Anda di halaman 1dari 14

ANGGARAN RUMAH TANGGA

KOPERASI SYARIAH AMANAH SEJAHTERA BERSAMA

DEPOK

BAB I.

NAMA, TEMPAT KEDUDUKAN, DAN LAMBANG KOPERASI

Pasal 1

1. Koperasi ini bernama Koperasi Syariah Amanah Sejahtera Bersama atau disingkat
Koperasi Syariah ASB yang selanjutnya disebut Koperasi.
2. Daerah kerja Koperasi tercantum pada Anggaran Dasar Koperasi BAB I, Pasal 1, ayat 3.
3. Surat keputusan pembukaan cabang dan atau perwakilan Koperasi, ditanda-tangani oleh
2 (dua) orang pengurus yaitu Ketua dan Sekertaris Koperasi.
4. Lambang Koperasi :

1. Arti lambang koperasi rangkaian huruf a,s, dan b berbentuk rangkaian roda
kendaraan yang menunjuk ke arah atas dan berjalan di atas tulisan Koperasi
Syariah di dalam 3 (tiga) bingkai bintang segi 8 (delapan). Menggambarkan upaya
keras yang harus di tempuh Koperasi Syariah Amanah Sejahtera Bersama (ASB)
secara terus menerus seperti roda kendaraan yang berputar tidak kenal lelah ke
segala penjuru angin dalam rangka memegang amanah anggota koperasi
mencapai tujuan sejahtera bersama, walaupun kadang di bawah kadang di atas
yang semuanya dilaksanakan berpedoman Al Qur’an, Al Hadist dan peraturan
perundangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang pada
akhirnya semua ikhtiar hasilnya dipasrahkan kepada Allah SWT.
2. Arti lambang koperasi warna hijau menggambarkan warna alam, dedaunan,
kesegaran, relaksasi, harmoni, alami, sejuk, yang mempunyai makna koperasi
bersifat menenangkan dan menentramkan bagi seluruh anggotanya karena
usahanya dikelola secara syariah.
3. Arti lambang koperasi warna biru mengambarkan warna langit dan laut yang
memberi kesan luas dunia ini, yang mempunyai makna luasnya bidang usaha
koperasi untuk menyejahterakan anggotanya.

 Arti lambang koperasi warna kuning memberi kesan kegembiraan, terang, cerah,
bersinar, yang mempunyai makna dalam mencapai tujuan koperasi diperlukan
ketegasan, kesejukan, optimis, dan kerjasama semua anggota koperasi yang dikelola
secara akuntabel, transparan, dan profesional.

BAB II.

KEANGGOTAAN

Pasal 2

Tata Cara Penerimaan Anggota

1. Pengertian umum dan syarat keanggotaan Koperasi tercantum pada Anggaran Dasar
Koperasi BAB II Pasal 10, 11, dan 12.
2. Anggota Koperasi adalah warga perorangan yang berdomisili di wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia yang mendaftarkan diri menjadi anggota dan diterima
serta disetujui oleh pengurus.
3. Permintaan menjadi anggota diajukan secara tertulis / lisan oleh warga perorangan
kepada pengurus Koperasi. Permintaan menjadi anggota harus menyertakan
keterangan data diri sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku.
4. Permohonan untuk menjadi anggota Koperasi tersebut diajukan oleh calon anggota
kepada Pengurus Koperasi cq Sekertaris Koperasi. Dalam waktu 14 (empat belas) hari
terhitung sejak formulir tersebut diterima, lengkap dengan kelengkapan administrasi
lainnya, pengurus koperasi akan memberi jawaban kepada calon anggota, diterima atau
ditolak. Surat tersebut ditanda-tangani oleh Sekretaris Koperasi.
5. Pendaftar yang diterima, dicatat dalam buku Daftar Anggota Koperasi.

