67% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
975 tayangan24 halaman

Contoh Proposal TA

Proposal ini membahas rancang bangun mesin pengupas kelapa muda yang dirancang oleh 4 mahasiswa Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang. Tujuannya adalah mempermudah proses pengupasan kelapa muda bagi pedagang dengan meningkatkan efisiensi waktu dan mengurangi risiko cedera. Mesin ini akan dirancang menggunakan pulley, belt, dan poros.

Diunggah oleh

AN
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
67% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
975 tayangan24 halaman

Contoh Proposal TA

Proposal ini membahas rancang bangun mesin pengupas kelapa muda yang dirancang oleh 4 mahasiswa Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang. Tujuannya adalah mempermudah proses pengupasan kelapa muda bagi pedagang dengan meningkatkan efisiensi waktu dan mengurangi risiko cedera. Mesin ini akan dirancang menggunakan pulley, belt, dan poros.

Diunggah oleh

AN
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL TUGAS AKHIR

RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS KELAPA MUDA

Disusun oleh:
1. Hendrawan Agus Cahyono NIM 3.21.14.4.11
2. Imam Septa Viantoro NIM 3.21.14.4.12
3. Riki Kurniasandi NIM 3.21.14.4.19
4. Rizky Hari Sakti NIM 3.21.14.4.20

PROGRAM STUDI D3 TEKNIK MESIN


JURUSAN TEKNIK MESIN
POLITEKNIK NEGERI SEMARANG
2016
LEMBAR PENGESAHAN

Judul : RANCANG BANGUN MESIN PENGUPAS


KELAPA MUDA
Jurusan/Prodi : Teknik Mesin / DIII Teknik Mesin

Semarang, 09 November 2016

Hendrawan Agus Cahyono Imam Septa Viantoro


NIM 3.21.14.4.11 NIM 3.21.14.4.12

Riki Kurniasandi Rizky Hari Sakti


NIM 3.21.14.4.19 NIM 3.21.14.4.20

Mengetahui, Menyetujui,
Kaprodi DIII Teknik Mesin Dosen Pembimbing I

Ir. Riles Melvy Wattimena, M.T Drs. Suryanto, M.Pd


NIP 196709031994031001 NIP 195411171985031001
PROPOSAL TUGAS AKHIR

JUDUL

Rancang Bangun Alat Pengupas Kelapa Muda

A. LATAR BELAKANG

Tumbuhan kelapa merupakan sumber daya alam yang sangat bermanfaat


bagi kehidupan manusia. Pemanfaatan yang dapat diperoleh dari pohon kelapa,
yaitu batang, daun nira dan buah kelapa. Kelapa merupakan subkomoditas
tumbuhan pertanian yang tergolong dalam tumbuhan perkebunan. Jika ditinjau
dari aspek ekonomi, buah kelapa mempunyai nilai ekonomi yang cukup
menguntungkan jika dilakukan pengolahan dan dimanfaatkan baik dari air kelapa,
sabut kelapa, tempurung kelapa dan daging buah kelapa.

Dalam kehidupan sehari-hari pemanfaatan buah kelapa sangat dominan


dikarenakan para pedagang mengolahnya menjadi minuman es kelapa muda. Es
kelapa muda merupakan salah satu hasil pengolahan dari buah kelapa muda.
Dalam teknis yang digunakan untuk proses pengupasan buah kelapa masih
dilakukan dengan bantuan alat yang sangat sederhana dan konvensional seperti
sabit atau golok. Penggunaan alat tersebut ditujukan untuk mengupas kulit buah
kelapa untuk diolah menjadi es kelapa muda.

Pengupasan seperti cara tersebut dinilai kurang efektif dan efisien.


Ditambah apabila pedagang kelapa muda berjaualan seperti di tempat wisata yang
ramai pembeli. Tentu akan menambah ketidakefektifan dan tidak efisien. Hal ini
dikarenakan penggunaan alat yang masih sangat sederhana dan konvensional tadi
memakan waktu yang relatif lama. Selain itu, pengupasan kelapa muda dengan
sabit atau golok dapat melukai tangan.

