Anda di halaman 1dari 10

Percobaan II

Analisis Aliran Daya


Wildan Abdullah (13115048)
Asisten : Anggi Mukti Saputra (13112010)
Tanggal Percobaan : 24/03/2018
EL3217 Praktikum Sistem Tenaga Elektrik
Laboratorium Teknik Elektro
Institut Teknologi Sumatera

teks mengenai analisis sistem tenaga). Permasalahan


Abstrak—Pada praktikum modul dua ini dilakukan mendasar yang dipecahkan dengan studi aliran daya ini adalah
percobaan untuk mengetahui aliran daya sistem tenaga menemukan aliran daya pada setiap saluran dan transformator
listrik. Pada percobaannya dilakukan terlebih dahulu di jaringan, serta besar tegangan dan sudut phasa pada setiap
inisialisasi kondisi awal yaitu kondisi base. Kemudian busbar di jaringan, setelah data konsumsi daya pada titik-titik
dilakukan perubahan pada parameter-parameter pada beban dan produksi daya pada sisi generator diketahui.
persentase naik dan turun lalu dilihat hasil perubahannya. Analisa solusi aliran daya ini akan memberikan gambaran
Kesimpulan dari percobaan pada modul ini adalah jika apakah sistem tenaga yang ada memiliki peformansi yang
terjadi perubahan parameter pada salah satu komponen memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditetapkan pada sistem
sistem tenaga maka parameter lainnya juga dapat berubah. tersebut, seperti antara lain:
 Pembebanan komponen dan rangkaian
Kata Kunci— Simulink, MATLAB, aliran, daya.
 Tegangan bus pada kondisi mantap
 Aliran daya reaktif
I. PENDAHULUAN  Rugi-rugi sistem

D ALAM rangkaian sistem tenaga listrik dikenal suatu


analisis yang dapat mengetahui parameter-parameter
pada komponen sistem tenaga listrik seperti tegangan, daya
Undervoltage adalah kondisi di mana tegangan mencapai
10% di bawah tegangan nominalnya selama 1 menit atau
lebih. Overvoltage kondisi di mana tegangan mencapai 10%
semu, daya reaktif, dan daya aktif. Kesemuanya termasuk ke
di bawah tegangan nominalnya selama 1 menit atau lebih.
dalam proses analisis aliran daya pada sistem tenaga listrik..
Overload adalah kondisi dimana kebutuhan daya lebih besar
Pada praktikum kali ini akan disimulasikan rangakaian
dari yang dapat disediakan oleh sumber.
pembangkit tenaga listrik. menggunakan Simulink MATLAB
dan melihat perubahan-perubahan parameter yang terjadi.
Adapun tujuan praktikum kali ini adalah :
III. METODOLOGI
 Memahami konsep aliran daya pada suatu sistem
tenaga listrik. A. Alat dan Bahan
 Melaukan analisis terhadap perubahan-perubahan  Satu unit laptop / computer
aliran daya pada suatu sistem tenaga listrik dengan  Software MATLAB
menggunakan SimPowerSystemsTM dan Simulink
pada MATLAB. B. Langkah Kerja
1. Percobaan 1 : Pembuatan Rangkaian Aliran Daya
II. LANDASAN TEORETIS
Studi aliran daya menghitung tegangan arus, daya aktif,
Buatlah Rangkaian seperti yang ada pada modul.
daya reaktif dan faktor daya pada suatu sistem tenaga.
Perencanaan, perancangan dan pengoperasian sistem tenaga
membutuhkan perhitungan-perhitungan tersebut untuk
menganalisis performansi sistem pada kondisi mantap dalam
berbagai macam kondisi operasi.
Pada praktikum ini, solusi aliran daya diperoleh dengan Masukkan parameter-parameter komponen sesuai
menggunakan SimPowerSystems™ dan Simulink® pada dengan yang terdapat pada modul.
MATLAB (untuk mengerti detail formula perhitungan aliran
daya, praktikan disarankan untuk membaca panduan buku
Simulasikan rangkaian tersebut.
IV. HASIL DAN ANALISIS
A. Percobaan 1 : Simulasi Rangkaian Aliran Daya

Pada percobaan 1 ini, rangakaian disimulasikan


dengan kondisi awal yaitu menggunakan parameter-
2. Percobaan 2 : Simulasi Rangkaian Aliran Daya parameter yang sudah ditentukan dalam modul. Hasil yang
dengan Perubahan Parameter Generator didapatkan adalah sebagai berikut.

