Anda di halaman 1dari 36

PRAKTIKUM IV

Topik : Bentuk batang, arah tumbuh, permukaan dan modifikasi batang.


Tujuan : Untuk mengetahui bermacam-macam bentuk batang, arah tumbuh
batang, permukaan dan modifikasinya.
Hari/Tanggal : Selasa/21 Maret 2017
Tempat : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin.

I. ALAT DAN BAHAN


A. Alat-alat :
1. Baki/nampan
2. Alat tulis
3. Kamera
B. Bahan-bahan :
1. Rumput teki (Cyperus rotundus)
2. Mendong (Fimbrystilis sp)
3. Pisang (Musa paradisiaca L.)
4. Kembang telang (Clitoria ternatea L.)
5. Sirih (Piper betle L.)
6. Bambu (Bambusa sp)
7. Kaktus (Opuntia vulgaris)
8. Pepaya (Carica papaya L.)
9. Jambu biji (Psidium guajava L.)
10. Cemara (Casuarina equisetifolia L.)
11. Ketapang (Terminalia catappa L.)
12. Bogenvil (Bougainvillea spectabilis)

II. CARA KERJA


A. Melakukan pengamatan terhadap bentuk batang, arah tumbuh
batang, arah tumbuh, permukaan dan modifikasi batang pada

72
tumbuhan yang telah ditetapkan di atas atau tumbuhan lain yang
punya karakter sama.
B. Mengamati tumbuhan dapat dilakukan di laboratorium atau di
lingkungan sekitar.
C. Mengmati dan menentukan :
1. Habitus keseluruhan : herba, herba berkayu, perdu, rumput-
rumputan, teki-tekian.
2. Tipe batang : herbaceous, berkayu, batang rumput, batang mendong.
3. Bentuk batang : bulat, persegi, pipih.
4. Permukaan batang : licin, berusuk, beralur, bersayap, berambut,
berduri, dll.
5. Arah tumbuh batang : tegak lurus, menggantung, berbaring,
menjalar, membelit, memanjat, condong, mengangguk.
6. Tipe percabangan : monopodial, simpodial, dikotom.
7. Arah tumbuh batang.
D. Membuat gambar dari hasil pengamatan dan memberi pengamatan.

III. TEORI DASAR


Batang merupakan bagian tubuh tumbuhan yang sangat penting, dan
mengingat tempat serta kedudukan batang bagi tumbuhan, batang adalah
sumbu tubuh tumbuhan.
Sifat-sifat batang antara lain adalah sebagai berikut :
a. Berbentuk panjang bulat seperti silinder atau dapat pula berbentuk lain,
tetapi selalu bersifat aktinomorf.
b. Terdiri atas ruas-ruas yang masing-masing dibatasi oleh buku-buku dan
tiap buku-buku terdapat daun.
c. Tumbuhnya ke atas menuju cahaya/bersifat fototrof atau heliotrof.
d. Bertambah panjang di ujung.
e. Mengadakan percabangan dan selama hidupnya tumbuhan tidak
digugurkan kecuali cabang atau ranting yang kecil.
f. Tidak berwarna hijau kecuali pada tumbuhan yang umurnya pendek.

73
Fungsi batang bagi tumbuhan :
a. Mendukung bagian-bagian yang ada diatas tanah.
b. Memperluas asimilasi.
c. Jalan pengangkutan air dan zat-zat makanan dari bawah ke atas dan jalan
pengangkutan hasil asimilasi dari atas ke bawah.
d. Tempat penimbunan zat-zat cadangan makanan.
Tumbuhan dibedakan tumbuhan berbatang jelas dan tidak
berbatang :
Tumbuhan berbatang jelas :
1. Batang basah (herbaceous)
2. Batang berkayu (lignosus)
3. Batang rumput (calmus)
4. Batang mendong (calamus)
Macam-macam bentuk batang :
1. Bulat (teres)
2. Bersegi (angularis)
3. Pipih
Macam-macam permukaan batang :
1. Licin (laevis)
2. Berusuk (costatus)
3. Beralur (sulcatus)
4. Bersayap (alatus)
5. Berambut (pilesus)
6. Berduri (spinosus)
7. Memperlihatkan bekas-bekas daun
8. Memperlihatkan bekas-bekas daun penumpu
9. Memperlihatkan banyak lentisel
10. Keadaan-keadaan lain, misalnya lepasnya kerak
Arah tumbuh batang dibedakan 8 macam :
1. Tegak lurus (erectus)
2. Menggantung (dependens, pendulus)

74
3. Berbaring (humifusus)
4. Menjalar atau merayap (repens)
5. Serong ke atas atau condong (ascendens)
6. Mengangguk (nutans)
7. Memanjat (scandens)
8. Membelit (volubilis)
 Membelit ke kiri (sinistrorsum volubilis)
 Membelit ke kanan (dextrorsum volubilis)
Percabangan dibedakan :
1. Percabangan monopodial
2. Percabangan simpodial
3. Percabangan dikotom/menggarpu
Arah tumbuh cabang dibedakan :
1. Tegak (fastigiatus)
2. Condong ke atas (patens)
3. Mendatar (horizontalis)
4. Terkulai (declinatus)
5. Bergantung (pendulus)

75
IV. HASIL PENGAMATAN
A. Tabel hasil pengamatan
Tipe
Nama Tipe Bentuk Permukaan Arah
No Habitus percabangan
Tumbuhan batang batang batang tumbuh

