bab. Bab I pendahuluan berisi latar belakang,

rumusan masalah, dan tujuan. Bab II pembahasan (isi) mengenai hubungan PR

dengan media, media yang sering diginakan PR, membina hubungan dengan pers.

Bab III berisi simpulan dan saran.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada mengucapkan terima kasih

kepada pembaca yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membaca makalah

ini.

Penulis berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat dan

menambah pengetahuan bagi semua yang membacanya. Dalam makalah ini juga

penulis berharap pembaca atau penulis lebih memahami Hubungan PR dengan

Media.

Penulis menyadari bahwa penulisan makalah ini belum sempurna, baik

dalam penggunaan tata bahasa maupun teknik penulisannya. Untuk itu kritik

konstruktif sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah ini.


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Membangun hubungan dengan media merupakan hal yang sangat penting

bagi praktisi public relations.

Public Relations dan media sama-sama bergerak di bidang bisnis

komunikasi. Kedua belah pihak mempunyai kepentingan dan kepedulian yang

sama terhadap informasi. Maka dari itu Public relations dan media mempunyai

ikatan yang saling ketergantungan atau membutuhan antara keduanya dan tetap

didasarkan pada prinsip yang sama, yakni sebagai mediator yang menjembatani

kepentingan pihak yang saling berinteraksi karena informasi yang disalurkan

terkait dengan kegiatan mereka.

Hubungan baik dengan media massa ini dibangun dengan menggunakan

strategi komunikasi yang tepat, yaitu cara yang dilakukan demi kelancaran

komunikasi antara public relations dengan media massa. Hubungan baik yang

dimaksud disini adalah hubungan baik dengan institusi media dan antara public

relations dengan wartawan. Hubungan yang baik dengan media massa menjadi

satu hal yang sangat penting bagi seorang public relations untuk keberhasilan

publisitas.

Menurut Bugin (dalam Darmastuti, 20012:567), media massa adalah

media komunikasi dan informasi yeng melakukan penyebaran informasi secara

massal dan dapat diakses oleh masyarakat secara massal pula. Bentuk media
massa yaitu media massa cetak (surat kabar, tabloid,majalah), media massa

elektronik (radio,televisi) dan media massa online (situs berita).

1.2 Rumusan Masalah

1.2.1 Bagaimana hubungan PR (Public Relations) dengan Media?

1.2.2 Apakah media yang sering digunakan oleh PR ?

1.2.3 Bagaimana membina hubungan dengan pers ?

1.3 Tujuan

1.3.1 Untuk mengetahui bagaimana hubungan PR (Public Relations) dengan

media.

1.3.2 Untuk mengetahui apa saja media yang sering digunakan oleh PR.

1.3.3 Untuk mengetahui bagaimana cara membina hubungan dengan pers.


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Hubungan PR (Public Relations) dengan Media

Sangat penting seorang public relations harus membangun hubungan yang

baik dengan institusi media dan dengan wartawan, karena akan mempengaruhi

keberhasilan publisitas yang dilakukan oleh public relations.

Praktisi public relations dalam membangun hubungan dengan media

massa memerlukan strategi. Adapun strategi yang digunakan oleh praktisi public

relations adalah duah buah strategi yang digambarkan dalam bentuk model

(Darmastuti, 2012:163), yaitu :

1. Model hubungan antara public relations dengan institusi media

Model hubungan antara public relations dengan institusi media ini adalah

model hubungan yang bersifat bisnis. Hubungan dibangun dalam kondisi formal

dan saling menguntungkan. Contohnya : public relations memasang iklan di

media, sebaliknya media memuat berita yang dikirimkan oleh public relations.

Hubungan ini adalah hubungan yang formal dan kekeluargaan, tetapi berada

dalam konteks bisnis.

