0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan20 halaman

Apartemen Superblok di Gorontalo

Bab ini membahas tentang tinjauan pustaka yang terdiri dari beberapa bagian yaitu tentang perancangan umum, superblok, dan apartemen. Superblok dijelaskan sebagai kawasan besar dengan berbagai fasilitas seperti hunian, perkantoran, belanja dan lainnya. Apartemen diuraikan menurut jenis, tipe unit dan kategori bangunannya.

Diunggah oleh

Destrier20
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
70 tayangan20 halaman

Apartemen Superblok di Gorontalo

Bab ini membahas tentang tinjauan pustaka yang terdiri dari beberapa bagian yaitu tentang perancangan umum, superblok, dan apartemen. Superblok dijelaskan sebagai kawasan besar dengan berbagai fasilitas seperti hunian, perkantoran, belanja dan lainnya. Apartemen diuraikan menurut jenis, tipe unit dan kategori bangunannya.

Diunggah oleh

Destrier20
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Tinjauan Umum Perancangan

2.1.1. Definisi Objek Perancangan

Judul Penelitian adalah Apartemen di kawasan Superblok di Kota

Gorontalo dengan Pendekatan Green Architecture , dengan pengertian sebagai

berikut:

Apartemen merupakan salah satu variasi jenis hunian yang diminati oleh

masyarakat terutama yang tinggal di kota-kota besar. Jika dahulu rumah biasa

(landed house) menjadi primadona pilihan tempat tinggal, kini kecenderungan itu

sedikit demi sedikit mulai bergeser. Hal ini bukan disebabkan oleh faktor

tren,melainkan timbul masalah permukiman di perkotaan yang kian pelik. Oleh

sebab itulah, apartemen yang merupakan hunian vertikal menjadi alternative yang

layak bagi pengembang perumahan di wilayah pusat kota untuk dapat memenuhi

kebutuhan masyarakat terhadap tempat tinggal. Bagi masayarakat kota, tinggal di

apartemen sebenarnya bukanlah hal istimewa. Tinggal di apartemen sama seperti

tinggal di komplek perumahan, bahakan fasilitas yang tersediapun hampir sama.

Yang menjadi perbedaan adalah bentuknya, apartemen berbentuk vertical

sehingga penggunaan lahan lebih efisien dan merupakan solusi yang paling ideal

untuk menyelesaikan masalah permukiman di kota (Akmal, 2007). Definisi

Apartemen lebih lanjut adalah :

7
1. Kamar atau beberapa kamar (ruangan) yang diperuntukkan sebagai tempat

tinggal, terdapat di dalam suatu bangunan yang biasanya mempunyai

kamar atau ruangan-ruangan lain semacam itu (Poerwadarminta, 1991).

2. Suatu kompleks hunian dan bukan sebuah tempat tinggal yang berdiri

sendiri (Joseph de Chiara, Time saver Standards for Building Types).

3. Sebuah ruangan atau beberpa susunan ruangan dalam beberapa jenis yang

memiliki kesamaan dalam suatu bangunan yang digunakan sebagai rumah

tinggal (Stein, 1967).

4. Gedung bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan, terbagi atas

bagianbagian yang distrukturkan secara fungsional dalam arah vertikal dan

horizontal dan merupakan satuan-satuan yang dapat dimiliki dan

digunakan secara terpisah, yang dilengkapi dengan bagian bersama, tanah

bersama dan benda bersama (pasal 1 UURS no.16 tahun 1985).

5. Suatu bangunan terdiri dari tiga unit atau lebih, rumah tinggal di dalamnya

merupakan suatu bentuk kehidupan bersama, dalam lingkungan tanah yang

terbatas.

6. Semua jenis hunian atau tempat tinggal (multiply family), kecuali sebuah

rumah tinggal yang berdiri sendiri bagi satu keluarga (single dwelling

unit).

7. Suatu bangunan yang dibagi dalam kamar-kamar atau kelompok kamar

yang dipisahkan satu dengan lainnya dengan partisi, yang digunakan

sebagai unit hunian.

8
8. Suatu ruangan atau kumpulan ruang yang digunakan sebagai unit hunian

atau rumah tinggal yang sifatnya dapat digunakan sebagai milik pribadi

atau disewakan (Adhistana, n.d).

