Anda di halaman 1dari 39
Modul ke: 06 SistemSistem ManajemenManajemen MutuMutu KonstruksiKonstruksi PENGENDALIAN MUTU BERBASIS STATISTIK
Modul ke:
06
SistemSistem ManajemenManajemen MutuMutu
KonstruksiKonstruksi
PENGENDALIAN MUTU BERBASIS
STATISTIK
Fakultas
FTSP
Lily Kholida, S.T, M.T
Program Studi
Teknik Sipil
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik PENGANTAR Pengendalian kualitas statistik
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
PENGANTAR
Pengendalian kualitas statistik merupakan teknik
penyelesaian masalah yang digunakan untuk memonitor,
mengendalikan, menganalisis, mengelola dan memperbaiki
produk dan proses menggunakan metode-metode statistik
pengendalian kualitas statistik (statistical quality control).
Pengendalian kualitas statistik dan pengendalian proses statistik
a
apabila dilakukan bersama-sama maka pemakai akan melihat
gambaran kinerja proses masa kini dan masa mendatang.
Sunyoto (2008) berpendapat statistika adalah
pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan
data, pengolahan dan penganalisisnya, penarikan kesimpulan
serta pembuat keputusan yang cukup beralasan berdasarkan data
dan penganalisaan yang dilakukan.
memang merupa an
k
d
ua
i til
s
h
yang sa ng
li
di
per u
t
k
ar
k
an,
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIK Untuk menganalisis
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
PENGENDALIAN KUALITAS STATISTIK
Untuk menganalisis dan memperbaiki proses, kita tentunya
harus memahami dan juga mengerti bagaimana kinerja proses
tersebut. Dalam dunia pengendalian kualitas (quality control)
terdapat suatu metode statistik untuk membantu kita dalam
melihat apakah suatu proses di bawah kendali, atau
sebaliknya. Metode tersebut adalah statistical process control
(SPC), dan menjadi bagian dari tujuh alat kualitas dasar (7
basic quality tools).
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik SPC menentukan apakah suatu proses stabil dari
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
SPC menentukan apakah suatu proses stabil dari waktu ke waktu,
atau sebaliknya bahwa proses terganggu karena telah
dipengaruhi oleh special cause. Peta kendali statistik (control
chart) yang sering juga disebut Shewhart chart atau process-
behaviour chart digunakan untuk memberikan definisi
operasional suatu special cause tersebut.
Beberapa keuntungan dari penggunaan control chart ini adalah :
Teknik yang terbukti dapat meningkatkan produktivitas
Efektif dalam pencegahan produk cacat
Dapat mencegah penyesuaian proses yang tidak perlu
Memberikan informasi tentang kemampuan proses
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik Aturan dasar SPC adalah common cause tidak perlu
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
Aturan dasar SPC adalah common cause tidak perlu
diidentifikasi dan special cause perlu diidentifikasi dan
dihilangkan. Namun bukan berarti common cause diabaikan,
sebaliknya menjadi fokus improvement proses untuk jangka
panjang.
• Secara umum, peta kendali dalam SPC selalu terdiri dari
tiga garis horisontal yaitu:Garis pusat (center line) garis yang
menunjukkan nilai tengah (mean) atau nilai rata-rata dari
karakteristik kualitas yang di-plot pada peta kendali SPC.
,
,
• Upper control limit (UCL), garis di atas garis pusat yang
menunjukkan batas kendali atas.
• Lower control limit (LCL), garis di bawah garis pusat yang
menunjukkan batas kendali bawah.
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik Grafik Pengendalian kualitas (control chart) secara
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
Grafik Pengendalian kualitas (control chart) secara umum dapat
diklasifikasikan ke dalam dua tipe, yaitu :
1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel), yaitu apabila
karakteristik kualitas diukur dan dinyatakan dalam bilangan.
Data variabel bersifat kontinyu (continuous distribution). Data
ini diukur dalam satuan-satuan kuantitatif, sebagai contoh:
cyc e
u
diameter poros, tinggi badan 100 orang operator, dan lain-lain.
l
ti
me yang
dib
u u
t
hk
an
un u
t
k
me a
l
k
k
an
sa u
t
proses,
Ketika kita mempunyai data variabel, ada dua jenis peta
kendali yang dapat kita gunakan, yaitu:
• Average & range control chart (Xbar & R-chart).
