Nadiatul Afla Handayani.
MTSN 4 Parak Laweh
PANTUN
A. PENGERTIAN PANTUN
Pantun adalah sebuah karya yang tidak hanya memiliki rima dan irama yang indah,
namun juga mempunyai makna yang penting
B. CIRI-CIRI PANTUN
a. Pantun Memiliki Bait, setiap bait pantun disusun oleh baris – baris. Satu bait
terdiri dari 4 baris.
b. Setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata.
c. Setiap baris terdiri dari 4 – 6 kata.
d. Setiap bait pantun terdiri atas sampiran dan isi. Baris pertama dan kedua
merupakan sampiran, baris ketiga dan keempat merupakan isi. (Walaupun
sampiran tidak berhubungan langsung dengan isi, namun lebih baik apabila kata –
kata pada sampiran merupakan cerminan dari isi yang hendak disampaikan)
e. Pantun Bersajak a-b-a-b atau a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b atau sajak lain)
C. MACAM- MACAM PANTUN
1. Pantun Jenaka
Yaitu pantun yang berisikan tentang hal – hal lucu dan menarik.
CONTOH:
Pak Tegus pergi ke Bali
Melihat bule sedang menari
Aduh pantas kau bau sekali
Kau belum mandi enam hari
Makan pagi sepiring berdua
Rasanya enak tiada tara
Awas cowok pandai menggoda
Diam-diam watak buaya
2. Pantun Nasihat
yaitu pantun yang berisikan tentang nasihat, bertujuan untuk mendidik, dengan
memberikan nasihat tentang moral, budi perkerti, dll.
CONTOH:
Hari rabu memetik salak
Buahnya segar hilang dahaga
Hormati Ibu juga Bapak
Agar kelak masuk surga
Tari piring tari saman
Tari lilin apinya berpijar
Al Quran adalah pedoman
Rajin-rajinlah engkau belajar
1
Nadiatul Afla Handayani. MTSN 4 Parak Laweh
3. Pantun Teka – Teki
yaitu pantu yang berisikan teka teki, dan biasanya pendengar atau pembaca diberi
CONTOH:
Jikalau tuan tajuk cendana,
Ambil gantang jemurkan pala,
Jikalau tuan memang bijaksana,
Binatang apa ekor di kepala?
(Jawabannya: Gajah)
Berlayar perahu dari Berandan,
Menuju arah Selat Malaka,
Lebar kepala dari badan,
Apakah itu coba kau terka?
(Jawabannya: Ikan pari)
4. Pantun Cinta
Yaitu pantun yang berisi kata-kata cinta romantis disetiap barisnya
CONTOH:
Buah itu jangan dipetik
Susah payah saat ditanam
Engkaulah gadis tercantik
Kuimpikan siang dan malam
Sore-sore makan sekoteng
Belanjanya di pasar minggu
Abang sayang yang ganteng
Neng disini selalu menunggu
5. Pantun Kiasan
Yaitu Pantun yang berisikan tentang kiasan yang biasanya untuk menyampaikan
suatu hal secara tersirat.
CONTOH:
Ayam sabung jangan dipaut
Jika ditambat kalah laganya
Asam digunung ikan dilaut
Dalam belanga bertemu juga
Berburu kepadang datar
Dapatkan rusa belang kaki
Berguru kepalang ajar
Bagaikan bunga kembang tak jadi
2
Nadiatul Afla Handayani. MTSN 4 Parak Laweh
6. Pantun agama
Yaitu pantun yang isinya mengajak atau mengingatkan pengikut agama (contoh:
Islam) untuk beribadah sesuai dengan agamanya
CONTOH:
Kemumu di dalam semak
Jatuh sehelai selarasnya
Meski ilmu setinggi tegak
Tak sembahyang apa gunanya
Jangan senang memfitnah orang
Orang benci Tuhan pun murka
Jangan senang melalaikan sembahyang
Jika mati masuk neraka
7. Pantun Pendidikan
Yaitu dapat memberikan pelajaran serta inspirasi pendidikan yang dapat
membantu pembelajaran
CONTOH:
Kalau kau pergi ke dusun
Jangan lupa bawa beras
Belajarlah dengan tekun
Supaya kau naik kelas
Kain tenun dari sumbawa
Kain batik dari pekalongan
Kalau ingin jadi mahasiswa
Sekolah Dasar jangan diabaikan
8. Pantun Perpisahan
Yaitusebuah media ungkapan yang tepat untuk menunjukkan rasa sedih dan galau
akan perpihasan yang dialami dengan sahabat dan orang tersayang
CONTOH:
Pucuk pauh selara pauh
Sembilu ledung ledungkan
Adik jauh Abangnda jauh
Bila rindu sama menungkan
Kalau ada sumur diladang
Boleh saya menumpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Boleh kita berjumpa lagi
3
Nadiatul Afla Handayani. MTSN 4 Parak Laweh
9. Pantun Adat
Yaitu memiliki ciri khas gaya bahasanya kental akan unsur budaya/ adat.
CONTOH:
Menanam kelapa di pulau Bukum
Tinggi Sedepa sudah berbuah
Adat bermula dengan hukum
Hukum bersandar di Kitabullah
Bukan lebah sembarang lebah
Lebah bersarang dibuku buluh
Bukan sembah sembarang sembah
Sembah bersarang jari sepuluh
10. Pantun Kepahlawanan
Yaitu bertema tentang semangat kepahlawanan atau semangat patriotisme
CONTOH:
Adakah perisai bertali rambut
Rambut dipintal akan cemara
Adakah misai tahu takut
Kamipun muda lagi perkasa
Redup bintang haripun subuh
Subuh tiba bintang tak nampak
Hidup pantang mencari musuh
Musuh tiba pantang ditolak