Anda di halaman 1dari 84
PENGENALAN PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 1
PENGENALAN PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 1
PENGENALAN PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 1
PENGENALAN PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 1

PENGENALAN

PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

1

SKEMA PENYALURAN ENERGI LISTRIK KE PELANGGAN PELANGGAN BESAR PUSAT TRANSMISI PEMBANGKIT GARDU INDUK PENURUN TEGANGAN

SKEMA PENYALURAN ENERGI LISTRIK KE PELANGGAN

SKEMA PENYALURAN ENERGI LISTRIK KE PELANGGAN PELANGGAN BESAR PUSAT TRANSMISI PEMBANGKIT GARDU INDUK PENURUN TEGANGAN
SKEMA PENYALURAN ENERGI LISTRIK KE PELANGGAN PELANGGAN BESAR PUSAT TRANSMISI PEMBANGKIT GARDU INDUK PENURUN TEGANGAN
PELANGGAN BESAR PUSAT TRANSMISI PEMBANGKIT GARDU INDUK PENURUN TEGANGAN GARDU INDUK PENAIK TEGANGAN JTM JTM
PELANGGAN
BESAR
PUSAT
TRANSMISI
PEMBANGKIT
GARDU INDUK
PENURUN TEGANGAN
GARDU INDUK
PENAIK TEGANGAN
JTM
JTM
JTM
PELANGGAN
TM

KE GD

PELANGGAN RUMAH TANGGA JARINGAN TEGANGAN RENDAH ( JTR ) GARDU DISTRIBUSI Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
PELANGGAN RUMAH TANGGA
JARINGAN TEGANGAN RENDAH ( JTR )
GARDU DISTRIBUSI
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
JTM
JTR

2

Ilustrasi Kelistrikan Sistem Distribusi (Kota Besar) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 3

Ilustrasi Kelistrikan Sistem Distribusi (Kota Besar)

Ilustrasi Kelistrikan Sistem Distribusi (Kota Besar) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 3
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 3
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
3
Ilustrasi Kelistrikan Sistem Distribusi (Kota Kecil) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4

Ilustrasi Kelistrikan Sistem Distribusi (Kota Kecil)

Ilustrasi Kelistrikan Sistem Distribusi (Kota Kecil) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4
Ilustrasi Kelistrikan Sistem Distribusi (Kota Kecil) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

4

MENGAPA PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI DIPERLUKAN  Sistem Distribusi merupakan Titik Interaksi antara Pelanggan dengan
MENGAPA PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI DIPERLUKAN  Sistem Distribusi merupakan Titik Interaksi antara Pelanggan dengan

MENGAPA PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI DIPERLUKAN

Sistem Distribusi merupakan Titik Interaksi antara Pelanggan dengan Pemasok

Merupakan ‘Jendela Etalase’ bagi pelanggan untuk

menilai baik buruknya citra Pemasok

Merupakan ‘revenue collecting tool

Tersedianya Sarana Distribusi yang cukup, andal

dan efisien merupakan keharusan

Keterbatasan Sumber Pendanaan

Perencanaan yang baik merupakan keharusan

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

5

Tujuan Perencanaan Sistem Distribusi Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 6

Tujuan Perencanaan Sistem Distribusi

Tujuan Perencanaan Sistem Distribusi Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 6
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

6

Energi Jual Tiap Regional PLN & Per Kelompok Tarif Reg. Smt dan Jawa Bali Penjualan
Energi Jual Tiap Regional PLN & Per Kelompok Tarif Reg. Smt dan Jawa Bali
Penjualan TL PLN (Gwh) Tahun 2012-2017
Regional
2012
2013
2014
2015
2016
2017
Sumatera+Batam
25,847.6
27,564.7
29,595.5
31,206.4
33,306.3
34,626.8
Tumbuh
12.3
6.6
7.4
5.4
6.7
4.0
Jawa Bali
132,059.8
141,996.1
149,406.5
150,897.9
160,204.6
165,060.8
Tumbuh
12.3
7.5
5.2
1.0
6.2
3.0
Kalimantan
8,023.0
6,988.4
7,940.6
8,439.7
8,999.9
9,197.2
Tumbuh
37.6
(12.9)
13.6
6.3
6.6
2.2
Sulawesi
6,412.0
7,265.3
7,720.6
8,092.0
8,915.3
9,409.9
Tumbuh
13.8
13.3
6.3
4.8
10.2
5.5
Nusra
1,543.7
1,772.9
1,993.7
2,152.0
2,420.9
2,532.8
Tumbuh
16.6
14.8
12.5
7.9
12.5
4.6
Maluku Papua
1,580.7
1,772.9
1,944.9
2,057.8
2,157.4
2,306.3
Tumbuh
15.4
12.2
9.7
5.8
4.8
6.9
PLN Konsolidasi
175,559.5
187,389.7
198,646.7
202,871.3
216,046.5
223,153.1
Tumbuh
13.4
6.7
6.0
2.1
6.5
3.3
Penjualan TL Per Kelompok Tarif (Gwh) Regional Sumatera+Batam
-
Rumah Tangga
14,105.6
15,015.4
16,433.1
17,493.2
18,539.5
18,891.7
Tumbuh
19.6
6.5
9.4
6.5
6.0
1.9
-
Bisnis
4,649.0
4,983.8
5,301.3
5,600.9
6,208.6
6,252.3
Tumbuh
5.8
7.2
6.4
5.7
10.8
0.7
-
Publik
2,189.2
2,339.5
2,511.7
2,691.9
2,911.3
3,055.1
Tumbuh
(7.8)
6.9
7.4
7.2
8.1
4.9
-
Industri
4,903.9
5,226.0
5,349.3
5,420.4
5,647.0
6,427.6
Tumbuh
10.1
6.6
2.4
1.3
4.2
13.8
Penjualan TL Per Kelompok tarif (Gwh) Regional Jawa Bali
-
Rumah Tangga
48,500.2
51,557.9
55,814.4
58,625.8
59,481.1
59,665.2
Tumbuh
12.2
6.3
8.3
5.0
1.5
0.3
-
Bisnis
22,751.5
25,364.2
26,689.2
26,946.9
26,493.1
27,791.1
Tumbuh
18.1
11.5
5.2
1.0
(1.7)
4.9
-
Publik
6,934.4
7,364.1
7,911.1
8,345.2
13,755.0
14,050.5
Tumbuh
11.5
6.2
7.4
5.5
64.8
2.1
-
Industri
53,873.7
57,709.9
58,991.8
56,980.1
60,475.4
63,554.0
Tumbuh
10.2
7.1
2.2
(3.4)
6.1
5.1

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

7

Energi Jual Kelompok Tegangan Tinggi & Tegangan Menengah PLN (Gwh) Th 2012-2017 Penjualan TL PLN
Energi Jual Kelompok Tegangan Tinggi & Tegangan Menengah PLN (Gwh) Th 2012-2017 Penjualan TL PLN

Energi Jual Kelompok Tegangan Tinggi & Tegangan Menengah PLN (Gwh) Th 2012-2017

Penjualan TL PLN - Pelanggan Tegangan Tinggi (Gwh)

 

Regional

2012

2013

2014

2015

2016

2017

Sumatera+Batam

925.9

815.5

805.7

723.3

694.0

1,051.8

Tumbuh

(0.4)

(11.9)

(1.2)

(10.2)

(4.1)

51.6

Jawa Bali

12,525.8

12,753.9

12,349.4

11,537.6

13,248.9

15,024.7

Tumbuh

9.0

1.8

(3.2)

(6.6)

14.8

13.4

Sulawesi

421.8

375.8

365.2

393.5

471.9

530.8

Tumbuh

10.0

(10.9)

(2.8)

7.7

19.9

12.5

PLN Konsolidasi

13,892.1

13,924.1

13,513.0

12,645.3

14,445.4

16,684.7

Tumbuh

8.5

0.2

(3.0)

(6.4)

14.2

15.5

Penjualan TL PLN - Pelanggan Tegangan Menengah (Gwh)

   

Regional

2012

2013

2014

2015

2016

2017

Sumatera+Batam

5,538.3

6,254.0

6,194.1

6,285.2

6,900.7

7,282.7

Tumbuh

16.7

12.9

(1.0)

1.5

9.8

5.5

Jawa Bali

52,677.3

58,361.5

59,866.8

58,074.6

61,122.2

63,222.0

Tumbuh

11.9

10.8

2.6

(3.0)

5.2

3.4

Kalimantan

871.0

986.7

997.9

1,073.6

1,180.6

1,276.1

Tumbuh

9.1

13.3

1.1

7.6

10.0

8.1

Sulawesi

962.8

1,334.0

1,176.1

1,066.2

1,172.1

1,301.2

Tumbuh

27.1

38.6

(11.8)

(9.3)

9.9

11.0

Nusra

124.4

213.9

178.3

182.6

234.5

252.5

Tumbuh

38.8

72.0

(16.7)

