Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, puja dan
puji syukur penulis panjatkan kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta
inayah-Nya sehingga penulis dapat merampungkan penyusunan makalah dengan judul
“Teori Perilaku Produsen” Penulisan hasil makalah ini telah semaksimal mungkin
penulis upayakan dan didukung bantuan berbagai pihak, sehingga dapat berjalan lancar dalam
penyusunanya. Untuk itu tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang
telah membantu penulis dalam pembuatan makalah.
Namun tidak lepas dari semua itu penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih
terdapat kekurangan baik dari segi penyusunan bahasa dan aspek lainya. Oleh karena itu
dengan lapang dada penulis membuka pintu bagi para pembaca yang ingin memberi saran
maupun kritik demi memperbaiki makalah ini.
Akhirnya penyusun sangat mengharapkan semoga dari makalah sederhana ini dapat
diambil manfaatnya dan besar keinginan kami dapat menginspirasi para pembaca untuk
mengangkat permasalah lain yang berkaitan pada analisis-analisis selanjutnya.

Tulungagung, 18 Maret 2018

Penyusun

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................................1
DAFTAR ISI.........................................................................................................................................2
BAB I....................................................................................................................................................3
PENDAHULUAN.................................................................................................................................3
A. Latar Belakang...........................................................................................................................3
B. Rumusan Masalah......................................................................................................................3
C. Tujuan........................................................................................................................................3
BAB II...................................................................................................................................................4
PEMBAHASAN...................................................................................................................................4
A. Pengertian Produsen dan Produksi.............................................................................................4
B. Teori Produksi............................................................................................................................5
C. Dimensi Jangka Pendek dan Jangka Panjang.............................................................................6
D. Pendekatan Teori Produksi.........................................................................................................7
BAB III................................................................................................................................................14
PENUTUP...........................................................................................................................................14
A. Kesimpulan..............................................................................................................................14
B. Saran........................................................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................................15

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Perilaku produsen adalah kegiatan pengaturan produksi sehingga produk yang
dihasilkan bermutu tinggi sehingga bisa diterima dimasyarakat dan menghasilkan
laba.Bagaimana dengan sumber daya yang terbatas, mereka dapat mencapai laba yang
optimal / keuntungan yang besar.Oleh karena itu, laba adalah suatu ukuran
keberhasilan bagi produsen. Seorang produsen dituntut untuk bisa mebandingkan
antara pengorbanan yang dilakukan dengan hasil yang didapat.
Perilaku produsen dilakukan bukan semata-mata agar tidak merugikan
produsen, namun juga tidak memberatkan konsumen. Dengan demikian daya
konsumsi akan stabil karena antara konsumen maupun produsen sama-sama saling
membutuhkan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian produsen dan produksi
2. Apa saja teori Produksi?
3. Apa yang dimaksud dengan jangka waktu analisis untuk menganalisis
kegiatan produksi?
4. Apa macam teori produksi dalam ilmu ekonomi?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian produsen dan produksi
2. Untuk mengetahui apa saja teori produksi
3. Untuk mengetahui bagaimana perusahaan melakukan kegiatan produksi,
dengan menggunakan jangka waktu analisis
4. Untuk mengetahui macam teori produksi dalam ilmu ekonomi.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Produsen dan Produksi


Produsen adalah orang atau suatu badan perusahaan yang berperan dalam
menambah atau menciptakan nilai guna barang atau jasa sehingga dapat menghasilkan
barang konsumsi untuk memenuhi kebutuhan konsumen.Sedangkan produksi adalah
kegiatan mengubah suatu bahan baku atau sumber daya alam menjadi suatu barang yang
dapat berguna bagi konsumen sehingga menaikkan nilai jual dan guna barang tersebut
atau sumber daya manusia yang dapat menjadi suatu jasa yang dapat berguna bagi
konsumen sehingga menghasilkan nilai jual dan guna jasa tersebut.