Pasal 3

Berakhirnya Keanggotaan

1. Berakhirnya keanggotaan koperasi adalah seperti yang diatur dalam Anggaran Dasar
Koperasi Bab II Pasal 13.
2. Keputusan atas berakhirnya keanggotaan koperasi ditanda-tangani oleh Sekertaris
Koperasi.
3. Dalam hal anggota yang bersangkutan memiliki hutang kepada koperasi, maka akan
langsung dipotong pada simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela dan
simpanan lain yang terdapat pada koperasi. Dan jika jumlah tersebut masih belum
mencukupi, maka sisanya tetap menjadi kewajiban bagi yang bersangkutan untuk
melunasinya yang dituangkan dalam Surat Pernyataan.
4. Simpanan pokok dan simpanan wajib anggota dapat dikembalikan kepada anggota yang
bersangkutan dengan ketentuan sebagai berikut : Anggota yang bersangkutan
mengajukan surat permohonan pencairan simpanan wajib dan simpanan pokok, dengan
menyebutkan jumlah yang akan dicairkan, serta cara pencairan (tunai atau transfer), jika
pencairan dilakukan dengan cara transfer, maka yang bersangkutan harus
menyebutkan rekening bank. Surat tersebut ditujukan kepada Bendahara Koperasi.
5. Anggota yang telah berhenti dan dikeluarkan oleh pengurus dapat menjadi anggota
kembali dengan mendaftarkan diri sebagai anggota baru lagi dan membuat pernyataan
sanggup memenuhi ketentuan yang berlaku.

BAB III.

PENERIMAAN ANGGOTA LUAR BIASA

Pasal 4

1. Ketentuan umum, hak, dan kewajiban anggota luar biasa tertuang dalam Anggaran
Dasar Koperasi BAB II Pasal 20 dan 21.
2. Anggota luar biasa adalah warga perorangan yang berdomisili atau bertempat tinggal
diwilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3. Anggota luar biasa adalah warga perorangan yang telah melunasi Simpanan Pokok dan
Simpanan Wajib yang besarnya seperti yang diberlakukan bagi Anggota Koperasi biasa.
4. Permintaan menjadi anggota luar biasa diajukan secara tertulis dan diajukan kepada
pengurus Koperasi.
5. Permintaan menjadi anggota luar biasa harus menyertakan data diri sesuai dengan
Kartu Tanda Penduduk yang masih berlaku.
6. Pengurus Koperasi memberikan keputusan dalam tenggang waktu paling lama 3 (tiga)
bulan dan segera disampaikan kepada pendaftar.
7. Pendaftar yang diterima dicatat dalam buku daftar anggota luar biasa Koperasi.
BAB IV.

PERMODALAN

Pasal 5

Simpanan Anggota

1. Ketentuan yang mengatur Simpanan Pokok dan Simpanan Wajib diatur pada Anggaran
Dasar Koperasi BAB III Pasal 22, 23, dan 24.
2. Simpanan-simpanan anggota pada Koperasi terdiri :

1. Simpanan Pokok
2. Simpanan Wajib
3. Simpanan Sukarela

1. Simpanan Pokok harus dipenuhi dalam waktu selambat-lambatnya 6 (enam) bulan


setelah mendaftar.
2. Anggota Koperasi wajib membayar Simpanan Wajib pada setiap bulan, setiap saat atau
sekaligus dalam 1 (satu) tahun yang berjalan.

Pasal 6

Modal Pinjaman

1. Ketentuan modal pinjaman diatur pada Anggaran Dasar Koperasi BAB III, Pasal 27.
2. Pengikatan pinjaman pada pihak ke-3 dilakukan berdasarkan keputusan Rapat Pengurus
Lengkap dengan persetujuan pengawas dan dilaporkan ke Rapat Anggota.
3. Penggunaan pinjaman dilakukan oleh pengurus untuk pembiayaan usaha Koperasi
berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi.

