Anda di halaman 1dari 10

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN

ISOLASI SOSIAL

(Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Stase Keperawatan Jiwa)

DISUSUN OLEH :
HERFELY. H, S.Kep

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


STIKes PERINTIS PADANG
TAHUN AJARAN 2017/2018
LEMBARAN PENGESAHAN PEMBIMBING

Tugas ini telah diperiksa dan disetujui


Pada tanggal: Maret 2018

Oleh

Pembimbing Lapangan Pembimbing Akademik

(……………………………...) ( Ns. Yuli Permata Sari, M.Kep.)


STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN
MASALAH ISOLASI SOSIAL

Nama mahasiswa/ NIM : M. ALI, S.Kep / 1714901520


Hari / tanggal : Jumat, 9 Maret 2018
Ruangan : Delta
SP ke : 1 (satu)
Pertemuan ke : 13 (Tiga Belas)

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien
Klien mengatakan merasa kesepian, lebih senang menyendiri dan tidak mau
bergaul. Saat berinteraksi kontak mata kurang. Klien tampak menyendiri. Kurang
komunikasi secara verbal.
2. Diagnosa Keperawatan
Isolasi sosial
3. Tujuan Khusus
a. Klien dapat membina hubungan saling percaya.
b. Klien mampu menyebutkan penyebab menarik diri.
c. Klien mampu menyebutkan keuntungan berinteraksi dengan orang lain
kerugian menarik diri.
d. Klien dapat melaksanakan interaksi secara bertahap.
4. Tindakan Keperawatan
a. Bina hubungan saling percaya.
b. Identifikasi penyebab isolasi sosial pasien.
c. Diskusi dengan pasien tentang keuntungan berinteraksi dengan orang lain.
d. Diskusi dengan pasien tentang kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain.
e. Ajarkan pasien cara berkenalan dengan satu orang.
f. Anjurkan pasien memasukan kegiatan latihan berbincang-bincang dengan
orang lain dalam kegiatan harian.

B. PROSES PELAKSANAAN TINDAKAN


1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
Selamat pagi pak, perkenalan nama saya : M. ALI, S.Kep saya biasa

dipanggil ALI Saya mahasiswa STIKes Perintis Sumbar, saya disini


bersama teman - teman dinas selama 1 minggu. Dan selama disini saya
akan membantu atau merawat bapak. nama siapa ? Biasa di panggil siapa?
b. Evaluasi/Validasi
“Bagaimana perasaan bapak hari ini?”
“Bagaimana bapak semalam tidurnya nyenyak?”
c. Kontrak
“ Baiklah bagaimana kalau pagi ini kita berbincang-bincang tentang hal
atau perasaan yang menyebabkan bapak kurang suka bergaul dan apa saja
keuntungan bergaul serta kerugian tidak bergaul dengan orang lain?
Berapa lama kita bisa berbincang-bincang? Bagaimana kalau 15 menit?
Bisa bapak!! bapak ingin kita berbincang-bincang dimana? Di teras? Atau
di ruang perawat? Tujuannya kita berbincang-bincang ini agar kita saling
mengenal.”

2. Fase kerja
“apa bapak senang berkenalan dengan saya?
“ada kejadian apa dirumah pak, sehingga bapak dibawa ke sini?”
“apa yang bapak rasakan selama dirawat disini? Apa bapak merasa
sendirian? Siapa saja teman dekat bapak diruangan ini?”
“saya perhatikan, bapak sering menyendiri, kenapa?”
“apa bapak tidak ingin berbincang-bincang dengan teman yang ada disini?”
“apa saja kegiatan yang biasa bapak lakukan dengan teman yang bapak
kenal?”
”apa yang menghambat bapak dalam berteman atau berbincang-bincang
dengan orang lain?”
“menurut bapak, apa saja keuntungan kalau kita mempunyai teman? Wah
benar, ada teman untuk dia ajak berbincang – bincang. Apa lagi pak?”
“Nah kalau kerugiannya tidak mempunyai teman apa ya pak?”
“bagus, bapak sudah mengetahui keuntungan memiliki teman dan kerugian
jika tidak mempunyai teman”
“nah.... Kalau bapak... Suka menyendiri, malas bergaul/ tidak mau
berbincang dengan orang lain, nanti bapak tidak memiliki teman untuk
bercerita.”
3. FASE TERMINASI
a. Evaluasi subjektif
“Bagaimana perasaan bapak setelah kita berbincang-bincang?
b. Evaluasi Objektif
”bapak, kita sudah berbincang-bincang tentang keuntungan mempunyai
teman dan kerugian menarik diri, bisa bapak sebutkan kembali keuntungan
dan kerugiannya yang telah bapak sebutkan tadi?
c. Rencana Tindak Lanjut
“Saya harap setelah kita berbincang-bincang, bapak dapat memikirkan
kembali hal-hal yang sudah kita bicarakan dan mau bergaul dengan yang
lain. Dan masukkan berkenalan tadi ke dalam jadwal kegiatan harian
bapak?” bapak mengisi di kolom jadwal tersebut, Caranya beri tanda “M”
seperti ini, jika bapak melakukannya sendiri/mandiri. Lalu beri tanda “B”
jika bapak melakukannya dibantu oleh orang lain¸ tapi jika bapak tidak
dapat melakukannya beri tanda “T”. Bagaimana, bapak mengerti ?”
d. Kontrak yang akan datang
1. Topik :
“Bagaimana jika besok pagi kita berbincang-bincang lagi? Nanti kita
akan membahas tentang penyebab perasaan marah dan cara mengontrol
marah bapak.
2. Tempat:
“Mau dimana kita bincang-bincang? Bagaimana kalau tetap disini?”
3. Waktu:
“Kira-kira kita ngobrol 20 menit lagi ya. Kalau begitu, Saya pamit
dulu. Terima kasih Bapak. Sampai jumpa lagi.”