Dalam kegiatan produksi terjadi proses perubahan bentuk atau perubahan nilai
guna barang atau jasa,setelah proses selesai kemudian akan muncul outputnya yaitu suatu
barang atau jasa yang bisa dijual atau dipasarkan kepada distributor untuk didistribusikan
kepada konsumen atau dari produsen langsung didistribusikan kepada konsumennya.Agar
produk diterima oleh pasar maka produksi yang dihasilkan harus mempunyai nilai tambah
(value added).Apabila konsumen berupaya mencapai kepuasan maksimum,maka
produsen berupaya mencapai tingkat produksi yang maksimum.

Guna suatu barang atau jasa yang timbul karena kegiatan produksi dapat dibedakan
sebagai berikut:

1. Guna bentuk ( form utility)


2. Guna tempat ( place utility)
3. Guna waktu ( time utility)
4. Guna kepemilikan ( ownership utility)
5. Guna pelayanan (service utility)
6. Guna dasar ( elementary utility)

4
B. Teori Produksi
Teori ekonomi produksi membahas tentang aktifitas produksi, fungsi produksi, dan
alokasi faktor produksi. Produksi (output) adalah suatu aktifitas yang menghasilkan barang
atau jasa dengan jalan memanfaatkan faktor produksi (input). 1
Setelah produsen melakukan analisis perilaku konsumen maka selan-jutnya adalah
melakukan aktifitas produksi. Jika konsumen mengalokasikan dananya untuk konsumsi,
produsen mengalokasikan dananya untuk menggu-nakan faktor input atau menggunakan
faktor produksi/input atau yang akan di proses menjadi produk/output. Agar produk diterima
oleh pasar, maka produksi yang dihasilkan harus mempunyai nilai tambah (value added).
Karena itu bila keseimbangan konsumen terjadi pada saat uangnya habis untuk konsumsi,
keseimbangan produsen tercapai pada saat seluruh anggaran habis terpakai untuk membeli
faktor produksi. Produksi adalah sumber daya yang digunakan dalam sebuah produksi barang
dan jasa. Pada awalnya, faktor produksi terbagi menjadi empat kelompok, namun dalam
perkembangannya, terbagi menjadi lima faktor produksi/input yaitu tenaga kerja (labor),
modal (capital), sumber daya alam, kewirausahaan (intrepeneurship) dan sumber daya
informasi (information resource).2
Bentuk-bentuk aktifitas produksi diantaranya:
1) Form changing activity, yaitu aktifitas mengubah bentuk dari suatu barang,
contoh: mengubah kain menjadi pakaian.
2) Transportation, yaitu aktifitas memindahkan barang dari suatu tempat ke
tempat lain. Contoh : memindahkan buah-buahan dari kebun ke pasar buah.
3) Storage, yaitu aktifitas menyimpan barang yang akan digunakan dimasa yang
akan datang. Contoh: menabung uang ke bank untuk dimanfaatkan dimasa yang akan
datang.
4) Merchandising, yaitu aktifitas memperdagangkan suatu barab=ng agar sampai
ke tangan konsumen yang membutuhkan.
5) Personal Service, yaitu aktifitas yang dilalkukan oleh seseorang yang orang
lain mengakui keberadaannya. Misalnya aktifitas pengacara, dokter, guru atau dosen.3
Dalam mengkonsumsi barang berlaku The Law of Diminishing Marginal Utility (LDMU).
Produsen juga memiliki pengetahuan yang lengkap (perfect knowledge) atas faktor

1 Dr. Masyhuri.Ekonomi Mikro, (Malang: Sukses Offset.2007). Hlm:135.

2 N. George Mankiw, Principles of Economics: Pengantar Ekonomi Mikro, (Jakarta: Salemba Empat, 2009).
3 Lia Amaliawiati dan Asfia Murni, Ekonomika Mikro, (Bandung:PT Refika Aditama, 2015), hlm:165

5
produksi yang dibelinya. Akhirnya, bila konsumen berupaya mencapai kepuasan yang
maksimum, maka produsen berupaya mencapai tingkat produksi maksimum. Pemahaman
kita mengenai perilaku konsumen akan memudahkan pemahaman mengenai perilaku
produsen.

