Anda di halaman 1dari 12

Bagaimana cara usaha kecil mengambil keuntungan dari e-commerce?

(How can
small businesses take advantage of e-commerce?)

Ternyata bukan hanya perusahaan besar saja yang berkecimpung dalam e-


commerce tapi juga banyak pengusaha kecil yang berkiprah dengan Web
sederhana, dan situs kacangan.
Seringkali yang dibutuhkan untuk sukses hanya promosi sederhana agar terlihat
oleh para pelanggan. Berita mulut ke mulut, posting di newsgroup, dan
mendaftarkan diri di search engine cukup sudah untuk menarik pelanggan ke situs
anda.
Sebuah contoh sederhana yang bisa ditampilkan adalah Kevin Donlin seorang
penulis dan Web developer yang membuat Guaranteed Resumes
http://www.gresumes.com/ di Internet berawal dari tahun 1994. Saat ini dia
memperoleh sekitar 100 pendatang setiap hari dan memperoleh sebagian dari
pemasukannya dari bisnis penulisan resume.
Keberhasilan Donlin terletak pada keberhasilan dalam menekan serendah-
rendahnya biasa yang dibutuhkan. Server yang digunakan diletakan di ISP lokal,
dan pelanggan berdatangan dari seluruh penjuru dunia. Transaksi kartu kredit
dilakukan menggunakan swipe terminal yang dia sewa seharga US$30 / bulan -
tapi tidak perlu menggunakan jasa pihak ketiga untuk mengambilkan dana dari
kartu kredit.
Tentunya masih banyak sekali cerita-cerita menarik seperti yang dialami oleh
Kevin tersebut.

Apa penghalang utama untuk melakukan e-commerce? (What are the biggest
barriers to e-commerce?)

Menurut survey yang dilakukan oleh CommerceNet http://www.commerce.net/


para pembeli / pembelanja belum menaruh kepercayaan kepada e-commerce,
mereka tidak dapat menemukan apa yang mereka cari di e-commerce, belum ada
cara yang mudah dan sederhana untuk membayar. Di samping itu, surfing di e-
commerce belum lancar betul.
Pelanggan e-commerce masih takut ada pencuri kartu kredit, rahasia informasi
personal mereka menjadi terbuka, dan kinerja jaringan yang kurang baik.
Umumnya pembeli masih belum yakin bahwa akan menguntungkan dengan
menyambung ke Internet, mencari situs shopping, menunggu download gambar,
mencoba mengerti bagaimana cara memesan sesuatu, dan kemudian harus takut
apakah nomor kartu kredit mereka di ambil oleh hacker.
Tampaknya untuk meyakinkan pelanggan ini, e-merchant harus melakukan
banyak proses pemandaian pelanggan. Walaupun demikian Gail Grant, kepala
lembaga penelitian di CommerceNet http://www.commerce.net/ meramalkan
sebagian besar pembeli akan berhasil mengatasi penghalang tersebut setelah
beberapa tahun mendatang.

Grant mengatakan jika saja pada halaman Web dapat dibuat label yang
memberikan informasi tentang produk dan harganya, akan sangat memudahkan
untuk search engine menemukan sebuah produk secara online. Hal tersebut
belum terjadi memang karena sebagian besar merchant ingin agar orang
menemukan hanya produk mereka tapi bukan kompetitor-nya apalagi jika
ternyata harga yang diberikan kompetitor lebih murah.
Siapa yang kalah jika pengusaha berpindah kepada bisnis online? (Who stands
to lose from businesses moving online?)
Perusahaan yang akan secara langsung dirugikan oleh e-commerce adalah agen
perjalanan, tiket bioskop, katalog mail-order, dan toko retail - terutama toko
perangkat lunak. Mungkin kalau di Indonesia yang terasa hanya bagi agen
perjalanan & bisnis sekitar turis. E-commerce dengan nyata telah mempengaruhi
teritori bisnis tersebut. Menurut laporan Forrester Research
http://www.forrester.com/ prediksi penjualan di sales & tiket perjalanan melalui
Internet akan naik dari US$475 juta di tahun 1997 ke US$10 milyar di tahun 2001.
Angka tersebut merepresentasikan 8% dari semua penjualan tiket perjalanan di
US.
Kalau Bill Gates mengatakan e-commerce akan menghilangkan perantara
(middleman). Kalau buzzword sekarang ini adalah disintermediation
http://www.builder.com/Business/Ecommerce20/ss06.html, cara mengatakan
bahwa siapapun yang berada di antara pembeli dan penjual akan memperoleh
masalah besar. Akan tetapi jika kita melihat lebih lebih dalam lagi akan terlihat
bahwa sebenarnya e-commerce akan menciptakan pola perantara yang baru.