2.4

28.4

7.7

Maluku Papua

105.7

137.6

150.1

143.7

152.9

161.2

Tumbuh

17.2

30.2

9.0

(4.3)

6.5

5.4

PLN Konsolidasi

60,383.1

67,435.2

68,537.5

66,824.9

70,826.4

73,531.4

Tumbuh

12.8

11.7

1.6

(2.5)

6.0

3.8

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

8

Energi Jual Kelompok Tegangan Rendah PLN (Gwh) Th 2012-2017Penjualan TL PLN - Tegangan Rendah (Gwh)   Regional 2012 2013 2014 2015 2016 2017

Energi Jual Kelompok Tegangan Rendah PLN (Gwh) Th 2012-2017 Penjualan TL PLN - Tegangan Rendah (Gwh)

Penjualan TL PLN - Tegangan Rendah (Gwh)

 

Regional

2012

2013

2014

2015

2016

2017

Sumatera+Batam

19,383.6

20,495.2

22,595.7

24,197.9

25,711.6

26,292.2

Tumbuh

11.8

5.7

10.2

7.1

6.3

2.3

Jawa Bali

66,857.7

70,880.7

77,190.4

81,285.7

85,833.5

86,814.1

Tumbuh

7.4

6.0

8.9

5.3

5.6

1.1

Kalimantan

5,675.4

6,182.4

6,942.7

7,366.1

7,819.3

7,921.1

Tumbuh

12.8

8.9

12.3

6.1

6.2

1.3

Sulawesi

5,027.9

5,555.6

6,179.4

6,632.3

7,271.3

7,577.9

Tumbuh

11.8

10.5

11.2

7.3

9.6

4.2

Nusra

1,419.3

1,559.0

1,815.5

1,969.5

2,186.4

2,280.4

Tumbuh

15.0

9.8

16.5

8.5

11.0

4.3

Maluku Papua

1,475.0

1,635.3

1,794.8

1,914.2

2,004.5

2,145.2

Tumbuh

15.3

10.9

9.8

6.7

4.7

7.0

PLN Konsolidasi

99,897.7

106,349.2

116,577.5

123,400.0

130,865.3

133,044.1

Tumbuh

9.0

6.5

9.6

5.9

6.0

1.7

1.7

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

9

Realisasi Susut Distribusi Unit PLN Tahun 2017 DI SALURKAN NO UNIT % PSSD SST DISTRIBUSI
Realisasi Susut Distribusi Unit PLN Tahun 2017
DI
SALURKAN
NO
UNIT
%
PSSD
SST DISTRIBUSI
%
SST JARINGAN
%
KE
DISTRIBUSI
1
2
15
16
17
18
19
20
21
0
PT PLN (PERSERO) WILAYAH ACEH
2,683,066,395
99.95
6,148,011
267,811,907
9.98
267,811,907
9.98
1
PT PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA
10,863,613,749
92.50
84,683,570
1,071,601,080
9.12
1,071,601,080
9.12
2
PT PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA BARAT
3,663,029,318
99.87
1,807,887
245,930,082
6.71
245,930,082
6.71
3
PT PLN (PERSERO) WILAYAH RIAU
5,335,092,037
99.15
4,833,870
504,512,089
9.39
510,591,918
9.49
4
PT PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA SELATAN,
8,156,598,631
92.23
7,959,503
924,195,430
10.45
924,195,430
10.45
5
PT PLN (PERSERO) WILAYAH BANGKA BELITUNG
1,033,747,133
99.54
122,978
54,420,962
5.26
58,360,842
5.62
6
PT PLN (PERSERO) WILAYAH LAMPUNG
4,711,987,231
95.12
74,253,268
639,439,438
12.91
639,439,438
12.91
7
PT PLN (PERSERO) PEMBANGKITAN SUMATERA BA
333,578,650
2.63
0
333,578,650
2.63
333,578,650
2.63
9
PT PLN (PERSERO) WILAYAH KALIMANTAN BARAT
2,582,359,045
97.91
24,409,168
305,894,445
11.85
359,675,691
13.64
10
PT PLN (PERSERO) WILAYAH KALIMANTAN SELATA
3,904,524,936
96.94
0
377,714,754
9.56
450,347,596
11.18
11
PT PLN (PERSERO) WILAYAH KALIMANTAN TIMUR
3,664,045,642
99.27
1,194,736
244,521,841
6.67
269,633,576
7.31
12
PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULAWESI UTARA, TE
3,459,643,124
98.27
2,077,186
383,771,807
11.09
440,893,350
12.52
13
PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULAWESI SELATAN ,
6,915,943,853
98.18
0
579,862,552
8.38
704,723,014
10.00
14
PT PLN (PERSERO) WILAYAH MALUKU & MALUKU U
1,045,115,074
99.53
4,478
131,265,130
12.56
136,149,760
12.97
15
PT PLN (PERSERO) WILAYAH PAPUA
1,531,336,587
99.91
0
138,859,582
9.07
140,120,952
9.14
16
PT PLN (PERSERO) WILAYAH NUSA TENGGARA BAR
1,795,158,500
98.87
179,516
117,431,580
6.54
137,100,843
7.55
17
PT PLN (PERSERO) WILAYAH NUSA TENGGARA TIM
908,868,541
99.14
90,899
53,524,680
5.89
60,997,610
6.65
18
PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI BALI
5,336,505,927
100.00
4,604,702
262,263,724
4.91
262,263,724
4.91
19
PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA TIMUR
36,142,556,588
100.00
0
2,028,403,346
5.61
2,028,403,346
5.61
20
PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA TENGAH & YO
26,682,869,601
100.00
7,388,111
1,548,547,146
5.80
1,548,547,146
5.80
21
PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAWA BARAT
50,250,731,499
99.20
126,858,647
2,698,427,206
5.33
2,698,427,206
5.33
22
PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI JAKARTA RAYA
33,697,818,363
96.44
118,806,246
1,935,885,344
5.54
1,935,885,344
5.54
25
PT PLN BATAM
2,192,316,011
84.22
1,903,895
123,065,018
4.74
127,404,639
4.89
61
PT PLN (PERSERO) DISTRIBUSI BANTEN
22,749,869,668
94.52
81,834,408
986,565,093
4.10
986,565,093
4.10
105
SUMATERA
38,972,877,755
96.95
181,712,983
4,164,403,257
10.69
5,305,075,799
13.20
106
JAWA BAGIAN BARAT
56,447,688,031
97.55
200,640,654
2,922,450,437
5.05
2,922,450,437
5.05
107
JAWA BAGIAN TENGAH
76,933,601,100
99.48
134,246,757
4,246,974,352
5.49
4,246,974,352
5.49
108
JAWA BAGIAN TIMUR & BALI
41,479,062,515
100.00
4,604,702
2,290,667,070
5.52
2,290,667,070
5.52
109
KALIMANTAN
10,150,929,623
98.46
25,603,903
928,131,040
9.14
1,079,656,862
10.47
110
SULAWESI & NUSA TENGGARA
13,079,614,017
98.39
2,347,601
1,134,590,620
8.67
1,343,714,816
10.11
111
MALUKU DAN PAPUA
2,576,451,661
99.76
4,478
270,124,712
10.48
276,270,712
10.70
997
ANAK PERUSAHAAN
2,597,747,111
99.79
1,903,895
528,496,118
20.34
532,835,739
20.47
998
HOLDING
237,041,063,146
97.48
547,257,183
15,427,430,923
6.51
21,288,687,959
8.76
999
KONSOLIDASI
239,638,810,256
97.51
549,161,079
15,955,927,041
6.66
21,821,523,698
8.88

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

10

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 1 1

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

11

Posisi T & D Losses (%) Indonesia di Dunia Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 12