Pasal 7

Modal Penyertaan

1. Ketentuan modal penyertaan diatur pada Anngaran Dasar Koperasi BAB III Pasal 28.
2. Untuk memenuhi kebutuhan anggota, Koperasi dapat bekerjasama dengan anggota
dalam bentuk:

1. Penyertaan modal anggota pada unit usaha Koperasi.


2. Penyertaan modal Koperasi pada usaha-usaha anggota.
1. Dalam usaha ekonomi yang ada kaitannya dengan kebutuhan anggota koperasi,
Koperasi dapat mengadakan kerjasama dengan pihak ketiga dalam bentuk penyertaan
modal.
2. Dalam hal terdapat kelebihan kemampuan pelayanan kepada anggota, Koperasi dapat
membuka peluang usaha dengan non anggota.
3. Kerjasama tersebut dapat dilakukan dan dipertanggungjawabkan dalam Rapat Anggota.
4. Kerjasama sesuai diatur sedemikian rupa sehingga tidak mengorbankan asas dan
prinsip-prinsip Koperasi.

BAB V.

RAPAT ANGGOTA

Pasal 8

1. Ketentuan umum rapat anggota, wewenang rapat anggota, penyelnggaraan rapat


anggota telah diatur pada Anggaran Dasar Koperasi BAB IV Pasal 32, 33, 34, 35, 36, 37,
dan 38.
2. Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi wajib diikuti oleh anggota sebagai peserta.
3. Sifat anggota sebagai peserta RAT adalah individual dan tidak dapat diwakilkan.
4. Anggota luar biasa bisa diundang pengurus untuk mengikuti RAT.
5. Anggota yang berhak mengikuti RAT Koperasi adalah anggota yang sampai tutup buku
tahun yang berjalan telah melunasi simpanan pokok dan simpanan wajib.
6. Hak suara anggota dan penggunaannya diatur dalam tata tertib RAT.
7. Anggota mempunyai hak untuk dipilih dan memilih dalam setiap pergantian pengurus
dan pengawas Koperasi.
8. Setiap anggota berhak menyampiakan saran dan koreksi terhadap pengurus baik secara
tertulis ataupun lisan .
9. Jika anggota koperasi melebihi 500 orang maka Rapat Anggota dapat dilakukan dengan
sistem delegasi, yaitu setiap 10 (sepuluh) orang diwakili 1 (orang) anggota untuk
menjadi delegasi dalam RAT.
10. Satu orang delegasi mempunyai 1 (satu) hak suara.
11. Pengurus menyampaikan pemberitahuan dan atau undangan RAT kepada anggota
dalam waktu selambat-lambatnya 14 hari sebelum rapat diselenggarakan.
12. Menyampaikan acara dan tata tertib rapat untuk disahkan dalam rapat anggota.
13. Memimpin rapat-rapat dengan berpegang teguh pada tata tertib dan acara rapat.
14. Membuat notulensi dan berita acara Rapat Anggota yang ditandatangani oleh Ketua dan
Sekretaris.
15. Membuat surat keputusan tentang hasil rapat untuk disampaikan kepada anggota,
pengawas dan pejabat berwenang.
BAB VI.

RAPAT ANGGOTA LUAR BIASA

Pasal 9

1. Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) Koperasi wajib diikuti oleh anggota sebagai peserta.
2. Sifat anggota sebagai peserta RALB adalah individual dan tidak dapat diwakilkan.
3. Anggota yang berhak mengikuti RALB Koperasi adalah anggota yang sampai tutup
buku tahun yang berjalan telah melunasi simpanan pokok dan simpanan wajib.
4. Hak suara anggota dan penggunaannya serta pimpinan rapat diatur dalam tata tertib
RALB.
5. Menyampaikan pemberitahuan dan atau undangan rapat kepada anggota dalam waktu
selambat-lambatnya 14 hari sebelumnya.
6. Menyampaikan acara dan tata tertib rapat untuk disahkan dalam rapat anggota.
7. Memimpin rapat-rapat dengan berpegang teguh pada tata tertib dan acara rapat.
8. Membuat notulensi dan berita acara Rapat Anggota yang ditandatangani oleh Ketua dan
Sekretaris.
9. Membuat surat keputusan tentang hasil rapat untuk disampaikan kepada anggota,
pengawas dan pejabat berwenang.

