shxRbZO9882fLKAUK9A7 PDF
shxRbZO9882fLKAUK9A7 PDF
Tabel 1.
Rincian Perubahan RENSTRA SKPD Dinas Pekerjaan Umum
Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2013-2018
PERUBAHAN RENSTRA
TAHUN 2013 - 2018
Melengkapi dasar hukum dengan peraturan perundangan terbaru
BAB I yang relevan untuk dirujuk
Maksud dan Tujuan disusunnya Perubahan Renstra
Memperbaharui Tupoksi dan Struktur Organisasi sesuai Instruksi
BAB II
Mendagri Nomor 061/2911/SJ Tahun 2016
Memperbaharui telaah Renstra SKPD terhadap Renstra Kementerian
PU tahun 2015 - 2019
BAB III Memperbaharui telaah Renstra SKPD terhadap Perda Provinsi
Kalimantan Timur Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah (RTRW) Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2016 - 2036
Memperbaharui Sasaran, IKU dan Target Kinerja tahun 2014-2018
BAB IV
dengan menyesuaikan kemampuan keuangan Daerah
BAB V Memperbaharui Program dan Kegiatan bidang ke-PU-an
Memperbaharui IKU SKPD yang mengacu pada Program Prioritas
BAB VI
Rancangan Perubahan RPJMD Provinsi Kalimantan Timur
KATA PENGANTAR i
DAFTAR TABEL iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Landasan Hukum 2
1.3. Maksud dan Tujuan 3
1.4. Sistematika Penulisan 4
Tabel 3.5. Faktor Penghambat dan Pendorong di Bidang Sumber Daya Air 143
Tabel 3.6 Faktor Penghambat dan Pendorong di Bidang Bina Marga 145
Tabel 3.7. Faktor Penghambat dan Pendorong di Bidang Cipta Karya 148
Tabel 3.9 Bobot dan Total Skor Isu Strategis Bidang Penataan Ruang 153
Tabel 3.10 Rata-rata Skor dan Hirarki Isu Strategis Bidang Penataan Ruang 153
Tabel 3.11 Bobot dan Total Skor Isu Strategis Bidang Sumber Daya Air 154
Tabel 3.12 Rata-rata Skor dan Hirarki Isu Strategis Bidang Sumber Daya Air 155
Tabel 3.13 Bobot dan Total Skor Isu Strategis Bidang Bina Marga 156
Tabel 3.14 Rata-rata Skor dan Hirarki Isu Strategis Bidang Bina Marga 157
Tabel 3.15 Bobot dan Total Skor Isu Strategis Bidang Cipta Karya 157
Tabel 3.16 Rata-rata Skor dan Hirarki Isu Strategis Bidang Cipta Karya 158
Tabel 4.1. Keterkaitan Misi Renstra SKPD Dengan Renstra Kementrian PU dan 172
RPJMD Provinsi Kalimantan Timur
Tabel 4.2. Strategi dan Kebijakan SKPD 174
Tabel 4.3. Matrik Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Target Kinerja 177
Tabel 5.1. Matrik Rencana Program, Kegiatan dan Pendanaan Indikatif 184
Tabel 6.1. Matrik Indikator Kinerja SKPD yang Mengacu RPJMD 204
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur Page | iv
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur Page | ii
BAB I PENDAHULUAN
Landasan hukum penyusunan review rencana strategis ini adalah sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional;
3. Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;
4. Undang-Undang No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah;
5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional Tahun 2005-2025;
6. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
7. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan
Utara;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah
Daerah Kabupaten/Kota
9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Struktur Organisasi dan Tata
Kerja Perangkat Daerah;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
11. Peraturan Pemerintah No. 26 Th 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
nasional;
12. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Jangka Panjang
Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010 – 2014;
13. Pemendagri 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8
Tahun 2008 tentang tahapan, tatacara penyusunan, pengendalian, dan evaluasi
pelaksanaan rencana pembangunan daerah.
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Permendagri Nomor 13
Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
15. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2010 tentang Rencana
Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014;
16. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 061/2911/SJ Tahun 2016 tentang Tindak
Lanjut PP No 18 Th 2016 tentang Perangkat Daerah;
17. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur No. 05 Tahun 2008 tentang Urusan
Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur;
18. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur No 08 Tahun 2008 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Kalimantan Timur;
STRUKTUR
DINAS PEKERJAAN UMUM, PENATAAN RUANG DAN PERUMAHAN RAKYAT
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
KEPALA DINAS
SEKRETARIAT
JABATAN
FUNGSIONAL
Subbag Perencanaan
Subbag Subbag
dan Penyusunan
Umum Keuangan
Program
BIDANG
BIDANG BIDANG BIDANG BIDANG BIDANG
PERUMAHAN DAN
SUMBER DAYA AIR BINA MARGA CIPTA KARYA BINA KONSTRUKSI PENATAAN RUANG
PERMUKIMAN
Seksi Perencanaan
Seksi Perencanaan Seksi Perencanaan Seksi Perencanaan Seksi Pengkajian Seksi Perencanaan
Perumahan &
SDA Bina Marga Cipta Karya Usaha Konstruksi Tata Ruang
Permukiman
Seksi Penyehatan
Seksi Sungai dan Seksi Jembatan dan Seksi Pengendalian Seksi Pengendalian Seksi Pengembangan
Lingkungan
Pantai Bangunan Pelengkap Mutu Pemanfaatan Ruang Kawasan Permukiman
Permukiman
Sumber : Data Kepegawaian Dinas PUPR dan PERA Provinsi Kalimantan Timur tahun 2017
PENATAAN RUANG - - 4 - - 3 2 -
BINA KONSTRUKSI - - 3 - - 1 - -
BINA MARGA 2 - 56 - 6 30 11 -
CIPTA KARYA 1 3 18 - - 8 6 -
PERUMAHAN dan - - 6 - - 15 - -
PERMUKIMAN
UPTD WILAYAH I 7 2 27 1 3 10 3 -
UPTD WILAYAH II 8 3 16 - 2 8 1 -
Sumber : Data Kepegawaian Dinas PUPR dan PERA Provinsi Kalimantan Timur tahun 2017
2. Sarana dan Prasarana Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan
Rakyat
A. 1 (satu) unit Kantor Dinas dan 3 (tiga) unit Kantor UPTD Pemeliharaan Infrastruktur
PU
C. Alat-alat berat yang ada di Dinas PUPR dan PERA dioperasikan oleh masing-masing
UPTD Pemeliharaan Infrastruktur, diantaranya :
UPTD Wilayah I : 7 unit Dump Truck, 1 unit Vibrator Roller Bomag 8 Ton, 1 unit
Backhoe Loader Case, 1 unit Pc 200-8, 1 unit Cutter, 1 unit Chain Saw Besar, 1
unit Chain Saw Kecil, 1 unit Tronton, 2 unit Stamper Strika, 3 unit Stamper
Kodok, 2 unit Exavator, 1 unit Baby Roller, 2 unit Loader, 2 unit Grader, 2 unit
Crane.
UPTD Wilayah II : 3 unit Excavator, 3 unit Motor Grader, 2 unit Vibrator Roller, 1
unit Loader, 1 unit Tronton, 6 unit Dump Truck.
UPTD Wilayah III : 4 unit Motor Grader, 1 unit Aspal Equipment, 3 unit WHEEL
Excavator, 3 unit Excavator, 3 unit Vibrator Roller, 11 unit Dump Truck, 1 unit
Concrete Breaker, 4 unit Cutter, 1 unit Compressor, 1 unit Motor Grader, 1 unit
Bachkoe Loader, 1 unit Baby Roller, 1 unit Self Loader Truck, 4 unit Mesin
Pemotong Rumput, 3 unit Stamper, 3 unit Pemotong Aspal, 1 unit AMP Mobile, 2
unit Genset, 1 unit Excavator Mini, 1 unit Crane Truck, 1 unit ASPHAL MIXING
PLANT, 1 unit TANDAM ROLLER (BOMAG), 1 unit WHEEL LOADER, 1 unit SELF
LOADER (TRONTON)
D. 33 unit Kendaraan Dinas Roda Empat dan 103 unit Kendaraan Dinas Roda Dua
Untuk lebih rincinya hasil pengolahan data tersebut diatas dapat dilihat pada
Tabel 2.4. Review Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD di bawah ini :
1 Daerah irigasi yang terlayani Ha 1,760.00 1,760.00 1,760.00 1,760.00 1,760.00 800.00 800.00 800.00 1,000.00 1,000.00 45.45 45.45 45.45 56.82 56.82
3 Luas area daerah rawan banjir Ha 77.00 177.00 177.00 177.00 278.00 - 13.60 25.00 25.00 25.00 - 7.68 14.12 14.12 8.99
5 Panjang jalan provinsi Km 1,194.27 883.19 1,119.45 981.91 686.95 238.21 163.44 123.84 365.02 416.67 19.95 18.51 11.06 37.17 60.66
6 panjang jembatan provinsi M 220.00 758.70 738.20 775.00 1,180.00 220.00 97.00 338.20 375.00 1,180.00 100.00 12.79 45.81 48.39 100.00
jumlah lokasi PSD yang dapat
7 Lokasi 13 16 11 13 22 13 16 11 13 22 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00
terbangun
Jumlah rumah layak huni yang
8 Unit 548 1,000 1,111 1,335 1,006 548 1,000 1,111 1,335 1,006 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00
terbangun
9 Debit air yang dihasilkan L/dt 5.00 140.00 100.00 100.00 100.00 5.00 40.00 - 100.00 100.00 100.00 28.57 - 100.00 100.00
ANGGARAN PADA TAHUN REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN (%) RATA-RATA PERTUMBUHAN
NO URAIAN
2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 ANGGARAN REALISASI
PENATAAN RUANG
1 Program Perencanaan Tata Ruang 5,117,500,000 20,642,308,300 10,536,899,000 12,325,430,000 7,340,318,000 4,505,409,200 18,591,753,450 7,886,643,164 10,862,472,800 7,113,891,250 88.04 90.07 74.85 88.13 96.92 57.74 64.57
2 Program Pemanfaatan Ruang 210,000,000 2,337,691,700 2,374,645,100 2,921,570,000 2,559,415,000 204,840,000 1,638,627,200 2,005,765,400 2,531,870,600 2,467,926,900 97.54 70.10 84.47 86.66 96.43 256.35 186.52
Program Pengendalian Pemanfaatan
3 908,300,000 901,025,150 99.20 - -
Ruang
Program Peningkatan Kapasitas Sumber
4 848,060,000 910,498,000 1,612,000,000 1,908,550,000 1,395,000,000 560,650,000 871,209,600 1,568,767,600 1,876,166,600 1,278,677,100 66.11 95.68 97.32 98.30 91.66 18.97 30.80
Daya Aparatur
Program Pengaturan dan Pemberdayaan
5 1,870,368,000 1,390,639,700 1,615,000,000 1,380,000,000 1,375,500,000 1,396,398,900 1,141,627,800 1,575,806,900 1,301,849,900 1,174,862,900 74.66 82.09 97.57 94.34 85.41 - 6.10 - 1.84
Masyarakat Jasa Konstruksi
6 Program Pengawasan Jasa Konstruksi 271,672,000 279,500,000 203,000,000 155,500,000 175,000,000 202,716,000 263,180,000 195,254,860 154,910,200 110,886,900 74.62 94.16 96.18 99.62 63.36 - 8.84 - 11.27
CIPTA KARYA
Program Peningkatan Sarana dan
18 21,379,828,000 12,300,000,000 36,447,987,818 91,320,400,000 84,857,914,955 19,626,732,368 11,113,420,810 31,684,733,650 84,495,013,400 81,384,589,063 91.80 90.35 86.93 92.53 95.91 74.33 76.18
Prasarana Aparatur
19 Program Pengembangan Perumahan 30,624,959,000 54,150,000,000 61,287,119,000 81,181,000,000 90,339,035,000 28,073,885,600 49,313,376,593 56,332,284,440 76,096,289,280 87,700,769,474 91.67 91.07 91.92 93.74 97.08 33.43 35.06
Program Pengembangan Kinerja
20 33,565,635,000 50,000,000,000 90,792,967,300 85,811,000,000 133,000,100,000 32,039,946,500 46,997,542,670 88,874,100,130 83,661,499,110 131,957,591,150 95.45 94.00 97.89 97.50 99.22 45.01 46.91
Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah
Program Pengembangan Wilayah Strategis
21 7,078,595,000 5,500,000,000 16,978,414,000 14,480,000,000 29,901,720,000 6,302,288,000 4,524,237,170 14,645,893,368 12,587,321,925 28,969,347,900 89.03 82.26 86.26 86.93 96.88 69.55 77.90
dan Cepat Tumbuh
Program Pengembangan Wawasan
22 58,434,500,000 16,800,000,000 4,400,000,000 97,545,139,000 57,548,531,100 15,164,768,200 4,028,500,000 89,146,524,757 98.48 90.27 91.56 91.39 486.42 484.81
Kebangsaan
23 Program Peningkatan Pelayanan Publik 1,500,000,000 30,000,000,000 72,318,850,000 130,243,189,250 1,276,115,000 28,197,068,420 59,036,123,530 129,816,022,250 85.07 93.99 81.63 99.67 530.29 584.72
Program Peningkatan Sarana dan
24 55,225,195,000 1,100,000,000 1,983,523,995 1,021,473,000 3.59 92.86 - 49.50 - 37.13
Prasarana Olah Raga
Program Pengembangan Pendidikan
25 3,160,510,000 2,989,162,100 94.58 - 25.00 - 25.00
Tinggi
Program Perencanaan , Monitoring dan
26 9,119,028,000 1,243,000,000 7,806,658,680 940,731,950 85.61 75.68 - 46.59 - 46.99
Evaluasi Bidang Cipta Karya
F. Permasalahan Keciptakaryaan
1. Pelayanan terhadap peningkatan kualitas sanitasi masih kurang.
2. Pembinaan kemampuan dalam meningkatkan palayanan PDAM masih
kurang.
3. Masih belum terdukungnya sistem pelayanan air minum untuk penyediaan air
minum bagi masyarakat khususnya masyarakat perdesaan dan masyarakat
di kawasan tertinggal dan terpencil.
4. Belum maksimalnya pengelolaan sampah khususnya di perkotaan sehingga
sampah menumpuk.
5. Peningkatan kualitas infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan
belum dilakukan secara menyeluruh.
6. Sudah adanya PNPM Perdesaan yang mampu meningkatkan infrastruktur
perdesaan, meskipun demikian masih adanya perbedaan kesenjangan antar
wilayah.
3.2 Telaah Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil
Kepala Daerah Terpilih
Aspek didalam rencana pemerintah daerah yang terkait dan perlu didukung
oleh perubahan rencana strategis Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan
Timur adalah sebagai berikut :
Visi
“TERWUJUDNYA INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT YANG
HANDAL DALAM MENDUKUNG INDONESIA YANG BERDAULAT, MANDIRI, DAN
BERKEPRIBADIAN BERLANDASKAN GOTONG ROYONG”
Misi
Sebagai penjabaran atas visi Kementerian PU, maka tujuan rencana strategis
yang akan dicapai oleh Kementerian PU dalam periode lima tahun ke depan adalah:
5. Menyelenggarakan tata kelola sumber daya organisasi bidang pekerjaan umum dan
perumahan rakyat yang meliputi sumber daya manusia, pengendalian dan
pengawasan, kesekertariatan serta penelitian dan pengembangan untuk mendukung
penyelenggaraan pembangunan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang
efektif, efiesien, transparan dan akuntabel. Tujuan 5 ini akan dicapai melalui sasaran
strategis, yaitu:
a) Meningkatnya pengendalian dan pengawasan.
b) Meningkatnya sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas.
