Anda di halaman 1dari 43

KERJA PRAKTEK

MINING SUPPORT DIVISION


PT. KALTIM PRIMA COAL

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

PT. Kaltim Prima Coal (KPC) adalah perusahaan korporasi Indonesia yang bergerak di
bidang tambang batubara. Kegiatan penambangan batubara KPC berpusat di Kota Sangatta,
Provinsi Kalimantan Timur, sekitar 150 kilometer sebelah utara Ibu Kota Samarinda. Pada tahun
1982 KPC mengadakan perjanjian kontrak kerja batu bara dengan pemerintah Indonesia.
Selanjutnya PT. Kaltim Prima Coal memulai kegiatan konstruksi untuk persiapan produksi pada
tahun 1989 dan pada tahun 1991 tambag batubara KPC mulai beroperasi. Sejak pertama kali
beroperasi sampai sekarang, produksi batubara KPC mengalami peningkatan yang signifikan.
Pada tahun 1992 produksi KPC mencapai tujuh juta ton per tahun, pada tahun 2007 produksinya
mencapai 39,7 juta ton, dan pada tahun 2008 forecast production KPC mencapai 35.240.000 ton
sedangkan actual production mencapai 30.340.791 ton, untuk sales (penjualan) batubara KPC
mencapai 35.781.090 ton (forecast) dan 30.461.229 ton (actual). Perbedaan antara produksi dan
penjualan dikarenakan stock tahun sebelumnya masih tersedia untuk dilakukan penjualan kepada
customer.
Batu bara yang dimiliki bumi Kalimantan dikenal memiliki kandungan sulfur dan abu
yang relatif rendah. Pola susunan lapisan permukaan tanah di area tambang KPC pada umumnya
tersusun dari beberapa lapisan utama sebelum mencapai lapisan batubara. Lapisan batubara
memiliki ketebalan antara 0,5-15 meter, dengan kemiringan bervariasi antara 3-20o. Nilai GAR
(Gross Ash Range) merepresentasikan kualitas (nilai kalori dan jumlah pengotor) dari batubara
yang diproduksi, yang dapat diperoleh dengan jalan pencampuran maupun langsung dari area
tambang. Secara umum KPC menghasilkan tiga jenis batubara yang dibedakan dari nilai GAR-
nya, yaitu jenis Prima (GAR 6700), Pinang (GAR 5700-6300), dan Melawan (GAR 5350).
Diperkirakan cadangan batubara yang masih tersisa sampai tahun 2008 total mencapai 940 juta
ton, yang terbagi pada dua wilayah tambang KPC, yaitu Sangatta 788 juta ton, dan Bengalon 152
juta ton.

1
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

PT. Kaltim Prima Coal adalah perusahaan tambang batubara dengan reputasi
internasional yang memiliki fundamental perusahaan yang kuat. KPC menerapkan standar
pelaksanaan kegiatan tambang yang ketat terhadap keselamatan pekerja dan kelestarian
lingkungan. Disamping itu untuk mendukung proses produksi, KPC banyak melibatkan mesin-
mesin produksi dan transportasi batubara berskala besar, baik itu dalam ukuran, maupun
jumlahnya. Untuk menjaga efisiensi dari fasilitas tersebut diperlukan suatu strategi maintenance
yang logis dan praktis. Hal itu juga bertujuan untuk mengoptimalkan biaya perawatan dan
menjaga pencapaian target kapasitas produksi perusahaan. Hal tersebut diatas yang menjadi
pertimbangan penulis dalam menentukan tempat penelitian yang mendukung proses
pembelajaran yang memadai, khususnya dalam hal manajemen maintenance peralatan produksi.

1.2 Tujuan

Tujuan penyusunan laporan kerja Praktik ini adalah untuk memberikan analisa
mengenai:

1. Diharapkan mahasiswa mendapatkan pengalaman tentang kerja teknis di lapangan,


mengenal dunia industri secara praktis dan diharapkan dari pengalaman kerja praktik
industri ini akan dapat memberikan gambaran tentang dunia industri sesungguhnya.
2. Menerapkan dan mengaplikasikan ilmu teoritis yang telah didapat di bangku kuliah ke
dalam praktik yang sesungguhnya sehingga akan didapat gambaran yang nyata tentang
berbagai hal mengenai dunia kerja yang aplikatif.
3. Membantu mencari dan memecahkan persoalan-persoalan, baik yang menyangkut
masalah teknis maupun non-teknis dalam dunia industri.
4. Mendapatkan masukan-masukan tentang berbagai macam masalah yang sering terjadi
dalam dunia industri yang dapat dipecahkan bersama-sama.
5. Diharapkan setelah lulus, mahasiswa tersebut dapat bekerja pada perusahaan yang sesuai
dengan disiplin ilmu yang telah diperoleh dari bangku kuliah maupun dari pengalaman
kerjanya. Bahkan jika memungkinkan bekerja pada perusahaan di mana mahasiswa
2
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

tersebut pernah menjalani kerja praktik, karena telah mengenal profil dan berbagai hal
yang menyangkut kerja teknis yang ada pada perusahaan tersebut.
6. Memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan strata satu di Program Studi
Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah
Mada.
7. Memberikan analisa mengenai flow process pada bagian Condition Monitoring.
8. Memberikan analisa mengenai Desain proyek pembangunan penyediaan air pada
pencucian washpad mainshop.

1.3. Ruang Lingkup

Ruang lingkup dilaksanakannya kerja praktik beserta penyusunan laporan ini adalah:
a. Condition Monitoring
b. Desain dan Proyek

1.4. Waktu dan Tempat


Kerja Praktik ini dilaksanakan mulai tanggal 25 Januari 2010 – 26 Februari 2010. Kerja
Praktik ini dilaksanakan di PT. KALTIM PRIMA COAL, Mining Support Division, M6-
Building. Sengata 75611, KAL-TIM.

1.5. Metode
Dengan tujuan memperoleh data yang diperlukan dalam penyusunan laporan ini, maka
digunakan beberapa metode :
1. Metode Observasi
Merupakan metode pengambilan data dengan cara terjun langsung ke lapangan
dan melihat secara langsung jalannya proses produksi.
2. Metode Wawancara
Merupakan metode pengumpulan data dengan cara melakukan wawancara.
Wawancara ini tidak bersifat formal atau dengan kata lain dapat bertanya secara langsung

3
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

dengan para karyawan dari staf kantor sampai operator di lantai produksi untuk
memperoleh informasi yang tepat.
3. Metode Dokumentasi
Merupakan metode pengumpulan data dengan cara menyalin data atau
dokumentasi dari perusahaan. Hal ini dilakukan untuk menghindari kesalahan dan
menjamin keakuratan data - data yang dapat dikumpulkan.. Dokumentasi ini juga
melibatkan penggunaan kamera digital untuk mengambil gambar guna melengkapi
laporan kerja praktik.
4. Studi Pustaka
Merupakan metode pengumpulan data dengan mengambil kutipan dari buku
(literatur) yang berkaitan dengan data yang didapat. Literatur ini dapat berasal baik dari
perusahaan maupun dari sumber lainnya.