Komponen Tegangan (pu) Keadaan


Ubah Parameter Generator 2. Catat perubahan Generator 1 1 Normal
parameter-parameter (tegangan, sudut tegangan, daya Generator 2 1 Normal
aktif, dan daya reaktif) pada setiap titik pengukuran,
dengan 5 kondisi perubahan parameter (MVA GEN 2 Static Load 1 0.8453 Undervoltage
< -20%, -10%, 0 , +10% , +20% > ) Static Load 2 0.8177 Undervoltage
Dynamic Load 1 0.8453 Undervoltage
Dynamic load 2 0.8177 Undervoltage
Trafo 1 0.9968 Normal
3. Percobaan 3 : Simulasi Rangkaian Aliran Daya Trafo 3 0.9968 Normal
dengan Perubahan Parameter Beban Trafo 4 0.9908 Normal
Trafo 5 0.8468 Undervoltage
Trafo 6 0.8210 Undervoltage
(MVA Static Load 1 atau 2 < -20%, -10%, 0 , +10% ,
+20% > ) Tabel 1. Percobaan 1
a. Ubah Parameter Beban 1. Catat perubahan
parameter-parameter (tegangan, sudut tegangan, daya Kondisi di atas diukur ketika daya pada generator 2
aktif, dan daya reaktif) pada setiap titik busbar. atau generator PV aktif 400 MW. Data pada tabel 1
b. Ulangi langkah di atas untuk Beban2. menunjukkan bahwa semua beban dan beberapa trafo pada
rangkaian mengalami undervoltage. Hal ini disebabkan
oleh generator tidak cukup untuk men-supply daya yang
4. Percobaan 4 : Simulasi Rangkaian Aliran Daya dibutuhkan oleh beban sehingga akan terjadi kekurangan
dengan Perubahan Parameter Line daya pada beban yang mengakibatkan beban dan beberapa
trafo dalam keadaan undervoltage. Untuk melihat data
lebih lengkap dapat dilihat pada lampiran.
(Panjang Line < -50%, -25%, 0 , +25% , +50% > )
a. Ubah Parameter Line 1. Catat perubahan parameter-
B. Percobaan II : Simulasi Rangkaian Aliran Daya dengan
parameter (tegangan, sudut tegangan, daya aktif, dan
daya reaktif) pada setiap titik busbar.
Perubahan Parameter Generator
b. Ulangi langkah di atas masing-masing untuk Line 2,
3 dan 4. Berikut adalah pengukuran daya dan tegangan pada
beban ketika parameter dari daya semu generator 2 atau
generator PV diubah menjadi -20%, 0%, dan +20%. Hasil
yang didapatkan adalah sebagai berikut.
5. Percobaan 5 : Simulasi Rangkaian Aliran Daya Tabel 2. Daya Static Load 1 ketika terjadi perubahan
dengan Perubahan Parameter Transformator parameter pada generator 2

Perubahan Parameter Daya (MW)


