Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PELAKSANAAN PELAYANAN

HIV/AIDS RSUD LAHAT


TAHUN 2017 S/D BULAN AGUSTUS TAHUN 2018

TIM HIV / AIDS


RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAHAT
2017 - 2018

0
LAPORAN PELAKSANAAN PELAYANAN
HIV/AIDS RUMAH SAKIT UMUM DAERAH LAHAT
TAHUN 2017 S/D BULAN AGUSTUS TAHUN 2018

I. PENDAHULUAN
Perkembangan epidemi Human Immunodefficiency menyebabkan Virus – Aquired Immuno Deficiency
Syndrome (HIV-AIDS) di dunia telah menjadikan HIV-AIDS masalah global dan merupakan salah satu
masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI mempunyai visi “Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Berkeadilan“, dengan salah
satu misinya adalah ”Melindungi Kesehatan Masyarakat dengan Menjamin Tersedianya Upaya Kesehatan
yang Paripurna, Merata, Bermutu dan Berkeadilan”. Sejalan dengan visi dan misi tersebut, sangatlah penting
untuk memadukan upaya promotif dan preventif dengan upaya perawatan, dukungan serta pengobatan
yang berkualitas dan sesuai dengan perkembangan yang ada saat ini.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menetapkan sebanyak 278 rumah sakit rujukan ODHA
(Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 780/MENKES/SK/IV/2011 tentang
Penetapan Lanjutan Rumah Sakit Rujukan Bagi Orang dengan HIV yang tersebar di hampir semua
provinsi di Indonesia.
Rumah Sakit Umum Daerah Lahat telah membentuk Tim HIV/AIDS dan penyediaan pelayanan dengan
tujuan agar HIV dan AIDS dapat diterima sebagai penyakit yang dapat dikendalikan dan tidak lagi
dianggap sebagai penyakit yang menakutkan.

II. LATAR BELAKANG


Program penanggulangan AIDS di Indonesia mempunyai 4 pilar, yang semuanya menuju pada paradigma
Zero new infection, Zero AIDS-related death dan Zero Discrimination.

Empat pilar tersebut adalah:


1. Pencegahan (prevention); yang meliputi pencegahan penularan HIV melalui transmisi seksual dan alat
suntik, pencegahan di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan, pencegahan HIV dari ibu ke bayi
(Prevention Mother to Child Transmission, PMTCT), pencegahan di kalangan pelanggan penjaja seks, dan
lain-lain.
2. Perawatan, dukungan dan pengobatan (PDP); yang meliputi penguatan dan pengembangan layanan
kesehatan, pencegahan dan pengobatan infeksi oportunistik, pengobatan antiretroviral dan dukungan
serta pendidikan dan pelatihan bagi ODHA. Program PDP terutama ditujukan untuk menurunkan angka
kesakitan dan rawat inap, angka kematian yang berhubungan dengan AIDS, dan meningkatkan kualitas
hidup orang terinfeksi HIV (berbagai stadium). Pencapaian tujuan tersebut dapat dilakukan antara lain
dengan pemberian terapi antiretroviral (ARV).

3. Mitigasi dampak berupa dukungan psikososio-ekonomi.

1
4. Penciptaan lingkungan yang kondusif (creating enabling environment) yang meliputi program peningkatan
lingkungan yang kondusif adalah dengan penguatan kelembagaan dan manajemen, manajemen program
serta penyelarasan kebijakan dan lain-lain.

Agar terealisasi maka program tersebut harus diimplementasikan oleh unit-unit pelaksana di tingkat bawah.
Tim HIV/AIDS Umum Daerah Lahat sesuai dengan Surat Keputusan Direktur RSUD Lahat. SK Nomor:
445.1/123/KEP/RSUD/2018, tanggal 1 Juni 2018 Tentang Tim HIV/ AIDS Rumah Sakit Umum Daerah Lahat
yang merupakan unit yang terkait dengan program tersebut. Untuk itu Tim HIV/AIDS Umum Daerah Lahat
pada akhir tahun 2017 menyusun Program Kerja Tahun 2018 dan pada awal tahun 2018 menyusun Laporan
Pelaksanaan Program Kerja Tahun 2018.

III. TUJUAN
Pelaporan Pelaksanaan Pelayanan Tim HIV/AIDS Tahun 2017 S/D Agustus 2018
disusun dengan tujuan :
III.1. Tujuan Umum
Meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien HIV/AIDS di RSUD Lahat.