4
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

BAB II
PROFIL UMUM PERUSAHAAN

2.1. Profil Perusahaan

Gambar 2.1.1.Logo PT. KALTIM PRIMA COAL

Nama Perusahaan : PT. KALTIM PRIMA COAL (KPC)


Jenis Perusahaan : Perusahaan Modal Asing (PMA)
Tanggal Berdiri : 9 Maret 1982
Pemilik : PT. Bumi Resources, Tbk
Alamat Perusahaan : Mining Support Division, M6-Building. Sengata 75611, KALTIM.
Telepon : (0549) 521725
Fax : (0549) 521912
Produk Utama : Batu Bara (Prima, Pinang, dan Melawan)
Jumlah Karyawan : ± 3700 orang
Luas Pabrik : 90.938 Ha

2.2. Sejarah Perkembangan PT. KPC


2.2.1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
2.2.1.1.Pendirian
PT. KPC didirikan berdasarkan akta notaris No. 28 oleh Notaris Warda Sungkar Alurmei,
S.H pada tanggal 09 Maret 1982 yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dengan Surat
Keputusan Y.A.S/208/25 pada tanggal 16 maret 1982 dan telah di amandemen beberapa kali dan
yang terakhir melalui akte notaris No. 175 oleh Notaris Sutjipto, S.H pada tanggal 29 Juli 1997.
Akte ini disahkan oleh Menteri Kehakiman pada 03 September 1997 dengan Surat Keputusan
No.C2-8987-HT.01.04.TH.97 dan dipublikasikan di Supplement No.810 of State Gazette No.11
06 Februari 1998.

5
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

2.2.1.2.Kepemilikan
Sejak beroperasinya (1992), KPC merupakan Perusahaan Modal Asing yang
kepemilikannya dimiliki oleh Sangatta Holding Ltd. dan Kalimantan Coal Ltd. Saham tersebut
dimiliki bersama oleh Beyond Petroleum (BP) dan Rio Tinto, yang masing-masing memiliki
50% saham KPC.
Pada tanggal 16 Juli 2003, Bumi Resources (BR) menandatangani Kontrak Pembelian
dengan BP dan Rio Tinto untuk mengakuisisi Sangatta Holding Ltd. dan Kalimantan Coal Ltd.
Pada tanggal 10 Oktober 2003, BR telah melunasi sisa biaya akuisisi sehingga KPC seluruhnya
dimiliki oleh BR.
PT Bumi Resources, Tbk didirikan pada tahun 1973 dan termasuk salah satu perusahaan
yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.
Bisnis utama perusahaan adalah di bidang energi, minyak dan gas bumi. Sejak terdaftar
di bursa efek pada tahun 1990, perusahaan telah mengakuisisi beberapa perusahaan, yaitu Gallo
Oil (Jersey) Ltd., PT. Arutmin Indonesia dan PT. Kaltim Prima Coal. Akuisisi ini sejalan dengan
visi perusahaan menjadi “World Class Operator with World Wide Operations” dalam sektor
bisnis utama perusahaan.
Adapun posisi PT. Kaltim Prima Coal dalam struktur organisasi PT. Bumi Resources
dapat dilihat pada gambar berikut:

6
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

Gambar 2.1 Struktur Organisasi PT. Bumi Resources Tbk.


7
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

2.2.1.3.Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B)


Pada 08 April 1982, PT. KPC melakukan perjanjian kerjasama batubara dengan PT.
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) sebagai salah satu BUMN yang bergerak di bidang
eksplorasi dan eksploitasi batubara di Kalimantan Timur.
Berdasarkan Perjanjian Karya Pengusahaan Batubara (PKP2B), Pemerintah memberikan
izin kepada KPC untuk melaksanakan eksplorasi, produksi dan memasarkan batubara dari
wilayah perjanjian sampai dengan tahun 2021. Wilayah perjanjian PKP2B ini mencakup daerah
seluas 90.960 ha di Kabupaten Kutai Timur, Propinsi Kalimantan Timur.
Pembangunan infrastruktur pertambangan berlokasi di Sangatta dimulai pada Januari
1989 dan PT. KPC memperbesar skala produksi pada 01 September 1991 di bawah kesepakatan
dalam PKP2B. Pada 1997, PKP2B diamandemen dimana hak dan kewajiban PTBA dialihkan
kepada Pemerintah Indonesia yang diwakili oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang
berlaku efektif 01 Juli 1997.
2.2.1.4.Lokasi
PT. Kaltim Prima Coal (KPC) adalah perusahaan penghasil batubara terbesar di
Indonesia yang beroperasi di sekitar Sangatta, suatu kota di Kutai Timur, provinsi Kalimantan
Timur di Indonesia. Sangatta terletak 180 KM sebelah utara Samarinda dan 310 KM sebelah
utara Balikpapan. PT. KPC mempunyai sejumlah pit atau lokasi tambang yang terletak di
Sangatta yang dioperasikan oleh PT. KPC dan kontraktor. Pada Juni 2005, kegiatan tambang di
Bengalon mulai dioperasikan dan terletak kira - kira 25 KM ke arah utara dari Sangatta. Kegiatan
operasi pertambangan Bengalon dikontrakkan kepada PT. Darma Henwa. Pertambangan
Sangatta terletak tidak jauh dari fasilitas pelabuhan di Tanjung Bara yang dihubungkan dengan
Over Land Conveyor sepanjang kira - kira 13 KM. Bengalon juga terletak tidak jauh dengan
pantai dan dihubungkan oleh jalan tambang sepanjang 22 KM ke fasilitas pelabuhan di Tanjung
Bara. Sebagian besar karyawan PT. KPC tinggal di Swarga Barga dan Prima Griya Lestari, area
perumahan yang dibangun perusahaan. Sebagian karyawan yang lain bertempat tinggal di
komunitas Tanjung Bara yang terletak kira - kira 17 KM dari pertambangan.