Rumput teki Bersegi


Teki- Batang Tegak Monopodial
1 (Cyperus bangun Licin
tekian mendong lurus
rotundus) seitiga
Mendong
Teki- Batang Monopodial
2 (Fimbrystilis Segitiga Bersayap Tegak
tekian mending
sp)
Pisang (Musa
Herba- Monopodial
3 paradisiaca Herba Bulat Licin Tegak
ceous
L.)
Kembang
Monopodial
telang Herba- Berambut Membe-
4 Herba Bulat semu
(Clitoria ceous kecil lit ke kiri
ternatea L.)
Meman- Monopodial
Sirih (Piper Herba-
5. Herba Bulat Beratur jat, akar semu
betle L.) ceous
pelekat
Bambu Batang Tegak Monopodial
6. Perdu Bulat Licin
(Bambusa sp) basah lurus
Kaktus
Batang Pipih Condong Monopodial
7. (Opuntia Perdu Berduri
basah kladodia ke atas
vulgaris)
Memperli
Pepaya
Batang hatkan Condong Monopodial
8. (Carica Herba Bulat
berkayu bekas-bekas ke atas
papaya L.)
daun

76
Jambu biji Memperliha
Herba Batang Condong Simpodial
9. (Psidium Bulat kan berkas-
berkayu berkayu ke atas
guajava L.) berkas daun
Cemara
Batang
(Casuarina Condong Monopodial
10. Pohon pohon Bulat Beralur
equisetifolia ke atas
berkayu
L.)
Memperli-
Ketapang
Batang hatkan Condong Monopodial
11. (Terminalia Pohon Bulat
berkayu banyak ke atas
catappa L.)
lentisel
Bogenvil
Batang Tegak Monopodial
12. (Bougainvil Perdu Bulat Berduri
berkayu lurus
lea spectabilis

77
B. Foto hasil pengamatan
1. Rumput teki (Cyperus rotundus)
a. Gambar pengamatan

Keterangan :
1. Daun
2. Ujung daun
3. Batang

b. Foto pengamatan

Keterangan :
1. Daun
2. Ujung daun
3. Batang

Sumber : Dok. Pribadi. 2017

c. Foto literatur
Keterangan :
1. Daun
2. Ujung daun
3. Batang

Sumber : Feronica, 2015

78
2. Mendong (Fimbrystilis sp)
a. Gambar pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Ujung daun
3. Batang

b. Foto pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Ujung daun
3. Batang

Sumber : Dok. Pribadi. 2017

c. Foto literatur
Keterangan :
1. Daun
2. Ujung daun
3. Batang

Sumber : Firdaus,2017

79
3. Pisang (Musa paradisiaca L.)
a. Gambar pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Pelepah daun
3. Batang

b. Foto pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Pelepah daun
3. Batang

Sumber : Dok. Pribadi. 2017

c. Foto literatur
Keterangan :
1. Daun
2. Pelepah daun
3. Batang

Sumber : Fredi Kurniawan, 2017

80
4. Kembang telang (Clitoria ternatea L.)
a. Gambar pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Ujung daun
3. Batang

b. Foto pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Ujung daun
3. Batang

Sumber : Dok. Pribadi. 2017

c. Foto literatur
Keterangan :
1. Daun
2. Ujung daun
3. Batang

Sumber : Kim starr & Forest starr, 2007

81
5. Sirih (Piper betle L.)
a. Gambar pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Ujung daun
3. Batang

b. Foto pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Ujung daun
3. Batang

Sumber : Dok. Pribadi. 2017

c. Foto literatur
Keterangan :
1. Daun
2. Ujung daun
3. Batang

Sumber : Putri Aulia, 2015

82
6. Bambu (Bambusa sp)
a. Gambar pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Ujung daun
3. Batang

b. Foto pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Ujung daun
3. Batang

Sumber : Dok. Pribadi. 2017

c. Foto literatur
Keterangan :
1. Daun
2. Ujung daun
3. Batang

Sumber : Ambar Madyaningratri, 2014

83
7. Kaktus (Opuntia vulgaris)
a. Gambar pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Duri
3. Percabangan

b. Foto pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Duri
3. Percabangan

Sumber : Dok. Pribadi. 2017

c. Foto literatur
Keterangan :
1. Daun
2. Duri
3. Percabangan

Sumber : Rika Jenova, 2009

84
8. Pepaya (Carica papaya L.)
a. Gambar pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Batang
3. Tangkai

b. Foto pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Batang
3. Tangkai

Sumber : Dok. Pribadi. 2017

c. Foto literatur
Keterangan :
1. Daun
2. Batang
3. Tangkai

Sumber : Kim starr & Forest Starr, 2003

85
9. Jambu biji (Psidium guajava L.)
a. Gambar pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Tangkai daun
3. Batang

b. Foto pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Tangkai daun
3. Batang

Sumber : Dok. Pribadi. 2017

c. Foto literatur
Keterangan :
1. Daun
2. Tangkai daun
3. Batang

Sumber : Fredi Kurniawan, 2017

86
10. Cemara (Casuarina equisetifolia L.)
a. Gambar pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Percabangan
3. Batang

b. Foto pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Percabangan
3. Batang