Dari latar belakang tersebut muncul kebutuhan terhadap mesin tepat guna
yang bisa meningkatkan efisiensi waktu produksi dengan menggunakan “Mesin
Pengupas Kelapa Muda” agar proses pengupasan kulit kelapa muda dapat
dilakukan lebih efektif.
B. PERUMUSAN MASALAH

Setelah melihat latar belakang diatas, maka dapat dirumuskan


permasalahan sebagai berikut:

1. Sebagian besar pedagang kelapa muda di Indonesia khususnya ditempat


wisata belum terdapat alat semacam ini yang dapat mempermudah
pekerjaan yang lebih efektif dan mempersingkat waktu.
2. Bagaimana cara mengefektifkan peralatan pengupas atau penyaji kelapa
muda di Indonesia, khususnya bagi pedagang kelapa muda di tempat-
tempat wisata yang ramai pembeli.

C. TUJUAN

Tujuan dari pembuatan Tugas Akhir ini dapat dibagi menjadi dua yaitu
tujuan akademis dan tujuan teknis.

A. Tujuan Akademis

Tujuan akademis dari pembuatan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:

1. Melengkapi syarat membuat Tugas Akhir pada Program Studi Teknik


Mesin Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang.
2. Dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang
diperoleh selama studi pada Program Studi Teknik Mesin Jurusan
Teknik Mesin Politeknik Negeri Semarang.
B. Tujuan Teknis

Tujuan teknis dari pembuatan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:

1. Merancang dan membuat alat bantu mesin pengupas kelapa muda.


2. Mempermudah pedagang kelapa muda di Indonesia, khususnya di
tempat-tempat wisata dalam melakukan penyajian agar lebih praktis,
lebih cepat dan lebih efisien.
D. TINJAUAN PUSTAKA

a. Kelapa

Kelapa (Cocos nucifera) adalah anggota tunggal dalam marga Cocos dari
suku aren-arenan atau Arecaceae. Tumbuhan ini dimanfaatkan hampir semua
bagiannya oleh manusia sehingga dianggap sebagai tumbuhan serbaguna,
terutama bagi masyarakat pesisir. Kelapa juga adalah sebutan untuk buah yang
dihasilkan tumbuhan ini.

Tumbuhan ini diperkirakan berasal dari pesisir Samudera Hindia di


sisi Asia, namun kini telah menyebar luas di seluruh pantai tropikadunia.

Pohon dengan batang tunggal atau kadang-kadang


bercabang. Akar serabut, tebal dan berkayu, berkerumun membentuk bonggol,
adaptif pada lahan berpasir pantai. Batang beruas-ruas namun bila sudah tua tidak
terlalu tampak, khas tipe monokotil dengan pembuluh menyebar (tidak
konsentrik), berkayu. Kayunya kurang baik digunakan untuk bangunan. Daun
merupakan daun tunggal dengan pertulangan menyirip, daun bertoreh sangat
dalam sehingga nampak seperti daun majemuk. Bunga tersusun majemuk pada
rangkaian yang dilindungi oleh bractea; terdapat bunga jantan dan betina,
berumah satu, bunga betina terletak di pangkal karangan, sedangkan bunga jantan
di bagian yang jauh dari pangkal. Buah besar, diameter 10 cm sampai 20 cm atau
bahkan lebih, berwarna kuning, hijau, atau coklat; buah tersusun
dari mesokarp berupa serat yang berlignin, disebut sabut, melindungi
bagian endokarp yang keras (disebut batok) dan kedap air; endokarp
melindungi biji yang hanya dilindungi oleh membran yang melekat pada sisi
dalam endokarp. Endospermium berupa cairan yang mengandung banyak enzim,
dan fase padatannya mengendap pada dinding endokarp seiring dengan semakin
tuanya buah; embrio kecil dan baru membesar ketika buah siap untuk
berkecambah (disebut kentos).