-20% 114.24
(MVA Trafo < -75%, -50%, -25%, 0 > ) 0% 114.31
a. Ubah Parameter Trafo 3. Catat perubahan +20% 114.37
parameter-parameter (tegangan, sudut tegangan, daya
aktif, dan daya reaktif) pada setiap titik busbar. Tabel 3. Tegangan Static Load 1 ketika terjadi perubahan
b. Ulangi langkah di atas untuk Trafo 4. parameter pada generator 2
Perubahan Parameter Tegangan (pu) -20% 108.49
-20% 0.8450 0% 106.97
0% 0.8453 +20% 105.48
+20% 0.8455
Tabel 8. Tegangan Static Load 2 ketika terjadi perubahan
Tabel 4. Daya Static Load 2 ketika terjadi perubahan parameter pada beban statik 1
parameter pada generator 2
Perubahan Parameter Tegangan (pu)
Perubahan Parameter Daya (MW) -20% 0.8234
-20% 106.90 0% 0.8177
0% 106.97 +20% 0.8120
+20% 107.30
Dalam keadaan parameter beban statik 1 berubah terjadi
Tabel 5. Tegangan Static Load 2 ketika terjadi perubahan juga perubahan terhadap daya dan tegangan pada beban
parameter pada generator 2 statik 1 dan beban statik 2. Beban statik satu mengalami
kenaikan daya dan sebaliknya beban statik dua mengalami
Perubahan Parameter Tegangan (pu) penurunan daya. Hal ini terjadi karena adanya perubahan
-20% 0.8174 daya semu yang terjadi pada beban statik satu sehingga
0% 0.8177 mengambil daya terlalu banyak dari generator dan
+20% 0.8179 mengakibatkan daya pada beban statik dua menurun.
Selanjutnya ditinjau dari tegangan beban statik satu dan
beban statik dua keduanya sama-sama mengalami
Dapat dilihat pada tabel 2 sampai 5 tidak terjadi penurunan dan masih dalam keadaan undervoltage.
perubahan yang signifikan baik daya dan tegangan dari
beban statik pertama dan kedua ketika terjadi perubahan Tabel 9. Daya Generator 1 ketika terjadi perubahan parameter
parameter pada generator 2 atau generator PV. Tegangan pada beban statik 1
pada beban statik pertama dan kedua pun masih dalam
keadaan undervoltage. Hal ini disebabkan masih ada Perubahan Parameter Daya (MW)
generator 1 atau generator swing yang dapat membantu -20% 266.32
supply daya pada rangakaian. 0% 275.36
+20% 284.39
C. Percobaan III : Simulasi Rangkaian Aliran Daya dengan
Daya pada generator 1 mengalami kenaikan ketika
Perubahan Parameter Beban
terjadi perubahan daya semu pada beban statik satu. Hal ini
disebabkan beban statik satu mendapatkan supply langsung
Berikut adalah pengukuran daya dan tegangan pada dari generator 1 sehingga generator 1 harus menyesuaikan
beban ketika parameter dari daya semu beban statik 1 diubah daya yang dibutuhkan oleh beban statik 1 ketika terjadi
menjadi -20%, 0%, dan +20%. Hasil yang didapatkan adalah perubahan pada parameternya.
sebagai berikut.
Berikut adalah pengukuran daya dan tegangan pada
Tabel 6. Daya Static Load 1 ketika terjadi perubahan beban ketika parameter dari daya semu beban statik 2 diubah
parameter pada beban statik 1 menjadi -20%, 0%, dan +20%. Hasil yang didapatkan adalah
sebagai berikut.
Perubahan Parameter Daya (MW)
-20% 93.25 Tabel 10. Daya Static Load 1 ketika terjadi perubahan
0% 114.31 parameter pada beban statik 2
+20% 134.54
Perubahan Parameter Daya (MW)
Tabel 7. Tegangan Static Load 1 ketika terjadi perubahan -20% 115.89
parameter pada beban statik 1 0% 114.31
+20% 112.76
Perubahan Parameter Tegangan (pu)
-20% 0.8535 Tabel 11. Tegangan Static Load 1 ketika terjadi perubahan
0% 0.8453 parameter pada beban statik 2
+20% 0.8371
Perubahan Parameter Tegangan (pu)
Tabel 8. Daya Static Load 2 ketika terjadi perubahan -20% 0.8511
parameter pada beban statik 1 0% 0.8453
