RANGKUMAN MATERI
OP – AMP (OPERATIONAL AMPLIFIER)
A. Pengertian
Operational Amplifier atau lebih dikenal dengan istilah Op-Amp adalah
salah satu dari bentuk IC Linier yang berfungsi sebagai Penguat sinyal
Listrik. Sebuah Op-Amp terdiri dari beberapa transistor, dioda, resistor
dan kapasitor yang terinterkoneksi dan terintegrasi sehingga
memungkinkannya untuk menghasilkan Gain (Penguatan) yang tinggi
pada rentang frekuensi yang luas. Op –Amp atau Operational Amplifier
sering di sebut juga dengan Penguat Operational.
Op –Amp umumnya dikemas dalam bentuk IC, sebuah IC Op-Amp dapat
terdiri dari hanya 1 (satu) rangkaian Op-Amp atau bisa juga terdiri dari
beberapa rangkain Op-Amp. Jumlah rangkaian Op – Amp dalam satu
kemasan IC dapat dibedakan menjadi single Op- Amp, dual Op- Amp dan
Quad Op- Amp. Ada juga IC yang didalamnya terdapat rangkaian Op-
Amp disamping rangkaian utama lainnya.
Sebuah rangkain Op- Amp memiliki dua input yaitu satu input inverting
dan satu input non-inverting serta memiliki satu output. Sebuah Op- Amp
juga memiliki dua koneksi catu daya yaitu satu catu daya positif dan satu
lagi untuk catu daya negatif.
B. Bentuk dan Simbol IC Op- Amp
Berikut dibawah ini adalah simbol dan bentuk IC Op – Amp pada
umumnya.
Terminal yang terdapat pada simbol Op- Amp diantaranya adalah :
1. Masukan non- inverting +
2. Masukan inverting –
3. Keluaran Vout
4. Catu daya positif +V
5. Catu daya negatif –V
C. Karakteristik Op- Amp
Karakterisitk faktor penguat atau gain pada Op-Amp pada umumnya
ditentukan oleh resistor eksternal yang terhubung diantara Output dan
Input pembalik. Konfigurasi dengan umpan balik negatif ini biasanya
disebut dengan Closed- Loop Configuration atau Konfigurasi Lingkar
Tertutup. Umpan balik negatif ini akan menyebabkan penguatan atau gain
menjadi berkurang dan menghasilkan penguatan yang dapat diukur serta
dapat dikendalikan. Tujuan pengurangan Gain dari Op- Amp ini adalah
untuk menghindari terjadinya Noise yang berlebihan dan juga untuk
menghindari respon yang tidak diinginkan. Sedangkan pada konfigurasi
lingkar terbuka atau Open- Loop Configuration, besar pengutannya adalah
tak terhingga sehingga besarnya tegangan output hampir atau mendekati
tegangan Vcc.
Secara umum, Op- Amp yang ideal memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Penguatan tengangan Open – Loop atau Av= tak hingga
2. Tegangan Offset keluaran atau Voo= 0
3. Impedansi Masukan atau Zin = tak hingga
4. Inpedanasi keluaran atau Zout = 0
5. Lebar pita (Bandwidth) atau BW = tak hingga
6. Karakteristik tidak berubah dengan suhu
Pada dasarnya, kondisi Op- Amp ideal hanya merupakan teoritis dan
hampir tidak mungkin dicapai dalam kondisi praktis. Namun produsen
perangkat Op- Amp selalu berusaha untuk memproduksi Op- Amp yang
mendekati kondisi idealnya ini. Oleh karena itu, sebuah Op- Amp yang
baik adalah Op- Amp yang memiliki karakteristik yang hampir mendekati
kondisi Op- Amp yang ideal.
D. Jenis- jenis Op- Amp
Op amp ada 2 (dua) jenis masukan yaitu masukan membalik (inverting)
dan masukan tidak membalik (non inverting).