Kelapa secara alami tumbuh di pantai dan pohonnya mencapai ketinggian


30 m. Ia berasal dari pesisir Samudera Hindia, namun kini telah tersebar di
seluruh daerah tropika. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga ketinggian 1.000 m
dari permukaan laut, namun seiring dengan meningkatnya ketinggian, ia akan
mengalami pelambatan pertumbuhan.

b. Pulley

Pulley merupakan komponen mesin yang banyak dipakai untuk mesin


industri, mesin perkakas maupun dalam bidang otomotif. Katrol digunakan untuk
mengubah arah gerakan, atau untuk menghubungkan bagian dari mekanisme
bersama.

Pulley biasa diartikan sebagai berikut suatu alat mekanis yang digunakan
sebagai sabuk untuk menjalankan sesuatu kekuatan alur yang berfungsi
menghantarkan suatu daya. Cara kerja Pulley sering digunakan untuk mengubah
arah dari gaya yang diberikan. Mengirimkan gerak rotasi, Memberikan
keuntungan mekanis apabila digunakan pada kendaraan. Ada beberapa tipe pulley
yaitu:

 Pulley tipe V

 Pulley Timming

 Pulley Variable (pulley V bisa disetting besar kecil)

 Pulley Round (alur U)

 Loss pulley ( biasa sebagai adjustment)

Gambar Jenis pulley – V

(Sularso & Kiyokatsu S., 2004)


Pada mesin pengulir otomatis, menggunakan pulley jenis V karena sesuai
dengan karakteristik kerja yang dibutuhkan. Pulley jenis ini mempunyai banyak
varian yang bisa dilihat dalam tabel dibawah. Dalam struktur pulley terdapat
hubungan antara sudut alur dan diameter pulley lihat gambar di bawah ini :

Gambar Konstruksi Pulley


(Sularso & Kiyokatsu S., 2004)
dimana:
D : Diameter pulley (mm)

α : Sudut alur ( º )

t : Kedalaman alur (mm)

c. Belt

Belt yang berpenampang trapesium, terbuat dari tenunan dan serat-serat


yang dibenamkan pada karet kemudian dibungkus dengan anyaman dan karet;
digunakan untuk mentransmisikan daya dari poros yang satu ke poros yang
lainnya melalui pulley yang berputar dengan kecepatan sama atau berbeda.

Gambar Dimensi Belt

(Sularso & Kiyokatsu S., 2004)


Dimensi Sabuk-V dan Pulley

Dimensi yang penting dalam perencanaan sabuk-V dan pulley meliputi


diameter pulley, panjang sabuk-V, dan karakter-karakter operasi lain seperti :
rasio kecepatan, kecepatan sudut, besarnya putaran, sudut kontak, jarak antar
sumbu poros

Gambar Konstruksi sabuk-V


(Sularso dan Kiyokatsu S., 2004)

Gambar Ukuran Penampang Sabuk-V


(Sularso dan Kiyokatsu S., 2004)

Gambar Diagram Pemilihan Sabuk-V

(Sularso dan Kiyokatsu S., 2004)


Kelebihan V-Belt
• V-belt lebih kompak
• Slip kecil dibanding flat belt
• Operasi lebih saat start
• Putaran poros dapat dalam 2 arah & posisi kedua poros dapat tenang
• Mampu meredam kejutan

Kelemahan V-Belt
• Tidak dapat digunakan untuk jarak poros yang panjang
• Umur lebih pendek
• Konstruksi pulley lebih kompleks dibanding pulley untuk flat
belt

d. Poros

Poros adalah suatu bagian stasioner yang beputar, biasanya berpenampang


bulat dimana terpasang elemen-elemen seperti roda gigi (gear), pulley, fly wheel,
engkol, sprocket dan elemen pemindah lainnya. (Shigley, 1983)

Hal - hal yang perlu diperhatikan didalam melakukan perencanaan suatu poros
antara Iain :

1. Kekuatan poros, suatu poros transmisi dapat mengalami beban puntir


atau bending ataupun kombinasi antara keduanya, kelelahan tumbukan atau
pengaruh konsenterasi tegangan bila diameter poros diperkecil atau bila poros
memiliki alur pasak. Sebuah poros yang direncakan harus cukup kuat menahan
beban beban diatas.