c) Meningkatnya budaya organisasi yang berkinerja tinggi dan berintegritas
d) Meningkatnya kualitas inovasi teknologi terapan bidang pekerjaan umum dan
perumahan rakyat
e) Meningkatnya pengelolaan regulasi dan layanan hukum, data dan informasi
publik, serta sarana dan prasarana
Secara umum terdapat beberapa efek perubahan iklim seperti naiknya muka air
laut, naiknya temperatur, perubahan pola curah hujan, serta kenaikan frekuensi
Kajian terhadap Struktur Ruang dan Pola Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Timur
1. Pusat Kegiatan Nasional (PKN) : Pemantapan Fungsi PKN melalui Pelayanan terhadap Kota Balikpapan
Kota Balikpapan Sinkronisasi penataan ruang (RTRW) penyediaan infrastruktur Kota Samarinda,
Kota Samarinda, kota-kota PKN jalan, drainasi, Tenggarong dan
Tenggarong dan Pengembangan Prasarana Utama persampahan, air minum Kota Bontang
Kota Bontang Perhubungan dan Perekonomian di dan tata ruang sesuai
Kota Tenggarong dengan lingkup pusat
Pengembangan Jalur Perhubungan kegiatannya
Utama PKN (Trans Kalimantan)
Pelayanan terhadap
2. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) : Pemantapan Fungsi PKW penyediaan infrastruktur Tana Paser (Kab. Paser)
Tana Paser (Kab. Paser) Penyusunan Rencana Rinci Ruang jalan, drainasi, jalan Sendawar (Kab. Kutai Barat)
Sendawar (Kab. Kutai Barat) Kawasan lingkungan, persampahan, Kota Sangatta (Kab. Kutai Timur)
Kota Sangatta (Kab. Kutai Timur) Peningkatan/pengembangan Sistem air minum dan tata ruang Tanjung Redeb (Kab. Berau)
Tanjung Redeb (Kab. Berau) Jaringan Prasarana Utama dan sesuai dengan lingkup
Prasarana Lainnya pusat kegiatannya
3. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) : Pengembangan Fungsi PKL: Pelayanan terhadap Long Ikis (Kabupaten Paser)
Long Ikis (Kabupaten Paser) Peningkatan/pengembangan Sistem penyediaan infrastruktur Kuaro (Kabupaten Paser)
Kuaro (Kabupaten Paser) Jaringan Prasarana Utama dan jalan, drainasi, jalan Muara Komam (Kabupaten Paser)
Muara Komam (Kabupaten Paser) Prasarana Lainnya lingkungan, persampahan, Batu Kajang (Kabupaten Paser)
Batu Kajang (Kabupaten Paser) air minum dan tata ruang Long Kali (Kabupaten Paser)
Long Kali (Kabupaten Paser) sesuai dengan lingkup
Long Hubung (Kabupaten Mahakam
pusat kegiatannya
Long Hubung (Kabupaten Mahakam Ulu)
Ulu) Tiong Ohang (Kabupaten Mahakam
Tiong Ohang (Kabupaten Mahakam Ulu)
Ulu) Long Iram Kota (Kab. Kutai Barat)
Long Iram Kota (Kab. Kutai Barat) Muara Lawa (Kab. Kutai Barat)
Muara Lawa (Kab. Kutai Barat) Mook Manaar Bulatn (Kab. Kutai
Mook Manaar Bulatn (Kab. Kutai Barat) Barat)
Muara Badak (Kabupaten Kutai Muara Badak (Kabupaten Kutai
Kartanegara) Kartanegara)
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 30
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
Muara Jawa (Kabupaten Kutai Muara Jawa (Kabupaten Kutai
Kartanegara) Kartanegara)
Kota Bangun (Kabupaten Kutai Kota Bangun (Kabupaten Kutai
Kartanegara) Kartanegara)
Kembang Janggut (Kabupaten Kutai Kembang Janggut (Kabupaten Kutai
Kartanegara) Kartanegara)
Loa Janan (Kabupaten Kutai Loa Janan (Kabupaten Kutai
Kartanegara) Kartanegara)
Tenggarong Seberang (Kabupaten Tenggarong Seberang (Kabupaten
Kutai Kartanegara) Kutai Kartanegara)
Sebulu (Kabupaten Kutai Kartanegara) Sebulu (Kabupaten Kutai
Loa Kulu (Kabupaten Kutai Kartanegara)
Kartanegara) Loa Kulu (Kabupaten Kutai
Samboja (Kabupaten Kutai Kartanegara)
Kartanegara) Samboja (Kabupaten Kutai
Sanga–Sanga (Kabupaten Kutai Kartanegara)
Kartanegara) Sanga–Sanga (Kabupaten Kutai
Anggana (Kabupaten Kutai Kartanegara)
Kartanegara) Anggana (Kabupaten Kutai
Marangkayu (Kabupaten Kutai Kartanegara)
Kartanegara) Marangkayu (Kabupaten Kutai
Muara Bengkal (Kabupaten Kutai Kartanegara)
Timur) Muara Bengkal (Kabupaten Kutai
Muara Wahau (Kabupaten Kutai Timur) Timur)
Sangkulirang (Kabupaten Kutai Timur) Muara Wahau (Kabupaten Kutai
Merancang (Kabupaten Berau) Timur)
Tepian Buah (Kabupaten Berau) Sangkulirang (Kabupaten Kutai
Tanjung Batu (Kabupaten Berau) Timur)
Talisayan (Kabupaten Berau) Merancang (Kabupaten Berau)
Mangkajang (Kabupaten Berau) Tepian Buah (Kabupaten Berau)
Labanan (Kabupaten Berau) Tanjung Batu (Kabupaten Berau)
Sido Bangen (Kabupaten Berau) Talisayan (Kabupaten Berau)
Petung (Kab. PenajamPaser Utara) Mangkajang (Kabupaten Berau)
Sepaku (Kab. Penajam Paser Utara) Labanan (Kabupaten Berau)
Sido Bangen (Kabupaten Berau)
Petung (Kab. PenajamPaser Utara)
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 31
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
Sepaku (Kab. Penajam Paser Utara)
4. PKWp Penajam (Kab. Pemantapan Fungsi PKWp Penyediaan infrastruktur Penajam (Kab. Penajam Paser Utara)
Penajam Paser Utara) Penyusunan Rencana Rinci Ruang jalan dan jembatan, Ujoh Bilang (Kab. Mahakam Ulu)
Ujoh Bilang (Kab. Kawasan peningkatan tata ruang
Mahakam Ulu) Peningkatan/pengembangan Sistem permukiman dan
Jaringan Prasarana Utama dan pelayanan infrasruktur
Prasarana Lainnya dasar permukiman
(drainase, persampahan,
jalan lingkungan) dan tata
ruang
Penyediaan infrastruktur
5. PKSN Long Pahangai (Kab. Pengembangan Fungsi PKSN jalan dan jembatan, Long Pahangai (Kab. Mahakam Ulu)
Mahakam Ulu) Penataan Batas Kawasan dan peningkatan tata ruang Long Apari (Kab. Mahakam Ulu)
Long Apari (Kab. Pengembangan Prasarana dan permukiman dan
Mahakam Ulu) Sarana Penunjang Kawasan pelayanan infrasruktur
Perbatasan dasar permukiman
(drainase, persampahan,
jalan lingkungan) dan tata
ruang
Pembangunan Jalan Bebas Hambatan : - Pembangunan Jalan Bebas Hambatan 1. Pembangunan dan
Ruas Jalan Batulicin – Tana Paser peningkatan jalan dan Ruas Jalan Batulicin – Tana Paser
(Kuaro) jembatan. (Kuaro)
Ruas Jalan Tana Paser (Kuaro) – 2. Penetapan regulasi Ruas Jalan Tana Paser (Kuaro) –
Penajam tata ruang disepanjang Penajam
Ruas Jalan Kota Balikpapan – Kota jalan Bebas Hambatan Ruas Jalan Kota Balikpapan – Kota
Samarinda Samarinda
Ruas Jalan Kota Samarinda – Kota Ruas Jalan Kota Samarinda – Kota
Bontang Bontang
Ruas Jalan Kota Bontang – Kota Ruas Jalan Kota Bontang – Kota
Sangatta Sangatta
Ruas Jalan Kota Sangatta – Maloy Ruas Jalan Kota Sangatta – Maloy
Ruas Jalan Samarinda – Kota Ruas Jalan Samarinda – Kota
Tenggarong Tenggarong
d
a
n
A
l
u
r
P
e
l
a
y
a
r
a
n
A
n
g
k
u
t
a
n
S
u
n
g
a
i
D
a
n
a
u
Pelabuhan Sungai dan Danau : Pemeliharaan pelabuhan dan alur - Perlu kerjasama yang Sei Kunjang Samarinda
Sei Kunjang Samarinda pelayaran angkutan sungai dan danau lebih lanjut antara Kota Bangun Kutai Kartanegara
Kota Bangun Kutai Kartanegara SKPD yang menaungi Melak Kutai Barat
Melak Kutai Barat permasalahan Batu Dinding (Ujoh Bilang) Mahakam
Batu Dinding (Ujoh Bilang) Mahakam kepelabuhanan Hulu
Hulu dengan SKPD yang
menaungi penataan
ruang untuk saling
bersinkronisasi agar
seluruh pelabuhan
yang ada dapat
diinventarisir
kekurangannya dan
dimaksimalkan potensi
yang ada.
- Dalam masing-masing
SKPD akan membuat
rencana aksi dalam
pengembangan
pelabuhan yang ada.
SKPD yang
membidangi
kepelabuhanan akan
lebih berfokus dalam
pengembangan
fasilitas dan pelayanan
pelabuhan, sementara
SKPD yang
B. P
e
l
a
b
u
h
a
n
d
a
n
A
l
u
r
P
e
l
a
y
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 41
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
a
r
a
n
L
i
n
t
a
s
P
e
n
y
e
b
e
r
a
n
g
a
n
Pelabuhan Lintas Penyeberangan : Pelabuhan dan Alur Pelayaran lintas - Perlu kerjasama yang Kariangau Balikpapan
Kariangau Balikpapan penyeberangan lebih lanjut antara Penajam Penajam Paser Utara
Penajam Penajam Paser Utara SKPD yang menaungi
permasalahan
kepelabuhanan
dengan SKPD yang
menaungi penataan
ruang untuk saling
bersinkronisasi agar
seluruh pelabuhan
yang ada dapat
diinventarisir
II. Pembangunan Jaringan dan Layanan Pembangunan jaringan dan layanan 1. Kebutuhan terkait Tabang (Kab. Kutai Kartanegara) –
Kereta Api yang Menghubungkan kereta api yang menghubungkan wilayah data kepemilikan Lubuk Tutung – Muara Wahau (Kab.
Wilayah Sumber Daya Alam atau sumberdaya alam atau kawasan produksi lahan terhadap Kutai Timur)
Kawasan Produksi dengan Pelabuhan dengan pelabuhan rencana jalur kereta Kutai Barat (Muara Teweh) – Paser –
Tabang (Kab. Kutai Kartanegara) – api, sehingga dalam Penajam Paser Utara – Balikpapan
Lubuk Tutung – Muara Wahau pelaksanaannya Tenggarong – Samarinda – Sanga-
(Kab. Kutai Timur) dapat Sanga – Samboja
Kutai Barat (Muara Teweh) – Paser mengidentifikasi
– Penajam Paser Utara – permasalahan dan
Balikpapan solusi secara
Tenggarong – Samarinda – Sanga- komprehensif terkait
Sanga – Samboja rencana
pembangunan jalur
kereta api.
2. Perlu adanya
koordinasi antar
SKPD, salah satunya
terntang
permasalahan
pembiayaan, serta
investasi yang
mungkin didapat
dalam rencana
pengembangan jalur
kereta api.
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 45
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
III. Pembangunan Jaringan dan Layanan I. Kebutuhan terkait
Kereta Api Lintas Antar Kota yang Pembangunann jaringan dan layanan data kepemilikan Bts. Prov. Kalimantan Tengah (Muara
Menghubungkan dengan Potensi kereta api lintas antar kota yang lahan terhadap Teweh) – Kab. Kutai Barat – Kab.
Batubara menghubungkan dengan potensi rencana jalur kereta Paser – Kab. Penajam Paser Utara –
Bts. Prov. Kalimantan Tengah batubara api, sehingga dalam Balikpapan
(Muara Teweh) – Kab. Kutai Barat – pelaksanaannya Bts. Prov. Kalimantan Tengah (Muara
Kab. Paser – Kab. Penajam Paser dapat Teweh) – Kab. Kutai Kartanegara –
Utara – Balikpapan mengidentifikasi Samarinda
Bts. Prov. Kalimantan Tengah permasalahan dan Kab. Kutai Barat – Muara Wahau
(Muara Teweh) – Kab. Kutai solusi secara (Kab. Kutai Timur) – Lubuk Tutung –
Kartanegara – Samarinda komprehensif terkait Maloy
Kab. Kutai Barat – Muara Wahau rencana
(Kab. Kutai Timur) – Lubuk Tutung pembangunan jalur
– Maloy kereta api.
II. Perlu adanya
koordinasi antar
SKPD, salah satunya
terntang
permasalahan
pembiayaan, serta
investasi yang
mungkin didapat
dalam rencana
pengembangan jalur
kereta api.
IV. Pengembangan Jaringan dan Pengembangan jaringan dan layanan 1. Kebutuhan terkait Kab. Paser, Kab. Kutai Barat, Kab.
Layanan Kereta Api Perintis kereta api perintis data kepemilikan Kutai Kartanegara, Kab. Kutai Timur,
Kab. Paser, Kab. Kutai Barat, Kab. lahan terhadap Kab. Berau, Kab. Penajam Paser
Kutai Kartanegara, Kab. Kutai rencana jalur kereta Utara, Kab. Mahakam Ulu, Kota
Timur, Kab. Berau, Kab. Penajam api, sehingga dalam Balikpapan, Kota Samarinda, Kota
Paser Utara, Kab. Mahakam Ulu, pelaksanaannya Bontang
Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dapat
Kota Bontang mengidentifikasi
permasalahan dan
solusi secara
komprehensif terkait
rencana
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 46
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
pembangunan jalur
kereta api.
2. Perlu adanya
koordinasi antar
SKPD, salah satunya
terntang
permasalahan
pembiayaan, serta
investasi yang
mungkin didapat
dalam rencana
pengembangan jalur
kereta api.
Stasiun Kereta Api
I. Stasiun Kereta Api Kelas Besar Pembangunan stasiun kereta api (kelas - Mengidentifikasi Tana Paser Paser
Tana Paser Paser besar) permasalahan yang Balikpapan Balikpapan
Balikpapan Balikpapan saat ini akan Samarinda Samarinda
Samarinda Samarinda dihadapi penumpang Sangatta Kutai Timur
Sangatta Kutai Timur kereta api dalam Tenggarong Kutai Kartanegara
konteks pelayanan.
Tenggarong Kutai Kartanegara Tanjung Redeb Berau
- Mengevaluasi
Tanjung Redeb Berau Melak Kutai Barat
kenyamanan sistem
Melak Kutai Barat
transportasi kereta
api dan mengkaji
cara-cara yang dapat
dilakukan untuk
mengatasi
permasalahan
tersebut.
- Membuat Standar
pelayanan minimum
pelayanan yang
harus dipenuhi oleh
penyedia layanan
dalam memberikan
pelayanan kepada
pengguna jasa.
Alur Pelayaran Kapal Penumpang Pemeliharaan Alur Pelayaran Kapal Perlu pengadaan kegiatan Batulicin – Kumai – Pare-pare –
Batulicin – Kumai – Pare-pare – Penumpang rapat rutin dengan SKPD Samarinda – Sampit – Semarang –
Samarinda – Sampit – Semarang – yang menaungi Surabaya
Surabaya kepelabuhanan sehingga Balikpapan – Kijang – Makassar –
Balikpapan – Kijang – Makassar – rincian alur pelayaran yang Nunukan – Pantoloan – Pare-pare –
Nunukan – Pantoloan – Pare-pare – direncanakan dapat Surabaya – Tarakan – Tanjung Priok
Surabaya – Tarakan – Tanjung Priok – dilaksanakan. Selain itu – Tolitoli
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 51
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
Tolitoli jika ada rencana alur Balikpapan – Makassar – Tanjung
Balikpapan – Makassar – Tanjung Priok pelayaran terbaru dapat Priok
Ambon – Babang – Balikpapan – Bau- langsung dicover di dalam Ambon – Babang – Balikpapan –
Bau – Bitung – Dobo – Fak-Fak – rencana tata ruang Bau-Bau – Bitung – Dobo – Fak-Fak
Kaimana – Makassar – Merauke – – Kaimana – Makassar – Merauke –
Saumlaki – Sorong – Timika – Tual – Saumlaki – Sorong – Timika – Tual –
Wanci Wanci
Balikpapan – Makassar – Nunukan – Balikpapan – Makassar – Nunukan
Pantoloan – Pare-Pare – Surabaya – – Pantoloan – Pare-Pare – Surabaya
Tarakan – Tarakan
Balikpapan – Bau-Bau – Makassar – - Balikpapan – Bau-Bau –
Nunukan – Pantoloan – Pare-Pare – Makassar – Nunukan – Pantoloan –
Tarakan – Tolitoli Pare-Pare – Tarakan – Tolitoli
Jaringan Transportasi Udara
Rincian Hirarki Peran dan Fungsi - Pembangunan dan Pemeliharaan - penyusunan regulasi Sultan Aji M Sulaiman Balikpapan
Kebandarudaraan : Bandar Udara Pengumpul Skala penataan ruang serta Samarinda Baru Samarinda
Sultan Aji M Sulaiman Balikpapan Primer bentuk pengendalian Temindung Samarinda
Samarinda Baru Samarinda - Pembangunan dan Pemeliharaan dan pengawasannya. Kalimarau Berau
Temindung Samarinda bandar Udara Pengumpul Skala - Peningkatan fungsi Bontang Bontang
Kalimarau Berau Sekunder jalan dan
Kota Bangun Kutai
Bontang Bontang - Pembangunan dan Pemeliharaan transportasi lainnya Kartanegara
bandar udara Pengumpul Skala agar semakin
Kota Bangun Kutai Kartanegara Datah Dawai Mahakam Hulu
Tersier mudahnya
Datah Dawai Mahakam Hulu Paser Paser
- Pembangunan dan Pemeliharaan aksesibilitas ke
Paser Paser bandar udara Pengumpan kawasan sekitar Melak Kutai Barat
Melak Kutai Barat bandara. Maratua Berau
Maratua Berau - Perlunya penataan Miau Baru Kutai Timur
Miau Baru Kutai Timur bangunan dan Long Apari Mahakam Hulu
Long Apari Mahakam Hulu lingkungan yang Kembang Janggut Kutai
Kembang Janggut Kutai Kartanegara berbasis pada Kartanegara
Sangkimah Kutai Timur keselamatan di Sangkimah Kutai Timur
Maloy Kutai Timur lingkungan bandara Maloy Kutai Timur
Loa Kulu Kutai Kartanegara dengan tetap Loa Kulu Kutai Kartanegara
Long Bagun Mahakam Hulu memperhatikan Long Bagun Mahakam Hulu
lingkungan.
2. Rincian Pembangunan PLTA Potensial - Pengembangan Pembangkit - penyusunan regulasi Sungai Sembakung Berau
Sungai Sembakung Berau Listrik Tenaga Air (PLTA) penataan ruang serta
bentuk pengendalian
Baai Kutai Timur
Baai Kutai Timur
Karangan Kutai Timur dan pengawasannya. Karangan Kutai Timur
Mahakam Kutai Kartanegara - Membuat kajian Mahakam Kutai Kartanegara
Riko Penajam Paser Utara terkait danger zone Riko Penajam Paser Utara
di sekitar pembangkit
Kelai Berau
listrik, sehingga
Kelai Berau
Kendilo Paser Kendilo Paser
kegiatan yang ada
PLTA TABANG 353 MW Belayan dapat ditekan di PLTA TABANG 353 MW Belayan
Kutai Kartanegara daerah danger zone Kutai Kartanegara
tersebut.
- Perlunya penataan
bangunan dan
lingkungan yang
berbasis pada
6. Rincian Jaringan Listrik - Pengembangan dan peningkatan - penyusunan regulasi Sambera – Incomer Sambutan –
Sambera – Incomer Sambutan – transmisi Tenaga Listrik penataan ruang serta Bontang
Bontang - Pengembangan dan pemeliharaan bentuk pengendalian PLTG Senipah – New Industri
PLTG Senipah – New Industri jaringan transmisi Saluran Udara dan pengawasannya. Kuaro – Perbatasan
Kuaro – Perbatasan Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV - Membuat kajian Bontang – Sambutan
Bontang – Sambutan terkait danger zone PLTU Teluk Balikpapan – Incomer 2
PLTU Teluk Balikpapan – Incomer 2 di sekitar pembangkit phi (Karjo-Kuaro)
phi (Karjo-Kuaro) listrik, sehingga
Karang Joang – Kuaro
kegiatan yang ada
Karang Joang – Kuaro Petung – Incomer 2 phi (Karjo-Kuaro)
dapat ditekan di
Petung – Incomer 2 phi (Karjo- Tenggarong – Tanjung Redeb –
daerah danger zone
Kuaro) Talisayan – Kota Bangun
tersebut.