Sumber : Dok. Pribadi. 2017


c. Foto literatur
Keterangan :
1. Daun
2. Percabangan
3. Batang

Sumber : Hikmah Mawadatul, 2014

87
11. Ketapang (Terminalia catappa L.)
a. Gambar pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Percabangan
3. Batang

b. Foto pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Percabangan
3. Batang

Sumber : Dok. Pribadi. 2017

c. Foto literatur
Keterangan :
1. Daun
2. Percabangan
3. Batang

Sumber : Fredi Kurniawan, 2017

88
12. Bogenvil (Bougainvillea spectabilis)
a. Gambar pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Tangkai daun
3. Batang

b. Foto pengamatan
Keterangan :
1. Daun
2. Tangkai daun
3. Batang

Sumber : Dok. Pribadi. 2017

c. Foto literatur
Keterangan :
1. Daun
2. Tangkai daun
3. Batang

Sumber : Firman Hermansyah, 2015

89
V. ANALISIS DATA
1. Rumput teki (Cyperus rotundus)
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Ordo : Cyperales
Family : Cyperaceae
Genus : Cyperus
Species : Cyperus rotundus
(Sumber: Steenis. 2002)
Menurut pengamatan rumput teki merupakan habitus teki-
tekian dengan tipe batang mendong. Dikatakan berhabitus atau bersuku
teki-tekian karena merupakan salah satu suku tumbuhan berbunga,
suku ini adalah kerabat terdekat suku padi-padian dan memiliki banyak
kemiripan, orang yang kurang terbiasa sering sulit membedakan teki
dengan rumput biasa karena penampilannya yang mirip. Bentuk batang
mendong seperti segitiga, karenanya bentuk batang mendong adalah
bangun segitiga. Saat dipegang bagian permukaan rumput teki terasa
licin. Arah pertumbuhannya tegak lurus dengan tipe percabangan yang
monopodial.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi
Tumbuhan (1985:78), batang mendong (calamus), seperti batang
rumput, tetapi mempunyai ruas-ruas yang lebih panjang, misalnya
pada mendong (Fimbristylis globulosa Kunth.), wlingi (Scirpus
grassus L.) dan tumbuhan sebangsa teki (Cyperaceae), lainnya.
Rumput teki merupakan rumput semu menahun, tingginya 10-
95 cm. Batang rumputnya berbentuk segitiga dan tajam. Daunnya
berjumlah 4-10 helai yang terkumpul pada pangkal batang. Akar
dengan pelepah daunnya tertutup tanah, helaian daun berbentuk pita
bersilang sejajar, permukaan atas berwarna hijau mengkilat dengan

90
panjang daun 10-30 m dan lebar 3-6 cm. Memilki allelophat yang
mampu membunuh tumbuhan lainnya.

2. Mendong (Fimbrystilis sp)


Klasifikasi:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Ordo : Cyperales
Family : Cyparaceae
Genus : Fimbrystilis
Species : Fimbrystilis sp
(Sumber: Steenis. 2002)
Tanaman mendong memiliki ciri-ciri batang yang serupa dengan
rumput teki tapi tanaman ini lebih besar. Habitusnya berupa semak
dengan tipe batang berupa mendong karena memiliki ruas-ruas yang
lebih panjang daripada tipe rumput, dan batang berbentuk segitiga.
Batangnya berwarna hijau dengan permukaan yang licin. Arah tumbuh
batang tegak lurus dengan permukaan tanah. Memiliki tipe
percabangan monopodial karena batang utamanya terlihat jelas. Arah
tumbuh cabangnya tidak diketahui dari hasil pengamatan, karena tidak
mempunyai percabangan yang jelas. Mendong merupakan tanaman
berhabitus herba karena berair ketika batangnya dipatahkan. Tipe
batangnya adalah batang mendong dengan bentuk batang segitiga
(triangularis) dan permukaan batang yang licin. Tipe percabangan
tumbuhan ini monopodial, yaitu batang pokoknya tampak jelas, karena
lebih besar dan lebih panjang daripada cabang-cabangnya. Arah
tumbuh batang tegak lurus dengan sifat cabang geragih (stolon)
merayap di bawah tanah. Tumbuhan ini termasuk tumbuhan annual,
yaitu tumbuhan yang berumur pendek, yakni kurang dari 1 tahun
sudah mati atau paling lama dapat mencapai umur satu tahun, setelah

91
itu tanaman ini akan mati. Warna daun tumbuhan ini yaitu hijau
dengan bangun daun pita dan warna batang hijau. Mendong memiliki
perawakan yang hampir sama dengan rumput teki namun memiliki
ukuran yang lebih besar, mendong berhabitus herba. Tipe batang dari
batang mendong adalah tipe mendong, bentuk dari batangnya adalah
bersegi yaitu mirip segitiga, permukaan dari batangnya adalah licin.
Arah tumbuh batangnya tegak lurus dan tipe percabangannya adalah
monopodial.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi
Tumbuhan (1985:78), batang mending (calamus), seperti batang
rumput, tetapi mempunyai ruas-ruas yang lebih panjang, misalnya
pada mendong (Fimbristylis globulosa Kunth.), wlingi (Scirpus
grassus L.) dan tumbuhan sebangsa teki (Cyperaceae), lainnya.