• Average & standard deviation control chart (Xbar & S-chart).
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
Average & range control chart (Xbar & R-chart).
Jika sampel relatif kecil (n 10), kita tidak perlu
menggunakan standar deviasi untuk melihat variasi dalam
peta kendali. Nilai range dapat digunakan untuk membangun
peta kendali. Peta kendali ini dikenal dengan nama Xbar dan R-
chart, yang terdiri dari Xbar-chart dan R-chart
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
Average & range control chart (Xbar & R-chart).
Contoh :
Data waktu penggunaan telepon oleh operator untuk melayani
permintaan pelanggan.
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
Average & range control chart (Xbar & R-chart).
Langkah-langkah pembuatan peta kendali :
• kumpulkan data dalam bentuk subgrup. Dalam kasus di atas,
kita mengumpulkan lima pengukuran harian untuk jangka
waktu 10 hari (2 minggu).
• Hitung rata-rata untuk setiap subgrup ke-i ( i ). contoh: rata-
rata subgrup ke-2 adalah 2 = (x1 + x2 + x3 + x4 + x5) / n = (3 + 5
+ 7 + 6 + 4) / 5 = 5.
• Hitung range setiap subrup, yaitu R = xmax xmin, contoh:
range subgrup ke-2 adalah xmax = 7 dan xmin= 3 maka: R2 = 7
3 = 4.
• Tentukan garis pusat ( ), UCL, dan LCL untuk R-chart :
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
Average & range control chart (Xbar & R-chart).
Langkah-langkah pembuatan peta kendali :
Untuk nilai D 3 dan D 4 ,
silahkan lihat lampiran tabel
faktor-faktor untuk membuat
peta kendali variabel pada
n=5
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
Average & range control chart (Xbar & R-chart).
Langkah-langkah pembuatan peta kendali :
• Tentukan garis pusat
, UCL, dan LCL untuk Xbar-chart:
Untuk nilai A 2 ,
dapat lihat juga
pada lampiran tabel
faktor-faktor untuk
membuat peta
kendali variabel
pada n=5
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
Average & range control chart (Xbar & R-chart).
Langkah-langkah pembuatan peta kendali :
• Selanjutnya buat Xbar-chart dengan memplotkan nilai-
nilai i
bersama dengan garis UCL, LCL , dan garis pusat yang
telah kita hitung.
• Terakhir, gambarkan juga R-chart dengan memplotkan nilai-
nilai R 1 berikut dengan garis UCL, LCL , dan garis pusat yang
telah kita hitung. Hasilnya dapat kita lihat pada Gambar di
bawah ini.
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
Average & range control chart (Xbar & R-chart).
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
Average & standard deviation control chart (Xbar & S-chart).
• Pada R-chart di atas, kita telah mengukur variabilitas
(mengestimasi standar deviasi) proses secara tidak langsung
melalui penggunaan range R. Dalam kondisi tertentu terutama
ketika anggota subgrup analisis di atas 10 atau 12 (n> 10), dan
u k
uran su grup
b
tid
a
k k
ons an,
t
kit
a per u
l
mengestimasi standar deviasi proses secara langsung. S-chart
dapat menggantikan R-chart, yang mana s dalam S-chart
berarti sigma ( ) atau standar deviasi sampel.
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
Average & standard deviation control chart (Xbar & S-chart).
Contoh :
Seorang analis mengumpulkan tujuh sampel subgrup masing-
masing terdiri dari 20 pengamatan selama 1 shift produksi. Dia
mengukur dan mencatat berat material dalam satuan ons.
Untuk rata-rata dihitung dengan rumus :
Menghitung rata-rata
dengan rumus :
Menghitung standar deviasi
dengan rumus :
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
Average & standard deviation control chart (Xbar & S-chart).
untuk masing-masing sampel, hasilnya ditunjukkan Tabel di
bawah ini. Karena ukuran sampel (n) lebih dari 10, maka harus
membuat Xbar dan S-chart untuk menggantikan Xbar dan R-
chart.
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
Average & standard deviation control chart (Xbar & S-chart).
Rata-rata dari rata-
rata sample adalah :
Rata-rata dari standar
deviasi sample adalah :
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
1. Pengendalian kualitas variabel (data variabel),
Average & standard deviation control chart (Xbar & S-chart).