8
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

L o k a s i KPC
Lokasi penambangan KPC 310 km dari
Balikpapan atau 180 km dari Samarinda, Sangkulirang
Kalimantan Timur.
Bengalon

Tanjung Bara
Swarga Bara

Bontang 00

SANGATTA
00 Bontang
Samarinda
Balikpapan

Jakarta

Gambar 2.2 Lokasi PT. Kaltim Prima Coal

Gambar 2.3 Lokasi PT. KPC Sangatta

9
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

Gambar 2.4 Profil Perusahaan hingga 31 Desember 2006

2.2.1.5.Kegiatan Pertambangan
Kegiatan penambangan dilakukan PT. KPC & bekerja sama dengan sub kontraktor
(Thiess & Pama). PT. KPC melakukan kegiatan penambangan di 5 pit, yaitu pit Bukit Hatari AB,
Belut, Pelikan, Harapan South, Khayal, Bengalon. Sedangkan sub kontraktor Pama melakukan
kegiatan penambangan di Pit J dan sub kontraktor Thiess melakukan kegiatan penambangan di
Bendili dan Melawan.
PT KPC memiliki crusher yang berfungsi untuk memecah batubara sesuai dengan
keinginan konsumen sebanyak 5 unit dan 1 unit crusher untuk proses pencucian batubara yang
terletak di Sangatta dan 1 unit crusher yang terletak di Bengalon. Infrastruktur yang menjadi
keunggulan PT. KPC adalah Over Land Conveyor sepanjang 13 KM yang mampu mengangkut
4200 MTph batubara menuju port dan berakhir di shipment. Selain memiliki OLC, PT. KPC juga
memiliki Barge Facilities Loading di Sangatta dan Main Facilities Loading di Bengalon untuk
mendukung penjualan batubara. Jenis batubara yang diproduksi PT. KPC terdiri dari jenis Prima,
Pinang dan Melawan dimana masing - masing jenis memiliki struktur dan komposisi yang
berbeda. Produk yang menjadi andalan adalah batubara jenis Prima.

10
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

2.2.1.6.Tenaga Kerja
PT. KPC menghargai kemampuan pekerja dengan menempatkan mereka sesuai dengan
kompentensi. Sampai dengan akhir 2004, PT. KPC telah mempekerjakan 147 pekerja wanita di
antara 2.960 karyawan KPC, dan 56 dari pekerja wanita tersebut menduduki posisi supervisor ke
atas.
Adapun untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para karyawan yang pada
akhirnya akan memberikan keuntungan bagi perusahaan, PT. KPC memberikan program
pelatihan kepada karyawannya. Program pelatihan tersebut dikelompokkan ke dalam kategori-
kategori berikut ini:
 Pelatihan operator alat berat
 Pelatihan pemeliharaan alat berat dan instalasi
 Pelatihan keselamatan kerja
 Pelatihan manajemen dan keuangan
 Pelatihan umum
2.2.1.7. Jam Kerja

PT. KPC memiliki dua tipe jam kerja untuk karyawannya, yaitu yang bekerja di kantor
dan di tambang. Total jam kerja normal adalah 8 jam sehari atau 40 jam dalam satu minggu.
Karyawan yang di kantor bekerja dari hari Senin – Jumat mulai pukul 08.00 WITA – 17.00
WITA, sedangkan hari Sabtu, Minggu, dan hari-hari besar nasional libur. Sementara itu, untuk
karyawan yang bekerja di tambang jam kerjanya memakai sistem kerja bergilir (shift system)
yang sudah diatur sesuai dengan jadwal masing - masing crew.

2.2.1.8.Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH)

PT. KPC memiliki komitmen untuk mencapai standar tertinggi di dalam pengelolaan
Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup serta Pengembangan Masyarakat.

Keselamatan kerja sangat diperlukan sekali untuk menghindari hal – hal yang tidak
diinginkan, baik oleh pekerja itu sendiri maupun orang lain dan juga perusahaan. Keselamatan

11
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

kerja meliputi cara kerja yang aman dan penggunaan peralatan sesuai dengan petunjuk yang ada,
mengingat keselamatan kerja merupakan hal utama dalam melakukan pekerjaan. Berikut hal
yang perlu diperhatikan pekerja :

 Disiplin waktu dalam bekerja


 Melaksanakan pekerjaan sesuai instruksi supervisor atau atasan masing – masing.
 Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan aturan atau standar dan prosedur keselamatan kerja.
PT. KPC telah memiliki kebijakan pembangunan mengenai Kesehatan, Keselamatan, dan
Lingkungan Hidup (K3LH). Kebijakan tersebut telah ditandatangani oleh Presiden Direktur dan
Managing Director PT. Kaltim Prima Coal pada 01 November 2003.

2.2.1.9.Struktur Organisasi dan Job Description Mining Support Division

Struktur organisasi PT. Kaltim Prima Coal terdiri dari bagian-bagian yang saling
berintegrasi dan berhubungan satu dengan yang lain, yang dipengaruhi oleh tujuan perusahaan.
Pemilihan struktur organisasi yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi perusahaan akan
mendukung tercapainya tujuan perusahaan secara keseluruhan. Sebagai sebuah perusahaan besar,
manajemen KPC terbagi atas sepuluh divisi, yaitu:

1. MOD (Mining Operations Division)


2. DEV (Development Department)
3. MSD (Mining Support Division)
4. PID (Processing and Infrastucture Division)
5. Commercial Division
6. Markerting Division
7. Finance Division
8. HR ( Human Resources)
9. HSE (Healty Safety Enviroment)
10. ESD (External Affairs and Sustainable Development)
11. EPD (Expansion Project Development)

12
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

Adapun struktur organisasi Mining Support Division PT. Kaltim Prima Coal dapat
dilihat pada gambar berikut:

13
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

BAB III
SISTEM PRODUKSI

3.1.Proses Produksi Batubara

Gambar 3.1 Flowchart proses produksi batubara

Untuk menghasilkan batubara yang sesuai dengan target produksi, dan untuk tetap
menjaga kelestarian lingkungan setelah dilakukan proses penambangan, maka batubara sejak
masih berada dalam tanah diproses hingga siap dijual akan melalui beberapa tahapan yaitu
sebagai berikut:
1. Topsoil Removal
Yaitu membersihkan lapisan permukaan atas tanah yang dibawahnya terdapat kandungan
batubara.
2. Overburden Drilling and Blasting
Pengeboran dan pengeboman lapisan tanah atas untuk mempermudah proses pemindahan
tanah.