Tenggarong – Tanjung Redeb – - Perlunya penataan New Samarinda – Embalut
Talisayan – Kota Bangun bangunan dan PLTG Senipah – Bukuan / Palaran
New Samarinda – Embalut lingkungan yang GI New Balikpapan – Incomer 2 phi
PLTG Senipah – Bukuan / Palaran berbasis pada (Manggarsari-Industri)
PASER PASER
BATU SOPANG BATU SOPANG
KUARO KUARO
LONG IKIS LONG IKIS
LONG KALI LONG KALI
MUARA KOMAM MUARA KOMAM
MUARA SAMU MUARA SAMU
PASIR BALENGKONG PASIR BALENGKONG
TANA PASER TANA PASER
BALIKPAPAN BALIKPAPAN
BALIKPAPAN BARAT BALIKPAPAN BARAT
BALIKPAPAN SELATAN BALIKPAPAN SELATAN
BALIKPAPAN TENGAH BALIKPAPAN TENGAH
BALIKPAPAN TIMUR BALIKPAPAN TIMUR
BALIKPAPAN UTARA BALIKPAPAN UTARA
BONTANG BONTANG
BONTANG BARAT BONTANG BARAT
BONTANG SELATAN BONTANG SELATAN
BONTANG UTARA BONTANG UTARA
SAMARINDA SAMARINDA
PALARAN PALARAN
SAMARINDA ILIR SAMARINDA ILIR
SAMARINDA SEBERANG SAMARINDA SEBERANG
SAMARINDA ULU SAMARINDA ULU
SAMARINDA UTARA SAMARINDA UTARA
SUNGAI KUNJANG SUNGAI KUNJANG
SAMARINDA KOTA SAMARINDA KOTA
LOA JANAN ILIR LOA JANAN ILIR
SAMBUTAN SAMBUTAN
SUNGAI PINANG SUNGAI PINANG
2. RINCIAN DAERAH RAWA DAN TAMBAK Pengembangan dan Pengelolaan - penyusunan regulasi 1. KUTAI KARTANEGARA
Daerah Rawa dan Tambak penataan ruang serta a. DAERAH RAWA KUTAI LAMA 1
1. KUTAI KARTANEGARA bentuk pengendalian b. DAERAH RAWA KUTAI LAMA 2
a. DAERAH RAWA KUTAI LAMA 1 dan pengawasannya c. DAERAH RAWA ANGGANA
b. DAERAH RAWA KUTAI LAMA 2 di daerah rawa dan d. DAERAH RAWA MUARA JAWA
c. DAERAH RAWA ANGGANA tambak. e. DAERAH RAWA SEBUNTAL
d. DAERAH RAWA MUARA JAWA - Membuat program f. DAERAH RAWA SEBULU
e. DAERAH RAWA SEBUNTAL pengembangan dan g. DAERAH RAWA LIMPAHUNG
f. DAERAH RAWA SEBULU pengelolaan jaringan h. TAMBAK MARANGKAYU
g. DAERAH RAWA LIMPAHUNG irigasi, rawa, dan i. TAMBAK MUARA BADAK
h. TAMBAK MARANGKAYU jaringan pengairan j. TAMBAK MUARA KEMBANG
i. TAMBAK MUARA BADAK lainnya k. TAMBAK SEPATIN
j. TAMBAK MUARA KEMBANG l. TAMBAK MUARA JAWA
k. TAMBAK SEPATIN m. TAMBAK MUARA PANTUAN
l. TAMBAK MUARA JAWA n. TAMBAK PUJIT
m. TAMBAK MUARA PANTUAN o. TAMBAK TANJUNG HARAPAN
n. TAMBAK PUJIT
o. TAMBAK TANJUNG HARAPAN 2. KUTAI BARAT
a. DAERAH RAWA RESAK
2. KUTAI BARAT
a. DAERAH RAWA RESAK 3. KUTAI TIMUR
a. DAERAH RAWA BENGALON
3. KUTAI TIMUR
a. DAERAH RAWA BENGALON 4. PENAJAM PASER UTARA
a. DAERAH RAWA PETUNG
4. PENAJAM PASER UTARA b. DAERAH RAWA BABULU
a. DAERAH RAWA PETUNG c. DAERAH RAWA LABANGKA
b. DAERAH RAWA BABULU d. DAERAH RAWA NENANG
c. DAERAH RAWA LABANGKA e. DAERAH RAWA KENANGAN
d. DAERAH RAWA NENANG f. DAERAH RAWA WARU TUNAN
e. DAERAH RAWA KENANGAN g. TAMBAK BABULU
f. DAERAH RAWA WARU TUNAN h. DAERAH RAWA SEBAKUNG
g. TAMBAK BABULU
h. DAERAH RAWA SEBAKUNG 5. PASER
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 80
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
a. DAERAH RAWA LABURAN LAMA
5. PASER b. DAERAH RAWA PADANG
a. DAERAH RAWA LABURAN LAMA PANGRAPAT
b. DAERAH RAWA PADANG PANGRAPAT c. DAERAH RAWA JONE RANTAU
c. DAERAH RAWA JONE RANTAU PANJANG PANJANG
d. DAERAH RAWA RIWANG d. DAERAH RAWA RIWANG
e. DAERAH RAWA SULILIRAN e. DAERAH RAWA SULILIRAN
f. DAERAH RAWA TANJUNG ARU f. DAERAH RAWA TANJUNG ARU
g. DAERAH RAWA TANJUNG HARAPAN g. DAERAH RAWA TANJUNG
h. DAERAH RAWA MUARA PASIR HARAPAN
i. DAERAH RAWA MUARA ADANG h. DAERAH RAWA MUARA PASIR
i. DAERAH RAWA MUARA ADANG
6. BERAU
a. DAERAH RAWA SEGAH 6. BERAU
b. DAERAH RAWA TABALAR MUARA a. DAERAH RAWA SEGAH
c. DAERAH RAWA RANTAU PANGAN b. DAERAH RAWA TABALAR MUARA
d. DAERAH RAWA SUNGAI KURAN c. DAERAH RAWA RANTAU PANGAN
e. DAERAH RAWA SUKAN d. DAERAH RAWA SUNGAI KURAN
f. DAERAH RAWA SUKAN TENGAH e. DAERAH RAWA SUKAN
g. DAERAH RAWA TANJUNG PERENGAT f. DAERAH RAWA SUKAN TENGAH
h. DAERAH RAWA URUTANG g. DAERAH RAWA TANJUNG
i. TAMBAK TABALAR PERENGAT
j. TAMBAK SEKETA h. DAERAH RAWA URUTANG
k. TAMBAK KARANGAN i. TAMBAK TABALAR
j. TAMBAK SEKETA
7. BONTANG k. TAMBAK KARANGAN
a. DAERAH RAWA BONTANG
7. BONTANG
a. DAERAH RAWA BONTANG
q. BAYUR
BENDALI - PENGENDALI
BANJIR, AIR BAKU –
RENCANA
CEK DAM –
KONSERVASI –
RENCANA
r. TANI AMAN
BENDALI - PENGENDALI
BANJIR - RENCANA
CEK DAM –
KONSERVASI -
RENCANA
b. MANGGAR
BENDUNGAN - AIR BAKU
- EKSISTING
CEK DAM –
KONSERVASI -
EKSISTING
c. TERITIP
BENDUNGAN - AIR BAKU
- EKSISTING
CEK DAM –
KONSERVASI -
RENCANA
d. WAIN
BENDUNGAN - AIR BAKU
- EKSISTING
CEK DAM –
KONSERVASI -
RENCANA
e. BENDALI I
BENDALI - PENGENDALI
BANJIR - EKSISTING
CEK DAM –
KONSERVASI -
EKSISTING
f. BENDALI II
BENDALI - PENGENDALI
BANJIR - EKSISTING
CEK DAM –
KONSERVASI -
EKSISTING
g. BENDALI III
BENDALI - PENGENDALI
BANJIR - EKSISTING
3. Kawasan Perlindungan Setempat
a. Kawasan Sempadan Pantai, Pelestarian Dan Pengendalian Berpengaruh Terhadap Tersebar Di Kabupaten
Penyusunan Regulasi Penataan Paser, Kabupaten Penajam
Ruang Serta Bentuk Pengendalian Paser Utara, Kabupaten
Dan Pengawasannya. Kutai Kartanegara,
Kabupaten Kutai Timur,
Kabupaten Berau, Kota
Balikpapan, Dan Kota
Bontang
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 100
No. Rencana Pola Ruang Pola Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Pengaruh Rencana Pola Arahan Lokasi
Ruang Ruang Terhadap Kebutuhan Pengembangan
Saat Ini Pelayanan SKPD Pelayanan SKPD
b. Sempadan Sungai, Dikembangkan Pada Seluruh Aliran Pelestarian Dan Pengendalian Seluruh Aliran Sungai Yang
Sungai Yang Ada Diprovinsi, Baik Yang Mengalir Di Kawasan Ada Diprovinsi
Perkotaan Maupun Di Luar Kawasanperkotaan
c. Kawasan Sekitar Danau/Waduk Pelestarian Dan Pengendalian Tersebar Di Seluruh
Wilayah Provinsi
d. Kawasan Sempadan Mata Air Pelestarian Dan Pengendalian Yang Tersebar Seluruh
Wilayah Provinsi
e. Kawasan terbuka Hijau Kota, Yang Menyebar Di Kawasan Pelestarian Dan Pengendalian Tersebar Di Kws. Perkotaan
Perkotaan Dan Bukan Perkotaan. Dan Non-Perkotaan
4. Cagar Alam
Kawasan Cagar Alam Dengan Luas Total ±174.504Ha, Sebagai Pemantapan Pengelolaan Kawasan Lindung Berpengaruh Terhadap Kab. Kutai Kartanegara;
Berikut Muara Kaman Sedulang Di Kutai Kartanegara, Padang Rehabilitasi Dan Konservasi Lahan Kawasan Lindung Guna Penyusunan Regulasi Penataan Kab. Paser; Kab. Kutai
Luwai / Kersik Luway Di Kutai Barat, Teluk Adang Di Paser, Mengembalikan/Meningkatkan Fungsi Lindung Ruang Serta Bentuk Pengendalian Barat
Teluk Apar Di Paser Pengembangan Pola Insentif Dan Disinsentif Dalam Pengelolaan Dan Pengawasannya.
Kawasan Lindung
Evaluasi Kebijakan Pemanfaatan Lahan Kawasan Lindung
5. Suaka Margasatwa
Kawasan Suaka Margasatwa Dengan Luasan 220 Ha Di Laut Pemantapan Pengelolaan Kawasan Lindung Berpengaruh Terhadap Pulau Semama Di Berau
Pulau Semama Di Berau Rehabilitasi Dan Konservasi Lahan Kawasan Lindung Guna Penyusunan Regulasi Penataan
Mengembalikan/Meningkatkan Fungsi Lindung Ruang Serta Bentuk Pengendalian
Pengembangan Pola Insentif Dan Disinsentif Dalam Pengelolaan Dan Pengawasannya.
Kawasan Lindung
Evaluasi Kebijakan Pemanfaatan Lahan Kawasan Lindung
Pelestarian Dan Pengelolaan Cagar Alam
Pelestarian Dan Pengelolaan Suaka Marga Satwa
3. Kawasan Industri
Industri Kehutanan, Industri Pertanian, Industri Gas Dan - Pengembangan Industri Pengolahan Dan Agroindustri Untuk Berpengaruh Terhadap Kab. Paser, Kab. Kutai
Kondensat, Industri Pupuk, Industri Perikanan Dan Hasil Laut, Meningkatkan Nilai Tambah Sektor-Sektor Lain (Pertambangan, Penyusunan Regulasi Penataan Kartanegara, Kab. Kutai
Industri Perkebunan, Industri Logam, Industri Migas Dan Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Dan Hasil Hutan) Ruang Serta Bentuk Timur, Kab. Berau, Kab.
Batubara, Industri Galangan Kapal, Industri Manufaktur, Industri - Pengembangan Industri Migas Dan Mineral Pengendalian Dan Penajam Paser Utara, Kab.
Kimia, Serta Industri Biodiesel,Diarahkan Di Kabupaten Paser, - Penataan Struktur Industri Hulu –Hilir Pengawasannya Terutama Mahakam Ulu, Kota
Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, - Pengembangan Sentra-Sentra Industri Potensial Terhadap Kerusakan Lingkungan Balikpapan, Kota
Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Berau, Kabupaten Penajam - Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri Yang Diakibatkan Oleh Sistem Samarinda, Dan Kota
Paser Utara, Kabupaten Mahakam Ulu, Kota Balikpapan, Kota - Peningkatan Kerjasama Perdagangan Internasional Pembuangan Limbah. Bontang
Samarinda, Dan Kota Bontang, Sesuai Potensi Masing-Masing - Peningkatan Dan Pengembangan Ekspor Pengembangan Terhadap
Kabupaten/Kota. Dengan Total Luasan ± 57.176 Ha - Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah Yang Kondusif Lingkungan Yang Sehat Bagi
- Pengembangan Industri Kecil Dan Menengah Kegiatan Industri Rumah Tangga
- Pengembangan Industri Non-Migas Dan Non-Mineral Yang Menghasilkan Limbah
4. Kawasan Pertambangan
Kawasan Pertambangan Mineral Dan Batubara, Tersebar Di - Pengembangan Pertambangan Mineral Dan Batubara Perbaikan Iklim Usaha Dan Kab.Paser, Kab.Kutai Barat,
Kawasan Lindung Dan Kawasan Budidaya. Dengan Total - Pengembangan Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi Investasi Kab.Kutai Kartanegara,
Luasan ± 5.227.136 Ha - Pengendalian Kegiatan Pertambangan Ilegal Pengawasan Dan Pembinaan Kab.Kutai Timur,
- Pengawasan Dan Evaluasi Penyelenggaraan Kegiatan Kawasan Pertambangan Kab.Berau, Kab.Penajam
Pertambangan Pengembangan Industry Paser Utara, Kab. Mahakam
- Reklamasi Dan Revegetasi Hutan Dan Lahan Di Kawasan Bekas Pengolahan Hasil Pertambangan Ulu, Kota Samarinda, Kota
Pertambangan Dan Turunannya Balikpapan
- Pembinaan Dan Pengawasan Bidang Pertambangan Regulasi Dan Pengawsan
- Pengendalian Pemanfaatan Ruang Terhadap Pertambangan Ilegal
- Pembinaan Dan Pengawasan Bidang Pertambangan
5. Kawasan Pariwisata
(Berdasarkan RIPPAR Provinsi Kalimantan Timur 2013 – 2023)
a. Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) - Pengembangan Pemasaran Pariwisata Peningkatan Fungsi Jalan Dan Kab.Paser, Kab.Kutai Barat,
Meliputi Kecamatan Long Apari Dan Sekitarnya, - Pengembangan Destinasi Pariwisata Transportasi Lainnya Agar Kab.Kutai Kartanegara,
Kecamatan Kota Bangun – Tanjung Issuy Dan Sekitarnya, - Pengembangan Kemitraan Semakin Mudahnya Aksesibilitas Kab.Kutai Timur,
Tenggarong Dan Sekitarnya, Kota Samarinda Dan - Pengembangan Daerah Tujuan Wisata (Kawasan Industri Ke Kawasan Wisata. Kab.Berau, Kab.Penajam
Sekitarnya, Kota Bontang – Sangatta Dan Sekitarnya, Kota Pasriwisata Derawan) Perlunya Penataan Bangunan Paser Utara, Kab. Mahakam
Balikpapan – Samboja Dan Sekitarnya, Tanjung Redeb - Pengembangan Nilai Budaya Dan Lingkungan Yang Berbasis Ulu, Kota Samarinda, Kota
Dan Sekitarnya, Serta Derawan – Sangalaki Dan - Pengelolaan Keragaman Budaya Pada Lingkungan Sehingga Balikpapan
Sekitarnya - Pengelolaan Kekayaan Budaya Lingkungan Pariwisata Tetap
b. Kawasan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Meliputi - Peningkatan Pengembanagan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Asri, Bersih Dan Sehat
Kecamatan Long Bangun – Melak Dan Sekitarnya, Dan Keuangan
Tenggarong – Balikpapan Dan Sekitarnya, Kepulauan - Peningkatan Dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah
Derawan – Kayan Mentarang Dan Sekitarnya - Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur
c. Kawasan Pengembangan Pariwisata (KPP) Provinsi - Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Meliputi KPP 1 Kawasan Perkotaan, KPP 2 Kawasan Hulu - Pengembangan Kebudayaan Dan Pariwisata (Perencanaan
Sungai Mahakam, KPP 3 Kawasan Pesisir Kepulauan, KPP Pembangunan Kebudayaan Dan Pariwisata)
4 Kawasan Sedang Berkembang, KPP 5 Kawasan Pesisir, - Pelayanan Administrasi Perkantoran
KPP 6 Kawasan Perbatasan Provinsi, Dan KPP 7 Kawasan
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 106
No. Rencana Pola Ruang Pola Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Pengaruh Rencana Pola Arahan Lokasi
Ruang Ruang Terhadap Kebutuhan Pengembangan
Saat Ini Pelayanan SKPD Pelayanan SKPD
Perbatasan Negara.
d. Koridor Sungai Mahakam Hingga Ke Hulu : Tanjung Isuy Mendorong Pengembangan Obyek Dan Daya Tarik Wisata Unggulan Peningkatan Fungsi Jalan Dan
Dan Desa Mancong; Kersik Luway; Lamin Eheng Di Di Provinsi Kalimantan Timur Melalui Penetapan Zona-Zona Wisata. Transportasi Lainnya Agar
Barong Tongkok, Dan Habitat Ikan Pesut Dan Bekantan Meningkatkan Investasi Di Bidang Pariwisata. Semakin Mudahnya Aksesibilitas
Menetapkan Kawasan Cagar Budaya Dalam RTRW Kabupaten/Kota Ke Kawasan Wisata.
e. Gugus Pulau-Pulau Derawan Di Lepas Pantai Tanjung Bersangkutan. Perlunya Penataan Bangunan
Redeb : Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Semama, Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dan Lingkungan Yang Berbasis
Pulau Kakaban, Dan Pulau Maratua. Pengembangan Destinasi Pariwisata Pada Lingkungan Sehingga
Pengembangan Kemitraan Lingkungan Pariwisata Tetap
f. Museum Mulawarman; Museum Kayu Tenggarong; Dan Asri, Bersih Dan Sehat
Bukit Bangkirai Di Kabupaten Kutai Kertanegara.
g. Pulau Kumala Di Kabupaten Kutai Kertanegara
h. Pusat Taman Batik Dan Tenun; Kebun Raya; Dan Pusat
Kerajinan Di Niaga Di Samarinda
i. Desa Budaya Pampang Samarinda
j. Wana Wisata Karang Joang, Penangkaran Buaya, Pantai
Manggar, Dan Kebun Raya Balikpapan Di Balikpapan.
6 Kawasan Peruntukan Permukiman
6.1 Kawasan Perkotaan
a. Kawasan Permukiman Perkotaan Didominasi Oleh Kebutuhan Pelayanan Oleh - Kawasan Perkotaan
Kegiatan Non Agraris Dengan Tatanan Kawasan Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur Bidang Cipta Karya Balikpapan –
Permukiman Yang Terdiri Atas Sumberdaya Buatan Seperti Pengembangan Wilayah Strategis Dan Cepat Tumbuh Memberikan Masukan Dan Tenggarong –
Perumahan, Fasilitas Sosial, Fasilitas Umum, Prasarana Penanggulangan Kemiskinan Bidang Sarana Dan Prasarana Dasar Arahan Bagi SKPD Terkait Samarinda – Bontang
Dan Sarana Perkotaan; Permukiman Terhadap Pengembangan (PKN)
b. Kawasan Permukiman Di PKN, PKW, Pkwp Dan PKL Yang Penyehatan Lingkungan Kawasan Pemukiman - Kawasan Perkotaan
Padat Penduduknya Pengembangan Wawasan Kebangsaan Tana Paser, Sendawar,
c. Pola Permukiman Perkotaan Yang Rawan Terhadap Pengembangan Kinerja Penngelolaan Air Minum Dan Air Limbah Kota Sangatta, Tanjung
Bencana Alam Harus Menyediakan Tempat Evakuasi Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Redeb (PKW)
Pengungsi Bencana Alam Baik Berupa Lapangan Terbuka - Kawasan Perkotaan
Penataan Bangunan Dan Lingkungan
Di Tempat Ketinggian ≥30 Meter Di Atas Permukaan Laut Penajam Dan Ujoh
Pembinaan Dan Pengawasan Pengembangan Permukiman
d. Rencana Terpadu Infrastruktur Perkotaan Bilang (Pkwp)
Infrastruktur Kawasan Permukiman Perkotaan (Dukungan PSD
Kawasan Kumuh Dan Nelayan)
Dukungan PSD Kawasan Tradisional Dan Revitalisasi Kawasan
Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran
Pembinaan Dan Pengawasan Pengembangan SPAM
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 107
No. Rencana Pola Ruang Pola Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Pengaruh Rencana Pola Arahan Lokasi
Ruang Ruang Terhadap Kebutuhan Pengembangan
Saat Ini Pelayanan SKPD Pelayanan SKPD
Pengembangan SPAM Di Kawasan MBR
Penyelenggaraan SPAM Terfasilitasi
Pengembangan SPAM Di Kawasan IKK
Pengembangan SPAM Di Kawasan Khusus
Pengembangan SPAM Di Kawasan Perdesaan
Pembinaan Dan Pengawasan Penyehatan Lingkungan Permukiman
Infrastruktur Air Limbah
Infrastruktur Drainase Perkotaan
Infrastruktur Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)
Pembangunan PSD RSH
Pembangunan Rusunawa/PSD Rusunawa
Pengembalian Fungsi Kws Permukiman Metropolitan Dan Kota Besar
Melalui Peremajaan
Peningkatan Kinerja TPA Sampah
Pemb. Sistem Drainase Primer Kota Balikpapan Dan Samarinda
Pembangunan PS Air Limbah Terpusat Skala Kawasan & Rehab IPLT
Penyusunan Ranperda Bangunan Gedung
Pendampingan Pemeriksaan Keandalan Fisik Bangunan Gedung
Dukungan PSD Kawasan Kumuh Dan Nelayan
Dukungan PSD Kawasan Tradisional Dan Revitalisasi Kawasan
Penyusunan RTBL
Percontohan Dan Pendampingan Pembangunan RTH
Pengembangan SPAM Bagi MBR (Kota Samarinda)
Pengembangan SPAM Bagi MBR (Kota Balikpapan)
PS Air Minum Kota (Sistem Perpipaan Dan Non Perpipaan Terlindung)
TPA (Sistem Controlled Landfill) + TPS Kawasan
Drainase Kawasan (Sistem Ecodrain)
IPAL Kawasan (Sistem Terpusat)
Kasiba Kawasan
Pengembangan SPAM Bagi MBR (Kota Bontang)
6.2 Kawasan Perdesaan
a. Didominasi Oleh Kegiatan Agraris Dengan Kondisi Pengembangan PS Desa Agropolitan Kebutuhan Pelayanan Oleh Kawasan TATAPANBUMA
Kepadatan Bangunan, Penduduk Serta Prasarana Dan Penyediaan PS Permukiman Perdesaan Di P.Kecil/Terpencil Bidang Cipta Karya Dan Sekitar, Kawasan
Sarana Permukiman Yang Rendah, Dan Kurang Intensif Pembangunan SPAM Di Ds Rawan Air/Pesisir/Terpencil Memberikan Masukan Dan Tanjung Redeb, Kawasan
Dalam Pemanfaatan Lahan Untuk Keperluan Non Agraris Paser, Kutim Dan
12 Sarana Transportasi dan Rencana Struktur Transportasi dan Mempengaruhi Peningkatan dan Penganggaran berkala untuk
jalan yang tidak Ruang, Sistem jalan sangat memberi terjadinya konversi pemeliharaan sarana dan prasarana
memadai Jaringan Transportasi pengaruh signifikan lahan produktif Sarana Transportasi Monitoring dan evaluasi
Darat, Sistem Jaringan dalam Meningkatkan dan jalan terhadap sarana dan
B. Isu Strategis
Isu Strategis yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur di bidang Penataan
Ruang adalah :
Peningkatan peran penataan ruang wilayah dalam meningkatkan ketahanan
pangan (perkebunan, agro industri) dan produksi (pertambangan, industri)
B. Isu Strategis
Isu Strategis di bidang Sumber daya Air antara lain :
Fenomena perubahan iklim (climate change), pembangunan infrastruktur
Pekerjaan Umum dan Permukiman apabila tidak dikelola dengan baik dapat
berpengaruh terhadap perubahan iklim dalam jangka panjang.