2. Kekakuan poros, meskipun poros memiliki kekuatan yang cukup tetapi


jika lenturan atau defleksi puntirannya terlalu besar akan mengakibatkan
ketidaktelitian atau getaran dan suara. Oleh karena itu selain kekuatan, kekakuan
poros harus diperhatikan dan disesuaikan dengan macam mesin yang akan
dilayani poros tersebut.
3. Putaran kritis, adalah bila putaran suatu mesin dinaikkan maka pada
putaran tertentu akan terjadi getaran yang besar, sebaiknya poros direncanakan
putaran kerjanya lebih rendah dari putaran kritis.

4. Bahan poros, poros untuk mesin umum biasanya dibuat dari baja yang
ditarik dingin untuk putaran tinggi.

Prosedur perancangan poros adalah sebagai berikut ( L. Mott, 2009) :

1. Menentukan kecepatan putar poros.

2. Menentukan daya atau torsi yang ditransmisikan oleh poros.

3. Menentukan perancangan komponen-komponen transmisi daya atau piranti


lain yang akan dipasang pada poros dan menentukan lokasi yang diperlukan untuk
setiap piranti tersebut.

4. Menentukan lokasi bantalan yang menumpu poros.

5. Mengusulkan bentuk umum geometri poros dengan memperhatikan bagaimana


setiap elemen pada poros berada pada posisi aksial dan bagaimana pemindahan
daya dari setiap elemen terjadi.

6. Menentukan besarnya torsi di semua titik yang ditunjukkan pada poros.


Disarankan untuk membuat diagram torsi, seperti yang akan diperlihatkan
kemudian.

7. Menentukan gaya-gaya yang bekerja pada poros, baik radial ataupun aksial.

8. Menguraikan gaya radial ke dalam komponen-komponen dalam arah tegak


lurus, biasanya vertikal dan horisontal.

9. Menentukan reaksi pada semua bantalan penumpu pada setiap bidang.

10. Membuat diagram-diagram gaya geser dan momen lengkung yang lengkap
untuk menentukan distribusi momen lengkung pada poros.

11. Memilih bahan poros dan menentukan kondisinya.


12. Menentukan tegangan rancangan dengan cara mempertimbangkan model-
model pembebanan (halus, dengan kejutan, berulang dan berbalik, atau lainnya).

13. Menganalisis setiap titik kritis pada poros untuk menentukan diameter
minimum poros, tujuannya untuk memastikan keamanan akibat pembebanan pada
titik-titik tersebut.

14. Menentukan dimensi akhir pada setiap titik pada poros.

e. Bantalan Gelinding

Tujuan suatu bantalan adalah untuk menumpu suatu beban, tetapi tetap
memberikan keleluasaan gerak relatif antara dua elemen dalam sebuah mesin.
Jenis bantalan yang paling umum digunakan untuk menumpu sebuah poros yang
berputar, menahan beban radial murni atau gabungan beban radial dan aksial.
Kebanyakan bantalan digunakan dalam banyak aplikasi yang berkaitan dengan
gerakan berputar, tetapi beberapa lainnya digunakan dalam aplikasi gerakan lurus
( L. Mott, 2009).

Komponen-komponen sebuah bantalan gelinding yang lazim adalah cincin


dalam, cincin luar dan elemen-elemen gelinding.Umumnya koefisien gesek untuk
bantalan gelinding kira-kira 0,001 hingga 0,005. Nilai ini hanya berlaku untuk
elemen- elemen gelinding itu sendiri dan penahannya dalam bantalan. Perapat,
pelumas yang berlebihan, atau pembebanan yang berlebihan akan meningkatkan
nilai tersebut ( L. Mott, 2009).

f. Perhitungan Dasar
1. Perhitungan Tegangan Geser Buah Kelapa Muda
- Pembuatan sampel uji pada buah kelapa muda. Pengaturan dan pembagian
lingkup bahan uji dan alat uji yang dilakukan dengan mekanisme
pemotongan yang akan digunakan. Uji pemotongan dengan mekanisme
pemotongan searah serat kelapa muda. Bahan yang pada penelitian ini
adalah kelapa muda hijau dengan umur panen 8 Menurut Intara (2005)
untuk menguji sifat mekanik bahan yaitu gaya spesifik pada
pemotongan searah maka digunakan bagian sabut yang telah dipotong
dengan ukuran 5 x 2 x 2,5 cm (Intara, 2005)

- Hitung volume dan timbang masa bahan uji sampel.


