Anda di halaman 1dari 3

A.

Prinsip dasar penggabungan fungsi pada pembangunan Mixed use


Beberapa prinsip penggabungan fungsi pada pembangunan mixed use menurut
(Priatman) adalah yaitu:
1. Bentuk massa tunggal, perbedaan fungsi dibedakan melalui perbedaan lantai,
semua fungsi disusun secara vertikal dalam wujud suatu bangunan tinggi.
2. Bentuk massa majemuk dan terpisah sesuai fungsi tetapi dihubungkan dengan
sirkulasi sebagai pengikat antar-fungsi.
3. Bentuk massa tunggal, ruang-ruang yang mempunyai fungsi yang sama
disatukan dalam satu lantai pada podium.

2.1.1 Tinjauan obyek perancangan


1. Tinjauan Apartemen
a. Pengertian Apartemen
Menurut (Marlina 2008, p86), apartemen adalah bangunan yang memuat
beberapa grup hunian, yang berupa rumah flat atau petak bertingkat yang
diwujudkan untuk mengatasi masalah perumahan akibat kepadatan tingkat hunian
dari keterbatasan lahan dengan harga yang terjangkau di perkotaan. Menurut CIC
Consulting Group (1995), apartemen adalah suatu kompleks tempat tinggal
(rumah susun) beberapa unit ruangan yang bersifat mewah, sehingga biasanya
untuk kalangan menengah ke atas atau warga Negara asing yang bekerja di
Indonesia.
b. Sejarah Apartemen di Indonesia
Selama kurang lebih 20 tahun pemukiman sub urban menjadi pilihan favorit
bagi penduduk Jakarta. Berbagai kompleks perumahan dibangun anatara lain di
daerah Bekasi, Depok, Pamulang, Sawangan, Cikarang, dan Cibubur. Ada pula
yang dikembangkan menjadi kota mandiri seperti Bintaro, Bumu Serpong Damai,
dan Karawaci. Namun sekarang ini bermukim di daerah sub urban ini mulai
terasa banyak kelemahannya, antara lain:
1. Jarak antara rumah tinggal dan tempat bekerja
2. Jarak tempuh yang jauh, waktu tempuh otomatis menjadi lebih lama.
3. Kemacetan yang harus dihadapi setiap hari.
4. Biaya yang harus dikeluarkan untuk transportasi.
Penduduk sub urban yang sudah mengalami kejenuhan, ingin kembali
tinggal di pusat kota. Membayangkan berbagai kemudahan yang dapat dicapai

karena jarak dan waktu tempuh yang relative lebih cepat adalah pertimbangan
utama. Hal ini dimanfaatkan kembali oleh para pengembang dengan membangun
hunian di pusat kota berbentuk hunian vertikal atau apartemen.
c. Penataan Bangunan
Penataan ruang-ruang dalam apartemen dapat dibedakan menjadi beberapa
tipe, yaitu:
1. Center Corridor Plan
Merupakan penataan apartemen dengan denah yang menunjukkan adanya
koridor yang diapit oleh hunian yang terdapat pada kedua sisinya. Penataan
seperti ini dimungkinkan untuk lokasi dengan bentukan memanjang, dengan
view dikedua sisi bangunan yang baik sehingga dapat dinikmati dari kedua sisi
bangunan.
2. Open Corridor Plan
Merupakan penataan ruang-ruang yang memiliki satu koridor untuk melayani
satu deret unit hunian. Keuntungan penataan semacam ini adalah
dimungkinkannya sirkulasi silang penghawaan dapat dimaksimalkan.
3. Tower Plan
Pada apartemen tipe tower plan, denahnya terdiri dari satu core pusat dengan
unit-unit hunian mengelilinginya. Tipe ini biasanya dibangun di lokasi yang
sempit dengan bentu bangunan tinggi.
4. Cross Plan
Denah untuk apartemen tipe ini memiliki empat sayap utama yang merupakan
perkembangan keluar dari satu core. Biasanya tipe ini dibangun di area-area
pusat kota dengan luasan site cukup, yang mempunyai view ke segala arah
relatif baik.

d. Klasifikasi Apartemen
Rancangan bangunan apartemen berbeda dengan rancangan hunian pada
umumnya karena apartemen bertujuan untuk di komersialkan. Apartemen dapat
digolongkan menurut beberapa kriteria, yaitu:
1. Klasifikasi Apartemen menurut kepemilikannya
a. Apartemen Sewa

Apartemen yang dimiliki oleh perorangan atau suatu badan usaha bersama
dengan unit-unit apartemen yang disewakan kepada masyarakat dengan
harga dan jangka waktu tertentu.
b. Apartemen Beli
Apartemen yang dimiliki oleh perorangan atau suatu badan usah bersama
dengan unit-unit apartemen yang dijual kepada masyarakat dengan harga
tertentu. Kepemilikkannya dapat dibedakan lagi sebagai berikut:
Apartemen milik bersama (cooperative)
Merupakan apartemen yang dimiliki bersama oleh penghuni yang ada.
Pembiayaan perawatan dan pelayanan dalam apartemen dilakukan
bersama oleh semua penghuni sehingga tanggung jawab pengembangan
gedung menjadi tanggung jawab semua penghuni.
Apartemen milik perseorangan (condominiume)
Merupakan apartemen yang unit-unit huniannya dapat dibeli dan dimiliki
oleh penghuni. Penghuni tetap wajib membayar pelayanan apartemen
yang mereka gunakan kepada pihak pengelola.
2. Klasifikasi Apartemen menurut jumlah kamarnya
a. Tipe Studio (18 m - 45 m)
Tipe ini mengutamakan efisiensi penggunaan ruang-ruang. Hanya tersedia
ruangan tanpa sekat.
b. Tipe satu ruang tidur (36 m - 54 m)
Apartemen ini berkapasitas 2-3 orang, misalnya pasangan yang baru
menikah dengan anak atau tanpa anak.
c. Tipe dua ruang tidur (45 m - 90 m)