Perubahan iklim yang terjadi dapat mengakibatkan berkurangnya ketersediaan
air, banjir, kekeringan, kelaparan, tanah longsor dan intrusi air laut.
Eksploitasi dan eksplorasi Sumberdaya Air semakin meningkat sesuai dengan
peningkatan kebutuhan masyarakat dan industri yang dalam pelaksanaan tidak
menimbulkan kerusakan lingkungan
Eksplorasi dan eksploitasi Sumberdaya Air yang tidak berdampak pada ekonomi
biaya tinggi melalui mekanisme monitoring dan evaluasi terhadap kinerja
manfaat (benefit performance).
Perlu peningkatan tentang pembinaan sistem irigasi dengan berbagai aspeknya
untuk mendukung terciptanya lahan pertanian bagi penyediaan pangan.
Pentingnya kinerja pelayanan jaringan reklamasi rawa di masa datang sebagai
potensi bagi peningkatan penyediaan air baku serta area resapan air yang
dapat menanggulangi bencana banjir.
Kebutuhan air semakin tinggi sehingga dimungkinkan terjadinya konflik antar
pengguna air. Untuk itu, diperlukan koordinasikan dan peningkatan
ketatalaksanaan penanganan SDA.
Pengelolaan dan peningkatan kebutuhan terhadap air baku semakin
dibutuhkan perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan, pemantauan dan
evaluasi. Oleh karena itu dalam pelaksanaan pembangunan SDA yang efektif
dan efisien maka perlu dikembangkan sistem informasi yang terpadu terhadap
pembangunan SDA.
Perlunya peningkatan kelembagaan penanganan pembangunan SDA yang lebih
profesional dan terpadu dalam rangka menjamin ketersediaan air baku serta
penanganan mitigasi bencana.
Penguatan infrastruktur irigasi pada lahan sawah fungsional.
Bahaya pengalihan lahan pertanian menjadi lahan pertambangan oleh
masyarakat harus dicegah oleh Pemerintah Daerah dengan memberikan solusi
yang atraktif bagi masyarakat pertanian.
Belum terpenuhinya kebutuhan air baku, air bersih dan sanitasi yang layak.
B. Isu Strategis
Isu strategis yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur di bidang Bina Marga
adalah :
B. Isu Strategis
Isu strategis yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur di bidang Cipta Karya
adalah :
Meningkatkannya jumlah penduduk diperkotaan di seluruh wilayah Indonesia
tidak terkecuali di kota-kota Provinsi Kalimantan Timur yang dapat mempengaruhi
beban terhadap infrastruktur air bersih.
Meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan berpengaruh terhadap
meningkatnya jumlah sampah rumah tangga yang berupa sampah organik dan
non organik
Meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan berpengaruh terhadap jumlah
limbah KM/WC berupa : air sabun, limbah padat dan limbah cair.
Sistem pembuangan air limbah rumah tangga yang dibuang ke saluran drainase
sehingga mengakibatkan tercemarnya sungai.
Sistem pengangkutan sampah yang tidak lancar mengakibatkan bertumpuknya
sampah di lingkungan permukiman sehingga mengakibatkan udara dan tanah
tercemar.
Tanah terrcemar oleh limbah rumah tangga karena sistem individu yaitu air
diserah dalam tanah sehingga tanah tercemar oleh bakteri dan sebagainya.
Kurangnya ruang terbuka hijau di kawasan permukiman perkotaan sebagai
tempat bermain dan penghasil O2 serta ruang untuk menyerap air dalam tanah.
Peningkatan layanan air minum masih difokuskan ke perkotaan sedangkan ke
perdesaan, ataupun ke kawasan perbatasan, tertinggal dan terpencil masih belum
mendapatkan sarana dan prasarana dasar.
Layanan air ke industri besar masih belum dapat dijamin kelancarannya.
B. Isu Strategis
3 Belum seluruhnya • Adanya kabupaten pemekaran mengakibatkan • Sinkronisasi Percepatan penyusunan RTRW
Kabupaten/Kota Memiliki Perda penyusunan RTRW harus kembali disusun mulai Kabupaten/Kota
RTRW dari awal • Sinkronisasi Percepatan terhadap penyesuaian
• Penyusunan RTRW Kabupaten/Kota Menyesuaikan RTRW Provinsi Kalimantan Timur
dengan Perda RTRW Provinsi Kalimantan Timur
yang telah Perda
4 Terdapat beberapa • RTRW Kabupaten/Kota telah terlebih dahulu • Sinkronisasi Percepatan terhadap penyesuaian
ketidaksesuaian antara Perda disahkan menjadi Perda antara tahun 2012 hingga RTRW Provinsi Kalimantan Timur
RTRW Provinsi Kalimantan Tahun 2015, sementara perda RTRW Provinsi baru
Timur dengan Perda RTRW disahkan menjadi perda pada Tahun 2016
Kabupaten/Kota, khususnya
pada Struktur dan Pola Ruang.
Dimana sebagian besar Perda
RTRW Kabupaten/Kota sudah
terlebih dahulu ditetapkan
menjadi Perda sebelum
diterbitkanya Perda RTRW
Provinsi
5 Peraturan Daerah RTRW • Belum adanya peraturan daerah turunan dari Perda • Diperlukannya penyusunan RTR dan ZR KSP
Provinsi Kalimantan Timur RTRW Provinsi mengenai KSP dan melegalkannya lewat peraturan daerah
belum dapat diterapkan • Belum sepenuhnya kajian RTR dan ZR KSP ada
sepenuhnya sebagai faktor dan melandasi pengawasan yang bersifat
pengawasan dan pengendalian operasional.
karena belum sepenuhnya
Rencana Rinci Tata Ruang KSP
ada dan berkekuatan hukum.
6 Perda tata ruang belum menjadi • Seluruh sektor pemangku kepentingan belum • Seluruh Sektor wajib menaati, memperhatikan
rujukan dari pembangunan antar mendasarkan RTRW sebagai acuan dalam dan menjadikan Perda RTRW sebagai panduan
sektoral yang mengakibatkan pembangunan sehingga masih berpegangan pada dalam pembangunan.
terjadinya inkonsistensi dalam sektor masing-masing
pembangunan. Hal ini
disebabkan perencanaan yang
egosektoral/belum
mempertimbangkan kepentingan
lintas sektoral.
7 Kurang tersedianya data-data • Ketersedian media/alat penginderaan jauh yang • Perlunya alat/media penginderaan jauh yang
spasial Penginderaan Jauh kurang dapat digunakan sewaktu-waktu dan tidak
untuk kepentingan perencanaan, • Kurangnya data citra satelit resolusi tinggi di bergantung terhadap awan, seperti UAV untuk
pemanfaatan, maupun Provinsi Kalimantan Timur, dimana provinsi ini menghasilkan data foto udara yang berkualitas
pengendalian pemanfaatan selalu ditutupi awan hampir sepanjang tahun, tinggi
ruang sehingga data citra satelit yang ada kualitasnya
kurang baik.
8 Tingginya perubahan alih fungsi • Kurangnya pengawasan terhadap Peraturan yang • Perlunya alat/media pengawasan dan
lahan, dari kawasan Lindung ada, yang didukung sistem informasi yang belum pengendalian dalam mendukung Sistem
12 Pelayanan Pengaduan • Masih terbatasnya pengetahuan dan informasi • Perlunya sosialisasi menyeluruh mengenai
Pelanggaran Tata Ruang belum mengenai izn pemanfaatan ruang dan regulasi peraturan RTRW disegala sektor baik
terlaksana, baik dari segi tentang pemanfaatan ruang agar sejalan dengan pemerintah, swasta dan masyarakat
regulasi maupun infrastrukturnya rencana tata ruang • Perlu membuat suatu sistem pelayanan
• Belum tersosialisasikannya perda RTRW baik di pengaduan pelanggaran Tata Ruang
kalangan pemerintah, swasta dan masyarakat luas
• Belum adanya wadah dan sistem dalam pelayanan
pengaduan pelanggaran Tata Ruang
13 Belum tersedianya Peraturan • Belum adanya peraturan turunan dari Perda RTRW • Percepatan penyusunan peraturan turunan dari
Daerah tentang sanksi yang mengatur sanksi administratif, perdata, dan perda RTRW
administratif, perdata, dan pidana untuk pelanggaran pemanfaatan ruang
pidana untuk pelanggaran
pemanfaatan ruang
14 Masih rendahnya partisipasi • Masih terbatasnya pengetahuan dan informasi • Perlunya sosialisasi menyeluruh mengenai
masyarakat dalam penataan mengenai izn pemanfaatan ruang dan regulasi peraturan RTRW disegala sektor baik
ruang. Hal ini disebabkan tidak tentang pemanfaatan ruang agar sejalan dengan pemerintah, swasta dan masyarakat
tersampaikannya informasi rencana tata ruang • Sosialisasi harus sampai pada masyarakat kecil
tentang peraturan penataan • Belum tersosialisasikannya perda RTRW baik di dan pada level pemerintah terkecil yaitu RT dan
ruang dan kurangnya kesadaran kalangan pemerintah, swasta dan masyarakat luas RW
masyarakat dalam mematuhi
penetapan pemanfaatan ruang
17 Terjadinya degradasi lahan • Banyaknya izin-izin yang dikeluarkan tidak • Perlunya alat/media pengawasan dan
khsusunya dibagian hulu daerah memperhatikan RTRW dan konsep Daerah Aliran pengendalian dalam mendukung Sistem
aliran sungai sebagai akibat dari Sungai Informasi pengendalian pemanfaatan ruang
pembangunan tidak selaras • Izin – izn yang dikeluarkan melakukan eksploitasi • Perlunya sistem informasi penataan ruang untuk
dengan tata ruang dan dan pembangunan tanpa mempertimbangkan aspek memudahkan dan meningkatkan pengawasan
menurunnya proporsi ruang kelestarian lingkungan bagi pengendalian tata ruang.
terbuka hijau di perkotaan. • Ruang Terbuka Hijau diperkotaan banyak • Perlunya pedoman dan mekanisme pengawasan
dialihfungsikan sebagai lahan terbangun terhadap perijinan serta penindakan sanksi,
• Kurangnya kebijakan untuk mempertahankan insentif serta disinsentif.
ataupun menambah porsi RTH dalam suatu Kota • Perlunya evaluasi terhadap izin-izin yang telah
• Kurangnya pengawasan terhadap Peraturan yang diterbitkan
ada, yang didukung sistem informasi yang belum • Penyediaan lahan untuk menambah RTH di
maksimal kawasan perkotaan
• Belum adanya peraturan yang melandasi tindakan
sanksi dan lain lain.
18 Belum adanya informasi dan • Belum adanya sistem yang dibuat untuk pemetaan• Perlunya sistem informasi penataan ruang untuk
pemetaan mengenai lahan tidak dan penawasan terhadap izin – izin yang sudah memudahkan dan meningkatkan pengawasan
produktif, yang seharusnya dikeluarkan dan tidak memanfaatkan lahan yang bagi pengendalian tata ruang.
menjadi lahan yang dapat sudah diijinkan menjadi produktif • Perlunya evaluasi terhadap izin-izin yang telah
dikembangkan untuk diterbitkan untuk dapat memetakan lahan-lahan
pembangunan dunia usaha. tidak produktif yang selanjutnya dapat
dipergunakan sebagaimana mestinya
• Perlunya perencanaan pengendalian tata ruang
terhadap lahan non produktif dan lahan kosong.
• Perlunya kerjasama dengan BPN dan instansi
terkait untuk menetapkan luas lahan kosong atau
tidak produktif untuk dapat dikembangkan
menjadi produktif.
19 Belum optimalnya implementasi • Belum adanya koordinasi antar instansi dan bidang • Peningkatan alokasi waktu dan anggaran bagi
Peraturan Daerah RTRW dalam perencanaan tata ruang yang terkait dengan penanganan pengelolaan dan perlindungan
Provinsi Kalimantan Timur perlindungan/konservasi lingkungan. melalui pengawasan, pengaturan dan
dalam pengelolaan dan • Pengawasan terhadap kawasan lindung yang pengendalian tata ruang.
perlindungan kurang ketat dan diimplementasikan terhadap • Meningkatkan kerjasama antar instansi dan
lingkungan/keanekaragaman pelanggar. bidang baik di provinsi maupun di
4 Rusaknya lingkungan air baku • Masyarakat belum menyadari arti pentingnya air • Peningkatan koordinasi antar bidang dalam
yang disebabkan oleh bersih bagi kesehatan masyarakat serta pengendalian buangan air limbah dan industri
pembuangan air limbah rumah keberlangsungan lingkungan. bagi peningkatan kualitas air baku.
tangga dan industri ke dalam • Limbah industri masih dibuang ke sungai karena • Pengembangan perencanaan air limbah industri
sumber-sumber penyediaan merupakan cara yang paling murah. dan rumah tangga yang tidak mengakibatkan
1 Peningkatan peran penataan ruang wilayah dalam meningkatkan ketahanan pangan 95 13,57
(perkebunan, agro industri) dan produksi (pertambangan, industri) sebagai aset daerah
yang wajib diatur dan dikendalikan untuk peningkatan pendapatan daerah.
2 Meningkatnya peran penataan ruang guna mendukung terciptanya kesetaraan dan 94 13,42
keseimbangan pembangunan antar wilayah perkotaan dengan perdesaan, wilayah pusat
dengan pinggiran, antara wilayah yang maju dengan wilayah yang tertinggal.
3 Ketidakjelasan RTRW yang menghambat realisasi PMDN & PMA. 92 13,14
4 Lemahnya data informasi berupa Peta Desa yang dimanfaatkan antar instansi yang berisi 92 13,14
tentang potensi desa yang dapat dikembangkan baik kerajinan, industri, maupun
pertanian/peternakan dan juga keperluan infrastrukturnya, sehingga tidak dapat
diimplementasikan kedalam rencana tata ruang wilayah baik provinsi atau kabupaten/kota.
5 Terjadinya alih fungsi lahan pertanian pangan dan hortikultura. 90 12,85
6 Pengelolaan daerah aliran sungai secara ketat agar tidak terjadi alih fungsi lahan menjadi 90 12,85
lahan permukiman, perkebunan, pertambangan dan sebagainya.
7 Rendahnya produktivitas pertanian. 90 12,85
8 perwujudan pemerataan hasil pembangunan dan pelayanan bagi seluruh masyarakat 90 12,85
dengan memberikan kesempatan pada seluruh bagian wilayah untuk berkembang sesuai
potensi sesuai dengan perwujudan struktur ruang.
9 Pengembangan suatu sistem pengawasan dan pengendalian pemanfaatan ruang yang 89 12,71
handal dan profesional.
10 Perencanaan tata ruang yang berbasis pada kegiatan ekonomi yang menekankan pada 89 12,71
pengembangan kawasan agribisnis dan ekonomi yang terbarukan
11 Isu perubahan iklim seperti tingginya emisi karbon yang berasal dari alih fungsi lahan, 88 12,57
energi dan limbah belum diarus-utamakan dalam perencanaan pembangunan
Kabupaten/Kota.
12 pengembangan sektor unggulan untuk mengantisipasi berkurangnya sumberdaya migas 88 12,57
dan batubara yang tidak dapat diperbaharui melalui pengembangan sektor pertanian,
pariwisata dan energi yang dapat diperbaharui, sebagai bagian upaya meningkatkan
ketahanan pangan dan energi wilayah dan nasional;
13 perwujudan ruang yang bersinergi dengan pertumbuhan ekonomi hijau; 87 12,42
14 pengembangan sektor ekonomi produktif migas dan batubara yang bernilai tambah tinggi 87 12,42
dan berwawasan lingkungan menjadi sektor unggulan provinsi untuk memacu
pertumbuhan ekonomi serta pemanfaatannya bagi segenap masyarakat;
15 Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia aparatur dalam penataan ruang di Kalimantan 87 12,42
Timur.
16 Perencanaan tata ruang yang berbasis konservasi lingkungan 87 12,42
17 perwujudan pembangunan yang berkelanjutan dengan menjaga harmonisasi kegiatan 86 12,28
ekonomi, investasi, sosial dengan mempertimbangkan daya dukung dan kelestarian
lingkungan serta menunjang aspek politik, pertahanan dan keamanan
18 Regulasi yang tidak operasional dan sistem pengawasan yang lemah mengakibatkan 86 12,28
banyak terjadi perubahan fungsi lahan khususnya lahan atau kawasan yang termasuk
kawasan lindung.
19 Regulasi tentang ruang terbuka hijau belum sepenuhnya diatur ditingkat kabupaten/kota 86 12,28
sehingga pemenuhan RTH sulit dicapai khususnya di wilayah perkotaan.
20 Rencana tata ruang wilayah kurang merespon potensi masyarakat dalam hal UKM dan 82 11,71
industri kecil. Sehingga perkembangan dalam daya dukung infrastruktur menjadi
terlambat.
21 Meningkatnya peran penataan ruang guna mendukung terciptanya daya dukung dan 81 11,57
keseimbangan lingkungan.
22 Penerapan regulasi tata ruang dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat sosial dan 80 11,42
ekonomi.
23 Perencanaan ruang terbuka hijau perkotaan semakin menjadi kewajiban dalam penataan 77 11
ruang perkotaan baik pada kawasan yang menyerupai kawasan lindung, kawasan publik
dan privat.
Sumber : Tim Penyusun, 2016
Rata-rata skor isu strategis dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 3.12. Rata-rata Skor dan Hirarki Isu Strategis di Bidang Sumber Daya Air
No. Isu Strategis Total Skor Rata-rata Skor
20 Perlunya peningkatan kelembagaan penanganan pembangunan SDA yang lebih profesional 69 9,85
dan terpadu dalam rangka menjamin ketersediaan air baku serta penanganan mitigasi
bencana.
21 Penempatan pejabat/staf sesuai karir dan kapasitas 56 8
Sumber : Tim Penyusun, 2013
1 Jalan tidak hanya berfungsi sebagai jalur yang menghubungkan antar wilayah dari sisi 88 12,57
sosial dan ekonomi, melainkan mempunyai fungsi evakuasi bencana, ketahanan pangan,
politik dan keamanan.
