Anda di halaman 1dari 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMK PGRI 1 Surabaya


Kelas/Semester : X/2 (Genap)
Jurusan : Semua Jurusan
Materi : Teks Biografi
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (tiga kali tatap muka)

A. Kompetensi Inti:

KI-3 Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual,


prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah
KI-4 Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan
kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar:

No Kompetensi Dasar No Indikator Pencapaian Kompetensi


3.14 Menilai hal yang dapat diteladani 3.14.1 Mengidentifikasi struktur teks biografi
dari teks biografi.
3.14.2 Menuliskan data-data kepibadian unggul tokoh
3.14.3 Menemukan pola penyajian cerita ulang (biografi)

4.14 Mengungkapkan kembali hal-hal 4.14.1 Menemukan hal yang dapat diteladani dalam teks biografi
yang dapat diteladani dari tokoh 4.14.2 Menceritakan kembali isi teks biogafi dengan bahasa
yang terdapat dalam teks biografi sendiri
yang dibaca secara tertulis

C. Tujuan Pembelajaran
1. Selama dan setelah proses pembelajaaran, peserta didik dapat mensyukuri anugerah Tuhan akan
keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakannya sesuai dengan kaidah dan konteks untuk bangsa
2. Setelah membaca teks Biografi peserta didik mau mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis terhadap
masalah-masalah yang dikemukakan dalam teks Biografi melalui lisan, maupun tulisan.
3. Setelah membaca teks Biografi peserta didik dapat mengidentifikasi peristiwa yang dialami tokoh
dalam teks biografi dengan benar melalui lisan atau tulisan.
4. Setelah membaca teks Biografi peserta didik dapat menemukan pola penyajian cerita ulang (biografi)
dengan benar melalui lisan atau tulisan.
5. Setelah membaca teks Biografi peserta didik Menemukan hal yang dapat diteladani dalam teks
biografi dengan benar melalui tulisan .
6. Peserta didik dapat Mengomentari teks cerita ulang yang ditulis teman, baik secara lisan.

D. Materi Pembelajaran

1. Definisi Biografi
Cerita ulang (recount) adalah teks yang menceritakan kembali pengalaman masa lalu secara
kronologis dengan tujuan untuk memberi informasi, atau menghibur pembacanya, atau bisa keduanya.
2. Jenis
Cerita ulang terdiri atas tiga jenis, yaitu rekon pribadi, rekon faktual (informasional), dan rekon
imajinatif.
a. Rekon pribadi adalah cerita ulang yang memuat kejadian di mana penulisnya terlibat secara
langsung.
b. Rekon faktual (informasional) adalah cerita ulang yang memuat kejadian faktual seperti
eksperimen ilmiah, laporan polisi, dan lain-lain.
c. Rekon imajinatif adalah cerita ulang yang memuat cerita imajinatif dengan lebih detil.
SMK PGRI 1 SURABAYA Bahasa Indonesia X | 1
3. Struktur Biografi
a. Orientasi
Bagian pengenalan tokoh, berisi gambaran awal tentang tokoh atau pelaku di dalam teks biografi
b. Peristiwa dan Masalah
Bagian peristiwa atau kejadian yang dialami tokoh. Berisi peristiwa atau kejadian berisi
penjelasan yang berisi peristiwa-peristiwa yang terjadi atau pernah dialami oleh tokoh, termasuk
masalah yang dihadapinya dalam mencapai tujuan dan cita-citanya. Hal yang menarik, mengesankan,
mengagumkan, dan mengharukan yang dialami tokoh juga diuraikan dalam bagian peristiwa.
c. Reorientasi
Bagian penutup, berisi pandangan penulis terhadap tokoh yang diceritakan. Reorientasi bersifat
opsional, boleh ada, boleh juga tidak ada..

4. Hal-hal yang patut diteladani dari tokoh dalam biografi


Keteladanan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah suatu hal yang dapat ditiru
atau dicontoh. Hal ini terkait dengan perbuatan, kelakuan, atau sifat baik yang dilakukan di dalam sebuah
kehidupan.
Setiap tokoh yang dijadikan bahan penulisan biografi pasti memiliki suatu keteladanan. Dari
keteladanan ini, diharapkan pembaca dapat belajar dan meneladani hal-hal positif dari tokoh-tokoh yang
telah dibaca biografinya. Contoh : pantag menyerah, memperjuangkan hak orang lemah, dan sebagainya.

5. Pola Penyajian
a. Alur cerita
b. Sudut pandang
c. Gaya penulisan
d. Cerita fokus

E. Pendekatan, Model, dan Metode


Pendekatan : Saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi,
mengkomunikasikan)
Model : Discovery learning
Metode : Ceramah, diskusi, tanya jawab, penugasan

F. Media dan Sumber Belajar

Media : teks Biografi


1. Beragam contoh teks Biografi dari media cetak dan media elektronik
2. LCD dan Power point
3. Video biografi singkat Ki Hajar Dewantara

Sumber Belajar
1. Buku teks Bahasa Indonesia SMA/MAK. Ekspresi Diri dan Akademik 2013. Jakarta: Kemendikbud.
2. Yustinah. 2014. Produktif Berbahasa Indonesia untuk SMK/MAK. Kudus: Erlangga.
3. Engkos Kosasih. 2014. Kreatif Berbahasa Indonesia untuk SMK/MAK. Jakarta. Erlangga.
4. Alex Suryanta. 2014. BUPENA Buku Penilaian Autentik Bahasa Indonesia untuk SMA/MA Kelas X.
Tanggerang Selatan. Erlangga.