3. Pisang (Musa paradisiaca L.)


Klasifikasi:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Family : Musaceae
Genus : Musa
Species : Musa paradisiaca L.
(Sumber: Steenis. 2002)
Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan
terna raksasa berdaun besar memanjang. Menghasilkan buah, buah ini
tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari,
yang disebut sisir. Hampir semua buah pisang memiliki kulit bewarna
kuning ketika matang, meskipun ada beberapa yang bewarna jingga,
merah, ungu, atau bahkan hampir hitam. Buah pisang sebagai bahan
pangan merupakan sumber energi dan mineral, terutama kalium.

92
Pisang termasuk habitus herba dengan tipe batang basah, yaitu
batang yang lunak dan berair. Batang pisang yang sering kita lihat
bukan merupakan batang pisang sebenarnya, itu merupakan batang
semu, batang pisang sesungguhnya berada pada bawah batang semu
yang biasanya terletak di bawah permukaan tanah atau yang sering kita
sebut dengan bongkol pisang. Batang pada pisang sejati ini memiliki
bentuk bulat berlekuk. Permukaan batang pada batang semunya licin
sedangkan permukaan batang sejatinya kasar dengan adanya lekukan-
lekukan. Arah tumbuh batang tegak lurus dengan percabangan
monopodial.

4. Kembang telang (Clitoria ternatea L.)


Klasifikasi:
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Rosales
Family : Fabaceae
Genus : Clitoria
Species : Clitoria ternatea L.
(Sumber: Steenis. 2002)
Kembang telang termasuk herba. Tipe batangnya adalah batang
basah karena batangnya yang tidak keras, mempunyai ruas-ruas yang
nyata dan sering kali berongga. Bentuk batangnya bulat dengan
permukaan yang kasar. Arah tumbuhnya membelit ke kiri karena arah
belitan yang berlawanan arah putaran jarum jam. Dan tipe
percabangannya monopodial.Batang tanaman ini naik ke atas dengan
menggunakan cabang pembelit dan meliliti penunjangnya yang jika
kita ikuti jalannya batang yang membelit itu, maka penunjang akan
selalu berada di sebelah kiri kita. Cabang-cabangnya merupakan
pendukung daun-daun dan mempunyai ruas-ruas yang cukup panjang

93
atau bersifat sirung panjang. Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam
bukunya Morfologi Tumbuhan (1985:82), arah tumbuh batang
kembang telang adalah membelit ke kiri.
Kembang telang biasanya ditemukan dipekarangan atau di tepi
hutan. Tumbuhan anggota suku polong-polongan ini berasal dari Asia
tropis, namun sekarang telah menyebar ke seluruh daerah tropika.
Sejak dulu tumbuhan ini ditanam dipekarangan sebagai tanaman hias
karena bunganya yang bewarna biru terang. Bunganya di berbagai
tempat di Asia Tenggara dimanfaatkan sebagai pewarna makanan atau
kue.

5. Sirih (Piper betle L.)


Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Piperales
Family : Piperaceae
Genus : Piper
Species : Piper betle L.
(Sumber: Steenis.2002)
Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh
merambat atau bersandar pada batang pohon lain. Sebagai budaya
daun dan buahnya biasanya dimakan dengan cara mengunyah bersama
gambir, pinang dan kapur. Namun mengunyah sirih telah dikaitkan
dengan penyakit kanker mulutdan pembentukan squamous cell
carcinoma yang bersifat malignan. Tanaman merambat ini bisa
mencapai tinggi 15 meter. Batang sirih bewarna coklat kehijauan,
berbentuk bulat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar.
Sirih termasuk habitus herba dengan tipe batang rumput,
karena batangnya yang tidak keras, mempunyai ruas-ruas yang nyata

94
dan sering kali berongga. Bentuk batangnya bulat dengan permukaan
yang kasar. Arah tumbuh batangnya memanjat kesegala bidang, baik
bidang rata maupun tidak. Termasuk tipe percabangan monopodial.
Sirih (Piper betle) termasuk jenis tumbuhan merambat dan bersandar
pada batang pohon lain. Tanaman ini panjangnya mampu mencapai
puluhan meter. Bentuk daunnya pipih menyerupai jantung, tangkainya
agak panjang, tepi daun rata, ujung daun meruncing, pangkal daun
berlekuk, tulang daun menyirip, dan daging daun tipis. Permukaan
daun berwarna hijau dan licin, sedangkan batang pohonnya berwarna
hijau tembelek atau hijau agak kecoklatan dan permukaan kulitnya
kasar serta berkerut-kerut. Daun-daun sirih yang subur berukuran
antara 8sm. - 12sm. lebar dan 10sm. - 15sm. panjang. Merupakan daun
tunggal helaian daun berbentuk bundar telur sampai lonjong, ujung
runcing, pangkal berbentuk jantung atau agak bundar berlekuk sedikit,
pinggir daun rata agak menggulung kebawah, permukaan atas rata,
licin agak mengkilat, tulang daun agak tenggelam, permukaan bawah
agak kasar, kusam, tulang daun menonjol, permukaan atas berwarna
lebih tua dari permukaan bawah. Tangkai daun bulat, warna coklat
kehijauan panjang 1,5 – 8 cm.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi
Tumbuhan (1985:82), sirih memiliki arah tumbuh batang yang
memanjat pada akar perekatnya.