2 Fungsi jalan sebagai pembuka daerah terisolir dan terpencil agar dapat bersama 85 12,14
menikmati pembangunan dan mengembangkan potensi suatu wilayah. Hal ini sangat
penting bagi wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang luas dan masih banyak wilayah yang
terisolir, terpencil serta pedalaman.
3 Perkembangan jumlah beban angkutan yang semakin meningkat akibat peningkatan 81 11,57
pembangunan berpengaruh terhadap kinerja jalan dan jembatan dalam melayani
pergerakan barang dan manusia di kemudian hari selain transportasi sungai, laut dan
udara.
4 Peningkatan pergerakan barang dan manusia baik dari frekuensi maupun beban 86 12,29
membutuhkan pemantauan terhadap kualitas jalan dan jembatan sehingga tindakan
pemeliharaan dan peningkatan jalan dapat dilakukan secara profesional serta tidak
mengganggu pergerakan ekonomi. Untuk itu diperlukan kelembagaan dan sistem
informasi serta teknologi dalam proses pemantauan jalan dan jembatan.
5 Perlunya koordinasi lintas bidang dalam pembangunan jalan dan jembatan melalui 86 12,29
penyelarasan dan penyesuaian terhadap perencanaan tata ruang wilayah.
6 Minimnya transportasi jalan dan jembatan yang memadai di wilayah perbatasan. 77 11,00
7 Rendahnya infrastruktur pendukung kawasan pusat pertumbuhan. 86 12,29
8 Minimnya fasilitas tujuan wisata, promosi dan paket wisata 83 11,86
9 Jaringan jalan yang panjang untuk menghubungkan pusat-pusat kegiatan perekonomian di 85 12,14
semua kabupaten dan kecamatan
10 Kebutuhan anggaran yang sangat tinggi untuk membangun jaringan jalan baru, dan 81 11,57
kebutuhan biaya perawatan jaringan jalan
11 Pembebasan Lahan yang tidak mudah untuk mencari titik temu (kesepakatan) antara 74 10,57
pemilik lahan dengan pemerintah
12 Kemampuan memberikan kelayakan finansial bagi investasi pembangunan dan 81 11,57
pengoperasian jalan tol oleh swasta
13 Optimalisasi Pos Pemantau dan Jembatan timbang sebagai pengendali batas berat 59 8,43
muatan yang diijinkan bagi angkutan barang (truck) yang melewati jalan nasional dan
provinsi.
Sumber : Tim Penyusun, 2013
Rata-rata skor dan tingkat isu strategis dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 3.16 Rata-rata Skor dan Hirarki Isu Strategis di Bidang Cipta Karya
No. Isu Strategis Total Skor Rata-rata Skor
1 Belum terpenuhinya kebutuhan air baku, air bersih dan sanitasi yg layak 89 12,71
2 Minimnya fasilitas tujuan wisata, promosi dan paket wisata 88 12,57
3 Isu perubahan iklim belum diarus utamakan dalam perencanaan pembangunan 88 12,57
Kabupaten/Kota
4 Meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan berpengaruh terhadap jumlah limbah 87 12,43
KM/WC berupa : air sabun, limbah padat dan limbah cair.
5 Meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah 86 12,29
sampah rumah tangga yang berupa sampah organik dan non organik
6 Berkembangnya kawasan kumuh baik bersifat slum maupun squatter dan kawasan yang 85 12,14
bersifat sprawl. Kawasan ini berkembang karena adanya migrasi dan tingkat ekonomi,
sosial dan keahlian sumber daya manusia migran.
7 Meningkatkannya jumlah penduduk diperkotaan di seluruh wilayah Indonesia tidak 84 12,00
terkecuali di kota-kota Provinsi Kalimantan Timur yang dapat mempengaruhi beban
terhadap infrastruktur permukiman.
8 Masih rendahnya kualitas pelayanan publik. 84 12,00
9 Berkembangnya suatu wilayah dari desa ke kota kecil, kota kecil ke kota sedang dan 83 11,86
selanjutnya yang perlu direncanakan sejak dini khususnya di bidang pelayanan
infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman.
10 Lingkungan yang layak anak dan bagi masyarakat berkebutuhan khusus menjadi standar 81 11,57
dalam pelayanan infrastruktur yang diwujudkan dalam keandalan bangunan dan penataan
lingkungan.
11 Rendahnya kualitas SDM aparatur 81 11,57
12 Berkurangnya jumlah penduduk di wilayah perdesaan akibat migrasi serta berkurangnya 80 11,43
mata pencaharian bagi penduduk.
13 Bencana alam menjadi bagian dalam kinerja pelayanan infrastruktur telah menjadi standar 80 11,43
dalam pelayanan infrastruktur.
14 Meningkatnya penggunaan ruang di perkotaan maupun di perdesaan yang meningkatkan 76 10,86
ketertutupan lahan dapat berpengaruh buruk terhadap lingkungan hidup.
15 Belum optimalnya penataan SDM sesuai standar kompetensi 74 10,57
Sumber : Tim Penyusun , 2013
1. Permasalahan
2. Isu Strategis
Perumusan isu strategi merupakan penyimpulan dari seluruh isu strategi yang
muncul didalam berbagai perencanaan pembangunan baik dari pusat, tingkat provinsi
maupun kabupaten kota. Isu strategis berdasarkan per bidang agar dalam penentuan
misi agar lebih terfokus sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.
B. Perumusan isu strategi di bidang Sumber Daya Air adalah sebagai berikut :
1. Penguatan infrastruktur irigasi pada lahan sawah fungsional.
2. Fungsi pelayanan jaringan irigasi yang belum optimal yang diakibatkan oleh
kerusakan jaringan irigasi, berkurangnya pasokan air dan sebagainya.
3. Belum terpenuhinya kebutuhan air baku, air bersih dan sanitasi yang layak.
4. Peningkatan pencemaran udara dan air yang sangat meningkat terkait dengan
eksploitasi tak terkendali terhadap sumberdaya alam di Kaltim (pertambangan,
bom ikan, penggunaan bahan kimia pertambangan yang mencemari perairan,
dll).
5. Rendahnya penggunaan data base dan sistem informasi untuk menguji kualitas
tanah, udara dan air.
6. Fasilitas sarana dan prasarana pengendali banjir belum berfungsi optimal.
7. Rendahnya produktivitas pertanian.
8. Mengendalikan alih fungsi lahan pertanian sebagai upaya meningkatkan
ketahanan pangan dari perkembangan fungsi-fungsi kawasan budi daya seperti
kawasan permukiman, fungsi kawasan perdagangan dan fungsi kawasan
industri.
9. Eksploitasi dan eksplorasi Sumberdaya Air semakin meningkat sesuai dengan
peningkatan kebutuhan masyarakat dan industri yang dalam pelaksanaan tidak
menimbulkan kerusakan lingkungan.
A. Penjelasan visi
Penjelasan visi di atas adalah sebagai berikut :
1. Infrastruktur
Pengertian “Infrastruktur”adalah infrastruktur yang berada didalam lingkup
dan bidang kerja organisasi yang meliputi : infrastruktur sumber daya air, bina
marga, cipta karya, perumahan dan permukiman, penataan ruang dan bina
konstruksi.
2. Hijau
Pengertian “Hijau” adalah setiap proses pembangunan infrastruktur dari
perencanaan, pembangunan, pengelolaan serta pemeliharaan selalu berbasis
pada pembangunan yang mendukung pada terciptanya keselarasan yaitu :
a. Berdasarkan pada daya dukung lingkungan yaitu konservasi/
penghematan penggunaan energi, pengurangan limbah emisi/gas buang
yang berupa : CO2, CH4, benda yang tidak/kurang dapat terurai dan
Logam Berat/Beracun lainnya yang mempengaruhi lingkungan air, tanah
dan udara;
Keterkaitan Visi
Perumusan Misi
Tabel 4.1 Keterkaitan Misi Rencana Strategis SKPD dengan Rencana Strategis
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2015-2019
dan Rancangan P-RPJMD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2013-2018.
NO Strategi Kebijakan
Secara rinci keterkaitan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, indikator kinerja sampai
dengan Program dapat dilihat pada Tabel 4.3. Matrik Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan
Target Kinerja.
Terselenggaranya penataan
Mewujudkan sinergitas dan
ruang (pengaturan, pembinaan,
efektivitas pengembangan wilayah Penetapan rencana tata ruang,
pelaksanaan, pengawasan) yang Penyiapan peraturan, pedoman
dan keterpaduan antar sektor Peningkatan penyelenggaraan Persentase bobot penyelenggaraan pedoman bidang penataan Program Penyelenggaraan Penataan
mampu mendukung wilayah 64.83% 74.14% % 67.83 70.83 72.14 73.14 74.14 dan pemanfaatan bidang penataan
dengan tetap mempertimbangkan penataan ruang penataan ruang ruang, dan operasionalisasi Ruang
Misi 1 : Menyelenggarakan provinsi maju secara ruang
keberlanjutan dan daya dukung rencana tata ruang
penataan ruang yang mampu berkelanjutan dan berdaya
lingkungan.
menjadi landasan dalam dukung lingkungan
pengembangan wilayah serta Meningkatkan kapasitas
A
keterpaduan antar sektor melalui kelembagaan dan SDM aparatur Program Penyelenggaraan
pendekatan partisipasi dan jasa konstruksi serta Pembinaan Jasa Konstruksi
masyarakat dan pembangunan Meningkatkan pembinaan usaha
penelitian dan pengembangan Meningkatnya kapasitas dan kinerja
berkelanjutan ; Meningkatnya pelayanan jasa Persentase peningkatan kompetensi konstruksi nasional yang kompetitif, Pembinaan usaha jasa konstruksi Program Pengaturan dan
bidang pekerjaan umum dan 22.34% 58.68% pembina jasa konstruksi di Provinsi % 32.34 37.34 42.34 50.34 58.68
konstruksi masyarakat di bidang jasa konstruksi profesional dan berdaya saing yang profesional Pemberdayaan Masyarakat Jasa
permukiman untuk meningkatkan serta Kab/Kota
tinggi di tingkat nasional Konstruksi
kinerja pelayanan bidang
pekerjaan umum dan jasa Program Pengawasan Jasa
konstruksi Konstruksi
Menyusun perencanaan
Mendukung pencegahan Terwujudnya infrastruktur
Menurunnya luas kawasan rawan Mengembangkan daya dukung infrastruktur pengendali banjir dan
bencana banjir di daerah rawan 450 Ha 415 Ha pengendali banjir serta mencegah Luas genangan banjir Ha 440 430 425 420 415 Program Pengendalian banjir
banjir infrastruktur pengendali banjir. perencanaan antisipasi terhadap
banjir. intrusi air laut.
banjir.
BAB IV
D
Menyusun perencanaan
Program Penanggulangan
Berkurangnya rumah tidak layak Terwujudnya lingkungan Persentase penurunan rumah tidak infrastruktur dan keruangan Meningkatkan kualitas lingkungan
36.721 Unit 35.636 Unit % 4.83 4.78 4.76 4.75 4.73 Kemiskinan Bidang perumahan dan
huni bagi masyarakat tidak mampu permukiman yang layak huni layak huni terhadap kawasan permukiman permukiman.
Permukiman
layak huni
Misi 4 : Mengembangkan
infrastruktur dasar permukiman
dan bangunan guna mendukung
Terwujudnya kualitas lingkungan
terciptanya kawasan permukiman
permukiman yang tertata, bersih
yang layak huni, sehat, produktif,
dan sehat
berwawasan lingkungan serta
ramah terhadap masyarakat yang
berkebutuhan khusus. Jumlah debit air bersih yang
370 L/dt 680 L/dt Liter/dtk 470 480 480 480 680
dihasilkan
Meningkatkan jumlah pengolahan
Meningkatnya ketersediaan debit Meningkatkan layanan air minum
air minum dan pengolahan air
air minum bagi masyarakat yang Meningkatnya ketersediaan untuk meningkatkan kualitas
limbah dengan memanfaatkan Program Pengembangan Kinerja
kontinyu. infrastruktur air minum dan air manusia.
sumber-sumber air baku. Pengelolaan Air Minum dan Air
955 947 limbah bagi masyarakat perkotaan Jumlah desa / Kelurahan yang Desa /
954 953 952 949 947 Limbah
Desa/Kelurahan Desa/Kelurahan dan perdesaan belum memiliki air bersih Kelurahan
BAB IV
Tabel 5.1. Matrik Rencana Program dan Kegiatan serta Pagu Indikatif
tahun 2013 - 2018 dapat dilihat berikut ini :
Program Pembangunan Jalan dan Panjang Jalan Provinsi dengan 1,421,830,093,711 483,058,689,950 392,790,484,123 18,647,962,200 23,500,000,000
is
1.03.15 Bidang Bina Marga 46,11 Km 72,20 Km 108,70 Km 112,70 Km 116,70 Km
teg
Jembatan Kapasitas Daya Mampu 10 Ton
ra
St
1.03.24 Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa Bidang Sumber Daya Air 4.150 Ha 4.400 Ha 4.850 Ha 4.950 Ha 5.050 Ha
teg
terlayani
ra
1.03.25 Bidang Sumber Daya Air Jumlah Kapasitas Air Baku 75 L/detik 75 L/detik 80 L/detik 80 L/detik 330 L/detik
teg
Air Baku
ra
St
1.03.27 Pengelolaan Air Minum dan Air Bidang Cipta Karya Jumlah kapasitas air bersih 470 L/dt 480 L/dt 480 L/dt 480 L/dt 680 L/dt
teg
ra
Limbah
St
1.03.28 Program Pengendalian Banjir Bidang Sumber Daya Air Luas Genangan Banjir 440 Ha 430 Ha 425 Ha 420 Ha 415 Ha
teg
ra
St
BAB V - 1
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
PROGRAM / KEGIATAN SUB UNIT SKPD 2014 2015 2016 2017 2018
KODE TIPE
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
is
1.04.15 Kemiskinan Bidang Sarana dan
teg
Permukiman
ra
Prasarana Dasar Permukiman
St
Jumlah perumahan MBR yang
dibantu jalan lingkungan oleh 0 74 Perumahan 81 Perumahan 84 Perumahan 85 Perumahan
Pemerintah
is
1.03.65 2 Kecamatan - 3 Kecamatan 86,000,000,000 4 Kecamatan 59,205,467,775 5 Kecamatan 13,490,000,000 5 Kecamatan 4,000,000,000
teg
Bidang Bina Marga
Wilayah Sektor Jalan dan Jembatan prasarana transportasi Jalan &
ra
St
Jembatan
Program Peningkatan Daya Saing Persentase Penyediaan air - 2,295,000,000 7,127,086,000 6,523,600,000 2,950,000,000
is
1.03.62 Bidang Sumber Daya Air 1.80% 1.80% 2.04% 2.04% 13.40%
teg
maksimum 10 Ton
Skor Penyelenggaraan
12,870,361,354 - - - - - - - -
is
1.05.15 Program Perencanaan Tata Ruang Bidang Penataan Ruang Skor 67,83
teg
Penataan Ruang
ra
St
Skor Penyelenggaraan
3,816,138,000 - - - -
is
Penataan Ruang
ra
St
1.05.19 Bidang Penataan Ruang 0 Skor 70,83 Skor 72,14 Skor 73,14 Skor 74,14
teg
BAB V - 2
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
PROGRAM / KEGIATAN SUB UNIT SKPD 2014 2015 2016 2017 2018
KODE TIPE
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
ial
Program Pengembangan Wawasan Bangunan Prasarana dan
jer
1.03.64 Bidang Cipta Karya 12 unit 64,553,475,000 2 unit 13,255,000,000 2 unit 10,673,864,000 2 unit 54,883,000,000 2 unit 10,000,000,000
ne
Kebangsaan Sarana Ibadah
Ma
Program Pengembangan Sarana dan Kapasitas Sarana Prasarana 5.942 Orang
ial
1.05.18 Bidang Cipta Karya 5.942 Orang (90%) 102,081,339,748 83,644,000,000 0 - 0 - 0 -
jer
Prasarana Publik Publik (100%)
ne
Ma
Program Peningkatan Sarana dan Kapasitas Sarana dan
ia
jer
1.05.20 Bidang Cipta Karya 0 6,987,175,000 35 Orang 4,700,000,000 0 - 0 - 0 -
ne
Prasarana Olahraga Prasarana olah raga
l
Ma
Pelayanan Publik
ne
Ma
Turap/Talud/Bronjong
po
longsoran
Tu
1.03.20 Program Inspeksi Kondisi Jalan Bidang Bina Marga 2 Lap 2,000,000,000 2 Lap 2,000,000,000 2 Lap 1,370,478,500 1 Lap 500,000,000 1 Lap 500,000,000
