0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
158 tayangan224 halaman

shxRbZO9882fLKAUK9A7 PDF

Dokumen ini merupakan perubahan rencana strategis Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur untuk periode 2013-2018. Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan peraturan dan kondisi terkini serta hasil evaluasi kinerja sebelumnya. Dokumen ini menjelaskan latar belakang, landasan hukum, tujuan, organisasi, isu-isu strategis, visi misi, program dan indikator kinerja yang

Diunggah oleh

Panji Kurniawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
158 tayangan224 halaman

shxRbZO9882fLKAUK9A7 PDF

Dokumen ini merupakan perubahan rencana strategis Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur untuk periode 2013-2018. Perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan peraturan dan kondisi terkini serta hasil evaluasi kinerja sebelumnya. Dokumen ini menjelaskan latar belakang, landasan hukum, tujuan, organisasi, isu-isu strategis, visi misi, program dan indikator kinerja yang

Diunggah oleh

Panji Kurniawan
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,


penyusunan dokumen Perubahan Rencana Strategis (Renstra) Tahun Anggaran
2016 Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi
Kalimantan Timur Periode Tahun 2013 - 2018 dapat diselesaikan.
Perubahan Rencana Strategis merupakan dokumen perencanaan jangka
menengah 5 (lima) tahun yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran strategis, arah
kebijakan, strategi, program, kegiatan dan anggaran sesuai dengan tugas dan
fungsi unit organisasi pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan
Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur.
Sehubungan dengan menurunnya tren ekonomi global sehingga
berdampak pada kapasitas fiscal daerah dan hasil evaluasi kinerja
pembangunan yaitu Indikator Kinerja Utama (IKU) harus berorientasi pada
kewenangan SKPD dan outcome yang dicapai, maka dipandang perlu untuk
menyempurnakan Indikator Kinerja Utama (IKU) dan target kinerja serta pagu
indikatif program/kegiatan prioritas.

Tabel 1.
Rincian Perubahan RENSTRA SKPD Dinas Pekerjaan Umum
Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2013-2018

PERUBAHAN RENSTRA
TAHUN 2013 - 2018
 Melengkapi dasar hukum dengan peraturan perundangan terbaru
BAB I yang relevan untuk dirujuk
 Maksud dan Tujuan disusunnya Perubahan Renstra
 Memperbaharui Tupoksi dan Struktur Organisasi sesuai Instruksi
BAB II
Mendagri Nomor 061/2911/SJ Tahun 2016
 Memperbaharui telaah Renstra SKPD terhadap Renstra Kementerian
PU tahun 2015 - 2019
BAB III  Memperbaharui telaah Renstra SKPD terhadap Perda Provinsi
Kalimantan Timur Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah (RTRW) Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2016 - 2036
 Memperbaharui Sasaran, IKU dan Target Kinerja tahun 2014-2018
BAB IV
dengan menyesuaikan kemampuan keuangan Daerah
BAB V  Memperbaharui Program dan Kegiatan bidang ke-PU-an
 Memperbaharui IKU SKPD yang mengacu pada Program Prioritas
BAB VI
Rancangan Perubahan RPJMD Provinsi Kalimantan Timur

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur Page | i
Perubahan Rencana Strategis ini selanjutnya dipergunakan sebagai acuan
setiap unit kerja lingkup Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan
Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur untuk perencanaan dan
pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2013 - 2018.
Akhirnya, terimakasih kami sampaikan kepada semua pihak, karyawan/i
dan unit kerja yang telah berperan baik langsung maupun tidak langsung dalam
proses penyusunan dokumen Perubahan Renstra ini. Semoga Dokumen
Perubahan Renstra ini bermanfaat bagi tercapainya tata kelola organisasi dan
keuangan yang baik dan semoga Tuhan YME senantiasa memberikan petunjuk
bagi kita semua, Amin ya robbal’alamin.

Samarinda, 30 Januari 2017


Kepala Dinas,

Ir. H. M. TAUFIQ FAUZI


Pembina Utama Madya
NIP. 19600820 199203 1 004

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur Page | ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI iii

DAFTAR TABEL iv

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Landasan Hukum 2
1.3. Maksud dan Tujuan 3
1.4. Sistematika Penulisan 4

BAB II Gambaran Pelayanan SKPD


2.1. Tugas Pokok dan Fungsi Organisasi SKPD 5
2.2. Sumber Daya SKPD 8
2.3. Kinerja Pelayanan SKPD 10
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD 14

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI


3.1. Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tugas dan Fungsi 15
Pelayanan SKPD
3.2. Telaah Visi, Misi dan Program Kepala Daerah & Wakil Kepala 18
Daerah Terpilih
3.3. Telaah Rencana Strategis K/L dan Rencana Strategis Lainnya 21
3.4. Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan 28
Hidup Strategis
3.5. Perumusan Permasalahan dan Isu Strategis 126
3.6. Analisis Faktor Penghambat dan Faktor Pendorong 139
3.7. Penetapan Isu-isu Strategis per Bidang 151
3.8. Perumusan Permasalahan dan Isu Strategis per Bidang 159

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN


4.1. Visi dan Misi 169
4.2. Tujuan, Sasaran Jangka Menengah SKPD 173
4.3. Strategi dan Kebijakan SKPD 174

BAB V RENCANA PROGRAM / KEGIATAN DAN PENDANAAN INDIKATIF


5.1. Indikasi Program dan Kegiatan 179
5.2. Sumber Pembiayaan Pembangunan 182
5.3. Organisasi Pengelolaan Pembangunan 183

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA RPJMD


6.1. Indikator Kinerja SKPD yang mengacu pada RPJMD 203

BAB VII PENUTUP


7.1. Kesimpulan 205

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur Page | ii
DAFTAR TABEL

Tabel i.1. Rincian Perubahan RENSTRA SKPD Dinas Pekerjaan Umum i


Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2013-2018
Tabel 2.1. Rekapitulasi Pejabat Eselon Berdasarkan Jenis Kelamin 8
Tabel 2.2. Rekapitulasi Pegawai Dinas PU Berdasarkan Golongan 8
Tabel 2.3. Rekapitulasi Pegawai Dinas PU Berdasarkan Pendidikan 9
Tabel 2.4. Review Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD 12
Tabel 2.5. Review Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pencapaian Kinerja 13
Pelayanan SKPD
Tabel 3.1. Pengaruh Rencana Struktur Ruang Terhadap Kebutuhan Pelayanan 30
SKPD
Tabel 3.2. Keterkaitan Rencana Struktur Ruang Wilayah Dengan Pelayanan SKPD 100
Tabel 3.3. Rumusan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Penetapan 116
Perencanaan Tata Ruang Wilayah
Tabel 3.4. Faktor Penghambat dan Pendorong di Bidang Penataan Ruang 139

Tabel 3.5. Faktor Penghambat dan Pendorong di Bidang Sumber Daya Air 143

Tabel 3.6 Faktor Penghambat dan Pendorong di Bidang Bina Marga 145

Tabel 3.7. Faktor Penghambat dan Pendorong di Bidang Cipta Karya 148

Tabel 3.8. Kriteria dan Bobot Isu Strategi 151

Tabel 3.9 Bobot dan Total Skor Isu Strategis Bidang Penataan Ruang 153

Tabel 3.10 Rata-rata Skor dan Hirarki Isu Strategis Bidang Penataan Ruang 153

Tabel 3.11 Bobot dan Total Skor Isu Strategis Bidang Sumber Daya Air 154

Tabel 3.12 Rata-rata Skor dan Hirarki Isu Strategis Bidang Sumber Daya Air 155

Tabel 3.13 Bobot dan Total Skor Isu Strategis Bidang Bina Marga 156

Tabel 3.14 Rata-rata Skor dan Hirarki Isu Strategis Bidang Bina Marga 157

Tabel 3.15 Bobot dan Total Skor Isu Strategis Bidang Cipta Karya 157

Tabel 3.16 Rata-rata Skor dan Hirarki Isu Strategis Bidang Cipta Karya 158

Tabel 4.1. Keterkaitan Misi Renstra SKPD Dengan Renstra Kementrian PU dan 172
RPJMD Provinsi Kalimantan Timur
Tabel 4.2. Strategi dan Kebijakan SKPD 174
Tabel 4.3. Matrik Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan Target Kinerja 177
Tabel 5.1. Matrik Rencana Program, Kegiatan dan Pendanaan Indikatif 184
Tabel 6.1. Matrik Indikator Kinerja SKPD yang Mengacu RPJMD 204
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur Page | iv
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur Page | ii
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Peranan infrastruktur bidang Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan


Perumahan Rakyat di Provinsi Kalimantan Timur mempunyai arti penting dan sangat
strategis dalam mendorong pertumbuhan wilayah, karena dalam tugas-tugas
berfungsi sebagai pembuat prasarana yang dapat membuka daerah-daerah yang
masih tertingggal dan terisolir juga membuat pertumbuhan perekonomian berjalan
bahkan meningkat dan dengan demikian akan dapat menarik perhatian para
investor untuk menanamkan investasinya.
Dalam upaya percepatan pembangunan, terutama pembangunan daerah
pedalaman dan perbatasan, hal yang harus diperhatikan terbukanya hubungan
seluruh daerah yang ada yakni terhubungnya antara desa dan kota, terhubungnya
daerah-daerah perbatasan dan terbukanya daerah terisolir, sehingga dengan
demikian terhubungnya daerah-daerah produksi dengan daerah-daerah pemasaran
yang memungkinkan berjalan arus barang dan jasa dengan lancar, yang pada
gilirannya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan geliat perekonomian
akan tumbuh, selanjutnya upaya percepatan pembangunan akan tercapai.
Guna mewujudkan percepatan pertumbuhan ekonomi yang diantaranya
untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pemerataan pembangunan,
maka dalam proses pembuatan kebijakan, pemerintah daerah senantiasa secara
konsisten menyelaraskan berbagi program dan kegiatannya terutama terkait
dengan alokasi belanja yang mendukung kegiatan perekonomian yang mampu
memacu pertumbuhan dan mengurangi kemiskinan (pro-poor). Strategi tersebut
menjadi acuan bagi pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam mengeksekusi
kebijakan dalam rangka mempercepat prioritas pembangunan di bidang
infrastruktur yang telah diimplementasikan untuk menindaklanjuti Visi Gubernur
Kalimantan Timur “MEWUJUDKAN KALTIM SEJAHTERA YANG MERATA DAN
BERKEADILAN BERBASIS AGROINDUSTRI DAN ENERGI RAMAH LINGKUNGAN”.
Pembangunan infrastruktur secara merata merupakan faktor yang penting
untuk mendorong konektivitas yang merupakan kunci pertumbuhan suatu wilayah
dan menjadi salah satu faktor penting penentu pertumbuhan ekonomi dan daya
saing. Penyediaan infrastrukur yang berkualitas akan menurunkan biaya
transportasi dan biaya logistik sehingga dapat meningkatkan daya saing produk,
mempercepat gerak ekonomi, serta mengurangi ketimpangan pembangunan antar
daerah

Perubahan RENSTRA Tahun 2013 - 2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB I - 1
1.2 Landasan Hukum

Landasan hukum penyusunan review rencana strategis ini adalah sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional;
3. Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;
4. Undang-Undang No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah;
5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional Tahun 2005-2025;
6. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
7. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tentang Pembentukan Provinsi Kalimantan
Utara;
8. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah
Daerah Kabupaten/Kota
9. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Struktur Organisasi dan Tata
Kerja Perangkat Daerah;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan
Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
11. Peraturan Pemerintah No. 26 Th 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
nasional;
12. Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Jangka Panjang
Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010 – 2014;
13. Pemendagri 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8
Tahun 2008 tentang tahapan, tatacara penyusunan, pengendalian, dan evaluasi
pelaksanaan rencana pembangunan daerah.
14. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri
Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Permendagri Nomor 13
Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
15. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2010 tentang Rencana
Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014;
16. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 061/2911/SJ Tahun 2016 tentang Tindak
Lanjut PP No 18 Th 2016 tentang Perangkat Daerah;
17. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur No. 05 Tahun 2008 tentang Urusan
Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Timur;
18. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur No 08 Tahun 2008 tentang Organisasi
dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Kalimantan Timur;

Perubahan RENSTRA Tahun 2013 - 2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB I - 2
19. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur No. 15 Tahun 2008 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Kalimantan Timur Tahun
2005 - 2025;
20. Peraturan Daerah No. 1 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2016-2036;
21. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 7 Tahun 2014 tentang Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kalimantan Timur Tahun 2013-2018;
22. Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 9 Tahun 2016 tentang
Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Timur;
23. Peraturan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur No. 45 Tahun 2008 Penjabaran Tugas
Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Kalimantan Timur;
24. Peraturan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur No. 18 Tahun 2009 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelayanan Teknis Dinas pada Dinas Pekerjaan Umum
Provinsi Kalimantan Timur;
25. Peraturan Gubernur Provinsi Kalimantan Timur Nomor 50 Tahun 2016 tentang
Penyesuaian RPJMD Provinsi Kalimantan Timur;
26. Instruksi Gubernur Kalimantan Timur Nomor 02 Tahun 2010 tentang Pembangunan
Ekonomi Berkeadilan dan Berkelanjutan di Provinsi Kalimantan Timur;
27. Instruksi Gubernur Kalimantan Timur Nomor 03 Tahun 2010 tentang Program-
Program Pembangunan yang Berkeadilan di Provinsi Kalimantan Timur;
26. Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan RPJMD Provinsi Kalimantan Timur.

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud penyusunan dokumen Perubahan Rencana Strategis tahun 2013 –


2018 adalah meningkatkan pelayanan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang
dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur dalam melaksanakan urusan
pemerintahan daerah berdasarkan asas Otonomi Daerah dan Tugas Pembantuan di
bidang infrastruktur selama kurun waktu 5 (lima) tahun, guna menghasilkan
pembangunan yang berkesinambungan, sinergis, terpadu, akuntabel dan
berkualitas.
Tujuan penyusunan dokumen Perubahan Rencana Strategis adalah sebagai
berikut:
1. Tersusunnya dokumen perencanaan yang merupakan dasar dalam
pengendalian dan evaluasi rencana pembangunan baik tahunan maupun lima
tahunan;
2. Mewujudkan sinkronisasi, sinergitas dan keberlanjutan antara Perubahan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah (P-RPJMD) Provinsi Kalimantan
Timur mengacu Pergub Nomor 50 Tahun 2016;

Perubahan RENSTRA Tahun 2013 - 2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB I - 3
3. Tercapainya hasil pembangunan Prasarana Sarana Pekerjaan Umum,
Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat yang berdaya guna, berhasil guna
dan berdaya saing;
4. Peningkatan dukungan dan volume tugas penanganan program terpadu lintas
kabupaten/kota dan program tertentu lainnya terhadap tugas operasional fisik
Prasarana Sarana Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat;
5. Tercapainya sistem data base yang handal guna mendukung sistem informasi
Prasarana Sarana Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat.

1.4 Sistematika Pembahasan


BAB 1 : PENDAHULUAN
Bab ini memuat tentang latar belakang, tujuan dan sasaran,
landasan hukum, pendekatan dan metodologi serta sistematika
pembahasan.
BAB 2 : GAMBARAN PELAYANAN SKPD
Bab ini memuat tentang gambaran umum tugas, fungsi dan
struktur; sumber daya; kinerja pelayanan serta tantangan dan
peluang pelayanan Dinas.
Bab 3 : ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
Bab ini memuat tentang identifikasi permasalahan pelayanan
SKPD, telaah terhadap visi, misi dan program kepala daerah;
telaah terhadap rencana strategis K/L dan Perda RTRW Provinsi
serta KLHS.
Bab 4 : VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN
PELAYANAN SKPD PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Bab ini memuat tentang kajian untuk menetapkan visi, misi, tujuan,
sasaran, strategi dan kebijakan.
Bab 5 : RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,
KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
Bab ini memuat tentang hasil perumusan Perubahan Rencana
Strategis program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok
sasaran dan pendanaan indikatif.

Bab 6 INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN


SASARAN RPJMD
Bab ini berisi hasil Perubahan Rencana Strategis Indikator Kinerja
Utama (IKU) SKPD yang secara langsung menunjukkan kinerja yang
akan dicapai pada lima tahun mendatang dalam rangka
mendukung Perubahaan RPJMD Tahun 2013 – 2018.
Bab 7 : PENUTUP

Perubahan RENSTRA Tahun 2013 - 2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB I - 4
BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD

2.1 Tugas Pokok dan Fungsi Struktur Organisasi SKPD


1. Tugas dan Fungsi
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi
Kalimantan Timur dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur No.
9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi
Kalimantan Timur.
Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut, Dinas Pekerjaan Umum
mempunyai fungsi sebagai berikut :
1. Perumusan kebijaksanaan teknis di bidang pekerjaan umum sesuai dengan rencana
strategis pemerintah daerah;
2. Perencanaan, pembinaan dan pengendalian kebijakan teknis di bidang pekerjaan
umum;
3. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pekerjaan
umum;
4. Perumusan, perencanaan, pembinaan, koordinasi dan pengendalian teknis di bidang
penataan ruang;
5. Perumusan, perencanaan, pembinaan, koordinasi dan pengendalian teknis di bidang
sumber daya air;
6. Perumusan, perencanaan, pembinaan, koordinasi dan pengendalian teknis di bidang
kebinamargaan;
7. Perumusan, perencanaan, pembinaan, koordinasi dan pengendalian teknis di bidang
keciptakaryaan;
8. Penyelenggaraan urusan kesekretariatan;
9. Pelaksanaan unit pelaksana teknis dinas;
10. Pembinaan kelompok jabatan fungsional;
11. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugas dan
fungsinya.

Kepala Dinas yang dalam pelaksanaan tugasnya berada dibawah dan


bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah untuk melaksanakan
urusan pemerintahan daerah di bidang pekerjaan umum berdasarkan asas otonomi
dan tugas pembantuan.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB II - 5
Kepala Dinas Pekerjaan Umum mempunyai uraian tugas sebagai berikut :
1. Mengkoordinasikan Penyusunan rencana program Dinas dengan mengarahkan dan
memberi petunjuk untuk menyusun rencana kerja.
2. Menyusun rencana strategis Dinas berdasarkan rencana strategis Pemerintah
Provinsi melalui usulan program, permasalahan dan skala prioritas untuk kejelasan
arah penyusunan rencana kerja.
3. Mengkoordinasikan dan menetapkan rencana kerja Dinas dengan mengarahkan dan
memberi petunjuk untuk ketepatan pencapaian sasaran program.
4. Mengkoordinasikan pelaksanaan tugas dinas berdasarkan program untuk
sinkronisasi tugas.
5. Mendistribusikan tugas kepada Sekretariat, Bidang-bidang dan UPTD sesuai dengan
tugas pokok dan fungsinya agar kegiatan berjalan sesuai dengan program kerja
masing-masing.
6. Menandatangani naskah dinas sesuai dengan kewenangannya untuk tertib
administrasi.
7. Melaksanakan urusan desentralisasi serta dekonsentrasi dan pelayanan umum di
bidang Pekerjaan Umum.
8. Mengkoordinasikan kegiatan pembinaan, pengendalian dan pengawasan kebijakan
teknis bidang Pekerjaan Umum berdasarkan peraturan perundang-undangan yang
berlaku sebagai acuan dalam pelaksanaan tugas.
9. Melakukan kerjasama dan memfasilitasi kegiatan di bidang Pekerjaan Umum dengan
instansi terkait, Kabupaten/Kota, Provinsi, Instansi Vertikal serta Pihak Ketiga
berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku untuk sinkronisasi
program.
10. Melakukan pembinaan kelompok jabatan fungsional sesuai dengan tugas pokok dan
fungsinya untuk optimalisasi tugas.
11. Melakukan pengawasan dan penilaian kepada pegawai dengan cara memberikan
pengarahan dan pembinaan sesuai dengan peraturan/ pedoman dalam rangka
meningkatkan kinerja pegawai.
12. Melakukan monitoring dan evaluasi realisasi kegiatan Pekerjaan Umum di
Kabupaten/Kota sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku untuk
mengetahui capaian hasil.
13. Mengevaluasi pelaksanaan program Sekretariat, Bidang dan UPTD berdasarkan
realisasi tingkat pencapaian pelaksanaan kegiatan dalam rangka Akuntabilitas
Kinerja Instansi Pemerintah.
14. Melaksanakan tugas lain sesuai dengan bidang tugas dan melaporkan kepada
pimpinan.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB II - 6
2. Struktur Organisasi
Bagan struktur organisasi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan
Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur sesuai Peraturan Daerah Provinsi
Kalimantan Timur Nomor 09 Tahun 2016 dapat dilihat pada Gambar dibawah ini.

STRUKTUR
DINAS PEKERJAAN UMUM, PENATAAN RUANG DAN PERUMAHAN RAKYAT
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

KEPALA DINAS

SEKRETARIAT
JABATAN
FUNGSIONAL

Subbag Perencanaan
Subbag Subbag
dan Penyusunan
Umum Keuangan
Program

BIDANG
BIDANG BIDANG BIDANG BIDANG BIDANG
PERUMAHAN DAN
SUMBER DAYA AIR BINA MARGA CIPTA KARYA BINA KONSTRUKSI PENATAAN RUANG
PERMUKIMAN

Seksi Perencanaan
Seksi Perencanaan Seksi Perencanaan Seksi Perencanaan Seksi Pengkajian Seksi Perencanaan
Perumahan &
SDA Bina Marga Cipta Karya Usaha Konstruksi Tata Ruang
Permukiman

Seksi Pemberdayaan Seksi Pemanfaatan


Seksi Irigasi dan Seksi Tata Bangunan Ruang dan
Seksi Jalan dan Informasi Jasa Seksi Perumahan
Rawa dan Lingkungan Pengembangan
Konstruksi Infrastruktur Wilayah

Seksi Penyehatan
Seksi Sungai dan Seksi Jembatan dan Seksi Pengendalian Seksi Pengendalian Seksi Pengembangan
Lingkungan
Pantai Bangunan Pelengkap Mutu Pemanfaatan Ruang Kawasan Permukiman
Permukiman

UPTD PEMELIHARAAN UPTD PEMELIHARAAN UPTD PEMELIHARAAN


INFRASTRUKTUR PU WILAYAH I INFRASTRUKTUR PU WILAYAH II INFRASTRUKTUR PU WILAYAH III
(Balikpapan, PPU, Paser) (Samarinda, Kukar, Kubar, Mahulu) (Berau, Kutim, Bontang)

SubBag TU SubBag TU SubBag TU

Seksi Pemeliharaan Seksi Pemeliharaan Seksi Pemeliharaan


Jalan dan Jembatan Jalan dan Jembatan Jalan dan Jembatan

Seksi Pemeliharaan Seksi Pemeliharaan Seksi Pemeliharaan


SDA dan CK SDA dan CK SDA dan CK

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB II - 7
2.2 Sumber Daya SKPD
1. Sumber Daya Aparatur Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat

Dalam rangka menjalankan kegiatan organisasi, Dinas Pekerjaan Umum,


Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur mempunyai sumber
daya aparatur sebagai berikut :

Tabel 2.1. Rekapitulasi Pejabat Eselon Berdasarkan Jenis Kelamin


JENIS KELAMIN
No JABATAN
LAKI-LAKI PEREMPUAN JUMLAH
1 Eselon II 1 - 1
2 Eselon III 10 - 10
3 Eselon IV 14 5 19
4 Staf 325 92 417
JUMLAH TOTAL 350 97 447
Sumber : Data Kepegawaian Dinas PUPR dan PERA Provinsi Kalimantan Timur tahun 2017

Tabel 2.2. Rekapitulasi Pegawai Berdasarkan Golongan


BIDANG GOLONGAN
I II III IV
SEKRETARIAT 3 26 33 4
PENATAAN RUANG - 1 6 2
BINA KONSTRUKSI 1 3 -
SUMBER DAYA AIR 2 10 34 5
BINA MARGA 2 40 56 7
CIPTA KARYA 1 6 26 3
PERUMAHAN dan 1 3 17 -
PERMUKIMAN
UPTD WILAYAH I 5 21 25 2
UPTD WILAYAH II 1 23 20 3
UPTD WILAYAH III 6 23 25 1
21 154 245 27
TOTAL PNS 447 ORANG

Sumber : Data Kepegawaian Dinas PUPR dan PERA Provinsi Kalimantan Timur tahun 2017

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB II - 8
Tabel 2.3. Rekapitulasi Pegawai Berdasarkan Pendidikan
BIDANG TINGKAT PENDIDIKAN
SD SLTP SLTA D.II D.III S.1 S.2 S.3
SEKRETARIAT 3 4 35 - 2 17 5 -

PENATAAN RUANG - - 4 - - 3 2 -

BINA KONSTRUKSI - - 3 - - 1 - -

SUMBER DAYA AIR 2 2 23 - 2 16 6 -

BINA MARGA 2 - 56 - 6 30 11 -

CIPTA KARYA 1 3 18 - - 8 6 -

PERUMAHAN dan - - 6 - - 15 - -

PERMUKIMAN
UPTD WILAYAH I 7 2 27 1 3 10 3 -

UPTD WILAYAH II 8 3 16 - 2 8 1 -

UPTD WILAYAH III 3 4 27 - 6 19 5 -

TOTAL 26 18 215 1 21 127 39 -

Sumber : Data Kepegawaian Dinas PUPR dan PERA Provinsi Kalimantan Timur tahun 2017

2. Sarana dan Prasarana Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan
Rakyat

Untuk melaksanakan tugas dan fungsi pelayanan organisasi, SKPD Dinas


Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur
memiliki sarana dan prasarana penunjang dalam mencapai tujuan organisasi
diantarannya sebagai berikut :

A. 1 (satu) unit Kantor Dinas dan 3 (tiga) unit Kantor UPTD Pemeliharaan Infrastruktur
PU

 UPTD Pemeliharaan Wilayah I berlokasi di Kota Balikpapan untuk melayani Kota


Balikpapan, Kabupaten Penajam Pasir Utara dan Kabupaten Paser.
 UPTD Pemeliharaan Wilayah II berlokasi di Kota Samarinda untuk melayani Kota
Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Barat dan
Kabupaten Mahulu
 UPTD Pemeliharaan Wilayah III berlokasi di Kabupaten Berau untuk melayani
Kabupaten Berau, Kutim dan Bontang.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB II - 9
B. 4 (empat) unit Workshop Pengujian Laboraturium berada di tiga UPTD Pemeliharaan
Infrastruktur PU yaitu Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kabupaten Kutim dan
Kabupaten Berau.