14
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

Gambar 3.2 Aktifitas Blasting

3. Overburden removal
Pemindahan tanah lapisan atas sampai didapatkan lapisan batubara yang akan diambil
4. Overburden Dumping
Tanah lapisan atas dipindahkan ke tempat penampungan sementara yang pada akhirnya
nanti dikembalikan lagi ke tempatnya semula setelah proses pengambilan batu bara telah selesai
5. Coal Drilling and Blasting
Pengeboran dan pengeboman lapisan batubara agar batubara mudah untuk diambil.
6. Coal Mining
Proses pengambilan batubara dengan menggunakan mesin Shovel yang selanjutnya
batubara diangkut dengan menggunakan dump truk ke tempat pengolahan batubara

15
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

Gambar 3.3 Lapisan batubara yang siap diambil

7. Coal Preparation
Batubara yang diambil dari area tambang masih berupa bongkahan-bongkahan besar dan
kecil. Batubara yang dihasilkan oleh area tambang (pit) satu dengan lainnya akan memiliki nilai
kualitas yang berbeda dilihat dari kandungan kalori dan pengotornya. Dalam proses coal
preparation ini dilakukan penghancuran hingga dimensi batubara maksimal hanya sebesar 5cm
serta proses pembersihan untuk batubara yang masih bercampur dengan pengotor. Batubara
selanjutnya dipisahkan berdasarkan kriteria kualitasnya.
8. Overland Conveyor
Setelah menjalani proses preparation, batubara telah siap dipasarkan. Batubara tersebut
lalu dipindahkan ke pelabuhan penampungan batubara (Port stockpile) dengan menggunakan belt
conveyor (untuk area tambang Sangatta). Panjang conveyor mencapai 13km, dengan kapasitas
sebesar 4500 tph, dan berkecepatan 8,5 m/s. Untuk area tambang Bengalon, pemindahan ini
dilakukan dengan menggunakan Double Tray Truk (Dolly Truk).

16
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

Gambar 3.4 Overland Conveyor

9. Port Stockpiles
Pelabuhan sekaligus gudang batubara sebelum batubara dikapalkan. Stocpiles Tanjung
Bara memiliki kapasitas 1,2 juta ton menerima batubara dari Sangatta, sedangkan stockpiles
Lubuk Tutung yang menerima batubara dari Bengalon memiliki kapasitas 100.000 ton.

Gambar 3.5 Port Stockpiles

17
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

10. Shipping
Pengapalan batubara untuk dikirim ke konsumen berdasarkan kualitas yang diinginkan.

Gambar 3.6 Ship Loading

KPC memiliki pelabuhan pribadi dengan 2 Km jetty dengan kedalaman air 17 meter,
yang mampu melayani kapal dengan bobot mati 220.000 ton. Kapasitas pengisian sebesar 4.700
tph. Selain itu KPC memiliki beberapa fasilitas pemindahan batubara antar kapal (Coal
Transshipment Facilities), yaitu di Tanjung Bara dan Lubuk Tutung yaitu Floating Transfer
Station (FTS) dengan kapasitas 1000 tph, Floating Crane (FC) dengan kapasitas 500 tph, dan
gabungan antara FTS dan FC dengan kapasitas mendekati 1500 tph.

18
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

Gambar 3.7 Floating transfer station dan floating crane


11. Top Soil Replacement
Setelah proses pengambilan batubara di pit selesai, lapisan tanah bagian atas
dikembalikan lagi ke pit
12. Revegetation / Rehabilitation
Pengembalian kondisi permukaan tanah dengan segala macam flora dan faunanya hingga
mendekati kondisi sebelum dilakukannya proses penambangan.

19
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

BAB IV
LANDASAN TEORI
4.1. Condition Monitoring
Predictive Maintenance (PdM) adalah sistem operatinng condition monitoring yang
mendeteksi/memonitor kondisi kerja suatu alat (equipment) dalam periode kerja tertentu. Tujuan
PdM adalah ntuk mengetahui adanya perubahan kondisi kerja suatu alat dengan metode tertentu
sehingga dapat diambil tindakan – tindakan penyelamatan agar alat jangan sampai terjadi
kerusakan lebih besar. Condition Monitoring ini dapat dilaksanakan dengan menganalisis kerja
dinamis dari equipment dengan alat tertentu seperti :
- Vibration analysis
- Thermography
- Ultrasonics
- Oil analysis
- Lubricant condition and wear particles
- dan lain – lain
Vibration analysis mengukur vibrasi pada rotating equipment seperti bantalan, belt,
rantai, roda gigi, poros, misalignment, out-of-balance condition. Perubahan getaran/vibrasi yang
terjadi akan mempunyai dampak langsung terhadap bantalan. Bantalan akan aus dan akhirnya
akan rusak. Sebelum bantalan mengalami kerusakan maka peronil maintenance (departemen
perawatan) dapat mengganti bantalan tersebut dengan dampak minimal pada departemen operasi.
Thermography berfungsi mengukur suhu suatu komponen. Dua buah komponen yang
saling bergesekan akan menimbulkan panas yang dapat menaikkan suhu bila terjadi keausan
pada komponen yan bergesekan. Thermographic equipment yang dihunakan dapat berupa alat
ukur yang menggunakan sistem infrared. Kemampuan dan tingkat akurasi alat akan menentukan
harga alat ukur ini.
Inspeksi dengan ultrasonic digunakan untuk mengecek noise frekuensi tinggi yang
disebabkan kebocoran (leak) seperti kebocoran udara, kebocoran uap atau kebocoran fluida
lainnya. Ultrasonic ini dapat juga digunakan untuk mendeteksi laju keausan bejana tekan dan
bejana lainnya.

20
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

Oil analysis tool dapat digunakan untuk menganalisis dua hal yaitu kualitas minyak
pelumas dan partikel – partikel yang terdapat dalam minyak pelumas itu sendiri. Kualitas minyak
pelumas dapat diketahui apakah minyak pelumas ini sudah terkontaminasi atau tidak, dan hal ini
dapat diketahui dari corrosion resistance, wear resistance, load rating atau minyak pelumas rusak
akibat panas berlebihan (overheating) . Adanya partikel dalam minyak pelumas menunjukkan
terjadinya keausan pada komponen yang dilumasi. Jika laju keausan meningkat, maka bagian
yang mengalami keausan tersebut diteliti lebih mendalam dan dicari penyebabnya dan
selanjutnya dilakukan perbaikan.
Kurfa P-F memberi ilustrasi kondisi equipment dalam selang waktu tertentu. Kurva P-F
(gambar 4.1) memperlihatkan beberapa hal:

Gambar 4.1 Kurva P-F

a. Saat kerusakan mulai terjadinya (belum terdeteksi),


b. Saat kerusakan terdeteksi (titik P) dan
c. Saat kerusakan terjadi (titik F)
Titik P disebut dengan potential failure dan titk F disebut Functional failure. Selang waktu dari
titik P ke F disebut interval P-F atau dikenal dengan istilah warning period atau lead time to
failure atau failure development period.