k
po
dan Jembatan
Tu
Program Tanggap Darurat Jalan dan Jumlah titik jalan dalam kondisi
si
BAB V - 3
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
PROGRAM / KEGIATAN SUB UNIT SKPD 2014 2015 2016 2017 2018
KODE TIPE
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
si
k
Strategis dan Cepat Tumbuh dikembangkan
po
Tu
Program Penyusunan Program & Persentase Program/Kegiatan
si
1.03.31 Sekretariat 100% 1,491,440,000 100% 2,073,657,470 100% 1,260,301,500 0% - 0% -
k
po
Monitoring Kegiatan ke-PU-an ke-Pu-an yang mencapai Target
Tu
Program Peningkatan Pengaturan dan Persentase peningkatan
si
1.03.36 Pemberdayaan Masyarakat Jasa Bidang Bina Konstruksi kompetensi masyarakat di 32.34% 1,592,080,000 37.34% 1,520,111,400 42.34% 494,064,650 50.34% 1,603,100,000 58.68% 1,514,000,000
k
po
Tu
Konstruksi bidang jasa konstruksi
1.03.37 Bidang Bina Konstruksi yang diperbaharui / dicabut / 87.78% 348,500,000 46.74% 225,000,000 30.31% 145,815,700 30.31% 145,500,000 30.31% 288,000,000
k
po
Konstruksi
Tu
direview
an informasi
po
Tu
Sekretariat ; UPTD
Program Peningkatan dan Wilayah Tengah ; UPTD
si
1.20.17 Pengembangan Pengelolaan Wilayah Timur ; UPTD Persentase SILPA 5.45% 1,879,800,000 6.05% 2,139,100,000 5.65% 2,092,800,000 0% - 0% -
k
po
Tu
Sekretariat ; UPTD
Wilayah Tengah ; UPTD
al
1.03.01 Wilayah Timur ; UPTD 5 Unit Kerja 9,260,798,600 5 Unit Kerja 12,373,284,390 5 Unit Kerja 11,801,309,500 5 Unit Kerja 9,557,149,000 5 Unit Kerja 9,000,000,000
as
Wilayah Utara
Sekretariat 1 Unit Kerja 4,477,800,000 1 Unit Kerja 6,390,700,000 1 Unit Kerja 5,042,669,500 4 Unit Kerja 9,557,149,000 4 Unit Kerja 9,000,000,000
UPTD Wilayah Tengah 1 Unit Kerja 932,498,600 1 Unit Kerja 1,542,500,000 1 Unit Kerja 1,746,700,000 0% - 0% -
UPTD Wilayah Timur 1 Unit Kerja 1,832,000,000 1 Unit Kerja 2,066,000,000 1 Unit Kerja 2,100,800,000 0% - 0% -
UPTD Wilayah Selatan 1 Unit Kerja 966,700,000 1 Unit Kerja 1,419,700,000 1 Unit Kerja 1,405,500,000 0% - 0% -
UPTD Wilayah Utara 1 Unit Kerja 1,051,800,000 1 Unit Kerja 954,384,390 1 Unit Kerja 1,505,640,000 0% - 0% -
BAB V - 4
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
PROGRAM / KEGIATAN SUB UNIT SKPD 2014 2015 2016 2017 2018
KODE TIPE
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Bidang Cipta Karya,
Sekretariat ; UPTD
Jumlah Unit Kerja Internal
al
Program peningkatan Sarana dan Wilayah Tengah ; UPTD
ion
1.03.02 SKPD yang tercukupi Sarana 5 Unit Kerja 59,629,406,153 5 Unit Kerja 68,452,026,650 5 Unit Kerja 90,468,668,295 5 Unit Kerja 3,192,350,000 5 Unit Kerja 3,402,685,000
as
Prasarana Aparatur Wilayah Timur ; UPTD
er
dan Prasarana
Op
Wilayah Selatan ; UPTD
Wilayah Utara
Sekretariat 1 Unit Kerja 1,212,400,000 1 Unit Kerja 1,363,400,000 1 Unit Kerja 895,600,000 4 Unit Kerja 3,192,350,000 4 Unit Kerja 3,402,685,000
UPTD Wilayah Tengah 1 Unit Kerja 718,300,000 1 Unit Kerja 1,381,200,000 1 Unit Kerja 1,749,199,000 0% - 0% -
UPTD Wilayah Timur 1 Unit Kerja 5,322,150,000 1 Unit Kerja 2,488,750,000 1 Unit Kerja 2,635,750,000 0% - 0% -
UPTD Wilayah Selatan 1 Unit Kerja 10,512,989,000 1 Unit Kerja 1,012,700,000 1 Unit Kerja 758,000,000 0% - 0% -
UPTD Wilayah Utara 1 Unit Kerja 6,351,540,000 1 Unit Kerja 2,963,600,000 1 Unit Kerja 397,000,000 0% - 0% -
Bidang Cipta Karya 4 unit kerja 35,512,027,153 4 unit kerja 59,242,376,650 3 unit kerja 84,033,119,295 0% - 0% -
Sekretariat ; UPTD
Wilayah Tengah ; UPTD
al
Program peningkatan disiplin Jumlah pelanggaran disiplin
ion
1.03.03 Wilayah Timur ; UPTD 0 Kasus 299,700,000 0 Kasus 726,400,000 0 Kasus 159,200,000 0% - 0% -
as
Wilayah Utara
1.03.05 memenuhi kompetensi sesuai 447 Orang 2,623,820,000 473 Orang 3,736,054,000 468 Orang 2,796,040,575 0 - 739 Orang 1,019,000,000
as
standart
Op
Sekretariat 300 Orang 295,000,000 300 Orang 390,000,000 300 Orang 115,000,000 0 - 0 -
UPTD Wilayah Tengah 58 Orang 60,000,000 59 Orang 75,000,000 59 Orang 100,000,000 0 - 0 -
UPTD Wilayah Timur 23 Orang 25,000,000 23 Orang 25,000,000 23 Orang 45,000,000 0 - 0 -
UPTD Wilayah Selatan 52 Orang 60,000,000 50 Orang 70,000,000 50 Orang 80,000,000 0 - 0 -
UPTD Wilayah Utara 36 Orang 30,000,000 41 Orang 35,000,000 36 Orang 37,500,000 0 - 0 -
Bidang Bina Konstruksi 290 Orang 1,450,320,000 405 Orang 741,054,000 574 Orang 1,338,040,575 0 - 739 Orang 1,019,000,000
Bidang SDA 240 Orang 703,500,000 240 Orang 2,400,000,000 240 Orang 1,080,500,000 0 - 0 -
dan Keuangan
Op
BAB V - 5
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
PROGRAM / KEGIATAN SUB UNIT SKPD 2014 2015 2016 2017 2018
KODE TIPE
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Meningkatnya kapasitas
al
Program Peningkatan Kapasitas Sekretariat, UPTD Wilayah
ion
1.03.09 kelembagaan pemerintah 0% - 0% - 0% - 100% 2,407,100,000 100% 2,200,000,000
as
Kelembagaan Pemerintah Daerah I, II dan III
er
daerah
Op
Program Penyusunan Dokumen
Meningkatnya kinerja instansi
al
Perencanaan, Pengendalian dan
ion
1.03.10 Sekretariat pemerintah (target dari nilai 0% - 0% - 0 - Nilai 75 705,400,000.00 Nilai 78 1,200,000,000.00
as
Evaluasi Penyelenggaraan
er
LAKIP)
Op
Pemerintahan
ial
-
jer
1.03.73 Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung Bidang Cipta Karya yang tercukupi sarana 0 0 - 0 - 6 unit kerja 30,113,218,000 4 unit kerja 25,000,000,000
ne
Ma
Pemerintah prasarana
kondisi baik
Tu
0 0 0 10 Ha 10 Ha
kondisi baik
0 0 0 19.193 Ha 19.193 Ha
kondisi baik
0% 0% 0% 2.000 Ha 2.000 Ha
kondisi baik
BAB V - 6
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI 2014 2015 2016 2017 2018
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Penyusunan norma, standar, dan kriteria Provinsi Kalimantan Jumlah dokumen audit pemanfatan
1.05.16.002 1 Dokumen (Kukar) 978,000,000.00
pemanfaatan ruang Timur ruang Kab/Kota
Pelatihan aparat dalam pemanfaatan Provinsi Kalimantan Jumlah aparat yang mengikuti
1.05.16.006 100 Orang 535,263,000
ruang Timur pelatihan
Sosialisasi kebijakan, norma, standar, Provinsi Kalimantan
1.05.16.007 Jumlah orang tersosialisasi 100 Orang 529,237,000
prosedur dan manual pemanfaatan ruang Timur
Jumlah Rapat/pertemuan
Koordinasi dan fasilitasi penyusunan Provinsi Kalimantan penyusunan pemanfaatan ruang 1 Kali
1.05.16.008 1,614,138,000
pemanfaatan ruang lintas kabupaten/kota Timur Jumlah peta citra satelit Provinsi
1 Peta
Kaltim
Monitoring, evaluasi dan pelaporan Provinsi Kalimantan Jumlah Monev dilakukan kab/kota 1 Kali 159,500,000
1.05.16.009
pelaksanaan pemanfaatan tata ruang Timur Jumlah dokumen monitoring
pemenuhan SPM Penataan Ruang
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI 2014 2015 2016 2017 2018
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Penyusunan kebijakan pengendalian Provinsi Kalimantan Jumlah peraturan zonasi 1 Peraturan Zonasi
1.05.17.001 1,429,368,750
pemanfaatan ruang Timur pengendalian pemanfaatan ruang KSP Maloy
Fasilitasi peningkatan peran serta
Provinsi Kalimantan
1.05.17.003 masyarakat dalam pengendalian Jumlah orang terfasilitasi
Timur
pemanfaatan ruang
1 Dokumen Insentif
Jumlah prosedur standar 1 SOP
Penyusunan prosedur dan manual Provinsi Kalimantan & Disinsentif
1.05.19.021 operasionalisasi pengendalian Pemanfaatan 791,000,000 802,566,700 - 1 Dokumen 400,000,000
pengendalian pemanfaatan ruang Timur Pemanfaatan
pemanfaatan ruang Ruang
Ruang
Pelatihan aparat dalam pengendalian Provinsi KalimantanJumlah aparat yang mengikuti
1.05.19.022 - -
pemanfaatan ruang Timur pelatihan
Provinsi KalimantanJumlah audit pemanfaatan ruang 1 Dokumen
1.05.19.023 Pengawasan pemanfaatan ruang - - 795,662,200 -
Timur Kab/Kota (Bontang)
Jumlah pertemuan pembahasan
Koordinasi dan fasilitasi pengendalian Provinsi Kalimantan
1.05.19.024 pengendalian pemanfaatan ruang - 4 Kali 725,380,000 4 Kali 500,000,000
pemanfaatan ruang lintas kabupaten/kota Timur
lintas kabupaten/kota
Sosialisasi kebijakan pengendalian
1.05.19.25 Jumlah orang tersosialisasi - - - -
pemanfaatan ruang
Monitoring, evaluasi dan pelaporan
Provinsi Kalimantan
1.05.19.026 pelaksanaan pengendalian pemanfaatan Jumlah Monev dilakukan -
Timur
ruang
Kajian indikator pengaturan ruangan Provinsi Kalimantan
1.5.19.030 Jumlah dokumen kajian indikator - - - -
kalimantan timur pasca kaltara terbentuk Timur
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI 2014 2015 2016 2017 2018
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI 2014 2015 2016 2017 2018
(OUT COME PROGRAM)
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
(OUT PUT KEGIATAN)
BAB V - 1
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI 2014 2015 2016 2017 2018
(OUT COME PROGRAM)
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
(OUT PUT KEGIATAN)
Program Penyediaan dan
1.03.25 Jumlah Kapasitas Air Baku 75 L/detik 43,754,000,000 75 L/detik 51,200,000,000 80 L/detik 42,742,634,926 80 L/detik 33,585,000,000 330 L/detik 95,210,622,474
Pengelolaan Air Baku
Jumlah Bangunan
Bendungan / Bendung yang 1 unit bendung 1 unit bendung 1 unit bendung 1 unit bendung 1 unit bendung
Pembangunan prasarana terbangun
1.03.25.001 Kutim 38,489,000,000 44,500,000,000 38,653,634,926 33,585,000,000 95,210,622,474
pengambilan dan saluran pembawa Panjang Jaringan Pipa
Transmisi Air Baku yang 1200 m' 2946 m' 7325 m' 3000 m' 16000 m'
terbangun
Peningkatan distribusi penyediaan air Jumlah Pos Hidrologi yang
1.03.25.006 Se-Kaltim 10 unit 5,265,000,000 6 unit 3,700,000,000 0 - 0 - 0 -
baku terbangun
Pembangunan Sumur-Sumur Air Balikpapan, Jumlah sumur air tanah
1.03.25.004 0 - 2 unit 3,000,000,000.00 1 unit 4,089,000,000.00 0 - 0 -
Tanah Kutim terbangun
1.03.28 Program Pengendalian Banjir Luas Genangan Banjir 440 Ha 111,074,706,280 430 Ha 109,155,000,000 425 Ha 54,513,999,950 420 Ha 39,673,057,000 415 Ha 21,870,857,000
Jumlah bendungan
12,061,077,800 15,550,000,000 6,209,670,000 1 unit bendali
Pembangunan Reservoir Pengendali pengendali banjir
1.03.28.001 Samarinda 7,959,200,000
Banjir
Panjang Saluran Drainase 0 - 0 - 0 - 2595 m 405 M 5,000,000,000
Jumlah bendungan
Peningkatan Pembangunan Pusat- Kutim, 0 0 0 0 0
1.03.28.008 pengendali banjir 39,955,717,541 23,500,000,000 10,935,258,600 8,843,000,000 5,000,000,000
Pusat Pengendali Banjir Samarinda
Panjang Saluran Drainase 1750 m' 855 m' 480 m' 9210 m' 138 m'
Samarinda,
Peningkatan Pembersihan dan Panjang Sungai dan saluran
1.03.28.007 Kukar, 2000 m' 12,673,296,700 3440 m' 22,300,000,000 1667 m' 10,564,369,000 18 m' 1,392,600,000 30 m' 1,392,600,000
Pengerukan Sungai/Kali drainase
Bontang
Mengendalikan Banjir pada Daerah Jumlah kolam retensi 0 0 0 1 unit 1 unit
1.03.28.006 Tangkapan Air dan Badan-Badan Samarinda 14,084,114,239 13,400,000,000 4,962,895,850 5,478,257,000 5,478,257,000
Sungai Panjang Saluran Drainase 700 m' 780 m' 600 m' 400 m' 240 m'
BAB V - 2
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
1.03.15.001 Perencanaan Pembangunan Jalan Tersebar Jumlah laporan perencanaan jalan 10 Dokumen 7,115,000,000 9 Dokumen 10,000,000,000 7 Dokumen 6,987,767,850 1 Dokumen 1,439,050,000 1 Dokumen 1,000,000,000
Jumlah laporan perencanaan
1.03.15.004 Perencanaan Pembangunan Jembatan Tersebar 7 Dokumen 4,575,000,000 6 Dokumen 7,500,000,000 2 Dokumen 4,796,319,000 - - - -
jembatan
Pengawasan Pembangunan Jalan dan Jumlah laporan pengawasan 55 Dokumen 29,985,000,000 41 Dokumen 31,624,750,000 41 Dokumen 28,855,882,740 16 Dokumen 16 Dokumen
1.03.15.007 Tersebar 14,708,912,200 10,000,000,000
Jembatan Jumlah laporan pengawasan
4 Dokumen 4 Dokumen
(DAK)
Peningkatan Jalan Samarinda - Panjang Jalan yang ditingkatkan
1.03.15.009 Samarinda 0,65 Km 7,350,644,001 1 Km 10,000,000,000 1,4 Km 13,973,814,000 - - - -
Anggana (Rigid)
Panjang Jalan yang ditingkatkan
1.03.15.010 Peningkatan Jalan Sanga2 - Dondang Kukar 4 Km 35,000,000,000 2 Km 20,000,000,000 3,5 Km 9,276,741,200 - - - -
(Rigid)
Pembangunan Jalan Sebulu - Ma.
1.03.15.012 Kukar Panjang Jalan yg dibangun 2 Km 10,000,000,000 - - - - - - - -
Kaman
Pembangunan Jalan Km 13 -
1.03.15.015 Balikpapan Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 1.7 Km 44,794,790,000 - - - - - - - -
Pelabuhan Kariangau
Pembangunan Jembatan P. Balang Panjang Jembatan yg dibangun (1
1.03.15.037 PPU 470 M (98% ) 75,000,000,000 - - - - - -
Bentang Pendek buah jembatan)
Pembangunan Jalan Rifaddin -
1.03.15.039 Samarinda Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 2 Km 40,736,119,863 - - - - - - - -
Jembatan Mahulu
Pembangunan Jalan Tol Balikpapan - Panjang jalan Tol yang dibangun
1.03.15.040 1,6 Km 88,171,913,000
Samarinda (seksi 1)
1.03.15.049 Pembangunan Jalan Gusiq-SP Blusuh Kubar Panjang Jalan yg dibangun Retensi MYC 13,040,641,000 - - - - - - - -
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Panjang Jalan yang ditingkatkan (
1.03.15.115 Peningkatan Jalan Sp. Blusuh - Damai Kubar 0,3 Km 10,000,000,000 1,60 Km 10,000,000,000 - - - - - -
Rigid dan Aspal)
Master Plan Jaringan Jalan Provinsi Aplikasi Master Plant Jaringan
1.03.15.116 se-Kaltim 1 Dokumen 3,500,000,000 - - - - - - - -
Kaltim Berbasis Web Jalan
Pembangunan Jalan Simpang Resak - Panjang Jalan yang dibangun
1.03.15.117 Kubar 109 Km 60,000,000,000 - - - - - - - -
Petung (Rigid 1 Km ; Tanah 109 Km)
Pembangunan Jalan Poros Batu Panjang Jalan yg dibangun (Rigid
1.03.15.118 Samarinda 1.4 Km 20,000,000,000 1.4 Km 20,000,000,000 - - - - - -
Besaung - Berambai Pav)
Panjang Jalan yg dibangun (Rigid
1.03.15.119 Pembangunan Jalan Jakarta 2 Samarinda 100 M 2,000,000,000 - - - - - - - -
Pav)
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Jumlah kecamatan terisolasi
Program Pembukaan Keterisolasian yang dapat diakses sarana dan - 86,000,000,000 59,205,467,775 13,490,000,000 4,000,000,000
1.03.65 2 Kecamatan 3 Kecamatan 4 Kecamatan 5 Kecamatan 5 Kecamatan
Wilayah Sektor Jalan dan Jembatan prasarana transportasi Jalan &
Jembatan
Pembangunan Jalan Sakaq Lotoq - Sp.