6. Bambu (Bambusa sp)


Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Liliopsida
Ordo : Cyperales
Family : Poaceae
Genus : Bambusa

95
Species : Bambusa sp
(Sumber: Steenis. 2002)
Bambu adalah tanaman jenis rumput-rumputan dengan rongga
dan ruas dibatangnya. Bambu memiliki banyak tipe. Nama lain dari
bambu adalah buluh, aur dan eru. Di dunia ini bambu merupakan salah
satu tanaman dengan pertumbuhan paling cepat, karena memiliki
sistem rhizoma-dependen unik, dalam sehari bambu dapat tumbuh
sepanjang 60 cm, bahkan lebih, tergantung pada kondisi tanah dan
klimatologi tempat ia ditanam.
Bambu termasuk habitus herba berkayu yang batangnya bertipe
batang berkayu dengan bentuknya yang bulat. Permukaan bambu bila
kita pegang licin. Arah tumbuh batang daun tegak lurus ke atas dengan
percabangannya yang monopodial. Batang bambu berbentuk silindris,
bulat, berbuku-buku, beruas-ruas, berongga, berdinding keras, pada
setiap buku terdapat mata tunas atau cabang. Warna batangnya
biasanya hijau dan jika sudah tua akan menguning atau cokelat.
Tumbuhnya ke atas dan tegak lurus (erectus). Batang-batang bambu
muncul dari akar-akar rimpang yang menjalar dibawah lantai. Batang-
batang yang sudah tua keras dan umumnya berongga, berbentuk
silinder memanjang dan terbagi dalam ruas-ruas. Pelepah buluh
merupakan hasil modifikasi daun yang menempel pada setiap ruas,
yang terdiri atas daun pelepah buluh, kuping pelepah buluh dan
ligulanya terdapat antara sambungan antara pelepah daun pelepah
buluh. Pelepah buluh sangat penting fungsinya yaitu buluh ketika
masih muda. Ketika buluh tumbuh dewasa dan tinggi, pada beberapa
jenis bambu pelepahnya luruh, tetapi pada jenis lain ada pula yang
pelepahnya tetap menempel pada buluh tersebut, seperti pada jenis
bambu talang.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi
Tumbuhan (1985:79), bentuk batang bambu adalah bulat.

96
7. Kaktus (Opuntia vulgaris)
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliphyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Caryophylales
Family : Cartoceae
Genus : Opuntia
Species : Opuntia vulgaris
(Sumber: Steenis. 2002)
Kaktus termasuk ke dalam golongan tanaman yang mampu
menyimpan persediaan air di batangnya. Batang tanaman ini mampu
menampung volume air yang besar dan memiliki bentuk yang
bervariasi. Untuk dapat bertahan di daerah gurun yang gersang, kaktus
memiliki metabolisme tertentu. Tumbuhan ini membuka stomatanya di
malam hari ketika cuaca lebih dingin dibandingkan siang hari yang
terik pada malam hari, kaktus juga mengambil CO2 dari lingkungan
dan menyimpannya di vakoula untuk digunakan ketika fotosintesis
berlangsung (terutama pada siang hari). Banyak spesies dari kaktus
yang memiliki duri yang panjang serta tajam. Duri tersebut merupakan
modifikasi dari daun dan dimanfaatkan sebagai proteksi terhadap
herbivora. Bunga kaktus yang berfungsi dalam reproduksi tubuh dari
bagian ketiak dan melekat pada tumbuhan serta tidak memiliki tangkai
bunga.
Habitus kaktus adalah sukulen. Batangnya mempunyai bentuk
yang pipih kladodia karena pertumbuhannya yang tanpa batas. Tipe
batangnya adalah batang basah karena batangnya lunak dan berair.
Permukaan kaktus ada yang berduri ada yang tidak, kaktus Opuntia
vulgaris mempunyai permukaan yang licin berduri. Arah tumbuh
batang kaktus ini adalah tegak lurus dengan tipe percabangannya yang
monopodial.

97
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi
Tumbuhan (1985:79), kladodia (cladodium), jika masih tumbuh terus
dan mengadakan percabangan, misalnya sebangsa kaktus (Opuntia
vulgaris Mill.).

8. Pepaya (Carica papaya L.)


Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Violales
Family : Caricaceae
Genus : Carica
Species : Carica papaya L.
(Sumber: Steenis. 2002)
Pepaya adalah monodioecious (berumah tunggal sekaligus
berumah dua) dengan tiga kelamin : tumbuhan jantan, betina, banci
(hermafrodit). Tumbuhan jantan dikenal sebagai “pepaya gantung”,
walaupun jantan kadang-kadang dapat menghasilkan buah pula.
Pepaya yang sangat bermanfaat bagi tubuh ini berhabitus perdu dengan
batang basah. Bentuk batang pepaya bulat dan permukaannya
memperlihatkan berkas-berkas daun. Arah tumbuh batangnya ke atas
tegak lurus dengan tipe percabangan yang monopodial.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi
Tumbuhan (1985:81),Carica papaya Latau pepaya merupakan
tumbuhan yang jelas berbatang. Pepaya memiliki sifat batang yang
basah (herbaceus) serta memperlihatkan bekas-bekas daun. Bentuk
batangnya yaitu bulat (teres), arah tumbuh batangnya tegak lurus
(erectus), dan percabangan batangnya monopodial semu karena duduk
daun langsung duduk pada batangnya memperlihatkan berkas-berkas

98
daun, misalnya pada papaya (Carica papaya L.) dan kelapa (Cocos
mucifera L..)

