Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM

PENGAMATAN ANATOMI SERANGGA ORDO COLEOPTERA DAN


HYMENOPTERA

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Entomologi


yang Dibimbing Oleh Ibu Sofia Ery Rahayu, S.Pd, M.Si

Disusun Oleh:
Kelompok 5 Offering GHIL 2016
1. Krismonik Dwi Maulida (160342606270)
2. Miftakhul Rahmadani A (160342606253)
3. Mochammad Abdul Hafidh (160342606252)
4. Retno Elvinawati (160342606271)
5. Rika Nur Azizah (160342606265)

UNIVERSITAS NEGERI MALANG


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM STUDI BIOLOGI
September 2018
A. Judul
Pengamatan Anatomi Serangga Ordo Coleoptera dan Hymenoptera
B. Waktu
Jumat, 28 September 2018
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui ciri morfologi serangga anggota ordo Coleoptera
2. Untuk mengetahui ciri morfologi serangga anggota ordo Hymenoptera

D. Dasar Teori

Nama Coleoptera berasal dari kata ―Koleos‖ yang artinya perisae dan
―ptera‖ yang artinya sayap. Sayap depan ordo ini (elytra) mengeras dan berfungsi
melindungi tubuh serta sayap belakang yang terlipat dibawah sayap depan pada
saat hinggap. Pada sayap hinggap kedua sayap depan membentuk satu garis lurus
(Borror, 1992 dalam Falahudin, 2015). Memiliki alat mulut pengigit pengunyah,
ada yang mulutnya muncul di ujung moncong yang memanjang. Tarsus terdiri
atas 2-5 segmen. Sayap belakang membraneus dan terlihat dibawah sayap depan
pada saat serangga ini istirahat. Sayap belakang ini umumnya lebih panjang dari
pada sayap depan dan digunakan untuk terbang (Jumar, 2000 dalam Falahudin,
2015).

Ordo Hymenoptera termasuk ke dalam kelas Insecta. Ordo ini merupakan


salah satu dari 4 ordo terbesar dalam kelas Insecta, yang memiliki lebih dari 80
famili dan lebih dari 115 ribu spesies yang telah diidentifikasi. Ordo
Hymenoptera mempunyai dua subordo, yaitu Symphyta dan Apocrita. Subordo
Symphyta mempunyai ciri khusus yaitu venasi sayap lebih sempurna dan tidak
ada penyempitan pada abdomen ruas ke-dua, kadang subordo ini disebut sebagai
subordo Hymenoptera primitif. Subordo Apocrita mempunyai ciri khas yaitu
venasi sayap lebih sederhana dan ada penyempitan pada bagian abdomen ruas
kedua (La Salle & Gauld 1993; Borror et al. 1996). Ciri-ciri dari ordo
Hymenoptera dapat dilihat dari tipe alat mulut, hamuli, ovipositor dan lain-lain.
Alat mulut ordo Hymenoptera bertipe mandibulata, tetapi kebanyakan serangga
dari ordo ini mempunyai alat mulut yang termodifikasi menjadi alat penghisap
seperti lidah. Alat ini merupakan suatu struktur yang terdiri dari maksila dan
labium. Hamuli adalah deretan pengait kecil yang terdapat pada sayap belakang
ordo ini. Hamuli berfungsi untuk mengaitkan sayap belakang dengan sayap depan
sehingga gerakan sayap pada saat terbang menjadi satu gerakan. Ciri selanjutnya
adalah ovipositor atau organ yang berfungsi untuk meletakkan telur. Terdapat dua
kelompok yang mempunyai perbedaan pada bentuk dan fungsi dari ovipositor,
yaitu kelompok aculeata dan parasitica (terebrantes). Hymenoptera aculeata
mempunyai ovipositor yang berfungsi sebagai penyengat dan Hymenoptera
parasitica mempunyai ovipositor yang berfungsi sebagai alat peletak telur (La
Salle & Gauld 1993).
E. Alat dan Bahan

Alat :

1.Mikroskop Stereo
2.Jarum Pentul
3.Cawan Petri
4.Pinset
5.Kuas

Bahan

1.Kloroform
2.Kapas
3.Tungau
4.Kepik hijau
5.Ampal
6.Katimumul
F. Prosedur Kerja

Ditangkap serangga bahan, kemudian dimasukkan dalam


plastik dan dimasukkan kapas yang telah dicampur kloroform

Diletakkan serangga di cawan petri

Diamati dibawah mikroskop stereo

Yang diamati :