Cerita sukses e-commerce, seperti amazon.com http://www.amazon.com/,


sebetulnya merupakan bentuk lain dari sebuah proses perantara. Amazon.com
tidak menerbitkan buku. Mereka semua umumnya hanyalah sebuah distributor
online saja.

Tampaknya e-middleman harus mendemonstrasikan bahwa mereka


menambahkan nilai dalam proses pembelian, melalui marketing, customer
service, juga metoda-metoda lain. Kalau tidak maka pelanggan akan memutuskan
modem-nya dan tidak akan menggunakan jasa mereka lagi.
Untuk sistem bisnis-ke-bisnis, isu yang ada memang tidak sepelik di atas, akan
tetapi tetap ada isu-isu serius. Seperti para pengusaha belum punya model yang
baik bagaimana cara mensetup situs e-commerce mereka, mereka mengalami
kesulitan untuk melakukan sharing antara informasi yang diperoleh online dengan
aplikasi bisnis lainnya. Masalah yang barangkali menjadi kendala utama adalah ide
untuk sharing informasi bisnis kepada pelanggan dan supplier - hal ini merupakan
strategi utama dalam sistem e-commerce bisnis ke bisnis.

Kunci utama untuk memecahkan masalah adalah merchant harus menghentikan


pemikiran bahwa dengan cara menopangkan diri pada Java applets maka semua
masalah akan solved, padahal kenyataannya adalah sebetulnya merchant harus
me-restrukturisasi operasi mereka untuk mengambil keuntungan maksimal dari e-
commerce. Grant mengatakan, "E-commerce is just like any automation - it
amplifies problems with their operation they already had."
Bagaimana menurut anda tingkat kepercayaan masyarakat indonesia terhadap
transaksi elektronik dengan menggunakan media website?
Tingkat kepercayaan masyarakat sangat rendah karena sering terjadi penipuan
pada transaksi seperti melalui situs/iklan jejaring sosial. namun tingkat
kepercayaan pada situs perusahaan besar yang memiliki kredibilitas yang baik
cukup tinggi karena mereka percaya bila membeli di situs tersebut barang akan
dikirim walaupun terkadang sedikit terlambat.
Sebutkan langkah – langkah sukses dalam membangun bisnis e – commerce?
Langkah 1: Set Strategy
Hal yang pertama kali harus dilakukan adalah menyusun suatu strategi dengan
berpegang pada suatu prinsip, yaitu bagaimana memudahkan konsumen dalam
melakukan bisnis dengan perusahaan.
Langkah 2: Focus on the End-Customer
Pada tahapan ini, adalah penting bagi perusahaan untuk mengkaji dan
mendefinisikan siapa sebenarnya konsumen lansung (end-customer) dari produk
atau jasa yang ditawarkan.
Langkah 3: Redesigning Customer-Focus Business Process
Proses perancangan ulang adalah dengan memualinya dari aktivitas terluar, yaitu
yang menghubungkan perusahaan dengan konsumennya (customer focus
business process). Dengan selalu beranggapan bahwa “customer is a king.
Langkah 4: Wire Company for Profit
Setelah proses bisnis selesai dirancang ulang untuk menyesuaikan dengan
karakteristik bertransaksi di dunia maya, langkah selanjutnya adalah
mempersiapkan infrastruktur perusahaan untuk memungkinkan terjadinya
mekanisme bisnis yang diinginkan.
Langkah 5: Foster Customer Loyalty
Langkah yang terakhir adalah berusaha untuk membuat konsumen loyal terhadap
perusahaan e-commerce yang ada, hanya karena dengan loyalitas mereka sajalah
maka profitabilitas usaha dapat tercapai.
Sebutkan macam –macam moadel bisnis e – commerce dan berikan contoh
masing – masing model tersebut?
a. Business – to – Business (B2B) merupakan model perusahaan yang menjual
barang atau jasa pada perusahaan-perusahaan lain. Model Business-to-
Business ini menawarkan penjualan atau pembelian dalam bentuk maya
tetapi oleh satu perusahaan pada perusahaan lain saja. Model B2B ini tidak
terbuka untuk banyak perusahaan agar dapat ikut.
b. Business – to – Consumer (B2C) merupakan model perusahaan yang
menjual barang atau jasa pada pasar atau public. Contoh dari Business-to-
Consumer yaitu http://www.amazon.com. Dimana perusahaan ini menjual
buku yang mempunyai koleksi tidak kurang dari 4,5 juta judul buku.
c. Consumer-to-Consumer (C2C) adalah merupakan model perorangan yang
menjual barang atau jasa kepada perorangan juga. Contoh dari Consumer-
to-Consumer yaitu http://www.ebay.com. Dimana merupakan suatu
perusahaan yang menyelenggarakan lelang melalui internet. Melalui
perusahaan ini, perorangan dapat menjual atau membeli dari perorangan
lain melalui internet.
d. Consumer-to-Business (C2B) : merupakan model perorangan yang menjual
barang atau jasa kepada perusahaan. Contoh dari Consumer-to-Business
yaitu http://www.priceline.com. Dimana dalam model ini konsumen
menawarkan harga tertentu. Dimana ia menginginkan membeli berbagai
barang dan jasa, termasuk tiket pesawat terbang dan hotel.

