Anda di halaman 1dari 4

Milestone dalam sebuah proyek adalah tonggak penting yang mempengaruhi aktivitas

proyek. Milestone didefinisikan sebagai aktivitas yang tidak membutuhkan resources


dan tidak memiliki durasi (nol) tetapi memiliki arti penting karena mempengaruhi
aktivitas proyek selanjutnya. Contoh milestone adalah Contract Award. Proyek tidak
akan bisa dimulai jika contract belum ditandatangani dan diserahkan oleh klien kepada
kontraktor. Didalam schedule, milestone ditandai dengan bentuk “Diamond”.

Apa saja milestone dalam sebuah proyek? Dibawah ini beberapa contoh milestone
secara umum :

 Contract award
 Site Survey
 P&ID approved
 Discipline acceptance
 Mechanical completion
 Ready for start up
 Initial facility handover
 Final acceptance, etc.

Milestone digunakan dalam schedule untuk beberapa tujuan, yaitu :

 Tanda mulai sebuah tahapan penting dalam pekerjaan


 Tanda berakhirnya sebuah tahapan penting dalam pekerjaan
 Tanda sebuah deadline dalam pekerjaan
 Tanda sebuah keputusan penting yang dibuat dalam pekerjaan

Jarak sebuah milestone dengan milestone yang lain sebaiknya satu bulan walaupun
mungkin ada pengecualian, contoh jarak milestone contract award dengan site survey
mungkin bisa kurang dari sebulan dengan tujuan bisa memberikan input data ke
engineering team sesegera mungkin.

Jika ada kemungkinan perubahan tanggal milestone sementara proyek sedang


berjalan, harus sesuai dengan control change procedure yang kemudian dijadikan
dasar untuk merubah schedule yang sudah disetujui.

Milestone sangat baik dalam hal komunikasi antar team dan pelaporan. Milestone harus
dimasukkan dalam Laporan Mingguan/Bulanan untuk menjadi tolak ukur perkembangan
proyek.

Milestone sangat baik diterapkan dalam proyek besar yang memiliki aktivitas yang
sangat banyak. Milestone sangat membantu dalam pelaporan dimana perkembangan
proyek bisa dipantau lebih mudah dan tidak membingungkan karena banyaknya item
pekerjaan yang harus direview.
Milestone adalah management tools yang sangat berguna dalam perencanaan,
schedule, dan pelaporan. Terapkan dalam proyek anda, definisikan milestone dengan
tepat, kendalikan proyek anda sejauh mana target milestone sudah tercapai.

Proyek besar umumnya dikaitkan dengan nilai kontrak yang besar. Namun dibalik itu
harus disadari bahwa proyek besar memiliki item pekerjaan yang banyak pula sehingga
dapat dipastikan memiliki kompleksitas yang tinggi. Kunci utama menghadapi proyek
dengan kompleksitas tinggi adalah mencari cara bagaimana kompleksitas proyek
tersebut tetap dapat dikelola. Tulisan ini mencoba menjelaskannya.

Proyek seperti pekerjaan kompleks rumah sakit, bandara, apartemen umumnya


memiliki ukuran bangunan yang besar sehingga nilai kontraknya juga besar. Kondisi
tersebut sering menjadi persepsi sebagian orang mengenai proyek besar. Padahal
proyek besar itu seringkali berarti memiliki item pekerjaan yang besar pula yang berarti
melibatkan banyak pihak dan proses. Keterkaitan antara mereka membuat proyek
menjadi rumit. Hal ini berarti proyek besar memiliki kompleksitas proyek yang besar
pula ( Baca juga Mengukur Kompleksitas Proyek Ala Robert Joker )
Kompleksitas proyek yang besar harus diketahui dan dipahami dalam rangka agar
dapat dikelola (managable). Pada proyek besar yang berarti berpeluang memiliki
kompleksitas yang besar cenderung memiliki jumlah item pekerjaan, proses, dan pihak
yang terkait yang banyak. Item pekerjaan yang banyak telah membuat saling
keterkaitan yang rumit yang harus dapat dikelola. Bagaimana caranya?

Menurut James R. Walse dalam jurnalnya yang berjudul “using milestone and critical
path method schedulling technique to decrease network size”, cara untuk mengelola
ukuran network atau jaringan item pekerjaan yang saling keterkaitan adalah dengan
menggunakan secara bersamaan (integrated) teknik milestone dan CPM schedule. Ini
berarti pula sebagai langkah dalam membuat proyek besar dapat dikelola.