C. Alat-alat berat yang ada di Dinas PUPR dan PERA dioperasikan oleh masing-masing
UPTD Pemeliharaan Infrastruktur, diantaranya :
 UPTD Wilayah I : 7 unit Dump Truck, 1 unit Vibrator Roller Bomag 8 Ton, 1 unit
Backhoe Loader Case, 1 unit Pc 200-8, 1 unit Cutter, 1 unit Chain Saw Besar, 1
unit Chain Saw Kecil, 1 unit Tronton, 2 unit Stamper Strika, 3 unit Stamper
Kodok, 2 unit Exavator, 1 unit Baby Roller, 2 unit Loader, 2 unit Grader, 2 unit
Crane.
 UPTD Wilayah II : 3 unit Excavator, 3 unit Motor Grader, 2 unit Vibrator Roller, 1
unit Loader, 1 unit Tronton, 6 unit Dump Truck.
 UPTD Wilayah III : 4 unit Motor Grader, 1 unit Aspal Equipment, 3 unit WHEEL
Excavator, 3 unit Excavator, 3 unit Vibrator Roller, 11 unit Dump Truck, 1 unit
Concrete Breaker, 4 unit Cutter, 1 unit Compressor, 1 unit Motor Grader, 1 unit
Bachkoe Loader, 1 unit Baby Roller, 1 unit Self Loader Truck, 4 unit Mesin
Pemotong Rumput, 3 unit Stamper, 3 unit Pemotong Aspal, 1 unit AMP Mobile, 2
unit Genset, 1 unit Excavator Mini, 1 unit Crane Truck, 1 unit ASPHAL MIXING
PLANT, 1 unit TANDAM ROLLER (BOMAG), 1 unit WHEEL LOADER, 1 unit SELF
LOADER (TRONTON)

D. 33 unit Kendaraan Dinas Roda Empat dan 103 unit Kendaraan Dinas Roda Dua

2.3 Kinerja Pelayanan SKPD


Analisis rencana strategis SKPD Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan
Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur untuk tahun 2013-2018 disusun
berdasarkan analisis capaian yang telah dilaksanakan pada periode rencana strategis
sebelumnya yaitu tahun 2009-2013. Untuk itu perlu dilakukan pengolahan data yang
terdapat dalam rencana strategis sesuai dengan sasaran strategisnya.
Sasaran Strategis Dinas Pekerjaan Umum pada tahun 2009 – 2013 setelah
dilakukan review adalah sebagai berikut :
1. Terwujudnya pembangunan bendungan, embung, bendung, jaringan irigasi, sumur
pompa dan bangunan pelengkap lainnya, dengan indikator kinerja :
 Daerah irigasi yang terlayani
 Debit air baku yang dihasilkan untuk melayani 452.160 Jiwa penduduk
2. Mendukung terwujudnya infrastruktur pengendali banjir pada wilayah-wilayah rawan
banjir dan pengaman pantai, dengan indikator kinerja :
 Luas area daerah rawan banjir

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB II - 10
3. Mewujudkan Peningkatan Jaringan Jalan Kondisi Mantap, dengan indikator kinerja :
 Persentase Jalan provinsi dalam kondisi mantap
4. Mewujudkan Peningkatan Panjang Jaringan Jalan dan jembatan Provinsi Kalimantan
Timur, dengan indikator kinerja :
 Panjang jalan provinsi
 Panjang jembatan provinsi
5. Terwujudnya pembangunan rumah sederhana sehat dengan harga yang relatif dapat
dijangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah, dengan indikator kinerja :
 Jumlah lokasi PSD yang dapat terbangun
 Jumlah rumah layak huni yang terbangun
6. Terwujudnya pembangunan sistem penyediaan air minum di desa rawan air, pesisir
dan terpencil, dengan indikator kinerja :
 Debit air yang dihasilkan
7. Tersedianya Perda Rencana Umum Tata Ruang dan Rencana Rinci Tata Ruang serta
petunjuk pelaksanaan /pedoman bidang penataan ruang, dengan indikator kinerja :
 Jumlah perda tentang rencana tata ruang, arahan pengaturan zonasi, ketentuan
dan petunjuk pelaksanaan /pedoman bidang penataan ruang yang dihasilkan

Untuk lebih rincinya hasil pengolahan data tersebut diatas dapat dilihat pada
Tabel 2.4. Review Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD di bawah ini :

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB II - 11
TABEL 2.4. REVIEW PENCAPAIAN KINERJA PELAYANAN SKPD DINAS PEKERJAAN UMUM
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
TARGET TARGET TARGET RENSTRA SKPD TAHUN REALISASI CAPAIAN TAHUN RASIO CAPAIAN PADA TAHUN (%)
NO INDIKATOR KINERJA UTAMA SATUAN
SPM IKK 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013

1 Daerah irigasi yang terlayani Ha 1,760.00 1,760.00 1,760.00 1,760.00 1,760.00 800.00 800.00 800.00 1,000.00 1,000.00 45.45 45.45 45.45 56.82 56.82

Debit air baku yang dihasilkan


2 untuk melayani 452.160 Jiwa L/dt 260.00 260.00 260.00 260.00 260.00 15.00 50.00 100.00 220.00 180.00 5.77 19.23 38.46 84.62 69.23
penduduk

3 Luas area daerah rawan banjir Ha 77.00 177.00 177.00 177.00 278.00 - 13.60 25.00 25.00 25.00 - 7.68 14.12 14.12 8.99

Persentase Jalan provinsi dalam


4 % 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00 76.83 82.10 81.62 75.98 47.71 76.83 82.10 81.62 75.98 47.71
kondisi mantap

5 Panjang jalan provinsi Km 1,194.27 883.19 1,119.45 981.91 686.95 238.21 163.44 123.84 365.02 416.67 19.95 18.51 11.06 37.17 60.66

6 panjang jembatan provinsi M 220.00 758.70 738.20 775.00 1,180.00 220.00 97.00 338.20 375.00 1,180.00 100.00 12.79 45.81 48.39 100.00
jumlah lokasi PSD yang dapat
7 Lokasi 13 16 11 13 22 13 16 11 13 22 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00
terbangun
Jumlah rumah layak huni yang
8 Unit 548 1,000 1,111 1,335 1,006 548 1,000 1,111 1,335 1,006 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00
terbangun

9 Debit air yang dihasilkan L/dt 5.00 140.00 100.00 100.00 100.00 5.00 40.00 - 100.00 100.00 100.00 28.57 - 100.00 100.00

Jumlah perda tentang rencana


tata ruang, arahan pengaturan
% Progres
10 zonasi, ketentuan dan petunjuk 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 100.00 100.00 100.00 100.00 100.00
Perda
pelaksanaan /pedoman bidang
penataan ruang yang dihasilkan

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB II - 12
TABEL 2.5. REVIEW ANGGARAN DAN REALISASI PENDANAAN PELAYANAN SKPD DINAS PEKERJAAN UMUM
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

ANGGARAN PADA TAHUN REALISASI ANGGARAN PADA TAHUN RASIO ANTARA REALISASI DAN ANGGARAN (%) RATA-RATA PERTUMBUHAN
NO URAIAN
2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 ANGGARAN REALISASI

PENATAAN RUANG

1 Program Perencanaan Tata Ruang 5,117,500,000 20,642,308,300 10,536,899,000 12,325,430,000 7,340,318,000 4,505,409,200 18,591,753,450 7,886,643,164 10,862,472,800 7,113,891,250 88.04 90.07 74.85 88.13 96.92 57.74 64.57

2 Program Pemanfaatan Ruang 210,000,000 2,337,691,700 2,374,645,100 2,921,570,000 2,559,415,000 204,840,000 1,638,627,200 2,005,765,400 2,531,870,600 2,467,926,900 97.54 70.10 84.47 86.66 96.43 256.35 186.52
Program Pengendalian Pemanfaatan
3 908,300,000 901,025,150 99.20 - -
Ruang
Program Peningkatan Kapasitas Sumber
4 848,060,000 910,498,000 1,612,000,000 1,908,550,000 1,395,000,000 560,650,000 871,209,600 1,568,767,600 1,876,166,600 1,278,677,100 66.11 95.68 97.32 98.30 91.66 18.97 30.80
Daya Aparatur
Program Pengaturan dan Pemberdayaan
5 1,870,368,000 1,390,639,700 1,615,000,000 1,380,000,000 1,375,500,000 1,396,398,900 1,141,627,800 1,575,806,900 1,301,849,900 1,174,862,900 74.66 82.09 97.57 94.34 85.41 - 6.10 - 1.84
Masyarakat Jasa Konstruksi
6 Program Pengawasan Jasa Konstruksi 271,672,000 279,500,000 203,000,000 155,500,000 175,000,000 202,716,000 263,180,000 195,254,860 154,910,200 110,886,900 74.62 94.16 96.18 99.62 63.36 - 8.84 - 11.27

SUMBER DAYA AIR


Program Pengembangan dan Pengelolaan
7 Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan 41,181,050,000 71,276,690,000 173,501,953,000 88,104,600,000 111,784,156,933 36,335,119,575 63,219,381,335 105,894,205,610 77,884,464,800 93,164,756,315 88.23 88.70 61.03 88.40 83.34 48.54 33.67
Pengairan lainnya
Program Penyediaan dan Pengelolaan Air
8 21,987,875,000 19,050,000,000 17,855,599,700 53,800,000,000 49,337,072,000 21,156,191,050 18,329,882,925 16,328,308,125 23,014,270,840 45,661,699,860 96.22 96.22 91.45 42.78 92.55 43.34 28.77
Baku
Program Pengembangan, Pengelolaan
9 dan Konservasi Sungai, Danau dan 5,500,000,000 4,900,000,000 4,924,561,950 3,988,084,150 89.54 81.39 - 27.73 - 29.75
Sumber Daya Air Lainnya
10 Program Pengendalian Banjir 71,331,075,000 54,050,000,000 113,213,414,000 225,815,000,000 202,109,300,273 62,735,059,372 46,518,743,002 95,962,717,776 136,562,864,700 202,109,300,273 87.95 86.07 84.76 60.48 100.00 43.55 42.69

Program Peningkatan Kapasitas Sumber


11 1,415,677,000 400,000,000 878,727,925 228,280,000 62.07 57.07 - 42.94 - 43.51
Daya Aparatur
BINA MARGA
Program Pembangunan Jalan dan
11 677,061,896,000 545,908,830,000 954,725,136,600 2,192,733,766,792 2,090,819,798,734 545,536,071,039 501,204,587,648 763,360,472,756 1,570,534,929,593 1,813,484,068,052 80.57 91.81 79.96 71.62 86.74 45.14 41.35
Jembatan
Program Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan
12 55,637,549,485 102,211,000,000 157,357,672,000 108,850,000,000 130,561,971,600 51,315,797,652 95,287,362,723 154,623,246,596 103,634,245,748 128,710,790,942 92.23 93.23 98.26 95.21 98.58 31.70 34.79
dan Jembatan
Program Pembangunan Saluran Drainase
13 2,000,000,000 1,800,000,000 12,114,600,000 14,500,000,000 7,186,218,000 1,330,434,075 1,366,165,250 11,166,044,645 13,170,539,368 7,110,178,000 66.52 75.90 92.17 90.83 98.94 133.07 172.99
/ Gorong-gorong
Program Pembangunan Turap / Talud /
14 32,510,058,000 20,500,000,000 54,439,368,000 61,941,328,000 79,939,988,000 28,740,565,934 17,826,425,998 53,500,847,746 58,053,260,248 73,413,771,849 88.41 86.96 98.28 93.72 91.84 42.86 49.28
Bronjong
Program Insepeksi Kondisi Jalan dan
15 1,000,000,000 913,900,000 500,000,000 250,000,000 500,000,000 918,328,000 784,488,500 483,016,000 229,635,000 475,548,000 91.83 85.84 96.60 91.85 95.11 - 0.97 0.41
Jembatan
Program Tanggap Darurat Jalan dan
16 10,000,000,000 8,818,355,650 88.18 - -
Jembatan
17 Program Peningkatan Jalan dan Jembatan 2,878,046,000 2,878,046,000 100.00 - 25.00 - 25.00

CIPTA KARYA
Program Peningkatan Sarana dan
18 21,379,828,000 12,300,000,000 36,447,987,818 91,320,400,000 84,857,914,955 19,626,732,368 11,113,420,810 31,684,733,650 84,495,013,400 81,384,589,063 91.80 90.35 86.93 92.53 95.91 74.33 76.18
Prasarana Aparatur
19 Program Pengembangan Perumahan 30,624,959,000 54,150,000,000 61,287,119,000 81,181,000,000 90,339,035,000 28,073,885,600 49,313,376,593 56,332,284,440 76,096,289,280 87,700,769,474 91.67 91.07 91.92 93.74 97.08 33.43 35.06
Program Pengembangan Kinerja
20 33,565,635,000 50,000,000,000 90,792,967,300 85,811,000,000 133,000,100,000 32,039,946,500 46,997,542,670 88,874,100,130 83,661,499,110 131,957,591,150 95.45 94.00 97.89 97.50 99.22 45.01 46.91
Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah
Program Pengembangan Wilayah Strategis
21 7,078,595,000 5,500,000,000 16,978,414,000 14,480,000,000 29,901,720,000 6,302,288,000 4,524,237,170 14,645,893,368 12,587,321,925 28,969,347,900 89.03 82.26 86.26 86.93 96.88 69.55 77.90
dan Cepat Tumbuh
Program Pengembangan Wawasan
22 58,434,500,000 16,800,000,000 4,400,000,000 97,545,139,000 57,548,531,100 15,164,768,200 4,028,500,000 89,146,524,757 98.48 90.27 91.56 91.39 486.42 484.81
Kebangsaan
23 Program Peningkatan Pelayanan Publik 1,500,000,000 30,000,000,000 72,318,850,000 130,243,189,250 1,276,115,000 28,197,068,420 59,036,123,530 129,816,022,250 85.07 93.99 81.63 99.67 530.29 584.72
Program Peningkatan Sarana dan
24 55,225,195,000 1,100,000,000 1,983,523,995 1,021,473,000 3.59 92.86 - 49.50 - 37.13
Prasarana Olah Raga
Program Pengembangan Pendidikan
25 3,160,510,000 2,989,162,100 94.58 - 25.00 - 25.00
Tinggi
Program Perencanaan , Monitoring dan
26 9,119,028,000 1,243,000,000 7,806,658,680 940,731,950 85.61 75.68 - 46.59 - 46.99
Evaluasi Bidang Cipta Karya

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB II - 13
2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD

Dari kajian terhadap kinerja output pada rencana strategis sebelumnya


memperlihatkan bahwa sebagian besar kegiatan telah tercapai penyerapan anggaran
yang ditetapkan dan jumlah kegiatan sebesar 100%. Hal ini memperlihatkan dalam
penyelenggaraan pembangunan infrastuktur Pekerjaan Umum dapat dilaksanakan
dengan baik.
Namun dari berbagai pencapaian tersebut tidak ditunjang dengan keberadaan
sumberdaya manusia khususnya pada kondisi kompetensi dan jumlah. Dari hasil
wawancara terlihat kompetensi sumberdaya tidak sesuai dengan kebutuhan pada setiap
SKPD meskipun dari sisi tingkat pendidikan yang dibutuhkan telah sesuai, misal : tingkat
pendidikan S1 atau S2. Ketidaksesuaian tersebut terlihat pada lingkup tupoksi di
masing-masing bidang, misal : di bidang tata ruang tidak didukung oleh kompetensi
bidangnya seperti : planologi, geografi dan atau geodesi yang terkait dengan analisis
pemetaan terhadap pengawasan dan pengendalian tata ruang. Demikian juga terjadi
pada bidang lainnya. Dengan kurangnya daya dukung terhadap kompetensi maka
penyelenggaraan pasca pelaksanaan kegiatan seperti pengawasan, pengendalian dan
monitoring terhadap pencapaian kinerja outcome dan dampak kurang dapat
dilaksanakan secara simultan dan berkelanjutan.

Tantangan terhadap kinerja pelayanan yang dihadapi oleh SKPD adalah :


1. Adanya tenaga yang tidak sesuai dengan bidangnya sehingga peningkatan kualitas
kegiatan menjadi lemah, khususnya pada kegiatan pemantauan, pengawasan dan
pengendalian kegiatan di lapangan sehingga yang dapat dilihat adalah kinerja output.
2. Kurangnya jumlah tenaga pendukung yang bersifat tetap sehingga pelaksanaan
kegiatan di masing-masing bidang dalam hal peningkatan kualitas penyelenggaraan
kegiatan menjadi kurang berjalan dengan baik. Hal ini terjadi karena masing-masing
tenaga sudah over load.
3. Bantuan tenaga tidak tetap (honorer) pada masing-masing bidang kurang efektif
karena tenaga tidak tetap bersifat sementara, padahal dalam penyelenggaraan
pembangunan diharapkan dapat dilakukan dengan proses yang meningkat
efektifivitasnya.
4. Peningkatan pembangunan dibutuhkan daya dukung sumber daya manusia yang
handal dan sesuai dengan kompetensi sehingga pembangunan dapat dilakukan
secara berkualitas dan efektif, misal kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang
mempunyai kompetensi sistem informasi manajemen sebagai salah satu perangkat
untuk dokumentasi (data base) dan pemantauan.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB II -14
BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN
TUGAS DAN FUNGSI SKPD

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi


Pelayanan SKPD

Identifikasi permasalahan pelayanan SKPD dilakukan melalui kajian


terhadap sasaran Rencana strategis K/L, Rencana Tata Ruang Wilayah.
Permasalahan Pelayanan SKPD terhadap Sasaran Rencana Strategis Kementerian
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2015 - 2019. Untuk
mengidentifikasi permasalahan pelayanan SKPD dilakukan dengan cara dengan
mengidentifikasi permasalahan layanan SKPD dalam mencapai sasaran yang telah
ditetapkan didalam Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat. Identifikasi permasalahan pelayanan SKPD sebagai berikut :

A. Permasalahan Sumber Daya Manusia/Aparatur


1. Keterlibatan masyarakat dalam setiap penyusunan belum dapat ditingkatkan
2. Kondisi SDM yang tidak sesuai dengan kompetensi keahlian di bidang
pemetaan yang terkait dalam penyelenggaraan perencanaan dan
pengawasan serta pengendalian tata ruang.
3. Belum terdapatnya sistem pelatihan bidang ke-PU-an yang mampu
meningkatkan kompetensi bagi pelaku kegiatan pembangunan (konsultan,
kontraktor, pemerintah) yang meliputi : tenaga ahli dan tenaga terampil
untuk SDM lokal. Sehingga tenaga ahli lokal tidak tertinggal dari sisi
pengetahuan dan keahliannya di bidang kajian.
4. Kurangnya SDM di bidang kajian pengaturan, pengendalian penataan ruang
yang sesuai dengan kompetensi keahlian.
5. Belum terdukungnya SDM yang sesuai dengan kompetensi di bidang
sumberdaya air.
6. Masih kurangnya kualitas dan kuantitas SDM yang sesuai dengan
kompetensi per bidang.
7. Kurang terdukungnya oleh SDM yang sesuai dengan kompetensi dibidang
jaringan dan web master.
8. Belum terstrukturnya pembinaan SDM baik internal maupun eksternal
sehingga SDM belum dapat memenuhi kebutuhan penyelenggaraan
pembangunan infrastruktur di Provinsi Kalimantan Timur.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 15
B. Permasalahan Peraturan, Kebijakan dan Petunjuk Teknis
1. Proses penyusunan regulasi berupa juklak dan juknis pengawasan (zoning
regulation) terhambat sehingga mengakibatkan lemahnya pengawasan dan
pengendalian tata ruang.
2. Belum terlaksananya implementasi peraturan bangunan gedung diberbagai
wilayah di Provinsi Kalimantan Timur.
3. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan tata ruang mengalami hambatan.
4. Jumlah kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam pengembangan
kawasan permukiman masih kurang.
5. Penerapan NSPK dalam kualitas layanan air minum dan sanitasi
permukiman di perkotaan masih rendah.

C. Permasalahan Penataan Ruang


1. Tersendatnya penyusunan rencana rinci dan rencana umum kabupaten/kota
serta perencanaan dan pengawasan lainnya.
2. Belum terdukungnya pendekatan peningkatan ekonomi melalui UKM atau
industri kecil untuk mengembangkan potensi kawasan, sehingga
kesenjangan antar wilayah masih tinggi.
3. Masih rendahnya kabupaten/kota yang menerapkan NSPK dalam
pengembangan kawasan permukiman sesuai dengan rencana tata ruang.

D. Permasalahan Sumber Daya Air


1. Kurangnya informasi tentang data air baku tentang volume dan sumber-
sumber air (danau, embung, sungai, waduk, mata air dan lain lain) yang dapat
dikembangkan menjadi sumber ketersediaan sumberdaya air.
2. Kurangnya daya dukung terhadap kerusakan jaringan irigasi dan jaringan
rawa sehingga mempengaruhi keberlanjutan suplai air terhadap kawasan
pertanian.
3. Sistem pemeliharaan yang lemah terhadap bangunan penampung air serta
jaringan irigasi sehingga jaringan banyak yang rusak.
4. Belum terdukungnya sistem koordinasi lintas sektoral yang terkait dengan
penyediaan sumberdaya air, sehingga kinerja pembangunan infrastruktur
kurang efektif.
5. Luas kawasan banjir di beberapa daerah tidak berkurang
6. Masih banyak luasnya daerah pantai yang terkena abrasi
7. Masih lemahnya penanganan terhadap pengelolaan sumberdaya air.
8. Layanan jaringan irigasi dan rawa belum memberikan dampak terhadap
pertanian karena terjadinya kerusakan sehingga belum dapat bekerja secara
maksimal dan efektif.
9. Masih lemahnya penanganan terhadap pengelolaan jaringan irigasi dan rawa

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 16
E. Permasalahan Kebinamargaan
1. Luas wilayah yang luas sehingga membutuhkan waktu dalam pencapaian
dalam panjang jalan dan jalan baru.
2. Jalan yang sudah dibangun sering terjadi kerusakan sehingga kemudahan
aksesibilitas dan pergerakan menjadi menurun kualitasnya
3. Kurangnya koordinasi dengan instansi lain dalam bentuk pengelolaan jalan
sehingga terjadi rusaknya jalan yang diakibatkan adanya beban yang overload
kendaraan, sehingga mengakibatkan ketidakefektifan pergerakan.
4. Transportasi lintas wilayah yang pada akhirnya berpengaruh terhadap biaya
ekonomi yang tidak efisien.
5. Kecepatan pelayanan perbaikan jalan masih rendah.

F. Permasalahan Keciptakaryaan
1. Pelayanan terhadap peningkatan kualitas sanitasi masih kurang.
2. Pembinaan kemampuan dalam meningkatkan palayanan PDAM masih
kurang.
3. Masih belum terdukungnya sistem pelayanan air minum untuk penyediaan air
minum bagi masyarakat khususnya masyarakat perdesaan dan masyarakat
di kawasan tertinggal dan terpencil.
4. Belum maksimalnya pengelolaan sampah khususnya di perkotaan sehingga
sampah menumpuk.
5. Peningkatan kualitas infrastruktur permukiman perdesaan/kumuh/nelayan
belum dilakukan secara menyeluruh.
6. Sudah adanya PNPM Perdesaan yang mampu meningkatkan infrastruktur
perdesaan, meskipun demikian masih adanya perbedaan kesenjangan antar
wilayah.

G. Permasalahan Perumahan dan Permukiman


1. Belum terdapat perencanaan dan pembangunan rusunawa di Provinsi
Kalimantan Timur secara simultan.
2. Kondisi kawasan kumuh di perkotaan dan di perdesaan belum dapat
diketahui secara tepat sehingga penanganan tidak dapat dilakukan secara
tepat sasaran.
3. Kondisi perkembangan kasiba/lisiba, kawasan permukiman dan kawasan
perumahan oleh pengembang belum tertangani dengan baik.
4. Belum terwujudnya revitalisasi permukiman dan penataan bangunan
terutama di perkotaan.
5. Belum terdukungnya informasi tentang bencana dalam penanganan di
perkotaan khususnya permukiman padat.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 17
H. Permasalahan Lainnya
1. Masih belum terselenggaranya koordinasi yang handal dan efektif baik
ditingkat internal (antar bidang) maupun di tingkat eksternal (antar instansi)
dan antar pusat, provinsi dan kabupaten/kota.
2. Jumlah pengunjung ke situs web Pekerjaan Umum masih rendah karena data
tidak terupdate dengan baik.
3. Tidak adanya daya dukung bagi peningkatan sistem informasi melalui
internet sebagai sumber informasi bagi pemerintah, pengusaha maupun
masyarakat.
4. Belum adanya data base yang handal yang tidak bisa diinformasikan melalui
internet
5. Belum dapat meningkatkan kemampuan bagi struktur usaha konstruksi yang
kokoh, andal dan berdaya saing tinggi.

3.2 Telaah Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil
Kepala Daerah Terpilih

Dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, permasalahan, tantangan dan


peluang yang ada di Kalimantan Timur serta mempertimbangkan budaya yang
hidup dalam masyarakat, maka Visi Pemerintahan Daerah Provinsi Kalimantan
Timur tahun 2013 - 2018 adalah:

"Mewujudkan Kaltim sejahtera yang merata dan berkeadilan berbasis


agroindustri dan energi ramah lingkungan"

Memerhatikan Visi tersebut serta perubahan paradigma dan kondisi yang


akan dihadapi pada masa yang akan datang, diharapkan provinsi Kalimantan Timur
dapat lebih berperan dalam perubahan yang terjadi di lingkup nasional, regional,
maupun global.

Dalam rangka pencapaian visi yang telah ditetapkan dengan tetap


memperhatikan kondisi dan permasalahan yang ada serta tantangan ke depan, dan
memperhitungkan peluang yang dimiliki, maka ditetapkan 5 (lima) misi sebagai
berikut:

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 18
Misi 1 : Mewujudkan kualitas sumber daya manusia Kalimantan Timur
yang mandiri dan berdaya saing tinggi.
Hal ini bertujuan untuk membentuk identitas dan karakter sumber
daya manusia yang berkualitas, melalui pemanfaatan implikasi
perkembangan teknologi untuk pengembangan pendidikan baik
formal maupun informal.
Misi 2 : Mewujudkan daya saing ekonomi yang berkerakyatan berbasis
sumber daya alam dan energi terbaharukan.
Hal ini bertujuan untuk mengelola sektor pertanian dalam arti luas
dan nilai tambah dari sektor non migas untuk mendukung program
pembangunan daerah.
Misi 3 : Mewujudkan infrastruktur dasar yang berkualitas bagi masyarakat
secara merata.
Hal ini bertujuan untuk medorong konektivitas antar wilayah
sehingga dapat mempercepat dan memperluas pembangunan
ekonomi.
Misi 4 : Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang professional,
transparan dan berorientasi pada pelayanan publik.
Hal ini bertujuan untuk menciptakan pemerintahan yang bersih,
profesional dan transparan dalam menjalankan tugasnya memberi
pelayanan publik yang prima, menciptakan kepastian hukum dan
akuntabilitas publik.
Misi 5 : Mewujudkan kualitas lingkungan yang baik dan sehat serta
berperspektif perubahan iklim.
Tranformasi ekonomi berbasis unrenewable resources ke
renewable resources harus dilakukan dan hanya dapat diwujudkan
bila ada keseimbangan antara pilar ekonomi, lingkungan dan sosial
dalam perencanaan pembangunan menuju ekonomi hijau. Hal ini
dilakukan untuk menciptakan kondisi masyarakat yang lebih baik
dan berkeadilan sosial serta mengurangi resiko lingkungan dan
kerusakan ekologi.

Aspek didalam rencana pemerintah daerah yang terkait dan perlu didukung
oleh perubahan rencana strategis Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan
Timur adalah sebagai berikut :

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 19
1. Meningkatkan Kualitas SDM Provinsi Kalimantan Timur
Dalam meningkatkan kualitas SDM terdapat sasaran yang salah satunya adalah
meningkatkan ekonomi hijau. Hal ini menjadi cakupan didalam pembangunan
infrastruktur yang berbasis peningkatan pendapatan masyarakat dan tetap dalam
pembangunan tersebut berbasis pada pro lingkungan.
Arahan ini terkait dengan bidang penataan ruang terkait dengan perencanaan
wilayah yang berdampak pada peningkatan ekonomi suatu kawasan. Dengan adanya
peningkatan ekonomi maka diharapkan secara regional, tumbuhnya percepatan
pembangunan di Provinsi Kalimantan Timur.
2. Meningkatkan pemerataan pendapatan masyarakat.
Meningkatnya pemeratan pendapatan masyarakat adalah berkurangnya
kesenjangan pendapatan antar kawasan khususnya kawasan terisolir, pedalaman
dan kawasan perbatasan sehingga diharapkan berkurangnya terjadinya perpindahan
penduduk ke perkotaan. Hal ini perlu didukung oleh pembangunan infrastruktur
keciptakaryaan dengan mendukung peningkatan infrastruktur permukiman agar
kegiatan perekonomian dapat meningkat khususnya di kawasan agropolitan dan
minapolitan. Dengan dukungan infrastruktur permukiman yang handal maka sistem
pemasaran produk dapat dilakukan secara mudah.
Hubungan antar wilayah dikembangkan melalui kegiatan kebinamargaan dengan
membangun jalan dan jembatan antar perdesaan dengan perkotaan yang
menghubungkan antara pusat produksi dengan pusat pemasarannya.
3. Menurunkan kesenjangan antar wilayah
Kesenjangan antar wilayah perlu diturunkan agar tidak terjadi kesenjangan ekonomi,
sosial dan politik. Untuk itu perlu dilakukan keterbukaan antar wilayah dan
kesejajaran pendapatan masyarakatnya. Hal ini perlu didukung oleh hubungan
antara wilayah terbuka dengan wilayah tertutup melalui pembangunan jalan dan
jembatan. Wilayah tertutup adalah kawasan atau daerah yang sulit dalam
aksesibilitasnya sehingga hubungan sosial dan ekonomi yang diwujudkan dalam
kegiatan transaksi barang dan jasa antar masyarakat menjadi terhambat.
4. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup.
Meningkatkan kualitas lingkungan hidup merupakan bagian yang signifikan dalama
proses pembangunan. Pembangunan sering menjadi persoalan lingkungan apabila
tidak dikendalikan. Dampak lingkungan saat ini adalah perubahan iklim yang
diakibatkan pemanasan global. Untuk itu diperlukan antisipasi oleh pembangunan
infrastruktur yang mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan mengurangi
dampak tersebut. Bidang penataan ruang dan cipta karya merupakan bidang penting
didalam proses tersebut. Bidang cipta karya terkait dengan pengelolaan
persampahan dan sanitasi yang bersifat komunal serta bangunan gedung yang

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 20
berbasis pada lingkungan. Pencemaran udara dan emisi gas perlu didukung dalam
peningkatan ruang terbuka hijau dan perencanaan dan pengendalian kawasan
lindung.