Posisi T & D Losses (%) Indonesia di Dunia

Posisi T & D Losses (%) Indonesia di Dunia Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 12
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 12
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
12
Posisi T & D Losses (%) Indonesia di Dunia Tahun 2014 Data T&D Losses (%)
Posisi T & D Losses (%) Indonesia di Dunia Tahun 2014
Data T&D Losses (%) Beberapa Negara Tahun 2014 (Sumber World Bank)
N O
Country Name
2014
N O
Country Name
2014
N O
Country Name
2014
N O
Country Name
2014
1
Singapore
2.03
51
Estonia
6.77
101
Sri Lanka
11.44
151
Kenya
17.55
2
Trinidad and Tobago
2.31
52
Saudi Arabia
6.78
102
Dominican Republic
11.58
152
IDA only
17.56
3
Slovak Republic
2.46
53
Italy
6.99
103
Kuwait
11.66
153
Tanzania
17.66
4
Iceland
2.75
54
United Arab Emirates
7.18
104
Sub-Saharan Africa (exc
11.70
154
Low income
17.93
5
Israel
2.86
55
Late-demographic divid
7.23
105
Sub-Saharan Africa
11.70
155
Heavily indebted
18.12
6
Gibraltar
3.03
56
Central Europe and the
7.37
106
Sub-Saharan Africa (IDA
11.70
156
Ethiopia
18.46
7
Korea, Rep.
3.35
57
Ireland
7.85
107
Armenia
11.99
157
South Asia
18.94
8
Germany
3.88
58
Europe & Central Asia
8.02
108
Hungary
12.36
158
South Asia (IDA &
18.94
9 Bahrain
3.94
59
Bosnia and Herzegovin
8.18
109
Turkmenistan
12.49
159
Middle East & Nor
19.41
10 Cyprus
3.98
60
Greece
8.24
110
Hong Kong SAR, China
12.50
160
Middle East & Nor
19.41
11 Finland
4.07
61
World
8.26
111
Iran, Islamic Rep.
12.60
161
India
19.42
12 Japan
4.39
62
United Kingdom
8.34
112
Senegal
12.82
162
Macedonia, FYR
19.89
13 Czech Republic
4.53
63
South Africa
8.39
113
Ecuador
12.92
163
Myanmar
20.49
14 Malta
4.68
64
Bulgaria
8.55
114
Croatia
13.13
164
Nicaragua
20.84
15 Netherlands
4.77
65
Suriname
8.72
115
Eritrea
13.51
165
Congo, Dem. Rep.
21.46
16 Sweden
4.78
66
Upper middle income
8.79
116
Middle East & North Afr
13.58
166
Moldova
21.53
17 Australia
4.78
67
Uzbekistan
8.82
117
Azerbaijan
13.60
167
Lithuania
21.98
18 Slovenia
4.78
68
Canada
8.87
118
Mexico
13.71
168
Ghana
22.59
19 Austria
5.33
69
Latvia
9.04
119
Sudan
14.28
169
Cambodia
23.44
20
East Asia & Pacific
5.42
70
Belarus
9.18
120
Panama
14.30
170
Gabon
23.45
21
Belgium
5.43
71
Bolivia
9.19
121
Cote d'Ivoire
14.33
171
Albania
23.69
22
China
5.47
72
Vietnam
9.20
122
Argentina
14.33
172
Kyrgyz Republic
23.73
23
South Sudan
5.74
73
Indonesia
9.37
123
Arab World
14.49
173
Yemen, Rep.
25.77
24
Georgia
5.79
74
Caribbean small states
9.39
124
Morocco
14.70
174
Jamaica
26.75
25
Malaysia
5.79
75
Philippines
9.41
125
Mozambique
14.72
175
Niger
26.81
26
East Asia & Pacific (IDA
5.81
76
Guatemala
9.46
126
Mongolia
14.75
176
Pre-demographic
27.68
27
East Asia & Pacific (exc
5.84
77
Spain
9.60
127
Turkey
14.82
177
Nepal
32.21
28
United States
5.91
78
Uruguay
9.63
128
Tunisia
14.94
178
Honduras
34.95
29
High income
6.04
79
Cameroon
9.82
129
Zambia
14.96
179
Fragile and conflic
35.31
30
Post-demographic divi
6.04
80
Portugal
10.03
130
Kosovo
15.05
180
Venezuela, RB
36.05
31 Qatar
6.05
81
IBRD only
10.03
131
IDA blend
15.14
181
Namibia
36.25
32 Euro area
6.06
82
Russian Federation
10.03
132
Early-demographic divi
15.28
182
Congo, Rep.
44.54
33 Norway
6.06
83
Middle income
10.23
133
Cuba
15.29
183
Iraq
50.63
34 Thailand
6.07
84
IDA & IBRD total
10.27
134
Syrian Arab Republic
15.43
184
Haiti
60.12
35 Denmark
6.13
85
Low & middle income
10.31
135
Serbia
15.44
185
Libya
69.70
36 Other small states
6.18
86
Lebanon
10.47
136
Latin America & Caribbe
15.56
186
Togo
72.54
37 Mauritius
6.20
87
Europe & Central Asia (
10.58
137
Latin America & the Car
15.56
38 Luxembourg
6.30
88
Colombia
10.71
138
Lower middle income
15.70
39 North America
6.30
89
Jordan
10.75
139
Brazil
15.78
40 OECD members
6.31
90
Ukraine
10.78
140
Korea, Dem. People’s R
15.81
41 France
6.35
91
Botswana
10.79
141
Least developed countr
15.93
42
Brunei Darussalam
6.41
92
Costa Rica
10.83
142
Curacao
16.05
43
European Union
6.44
93
Oman
10.88
143
Nigeria
16.11
44
Poland
6.47
94
Romania
10.88
144
Latin America & Caribbe
16.37
45
New Zealand
6.54
95
Europe & Central Asia (
10.89
145
IDA total
16.40
46
Chile
6.54
96
Peru
11.02
146
Zimbabwe
16.44
47
Small states
6.56
97
Egypt, Arab Rep.
11.15
147
Tajikistan
17.02
48
Paraguay
6.58
98
Angola
11.27
148
Algeria
17.13
49
Switzerland
6.70
99
El Salvador
11.33
149
Pakistan
17.41
50
Kazakhstan
6.74
100
Bangladesh
11.40
150
Montenegro
17.55

Simple, Inspiring, Performing,

Phenomenal

13

Jumlah Gangguan Penyaluran PLN Tahun 2017 Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 14
Jumlah Gangguan Penyaluran PLN Tahun 2017 Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 14

Jumlah Gangguan Penyaluran PLN Tahun 2017

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 14
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
14
SAIDI & SAIFI PLN 2017 Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 15

SAIDI & SAIFI PLN 2017

SAIDI & SAIFI PLN 2017 Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 15
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 15
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
15
Rasio Elektrifikasi PLN (%) & Energi Per Kapita (kwh/kapita) Tahun 2017 Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Rasio Elektrifikasi PLN (%) & Energi Per Kapita (kwh/kapita) Tahun 2017 Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Rasio Elektrifikasi PLN (%) & Energi Per Kapita (kwh/kapita) Tahun 2017

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 16
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
16
Biaya Tiap Jenis Bahan Bakar Tahun 2009-2017 PLN Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 1 7
Biaya Tiap Jenis Bahan Bakar Tahun 2009-2017 PLN Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 1 7

Biaya Tiap Jenis Bahan Bakar Tahun 2009-2017 PLN

Biaya Tiap Jenis Bahan Bakar Tahun 2009-2017 PLN Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 1 7

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

17

Biaya Operasi Pembangkit Rata-Rata PLN Tahun 2017 (Rp/kwh) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 1 8

Biaya Operasi Pembangkit Rata-Rata PLN Tahun 2017

Biaya Operasi Pembangkit Rata-Rata PLN Tahun 2017 (Rp/kwh) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 1 8

(Rp/kwh)

Biaya Operasi Pembangkit Rata-Rata PLN Tahun 2017 (Rp/kwh) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 1 8

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

18

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 1 9

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

19

Indikator Distribusi PLN W. WRKR 2014-2017 Realisasi Indikator Sistem Distribusi PLN Wilayah Riau & Kepri

Indikator Distribusi PLN W. WRKR 2014-2017

Realisasi Indikator Sistem Distribusi PLN Wilayah Riau & Kepri 2014-2017

Realisasi Indikator Sistem Distribusi PLN Wilayah Riau & Kepri 2014-2017
Realisasi Indikator Sistem Distribusi PLN Wilayah Riau & Kepri 2014-2017
Realisasi Indikator Sistem Distribusi PLN Wilayah Riau & Kepri 2014-2017
Realisasi Indikator Sistem Distribusi PLN Wilayah Riau & Kepri 2014-2017
 

N

o

Uraian

satuan

2 0 1 4

2 0 1 5

2 0 1 6

2 0 1 7

1

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

Energi Jual TT

Jml Pelanggan TR

Panjang JTM

Panjang JTR

Jumlah Gardu

Kapasitas Gardu

Susut Distribusi

SAIDI

SAIFI

Luas Provinsi

Jumlah desa

Jumlah Penduduk

Jumlah Jiwa Per RTG

Jumlah RTG

Plg

kms

kms

unit

MVA

%

Menit/Plg

Kali/Plg

km2

desa

Jiwa (10^3)

Jiwa

Jiwa (10^3)

1,299,395

9,903.0

28,889.0

10,215

1,370

13.04

845.40

12.49

94,533

2,117

7,056.4

4.4

1,601.0

1,415,237

10,394.4

34,822.2

11,040

1,451

11.55

666.60

9.64

94,533

2,117

7,275.4

4.4

1,650.7

1,562,695

11,562.2

38,080.4

12,171

1,551

10.69

1,068.0

12.53

94,533

2,117

7,420.9

4.4

1,683.7

1,718,692

11,713.4

36,089.8

12,866

1,638

9.38

1,068.0

12.53

94,533

2,117

7,640.9

4.4

1,733.6

Gwh

-

-

-

-

2

Energi Jual TM

Gwh

438.8

492.5

585.4

677.7

3

Energi Jual TR

Gwh

3,533.2

3,749.5

4,025.3

4,148.0

4

Beban Puncak

M W

751.8

836.1

920.0

1,004.4

5

Daya Tersambung TT

MVA

-

-

-

-

6

Daya Tersambung TM

MVA

232.4

249.8

310.8

344.8

7

Daya Tersambung TR

MVA

1,862.6

2,039.5

2,289.0

2,521.0

8

Jml Pelanggan TT

Plg

-

-

-

-

9

Jml Pelanggan TM

Plg

239

316

348

622

           
           
