Anda di halaman 1dari 3

NILAI MAKSIMUM DAN MINIMUM FUNGSI

PEUBAH BANYAK

Definisi 1.
Misalkan f suatu fungsi dengan daerah asal S dan misalkan pula p0 titik di dalam S.
a. f(p0) adalah nilai maksimum global dari f pada S apabila f(p0) ≥ f(p) untuk semua
p di S.
b. f(p0) adalah nilai minimum global dari f pada S apabila f(p0) ≤ f(p) untuk semua p
di S.
c. f(p0) adalah nilai ekstrim global dari f pada S apabila f(p0) adalah suatu nilai
global atau suatu nilai minimum global.

Gambar 1.

Perhatikan bahwa, berdasarkan Definisi 1, nilai maksimum lokal dan nilai minimum
lokal terjadi apabila dalam Definisi 1.a dan 1.b disyaratkan berlaku pada N ⋂ S, dengan
N suatu lingkungan dari p0. f(p0) selanjutnya disebut dengan nilai ekstrim lokal dari f
apabila f(p0) adalah nilai maksimum lokal atau nilai minimum lokal.

1 | Kalkulus Lanjut
Email: as_wad82@yahoo.co.id
Blog: aswhat.wordpress.com
Teorema 1.
Jika f memiliki maksimum lokal atau minimum lokal di (a, b) dan turunan parsial
pertama dari f ada, maka fx(a, b) = 0 dan fy(a, b) = 0.

Titik (a, b) disebut titik kritis dari f apabila fx(a, b) = 0 dan fy(a, b) = 0, atau apabila salah
satu dari fx dan fy tidak ada.

Contoh 1.
Carilah nilai-nilai maksimum dan minimum lokal dari f(x, y) = x2 – 2x + y2/4
Penyelesaian:
fx(x, y) = 2x – 2. Untuk fx(x, y) = 0 maka 2x – 2 = 0 → x = 1
dan fy(x, y) = y/2. Untuk fy(x, y) = 0 maka y/2 = 0 → y = 0
Maka (1, 0) disebut titik kritis.
Selanjutnya, dengan mensubtitusi x = 1 dan y = 0, diperoleh
f(1, 0 ) = 12 – 2(1) + 02/4 = -1.
Selanjutnya, perhatikan bahwa f(x, y) = x2 – 2x + y2/4 dapat dimodifikasi penulisannya
menjadi:
f(x, y) = x2 – 2x + y2/4
= x2 – 2x + 1 + y2/4 – 1
= (x – 1)2 + y2/4 – 1
≥ -1
Perhatikan bahwa nilai (x – 1)2 dan y2 selalu berharga positif. Sehingga jelas untuk f(x, y)
selalu ≥ -1 untuk sebarang x dan y.
Karena f(x, y) ≥ f(1, 0) untuk sebarang x dan y, maka f(1, 0) meruapak suatu minimum
global untuk f.

Teorema 2.
Misalkan bahwa f(x, y) mempunyai turunan parsial kedua yang kontinu di suatu
persekitaran (x0, y0). Misalkan
D = D(x0, y0) = fxx(x0, y0) . fyy(x0, y0) – f 2xy(x0, y0), maka
a. jika D > 0 dan fxx(x0, y0) < 0 maka f(x0, y0) adalah suatu nilai maksimum lokal
b. jika D > 0 dan fxx(x0, y0) > 0 maka f(x0, y0) adalah suatu nilai minimum lokal

2 | Kalkulus Lanjut
Email: as_wad82@yahoo.co.id
Blog: aswhat.wordpress.com
c. jika D < 0 maka f(x0, y0) bukan nilai ekstrim dalam hal ini (x0, y0) suatu titik pelana
d. jika D = 0, pengujian tidak memberi kesimpulan

Contoh 2.
Carilah titik ekstrim (jika ada) untuk fungsi F(x, y) = 3x3 + y2 – 9x + 4y.
Penyelesaian:
Terlebih dahulu dilakukan uji parsial pertama untuk menentukan titik kritisnya.
Fx(x, y) = 9x2 – 9. Untuk Fx(x, y) = 0 maka 9x2 – 9 = 0 → x = 1 dan x = -1.
Fy(x, y) = 2y + 4. Untuk Fy(x, y) = 0 maka 2y + 4 = 0 → y = -2.
Sehingga titik kritisnya ada dua yakni (1, -2) dan (-1, -2).
Selanjutnya dengan uji parsial dua diperoleh:
Fxx(x, y) = 18x, Fyy(x, y) = 2, dan Fxy = 0.
 Untuk titik (1, -2), diperoleh
Fxx(1, -2) = 18(1) = 18; Fyy(1, -2) = 2 = 2; Fxy(1, -2) = 0
D = D(1, -2) = Fxx(1, -2) . Fyy(1, -2) – F 2xy(1, -2) = 18 . 2 – 0 = 36 > 0
Karena D > 0 dan Fxx(1, -2) = 18 > 0, maka F(1, -2) = 3(1)3 + (-2)2 – 9(1) + 4(-2) = -10
adalah nilai minimum lokal dari F.
 Untuk titik (-1, -2), diperoleh
Fxx(-1, -2) = 18(-1) = -18; Fyy(-1, -2) = 2 = 2; Fxy(-1, -2) = 0
D = D(-1, -2) = Fxx(-1, -2) . Fyy(-1, -2) – F 2xy(-1, -2) = (-18) . 2 – 0 = -36 < 0
Karena D < 0 maka F(-1, -2) = 3(-1)3 + (-2)2 – 9(-1) + 4(-2) = 2 bukan suatu titik
ekstrim, dalam hal ini merupakan titik pelana.

3 | Kalkulus Lanjut
Email: as_wad82@yahoo.co.id
Blog: aswhat.wordpress.com