+20% 0.8539
Perubahan Parameter Daya (MW)
Tabel 12. Daya Static Load 2 ketika terjadi perubahan
parameter pada beban statik 2 Tabel 16. Tegangan Static Load 1 ketika terjadi perubahan
parameter pada line 1
Perubahan Parameter Daya (MW)
-20% 87.84 Perubahan Parameter Tegangan (pu)
0% 106.97 -50% 0.8453
+20% 125.06 0% 0.8453
+50% 0.8452
Tabel 13. Tegangan Static Load 2 ketika terjadi perubahan
parameter pada beban statik 2 Tabel 17. Daya Static Load 2 ketika terjadi perubahan
parameter pada line 1
Perubahan Parameter Tegangan (pu)
-20% 0.8284 Perubahan Parameter Daya (MW)
0% 0.8177 -50% 106.98
+20% 0.8077 0% 106.97
+50% 106.96
Dalam keadaan parameter beban statik 2 berubah terjadi
juga perubahan terhadap daya dan tegangan pada beban Tabel 18. Tegangan Static Load 2 ketika terjadi perubahan
statik 1 dan beban statik 2. Beban statik satu mengalami parameter pada line 1
penurunan daya dan sebaliknya beban statik dua mengalami
kenaikan daya. Hal ini terjadi karena adanya perubahan daya Perubahan Parameter Tegangan (pu)
semu yang terjadi pada beban statik 2 sehingga mengambil -50% 0.8177
daya terlalu banyak dari generator dan mengakibatkan daya 0% 0.8177
pada beban statik 1 menurun. +50% 0.8176
Selanjutnya ditinjau dari tegangan beban statik satu dan
beban statik dua, keduanya sama-sama mengalami Tabel 19. Daya Generator 1 ketika terjadi perubahan
penurunan yang tidak signifikan dan masih dalam keadaan parameter pada line 1
undervoltage.
Perubahan Parameter Daya (MW)
Tabel 14. Daya Generator 1 ketika terjadi perubahan -50% 275.32
parameter pada beban statik 1 0% 275.36
+50% 275.39
Perubahan Parameter Daya (MW)
-20% 267.02 Hasil lengkap dari tabel-tabel di atas dapat dilihat pada
0% 275.36 lampiran. Dapat dilihat pada tabel di atas ketika terjadi
+20% 283.56 perubahan parameter panjang line 1
diperkecil/diperpendek akan meningkatkan daya beban
Pada keadaan ini daya generator 1 juga mengalami statik pada beban statik 1 dan beban statik 2 serta
kenaikan ketika terjadi perubahan daya semu pada beban meningkatan pula tegangan pada beban statik 1 dan beban
statik dua. Penyebabnya hal tersebut adalah karena daya statik 2, namun masih dalam keadaan undervoltage. Hal
generator 2 juga bergantung pada generator 1 sehingga ini deisebabkan karena apabila line transmisi lebih pendek
beban statik dua membutuhkan daya supply tambahan dari maka sifat parasitik dari line akan semakin mengecil dan
generator 1. menyebabkan rugi-rugi daya akan berkurang. Pada
generator 1 akan menyebabkan daya yang disupply pada
D. Percobaan IV : Simulasi Rangkaian Aliran Daya dengan beban akan lebih besar. Tetapi perubahan parameter
Perubahan Parameter Line panjang line1 ini tidak mempengaruhi efek yang
signifikan.
Berikut adalah pengukuran daya dan tegangan pada
beban ketika parameter dari daya semu line 1 diubah Berikut adalah pengukuran daya dan tegangan pada
menjadi -50%, 0%, dan +50%. Hasil yang didapatkan adalah beban ketika parameter dari daya semu line 2 diubah
sebagai berikut. menjadi -50%, 0%, dan +50%. Hasil yang didapatkan adalah
sebagai berikut.
Tabel 15. Daya Static Load 1 ketika terjadi perubahan
parameter pada line 1 Tabel 20. Daya Static Load 1 ketika terjadi perubahan
parameter pada line 2
Perubahan Parameter Daya (MW)
-50% 114.32 Perubahan Parameter Daya (MW)
0% 114.31 -50% 132.07
+50% 114.30 0% 114.31
+50% 100.41 Tabel 25. Daya Static Load 1 ketika terjadi perubahan
parameter trafo 3