1. Penguat dengan masukan membalik (inverting)
Rangkaian penguat membali (inverting) adalah rangkaian op amp yang
membalikkan sinyal input. Berikut rangkaian penguat membalik (inverting
amplifier) :
Gambar op amp inverting
Gambar 2.7. sinyal keluaran op amp inverting
Untuk menganalisa rangkaian di atas, menggunakan hukum arus dari
Kirchoff utuk menentukan keluaran 𝑣𝑜 dan penguatan tegangan rangkaian
sebagai berikut :
𝑃𝑒𝑛𝑔𝑢𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑡𝑒𝑔𝑎𝑛𝑔𝑎𝑛= 𝑣𝑜/𝑣𝑠
Dengan memisalkan op dalam keadaan ideal dimana tidak ada arus yang
mengalir pada input op amp, maka arus yang mengalir pada 𝑅3 adalah 0
(nol). Oleh karena itu, 𝑣3=0. Dari persamaan di atas, maka didapatkan
𝑣2=𝑣3=0, karena rangkaian op amp berperilaku secara linier (𝑣+=𝑣−).
Maka arus yang mengalir melalui 𝑅1 adalah :
Dari persamaan di atas, kita tahu bahwa :
Untuk mencari penguatan tegangannya, kita harus membagi tegangan
keluaran dengan tegangan masukan :
Sebagai catatan, kenapa penguatan tegangan akhir bertanda negatif,
karenanya dinamakan penguatan membalik (inverting amplifier).
2. Penguatan dengan masukan tidak membalik (non inverting
amplifier)
Penguatan tegangan pada rangkaian op amp masukan tidak membalik
adalah : 1+𝑅2/𝑅1
Berikut ini adalah rangakain penguat tidak membalik (non inverting
amplifier) :
Gambar rangkaian penguat tidak membalik
Gambar sinyal keluaran penguat tidak membalik
Dari rangkain di atas, dapat di hitung 𝑣𝑜 sebagai berikut :
𝑣𝑜=𝑣𝑠(1+𝑅2/𝑅1)
Dengan penguatan tegangan adalah :
𝑣0/𝑣𝑠=(1+𝑅2/𝑅1)
3. Penguat sebagai Penjumlah (Summing Amplifier)
Penguat sebagai penjumlah memiliki fungsi untuk menjumlahkan
beberapa level sinyal input yang masuk ke sistem op amp. Penggunaan
penguat sebagai penjumlah sering kita jumpai pada rangkaian mixer untuk
audio. Berikut adalah rangkaian penguat sebagai penjumlah :
Gambar rangkaian penguat sebagai penjumlah
Besarnya penguatan (Gain) pada masing-masing titik tegangan masukan
adalah :
𝑃𝑒𝑛𝑔𝑢𝑎𝑡𝑎𝑛= 𝑅𝑓/𝑅𝑖
dengan :
𝑅𝑓 adalah resistor feed back menuju input inverting
𝑅𝑖 adalah resistor yang dilewati tegangan masukan menuju input inverting
op amp
Besarnya tegangan keluaran 𝑣𝑜𝑢𝑡 pada gambar di atas adalah :
E. Aplikasi Penggunaan Operasional Amplifier
Karena sifat-sifatnya yang agak mendekati penguat ideal ditambah
bentuknya yang kompak berupa sebuah paket IC, maka Op-Amp banyak
dipakai dalam berbagai rangkaian. Jenis aplikasi dan Op-Amp di antaranya
adalah penguat AC, penjumlah dan pencampur audio, penguat diferensial
dan instrumentasi, filter aktif, komparator, integrator, diferensiator,
pengubah bentuk gelombang dan pembangkit gelombang (osilator).
Namun aplikasi ini dibagi menjadi penguat linier dan penguat non linier.
a. Aplikasi Penggunaan Operasional Amplifier Linier
Pada rangkaian penguat jenis ini merupakan rangkaian penguat yang
memelihara bentuk sinyal masukan berupa sinusoida dan sinyal
keluarannyapun berbentuk sinusoida juga
1) Penguat AC Mode Non – Inverting
Penguat AC adalah sebuah rangkaian yang berfungsi untuk
memperkuat sinyal bolak – balik misalnya sinyal audio. Penguat ini
merupakan penguat tegangan yang mendekati ideal karena impedansi
masuknya tinggi, impedansi keluarnya rendah, dan penguat
tegangannya mantap. Untuk memperoleh suatu penguat lingkaran
tertutup maka tinggal mengatur harga-harga dan R1 dan R2, tampak
pada Gambar. Agar penguat hanya bekerja pada daerah frekuensi
tertentu maka rangkaian umpan baliknya bisa berupa rangkaian resistor
dan kapasitor.