1.03.65.001 Kukar Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 1 km 15,000,000,000 0,50 Km 8,829,783,700 0,25 Km 3,745,000,000 - -
Abit - Kahala Kota Bangun
Pembangunan Jalan Batu Cermin - L2
1.03.65.002 Kukar Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 0.5 km 5,000,000,000 0,2 km 2,508,903,200 - - - -
Tenggarong
Pembangunan Jalan Ma. Bengkal - Sp. Panjang Jalan yg dibangun
1.03.65.005 Kutai Timur 5 Km 10,000,000,000 3,1 km 4,314,751,100 - - - -
Batu Ampar (Agregat)
Pembangunan Jalan Long Bagun - Long Panjang Jalan yg dibangun
1.03.65.007 Kutai Barat 7 km 15,000,000,000 15 km 20,681,615,875 5 Km 3,745,000,000 5 Km 4,000,000,000
Pahangai - Long Apari (Tanah)
Pembangunan Jalan Sp. Kelay - Panjang Jalan yg
1.03.65.008 Kutai Timur - - - - - - - -
Logpond (Rantau Nibung) dibangun(Agregat)
Jumlah Pengadaan Jembatan semi 126 M (6 Unit 207 M (7 Unit
Kutai Barat - - - -
permanen (20% ) (20% )
Pembangunan Jembatan Long Bagun -
1.03.65.009 Panjang Jembatan semi permanen 20,000,000,000 22,870,413,900 6,000,000,000 -
Long Pahangai - Long Apari 126 M (6 Unit) 207 M (7 Unit)
yg dibangun/terpasang (13 unit - - - -
(100% ) (100% )
jembatan)
Pembangunan Jembatan Ruas Jalan Panjang Jembatan yg dibangun (2
1.03.65.010 Kukar, Kubar - - - - - - - - - -
Sakaq Lotoq - Kota Bangun buah jembatan)
Panjang Jembatan yg dibangun (1
1.03.65.011 Pembangunan Jembatan Rico PPU - - - - - - - - - -
buah jembatan)
perkuatan pilar
1.03.65.012 Pembangunan Jembatan Tering Kubar Jumlah Pilar yang dibangun - - 21,000,000,000 - - - - - -
utama
Panjang jalan untuk mendukung
Program Peningkatan Daya Saing kawasan strategis dengan
1.03.59 50,01 Km - 62,17 Km 555,244,159,592 62,99 Km 228,524,680,626 62,99 Km 91,933,242,000 65,54 Km 533,858,254,190
Investasi Sektor Jalan dan Jembatan kapasitas daya mampu
maksimum 10 Ton
Pembangunan Jalan Akses Jembatan Panjang Jalan yg dibangun (Badan
1.03.59.001 PPU, Balikpapan 1,7 Km 50,000,000,000 3.0 km 30,696,196,300 0,5 Km 10,000,000,000 0,5 Km 10,000,000,000
Pulau Balang Jalan dan Rigid)
Pembangunan Jalan Samarinda (TPK
1.03.59.002 Samarinda Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 1,50 Km 15,000,000,000 - - - - - -
Palaran) - Sanga-sanga
Pembangunan Jalan Pendekat
Panjang Jalan yg dibangun (fly
1.03.59.003 Jembatan Mahakam 4 (Jembatan Samarinda 0 Km 50,000,000,000 1,2% (0,88 Km) 29,108,557,000 57,39% (0,88 Km) 32,619,768,000 100% (0,88 Km) 393,466,415,730
Over) 2 sisi
Kembar) Samarinda
Pembangunan Jalan Km 13 -
1.03.59.004 Balikpapan Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) - - - - - - - -
Pelabuhan Kariangau
Pembangunan Jalan Outer Ring Road
1.03.59.005 Samarinda Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 0,50 Km 20,000,000,000 1,60 Km 17,459,679,500 - - - -
Jembatan Mahulu - Jakarta - M. Said
Pembangunan Jalan Rifaddin -
1.03.59.006 Samarinda Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) - - - - - - - -
Jembatan Mahulu
Pembangunan Jalan Dalam Kawasan Panjang Jalan yg dibangun (badan
1.03.59.007 Kutai Timur 2,50 km 103,000,000,000 0,40 km 38,734,424,000 0,05 KM 4,208,350,000 0,05 KM 5,000,000,000
Maloy jalan dan rigid)
Pembangunan Jalan Outer Ring Road -
Panjang Jalan yg dibangun
1.03.59.008 Bandara Samarinda Baru (Batu cermin - Samarinda 2.00 km 10,000,000,000 0,05 Km 6,371,785,250 - - - -
(Tanah)
Sei. Siring)
Peningkatan Jalan Harun Nafsi - Panjang Jalan yang ditingkatkan
1.03.59.009 Samarinda - - 7,70 Km 148,510,750,000 1,20 Km 41,086,950,570 - - - -
Rifaddin (Rigid)
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Penyeselesaian
Samarinda, Kukar, Jumlah luas lahan yang
1.03.59.010 Pembebasan Lahan 144,35 Ha 43,733,409,592 115, 48 Ha 49,689,844,006 administrasi 3,476,000,000 -
Balikpapan dibebaskan
Dokumen
Pembangunan Fender Jembatan P. Jumlah fender jembatan yang
1.03.59.011 PPU - - 1 Unit 25,000,000,000 - - - - - -
Balang Bentang Pendek dibangun
Pembangunan Jembatan Mahakam IV Panjang Jembatan yg dibangun (1
1.03.59.012 Samarinda 1 Unit (54% ) 75,000,000,000 1 Unit (72,82% ) 15,377,244,000 1 Unit (100% ) 41,629,124,000 100% 125,391,838,460
(Kembar) buah jembatan)
Pembangunan Jembatan P. Balang Panjang Jembatan yg dibangun (1
1.03.59.013 PPU 470 M (100% ) 15,000,000,000 - - - - - -
Bentang Pendek buah jembatan)
Ketersediaan jalan Tol pada
1.03.60 Program Pembangunan Jalan Tol 1,6 Km - 1,6 Km 210,555,886,000 10,32 Km 243,909,053,103 16,35 Km 288,377,368,800 22,50 Km 727,946,410,516
seksi 1
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
1.03.18.011 Pemeliharan Jalan Di Kabupaten Pasir Pasir panjang Jalan yang diperlihara - - - - - - - - - -
Pemeliharaan Jalan Di Kabupaten
1.03.18.013 Berau Panjang Jalam yang Dipelihara - - - - - - - - - -
Berau
Pemeliharaan jalan Di Kabupaten Kutai
1.03.18.022 Kukar Panjang Jalan yang di perlihara - - - - - - - - - -
Kartanegara
1.03.18.044 Pemeliharaan Jalan di Kabupaten PPU Kab.Penajam Panjang Jalan Yang Dipelihara - - - - - - - - - -
1.03.18.045 Pemeliharaan Jalan Dikota Bontang Bontang Panjang Jalan Yang Dipelihara - - - - - - - - - -
Pemeliharaan Jalan Di kabupaten Kutai
1.03.18.046 Kutim Panjang Jalan Yang Dipelihara - - - - - - - - - -
Timur
Pemeliharaan Jalan Dikabupaten Kutai
1.03.18.047 Kubar Panjang Jalan Yang Dipelihara - - - - - - - - - -
Barat
Pemeliharaan Jalan Di Kabupaten
1.03.18.048 Kab.Mahakam Panjang Jalan Yang Dipelihara - - - - - - - - - -
Mahakam Ulu
Program Pembangunan Panjang Turap / Talud / Bronjong 35,159,378,650 31,000,000,000 11,974,873,500 5,889,450,000 2,500,000,000
1.03.17 100 M 100 M 55 M 50 M 50 M
Turap/Talud/Bronjong yg berfungsi menahan longsoran
1.03.20.001 Inspeksi Kondisi Jalan se-Kaltim Panjang jalan diinspeksi 1.628,07 Km 1,000,000,000 1.628,07 Km 1,000,000,000 1.628,07 Km 690,882,500 1.628,07 Km 500,000,000 1.628,07 Km 500,000,000
1.03.20.002 Inspeksi Kondisi Jembatan se-Kaltim Jumlah jembatan diinspeksi 205 Unit 1,000,000,000 205 Unit 1,000,000,000 205 Unit 679,596,000 - - - -
Program Tanggap Darurat Jalan dan Jumlah titik jalan dalam kondisi
1.03.21 1 Titik 719,963,350
Jembatan tanggap darurat
Rehabilitasi jalan dalam kondisi tanggap
1.03.21.001 Balikpapan Panjang jalan yang di rehabilitasi Pergub 71 719,963,350 - - - - - - - -
darurat
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
1.03.29.006 Pembangunan Gerbang Kawasan Maloy Maloy, Kutim Jumlah Gerbang 80% 244,650,000 - - - -
1.03.02.003 Pembangunan Gedung Kantor Tersebar di Kaltim Jumlah gedung kantor terbangun 2 unit 29,147,027,153 3 unit 55,177,376,650 2 unit 70,697,074,295
1.03.73.001 Pembangunan Gedung Pemerintah Tersebar di Kaltim Jumlah gedung kantor terbangun 3 unit 25,132,018,000 3 unit 15,000,000,000
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Program Pengembangan Wawasan Bangunan Prasarana dan 64,553,475,000 13,255,000,000 10,673,864,000 54,883,000,000 10,000,000,000
1.03.64 12 unit 2 unit 2 unit 2 unit 2 unit
Kebangsaan Sarana Ibadah
1.0.3.64.001 Pembangunan Sarana Ibadah Tersebar di Kaltim Jumlah bangunan sarana ibadah 2 unit 13,255,000,000 2 unit 10,673,864,000 2 unit 54,883,000,000 2 unit 10,000,000,000
Program Peningkatan Pelayanan Kapasitas Sarana Prasarana 102,081,339,748 5.942 Orang 83,644,000,000 - - -
1.05.18 5.942 Orang (90%)
Publik Publik (100%)
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
BAB V
INDIKATOR PAGU INDIKATIF
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI (OUT COME PROGRAM) (OUT
PUT KEGIATAN) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
1.03.02.010 Pengadaan Mubelair Samarinda Jumlah jenis mebel kantor 0 - 3 Jenis 100,000,000 1 Jenis 19,200,000 0 - 0 -
BAB V
INDIKATOR PAGU INDIKATIF
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI (OUT COME PROGRAM) (OUT
PUT KEGIATAN) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Jumlah gedung kantor yang
1.03.02.014 Samarinda 6 Unit 373,400,000 6 Unit 366,700,000 6 Unit 309,200,000 0 - 0 -
Kantor terpelihara
Pemeliharaan Rutin/ Berkala Mobil Jumlah mobil jabatan yang
1.03.02.015 Samarinda 3 Unit 20,000,000 4 Unit 25,000,000 4 Unit 20,000,000 0 - 0 -
Jabatan terpelihara
Pemeliharaan Rutin/ Berkala Kendaraan Jumlah kendaraan operasional
1.03.02.016 Samarinda 13 Unit 300,000,000 13 Unit 270,000,000 13 Unit 217,000,000 0 - 0 -
Dinas/Operasional yang terpelihara
Pemeliharaan Rutin/Berkala Jumlah jenis perlengkapan gedung
1.03.02.018 Samarinda 110 Jenis 135,000,000 110 Jenis 205,000,000 110 Jenis 160,000,000 0 - 0 -
Perlengkapan Gedung Kantor kantor terpelihara
Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Jumlah peralatan gedung kantor
1.03.02.020 Samarinda 27 Unit 80,000,000 27 Unit 100,000,000 27 Unit 82,500,000 0 - 0 -
Gedung Kantor terpelihara
1.03.02.021 Pemeliharaan Rutin/ Berkala Meubelair Samarinda Jumlah jenis Meubelair terpelihara 15 Jenis 10,000,000 15 Jenis 25,000,000 15 Jenis 15,000,000 0 - 0 -
Samarinda,
Penyediaan Peralatan dan Kelengkapan Jumlah Peralatan dan
1.03.08.01 Balikpapan, 0 - 0 - 0 - 13 Unit 377,600,000 13 Unit 415,360,000
Sarana dan Prasarana Kelengkapan Kantor
Sangatta, Berau
Jumlah bulan pemeliharaan
Samarinda, peralatan dan kelengkapan sarana 0 - 0 - 0 - 12 Bulan 12 Bulan
Pemeliharaan Peralatan dan
1.03.08.02 Balikpapan, dan prasarana 2,814,750,000 2,987,325,000
Kelengkapan Sarana dan Prasarana
Sangatta, Berau
Luas bangunan yang di rehabilitasi 0 - 0 - 0 - 400 m2 400 m2
Jumlah pelanggaran disiplin
1.03.03 Program peningkatan disiplin aparatur 0 Kasus 403,200,000
aparatur dalam berpakaian
Pengadaan Pakaian Dinas Beserta
1.03.03.002 Samarinda jumlah pakaian dinas 0 - 400 Stel 201,600,000 0 - 0 - 0 -
Perlengkapannya
Pengadaan pakaian khusus hari-hari
1.03.03.005 Samarinda jumlah pakaian khusus hari tertentu 0 - 400 Stel 201,600,000 0 - 0 - 0 -
tertentu
Program Peningkatan Kapasitas Jumlah aparatur yang memenuhi
1.03.05 300 Orang 295,000,000 300 Orang 390,000,000 300 Orang 115,000,000
Sumber Daya Aparatur kompetensi sesuai standart
1.03.05.001 Pendidikan dan Pelatihan Formal Samarinda Jumlah Apartur terlatih 48 Orang 295,000,000 65 Orang 390,000,000 19 Orang 115,000,000 0 - 0 -
Program peningkatan pengembangan
Jumlah Laporan Keuangan SKPD
1.03.06 sistem pelaporan capaian kinerja dan 1 Laporan 414,200,000 - - - -
yang memenuhi standart
keuangan
Penyusunan Pelaporan Keuangan Jumlah laporan keuangan SKPD
1.03.06.002 Samarinda 1 Laporan 414,200,000 0 - 0 - 0 - 0 -
Semesteran yang tersususun
Program Peningkatan Kualitas
1.03.07 Capaian Penerapan SPM 0% 123,000,000
Pelayanan Publik
Penyusunan Standar Pelayanan Minimal
1.03.07.02 Samarinda Jumlah SPM yang diterapkan 1 SPM 123,000,000 0 - 0 - 0 - 0 -
(SPM)
Program Peningkatan Kapasitas Meningkatnya kapasitas
1.03.09 100% 2,407,100,000 100% 2,200,000,000
Kelembagaan Pemerintah Daerah kelembagaan pemerintah daerah
Jumlah kegiatan rapat koordinasi dan
33 Kegiatan 33 Kegiatan
konsultasi keluar daerah
Koordinasi dan konstultasi Kelembagaan 10 Kab/Kota & Luar Jumlah kegiatan rapat koordinasi dan
1.03.09.01 0 - 0 - 0 - 110 Kegiatan 2,227,100,000 110 Kegiatan 2,000,000,000
Pemerintah Daerah Provinsi konsultasi kedalam daerah
Jumlah bulan penyediaan makanan
12 Bulan 12 Bulan
dan minuman untuk rapat dan tamu
Peningkatan Kapasitas Sumber Daya 10 Kab/Kota & Luar Jumlah PNS yang mengikuti
1.03.09.01 0 - 0 - 0 - 125 Orang 180,000,000 125 Orang 200,000,000
Aparatur Provinsi Pelatihan / Bimtek
Program Penyusunan Dokumen
Meningkatnya kinerja instansi
Perencanaan, Pengendalian dan
1.03.10 pemerintah (target dari nilai Nilai 75 705,400,000 Nilai 78 1,200,000,000
Evaluasi Penyelenggaraan
LAKIP)
Pemerintahan
BAB V
INDIKATOR PAGU INDIKATIF
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI (OUT COME PROGRAM) (OUT
PUT KEGIATAN) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
Penyusunan Dokumen Perencanaan dan 10 Kab/Kota & Luar Jumlah dokumen perencanaan dan
1.03.10.01 0 - 0 - 0 - 4 Dokumen 400,300,000 5 Dokumen 600,000,000
Anggaran Provinsi anggaran
Penyusunan Laporan Pengendalian dan 10 Kab/Kota & Luar Jumlah laporan pengendalian dan
1.03.10.02 0 - 0 - 0 - 5 Dokumen 305,100,000 5 Dokumen 600,000,000
Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Provinsi evaluasi pelaksanaan kegiatan
Program Penyusunan Program & Persentase Program/Kegiatan ke-
1.03.31 100% 1,491,440,000 100% 2,073,657,470 100% 1,260,301,500
Monitoring Kegiatan ke-PU-an Pu-an yang mencapai Target
Penyusunan Perencanaan Program ke- Jumlah Dokumen Perencanaan
1.03.31.002 Se-Kaltim 3 Dokumen 440,800,000 3 Dokumen 588,777,250 3 Dokumen 553,901,500 0 - 0 -
PU-an Program ke-PU-an
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan ke-PU- Jumlah Monitoring dan Evaluasi
1.03.31.003 Se-Kaltim 20 Kali 456,020,000 25 Kali 577,880,220 20 Kali 421,600,000 0 - 0 -
an kegiatan ke-PU-an yang dimonitor
Jumlah dokumen Renstra yang di
1.03.31.005 Review Renstra 2014 - 2018 Samarinda 0 - 1 Dokumen 247,000,000 1 Dokumen 214,000,000 0 - 0 -
Review
Penyusunan Laporan Tahunan Kinerja ke- Jumlah dokumen laporan kinerja
1.03.31.006 Samarinda 5 Dokumen 64,800,000 5 Dokumen 110,000,000 5 Dokumen 70,800,000 0 - 0 -
PU-an tahunan
Sosialisasi Tata Pemerintahan yang baik Jumlah sosialisasi yang telah
1.03.31.008 Samarinda 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -
dalam rangka Pencegahan Korupsi dilaksanakan
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
1.03.01.001 Penyediaan Jasa Surat Menyurat Samarinda Jumlah Surat yang disediakan 1428 Surat 10,000,000 858 Surat 6,000,000 858 Surat 6,000,000
Jumlah kendaraan
Penyediaan Jasa pemeliharaan dan
1.03.01.006 Samarinda dinas/operasional yang mendapat 41 Unit 55,000,000 46 Unit 43,000,000 46 Unit 93,900,000
perizinan kendaraan dinas/operasional
pemeliharaan dan perizinan
Luas gedung dan halaman yang
1.03.01.008 Penyediaan Jasa kebersihan kantor Samarinda 1.492,80 M²/Bulan 65,900,000 1.492,80 M²/Bulan 80,000,000
disediakan jasa kebersihan
Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Jumlah peralatan kerja yang
1.03.01.009 Samarinda 29 Unit 10,000,000 31 Unit 12,000,000 35 Unit 13,000,000
Kerja diperbaiki
1.03.01.010 Penyediaan Alat Tulis Kantor Samarinda Jumlah jenis ATK yang disediakan 68 Jenis 65,000,000 48 Jenis 74,600,000 55 Jenis 80,000,000
Penyediaan Barang Cetakan dan
1.03.01.011 Samarinda Jumlah cetakan yang disediakan 6 Jenis 25,000,000 9 Jenis 30,000,000 10 Jenis 37,000,000
Penggandaan
Penyediaan Komponen Instalasi Jumlah ruang yang disediakan
1.03.01.012 Samarinda 1492,80 M² 25,000,000 1492,80 M² 18,000,000 1492,80 M² 26,000,000
Listrik/Penerangan Bangunan Kantor komponen instalasi listrik
Jumlah gedung kantor yang
Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan
1.03.01.013 Samarinda mendapat peralatan dan 19 Jenis 7,500,000 18 Jenis 7,000,000 18 Jenis 9,000,000
Kantor
perlengkapan
Jumlah bacaan dan peraturan
Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan
1.03.01.015 Samarinda perundang-undangan yang 30 Buku 9,500,000 35 Buku 13,000,000 35 Buku 15,000,000
Perundang-Undangan
disediakan
Jumlah orang yang mendapatkan
1.03.010.017 Penyediaan Makanan dan Minuman Samarinda 95 Orang 55,500,000 97 Orang 65,000,000 85 Orang 86,000,000
makanan dan minuman
Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Jumlah koordinasi dan konsultasi
1.03.01.018 Luar Daerah Kaltim 20 Kali 150,000,000 48 Kali 285,000,000 40 Kali 300,000,000
Keluar Daerah ke luar daerah yang dilakukan
Jumlah koordinasi dan pembinaan
Rapat-Rapat Koordinasi, Pembinaan dan Dalam Daerah
1.03.010.19 serta pengawasan ke dalam 250 Kali 337,500,000 1323 Kali 650,000,000 1166 Kali 700,000,000
Pengawasan Ke dalam Daerah Kaltim
daerah yang dilakukan
Pengamanan Aset, Kantor dan Rumah Jumlah gedung yang mendapat
1.03.010.30 Samarinda 3 Orang 63,000,000 4 Orang 84,000,000 4 Orang 100,800,000
Jabatan pengamanan
Jumlah Unit Kerja Internal SKPD
Program Peningkatan Sarana dan
1.03.02 yang tercukupi Sarana dan 1 Unit Kerja 718,300,000 1 Unit Kerja 1,381,200,000 1 Unit Kerja 1,749,199,000
Prasarana Aparatur
Prasarana
1.03.02.003 Pembangunan gedung Kantor Samarinda Jumlah gedung kantor terbangun -
Pengadaan Kendaraan Dinas/ Jumlah unit kendaraan operasional
1.03.02.005 Samarinda -
Operasional diadakan
1.03.02.007 Pengadaan perlengkapan gedung kantor Samarinda Jumlah jenis perlengkapan kantor - 6 Jenis 121,050,000 3 Jenis 97,400,000
1.03.02.009 Pengadaan peralatan gedung kantor Samarinda Jumlah peralatan diadakan - 3 Unit 23,300,000 11 Unit 80,000,000
1.03.02.010 Pengadaan Meubelair Samarinda Jumlah jenis mebel kantor 2 Jenis 51,150,000
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Jumlah gedung kantor yang
1.03.02.014 Samarinda 1492,80 M² 200,000,000 1492,80 M² 187,200,000 1492,80 M² 200,000,000
Kantor terpelihara
Jumlah mobil jabatan yang
1.03.02.015 Pemeliharaan Rutin/Berkala mobil jabatan Samarinda 1 Unit 10,800,000 1 unit 13,500,000 1 unit 15,000,000
terpelihara
Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Jumlah kendaraan operasional
1.03.02.016 Samarinda 35 Unit 507,500,000 35 Unit 600,000,000 35 Unit 700,000,000
dinas/opersional yang terpelihara
1.03.02.025 Rehabilitas sedang/berat gedung kantor Samarinda Jumlah unit gedung kantor terehab 144 M² 385,000,000 1036,80 M² 656,799,000
Jumlah pelanggaran disiplin 92,800,000 97,600,000 72,400,000
1.03.03 Program peningkatan disiplin aparatur 0 Kasus 0 Kasus 0 Kasus
aparatur dalam berpakaian
Pengadaan Pakaian Dinas Beserta