C. Dimensi Jangka Pendek dan Jangka Panjang


Dalam menganalisis bagaimana perusahaan melakukan kegiatan produksi, teori
ekonomi membedakan jangka waktu analisis kepada dua jangka waktu, jangka pendek dan
jangka panjang. Analisis ke atas kegiatan memproduksi perusahaan dikatakan di dalam
jangka pendek apabila sebagian dari faktor produksi dianggap tetap jumlahnya. Didalam
masa tersebut perusahaan tidak dapat menambah jumlah faktor produksi yang dianggap tetap
tersebut. Faktor produksi yang dianggap tetap biasanya adalah faktor modal seperti mesin-
mesin dan peralatannya, alat-alat memproduksi lainnya, dan bangunan perusahaan.
Sedangkan faktor produksi yang dimisalkan dapat mengalami perubahan adalah tenaga kerja.

Waktu yang dipandang sebagai jangka pendek berbeda dari satu perusahaan ke
perusahaan lainnya. Bandingkan perusahaan roti dengan perusahaan pengangkutan udara.
Katakanlah masing-masing perusahaan tersebut mengalami pertambahan permintaan dan
untuk memenuhinya harus menambah kapasitasnya. Dalam beberapa bulan saja perusahaan
roti telah dapat memperoleh mesin baru dan selanjutnya menambah produksi sesuai dengan
permintaan yang bertambah. Perusahaan penerbangan akan memerlukan waktu yang lama
untuk menambah kapasitasnya. Diperlukan waktu beberapa tahun untuk mendapatkan
tambahan kapal terbang yang baru.

Dalam jangka panjang semua faktor produksi dapat mengalami perubahan. Ini berarti
bahwa jangka panjang setiap faktor produksi dapat ditambah jumlahnya kalau memang hal
tersebut di perlukan. Didalam jangka panjang perusahaan dapat menyesuaikan dengan
perubahan-perubahan yang berlaku di pasar. Jumlah alat-alat produksi dapat ditambah ,
penggunaan mesin-mesin dapat dirombak dan dipertinggi efisiensinya, jenis-jenis barang
baru dapat diproduksi, dan teknologi produksi dapat di tingkatkan.4

4 Sadono Sukirno. Mikro Ekonomi. teori pengantar edisi ketiga, (Jakarta:PT RajaGrafindo
Persada.2013)hlm.193-194
6
D. Pendekatan Teori Produksi
1. Teori produksi dengan satu faktor berubah

Teori produksi yang sederhana menggambarkan tentang hubungan di antara tingkat


produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan
berbagai tingkat produksi barang tersebut. Dalam analisis tersebut dimisalkan bahwa fakor-
faktor produksi lainnya adalah tetap jumlahnya, yaitu modal dan tanah jumlahnya di anggap
tidak mengalami perubahan. Juga teknologi di anggap tidak mengalami perubahan. Satu-
satunya faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya adalah tenaga kerja.5

Hukum hasil lebih yang semakin berkurang

Hukum hasil lebih yang semakin berkurang merupakan suatu hal yang tidak dapat
dipisah-pisahkan dari teori produksi. Hukum tersebut menjelaskan sifat pokok dari hubungan
di antara tingkat produksi dan tenaga kerja yang digunakan untuk mewujudjan produksi
tersebut. Hukum hasil lebih yang semakin berkurang menyatakan bahwa apabila faktor
produksi yang dapat diubah jumlahnya (tenaga kerja) terus menerus ditambah sebanyak satu
unit, pada mulanya produksi total akan semakin banyak pertambahanya, akan tetapi sesudah
mencapai tingkat tertentu produksi tambahan akan semakin berkurang dan akhirnya
mencapai nilai negatif. Sifat perubahan produksi seperti ini menyebabkan pertambahan
produksi total semakin lambat dan akhirnya mencapai nilai maksimum dan kemudian
menurun

a) Tahap pertama: produksi total mengalami pertambahan yang semakin cepat


b) Tahap kedua: produksi total penambahanya semakin melambat
c) Tahap ketiga: produksi total semakin lama semakin berkurang