Gambar Penguat AC Mode Non Inverting
2) Penguat AC Mode Inverting
Rangkaian pada Gambar adalah salah satu rangkaian Op-Amp yang
paling luas digunakan. Rangkaian mi merupakan sebuah penguat yang
gain untaian tertutupnya dan Vin, ke Vout ditentukan oleh harga R1
dan R2. Tegangan positif Vin diterapkan melalui tahanan masuk R1 ke
masukan negatif Op-Amp. Umpan balik negatif dibuat oleh tahanan
umpan balik R2. Tegangan antara masukan positif dan negatif pada
dasarnya sama dengan nol, karenanya terminal masukan negatifjuga
sama dengan nol. Potensial ground yang berada pada masukan negatif
juga akan berharga nol. Untuk alasan ini maka masukan negatif dan
Op-Amp dikatakan ada pada ground semu.
Gambar Penguat AC Mode Inverting
Karena ujung dan R1 yang satu ada di Vin dan yang lain ada di nol
volt, maka penurunan tegangan melalui R1 adalah Vin dibagi R1.
Seperti tampak pada Gambar bahwa satu ujung dan R2 dihubungkan
ke keluaran VOut, maka untuk memperoleh polaritas pada ingatlah
ujung kiri R2 memaksa ujung kanan R2 menjadi negatif. Karenanya
Vout akan negatif bila Vin-nya positif, dan sebaliknya Vout akan
positif bila Vin-nya negatif. Hal inilah yang dikatakan penguat
membalik (inverting).
3) Penguat Penjumlah dan Pencampur Audio
Dalam penjumlah pada Gambar, semua anus masukan mengalir
melalui tahanan umpan balik Ro, artinya anus yang mengalir pada Ri,
tidak mempenganuhi anus yang mengalir pada Ri yang lain. Secara
lebih umum dikatakan bahwa anus masukan tidak saling
mempengaruhi karena masing-masing menghadapi potensial ground
pada simpul penjumlah. Ini mengakibatkan tegangan V1, V2 dan V3
tidak saling mempengaruhi. Ciri ini khusus dikehendaki dalam suatu
pembaur audio. Sebagai contoh misalnya V1, V2 dan V3 digantikan
oleh mikrofon - mikrofon, maka tegangan AC dan tiap-tiap mikrofon
akan dijumlahkan atau dibaurkan pada setiap saat. Penjumlah
pembalik tiga masukan seperti tampak pada Gambar , sehingga
tegangan masukan dapat dikalikan dengan suatu gain tegangan tetap
dan hasilnya dijumlahkan. Sama seperti pada penjumlahan, tiap arus
masukan ditentukan oleh tegangan masukan dan resistansi
masukannya. Demikian pula semua arus-arus dijumlahkan bersama-
sama dalam Ro untuk rnembangkitkan suatu tegangan keluaran yang
sama dengan Ro dikalikan jumlah arusnya, atau gain untuk tiap
masukan bisa disetel sendiri-sendiri dengan memilih perbandingan
yang dikehendaki antara Ro dan tiap tahanan Ri sebagai tahanan
masukannya.
Gambar Penguat penjumlah dan pencampur audio
4) Penguat Diferensial
Penguat diferensial bisa mengukur maupun memperkuat isyarat –
isyarat kecil yang terbenam dalam isyarat yang jauh lebih besar. Empat
buah tahanan presisi dan sebuah Op-Amp membentuk sebuah penguat
diferensial seperti yang tampak pada Gambar. Terminal masukannya
ada dua yaitu V1 dan V2, dimana V1 sebagai masukan negatif dan V2
sebagai masukan positif. Tegangan keluaran dan penguat diferensator
Vout sebanding dengan perbedaan tegangan yang diterapkan ke
masukan negatif dan masukan positifnya, sehingga gain diferensial
akan tergantung dan perbandingan tahanan-tahanannya.