2.1.2 Tinjauan Umum Superblok

Pengertian Superblok

1. Pengertian Superblok menurut para ahli

a. Superblok adalah kawasan yang menggabungkan pusat hunian,

perkantoran, hotel, pusat perbelanjaan, sekolah, pusat

kesehatan, tempat olahraga, bahkan juga tempat rekreasi.

Pendeknya, segala fasilitas yang dibutuhkan menyatu dalam

satu kawasan. (Guru Besar Arsitektur ITB, Prof. Dr. Ir. Moh

Danisworo, MUP)

b. Superblock adalah kawasan dengan luas rata-rata di atas

100.000 meter persegi yang menjadi gabungan dari

perkantoran, pusat hunian (apartemen dan kondominium), pusat

belanja, hotel, tempat rekreasi, tempat olahraga, sekolah, pusat

kesehatan, dan bahkan tempat ibadah. (Khomarul

Hidayat/Naomi Siagian)

c. Superblock adalah istilah untuk sebuah blok biasanya berupa

gedung perkantoran yang tinggi dalam wilayah blok yang agak

besar, biasanya di pusat bisnis / kota (Onno W. Purbo)

9
Manfaat Superblok

1. Superblok merupakan sebuah kompleks bangunan dengan multi

user dan multi aktivitas. Pengguna dan kegiatannya dapat meliputi :

a. Jumlah public space dan green space sangat terbatas di

perkotaan.

b. Manusia modern selalu menuntut sesuatu yang serba praktis,

cepat, mudah, dsb.

c. Pengembangan jalan/jalur transportasi tidak seimbang dengan

laju pertumbuhan jumlah kendaraan sehingga menimbulkan

kemacetan dan crowded di jalan.

d. Semakin berkurangnya lahan memicu munculnya lokasi

pemukiman yang padat dan kumuh.

e. Rendahnya tingkat keselamatan pada daerah padat di perkotaan.

Superblock adalah salah satu solusi untuk memecah kan berbagai

permasalahan yang dialami masyarakat perkotaan modern seperti

di atas.

Fungsi Utama dan Penunjang dalam Superblok

Superblock mempunyai cakupan fungsi yang sangat luas, dalam

sebuah superblok yang super lengkap bisa terintegrasi hampir semua

fungsi yang dibutuhkan user dalam superblok tersebut sehingga seseorang

tidak perlu pergi ke luar area superblok untuk memenuhi kebutuhannya.

Tapi pada skala yang lebih kecil superblock hanya mewadahi fungsi –

fungsi yang merupakan kebutuhan utama dari user yang ada di dalamnya,

10
biasanya berupa : hunian (residensial), pusat perbelanjaan, perkantoran,

public space dan fungsi-fungsi lain yang menunjang fungsi utama tersebut,

seperti : tempat peribadatan, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan,

parkir, dsb.

Contoh Umum Kawasan Superblok

Gambar 2.1

Sumber : http://str-superblock.blogspot.com/

Gambar 2.2

Sumber : http://propertidata.com/103501/

11
2.1.3 Tinjauan Umum Apartemen.

Jenis Apartemen

1. Berdasarkan tipe pengelolaanya, terdapat tiga jenis apartemen

(Aknal, 2007) yaitu :

a. Serviced Apartment, Apartemen yang dikelola secara

menyeluruh oleh menajemen tertentu. Biasanya menyerupai

cara pengelolaan sebuah hotel, yaitu penghuni mendapatkan

pelayanan menyerupai hotel bintang lima, misalnya unit

berperabotan lengkap, house keeing, layanan kamar, laundry,

business center.

b. Apartmen Milik Sendiri, Apartemen yang dijual dan dapat

dibeli oleh pihak individu. Mirip dengan apartemen sewa,

apartemen ini juga tetap memiliki pengelola yang mengurus

fasilitas umum penghuninya.

c. Apartmen sewa, apartemen yang disewa oleh individu tanpa

penyelayanan khusus. Meskipun demikian, tetap ada

menejemen apartemen yang mengatur segala sesuatu

berdasarkan kebutuhan bersama seperti sampah, pemeliharaan

bangunan, lift, koridor, dan fasilitas umum lainnya.