3.3 Telaah Rencana Strategis K/L dan Rencana Strategis Lainnya

1. Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat


Tahun 2015 – 2019

Berdasarkan Pereturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat


Republik Indonesia, nomor 13.1/PRT/M/2015, tentang Rencana Strategis
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2015 – 2019.

Visi
“TERWUJUDNYA INFRASTRUKTUR PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT YANG
HANDAL DALAM MENDUKUNG INDONESIA YANG BERDAULAT, MANDIRI, DAN
BERKEPRIBADIAN BERLANDASKAN GOTONG ROYONG”

Infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang handal diartikan


sebagai tingkat dan kondisi ketersediaan, keterpaduan, serta kualitas dan cakupan
pelayanan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang produktif dan
cerdas, berkeselamatan, mendukung kesehatan masyarakat, menyeimbangkan
pembangunan, memenuhi kebutuhan dasar, serta berkelanjutan yang berasaskan
gotong royong guna mencapai masyarakat yang lebih sejahtera.
Infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang handal secara
lebih rinci diperlukan untuk mendukung agenda prioritas nasional antara lain untuk
meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional;
mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis
ekonomi domestik; membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif,
demokratis dan terpercaya; membangun Indonesia dari pinggiran dengan
memperkuat daerahdaerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan; mewujudkan
keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan wilayah, menopang
kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumber daya maritim, dan
mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai negara kepulauan; serta untuk
melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga Negara.
Makna dari infrastruktur bidang pekerjaan umum yang andal merupakan
perwujudan dari tingkat ketersediaan dan pelayanan bidang pekerjaan umum yang
penjabarannya meliputi:

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 21
1. Kondisi dan fungsi sarana dan prasarana sumber daya air yang dapat memberikan
pelayanan yang mendukung terwujudnya kemanfaatan sumber daya air yang
berkelanjutan;
2. Pelayanan jalan yang memenuhi standar pelayanan minimal yang mencakup aspek
aksesibilitas (kemudahan pencapaian), mobilitas, kondisi jalan, keselamatan dan
kecepatan tempuh rata-rata;
3. Pelayanan air minum yang memenuhi syarat kualitas, kuantitas, dan kontinuitas
yaitu penyediaan air minum yang memenuhi standar baku mutu dan kesehatan
manusia dan dalam jumlah yang memadai serta jaminan pengaliran 24 (dua puluh
empat) jam per hari;
4. Pelayanan prasarana dan sarana sanitasi yang terpadu dan menggunakan metode
yang ramah lingkungan serta sesuai standar teknis;
5. Bangunan gedung yang memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan,
kenyamanan dan kemudahan;
6. Penyusunan program dan pelaksanaan pembangunan semua infrastruktur PU dan
permukiman yang andal tersebut berbasis penataan ruang; dan
7. Jasa konstruksi nasional yang berdaya saing dan mampu menyelenggarakan
pekerjaan konstruksi yang lebih efektif dan efisien.

Kondisi dan kualitas pelayanan tersebut berjalan dengan cakupan pelayanan


infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang semakin luas, merata dan
berkeadilan, sehingga tercipta kehidupan yang aman, nyaman, produktif dan
berkelanjutan yang mencerminkan keadaan masyarakat yang semakin sejahtera.

Misi

Berdasarkan mandat yang diemban oleh Kementerian PU sebagaimana yang


tercantum di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 165 Tahun 2014 dan sejalan
dengan tugas dan fungsi Kementerian PU, maka untuk mencapai Visi Kementerian PU
“Terwujudnya Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang handal
dalam mendukung Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian
berlandaskan gotong royong”, ditetapkan Misi Kementerian PU tahun 2015 – 2019,
yaitu:

1. Mempercepat pembangunan infrastruktur sumber daya air termasuk sumber


daya maritim untuk mendukung ketahanan air, kedaulatan pangan, dan
kedaulatan energi, guna menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi
domestik dalam rangka kemandirian ekonomi;
2. Mempercepat pembangunan infrastruktur jalan untuk mendukung konektivitas
guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan pelayanan sistem logistik

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 22
nasional bagi penguatan daya saing bangsa di lingkup global yang berfokus
pada keterpaduan konektivitas daratan dan maritim;
3. Mempercepat pembangunan infrastruktur permukiman dan perumahan rakyat
untuk mendukung layanan infrastruktur dasar yang layak dalam rangka
mewujudkan kualitas hidup manusia Indonesia sejalan dengan prinsip
‘infrastruktur untuk semua’;
4. Mempercepat pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan
rakyat secara terpadu dari pinggiran didukung industri konstruksi yang
berkualitas untuk keseimbangan pembangunan antar daerah, terutama di
kawasan tertinggal, kawasan perbatasan, dan kawasan perdesaan, dalam
kerangka NKRI;
5. Meningkatkan tata kelola sumber daya organisasi bidang pekerjaan umum dan
perumahan rakyat yang meliputi sumber daya manusia, pengendalian dan
pengawasan, kesekertariatan serta penelitian dan pengembangan untuk
mendukung fungsi manajemen meliputi perencanaan yang terpadu,
pengorganisasian yang efisien, pelaksanaan yang tepat, dan pengawasan yang
ketat.

Tujuan dan Sasaran Rencana Strategis

Sebagai penjabaran atas visi Kementerian PU, maka tujuan rencana strategis
yang akan dicapai oleh Kementerian PU dalam periode lima tahun ke depan adalah:

1. Menyelenggarakan pembangunan bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat


yang terpadu dan berkelanjutan didukung industri konstruksi yang berkualitas untuk
keseimbangan pembangunan antar daerah, terutama di kawasan tertinggal, kawasan
perbatasan, dan kawasan perdesaan. Tujuan 1 ini akan dicapai melalui sasaran
strategis, yaitu:
a) Meningkatnya keterpaduan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan
perumahan rakyat antar daerah, antar sektor dan antar tingkat pemerintahan
b) Meningkatnya keterpaduan perencanaan, pemrograman dan penganggaran.
c) Meningkatnya kapasitas dan pengendalian kualitas konstruksi nasional.
2. Menyelenggarakan pembangunan bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
untuk mendukung ketahanan air, kedaulatan pangan, dan kedaulatan energi, guna
menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik dalam rangka kemandirian
ekonomi. Tujuan 2 ini akan dicapai melalui sasaran strategis, yaitu:
a) Meningkatnya dukungan kedaulatan pangan dan energi; dan
b) Meningkatnya ketahanan air.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 23
3. Menyelenggaraan pembangunan bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
untuk konektivitas nasional guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan
pelayanan sistem logistik nasional bagi penguatan daya saing bangsa di lingkup
global yang berfokus pada keterpaduan konektivitas daratan dan maritim. Tujuan 3 ini
akan dicapai melalui sasaran strategis, yaitu:
a) Meningkatnya dukungan konektivitas bagi penguatan daya saing; dan
b) Meningkatnya kemantapan jalan nasional

4. Menyelenggarakan pembangunan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat


untuk mendukung layanan infrastruktur dasar yang layak guna mewujudkan kualitas
hidup manusia Indonesia sejalan dengan prinsip “infrastruktur untuk semua”. Tujuan
4 ini akan dicapai melalui sasaran strategis, yaitu:
a) Meningkatnya dukungan layanan infrastruktur dasar permukiman dan
perumahan.
b) Meningkatnya kualitas dan cakupan pelayanan infrastruktur permukiman
c) Meningkatnya penyediaan dan pembiayaan perumahan

5. Menyelenggarakan tata kelola sumber daya organisasi bidang pekerjaan umum dan
perumahan rakyat yang meliputi sumber daya manusia, pengendalian dan
pengawasan, kesekertariatan serta penelitian dan pengembangan untuk mendukung
penyelenggaraan pembangunan bidang pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang
efektif, efiesien, transparan dan akuntabel. Tujuan 5 ini akan dicapai melalui sasaran
strategis, yaitu:
a) Meningkatnya pengendalian dan pengawasan.
b) Meningkatnya sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas.
c) Meningkatnya budaya organisasi yang berkinerja tinggi dan berintegritas
d) Meningkatnya kualitas inovasi teknologi terapan bidang pekerjaan umum dan
perumahan rakyat
e) Meningkatnya pengelolaan regulasi dan layanan hukum, data dan informasi
publik, serta sarana dan prasarana

Selain itu, strategi yang lain adalah :


1. Arah pembangunan jaringan infrastruktur sumberdaya air dikaitkan dengan
upaya mendorong kawasan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi (kawasan
andalan ekonomi dan kota-kota PKN, PKW, dan PKSN), melalui pembangunan
prasarana atau infrastruktur sumberdaya air dalam kesatuan wilayah sungai
terutama dengan fungsi pendayagunaan sumber daya air, antara lain untuk
penyediaan air baku (irigasi dan industri) dan air bersih. Upaya fungsi

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 24
konservasi untuk menjaga kelestarian sumberdaya air dipadukan dengan
keberadaan kawasan lindung yang terdiri dari hutan lindung dan hutan
konversi, dengan ketentuan minimal seluas 30% dari daerah aliran sungai.
Pengaturan fungsi pengendalian daya rusak air diarahkan pada kawasan
lindung setempat antara lain sempadan sungai, sempadan pantai, dan daerah
rawan bencana.
2. Arah pembangunan jaringan infrastruktur ke-cipta karya-an dikaitkan dengan
upaya perwujudan fungsi-fungsi kota-kota sebagai pusat pertumbuhan wilayah
(PKN, PKW, dan PKSN), simpul transportasi nasional (pelabuhan, bandara,
stasiun kereta api, dan terminal), pusat kegiatan ekspor-impor (lokasi kawasan
industri), dan pusat kegiatan bisnis jasa (lokasi perkantoran dan
perbankan/keuangan), serta perwujudan keterkaitan dengan wilayah di
belakangnya (pedesaan, sentra produksi) yang saling menguntungkan.
3. Pembangunan infrastruktur PU dan permukiman juga perlu diselaraskan untuk
mendukung pengembangan sektor-sektor ekonomi utama lainnya seperti
industri, pertanian, kelautan dan perikanan, yang sekaligus juga untuk
mendorong berkembangnya pusat pertumbuhan dalam konteks pengembangan
wilayah dan mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah Jawa dan
luar Jawa.
4. Pemerintah juga berupaya untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus
(KEK) dalam rangka mempercepat pengembangan ekonomi di wilayah tertentu
yang bersifat strategis bagi pengembangan ekonomi nasional dan untuk
menjaga keseimbangan kemajuan suatu daerah dalam kesatuan ekonomi
nasional.
5. Dukungan infrastruktur PU dan permukiman dalam pembangunan sektor
pertanian terkait dengan dukungan terhadap ketahanan pangan dengan
memprioritaskan dukungan terhadap pusat-pusat produksi pangan dan
kelancaran distribusi hasil produksi pangan seperti melalui penanganan
rehabilitasi, operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi/rawa, membangun
waduk/embung, serta mengendalikan banjir pada kawasan pertanian dan
pengembangan peran petani pemakai air.
6. Upaya pemerataan pembangunan dan mengatasi kesenjangan pembangunan
antar wilayah sekaligus mengendalikan pesatnya laju urbanisasi, maka
pengembangan kawasan perdesaan dilakukan melalui pengembangan
kawasan agropolitan.
7. Sektor kelautan dan perikanan, besarnya jumlah rumah tangga nelayan dan
merupakan kelompok penduduk berpenghasilan rendah, maka maka perlu
dukungan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang terkoordinasi
dan terintegrasi dengan sektor terkait dalam hal penyediaan sarana jalan, air
bersih, sanitasi, dan permukiman.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 25
A. Strategi Pembangunan Berwawasan Lingkungan dan Antisipasi Terhadap Perubahan
Iklim (Climate Change)

1. Pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman pada dasarnya


sudah berada dalam koridor pembangunan yang berwawasan lingkungan. Oleh
karenanya, kebijakan pembangunan ke depan harus mampu mendorong
peningkatan kualitas lingkungan termasuk dalam pembangunan infrastruktur
pekerjaan umum dan permukiman, baik dalam proses perencanaan,
pelaksanaan, pengoperasian, maupun dalam proses pemeliharaan bangunan-
bangunan konstruksi dan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman.
Kebijakan pembangunan tersebut diantaranya adalah :
 Menerapkan konsep pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan
(green building dan green infrastructure);
 Mempertahankan dan mendorong peningkatan prosentase Ruang Terbuka
Hijau (RTH) terhadap kawasan budidaya lainnya;
 Mempertahankan kawasan konservasi terutama di kawasan perkotaan,
mewujudkan ecocity, serta
 Meningkatkan pengawasan dan pengendalian lingkungan dalam setiap
aspek pelaksanaan pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan
permukiman.
2. Kebutuhan inovasi teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan air bersih
dan sanitasi sangat tinggi agar krisis air bersih dan pemasalahan sanitasi
khususnya yang terkait dengan water-borne diseases (seperti diare, demam
berdarah, malaria, dan lain sebagainya) dapat dihindari.
3. Teknologi pengolahan sampah, baik dari sisi pemisahan, daur ulang, dan
penghancuran dengan menggunakan teknologi bioproses yang dipandang lebih
ramah lingkungan perlu terus dikembangkan.
4. Peningkatan kapasitas (capacity building) sumber daya manusia dan institusi
termasuk kompetensi dan kemandirian pemerintah daerah dalam
pembangunan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang
berwawasan lingkungan, mendorong peran sektor swasta melalui regulasi yang
sehat dan iklim usaha yang semakin kondusif dan kompetitif, serta mendorong
partisipasi dan peran serta masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan
untuk mewujudkan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman yang
berwawasan lingkungan.

B. Perubahan Iklim (Climate Change)

Secara umum terdapat beberapa efek perubahan iklim seperti naiknya muka air
laut, naiknya temperatur, perubahan pola curah hujan, serta kenaikan frekuensi

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 26
dan intensitas iklim ekstrem. Potensi dampak yang ditimbulkan adalah penurunan
ketersediaan air; kekeringan; gangguan keseimbangan air; banjir; tanah longsor,
intrusi air laut; dan badai. Mitigasi dan adaptasi terhadap dampak negatif
perubahan iklim perlu menjadi arus utama (mainstream) dalam perencanaan
pembangunan nasional (RPJPN dan RPJMN) serta perencanan pembangunan di
daerah. Kebijakan yang dijalankan adalah :
 Menerapkan perencanaan tata ruang nasional dan wilayah yang aman,
nyaman, produktif, dan berkelanjutan;
 Meningkatkan kualitas pelayanan infrastruktur sumber daya air untuk
menjamin ketahanan pangan dan mengurangi risiko banjir, longsor, kekeringan,
dan abrasi pantai;
 Meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur perkotaan dan perdesaan
untuk mengurangi potensi banjir/genangan, krisis air dan sanitasi;
 Meningkatkan kualitas pelayanan jalan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas
dan aksesibilitas yang lebih efisien, melalui penyusunan NSPK, perencanaan,
pelaksanaan pembangunan infrastruktur PU dan permukiman dengan
mempertimbangkan perubahan iklim.

C. Strategi Pengarusutamaan Jender

Pengarusutamaan jender ini akan diterapkan dalam setiap penyusunan kebijakan,


perencanaan dan penganggaran, serta implementasinya melalui program dan
kegiatan. Pengertian setara berarti seimbang relasi antara laki-laki dan perempuan
(dan orang lanjut usia, anak-anak di bawah umur, orang-orang dengan kebisaan
berbeda/difable, serta orang-orang yang tidak mampu secara ekonomi) dalam
aspek egaliter, kemampuan memadai yang meliputi Knowledge Attitude Practise,
pengakuan terhadap eksistensi, ruang partisipasi, pengambilan peran dan fungsi
secara proporsional dalam proses pembangunan secara utuh menyeluruh baik dari
pemanfaatan hasil, pelaksanaan, pemeliharaan, pengawasan, penyusunan,
evaluasi maupun perencanaan pembangunan di bidang ke-PU-an dan permukiman.
Sementara adil dapat diartikan sebagai tidak adanya pembakuan peran, beban
ganda, subordinasi, marginalisasi dan kekerasan terhadap perempuan (dan orang
lanjut usia, anak-anak di bawah umur, orang-orang dengan kebiasaan
berbeda/difable, serta orang-orang yang tidak mampu secara ekonomi) maupun
laki-laki.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 27
D. Strategi Pembiayaan

Investasi pembangunan infrastruktur melalui pembiayaan dari masyarakat dan


dunia usaha, selain pemerintah, dan pola-pola kerjasama diantara ketiganya
menjadi sangat penting karena kebutuhan akan infrastruktur yang kian meningkat
sehingga dibutuhkan mobilisasi dan upaya mengembangkan berbagai alternatif
pembiayaan yang lebih optimal. Hal ini sejalan dengan arahan RPJM Tahap Ke-2
(2010-2014) dimana percepatan pembangunan infrastruktur diupayakan dengan
lebih meningkatkan kerja sama antara pemerintah dan dunia usaha, atau lebih
dikenal dengan Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS), serta peningkatan
keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat.

E. Strategi Penataan Aparatur

Penataan aparatur atau reformasi birokrasi perlu dilakukan mengingat kondisi


objektif birokrasi saat ini yang masih perlu disempurnakan, yakni masih belum
optimalnya kualitas pelayanan publik; perlunya peningkatan efisiensi, efektivitas,
serta produktivitas; belum optimalnya integritas aparatur birokrasi; perlunya
peningkatan transparansi dan akuntabilitas; rendahnya disiplin dan etos kerja
pegawai; adanya tumpang tindih regulasi yang perlu dibenahi; dan adanya tumpang
tindih tugas dan fungsi unit-unit kerja; serta perlunya peningkatan kinerja organisasi
secara keseluruhan.

3.4 Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan


Hidup Strategis

1. Telaah Rencana Tata Ruang

Kebijakan penataan ruang wilayah provinsi sebagaimana dimaksud, meliputi:

a. pengembangan sektor ekonomi produktif migas dan batubara yang bernilai


tambah tinggi dan berwawasan lingkungan menjadi sektor unggulan provinsi
untuk memacu pertumbuhan ekonomi serta pemanfaatannya bagi segenap
masyarakat;
b. pengembangan sektor unggulan untuk mengantisipasi berkurangnya sumber
daya migas dan batubara yang tidak dapat diperbaharui melalui pengembangan
sektor pertanian, pariwisata dan energi yang dapat diperbaharui, sebagai
bagian upaya meningkatkan ketahanan pangan dan energi wilayah dan
nasional;

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 28
c. perwujudan ruang yang bersinergi dengan pertumbuhan ekonomi hijau;
d. perwujudan pemerataan hasil pembangunan dan pelayanan bagi seluruh
masyarakat dengan memberikan kesempatan pada seluruh bagian wilayah
untuk berkembang sesuai potensi; dan
e. perwujudan pembangunan yang berkelanjutan dengan menjaga harmonisasi
kegiatan ekonomi, investasi, sosial dengan mempertimbangkan daya dukung
dan kelestarian lingkungan serta menunjang aspek politik, pertahanan dan
keamanan

Kajian terhadap Struktur Ruang dan Pola Ruang Wilayah Provinsi Kalimantan Timur

Kajian Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur tahun 2016 tentang


Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kalimantan Timur terhadap struktur
ruang dan pola ruang wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang dapat dilihat pada
tabel di bawah ini.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 29
Tabel 3.1 Pengaruh Rencana Struktur Ruang terhadap Kebutuhan Pelayanan SKPD
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
A. Sistem Pusat Permukiman

1. Pusat Kegiatan Nasional (PKN) : Pemantapan Fungsi PKN melalui Pelayanan terhadap  Kota Balikpapan
 Kota Balikpapan  Sinkronisasi penataan ruang (RTRW) penyediaan infrastruktur  Kota Samarinda,
 Kota Samarinda, kota-kota PKN jalan, drainasi,  Tenggarong dan
 Tenggarong dan  Pengembangan Prasarana Utama persampahan, air minum  Kota Bontang
 Kota Bontang Perhubungan dan Perekonomian di dan tata ruang sesuai
Kota Tenggarong dengan lingkup pusat
 Pengembangan Jalur Perhubungan kegiatannya
Utama PKN (Trans Kalimantan)
Pelayanan terhadap
2. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) : Pemantapan Fungsi PKW penyediaan infrastruktur  Tana Paser (Kab. Paser)
 Tana Paser (Kab. Paser)  Penyusunan Rencana Rinci Ruang jalan, drainasi, jalan  Sendawar (Kab. Kutai Barat)
 Sendawar (Kab. Kutai Barat) Kawasan lingkungan, persampahan,  Kota Sangatta (Kab. Kutai Timur)
 Kota Sangatta (Kab. Kutai Timur)  Peningkatan/pengembangan Sistem air minum dan tata ruang  Tanjung Redeb (Kab. Berau)
 Tanjung Redeb (Kab. Berau) Jaringan Prasarana Utama dan sesuai dengan lingkup
Prasarana Lainnya pusat kegiatannya

3. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) : Pengembangan Fungsi PKL: Pelayanan terhadap  Long Ikis (Kabupaten Paser)
 Long Ikis (Kabupaten Paser)  Peningkatan/pengembangan Sistem penyediaan infrastruktur  Kuaro (Kabupaten Paser)
 Kuaro (Kabupaten Paser) Jaringan Prasarana Utama dan jalan, drainasi, jalan  Muara Komam (Kabupaten Paser)
 Muara Komam (Kabupaten Paser) Prasarana Lainnya lingkungan, persampahan,  Batu Kajang (Kabupaten Paser)
 Batu Kajang (Kabupaten Paser) air minum dan tata ruang  Long Kali (Kabupaten Paser)
 Long Kali (Kabupaten Paser) sesuai dengan lingkup
 Long Hubung (Kabupaten Mahakam
pusat kegiatannya
 Long Hubung (Kabupaten Mahakam Ulu)
Ulu)  Tiong Ohang (Kabupaten Mahakam
 Tiong Ohang (Kabupaten Mahakam Ulu)
Ulu)  Long Iram Kota (Kab. Kutai Barat)
 Long Iram Kota (Kab. Kutai Barat)  Muara Lawa (Kab. Kutai Barat)
 Muara Lawa (Kab. Kutai Barat)  Mook Manaar Bulatn (Kab. Kutai
 Mook Manaar Bulatn (Kab. Kutai Barat) Barat)
 Muara Badak (Kabupaten Kutai  Muara Badak (Kabupaten Kutai
Kartanegara) Kartanegara)
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 30
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 Muara Jawa (Kabupaten Kutai  Muara Jawa (Kabupaten Kutai
Kartanegara) Kartanegara)
 Kota Bangun (Kabupaten Kutai  Kota Bangun (Kabupaten Kutai
Kartanegara) Kartanegara)
 Kembang Janggut (Kabupaten Kutai  Kembang Janggut (Kabupaten Kutai
Kartanegara) Kartanegara)
 Loa Janan (Kabupaten Kutai  Loa Janan (Kabupaten Kutai
Kartanegara) Kartanegara)
 Tenggarong Seberang (Kabupaten  Tenggarong Seberang (Kabupaten
Kutai Kartanegara) Kutai Kartanegara)
 Sebulu (Kabupaten Kutai Kartanegara)  Sebulu (Kabupaten Kutai
 Loa Kulu (Kabupaten Kutai Kartanegara)
Kartanegara)  Loa Kulu (Kabupaten Kutai
 Samboja (Kabupaten Kutai Kartanegara)
Kartanegara)  Samboja (Kabupaten Kutai
 Sanga–Sanga (Kabupaten Kutai Kartanegara)
Kartanegara)  Sanga–Sanga (Kabupaten Kutai
 Anggana (Kabupaten Kutai Kartanegara)
Kartanegara)  Anggana (Kabupaten Kutai
 Marangkayu (Kabupaten Kutai Kartanegara)
Kartanegara)  Marangkayu (Kabupaten Kutai
 Muara Bengkal (Kabupaten Kutai Kartanegara)
Timur)  Muara Bengkal (Kabupaten Kutai
 Muara Wahau (Kabupaten Kutai Timur) Timur)
 Sangkulirang (Kabupaten Kutai Timur)  Muara Wahau (Kabupaten Kutai
 Merancang (Kabupaten Berau) Timur)
 Tepian Buah (Kabupaten Berau)  Sangkulirang (Kabupaten Kutai
 Tanjung Batu (Kabupaten Berau) Timur)
 Talisayan (Kabupaten Berau)  Merancang (Kabupaten Berau)
 Mangkajang (Kabupaten Berau)  Tepian Buah (Kabupaten Berau)
 Labanan (Kabupaten Berau)  Tanjung Batu (Kabupaten Berau)
 Sido Bangen (Kabupaten Berau)  Talisayan (Kabupaten Berau)
 Petung (Kab. PenajamPaser Utara)  Mangkajang (Kabupaten Berau)
 Sepaku (Kab. Penajam Paser Utara)  Labanan (Kabupaten Berau)
 Sido Bangen (Kabupaten Berau)
 Petung (Kab. PenajamPaser Utara)
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 31
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 Sepaku (Kab. Penajam Paser Utara)

4. PKWp  Penajam (Kab. Pemantapan Fungsi PKWp Penyediaan infrastruktur  Penajam (Kab. Penajam Paser Utara)
Penajam Paser Utara)  Penyusunan Rencana Rinci Ruang jalan dan jembatan,  Ujoh Bilang (Kab. Mahakam Ulu)
 Ujoh Bilang (Kab. Kawasan peningkatan tata ruang
Mahakam Ulu)  Peningkatan/pengembangan Sistem permukiman dan
Jaringan Prasarana Utama dan pelayanan infrasruktur
Prasarana Lainnya dasar permukiman
(drainase, persampahan,
jalan lingkungan) dan tata
ruang

Penyediaan infrastruktur
5. PKSN  Long Pahangai (Kab. Pengembangan Fungsi PKSN jalan dan jembatan,  Long Pahangai (Kab. Mahakam Ulu)
Mahakam Ulu)  Penataan Batas Kawasan dan peningkatan tata ruang  Long Apari (Kab. Mahakam Ulu)
 Long Apari (Kab. Pengembangan Prasarana dan permukiman dan
Mahakam Ulu) Sarana Penunjang Kawasan pelayanan infrasruktur
Perbatasan dasar permukiman
(drainase, persampahan,
jalan lingkungan) dan tata
ruang