Gambar Penguat Diferensial
5) Penguat Instrumentasi
Penguat instrumentasi adalah salah satu dari penguat – penguat yang
paling bermanfaat, cermat dan serba guna yang ada pada saat ini.
Penguat dibuat dari tiga buah Op-Amp dan tujuh buah tahanan, seperti
yang tampak pada Gambar.Untuk menyederhanakan analisa
rangkaiannya, perlu diingat bahwa penguat instrumentasi
sesungguhnya dibuat dengan menghubungkan sebuah penguat ke
sebuah penguat diferensial dasar.
Op-Amp A3 dan empat buah tahanan R yang sama membentuk sebuah
penguat diferensial dengan gain sebesar 1, yang harus digandengkan
hanyalah tahanan-tahanan R saja. Tahanan yang disiapkan dapat
berubah-ubah untuk menyeimbangkan setiap tegangan mode bersama.
Hanya ada satu tahanan aR yang digunakan untuk menyetel gain,
dimana perbandingan antara aR dengan R adalah a. V1 diterapkan ke
masukan negatif dan V2 dimasukkan ke masukan positif, sehingga
Vout akan sebanding dengan perbedaan antara tegangan-tegangan
masukannya.
Gambar Penguat Instrumentasi
b. Aplikasi Rangkaian Penguat Non-Linier
Penguat operasional non linier adalah sejenis rangkaian penguat yang
bentuk sinyalnya berbeda dengan bentuk sinyal masukannya.
1) Komparator
Kita sering membandingkan tegangan yang satu dengan yang lain
untuk melihat tegangan mana yang lebih besar. Kita hanya
memerlukan jawaban ya atau tidak saja, sebab sebuah pembanding
(komparator) dapat menjawab pertanyaan tersebut. Sebuah komparator
adalah rangkaian dengan dua tegangan masuk tak membalik dan
membalik, dan satu tegangan keluaran. Bila tegangan tak membalik
lebih besar dan pada tegangan membalik, maka komparator
menghasilkan tegangan keluaran yang tinggi, begitu pula bila
sebaliknya. Rangkaian dasar Op-Amp sebagai komparator tampak
pada Gambar dimana Op-Amp dipasang tanpa tahanan umpan balik.
Bila masukan membalik dihubungkan dengan ground, maka tegangan
masukan akan kecil, sehingga sudah dapat membuat Op-Amp menjadi
penuh. Titik perpindahan atau titik ambang dan sebuah komparator
ialah harga tegangan masuk pada saat keluaran beralih keadaan
misalnya dan rendah ketinggi atau sebaliknya. Pada titik perpindahan
barharga nol, karena pada saat tegangan masuk inilah keluaran berubah
keadaan. Bila Vin lebih besar dan pada titik perpindahan, maka
keluarannya akan tinggi pula, tapi bila Vin lebih kecil dan pada titik
perpindahan maka keluarannya akan rendah. Rangkaian semacam ini
sering disebut sebagai detektor melintas nol (zero crossing detector).
Gambar Komparator
Komparator jenis lain adalah komparator window atau pembanding
jendela, digunakan untuk membandingkan tegangan yang masuk
melebihi suatu batas ambang tertentu dan mendeteksi kapan tegangan
masuk ada diantara dua harga batas. Ini disebut juga sebagai detektor
berujung ganda. Path rangkain ini dipasang dua buah dioda yang
berfungsi untuk menyeleksi tegangan mana yang dapat masuk ke
masukan Op-Amp. Bila tegangan masuk sama dengan nol, maka salah
satu dioda akan mati atau off. Karena masukkan tak membalik dijepit
sebesar satu tegangan, dioda yang yang dimasuki tegangan masukan
tak membalik akan berharga tinggi, sedangkan masukan membalik
berharga rendah dan tegangan kesalahannya negatif serta keluaran
pembanding rendah.