Bagaimana menurut anda tingkat kepercayaan masyarakat indonesia terhadap


transaksi elektronik dengan menggunakan media website?
Tingkat kepercayaan masyarakat sangat rendah karena sering terjadi penipuan
pada transaksi seperti melalui situs/iklan jejaring sosial. namun tingkat
kepercayaan pada situs perusahaan besar yang memiliki kredibilitas yang baik
cukup tinggi karena mereka percaya bila membeli di situs tersebut barang akan
dikirim walaupun terkadang sedikit terlambat.
Mengapa dalam kegiatan e-Business sangat di butuhkan sistem Cloud
Computing, jelaskan ?
Pemanfaatan teknologi cloud computing di beberapa perusahaan bisnis besar
dalam penggunaanya sebagai disaster recovery planning menjadi salah satu hal
yang sangat krusial dalam kelangsungan bisnis yang dilakukan oleh perusahaan
tersebut, terlebih apabila perusahaan tersebut menggunakan platform web
dimana tingkat privacy dan security dari data perusahaan menjadi pertimbangan
yang utama. Terlebih lagi apabila terjadi suatu bencana di perusahaan tersebut,
perusahaan harus tetap menjalankan roda bisnisnya meskipun telah tertimpa
atau sedang tertimpa suatu bencana. Bencana dapat berupa beberapa hal
diantaranya kerusakan pada jaringan listrik disebabkan oleh sistem elektrik,
serangan teroris disebabkan oleh lemahnya keamanan fisik dan non fisik data
center, sistem atau perangkat yang rusak terkait dengan kesalahan manajemen
pengawasan perangkat, kesalahan operasional akibat ulah manusia, virus
misalkan disebabkan oleh kesalahan pemilihan anti virus yang digunakan.
Apa yang anda pahami tentang perdagangan informasi dalam e – commerce ?
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan
penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial,
seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-
pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan
transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik
(electronic data interchange /EDI), dll.
E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan
e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga
pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain
teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau
pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk
teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan
alat pembayaran untuk e-dagang ini
Bagaimana prospek E-commerce di Indonesia ?
Di Indonesia sendiri, e commerce telah berkembang begitu pesat. Pertumbuhan
e-commerce secara statistik tercatat oleh Kemenkominfo memiliki nilai transaksi
sebesar 130 Triliun di tahun 2013. Ternyata itu belum bisa menjadikan negara
Indonesia sebagai negara dengan tingkat penjualan pada e commerce tertinggi.
Peluang pasar bisnis daring di Indonesia diproyeksi menjadi terbesar di Asean
pada 2020 seiring dengan peningkatan pengguna Internet dan jumlah penduduk
paling banyak di kawasan.
Namun, bila dilihat dari perkembangannya dari tahun ke tahun, e commerce di
Indonesia sangatlah menjanjikan. Ini terbukti dari beberapa VC (Venture Capital)
besar seperti Rocket Internet, Cyberagent, East Ventures, dan IdeoSource sudah
menanamkan modal ke e commerce yang berbasis di Indonesia.
Salah satu faktor yang mendukung peningkatan e commerce di Indonesia adalah
meningkatnya jumlah penduduk kelas menengah. Di tahun 2013, jumlah kaum
kelas menengah telah mencapai 74 juta dan akan diprediksi akan naik menjadi
141 juta atau meningkat 54% pada tahun 2020.