Sistem Prasarana Wilayah


1. Jaringan Jalan
a. Jaringan Arteri :  Pembangunan dan Pemeliharaan 1. Pembangunan dan Jaringan Arteri Primer:
 Ruas Jalan Tanjung Redeb – Bts. Kab. Jaringan Jalan Arteri Primer peningkatan jalan  Ruas Jalan Tanjung Redeb – Bts.
Bulungan 2. Penetapan regulasi Kab. Bulungan
 Ruas Jalan Loa Janan – Bts. Kota tata ruang  Ruas Jalan Loa Janan – Bts. Kota
Tenggarong disepanjang jalan Tenggarong
 Ruas Jalan Bts. Kota Tenggarong – Sp. arteri  Ruas Jalan Bts. Kota Tenggarong –
3 Senoni Sp. 3 Senoni
 Ruas Jalan Sp. 3 Senoni – Kota Bangun  Ruas Jalan Sp. 3 Senoni – Kota
 Ruas Jalan Kota Bangun – Gusig Bangun
 Ruas Jalan Gusig – Sp. Blusuh  Ruas Jalan Kota Bangun – Gusig
 Ruas Jalan Sp. Blusuh – Batas Prov.  Ruas Jalan Gusig – Sp. Blusuh
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 32
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
Kalimantan Tengah  Ruas Jalan Sp. Blusuh – Batas Prov.
 Ruas Sp. Blusuh – Sp. 3 Damai Kalimantan Tengah
 Ruas Sp. 3 Damai – Barong Tongkok  Ruas Sp. Blusuh – Sp. 3 Damai
 Ruas Jalan Barong Tongkok – Tering  Ruas Sp. 3 Damai – Barong Tongkok
(Kutai Barat)  Ruas Jalan Barong Tongkok – Tering
 Ruas Jalan Yos Sudarso (Sangatta) (Kutai Barat)
 Ruas Jalan Akses Pelabuhan Maloy  Ruas Jalan Yos Sudarso (Sangatta)
 Ruas Jalan Soekarno - Hatta  Ruas Jalan Akses Pelabuhan Maloy
(Balikpapan)  Ruas Jalan Soekarno - Hatta
 Ruas Jalan Jembatan Mahakam (Balikpapan)
(Samarinda)  Ruas Jalan Jembatan Mahakam
 Ruas Jalan Slamet Riyadi (Samarinda) (Samarinda)
 Ruas Jalan Antasari (Samarinda)  Ruas Jalan Slamet Riyadi
 Ruas Jalan Juanda (Samarinda) (Samarinda)
 Ruas Jalan Syahrani – M. Nur  Ruas Jalan Antasari (Samarinda)
(Samarinda)  Ruas Jalan Juanda (Samarinda)
 Ruas Jalan D.I. Panjaitan (Sp. Wahab  Ruas Jalan Syahrani – M. Nur
Sahrani – Lempake) (Samarinda) (Samarinda)
 Ruas Jalan Batu Aji – Kuaro  Ruas Jalan D.I. Panjaitan (Sp. Wahab
 Ruas Jalan Syarifudin Yoes (Jl. Ke Sahrani – Lempake) (Samarinda)
Airport) (Kota Balikpapan)  Ruas Jalan Batu Aji – Kuaro
 Ruas Jalan Sudirman (Kota Balikpapan)  Ruas Jalan Syarifudin Yoes (Jl. Ke
 Ruas Jalan Iswahyudi (Kota Balikpapan) Airport) (Kota Balikpapan)
 Ruas Jalan MT. Haryono / Ring Road  Ruas Jalan Sudirman (Kota
(Balikpapan) Balikpapan)
 Ruas Jalan Iswahyudi (Kota
Balikpapan)
 Ruas Jalan MT. Haryono / Ring Road
(Balikpapan)
b. Jalan Kolektor
Jaringan Jalan Kolektor Primer (K-1) : Pembangunan dan Pemeliharaan  Pembangunan dan Jaringan Jalan Kolektor Primer (K-1) :
 Ruas Jalan Noto Sunardi (Tana Paser) Jaringan Jalan Kolektor Primer (K-I) peningkatan jalan  Ruas Jalan Noto Sunardi (Tana
 Ruas Jalan Sudirman (Tana Paser)  Penetapan regulasi Paser)
 Ruas Jalan Kusuma Bangsa (Tana tata ruang disepanjang  Ruas Jalan Sudirman (Tana Paser)
Paser) jalan Kolektor Primer  Ruas Jalan Kusuma Bangsa (Tana
 Ruas Jalan S. Parman (Bontang) (K-1) Paser)
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 33
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 Ruas Jalan Bigjen Katamso (Jl.  Ruas Jalan S. Parman (Bontang)
Bayangkara) (Bontang)  Ruas Jalan Bigjen Katamso (Jl.
 Ruas Jalan MT. Haryono (Bontang) Bayangkara) (Bontang)
 Ruas Jalan Letjen. Suprapto (Jl.  Ruas Jalan MT. Haryono (Bontang)
Diponegoro) (Bontang)  Ruas Jalan Letjen. Suprapto (Jl.
 Ruas Jalan D.I. Panjaitan (Ahmad Diponegoro) (Bontang)
Dahlan) (Bontang)  Ruas Jalan D.I. Panjaitan (Ahmad
 Ruas Jalan Kapten Tendean (Jl. Yos Dahlan) (Bontang)
Sudarso) (Bontang)  Ruas Jalan Kapten Tendean (Jl. Yos
 Ruas Jalan Batang Mian (Tj. Redeb) Sudarso) (Bontang)
 Ruas Jalan Bujangga (Tj. Redeb)  Ruas Jalan Batang Mian (Tj. Redeb)
 Ruas Jalan Sambit (Tj. Redeb)  Ruas Jalan Bujangga (Tj. Redeb)
 Ruas Jalan Pemuda (Tj. Redeb)  Ruas Jalan Sambit (Tj. Redeb)
 Ruas Jalan Maulana (Tj. Redeb)  Ruas Jalan Pemuda (Tj. Redeb)
 Ruas Barong Tongkok – Mentiwan  Ruas Jalan Maulana (Tj. Redeb)
(Sendawar)  Ruas Barong Tongkok – Mentiwan
 Ruas Jalan Untung Suropati (Sendawar)
(Samarinda)  Ruas Jalan Untung Suropati
 Ruas Jalan RE. Martadinata (Samarinda)
 Ruas Jalan Gajah Mada (Samarinda)  Ruas Jalan RE. Martadinata
 Ruas Jalan Yos Sudarso (Jl. ke  Ruas Jalan Gajah Mada (Samarinda)
Pelabuhan Samarinda) (Samarinda)  Ruas Jalan Yos Sudarso (Jl. ke
 Ruas jalan Gunung Tabur – Usiran Pelabuhan Samarinda) (Samarinda)
(Kabupaten Berau)  Ruas jalan Gunung Tabur – Usiran
 Ruas jalan Jalan Usiran – Tanjung Batu (Kabupaten Berau)
(Kabupaten Berau)  Ruas jalan Jalan Usiran – Tanjung
 Jl Sudirman ( Tenggarong ) Batu (Kabupaten Berau)
 Jl Wolter Monginsidi ( Tenggarong )  Jl Sudirman ( Tenggarong )
 Jl KH Akhmad Muksin ( Tenggarong )  Jl Wolter Monginsidi ( Tenggarong )
 Jl Diponegoro ( Tenggarong )  Jl KH Akhmad Muksin ( Tenggarong )
 Jl. AM Sangaji ( Tenggarong )  Jl Diponegoro ( Tenggarong )
 Jl. KH. Mas Mansyur (Samarinda)  Jl. AM Sangaji ( Tenggarong )
 Jl. KH. Mas Mansyur (Samarinda)
Jaringan Jalan Kolektor Primer 2 (K-2) :  Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan 1. Pembangunan dan  Ruas Jalan Bts. Balikpapan – Sp.
 Ruas Jalan Bts. Balikpapan – Sp. Kolektor Primer 2 (K-2) peningkatan jalan Samboja
2. Penetapan regulasi
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 34
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
Samboja tata ruang disepanjang  Ruas Jalan Mulawarman
 Ruas Jalan Mulawarman (Balikpapan) jalan Kolektor Primer 2 (Balikpapan)
 Ruas Jalan Sp. Samboja – Sp. Muara (K-2)  Ruas Jalan Sp. Samboja – Sp. Muara
Jawa (Kab. Kutai Kartanegara) Jawa (Kab. Kutai Kartanegara)
 Ruas Jalan Samarinda – Sanga-sanga  Ruas Jalan Samarinda – Sanga-
(Kab. Kutai Kartanegara) sanga (Kab. Kutai Kartanegara)
 Ruas Jalan Bung Tomo (Samarinda)  Ruas Jalan Bung Tomo (Samarinda)
 Ruas Jalan Sanga-sanga – Dondang  Ruas Jalan Sanga-sanga – Dondang
(Bentuas) (Bentuas)
 Ruas Jalan Km. 38 – Sp. Semboja  Ruas Jalan Km. 38 – Sp. Semboja
 Ruas Jalan Patung Lembuswana –  Ruas Jalan Patung Lembuswana –
Sebulu Sebulu
 Ruas Jalan Suryanata (Samarinda)  Ruas Jalan Suryanata (Samarinda)
 Ruas Jalan Km. 38 – Semoi Sepaku  Ruas Jalan Km. 38 – Semoi Sepaku
 Ruas Jalan Semoi Sepaku –  Ruas Jalan Semoi Sepaku –
Petung/Penajam Petung/Penajam
 Ruas Jalan Muara Bengkal – Sp. Batu  Ruas Jalan Muara Bengkal – Sp.
Ampar Batu Ampar
 Ruas Jalan Sp. Bentuas – Sp. Muara  Ruas Jalan Sp. Bentuas – Sp. Muara
Jawa Jawa
 Ruas Jalan Harun Nafsi  Ruas Jalan Harun Nafsi
 Ruas Jalan H.M. Rifaddin  Ruas Jalan H.M. Rifaddin
 Ruas KM 5,5 Balikapapan – Kariangau  Ruas KM 5,5 Balikapapan –
 Ruas Jalan Moeis Hasan (Samarinda) Kariangau
 Ruas Jalan Teuku Umar (Samarinda)  Ruas Jalan Moeis Hasan
 Ruas Jalan MT. Haryono (Samarinda) (Samarinda)
 Ruas Jalan Tanjung Redeb – Talisayan  Ruas Jalan Teuku Umar (Samarinda)
 Ruas Jalan Akses Pelabuhan Maloy–  Ruas Jalan MT. Haryono (Samarinda)
KIPI Maloy 2  Ruas Jalan Tanjung Redeb –
 Ruas Jalan Labanan – Tepian Buah Talisayan
 Ruas Jalan R. Soeprapto (Samarinda)  Ruas Jalan Akses Pelabuhan Maloy–
 Ruas Jalan S. Parman (Samarinda) KIPI Maloy 2
 Ruas Jalan A. Yani (Samarinda)  Ruas Jalan Labanan – Tepian Buah
 Ruas Jalan DI. Panjaitan (Sp. Wahab  Ruas Jalan R. Soeprapto
Sahrani – Ahmad Yani) (Samarinda) (Samarinda)
 Ruas Jalan S. Parman (Samarinda)
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 35
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 Bentuas – Noni – Sanga-sanga  Ruas Jalan A. Yani (Samarinda)
 Ring Road Tanjung Redeb – Teluk  Ruas Jalan DI. Panjaitan (Sp. Wahab
Bayur Sahrani – Ahmad Yani) (Samarinda)
 Bentuas – Noni – Sanga-sanga
 Ring Road Tanjung Redeb – Teluk
Bayur
Jaringan Jalan Kolektor Primer 3 (K-3) :  Pembangunan dan Pemeliharaan 1. Pembangunan dan  Ruas Jalan Samarinda – Anggana
 Ruas Jalan Samarinda – Anggana Jaringan Jalan Kolektor Primer 3 (K-3) peningkatan jalan  Ruas Jalan Jakarta (Samarinda)
 Ruas Jalan Jakarta (Samarinda) 2. Penetapan regulasi  Ruas Jalan Rapak Indah (Samarinda)
 Ruas Jalan Rapak Indah (Samarinda) tata ruang disepanjang  Ruas Jalan APT. Pranoto (Samarinda)
 Ruas Jalan APT. Pranoto (Samarinda) jalan Kolektor Primer 3  Ruas Jalan Sp. Barong Tongkok –
 Ruas Jalan Sp. Barong Tongkok – (K-3) Sekolak Darat – Mentiwan
Sekolak Darat – Mentiwan

Pembangunan Jalan Bebas Hambatan : - Pembangunan Jalan Bebas Hambatan 1. Pembangunan dan
 Ruas Jalan Batulicin – Tana Paser peningkatan jalan dan  Ruas Jalan Batulicin – Tana Paser
(Kuaro) jembatan. (Kuaro)
 Ruas Jalan Tana Paser (Kuaro) – 2. Penetapan regulasi  Ruas Jalan Tana Paser (Kuaro) –
Penajam tata ruang disepanjang Penajam
 Ruas Jalan Kota Balikpapan – Kota jalan Bebas Hambatan  Ruas Jalan Kota Balikpapan – Kota
Samarinda Samarinda
 Ruas Jalan Kota Samarinda – Kota  Ruas Jalan Kota Samarinda – Kota
Bontang Bontang
 Ruas Jalan Kota Bontang – Kota  Ruas Jalan Kota Bontang – Kota
Sangatta Sangatta
 Ruas Jalan Kota Sangatta – Maloy  Ruas Jalan Kota Sangatta – Maloy
 Ruas Jalan Samarinda – Kota  Ruas Jalan Samarinda – Kota
Tenggarong Tenggarong

Jaringan Transportasi Darat


Rincian Terminal Penumpang
Pemenuhan fasilitas
Terminal Penumpang Provinsi Tipe A : Pembangunan dan Pemeliharaan pelayanan untuk  Batu Ampar Kota Balikpapan
 Batu Ampar Kota Balikpapan Terminal Penumpang Tipe A mendukung terminal  Samarinda Seberang Kota
 Samarinda Seberang Kota Samarinda penumpang, dan Samarinda
pelayanan dalam bus baik
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 36
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
bus dalam kota maupun
bus antar provinsi. Dengan
begitu masyarakat yang
sebelumnya belum
memilih bus sebagai moda
utama transportasi antar
daerah akan beralih ke
moda angkutan bus yang
ada di terminal ini
Terminal Penumpang Provinsi Tipe B : Pembangunan dan Pemeliharaan Adanya upaya untuk  Lempake Kota Samarinda
 Lempake Kota Samarinda Terminal Penumpang Tipe B meningkatkan efisiensi  Sei Kunjang Kota Samarinda
 Sei Kunjang Kota Samarinda moda transportasi yang  Bontang Kota Bontang
 Bontang Kota Bontang ada sehingga pelayanan  Penajam Kabupten Penajam
 Penajam Kabupten Penajam Paser terhadap masyarakat akan Paser Utara
Utara meningkat serta dapat  Timbau Tenggarong
 Timbau Tenggarong menaikan pendapatan asli
 Kota Bangun Kabupaten
daerah di kawasan
 Kota Bangun Kabupaten Kutai Kutai Kartanegara
terminal melalui retribusi
Kartanegara  Sangatta Kabupaten Kutai Timur
terminal
 Sangatta Kabupaten Kutai Timur  Kuaro Kabupaten Paser
 Kuaro Kabupaten Paser  Melak Kabupaten Kutai Barat
 Melak Kabupaten Kutai Barat  Rinding Kabupaten Berau
 Rinding Kabupaten Berau  Ujoh Bilang Kabupaten Mahakam
 Ujoh Bilang Kabupaten Mahakam Ulu Ulu
 Termiinal Bersama (Simpang Tiga  Termiinal Bersama (Simpang Tiga
Bontang – Sangatta) Kutai Timur Bontang – Sangatta) Kutai Timur

3. Jaringan Transportasi Sungai, Danau dan


Penyeberangan
A. P
e
l
a
b
u
h
a
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 37
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
n

d
a
n

A
l
u
r

P
e
l
a
y
a
r
a
n

A
n
g
k
u
t
a
n

S
u
n
g
a
i

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 38
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
d
a
n

D
a
n
a
u
Pelabuhan Sungai dan Danau : Pemeliharaan pelabuhan dan alur - Perlu kerjasama yang  Sei Kunjang Samarinda
 Sei Kunjang Samarinda pelayaran angkutan sungai dan danau lebih lanjut antara  Kota Bangun Kutai Kartanegara
 Kota Bangun Kutai Kartanegara SKPD yang menaungi  Melak Kutai Barat
 Melak Kutai Barat permasalahan  Batu Dinding (Ujoh Bilang) Mahakam
 Batu Dinding (Ujoh Bilang) Mahakam kepelabuhanan Hulu
Hulu dengan SKPD yang
menaungi penataan
ruang untuk saling
bersinkronisasi agar
seluruh pelabuhan
yang ada dapat
diinventarisir
kekurangannya dan
dimaksimalkan potensi
yang ada.
- Dalam masing-masing
SKPD akan membuat
rencana aksi dalam
pengembangan
pelabuhan yang ada.
SKPD yang
membidangi
kepelabuhanan akan
lebih berfokus dalam
pengembangan
fasilitas dan pelayanan
pelabuhan, sementara
SKPD yang

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 39
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
membidangi penataan
ruang akan lebih
berfokus bagaimana
pelabuhan tersebut
dapat saling
berintegrasi di dalam
suatu sistem wilayah
dan membantu
mengembangkan
potensi
kepelabuhanan
melalui sektor-sektor
lain yang menunjang,
seperti:
1. Pengembangan/pe
mbangunan jalan
baru (bypass) yang
langsung mengarah
ke pelabuhan untuk
meningkatkan
efisiensi
trasnportasi
2. Mengintegrasikan
pelabuhan dengan
moda transportasi
darat, terutama
moda transportasi
umum
Rincian Alur Pelayaran : Pemeliharaan pelabuhan dan alur Perlu pengadaan kegiatan
 Samarinda – Long Iram : (Samarinda- pelayaran angkutan sungai dan danau rapat rutin dengan SKPD  Samarinda – Long Iram :
Kutai Barat) yang menaungi (Samarinda-Kutai Barat)
 Kota Bangun – Tenggarong – kepelabuhanan sehingga  Kota Bangun – Tenggarong –
Samarinda Dan/ Atau Kota Bangun – rincian alur pelayaran yang Samarinda Dan/ Atau Kota Bangun
Melak – Ujoh Bilang direncanakan dapat – Melak – Ujoh Bilang
o (Kutai Kartanegara-Samarinda– dilaksanakan. Selain itu o (Kutai Kartanegara-Samarinda–
Kutai Barat – Mahakam Hulu) jika ada rencana alur Kutai Barat – Mahakam Hulu)
 Melak – Tering – Long Iram – pelayaran terbaru dapat  Melak – Tering – Long Iram –

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 40
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
Kabupaten Mahakam Ulu (Long langsung dicover di dalam Kabupaten Mahakam Ulu (Long
Hubung – Laham – Long Bagun) rencana tata ruang Hubung – Laham – Long Bagun)
(Kutai Barat Mahakam Ulu) (Kutai Barat Mahakam Ulu)
 Ujoh Bilang – Melak – Kota Bangun –  Ujoh Bilang – Melak – Kota Bangun
Sei Kunjang (Mahakam Hulu- Kutai – Sei Kunjang (Mahakam Hulu- Kutai
Barat – Kutai Kartanegara – Barat – Kutai Kartanegara –
Samarinda) Samarinda)
 Samarinda –Tenggarong – Muara  Samarinda –Tenggarong – Muara
Kaman – Kehongan – Kembang Kaman – Kehongan – Kembang
Janggut – Tabang Janggut – Tabang
o (Samarinda/ Kutai Kartanegara o (Samarinda/ Kutai Kartanegara
Kutai Kartanegara/ Samarinda) Kutai Kartanegara/ Samarinda)

B. P
e
l
a
b
u
h
a
n

d
a
n

A
l
u
r

P
e
l
a
y
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 41
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
a
r
a
n

L
i
n
t
a
s

P
e
n
y
e
b
e
r
a
n
g
a
n
Pelabuhan Lintas Penyeberangan : Pelabuhan dan Alur Pelayaran lintas - Perlu kerjasama yang  Kariangau Balikpapan
 Kariangau Balikpapan penyeberangan lebih lanjut antara  Penajam Penajam Paser Utara
 Penajam Penajam Paser Utara SKPD yang menaungi
permasalahan
kepelabuhanan
dengan SKPD yang
menaungi penataan
ruang untuk saling
bersinkronisasi agar
seluruh pelabuhan
yang ada dapat
diinventarisir

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 42
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
kekurangannya dan
dimaksimalkan potensi
yang ada.
- Dalam masing-masing
SKPD akan membuat
rencana aksi dalam
pengembangan
pelabuhan yang ada.
SKPD yang
membidangi
kepelabuhanan akan
lebih berfokus dalam
pengembangan
fasilitas dan pelayanan
pelabuhan, sementara
SKPD yang
membidangi penataan
ruang akan lebih
berfokus bagaimana
pelabuhan tersebut
dapat saling
berintegrasi di dalam
suatu sistem wilayah
dan membantu
mengembangkan
potensi
kepelabuhanan
melalui sektor-sektor
lain yang menunjang,
seperti:
1. Pengembangan/pe
mbangunan jalan
baru (bypass) yang
langsung mengarah
ke pelabuhan untuk
meningkatkan
efisiensi

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 43
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
trasnportasi
2. Mengintegrasikan
pelabuhan dengan
moda transportasi
darat, terutama
moda transportasi
umum
Alur Pelayaran Lintas Penyeberangan : Pelabuhan dan Alur Pelayaran lintas Perlu pengadaan kegiatan  Kariangau Balikpapan
 Kariangau – Mamuju (Sulawesi penyeberangan rapat rutin dengan SKPD  Penajam Penajam Paser Utara
Barat)Balikpapan Mamuju (Sulawesi yang menaungi
Barat) kepelabuhanan sehingga
 Kariangau – Taipai (Sulawesi rincian alur pelayaran yang
Tengah)Balikpapan Taipai (Sulawesi direncanakan dapat
Tengah) dilaksanakan. Selain itu
 Penajam –Kariangau Penajam jika ada rencana alur
Paser Utara Balikpapan pelayaran terbaru dapat
 Kariangau – Penajam langsung dicover di dalam
o Balikpapan Penajam Paser rencana tata ruang
Utara
PERKERETAAPIAN
Rincian Jaringan Jalur Kereta Api
RUAS JALUR KERETA : Pembangunan jaringan dan layanan 1. Kebutuhan terkait  Bts. Prov. Kalimantan Selatan –
I. Pembangunan Jaringan Dan Layanan kereta api lintas utama antar kota data kepemilikan Kuaro – Long Kali – Penajam –
Kereta Api Lintas Utama Antar Kota prioritas tinggi lahan terhadap Balikpapan – Sanga-Sanga –
Dengan Prioritas Tinggi rencana jalur kereta Samarinda – Bontang – Sangatta –
 Bts. Prov. Kalimantan Selatan – api, sehingga dalam Muara Wahau – Muara Lesan –
Kuaro – Long Kali – Penajam – pelaksanaannya Tanjung Redeb – Tanjung Batu – Bts.
Balikpapan – Sanga-Sanga – dapat Prov. Kalimantan Utara
Samarinda – Bontang – Sangatta – mengidentifikasi  Samarinda – Tenggarong – Kota
Muara Wahau – Muara Lesan – permasalahan dan Bangun – Muara Kedang – Damai –
Tanjung Redeb – Tanjung Batu – solusi secara Bts. Prov. Kalimantan Tengah (Kab.
Bts. Prov. Kalimantan Utara komprehensif terkait Muara Teweh)
 Samarinda – Tenggarong – Kota rencana
Bangun – Muara Kedang – Damai – pembangunan jalur
Bts. Prov. Kalimantan Tengah (Kab. kereta api.
2. Perlu adanya
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 44
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
Muara Teweh) koordinasi antar
SKPD, salah satunya
terntang
permasalahan
pembiayaan, serta
investasi yang
mungkin didapat
dalam rencana
pengembangan jalur
kereta api.

II. Pembangunan Jaringan dan Layanan Pembangunan jaringan dan layanan 1. Kebutuhan terkait  Tabang (Kab. Kutai Kartanegara) –
Kereta Api yang Menghubungkan kereta api yang menghubungkan wilayah data kepemilikan Lubuk Tutung – Muara Wahau (Kab.
Wilayah Sumber Daya Alam atau sumberdaya alam atau kawasan produksi lahan terhadap Kutai Timur)
Kawasan Produksi dengan Pelabuhan dengan pelabuhan rencana jalur kereta  Kutai Barat (Muara Teweh) – Paser –
 Tabang (Kab. Kutai Kartanegara) – api, sehingga dalam Penajam Paser Utara – Balikpapan
Lubuk Tutung – Muara Wahau pelaksanaannya  Tenggarong – Samarinda – Sanga-
(Kab. Kutai Timur) dapat Sanga – Samboja
 Kutai Barat (Muara Teweh) – Paser mengidentifikasi
– Penajam Paser Utara – permasalahan dan
Balikpapan solusi secara
 Tenggarong – Samarinda – Sanga- komprehensif terkait
Sanga – Samboja rencana
pembangunan jalur
kereta api.
2. Perlu adanya
koordinasi antar
SKPD, salah satunya
terntang
permasalahan
pembiayaan, serta
investasi yang
mungkin didapat
dalam rencana
pengembangan jalur
kereta api.
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 45
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
III. Pembangunan Jaringan dan Layanan I. Kebutuhan terkait
Kereta Api Lintas Antar Kota yang Pembangunann jaringan dan layanan data kepemilikan  Bts. Prov. Kalimantan Tengah (Muara
Menghubungkan dengan Potensi kereta api lintas antar kota yang lahan terhadap Teweh) – Kab. Kutai Barat – Kab.
Batubara menghubungkan dengan potensi rencana jalur kereta Paser – Kab. Penajam Paser Utara –
 Bts. Prov. Kalimantan Tengah batubara api, sehingga dalam Balikpapan
(Muara Teweh) – Kab. Kutai Barat – pelaksanaannya  Bts. Prov. Kalimantan Tengah (Muara
Kab. Paser – Kab. Penajam Paser dapat Teweh) – Kab. Kutai Kartanegara –
Utara – Balikpapan mengidentifikasi Samarinda
 Bts. Prov. Kalimantan Tengah permasalahan dan  Kab. Kutai Barat – Muara Wahau
(Muara Teweh) – Kab. Kutai solusi secara (Kab. Kutai Timur) – Lubuk Tutung –
Kartanegara – Samarinda komprehensif terkait Maloy
 Kab. Kutai Barat – Muara Wahau rencana
(Kab. Kutai Timur) – Lubuk Tutung pembangunan jalur
– Maloy kereta api.
II. Perlu adanya
koordinasi antar
SKPD, salah satunya
terntang
permasalahan
pembiayaan, serta
investasi yang
mungkin didapat
dalam rencana
pengembangan jalur
kereta api.
IV. Pengembangan Jaringan dan Pengembangan jaringan dan layanan 1. Kebutuhan terkait  Kab. Paser, Kab. Kutai Barat, Kab.
Layanan Kereta Api Perintis kereta api perintis data kepemilikan Kutai Kartanegara, Kab. Kutai Timur,
 Kab. Paser, Kab. Kutai Barat, Kab. lahan terhadap Kab. Berau, Kab. Penajam Paser
Kutai Kartanegara, Kab. Kutai rencana jalur kereta Utara, Kab. Mahakam Ulu, Kota
Timur, Kab. Berau, Kab. Penajam api, sehingga dalam Balikpapan, Kota Samarinda, Kota
Paser Utara, Kab. Mahakam Ulu, pelaksanaannya Bontang
Kota Balikpapan, Kota Samarinda, dapat
Kota Bontang mengidentifikasi
permasalahan dan
solusi secara
komprehensif terkait
rencana
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 46
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
pembangunan jalur
kereta api.
2. Perlu adanya
koordinasi antar
SKPD, salah satunya
terntang
permasalahan
pembiayaan, serta
investasi yang
mungkin didapat
dalam rencana
pengembangan jalur
kereta api.
Stasiun Kereta Api
I. Stasiun Kereta Api Kelas Besar Pembangunan stasiun kereta api (kelas - Mengidentifikasi  Tana Paser Paser
 Tana Paser Paser besar) permasalahan yang  Balikpapan Balikpapan
 Balikpapan Balikpapan saat ini akan  Samarinda Samarinda
 Samarinda Samarinda dihadapi penumpang  Sangatta Kutai Timur
 Sangatta Kutai Timur kereta api dalam  Tenggarong Kutai Kartanegara
 konteks pelayanan.
Tenggarong Kutai Kartanegara  Tanjung Redeb Berau
- Mengevaluasi
 Tanjung Redeb Berau  Melak Kutai Barat
kenyamanan sistem
 Melak Kutai Barat
transportasi kereta
api dan mengkaji
cara-cara yang dapat
dilakukan untuk
mengatasi
permasalahan
tersebut.
- Membuat Standar
pelayanan minimum
pelayanan yang
harus dipenuhi oleh
penyedia layanan
dalam memberikan
pelayanan kepada
pengguna jasa.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 47
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
- Dalam hal ini SKPD
yang menaungi
perkeretaapian dapat
saling berkoordinasi
dengan SKPD yang
menaungi penataan
ruang agar mencari
solusi dalam
pengembangan
pelayanan stasiun,
baik itu fasilitas
pelayanan di dalam
stasiun maupun yang
berada di luar
stasiun, misalnya
jaringan jalan
penunjang stasiun,
integrasi antar moda
dan lainnya
II. Stasiun Kereta Api Kelas Sedang Pembangunan stasiun kereta api (kelas - Mengidentifikasi  Penajam Ppu
 Penajam Ppu sedang) permasalahan yang  Bontang Bontang
 Bontang Bontang saat ini akan  Sangkulirang Kutai Timur
 Sangkulirang Kutai dihadapi penumpang  Muara Wahau Kutai Timur
Timur kereta api dalam  Ujoh Bilang Mahakam Ulu
 Muara Wahau Kutai konteks pelayanan.
Timur - Mengevaluasi
 Ujoh Bilang Mahakam Ulu kenyamanan sistem
transportasi kereta
api dan mengkaji
cara-cara yang dapat
dilakukan untuk
mengatasi
permasalahan
tersebut.
- Membuat Standar
pelayanan minimum
pelayanan yang