1. Antena: tipe antena Mata: mata majemuk dan


mata tunggal
2. Mulut: tipe mulut
3. Thorax bagian dorsal:pronotum, scutellum
4. Thorax bagian ventral: prosternum,
mesosternum, metasternum
5. Abdomen: spiracle, abdominal tergum,
abdominal sternum
6. Sayap: struktur sayap depan dan sayap belakang,
elytra
7. Kaki: tipe kaki, bagian-bagian kaki
G. Hasil Pengamatan

NO Gambar Pengamatan Keterangan Gambar Literatur


1 Nama Species: Cimex a. proboscis
lecturus tipe penusuk
dan
c
penghisap
b. antenna tipe
d
e
filiformis
a b

c. caput
d. torax
e. abdomen Sumber:
bugguide.net
2 Nama Species: Nezara a. proboscis
viridula pengunyah
b. antenna
d c
c. caput
e
d. torax
e. abdomen

Sumber:
cybexpertanian.go.id

3. Nama Species: a. proboscis


Phillopaga sp pengunyah
b. antenna
c
c. caput
d
d. torax
e. abdomen
e
Sumber:
bugguide.net
4. Nama Species: a. proboscis
Lepidiata stigma pengunyah
d
b. antenna
c. caput
d. torax
e
e. abdomen Sumber:
thaibug.com
H. Analisis Data
Berdasarkan praktikum yang telah kami lakukan, Morfologi cimex dewasa
berukuran 4-5,5 mm. bentuk badanya oval, pipih. Bersegmen terdiri atas kepala,
thorak dan abdomen, berwarna kuning coklat. Pada bagian kepala terdapat
sepasang antenna bersegmen empat buah, sepasang mata faset dan proboscis
berbentuk penusuk dan penghisap, jika tidak di gunakan bisa dilipat ke bagian
ventral. Terdiri atas segmen-segmen, terdapat alat-alat mandibula, maxilla, labial
groove, labium, labrum epifaring, akar mandible dan maxilla. Bagian Thorax.
Pada bagian thorax terdiri dari prosternum, mesosternum, metasternum,
mesopleuron dan hemelktra. Terdapat tiga pasang kaki, terdiri atas coxa,
trochanter, femur, tibia, tarsus, kuku. Pada bagian abdomen bentuknya pipih dan
melebar. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap kepik hijau (Nezara
viridula) diperoleh morfologi memiliki sepasang sungut yang beruas ruas.
memiliki sayap dua pasang (beberapa spesies ada yang tidak bersayap). Sayap
depan menebal pada bagian pangkal. Bentuk tubuh pipih, memiliki kaki yang
pendek serta kepala yang terlihat membungkuk ke bawah. Phillopga sp dan
Lepidiata stigma termasuk dalam ordo Colioptera karena memiliki sayap seperti
perisai, tipe mulut pengunyah pada bagian caput serta terdapat antenna
filiformis. Memiliki torax tiga segmen dan abdomen.
I. Pembahasan
Hemiptera berasal dari kata Hemi (setengah) dan ptera (sayap). Jadi
Hemiptera adalah serangga yang memiliki setengah sayap, dimana sayap depan
mengeras dan sayap belakang membran (tipis). Sayap depan ini pada sebagian
anggota Hemiptera bisa dilipat di atas tubuhnya dan menutupi sayap
belakangnya yang seluruhnya tipis dan transparan, sedangkan pada anggota
Hemiptera lain sayapnya tidak dilipat sekalipun tidak terbang (Azmi,2016).
Sedangaka untuk Ordo Coleoptera, ordo Coleoptera termasuk ke dalam golongan
animal filum arthropoda. Ordo ini kira-kira mengandung 40% serangga yang
terkenal dalam hexapoda (Borror et al,2002)
Hasil pengamatan morfologi dilakukan pada 2 ordo yaitu Ordo Hemiptera dan
Ordo Coleoptera. Ordo Hemiptera diwakili oleh kutu busuk (Cimex hemipterus)
dan untuk Ordo Coleoptera diwakili oleh serangga kepik hijau (Nezara viridula),
ampal (Phyllopoga postancensis).
Ordo Hemiptera:
a. Kutu Busuk (Cimex hemipterus)
Kutu busuk meurpakan salah satu serangga yang umumnya berada di sofa,
tempat tidur dan juga di kursi. Serangga ini biasanya menghisap darah sebagai
makanannya. Seperti Jumar (2000) kutu busuk menghisap darah pada malam
hari atau di ruang gelap pada siang hari, mempunyai bau khas (busuk) sehingga
disebut kutu busuk. Menurut Septiane (2015), kutu busuk biasanya ditemukan
dalam jumlah besar dan hidup berkelompok. Kutu busuk hidup di tempat-tempat
yang memungkinkan mudah memperoleh inang misalnya lingkungan dalam
rumah sebagai tempat tinggal manusia. Kutu busuk menyukai tempat-tempat
yang gelap dan tersembunyi, misalnya di dalam celah atau retakan dinding,
furnitur (kursi, ranjang tempat tidur), di belakang kertas dinding, kasur, panel
kayu atau di bawah karpet. Bentuk tubuh dari kutu busuk oval, pipih,
dorsoventral, berukuran 4-6 mm, dan berwarna coklat kekuningan atau coklat
gelap, namun setelah kenyang darah warna tubuh kutu busuk akan berubah
menjadi coklat kemerahan. Bersegmen terdiri atas kepala, thorax, dan abdomen
berwarna kunng coklat pada larva dan coklat merah pada imago. Ukuran betina
dari kutu busuk lebih besar daripada ukuran yang jantan (Harlan,2008).
Morfologi kutu busuk meliputi bagian kepala, thorax dan abdomen. Pada
pengamatan yang dilakukan pada bagian kepala terlihat adanya antena, mata
mejemuk, serta tipe mulut yaitu penghisap yang mana jiika tidak digunakan akan
dilipat ke dalam. Bagian thorax pada kutu busuk terdiri dari beberapa segmen,
terdapat 3 pasang kaki yang terdiri dari femur, tibia dan tarsus. Sedangakan