Tabel 21. Tegangan Static Load 1 ketika terjadi perubahan Perubahan Parameter Daya (MW)
parameter pada line 2 -75% 114.31
-25% 114.31
Perubahan Parameter Tegangan (pu) 0% 114.31
-50% 0.9086
0% 0.8453
+50% 0.7922 Tabel 26. Tegangan Static Load 1 ketika terjadi perubahan
parameter pada trafo 3

Tabel 22. Daya Static Load 2 ketika terjadi perubahan Perubahan Parameter Tegangan (pu)
parameter pada line 2 -75% 0.8453
-25% 0.8453
Perubahan Parameter Daya (MW) 0% 0.8453
-50% 118.90
0% 106.97 Tabel 27. Daya Static Load 2 ketika terjadi perubahan
+50% 97.27 parameter pada trafo 3

Tabel 23. Tegangan Static Load 2 ketika terjadi perubahan Perubahan Parameter Daya (MW)
parameter pada line 2 -75% 106.97
-25% 106.97
Perubahan Parameter Tegangan (pu) 0% 106.97
-50% 0.8260
0% 0.8177 Tabel 28. Tegangan Static Load 2 ketika terjadi perubahan
+50% 0.7797 parameter pada trafo 3

Tabel 24. Daya Generator 1 ketika terjadi perubahan Perubahan Parameter Tegangan (pu)
parameter pada line 2 -75% 0.8177
-25% 0.8177
Perubahan Parameter Daya (MW) 0% 0.8177
-50% 284.84
0% 275.36 Tabel 29. Daya Generator 1 ketika terjadi perubahan
+50% 268.38 parameter pada trafo 3

Perubahan Parameter Daya (MW)


-75% 274.74
Dapat dilihat data pada tabel, terjadi perubahan yang -25% 275.15
sangat signifikan dibandingkan perubahan parameter yang 0% 275.36
terjadi pada line 1. Terlihat bahwa seiring berkurangnya
panjang line 2 maka daya dan tegangan pada beban statik Dapat dilihat pada tabel di atas perubahan trafo 3 pada
1 dan beban statik 2 akan meningkat. Dalam percobaan beban tidak menimbulkan efek yang signifikan. Pada saat
keempat ini juga didapatkan hasil tegangan beban statik 1 nilai trafo diturunkan maka nilai generator juga akan ikut
normal yaitu pada saat parameter pada line 2 diubah -50%. turun. Hal ini terjadi karena kemampuan trafo untuk
Pada kasus ini perubahan panjang line transmisi lebih mentransfer daya turun apabila nilai trafo diturunkan. Untuk
efektif karena line transmisi 2 adalah line transmisi itu maka generator yang terhubung pada trafo ini harus
tegangan rendah yakni pada 20 kV. Oleh karena itu menurunkan supply dayanya juga.
perubahan pada line 2 lebih berpengaruh. Hal yang serupa Untuk detail data keseluruhan dapat dilihat pada
terjadi pada perubahan line 4 dapat dilihat pada lampiran. lampiran.

V. SIMPULAN
E. Percobaan IV : Simulasi Rangkaian Aliran Daya dengan
Perubahan Parameter Trafo  Praktikan berhasil menganalisis aliran daya dengan
menggunakan Simpowersystem dan Simulink pada
MATLAB.
Berikut adalah pengukuran daya dan tegangan pada
 Dalam sistem yang supply nya tidak berubah. Maka
beban ketika parameter dari daya semu trafo 3 diubah
peningkatan dari nilai beban akan menyebabkan
menjadi -75%, 0%, dan +25%. Hasil yang didapatkan adalah
sebagai berikut. undervoltage.
 Pada sistem tenaga semakin berkurangnya / semakin
pendek nilai line transmisi maka transfer daya akan
semakin baik. Terlebih dalam sistem tegangan rendah.
 Dengan menganalisis aliran daya dapat diketahui rugi-rugi
dan keadaan masing-masing komponen sistem tenaga.
 Perubahan nilai trafo mempengaruhi kemampuan trafo
untuk mentransfer daya.
 Pada percobaan ini hanya ditemukan satu kondisi di mana
beban dalam keadaan normal yaitu pada saat kondisi
panjang line transmisi berubah -50%.
 Untuk mengatasi undervoltage yang paling berpengaruh
adalah panjang line transmisi, besar nilai beban, supply
generator dan trafo. Apabila diurutkan terhadap tingkat
efektivitasnya.

REFERENSI
[1] Mathworks, SimPowerSystems™, User’s Guide, 2004–2011.
[2] Mathworks, Control System Toolbox™, User’s Guide, 2004–2011.
[3] Viktor M. Perelmuter, Electrotechnical Systems, Simulation with
Simulink® and SimPowerSystems™, 2013.
[4] Tim Penyusun, Modul Praktikum Sistem Tenaga Elektrik, Laboratorium
Sistem Kendali dan Komputer, Bandung, 2017.
LAMPIRAN

1. Percobaan 1 (kondisi 0% semua)

2. Percobaan 2 : Simulasi Rangkaian Aliran Daya dengan Perubahan Parameter Generator


Perubahan -20% dan 20% berurut

3. Percobaan 3 : Simulasi Rangkaian Aliran Daya dengan Perubahan Parameter Beban


Perubahan parameter static load 1 dan static load 2 -20% dan 20% berurut
4. Percobaan 4 : Simulasi Rangkaian Aliran Daya dengan Perubahan Parameter Line Transmisi
Perubahan parameter line 1 dan line 2 (-50% dan 50% berurut)
5. Percobaan 5 : Simulasi Rangkaian Aliran Daya dengan Perubahan Parameter Trafo
Perubahan parameter trafo 1 dan line 2 (-75% dan -25% berurut)