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 48
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
harus dipenuhi oleh
penyedia layanan
dalam memberikan
pelayanan kepada
pengguna jasa.
- Dalam hal ini SKPD
yang menaungi
perkeretaapian dapat
saling berkoordinasi
dengan SKPD yang
menaungi penataan
ruang agar mencari
solusi dalam
pengembangan
pelayanan stasiun,
baik itu fasilitas
pelayanan di dalam
stasiun maupun yang
berada di luar
stasiun, misalnya
jaringan jalan
penunjang stasiun,
integrasi antar moda
dan lainnya
Jaringan Transportasi Laut
Pelabuhan : - Pembangunan, pemeliharaan & - Perlu kerjasama yang Pelabuhan :
 Semayang Balikpapan penambahan fasilitas Pelabuhan lebih lanjut antara  Semayang Balikpapan
 Samarinda Samarinda Utama SKPD yang menaungi  Samarinda Samarinda
 KampungBaru Balikpapan - Pemeliharaan fasilitas Pelabuhan permasalahan  Kampung Baru Balikpapan
 Tanjung Laut Bontang Utama Pengumpul kepelabuhanan  Tanjung Laut Bontang
 Tanjung Santan Kutai Kertanegara - Pemeliharaan & penambahan dengan SKPD yang  Tanjung Santan Kutai
fasilitas Pelabuhan Utama menaungi penataan Kertanegara
 Kuala Samboja Kutai Kartanegara
Pengumpan Regional ruang untuk saling
 Sangatta Kutai Timur  Kuala Samboja Kutai
- Pemeliharaan & penambahan bersinkronisasi agar
 Pondong Paser Kartanegara
fasilitas Pelabuhan Utama seluruh pelabuhan
 Penajam Paser Penajam Paser  Sangatta Kutai Timur
Pengumpan Lokal yang ada dapat
Utara diinventarisir  Pondong Paser
 Penajam Paser Penajam Paser
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 49
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 Teluk Adang Paser kekurangannya dan Utara
 Lhok Tuan Bontang dimaksimalkan  Teluk Adang Paser
 Tanjung Redeb Berau potensi yang ada.  Lhok Tuan Bontang
 Sangkulirang Kutai Timur Dalam masing-  Tanjung Redeb Berau
 Talisayan Berau masing SKPD akan  Sangkulirang Kutai Timur
membuat rencana 
 Maloy Kutai Timur Talisayan Berau
aksi dalam
 Tg. Batu Berau  Maloy Kutai Timur
pengembangan
 Tg. Batu Berau
pelabuhan yang ada.
SKPD yang
membidangi
kepelabuhanan akan
lebih berfokus dalam
pengembangan
fasilitas dan
pelayanan
pelabuhan,
sementara SKPD
yang membidangi
penataan ruang akan
lebih berfokus
bagaimana
pelabuhan tersebut
dapat saling
berintegrasi di dalam
suatu sistem wilayah
dan membantu
mengembangkan
potensi
kepelabuhanan
melalui sektor-sektor
lain yang menunjang,
seperti:
1. Pengembangan/p
embangunan
jalan baru
(bypass) yang

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 50
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
langsung
mengarah ke
pelabuhan untuk
meningkatkan
efisiensi
trasnportasi
2. Mengintegrasikan
pelabuhan
dengan moda
transportasi
darat, terutama
moda transportasi
umum
Rincian Alur Pelayaran Pemeliharaan Alur Pelayaran Kapal Perlu pengadaan kegiatan  Balikpapan – Surabaya (Jawa Timur)
Alur Pelayaran Kapal Barang Barang rapat rutin dengan SKPD  Sangatta – Barru dan Majene
 Balikpapan – Surabaya (Jawa Timur) yang menaungi (Sulawesi Selatan)
 Sangatta – Barru dan Majene (Sulawesi kepelabuhanan sehingga  Tanjung Redeb – Sangatta – Pare-
Selatan) rincian alur pelayaran yang pare (Sulawesi Selatan)
 Tanjung Redeb – Sangatta – Pare-pare direncanakan dapat  Tanjung Selor (Provinsi Kalimantan
(Sulawesi Selatan) dilaksanakan. Selain itu Utara) – Tanjung Redeb – Tanjung
 Tanjung Selor (Provinsi Kalimantan jika ada rencana alur Batu
Utara) – Tanjung Redeb – Tanjung Batu pelayaran terbaru dapat  Balikpapan – Kota Baru dan
 Balikpapan – Kota Baru dan langsung dicover di dalam Banjarmasin (Kalimantan Selatan) –
Banjarmasin (Kalimantan Selatan) – rencana tata ruang Surabaya (Jawa Timur) – Batam
Surabaya (Jawa Timur) – Batam (Kep. (Kep. Riau)
Riau)  Balikpapan – Samarinda – Sangatta
 Balikpapan – Samarinda – Sangatta – – Tanjung Redeb – Makassar
Tanjung Redeb – Makassar (Sulawesi (Sulawesi Selatan)
Selatan)

Alur Pelayaran Kapal Penumpang Pemeliharaan Alur Pelayaran Kapal Perlu pengadaan kegiatan  Batulicin – Kumai – Pare-pare –
 Batulicin – Kumai – Pare-pare – Penumpang rapat rutin dengan SKPD Samarinda – Sampit – Semarang –
Samarinda – Sampit – Semarang – yang menaungi Surabaya
Surabaya kepelabuhanan sehingga  Balikpapan – Kijang – Makassar –
 Balikpapan – Kijang – Makassar – rincian alur pelayaran yang Nunukan – Pantoloan – Pare-pare –
Nunukan – Pantoloan – Pare-pare – direncanakan dapat Surabaya – Tarakan – Tanjung Priok
Surabaya – Tarakan – Tanjung Priok – dilaksanakan. Selain itu – Tolitoli
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 51
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
Tolitoli jika ada rencana alur  Balikpapan – Makassar – Tanjung
 Balikpapan – Makassar – Tanjung Priok pelayaran terbaru dapat Priok
 Ambon – Babang – Balikpapan – Bau- langsung dicover di dalam  Ambon – Babang – Balikpapan –
Bau – Bitung – Dobo – Fak-Fak – rencana tata ruang Bau-Bau – Bitung – Dobo – Fak-Fak
Kaimana – Makassar – Merauke – – Kaimana – Makassar – Merauke –
Saumlaki – Sorong – Timika – Tual – Saumlaki – Sorong – Timika – Tual –
Wanci Wanci
 Balikpapan – Makassar – Nunukan –  Balikpapan – Makassar – Nunukan
Pantoloan – Pare-Pare – Surabaya – – Pantoloan – Pare-Pare – Surabaya
Tarakan – Tarakan
 Balikpapan – Bau-Bau – Makassar –  - Balikpapan – Bau-Bau –
Nunukan – Pantoloan – Pare-Pare – Makassar – Nunukan – Pantoloan –
Tarakan – Tolitoli Pare-Pare – Tarakan – Tolitoli
Jaringan Transportasi Udara
Rincian Hirarki Peran dan Fungsi - Pembangunan dan Pemeliharaan - penyusunan regulasi  Sultan Aji M Sulaiman Balikpapan
Kebandarudaraan : Bandar Udara Pengumpul Skala penataan ruang serta  Samarinda Baru Samarinda
 Sultan Aji M Sulaiman Balikpapan Primer bentuk pengendalian  Temindung Samarinda
 Samarinda Baru Samarinda - Pembangunan dan Pemeliharaan dan pengawasannya.  Kalimarau Berau
 Temindung Samarinda bandar Udara Pengumpul Skala - Peningkatan fungsi  Bontang Bontang
 Kalimarau Berau Sekunder jalan dan
 Kota Bangun Kutai
 Bontang Bontang - Pembangunan dan Pemeliharaan transportasi lainnya Kartanegara
bandar udara Pengumpul Skala agar semakin
 Kota Bangun Kutai Kartanegara  Datah Dawai Mahakam Hulu
Tersier mudahnya
 Datah Dawai Mahakam Hulu  Paser Paser
- Pembangunan dan Pemeliharaan aksesibilitas ke
 Paser Paser bandar udara Pengumpan kawasan sekitar  Melak Kutai Barat
 Melak Kutai Barat bandara.  Maratua Berau
 Maratua Berau - Perlunya penataan  Miau Baru Kutai Timur
 Miau Baru Kutai Timur bangunan dan  Long Apari Mahakam Hulu
 Long Apari Mahakam Hulu lingkungan yang  Kembang Janggut Kutai
 Kembang Janggut Kutai Kartanegara berbasis pada Kartanegara
 Sangkimah Kutai Timur keselamatan di  Sangkimah Kutai Timur
 Maloy Kutai Timur lingkungan bandara  Maloy Kutai Timur
 Loa Kulu Kutai Kartanegara dengan tetap  Loa Kulu Kutai Kartanegara
 Long Bagun Mahakam Hulu memperhatikan  Long Bagun Mahakam Hulu
lingkungan.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 52
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
Rincian Rute Penerbangan Nasional : - perlu koordinasi dari Rute Penerbangan Dari Balikpapan
 Rute Penerbangan Dari Balikpapan SKPD terutama  Balikpapan – Singapura
 Balikpapan – Singapura bidang penataan  Balikpapan – Kuala Lumpur
 Balikpapan – Kuala Lumpur Malaysia ruang dengan SKPD Malaysia
 Balikpapan – Jakarta yang mengurus  Balikpapan – Jakarta
 Balikpapan – Bandung tentang  Balikpapan – Bandung
kebandarudaraan  Balikpapan – Semarang
 Balikpapan – Semarang
terutama updating
 Balikpapan – Yogyakarta  Balikpapan – Yogyakarta
rute penerbangan
 Balikpapan – Denpasar Bali  Rute Penerbangan Dari Balikpapan
nasional
 Balikpapan – Mataram Ntb Dan Samarinda Baru
 Balikpapan – Makassar  Balikpapan – Singapura
 Balikpapan – Manado  Balikpapan – Kuala Lumpur
 Balikpapan – Gorontalo Malaysia
 Balikpapan – Banjarmasin  Balikpapan – Jakarta
 Balikpapan – Palu  Balikpapan – Bandung
 Balikpapan – Padang  Balikpapan – Semarang
 Balikpapan – Tarakan  Balikpapan – Yogyakarta
 Balikpapan – Kalimarau Berau  Balikpapan – Denpasar Bali
 Balikpapan – Temindung Samarinda  Balikpapan – Mataram Ntb
 Balikpapan – Melak Kutai Barat  Balikpapan – Makassar
 Balikpapan – Tanjung Bara Kutai Timur  Balikpapan – Manado
 Balikpapan – Mamuju Sulawesi Barat  Balikpapan – Gorontalo
 Balikpapan – Malang Jawa Timur  Balikpapan – Banjarmasin
 Balikpapan – Batam  Balikpapan – Palu
 Balikpapan – Surabaya  Balikpapan – Padang
 Balikpapan – Solo  Balikpapan – Tarakan
 Balikpapan – Kalimarau Berau
 Balikpapan – Temindung Samarinda
(Pp)
 Balikpapan – Melak Kutai Barat
 Balikpapan – Tanjung Bara Kutai
Timur
 Balikpapan – Mamuju Sulawesi
Barat
 Balikpapan – Malang Jawa Timur

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 53
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 Balikpapan – Solo
 Balikpapan – Surabaya
Rute Penerbangan Dari Samarinda
 Samarinda Baru – Balikpapan
 Samarinda Baru – Pontianak
 Samarinda Baru – Palangkaraya
 Samarinda Baru – Banjarmasin
 Samarinda Baru – Surabaya
 Samarinda Baru – Manado
 Samarinda Baru – Makassar
 Samarinda Baru – Palu
 Samarinda Baru – Gorontolo
 Samarinda Baru – Jakarta
 Samarinda Baru – Yogyakarta
 Samarinda Baru – Denpasar Bali
 Samarinda Baru – Semarang
 Samarinda Baru – Malang Jawa
Timur
 Samarinda Baru – Maratua Kab.
Berau
 Samarinda Baru – Tarakan
 Samarinda Baru – Bulungan
 Samarinda Baru – Mamuju
 Samarinda Baru – Kalimarau
 Samarinda Baru – Solo
 Samarinda Baru – Tawau
SISTEM JARINGAN ENERGI DAN
KELISTRIKAN
1. Rincian Pembangkit Listrik - Percepatan pembangunan - penyusunan regulasi  Kota Samarinda
 Kota Samarinda pembangkit listrik (power house) penataan ruang serta  Kota Bontang
 Kota Bontang - Perluasan daya pembangkit bentuk pengendalian  Kota Balikpapan
 Kota Balikpapan listrik dan pengawasannya.  Janju (Kabupaten Paser)
 Janju (Kabupaten Paser) - Pemindahan daya pembangkit - Membuat kajian  Senipah (Kabupaten Kutai
 Senipah (Kabupaten Kutai listrik terkait danger zone Kartanegara)
Kartanegara) - Pengembangan pembangkit di sekitar pembangkit
 Teluk Bayur (Kabupaten Berau)
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 54
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 Teluk Bayur (Kabupaten Berau) listrik listrik, sehingga  Lati (Kabupaten Berau)
 Lati (Kabupaten Berau) - Pembangunan pembangkit listrik kegiatan yang ada  Kelay (Kabupaten Berau)
 Kelay (Kabupaten Berau) - Pemenuhan kebutuhan daya dapat ditekan di  Sambaliung (Kabupaten Berau)
 Sambaliung (Kabupaten Berau) jangka menengah daerah danger zone  Muara Jawa (Kabupaten Kutai
 Muara Jawa (Kabupaten Kutai - Pemenuhan kebutuhan daya tersebut. Kartanegara)
Kartanegara) jangka panjang - Perlunya penataan  Kota Bangun (Kabupaten Kutai
- Pengembangan pembangkit bangunan dan Kartanegara)
 Kota Bangun (Kabupaten Kutai
listrik memanfaatkan pontesi lingkungan yang
Kartanegara)  Sangkulirang (Kabupaten Kutai
sumber energi primer seperti: berbasis pada
 Sangkulirang (Kabupaten Kutai Timur)
- Minyak Bumi keselamatan di
Timur)  Kaltim Peaking (FTP 2)
- Gas Bumi lingkungan
 Kaltim Peaking (FTP 2) - Batubara pembangkit listrik  Kaltim1
 Kaltim1 - Tenaga Air dengan tetap  Mulut Tambang (Kabupaten Kutai
 Mulut Tambang (Kabupaten Kutai memperhatikan Timur)
Timur) lingkungan.  Kariangau (Bpp)
 Kariangau (Bpp)  PLTMG Kaltimra, Kota Balikpapan
 PLTMG Kaltimra, Kota Balikpapan  PLTU Kaltim (FTP2) Bontang
 PLTU Kaltim (FTP2) Bontang  PLTU Kaltim 4, Kukar
 PLTU Kaltim 4, Kukar  PLTGU Senipah, Kukar
 PLTGU Senipah, Kukar

2. Rincian Pembangunan PLTA Potensial - Pengembangan Pembangkit - penyusunan regulasi  Sungai Sembakung Berau
 Sungai Sembakung Berau Listrik Tenaga Air (PLTA) penataan ruang serta
bentuk pengendalian
 Baai Kutai Timur
 Baai Kutai Timur
 Karangan Kutai Timur dan pengawasannya.  Karangan Kutai Timur
 Mahakam Kutai Kartanegara - Membuat kajian  Mahakam Kutai Kartanegara
 Riko Penajam Paser Utara terkait danger zone  Riko Penajam Paser Utara
di sekitar pembangkit
 Kelai Berau
listrik, sehingga
 Kelai Berau
 Kendilo Paser  Kendilo Paser
kegiatan yang ada
 PLTA TABANG 353 MW Belayan dapat ditekan di  PLTA TABANG 353 MW Belayan
Kutai Kartanegara daerah danger zone Kutai Kartanegara
tersebut.
- Perlunya penataan
bangunan dan
lingkungan yang
berbasis pada

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 55
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
keselamatan di
lingkungan
pembangkit listrik
dengan tetap
memperhatikan
lingkungan.
3. Pengembangan Energi Baru dan Pengembangan Energi Baru dan - penyusunan regulasi  Energi Biomassa Paser –
Terbarukan Terbarukan penataan ruang serta Penajam Paser Utara
 Energi Biomassa Paser – Penajam bentuk pengendalian  Energi Biomassa Kutai
Paser Utara dan pengawasannya. Kartanegara – Kutai Barat
 Energi Biomassa Kutai Kartanegara - Membuat kajian  Energi Biomassa Mahakam Ulu
– Kutai Barat terkait danger zone  Energi Biomassa Kutai Timur
 Energi Biomassa Mahakam Ulu di sekitar pembangkit
 Energi Biomassa Kutai Timur listrik, sehingga
kegiatan yang ada
dapat ditekan di
daerah danger zone
tersebut.
- Perlunya penataan
bangunan dan
lingkungan yang
berbasis pada
keselamatan di
lingkungan
pembangkit listrik
dengan tetap
memperhatikan
lingkungan.
4. Pengembangan Listrik Perdesaan : Program pengembangan listrik perdesaan - penyusunan regulasi  Kabupaten Paser
 Kabupaten Paser penataan ruang serta  Kabupaten Kutai Barat
 Kabupaten Kutai Barat bentuk pengendalian  Kabupaten Kutai Kartanegara
 Kabupaten Kutai Kartanegara dan pengawasannya.  Kabupaten Kutai Timur
 Kabupaten Kutai Timur - Membuat kajian  Kabupaten Berau
 Kabupaten Berau terkait danger zone  Kabupaten Penajam Paser Utara
di sekitar pembangkit
 Kabupaten Penajam Paser Utara  Kabupaten Mahakam Ulu
listrik, sehingga
 Kabupaten Mahakam Ulu
kegiatan yang ada

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 56
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
dapat ditekan di
daerah danger zone
tersebut.Perlunya
penataan bangunan
dan lingkungan yang
berbasis pada
keselamatan di
lingkungan
pembangkit listrik
dengan tetap
memperhatikan
lingkungan.
5. Rincian Gardu Induk (GI) : Pemeliharaan dan Pengembangan Gardu - penyusunan regulasi
 GI Bontang Bontang Induk penataan ruang serta  GI Bontang Bontang
 GI Bontang Ext LB Bontang bentuk pengendalian  GI Bontang Ext LB Bontang
 GI Sambera (4 LB) Kutai dan pengawasannya.  GI Sambera (4 LB) Kutai Kartanegara
Kartanegara - Membuat kajian
 GI Bukuan / Palaran Samarinda terkait danger zone  GI Bukuan / Palaran Samarinda
 GI Kuaro / Tana Paser Paser di sekitar gardu  GI Kuaro / Tana Paser Paser
induk, sehingga
 GI Tengkawang Samarinda  GI Tengkawang Samarinda
kegiatan yang ada
 GI Karang Joang / Giri Rejo  GI Karang Joang / Giri Rejo
dapat ditekan di
Balikpapan Balikpapan
daerah danger zone
 GI Karang Joang / Giri Rejo Ext LB tersebut.  GI Karang Joang / Giri Rejo Ext LB
Balikpapan - Perlunya penataan Balikpapan
 GI Sambutan Samarinda bangunan dan  GI Sambutan Samarinda
 GI Sambutan Ext LB Samarinda lingkungan yang  GI Sambutan Ext LB Samarinda
 GI Kariangau Balikpapan berbasis pada  GI Kariangau Balikpapan
 GI Industri / Gn. Malang Balikpapan keselamatan di  GI Industri / Gn. Malang Balikpapan
 GI Sei Kleidang / Harapan Baru lingkungan gardu  GI Sei Kleidang / Harapan Baru
Penajam Paser Utara induk dengan tetap Penajam Paser Utara
 GI Tenggarong / Bukit Biru Kutai memperhatikan  GI Tenggarong / Bukit Biru Kutai
Kartanegara lingkungan. Kartanegara
 GI New Industri Balikpapan  GI New Industri Balikpapan
 GI Kota Bangun Kutai Kartanegara  GI Kota Bangun Kutai Kartanegara
 GI Senipah Paser  GI Senipah Paser
 GI Batakan / Manggarsari Balikpap  GI Batakan / Manggarsari Balikpap
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 57
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 GI Petung Penajam Paser Utara  GI Petung Penajam Paser Utara
 GI New Balikpapan Balikpapan  GI New Balikpapan Balikpapan
 GI New Samarinda Samarinda  GI New Samarinda Samarinda
 GI Melak Kutai Barat  GI Melak Kutai Barat
 GI Sangatta KutaiTimur  GI Sangatta KutaiTimur
 GI TanaPaser Paser  GI TanaPaser Paser
 GI Komam / Batu Sopang Paser  GI Komam / Batu Sopang Paser
 GI Long Ikis Paser  GI Long Ikis Paser
 GI Berau / Tanjung Redeb Berau  GI Berau / Tanjung Redeb Berau
 GI Semoi – Sepaku Penajam Paser  GI Semoi – Sepaku Penajam Paser
Utara Utara
 GI Maloy Kutai Timur  GI Maloy Kutai Timur
 GI Sanga-Sanga Kutai Kartanegara  GI Sanga-Sanga Kutai Kartanegara
 GI Sepaso Kutai Timur  GI Sepaso Kutai Timur
 GI Muara Wahau Kutai Timur  GI Muara Wahau Kutai Timur
 GI Kembang Janggut Kutai  GI Kembang Janggut Kutai
Kartanegara Kartanegara
 GI Muara Bengkal Kutai Timur  GI Muara Bengkal Kutai Timur
 GI Talisayan Berau  GI Talisayan Berau

6. Rincian Jaringan Listrik - Pengembangan dan peningkatan - penyusunan regulasi  Sambera – Incomer Sambutan –
 Sambera – Incomer Sambutan – transmisi Tenaga Listrik penataan ruang serta Bontang
Bontang - Pengembangan dan pemeliharaan bentuk pengendalian  PLTG Senipah – New Industri
 PLTG Senipah – New Industri jaringan transmisi Saluran Udara dan pengawasannya.  Kuaro – Perbatasan
 Kuaro – Perbatasan Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV - Membuat kajian  Bontang – Sambutan
 Bontang – Sambutan terkait danger zone  PLTU Teluk Balikpapan – Incomer 2
 PLTU Teluk Balikpapan – Incomer 2 di sekitar pembangkit phi (Karjo-Kuaro)
phi (Karjo-Kuaro) listrik, sehingga
 Karang Joang – Kuaro
kegiatan yang ada
 Karang Joang – Kuaro  Petung – Incomer 2 phi (Karjo-Kuaro)
dapat ditekan di
 Petung – Incomer 2 phi (Karjo-  Tenggarong – Tanjung Redeb –
daerah danger zone
Kuaro) Talisayan – Kota Bangun
tersebut.
 Tenggarong – Tanjung Redeb – - Perlunya penataan  New Samarinda – Embalut
Talisayan – Kota Bangun bangunan dan  PLTG Senipah – Bukuan / Palaran
 New Samarinda – Embalut lingkungan yang  GI New Balikpapan – Incomer 2 phi
 PLTG Senipah – Bukuan / Palaran berbasis pada (Manggarsari-Industri)

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 58
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 GI New Balikpapan – Incomer 2 phi keselamatan di  PLTG Bangkanai – Melak
(Manggarsari-Industri) lingkungan  New Samarinda – Sambera
 PLTG Bangkanai – Melak pembangkit listrik  Bontang – Sangatta
 New Samarinda – Sambera dengan tetap  GI New Balikpapan – GI Kariangau
 Bontang – Sangatta memperhatikan  Kuaro – Paser
 GI New Balikpapan – GI Kariangau lingkungan.
 Kariangau – Sepaku
- Berkoordinasi
 Kuaro – Paser  Sangatta – Maloy
dengan PLN
 Kariangau – Sepaku  PLTU Kaltim 2 (FTP 2) – Bontang
terutama kebutuhan
 Sangatta – Maloy listrik yang  Muara Wahau – Tanjung Redeb
 PLTU Kaltim 2 (FTP 2) – Bontang direncakan apakah  Melak – GI Kota Bangun
 Muara Wahau – Tanjung Redeb sesuai dengan  MuaraWahau – Sangatta
 Melak – GI Kota Bangun rencana  PLTU Kaltim 3 – Incomer 2 phi
 MuaraWahau – Sangatta pengembangan yang (Senipah – Palaran / Bukuan)
 PLTU Kaltim 3 – Incomer 2 phi akan dilaksanakan  Tenggarong / Bukit Biru – Sepaku
(Senipah – Palaran / Bukuan) sesuai rencana tata  Tanjung Redeb – Talisayan
 Tenggarong / Bukit Biru – Sepaku ruang  Samarinda – Sebulu – Muara
 Tanjung Redeb – Talisayan Bengkal
 Samarinda – Sebulu – Muara
Bengkal

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 59
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
7. Rincian Jaringan Pipa Gas Bumi - Pemeliharaan Jaringan Pipa Gas - penyusunan regulasi  Mahakam (vico-unocal-total) PT
 Mahakam (vico-unocal-total) Nasional penataan ruang serta Pertagas Tj. Santan – SKG
PT Pertagas Tj. Santan – SKG - Pengembangan Jaringan Pipa Gas bentuk pengendalian Bontang Kutai Kartanegara,
Bontang Kutai Kartanegara, Nasional dan pengawasannya. Bontang
Bontang - Membuat kajian  Mahakam (total) PT Pertagas
 Mahakam (total) PT Pertagas terkait danger zone Km. 53 – SKG Bontang Bontang
Km. 53 – SKG Bontang Bontang di sekitar jaringan  Mahakam (total) PT. Pertamina
 Mahakam (total) PT. Pertamina pipa gas bumi, Km. 29 – SKG Bontang
Km. 29 – SKG Bontang sehingga kegiatan  Mahakam (total) Vico-unocal-
 Mahakam (total) Vico-unocal-total yang ada dapat total Bekapar – Senipah
Bekapar – Senipah Kutai ditekan di daerah Kutai Kartanegara
Kartanegara danger zone  Mahakam (total) Vico-unocal-
 Mahakam (total) Vico-unocal-total tersebut. total Senipah – Handil Kutai
Senipah – Handil Kutai - Perlunya penataan Kartanegara
Kartanegara bangunan dan
 Mahakam (total) Vico-unocal-
 Mahakam (total) Vico-unocal-total lingkungan yang total Handil – Badak Kutai
Handil – Badak Kutai Kartanegara berbasis pada Kartanegara
keselamatan di
 Tunu, Tambora, Nilam Vico-  Tunu, Tambora, Nilam Vico-
lingkungan jaringan
unocal-total Badak – Bontang unocal-total Badak – Bontang
pipa gas bumi
Bontang Bontang
dengan tetap
 PT. Pertagas PT. Pertagas memperhatikan  PT. Pertagas PT. Pertagas Tj.
Tj. Santan – Km. 29 Kutai lingkungan. Santan – Km. 29 Kutai
Kartanegara, Bontang Kartanegara, Bontang
 West Seno – TLP A – Attaka  West Seno – TLP A – Attaka