G. Kegiatan pembelajaran

Pertemuan Pertama : KD 3.14


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan Kegiatan Rutin 10 menit
1. Pendidik mempersiapkan Peserta didik dalam pembelajaran dengan
SMK PGRI 1 SURABAYA Bahasa Indonesia X |2
berdoa, mengamati kebersihan kelas dan kerapian, serta melakukan
presensi.

Fase 1: menyampaikan tujuan dan memotivasi Peserta didik


Motivasi
2. Peserta didik menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”
3. Pendidik memberikan motivasi bahwa dalam lagu “Indonesia Raya”
menunjukkan bahwa bangsa Indonesia harus mencintai dan bangga tanah
air.
4. Pendidik memberikan ilustrasi tentang pokok pikiran dengan inti
pembicaraan.

Apersepsi
5. Pendidik memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran yang akan
dicapai
6. Pendidik memberikan ilustrasi tentang teks Biografi.
Inti Fase 2: Menyajikan informasi
7. Peserta didik menanggapi penjelasan tentang struktur, kepribadian unggul,
dan pola penyajian biografi singkat melalui video Ki Hajar Dewantara.
8. Pendidik meminta kepada peserta didik dengan kritis menemukan secara
sekilas terkait biografi tersebut.

Fase 3: Mengorganisasi Peserta didik


9. Pendidik meminta Peserta didik mempersiapkan diri untuk menganalisis
atau mengidentifikasi sebuah biografi..
10. Secara individu peserta didik menyiapkan teks Biografi dengan judul
“Biografi B.J. Habibie” halaman 210. 70 menit

Fase 4: Membimbing individu bekerja dan belajar


11. Pendidik membimbing peserta didik untuk menentukan:
a. Struktur teks Biografi
b. Kepribadian unggul tokoh
12. Setelah selesai, setiap peserta didik boleh menukar ide dengan peserta
didik lainya sehingga dapat memperluas informasi terkait struktur teks
Biografi.

Fase 5: Evaluasi
13. Pendidik kemudian secara acak (uji petik) memberikan pertanyaan secara
lisan kepada Peserta didik tentang :
a. Apasajakah stuktur teks Biografi tersebut?
b. Apasajakah pribadi unggul yang dimiliki tokoh?
14. Peserta didik lainya memberi komentar atau menanggapi peserta didik lain
yang pesentasi di depan kelas.

Fase 6 : Memberikan penghargaan


15. Pendidik memberikan penghargaan (pujian) kepada seluruh Peserta didik
yang telah berusaha belajar semaksimal mungkin pada saat pembelajaran
berlangsung.

Penutup 16. Pendidik melakukan refleksi, misalnya mereviu bagian mana yang perlu
dijelaskan lebih lanjut. 10 menit
17. Peserta didik dibantu oleh pendidik membuat kesimpulan tentang materi
yang telah dibahas hari ini.
18. Pendidik memberikan tugas dengan meminta Peserta didik secara
individual untuk mengamati dan mencatat kebersihan lingkungan sekitar
tempat tinggal Peserta didik.

Pertemuan Kedua : KD 3.14


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan Kegiatan Rutin
1. Pendidik mempersiapkan Peserta didik dalam pembelajaran dengan

SMK PGRI 1 SURABAYA Bahasa Indonesia X |3


berdoa, mengamati kebersihan kelas dan kerapian, serta melakukan
presensi. 10 menit

Fase 1: menyampaikan tujuan dan memotivasi Peserta didik


Motivasi
2. Peserta didik menyanyikan lagu kebangsaan “Syukur”
3. Pendidik memberikan motivasi bahwa dalam lagu “Syukur” menunjukkan
bahwa bangsa Indonesia harus bisa mensyukuri nikmat kemerdekaan dari
penjajah.
4. Pendidik memberikan ilustrasi tentang pokok pikiran dengan inti
pembicaraan.

Apersepsi
5. Pendidik memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran yang akan
dicapai
6. Pendidik menanyakan sekilas tugas tentang hasil observasi.
7. Pendidik mengingatkan kembali materi pada pertemuan sebelumnya
secara singkat tentang struktur teks Biografi

Inti Fase 2: Menyajikan informasi


8. Peserta didik menanggapi penjelasan tentang pola penyajian teks
Biografi.

Fase 3: Mengorganisasi Peserta didik ke dalam kelompok-kelompok


belajar
9. Pendidik meminta kepada Peserta didik membagi menjadi beberapa
kelompok. Setiap kelompok terdiri atas 4 Peserta didik. 70 menit
10. Secara berkelompok Peserta didik menyiapkan teks Biografi dengan judul
“Biografi B.J. Habibie” halaman 210.

Fase 4: Membimbing kelompok bekerja dan belajar


11. Pendidik membimbing perwakilan dari setiap kelompok untuk
menentukan pola penyajian teks biografi.
12. Setiap kelompok, mengumpulakan informasi dan menulisnya dalam
sebuah laporan singkat atau data singkat.

Fase 5: Evaluasi
13. Pendidik kemudian secara acak (uji petik) memberikan pertanyaan secara
lisan kepada dua kelompok sebagai berikut:
a. Bagaimanakah Alur cerita tesebut?
b. Sudut pandang apakah yang digunakan pada teks biografi tersebut?
c. Bagaimanakah Gaya penulisan ?
d. Fokus cerita tesebut tentang apa?

Fase 6 : Memberikan penghargaan


14. Pendidik memberikan penghargaan (pujian) kepada seluruh Peserta didik
yang telah berusaha belajar semaksimal mungkin pada saat pembelajaran
berlangsung.