2) Integrator
Integrator adalah sebuah rangkaian yang menyelenggarakan operasi
integrasi secara matematik, karenanya dapat menghasilkan tegangan
keluaran yang sebanding dengan integrasi masukkannya. Pemakian
yang umum ialah menggunakan tegangan masuk tetap untuk
menghasilkan tegangan keluar berbentuk lereng. Sebuah lereng ialah
tegangan yang mendaki atau menurun secara linier. Misalkan jika kita
menggerakkan 741C dengan undakan tegangan, maka keluarannya
dengan laju slew 0,5 volt/detik, berarti tegangan keluarannya berubah
sebesar 0,5 volt setiap satu mikrodetik.
Pada Gambar, digambarkan sebuah integrator yang dibangun
dengan sebuah Op-Amp, sebuah tahanan dan sebuah kapasitor.
Masukan yang lazim pada sebuah integrator adalah pulsa persegi,
dimana Vin diterapkan pada ujung kiri tahanan R, karena adanya
ground semu, arus masuk berharga tetap. Sehingga hampir semua
arus ini mengalir ke kapasitor, menyebabkan muatan pada
kapasitor naik secara linier. Karena adanya pembalik fasa pada Op-
Amp, maka tegangan keluamya berbentuk lereng negatif. Pada
ujung perioda pulsa tegangan masuk kembali ke nol, arus pengisian
kapasitor berhenti. Ini menimbulkan tegangan keluar masih tetap
pada tingkat negatif.
3) Diferensiator
Diferensiator adalah rangkaian yang melakukan operasi secara
matematik, dan menghasilkan tegangan keluar yang sebanding
dengan kemiringan tegangan masuknya. Umumnya deferensiator
digunakan untuk mendeteksi tepi mendahului dan tepi ketinggalan
dan sebuah pulsa persegi atau menghasilkan keluaran opersegi dan
masukan lereng.
Gambar Differensiator
Gambar menunjukkan sebuah rangkaian deferensiator OpAmp.
Perhatikanlah kemiripannya dengan integrator Op-Amp, di mana
perbedaannya terletak pada tahanan dan kapasitornya yang saling
berpindah tempat. Bila tegangan masuk berubah maka kapasitor
diisi atau dikosongkan. Karena adanya ground semu, arus kapasitor
mengalir melalui tahanan umpan balik yang menghasilkan
tegangan yang setara dengan kemiringan dan tegangan masuk.
4) Pengubah Bentuk Gelombang
Op-Amp dapat digunakan juga untuk merubah bentuk gelombang,
diantaranya adalah merubah bentuk gelombang sinus menjadi
gelombang persegi, gelombang persegi menjadi gelombang
segitiga dan gelombang segitiga menjadi gelombang pulsa.
5) Pembangkit Gelombang (Osilator)
Pembangkit gelombang yang disebut juga osilator dengan
menggunankan Op-Amp akan membangkitkan atau menciptakan
sinyal keluaran meskipun tanpa adanya sinyal masukan.
RANGKUMAN MATERI
FILTER
A. Pengertian
Filter adalah sebuah rangkaian yang dirancang agar mengalirkan suatu
pita frekuensi tertentu dan menghilangkan frekuensi yang berbeda dengan pita
ini. Istilah lain dari filter adalah rangkaian yang dapat memilih frekuensi agar
dapat mengalirkan frekuensi yang diinginkan dan menahan, atau membuang
frekuensi yang lain.
Jaringan filter bisa bersifat aktif maupun pasif. Perbedaan dari komponen
aktif dan pasif adalah pada komponen aktif dibutuhkan sumber agar dapat
bekerja (op-amp dan transistor membutuhkan sumber lagi agar dapat
bekerja/digunakan), sedangkan komponen pasif tidak membutuhkan sumber
lagi untuk digunakan atau bekerja.