9. Jambu biji (Psidium guajava L.)


Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Family : Myrtaceae
Genus : Psidium
Species : Psidium guajava L.
(Sumber: Steenis. 2002)
Jambu biji disebut jambu batu, jambu siki, dan jambu klutuk
adalah tanaman tropis yang berasal dari Brazil disebarkan ke Indonesia
melalui Thailand. Jambu biji memiliki buah yang bewarna hijau
dengan daging buah bewarna putih atau merah dan berasa asam manis.
Buah jambu biji dikenal banyak mengandung vitamin C. Jambu biji
adalah tanaman berhabitus pohon kecil. Tipe batangnya batang
berkayu dengan bentuk batang yang bulat. Keadaan permukaan
batangnya mengalami lepasnya kerak (bagian kulit yang mati). Arah
tumbuh batangnya tegak lurus (erectus) ke atas dengan tipe
percabangan yang Dikotom.Tumbuhan biji belah pada umumnya
mempunyai batang yang di bagian bawahnya lebih besar dan ke ujung
semakin mengecil, jadi batangnya dapat di pandang sebagai suatu
kerucut atau limas yang amat memanjang dan mempunyai
percabangan.
Jambu biji memiliki cabang sirung pendek (virgula atau
virgula sucre scens) yaitu cabang–cabang kecil dengan ruas–ruas yang
pendek yang selain daun juga merupakan pendukung bunga dan buah.
Daun jambu biji tergolong daun tidak lengkap karena hanya terdiri dari

99
tangkai (petiolus) dan helaian (lamina) saja disebut daun bertangkai.
Dilihat dari letak bagian terlebarnya jambu biji bagian terlebar daunya
berada ditengah-tengah dan memiliki bangun jorong. Daun jambu biji
memiliki tulang daun yang menyirip (penninervis) yang mana daun ini
memiliki satu ibu tulang yang berjalan dari pangkal ke ujung dan
merupakan terusan tangkai daun dari ibu tulang kesamping, keluar
tulang-tulang cabang, sehingga susunannya mengingatkan kita kepada
susunan sirip-sirip pada ikan. Jambu biji memiliki ujung daun yang
tumpul. Pangkal daun membulat (rotundatus), ujung daun tumpul
(obtusus). Jambu biji memiliki tepi daun yang rata (integer), daging
daun (intervinium) seperti perkamen (perkamenteus). Pada umumnya
warna daun pada sisi atas tampak lebih hijau licin jika di bandingkan
dengan sisi bawah karena lapisan atas lebih hijau, jambu biji memiliki
permukaan daun yang berkerut (rogosus). Tangkai daun berbentuk
silindris dan tidak menebal pada bagian pangkalnya.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi
Tumbuhan (1985:81), permukaan batang jambu biji mengalami
lepasnya kerak.

10. Cemara (Casuarina equisetifolia L.)


Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Casuarinales
Family : Casuarinaceae
Genus : Casuarina
Species : Casuarina equisetifolia L.
(Sumber: Steenis. 2002)
Suku cemara-cemaraan atau Casuarinaceae meliputi sekitar 70
jenis tetumbuhan. Sebagian besar suku ini terdapat di Belahan Bumi

100
Selatan, terutama di wilayah tropis Dunia Lama, termasuk Indo-
Malaysia, Australia, dan kepulauan pasifik. Cemara sendiri merupakan
tetumbuhan hijau abadi yang sepintas lalu dapat disangka sebagai
tusam karena rantingnya yang beruas pada dahan besar kelihatan
seperti jarum, dan buahnya mirip runjung kecil. Namun kenyataannya
pepohonan ini bukan termasuk Gymnospermae, sehingga mempunyai
bunga, baik jantan maupun betina. Bunga betinanya nampak seperti
berkas rambut, kecil dan kemerah-merahan.
Habitusnya berupa pohon berkayu dengan tipe batangnya yaitu
batang berkayu. Bentuk batangnya bulat dengan permukaan batang
yang kasar dan memperlihatkan lepasnya kerak. Arah tumbuh
batangnya condong keatas dengan tipe percabangannya yang
monopodial. Arah tumbuh cabangnya adalah condong ke atas. Cemara
merupakan tanaman berhabitus pohon. Tipe batang tumbuhan ini
adalah batang berkayu dengan bentuk batang bulat (teres) dan
permukaan batang yang memperlihatkan lepasnya kerak. Tipe
percabangan tumbuhan ini monopodial, yaitu batang pokoknya tampak
jelas, karena lebih besar dan lebih panjang daripada cabang-
cabangnya. Arah tumbuh batang tegak lurus dengan sifat cabang tegak
lurus. Tumbuhan ini termasuk tumbuhan menahun, yaitu tumbuhan
yang dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun, bahkan selama
ratusan tahun. Warna daun tumbuhan ini yaitu hijau dan batangnya
berwarna kehitaman. Cemara berhabitus pohon kecil, memiliki tipe
batang berkayu, bentuk batangnya bulat dan kasar. Arah tumbuh
batangnya adalah tegak lurus dan tipe percabangannya adalah
simpodial. Cemara ini biasanya terdapat banyak di pantai berpasir
ataupun dijadikan tanaman hias.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi
Tumbuhan (1985:87), arah tumbuh cemara condong ke atas dan tipe
percabangan yang monopodial.