BAB VII.

KEPENGURUSAN

Pasal 10

Susunan Pengurus dan Tugas Tanggung Jawab Pengurus

1. Susunan Pengurus Koperasi adalah sebagai berikut : Ketua, Sekretaris dan Bendahara.
2. Uraian tugas Ketua, Sekretaris, dan Bendahara Koperasi adalah:

1. Ketua :

Ketua Koperasi memiliki tanggung jawab baik kedalam maupun keluar organisasi, dengan
uraian tugas sebagai berikut :

– Memimpin Koperasi dan mengkoordinasikan kegiatan seluruh Anggota Pengurus dan


Pengelola.

– Mewakili Koperasi di dalam dan di luar pengadilan. Melaksanakan segala perbuatan sesuai
dengan Keputusan Rapat anggota dan Rapat Pengurus.

– Ketua bertanggung jawab kepada Rapat Anggota.


1. Sekretaris

Tugas utama sekretaris adalah sebagai penanggungjawab administrasi koperasi, adapun uraian
tugasnya sebagai berikut :

-Bertanggung jawab kegiatan administrasi dan perkantoran.

-Mengusahakan kelengkapan organisasi.

-Mengatur jalannya perkantoran.

-Memimpin dan mengarahkan tugas karyawan.

-Menghimpun dan menyusun laporan kegiatan bersama bendahara dan pengawas.

-Menyususn rancangan rencana program kerja organisasi.

Sekretaris berwenang :

-Mengambil keputusan dibidang kesekretariatan.

-Menandatangani surat-surat bersama ketua.

-Menetapkan pelaksanaan bimbingan organisasi dan penyuluhan.

-Sekretaris bertanggung jawab kepada rapat Pengurus melalui Wakil Ketua;

1. Bendahara

Pada dasarnya tugas pokok bendahara adalah mengurus kekayaan dan keuangan koperasi,
antara lain :

-Bertanggung jawab masalah keuangan koperasi.

-Mengatur jalannya pembukuan keuangan.

-Menyusun anggaran setiap bulan.

-Mengawasi penerimaan dan pengeluaran uang.


-Menyusun rencana anggaran dan pendapatan koperasi.

-Menyusun laporan keuangan.

-Mengendalikan anggaran.

Bendahara berwenang :

-Mengambil keputusan dibidang pengelolaan keuangan dan usaha.

-Bersama dengan ketua menandatangani surat yang berhubungan dengan bidang keuangan
dan usaha.

1. Persyaratan untuk menjadi pengurus tercantum dalam Anggaran Dasar Koperasi BAB IV
Pasal 41.

Pasal 11

Tata Cara Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Pengurus

1. Proses pemilihan pengurus adalah sebagai berikut :

1. Pemilihan pengurus dilakukan secara langsung atau formatur.


2. Tata cara pemilihan diatur dalam tata tertib rapat pemilihan pengurus.

1. Pemilihan secara formatur adalah sebagai berikut ;

1. Jumlah anggota sekurang-kurangnya 5 (lima) orang dan sebanyak-banyaknya 7 (tujuh)


orang yang dipilih dari kalangan pengurus demisioner dan anggota.
2. Semua anggota formatur dipilih oleh dan dari rapat anggota.

1. Dalam pemilihan pengurus baru, anggota pengurus lama yang dipertahankan sebanyak-
banyaknya adalah 1/3 (sepertiga).
2. Formatur yang tidak berhasil membentuk pengurus, dalam jangka waktu yang telah
ditentukan, wajib mengembalikan mandat kepada rapat anggota secara tertulis.