5 Sukirno Sadono. Mikroekonomi, teori pengantar edisi ketiga.(Jakarta PT RajaGrafindo Persada. 2013).hal 195
7
Tabel Produksi Total (TP), Produksi Marjinal (MP) dan Produksi Rata-Rata (AV)
Usaha Batik Tradisional (Satu Faktor Produksi Variabel)
Mesin (unit) Buruh (orang) TP (bal) MP(bal) AP (bal)

1 1 5 5 5
1 2 20 15 10
1 3 45 25 15
1 4 80 35 20
1 5 105 25 21
1 6 120 15 20
1 7 126 6 18
1 8 120 -6 15
1 9 106 -12 12
1 10 90 -18 9

Dalam tabel dikemukakan suatu gambaran mengenai produksi suatu barang pertanian
di atas sebidang tanah yang tetap jumlahnya, tetapi jumlah tenaga kerja nya berubah-ubah.
Dalam gambaran itu ditunjukkan bahwa produksi total yang ditunjukkan di kolom 3
mengalami penambahan yang semakin cepat apabila tenaga kerja di tambah dari 1 menjadi 2
dan 3. Maka dalam keadaan ini kegiatan memproduksi mencapai tahap pertama. Dalam tahap
ini setiap tambahan tenaga kerja menghasilkan tambahan produksi yang lebih besar dari yang
di capai pekerja sebelumnya. Dalam analisis ekonomi keadaan itu dinamakan produksi
marjinal pekerja ang semakin bertambah. Dalam kolom 4 yaitu data produksi marjinal pada
tahap pertama, menggambarkan keadaan tersebut.

Apabila tenaga kerja ditambah dari 3 menjadi 4 dan 4 menjadi 5 kemjudian 5


menjadi 6 dan selajutnya 6 menjadi 7 , produksi total tetap bertambah; tetapi jumlah
pertambahanya semakin lama semakin sedikit. Maka dalam keadaan ini produksi mencapai
tahap kedua, yaitu keadaan dimana produksi marjinal semakin berkurang. Maksudnya setiap
pertambahan pekerja akan menghasilkan tambahan produksi kurang daripada tambahan
produksi pekerja sebelumnya.6

Pada tahap ketiga, pertambahan tenaga kerja tidak akan menambah produksi total,
yaitu produksi total berkurang. Pada waktu tenaga kerja bertambah dari 7 menjadi 8, 8
menjadi 9 produksi totalnya menurun . Produksi total berkurang lebih lanjut apabila tenaga
kerja menjadi 10.

6 Ibid. hal 196


8
Produksi total, produksi rata-rata dan produksi marjinal

Produksi total (total product) adalah banyaknya produksi yang dihasilkan dari
penggunan total faktor produksi, dimana:
TP = f(K, L)
Keterangan:
TP = Produksi Total (Total Product)
K = barang modal (Capital) yang dianggap konstan
L = tenaga kerja/buruh (Labor)
Produksi marjinal (marginal product) adalah tambahan produksi karena penambahan
penggunaan satu (1) unit faktor produksi, dimana:
∆ TP
MP=T P' =
∆L
Keterangan:
MP = Produksi Marjinal (Marginal Product)
TP’ = Produksi Total ( Total Product )
L =Tenaga Kerja/Buruh (Labor)

Produksi rata-rata (average product) adalah rata-rata output yang dihasilkan per unit
faktor produksi, dimana:
TP
AP=
L
Keterangan:
AP = Produksi rata-rata (Average Product)
TP = Produksi total (Total Product)
L = Tenaga kerja (Labor)

Kurva produksi total,produksi rata-rata dan produksi marjinal

Kurva TP adalah kurva produksi total. Ia menunjukkan hubungan antara jumlah


produksi dan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan produksi tersebut.
Bentuk TP cekung ke atas apabila tenaga kerja yang digunakan masih sedikit . ini berarti
tenaga kerja masih kekurangan kalau dibandingkan dengan faktor produksi lain yang di
anggap tetap jumlahnhya. Dalam keadaan yang seperti itu produksi marjinal bertambah tinggi
dan sifat ini dapat dilihat pada kuva MP yang menaik.