Dengan n = 20, batas kendali untuk xbar dan s-chart adalah
sebagai berikut:
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik Grafik Pengendalian kualitas (control chart) secara
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
Grafik Pengendalian kualitas (control chart) secara umum dapat
diklasifikasikan ke dalam dua tipe, yaitu :
2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data atribut), yaitu
apabila karakteristik kualitas tidak dapat diukur dengan skala
kuantitas atau bilangan.
Data atribut bersifat diskrit (discrete distribution). Data ini
d
pencacahan atau tally untuk keperluan pencatatan dan
analisis, sebagai contoh: jumlah cacat dalam satu batch
produk, jenis kelamin (laki-laki/perempuan), jenis warna cat
(merah, gold, silver, hitam), dan lain-lain.
umumnya
di
u
k
ur
d
engan cara
dihit
ung mengguna an
k
a
ft
ar
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik Grafik Pengendalian kualitas (control chart) secara
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
Grafik Pengendalian kualitas (control chart) secara umum dapat
diklasifikasikan ke dalam dua tipe, yaitu :
2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data atribut)
Untuk data atribut, terdapat 3jenis peta kendali yang dapat
kita gunakan, yaitu:
• Proportion defective control chart (P-chart).
• Defects per count/subgroup control chart (C-chart).
• Defects per unit control chart (U-chart).
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik Grafik Pengendalian kualitas (control chart) secara
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
Grafik Pengendalian kualitas (control chart) secara umum dapat
diklasifikasikan ke dalam dua tipe, yaitu :
2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data atribut)
Untuk data atribut, terdapat 3jenis peta kendali yang dapat
kita gunakan, yaitu:
• Proportion defective control chart (P-chart).
• Defects per count/subgroup control chart (C-chart).
• Defects per unit control chart (U-chart).
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data atribut)
Proportion defective control chart (P-chart).
P dalam P-chart berarti proportion , yaitu proporsi unit-unit yang
tidak sesuai (nonconforming units) dalam sebuah sampel. Proporsi
sampel tidak sesuai didefinisikan sebagai rasio dari jumlah unit-unit
yang tidak sesuai, D, dengan ukuran sampel, n. Jika mengasumsikan
bahwa D adalah sebuah variabel random binomial dengan
parameter p tak diketahui, proporsi cacat dari masing-masing
sampel yang di-plot-kan dalam peta kendali adalah :
selanjutnya varians dari statistik p adalah :
Oleh karena itu, P-chart dibuat dengan menggunakan p sebagai
garis pusat dengan batas kendali adalah :
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik Contoh berikut ini adalah P-chart dengan sampel
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
Contoh berikut ini adalah P-chart dengan sampel variabel
menggunakan peta kendali model harian/individu.
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data atribut)
Proportion defective control chart (P-chart).
Kemudian di hitung :
Sebagai akibatnya garis pusat berada pada 0,0955 dan batas
kendalinya adalah
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data atribut)
Proportion defective control chart (P-chart).
yang mana p adalah penghampir standar deviasi sampel
proporsi cacat p . Perhitungan untuk menentukan batas kendali
P-chart ditunjukkan tiga kolom terakhir Tabel di atas, dan
Gambar di bawah ini adalah P-chart tersebut.
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data atribut)
Defects per count/subgroup control chart (C-chart).
C pada C-Chart berarti count atau hitung cacat, ini
bermaksud bahwa C-chart dibuat berdasarkan pada banyaknya
titik cacat dalam suatu item. C-chart berbeda dengan P-chart
yang menilai satu item sebagai cacat atau tidak cacat , C-
k
misal: dalam 10 item sampel terdapat 2 item cacat, yang mana
pada 1 item ditemukan 3 titik kerusakan dan pada 1 item lagi
terdapat 5 titik kerusakan. P-chart akan menunjukkan proporsi
cacat 2/10 = 0,2 dan NP-chart akan menunjukkan jumlah cacat
sebanyak 2 item, sementara C-chart akan menunjukkan 8
kerusakan. C-chart tidak seperti P-chart dan U-chart, C-chart
membutuhkan ukuran sampel yang konstan.
c
h
ar
t
meng
hit
ung
b
anya nya caca
t d
a am sa u
l
t
it
em
t
erse
b
u ,
t
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data atribut)
Defects per count/subgroup control chart (C-chart).
• Batas kendali untuk C-chart adalah c ± 3 c , yang
mana c sama dengan mean dan varians dari distribusi Poisson.