Pasal 12

1. Selama belum terbentuk pengurus baku, maka pengurus lama yang ada merupakan
pengurus dalam keadaan demisioner yang berwenang melakukan pekerjaan pengurus
untuk urusan rutin.
2. Dalam hal formatur mengembalikan mandat maka pengurus (demisioner) segera
mengadakan rapat anggpta untuk pemilihan pengurus selambat-lambatnya 3 (tiga)
bulan kemudian terhitung mulai tanggal penyerahan mandat oleh fssormatur.

Pasal 13

Anggota pengurus sebelum memangku jabatanya, wajib menadatangani surat pernyataan


yang bunyinya adalah sebagai berikut :

1. Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai Pengurus Koperasi Syariah
Amanah Sejahtera Bersama akan selalu berpegang teguh pada ketentuan-ketentuan
dan undang-undang koperasi, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga serta
peraturan-peratuaran yang berlaku di koperasi serta melaksanakan ketentuan tersebut
dengan sebaik-baiknya.
2. Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai pengurus Koperasi
Syariah Amanah Sejahtera Bersama akan bekerja dengan aktif, jujur, tertib sehingga
kepentingan anggota Koperasi bisa terlayani dengan baik.
3. Bahwa saya dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai pengurus Koperasi
Syariah Amanah Ssejahtera Bersama akan menjauhkan perbuatan–perbuatan yang
merugikan gerakan koperasi pada umumnya dan Koperasi Syariah Amanah Sejahtera
Bersama pada khususnya.

Pasal 14

1. Pengurus koperasi yang melakukan perbuatan tidak sesuai dengan AD/ART dapat
diberhentikan dengan tata cara pengenaan saknsi seperti yang diatur dalam Anggaran
Dasar Koperasi BAB XII Pasal 85 ayat 3.
2. Dalam waktu selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan, pemberhentian sementara harus
diakhiri dengan keputusan rapat pengurus lengkap dalam bentuk :

1. Pemberhentian sementara dicabut atau


2. Pemberhentian sementara tetap berlaku sampai ada keputusan rapat anggota
berikutnya.

1. Anggota pengurus yang pemberhentian sementara dicabut, harus kembali ke


kepengurusan semula kecuali yang bersangkutan menyatakan penolakan secara
tertulis.
2. Anggota pengurus yang pemberhentiannya tidak diterima atau disahkan oleh rapat
anggota harus kembali pada kepengurusan semula kecuali yang bersangkutan
menyatakan penolakan secara tertulis.
3. Anggota pengurus yang pemberhentiannya disahkan oleh rapat anggota maka
pengurus tersebut harus berhenti dari jabatannya.

BAB VIII.
PENGAWAS

Pasal 15

1. Persyaratan untuk dipilih menjadi Pengawas tercantum dalam Anggaran Dasar Koperasi
BAB IV Pasal 48.
2. Anggota pengawas terdiri dari :

1. Pengawas Syariah
2. Pengawas Manajemen

1. Anggota Pengawas Syariah dipilih berdasarkan ketentuan Dewan Pengawas Syariah


Majelis Ulama Indonesia dan atau peraturan perundangan yang berlaku.
2. Anggota Pengawas Manajemen dipilih secara langsung oleh Rapat Anggota dari
kalangan anggota atau oleh formatur pemilihan pengurus apabila pemilihan anggota
pengawas tersebut bersamaan dengan pemilihan pengurus.

Pasal 16

Pengawas Manajemen sebelum memangku jabatan wajib menandatangani surat pernyataan


yang isinya sebagai berikut :

1. Bahwa saya dalam menjalankan tugas kewajiban sebagai pengawas Koperasi Syariah
ASB akan selalu berpegang teguh pada ketentuan-ketentuan dalam Anggaran Dasar,
Anggaran Rumah Tangga serta peraturan-peraturan yang berlaku pada Koperasi. Dan
melaksanakan ketentuan tersebut dengan jujur dan sebaik-baiknya.
2. Bahwa saya dalam menjalankan tugas / kewajiban sebagai pengawas Koperasi Syariah
ASB akan bekerja dengan rutin, tertib, cermat dan bersemangat sehingga kepentingan
koperasi dan anggota-anggotanya mendapatkan pelayanan sebaik-baiknya.
3. Bahwa saya dalam menjalankan tugas / kewajiban sebagai pengawas Koperasi Syariah
ASB akan menjauhkan dari perbuatan-perbuatan yang merugikan gerakan koperasi
pada umumnya dan Koperasi Syariah ASB serta anggota pada khususnya.