Belum lama ini, pemerintah Indonesia merilis peta jalan atau roadmap e-
commerce. Dari tujuh substansi utama dalam paket kebijakan tersebut yang
dinilai akan mendorong ekonomi digital di Indonesia terdapat 31 inisiatif dalam
bentuk regulasi yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait.
Dana pengembangan e-commerce dapat dirogoh dari APBN. Pembiayaan dapat
dilakukan melalui kredit usaha rakyat (KUR) dengan bunga subsidi pemerintah.
Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) memproyeksikan industri ini akan terus
tumbuh 30%-40% pada 2017 dan mencapai US$130 miliar pada 2020.
Berikan penjelasan anda apa saja kendala yang memungkinkan timbul dari
proses e-commeres dan gimana cara mengatasi kendala tersebut, coba anda
berikan contoh dalam studi kasus?
a. Permasalahan dalam e-commerce :
b. Penipuan dengan cara pencurian identitas dan membohongi pelanggan.
Cara menanggulanginya berikan testi-testi dari pelanggan anda , berikan no
telpon, dan e-mail yang dapat dihubungi oleh pelanggan untuk meyakinkan
pelanggan anda tambahkan lno resi pengiriman jika pelanggan anda sudah
melakukan pembayaran.
c. Hukum yang kurang berkembang dalam bidang e-commerce ini.
d. Hacker
e. Menjaring calon pembeli dalam bisnis jual beli online. Solusinya Berikan
Produk yang Bernilai. Produk berkualitas yang sarat informasi yang
dibutuhkan target market mutlak harus kita miliki.Beri bukti kalau produk
kita itu berhasil. Cara memberikan bukti bisa dengan menampilkan hasil
yang kita dapat.Komunikasi Lancar. Lancarnya proses komunikasi kita dan
calon pembeli berperan besar terhadap terbangunnya rasa percaya.
f. Kendala koneksi internet. Solusinya Kita bisa memanfaatkan modem
internet yg saat ini sudah banyak diproduksi para provider komunikasi. Pilih
modem yg sinyalnya memang bagus di daerah kita, sehingga koneksi
internet juga tidak terhambat. Di era teknologi komunikasi yang semakin
maju ini rasanya tidak terlalu sulit mencari modem atau provider sesuai
dengan kebutuhan kita.
g. Terbatasnya pengetahuan tentang bisnis online. Solusinya untuk
menambah pengetahuan, Kita bisa mempelajarinya dari buku bisnis online
yg sudah banyak beredar di pasaran, atau bisa juga dgn mencari panduan
serta mengikuti kursus online.

Menurut pendapat anda, seberapa jauh manfaat e-commeres terhadap


perkembangan pangsa pasar produsen didalam mempromosikan barangnya?
Menurut saya Pengembangan pasar e-commerce ini sudah mengglobal. Karena
disetiap wilayah bahkan seluruh negara mengetahui ini, banyak sebagain dari
mereka yang merasa malas jila belanja diluar dengan faktor-faktor yang difikirkan.
Saya pernah diceritakan oleh kakak ipar saya ketika ia pulang dari kerjanya, kakak
ipar saya ini bekerja disebuah kapal pesiar yang berpergian kesetiap negara, Karna
waktu mereka hanya dihabiskan dilaut saja selama jangka waktu kontrak yg
mereka tanda tangani. Untuk berpergian kesana kemari tidak banyak waktu yang
mereka dapatkan . lagi pula barang-barang dinegara lain itu memiliki harga yang
berbeda jauh dr harga yang ada ditanah air kita, jadi beliau hanya membeli
seperlunya saja kalo ada waktu untuk bisa berpergian. Nah teman kakak ipar saya
ini , tidak mau repot . ia membeli barang-barang yang tersedia di ecommerce ,
ternyata bara-barang itu dipesan nya dan akhirnya sampai ketempat mereka.
Asalkan CO nya benar , barang yang mereka pesan sampai . nah ini menunjukan
bahwa pasar e-commerce ini sudah menggelobal, pemasaran melalui internet ini
mampu menerobos pasar dunia.