III.2. Tujuan Khusus


III.2.1. Meningkatkan mutu pelayanan pasien HIV/AIDS di RSUD Lahat.
III.2.2. Meningkatkan standar fasilitas melalui pengadaan dan pemeliharaan
III.2.3. Meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia
III.2.4. Meningkatkan pemenuhan sasaran Keselamatan Pasien
III.2.5. Sebagai pertanggungjawaban terhadap program kerja yang telah disusun
III.2.6. Sebagai bahan masukan dalam merancang perencanaan di masa mendatang

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


Kegiatan pokok yang akan dilakukan pada tahun 2018 adalah :
IV.1. Melaksanakan pelayanan
IV.1.1. Melaksanakan pelayanan Konseling dan Testing Sukarela (KTS) / Voluntary Counselling and
Testing (VCT) di klinik VCT RSUD Lahat.
IV.1.2. Melaksanakan pelayanan Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) / Care, Support and
Treatment (CST)
IV.1.3. Melaksanakan pelayanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi / Prevention Mother to
Child HIV Transmission (PMTCT)
IV.1.4. Melaksanakan pelayanan kolaborasi TB-HIV
IV.1.5. Melaksanakan pelayanan rujukan pelayanan/pengobatan, edukasi dan penelitian bagi fasilitas
kesehatan lain
IV.2. Melengkapi fasilitas pelayanan dan pemeliharaan fasilitas
IV.2.1. Melengkapi peralatan yang kurang
IV.2.2. Pemeliharaan peralatan

IV.3. Meningkatkan jumlah dan kemampuan sumber daya manusia


IV.3.1. Mengajukan penambahan personil
IV.3.2. Mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan HIV/AIDS dan Keselamatan Pasien
IV.3.3. Melaksanakan sosialisasi untuk peningkatan pengetahuan seluruh staf RSUD Lahat.
IV.4. Melaksanakan kerja sama dengan instansi terkait

2
Rapat rutin dengan Dinas Kesehatan Kab.Lahat.

V. SASARAN
Sasaran yang akan dicapai pada tahun 2018 adalah :
V.1. Terlaksananya pelayanan pasien HIV/AIDS setiap hari (VCT, CST, PMTCT, kolaborasi TB-HIV, pelayanan
laboratorium)
V.2. Terlaksananya fungsi RSUD Lahat sebagai RS rujukan ODHA
V.3. Terlaksananya fungsi RSUD Lahat sebagai rujukan pendidikan/pelatihan dan penelitian terkait HIV/AIDS
V.4. Terpenuhinya fasilitas dan pemeliharaan peralatan medis/non medis
V.5. Terpenuhinya Sumber Daya Manusia
V.6. Terlaksananya pelatihan bagi anggota Tim HIV/AIDS
V.7. Terlaksananya sosialisasi bagi seluruh karyawan RSUD Lahat.
V.8. Terlaksananya kerja sama dengan instansi terkait

VI. PENCAPAIAN DAN EVALUASI PROGRAM


VI.1. Melaksanakan pelayanan
Pelayanan Klinik Teratai meliputi pelayanan Konseling dan Testing Sukarela (KTS), Perawatan, Dukungan
dan Pengobatan (PDP), kolaborasi TB-HIV dan pelayanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi.
Pertumbuhan jumlah kunjungan dari Tahun 2017 s/d Bulan Agustus 2018 ditampilkan pada Tabel 1
berikut :
Tabel 1
Pertumbuhan Kunjungan Pasien Poliklinik VCT Tahun 2017 s/d Agustus 2018

No Kategori Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sept Okt Nop Des Total
Jumlah
Kunjungan
- - - - 1 1 2 - 1 - - 4 9
Pasien Tahun
2017
1
Jumlah
Kunjungan
3 1 1 2 5 - 2 8 - - - - 22
Pasien Tahun
2016

Kunjungan ke Poli Klinik Teratai dari Januari s/d Agustus tahun 2018 sebanyak 22 pasien sedangkan
pada tahun 2017 sebanyak 9 pasien. PoliKlinik VCT adalah klinik menetap, artinya hanya melakukan
pelayanan di tempat dan tidak melakukan pemeriksaan mobile (kunjungan ke luar klinik/Rumah
Sakit). Kunjungan lebih banyak dilakukan oleh pasien lama yang menjalani terapi.

