Anda di halaman 1dari 4

KONSEP ELASTISITAS PERMINTAAN DALAM PELAYANAN

KESEHATAN

Alvishenna Martin (1707057)

Administrasi dan Kebijakan Kesehatan

STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Program Pasca Sarjana Ilmu Kesehatan Masyarakat


Pelayanan kesehatan memiliki karakterisik khusus dibandingkan dengan barang dan
jasa lain. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Intangibility. Pelayanan kesehatan tidak bisa dinilai oleh panca indera.


Pasien/konsumen tidak bisa melihat, mendengar, membau, merasakan, mengecap
pelayanan kesehatan.
2. Inseparability. Produksi dan konsumsi pelayanan kesehatan terjadi secara simultan
(bersama).
3. Inventory. Pelayanan kesehataan tidak bisa disimpan untuk digunakan pada saat
dibutuhkan oleh pasien nantinya.
4. Komposisi dan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima pasien dari dari seorang
dokter dari waktu kewaktu, maupun pelayanan kesehatan yang digunakan antar
pasien, bervariasi.

Elastisitas merupakan salah satu konsep penting untuk memahami beragam


permasalahan di bidang ekonomi. Konsep elastisitas sering dipakai sebagai dasar analisis
ekonomi, seperti dalam menganalisis permintaan, penawaran, penerimaan pajak, maupun
distribusi kemakmuran.

Elastisitas permintaan merupakan suatu ukuran kuantitatif yang menunjukkan


besarnya pengaruh perubahan harga atau faktor-faktor lainnya terhadap perubahan
permintaan suatu komoditas. Elastisitas permintaan pada pelayanan kesehatan bersifat
elastis tidak sempurna. Dikatakan elastis tidak sempurna apabila kenaikan harga sebesar 1
persen hanya diikuti penurunan jumlah barang/jasa yang diminta kurang dari satu persen,
sebaliknya penurunan harga sebesar 1 persen menyebabkan kenaikan jumlah barang yang
diminta kurang dari 1 persen.

Pada pelayanan kesehatan, kenaikan maupun penurunan harga hanya


mempengaruhi sebagian kecil dari jumlah permintaan. Karena pelayanan kesehatan
merupakan salah satu kebutuhan pokok seseorang dan bersifat mendesak sehingga
meskipun harga sedang naik maupun harga sedang turun, jika konsumen butuh akan
pelayanan tersebut maka mereka tetap akan mengakses pelayanan tersebut. Hal ini
disebabkan karena harga bukan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi pelayanan
kesehatan namun kebutuhan dan adanya insiden penyakit dan provider yang mempengaruhi
permintaan akan pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan termasuk
elastisitas tidak sempurna karena semakin tinggi harga pada pelayanan kesehatan,
permintaan akan pelayanan kesehatan juga akan turun tetapi tidak sebesar peningkatan
harga tersebut.

Permintaan pelayanan kesehatan pada dasarnya jika seseorang ingin meningkatkan


derajat kesehatannya maka seseorang tersebut tidak memikirkan seberapa besar uang yang
akan dikeluarkan untuk kesehatannya tersebut. Perawatan kesehatan digunakan untuk
mempertahankan dan melindungi kesehatan. Dalam ilmu ekonomi, tipe permintaan ini disebut
sebagai permintaan utama, yaitu bahwa seseorang memilih perawatan kesehatan bukan karena
ia menyukainya, tetapi karena pentingnya mendapatkan level kesehatan yang diinginkan.

Karena elastisitas bersifat inelastis maka konsekuensi yang harus dilakukan adalah
meningkatkan mutu pelayanan, karena seperti yang sudah dijelaskan diatas tadi faktor yang
lebih dominan adalah insiden terjadinya penyakit dan provider. Dalam pelayanan kesehatan,
permintaan tergantung pada sifat urgensinya, yaitu:

1. Emergency : penyakit jantung mendadak, apendik dll.


Pada sifat emergency ini, elastisitas permintaan dalam pelayanan kesehatan
tergolong inelastis. Semakin emergency suatu keadaan, maka kurva dari permintaan
akan bersifat semakin inelastis bahkan inelastis sempurna.
2. Non emergency
Pada sifat non emergency ini, elastisitas permintaan dalam pelayanan kesehatan akan
bersifat semakin elastis. Dalam keadaan yang tidak darurat pasien cenderung
memikirkan faktor lain yang mempengaruhi salah satunya yaitu biaya. Contohnya,
dalam kadaan menderita penyakit influenza, dimana penyakit ini tidak terlalu darurat
atau memerlukan penanganan secepatnya, apabila seorang dokter meresepkan
pelayanan kesehatan A dimana biayanya dirasa mahal, maka pasien akan lebih
memilih membeli obat bebas yang dirasa biayanya lebih murah dari pada Pelayanan
A.
3. Elective yaitu yankes yang bisa diatur saat pelaksanaannya seperti bedah kosmetik,
sirkumsisi, operasi katarak.

Konsekuensi Elastisitas Permintaan pada Pelayanan Kesehatan Pada dapat bersifat


inelastis ataupun elastis. Berikut ini adalah penjelasan tentang konsekuensi dari kedua sifat
elastisitas tersebut:

1. Inelastis (E<1)
Koefisien elastisitas berada di antara nol sampai satu apabila persentase perubahan
harga adalah lebih besar dari pada persentase perubahan jumlah permintaan. Atau
persentase perubahan kuantitas permintaan lebih kecil dari persentase perubahan
harga.
Permintaan bersifat inelastis dapat terjadi pada saat harga pelayanan kesehatan
meningkat sangat cepat, sedangkan faktor lain di luar harga dalam kondisi tetap. Pada
kondisi ini permintaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan akan menurun.
Tetapi angka penurunan permintaan ini tidak sebesar kenaikan harga pelayanan
kesehatan.
Hal ini disebabkan karena apabila seseorang menderita penyakit yang darurat
(emergency) sehingga orang tersebut akan berusaha untuk segera menyembuhkan
penyakit tersebut dengan menggunakan pelayanan kesehatan saat itu juga.
Sedangkan apabila penyakit yang dialami seseorang bukan merupakan penyakit
darurat (non emergency), maka orang tersebut akan mencari solusi lain saat harga
pelayanan kesehatan naik.
Konsekuensi yang harus dilakukan saat kondisi inelastis ini terjadi adalah
meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan agar dapat bersaing dengan intitusi
kesehatan yang lain dalam mendapatkan pelanggan.
2. Elastis (E>1)
Koefisien elastisitas dapat bernilai lebih dari satu apabila perubahan harga diikuti
dengan perubahan jumlah permintaan, dimana persentase perubahan permintaan
lebih besar daripada perubahan harga. Kondisi ini dapat terjadi pada pengguna
pelayanan kesehatan jika pendapatan masyarakat sudah mencukupi. Masyarakat ini
akan rela membayar dengan harga lebih tinggi demi mendapat kualitas pelayanan
kesehatan yang terbaik.
Apabila pendapatan masyarakat telah meningkat, maka dana yang disisihkan untuk
menggunakan pelayanan keehatan juga akan meningkat. Sehingga konsekuensi yang
dapat dilakukan saat kondisi pemintaan pelayanan kesehatan elastis adalah dengan
meningkatkan pelayanan dan penambahan teknologi kesehatan.