bagian abdomen terdiri dari beberapa segmen abdomen yang terlihat jelas. Hal
ini sesuai dengan pendapat Djaenudin (2005) yang menyatakan bahwa pada
bagian kepala dari kutu busuk terdapat sepasang antenna bersegmen 4 buah,
sepasang mata faset dan proboscis berbentuk penusuk dan penghisap, jika tidak
digunakan dapat dilipat ke bagian ventral. Terdiri atas segmen-segmen, terdapat
alat-alat mandibula, maxilla, labial groove, labium, labrum epifaring, akar
mandible, dan maxilla. Selain itu antena terdiri atas empat segmen, segmen
pertama lebih pendek dari segmen lain, segmen ketiga dan keempat lebih
ramping dan transparan dibanding dua segmen lainnya. Keempat segmen antena
ditutupi rambut-rambut halus. Bagian mulut terletak di bagian sisi ventral kepala
digunakan untuk menusuk dan mengisap. Bentuknya seperti paruh dan terdiri
atas dua pasang stilet, yaitu mandibula stilet yang digunakan untuk merobek
kulit inang dan maksila stilet kemudian masuk menembus luka bekas tusukan
untuk mengisap darah (Khan dan Rahman, 2012). Sedangkan pada bagian thorax
terdiri dari prothorax, mesothorax dan metathorax. Terdapat 3 pasang kaki,
terdiri atas coxa, trochanter,femur, tibia, tarsus, kuku. Thorax segmen terakhir
terdapat stink glands yang bermuara pada coxa kaki terakhir. Stink glands adalah
cirri khas bau kutu busuk (Djaenudin, 2005). Bagian terakhir yaitu bagian
abdomen, abdomennya terdiri atas 9 ruas yang jelas. Hewan jantan dan betina
dibedakan pada segmen terakhir. Hewan betina segmen terakhir bilateral simetris
(ada organ berlese) pada segmen ke-8 terdapat gonopodia, sedangkan pada
jantan berssegmen abdomen terkhir (ke-9) asimetris, karena adanya adeagus
(Djaenudin, 2005).
b. Kepik Hijau (Nezara viridula)
Kepik hijau sering dianggap sebagai hama pada suatu tanaman. Kepik hijau
(N. viridula L.) adalah salah satu hama pengisap polong yang tingkat serangan
tertinggi pada tanaman kedelai (Bayu dkk., 2015). Pengamatan morfologi dari
kepik hijau ini meliputi bagian kepala, thorax dan juga bagian abdomen. Pada
bagian kepala, terdapat sepasang antena, mulut serta mata majemuk. Tipe mulut
dari kepik hijau inni yaitu penghisap. Sedangkan pada bagian thorax terdapat 3
pasang kaki, serta sayap yang digunakan untuk membantunya bergerak, sayap
pada kepik hijau ini berjumlah sepasang sayap yang mana sayap ini terlihat
sedikit menebal pada bagian atas. Hal ini sesuai dengan pendapat Hidayat (2013)
yang menyatakan bahwa kepik hijau memiliki sayap depan setengah tipis,
setengah tebal (sayap hemilitron), alat mulut menusuk-mengisap (haustelata),
dan metamorfosisnya paurometabola. Bentuk tubuh dari kepik hijau ini terkesan
sangat unik karena memiliki bentuk seperti segi lima. Hal ini sesuai dengan
pendapat Nurjanah (2008) yang menyatakan bahwa serangga dewasa kepik hijau
(Nezara viridula L.) berwarna hijau yang merata dan kadang-kadang berwarna
kuning pada bagian kepala dan protorak, dan jarang sekali ditemukan yang
seluruh tubuhnya berwarna kuning. Tubuhnya berbentuk segilima seperti perisai,
panjang tubuh sekitar 1—1,5 cm, tipe mulut haustelata, 7 dan kepalanya
bersungut. Nimfa kepik hjau memiliki warna yang berbeda-beda, awalnya
berwarna coklat muda, kemudian berubah menjadi hitam dengan bintik- bintik
putih lalu menjadi hijau (imago).
Ordo Coleoptera
a. Ampal (Phyllopoga postancensis)
Pengamatan morfologi dari ampal (Phyllopoga postancensis) terdiri dari
bagian kepala, thorax dan abdomen. Pada bagian kepala dari hewan ini terdapat
mata majemuk, sepasang antena yang mana bertipe serrata dan juga mulut, tipe
mulut dari ampal ini yaitu pengunyah. Sedangkan pada bagian thorax dan bagian
abdomen terlihat terdapat beberapa segmen yang ada pada bagian abdomennya.
Hewan ini memiliki sepasang sayap yang mana sayap ini terlihat keras pada
bagian luarnya. Ampal memiliki 3 pasang kaki yang mana bagian dari kaki
tersebut terdiri dari trochanter, femur, tibia dan tarsus. Ampal memiliki bentuk
tubuh oval dan memanjang dengan corak warna yang berbeda-beda. Hal ini
sesuai dengan pendapat Yeti (2011) yang menyatakan bahwa ampal memiliki 2
pasang sayap, sepasang tebal dan keras yang terdapat pada bagian luar dan
sepasang sayap tipis (bagian dalam). Kakinya ada 3 pasang, segmen tubuhnya
ada 5 segmen. Phyllopoga postancensis bersifat holometabola yang berarti
mengalami metamosfosis sempurna. Makanannya berupa buah dan serangga
muda. Ampal ini memiliki mulut tipe pengunyah. Antena dan kakinya panjang,
kepala memanjang, tidak bersayap. Pada hewan jantan memilki organ penjepit
yang terletak di ujung posterior abdomen dan organ tersebut menyerupai organ
penyengat pada kalajengking. Habitat Ampal ditemukan di pohon-pohon serta
hidup bebas. Tubuhnya kokoh, oval atau memanjang, elytra tidak kasar.
Beragam dalam ukuran dan warna, tetapi umumnya berwarna abu -abu
kehitaman (Yeti, 2011).