Penutup 15. Guru bersama Peserta didik menyampaikan simpulan. 10 menit


16. Guru bersama peserta didik melakukan refleksi, misalnya mereviu bagian
mana yang perlu dijelaskan lebih lanjut.
17. Guru meminta Peserta didik untuk sering membaca teks Biografi dari
buku, koran, atau majalah.
18. Salah seorang Peserta didik memimpin berdoa untuk mengakhiri
pembelajaran menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Pertemuan Ketiga : KD 4.14 – Praktik


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan Kegiatan Rutin 10 menit
SMK PGRI 1 SURABAYA Bahasa Indonesia X |4
1. Pendidik mempersiapkan Peserta didik dalam pembelajaran dengan
berdoa, mengamati kebersihan kelas dan kerapian, serta melakukan
presensi.

Fase 1: menyampaikan tujuan dan memotivasi Peserta didik


Motivasi
2. Peserta didik menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya”
3. Pendidik memberikan motivasi bahwa dalam lagu “Indonesia Raya”
menunjukkan bahwa bangsa Indonesia harus mencintai dan bangga tanah
air.
4. Pendidik memberikan ilustrasi tentang pokok pikiran dengan inti
pembicaraan.

Apersepsi
5. Pendidik memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran yang akan
dicapai
6. Pendidik memberikan ilustrasi tentang teks Biografi.
Inti Fase 2: Menyajikan informasi
7. Peserta didik menanggapi penjelasan tentang contoh-contoh hal-hal yang
perlu diteladani dalam teks biografi..
8. Pendidik meminta kepada peserta didik dengan kritis menemukan secara
contoh-contoh tesebut.

Fase 3: Mengorganisasi Peserta didik


9. Pendidik meminta Peserta didik mempersiapkan diri untuk
mengidentifikasi hal-hal yang perlu diteladi pada setiap tokoh biografi.
10. Secara individu peserta didik menyiapkan teks Biografi dengan judul
“Biografi George Saa, Si Jenius dari Papua” halaman 233. 70 menit

Fase 4: Membimbing individu bekerja dan belajar


11. Pendidik membimbing peserta didik untuk menentukan: Pribadi yang
unggul pada setiap tokoh
12. Setelah selesai, setiap peserta didik boleh menukar ide dengan peserta
didik lainya sehingga dapat memperluas informasi terkait struktur teks
Biografi.

Fase 5: Evaluasi
13. Pendidik kemudian secara acak (uji petik) memberikan pertanyaan secara
lisan kepada Peserta didik tentang :
a. Sikap apa yang dimilikinya semasa hidupnya?
c. Bagaimanakah ia menjalani masa sulitnya?
d. Apa yang ia berikan kepada masyarakat?

Fase 6 : Memberikan penghargaan


14. Pendidik memberikan penghargaan (pujian) kepada seluruh Peserta didik
yang telah berusaha belajar semaksimal mungkin pada saat pembelajaran
berlangsung.

Penutup 15. Pendidik melakukan refleksi, misalnya mereviu bagian mana yang perlu
dijelaskan lebih lanjut. 10 menit
16. Peserta didik dibantu oleh pendidik membuat kesimpulan tentang materi
yang telah dibahas hari ini.
17. Pendidik memberikan tugas dengan meminta Peserta didik secara
individual untuk mengamati dan mencatat kebersihan lingkungan sekitar
tempat tinggal Peserta didik.

Pertemuan Keempat : KD 4.14


Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan Kegiatan Rutin 10 menit
1. Pendidik mempersiapkan Peserta didik dalam pembelajaran dengan
berdoa, mengamati kebersihan kelas dan kerapian, serta melakukan
presensi.

Fase 1: menyampaikan tujuan dan memotivasi Peserta didik


SMK PGRI 1 SURABAYA Bahasa Indonesia X |5
Motivasi
2. Peserta didik menyanyikan lagu kebangsaan “syukur”
3. Pendidik memberikan motivasi bahwa dalam lagu “syukur” menunjukkan
bahwa bangsa Indonesia harus mencintai dan bangga tanah air.
4. Pendidik memberikan ilustrasi tentang pokok pikiran dengan inti
pembicaraan.

Apersepsi
5. Pendidik memberikan informasi tentang tujuan pembelajaran yang akan
dicapai
6. Pendidik memberikan ilustrasi tentang teks Biografi.
Inti Fase 2: Menyajikan informasi
7. Peserta didik menanggapi penjelasan tentang perbedaan bahasa antaa
bahasa 1 dengan bahasa 2 dengan topik yang sama, yaitu biogafi B.J.
Habibie.
8. Pendidik meminta kepada peserta didik dengan kritis bertanya guna
mengggali informasi yang lebih dalam.

Fase 3: Mengorganisasi Peserta didik


9. Pendidik meminta Peserta didik mempersiapkan diri untuk
mengungkapkan kembali biogafi dnegan bahasa sendiri. Boleh dalam
dialog atau naatif, atau deskripsi. 70 menit
10. Secara individu peserta didik menyiapkan teks Biografi dengan judul
“Biografi George Saa, Si Jenius dari Papua” halaman 233.

Fase 4: Membimbing individu bekerja dan belajar


11. Pendidik membimbing peserta didik untuk menentukan: Pribadi yang
unggul pada setiap tokoh
12. Setelah selesai, setiap peserta didik boleh menukar ide dengan peserta
didik lainya sehingga dapat memperluas informasi terkait struktur teks
Biografi.

Fase 5: Evaluasi
13. Pendidik kemudian secara acak (uji petik) memberikan kesempatan
kepada peserta didik yang ingin mempersentasikan hasil kerjanya.
14. Peserta didik boleh menanggapi apabila tedapat isi yang kurang tepat pada
teks tersebut.
15. Pendidik memberikan aahan kepada peserta didik terkait isi biografi yang
tepat dnegan bahasa yang baik dan benar.