B. Jenis dan Karakteristik Filter
1. High Pass Filter
High pass filter adalah suatu rangkaian yang akan melewatkan suatu
isyarat yang berada diatas frekuensi cut-off (Fc) sampai frekuensi cut-off
(Fc) rangkaian tersebut dan akan menahan isyarat yang berfrekuensi
dibawah frekuensi cut-off (Fc) rangkaian tersebut. Rangkaian dari high
pass filter adalah sebagai berikut :
Prinsip kerja dari high pass filter adalah dengan memanfaatkan
karakteristik dasar komponen C dan R, dimana kapasitor akan mudah
melewatkan sinyal AC yang sesuai dengan nilai reaktansi kapasitifnya dan
komponen resistor yang lebih mudah melewatkan sinyal dengan frekuensi
rendah. Prinsip kerja utamanya sendiri adalah dengan cara saat sinyal
input dengan frekuensi diatas nilai frekuensi cut-off (Fc) maka sinyal
tersebut akan dilewatkan ke output rangkaian melalui komponen kapasitor.
Kemuadian pada saat sinyal input yang diberikan rangkaian gilter lolos
atas atau high pass filter memiliki frekuensi dibawah frekuensi cut-off (Fc)
maka sinyal input tersebut akan dilemahkan melalui komponen resistor.
2. Low Pass Filter
Low pass filter adalah sebuah rangkaian filter dimana yang akan
dilewatkan adalah sinyal yang memiliki frekuensi dibawah nilai cut-off,
dan ketika terdapat sinyal yang berada diatas nilai cut-off maka sinyal
tersebut akan dilemahkan. Rangkaian dari filter low pass filter adalah
sebagai berikut :
Pada gambar dan grafik diatas dapat dilihat bahwa rangkaian lowpass filter
memiliki kebalikan dari rangkaian high pass filter, dimana yang disusun
paralel adalah kapasitor sedangkan pada high pass filter yang dirangkai
paralel adalah resistornya. Dan memiliki prinsip kerja yang berkebalikan
juga, jika pada high pass filter, yang diloloskan adalah sinyal dengan
frekuensi diatas batas cut-off (Fc) namun pada low pass filter yang
diloloskan adalah sinyal dengan frekuensi dibawah batas cut-off (Fc).
3. Band Pass Filter
Band pass filter adalah sebuah rangkaian yang dirancang hanya untuk
melewatkan isyarat dalam suatu pita frekuens itertentu dan untuk menahan
isyarat diluar jalur pita frekuensi tersebut. Jenis filter ini memiliki
tegangan keluaran maksimum pada satu frekuensi tertentu yang disebut
dengan frekuensi resonansi (Fr). Jika frekuensinya berubah dari frekuensi
resonansi maka tegangan keluarannya turun, ada satu frekuensi diawas
frekuensi resonansi (Fr) dan satu dibawah (Fr) dimana gain
(penguatannya) tetap 0,707 Ar. Frekuensi cut-off atas diberi tanda (Fh)
dan frekuensi cut-off bawah diberi tanda (Fl). Pita frekuensi antara Fh dan
Fl adalah bandwidht (B). Rangkaian band pass filter adalah sebagai
berikut :
Rangkaian band pass filter adalah kombinasi antara low pass filter dengan
high pass filter dimana rangkaian low pass filter dirangkai terlebih dahulu
baru rangkaian itu disusun paralel dengan rangkaian high pass filter.
Seperti yang terlihat pada gambar diatas. Untuk karakteristiknya dapat
dilihat pada gambar berikut ini.
Jadi yang dikeluarkan atau dimunculkan hanya sinyal yang berada pada
nilai cut-off bawah dan cut-off atas saja.
4. Band Stop Filter
Band stop filter merupakan sebuah jenis filter yang memiliki karakteristik
menahan sinyal dengan frekuensi sesuai frekuensi cut-off rangkaian dan
akan melewatkan sinyal yang memiliki frekuensi diluar frekuensi cut-off
rangkaian tersebut baik dibawah atau diatas frekuensi cut-off rangkaian
ilter. Band stop filter merupakan kebalikan dari band pass filter. Jadi yang
dilewatkan adalah sinyal yang tidak berada pada rentang cut-off atas dan
cut-off bawah. Berikut ini adalah rangkaian dari band stop filter :
Pada band stop filter memiliki rangkaian yang sedikit berbeda dari
rangkaian band pass filter namun masih menggunakan kombinasi dari high
pass filter dan low pass filter. Seperti yang terlihat pada gambar diatas.