Milestone adalah suatu bagian item pekerjaan yang dibuat seolah-olah menjadi
temporary finish atau selesai sementara atas sekelompok atau serangkaian pekerjaan-
pekerjaan yang menjadi bagian dari schedule besar. Item pekerjaan yang dijadikan
milestone haruslah item pekerjaan yang dianggap menjadi bagian penting sebelum
melanjutkan pekerjaan berikutnya atau berpengaruh atas kelangsungan pekerjaan
berikutnya. Contoh adalah pada suatu pekerjaan gedung yang dimulai dari kelompok
pekerjaan persiapan lahan, struktur bawah, struktur atas, finishing dan M/E, lalu site
development. Milestone dari pekerjaan gedung pada lingkup di atas adalah:

 Pekerjaan pemadatan tanah (dari kelompok persiapan lahan)


 Pekerjaan cor pile cap (dari pekerjaan struktur bawah)
 Pekerjaan cor lantai paling atas (dari kelompok pekerjaan struktur atas)
 Dan seterusnya.
Catatan atas contoh di atas adalah apabila akhir suatu kelompok pekerjaan menjadi
milestone. Dalam praktiknya, dapat pula untuk membuat milestone atas sebagian dari
selesainya suatu kelompok pekerjaan atau selesainya zone tertentu kelompok
pekerjaan.

Critical Path Method / CPM adalah suatu rangkaian item pekerjaan dalam suatu proyek
yang menjadi bagian kritis atas terselesainya proyek secara keseluruhan. Ini artinya,
tidak terselesaikannya tepat watu suatu pekerjaan yang masuk dalam pekerjaan kritis
akan menyebabkan proyek akan mengalami keterlambatan karena waktu finish proyek
akan menjadi mundur atau delay. CPM dibangun atas suatu network yang dihitung
dengan cara tertentu dan dapat pula dengan software sehingga menghasilkan suatu
rangkaian pekerjaan yang kritis.

Dalam konsep menggunakan milestone dan CPM secara integrated ini secara
sederhana bermaksud untuk membuat schedule yang berukuran besar pada proyek
besar menjadi schedule yang lebih kecil. Secara logika kita pahami bahwa schedule
yang lebih kecil berarti schedule tersebut lebih managable atau dapat lebih mudah
untuk dikelola. Inilah intinya peran konsep ini dalam mengatasi kompleksitas proyek
yang besar.

Konsep ini tentu saja dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi proyek yang ada dan
dapat di trial. Langkah standart dalam pemikiran saya adalah sebagai berikut:

1. Membagi seluruh pekerjaan menjadi beberapa kelompok pekerjaan yang dapat


dikatakan sejenis.
2. Menentukan durasi penyelesaian pekerjaan masing-masing milestone.
3. Menentukan keterkaitan-keterkaitan (interdependencies) antara kelompok-kelompok
pekerjaan tersebut.
4. Menentukan critical path method atas milestone berdasarkan hubungan saling
keterkaitannya
5. Membandingkan durasi total pekerjaan dengan waktu yang dibutuhkan

Pada dasarnya lima langkah di atas sudah cukup dalam upaya mengecilkan network
schedule yang besar. Tapi harus dilakukan pengecekan apakah waktu yang dibutuhkan
telah sesuai dengan target schedule yang ada. Jika target schedule telah sesuai, maka
langkah dapat dianggap selesai. Namun jika schedule yang terjadi lebih dari yang
ditargetkan, maka harus dilakukan trial-error. Langkah lanjutannya adalah sebagai
berikut:

1. Membreakdown kelompok pekerjaan tersebut menjadi lebih kecil dalam bentuk item
pekerjaan atau zone pekerjaan. Bisa juga gabungan antara keduanya.
2. Menentukan durasi penyelesaian pekerjaan masing-masing zone.
3. Keterkaitan antara kelompok pekerjaan diefektifkan dengan mengkajinya dalam
bentuk yang lebih detil yaitu zone pekerjaan. Keterkaitan pekerjaan saat ini adalah
antara zone kelompok pekerjaan yang satu dengan zone kelompok pekerjaan yang
lainnya.
4. Menentukan critical path atas kondisi di atas.
5. Membandingkan durasi total pekerjaan dengan waktu yang dibutuhkan.

Langkah tambahan akan membuat schedule pelaksanaan menjadi lebih singkat.


Sehingga berpeluang memenuhi target pelaksanaan. Perlu diketahui bahwa saat ini
milestone sudah bukan lagi item pekerjaan, tapi merupakan salah satu zone
pelaksanaan atas suatu item pekerjaan. Langkah trial error adalah dengan mengubah
ukuran zone pekerjaan sedemikian schedule sesuai target.

Tambahan langkah dalam rangka membuat schedule memenuhi target seperti


membuat zone pekerjaan, dan trial error ukuran zone pekerjaan akan membuat network
schedule bertambah besar besar berkali lipat. Sehingga perlu dipertimbangkan agar
schedule pekerjaan proyek besar masih dapat dikelola. Jadi buatlah schedule yang
dapat dimanage atas proyek besar.