Keuntungan dari proses e-comerce :


 Memberikan kesempatan kepada produsen untuk meningkatkan
pemasaran produk/servicenya secara global.
 Mengurangi penggunaan paper/kertas di berbagai aktifitas mulai dari
tahapan desain, produksi, pengepakan, pengiriman, distribusi hingga
marketing.
 Mengurangi waktu delay dari pengiriman dan penyimpanan karena
antara sistem produksi, pengepakan, penyimpanan dan distribusi
terkoneksi secara online.
 Membantu perusahaan-perusahaan yang memproduksi
produk/service yang sangat spesifik yang tidak dapat dipasarkan
dalam bisnis secara fisik, karena keterbatasan konsumen, tempat dan
biaya promosi yang tinggi.
 Mengurangi waktu dan biaya prosmosi dari produk/service yang
dipasarkan karena tersedianya informasi secara menyeluruh di
internet sepanjang waktu. Adapun keuntungan e-commerce pada
konsumen adalah:
 Memberikan kesempatan konsumen yang berada di belahan dunia
manapun untuk dapat menggunakan sebuah produk/service yang
dihasilkan dari belahan dunia yang berbeda dan melakukan transaksi
dan meraih informasi dari pihak pertama sepanjang tahun.
 Memberikan kesempatan konsumen untuk mendapatkan
produk/service terbaik dari berbagai pilihan yang ada karena
konsumen mendapat kesempatan untuk memilih berbagai jenis
produk/service secara langsung.
 Memberikan kesempatan bagi konsumen yang terpisah tempat
tinggalnya dari produsen untuk berinteraksi, berdiskusi dan bertukar
pengalaman. Sehingga akan sangat menguntungkan produsen untuk
meningkatkan kualitas produk/servicenya sesuai dengan yang
diinginkan oleh konsumen. Adapun keuntungan e-commerce pada
masyarakat dan pemerintah adalah:
 Semakin banyak manusia yang bekerja dan beraktifitas di rumah
dengan menggunakan internet berarti mengurangi perjalanan untuk
bekerja, belanja dan aktifitas lainnya, sehingga mengurangi
kemacetan jalan dan mereduksi polusi udara.
 Meningkatkan daya beli dan kesempatan masyarakat untuk
mendapatkan produksi/service yang terbaik karena perusahaan yang
mengeluarkan produk/service dapat menjualnya lebih murah karena
biaya produksi yang rendah.
 Mengurangi pengangguran karena masyarakat semakin bergairah
untuk berbisnis karena cara kerja yang gampang dan tanpa modal
yang besar.
 Meningkatkan daya kreatifitas masyarakat, berbagai jenis produk
dapat dipasarkan dengan baik, sehingga akhirnya juga membantu
pemerintah untuk menggairahkan perdagangan khususnya usaha
kecil menengah. Secara umum, implementasi e-commerce dalam
bisnis dapat meningkatkan kualitas dari produk/service serta
menurunkan biaya produksi yang akhirnya akan menurunkan harga
penjualan. Ketika konsumen dapat memilih produk/service yang
terbaik baginya, produsen terus semakin berlomba meningkatkan
kualitas dari produk/service yang ada dan terus mencari ide-ide baru
yang disukai pasar serta berusaha mengurangi biaya produksi agar
tetap mendapatkan harga produk/service yang terjangkau. Jika siklus
ini berjalan dengan baik, tingkat produksi dan kualitas akan terus
meningkat, ragam dari produk/service akan semakin banyak dan
harga akan semakin terjangkau. Selain itu semakin menumbuhkan
kreatifitas dan keberanian bagi pemula bisnis untuk memulai
usahanya karena setiap orang dapat memulai bisnisnya walau sekecil
apapun dan sebegitu spesial produk/service yang dihasilkan.
Kerugian :
a. Produk yang dijual tidak semuanya ditampilkan
b. Penjelasan produk kurang jelas.
c. Harga terkadang tidak sesuai
d. Produk kurang dikenal masyarakat
e. Kurang amanya melakukan transaksi.
f. Tampilan produk kurang jelas sering dijadikan untuk melakukan tindak
kejahatan.
g. Banyaknya orang yang berfikir akan bahanya pemesanan melalui
electronik.
Contoh kasus : Anda tidak mempunyai banyak modal untuk membuka
usaha , ingin membuka usaha tanpa banyak pengeluaran hemat dan santai
dirumah. Memulai membuka usaha e-commerce anda harus
mempresentasikan dulu produk atau jasanya. Dalam hal ini anda harus
membuat sebuah topik dan langsung mempresentasikannya. Bisa berupa
Texts penjelasan tentang produk yang anda jual, gambar, Suara dan Video.
Seperti penjualan alat olaraga lihat link ini :