SISTEM JARINGAN TELEKOMUNIKASI


1. Rincian Panjang Jaringan Mikro Digital : Rencana Jaringan Mikro Digital - Berkoodinasi dengan  Tanjung Redeb (Kabupaten Berau) –
 Tanjung Redeb (Kabupaten Berau) SKPD yang menaungi Kota Bontang
– Kota Bontang masalah komunikasi  Kota Bontang – Kota Samarinda
 Kota Bontang – Kota Samarinda dan informasi terkait  Kota Samarinda – Kota Balikpapan
 Kota Samarinda – Kota Balikpapan pengembangan  Kota Balikpapan – Penajam
 Kota Balikpapan – Penajam jaringan mikro digital (Kabupaten Penajam Paser Utara)
(Kabupaten Penajam Paser Utara) - Perlu melakukan  Penajam (Kabupaten Penajam Paser
 Penajam (Kabupaten Penajam kajian di sekitar area Utara) – Tana Paser (Kabupaten
Paser Utara) – Tana Paser yang dilewati jaringan Paser)
(Kabupaten Paser) mikro digital dengan  Tana Paser (Kabupaten Paser) –
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 60
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 Tana Paser (Kabupaten Paser) – tujuan keamanan Batas Provinsi Kalimantan Selatan
Batas Provinsi Kalimantan Selatan - Perlu melakukan
kajian terkait
penatagunaan lahan
di sekitar jaringan
mikro digital dan
regulasinya sekaligus
pengendalian dan
pengawasannya
2. Rincian Rencana Pengembangan Rencana Pengembangan Stasiun Telepon - Berkoodinasi dengan  Tana Paser Paser
Stasiun Telepon Otomat : Otomat SKPD yang menaungi  Long Iram Kutai Barat
 Tana Paser Paser masalah komunikasi  Kota Bangun Kutai
 Long Iram Kutai Barat dan informasi terkait Kartanegara
 Kota Bangun Kutai Kartanegara pengembangan  Tenggarong Kutai Kartanegara
 Tenggarong Kutai Kartanegara pengembangan  Sangatta Kutai Timur
 Sangatta Kutai Timur stasiun telepon
 Tanjung Redeb Berau
otomat
 Tanjung Redeb Berau  Balikpapan Balikpapan
 Balikpapan Balikpapan  Samarinda Samarinda
 Samarinda Samarinda  Bontang Bontang
 Bontang Bontang

3. RUMAH INTERNET Rumah Internet - Berkoodinasi dengan BERAU :


SKPD yang menaungi  BIATAN
BERAU : masalah komunikasi  BIDUK BIDUK
 BIATAN dan informasi terkait  GUNUNG TABUR
 BIDUK BIDUK pengembangan  KELAY
 GUNUNG TABUR rumah internet  PULAU DERAWAN
 KELAY  PULAU MARATUA
 PULAU DERAWAN  SAMBALIUNG
 PULAU MARATUA  SEGAH
 SAMBALIUNG  TABALAR
 SEGAH  TALISAYAN
 TABALAR  TANJUNG REDEB
 TALISAYAN  TELUK BAYUR
 TANJUNG REDEB
 TELUK BAYUR
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 61
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD

KUTAI BARAT KUTAI BARAT


 BARONG TONGKOK  BARONG TONGKOK
 BENTIAN BESAR  BENTIAN BESAR
 JEMPANG  JEMPANG
 LINGGANG BIGUNG  LINGGANG BIGUNG
 DAMAI  DAMAI
 MELAK  MELAK
 MOOK MANAAR BULATN  MOOK MANAAR BULATN
 MUARA LAWA  MUARA LAWA
 MUARA PAHU  MUARA PAHU
 NYUATAN  NYUATAN
 PENYINGGAHAN  PENYINGGAHAN
 SEKOLAQ DARAT  SEKOLAQ DARAT
 SILUQ NGURAI  SILUQ NGURAI
 TERING  TERING

KUTAI KARTANEGARA KUTAI KARTANEGARA


 ANGGANA  ANGGANA
 KEMBANG JANGGUT  KEMBANG JANGGUT
 KOTABANGUN  KOTABANGUN
 LOA JANAN  LOA JANAN
 LOA KULU  LOA KULU
 MARANG KAYU  MARANG KAYU
 MUARA BADAK  MUARA BADAK
 MUARA JAWA  MUARA JAWA
 MUARA KAMAN  MUARA KAMAN
 MUARA MUNTAI  MUARA MUNTAI
 MUARA WIS  MUARA WIS
 SAMBOJA  SAMBOJA
 SANGA-SANGA  SANGA-SANGA
 SEBULU  SEBULU
 TABANG  TABANG
 TENGGARONG  TENGGARONG
 TENGGARONG SEBERANG  TENGGARONG SEBERANG
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 62
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD

KUTAI TIMUR KUTAI TIMUR


 BATU AMPAR  BATU AMPAR
 BENGALON  BENGALON
 KALIORANG  KALIORANG
 KARANGAN  KARANGAN
 KAUBUN  KAUBUN
 KONGBENG  KONGBENG
 LONG MESENGAT  LONG MESENGAT
 MUARA ANCALONG  MUARA ANCALONG
 MUARA BENGKAL  MUARA BENGKAL
 MUARA WAHAU  MUARA WAHAU
 SANGATTA UTARA  SANGATTA UTARA
 SANGKULIRANG  SANGKULIRANG
 SANGATTA SELATAN  SANGATTA SELATAN
 TELUK PANDAN  TELUK PANDAN

MAHAKAM ULU MAHAKAM ULU


 LONG BAGUN  LONG BAGUN
 LONG HUBUNG  LONG HUBUNG
 LONG PAHANGAI  LONG PAHANGAI

PASER PASER
 BATU SOPANG  BATU SOPANG
 KUARO  KUARO
 LONG IKIS  LONG IKIS
 LONG KALI  LONG KALI
 MUARA KOMAM  MUARA KOMAM
 MUARA SAMU  MUARA SAMU
 PASIR BALENGKONG  PASIR BALENGKONG
 TANA PASER  TANA PASER

PENAJAM PASER UTARA PENAJAM PASER UTARA


 BABULU  BABULU
 PENAJAM  PENAJAM

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 63
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 SEPAKU  SEPAKU
 WARU  WARU

BALIKPAPAN BALIKPAPAN
 BALIKPAPAN BARAT  BALIKPAPAN BARAT
 BALIKPAPAN SELATAN  BALIKPAPAN SELATAN
 BALIKPAPAN TENGAH  BALIKPAPAN TENGAH
 BALIKPAPAN TIMUR  BALIKPAPAN TIMUR
 BALIKPAPAN UTARA  BALIKPAPAN UTARA

BONTANG BONTANG
 BONTANG BARAT  BONTANG BARAT
 BONTANG SELATAN  BONTANG SELATAN
 BONTANG UTARA  BONTANG UTARA

SAMARINDA SAMARINDA
 PALARAN  PALARAN
 SAMARINDA ILIR  SAMARINDA ILIR
 SAMARINDA SEBERANG  SAMARINDA SEBERANG
 SAMARINDA ULU  SAMARINDA ULU
 SAMARINDA UTARA  SAMARINDA UTARA
 SUNGAI KUNJANG  SUNGAI KUNJANG
 SAMARINDA KOTA  SAMARINDA KOTA
 LOA JANAN ILIR  LOA JANAN ILIR
 SAMBUTAN  SAMBUTAN
 SUNGAI PINANG  SUNGAI PINANG

4. Rincian Rencana Wi-Fi Kabupaten - Berkoodinasi dengan  BERAU


 BERAU SKPD yang menaungi - TANJUNG REDEB
- TANJUNG REDEB masalah komunikasi - TELUK BAYUR
- TELUK BAYUR dan informasi terkait  KUTAI BARAT
 KUTAI BARAT pengembangan - BARONG TONGKOK
- BARONG TONGKOK rencana Wi—Fi  KUTAI KARTANEGARA
 KUTAI KARTANEGARA Kabupaten - TENGGARONG
- TENGGARONG - TENGGARONG SEBERANG

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 64
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
- TENGGARONG SEBERANG  KUTAI TIMUR
 KUTAI TIMUR - SANGATTA UTARA
- SANGATTA UTARA - SANGATTA SELATAN
- SANGATTA SELATAN  PASER
 PASER - LONG IKIS
- LONG IKIS  PENAJAM PASER UTARA
 PENAJAM PASER UTARA - PENAJAM
- PENAJAM  BALIKPAPAN
 BALIKPAPAN - BALIKPAPAN TENGAH
- BALIKPAPAN TENGAH - BALIKPAPAN BARAT
- BALIKPAPAN BARAT - BALIKPAPAN TIMUR
- BALIKPAPAN TIMUR - BALIKPAPAN UTARA
- BALIKPAPAN UTARA  BONTANG
 BONTANG - BONTANG UTARA
- BONTANG UTARA - BONTANG SELATAN
- BONTANG SELATAN  SAMARINDA
 SAMARINDA - SAMARINDA ULU
- SAMARINDA ULU - SAMARINDA KOTA
- SAMARINDA KOTA - PALARAN
- PALARAN - LOA JANAN ILIR
- LOA JANAN ILIR - SUNGAI KUNJANG
- SUNGAI KUNJANG
5. Rincian Rencana Program Rencana Program Pembangunan - Berkoodinasi dengan  BERAU MARATUA
Pembangunan Tower BTS untuk Tower BTS Untuk Wilayah SKPD yang menaungi MARATUA BOHESILIAN
Wilayah Perbatasan dan Daerah Terluar Perbatasan dan Daerah Terluar masalah komunikasi  BATU PUTIH BALIKUKUP
(Telinfo Tuntas) Dana KPU / USO (Telinfo Tuntas) Dana KPU / USO dan informasi terkait  KUTAI BARAT BARONG
Telekomunikasi : Telekomunikasi pengembangan tower TONGKOK ASA
 BERAU MARATUA MARATUA BTS untuk wilayah  BARONG TONGKOK
BOHESILIAN perbatasan dan  MOOK MANAAR BULATN SAKAQ
 BATU PUTIH BALIKUKUP daerah terluar TADA
 KUTAI BARAT BARONG  MUARA BATUQ
TONGKOK ASA  BENTIAN BESAR TENDE
 BARONG TONGKOK  DAMAI BESIQ
 MOOK MANAAR BULATN SAKAQ  NYUATAN INTU LINGAU
TADA  JEMPANG PERIGIQ
 MUARA BATUQ  MAHAKAM HULU LONG
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 65
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 BENTIAN BESAR TENDE PAHANGAI LUNUK BARU
 DAMAI BESIQ
 NYUATAN INTU LINGAU
 JEMPANG PERIGIQ
 MAHAKAM HULU LONG PAHANGAI
LUNUK BARU

SISTEM PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR


1. RINCIAN WILAYAH SUNGAI Pengelolaan/pemeliharaan DAS (sesuai 1. Perlu kajian MAHAKAM
 LINTAS PROVINSI dengan pembagian kewenangan wilayah pembangunan DAS Mahakam, DAS Dondang,
MAHAKAM sungai): prasarana DAS Samboja, DAS Aji Raden, DAS
DAS Mahakam, DAS Dondang, DAS - Konservasi SDA pengambilan dan Manggar, DAS Somber, DAS Wain,
Samboja, DAS Aji Raden, DAS - Pendayagunaan Sumber Daya Air saluran pembawa DAS Sanggai, DAS Meridan, DAS
Manggar, DAS Somber, DAS Wain, Pengendalian Daya Rusak Air 2. Perlu ada regulasi Riko, DAS Tunan, dan DAS Telake
DAS Sanggai, DAS Meridan, DAS terutama BERAU-KELAY
Riko, DAS Tunan, dan DAS Telake pengendalian dan DAS Sajau, DAS Binai, DAS
BERAU-KELAY pengawasan dengan Mangkadapie, DAS Pidada, DAS
DAS Sajau, DAS Binai, DAS tujuan Pantai, DAS Liu Padai, DAS
Mangkadapie, DAS Pidada, DAS mengendalikan banjir Tabalar, DAS Lempake, DAS
Pantai, DAS Liu Padai, DAS Tabalar, pada daerah Pegat, DAS Lungsuran Naga, DAS
DAS Lempake, DAS Pegat, DAS tangkapan air dan Derawan, DAS
Lungsuran Naga, DAS Derawan, DAS badan-badan sungai MaratuaPayungPayung, DAS
MaratuaPayungPayung, DAS 3. Pengawasan dan MaratuaTelukAlulu, dan DAS
MaratuaTelukAlulu, dan DAS Malinau pengendalian Malinau
pengelolaan sumber
 LINTAS KABUPATEN/KOTA daya air wilayah KARANGAN
KARANGAN sungai DAS Petuang, DAS Bakil, DAS
DAS Petuang, DAS Bakil, DAS 4. pembinaan Benuyaan, DAS Sumberagung,
Benuyaan, DAS Sumberagung, DAS masyarakat rawan DAS Kayu indah, DAS Talisayan,
Kayu indah, DAS Talisayan, DAS banjir di sekitar DAS Dumaring, DAS
Dumaring, DAS Lobangkelatuk, DAS Daerah Aliran Sungai Lobangkelatuk, DAS Kalriabu, DAS
Kalriabu, DAS Muhammad, DAS 5. Adanya pemanfaatan Muhammad, DAS
Labuankelambu, DAS Sandaran, DAS lahan yang belum Labuankelambu, DAS Sandaran,
Kembalun, DAS Semberang, DAS sesuai dengan DAS Kembalun, DAS Semberang,
Manubara, DAS Marukangan, DAS peruntukannya DAS Manubara, DAS Marukangan,
Susuk, DAS Kerajaan, DAS sehingga perlu DAS Susuk, DAS Kerajaan, DAS

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 66
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
Karangan, DAS Rapak, DAS Kolek, dilakukan Karangan, DAS Rapak, DAS Kolek,
DAS Mangenay, DAS Kaliorang, DAS pengawasan dan DAS Mangenay, DAS Kaliorang,
Selangkau, DAS Sekerat, DAS pengendalian yang DAS Selangkau, DAS Sekerat, DAS
Sekurau, DAS Bengalon, DAS Bulu, baik serta terstruktur Sekurau, DAS Bengalon, DAS
DAS Lipat, DAS Sangatta Baru, DAS 6. Melakukan Bulu, DAS Lipat, DAS Sangatta
Benumuda, DAS Sangkimah, DAS sinkronisasi kegiatan Baru, DAS Benumuda, DAS
Selimpus, DAS Nakan, DAS Tanjung, lintas sektor secara Sangkimah, DAS Selimpus, DAS
DAS Lempake, DAS Bontang, DAS optimal Nakan, DAS Tanjung, DAS
Santan, DAS Nyerakat, DAS Lempake, DAS Bontang, DAS
Marangkayu, DAS Sambera, DAS Santan, DAS Nyerakat, DAS
Muara Badak, dan DAS Tanjung Marangkayu, DAS Sambera, DAS
Buaya Muara Badak, dan DAS Tanjung
Buaya
 DALAM KABUPATEN/KOTA
KANDILO KANDILO
DAS Adang, DAS Kandilo, DAS DAS Adang, DAS Kandilo, DAS
Kerang, DAS Segendang, DAS Kerang, DAS Segendang, DAS
Samuntai, DAS Pondong, DAS Samuntai, DAS Pondong, DAS
AparBesar, DAS Jengeru, DAS Kuaro AparBesar, DAS Jengeru, DAS
Kuaro
2. RINCIAN DAERAH IRIGASI Pengembangan dan Pengelolaan Daerah 1. Melakukan kajian a. KUTAI KARTANEGARA
1. KUTAI KARTANEGARA Irigasi untuk menghindari a. LOA JANAN
a. LOA JANAN menurunnya fungsi  TANI AMAN
 TANI AMAN jaringan irigasi BENDUNG TANI AMAN -
BENDUNG TANI AMAN - karena tingginya EKSISTING
EKSISTING kerusakan yang  JAHUQ
 JAHUQ disebabkan umur BENDUNG JAHUQ -
BENDUNG JAHUQ - konstruksi, bencana EKSISTING
EKSISTING alam.  PURWAJAYA
 PURWAJAYA 2. Perlunya melakukan BENDUNG PURWAJAYA
BENDUNG PURWAJAYA – optimalisasi operasi – EKSISTING
EKSISTING dan pemeliharaan b. LOA KULU
b. LOA KULU 3. Memberikan  PANORAGAN
 PANORAGAN pengetahuan sebagai o BENDUNG
o BENDUNG bentuk partisipasi PANORAGAN -
PANORAGAN - petani dan EKSISTING
EKSISTING stekholder lainnya  LOK SUMBER
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 67
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 LOK SUMBER dalam pengelolaan o BENDUNG LOK
o BENDUNG LOK jaringan irigasi SUMBER -
SUMBER - EKSISTING EKSISTING
 REMPANGA  REMPANGA
o POMPA REMPANGA o POMPA REMPANGA
KM.6 - EKSISTING KM.6 - EKSISTING
o POMPA REMPANGA o POMPA REMPANGA
BUKIT BIRU - BUKIT BIRU -
EKSISTING EKSISTING
 SUMBER REJEKI  SUMBER REJEKI
o POMPA SUMBER o POMPA SUMBER
REJEKI - EKSISTING REJEKI - EKSISTING
 MARGASARI  MARGASARI
o POMPA MARGASARI - o POMPA
EKSISTING MARGASARI -
 UKUNG EKSISTING
o POMPA UKUNG -  UKUNG
EKSISTING o POMPA UKUNG -
c. KEMBANG JANGGUT EKSISTING
 HAMBAU c. KEMBANG JANGGUT
o POMPA HAMBAU -  HAMBAU
EKSISTING o POMPA HAMBAU -
 KEMBANG JANGGUT EKSISTING
o POMPA KEMBANG  KEMBANG JANGGUT
JANGGUT - EKSISTING o POMPA KEMBANG
 LOA SAKOH JANGGUT -
o POMPA LOA SAKOH - EKSISTING
EKSISTING  LOA SAKOH
 GENTING TANAH o POMPA LOA SAKOH
o POMPA GENTING - EKSISTING
TANAH - EKSISTING  GENTING TANAH
d. KENOHAN o POMPA GENTING
 KAHALA TANAH - EKSISTING
o POMPA KAHALA - d. KENOHAN
EKSISTING  KAHALA
e. KOTA BANGUN o POMPA KAHALA -
EKSISTING
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 68
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 SUKABUMI e. KOTA BANGUN
BENDUNG  SUKABUMI
SUKABUMI - RENCANA BENDUNG
 MUHURAN SUKABUMI - RENCANA
POMPA  MUHURAN
MUHURAN - EKSISTING POMPA
 SEBELIMBINGAN MUHURAN - EKSISTING
POMPA  SEBELIMBINGAN
SEBELIMBINGAN - POMPA
EKSISTING SEBELIMBINGAN -
f. MARANGKAYU EKSISTING
 MARANGKAYU f. MARANGKAYU
o BENDUNGAN  MARANGKAYU
MARANGKAYU - o BENDUNGAN
EKSISTING MARANGKAYU -
o BENDUNG SEBUNTAL EKSISTING
- RENCANA o BENDUNG
 SANTAN SEBUNTAL -
o BENDUNG SANTAN- RENCANA
RENCANA  SANTAN
o BENDUNG SANTAN-
RENCANA
g. MUARA MUNTAI
 MUARA MUNTAI
o POMPA MUARA g. MUARA MUNTAI
MUNTAI - EKSISTING  MUARA MUNTAI
h. MUARA JAWA o POMPA MUARA
 HANDIL BARU MUNTAI -
o BENDUNG HANDIL EKSISTING
BARU - EKSISTING h. MUARA JAWA
i. MUARA WIS  HANDIL BARU
o SEBEMBAN o BENDUNG HANDIL
o POMPA SEBEMBAN - BARU - EKSISTING
EKSISTING i. MUARA WIS
o MUARA WIS o SEBEMBAN
o POMPA MUARA WIS - o POMPA SEBEMBAN
EKSISTING - EKSISTING
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 69
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
j. MUARA KAMAN o MUARA WIS
 SIDOMUKTI o POMPA MUARA WIS
o BENDUNG SIDOMUKTI - EKSISTING
- RENCANA j. MUARA KAMAN
 SABINTULUNG  SIDOMUKTI
 BUNGA JADI o BENDUNG
k. MUARA KAMAN & SEBULU SIDOMUKTI -
 MANUNGGAL DAYA RENCANA
o BENDUNG  SABINTULUNG
MANUNGGAL DAYA -  BUNGA JADI
RENCANA k. MUARA KAMAN & SEBULU
l. SEBULU  MANUNGGAL DAYA
 SIRBAYA o BENDUNG
o POMPA SIRBAYA - MANUNGGAL DAYA
EKSISTING - RENCANA
 BELORO l. SEBULU
o POMPA BELORO -  SIRBAYA
EKSISTING o POMPA SIRBAYA -
 RAPAK LAMBUR EKSISTING
o POMPA RAPAK  BELORO
LAMBUR - EKSISTING o POMPA BELORO -
 SELERONG SEBERANG EKSISTING
o POMPA SELERONG  RAPAK LAMBUR
SEBERANG - o POMPA RAPAK
EKSISTING LAMBUR -
 NGADANG EKSISTING
o POMPA NGADANG –  SELERONG SEBERANG
EKSISTING o POMPA SELERONG
m. SAMBOJA SEBERANG -
 SAMBOJA EKSISTING
o BENDUNGAN  NGADANG
SAMBOJA - EKSISTING o POMPA NGADANG
 SEI BULUH – EKSISTING
o BENDUNG SEI BULUH m. SAMBOJA
- RENCANA  SAMBOJA
 LIMPAHUNG o BENDUNGAN
 SEI MERDEKA SAMBOJA -

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 70
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 AMBORAWANG EKSISTING
o BENDUNG  SEI BULUH
AMBORAWANG - o BENDUNG SEI
EKSISTING BULUH - RENCANA
 AMBUL AMING  LIMPAHUNG
o POMPA AMBUL AMING  SEI MERDEKA
- EKSISTING  AMBORAWANG
n. TABANG o BENDUNG
 RITAN LAMA AMBORAWANG -
o BENDUNG RITAN EKSISTING
LAMA - RENCANA  AMBUL AMING
 RITAN BARU o POMPA AMBUL
o POMPA RITAN BARU - AMING - EKSISTING
EKSISTING n. TABANG
o. ANGGANA  RITAN LAMA
 SIDOMULYO BLOK A o BENDUNG RITAN
o POMPA SIDOMULYO LAMA - RENCANA
BLOK A - EKSISTING  RITAN BARU
p. TENGGARONG o POMPA RITAN
 MUALAP BARU - EKSISTING
o POMPA MUALAP - o. ANGGANA
EKSISTING  SIDOMULYO BLOK A
q. TENGGARONG SEBERANG o POMPA
 SEPARI II SIDOMULYO BLOK
o BENDUNG SEPARI II - A - EKSISTING
EKSISTING p. TENGGARONG
o POMPA SEPARI -  MUALAP
EKSISTING o POMPA MUALAP -
 TANJUNG BATU EKSISTING
o POMPA TANJUNG q. TENGGARONG SEBERANG
BATU - EKSISTING  SEPARI II
2. KUTAI TIMUR o BENDUNG SEPARI
a. BENGALON II - EKSISTING
 SEPASO o POMPA SEPARI -
o BENDUNGAN EKSISTING
BENGALON -  TANJUNG BATU
RENCANA o POMPA TANJUNG
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 71
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 GUNUNG HAJI BATU - EKSISTING
o BENDUNG b. KUTAI TIMUR
REGULATOR TEPIAN a. BENGALON
LANGSAT - RENCANA  SEPASO
b. KALIORANG o BENDUNGAN
 KALIORANG BENGALON -
o BENDUNGAN RENCANA
KALIORANG –  GUNUNG HAJI
RENCANA o BENDUNG
o BENDUNG REGULATOR
REGULATOR TEPIAN LANGSAT -
KALIORANG - RENCANA
EKSISTING b. KALIORANG
 SELANGKAU  KALIORANG
o BENDUNG o BENDUNGAN
SELANGKAU – KALIORANG –
RENCANA RENCANA
c. KARANGAN o BENDUNG
 KARANGAN REGULATOR
o BENDUNGAN KALIORANG -
KARANGAN - EKSISTING
RENCANA  SELANGKAU
o BENDUNG o BENDUNG
REGULATOR BAAI - SELANGKAU –
RENCANA RENCANA
d. KAUBUN c. KARANGAN
 KAUBUN  KARANGAN
o BENDUNG KAUBUN - o BENDUNGAN
EKSISTING KARANGAN -
 CIPTA GRAHA RENCANA
o BENDUNG CIPTA o BENDUNG
GRAHA - EKSISTING REGULATOR BAAI -
 MAKROMAN RENCANA
e. KONGBENG d. KAUBUN
 MIAU BARU  KAUBUN
o BENDUNG MIAU BARU o BENDUNG KAUBUN
- RENCANA - EKSISTING
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 72
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
o POMPA MIAU BARU -  CIPTA GRAHA
EKSISTING o BENDUNG CIPTA
 PESAP GRAHA - EKSISTING
o BENDUNG PESAP -  MAKROMAN
EKSISTING e. KONGBENG
f. LONG MESANGAT  MIAU BARU
 TANAH ABANG o BENDUNG MIAU
o BENDUNG TANAH BARU - RENCANA
ABANG - EKSISTING o POMPA MIAU BARU
 SUMBER SARI - EKSISTING
g. MUARA ANCALONG  PESAP
 MUARA ANCALONG o BENDUNG PESAP -
o Non EKSISTING
h. MUARA BENGKAL f. LONG MESANGAT
 BENUA BARU  TANAH ABANG
o POMPA BENUA BARU o BENDUNG TANAH
- EKSISTING ABANG - EKSISTING
 MUARA BENGKAL  SUMBER SARI
o POMPA MUARA g. MUARA ANCALONG
BENGKAL –  MUARA ANCALONG
EKSISTING o Non
i. RANTAU PULUNG h. MUARA BENGKAL
 RANTAU PULUNG  BENUA BARU
o BENDUNG RANTAU o POMPA BENUA
PULUNG - RENCANA BARU - EKSISTING
j. SANDARAN  MUARA BENGKAL
 SANDARAN o POMPA MUARA
o BENDUNGAN PULAI - BENGKAL –
RENCANA EKSISTING
o BENDUNG i. RANTAU PULUNG
REGULATOR  RANTAU PULUNG
SANDARAN - o BENDUNG
RENCANA RANTAU PULUNG -
3. KUTAI BARAT RENCANA
a. BARONG TONGKOK j. SANDARAN
 RAPAK OROS  SANDARAN
o BENDUNG RAPAK
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 73
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
OROS - EKSISTING o BENDUNGAN
 MUARA ASA PULAI - RENCANA
o BENDUNG MUARA o BENDUNG
ASA - RENCANA REGULATOR
b. DAMAI SANDARAN -
 JENGAN DANUM RENCANA
o BENDUNG JENGAN c. KUTAI BARAT
DANUM - EKSISTING a. BARONG TONGKOK
c. MELAK  RAPAK OROS
 MENTIWAN o BENDUNG RAPAK
o BENDUNG OROS - EKSISTING
MENTIWAN -  MUARA ASA
EKSISTING o BENDUNG MUARA
d. PENYINGGAHAN ASA - RENCANA
 PENYINGGAHAN b. DAMAI
o POMPA  JENGAN DANUM
PENYINGGAHAN - o BENDUNG
EKSISTING JENGAN DANUM -
e. TERING EKSISTING
 TERING c. MELAK
o POMPA TERING –  MENTIWAN
EKSISTING o BENDUNG
4. MAHAKAM ULU MENTIWAN -
a. LONG HUBUNG EKSISTING
 DATAH BILANG d. PENYINGGAHAN
o BENDUNG DATAH  PENYINGGAHAN
BILANG - EKSISTING o POMPA
 BILUNG PENYINGGAHAN -
o BENDUNG BILUNG - EKSISTING
EKSISTING e. TERING
5. PASER  TERING
a. TANAH GROGOT o POMPA TERING –
 TANA PASER EKSISTING
o BENDUNGAN d. MAHAKAM ULU
KANDILO - RENCANA a. LONG HUBUNG
o BENDUNG  DATAH BILANG
REGULATOR o BENDUNG DATAH
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 74
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
KANDILO - RENCANA BILANG -
 TANA PASER DARAT EKSISTING
 RANTAU PANJANG  BILUNG
 SEBURUNG o BENDUNG BILUNG
o POMPA SEBURUNG - - EKSISTING
EKSISTING e. PASER
 SUNGAI TUAK a. TANAH GROGOT
o POMPA SUNGAI TUAK  TANA PASER
- EKSISTING o BENDUNGAN
b. PASER BELENGKONG KANDILO -
 SAUTANG BARU RENCANA
o BENDUNGAN o BENDUNG
KANDILO - RENCANA REGULATOR
o BENDUNG KANDILO -
REGULATOR RENCANA
KANDILO - RENCANA  TANA PASER DARAT
 RAWA MAKMUR /JENTIK  RANTAU PANJANG
 DAMIT  SEBURUNG
o POMPA DAMIT - o POMPA
EKSISTING SEBURUNG -
 PABENCENGAN EKSISTING
o POMPA  SUNGAI TUAK
PABENCENGAN – o POMPA SUNGAI
EKSISTING TUAK - EKSISTING
c. LONG IKIS b. PASER BELENGKONG
 TAJUR  SAUTANG BARU
 LONG IKIS SELATAN o BENDUNGAN
d. BATU ENGAU KANDILO -
 KERANG RENCANA
o BENDUNGAN o BENDUNG
KERANG - RENCANA REGULATOR
e. LONG KALI KANDILO -
 RANTAU BELIMBING RENCANA
o POMPA RANTAU  RAWA MAKMUR /JENTIK
BELIMBING -  DAMIT
EKSISTING o POMPA DAMIT -
EKSISTING
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 75
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 DEKOI  PABENCENGAN
o POMPA DEKOI - o POMPA
EKSISTING PABENCENGAN –
 TANJUNG KRAMU EKSISTING
o POMPA TANJUNG c. LONG IKIS
KRAMU - EKSISTING  TAJUR
 SEPERING  LONG IKIS SELATAN
o POMPA SEPERING - d. BATU ENGAU
EKSISTING  KERANG
 PEPARA o BENDUNGAN
o POMPA PEPARA - KERANG -
EKSISTING RENCANA
e. LONG KALI
o BENDUNGAN TOYU -  RANTAU BELIMBING
RENCANA o POMPA RANTAU
BELIMBING -
EKSISTING
6. PASER & PENAJAM PASER UTARA  DEKOI
a. LONG IKIS, LONG KALI & o POMPA DEKOI -
BABULU EKSISTING
 TELAKE  TANJUNG KRAMU
o BENDUNGAN o POMPA TANJUNG
LAMBAKAN - KRAMU -
RENCANA EKSISTING
o BENDUNGAN TOYU -  SEPERING
RENCANA o POMPA SEPERING
o BENDUNGAN PIAS - - EKSISTING
RENCANA  PEPARA
o BENDUNG o POMPA PEPARA -
REGULATOR TELAKE EKSISTING
- RENCANA
o BENDUNGAN
7. PENAJAM PASER UTARA TOYU - RENCANA
a. BABULU
 BABULU DARAT LABANGKA
o BENDUNG BABULU f. PASER & PENAJAM PASER
DARAT - EKSISTING UTARA
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 76
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
b. PENAJAM a. LONG IKIS, LONG KALI &
 PETUNG TUNAN BABULU
o BENDUNGAN TUNAN  TELAKE
- RENCANA o BENDUNGAN
c. SEPAKU LAMBAKAN -
 SEPAKU RENCANA
d. WARU o BENDUNGAN
 WARU TOYU - RENCANA
o BENDUNG WARU - o BENDUNGAN PIAS
EKSISTING - RENCANA
o BENDUNGAN TUNAN o BENDUNG
- RENCANA REGULATOR
8. BERAU TELAKE -
a. BIATAN & TALISAYAN RENCANA
 BIATAN
BENDUNG BIATAN - g. PENAJAM PASER UTARA
EKSISTING a. BABULU
b. TALISAYAN  BABULU DARAT
 DUMARING LABANGKA
BENDUNG o BENDUNG
DUMARING - RENCANA BABULU DARAT -
c. GUNUNG TABUR EKSISTING
 MERANCANG b. PENAJAM
BENDUNGAN  PETUNG TUNAN
MERANCANG - EKSISTING o BENDUNGAN
 BATU – BATU TUNAN - RENCANA
BENDUNG BATU- c. SEPAKU
BATU - RENCANA  SEPAKU
 SUNGAI LATI d. WARU
 LOAAN  WARU
POMPA LOAAN - o BENDUNG WARU -
EKSISTING EKSISTING
d. SAMBALIUNG o BENDUNGAN
 BERIWIT TUNAN - RENCANA
o EMBUNG BERIWIT - h. BERAU
EKSISTING a. BIATAN & TALISAYAN
 BIATAN
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 77
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 MUARA BANGUN BENDUNG BIATAN
o BENDUNG MUARA - EKSISTING
BANGUN - EKSISTING b. TALISAYAN
o POMPA MUARA  DUMARING
BANGUN - EKSISTING BENDUNG
 TANJUNG PERENGAT DUMARING - RENCANA
o POMPA TANJUNG c. GUNUNG TABUR
PERENGAT -  MERANCANG
EKSISTING BENDUNGAN
 BUKIT MERAANG MERANCANG -
o POMPA BUKIT EKSISTING
MERAANG -  BATU – BATU
EKSISTING BENDUNG
e. SAMBALIUNG & TABALAR BATU-BATU - RENCANA
 SEMURUT & BUYUNG –  SUNGAI LATI
BUYUNG  LOAAN
o BENDUNG SEMURUT POMPA
- EKSISTING LOAAN - EKSISTING
o BENDUNG BUYUNG- d. SAMBALIUNG
BUYUNG - EKSISTING  BERIWIT
f. SEGAH o EMBUNG BERIWIT
 TEPIAN BUAH - EKSISTING
BENDUNG TEPIAN BUAH -  MUARA BANGUN
EKSISTING o BENDUNG MUARA
 HARAPAN JAYA BANGUN -
BENDUNG HARAPAN JAYA EKSISTING
- RENCANA o POMPA MUARA
 BUKIT MAKMUR BANGUN -
g. TELUK BAYUR EKSISTING
 LABANAN  TANJUNG PERENGAT
o EMBUNG LABANAN o POMPA TANJUNG
JAYA - EKSISTING PERENGAT -
o BENDUNG LABANAN EKSISTING
MAKARTI -  BUKIT MERAANG
EKSISTING o POMPA BUKIT
9. SAMARINDA MERAANG -
a. SAMARINDA UTARA EKSISTING
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 78
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 LEMPAKE e. SAMBALIUNG & TABALAR
o BENDUNGAN  SEMURUT & BUYUNG –
LEMPAKE - BUYUNG
EKSISTING o BENDUNG
b. SAMBUTAN SEMURUT -
 SAMBUTAN EKSISTING
o BENDUNG o BENDUNG
SAMBUTAN - BUYUNG-BUYUNG
EKSISTING - EKSISTING
c. PALARAN f. SEGAH
 HANDIL BAKTI  TEPIAN BUAH
BENDUNG TEPIAN
BUAH - EKSISTING
 HARAPAN JAYA
BENDUNG HARAPAN
JAYA - RENCANA
 BUKIT MAKMUR
g. TELUK BAYUR
 LABANAN
o EMBUNG
LABANAN JAYA -
EKSISTING
o BENDUNG
LABANAN
MAKARTI -
EKSISTING
i. SAMARINDA
a. SAMARINDA UTARA
 LEMPAKE
o BENDUNGAN
LEMPAKE -
EKSISTING
b. SAMBUTAN
 SAMBUTAN
o BENDUNG
SAMBUTAN -
EKSISTING
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 79
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
c. PALARAN
HANDIL BAKTI