Fase 6 : Memberikan penghargaan


16. Pendidik memberikan penghargaan (pujian) kepada seluruh Peserta didik
yang telah berusaha belajar semaksimal mungkin pada saat pembelajaran
berlangsung.

Penutup 17. Pendidik melakukan refleksi, misalnya mereviu bagian mana yang perlu
dijelaskan lebih lanjut. 10 menit
18. Peserta didik dibantu oleh pendidik membuat kesimpulan tentang materi
yang telah dibahas hari ini.
19. Pendidik memberikan tugas dengan meminta Peserta didik secara
individual untuk mengamati dan mencatat kebersihan lingkungan sekitar
tempat tinggal Peserta didik.

H. Penilaian Proses dan Hasil Belajar


Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik Bentuk Instrumen
KI-3 1. Tes Tertulis 1. Soal tes tertulis
2. Penugasan 2. Lembar tugas dan Lembar penilaian tugas
KI-4 Unjuk kerja paktik Lembar tertutili dan uji praktik menanggapi

SMK PGRI 1 SURABAYA Bahasa Indonesia X |6


LAMPIRAN PENILAIAN

Format penilaian Pengetahuan


Pertemuan pertama dan Kedua
Kisi-kisi : KD 3.1
Kompetensi Jenis
IPK Indikator Soal Soal
Dasar Soal
3.14 Menilai hal 3.14.1 1. Peserta didik Tes 1. Perhatikan teks Biografi dengan
yang dapat Mengidentifik dapat tertulis judul “Biografi B.J. Habibie”
diteladani dari asi struktur menemukan uraian halaman 210 identifikasikanlah
teks biografi. teks biografi struktur teks struktur teks Biografi tersebut!
Biografi
3.14.2 Menuliskan 2. Peserta didik Tes 2. Perhatikan teks Biografi dengan
data-data dapat tertulis judul “Biografi B.J. Habibie”
kepibadian Menuliskan uraian halaman 210 tulislah hal-hal
unggul tokoh data-data kepribadian unggul B.J. Habibie
kepibadian tersebut!
unggul tokoh
3.14.3 Menemukan 3. Peserta didik Tes 3. Perhatikan teks Biografi dengan
pola penyajian dapat tertulis judul “Biografi B.J. Habibie”
cerita ulang menemukan pola uraian halaman 210 tentukan pola
(biografi) penyajian cerita penyajianya!
ulang (biografi)

Pertemuan pertama
Soal 1:
Perhatikan teks Biografi dengan judul “Biografi B.J. Habibie” halaman 210 identifikasikanlah struktur
teks Biografi!
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Materi :
Individu/Kelompok :
Nama :
Kelas :

Tabel 1 Indikator : Struktur Teks Biografi


Judul Teks Biografi: Nilai
Orientasi 30
……………………………………………………………………………………………
Peristiwa-peristiwa penting 40
……………………………………………………………………………………………
Reorientasi 30
……………………………………………………………………………………………
Total Nilai 100

Tabel Rubrik : Struktur Teks Biografi


Judul Teks : Nilai
Orientasi Menjelaskan dengan sangat detail 30
Menjelaskan dengan cukup detail 20
Menjelaskan dengan kurang detail 10
Tidak menjawab 0
Pengajuan Menjelaskan dengan sangat detail 40
Menjelaskan dengan cukup detail 30
Menjelaskan dengan kurang detail 20
Tidak menjawab 0
Penawaran Menjelaskan dengan sangat detail 30
Menjelaskan dengan cukup detail 20
Menjelaskan dengan kurang detail 10
Tidak menjawab 0
SMK PGRI 1 SURABAYA Bahasa Indonesia X |7
Total Nilai 100

Rumus penilaian:
Jumlah skor perolehan × 100 = ...............................
Jumlah skor maksimal (100)

Soal 2:
Perhatikan teks Biografi dengan judul “Biografi B.J. Habibie” halaman 210 tulislah hal-hal kepribadian
unggul B.J. Habibie tersebut!
Tabel 2 Indikator : Hal-hal Kepribadian Unggul

Judul Teks Biografi: Kutipan Nilai


1 ……………………………… 100
………………………………
2 ………………………………
………………………………
3 ………………………………
………………………………
Total Nilai 100

Tabel Rubrik : Hal-hal Kepribadian Unggul


Judul Teks : Nilai
Kepribadian unggul 1 Menyebutkan 3 disertai kutipan dengan sangat detail 100
Menyebutkan 2 disertai kutipan dengan cukup detail 96-84
Menyebutkan 1 disertai kutipan dengan kurang detail 83-50
Tidak menjawab 0
Menyebutkan 3 tidak disertai kutipan dengan sangat 86
detail
Menyebutkan 2 tidak disertai kutipan dengan cukup 78
detail
Menyebutkan 1 tidak disertai kutipan dengan kurang 72
detail
Tidak menjawab 0
Total Nilai 100

Pertemuan kedua
Soal 3:
Perhatikan teks Biografi dengan judul “Biografi B.J. Habibie” halaman 210 tentukan pola penyajianya!
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Materi :
Individu/Kelompok :
Nama :
Kelas :

Tabel 3 Indikator : Pola Penyajian Teks Biografi


Judul Teks Biografi: Nilai
Cara langsung 10
……………………………………………………………………………………………
Cara tidak langsung 10
……………………………………………………………………………………………
Alur cerita 20
……………………………………………………………………………………………
Sudut pandang 20
……………………………………………………………………………………………

SMK PGRI 1 SURABAYA Bahasa Indonesia X |8


Gaya penulisan 20
……………………………………………………………………………………………
Cerita fokus 20
……………………………………………………………………………………………
Total Nilai 100