Jika dilakukan analisis dengan mengacu pada pendapat Grunig maka

model hubungan antara public relations dengan institusi media adalah model

hubungan mixed asymeric-symetric model. Model hubungan ini adalah model

hubungan yang terjalin dalam hubungan samasama menguntungkan (simbiosis

mutualisme-symetric model). Model hubungan ini dapat diaplikasikan dalam

kegiatan kehumasan seharihari,


2. Model hubungan antara seorang public relations dengan pekerja media

(termasuk wartawan)

Model hubungan antara seorang public relations dengan pekerja media

(termasuk wartawan) adalah hubungan yang mengarah pada model two way

symetrical, meskipun dalam hubungan ini public relations masih banyak berfungsi

sebagai pemberi informasi (public information). Ini terlihat dari model hubungan

yang informal, hubungan sebagai sahabat, hubungan simbiosis mutualisme, dan

saling mempercayai. Untuk menciptakan hubungan seperti ini, seorang praktisi

public relations diharapkan dapat memberikan informasi yang dibutuhkan pekerja

media, termasuk wartawan dalam mencapai kepentingan bersama.

Apabila kita analisis berdasarkan model yang dipetakan oleh Grunig,

Model Harmonious Mutualisme Relationship adalah model hubungan combined

symetric-public information model, yaitu model hubungan persahabatan dalam

konteks simbiosis mutualisme dimana terjadi proses saling mempercayai dan

saling membantu.

Dalam melakukan pendekatan kepada institusi media dan pekerja media

dibutuhkan strategi, yaitu strategi dengan membangun hubungan persahabatan,

saling pengertian, saling memahami, dan saling menguntungkan.

Dalam pendekatan sosial, ada satu pendekatan yang sesuai untuk

memahami hubungan antara public relations dengan media massa ini, yaitu

pendekatan yang sering dikenal dengan Reciprocity.

Serge-Christophe Kolm, seorang ahli sosial, mengatakan bahwa

resiprositas merupakan dasar dalam relasi sosial, seperti penjelasan yang dia
berikan dalam bukunya yang berjudul Reciprocity: An economics of social

relations, Serge mengatakan bahwa : Reciprocity is the basis of social relations. It

permits a peaceful and free society in which people and rights are respected. The

essence of families and communities, it also enables the working of markets and

organizations, while correcting their main failures. Reciprocity is also a basis of

politics and it justifies social policies (Serge, 2008:3).

Dalam pandangan Serge, reciprocity yang dianggap sebagai dasar dalam

hubungan sosial dapat menciptakan suatu perdamaian dimana kebebasan dan

kebenaran setiap orang sangat dihargai. Dalam hubungan ini, kekeluargaan

menjadi satu penekanan dimana masing-masing anggota memiliki kesadaran

untuk mengoreksi kesalahan mereka sendiri.

Kalau dilihat dari pengertiannya, reciprocity merupakan “A situation in

which two people, countries, etc. Provide the same help or advantages to each

other” (A.S. Hornby dalam Darmastuti, 2012 : 170). Defenisi ini menunjukkan

bahwa hubungan yang terjalin dalam pengertian reciprocity ini adalah hubungan

yang saling menguntungkan antara satu pihak dengan pihak lain dalam nuansa

altruism.

Luigino Bruni dalam bukunya yang berjudul Reciprocity, Altruism and the

Civil Society: In praise of heteroginity. mengatakan bahwa dalam pandangan

reciprositas ini suatu hubungan dilakukan secara sukarela. Masing-masing

anggota memperlakukan orang lain seperti orang lain memperlakukan mereka.

Hubungan dilakukan dalam tindakan, tingkah laku atau perasaan, dengan

pengetahuan sosial tradisional yang membatasinya. Pemahaman ini seperti yang


ditulis oleh Luigino Bruni berikut ini. “Reciprocity is treating other people as

other people treat you, voluntarily and not as result of a binding exchange

agreement. It concerns acts, attitude or sentiments, and the tradition of social

science restricts the term to favourable items (to which revenge and retaliation

are only very partially symmetrical, as we shall see)” (Luigino Bruni, 2008:6)

Luigino Bruni juga menambahkan, “Reciprocity as a set of motivationally

interrelated gifts or favours has been considered and studied by a long and rich

tradition in social science”. Inilah yang menjadi kelebihan dari hubungan dalam

model reciprocity ini. Di dalam model hubungan ini, antara satu dengan yang lain

saling memotivasi sehingga memperkuat hubungan yang terjadi. Model hubungan

inilah yang lebih tepat digunakan dalam memetakan dan menggambarkan

hubungan antara public relations dengan media massa (institusi media dan pekerja

media).