2. Berdasarkan kategori jenis dan besar bangunan (Akmal, 2007),

apartemen terdiri dari:

a. High-Rise Apartment, bangunan apartemen yang terdiri lebih

dari sepuluh lantai. Dilengkapi area parker bawah tanah,

12
system keamanan dan servis penuh. Struktur apartemen lebih

kompleks sehingga desain unit apartemen cenderung standard.

Jenis ini banyak di bangun di pusat kota.

b. Mid-Rise Apartment Bangunan apartemen yang terdiri dari

tujuh sampai dengan sepuluh lantai.

c. Low-Rise Apartment, apartemen dengan ketinggian kurang

dari tujuh lantai dan menggunakn tangga sebagai alat

transportasi vertikal. Biasanya untuk golongan menengah

kebawah.

d. Walked-up Apartment, bangunan apartemen yang terdiri atas

tiga sampai dengan enam lantai. Apartemen ini kadang-kadang

memiliki lift, tetapi dapat juga tidak menggunakan. Jenis

apartemen ini disukai oleh keluarga yang lebih besar (keluarga

inti ditambah orang tua). Gedung apartemen ini hanya terdiri

atas dua atau tiga unit apartemen.

3. Jenis Apartemen Berdasarkan Tipe Unit :

a. Studio, unit apartemen yang hanya memiliki satu ruang. ruang

ini sifatnya multifungsi sebagai ruang duduk, kamar tidur dan

dapur yang semula terbuka tanpa partisi. Satu-satunya ruang

yang terpisah biasanya hanya kamar mandi. Apartemen tipe

studio relative kecil. Tipe ini sesuai dihuni oleh satu orang atau

pasangan tanpa anak. Luas unit ini minimal 20-35 m².

b. Apartemen keluarga, pembagian ruang apartemen ini mirip

rumah biasa. Memiliki kamar tidur terpisah serta ruang duduk,

13
ruang makan, dapur yang bias terbuka dalam satu ruang atau

terpisah. Luas apartemen tipe ini sangat beragam tergantung

ruang yang dimiliki serta jumlah kamarnya. Luas minimal untuk

satu kamar tidur adalah 25 m², 2 kamar tidur 30 m², 3 kamar

tidur 85², dan 4 kamar tidur 140 m².

c. Loft adalah bangunan bekas gudang atau pabrik yang kemudian

dialihfungsikan sebagai apartemen. Caranya adalah dengan

menyekat-nyekat bangunan besar ini menjadi beberapa unit

hunian. Keunikan loft apartment adalah biasanya memiliki

ruang yang tinggi, mezzanine atau dua lantai dalam satu unit.

Bentuk bangunannyapun cenderung berpenampilan industrial.

Ttetapi, beberapa pengembang kini menggunakan istilah loft

untuk apartemen dengan mezzanine atau dua lantai tetapi dalam

bangunan yang baru.

d. Penthouse, Unit hunian ini berada di lantai paling atas sebuah

bangunan apartemen. Luasnya lebih besar daripada unit-unit

dibawahnya. Bahkan, kadang-kadang satu lantai hanya ada satu

atau dua unit saja. Selain lebih mewah, penthouse juga sangat

privat karena memiliki lift khusus untuk penghuninya. Luas

minimumnya adalah 300 m².

14
Contoh Visual Apartemen

1. Apartemen

Gambar 2.3

Sumber : https://www.cekpremi.com/blog/tinggal-di-apartemen-

perlukah-asuransi-properti/

2. Lobby Apartemen

Gambar 2.4

Sumber : https://jendela360.com/sewa-apartemen-sahid-sudirman-

residence

15
3. Restaurant Apartemen

Gambar 2.5

Sumber : https://rumahdijual.com/yogyakarta/901265-investasi-

pasti-di-horison-condotel-apartemen-yogyakarta.html

4. Kolam Renang Apartemen

Gambar 2.6

Sumber : http://sewaapartemensudirmanpark.com/alasan-mengapa-

perlu-menyewa-apartemen-di-apartemen-sudirman-park/kolam-

renang-apartemen-sudirman-park/

16
Contoh Visual Tipe Unit Apartemen

1. Tipe Studio

Gambar 2.7

Sumber : (studentcastle apartment yogyakarta, 2016)

2. Apartemen Keluarga

a. Tipe 1 kamar tidur

17
Gambar 2.8

Sumber : (Taman Melati, 2016)

b. Tipe 2 kamar tidur

Gambar 2.9

Sumber : (Taman Melati, 2016)

c. Tipe 3 kamar tidur

Gambar 2.10

Sumber : (Taman Melati, 2016)