Tabel Rubrik : Pola Penyajian Teks Biografi


Judul Teks : Nilai
Cara langsung Menjelaskan dengan sangat detail 10
Menjelaskan dengan cukup detail 8
Menjelaskan dengan kurang detail 6
Tidak menjawab 0
Cara tidak langsung Menjelaskan dengan sangat detail 10
Menjelaskan dengan cukup detail 8
Menjelaskan dengan kurang detail 6
Tidak menjawab 0
Alur cerita Menjelaskan dengan sangat detail 20
Menjelaskan dengan cukup detail 10
Menjelaskan dengan kurang detail 5
Tidak menjawab 0
Sudut pandang Menjelaskan dengan sangat detail 20
Menjelaskan dengan cukup detail 10
Menjelaskan dengan kurang detail 5
Tidak menjawab 0
Gaya penulisan Menjelaskan dengan sangat detail 20
Menjelaskan dengan cukup detail 10
Menjelaskan dengan kurang detail 5
Tidak menjawab 0
Cerita fokus Menjelaskan dengan sangat detail 20
Menjelaskan dengan cukup detail 10
Menjelaskan dengan kurang detail 5
Tidak menjawab 0
Total Nilai 100

Rumus penilaian:
Jumlah skor perolehan × 100 = ...............................
Jumlah skor maksimal (100)

Rumus penilaian: Tabel struktur dan kaidah teks Biografi


Jumlah skor perolehan Tabel 1 + 2 + 3 × 100 = ...............................
Jumlah skor maksimal (300)

Skala Penilaian : KI-3

Nilai Keterangan Predikat


86 - 100 Sangat Baik A
72 - 85 Baik B
71 - 56 Cukup C
0 - 55 Kurang E

Format penilaian Keterampilan


Pertemuan ketiga-keempat
Kisi-kisi : KD 4.14

Kompetensi Jenis
IPK Indikator Soal Soal
Dasar Soal
SMK PGRI 1 SURABAYA Bahasa Indonesia X |9
4.14 4.14.1 Menemukan 1. Peserta didik Tes 1. Temukanlah hal-hal yang perlu
Mengungkapk hal yang dapat dapat tertulis diteladani dlam teks biografi
an kembali diteladani menemukan hal uraian “Biografi George Saa, Si Jenius
hal-hal yang dalam teks yang dapat dari Papua” halaman 233!
dapat biografi diteladani dalam
diteladani dari teks biografi
tokoh yang 4.14.2 2. Peserta didik Tes 2. Ceritkanlah kembali dengan
terdapat dalam Menceritakan dapat tertulis bahasa sendiri “Biografi George
teks biografi kembali isi menceritakan Saa, Si Jenius dari Papua”
yang dibaca teks biogafi kembali isi teks halaman 233! Dan
secara tertulis dengan bahasa biogafi dengan persentasikanlah di depan kelas.
sendiri bahasa sendiri

Instrument KD 4.14 – Penilaian praktik


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Objek Pengamatan :
Individu/Kelompok :
Nama :
Kelas :

Soal 1: Pertemuan ketiga


Temukanlah hal-hal yang perlu diteladani dalam teks biografi “Biografi George Saa, Si Jenius dari
Papua” halaman 233!

Tabel 1 Indikator : Hal-hal yang Perlu Diteladani


Judul Teks Biografi: Nilai

Sikap apa yang dimilikinya semasa hidupnya? 40


……………………………………………………………………………………………
Bagaimanakah ia menjalani masa sulitnya? 30
……………………………………………………………………………………………
Apa yang ia berikan kepada masyarakat? 30
……………………………………………………………………………………………
Total Nilai 100

Tabel Rubrik : Pola Penyajian Teks Biografi


Judul Teks : Nilai
Sikap apa yang dimilikinya Menjelaskan dengan sangat detail 40
semasa hidupnya? Menjelaskan dengan cukup detail 30
Menjelaskan dengan kurang detail 20
Tidak menjawab 0
Bagaimanakah ia menjalani Menjelaskan dengan sangat detail 30
masa sulitnya? Menjelaskan dengan cukup detail 20
Menjelaskan dengan kurang detail 10
Tidak menjawab 0
Apa yang ia berikan kepada Menjelaskan dengan sangat detail 30
masyarakat? Menjelaskan dengan cukup detail 20
Menjelaskan dengan kurang detail 10
Tidak menjawab 0
Total Nilai 100

Rumus penilaian:
Jumlah skor perolehan × 100 = ...............................
Jumlah skor maksimal (100)

SMK PGRI 1 SURABAYA Bahasa Indonesia X | 10


Soal 2: pertemuan keempat
Ceritkanlah kembali dengan bahasa sendiri “Biografi George Saa, Si Jenius dari Papua” halaman 233!
Dan persentasikanlah di depan kelas.

Khusus peserta didik.