2.2 Media PR (Public Relations)

Media perusahaan yang sering diggunakan sebagai saluran atau sarana

komunikasi yang sering dipergunakan oleh PR untuk menyampaikan pesan

kepada publiknya, dan sekaligus meningkatkan citra melalui berbagai jenis media

publikasi antara lain :

1. House Journal

Media internal atau house organ dipergunakan oleh PR/humas untuk

keperluan publikasi / sebagai sarana komunikasi yang ditujujan kepada kalangan

terbatas, seperti : karyawan, relasi bisnis, nasabah, konsumen


Biasanya berbentuk : news letter, magazine, tabloid, bulletin, company

profile, Annual report, prospektus dll.

2. Printed Material

Barang catakan untuk tujuan publikasi PR dalam upaya penyampaian

pesan-pesannya yang berbentuk, seperti : brosur, leaflet, booklet, kop surat, kartu

nama, kartu ucapan selamat, kalender, dll.

3. Media Pertemuan (event)

Media pertemuan secara langsung dengan para audiensnya melalui tatap

muka langsung (face to face), misal :presentasi, diskusi panel, seminar, pameran

dll

4. Broadcasting Media dan Internet

Publikasi PR melalui stasiun TV/RRI milik pemerintah dan stasiun TV

komersil atau siaran radio komersil termasuk media komputer serta internet (e-

mail) yang dimanfaatkan sebagai media publikasi dan komunikasi PR

5. Media Sarana Humas/PR

Berkaitan dengan penampilan identitas perusahaan (corporate identity)

yang merupakan simbol atau nama perusahaan, logo, warna standar perusahaan

dan kemasan produk, penampilan dan citra loby kantor, pakaian seragam, hingga
model huruf atau logo perusahaan yang sekaligus merupakan citra penampilan

perusahaan yang khas sebagai pembeda dengan kompetitornya.

6. Media Personal

Merupakan media hmas/PR berkaitan dengan kemampuan untuk

mengadakan pertemuan secara langsung untuk maksud mengadakan pendekatan

secara personal atau melobi kemudian bernegosiasi sehingga kedua belah pihak

yang terlibat dalam perundingan akan mencapai kata sepakat

2.3 Membina Hubungan dengan Pers

Hubungan media dan pers merupakan sebagai alat, pendukung atau media

kerja sama untuk kepentingan publikasi dan publisitas berbagai kegiatan program

kerja PR atau untuk kelancaran akivitas komunikasi humas dengan publiknya.

Disamping itu kerja sama dengan pers akan menghasilkan frekuensi

publisitas yang sangat tinggi. Dampak pemberitaan tersebut baik yang bersifat

stimultaneity effect (efek keserempakan), efek dramatisir, atau efek publisitas

tinggi dan memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap pembentukan opini publik

dalam waktu yang relatif singkat.

Hubungan pers itu tidak terbatas, hanya untuk mengadakan pendekatan-

pendekatan baik secara fungsional maupun antar hubungan pribadi atau kontak

dengan pihak pers (press contact), melalui pimpinan redaksi, redaktur, dan

wartawan dalam arti subyektif, tetapi juga mencakup media massa dalam arti yang

lebih luas.
Selain itu, aktivitas PR/Humas dan korelasinya dengan media dan press

relations dalam hal teknik pembuatan produk-produk publikasi, informasi, dan

berita dalam bentuk press release, photo press, news letter, menimbulkan

konsekuensi keharusan praktisi humas menguasai teknis penulisan jurnalistik dan

presentasi.

1. Kiat kerjasama dengan pers

Dalam aktifitas Humas/PR, upaya peningkatan publikasi yang bertujuan

untuk pengenalan (awarenes), peluncuraan suatu produk (new product launching),

hingga melakukan kegiatan kampanye (campaign action), yang bertujuan untuk

mempengaruhi opini publik dilakukan melalui media massa.

2. Konfrensi pers (press confrence)

Konfrensi pers adalah suatu pertemuan (kontak) khusus dengan pihak pers

yang bersifat resmi atau sengaja diselenggarakan oleh pejabat humas, yang

bertindak sebagai nara sumber dalam menjelaskan suatu rencana atau

permasalahan tertentu yang dihadapi.