18
d. Tipe 4 kamar tidur

Gambar 2.11

Sumber : (Taman Melati, 2016)

5. Loft

Gambar 2.12

Sumber : http://www.kingland-avenue.com/

19
6. Penthouse

Gambar 2.13

Sumber : http://www.kingland-avenue.com/

2.2. Tinjauan Pendekatan Arsitektur

2.2.1. Asosiasi Logis Tema Dan Kasus Perancangan.

Tema dapat diartikan sebagai titik berangkat dalam proses perancangan.

Tema dalam hal ini sebagai acuan dalam perancangan arsitektural, serta sebagai

nilai keunikan yang mewarnai keseluruhan hasil rancangan. Dalam perancangan

Apartemen di Kawasan Superblok Kota Gorontalo, tema yang di angkat Green

Architecture memiliki arti seni dan ilmu merancang bangunan.

Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencangkup merancang secara

keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota,

perencanaan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain

perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil–hasil proses

perancanggan tersebut.

20
Dalam pengertian yang lebih mendalam, Green Architecture / arsitektur

hijau berarti wawasan arsitektur yang memadukan tidak hanya nilai arsitektur

umum (kekuatan, fungsi, kenyamanan, biaya, estetika) tetapi juga dimensi–

dimensi lingkungan berdasarkan kepedulian tentang lingkungan global dengan

penekanan pada efisiensi energi (energi efficient), Pola berkelanjutan

(sustainable), dan pendekatan holistic (holistic approach untuk meminimalkan

kerusakan– kerusakan yang terjadi.

2.2.2. Kajian Tema Secara Teoritis Pendekatan Green Architecture.

1. Pengertian Green Architecture

Green Architecture / Arsitektur hijau adalah suatu pendekatan pada

bangunan yang dapat meminimalisasi berbagai pengaruh yang

membahayakan pada kesehatan manusia dan lingkungan. Pengertian ini

memberikan gambaran bahwa Green Architecture lebih menekankan

pada keseimbangan lingkungan hidup, yakni keseimbangan antara

manusia dengan lingkungan sekitar. Arti keseimbangan lingkungan

hidup dalam konsep arsitektur hijau adalah pendirian bangunan yang

sekaligus meberikan manfaat atau dampak yang positif terhadap

lingkungan, penerapan Green Roof sebagai pemenuhan lahan hijau

yang semakin menyempit didaerah perkotaan, meminimalisir

penggunaan kayu hal ini merujuk pada isu global warming karena

penggunaan kayu secara berlebihan membuat hutan semakin menipis

sehingga hal ini menimbulkan efek rumah kaca, memperhatikan KDB

dan KDH. Pertimbangan ini diambil sebagai bentuk respon untuk

21
memberikan sebuah solusi terhadap pemenuhan standar sehat, tidak

hanya bagi pengguna bangunan tetapi juga pada lingkungan.

1. Peran dan Fungsi Green Architecture.

Ada banyak alasan mengapa kita menggunakan Green Architecture.

Meskipun biaya Green Architecture hampir sama dengan bangunan

konvensional, tetapi Green Architecture lebih estetis, nyaman, dan biaya

operasionalnya relatif rendah.

Green Architecture lebih merespon terhadap panas, dingin, atau

pencahayaan dalam bangunan. Karena mengkonsumsi sedikit energi,

arsitektur hijau lebih sedikit polusi. Biaya utilitas yang rendah

membuatnya lebih mudah untuk dipenuhi. Selain itu, Green Architecture

lebih sehat karena hampir dari 80% waktu dari penghuni bangunan

dihabiskan di dalam bangunan.