VI.1.1. Konseling dan Testing Sukarela (KTS) / Voluntary Counselling and Testing (VCT).
Berdasarkan pelayanan KTS/VCT dapat dilaporkan sebagai berikut :
a) Jumlah Kunjungan
Jumlah kunjungan merupakan akumulasi dari jumlah orang yang mendapatkan pelayanan KTS/VCT
di Poliklinik VCT. Adapun pencapaian pelaksanaan KTS/VCT untuk tahun 2018 ditampilkan pada
Tabel 2 berikut :
Tabel 2
Jumlah Kunjungan Pasien Poliklinik VCT
Tahun 2017 – 2018

No Kategori Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sept Okt Nop Des Total
Jumlah
Kunjungan
3 1 1 2 5 - 2 8 - - - - 22
Pasien VCT
Tahun 2018
2
Jumlah
Kunjungan
- - - - 1 1 2 - - 1 - 4 9
Pasien VCT
Tahun 2017

3
Berdasarkan Tabel 2 bahwa jumlah kunjungan total tahun 2017 sebanyak 9 orang pada dari
bulan Januari s/d Agustus tahun 2018 terjadi meningkatan jumlah pasien sebanyak 22 orang .
Bila dibandingkan jumlah kunjungan tahun 2017 dan tahun 2018 maka terjadi peningkatan
jumlah pasien . Hal ini dikarenakan telah berjalannya program kolaborasi TB-HIV, tes HIV atas
inisiatif pemberi pelayanan kesehatan .

b) Jumlah Pasien HIV/AIDS Baru


Jumlah pasien HIV/AIDS yang teridentifikasi pada tahun 2018 dan tahun 2017 dianggap pasien
baru karena semua pasien yang datang adalah pasien yang baru.

c) Jumlah Pasien HIV/AIDS Baru Berdasarkan Jenis Kelamin


Jumlah pasien HIV/AIDS yang baru teridentifikasi pada tahun 2017 ditampilkan pada Tabel 3
berikut ini :

Tabel 3
Jumlah Penderita HIV/AIDS Berdasarkan Jenis Kelamin Poliklinik VCT

Tahun 2017 – 2018

No Kategori Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sept Okt Nop Des Total

Jumlah Pasien HIV/AIDS Berdasarkan Jenis Kelaimn Tahun 2018

- Laki-laki 1 1 - 1 - - 2 6 11

- Perempuan - - 1 - 1 - - 2
3
Jumlah Pasien HIV/AIDS Berdasarkan Jenis Kelamin Tahun 2017

- Laki-laki - - - - - 1 2 - - - - - 3

- Perempuan - - - - 1 - - - 1 - - 1 2

Berdasarkan Tabel 4 di atas dapat diinformasikan bahwa jumlah pasien HIV/AIDS yang baru
teridentifikasi berdasarkan jenis kelamin tahun 2017 sebanyak 5 orang terdiri dari 3 orang laki-laki
dan 2 orang perempuan. Jumlah pasien HIV/AIDS yang baru teridentifikasi terbanyak tahun 2018
sebanyak 13 orang yang paling banyak terjadi pada bulan Agustus sebanyak 6 orang

VI.1.2. Melaksanakan pelayanan Perawatan, Dukungan dan Pengobatan (PDP) / Care, Support and
Treatment (CST)

4
Pelayanan PDP/CST lebih berfokus pada pengobatan / pemberian Anti Retroviral (ARV) pada pasien
baru yang sudah terdiagnosis reaktif dan CD4 ≤ 350 sel/ul ataupun pasien yang telah menjalani terapi
ARV.
a) Jumlah Kunjungan CST
Poli Klinik VCT RSUD Lahat belum menerima pasien PDP

VI.1.3. Melaksanakan pelayanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi / Prevention Mother to Child
HIV Transmission (PMTCT)
Pelayanan Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Bayi atau Prevention Mother to Child Transmission
(PMTCT) adalah pelayanan konseling dan testing untuk perempuan yang teridentifikasi HIV positif
sebelum atau selama hamil. Pelayanan ini akan membantu mereka membuat keputusan akan
perlunya intervensi lanjutan seperti profilaksis ARV dan pemilihan pemberian makanan pada bayinya.
Juga membantu perempuan tersebut merencanakan masa depannya dan keluarganya. Sampai saat ini
Poliklinik VCT rsud Lahat belum menerima konseling pasien ibu hamil dari bagian kebidanan.