3. Wisata pers (press tour)

Sejumlah wartawan dari berbagai media massa yang telah dikenal baik

oleh humas bersangkutan diajak wisata mengunnjungi event khusus, atau

peninjauan ke luar kota bersama dengan pejabat instansi atau pemimpin

perusahaan sebagai pengundang (tuan rumah) selama lebih dari satu hari untuk

meliput secara langsung mengenai kegiatan tertentu.


4. Keterangan pers (pers statment)

Keterangan pers dilakukan dimana saja, tanpa ada undangan resmi dan

biasanya dihubungi melalui telepon. Cara temu pers tersebut biasanya dilakukan

politisi, budayawan, pejabat, pengamat dan intelektual untuk menjelaskan atau

memberikan arguments kepada pers.


BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Media massa merupakan media yang sangat vital dalam membantu

keberhasilan seorang public relations menyampaikan pesan atau informasi serta

publikasi tentang perusahaan atau organisasi kepada publik.

3.2 Saran

Untuk itu hubungan antara public relations dengan media masa dalam hal

ini termasuk institusi media dan pekerja media hendaknya selalu terjalin dengan

harmonis.
DAFTAR PUSTAKA

http://tika-knowledgesociety.blogspot.co.id/2012/03/keterkaitan-media-relations-

dengan.html

http://hidayatafdolhanif.blogspot.co.id/2013/11/program-kerja-dan-aktifitas-

humas.html

http://saveasbrand.com/fungsi-hubungan-public-relations-dengan-media-massa/

https://www.kompasiana.com/ginahernawan/pentingnya-hubungan-public-

relation-dan-media-massa_54f4ae0c745513a32b6c8cdb

Bruni, Luigino, 2008. Reciprocity, Altruism and the Civil Society: In praise of

heterogeneity. New York: Routledge.

(https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=8&cad=

rja&uact=8&ved=0ahUKEwjO4u_4p9LZAhUKiLwKHZdrDFUQFgiQATAH&u

rl=https%3A%2F%2Fjurnaliainpontianak.or.id%2Findex.php%2Falhikmah%2Far

ticle%2Fdownload%2F80%2F74&usg=AOvVaw1oqUw43oNqOfiaIBW2jguT)
Darmastuti, Rini. 2012. Media Relations - Konsep, Strategi & Aplikasi.

Yogyakarta: CV. Andi Offset

(https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=8&cad=

rja&uact=8&ved=0ahUKEwjO4u_4p9LZAhUKiLwKHZdrDFUQFgiQATAH&u

rl=https%3A%2F%2Fjurnaliainpontianak.or.id%2Findex.php%2Falhikmah%2Far

ticle%2Fdownload%2F80%2F74&usg=AOvVaw1oqUw43oNqOfiaIBW2jguT )

Serge Christophe Kolm, 2008. Reciprocity: An economics of social relations.

New York: Cambridge University Press.

(https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=8&cad=

rja&uact=8&ved=0ahUKEwjO4u_4p9LZAhUKiLwKHZdrDFUQFgiQATAH&u

rl=https%3A%2F%2Fjurnaliainpontianak.or.id%2Findex.php%2Falhikmah%2Far

ticle%2Fdownload%2F80%2F74&usg=AOvVaw1oqUw43oNqOfiaIBW2jguT)

Soemirat Soleh & Ardianto Elvinaro, 2003. Dasar-dasar Public Relations.

Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.

(https://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=8&cad=

rja&uact=8&ved=0ahUKEwjO4u_4p9LZAhUKiLwKHZdrDFUQFgiQATAH&u

rl=https%3A%2F%2Fjurnaliainpontianak.or.id%2Findex.php%2Falhikmah%2Far

ticle%2Fdownload%2F80%2F74&usg=AOvVaw1oqUw43oNqOfiaIBW2jguT)

Sopian. (2016). Public Relations Writing. Jakarta: PR Grasindo.


Rumanti, A. (2001). Dasar-Dasar Public Relation, Teori dan Praktik. Jakarta: PT

Grasindo.

(https://books.google.co.id/books?id=8eHQAALadmcC&pg=PA326&dq=Dasar-
Dasar+Public+Relation,+Teori+dan+Praktik&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwio6peGs9vZAhXJ
u48KHduxAlEQ6AEIMzAB#v=onepage&q=Dasar-
Dasar%20Public%20Relation%2C%20Teori%20dan%20Praktik&f=false)