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


MASALAH ISOLASI SOSIAL

Nama mahasiswa/ NIM : M. ALI, S.Kep / 1714901520


Hari / tanggal : Sabtu 10 Maret 2018
Ruangan : Delta
SP ke : 2 (dua)
Pertemuan ke : 14 (Empat Belas)
A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien
Klien mengatakan, lebih senang menyendiri dan merasa nyaman jika sendirian.
Saat berinteraksi kontak mata kurang. Klien tampak menyendiri. Kurang
komunikasi secara verbal.

2. Diagnosa Keperawatan
Isolasi sosial

3. Tujuan Khusus
a. Klien mampu berinteraksi secara bertahap.

4. Tindakan Keperawatan
a. Evaluasi kegiatan harian pasien.
b. Ajarkan pasien cara berkenalan dengan satu orang.
c. Anjurkan pasien memasukan kegiatan latihan berbincang-bincang dengan
orang lain dalam kegiatan harian.

B. PROSES PELAKSANAAN TINDAKAN


1. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
Selamat pagi pak, perkenalan nama saya M. ALI, S.Kep saya biasa

dipanggil Ali. Saya mahasiswa STIKes Perintis Sumbar, saya disini


bersama teman - teman dinas selama 1 minggu. Dan selama disini saya
akan membantu atau merawat bapak. nama siapa ? Biasa di panggil siapa?
b. Evaluasi/Validasi
“Bagaimana perasaan bapak hari ini?”
“Bagaimana bapak semalam tidurnya nyenyak?”
Apakah hari ini bapak sudah mempunyai jadwal ?
c. Kontrak
“ Baiklah bagaimana kalau pagi ini kita berbincang-bincang tentang cara
berkenalan? Berapa lama kita bisa berbincang-bincang? Bagaimana kalau
15 menit? Bisa bapak!! bapak ingin kita berbincang-bincang dimana? Di
teras? Atau di ruang perawat? Tujuannya agar bapak bisa berkenalan
dengan orang lain.

2. Fase kerja
“bagaimana kalau sekarang kita belajar berkenalan dengan orang lain?
Begini pak, untuk berkenalan dengan orang lain...kita sebutkan terlebih
dahulu nama kita dan nama panggilan yang kita sukai, asal kita dan hobi
kita...saya contohkan ya pak, nama saya M. ALI, saya senang dipanggil Ali,
asal saya dari muara bungo dan hobi saya bernyanyi...!”
“selanjutnya bapak menanyakan nama orang lain yang diajak berkenalan,
contohnya, nama bapak siapa? Senang dipanggil siapa? Asal dari mana dan
hobinya apa?”
“ayo bapak coba, misalnya saya belum kenal bapak. Coba bapak berkenalan
dengan saya!”
“iya bagus sekali!. Setelah bapak berkenalan dengan orang tersebut bapak
bisa melanjutkan percakapan tentang hal – hal yang menyenangkan.
Misalnya : tentang cuaca, tentang hobi, tentang keluarga, tentang pekerjaan
dan sebagainya.

3. FASE TERMINASI
a. Evaluasi subjektif
“Bagaimana perasaan bapak setelah kita latihan berkenalan? bapak tadi
sudah memperaktekan dengan baik!”

b. Evaluasi Objektif
”Bapak, kita sudah latihan berkenalan dan coba bapak sekarang ulangi
lagi bagaimana cara berkenalan? Bagus sekali bapak sudah melakukan
dengan baik.”