21
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

Teknik conditon monitoring bertujuan untuk:


a. Meningkatkan availability dan reliabilty dari equipment
b. Meningkatkan keamanan equipment personel
c. Mengoptimalakan biaya perawatan
i. Maintenance man-hour costs
ii. Spare part costs
iii. Maintenance consumable costs
iv. Tool, test equipment + utilities, infrastucture facilities costs
Teknik conditioning monitoring dapat dilakukan dengan cara on-line (alat atau mesin
yang dimonitor dalam kondisi beroperasi) atau cara off-line (alat atau mesin yang dimonitor
tidak sedang beroperasi). Teknik on-line monitoring dapat digunakan untuk memonitor
kecepatan (putaran), suhu, vibrasi, dan teknik tekanan. Teknik ini dapat dilakukan secara kontinu
dan periodis (interval waktu tertentu). Teknik offline monitoring dapat digunakan untuk
mendeteksi retak, alignment condition, balancing, dan lain- lain.
Atas dasar potential failure effect, teknik condition monitoring dapat diklasifikasikan
sebagai berikut:
a. Efek dinamis, diperuntukkan bagi rotating equipment yang membangkitkan energi tidak
normal dalam bentuk gelombang seperti vibrasi dan efek akustik
b. Efek partikel, berdasarkan timbulnya partikel – partikel dengan ukuran dan bentuk berbeda
ke sekeliling (environment) pada saat equipment beroperasi.
c. Efek kimia, berdasarkan timbulnya elemen kimia (chemical elements) ke sekeliling
(environment)
d. Efek fisis, berdasarkan perubahan fisis sepreti retak, fracture, keausan, dan perubahan
dimensi
e. Efek suhu, berdasarkan kenaikan suhu dari equipment
f. Efek listrik, berdasarkan perubahan tahanan, konduktivitas, kekuatan dielekris dan
potensial.

22
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

4.2. Design and Project


Pada desain dan proyek ini, banyak digunakan ilmu yang berhubungan dengan pompa
dan fluida. Oleh karena itu akan dibahas teori singkat mengenai pompa dan fluida itu sendiri.

4.2.1. Pompa
Pompa memiliki dua kegunaan utama:
1. Memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lainnya (misalnya air dari aquifer bawah
tanah ke tangki penyimpan air)
2. Mensirkulasikan cairan sekitar sistim (misalnya air pendingin atau pelumas yang melewati
mesin-mesin dan peralatan)
Komponen utama sistim pemompaan adalah:
1. Pompa
2. Mesin penggerak: motor listrik, mesin diesel atau sistim udara
3. Pemipaan, digunakan untuk membawa fluida
4. Kran, digunakan untuk mengendalikan aliran dalam sistim
5. Sambungan, pengendalian dan instrumentasi lainnya
6. Peralatan pengguna akhir, yang memiliki berbagai persyaratan, contohnya adalah alat
penukar panas, tangki dan mesin hidrolik.

Tekanan diperlukan untuk memompa cairan melewati sistim pada laju tertentu. Tekanan
ini harus cukup tinggi untuk mengatasi tahanan sistim, yang juga disebut “head”. Head total
merupakan jumlah dari head statik dan head gesekan/ friksi:
a) Head statik
Head statik merupakan perbedaan tinggi antara sumber dan tujuan dari cairan yang dipompakan.
Head statik merupakan aliran yang independen. Head statik pada tekanan tertentu tergantung
pada berat cairan.

23
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

Head statik terdiri dari:


1. Head hisapan statis (hS): dihasilkan dari pengangkatan cairan relatif terhadap garis pusat
pompa. hS nilainya positif jika ketinggian cairan diatas garis pusat pompa, dan negative
jika ketinggian cairan berada dibawah garis pusat pompa (juga disebut “pengangkat
hisapan”)
2. Head pembuangan statis (hd): jarak vertikal antara garis pusat pompa dan permukaan
cairan dalam tangki tujuan.

Gambar 4.2 Head statik

b) Titik operasi pompa


Debit aliran pada head tertentu disebut titik tugas. Kurva kinerja pompa terbuat dari
banyak titik-titik tugas. Titik operasi pompa ditentukan oleh perpotongan kurva sistim dengan
kurva pompa sebagaimana ditunjukkan dalam
c) kinerja hisapan pompa (NPSH)
Kavitasi atau penguapan adalah pembentukan gelembung dibagian dalam pompa. Hal ini
dapat terjadi manakala tekanan statik fluida setempat menjadi lebih rendah dari tekanan uap
cairan (pada suhu sebenarnya). Kemungkinan penyebabnya adalah jika fluida semakin cepat
dalam kran pengendali atau disekitar impeler pompa.

24
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

Penguapan itu sendiri tidak menyebabkan kerusakan. Walau demikian, bila kecepatan
berkurang dan tekanan bertambah, uap akan menguap dan jatuh. Hal ini memiliki tiga pengaruh
yang tidak dikehendaki:
a. Erosi permukaan baling-baling, terutama jika memompa cairan berbasis air.
b. Meningkatnya kebisingan dan getaran, mengakibatkan umur sil dan bearing menjadi lebih
pendek
c. Menyumbat sebagian lintasan impeler, yang menurunkan kinerja pompa dan dalam
kasusyang ekstrim dapat menyebabkan kehilangan head total.
Head Hisapan Positif Netto Tersedia/Net Positive Suction Head Available (NPSHA)
menandakan jumlah hhisapan pompa yang melebihi tekanan uap cairan, dan merupakan
karakteristik rancangan sistim. NPSH yang diperlukan (NPSHR) adalah hisapan pompa yang
diperlukan untuk menghindari kavitasi, dan merupakan karakteristik rancangan pompa.
d) Jenis – jenis pompa
Pompa hadir dalam berbagai ukuran untuk penggunaan yang cukup luas. Pompa dapat
digolongkan menurut prinsipnya yaitu:

Gambar 4.3 Jenis pompa

25
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

Pada prinsipnya, cairan apapun dapat ditangani oleh berbagai rancangan pompa. Jika
berbagai rancangan pompa digunakan, pompa sentrifugal biasanya yang paling ekonomis diikuti
oleh pompa rotary dan reciprocating. Walaupun, pompa perpindahan positif biasanya lebih
efisien daripada pompa sentrifugal, namun keuntungan efisiensi yang lebih tinggi cenderung
diimbangi dengan meningkatnya biaya perawatan.

Pompa perpindahan positif


Pompa perpindahan positif dikenal dengan caranya beroperasi yaitu cairan diambil dari
salah satu ujung dan pada ujung lainnya dialirkan secara positif untuk setiap putarannya. Pompa
perpindahan positif digunakan secara luas untuk pemompaan fluida selain air, biasanya fluida
kental.Pompa perpindahan positif selanjutnya digolongkan berdasarkan cara perpindahannya:
a. Pompa Reciprocating jika perpindahan dilakukan oleh maju mundurnya jarum
piston.Pompa reciprocating hanya digunakan untuk pemompaan cairan kental dan sumur
minyak.
b. Pompa Rotary jika perpindahan dilakukan oleh gaya putaran sebuah gir, cam atau baling –
baling dalam sebuah ruangan bersekat pada casing yang tetap. Pompa rotary selanjutnya
digolongkan sebagai gir dalam, gir luar, lobe, dan baling-baling dorong dll. Pompa –
pompa tersebut digunakan untuk layanan khusus dengan kondisi khusus yang ada di lokasi
industri.
Pada seluruh pompa jenis perpindahan positif, sejumlah cairan yang sudah ditetapkan
dipompa setelah setiap putarannya. Sehingga jika pipa pengantarnya tersumbat, tekanan akan
naik ke nilai yang sangat tinggi dimana hal ini dapat merusak pompa.