           
           

2

3

2

4

2

5

2

6

2

7

2

8

2

9

3

0

3

1

3

2

3

3

Daya Tsb TM/Jml PLG TM MVA/Plg TM 0.972 0.791 0.893 0.554 Daya Tsb TR/Jml PLG
Daya Tsb TM/Jml PLG TM
MVA/Plg TM
0.972
0.791
0.893
0.554
Daya Tsb TR/Jml PLG TR
KVA/Plg TR
1.433
1.441
1.465
1.467
Energi jual TM/Jml PLG TM
Gwh/Plg TM
1.84
1.56
1.68
1.09
Energi jual TR/Jml PLG TR
kwh/Plg TR
2.72
2.65
2.58
2.41
Energi Jual TL/Jml Pddk
kwh/kapita
562.9
583.1
621.3
631.6
Energi Jual TM/kms JTM
Gwh/kms JTM
0.401
0.408
0.399
0.412
Energi Jual TR/kms JTR
Gwh/kms JTR
0.122
0.108
0.106
0.115
Kapasitas GD rata2/Gardu
KVA/Gardu
134.1
131.4
127.4
127.3
Jumlah PLG TR/Gardu
PLG TR/GD
127.2
128.2
128.4
133.6
Kerapatan beban/km2
kW/km2
7.95
8.84
9.73
10.62
Daya kontak TM+TR/Kap GD
MVA Tsb/Kap GD
1.53
1.58
1.68
1.75
Jumlah Penyulang/Feeder
250
250
250
250
GI+PLTD
8 6
8 6
8 6
8 6
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Beban Rata Per Penyulang
MW/penyulang
3.0
3.3
3.7
4.0
Panjang JTM per Penyulang
kms/penyulang

39.6

41.6

46.2

20 46.9

Penyulang MW/penyulang 3.0 3.3 3.7 4.0 Panjang JTM per Penyulang kms/penyulang 39.6 41.6 46.2 20 46.9
Indikator Distribusi PLN W. SUMBAR 2014-2017 Realisasi Indikator Sistem Distribusi PLN Wilayah Sumbar 2014-2017
Indikator Distribusi PLN W. SUMBAR 2014-2017
Realisasi Indikator Sistem Distribusi PLN Wilayah Sumbar 2014-2017

N

o

Uraian

satuan

2 0 1 4

2 0 1 5

2 0 1 6

2 0 1 7

 

1

Energi Jual TT

Gwh

632.7

624.0

611.1

776.8

 

2

Energi Jual TM

Gwh

100.4

302.2

310.2

330.7

3

Energi Jual TR

Gwh

1,865.2

2,137.1

2,229.5

2,307.9

4

Beban Puncak

M W

518.5

552.3

572.0

594.0

5

Daya Tersambung TT

MVA

90

90

140.0

140.0

 

6

Daya Tersambung TM

MVA

56.8

135.8

151.5

167.1

 

7

Daya Tersambung TR

MVA

1,117.1

1,285.0

1,370.9

1,469.3

 

8

Jml Pelanggan TT

Plg

1

1

2

2

9

Jml Pelanggan TM

Plg

120

153

163

370

10

Jml Pelanggan TR

Plg

1,186,779

1,220,776

1,280,545

1,351,106

11

Panjang JTM

kms

9,385.0

9,854.0

10,493.0

11,032.4

12

Panjang JTR

kms

14,272.0

13,154.0

13,855.0

15,536.8

13

Jumlah Gardu

unit

7,564

8,141

8,982

9,627

14

Kapasitas Gardu

MVA

690.8

729.4

841.0

897.3

15

Susut Distribusi

%

8.35

8.14

7.90

6.71

16

SAIDI

Menit/Plg

565.8

391.8

328.8

1,194.6

17

SAIFI

Kali/Plg

9.5

8.54

7.05

14.6

18

Luas Provinsi

km2

57,956

57,956

57,956

57,956

19

Jumlah desa

desa

6,514

6,514

6,514

6,514

20

Jumlah Penduduk

Jiwa (10^3)

4,906.8

5,196.3

5,260.0

5,322.0

21

Jumlah Jiwa Per RTG

Jiwa

4.2

4.2

4.2

4.2

22

Jumlah RTG

Jiwa (10^3)

1,168.9

1,237.9

1,253.0

1,267.8

1,267.8
Jiwa (10^3) 1,168.9 1,237.9 1,253.0 1,267.8 2 3 Daya Tsb TM/Jml PLG TM MVA/Plg TM 0.473

2

3

Daya Tsb TM/Jml PLG TM

MVA/Plg TM

0.473

0.888

0.930

0.452

0.452

2

4

Daya Tsb TR/Jml PLG TR

KVA/Plg TR

0.941

1.053

1.071

1.087

1.087
 
 

2

5

Energi jual TM/Jml PLG TM

Gwh/Plg TM

0.84

1.98

1.90

0.89

0.89

2

6

Energi jual TR/Jml PLG TR

kwh/Plg TR

1.57

1.75

1.74

1.71

1.71

2

7

Energi Jual TL/Jml Pddk

kwh/kapita

400.6

469.4

482.8

495.8

495.8
 
 

2

8

Energi Jual TM/kms JTM

Gwh/kms JTM

0.209

0.248

0.242

0.239

0.239

2

9

Energi Jual TR/kms JTR

Gwh/kms JTR

0.131

0.162

0.161

0.149

0.149
 
 

3

0

Kapasitas GD rata2/Gardu

KVA/Gardu

91.3

89.6

93.6

93.2

93.2

3

1

Jumlah PLG TR/Gardu

PLG TR/GD

156.9

150.0

142.6

140.3

140.3
 
 

3

2

Kerapatan beban/km2

kW/km2

8.95

9.53

9.87

10.25

10.25
 
 

3

3

Daya kontak TM+TR/Kap GD

MVA Tsb/Kap GD

1.70

1.95

1.81

1.82

 

Jumlah Penyulang/Feeder

119

119

119

119

 

Beban Rata Per Penyulang

MW/penyulang

4.4

4.6

4.8

5.0

 

Panjang JTM per Penyulang

kms/penyulang

78.9

82.8

88.2

92.7

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

21

Panjang JTM per Penyulang kms/penyulang 78.9 82.8 88.2 92.7 Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 2 1
Distribution Code Tahun 2009 (Aturan Jaringan Distribusi Tenaga Listrik) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 22
Distribution Code Tahun 2009 (Aturan Jaringan Distribusi Tenaga Listrik) Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 22

Distribution Code Tahun 2009 (Aturan Jaringan Distribusi Tenaga Listrik)

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 22
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
22
Permen ESDM No. 37 Tahun 2008 Grid Code Sumatera (Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik Sumatera)

Permen ESDM No. 37 Tahun 2008 Grid Code Sumatera (Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik Sumatera)

Sumatera (Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik Sumatera) Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik Sumatera merupakan

Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik Sumatera merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 37 Tahun 2008 tanggal 27 November 2008 tentang

Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik Sumatera. Aturan Jaringan ini merupakan seperangkat peraturan, persyaratan dan standar untuk menjamin keamanan, keandalan serta pengoperasian dan pengembangan sistem yang efisien dalam memenuhi peningkatan kebutuhan tenaga listrik. Aturan Jaringan Sistem Tenaga Listrik Sumatera disusun berdasarkan kondisi struktur Sistem Tenaga Listrik Sumatera saat ini, untuk diberlakukan kepada semua pelaku usaha pada Sistem Sumatera, yaitu PT PLN

(Persero) Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (P3B Sumatera) selaku pengelola jaringan

transmisi sekaligus pengoperasi sistem, PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara, PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan, PT PLN (Persero) Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan, perusahaan pembangkit listrik swasta (IPP), PT PLN (Persero) Wilayah se-Sumatera serta konsumen besar yang instalasinya secara langsung terhubung ke jaringan transmisi. Para pelaku usaha pada Sistem Sumatera tersebut berkewajiban memenuhi semua ketentuan dalam Aturan Jaringan ini sebagai dasar untuk pengoperasian instalasi penyediaan tenaga listrik yang dimilikinya.