VI.1.4. Melaksanakan pelayanan kolaborasi TB-HIV


Tuberkulosis (TB) masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang menjadi tantangan global.
Meskipun program pengendalian TB di Indonesia telah berhasil mencapai target Millenium
Development Goals (MDG), beban ganda akibat peningkatan epidemi Human Immunodeficiency Virus
(HIV) akan mempengaruhi peningkatan kasus TB di masyarakat. Oleh karena itu diperlukan suatu
kolaborasi antara program pengendalian TB dan pengendalian HIV/AIDS. Epidemi HIV menunjukkan
pengaruhnya terhadap peningkatan epidemi TB di seluruh dunia yang berakibat meningkatnya jumlah
kasus TB di masyarakat. Pandemi HIV merupakan tantangan terbesar dalam pengendalian TB. Di
Indonesia diperkirakan sekitar 3% pasien TB dengan status HIV positif. Sebaliknya TB merupakan
tantangan bagi pengendalian Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) karena merupakan infeksi
oportunistik terbanyak (49%) pada Orang dengan dengan HIV/AIDS (ODHA). Poli TB belum melakukan
kolaborasi dengan PoliKlinik VCT HIV/ AIDS Rumah Sakit Umum Daerah Lahat karena baru di buka.

6.1.5. Pelayanan Laboratorium


a) Jumlah Pemeriksaan Anti HIV
Pemeriksaan laboratorium Anti HIV yang dilakukan terhadap pasien yang telah menjalani konseling
untuk tahun 2017 ditampilkan pada Tabel 4 berikut :

Tabel 4
Jumlah Pemeriksaan Anti HIV di PoliKlinik VCT
Tahun 2017 – 2018

No Kategori Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sept Okt Nop Des Total
4 Jumlah
Pemeriksaan A- - - - - 1 1 2 - - 1 - 4 9
HIV Tahun 2017
Jumlah Reaktif
- - - - - 1 2 - - - - - 3
(Laki-laki)
Jumlah Reaktif
- - - - 1 - - - - - - 1 2
(Perempuan)
Jumlah Non
- - - - - - - - - 1 - 3 4
Reaktif
Jumlah
Pemeriksaan A- 3 1 1 2 5 - 2 8 1 1 24
HIV Tahun 2018
Jumlah Reaktif
1 1 - 1 - - 1 3 1 - 8
(Laki-laki)
Jumlah Reaktif - - 1 - 1 - - 3 - - 5
(Perempuan)

5
Jumlah Non
2 - - 1 4 - 1 2 - 1 11
Reaktif

Berdasarkan Tabel 4 diketahui bahwa pada tahun 2017 telah dilakukan pemeriksaan terhadap 9
pasien dengan hasil 5 HIV reaktif yang terdiri pasien laki-laki 3 orang dan 2 pasien perempuan.
Pada tahun 2018 telah dilakukan pemeriksaan terhadap 24 pasien dengan hasil 13 HIV reaktif yang
terdiri dari 8 pasien laki-laki dan 5 pasien perempuan.
Berdasarkan perbandingan data tahun 2017 dan tahun 2018 terlihat bahwa terjadi peningkatan
jumlah pemeriksaan anti HIV.

b) Jumlah Pemeriksaan CD-4


Poliklinik VCT HIV/AIDS RSUD Lahat belum melakukan Pemeriksaan laboratorium CD-4

VI.2.Melengkapi dan pemeliharaan fasilitas


Untuk tahun 2018 tidak ada penambahan kelengkapan fasilitas pelayanan Klinik Teratai . Pengadaan
Peralatan medis berupa Tensimeter, timbangan badan dan peralatan non medis berupa Mobeleir ,
senter dan komputer/laptop untuk kegiatan administrasi sedang dalam proses.