Jika nilai standar untuk ctidak tersedia, c (rata-rata c) dapat
digunakan untuk menghampiri c.
Contoh : Dari 25 wafer yang masing-masing berisi 100 chip, kita
menemukan total jumlah cacat sebanyak 516 (lihat Tabel).
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data atribut)
Defects per count/subgroup control chart (C-chart).
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data atribut)
Defects per count/subgroup control chart (C-chart).
Dari Tabel di atas, kita menghampiri c dengan menggunakan c,
yaitu sebagai berikut:
Oleh karena itu, batas kendalinya adalah sebagai berikut:
Garis pusat = c = 19,85
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data atribut)
Defects per count/subgroup control chart (C-chart).
Gambar di bawah ini adalah C-chart dari perhitungan di atas.
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data atribut)
Defects per unit control chart (U-chart).
• U dalam U-chart berarti unit cacat dalam kelompok sampel.
U-chart menghitung titik cacat per unit laporan pemeriksaan
dalam periode yang mungkin memiliki ukuran sampel
bervariasi (banyak item yang diperiksa). Jika C-chart
menghitung titik cacat dalam satu item yang sama, maka U-
chart digunakan dalam kasus di mana sampel yang diambil
bervariasi atau memang seluruh produk yang dihasilkan akan
diuji. Hal ini berarti bahwa U-chart digunakan jika ukuran
sampel lebih dari satu unit atau mungkin bervariasi dari waktu
ke waktu.
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data atribut)
Defects per unit control chart (U-chart).
Jika pada C-chart, kita langsung mem-plot-kan data cacat
langsung ke dalam peta kendali; maka pada U-chart, kita perlu
menghitung terlebih dahuluu cacat untuk setiap n sampel,
yaitu:
Nilai u i inilah yang akan di-plot-kan dalam peta kendali, yang
mana x i adalah jumlah cacat dalam subgrup ke-
i dan n i
adalah jumlah unit laporan pemeriksaan dalam
subgrup ke-i.
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data atribut)
Defects per unit control chart (U-chart).
Terdapat dua model untuk penyelesaian U-chart beserta batas-
batas kendalinya, yaitu menggunakan:
Model Harian/Individu, batas kendali U-chart dengan model
harian/individu adalah
Model Rata-Rata, batas kendali U-chart dengan model rata-rata
adalah
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data atribut)
Defects per unit control chart (U-chart).
Contoh :
Pada sebuah lini finishing industri tekstil, inpektur QC memeriksa
cacat celupan kain setiap 50 meter persegi, yang mana luas kain per
roll bervariasi. Data 10 roll kain ditunjukan Tabel di bawah ini.
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik 2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
2. Pengendalian kualitas atribut atau sifat (data atribut)
Defects per unit control chart (U-chart).
Garis pusat U-chart adalah rata-rata jumlah cacat per unit
pemeriksaan, yaitu rata-rata jumlah cacat per 50 meter
persegi, dihitung sebagai berikut:
Perhatikan bahwa
adalah rasio dari jumlah cacat teramati
dengan jumlah total unit pemeriksaan.
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
PengendalianPengendalian MutuMutu BerbasisBerbasis StatistikStatistik
DaftarDaftar PustakaPustaka • Project Management Institute, A Guide to Project Management Body of Knowledge, 2008
DaftarDaftar PustakaPustaka
• Project Management Institute, A Guide to Project Management
Body of Knowledge, 2008 edition.
• Yamit, Zulian. Manajemen Kualitas Produk dan Jasa. 2013
• Montgomery, D. C. (2005). Introduction to statistical quality control.
(5th ed.). Hoboken, New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.
• Porticus. (n.d.). Western electric: A brief history. Retrieved
fromhttp://www.porticus.org/bell/westernelectric_history.html
• Prins, J. (2006). Proportions control charts. In NIST & SEMATECH
(Eds.), e-Handbook of Statistical Methods (chap. 6.3.3.2). Retrieved
fromhttp://www.itl.nist.gov/div898/handbook/
• Sower, V. E. (2011 ). Essentials of quality with cases and experiential
exercises. Hoboken, New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.
• Straker, D. (n.d.). Choosing the type of control chart. Retrieved
fromhttp://syque.com/quality_tools/toolbook/Control/do_choosing
.htm
TTereriimama KKasasihih Lily Kholida, S.T, M.T
TTereriimama KKasasihih
Lily Kholida, S.T, M.T