b. Phyllophaga sp
Pengamatan morfologi pada Phyllophaga sp ini mmeliputi bagina kepala,
thorax dan juga abdomen. Pada bagian kepala terdapat antena tipe antena pada
hewan ini yaitu serrata, pada bagian kepala juga terdapat mata majemuk.
Selanjutnya pada bagian thorax dan abdomen terdapat beberapa segmen, selain
segmen abdomen juga terdapat sepasang sayap dan juga terdapat kaki, jumlah
kaki pada hewan ini yaitu sebanyak 3 pasang. Bagian dari kaki yaitu meliputi
trochanter, femur, tibia dan juga tarsus. Hal ini sesuai dengan rujukan yang ada
yang menyatakan bahwa pada Phyllophaga sp memiliki panjang sekitar 21 mm.
Memiliki punggung dengan sisik bewarna agak kekuning-kuningan, pronotum
serta sayap sebagai penutup (Berry, 1998). Kumbang ini aktif di malam hari,
datang ke lampu dalam jumlah besar.
Phypllophaga ini bewarna coklat kemerah-merahanan dan sering agak berbulu
bagian perut., yang biasanya ditemukan di tanaman, dimana tumbuhan ini juga
dapat merusak umbi-umbian. Larva dari hewan ini bewarna putih dengan kepala
coklat dan tiga pasang kaki yang menonjol di dada. (Berry, 1998). Larva dari
hewan ini biasanya hidup di tanah dan memakan akar tanaman, terutama rumput
dan sereal, dan hama sesekali di padang rumput, pembibitan, taman,
J. Kesimpulan
1. Hasil pengamatan anatomi ordo Coleoptera yaitu hewan Ampal (Lepidiata
stigma) memiliki bagian tubuh yaitu kepala, toraks dan abdomen, memliki
sepasang mata, memiliki kaki 3 pasang, abdomen terdapat 5-6 segmen,
sayap menutupi abdomen, terdapat 1 pasang kaki pada abdomen, toraks
pendek, sayap memiliki sayap tipis dan tebal untuk terbang. Hewan
Katimumul (Phillophaga sp.) hampir sama ciri deengan Ampal tetapi
ukurannya lebih kecil, memiliki 3 pasang kaki, 1 pasang kaki pada toraks
dan 2 pasang kaki pada abdomen, memiliki sepasang sayap, memiliki
sepasang antenna dan tipe mulut pengunyah.
2. Hasil pengamatan anatomi ordo Hymenoptera yaitu hewan kutu busuk
(Cimex sp.) dengan tipe mulut penghisap, antenna terdiri atas 4 segmen,
sepasang mata faset memiliki proboisi penusuk dan penghisap, memiliki 3
pasang kaki pada toraks, kaki terdiri atas koksa, trokanter, femur, tibia dan
tarsus. Kepik hijau (Nezara viridula) memiliki tipe mulut pengunyah, sayap
menutupi abdomen, memiliki 3 pasang kaki, memiliki antenna sepasang
dengan jumlah segmen 4.