Disamping itu, ketentuan-ketentuan pada Aturan Jaringan ini akan memberikan kejelasan mengenai kewajiban masing-masing pelaku usaha pada Sistem Sumatera. Aturan Jaringan Sistem Sumatera ini merupakan dokumen yang bersifat dinamis sehingga harus selalu dimutakhirkan oleh Komite Manajemen Aturan Jaringan (Grid Code Management Committee) seiring dengan perkembangan kondisi sistem dan struktur usaha serta perubahan kompleksitas sistem kelistrikan.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

23

Kedip & Flicker Tegangan Kedip Tegangan : Penurunan tegangan RMS (Root Mean Square) dalam milidetik

Kedip & Flicker Tegangan

Kedip & Flicker Tegangan Kedip Tegangan : Penurunan tegangan RMS (Root Mean Square) dalam milidetik sampai

Kedip Tegangan : Penurunan tegangan RMS (Root Mean Square) dalam milidetik sampai dengan beberapa detik

Kedip tegangan (voltage sags) dapat disebabkan oleh dua hal yaitu :

Gangguan hubung singkat pada jaringan tenaga listrik itu sendiri, dan

Perubahan beban secara mendadak (switching beban dan pengasutan motor

induksi). Penurunan tegangan pada sistem ini akan dapat menyebabkan gangguan pada peralatan lain, terutama peralatan-peralatan yang peka terhadap fluktuasi tegangan.

Menurut standar IEEE 1159-1995, IEEE Recommended Practice for Monitoring Electric Power Quality, definisi sag/kedip adalah penurunan nilai rms tegangan atau arus pada frekuensi daya selama durasi waktu dari 0,5 cycle (0,001 detik) hingga satu menit.

Rentang perubahan dari 0,1 sampai 0,9 pu pada harga rms untuk besaran tegngan atau arus. Hal ini menyebabkan lepasnya (trip) peralatan-peralatan yang peka

terhadap perubahan tegangan.

Flicker Tegangan : Perubahan kecil tegangan riam dan terus menerus, yang dapat dideteksi mata manusia

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

24

Harmonisa Tenaga Listrik (1) Harmonik adalah suatu fenomena yang timbul akibat terdistorsinya gelombang sinusoidal secara

Harmonisa Tenaga Listrik (1)

Harmonisa Tenaga Listrik (1) Harmonik adalah suatu fenomena yang timbul akibat terdistorsinya gelombang sinusoidal secara

Harmonik adalah suatu fenomena yang timbul akibat terdistorsinya gelombang sinusoidal secara periodik yang disebabkan oleh penggunaan beban listrik yang bersifat nonlinier. Bentuk gelombang yang terdistorsi dapat dianggap sebagai penjumlahan dari frekuensi dasar gelombang sinusoidal dan frekuensi yang merupakan kelipatan

bilangan bulat dari frekuensi dasarnya. Frekuensi kelipatan bilangan bulat dari

frekuensi dasar ini disebut dengan frekuensi harmonik. Bilangan bulat pengali frekuensi dasar disebut dengan angka urutan harmonik, misalnya suatu sistem tenaga listrik memiliki frekuensi dasar 50Hz, maka harmonik keduanya ialah 100Hz dan seterusnya.

frekuensi dasar 50Hz, maka harmonik keduanya ialah 100Hz dan seterusnya. Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 2 5

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

25

Harmonisa Tenaga Listrik (2) Gelombang harmonik sangat berpengaruh terhadap bentuk gelombang sinusoidal sistem. Bentuk

Harmonisa Tenaga Listrik (2)

Harmonisa Tenaga Listrik (2) Gelombang harmonik sangat berpengaruh terhadap bentuk gelombang sinusoidal sistem. Bentuk

Gelombang harmonik sangat berpengaruh terhadap bentuk gelombang sinusoidal sistem. Bentuk gelombang nonsinusoidal dapat direpresentasikan

berdasarkan kandungan frekuensi harmoniknya dimana magnitude dan sudut

fasanya bisa dikomputasikan dengan analisis Fourier. Analisis ini mampu memecah suatu bentuk gelombang yang terdistorsi secara periodik menjadi suatu bentuk deret yang terdiri dari frekuensi dasar (50Hz), harmonik ke dua (100Hz), harmonik ke tiga (150Hz), dan seterusnya.

Tolak ukur utama distorsi harmonik bisa dirumuskan sebagai berikut :

adalah Total Harmonic Distortion (THD), yang

dirumuskan sebagai berikut : adalah Total Harmonic Distortion (THD), yang Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 2 6

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

26

Diagram Alir Proses Perencanaan Sistem Distribusi Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 2 7

Diagram Alir Proses Perencanaan Sistem Distribusi

Diagram Alir Proses Perencanaan Sistem Distribusi Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 2 7
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

27

PERENCANAAN SISTEM KELISTRIKAN SECARA KESELURUHAN LOAD FORECAST SMALL AREA LOAD F O RECAST TOTAL SYSTEM

PERENCANAAN SISTEM KELISTRIKAN

SECARA KESELURUHAN

PERENCANAAN SISTEM KELISTRIKAN SECARA KESELURUHAN LOAD FORECAST SMALL AREA LOAD F O RECAST TOTAL SYSTEM (5

LOAD FORECAST SMALL AREA

LOAD FO RECAST TOTAL SYSTEM

LOAD FORECAST SMALL AREA LOAD F O RECAST TOTAL SYSTEM (5 – 20 tahun) ANALISA GARDU
LOAD FORECAST SMALL AREA LOAD F O RECAST TOTAL SYSTEM (5 – 20 tahun) ANALISA GARDU
(5 – 20 tahun)
(5 – 20 tahun)

ANALISA

GARDU

INDUK

Menggunakan grid system dengan resolusi 0.5 km 2

(2 10 tahun)

ANALISA

JARINGAN

FEEDER

RADIAL

Menggunakan grid system dengan resolusi 0.5 5 km 2

Macro Load Forecast

(10 25 tahun)

ANALISA

SISTEM

PEMBANGKIT

ANALISA

SISTEM

TRANSMISI

ANALISA SISTEM PEMBANGKIT ANALISA SISTEM TRANSMISI RENCANA PERLUASAN SISTEM TRANSMISI RENCANA PENGEMBANGAN
ANALISA SISTEM PEMBANGKIT ANALISA SISTEM TRANSMISI RENCANA PERLUASAN SISTEM TRANSMISI RENCANA PENGEMBANGAN
ANALISA SISTEM PEMBANGKIT ANALISA SISTEM TRANSMISI RENCANA PERLUASAN SISTEM TRANSMISI RENCANA PENGEMBANGAN
ANALISA SISTEM PEMBANGKIT ANALISA SISTEM TRANSMISI RENCANA PERLUASAN SISTEM TRANSMISI RENCANA PENGEMBANGAN

RENCANA PERLUASAN SISTEM TRANSMISI

RENCANA PENGEMBANGAN SISTEM DISTRIBUSI

RENCANA PERLUASAN SISTEM PEMBANGKIT

2828

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

BAGAN ALIRAN PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI Fasilitas Sistem Distribusi Terpasang • JTM (kms, jumlah penyulang) •
BAGAN ALIRAN PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI Fasilitas Sistem Distribusi Terpasang • JTM (kms, jumlah penyulang) •

BAGAN ALIRAN PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI

BAGAN ALIRAN PERENCANAAN SISTEM DISTRIBUSI Fasilitas Sistem Distribusi Terpasang • JTM (kms, jumlah penyulang) • JTR
Fasilitas Sistem Distribusi Terpasang • JTM (kms, jumlah penyulang) • JTR (kms) • Trafo Distribusi
Fasilitas Sistem Distribusi Terpasang
• JTM (kms, jumlah penyulang)
• JTR (kms)
• Trafo Distribusi (MVA)
• Usia Peralatan
Pembebanan pada Sistem Distribusi Terpasang :
• JTM : MW/ penyulang
• Trafo Distribusi : (% loading)
Program Peningkatan
keandalan

Program Penurunan SusutTeknis

Peningkatan keandalan Program Penurunan Susut Teknis Program Rehabilitasi 29 Prakiraan Beban (DKB) • Energy

Program Rehabilitasi

Program Penurunan Susut Teknis Program Rehabilitasi 29 Prakiraan Beban (DKB) • Energy Sales • Jumlah

29

Prakiraan Beban (DKB) Energy Sales Jumlah Pelanggan

Energy Sales (TM) Energy Sales (TR) Peak Load (TM) Peak Load (TR) Ya
Energy Sales (TM)
Energy Sales (TR)
Peak Load (TM)
Peak Load (TR)
Ya
Apakah Ada Komponen Sistem Distribusi Berbeban lebih ?
Apakah Ada Komponen
Sistem Distribusi
Berbeban lebih ?
Tidak
Tidak

Program Ekstensifikasi Perkuatan Penyulang TM Penambahan Trafo Dist. Trafo Sisipan Penambahan JTR

Program Intensifikasi

• Trafo Sisipan • Penambahan JTR Program Intensifikasi Investment Plan • Kebutuhan Fisik Perluasan Sistem
• Trafo Sisipan • Penambahan JTR Program Intensifikasi Investment Plan • Kebutuhan Fisik Perluasan Sistem