Pasal 17

1. Ketentuan-ketentuan uang kehormatan dan atau penggantian biaya bagi anggota


pengawas, ditetapkan dalam anggaran belanja yang disahkan oleh rapat anggota.
2. Untuk kelancaran dan ketertiban pelaksanaan tugas dan kewajiban pengawas, salah
seorang diantaranya menjadi koordinator yang ditetapkan dalam rapat pengawas.

Pasal 18

1. Dalam hal anggota pengawas tidak lagi memenuhi ketentuan-ketentuan diatas,


diberhentikan sebagai anggota pengawas.
2. Dalam hal pengawas melanggar anggaran dasar, atas permintaan pengurus rapat
anggota dapat memberhentikan anggota pengawas yang bersangkutam.
3. Tata tertib pembelaan diri oleh pengurus juga berlaku untuk pengawas.

BAB IX.

KARYAWAN DAN PENGELOLAAN USAHA

Pasal 19

1. Karyawan adalah pelaksana terlatih dan profesional yang ditunjuk untuk mengelola dan
mengembangkan aset-aset Koperasi dan dipimpin oleh seorang Manajer dan Kepala
Unit Usaha.
2. Manajer membawahi 3 (tiga) Kepala Unit Usaha yang masing-masing kepala unit dapat
memiliki karyawan.
3. Karyawan dipilih dan di seleksi oleh pengurus sesuai dengan kemampuan dan latar
belakang pendidikannya dan diangkat melalui perjanjian atau kontrak kerja yang dibuat
secara tertulis.
4. Karyawan melaksanakan semua kebijakan pengurus dan bertanggung jawab kepada
pengurus.
5. Karyawan bertugas untuk merancang rencana kerja, mengelola dan menjalankan usaha
sehari-hari.
6. Pengelola mendapat gaji bulanan yang besarnya di tetapkan pengurus berdasarkan
perkembangan usaha Koperasi, kesepakatan, dan pertimbangan kemajuan bisnis
Koperasi yang ditentukan oleh Pengurus.
7. Pengelola mendapat bonus dari SHU dan THR setiap tahun, yang besarnya sesuai
dengan, kinerja, kesepakatan dan ketetapan Pengurus.

Pasal 20

1. Pengelola melaksanakan rapat pengelola yaitu rapat yang hanya di hadiri oleh seluruh
staf pengelola Koperasi.
2. Rapat pengelola dipimpin oleh manajer dan apabila berhalangan dapat digantikan oleh
salah satu karyawan di bawahnya.
3. Rapat pengelola terdiri atas :

1.
1. Rapat pengelola harian, yaitu rapat koordinasi yang dilaksanakan pengelola
secara rutin setiap hari sebelum operasional, untuk mengetahui kesiapan staf
pengelola, serta pemberian motivasi dan doa.
2. Rapat Pengelola mingguan, yaitu rapat koordinasi yang dilaksanakan pengelola
rutin pekanan untuk menilai pekerjaan satu pekan dan menyiapkan rencana
kerja pekan berikutnya.
3. Rapat pengelola bulanan, yaitu rapat koordinasi yang menilai kinerja Pengelola,
Laporan Keuangan, L/R, Penilaian Kesehatan Koperasi, Penilaian Aktiva Produktif
(NPL) dari tiap penerima pembayaran dan sosialisasi kebijakan operasional yang
perlu dilakukan.
4. Rapat Pengelola mingguan dan bulanan dibuatkan notulensi rapat yang
terdokumentasi dengan tertib dan di tandatangani oleh pemimpin
rapat/manajer.

BAB X.

