Anda di halaman 1dari 6

HANDOUT

NORMALISASI SISTEM TELEVISI

Disusun Oleh:
FEBRI HANDOYO

SMK JURUSAN TEKNIK AUDIO VIDEO


KELAS XI
TEKNIK AUDIO VIDEO
Judul Materi
Kompetensi Dasar Mata Pelajaran No Halaman
Handout
3.14 Menerapkan Penerapan
Normalisasi Halaman 1 dari
normalisasi Sistem Radio 1
Sistem Televisi 7
sistem televisi dan Televisi

Tujuan Pembelajaran:
 Peserta didik dapat menjelaskan dasar-dasar sistem CCIR, PAL, NTSC, dan SECAM
 Peserta didik dapat menggali informasi lebih dalam tentang sistem CCIR, PAL,
NTSC, dan SECAM

Materi Ajar:
A. Normalisasi Televisi
Terdapat beberapa normalisasi televisi, dan suatu negara menganut salah satu
norma yang ada. Penerimaan pemancaran televisi yang dipancarkan dengan norma
yang berbeda-beda memerlukan sebuah televisi dengan norma yang banyak. Di dalam
norma ditetapkan:
1. Jenis modulasi dan polaritas modulasi pembawa gambar
2. Jenis modulasi pembawa suara
3. Jarak frekuensi antar frekuensi pembawa gambar dan pembawa suara
4. Lebar daerah kanal pengiriman
5. Jumlah baris
6. Frekuensi antara (IF) dari pembawa gambar dan pembawa suara

B. Normalisasi CCIR
Dalam normalisasi CCIR ( Komite Konsultasi Internasional Radio Komunikasi )
getaran pembawa gambar dimodulasi dengan cara modulasi amplitudo ( AM ). Untuk
pembawa suara dimodulasi dengan cara modulasi frekuensi ( FM ). Modulasi gambar
dan suara dipisahkan agar tidak saling mempengaruhi antara gambar dan suara dalam
pesawat yang sangat kecil. Selain itu daerah sisi bawah getaran pembawa gambar pada
modulasi amplitudo dapat ditekan sebagian, sehingga masih terdapat informasi juga
dalam daerah sisi atas dengan lengkap. Pada demodulasi timbul cacat pada frekuensi
gambar atas (pada frekuensi tinggi). Cacat ini memperburuk mutu gambar tetapi tidak
begitu penting. Lebar kanal sebuah kanal televisi ditetapkan 7 MHz dalam band I dan
band III dan 8 MHz dalam band IV / V dengan polaritas modulasi negatif yang berarti
pada tegangan pembawa tinggi tampil dilayar gambar warna hitam, sebaliknya pada
tegangan pembawa yang rendah akan tampil warna putih.
Tabel 1.1 Normalisasi Sistem CCIR
Norma Televisi
Standar A B C D E F G H I K1 K L M N
CCIR
Jumlah 405 625 625 625 819 819 625 625 62 625 625 625 525 625
Baris 5
Lebar 5 7 7 8 14 7 8 8 8 8 8 8 6 6
Kanal
(MHz)
Lebar 3 5 5 6 10 5 5 5 5,5 6 6 6 4,2 4,2
Band
Video
(MHz)
Jarak -3,5 +5, +5, +6, +11,1 +5, +5, +5, +6 +6, +6, +6, +4,5 +4,5
Gambar 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
Suara
(MHz)
Daerah 0,75 0,75 0,75 0,75 2 0,75 1,25 1,25 1,2 0,7 1,2 1,2 0,75 0,7
sisi sisa 5 5 5 5
(MHz)
Modulas Pos Neg Pos Neg Pos Pos Neg Neg Ne Neg Neg Pos Neg Neg
i g
Gambar
Modulas AM FM AM FM AM AM FM FM F FM FM FM FM FM
i Suara M
Pembaw - 4,4 4,4 - - - 4,4 4,4 4,43 4,4 4,4 4,4 3,57 3,57
a bantu 3 3 3 3 3 3 3 6 6
warna
(MHz)
Frekuens 34,6 38,9 38,9 34,2 28,05 - 38,9 38,9 39,5 - - 32,7 47,25 -
i IF PG- 5 33,4 33,4 5 39,2 33,4 33,4 33,5 39,2 41,25
PS MHz 38,1 27,7 - - - -
5 5
(Sumber : Perekayasaan Radio dan Televisi, Kemendikbud)

Jarak frekuensi antara getaran pembawa gambar dan getaran pembawa suara
ditetapkan 5,5 MHz. Jarak ini tetap dipertahankan didalam pesawat. Frekuensi antara
(IF) pembawa gambar (38,9 MHz) dan pembawa suara (33,4 MHz). Dibanding
dengan normalisasi yang lain, normalisasi CCIR mempunyai kelebihan. Yaitu
perbandingan yang terbaik antara mutu gambar dan teknik yang digunakan.