Investment Plan

Kebutuhan Fisik Perluasan Sistem Distribusi

Prakiraan Biaya

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

AZAS PERENCANAAN SISTEM TENAGA LISTRIK Azas least cost : pemenuhan kebutuhan tenaga listrik pada tingkat
AZAS PERENCANAAN SISTEM TENAGA LISTRIK Azas least cost : pemenuhan kebutuhan tenaga listrik pada tingkat
AZAS PERENCANAAN SISTEM TENAGA LISTRIK Azas least cost : pemenuhan kebutuhan tenaga listrik pada tingkat
AZAS PERENCANAAN SISTEM TENAGA LISTRIK
AZAS PERENCANAAN SISTEM TENAGA LISTRIK

Azas least cost : pemenuhan kebutuhan tenaga listrik pada tingkat mutu dan keandalan tertentu dan sustainable, dengan biaya yang minimal bagi masyarakat.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

30

PT PLN ( PERSERO ) PENDEKATAN PERENCANAAN (1) Ada hubungan antara Kebutuhan Fisik Fasilitas Distribusi

PT PLN ( PERSERO )

PENDEKATAN PERENCANAAN (1)

PT PLN ( PERSERO ) PENDEKATAN PERENCANAAN (1) Ada hubungan antara Kebutuhan Fisik Fasilitas Distribusi dengan
PT PLN ( PERSERO ) PENDEKATAN PERENCANAAN (1) Ada hubungan antara Kebutuhan Fisik Fasilitas Distribusi dengan
Ada hubungan antara Kebutuhan Fisik Fasilitas Distribusi dengan beberapa Parameter (Variabel), antara lain,
Ada hubungan antara
Kebutuhan Fisik
Fasilitas Distribusi
dengan beberapa
Parameter (Variabel),
antara lain,
dengan beberapa Parameter (Variabel), antara lain, • Electrical : Energy Sales (MWh), Load Factor (LF),

Electrical : Energy Sales (MWh), Load

Factor (LF), Beban Puncak (MW), Faktor Kebersamaan (Coincidence Factor), MVA

Tersambung, Tegangan Operasi, Kriteria Batas Susut Tegangan, Ukuran Penampang Konduktor dan Batas

Pembebanan pada Trafo, dsb.

Geografis : Coverage Area (luas area pelayanan)

Kerapatan Penduduk (population

density), jumlah pelanggan

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

31

PT PLN ( PERSERO ) PENDEKATAN PERENCANAAN (2) Keterkaitan yang sangat erat antara Kebutuhan Fisik

PT PLN ( PERSERO )

PT PLN ( PERSERO ) PENDEKATAN PERENCANAAN (2) Keterkaitan yang sangat erat antara Kebutuhan Fisik JTM,

PENDEKATAN PERENCANAAN (2)

PT PLN ( PERSERO ) PENDEKATAN PERENCANAAN (2) Keterkaitan yang sangat erat antara Kebutuhan Fisik JTM,
PT PLN ( PERSERO ) PENDEKATAN PERENCANAAN (2) Keterkaitan yang sangat erat antara Kebutuhan Fisik JTM,
Keterkaitan yang sangat erat antara Kebutuhan Fisik JTM, JTR dan Trafo Distribusi dengan Beban Puncak
Keterkaitan yang
sangat erat antara
Kebutuhan Fisik JTM,
JTR dan Trafo Distribusi
dengan Beban Puncak
Fisik JTM, JTR dan Trafo Distribusi dengan Beban Puncak • Jaringan Tegangan Menengah dengan Beban Puncak

Jaringan Tegangan Menengah dengan Beban Puncak (TM) -> MW (TM), dan Susut Tegangan yang diijinkan

Trafo Distribusi dengan Beban Puncak (TR) -> MW (TR) , atau dengan MVA tersambung(TR), dan Prosentase Pembebanan yang diijinkan

Sementara Jaringan Tegangan Rendah berhubungan erat dengan Kapasitas Trafo Distribusi dan Jumlah Pelanggan yang dilayani

erat dengan Kapasitas Trafo Distribusi dan Jumlah Pelanggan yang dilayani Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 3 2
erat dengan Kapasitas Trafo Distribusi dan Jumlah Pelanggan yang dilayani Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 3 2
erat dengan Kapasitas Trafo Distribusi dan Jumlah Pelanggan yang dilayani Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 3 2

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

32

Geographical Map Area yang dilayani (Service Area) Land Use Map BAGAN ALIRAN PERENCANAAN FEEDER TM
Geographical Map Area yang dilayani (Service Area) Land Use Map BAGAN ALIRAN PERENCANAAN FEEDER TM
Geographical Map Area yang dilayani (Service Area) Land Use Map BAGAN ALIRAN PERENCANAAN FEEDER TM
Geographical Map
Area yang dilayani
(Service Area)
Land Use Map
BAGAN ALIRAN
PERENCANAAN
FEEDER TM
Beban Puncak (Small Area) Spatial Load Forecast Route Feeder TM Rencana Perluasan Gardu Induk :
Beban Puncak
(Small Area)
Spatial Load
Forecast
Route Feeder TM
Rencana Perluasan
Gardu Induk :
• Existing
• Uprating
• Expansion Plan
• Lokasi Baru
Susut Tegangan
Least Cost
Expansion Plan
yang diijinkan
Ukuran Penampang
Konduktor
33

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Contoh Pilihan Alternatif Dalam Perencanaan Sistem Distribusi (1/2) GI A GI B Feeder TM Terpasang
Contoh Pilihan Alternatif Dalam Perencanaan Sistem Distribusi (1/2) GI A GI B Feeder TM Terpasang

Contoh Pilihan Alternatif Dalam Perencanaan

Sistem Distribusi (1/2)

GI A GI B Feeder TM Terpasang Alternatif 2 Alternatif 3 Alternatif 1
GI
A
GI
B
Feeder TM Terpasang
Alternatif 2
Alternatif 3
Alternatif 1

Pelanggan Baru

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

3434

Contoh Pilihan Alternatif Dalam Perencanaan Sistem Distribusi (2/2) Alternatif 1 : Gardu Induk TT/ TM
Contoh Pilihan Alternatif Dalam Perencanaan Sistem Distribusi (2/2) Alternatif 1 : Gardu Induk TT/ TM

Contoh Pilihan Alternatif Dalam Perencanaan

Sistem Distribusi (2/2)

Alternatif 1 :
Alternatif 1 :

Gardu Induk TT/ TM

Alternatif 2 :
Alternatif 2 :

Menyambung dengan Feeder dengan konduktor dengan luas Penampang lebih besar, sehingga memerlukan jumlah sirkit lebih sedikit

Menyambung dengan Feeder dengan konduktor dengan luas penampang kecil, sehingga memerlukan jumlah sirkit lebih banyak

Calon Pelanggan atau Lokasi Baru yang akan disambung

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

3535

KONFIGURASI JARINGAN Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 3 6
KONFIGURASI JARINGAN Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 3 6

KONFIGURASI JARINGAN

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

36

1. RADIAL. 2. SPINDLE. 3. CLUSTER. 4. OPEN LOOP. 5. PRIMARY / SE CONDARY SLECTIVE.
1. RADIAL. 2. SPINDLE. 3. CLUSTER. 4. OPEN LOOP. 5. PRIMARY / SE CONDARY SLECTIVE.
1. RADIAL. 2. SPINDLE. 3. CLUSTER. 4. OPEN LOOP. 5. PRIMARY / SE CONDARY SLECTIVE.
1. RADIAL. 2. SPINDLE. 3. CLUSTER. 4. OPEN LOOP. 5. PRIMARY / SE CONDARY SLECTIVE.
1. RADIAL. 2. SPINDLE. 3. CLUSTER. 4. OPEN LOOP. 5. PRIMARY / SE CONDARY SLECTIVE.
1. RADIAL. 2. SPINDLE. 3. CLUSTER. 4. OPEN LOOP. 5. PRIMARY / SE CONDARY SLECTIVE.
1. RADIAL. 2. SPINDLE. 3. CLUSTER. 4. OPEN LOOP. 5. PRIMARY / SE CONDARY SLECTIVE.
1. RADIAL. 2. SPINDLE. 3. CLUSTER. 4. OPEN LOOP. 5. PRIMARY / SE CONDARY SLECTIVE.

1.

RADIAL.

2.

SPINDLE.

3.

CLUSTER.

4.

OPEN LOOP.

5.

PRIMARY / SE CONDARY SLECTIVE.

6.

LOOP.

7.

MARGAREITH.

8.

SPOT NETWORK.

9.

FLOWER.