- Melakukan pengujian pemotongan sampel bahan 5 kali untuk menentukan
gaya geser pada pemotongan buah kelapa.

Dimana: 𝑚 . 𝑔 . ℎ = 𝐹𝑔 × 𝑡
𝑚.𝑔.ℎ
𝐹𝑔 = 𝑡
Keterangan :
m = Massa buah kelapa (kg)
𝑘𝑔
g = gaya grafitasi = 9,81 ( 𝑠2 )
h = Ketinggian penjatuhan beban (m)
t = Tebal benda uji (m)
Fg = Gaya geser pemotongan (N)
- Menentukan tegangan gesek pemotongan pada buah kelapa muda.
𝐹𝑔
𝜏= 𝐴

Keterangan:
𝑁
𝜏 = Tegangan Geser Pemotongan (𝑚2 )

𝐹𝑔 = Gaya Geser Pemotongan (N)

A = Luas Penampang Sampel (m)


2. Perhitungan Daya Input Pemotongan Sabut Kelapa
a. Perhitungan Daya Potong Kelapa
- Perhitungan Torsi (T)
T=F.r
T = Torsi (N.m)
F = Gaya (N)
r = Jari-jari kelapa muda (m)

- Perhitungan Kecepatan Sudut (ω)


2 .𝜋.𝑛
ω=
60

ω = Kecepatan Sudut (rad/s)


n = Jumlah Putaran (rpm)
- Perhitungan Daya

P=T.ω

P = Daya (Watt)
T = Torsi (N.m)

ω = Kecepatan Sudut (rad/s)


Perhitungan Daya yang terjadi pada masing-masing komponen
b. Daya untuk memutar kelapa
- Volume Kelapa
4
V = 𝜋𝑟 3
3

V = Volume Kelapa (m3)

r = Jari-jari Kelapa (m)


- Perhitungan Kecepatan Sudut (ω)
2 .𝜋.𝑛
ω=
60

ω = Kecepatan Sudut (rad/s)


n = Jumlah Putaran (rpm)
- Perhitungan Momen Inersia (I)

I = m . r2

I = Momen Inersia (kg . m2)

I = Momen Inersia (kg . m2)

m = Massa Kelapa (kg)

r = Jari-jari Kelapa (m)

- Perhitungan Percepatan Sudut yang dibutuhkan untuk memutar kelapa


diketahui ∆t (s).

∆ω
α=
∆t

α = Percepatan Sudut (rad/s2)


∆ω = Kecepatan Sudut (rad/s)

∆t = Waktu (s)

- Perhitungan Torsi yang dgunakan untuk memutar Kelapa

T=I.α

T = Torsi (N.m)

α = Percepatan sudut (rad/s2)


- Perhitungan Daya yang terjadi pada Kelapa

P=T.ω

P = Daya (Watt)

T = Torsi (N.m)

ω = Kecepatan Sudut (rad/s)


c. Daya untuk memutar Poros

- Perhitungan Kecepatan Sudut


2 .𝜋.𝑛
ω=
60

ω = Kecepatan Sudut (rad/s)


n = Jumlah Putaran (rpm)
- Volume Poros
𝜋
V== 𝑟2𝑡
4

r = Jari-jari Poros (m)


t = Tinggi atau Panjang Poros (m)
- Perhitungan Massa Poros (m)
m=ρ.V
m = Massa Poros (kg)
ρ = Massa Jenis (kg/m3)
V = Volume Poros (m3)
- Perhitungan Momen Inersia (I)

I = 0,5 m . r2

I = Momen Inersia (kg . m2)

m = Massa Kelapa (kg)

r = Jari-jari Kelapa (m)

- Perhitungan Percepatan Sudut Poros yang dibutuhkan untuk memutar


kelapa diketahui ∆t (s).