1.03.03.002 Samarinda jumlah pakaian dinas 116 Stel 58,000,000 118 Stel 60,600,000 118 Stel 72,400,000
Perlengkapannya
Pengadaan Pakaian Khusus Hari-Hari jumlah pakaian khusus hari
1.03.03.005 Samarinda 58 Stel 34,800,000 59 Stel 37,000,000
Tertentu tertentu
Program Peningkatan Kapasitas Jumlah aparatur yang memenuhi 60,000,000 75,000,000 100,000,000
1.03.05 58 Orang 59 Orang 59 Orang
Sumber Daya Aparatur kompetensi sesuai standart
1.03.05.001 Pendidikan dan Pelatihan Formal Samarinda Jumlah Apartur terlatih 58 Orang 60,000,000 59 Orang 75,000,000 59 Orang 100,000,000
Program Peningkatan dan
1.20.17 Pengembangan Pengelolaan Keuangan Persentase SILPA 1.23% 248,400,000 1.24% 239,800,000 2.25% 296,200,000
Daerah
Kegiatan Peningkatan Manajemen Jumlah Database Keuangan
1.20.17.021 Samarinda 1 Database 248,400,000 1 Database 239,800,000 1 Database 296,200,000
Pengelolaan Keuangan Daerah Daerah
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Jumlah kendaraan
Penyediaan jasa pemeliharaan dan
1.03.01.006 Kutim dinas/operasional yang mendapat 25 Unit 40,000,000 25 Unit 55,000,000 25 Unit 30,000,000
perizinan kendaraan dinas/operasional
pemeliharaan dan perizinan
Luas gedung dan halaman yang
1.03.01.008 Penyediaan Jasa Kebersihan kantor Kutim 5.193 M2/ Bulan 350,000,000 5.193 M2/ Bulan 200,000,000 5.193 M2/ Bulan 201,700,000
disediakan jasa kebersihan
Penyediaan jasa perbaikan peralatan Jumlah peralatan kerja yang
1.03.01.009 Kutim 30 Unit 40,000,000 30 Unit 65,000,000 30 Unit 70,000,000
kerja diperbaiki
1.03.01.010 Penyediaan alat tulis kantor Kutim Jumlah jenis ATK yang disediakan 15 Jenis 65,000,000 15 Jenis 75,000,000 15 Jenis 50,000,000
Penyediaan Barang cetak dan
1.03.01.011 Kutim Jumlah cetakan yang disediakan 300 Buku 40,000,000 300 Buku 40,000,000 300 Buku 40,000,000
penggandaan
Penyediaan komponen instalasi Jumlah ruang yang disediakan
1.03.01.012 Kutim 8 Unit 20,000,000 8 Unit 30,000,000 8 Unit 51,600,000
listrik/Penerangan bangunan kantor komponen instalasi listrik
Jumlah gedung kantor yang
Penyediaan peralatan dan perlengkapan
1.03.01.013 Kutim mendapat peralatan dan 8 Unit 10,000,000 8 Unit 40,000,000 0 - -
kantor
perlengkapan
Jumlah bacaan dan peraturan
Penyediaan bahan bacaan dan peraturan
1.03.01.015 Kutim perundang-undangan yang 1.667 Buku 5,000,000 1.667 Buku 6,000,000 0 -
perundang-undangan
disediakan
Jumlah orang yang mendapatkan
1.03.01.017 Penyediaan makanan dan minum Kutim 64 Orang 65,000,000 65 Orang 75,000,000 48 Orang 76,600,000
makanan dan minuman
Rapat - rapat koordinasi dan konsultasi ke Jumlah koordinasi dan konsultasi
1.03.01.018 Luar Daerah Kaltim 60 Kali 300,000,000 25 Kali 200,000,000 9 Kali 280,000,000
luar daerah ke luar daerah yang dilakukan
Jumlah koordinasi dan pembinaan
Rapat-rapat koordinasi, pembinaan dan Dalam Daerah
1.03.01019 serta pengawasan ke dalam 150 Kali 550,000,000 214 Kali 700,000,000 155 Kali 700,000,000
pengawasan ke dalam daerah Kaltim
daerah yang dilakukan
Pengamanan aset, kantor dan rumah Jumlah gedung yang mendapat
1.03.01.030 Kutim 8 Unit 168,000,000 8 Unit 210,000,000 8 Unit 216,100,000
jabatan pengamanan
Jumlah Unit Kerja Internal SKPD
Program Peningkatan Sarana dan 5,322,150,000 2,488,750,000 2,635,750,000
1.03.02 yang tercukupi Sarana dan 1 Unit Kerja 1 Unit Kerja 1 Unit Kerja
Prasarana Aparatur
Prasarana
1.03.02.003 Pembangunan gedung kantor Kutim Jumlah gedung kantor terbangun 4 Unit 3,100,000,000 1 Unit 1,538,750,000 0 -
Jumlah unit kendaraan operasional
1.03.02.005 Pengadaan kendaraan dinas/operasional Kutim 4 Unit 605,550,000 0 - 0 -
diadakan
1.03.02.007 Pengadaan perlengkapan gedung kantor Kutim Jumlah jenis perlengkapan kantor 4 Jenis 300,000,000 1 Jenis 95,000,000 0 -
1.03.02.009 Pengadaan peralatan gedung kantor Kutim Jumlah peralatan diadakan 15 Unit 55,000,000 15 Unit 55,000,000 22 Unit 64,000,000
1.03.02.009 Pengadaan meubelair Kutim Jumlah jenis mebel kantor 7 Jenis 700,000,000 0 - 0 -
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Jumlah gedung kantor yang
1.03.02.014 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor Kutim 1 Unit 61,600,000 1 Unit 200,000,000 4 unit 403,700,000
terpelihara
Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan Jumlah kendaraan operasional
1.03.02.016 Kutim 48 Unit 500,000,000 48 Unit 600,000,000 48 Unit 700,000,000
dinas/operasional yang terpelihara
1.03.02.028 Pembangunan Workshop Kutim Jumlah unit workshop terbangun 0 - 0 - 1 Unit (50% ) 1,468,050,000 - -
Jumlah pelanggaran disiplin
1.03.03 Program Peningkatan Disiplin Aparatur 0 Kasus 72,000,000 0 Kasus 76,800,000 0 Kasus 24,000,000
aparatur dalam berpakaian
Pengadaan pakaian dinas beserta
1.03.03.002 Kutim jumlah pakaian dinas 96 Stel 48,000,000 96 Stel 48,000,000
perlengkapannya
Pengadaan pakaian khusus hari-hari jumlah pakaian khusus hari
1.03.03.005 Kutim 48 Stel 24,000,000 48 Stel 28,800,000 48 Stel 24,000,000
tertentu tertentu
Program Peningkatan Kapasitas Jumlah aparatur yang memenuhi 25,000,000 25,000,000 45,000,000
1.03.05 23 Orang 23 Orang 23 Orang
Sumber Daya Aparatur kompetensi sesuai standart
1.03.05.001 Pendidikan dan pelatihan formal Kutim Jumlah Apartur terlatih 5 Orang 25,000,000 9 Orang 25,000,000.00 12 Orang 45,000,000
1.03.23.004 Pengadaan alat-alat berat Kutim Jumlah alat berat yang diadakan 0 - 0 - 0 -
Pengadaan alat-alat ukur dan bahan Jumlah alat-alat ukur dan bahan
1.03.23.006 Kutim 0 - 199 Unit 5,031,650,000 0 -
laboratorium kebinamargaan laboratorium kebinamargaan
Program Pengembangan dan
Luas daerah irigasi/rawa dalam 8,045,000,000 4,542,400,000 5,268,028,900
1.03.24 Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan 17,76 Ha 17,76 Ha 17,76 Ha
kondisi baik
Jaringan Pengairan lainnya
Rehabilitasi/pemeliharaan jaringan irigasi Luas jaringan irigasi yang
1.03.24.021 Kutim 17,76 Ha 8,045,000,000 17,76 Ha 3,534,000,000 17,76 Ha 4,168,092,900
kabupaten kutai timur terpelihara
Rehabilitasi / Pemeliharaan Sarana dan
Jumlah Sarana dan Prasarana
1.03.24.035 Prasarana Sumber Daya Air Wilayah Kutim, Bontang - 3 Unit 1,008,400,000 5 Unit 1,099,936,000
yang direhabilitasi
Timur
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Jumlah kendaraan
Penyediaan jasa pemeliharaan dan
1.03.01.006 Balikpapan dinas/operasional yang mendapat 21 Unit 25,000,000 21 Unit 38,300,000 21 Unit 38,300,000
perizinan kendaraan dinas/operasional
pemeliharaan dan perizinan
Luas gedung dan halaman yang
1.03.01.008 Penyediaan Jasa Kebersihan kantor Balikpapan 4,400 M2 201,700,000 4,400 M2 201,700,000
disediakan jasa kebersihan
1.03.01.010 Penyediaan alat tulis kantor Balikpapan Jumlah jenis ATK yang disediakan 15 Jenis 45,000,000 15 Jenis 35,000,000 15 Jenis 45,000,000
Penyediaan barang cetakan dan
1.03.01.011 Balikpapan Jumlah cetakan yang disediakan 300 Buku 55,000,000 300 Buku 55,000,000 300 Buku 60,000,000
penggandaan
Penyediaan komponen instalasi Jumlah ruang yang disediakan
1.03.01.012 Balikpapan 6 Unit 15,000,000 6 Unit 20,000,000 6 Unit 20,000,000
listrik/penerangan bangunan kantor komponen instalasi listrik
Jumlah gedung kantor yang
Penyediaan peralatan dan perlengkapan
1.03.01.013 Balikpapan mendapat peralatan dan 3 Unit 6,500,000
kantor
perlengkapan
Jumlah bacaan dan peraturan
Penyediaan bahan bacaan dan peraturan
1.03.01.015 Balikpapan perundang-undangan yang 1.100 Buku 15,000,000 1.100 Buku 20,000,000 1.440 Buku 10,000,000
perundang-undangan
disediakan
Jumlah orang yang mendapatkan
1.03.01.017 Penyediaan makanan dan minuman Balikpapan 780 Orang 54,000,000 780 Orang 54,000,000 780 Orang 50,000,000
makanan dan minuman
Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke Jumlah koordinasi dan konsultasi
1.03.01.018 Luar Daerah Kaltim 27 Orang 150,000,000 40 Orang 300,000,000 34 Orang 200,000,000
luar daerah ke luar daerah yang dilakukan
Jumlah koordinasi dan pembinaan
Rapat-rapat koordinasi, pembinaan dan Dalam Daerah
1.03.01.019 serta pengawasan ke dalam 301 Orang 350,000,000 301 Orang 350,000,000 301 Orang 350,000,000
pengawasan ke dalam daerah Kaltim
daerah yang dilakukan
Pengamanan Aset, Kantor dan Rumah Jumlah gedung yang mendapat
1.03.01.030 Balikpapan 3 Unit 85,200,000 3 Unit 127,200,000 3 Unit 162,000,000
Jabatan pengamanan
Jumlah Unit Kerja Internal SKPD
Program Peningkatan Sarana dan
1.03.02 yang tercukupi Sarana dan 1 Unit Kerja 10,512,989,000 1 Unit Kerja 1,012,700,000 1 Unit Kerja 758,000,000
Prasarana Aparatur
Prasarana
1.03.02.003 Pembangunan gedung kantor Balikpapan Jumlah gedung kantor terbangun 1 Unit 7,523,389,000 - - -
Pengadaan Kendaraan Dinas/ Jumlah unit kendaraan operasional
1.03.02.005 Balikpapan - - - -
Operasional diadakan
Jumlah jenis perlengkapan kantor
1.03.02.007 Pengadaan perlengkapan gedung kantor Balikpapan 7 Jenis 1,500,000,000 -
yang diadakan
1.03.02.009 Pengadaan peralatan gedung kantor Balikpapan Jumlah peralatan diadakan 5 Unit 35,000,000 7 Unit 40,200,000 7 Unit 44,000,000
1.03.02.010 Pengadaan meubelair Balikpapan Jumlah jenis mebel kantor - - - - -
Jumlah gedung kantor yang
1.03.02.014 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor Balikpapan 2 Unit 84,600,000
terpelihara
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Pemeliharaan rutin/ berkala kendaraan Jumlah kendaraan operasional
1.03.02.016 Balikpapan 38 Unit 450,000,000 38 Unit 430,000,000 38 Unit 300,000,000
dinas/operasional yang terpelihara
Pemeliharaan rutin/ berkala peralatan Jumlah peralatan gedung kantor
1.03.02.020 Balikpapan 23 Unit 20,000,000 23 Unit 15,000,000 23 Unit 23,000,000
gedung kantor terpelihara
1.03.02.025 Rehabilitasi sedang / berat gedung kantor Balikpapan Jumlah unit gedung kantor terehab 2 Unit 900,000,000 3 Unit 505,700,000 4 Unit 350,000,000
Pemeliharaan rutin/ berkala perlengkapan Jumlah jenis perlengkapan gedung
1.03.02.026 Balikpapan 27 Unit 21,800,000 27 Unit 41,000,000
gedung kantor kantor terpelihara
Jumlah pelanggaran disiplin
1.03.03 Program peningkatan disiplin aparatur 0 Kasus 74,100,000 0 Kasus 83,200,000 0 Kasus 62,800,000
aparatur dalam berpakaian
Pengadaan pakaian dinas beserta
1.03.03.002 Balikpapan jumlah pakaian dinas 114 Stel 45,600,000 114 Stel 51,600,000 114 Stel 62,800,000
perlengkapannya
Pengadaan pakaian khusus hari-hari jumlah pakaian khusus hari
1.03.03.005 Balikpapan 57 Stel 28,500,000 57 Stel 31,600,000
tertentu tertentu
Program Peningkatan Kapasitas Jumlah aparatur yang memenuhi 60,000,000 70,000,000 80,000,000
1.03.05 52 Orang 50 Orang 50 Orang
Sumber Daya Aparatur kompetensi sesuai standart
1.03.05.001 Pendidikan dan pelatihan formal Balikpapan Jumlah Apartur terlatih 15 Orang 60,000,000 15 Orang 70,000,000 18 Orang 80,000,000
Program Peningkatan dan
1.20.17 Pengembangan Pengelolaan Keuangan Persentase SILPA 5.00% 218,400,000 1.00% 244,800,000 1.00% 244,800,000
Daerah
Peningkatan Manajemen Pengelolaan Jumlah Database Keuangan
1.20.17.021 Balikpapan 1 Database 218,400,000 1 Database 244,800,000 1 Database 244,800,000
Keuangan Daerah Daerah
1.03.23.004 Pengadaan alat-alat berat Balikpapan Jumlah alat berat yang diadakan 2 Unit 815,750,000
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
1.03.01.010 Penyediaan Alat Tulis kantor Berau Jumlah jenis ATK yang disediakan 15 Jenis 65,000,000 15 Jenis 60,334,390 15 Jenis 67,000,000
1.03.02.003 Pembangunan Gedung Kantor Berau Jumlah gedung kantor terbangun 2 Unit 5,597,040,000 1 Unit 2,300,000,000 -
Jumlah unit kendaraan operasional
1.03.02.005 Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional Berau 2 Unit 40,000,000 - -
diadakan
1.03.02.009 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Berau Jumlah peralatan diadakan 6 Unit 67,500,000 -
Pemeliharaan Rutin/berkala gedung Jumlah gedung kantor yang
1.03.02.014 Berau 3 Unit 131,000,000 3 Unit 116,000,000
Kantor terpelihara
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Pemeliharaan Rutin/berkala kendaraan Jumlah kendaraan operasional
1.03.02.016 Berau 25 Unit 466,000,000 25 Unit 496,000,000 25 Unit 397,000,000
dinas/operasional yang terpelihara
Pemeliharaan Rutin/berkala rumah
1.03.02.012 Berau Jumlah rumah jabatan terehab 1 Unit 50,000,000 1 Unit 51,600,000
jabatan /dinas
Jumlah pelanggaran disiplin
1.03.03 Program Peningkatan Disiplin Aparatur 0 Kasus 60,800,000 0 Kasus 65,600,000
aparatur dalam berpakaian
Pengadaan Pakaian Dinas beserta
1.03.03.002 Berau jumlah pakaian dinas 76 Stel 38,000,000 76 Stel 41,000,000
perlengkapannya
Pengadaan pakaian Khusus hari-hari jumlah pakaian khusus hari
1.03.03.005 Berau 38 Stel 22,800,000 38 Stel 24,600,000
tertentu tertentu
Program Peningkatan Kapasitas Jumlah aparatur yang memenuhi 30,000,000 35,000,000 37,500,000
1.03.05 36 Orang 41 Orang 36 Orang
Sumber Daya Aparatur kompetensi sesuai standart
1.03.05.001 Pendidikan dan pelatihan Formal Berau Jumlah Apartur terlatih 8 Orang 30,000,000 8 Orang 35,000,000 8 Orang 37,500,000
Program Peningkatan dan
1.20.17 Pengembangan Pengelolaan Keuangan Persentase SILPA 4.00% 218,400,000 5.00% 217,800,000 5.00% 217,800,000
Daerah
Peningkatan Manajemen Pengelolaan Jumlah Database Keuangan
1.20.17.021 Berau 1 Database 218,400,000 1 Database 217,800,000 1 Database 217,800,000
Keuangan Daerah Daerah
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
BAB V
BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG
MENGACU PADA PERUBAHAN RPJMD
Indikator kinerja adalah ukuran keberhasilan yang dicapai pada setiap unit
kerja. Indikator kinerja atau indikator keberhasilan untuk setiap jenis pelayanan pada
bidang-bidang kewenangan yang diselenggarakan oleh unit organisasi perangkat
daerah dalam bentuk standar pelayanan yang ditetapkan oleh masing-masing daerah.
Penetapan standar pelayanan merupakan cara untuk menjamin dan meningkatkan
akuntabilitas pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat.
Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan atau kualikatif yang
menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan.
Indikator kinerja harus merupakan sesuatau yang akan dihitung dan diukur serta
digunakan sebagai dasar untuk menilai atau melihat tingkatan kinerja baik dalam
tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, maupun tahap setelah kegiatan selesai dan
berfungsi.
2. Keluaran (Output) adalah sesuatu yang diharapkan langsung dicapai dari suatu
kegiatan yang dapat berupa produk jasa fisik dan non fisik, seperti produk
perencanaan pembangunan, hasil kajian strategi pembangunan, dan lain-lain.
4. Dampak (Impact) adalah ukuran pengaruh yang ditimbulkan baik positif maupun
negatif. Misalnya, pendapatan rumah tangga meningkat (%/tahun), produktivitas
dan infrastruktur tingkat wilayah meningkat (%).
Memanfaatkan sumber-
Program Penyediaan sumber air baku.
Jumlah kapasitas air Meningkatkan cakupan Program Penyediaan dan
dan Pengelolaan Air 75 L/dt 580 L/dt Jumlah kapasitas air baku Ltr/detik 75 75 80 80 580 Pengelolaan air baku
baku ketersediaan air baku Pengelolaan Air Baku.
Baku
Membangun infrastruktur
penyedia air baku
Menyusun perencanaan
Mengembangkan daya infrastruktur pengendali
Program
Luas genangan banjir 450 Ha 415 Ha Luas genangan banjir Ha 440 430 425 420 415 dukung infrastruktur banjir dan perencanaan Program Pengendalian banjir
Pengendalian Banjir
pengendali banjir. antisipasi terhadap
banjir.
Kesimpulan
Perubahan Rencana Strategis (P-Renstra) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan
Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2013 – 2018
berfungsi sebagai pedoman, penentu arah, sasaran dan tujuan bagi ) Dinas Pekerjaan
Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur dalam
melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang infrastruktur dasar.
Pelaksanaan perubahan rencana strategis ini sangat memerlukan partisipasi dan
komitmen dari seluruh aparatur SKPD karena akan menentukan keberhasilan program
dan kegiatan yang telah disusun. Semoga perubahan rencana strategis ini dapat
diimplementasikan dengan baik dan konsisten guna mendukung terwujudnya good
governance.
Perubahan Rencana strategis Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan
Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur merupakan pengejawantahan
sinkronisasi antara Visi Kementerian Pekerjaan Umum 2015 - 2019, visi Perubahan
RPJMD Provinsi Kalimantan Timur tahun 2013 - 2018 menjadi satu kesatuan
penyelenggaraan pembangunan pada tingkat operasional. Dengan demikian
penyelenggaraan pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan
Perumahan Rakyat dilaksanaan secara efektif, efisien, terpadu dan sinergi antara
bidang, sektor(instansi) dan kewilayahan.
Perubahan Rencana strategis Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan
Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur dikembangkan berdasarkan
permasalahan dan tantangan masa depan (isu strategis) yang timbul secara global,
nasional, regional maupun lokal. Demikian juga permasalahan yang diselesaikan tidak
hanya permasalahan saat ini melainkan permasalahan yang muncul pada 5 tahun
mendatang. Dengan pendekatan sektoral, wilayah dan waktu diharapkan perubahan
rencana strategis tersebut mempunyai kualitas yang bersifat holistik, menyeluruh dan
terpadu.
Perubahan Rencana strategis Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan
Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur merupakan rencana jangka menengah
yang bersifat inti dan prioritas yang perlu dikembangkan secara detail didalam rencana
tahunan.