2 JENIS KONFIGURASI JARINGAN
2
JENIS
KONFIGURASI
JARINGAN

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

Contoh Pilihan Alternatif Dalam Perencanaan Sistem Distribusi (3/3) Alternatif 1 : Gardu Induk TT/ TM
Contoh Pilihan Alternatif Dalam Perencanaan Sistem Distribusi (3/3) Alternatif 1 : Gardu Induk TT/ TM

Contoh Pilihan Alternatif Dalam Perencanaan

Sistem Distribusi (3/3)

Alternatif 1 :
Alternatif 1 :

Gardu Induk TT/ TM

Alternatif 2 :
Alternatif 2 :

Menyambung dengan Feeder dengan konduktor dengan luas Penampang lebih besar, sehingga memerlukan jumlah sirkit lebih sedikit

Menyambung dengan Feeder dengan konduktor dengan luas penampang kecil, sehingga memerlukan jumlah sirkit lebih banyak

Calon Pelanggan atau Lokasi Baru yang akan disambung

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

3838

Struktur Jaringan Sistem Distribusi (Jaringan Tegangan Menengah) 1. Stuktur Jaringan Radial Energi listrik disalurkan ke
Struktur Jaringan Sistem Distribusi (Jaringan Tegangan Menengah) 1. Stuktur Jaringan Radial Energi listrik disalurkan ke

Struktur Jaringan Sistem Distribusi (Jaringan Tegangan Menengah)

1. Stuktur Jaringan Radial

(Jaringan Tegangan Menengah) 1. Stuktur Jaringan Radial Energi listrik disalurkan ke konsumen melalui satu

Energi listrik disalurkan ke konsumen

melalui satu penyulang / feeder dan hanya satu arah

- Struktur sederhana (biaya relatif murah), sehingga banyak digunakan.

- Keandalan kurang

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

39

Radial System Beban GD TM/TR Beban GD TM/TR Circuit AVR Breaker Bus TM GD TM/TR
Radial System Beban GD TM/TR Beban GD TM/TR Circuit AVR Breaker Bus TM GD TM/TR
Radial System
Beban
GD TM/TR
Beban
GD TM/TR
Circuit
AVR
Breaker
Bus TM
GD TM/TR
GD TM/TR

GI TT/TM

Beban

Beban

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

4040

2. Struktur Jaringan Spindle Merupakan perluasan dari jaringan radial dengan penambahan penyulang / feeder lebih
2. Struktur Jaringan Spindle Merupakan perluasan dari jaringan radial dengan penambahan penyulang / feeder lebih
2. Struktur Jaringan Spindle
2. Struktur Jaringan Spindle
2. Struktur Jaringan Spindle Merupakan perluasan dari jaringan radial dengan penambahan penyulang / feeder lebih banyak

Merupakan perluasan dari jaringan radial dengan penambahan penyulang / feeder lebih banyak lagi, yang kesemuanya bertemu pada suatu titik yang merupakan gardu switching (gardu refleksi).

- Struktur lebih kompleks (biaya relatif mahal), digunakan 1 penyulang / feeder tanpa beban (feeder express) dalam kondisi normal.

- Keandalan Tinggi

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

41

Load Feeder N.O. Express Feeder Switching HV/ MV Subs. Station MV/ LV transf. N.C. Mid

Load Feeder

Load Feeder N.O. Express Feeder Switching HV/ MV Subs. Station MV/ LV transf. N.C. Mid point
Load Feeder N.O. Express Feeder Switching HV/ MV Subs. Station MV/ LV transf. N.C. Mid point
Load Feeder N.O. Express Feeder Switching HV/ MV Subs. Station MV/ LV transf. N.C. Mid point

N.O.

Express Feeder Switching HV/ MV Subs. Station MV/ LV transf.
Express Feeder
Switching
HV/ MV Subs.
Station
MV/ LV transf.

N.C.

Mid point

A Spindle System

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

4242

4. Struktur Jaringan Open Loop Merupakan perluasan jaringan radial dengan cadangan pasokan dari penyulang lain.
4. Struktur Jaringan Open Loop Merupakan perluasan jaringan radial dengan cadangan pasokan dari penyulang lain.
4. Struktur Jaringan Open Loop Merupakan perluasan jaringan radial dengan cadangan pasokan dari penyulang lain.
4. Struktur Jaringan Open Loop
Merupakan perluasan jaringan radial dengan
cadangan pasokan dari penyulang lain.
- Struktur sederhana (memerlukan
kecermatan dalam manuver beban)
- Sumber pasokan dapat dari GI yg
sama atau dari GI yang lain
- Keandalan lebih tinggi dari radial
GI yg sama atau dari GI yang lain - Keandalan lebih tinggi dari radial Simple, Inspiring,

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

43

GAMBAR DIAGRAM SEGARIS OPEN LOOP 150 / 70 kV 150 / 70 kV OPEN LOOP
GAMBAR DIAGRAM SEGARIS OPEN LOOP 150 / 70 kV 150 / 70 kV OPEN LOOP

GAMBAR DIAGRAM SEGARIS OPEN LOOP

150 / 70 kV

150 / 70 kV OPEN LOOP DARI 2 GI TRAFO GI 20 kV BEBAN OPEN
150 / 70 kV
OPEN LOOP DARI 2 GI
TRAFO GI
20 kV
BEBAN
OPEN LOOP DARI 1 GI
Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

44

Primary Selective System Circuit Circuit Breaker Breaker Bus TM1 Bus TM2 Auto Change over switch

Primary Selective System

Primary Selective System Circuit Circuit Breaker Breaker Bus TM1 Bus TM2 Auto Change over switch GD
Circuit Circuit Breaker Breaker Bus TM1 Bus TM2 Auto Change over switch GD TM/TR
Circuit
Circuit
Breaker
Breaker
Bus TM1
Bus TM2
Auto Change over
switch
GD TM/TR

Beban

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

4545

Secondary Selective System Circuit Breaker GD TM/TR 2 Circuit Breaker GD TM/TR 1 Bus TM1

Secondary Selective System

Secondary Selective System Circuit Breaker GD TM/TR 2 Circuit Breaker GD TM/TR 1 Bus TM1 Breaker3(

Circuit

Breaker
Breaker
Breaker
Breaker

Breaker

Breaker
Breaker
Breaker
Breaker
Breaker
Breaker
Breaker
Breaker
Secondary Selective System Circuit Breaker GD TM/TR 2 Circuit Breaker GD TM/TR 1 Bus TM1 Breaker3(
Secondary Selective System Circuit Breaker GD TM/TR 2 Circuit Breaker GD TM/TR 1 Bus TM1 Breaker3(

GD TM/TR 2

Circuit Breaker
Circuit Breaker
Circuit Breaker
Circuit Breaker
Circuit Breaker

Circuit

Circuit

Breaker

Breaker
Circuit Breaker
Circuit Breaker
Circuit Breaker
Circuit Breaker
Circuit Breaker
Circuit Breaker

GD TM/TR 1

Circuit Breaker GD TM/TR 2 Circuit Breaker GD TM/TR 1 Bus TM1 Breaker3( n.o) Bus TM2
Circuit Breaker GD TM/TR 2 Circuit Breaker GD TM/TR 1 Bus TM1 Breaker3( n.o) Bus TM2

Bus TM1

Breaker3(
Breaker3(

n.o) GD TM/TR 2 Circuit Breaker GD TM/TR 1 Bus TM1 Breaker3( Bus TM2 Breaker1 Breaker2 Auto

Bus TM2

Breaker1

Breaker2

Auto Change

over switch

Beban1

Beban2

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

4646

PT PLN ( PERSERO ) 6. Struktur Jaringan Margerithe Merupakan struktur jaringan yang terdiri dari

PT PLN ( PERSERO )

PT PLN ( PERSERO ) 6. Struktur Jaringan Margerithe Merupakan struktur jaringan yang terdiri dari penggabungan
6. Struktur Jaringan Margerithe
6. Struktur Jaringan Margerithe
Merupakan struktur jaringan yang terdiri dari penggabungan antara jaringan spindle dengan jaringan loop. - Biaya
Merupakan struktur jaringan yang
terdiri dari penggabungan antara
jaringan spindle dengan jaringan
loop.
- Biaya pembangunan dan perawatan
Sangat tinggi
- Keandalan Paling Tinggi
- Biaya pembangunan dan perawatan Sangat tinggi - Keandalan Paling Tinggi Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

47

GAMBAR DIAGRAM SEGARIS JARINGAN MARGERITHE PMT BEBAN TRAFO GI EKPRES FEEDER TRAFO GI 20 kV
GAMBAR DIAGRAM SEGARIS JARINGAN MARGERITHE PMT BEBAN TRAFO GI EKPRES FEEDER TRAFO GI 20 kV

GAMBAR DIAGRAM SEGARIS JARINGAN MARGERITHE

PMT BEBAN TRAFO GI EKPRES FEEDER TRAFO GI 20 kV
PMT
BEBAN
TRAFO GI
EKPRES FEEDER
TRAFO GI
20 kV

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

20 kV

48

7. Struktur Jaringan Spot Network Merupakan struktur jaringan untuk Pelanggan yang tidak boleh padam (
7. Struktur Jaringan Spot Network Merupakan struktur jaringan untuk Pelanggan yang tidak boleh padam (
7. Struktur Jaringan Spot Network
7. Struktur Jaringan Spot Network
7. Struktur Jaringan Spot Network Merupakan struktur jaringan untuk Pelanggan yang tidak boleh padam ( Pelanggan

Merupakan struktur jaringan untuk Pelanggan yang tidak boleh padam ( Pelanggan VVIP ). Minimal dipasok oleh 2 Penuylang , sekaligus Plus Automatic Change Over.