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Objek Pengamatan : Menanggapi perwakilan klmpk/ind yang persentasi
Nama Klmpk/ind :
Klmpk/Ind yang maju :
Kelas/jurusan :

Tabel 2 Indikator : Menceritakan Kembali Teks Biogrrafi dengan Bahasa Sendiri dalam bentuk
tulisan
Judul Teks Biografi: Nilai
Biografi George Saa, Si Jenius dari Papua 100

Total Nilai 100

Judul Teks BIOGRAFI: Nilai


Menceritakan Kembali Menuliskan kembali dengan sangat detail dan 100
menggunakan bahasa sendiri
Menuliskan kembali dengan cukup detail dan 96-85
menggunakan sedikit salinan dari teks asli
Menuliskan kembali dengan kurang detail dan 84-40
menggunakan banyak salinan dari teks asli
Tidak menjawab 0
Total 100

Rumus penilaian:
Jumlah skor perolehan × 100 = ...............................
Jumlah skor maksimal

Tabel 2 Indikator : Penilaian Praktik Teks BIOGRAFI

No Keterangan Penjelasan Alasan Nilai


(lengkap/iya
atau tidak)
1. Penampilan 10
2. Sikap 10
3. Bahasa yang 10
digunakan
4. Kebenaran isi 20
5. Penggunaan 30
bahasa sendiri
6. Kelancaran 20
menyampaiakan
informasi
Total Nilai 100
Tabel 2 Rubrik : Penilaian Praktik Teks BIOGRAFI

Judul Teks Pantun: Nilai


Penampilan Penggunaan seragam dan perlengkapan persentasi 10
dengan sangat rapi
Penggunaan seragam dan perlengkapan persentasi 8
dengan cukup rapi
Penggunaan seragam dan perlengkapan persentasi 6
dengan kurang rapi
Tidak rapi sama sekali 0

SMK PGRI 1 SURABAYA Bahasa Indonesia X | 11


Sikap Sikap yang ditunjukkan sangat sopan dan santun 10
Sikap yang ditunjukkan cukup sopan dan santun 8
Sikap yang ditunjukkan kurang sopan dan santun 6
Tidak sopan dan santun sama sekali 0
Bahasa yang digunakan Menggunakan bahasa yang sangat universal dan 10
benar
Menggunakan bahasa yang cukup universal dan 8
benar
Menggunakan bahasa yang kurang universal dan 6
benar
Tidak menggunakan bahasa yang sangat universal 0
dan benar
Kebenaran isi Menjelaskan dengan sangat detail 20
Menjelaskan dengan cukup detail 10
Menjelaskan dengan kurang detail 5
Tidak menjawab 0
Penggunaan bahasa sendiri Bahasa yang digunakan asli milik sendiri 30
Bahasa yang digunakan sedikit salinan dari teks asli 20
Bahasa yang digunakan banyak salinan dari teks asli 10
Bahasa yang digunakan adalah teks asli 0
Kelancaran menyampaiakan Sangat lancar dalam berbicara 20
informasi Cukup lancar dalam berbicara 10
Kurang lancar dalam berbicara 5
Tidak menjawab 0
Total 100

Rumus penilaian:
Jumlah skor perolehan × 100 = ...............................
Jumlah skor maksimal

Skala Penilaian : KI-4


Nilai Keterangan Predikat
87 - 100 Sangat Baik A
71 - 86 Baik B
70 - 56 Cukup C
0 - 55 Kurang D

Contoh
Hasil Pencapaian Peserta Didik (perKD)

Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia


Kelas : X TKR 1
KD : 3.14 – 4.14

No Nama KI-3 KI-4

Nilai Nilai
Praktik

Produk
Tugas

UAS
UTS
UH

1 Deny Bagus 80 - - - 80 80 -
2 Vegal Firmansyah 80 - - - 80 78 -

SMK PGRI 1 SURABAYA Bahasa Indonesia X | 12


3 dst

Mengetahui, Surabaya, 18 Juli 2016


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Drs. H. Moch. Gunawan S., MM. Muh. Mei Ludin, S.Pd