Setelah menggunakan 4 tenaga kerja, pertambahan tenaga kerja selanjutnya tidak


akan menambah produksi total secepat seperti sebelumnya. Keadaan ini digambarkan oleh
9
kurva produksi produksi marjinal (kurva MP) yang menurun dan kurva produksi total (kurva
TP) yang mulai cembung ke atas.

Sebelum tenaga kerja digunakan melebihi 4, produksi marjinal adalah lebih tinggi
daripada produksi rata-rata. Maka kurva produksi rata-rata yaitu kurva AP akan bergerak ke
atas atau horizontal. Keadaan ini menggambarkan bahwa produksi rata-rata bertambah tinggi
atau tetap. Pada waktu 4 tenaga kerja digunakan kurva produksi marjinal memotong kurva
produksi rata-rata. Sesudah perpotongan tersebut kurva produksi rata-rata menurun kebawah
yang menggambarkan bahwa produksi rata-rata semakin merosot. Perpotongan diantara
kurva AP dan kurva MP menggambarkan permulaan dari tahap kedua. Pada keadaan ini
produksi rata-rata mencapai tingkat yang paling tinggi.

Tahap ketiga dimulai pada waktu 9 tenaga kerja digunakan. Pada tingkat tersebut
kurva MP memotong sumbu datar dan sesudahnya kurva tersebut berada di bawah sumbu
datar. Keadaan ini menggambarkan bahwa produksi marjinal mencapai angka negatif. Kurva
produksi total (TP) mulai menurun pada tingkat ini, yang akan menggambarkan bahwa
produksi total semakin berkurang apabila banyak tenaga kerja yang digunakan. Keadaan
dalam tahap ketiga ini menunjukkan bahwa tenaga kerja yang digunakan adalah jauh
melebihi daripada yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan produksi tersebut secara
efisien.7

7 Ibid hal 198


10
Kurva TP, MP, dan AP Kasus Usaha Batik Tradisional

Output

140
120
100
80
TP
60
40
20
AP
0
2 4 6 8 10 Tenaga Kerja
MP

2. Teori produksi dengan dua faktor berubah

Analisis yang baru saja dibuat menggambarkan bagaimana tingkat produksi akan
mengalami perubahan apabila dimisalkan satu produksi, yaitu tenaga kerja terus menerus
ditambah tetapi faktor-faktor produksi lainnya dianggap tetap jumlahnya, yaitu tidak dapat
diubah lagi. Dalam analisis berikut dimisalkan terdapat dua jenis faktor produksi yang dapat
diubah jumlahnya, misal yang dapat diubah adalah tenaga kerja dan modal. Misalkan bahwa
kedua faktor produksi yang dapat diubah ini dapat dipertukar-tukarkan penggunaannya; yaitu
tenaga kerja dapat menggantikan modal atau sebaliknya. Apabila dimisalkan pula harga
tenaga kerja dan pembayaran per unit kepada faktor modal diketahui, analisis tentang
bagaimana perusahaan akan meninimumkan biaya dalam usahanya untuk mencapai suatu
tingkat produksi tertentu dapat ditunjukkan.

Kurva produksi sama (Isoquant)

Isokuan (isoquant) adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi


penggunaan dua macam faktor produksi variabel secara efisien dengan tingkat teknologi,
yang menghasilkan tingkat produksi yang sama. Misalnya, kasus usaha batik tradisional di
depan dengan asumsi yangmenyatakan bahwa mesin dapat ditambah.

11
Tabel 4.2 Produksi Total Usaha Tekstil Tradisional(Dua Faktor Produksi)
Mesin Tenaga Kerja
1 2 3 4 5
1 5 20 45 80 105
2 30 45 105 150 135
3 80 105 150 180 150
4 105 135 180 240 210

Catatan: Angka-angka pada kolom 1 s.d 5 adalah produksi total (bal).


Kita melihat bahwa tingkat produksi 105 bal batik dapat dicapai dengan beberapa
kombinasi factor produksi, yaitu 1 mesin dengan 5 tenaga kerja, 2 mesin dengan 3 tenaga
kerja dan seterusnya. Selanjutnya kita dapat menurunkan kurva isokuan seperti berikut.