101
11. Ketapang (Terminalia catappa L.)
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Family : Combretaceae
Genus : Terminalia
Species : Terminalia catappa L.
(Sumber: Steenis. 2002)
Ketapang atau katapang (Terminalia catappa) adalah nama
sejenis pohon tepi pantai yang rindang. Lekas tumbuh dan membentuk
tajuk indah bertingkat-tingkat, ketapang kerap dijadikan pohon
peneduh di taman-taman dan tepi jalan.
Pohon ketapang yang banyak kita temui mempunyai tipe
percabangan monopodial dengan arah tumbuh batang yang tegak lurus.
Ketapang merupakan habitus pohon kecil yang batangnya berkayu
(tipe batang). Bentuk batang ketapang adalah bulat dengan permukaan
yang kasar. Habitus tanaman ini sangat jelas yakni pohon dengan tipe
batang yang keras dan berkayu. Bentuk batangnya bulat dengan
permukaannya banyak terdapat bintil-bintil lentisel. Arah tumbuh
batangnya tegak lurus dengan permukaan tanah, dengan tipe
percabangan monopodial karena sangat jelas terlihat batang utamanya.
Arah tumbuh batangnya mendatar dengan sudut hampir 90 derajat.
Ketapang merupakan tanaman berhabitus pohon. Tipe batang
tumbuhan ini adalah batang berkayu dengan bentuk batang bulat
(teres) dan permukaan batang yang kasar karena adanya bulu-bulu
halus. Tipe percabangan tumbuhan ini monopodial, yaitu batang
pokoknya tampak jelas, karena lebih besar dan lebih panjang daripada
cabang-cabangnya. Arah tumbuh batang tegak lurus dengan sifat
cabang tegak lurus. Tumbuhan ini termasuk tumbuhan menahun, yaitu

102
tumbuhan yang dapat bertahan hidup selama bertahun-tahun, bahkan
selama ratusan tahun. Warna daun tumbuhan ini yaitu hijau dan
batangnya berwarna cokelat. Tanaman ketapang memiliki habitus
pohon kecil, batangnya cukup besar dan bertipe batang berkayu.
Bentuk dari batangnya adalah bulat dan dengan permukaan yang agak
kasar. Biasanya pada batangnya banyak terdapat lumut kerak, tapi
bukan berarti semua ketapang harus mempunyai lumut kerak. Arah
tumbuh batangnya adalah tegak lurus dan tipe percabangannya adalah
monopodial. Pohon ketapang (Terminalia catappa) bukan termasuk
tumbuhan langka. Pohon ketapang kerap ditanam sebagai pohon
peneduh di tanam ataupun di pinggir jalan. Pohon ketapang
mempunyai bentuk cabang dan tajuk yang khas. Cabangnya mendatar
dan tajuknya bertingkat-tingkat mirip struktur pagoda.
Selain disebut ketapang, pohon ini memiliki berbagai nama
daerah seperti hatapang (Batak), katafa (Nias), katapieng
(Minangkabau), lahapang (Simeulue), ketapas (Timor), atapang
(Bugis), talisei, tarisei, salrise (Sulawesi Utara), tiliso, tiliho, ngusu
(Maluku utara), sarisa, sirisa, sirisal, sarisalo (Maluku), lisa (Rote), dan
kalis kris (Papua).

12. Bogenvil (Bougainvillea spectabilis)


Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Ordo : Carryophyllales
Family : Nyctaginaceae
Genus : Bougainvillea
Species : Bougainvillea spectabilis
(Sumber: Steenis. 2002)

103
Tanaman kertas adalah tanaman hias populer, bentuknya adalah
pohon kecil yang sukar tumbuh tegak. Keindahannya berasal dari
seludang bunganya yang bewarna cerah dan menarik perhatian karena
tumbuh dengan rimbunnya. Seludang bunga ini kerap dianggap
sebagai bagian bunga walaupun bunganya yang benar adalah bunga
kecil yang terlindung oleh seludang. Tanaman bunga kertas atau
bogenvil ini mempunyai bagian tanaman yang bewarna-warni. Oleh
karena itu, tanaman bogenvil menjadi tanaman hias yang sangat
populer karena kecantikan warnanya dan cara merawatnya yang
mudah.
Bogenvil atau kembang kertas yang sering kita temui ini
mempunyai bentuk batang yang bulat dan permukaan yang kasar
berduri. Kembang ini termasuk habitus perdu yang tipe batangnya
batang berkayu. Arah tumbuh batangnya memanjat pada durinya dan
percabangan yang simpodial. Tanaman bogenvil termasuk tanaman
perdu tegak, tinggi tanaman kira-kira 2-4 meter. Sistem
perakarannya adalah tunggang. Dengan akar-akar cabang yang
melebar ke semua arah dengan kedalaman 40 cm – 80 cm. Akar yang
terletak dekat permukaan tanah kadang tumbuh terus atau akar bakal
tanaman bara. Bogenvil merupakan perdu yang memanjat dan
menggantung, tinggi 0,3 m – 10 m. batang memiliki cabang berkayu
bulat, beruas, dan memiliki diameter 5 mm – 8 mm, berwarna coklat
dan majemuk. Bunga bogenvil termasuk bunga majemuk, payung 3 –
15 bunga. Bunga beranekaragam ada kuning, merah, merah jambu,
ungu, putih dan sebagainya. Kelopak bunga berbentuk tabung 2 – 4
mm. taju bunga 5 -8, berbentuk paku, berambut halus.
Pasangan daun yang sama dihubungkan dengan tonjolan yang
melintang. Daun menyirip berdaun satu, helaian daun lebar bulat
sampai memanjang, bertepi rata, bertulang menyirip atau bertulang
tiga sampai lima. Bogenvil memiliki buah buni yang masak hitam

104
megnkilat, panjang 1 cm, bebiji dua atau karena kegagalan berbiji satu
dan tidak memiliki lekukan.
Menurut Gembong Tjitrosoepomo dalam bukunya Morfologi
Tumbuhan (1985:82), arah tumbuh batang bogenvil adalah memanjat
pada durinya.