NPA. PGRI. 13010500207 NPA. PGRI. 13010500222

SMK PGRI 1 SURABAYA Bahasa Indonesia X | 13


LAMPIRAN MEDIA dan KUCI JAWABAN
Pertemuan pertama:
Biografi B. J. Habibie

1 2
B.J. Habibie adalah salah seorang tokoh panutan dan Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments
menjadi kebanggaan bagi banyak orang di Indonesia. Middlebare School. Di SMA kecerdasan beliau dan
Beliau adalah Presiden ketiga Republik Indonesia. prestasinya tampak menonjol, terutama dalam
Nama dan gelar lengkapnya Prof. DR (HC). Ing. Dr. pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok
Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau favorit di sekolahnya. Atas kecerdasannya, setelah
dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal tamat SMA di Bandung tahun 1954, beliau masuk ke
25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari ITB (Institut Teknologi Bandung). Namun, ia tidak
delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil menyelesaiakan S-1 nya di sana karena mendapatkan
Habibie dan R.A.Tuti Marini Puspowardojo. beasiswa dari Menteri
Habibie menikah dengan Hasri Ainun Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan
Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 dan dikaruniai dua kuliahnya di Jerman.
orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Habibie terinspirasi pesan Bung Karno tentang
Habibi menjadi yatim sejak kematian bapaknya yang pentingnya dirgantara dan
meninggal dunia pada 3 September 1950 karena penerbangan bagi Indonesia, maka ia memilih jurusan
terkena serangan jantung. Setelah ayahnya teknik penerbangan
meninggal, Ibunya menjual rumah dan kendaraannya dengan spesialisasi konstruksi pesawat terbang di
kemudian pindah ke Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule
Bandung bersama anak-anaknya. Ibunya membanting (RWTH).
tulang membiayai Demi ibunya yang telah bersusah payah membiayai
kehidupan anak-anaknya. hidup dan pendidikannya, Habibie belajar dengan
Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara- sungguh-sungguh. Tekadnya harus jadi orang sukses.
saudaranya di Pare-Pare, Pada saat kuliah di Jerman tahun 1955, di Aachen,
Sulawesi Selatan. Sifat tegas dan selalu memegang 99%
prinsip yang diyakini mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberi
telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki
yang punya paspor hijau. Ketika musim liburan tiba, ia
kegemaran menunggang kuda dan membaca ini menggunakan waktunya untuk mengikuti ujian dan
dikenal sangat cerdas bekerja. Sehabis masa libur, ia kembali fokus belajar.
sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Gaya hidupnya ini sangat berbeda dibandingkan
teman-temannya yang memilih menggunakan waktu
liburan musim panas untuk bekerja, mencari
pengalaman, tanpa mengikuti ujian.
3 4
Tahun 1960 Habibie berhasil mendapat gelar Diploma Pada tahun 1967, Habibie menjadi Profesor
Ing, dari Kehormatan (Guru Besar)
Technische Hochschule Jerman dengan predikat pada Institut Teknologi Bandung. Kejeniusan dan
cumlaude (sempurna) nilai prestasi mengantarkan
rata-rata 9,5. Dengan gelar insinyurnya itu Habibie Habibie diakui lembaga internasional, di antaranya
mendaftar diri untuk Gesselschaft fuer Luft
bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api di und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa
Jerman. Pada saat itu Luar) Jerman, The
Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang Royal Aeronautical Society Londong (Inggris), The
bervolume besar untuk Royal Swedish Academy
mengangkut barang-barang yang ringan tapi of Engineering Sciences (Swedia), The Academie
volumenya besar. Nationale de l’Air et de
Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat l’Espace (Perancis) dan The US Academy of
tantangan seperti itu, Engineering (Amerika Serikat).
Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara Penghargaan bergengsi yang pernah diraih Habibie
konstruksi membuat sayap adalah Edward
pesawat terbang. Metode itu ia terapkan pada wagon Warner Award dan Award von Karman yang hampir
dan akhirnya berhasil. setara dengan hadiah
Habibie kemudian melanjutkan studinya di Technische Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat
Hochschule Die penghargaan tertinggi dari
Facultaet Fuer Maschinenwesen Aschen. Institut Teknologi Bandung (ITB) Ganesha Praja
Habibie menikah dengan Hasri Ainun Habibie yang Manggala Bhakti Kencana.
kemudian Di Indonesia, Habibie menjadi Menteri Negara Ristek/
diboyongnya ke Jerman. Hidupnya makin keras. Pada Kepala BPPT
pagi hari Habibie selama 20 tahun, ketua Ikatan Cendekiawan Muslim
terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya Indonesia (ICMI),
yang jauh untuk memimpin perusahaan BUMN strategis, dipilih
SMK PGRI 1 SURABAYA Bahasa Indonesia X | 14
menghemat biaya hidup. Ia pulang pada malam hari menjadi wakil Presiden
dan belajar untuk RI dan menjadi Presiden RI ke-3 setelah Soeharto
kuliahnya. Demi menghemat, istrinya harus mengantri mundur pada tahun 1998.
di tempat pencucian Pada masa jabatan Habibie, terjadi referendum di
umum untuk mencuci. Timor Timur, sampai
Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. akhirnya Timor Timur memisahkan diri dari Indonesia.
Ingenieur dengan Dalam masa
penilaian summa cumlaude (sangat sempurna) dengan jabatannya yang singkat, BJ Habibie telah meletakkan
nilai rata-rata 10 dari dasar bagi kehidupan
Technische Hochschule Die Facultaet Fuer demokrasi dan persatuan wilayah di Indonesia dengan
Maschinenwesen Aschen. Habibie disahkannya undangundang tentang otonomi daerah
mendapatkan gelar Doktor setelah menemukan rumus dan undang-undang tentang partai
yang ia namai politik, UU tentang Pemilu dan UU tentang susunan
“Faktor Habibie” karena bisa menghitung keretakan kedudukan DPR/MPR.
atau krack propagation Turun dari jabatan sebagai Presiden, Habibie kembali
on random sampai ke atom-atom pesawat terbang. ke Jerman bersama
Habibie dijuluki sebagai keluarga. Pada tahun 2010, Ainun meninggal dunia
Mr Crack. karena kanker. Sebagai
terapi atas kehilangan orang yang dicintai, Habibie
membuat tulisan tentang
kisah kasih dengan Ainun, yang kemudian dibukukan
dengan judul “Ainun
dan Habibie”. Buku ini telah difilmkan dengan judul
yang sama.
Sumber: http://www.biografiku.com

George Saa, Si Jenius dari Papua


Biografi Septinus George Saa. Ia dikenal sebagai sang jenius dari papua. Salah satu 'mutiara' dari
papua. Septinus George Saalahir di Manokwari pada 22 September 1986. Sejak kecil, dia sering tinggal
berpindah-pindah mengikuti orang tuanya. Bahkan, tak jarang dia hidup terpisah dari orang tua.
Septinus George Saa adalah seorang pemenang lomba First Step to Nobel Prize in Physics pada tahun
2004 dari Indonesia. Makalahnya berjudul Infinite Triangle and Hexagonal Lattice Networks of Identical
Resisto. bahkan rumus Penghitung Hambatan antara Dua Titik Rangkaian Resistor yang Ditemukannya
diberi namanya sendiri yaitu "George Saa Formula".
Prestasi pemuda berusia 19 tahun ini sangat mengagumkan. Rumus yang ditemukannya berhasil
memenangkan First Step to Nobel Prize in Physic yang itu mengungguli ratusan paper dari 73 negara
yang masuk ke meja juri. Para juri yang terdiri dari 30 jawara fisika dari 25 negara itu hanya
membutuhkan waktu tiga hari untuk memutuskan pemuda 17 tahun asal Jayapura ini menggondol emas.
Septinus George Saa lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya, Silas Saa, adalah Kepala Dinas
Kehutanan Teminabuhan, Sorong. Oge lebih senang menyebut ayahnya petani ketimbang pegawai.
Sebab, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Silas, dibantu isterinya, Nelce Wofam, dan kelima
anak mereka, harus mengolah ladang, menanam umbi-umbian. Kelima anak Silas mewarisi keenceran
otaknya. Silas adalah lulusan Sekolah Kehutanan Menengah Atas tahun 1969, sebuah jenjang pendidikan
yang tinggi bagi orang Papua kala itu.
Apulena Saa, puteri sulung Silas, mengikuti jejak ayahnya. Ia adalah Sarjana Kehutanan lulusan
Universitas Cendrawasih. Franky Albert Saa, putera kedua, saat ini tengah menempuh Program Magister
Manajemen pada Universitas Cendrawasih. Yopi Saa, putera ketiga, adalah mahasiswa kedokteran
Universitas Kristen Indonesia, Jakarta. Agustinus Saa, putera keempat, mahasiswa Fakultas Kehutanan
Universitas Negeri Papua, Manokwari.