Didalam suatu transaksi E-COMMERS ada sebuah istilah tentang elektronik data
interchange (EDI) Menurut hemat, anda, apa yang anda ketahui tentang
elektronik data interchange (EDI) dan apa alasnya di dalam e-commers
membutuhkan elektronik data interchange (EDI)?

Electronic data interchange adalah proses transfer data yang terstruktur,


merupakan format untuk pertukaran data bisnis. Dalam format standar yang telah
disetujui , dari satu komputer ke komputer lain dalam bentuk elektronik. EDI
umum dipakai dalam kontek perdagangan dan bisnis, EDI sangan bergantung
pada pengembangan format standar untuk dokumen bisnis seperti faktur,
pesanan, pembelian dan surat tanda terima. Dalam e-commers membutuhkan
elektronik data interchange (EDI) , karna teknologi oni dapat membantu para
pelaku bisnis mengkonsumsikan dokumenya dengan pihak lain lebih cepat ,
akurat dan lebih efisien karna sifatnya yang dapat meminimalisisr kesalahan yang
diakibatkan oleh proses re-entry dan dapat mengurangi pemakaian kertas ,
komunikasi dan biaya-biaya lain yang timbul pada metode konvensional. Sehingga
diharapkan dapat menekan biaya yang tidak diperlukan dan mendapatkan Laba
bagi yang memakainya.

Seberapa aman e-commerce?


Di media massa cukup banak berita tentang pembobolan sistem keamanan
internet, akan tetapi umumnya vendor dan analisis komputer berargumentasi
bahwa transaksi di internet jauh lebih aman daripada di dunia biasa.
Sebenarnya sebagian besar dari pencurian kartu kredit terjadi disebabkan oleh
pegawai sales yang menghandle nomor kartu kredit tersebut. Sistem e-commerce
sebetulnya menghilangkan keinginan mencuri tadi dengan cara meng-enkripsi
nomor kartu kredit tersebut di server perusahaan. Hal yang paling berat adalah
meyakinkan para pembeli bahwa e-commerce adalah aman untuk mereka.
Memang tidak ada sistem e-commerce yang bisa menggaransi proteksi 100%
kepada kartu kredit anda, tapi kemungkinan untuk di copet dompet anda di toko
online akan jauh lebih rendah dibandingkan di tempat biasa.

Sejak versi 2.0 dari Netscape Navigator dan Microsoft Internet Explorer, transaksi
dapat di enkripsi menggunakan Secure Sockets Layer (SSL)
http://www.builder.com/Business/Ecommerce20/ss05.html, sebuah protokol
yang akan mengamankan saluran komunikasi ke server, memproteksi data pada
saat dikirimkan melalui Internet. SSL menggunakan public key encryption, salah
satu metoda enkripsi yang cukup kuat saat ini. Untuk melihat apakah sebuah Web
site di amankan menggunakan SSL dapat dilihat pada awal URL digunakan https
bukan http.

Pembuat browser dan perusahaan kartu kredit saat ini mempromosikan sebuah
standar tambahan bagi keamanan di namakan Secure Electronic Transaction (SET)
http://www.builder.com/Business/Ecommerce20/ss05.html. SET akan
mengenkode nomor kartu kredit yang ada di server vendor di Internet – yang
hanya dapat membaca nomor kartu kredit tersebut hanya bank dan perusahaan
kartu kredit – artinya pegawai vendor / merchant tidak bisa membaca sama sekali
sehingga kemungkinan terjadi pencurian oleh vendor menjadi tidak mungkin.

Terus terangnya memang tidak ada sistem e-commerce yang bisa menggaransi
proteksi 100% kepada kartu kredit anda, tapi kemungkinan untuk di copet
dompet anda di toko online akan jauh lebih rendah dibandingkan di tempat biasa.