∆ω
α=
∆t

α = Percepatan Sudut (rad/s2)


∆ω = Kecepatan Sudut (rad/s)

∆t = Waktu (s)

- Perhitungan Torsi yang dgunakan untuk memutar Poros

T=I.α
T = Torsi (N.m)

α = Percepatan sudut (rad/s2)


- Perhitungan Daya yang terjadi pada Poros

P=T.ω

P = Daya (Watt)

T = Torsi (N.m)

ω = Kecepatan Sudut (rad/s)


d. Daya untuk memutar Pully
- Perhitungan Momen Inersia (I)

I = 0,5 m . r2

I = Momen Inersia (kg . m2)

m = Massa Kelapa (kg)

r = Jari-jari Kelapa (m)

- Perhitungan Kecepatan Sudut


2 .𝜋.𝑛
ω=
60

ω = Kecepatan Sudut (rad/s)


n = Jumlah Putaran (rpm)

- Perhitungan Percepatan Sudut Pully jika diketahui waktu ∆t (s).

∆ω
α=
∆t

α = Percepatan Sudut (rad/s2)


∆ω = Kecepatan Sudut (rad/s)

∆t = Waktu (s)

- Perhitungan Torsi yang dgunakan untuk memutar Pully

T=I.α
T = Torsi (N.m)

α = Percepatan sudut (rad/s2)


- Perhitungan Daya yang terjadi pada Pully

P=T.ω

P = Daya (Watt)

T = Torsi (N.m)

ω = Kecepatan Sudut (rad/s)


3. Daya Total (P total) yang dibutuhkan

P total = P kelapa + P poros + P pully

Untuk menghitung Daya maksimum maka dikalikan Faktor Koreksi (Fc) = 1,2

P maks = P total x Fc
(Khurmi dan Gupta 2005)
E. METODOLOGI
Metode yang digunakan dalam penyusunan tugas akhir adalah sebagai berikut:

Observasi dan Studi Literatur

Menentukan Alternatif Design

Pemilihan
Alterrnatif Design

Modifikasi
Penghitungan dan
Gambar

Pembuatan Komponen

Assembling Komponen

Tidak
Uji Coba

Ya

Pengambilan Data

Analisa Data

Selesai
1. Observasi dan Study Literatur
Observasi atau keamanan adalah suatu kegiatan yang dilakukan terhadap
suatu objek atau proses agar bisa merasakan dan memahami pengetahuan
dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan dan gagasan yang sudah
diketahui sebelumnya, untuk mendapatkan informasi-informasi yang
dibutuhkan untuk melanjutkan suatu penelitian. Didalam penelitian,
observasi dapat dilakukan dengan tes, kuesioner, pengamatan langsung,
rekaman gambar maupun rekaman suara.
Studi Literatur adalah cara untuk menyelesaikan persoalan dengan
menelusuri sumber-sumber tulisan yang pernah dibuat sebelumnya.
2. Menentukan Alternatif Desain
Menentukan alternatife design adalah menentukan alternatif desain
umumnya selalu mempertimbangkan faktor kebutuhan fungsional, faktor
estetis, faktor lingkungan, serta faktor kenyamanan dan keamanan
pengguna yang didapatkan dari riset, pemikiran maupun desain
sebelumnya.
3. Pemilihan Alternatif Desain
Pemilihan alternatif desain adalah melakukan pemilihan terhadap desain
yang dipertimbangkan terhadap faktor kebutuhan fungsional, faktor
estetis, faktor lingkungan, serta faktor kenyaman dan keamanan yang
didapatkan dari riset, pemikiran maupun desain sebelumnya.
4. Penghitungan dan Gambar
Penghitungan adalah proses untuk mengubah satu masukan atau lebih
kedalam hasil tertentu, dengan sejumlah pengubah. Gambar adalah
kombinasi antara titik, garis, bidang, dan warna untuk menciptakan suatu
imitasi dari suatu objek.
5. Pembuatan Komponen
Pembuatan komponen adalah suatu proses untuk menghasilkan komponen
atau part dari sebuah produk .
6. Assembling Komponen
Assembling komponen adalah proses penggabungan komponen-komponen
yang sudah dibuat agar menjadi suatu produk utuh yang dapat
dimanfaatkan.
7. Uji Coba
Uji coba dalah proses suatu produk sebelum dipasarkan atau sebelum
dipakai oleh konsumen.
8. Modifikasi
Modifikasi adalah proses melakukan penambahan atau merubah desain
atau komponen yang berfungsi agar menambah nilai dari suatu produk
yang akan dipasarkan.
9. Pengambilan Data
Pengambilan data adalah suatu teknik atau cara yang dilakukan oleh
peneliti untuk mengumpulkan data. Pengumpulan data dilakukan untuk
mendaptakan informasi atau data yang akan digunakan untuk
mendapatkan hasil dan tujuan penelitian. Sementara itu instrumen
pengumpulan data merupakan alat yang digunakan untuk mengunpulkan
data. Karena berupa alat, maka instrumen pengumpulan data dapat berupa
check list, kuosioner, hasil wawancara, maupun rekaman gambar ataupun
rekaman suara.
10. Analisa Data
Analisa data adalah aktifitas mengubah data hasil penelitian menjadi
informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan dalam suatu
penelitian. Adapun pengambilan kesimpulan dapat dilakukan dengan cara
hipotesis dan estimasi hasil.
F. LANGKAH KERJA

1. Pasang buah kelapa muda pada cekam lalu hidupkan mesin.


2. Putaran dari mesin diteruskan ke pulley 1 kemudian dihubungkan oleh v-
belt untuk memutar pulley 2.

3. Putaran dari pulley 2 tadi ditransmisikan ke bevel gear melalui poros.

4. Kemudian putaran dari bevel gear tadi digunakan untuk memutar cekam
melalui poros.
5. Gerakan cutter samping untuk memotong sisi samping buah kelapa, pada
saat cekam berputar.

6. Gerakan tuas atas untuk menggerakan cutter atas untuk memotong sisi
miring buah kelapa.

7. Dorong cutter bawah untuk memotong sisi permukaan bawah.

8. Matikan mesin dan ambil sisa potongan buah kelapa yang menempel pada
cekam.
9. Bersihkan sisa-sisa pengupasan kulit kelapa muda lalu masukkan ke
dalam tempat bak penampungan yang telah disediakan.
G. ANGGARAN BIAYA

Adapun perkiraan anggaran biaya yang diperlukan untuk proses


pembuatan Rancang Bangun Mesin Pengupas Kelapa Muda:

Nama Barang Anggaran

Mesin Bensin 5,5 PK Rp 900.000

Pully 2 buah Rp 400.000

Belt Rp 100.000

Plat Siku (50mmx50mmx5mm)6m Rp 200.000


2 buah

Tabung Stainless Steel 1 ¼ ‘’ 3 buah Rp 300.000

Pisau Stainless Steel Rp 100.000

Bevel Gear 2 buah Rp 300.000

Biaya Pembuatan Rp 2.500 000

Lain lain Rp 200.000

Total Rp 5.000.000
DAFTAR PUSTAKA

Khurmi, R.S. & Gupta, J.K. 2005. A Text Book of Machine Design. Eurasia
Publishing House (Pvt) Ltd.
Mott, Robert L. 2009. Elemen Elemen Mesin Dalam Perancangan Mekanis.
Jakarta : ANDI
Shigley, Joseph. E., Mitchell, Larry. D. 1983 MECHANICAL ENGINEERING
DESIGN. England: Tata McGraw-Hill.
Sularso, dan K. Suga. 1979. Dasar Perencanaan Dan Pemilihan Elemen Mesin.
Jakarta : PT. Pradnya Paramita.
https://id.wikipedia.org/wiki/Kelapa

Anda mungkin juga menyukai