Diskusi

1. Ciri-ciri morfologi secara umum apa sajakah yang dimiliki serangga yang
termasuk dalam ordo Coleoptera?
Jawab
a. Mempunyai dua pasang sayap.
b. Sayap depan keras dan tebal, sedangkan sayap belakang seperti
selaput.
c. Mengalami metamorfosis sempurna.
d. Memiliki tipe mulut menggigit dan mengunyah.
2. Sebutkan beberapa tipe kaki serangga anggota ordo Coleoptera dan ciri
khusus yang dimilikinya!
Jawab
Larva umumnya memiliki kaki thoracal (tipe oligopoda), namun ada beberapa
yang tidak berkaki (apoda). Sayap depan mengeras dan menebal serta tidak
memiliki vena sayap dan disebut elytra. Apabila istirahat, elytra seolah-olah
terbagi menjadi dua (terbelah tepat di tengah-tengah bagian dorsal). Sayap
belakang membranus dan jika sedang istirahat melipat di bawah sayap depan.
3. Amati beberapa contoh serangga hama yang termasuk anggota ordo
Coleoptera, tumbuhan apakah yang diserang, bagaimana caranya merusak
jaringan tanaman tersebut?
Jawab
Kelapa, Mengambil bagian-bagian tertentu tanaman untuk dijadikan sarang
atau tempat meletakkan telur, sehingga merusak tanaman. Perusakan diawali
dengan bentuk mulut yang mencorong dan merusak sebagian sistem tubuh
tumbuhan.
4. Ciri morfologi umum apa sajakah yang dimiliki oleh serangga yang termasuk
dalam Hymenoptera!
Jawab
Ciri-ciri morfologi yang dimiliki serangga-serangga ordo Hemiptera,
yaitu: memiliki sungut, probosis (mulut penusuk-penghisap) yang beruas-ruas
dan ramping, tungkai-tungkai depan bersifat pemangsa yang dimodifikasi
menjadi struktur-struktur pendekap dan dikatakan sebagai tungkai perenggut,
memiliki tipe sayap hemelytron, struktur sayap depan menebal dan seperti
kulit dan bagian ujung berselaput tipis, struktur sayap belakang lebih tipis dan
lebih pendek.
5. Pada serangga anggota subordo Apocrita, bagian apa yang bersifat ciri
parasitik? Apa fungsinya?
Jawab
Bagian mulut, pada bagian mulut subordo Apocrita memiliki tipe mulut
menggigit sehingga akan menjadi bagian parasitik disubordo Apocrita
6. Adakah hubungan antara ada dan tidak adanya ciri-ciri parasitik dengan cara
hidup serangga ini? Jelaskan!
Jawab
Ada, karena pada bagian mulut tersebut digunakan untuk mencari makan yang
digunakan untuk bertahan hidup dan terus berkembang biak.
DAFTAR RUJUKAN