VI. KESIMPULAN
1. Habitus pada batang dapat dibedakan menjadi habitus herba seperti
pada kaktus, habitus semak seperti pada kembang telang, habitus
perdu seperti pada bogenvil, habitus pohon seperti pada jambu biji
dan lainnya.
2. Batang tumbuhan dapat dibedakan seperti berikut: batang basah
seperti pada iler dan kaktus, batang berkayu seperti pada cemara
dan jambu biji, batang rumput seperti pada rumput teki, dan batang
mendong seperti pada mendong .
3. Bentuk batang tanaman bermacam-macam, antara lain: bulat
seperti pada ketapang, bersergi (bangun segi tiga seperti pada
mendong dan bangun segi empat seperti pada iler), pipih
(filokladia dan kladodia) seperti pada kaktus.
4. Dilihat dari permukaan batangnya, dapat dibedakan menjadi
permukaan yang licin, berusuk seperti pada sirih dan iler, beralur
seperti pada pisang, berduri seperti pada bogenvil, memperlihatkan
berkas-berkas daun seperti pada pepaya, memperlihatkan berkas-
berkas daun penumpu, memperlihatkan banyak lentisel seperti
pada ketapang, serta keadaan-keadaan lain, misalnya lepasnya
kerak seperti pada jambu biji.
5. Arah tumbuh batang dibedakan menjadi tegak lurus seperti pada
tanaman pisang,papaya dan lain-lain.Mengangguk seperti pada
pohon iler. Memanjat seperti pada sirih dan bogenvil. dan
membelit kiri pada kembang telang.

105
6. Percabangan pada batang ada tiga yaitu monopodial, simpodial,
dan dikotom atau menggarpu. Contoh tanaman yang termasuk
simpodial adalah sirih, dikotom adalah kaktus dan sisanya adalah
monopodial.
7. Contoh modifikasi dari batang adalah duri seperti pada kaktus dan
bogenvil.

VII. DAFTAR PUSTAKA


a. Daftar Pustaka Gambar
Aulia, Putri. 2015. Klasifikasi Tanaman kaktus
pipih. http://www.materipertanian.com/ diakses tanggal 3
April 2017

Feronica. 2015. Klasifikasi Rumput Teki.


http://www.materipertanian.com/ diakses tanggal 11 Maret
2017

Firdaus. 2017. Ciri-Ciri Tanaman Pepaya.


http://www.tanobat.com/ diakses tanggal 3 April 2017

Hermansyah, Firman. 2015. Klasifikasi Bogenvil.


http://www.materipertanian.com/ diakses tanggal 3 April
2017

Jenova, Rika. 2009. Kembang Telang. BALB/C.


http://eprints.undip.ac.id/8080/1/Rika_Jenova.pdf diakses
tanggal 3 April 2017

Kurniawan, Fredi. 2017. Klasifikasi dan Tanaman Pisang. http://


klasifikasi-dan-morfologi-tanaman-tomat/ diakses tanggal
11 Maret 2017

Kurniawan, Fredi. 2017. Klasifikasi Jambu Biji. http://klasifikasi-


jambu-biji/ diakses tanggal 3 April 2017

Kurniawan, Fredi. 2017. Manfaat Tanaman Ketapang.


http://manfaat-buah-jeruk-nipis/ diakses tanggal 3 April
2017
Madyaningratri, Ambar. 2014. Klasifikasi Bambu.
http://www.academia.edu/ diakses tanggal 3 April 2017

106
Mawadatul, Hikmah. 2014. Klasifikasi Cemara.
http://www.tipsberkebun.com/ diakses tanggal 3 April 2017

Starr, K. and Forest Starr. 2016. Cyperus-sp.


http://www.starrenvironmental.com/images/image/?q=2474
384898 diakses 28 Maret 2017

Starr, K. and Forest Starr. 2009. Hibiscus rosa-sinensis.


http://www.starrenvironmental.com/images/image/?q=2461
0693156 diakses 28 Maret 2017

Starr, K. and Forest Starr. 2007. Clitoria-ternatea.


http://www.starrenvironmental.com/images/image/?q=2459
0564930 diakses 28 Maret 2017

Starr, K. and Forest Starr. 2003. Carica papaya.


http://www.starrenvironmental.com/images/image/?q=2461
0693156 diakses 28 Maret 2017

b. Daftar Pustaka
Amintarti, Sri. 2017. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan.
Banjarmasin: PMIPA FKIP UNLAM.

Stennis, Van. 2002. Flora. Jakarta: PT Pradaya Paramita.

Tjitrosoepomo, Gembong. 2016. Morfologi Tumbuhan.


Yogyakarta : Gajah Mada University Press

107