Pompa dinamik
Pompa dinamik juga dikarakteristikkan oleh cara pompa tersebut beroperasi: impeler
yang berputar mengubah energi kinetik menjadi tekanan atau kecepatan yang diperlukan untuk
memompa fluida. Terdapat dua jenis pompa dinamik:
a. Pompa sentrifugal merupakan pompa yang sangat umum digunakan untuk pemompaan air
dalam berbagai penggunaan industri. Biasanya lebih dari 75% pompa yang dipasang di

26
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

sebuah industri adalah pompa sentrifugal. Untuk alasan ini, pompa ini dijelaskan dibawah
lebih lanjut.
b. Pompa dengan efek khusus terutama digunakan untuk kondisi khusus di lokasi industri.
Pompa sentrifugal merupakan salah satu peralatan yang paling sederhana dalam berbagai
proses pabrik. Cairan dipaksa menuju sebuah impeler oleh tekanan atmosfir, atau dalam hal jet
pump oleh tekanan buatan. Baling-baling impeler meneruskan energi kinetik ke cairan, sehingga
menyebabkan cairan berputar. Cairan meninggalkan impeler pada kecepatan tinggi. Impeler
dikelilingi oleh volute casing atau dalam hal pompa turbin digunakan cincin diffuser stasioner.
Volute atau cincin diffuser stasioner mengubah energi kinetik menjadi energi tekanan.

Gambar 4.4 Lintasan aliran pompa sentrifugal


Impeler
Impeler merupakan cakram bulat dari logam dengan lintasan untuk aliran fluida yang
sudah terpasang. Impeler biasanya terbuat dari perunggu, polikarbonat, besi tuang atau stainless
steel, namun bahan-bahan lain juga digunakan. Sebagaimana kinerja pompa tergantung pada
jenis impelernya, maka penting untuk memilih rancangan yang cocok dan mendapatkan impeler
dalam kondisi yang baik.
Jumlah impeler menentukan jumlah tahapan pompa. Pompa satu tahap memiliki satu
impeller dan sangat cocok untuk layanan head (=tekanan) rendah. Pompa dua tahap memiliki dua

27
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

impeler yang terpasang secara seri untuk layanan head sedang. Pompa multi-tahap memilik tiga
impeler atau lebih terpasang seri untuk layanan head yang tinggi.

4.2.2. Fluida
Fluida atau cairan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan sehari –hari. Banyak
sekali karakteristik dari fluida yang dapat kita manfaatkan. Ada dua jenis aliran fluida yaitu
laminer dan turbulen. Secara analitis, untuk menentukan apakah aliran yang akan ditinjau apakah
laminer atau turbulen adalah dengan mencari harga dari Reynold number. Reynold number
merupakan bilangan tak berdimensi yang akan menentukan apakah suatu fluida dikatakan
laminer atau tidak. Berikut adalah syarat laminer atau tidaknya suatu aliran fluida:
1. 0<Re<1 : higly viscous laminar
2. 1<Re<100 : Laminar, Strong Reynold dependence
3. 100<Re<103 : Laminar, Boundary layer theory useful
4. 103<Re<104 : Transition to turbulent
5. 104<Re<106 : Turbulent, Moderate Reynold number dependence
6. 106<Re<∞ : Turbulent, Slight Reynold number dependence
Harga diatas sangat menentukan bagaimana kondisi fluida untuk bisa dimanfaatkan.
Harga diatas bisa dipengaruhi dari viskositas suatu fluidda, luas penampang atau cross setional
area, dan kecepatan aliran fluida. Dinyatakan dengan rumus:
Vd
Re =
v
Dimana V = kecepatan fluida
d = inner dia. (untuk pipa)
v = kinematic viscosity fluida pada suhu tertentu

Untuk mencari losses pada fluida. Harus diketahui beberapa parameter seperti kecepatan
aliran fluida, koefisien kekerasan dari suatu fluida yang selanjutnya dari moody diagram akan
ditemukan faktor gesekan dari suatu aliran yang kemudian dapat ditentukan losses yang terjadi
pada aliran itu.

28
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

BAB V
PERUMUSAN MASALAH

5.1. Condition Monitoring


5.1.1. Latar Belakang Masalah
Data yang akurat dan dapat diandalkan hanya bisa di peroleh dengan sampling yang
benar dan konsisten. Untuk itu diperlukan adanya cara dan aturan yang harus dilakukan agar
mendapatkan hasil yang maksimal. Peraturan tersebut haruslah dipatuhi dan dilaksanakan.
Perlunya dibuatkan sebuah prosedur dalam proses pengambilan sampel. Hal ini dapat
mengurangi time losses bagi para mekanik maupun pihak yang akan melakukan penelitian,
inspeksi dan pengambilan sampel, sehingga mereka dapat lebih terbantu dengan adanya
prosedur.
Kerusakan pada unit hanya diketahui dari hasil analisis, sehingga apabila terjadi
kesalahan pada saat pengambilan sampel unit tersebut tidak diperhitungkan. Hal ini adalah yang
paling mendasar sebelum melakukan analisis sampel. Karena hasil analisis sampel dapat
membuat suatu work order yang benar atau salah. Apabila terjadi kesalahan pengambilan sampel
yang disebabkan oleh tidak adanya tata cara pengambilan secara resmi, maka hasil analisis pun
pasti akan salah.

5.1.2. Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah yang dambil adalah:
 Apa saja hal yang terjadi selama oil analysis?
 Optimasi efisiensi dan efektifitas proses oil analysis

5.1.3. Asumsi dan Batasan Masalah


Asumsi yang dapat diambil dalam melaksanakan penelitian ini adalah bahwa data yang
diambil sudah cukup mewakili.