2. RINCIAN DAERAH RAWA DAN TAMBAK Pengembangan dan Pengelolaan - penyusunan regulasi 1. KUTAI KARTANEGARA
Daerah Rawa dan Tambak penataan ruang serta a. DAERAH RAWA KUTAI LAMA 1
1. KUTAI KARTANEGARA bentuk pengendalian b. DAERAH RAWA KUTAI LAMA 2
a. DAERAH RAWA KUTAI LAMA 1 dan pengawasannya c. DAERAH RAWA ANGGANA
b. DAERAH RAWA KUTAI LAMA 2 di daerah rawa dan d. DAERAH RAWA MUARA JAWA
c. DAERAH RAWA ANGGANA tambak. e. DAERAH RAWA SEBUNTAL
d. DAERAH RAWA MUARA JAWA - Membuat program f. DAERAH RAWA SEBULU
e. DAERAH RAWA SEBUNTAL pengembangan dan g. DAERAH RAWA LIMPAHUNG
f. DAERAH RAWA SEBULU pengelolaan jaringan h. TAMBAK MARANGKAYU
g. DAERAH RAWA LIMPAHUNG irigasi, rawa, dan i. TAMBAK MUARA BADAK
h. TAMBAK MARANGKAYU jaringan pengairan j. TAMBAK MUARA KEMBANG
i. TAMBAK MUARA BADAK lainnya k. TAMBAK SEPATIN
j. TAMBAK MUARA KEMBANG l. TAMBAK MUARA JAWA
k. TAMBAK SEPATIN m. TAMBAK MUARA PANTUAN
l. TAMBAK MUARA JAWA n. TAMBAK PUJIT
m. TAMBAK MUARA PANTUAN o. TAMBAK TANJUNG HARAPAN
n. TAMBAK PUJIT
o. TAMBAK TANJUNG HARAPAN 2. KUTAI BARAT
a. DAERAH RAWA RESAK
2. KUTAI BARAT
a. DAERAH RAWA RESAK 3. KUTAI TIMUR
a. DAERAH RAWA BENGALON
3. KUTAI TIMUR
a. DAERAH RAWA BENGALON 4. PENAJAM PASER UTARA
a. DAERAH RAWA PETUNG
4. PENAJAM PASER UTARA b. DAERAH RAWA BABULU
a. DAERAH RAWA PETUNG c. DAERAH RAWA LABANGKA
b. DAERAH RAWA BABULU d. DAERAH RAWA NENANG
c. DAERAH RAWA LABANGKA e. DAERAH RAWA KENANGAN
d. DAERAH RAWA NENANG f. DAERAH RAWA WARU TUNAN
e. DAERAH RAWA KENANGAN g. TAMBAK BABULU
f. DAERAH RAWA WARU TUNAN h. DAERAH RAWA SEBAKUNG
g. TAMBAK BABULU
h. DAERAH RAWA SEBAKUNG 5. PASER
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 80
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
a. DAERAH RAWA LABURAN LAMA
5. PASER b. DAERAH RAWA PADANG
a. DAERAH RAWA LABURAN LAMA PANGRAPAT
b. DAERAH RAWA PADANG PANGRAPAT c. DAERAH RAWA JONE RANTAU
c. DAERAH RAWA JONE RANTAU PANJANG PANJANG
d. DAERAH RAWA RIWANG d. DAERAH RAWA RIWANG
e. DAERAH RAWA SULILIRAN e. DAERAH RAWA SULILIRAN
f. DAERAH RAWA TANJUNG ARU f. DAERAH RAWA TANJUNG ARU
g. DAERAH RAWA TANJUNG HARAPAN g. DAERAH RAWA TANJUNG
h. DAERAH RAWA MUARA PASIR HARAPAN
i. DAERAH RAWA MUARA ADANG h. DAERAH RAWA MUARA PASIR
i. DAERAH RAWA MUARA ADANG
6. BERAU
a. DAERAH RAWA SEGAH 6. BERAU
b. DAERAH RAWA TABALAR MUARA a. DAERAH RAWA SEGAH
c. DAERAH RAWA RANTAU PANGAN b. DAERAH RAWA TABALAR MUARA
d. DAERAH RAWA SUNGAI KURAN c. DAERAH RAWA RANTAU PANGAN
e. DAERAH RAWA SUKAN d. DAERAH RAWA SUNGAI KURAN
f. DAERAH RAWA SUKAN TENGAH e. DAERAH RAWA SUKAN
g. DAERAH RAWA TANJUNG PERENGAT f. DAERAH RAWA SUKAN TENGAH
h. DAERAH RAWA URUTANG g. DAERAH RAWA TANJUNG
i. TAMBAK TABALAR PERENGAT
j. TAMBAK SEKETA h. DAERAH RAWA URUTANG
k. TAMBAK KARANGAN i. TAMBAK TABALAR
j. TAMBAK SEKETA
7. BONTANG k. TAMBAK KARANGAN
a. DAERAH RAWA BONTANG
7. BONTANG
a. DAERAH RAWA BONTANG

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 81
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
3. RINCIAN BANGUNAN PENYEDIA AIR BAKU, Pengembangan dan Pengelolaan - Perlunya korrdinasi 1. KUTAI KARTANEGARA
BANGUNAN PENGENDALI BANJIR, BANGUNAN Bangunan Penyedia Air Baku, dengan SKPD yang a. SAMBOJA
KONSERVASI, DAN PLTA/PLTMH : Bangunan Pengendali Banjir, mengurus tentang  CEK DAM – KONSERVASI -
1. KUTAI KARTANEGARA Bangunan Konservasi, dan kepemilikan lahan di EKSISTING
a. SAMBOJA PLTA/PLTMH kawasan yang diplot b. SEPARI II
 CEK DAM – KONSERVASI - EKSISTING sebagai lokasi  CEK DAM – KONSERVASI -
b. SEPARI II pembangunan RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA bangunan penyedia c. MANUNGGAL DAYA
c. MANUNGGAL DAYA air baku, bangunan  CEK DAM – KONSERVASI -
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA pengendali banjir, RENCANA
d. AMBORAWANG bangunan konservasi d. AMBORAWANG
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA dan PLTA/PLTMH,  CEK DAM – KONSERVASI -
e. SANTAN sehingga dalam RENCANA
 BENDUNG – (AIR BAKU, PENGENDALI pelaksanaannya e. SANTAN
BANJIR) – RENCANA dapat  BENDUNG – (AIR BAKU,
mengidentifikasi PENGENDALI BANJIR) –
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA
permasalahan dan RENCANA
f. MARANGKAYU
solusi secara
 BENDUNGAN – (AIR BAKU, PLTMH) –  CEK DAM – KONSERVASI -
komprehensif terkait
EKSISTING RENCANA
rencana
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA f. MARANGKAYU
pembangunannya.
g. TABANG  BENDUNGAN – (AIR BAKU,
- Perlu adanya
 BENDUNGAN – PLTA - RENCANA PLTMH) – EKSISTING
koordinasi antar
h. MUARA KAMAN SKPD, salah satunya  CEK DAM – KONSERVASI -
 EMBUNG - AIR BAKU - RENCANA terntang pengaturan RENCANA
i. LOA KULU kawasan, baik itu g. TABANG
 INTAKE - AIR BAKU – RENCANA terkait rencana  BENDUNGAN – PLTA -
j. BENUA PUHUN pelaksanaan RENCANA
 INTAKE - AIR BAKU - RENCANA maupun h. MUARA KAMAN
k. LOA JANAN pengendalian dan  EMBUNG - AIR BAKU -
 INTAKE - AIR BAKU - RENCANA pengawasan. RENCANA
l. BEKOTOK i. LOA KULU
 INTAKE - AIR BAKU - EKSISTING  INTAKE - AIR BAKU –
m. MUARA JAWA RENCANA
 SUMUR DALAM - AIR BAKU – j. BENUA PUHUN
EKSISTING  INTAKE - AIR BAKU -
n. MUARA BADAK RENCANA

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 82
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 SUMUR DALAM - AIR BAKU - k. LOA JANAN
EKSISTING  INTAKE - AIR BAKU -
o. JARINGAN PIPA MARANGKAYU RENCANA
 PIPA TRANSMISI - AIR BAKU - l. BEKOTOK
RENCANA  INTAKE - AIR BAKU -
p. JARINGAN PIPA SAMBOJA EKSISTING
 PIPA TRANSMISI - AIR BAKU - m. MUARA JAWA
RENCANA  SUMUR DALAM - AIR BAKU –
2. KUTAI TIMUR EKSISTING
a. LONG MESANGAT n. MUARA BADAK
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA  SUMUR DALAM - AIR BAKU -
b. PESAP EKSISTING
 CDAM – KONSERVASI - RENCANA o. JARINGAN PIPA MARANGKAYU
c. TANAH ABANG  PIPA TRANSMISI - AIR BAKU -
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA RENCANA
d. KAUBUN p. JARINGAN PIPA SAMBOJA
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA  PIPA TRANSMISI - AIR BAKU -
e. CIPTA GRAHA RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA 2. KUTAI TIMUR
f. RANTAU PULUNG a. LONG MESANGAT
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA  CEK DAM – KONSERVASI -
g. SELANGKAU RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA b. PESAP
h. SANTAN  CDAM – KONSERVASI -
 BENDUNG - AIR BAKU, PENGENDALI RENCANA
BANJIR - RENCANA c. TANAH ABANG
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA  CEK DAM – KONSERVASI -
i. KABO JAYA RENCANA
 BENDUNG - AIR BAKU - RENCANA d. KAUBUN
j. JIWATA  CEK DAM – KONSERVASI -
 BENDUNG – PLTMH - RENCANA RENCANA
k. SEKERAT e. CIPTA GRAHA
 BENDUNG, INTAKE - AIR BAKU –  CEK DAM – KONSERVASI -
RENCANA RENCANA
l. TELEN f. RANTAU PULUNG
 BENDUNGAN – PLTA - RENCANA  CEK DAM – KONSERVASI -

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 83
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
m. SANGATTA RENCANA
 BENDUNGAN - AIR BAKU, PENGENDALI g. SELANGKAU
BANJIR - RENCANA  CEK DAM – KONSERVASI -
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA RENCANA
n. KALIORANG h. SANTAN
 BENDUNGAN - AIR BAKU - RENCANA  BENDUNG - AIR BAKU,
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA PENGENDALI BANJIR -
o. BENGALON RENCANA
 BENDUNGAN, BENDUNG REGULATOR -  CEK DAM – KONSERVASI -
PLTA, AIR BAKU, PENGENDALI BANJIR RENCANA
- RENCANA i. KABO JAYA
p. KARANGAN  BENDUNG - AIR BAKU -
 BENDUNGAN, BENDUNG REGULATOR RENCANA
- AIR BAKU, PLTA - RENCANA j. JIWATA
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA  BENDUNG – PLTMH -
q. PULAI RENCANA
 BENDUNGAN, BENDUNG REGULATOR - k. SEKERAT
AIR BAKU, PLTA - RENCANA  BENDUNG, INTAKE - AIR
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA BAKU – RENCANA
r. SUKARAHMAT l. TELEN
 BENDALI - PENGENDALI BANJIR, AIR  BENDUNGAN – PLTA -
BAKU - RENCANA RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA m. SANGATTA
s. MUARA WAHAU  BENDUNGAN - AIR
 EMBUNG - AIR BAKU – RENCANA BAKU, PENGENDALI
t. MALOY BANJIR - RENCANA
 SUMUR DALAM - AIR BAKU - RENCANA  CEK DAM –
u. JARINGAN PIPA SEKERAT KONSERVASI -
RENCANA
 PIPA TRANSMISI - AIR BAKU –
RENCANA n. KALIORANG
v. JARINGAN PIPA KALIORANG  BENDUNGAN - AIR BAKU
- RENCANA
 PIPA TRANSMISI - AIR BAKU -
RENCANA  CEK DAM –
w. JARINGAN PIPA MARANGKAYU KONSERVASI -
RENCANA
 PIPA TRANSMISI - AIR BAKU -
RENCANA o. BENGALON

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 84
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
x. JARINGAN PIPA SUKARAHMAT  BENDUNGAN, BENDUNG
 PIPA TRANSMISI - AIR BAKU - REGULATOR - PLTA, AIR
RENCANA BAKU, PENGENDALI
3. KUTAI BARAT BANJIR - RENCANA
a. SUNGAI OHONG p. KARANGAN
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA  BENDUNGAN, BENDUNG
b. MUARA ASA REGULATOR - AIR
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA BAKU, PLTA - RENCANA
c. RAPAK OROS  CEK DAM –
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA KONSERVASI -
d. KEM BARU RENCANA
 EMBUNG - AIR BAKU - RENCANA q. PULAI
e. BARONG TONGKOK  BENDUNGAN, BENDUNG
 EMBUNG - AIR BAKU - RENCANA REGULATOR - AIR BAKU,
f. MUARA LAWA PLTA - RENCANA
 EMBUNG - AIR BAKU - RENCANA  CEK DAM –
4. MAHAKAM ULU KONSERVASI -
a. LONG BAGUN RENCANA
 EMBUNG - AIR BAKU - RENCANA r. SUKARAHMAT
b. MEDANG  BENDALI - PENGENDALI
 BENDUNGAN – PLTA – RENCANA BANJIR, AIR BAKU -
c. NYAAN RENCANA
 BENDUNGAN – PLTA – RENCANA  CEK DAM –
KONSERVASI -
d. LONG APARI RENCANA
 INTAKE - AIR BAKU – RENCANA s. MUARA WAHAU
5. PASER  EMBUNG - AIR BAKU –
a. SELUANG PASER JAYA RENCANA
 KOLAM RETENSI - PENGENDALI t. MALOY
BANJIR, KONSERVASI - RENCANA  SUMUR DALAM - AIR
b. SITIU BAKU - RENCANA
 BENDUNG - AIR BAKU - EKSISTING u. JARINGAN PIPA SEKERAT
c. KERANG  PIPA TRANSMISI - AIR
 BENDUNG - AIR BAKU - RENCANA BAKU – RENCANA
d. LOMBOK v. JARINGAN PIPA KALIORANG
 BENDUNG - AIR BAKU - EKSISTING  PIPA TRANSMISI - AIR

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 85
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
e. SUATANG BAKU - RENCANA
 BENDUNG - AIR BAKU - RENCANA w. JARINGAN PIPA
f. MUARA KOMAM MARANGKAYU
 BENDUNG - AIR BAKU - RENCANA  PIPA TRANSMISI - AIR
g. SERATAI BAKU - RENCANA
 BENDUNG - AIR BAKU - RENCANA x. JARINGAN PIPA
h. MURU SUKARAHMAT
 EMBUNG, BENDUNG REGULATOR - AIR  PIPA TRANSMISI - AIR
BAKU - EKSISTING BAKU - RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA 3. KUTAI BARAT
i. MENGKUDU a. SUNGAI OHONG
 EMBUNG - AIR BAKU - RENCANA  CEK DAM –
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA KONSERVASI -
j. SULILIRAN BARU RENCANA
b. MUARA ASA
 EMBUNG - AIR BAKU - RENCANA
 CEK DAM –
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA
k. LAMBAKAN KONSERVASI -
RENCANA
 BENDUNGAN - AIR BAKU, PLTA -
c. RAPAK OROS
RENCANA
 CEK DAM –
 CEK DAM – KONSERVASI – RENCANA
KONSERVASI -
RENCANA
l. KANDILO
d. KEM BARU
 BENDUNGAN - AIR BAKU, PLTA,
 EMBUNG - AIR BAKU -
PENGENDALI BANJIR - RENCANA
RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI – RENCANA e. BARONG TONGKOK
m. PIAS
 EMBUNG - AIR BAKU -
 BENDUNGAN - AIR BAKU, PLTA – RENCANA
RENCANA f. MUARA LAWA
 CEK DAM – KONSERVASI – RENCANA  EMBUNG - AIR BAKU -
n. LOMBOK 1 RENCANA
 BENDUNGAN - AIR BAKU - RENCANA 4. MAHAKAM ULU
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA a. LONG BAGUN
o. LOMBOK 2  EMBUNG - AIR BAKU -
 BENDUNGAN - AIR BAKU - RENCANA RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA b. MEDANG
p. TOYU  BENDUNGAN – PLTA –
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 86
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 BENDUNGAN - AIR BAKU, PENGENDALI RENCANA
BANJIR - RENCANA c. NYAAN
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA  BENDUNGAN – PLTA –
q. KERANG RENCANA
 BENDUNGAN - AIR BAKU, PLTA,
PENGENDALI BANJIR - RENCANA d. LONG APARI
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA  INTAKE - AIR BAKU –
r. SITIU RENCANA
 BENDUNGAN – PLTA - RENCANA 5. PASER
s. JARINGAN PIPA LAMBAKAN a. SELUANG PASER JAYA
 PIPA TRANSMISI & PIPA DISTRIBUSI -  KOLAM RETENSI -
AIR BAKU - RENCANA PENGENDALI BANJIR,
6. PENAJAM PASER UTARA KONSERVASI -
a. WARU RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI - EKSISTING b. SITIU
b. BABULU DARAT  BENDUNG - AIR BAKU -
 CEK DAM – KONSERVASI – RENCANA EKSISTING
c. KERANG
c. SEPAKU SEMOI  BENDUNG - AIR BAKU -
 BENDUNGAN - AIR BAKU - RENCANA RENCANA
d. LOMBOK
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA
d. TUNAN  BENDUNG - AIR BAKU -
EKSISTING
 BENDUNGAN - AIR BAKU, PENGENDALI
e. SUATANG
BANJIR - RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA  BENDUNG - AIR BAKU -
RENCANA
e. JARINGAN PIPA LAMBAKAN
f. MUARA KOMAM
 PIPA TRANSMISI & PIPA DISTRIBUSI -
 BENDUNG - AIR BAKU -
AIR BAKU - RENCANA
7. BERAU RENCANA
g. SERATAI
a. SEMURUT
 BENDUNG - AIR BAKU -
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA
RENCANA
b. BUYUNG-BUYUNG
h. MURU
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA
c. LABANAN  EMBUNG, BENDUNG
REGULATOR - AIR BAKU
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA
- EKSISTING
d. MUARA BANGUN

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 87
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA  CEK DAM –
e. TEPIAN BUAH KONSERVASI -
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA RENCANA
f. BERIWIT i. MENGKUDU
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA  EMBUNG - AIR BAKU -
g. MERANCANG RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA  CEK DAM –
h. TELUK BAYUR KONSERVASI -
 KOLAM RETENSI - PENGENDALI RENCANA
BANJIR - RENCANA j. SULILIRAN BARU
i. TELUK SUMBANG  EMBUNG - AIR BAKU -
 BENDUNG – PLTMH - RENCANA RENCANA
j. KELAY  CEK DAM –
 BENDUNGAN - PENGENDALI BANJIR, KONSERVASI -
AIR BAKU, PLTA - RENCANA RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA k. LAMBAKAN
k. DUMARING  BENDUNGAN - AIR
 EMBUNG - AIR BAKU - RENCANA BAKU, PLTA - RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA  CEK DAM –
l. TANJUNG BATU KONSERVASI –
 EMBUNG - AIR BAKU - RENCANA RENCANA
m. LABANAN
l. KANDILO
 INTAKE - AIR BAKU - RENCANA
n. BIATAN  BENDUNGAN - AIR
BAKU, PLTA,
 INTAKE – AIRBAKU - RENCANA
o. TALISAYAN PENGENDALI BANJIR -
RENCANA
 INTAKE – AIRBAKU – RENCANA
 CEK DAM –
KONSERVASI –
8. SAMARINDA
a. SAMBUTAN RENCANA
m. PIAS
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA
b. GUNUNG LINGAI  BENDUNGAN - AIR
BAKU, PLTA – RENCANA
 KOLAM RETENSI - PENGENDALI
BANJIR - EKSISTING  CEK DAM –
KONSERVASI –
c. RAPAK DALAM
RENCANA
 KOLAM RETENSI - PENGENDALI
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 88
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
BANJIR - RENCANA n. LOMBOK 1
d. LOA HUI  BENDUNGAN - AIR BAKU
 KOLAM RETENSI - PENGENDALI - RENCANA
BANJIR - EKSISTING  CEK DAM –
e. BENGKURING KONSERVASI -
 KOLAM RETENSI - PENGENDALI RENCANA
BANJIR - RENCANA o. LOMBOK 2
f. DAMANHURI  BENDUNGAN - AIR BAKU
 KOLAM RETENSI - PENGENDALI - RENCANA
BANJIR - RENCANA  CEK DAM –
g. RAPAK MAHANG KONSERVASI -
 KOLAM RETENSI - PENGENDALI RENCANA
BANJIR – RENCANA p. TOYU
 BENDUNGAN - AIR
h. SEMPAJA BAKU, PENGENDALI
 KOLAM RETENSI - PENGENDALI BANJIR - RENCANA
BANJIR - RENCANA  CEK DAM –
i. PAMPANG KONSERVASI -
 KOLAM RETENSI - PENGENDALI RENCANA
BANJIR - RENCANA q. KERANG
j. LOA BAKUNG  BENDUNGAN - AIR
 KOLAM RETENSI - PENGENDALI BAKU, PLTA,
BANJIR - RENCANA PENGENDALI BANJIR -
k. BENANGA RENCANA
 BENDUNGAN - PENGENDALI BANJIR,  CEK DAM –
AIR BAKU - EKSISTING KONSERVASI -
 CEK DAM – KONSERVASI - EKSISTING RENCANA
l. KARANG ASAM r. SITIU
 BESAR BENDUNGAN - PENGENDALI  BENDUNGAN – PLTA -
BANJIR, AIR BAKU - RENCANA RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA s. JARINGAN PIPA LAMBAKAN
m. SEMPAJA  PIPA TRANSMISI & PIPA
 BENDALI - PENGENDALI BANJIR, AIR DISTRIBUSI - AIR BAKU -
BAKU - RENCANA RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI - EKSISTING 6. PENAJAM PASER UTARA
n. PAMPANG a. WARU