Contoh : 1) Istana Presiden. 2) Gedung MPR. 3) Bandara.

- Biaya pembangunan dan perawatan

Sangat tinggi - Keandalan Paling Tinggi

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

49

pembangunan dan perawatan Sangat tinggi - Keandalan Paling Tinggi Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal 4 9
GAMBAR DIAGRAM SEGARIS JARINGAN SPOT NETWORK TRAFO GI EKPRES FEEDER A C O EKPRES FEEDER
GAMBAR DIAGRAM SEGARIS JARINGAN SPOT NETWORK TRAFO GI EKPRES FEEDER A C O EKPRES FEEDER

GAMBAR DIAGRAM SEGARIS JARINGAN SPOT NETWORK

TRAFO GI

GAMBAR DIAGRAM SEGARIS JARINGAN SPOT NETWORK TRAFO GI EKPRES FEEDER A C O EKPRES FEEDER 20
GAMBAR DIAGRAM SEGARIS JARINGAN SPOT NETWORK TRAFO GI EKPRES FEEDER A C O EKPRES FEEDER 20
GAMBAR DIAGRAM SEGARIS JARINGAN SPOT NETWORK TRAFO GI EKPRES FEEDER A C O EKPRES FEEDER 20
EKPRES FEEDER A C O EKPRES FEEDER
EKPRES FEEDER
A C O
EKPRES FEEDER
SPOT NETWORK TRAFO GI EKPRES FEEDER A C O EKPRES FEEDER 20 kV KONSUMEN TRAFO GI

20 kV

KONSUMEN

TRAFO GI EKPRES FEEDER A C O EKPRES FEEDER 20 kV KONSUMEN TRAFO GI 20 kV
TRAFO GI EKPRES FEEDER A C O EKPRES FEEDER 20 kV KONSUMEN TRAFO GI 20 kV
TRAFO GI
TRAFO GI
TRAFO GI EKPRES FEEDER A C O EKPRES FEEDER 20 kV KONSUMEN TRAFO GI 20 kV

20 kV

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

50

Spot Network System Bus TM Circuit Circuit Circuit Breaker Breaker Breaker GD TM/TR 1 GD

Spot Network System

Spot Network System Bus TM Circuit Circuit Circuit Breaker Breaker Breaker GD TM/TR 1 GD TM/TR
Bus TM Circuit Circuit Circuit Breaker Breaker Breaker GD TM/TR 1 GD TM/TR 2 GD
Bus TM
Circuit
Circuit
Circuit
Breaker
Breaker
Breaker
GD TM/TR 1
GD TM/TR 2
GD TM/TR 3
Protector
Protector
Protector
Fuse
Fuse
Fuse
Tie
Tie
Bus TR
Feeder
NC
NC
TR
Beban
Beban
Beban

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

5151

PT PLN ( PERSERO ) 8. Struktur Jaringan Flower Merupakan struktur jaringan untuk daerah padat

PT PLN ( PERSERO )

PT PLN ( PERSERO ) 8. Struktur Jaringan Flower Merupakan struktur jaringan untuk daerah padat Pelanggan
8. Struktur Jaringan Flower
8. Struktur Jaringan Flower
PT PLN ( PERSERO ) 8. Struktur Jaringan Flower Merupakan struktur jaringan untuk daerah padat Pelanggan

Merupakan struktur jaringan untuk daerah padat Pelanggan di daerah perlotaan yang minim / sulit lahan untuk memba

ngun jaringan.

Penghantar dengan diameter besar agar dapat digunakan untuk pasokan daya yang besar.

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

52

Legend : NC Flower system (Singapore) 66/22kV SOURCE S/S X Ke GI 66/22 kV lain

Legend :

Legend : NC Flower system (Singapore) 66/22kV SOURCE S/S X Ke GI 66/22 kV lain Ke

NC

Flower system (Singapore)

Legend : NC Flower system (Singapore) 66/22kV SOURCE S/S X Ke GI 66/22 kV lain Ke
66/22kV SOURCE S/S X
66/22kV
SOURCE
S/S X

Ke GI 66/22 kV lain

(Singapore) 66/22kV SOURCE S/S X Ke GI 66/22 kV lain Ke GI 66/22 kV lain 66/22kV

Ke GI 66/22 kV lain

SOURCE S/S X Ke GI 66/22 kV lain Ke GI 66/22 kV lain 66/22kV SOURCE S/S
66/22kV SOURCE S/S Y
66/22kV
SOURCE
S/S Y

Ke GI 66/22 kV lain

66/ 22 kV S/S

22

kV cable (ring)

22

kV interconnction cable

22kV/LV distribution subst.

Network Cut

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

5353

PEMBEBANAN OPTIMUM PENYULANG TM (1) 1 Pembebanan pada Penyulang TM dibatasi oleh : • Kuat
PEMBEBANAN OPTIMUM PENYULANG TM (1) 1 Pembebanan pada Penyulang TM dibatasi oleh : • Kuat

PEMBEBANAN OPTIMUM PENYULANG TM (1)

1 Pembebanan pada Penyulang TM dibatasi oleh :

Kuat Hantar Arus (KHA) hantaran penyulang

Susut Tegangan yang diijinkan

Batas Stabilitas Tegangan (Voltage Stability)

2 Untuk Penyulang yang pendek seringkali KHA menjadi batas pembebanan

3 Untuk Penyulang yang panjang, Susut Tegangan seringkali menjadi batas pembebanan

8/24/2018

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

5454

PEMBEBANAN OPTIMUM PENYULANG TM (2) 1 Pembebanan Optimum Penyulang TM adalah pembebanan penyulang sedemikian rupa
PEMBEBANAN OPTIMUM PENYULANG TM (2) 1 Pembebanan Optimum Penyulang TM adalah pembebanan penyulang sedemikian rupa

PEMBEBANAN OPTIMUM PENYULANG TM (2)

1

Pembebanan Optimum Penyulang TM adalah pembebanan penyulang sedemikian rupa hingga biaya penyalurannya seminimal mungkin

2

Biaya Penyaluran terdiri atas dua komponen :

Capital Cost (biaya pembangunan) penyulang

Cost of Losses (biaya susut) pada penyulang

3

Biaya Susut terdiri atas dua komponen :

Demand cost of losses : merupakan biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap kW unit pembangkit yang diperlukan guna menanggung setiap kW rugi daya

sepanjang penyulang

Energy Cost of Losses : biaya rugi energi yang terjadi pada penyulang

8/24/2018

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

5555

PEMBEBANAN OPTIMUM PENYULANG TM (3) Biaya Penyaluran : C F Dimana : C F C
PEMBEBANAN OPTIMUM PENYULANG TM (3) Biaya Penyaluran : C F Dimana : C F C

PEMBEBANAN OPTIMUM PENYULANG TM (3)

Biaya Penyaluran :

C F

Dimana :

C F

C FINV = Biaya investasi penyulang tegangan menengah (Rp/ km/ thn.) MVA = Daya maksimum yang disalurkan penyulang (MVA)

R

C FINV + ((MVA) 2 . R/U 2 ) . CL . 1000

(1)

=

= Biaya Penyaluran Penyulang Tegangan Menengah (Rp/ km/ thn.)

= Besarnya tahanan urutan positip persatuan panjang

CL

penyulang (ohm/ km)

= Biaya rugi-rugi (Cost of losses) (Rp/ kW/ thn.)

8/24/2018

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

5656

PEMBEBANAN OPTIMUM PENYULANG TM (4) Besarnya CL dari Persamaan (1) dapat dihitung sebagai berikut :
PEMBEBANAN OPTIMUM PENYULANG TM (4) Besarnya CL dari Persamaan (1) dapat dihitung sebagai berikut :

PEMBEBANAN OPTIMUM PENYULANG TM (4)

Besarnya CL dari Persamaan (1) dapat dihitung sebagai berikut :

CL

=

C G + 8760 . LSF . CE

(2)

Dimana :

C G

LSF

CE

= Biaya investasi pertahun per kW unit pembangkit

(Rp/ kW/ thn.)

= Loss Factor = Biaya Produksi Enersi Listrik (Rp/ kWh)

8/24/2018

Simple, Inspiring, Performing, Phenomenal

5757

PEMBEBANAN OPTIMUM PENYULANG TM (5) Biaya Penyaluran Penyulang 20 kV 40000 35000 30000 25000 20000

PEMBEBANAN OPTIMUM PENYULANG TM (5)

PEMBEBANAN OPTIMUM PENYULANG TM (5) Biaya Penyaluran Penyulang 20 kV 40000 35000 30000 25000 20000 15000