29
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

5.1.4. Tujuan
Adapun rumusan masalah yang dambil adalah:
 Adanya peraturan dan tata cara yang akan di pergunakan sebagai panduan dalam
pengambilan sampel oli.
 Data yang didapatkan dalam pengambilan sampel oli akan lebih akurat untuk di analisis
 Mengetahui flow process di laboraturium
 Menghindari terjadinya kesalahan pada work order yang diakibatkan dari data oli yang tidak
akurat
 Dapat meningkatkan efisiensi kerja menjadi lebih baik
 Mempermudah pengontrolan kualitas pekerja dalam melaksanakan tugasnya
 Mengetahui lama waktu proses pengambilan sampel secara ideal

5.1.5. Manfaat
Manfaat yang dapat diambil adalah:
1. Bagi perusahaan
a. Perusahaan dapat memanfaatkan tenaga mahasiswa kerja praktik dalam
membantu menyelesaikan tugas- tugas kantor untuk kebutuhan unit kerja yang
relevan.
b. Perusahaan mendapatkan alternatif calon karyawan khususnya bidang
engineering.
c. Menciptakan kerjasama yang saling menguntungkan antara perusahaan tempat
mahasiswa kerja praktik dengan akademik
d. Perusahaan mendapatkan ilmu baru yang didapat dari mahasiswa saat
melaksanakan kerja praktik
2. Bagi mahasiswa
a. Mahasiswa mulai dapat mengenal secara nyata karakteristik dan kondisi
lingkungan

30
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

b. Mahasiswa dapat menerapkan ilmu teknik industry yang telah diperoleh di


bangku kuliah secara nyata melalui perusahaan tempat mahasiswa melasanakan
kerja praktik

Mahasiswa mendapatkan tambahan ilmu baru yang tidak didapatkan di bangku kuliah
namun diberikan perusahaan pada saat mahasiswa melaksanakan kerja praktik

5.1.6. Metodologi Penelitian


Jalan Penelitian yang dilakukan:
a. Formulasi Masalah. Objek yang akan ditekuni oleh mahasiswa adalah OIL
ANALYSIS MANAGEMENT
b. Analisis Hasil. Hasil akan dianalisis untuk menentukan flow process dan
membuat suatu prosedur guna meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja
c. Perancangan alternative solusi. Hasil analisis digunakan untuk menjadikan suatu
prosedur resmi dalam pengambilan sampel oli

5.1.7. Kesulitan yang Timbul saat Penelitian

Kesulitan- kesulitan yang timbul selama penelitian dan cara pemecahannya: keterbatasan
data yang didapat penulis dikarenakan banyak data yang tidak tahu kepastiannya dan keterbatsan
akses data perusahaan. Penulis mengatasinya dengan banyak bertanya pada beberapa pekerja dan
melakukan penelitian langsung ke lapangan.

31
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

5.2. Design and Project


5.2.1. Latar Belakang Masalah
Keterbatasan air pada washpad mainshop PT. KALTIM PRIMA COAL sangat
berpengaruh pada kondisi kebersihan dari truk. Selama ini air yang digunakan dalam proses
pencucian truk adalah merupakan hasil proses sirkulasi singkat dari air hujan. Sehingga pada
penggunaannya semakin lama air untuk pencucian washpad berkurang. Hal ini yang menjadikan
keterbatasan dalam pencucian di washpad.
Karena merupakan hasil sirkulasi singkat dari pencucian truk, maka semakin hari air
yang digunakan semakin kotor oleh oli dan lumpur. Air menjadi berwarna kecoklatan dan tidak
bersih, padahal washpad ini adalah tempat untuk membersihkan, sehingga tidak seharusnya air
yang digunakan pada proses pencucian truk merupakan air kotor.

5.2.2. Rumusan Masalah


Rumusan masalah yang akan diangkat adalah bagaimana cara menyediakan air bersih
pada pencucian di washpad mainshop, disamping itu juga agar supaya kinerja pompa dan gun
(nozzle) menjadi lebih baik karena tidak tesumbat oleh kotoran dan oli. Apabila air yang
digunakan untuk mencuci menjadi bersih, maka proses pencucian pun akan lebih baik dan cepat.
Maka akan dibuatkan suatu sistem pemasok air bersih dengan mengambil air dari danau dan
disimpan sementara pada tangki penyimpanan.

5.2.3. Asumsi dan Batasan Masalah


Asumi dan batasan masalah yang diambil pada proyek ini adalah :
1. Diasumsikan bahwa data yang didapat sudah cukup mewakili.
2. Pompa yang digunakan hanyalah yang sudah ada spesifikasinya di PT.KALTIM PRIMA
COAL.
3. Pipa yang digunakan adalah jenis HDPE.
4. Kapasitas tangki penyimpanan adalah 70000 liter.
5. NPSHR dari pompa yang dipilih adalah 4 meter.

32
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

5.2.4. Tujuan
Adapun tujuan laporan ini adalah:
1. Akan selalu tersedianya air bersih untuk pencucian di Washpad mainshop
2. Kinerja pompa dan gun (nozzle) akan lebih baik
3. Truk menjadi lebih bersih

5.2.5. Manfaat
Manfaat yang dapat diambil adalah
3. Bagi perusahaan
e. Perusahaan dapat memanfaatkan tenaga mahasiswa kerja praktik dalam
membantu menyelesaikan tugas- tugas kantor untuk kebutuhan unit kerja yang
relevan.
f. Perusahaan mendapatkan alternatif calon karyawan khususnya bidang
engineering.
g. Menciptakan kerjasama yang saling menguntungkan antara perusahaan tempat
mahasiswa kerja praktik dengan akademik
h. Perusahaan mendapatkan ilmu baru yang didapat dari mahasiswa saat
melaksanakan kerja praktik
4. Bagi mahasiswa
c. Mahasiswa mulai dapat mengenal secara nyata karakteristik dan kondisi
lingkungan
d. Mahasiswa dapat menerapkan ilmu teknik industry yang telah diperoleh di
bangku kuliah secara nyata melalui perusahaan tempat mahasiswa melasanakan
kerja praktik
e. Mahasiswa mendapatkan tambahan ilmu baru yang tidak didapatkan di bangku
kuliah namun diberikan perusahaan pada saat mahasiswa melaksanakan kerja
praktik

33
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

5.2.6. Metodologi penelitian


Jalan Penelitian yang dilakukan:
d. Formulasi Masalah. Objek yang akan ditekuni oleh mahasiswa adalah WATER
SUPPLY FOR MAINSHOP’S WASHPAD PROJECT
e. Analisis Hasil. Hasil akan dianalisis untuk menentukan apakah sistem dan pompa
dapat diaplikasikan dilihat dari nilai NPSH yang didapatkan
f. Perancangan alternative solusi. Hasil analisis digunakan untuk menyelesaikan
proyek penyediaan air pada wash pad.

5.2.7. Kesulitan yang Timbul saat Penelitian


Kesulitan- kesulitan yang timbul selama penelitian dan cara pemecahannya: keterbatasan
data yang didapat penulis dikarenakan banyak data yang tidak tahu kepastiannya dan keterbatsan
akses data perusahaan. Penulis mengatasinya dengan banyak bertanya pada beberapa pekerja dan
melakukan penelitian langsung ke lapangan.