VI.3.Meningkatkan jumlah dan kualitas sumber daya manusia


a) Mengajukan penambahan personil
Penambahan personil perawat perlu diadakan di Tim HIV/AIDS Rumah Sakit Umum Daerah
Lahat. Saat ini hanya ada 1 (satu) orang perawat yang bertugas selama ini masih double job,
sehingga untuk pelaporan masih terkendala. Namun TIM menyadari RSUD Lahat masih
kekurangan tenaga terutama tenaga PNS.
b. Mengikuti pelatihan, workshop dan pertemuan yang berkaitan dengan HIV/AIDS
Pelatihan untuk staf PoliKlinik Teratai yang telah diikuti selama tahun
2018 ditampilkan di Tabel 5 berikut ini :

Tabel 5
Pelatihan untuk Staf Klinik Teratai Tahun 2012 s/d 2018

No Pelatihan / Workshop Waktu / Tempat Peserta


Peningkatan Kemampuan Teknis Jakarta 8 s/d 11
1 Afni Yutriana, SST
Laboratorium VCT Mei 2012
PITC Surabaya 8 Dr.Lily Tresnowati,
2
Agustus 2018 SpKK
Perluasan Tes HIV Bagi petugas Palembang, 13- 15
3 Dr.Ira Eka Putri
Puskesmas dan Rumah Sakit Maret 2018
Perluasan Tes HIV Bagi petugas Palembang, 13- 15
4 Renny. SKM.M.Kes
Puskesmas dan Rumah Sakit Maret 2018
Perluasan Tes HIV Bagi petugas Palembang, 13- 15
5 Hartifah, AmKeb
Puskesmas dan Rumah Sakit Maret 2018
Pengobatan dan Pemulihan Palembang, 10 – Dr.Syarifah Alfi
6
13 Feb 2018 Azzulfa Alathas
Berdasarkan
Pengobatan dan Pemulihan Palembang, 10 – Sri Wulansari. Ssi.
Tabel 5 7 maka
13 Feb 2018 Apt.
pelatihan yang telah diikuti dari tahun 2012 s/d tahun 2018 sebanyak 7 kali

c. Sosialisasi HIV/AIDS untuk staf RSUD Lahat

6
Dalam rangka penyebaran informasi tentang Klinik VCT dan HIV/AIDS maka Tim HIV/AIDS RSUD Lahat
telah mengadakan berbagai sosialisasi dengan bekerja sama dengan Instalasi Diklat dan Pokja PPI.
Adapun sosialisasi yang telah dilakukan pada tahun 2018 adalah sebagai berikut :

Tabel 6
Pelaksanaan Sosialisasi HIV/AIDS Tahun 2018

Peserta
No Kegiatan Tgl.Pelaksanaan
(Orang)
1 Sosialisasi dengan pengunjung RSUD Lahat 21 Mei 2018 30
2 Sosialisasi dengan Karyawan RSUD Lahat 10 Juni 2018 40
3 Sosialisasi dengan pengunjung RSUD Lahat 19 agustus 2018 35
4 Sosialisasi dengan tokoh masyarakat 25 Agustus 2018 40

Untuk sosialisasi tentang HIV/AIDS tahun 2018 sudah dilakukan sebanyak 4 kali dari seluruh
karyawan RSUD Lahat pengunjung RSUD Lahat dan tokoh masyarakat

VI.4. Melaksanakan kerja sama dengan instansi terkait


Kerja sama yang telah dilakukan adalah dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat.

VII. HAMBATAN
1. Masyarakat Kabupaten Lahat belum banyak yang tahu tentang Poliklinik VCT HIV di RSUD Lahat.
2. Stigma negatif tentang HIV AIDS di masyarakat Kab.Lahat sehingga kesadaran masyarakat untuk
memeriksakan diri secara sukarela ke Poli VCT masih sangat rendah.
3. SDM untuk petugas Pelayanan Poliklinik VCT masih terbatas.

VIII. REKOMENDASI
1. Harus lebih sering dan aktif melakukan sosialisasi tentang Poli VCT di RSUD Lahat.
2. Memberikan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat tentang HIV AIDS dan pentingnya
memeriksakan diri secara sukarela kepada kelompok beresiko.
3. Meningkatkan kemampuan SDM Poliklinik VCT HIV dengan memperbnayak pelatihan.

IX. PENUTUP
Setiap program yang telah disusun terdapat kemungkinan untuk tidak terlaksana sepenuhnya. Mengingat
pelaksanaan program terkait dengan unit-unit lain. Sehingga untuk program yang telah berjalan dengan
baik diharapkan untuk tetap melanjutkan dan meningkatkan pelayanan sesuai dengan standar yang telah
ditetapkan. Sedangkan untuk program yang belum terlaksana agar dapat dimasukkan dalam perencanaan
tahun berikutnya.

Lahat, 2018
Ketua
TIM Penanggulangan HIV RSUD Lahat

dr.H. M.Muin.SpPD. Finasim.

7
8