C. Normalisasi PAL
PAL (Phase Alternating Line) adalah sebuah encoding berwarna yang
digunakan dalam televisi broadcast. PAL terdiri dari 625 baris dan ditayangkan
sebanyak 25 frame dalam setiap satu detik (fps). System ini digunakan di seluruh
dunia kecuali kebanyakan negara di Amerika, karena di Amerika menggunakan
system NTSC. Sistem Broadcast PAL dikembangkan di Jerman oleh Walter Bruch,
pada tahun 1967. PAL termasuk standar kedua dalam system televisi broadcast.
Standar PAL, 25 bingkai ditransmisikan setiap detik dan setiap bingkai dibentuk oleh
625 garis. Sistem PAL dibedakan ke dalam beberapa jenis, seperti yang ditunjukkan
oleh tabel berikut ini.
Tabel 1.2 IF Frekuensi untuk system PAL
System Audio (MHz) Video (MHz) Pengguna
PAL B, G 33,4 38,9
PAL B 31,375 36,875 Australia
PAL D 30,5 37 China
PAL D 32,4 38,9
PAL I 32,9 38,9
PAL I 33,5 39,5 U.K
PAL M, N 41,25 45,75
(Sumber : Teknik Audio Video, Direktorat Pembinaan SMK)

D. Normalisasi NTSC
NTSC adalah sistem televisi analog yang terutama digunakan di Amerika Utara.
Pada bulan Maret 1941, Nasional televisi standar Komite dari Amerika Serikat
mengeluarkan suatu standar teknis untuk televisi hitam putih. Pada tahun 1950,
Komite standar televisi berwarna dan menyebutnya NTSC dari 1953. Standar NTSC,
sinyal ditransmisikan di 30 frame per kedua dan 525 scan baris untuk setiap frame.
Perhatikan tabel dibawah ini untuk mengetahui perbedaan antara PAL dan NTSC
secara umum.
Tabel 1.3 Perbedaan Sistem PAL dan NTSC

(Teknik Audio Video, Direktorat Pembinaan SMK)

E. Normalisasi SECAM
Pada tahun 1957, Henri de France memperkenalkan sistem warna SECAM.
Dalam sistem SECAM, resolusi warna gambar dan ukuran secara vertikal dikurangi.
sinyal R-Y Dan B-Y digunakan sebagai sinyal modulasi, dan dipancarkan dengan
bandwidth yang sama. Keduanya tidak dipancarkan secara serempak seperti halnya di
dalam sistem NTSC dan PAL. Tetapi secara bergantian, satu garis berisi sinyal R-Y
dan garis yang berikutnya berisi sinyal B-Y. Suatu penundaan garis (delay line) di
dalam penerima TV membuat kedua sinyal ini bergabung kembali ketika gambar akan
ditampilkan. Parameter-parameter dari sistem SECAM dijelaskan di bawah ini.
1. Memproses gambar 25 frame/ detik dan 625 garis/frame
2. Menggunakan sistem interlanced scanning
3. Pembawa gambar 4,25 MHz
4. Pembawa suara 6,5 MHz
Untuk mengetahui lebih jelas dimana saja sistem bakuan televisi ini dipakai,
dapat dilihat gambar 1.1 Peta penggunaan sistem bakuan televisi di dunia.

Gambar 1.1 Peta Penggunaan Sistem Bakuan Televisi di Dunia

Di Indonesia, frekuensi yang digunakan untuk memancarkan siaran televisi ke


penerima adalah VHF dan UHF. Namun, seiring dengan perkembangan jaman
frekuensi VHF mulai ditinggalkan dan mulai beralih ke frekuensi UHF. Di bawah ini
adalah tabel pembagian jalur frekuensi berdasarkan pada besarnya fekuensi.
Tabel 1.4 Pembagian Jalur Frekuensi Berdasar Besar Frekuesi

(Sumber: Teknik Audio Video, Direktorat Pembinaan SMK)

F. REFERENSI
Waluyanti, Sri. 2008. Teknik Audio Video. Yogyakarta: Universitas Negeri
Yogyakarta.
Sudjendro, Herry. Perekayasaan Sistem Radio dan Televisi. Malang: Kemendikbud

G. SOAL EVALUASI
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan benar!
1. Sebutkan 4 sistem pemancar dan penerima televisi yang ada di dunia!
2. Jelaskan 4 hal yang membedakan antara sistem penerima televisi PAL dan NTSC!
3. Tulis dan jelaskan pembagian jalur frekuensi yang ada di Indonesia berdasarkan
besar frekuensinya!
4. Jelaskan cara mencari program siaran pada televisi berdasarkan praktikum yang
sudah kamu lakukan!