34
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

BAB VI
HASIL DAN PEMBAHASAN
6.1. Condition Monitoring
6.2.Design And Project
6.2.1. Desain Sistem

Gambar 6.1 Desain sistem pemompaan

Gambar 6.2 Desain pemipaan dan sambungan

35
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

6.2.2. Flowchart Perhitungan

Gambar 6.3 Flowchart Perhitungan


36
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

6.2.3. Analisis Desain


1. Desain Analisis Sistem
* Kapasitas Pompa 0.05 m3/s Pompa Tangki-Washpad
* Kapasistas Tangki 70 m3
* Flow rate dipilih 0.05 m3/s Pompa danau-Tangki

* Analisis pemakaian air pada washpad


Kapasitas pompa pada wash pad sebesar 0.05 m3/s
Pencucian memakan waktu kurang lebih 30 menit 1800 s
Total pemakaian air selama satu kali pencucian 90 m3
setelah itu waiting selama 10 menit 600 s

Variasi flow rate dari pompa 0.05


suplai air selama 30 menit 90
kekurangan air dapat ditutupi dalam waktu 0
sisa waktu untuk unit selanjutnya mulai dicuci 600

* Jadi dengan berbagai variasi flowrate dari pompa diatas masih dapat mengimbangi
pemakaian air pada saat pencucian di wash pad

* Kapasitas pelampung adalah 3 meter pipa per pelampung


No. Stock Item Description UOI
code
8 685487 FLOAT14 INCH DIA; 1 MT LGH; C/W BOLT, NUT, EACH
PLUGORANGE; USED FOR POLYPIPE HDPE; MUST BE
TYCO PRODUCT
Sesuai kebutuhan pipa yang diberikan pelampung sepanjang 100 meter
maka diperlukan pelampung sebanyak 34 pelampung

2. Analisa Pipa
* Major Losses sepanjang pipa 200 meter
Viscosity of water
Viskositas air pada ˚C
Satuan Simbol
Temprature 20
Dynamic 0.001003 kg/ms μ
Kinematic 1E-06 m2/s ν

37
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

Flowrate (Q) 0.05 m3/s


Inner dia. Pipe 0.28 m
Area (A) 0.061544 m2
Velocity (V) 0.812427 m/s

Reynold number
Velocity 0.812427 m/s
Kinematic (ν) 1.00E-06 m2/s
Reynold number 226411.3 no

Friction factor pada roughness wall


Reynold Number 226411.3 no
Roughness Coef. 0.0015 mm
Inner dia. Pipe 280 mm
Relative Roughness 5.36E-06 no
Friction Factor 0.015 no

Dari data yang telah didapatkan seperti roughness coeficient (0.0015 mm untuk
HDPE), kemudian roughness ratio yang merupakan perbandingan dari relative
roughness terhadap inner dia. Pipe. Maka didapatkan dari moody diagram bahwa
harga friction factor dari Pipa HDPE sebesar 0.015

38
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

Gambar 6.4 Moody diagram

Major Losses (Hf)


friction factor 0.015 no
inner dia. Pipe 0.28 m
length 200 m
Velocity 0.812427 m/s
Gravity 9.81 m/s2
Hf 0.36044 m

* Major Losses sepanjang pipa 30 meter


Perhitungan yang digunakan untuk menentukan harga head loss akibat friction pada
pipa 30 meter adalah sama. Yang membedakan hanyalah nilai dari length atau
panjang pipa yang sebelumnya 200 meter diubah menjadi 30 meter. Maka
didapatkan harga head loss akibat friction sebesar 0.054066 meter

39
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

* Total Major Losses


Total Major Losses adalah
Total Major Losses = M.losses 200 m pipe + M.losses 30 m pipe
TML 0.414506 m

* Total Minor Losses


losses pada sambungan antara lain loss jumlah Total satuan
- Elbow 90˚ (3 buah) 0.01 3 0.03 m
- Gate Valve (1 buah) 0.01 1 0.01 m
- Check Valve (1 buah) 0.07 1 0.07 m

Gambar 6.5 losses pada sambungan

40
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

* Perhitungan head loss pada pipa


Head loss pada pipa adalah jumlah dari Major Losses dan Minor Losses
Total Head loss Pada pipa = 0.524506 meter

3. NPSH Available

Dimana Pa = Tekanan Atmosfir (m)


Hs = Head static (m)
Hf = Head friction (Major losses + Minor Losses) (m)
Pvp= Head akibat tekanan uap (pada kondisi air 20˚C setara dengan 0.240236 meter

20˚C sama dengan 68˚F


maka apa bila
diinterpolasi didapatkan
saturation pressure
sebesar 0.3416 Psi

Psi kPa Pa bar m


0.3416 2.35525 2355.25 0.023553 0.240236

* Head static adalah 4 meter

41
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

maka dari data yang telah didapatkan kita dapat menghitung NPSH Available-nya

NPSHA= 5.435259 meter

Apabila dibandingkan dengan NPSH Required dari pompa maka, sistem ini dapat
diaplikasikan karena NPSH Required dari pompa dipilih sebesar 4 meter. Tidak
akan terjadi kavitasi karena NPSHA lebih besar dari NPSHR

6.2.4. Estimasi Harga

TOTAL
NO ITEM UKURAN JUMLAH UNIT HARGA HARGA
1 PUMP UNIT
KSB AJAX E100-26/impeler dia. 264 mm 1 unit $7,000.00 $7,000.00

2 MATERIAL
Suction
* HDPE PIPE 250 meter 280 mm 250 m $82.50 $20,625.00
* Elbow 90˚ 280 mm 3 pcs $1,412.73 $4,238.19
* Flange 280 mm 18 pcs $385.00 $6,930.00
* Gate Valve 280 mm 1 pcs $700.00 $700.00
* Check Valve 280 mm 1 pcs $605.00 $605.00
* Strainer 280 mm 1 pcs $605.00 $605.00
* Reducer 1 pcs $238.00 $238.00

3 DISCHARGE
* HDPE PIPE 5 meter 280 mm 5 m $82.50 $412.50
* Flange 280 mm 14 pcs $385.00 $5,390.00
* Gate Valve 280 mm 2 pcs $605.00 $1,210.00

4 TANK - WASHPAD
* HDPE PIPE 40 meter 280 mm 40 m $82.50 $3,300.00
5 Floating 34 pcs $600.00 $20,400.00
TOTAL $71,653.69

42
KERJA PRAKTEK
MINING SUPPORT DIVISION
PT. KALTIM PRIMA COAL

BAB VII
PENUTUP

43