Diagram 4.2 Kurva Isokuan


Mesin

3
2

1 Isokuan = 105 unit

0
1 2 3 4 5 Tenaga kerja
Adapun Ciri-ciri isokuan adalah sebagai berikut :
 Mempunyai kemiringan negatif
 Semakin ke kanan kedudukan isokuan menunjukkan semakin tinggi jumlah output
 Isokuan tidak pernah berpotongan dengan isokuan yang lainnya
 Isokuan cembung ke titik origin

Garis biaya sama (isocost)

Untuk menghemat biaya produksi dan memaksimumkan keuntungan, perusahaan


harus meminimumkan biaya produksi. Untuk membuat analisis mengenai peminimuman
biaya produksi perlu dibuat garis biaya sama atau isocost. Garis ini menggambarkan

12
gabungan faktor-faktor produksi yang dapat diperoleh dengan menggunakan sejumlah biaya
tertentu.

Isocost adalah kurva yang menggambarkan berbagai kombinasi penggunaan dua


macam faktor produksi yang memerlukan biaya yang sama. Jika harga factor produksi tenaga
adalah upah (w) dan harga faktor produksi barang modal adalah sewa (r) maka kurva isocost
(I) adalah :
I = rK + wL
Sudut kemiringan kura isocost adalah rasio harga kedua faktor produksi.jika terjadi
perubahan hargafaktor produksi,kurva 1 berotasi. Jika yang berubah adalah kemampuan
anggaran,kurva isocost bergeser sejajar.perhatikan diagram berikut ini:

Diagram 4.2 Kurva Anggaran Produksi (Isocost)

Mesin Mesin

0 0
(a) Tenaga kerja (b) Tenaga kerja
Rotasi Kurva Isocost Pergeseran Kurva Isocost

13
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Produsen adalah orang atau suatu badan perusahaan yang berperan dalam
menambah atau menciptakan nilai guna barang atau jasa sehingga dapat
menghasilkan barang konsumsi untuk memenuhi kebutuhan konsumen.Sedangkan
produksi adalah kegiatan mengubah suatu bahan baku atau sumber daya alam
menjadi suatu barang yang dapat berguna bagi konsumen
2. Teori ekonomi produksi membahas tentang aktifitas produksi, fungsi produksi,
dan alokasi faktor produksi. Produksi (output) adalah suatu aktifitas yang
menghasilkan barang atau jasa dengan jalan memanfaatkan faktor produksi (input).
3. Perusahaan dikatakan di dalam jangka pendek apabila sebagian dari faktor
produksi dianggap tetap jumlahnya. Dalam jangka panjang semua faktor produksi
dapat mengalami perubahan.
4. Teori produksi yang sederhana menggambarkan tentang hubungan di antara
tingkat produksi suatu barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk
menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. Dalam analisis berikut
dimisalkan terdapat dua jenis faktor produksi yang dapat diubah jumlahnya, misal
yang dapat diubah adalah tenaga kerja dan modal. Misalkan bahwa kedua faktor
produksi yang dapat diubah ini dapat dipertukar-tukarkan penggunaannya

1. Saran
Alhamdulillah tugas yang diamanatkan dosen kepada kami telah terselesaikan.
Kami mohon saran dan kritiknya yang membangun karna memang dalam makalah
yang telah kami buat ini, masih banyak kekurangan. Kami sadar kami bukanlah
manusia yang sempurna dan kami ingin menjadi orang yang lebih baik lagi dari yang
baik, maupun menjadi baik dari yang tadinya buruk. Sebaik-baiknya manusia adalah
yang bermanfaat bagi orang lain.

14
DAFTAR PUSTAKA

Dr. Masyhuri.2007.Ekonomi Mikro.Malang.Sukses Offset.

Mankiw,N. George.2009. Principles of Economics: Pengantar Ekonomi


Mikro.Jakarta.Salemba Empat.

Amaliawiati ,Lia dan Asfia Murni. 2015.Ekonomika Mikro.Bandung.PT Refika Aditama.

Sukirno,Sadono.2013 Mikro Ekonomi. teori pengantar edisi ketiga. Jakarta.PT RajaGrafindo


Persada.

15