Sementara si Bungsu, Oge, meraih emas di panggung internasional. “Semua anak mama tidak manja
dengan uang, sebab kami tidak punya uang,” tutur mama Nelce usai menemani puteranya menerima
penghargaan dari Departemen Kehutanan, Selasa (22/6/2004), di Departemen Kehutanan, Jakarta.
Ia bertutur, karena minimnya ekonomi keluarga, Oge sering tidak masuk sekolah ketika SD hingga
SMP. Jarak dari rumah ke sekolah sekitar 10 km. Oge harus naik “taksi” (angkutan umum) dengan
ongkos Rp 1.500 sekali jalan. Itu berarti Rp 3.000 pulang pergi. “Tidak bisa jajan. Untuk naik “taksi” saja
mama sering tidak punya uang. Kalau Oge mau makan harus pulang ke rumah,” katanya.
Bagi Oge prestasi tidak selalu berarti karena uang. Pemuda yang dikenal sebagai playmaker di lapangan
basket ini adalah orang yang haus untuk belajar. Selalu ada jalan untuk orang-orang yang haus seperti
Oge. Prestasinya di bidang fisika bukan semata-mata karena ia menggilai ilmu yang menurut sebagian
anak muda rumit ini.

SMK PGRI 1 SURABAYA Bahasa Indonesia X | 15


“Saya tertarik fisika sejak SMP. Tidak ada yang khusus kenapa saya suka fisika karena pada dasarnya
saya suka belajar saja. Lupakan saja kata fisika, saya suka belajar semuanya,” katanya. “Semua mata
pelajaran di sekolah saya suka kecuali PPKN (Pendidikan Pancasilan dan Kewarganegaraan). Pelajaran
itu membosankan dan terlalu banyak mencatat. Saya suka kimia, sejarah, geografi, matematika, apalagi
bahasa Indonesia. Saya selalu bagus nilai Bahasa Indonesia,” tambahnya.
Septinus George Saa
Selepas SD dan SMP yang kerap diwarnai bolos sekolah itu, Oge diterima di SMUN 3 Buper Jayapura.
Ini adalah sekolah unggulan milik pemerintah daerah yang menjamin semua kebutuhan siswa, mulai dari
seragam, uang saku, hingga asrama.
Kehausan intelektualnya seperti menemukan oase di sini. Ia mulai mengenal internet. Dari jagad maya
ini ia mendapat macam-macam teori, temuan, dan hasil penelitian para pakar fisika dunia.
Kebrilianan otak mutiara hitam dari timur Indonesia ini mulai bersinar ketika pada 2001 ia menjuarai
lomba Olimpiade Kimia tingkat daerah. Karena prestasinya itu, ia mendapat beasiswa ke Jakarta dari
Pemerintah Provinsi Papua.
Namun mamanya melarang putera bungsunya berangkat ke Ibu Kota. Prestasi rupanya membutuhkan
sedikit kenakalan dan kenekatan. Dibantu kakaknya, Frangky, Oge berangkat diam-diam. Ia baru
memberitahu niatnya kepada mama tercinta sesaat sebelum menaiki tangga pesawat. Mamanya menangis
selama dua minggu menyadari anaknya pergi meninggalkan tanah Papua.
Oge kemudian membuktikan bahwa kepergiannya bukan sesuatu yang sia-sia. Tangis sedih mamanya
berganti menjadi tangis haru ketika November 2003 ia menduduki peringkat delapan dari 60 peserta
lomba matematika kuantum di India. Prestasinya memuncak dengan menggenggam emas hasil riset
fisikanya. Mamanya pun tidak pernah menangis lagi.
ahun pertama di Amerika sangat sulit bagi George. Sebab, dia belum fasih berbahasa Inggris. Pernah, dia
tertahan sejam di bagian imigrasi. ''Saya hanya duduk dan diam selama sejam gara-gara tidak bisa bahasa
Inggris,'' tuturnya.
Karena itu, tahun pertama, George tak langsung kuliah. Dia belajar bahasa di sekolah bahasa Inggris
English Language Service di Cleveland, negara bagian Ohio, AS. Selama setahun dia ngebut belajar
bahasa. Mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00, dia melahap materi-materi bahasa Inggris.
''Saya mempelajari lagi grammar dan kosakata,'' jelas anak bungsu pasangan Silas Saa dan Nelly
Wafom itu. George lulus pada akhir 2009. Kini, dia bekerja di perusahaan internasional yang bergerak di
bidang migas sembari bantu-bantu di lembaga yang memberinya beasiswa, Freedom Institute. ''Tiga
minggu ini aku di Jakarta. Nanti ke laut lagi,'' katanya.

SMK PGRI 1 SURABAYA Bahasa Indonesia X | 16