c. Rencana Tindak Lanjut


“Saya harap setelah kita berbincang-bincang dan belajar bekenalan, bapak
dapat memikirkan kembali hal-hal yang sudah kita bicarakan dan mau
bergaul dengan yang lain. Dan masukkan berkenalan tadi ke dalam jadwal
kegiatan harian bapak?” bapak mengisi di kolom jadwal tersebut, Caranya
beri tanda “M” seperti ini, jika bapak melakukannya sendiri/mandiri. Lalu
beri tanda “B” jika bapak melakukannya dibantu oleh orang lain¸ tapi jika
bapak tidak dapat melakukannya beri tanda “T”. Bagaimana, bapak
mengerti ?”
d. Kontrak yang akan datang
1. Topik :
“Bagaimana jika besok pagi kita berbincang-bincang lagi? Nanti kita
akan membahas tentang penyebab perasaan marah dan cara mengontrol
marah bapak.
2. Tempat:
“Mau dimana kita bincang-bincang? Bagaimana kalau tetap disini?”
3. Waktu:
“Kira-kira kita ngobrol 20 menit lagi ya. Kalau begitu, Saya pamit
dulu. Terima kasih Bapak. Sampai jumpa lagi.”

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN


MASALAH ISOLASI SOSIAL

Nama mahasiswa/ NIM : M. ALI, S.Kep / 1714901520


Hari / tanggal : Sabtu 10 Maret 2018
Ruangan : Delta
SP ke : 3 (tiga)
Pertemuan ke : 16 (Enam Belas)

A. PROSES KEPERAWATAN
1. Kondisi klien
Klien mengatakan, lebih senang menyendiri dan merasa nyaman jika sendirian.
Saat berinteraksi kontak mata kurang. Klien tampak menyendiri. Kurang
komunikasi secara verbal klien tidak berkomunikasi dengan yang lain.

2. Diagnosa Keperawatan
Isolasi sosial

3. Tujuan Khusus
a. Klien mampu berinteraksi secara bertahap dengan satu orang.

4. Tindakan Keperawatan
a. Evaluasi kegiatan harian pasien.
b. Berikan kesempatan kepada pasien mempraktikan cara berkenalan dengan
satu orang.
c. Anjurkan pasien memasukan kegiatan latihan berbincang-bincang dengan
orang lain dalam kegiatan harian.

B. PROSES PELAKSANAAN TINDAKAN


a. Fase Orientasi
a. Salam Terapeutik
Selamat pagi pak, perkenalan nama saya M. ALI, S.Kep saya biasa dipanggil
Ali. Saya mahasiswa STIKes Perintis Sumbar, saya disini bersama teman -
teman dinas selama 1 minggu. Dan selama disini saya akan membantu atau
merawat bapak. nama siapa ? Biasa di panggil siapa?
b. Evaluasi/Validasi
“Bagaimana perasaan bapak hari ini?”
“Bagaimana bapak semalam tidurnya nyenyak?”
Apakah hari ini bapak masih ingat yang saya ajarkan kemarin ? Apakah
bapak sudah mempraktikannya.?
c. Kontrak
“ Baiklah bapak sesuai dengan janji kita kemarin. Hari ini kita akan
mempraktikan bagaimana cara berkenalan dengan satu teman saya, sesuai
kesepakatan, kita akan melakukan selama 10 menit tempatnya diruang
makan, apakah bapak setuju? Tujuannya agar bapak dengan orang lain dapat
saling mengenal.

b. Fase kerja
Sebelum bapak berkenalan dengan teman saya, coba bapak perlihatkan kepada
saya cara berkenalan dengan orang lain? Bagus bapak dapat melakukannya,
dengan baik, sekarang mari kita melakukannya dengan satu orang yang belum
bapak kenal. Bagus bapak dapat mempraktikannya dengan baik. Dan sesuai
dengan yang saya ajarkan. Bagaimana kalau kegiatan berkenalan dengan satu
orang, yang baru bapak praktikan dimasukan kedalam jadwal kegiatan harian?

C. FASE TERMINASI
a. Evaluasi subjektif
“Bagaimana perasaan bapak setelah melakukan kegiatan berkenalan dengan
satu orang tadi? Bagus bapak sudah mempraktikannya dengan baik.
b. Evaluasi Objektif
”bapak, tadi sudah berkenalan, siapa nama orang yang tadi baru bapak
kenal.?
c. Rencana Tindak Lanjut
“Saya harap saat saya tidak ada disini bapak dapat melakukan kegiatan
berkenalan tadi, dengan orang yang belum bapak kenal, kemudian bapak
dapat meningat nama orang yang bapak ajak kenalan.

d. Kontrak yang akan datang


1. Topik :
“Bagaimana jika besok pagi kita berbincang-bincang lagi? Nanti kita
akan membahas tentang penyebab perasaan marah dan cara mengontrol
marah bapak.
2. Tempat:
“Mau dimana kita bincang-bincang? Bagaimana kalau tetap disini?”
3. Waktu:
“Kira-kira kita ngobrol 20 menit lagi ya. Kalau begitu, Saya pamit
dulu. Terima kasih Bapak. Sampai jumpa lagi.”