Anda di halaman 1dari 4

The Diamond Building

Lokasi : Precinct 2 Putra


Jaya,Malaysia

Tanggal Mulai Konstruksi : 13


September 2007

Tanggal penyelesaian : 15 Maret


2010

Jumlah Storey : 1,5 + 8

Area Lantai Bruto (GFA) : 14,230 m2

Area Lantai Nett (NFA) : 11.473 m2

Efisiensi Lantai : 75%

Area Lansekap Hijau : 3,600 m2

Sumber : https://inhabitat.com/wp-content/blogs.dir/1/files/2012/10/diamond-
building-malaysia-putrajaya-energy-commission-Bangunan-Berlian-Suruhanjaya-Tenaga-
GBI-lead.jpg.

The Diamond Building (Bangunan Berlian dalam Bahasa Melayu) adalah kantor
Platinum pertama, dinamakan demikian karena bentuknya yang unik, di atasnya dengan
panel surya fotovoltaik (PV), yang menghasilkan sekitar 10 persen energi bangunan.
Sistem pemanenan air hujan menghemat sekitar 70 hingga 80 persen penggunaan air.
Konfigurasi piramida Diamond Building yang terbalik memungkinkan lebih banyak ruang
atap untuk panel surya dan lebih banyak ruang tanah untuk penghijauan. Inti dari
bangunan ini adalah atrium pusat besar yang dirancang untuk menerima dan mengatur
pencahayaan alami menggunakan "sistem roller-blind otomatis responsif terhadap
intensitas serta sudut sinar matahari," menurut Komisi Energi. Menurut Allan Koay,
menulis untuk The Star, Diamond Building dirancang oleh NR Architect dari Kuala
Lumpur, dengan arsitek Thailand Dr. Soontorn Boonyatikam berperan sebagai kepala
sekolah untuk proyek tersebut. IEN Consultants of Kuala Lumpur menyediakan konsultasi
desain dan layanan teknik berkelanjutan.IEN mengatakan bahwa bangunan “adalah
bayangan diri untuk radiasi matahari langsung,” dengan fasad dan atrium “dioptimalkan
untuk menyebarkan cahaya langsung ke dalam gedung.” Kelompok ini mengatakan bahwa
“Mahkota atrium memiliki kaca yang selektif secara spektral dan bayangan yang dinamis.
Sistem seimbang sehingga sinar matahari yang sejuk dimasukkan ke atrium sebagai
respons terhadap kondisi pencahayaan luar ruangan. ”Sistem pendinginan terintegrasi
bangunan menggunakan koil yang tertanam di lempengan lantai beton yang menjaga suhu
lantai dan langit-langit antara 19 dan 21 derajat Celcius.
The diamond building menerapkan prinsip ekologis karena pemanfaatan potensi
alam semaksimal mungkin.Dinding dan atap The Diamond Building melindungi radiasi
panas matahari,angin dan hujan.Orientasi bangunan diarahkan sebaik mungkin untuk
mengatur cahaya yang masuk ke bangunan sehingga menimbulkan bayangan dan area
tersebut menjadi sejuk dan nyaman.Di atasnya dengan panel surya fotovoltaik (PV), yang
menghasilkan sekitar 10 persen energi bangunan. Sistem pemanenan air hujan
menghemat sekitar 70 hingga 80 persen penggunaan air. Konfigurasi piramida Diamond
Building yang terbalik memungkinkan lebih banyak ruang atap untuk panel surya dan
lebih banyak ruang tanah untuk penghijauan. Inti dari bangunan ini adalah atrium
mengoptimalkan sinar matahari menyebar ke seluruh bangunan.Bangunan ini melindungi
diri sendiri dari radiasi sinar matahari melalui fasad. Penggunaan Material Berkelanjutan
Desain bangunan juga bertujuan untuk menyediakan lingkungan kerja yang sehat dan
produktif bagi penghuninya. Penggunaan sumber daya dikurangi melalui pembersihan
plafon gantung, kecuali untuk area kecil untuk menyembunyikan saluran. Ini mengurangi
material yang digunakan dibandingkan dengan bangunan konvensional.Plasterboards
berlabel hijau digunakan untuk langit-langit dan partisi internal. Plasterboards memiliki
emisi senyawa organik volatile rendah (VOC) dan memiliki 30% konten daur ulang.Karpet
lantai juga diberi label hijau untuk emisi VOC rendah dan memiliki setidaknya 10% konten
daur ulang.Cat interior yang digunakan dalam gedung juga memiliki kandungan VOC yang
rendah.Workstation berisi materi yang melindungi terhadap sinar ultra violet (UV).
Sistem ini sangat baik di contoh untuk pembangunan yang lain,dalam mendesain
bangunan dengan konsep tersebut karena akan berdampak baik dengan lingkungan
sekitarnya.
Dampak bangunan terhadap kondisi ekologi lingkungan disekitarnya cukup baik
karena penerapan konsep dari sustainable building yang sangat baik, The Diamond
Building menerapkan pencahaayan dari tenaga panel surya yang diterima oleh atrium dan
atrium tersebut menyebarkan cahaya keseluruh bangunan sehingga tidak menggunakan
energi listrik atau PLN yang sifatnya bisa merugikan di lingkungan sekitar karena untuk
bangunan seperti The Diamond Building akan membutuhkan daya listrik yang
banyak,selain penggunaan listrik yang minim, minimalisasi dan penghindaran limbah
sehingga tidak merusak lingkungan disekitarnya,meminimalisir penggunaan air dengan
cara mengumpulkan air hujan dan diproses untuk penyiraman toilet dan dikombinasikan
dengan perlengkapan air yang efisien,dari sistem tersebut dapat mengatasi masalah
seperti kebanjiran disekitar lingkungannya,serta menciptakan lingkungan yang segar dan
nyaman untuk melakukan berbagai aktivitas dilingkungan tersebut.
Daftar Pustaka

“Arsitektur Ekologi,”http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_ekologi,( diakses 20 mei 2018)

http://id.wikipedia.org/wiki/Arsitektur_ekologi,( diakses 20 mei 2018)

http://eprints.undip.ac.id/32380/,( diakses 20 mei 2018)

https://inhabitat.com/malaysias-green-diamond-building-wins-southeast-asia-energy-
prize/. ,( diakses 21 mei 2018)

https://www.sheffield.ac.uk/efm/estatesdevelopment/projects/thediamond/introductio
n. ,( diakses 22 mei 2018)

WAN NAIN SANI ALAMSYAH

158140001

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR FAKULTAS TEKNIK UMA