Beberapa alasan untuk selalu menggunakan Green Architecture /

Arsitektur Hijau dalam mendesain bangunan yaitu:

a. Menguntungkan dari segi ekonomi

Green Architecture selalu berusaha menggunakan prinsip – prinsip

efisiansi terhadap energi, air, maupun limbah. Hal ini menurunkan

biaya operasional dan perawatan banguanan. Berbagai keuntungan –

keuntungan tersebut mendorong kesadaran masyarakat untuk

menggunakan desain dengan prinsip Green Architecture. Dalam

berbagai proyek bangunan seperti perumahan dengan konsep Green

Architecture, ternyata lebih laku dibanding perumahan dengan

22
bangunan konvensional, sehingga lebih menguntungkan bagi

pengembang.

b. Menghemat konsumsi energi

Dalam ukuran yang sama arsitektur hijau akan lebih hemat energy jika

dibanding dengan bangunan konvensional. Pengurangan energi hingga

50% cukup mudah dicapai, dan pengurangan sebesar 80%-90% dapat

dicapai apabila bangunan didesain dengan baik.

c. Meningkatkan Produktivitas

Dalam bangunan yang mewadahi para pekerja, penggunaan arsitektur

hijau dapat meningkatkan produktivitas sebesar 6% -15% bahkan

lebih. Hal ini dikarenakan kualitas ruangan yang tercipta lebih baik

sehingga para pekerja merasa nyaman dan dapat menyelesaikan

pekerjaannya dengan baik dan lebih cepat.

d. Ramah terhadap lingkungan

Desain yang kurang sesuai dapat merusak lansekap, mengurangi

produksi hasil pertanian dan merusak habitat liar. Penggunaan

arsitektur hijau akan menjaga habital alami dan kealamian lansekap.

Penggunaan material secara efisien juga dapat mengurangi kerusakan

hutan yang berdampak buruk terhadap lingkungan.

e. Meningkatkan kesehatan

Bangunan dengan desain yang kurang baik dapat menurunkan kualitas

kesehatan penghuninya. Penyakit–penyakit yang timbul misalnya;

sakit mata, sakit kepala, sakit telinga, flu yang diakibatkan

pencahayaan yang kurang, kulaitas penghawaan yang kurang baik,

23
sistem akustik yang buruk. Dalam arsitektur hijau digunakan

pencahayaan alami yang dikombinasikan dengan pencahayaan buatan,

penghawaan alami, penggunaan material yang bebas racun, dan desain

struktur yang ramah lingkungan sehingga gangguan kesehatan akibat

kualitas bangunan dapat dikurangi.

2. Kategori Green Archtecture

Berikut contoh bangunan yang menerapkan konsep Green

Architecture dalam karya arsitektur, akan dijadikan studi banding terhadap

tema Apartemen dengan Konsep Green Architecture .

Gambar 2.14

Sumber : https://www.rukamen.com/blog/diamond-lotus-vietnam-

apartemen-dengan-roof-garden-penghubung-tower-towernya/

a. Diamond Lotus Apartment, Vietnam

Negara : Vietnam

Tipe : Eco-Apartment

Jumlah Unit : 720 Unit

24
Arsitek : Vo Trong Nghia (vietnam)

1) Konteks

Diamond Lotus terletak di sekitar tiga kilometer dari Ho Chi Minh City

dan dirancang untuk sebuah pulau di antara dua sungai yang berada di

dekat Laut Vietnam Timur dan roof garden yang ada di atap gedung

digunakan untuk memberikan ruang terbuka hijau yang semakin kurang di

pusat kota.

2) Deskripsi Tapak

Diamond Lotus terdapat banyak vegetasi yang dapat membantu menyaring

polusi pada kota padat seperti Vietnam.

3) Penerapan Arsitektur Hijau

a) Diamond Lotus Apartment di rancang menggunakan roof garden guna

memberikan ruang terbuka hijau yang semakin kurang di pusat kota.

Gambar 2.15

Sumber : https://www.rukamen.com/blog/diamond-lotus-vietnam-

apartemen-dengan-roof-garden-penghubung-tower-towernya/
25
b) Diamond Lotus Apartment akan menggunakan vegetasi berupa tanaman

bambu pada setiap balkon guna menyaring sinar matahari yang masuk

ke dalam ruangan.

Gambar 2.16

Sumber : https://www.rukamen.com/blog/diamond-lotus-vietnam-

apartemen-dengan-roof-garden-penghubung-tower-towernya/

c) Diamond Lotus Apartment akan menggunakan jembatan hijau dan

fasad hijau untuk menggabnngkan ketiga bangunannya.

Gambar 2.17

Sumber : https://www.rukamen.com/blog/diamond-lotus-vietnam-

apartemen-dengan-roof-garden-penghubung-tower-towernya/
26

Anda mungkin juga menyukai