KEGIATAN USAHA

Pasal 21

1. Kegiatan usaha Koperasi meliputi :


1.
1.
1. Perdagangan umum
2. Jasa
3. Simpan Pinjam/Unit Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah
(USPPS), yang terdiri dari :

1.
1.
1.
1.
1. Simpanan :
1. Simpanan Wadiah
2. Simpanan Mudharabah
3. Simpanan Pendidikan
4. Simpanan Kurban
5. Simpanan Rekreasi
6. Simpanan Umroh/Haji
7. Simpanan jenis lain sesuai kebutuhan
2. Pembiayaan :
1. Pembiayaan Murabahah
2. Pembiayaan Mudharabah
3. Pembiayaan Musyarakah
4. Pembiayaan Ijaroh
5. Pembiayaan Qard
2. Pengaturan lebih lanjut kegiatan USPPS diatur dalam Peraturan Khusus.

BAB XI.

SISA HASIL USAHA

Pasal 22

1. Pembagian bagian Sisa Hasil Usaha kepada masing-masing anggota dilakukan setelah
perhitungan dengan kewajiban-kewajibannya kepada Koperasi.
2. Pendapatan bersih dari Sisa Hasil Usaha tersebut dibagikan untuk :

a Dana Cadangan 25,0 %


b Anggota 55,0 %
c Pengurus 10,0 %
d Karyawan 5,0 %
e Pendidikan, Kesehatan, dan atau Sosial 5,0 %

BAB XII.

SUSUNAN LAPORAN KEUANGAN

Pasal 23

1. Ketentuan pembukuan Koperasi tercantum dalam Anggaran Dasar Koperasi BAB IX Pasal
71.
2. Laporan keuangan Koperasi meliputi :

1. Neraca
2. Laporan Perhitungan Hasil Usaha
3. Laporan Perubahan Ekuitas
4. Laporan Arus Kas
5. Laporan Sumber dan Penggunaan dana zakat
6. Laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan yang berasal dari infaq, sodaqohdan
waqaf serta dana social lainnya
7. Catatan atas Laporan Keuangan
BAB XIII.

SANKSI

Pasal 24

Ketentuan dan tata cara pengenaan sanksi bagi anggota, pengurus, dan pengawas telah diatur
dalam Anggaran Dasar Koperasi BAB XII Pasal 85.

BAB XIV.

PERUBAHAN ANGGARAN RUMAH TANGGA

Pasal 25

1. Perubahan Anggaran Rumah Tangga hanya dapat dilakukan oleh Rapat Anggota yang
dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 (dua per tiga) dari jumlah anggota dan diputuskan
oleh 50% lebih 1 (satu) dari yang hadir.
2. Hasil amandemen/ perubahan terhadap ART didokumentasikan oleh pengurus.

BAB XV.

PENUTUP

Pasal 26

1. Anggaran Rumah Tangga koperasi dibuat sebagai pelengkap dari Anggaran Dasar yang
telah dibuat sebelumnya.
2. Anggaran Rumah Tangga ini dapat ditambah dan dirubah oleh Rapat Anggota sesuai
perkembengan yang ada.
3. Hal-hal yang beum diatur dalam Anggaran Rumah Tangga ini akan diatur dalam
peraturan khusus dan/atau Surat Keputusan Pengurus yang dibuat oleh Pengurus dan
selanjutnya disahkan oleh Rapat Anggota.
4. Apabila hal-hal yang diatur didalam Anggaran Rumah Tangga ini ternyata bertentangan
dengan Anggaran Dasar, maka yang berlaku adalah Anggaran Dasar.

Pasal 26

1. Anggaran Rumah Tangga ini disetujui dan disahkan oleh Rapat Anggota Koperasi pada
hari Sabtu tanggal 13 Mei 2017.
2. Akta Anggaran Rumah Tangga ini ditandatangani oleh kami yang diberi kuasa oleh
Rapat Anggota pada hari Sabtu tanggal 13 Mei 2017.