Azmi, A.F.2016. Pengenalan Ordo Hemiptera. Universitas Islam Sumatera Utara.


Medan.

Bayu, M.S.Y.I. 2015. Tingkat Serangan Berbagai Hama Polong Pada Plasma Nutfah
Kedelai. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia.
Vol. 1(4) : 878 – 883.

Berry, R.E. 1998. Insect and Mites Importance in the Northwest. 2nd Ed.221p

Borror DJ, Triplehorn CA, Johnson NF. 1996. Pengenalan Pelajaran Serangga. Eds 6.
Gadjah Mada University Press, penerjemah. Yogyakarta: UGM Press.
Terjemahan dari An Introduction to the Study of Insects.
Borror, D.J, Teiplehorn.C.A dan Jhonson. 1992. Pengenalan Pelajaran Serangga
Edisi keenam (terjemahan) : Partosoedjono S. Yogyakarta : Gadjah Mada
University Press.

Djaenudin, N. 2005. Parasitologi Kedokteran : Ditinjau dari Organ Tubuh yang


Diserang. Jakarta.

Falahudin, I., Pane A. R., Mawar. E. 2015. Identifikasi Serangga Ordo Coleoptera
pada Tanaman Mentimun (Cucumis Sativus L) di Desa Tirta Mulya
Kecamatan Makarti Jaya Kabupaten Banyuasin II. Jurnal Biota. 1(1). UIN
Raden Fatah: Palembang.
Harlan,H.J, Faulde,M.K, Baumann,G.J. 2008. Bedbugs. Di dalam : Xavier
Bonnefoy, Helge Kampen dan Kevin Swwney editor. Public Health
Significance of Urban Pest. Denmark DK-2100 Copenhagen: World Health
Organization Regional Office for Europe. p 132.

Hidayat, P. 2013. Pengenalan Ordo dan Beberapa Famili serta Anggota Spesiesnya.
Pengantar Perlindungan Tanaman.

Jumar. 2000. Entomologi Pertanian. Jakarta : Rineka cipta (diakses pada 01 Oktober
2018).
Khan,H.R, Rahman,M.D.M. 2012. Morphology and biology of the bedbug Cimex
hemipterus (Hemiptera: Cimicidae) in the laboratory. Dhaka Univ J Biol Sci.
21(2):125-130

La Salle J, Gauld ID. 1993. Hymenoptera: their diversity and their impact on the
diversity of other organisms. Di dalam La Salle J, Gauld ID, editor.
Hymenoptera and Biodiversity. CAB International Oxon.
Nurjanah, S. 2008. Penyuluhan Pertanian Madya Pasbangluhtan. BPTP. Yogyakarta

Septiane, E. 2015. Studi Infestasi dan Resistensi Kutu Busuk Cimex hemipterus
(Hemiptera: Cimicidae) Terhadap Tiga Golongan Insektisida di Bogor. Bogor.

Yeti, T. 2011. Phyllopoga Postancensis Ampal. (Online). Diakses pada 02 Oktober


2018
c

LAMPIRAN

Ordo Coleoptera

Ampal (Lepidiata stigma)

Katimumul (Phillophaga sp.)

kutu busuk (Cimex sp.)

Kepik hijau (Nezara viridula)