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 89
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 BENDALI - PENGENDALI BANJIR -  CEK DAM –
RENCANA KONSERVASI -
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA EKSISTING
o. HM ARDANS b. BABULU DARAT
 BENDALI - PENGENDALI BANJIR, AIR  CEK DAM –
BAKU - EKSISTING KONSERVASI –
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA RENCANA
p. MUANG
 BENDALI - PENGENDALI BANJIR, AIR c. SEPAKU SEMOI
BAKU - RENCANA  BENDUNGAN - AIR BAKU
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA
 CEK DAM –
q. BAYUR KONSERVASI -
 BENDALI - PENGENDALI BANJIR, AIR RENCANA
BAKU – RENCANA d. TUNAN
 CEK DAM – KONSERVASI – RENCANA  BENDUNGAN - AIR
r. TANI AMAN BAKU, PENGENDALI
 BENDALI - PENGENDALI BANJIR - RENCANA
BANJIR - RENCANA  CEK DAM –
 CEK DAM – KONSERVASI - KONSERVASI -
RENCANA RENCANA
s. LUBANG PUTANG e. JARINGAN PIPA LAMBAKAN
 BENDALI - PENGENDALI  PIPA TRANSMISI & PIPA
BANJIR - RENCANA DISTRIBUSI - AIR BAKU -
RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI -
7. BERAU
RENCANA
a. SEMURUT
t. TAGUR TINGGI
 CEK DAM –
 EMBUNG - AIR BAKU -
RENCANA KONSERVASI -
RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI -
b. BUYUNG-BUYUNG
EKSISTING
u. LOA BUAH  CEK DAM –
KONSERVASI -
 EMBUNG - PENGENDALI
RENCANA
BANJIR - RENCANA
c. LABANAN
v. LOA JANAN
 CEK DAM –
 INTAKE - AIR BAKU - RENCANA
KONSERVASI -
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 90
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
w. TELUK LERONG RENCANA
 INTAKE - AIR BAKU - d. MUARA BANGUN
EKSISTING  CEK DAM –
x. KALHOL I & II KONSERVASI -
 INTAKE - AIR BAKU - RENCANA
EKSISTING e. TEPIAN BUAH
y. MAKROMAN  CEK DAM –
 INTAKE - AIR BAKU - RENCANA KONSERVASI -
z. LOA BUAH RENCANA
 INTAKE - AIR BAKU - RENCANA f. BERIWIT
aa. GADJAH MADA II  CEK DAM –
 INTAKE - AIR BAKU - RENCANA KONSERVASI -
9. BALIKPAPAN RENCANA
a. TELAGA SARI g. MERANCANG
 CEK DAM – KONSERVASI – EKSISTING  CEK DAM –
KONSERVASI -
b. MANGGAR RENCANA
 BENDUNGAN - AIR BAKU - EKSISTING h. TELUK BAYUR
 CEK DAM – KONSERVASI - EKSISTING  KOLAM RETENSI -
c. TERITIP PENGENDALI BANJIR -
 BENDUNGAN - AIR BAKU - EKSISTING RENCANA
i. TELUK SUMBANG
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA
d. WAIN  BENDUNG – PLTMH -
RENCANA
 BENDUNGAN - AIR BAKU - EKSISTING
j. KELAY
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA
e. BENDALI I  BENDUNGAN -
PENGENDALI BANJIR,
 BENDALI - PENGENDALI BANJIR -
AIR BAKU, PLTA -
EKSISTING
RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI - EKSISTING
 CEK DAM –
f. BENDALI II
KONSERVASI -
 BENDALI - PENGENDALI BANJIR - RENCANA
EKSISTING k. DUMARING
 CEK DAM – KONSERVASI - EKSISTING  EMBUNG - AIR BAKU -
g. BENDALI III RENCANA
 BENDALI - PENGENDALI BANJIR -  CEK DAM –
EKSISTING KONSERVASI -
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 91
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 CEK DAM – KONSERVASI - EKSISTING RENCANA
h. BENDALI IV l. TANJUNG BATU
 BENDALI - PENGENDALI BANJIR -  EMBUNG - AIR BAKU -
EKSISTING RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA m. LABANAN
i. BENDALI V  INTAKE - AIR BAKU -
 BENDALI - PENGENDALI BANJIR - RENCANA
EKSISTING n. BIATAN
 CEK DAM - KONSERVASI - RENCANA  INTAKE – AIRBAKU -
j. BENDALI VI RENCANA
 BENDALI - PENGENDALI BANJIR - o. TALISAYAN
RENCANA  INTAKE – AIRBAKU –
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA RENCANA
k. BENDALI VII
 BENDALI - PENGENDALI BANJIR - 8. SAMARINDA
RENCANA a. SAMBUTAN
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA  CEK DAM –
l. BENDALI VIII KONSERVASI -
RENCANA
 BENDALI - PENGENDALI BANJIR -
b. GUNUNG LINGAI
RENCANA
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA  KOLAM RETENSI -
m. AJI RADEN PENGENDALI BANJIR -
EKSISTING
 EMBUNG - AIR BAKU - RENCANA
c. RAPAK DALAM
 CEK DAM – KONSERVASI - RENCANA
 KOLAM RETENSI -
n. EMBUNG WAIN I
PENGENDALI BANJIR -
 EMBUNG - KONSERVASI, AIR BAKU - RENCANA
EKSISTING d. LOA HUI
o. EMBUNG WAIN II
 KOLAM RETENSI -
 EMBUNG – KONSERVASI - EKSISTING PENGENDALI BANJIR -
p. EMBUNG WAIN III EKSISTING
 EMBUNG – KONSERVASI - EKSISTING e. BENGKURING
q. KARIANGAU  KOLAM RETENSI -
 SUMUR DALAM - AIR BAKU - PENGENDALI BANJIR -
EKSISTING RENCANA
r. KAMPUNG BARU f. DAMANHURI
 SUMUR DALAM - AIR BAKU - RENCANA  KOLAM RETENSI -
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 92
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
s. TERITIP PENGENDALI BANJIR -
 SUMUR DALAM - AIR BAKU - RENCANA RENCANA
t. JARINGAN PIPA LAMBAKAN g. RAPAK MAHANG
 PIPA TRANSMISI & PIPA DISTRIBUSI -  KOLAM RETENSI -
AIR BAKU - RENCANA PENGENDALI BANJIR –
u. JARINGAN PIPA SAMBOJA RENCANA
 PIPA TRANSMISI - AIR BAKU -
RENCANA h. SEMPAJA
v. JARINGAN PIPA AJI RADEN  KOLAM RETENSI -
 PIPA TRANSMISI - AIR BAKU - PENGENDALI BANJIR -
RENCANA RENCANA
10. BONTANG i. PAMPANG
a. KANAAN  KOLAM RETENSI -
 KOLAM RETENSI - AIR BAKU, PENGENDALI BANJIR -
PENGENDALI BANJIR - RENCANA RENCANA
b. NYERAKAT j. LOA BAKUNG
 BENDUNGAN - AIR BAKU - RENCANA  KOLAM RETENSI -
c. NYERAKAT PENGENDALI BANJIR -
 INTAKE - AIR BAKU - RENCANA RENCANA
d. BONTANG k. BENANGA
 SUMUR DALAM - AIR BAKU -  BENDUNGAN -
EKSISTING PENGENDALI BANJIR,
e. JARINGAN PIPA MARANGKAYU AIR BAKU - EKSISTING
 PIPA TRANSMISI - AIR BAKU -  CEK DAM –
RENCANA KONSERVASI -
f. JARINGAN PIPA SUKARAHMAT EKSISTING
 PIPA TRANSMISI - AIR BAKU - RENCAN l. KARANG ASAM
 BESAR BENDUNGAN -
PENGENDALI BANJIR,
AIR BAKU - RENCANA
 CEK DAM –
KONSERVASI -
RENCANA
m. SEMPAJA
 BENDALI - PENGENDALI
BANJIR, AIR BAKU -
RENCANA
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 93
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 CEK DAM –
KONSERVASI -
EKSISTING
n. PAMPANG
 BENDALI - PENGENDALI
BANJIR - RENCANA
 CEK DAM –
KONSERVASI -
RENCANA
o. HM ARDANS
 BENDALI - PENGENDALI
BANJIR, AIR BAKU -
EKSISTING
 CEK DAM –
KONSERVASI -
RENCANA
p. MUANG
 BENDALI - PENGENDALI
BANJIR, AIR BAKU -
RENCANA
 CEK DAM –
KONSERVASI

q. BAYUR
 BENDALI - PENGENDALI
BANJIR, AIR BAKU –
RENCANA
 CEK DAM –
KONSERVASI –
RENCANA
r. TANI AMAN
 BENDALI - PENGENDALI
BANJIR - RENCANA
 CEK DAM –
KONSERVASI -
RENCANA

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 94
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
s. LUBANG PUTANG
 BENDALI - PENGENDALI
BANJIR - RENCANA
 CEK DAM –
KONSERVASI -
RENCANA
t. TAGUR TINGGI
 EMBUNG - AIR BAKU -
RENCANA
 CEK DAM –
KONSERVASI -
EKSISTING
u. LOA BUAH
 EMBUNG - PENGENDALI
BANJIR - RENCANA
v. LOA JANAN
 INTAKE - AIR BAKU -
RENCANA
w. TELUK LERONG
 INTAKE - AIR BAKU -
EKSISTING
x. KALHOL I & II
 INTAKE - AIR BAKU -
EKSISTING
y. MAKROMAN
 INTAKE - AIR BAKU -
RENCANA
z. LOA BUAH
 INTAKE - AIR BAKU -
RENCANA
aa. GADJAH MADA II
 INTAKE - AIR BAKU -
RENCANA
9. BALIKPAPAN
a. TELAGA SARI
 CEK DAM –

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 95
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
KONSERVASI –
EKSISTING

b. MANGGAR
 BENDUNGAN - AIR BAKU
- EKSISTING
 CEK DAM –
KONSERVASI -
EKSISTING
c. TERITIP
 BENDUNGAN - AIR BAKU
- EKSISTING
 CEK DAM –
KONSERVASI -
RENCANA
d. WAIN
 BENDUNGAN - AIR BAKU
- EKSISTING
 CEK DAM –
KONSERVASI -
RENCANA
e. BENDALI I
 BENDALI - PENGENDALI
BANJIR - EKSISTING
 CEK DAM –
KONSERVASI -
EKSISTING
f. BENDALI II
 BENDALI - PENGENDALI
BANJIR - EKSISTING
 CEK DAM –
KONSERVASI -
EKSISTING
g. BENDALI III
 BENDALI - PENGENDALI
BANJIR - EKSISTING

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 96
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 CEK DAM –
KONSERVASI -
EKSISTING
h. BENDALI IV
 BENDALI - PENGENDALI
BANJIR - EKSISTING
 CEK DAM –
KONSERVASI -
RENCANA
i. BENDALI V
 BENDALI - PENGENDALI
BANJIR - EKSISTING
 CEK DAM - KONSERVASI
- RENCANA
j. BENDALI VI
 BENDALI - PENGENDALI
BANJIR - RENCANA
 CEK DAM –
KONSERVASI -
RENCANA
k. BENDALI VII
 BENDALI - PENGENDALI
BANJIR - RENCANA
 CEK DAM –
KONSERVASI -
RENCANA
l. BENDALI VIII
 BENDALI - PENGENDALI
BANJIR - RENCANA
 CEK DAM –
KONSERVASI -
RENCANA
m. AJI RADEN
 EMBUNG - AIR BAKU -
RENCANA
 CEK DAM –

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 97
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
KONSERVASI -
RENCANA
n. EMBUNG WAIN I
 EMBUNG - KONSERVASI,
AIR BAKU - EKSISTING
o. EMBUNG WAIN II
 EMBUNG – KONSERVASI
- EKSISTING
p. EMBUNG WAIN III
 EMBUNG – KONSERVASI
- EKSISTING
q. KARIANGAU
 SUMUR DALAM - AIR
BAKU - EKSISTING
r. KAMPUNG BARU
 SUMUR DALAM - AIR
BAKU - RENCANA
s. TERITIP
 SUMUR DALAM - AIR
BAKU - RENCANA
t. JARINGAN PIPA LAMBAKAN
 PIPA TRANSMISI & PIPA
DISTRIBUSI - AIR BAKU -
RENCANA
u. JARINGAN PIPA SAMBOJA
 PIPA TRANSMISI - AIR
BAKU - RENCANA
v. JARINGAN PIPA AJI RADEN
 PIPA TRANSMISI - AIR
BAKU - RENCANA
10. BONTANG
a. KANAAN
 KOLAM RETENSI - AIR
BAKU, PENGENDALI
BANJIR - RENCANA
b. NYERAKAT

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 98
PENGARUH RENCANA
STRUKTUR RUANG
INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN ARAHAN LOKASI PENGEMBANGAN
NO. RENCANA STRUKTUR RUANG STRUKTUR RUANG SAAT INI TERHADAP KEBUTUHAN
RUANG PELAYANAN SKPD
PELAYANAN SKPD
 BENDUNGAN - AIR BAKU
- RENCANA
c. NYERAKAT
 INTAKE - AIR BAKU -
RENCANA
d. BONTANG
 SUMUR DALAM - AIR
BAKU - EKSISTING
e. JARINGAN PIPA
MARANGKAYU
 PIPA TRANSMISI - AIR
BAKU - RENCANA
f. JARINGAN PIPA
SUKARAHMAT
 PIPA TRANSMISI - AIR
BAKU - RENCANA
Sumber : Perda No. 1 tahun 2016 tentang RTRW Kaltim

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 99
Tabel 3.2 Keterkaitan Rencana Pola Ruang Wilayah dengan pelayanan SKPD
No. Rencana Pola Ruang Pola Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Pengaruh Rencana Pola Arahan Lokasi
Ruang Ruang Terhadap Kebutuhan Pengembangan
Saat Ini Pelayanan SKPD Pelayanan SKPD
A. Kawasan Lindung
1. Hutan Lindung
Hutan Lindung Total Seluas ± 1.844.969 Ha Di Mahakam Ulu,  Pemantapan Pengelolaan Kawasan Lindung Berpengaruh Terhadap Seluruh Kawasan Lindung
Kutai Timur, Balikpapan, Berau, Bontang, Paser, Kutai Barat,  Rehabilitasi Dan Konservasi Lahan Kawasan Lindung Guna Penyusunan Regulasi Penataan Di Kab. Paser, Kab. Kutai
Kutai Kartanegara (Mengacu Pada Keputusan Menteri Mengembalikan/Meningkatkan Fungsi Lindung Ruang Serta Bentuk Pengendalian Barat, Kab. Kutai
Kehutanan RI Nomor SK. 718/Menhut-II/2014 Tentang  Pengembangan Pola Insentif Dan Disinsentif Dalam Pengelolaan Dan Pengawasannya. Kartanegara, Kab. Kutai
Kawasan Hutan Provinsi Kalimantan Timur Dan Kalimantan Kawasan Lindung Timur, Kab. Berau, Kab.
Utara)  Evaluasi Kebijakan Pemanfaatan Lahan Kawasan Lindung Penajam Paser Utara, Kab.
Mahakam Ulu, Kota
Balikpapan, Kota
Samarinda,Kota Bontang
Heart Of Borneo (Jantung
Kalimantan) Perbatasan
Malaysia
2. Kawasan Yang Memberikan Perlindungan Terhadap Kawasan Bawahannya
a. Kawasan Bergambut,  Pemantapan Pengelolaan Kawasan Bergambut Berpengaruh Terhadap Tersebar Di Kabupaten
 Rehabilitasi Dan Konservasi Lahan Kawasan Bergambut Guna Penyusunan Regulasi Penataan Kutai Kartanegara,
Mengembalikan/Meningkatkan Fungsi Lindung Ruang Serta Bentuk Pengendalian Kabupaten Kutai Timur,
 Pengembangan Pola Insentif Dan Disinsentif Dalam Pengelolaan Dan Pengawasannya. Kabupaten Kutai Barat,
Kawasan Bergambut Berpengaruh Terhadap Kabupaten Berau
 Evaluasi Kebijakan Pemanfaatan Lahan Kawasan Bergambut Penyusunan Regulasi Penataan
b. Kawasan Resapan Air - Perlindungan Dan Konservasi SDA Ruang Serta Bentuk Pengendalian Tersebar Di Seluruh
- Pengendalian Pencemaran Dan Perusakan LH Dan Pengawasannya. Wilayah Provinsi.
- Rehabilitasi Dan Pemulihan Cadangan SDA Dan LH


3. Kawasan Perlindungan Setempat
a. Kawasan Sempadan Pantai,  Pelestarian Dan Pengendalian Berpengaruh Terhadap Tersebar Di Kabupaten
Penyusunan Regulasi Penataan Paser, Kabupaten Penajam
Ruang Serta Bentuk Pengendalian Paser Utara, Kabupaten
Dan Pengawasannya. Kutai Kartanegara,
Kabupaten Kutai Timur,
Kabupaten Berau, Kota
Balikpapan, Dan Kota
Bontang
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 100
No. Rencana Pola Ruang Pola Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Pengaruh Rencana Pola Arahan Lokasi
Ruang Ruang Terhadap Kebutuhan Pengembangan
Saat Ini Pelayanan SKPD Pelayanan SKPD
b. Sempadan Sungai, Dikembangkan Pada Seluruh Aliran  Pelestarian Dan Pengendalian Seluruh Aliran Sungai Yang
Sungai Yang Ada Diprovinsi, Baik Yang Mengalir Di Kawasan Ada Diprovinsi
Perkotaan Maupun Di Luar Kawasanperkotaan
c. Kawasan Sekitar Danau/Waduk  Pelestarian Dan Pengendalian Tersebar Di Seluruh
Wilayah Provinsi
d. Kawasan Sempadan Mata Air  Pelestarian Dan Pengendalian Yang Tersebar Seluruh
Wilayah Provinsi
e. Kawasan terbuka Hijau Kota, Yang Menyebar Di Kawasan  Pelestarian Dan Pengendalian Tersebar Di Kws. Perkotaan
Perkotaan Dan Bukan Perkotaan. Dan Non-Perkotaan

4. Cagar Alam
Kawasan Cagar Alam Dengan Luas Total ±174.504Ha, Sebagai  Pemantapan Pengelolaan Kawasan Lindung Berpengaruh Terhadap Kab. Kutai Kartanegara;
Berikut Muara Kaman Sedulang Di Kutai Kartanegara, Padang  Rehabilitasi Dan Konservasi Lahan Kawasan Lindung Guna Penyusunan Regulasi Penataan Kab. Paser; Kab. Kutai
Luwai / Kersik Luway Di Kutai Barat, Teluk Adang Di Paser, Mengembalikan/Meningkatkan Fungsi Lindung Ruang Serta Bentuk Pengendalian Barat
Teluk Apar Di Paser  Pengembangan Pola Insentif Dan Disinsentif Dalam Pengelolaan Dan Pengawasannya.
Kawasan Lindung
 Evaluasi Kebijakan Pemanfaatan Lahan Kawasan Lindung
5. Suaka Margasatwa
Kawasan Suaka Margasatwa Dengan Luasan 220 Ha Di Laut  Pemantapan Pengelolaan Kawasan Lindung Berpengaruh Terhadap Pulau Semama Di Berau
Pulau Semama Di Berau  Rehabilitasi Dan Konservasi Lahan Kawasan Lindung Guna Penyusunan Regulasi Penataan
Mengembalikan/Meningkatkan Fungsi Lindung Ruang Serta Bentuk Pengendalian
 Pengembangan Pola Insentif Dan Disinsentif Dalam Pengelolaan Dan Pengawasannya.
Kawasan Lindung
 Evaluasi Kebijakan Pemanfaatan Lahan Kawasan Lindung
 Pelestarian Dan Pengelolaan Cagar Alam
 Pelestarian Dan Pengelolaan Suaka Marga Satwa

6. Taman Nasional Dan Taman Hutan


Taman Nasional Kutai Di Kabupaten Kutai Timur Dan Kota  Pemantapan Pengelolaan Kawasan Lindung Berpengaruh Terhadap Kabupaten Kutai Timur Dan
Bontang Dengan Luas 200,295Ha  Rehabilitasi Dan Konservasi Lahan Kawasan Lindung Guna Penyusunan Regulasi Penataan Kota Bontang
Mengembalikan/Meningkatkan Fungsi Lindung Ruang Serta Bentuk Pengendalian
 Pengembangan Pola Insentif Dan Disinsentif Dalam Pengelolaan Dan Pengawasannya.
Kawasan Lindung
 Evaluasi Kebijakan Pemanfaatan Lahan Kawasan Lindung
7. Kawasan Cagar Budaya Dan Ilmu Pengetahuan
Kawasan Cagar Budaya Dan Ilmu Pngetahuan Dengan Luas  Pemantapan Pengelolaan Kawasan Lindung Berpengaruh Terhadap - Wana Riset Samboja
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 101
No. Rencana Pola Ruang Pola Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Pengaruh Rencana Pola Arahan Lokasi
Ruang Ruang Terhadap Kebutuhan Pengembangan
Saat Ini Pelayanan SKPD Pelayanan SKPD
Total 836.414,73Ha Terdapat Di Kawasan Hutan Dengan  Rehabilitasi Dan Konservasi Lahan Kawasan Lindung Guna Penyusunan Regulasi Penataan (Kab. Kutai Kartanegara)
Tujuan Khusus (KHDTK) Penelitian Samboja Di Kukar, Mengembalikan/Meningkatkan Fungsi Lindung Ruang Serta Bentuk Pengendalian - Hutan Pendidikan Dan
Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan  Pengembangan Pola Insentif Dan Disinsentif Dalam Pengelolaan Dan Pengawasannya Latihan BLK/SKMA
Pendidikan Dan Pelatihan BLK/SKMA Samarinda Di Kukar, Kawasan Lindung Samarinda Kab. Kutai
Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Pusat  Evaluasi Kebijakan Pemanfaatan Lahan Kawasan Lindung Kartanegara)
Penelitian Hutantropis Lembab (PPHT) Universitas  Pelestarian Dan Pengelolaan Cagar Budaya Dan Ilmu Pengetahuan - Pusat Penelitian Hutan
Mulalawarman Di Samarinda, Hutan Pendidikan Fakultas Tropis Universitas
Kehutanan Universitas Mulawarman Di Samarinda, Mulawarman
Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Sebulu Di - Hutan Pendidikan
Kukar, Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Fakultas Kehutanan
Labanan Di Berau, Hutan Pendidikan Dan Penelitian Muara Universitas Mulawarman
Kaeli Di Kukar, Kebun Raya Balikpapan Di Balikpapan. - Kawasan Hutan Dengan
Tujuan Khusus Sebulu
(Kab. Kutai Kartanegara)
- Kawasan Hutan Dengan
Tujuan Khusus Labanan
(Kab. Berau)
- Hutan Pendidikan Dan
Penelitian Muara Kaeli
(Kab. Kutai Kartanegara)
- Kebun Raya Balikpapan

8. Taman Hutan Raya


Taman Hutan Raya Dengan Luasan Total ± 71,730 Ha  Pelestarian Dan Pengelolaan Taman Hutan Raya Berpengaruh Terhadap Kabupaten Kutai
Terdapat Di Bukit Soeharto Kabupaten Kutai Kartanegara Dan Penyusunan Regulasi Penataan Kartanegara Dan Penajam
Penajam Paser Utara Dan Latis Petangis Di Kabupaten Paser Ruang Serta Bentuk Pengendalian Paser Utara Dan Kabupaten
Dan Pengawasannya Paser
9. Taman Wisata Laut
Taman Wisata Laut Dengan Luasan Total ± 96,478 Ha  Pelestarian Dan Pengelolaan Taman Wisata Laut Berpengaruh Terhadap Kab. Berau
Terdapat Di Pulau Sangalaki Kabupaten Berau Dan Berau Di Penyusunan Regulasi Penataan
Kabupaten Berau Ruang Serta Bentuk Pengendalian
Dan Pengawasannya
10. Kawasan Rawan Bencana
Kawasan Rawan Bencana Terdiri Dari Kawasan Rawan Tanah  Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Alam Pengembangan Kawasasan Yang Prov. Kalimantan Timur
Longsor, Dan Kawasan Rawan Banjir. Tersebar Di Seluruh  Meminimalisir Kerentanan Terhadap Bencana Alam Mempertimbangkan Aspek
Kabupaten / Kota Di Provinsi Kalimantan Timur. Bencana
11. Kawasan Lindung Geologi
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 102
No. Rencana Pola Ruang Pola Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Pengaruh Rencana Pola Arahan Lokasi
Ruang Ruang Terhadap Kebutuhan Pengembangan
Saat Ini Pelayanan SKPD Pelayanan SKPD
Kawasan Bentang Alam Karst Di Kabupaten Kutai Timur Dan  Pelestarian Dan Pengelolaan Kawasan Karst Berpengaruh Terhadap Kab. Kutai Timur, Kab.
Kabupaten Berau Seluas 307.337 Ha Tersebar Di Hutan  Pemantapan Pengelolaan Kawasan Karst Penyusunan Regulasi Penataan Berau
Lindung Dan Kawasan Budidaya.  Rehabilitasi Dan Konservasi Lahan Kawasan Lindung Guna Ruang Serta Bentuk Pengendalian
Mengembalikan/Meningkatkan Fungsi Lindung Dan Pengawasannya.
 Pengembangan Pola Insentif Dan Disinsentif Dalam Pengelolaan
Kawasan Lindung
 Evaluasi Kebijakan Pemanfaatan Lahan Kawasan Lindung
B. Kawasan Budidaya
1. Kawasan Budidaya Kehutanan
Kawasan Budidaya Kehutanan Di Propinsi Kalimantan Timur  Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan Berpengaruh Terhadap Kab. Paser, Kab. Kutai
Seluas ± 6,055.793 Ha, Yang Terbagi Menjadi Hutan Produksi  Rehabilitasi Hutan Dan Lahan Penyusunan Regulasi Penataan Barat, Kab. Kutai
Tetap Dengan Luasan 3.17.099 Ha , Hutan Produksi Terbatas  Perencanaan Dan Pengembangan Hutan Ruang Serta Bentuk Pengendalian Kartanegara, Kab. Kutai
Dengan Luasan 2.908.255 Ha Dan Hutan Produksi Konversi  Pelestarian Dan Pengelolaan Hutan Rakyat Dan Pengawasannya Timur, Kab. Berau, Kab.
Dengan Luas 120.438 Ha. (Berdasarkan Pada Keputusan Penajam Paser Utara, Kab.
Menteri Kehutanan RI Nomor SK. 718/Menhut-II/2014 Tentang Mahakam Ulu, Kota
Kawasan Hutan Provinsi Kalimantan Timur Dan Kalimantan Balikpapan, Kota
Utara) Samarinda, Kota Bontang

2. Kawasan Budidaya Non Kehutanan


2.1 Kawasan Peruntukan Pertanian
a. Kawasan Budidaya Pertanian Tanaman Pangan
Kawasan Pertanian Dengan Luas Total 412.096 Ha Yang  Peningkatan Produksi Pertanian Padi Sebagai Komoditi Utama Untuk  Menjamin Pasokan Air Baku Kab. Paser, Kab. Kutai
Tersebar Diseluruh Kabupaten/ Kota Di Kalimantan Timur Memenuhi Kebutuhan Provinsi Kalimantan Timur Melalui Sistem Irigasi Barat, Kab. Kutai
 Pemeliharaan Saluran Irigasi Dan Sarana Prasarana Pendukung  Tersedianya Kawasan Pertanian Kartanegara, Kab.
Lainnya Berkelanjutan ( Sawah Lestari) Kutai Timur, Kab. Berau,
 Meningkatkan Nilai Tambah Produk Pertanian Tanaman Pangan  Memberikan Regulasi Tata Kab. Penajam Paser Utara,
Melalui Pengembangan Agroindustri Dan Agribisnis Ruang Sehingga Tidak Terjadi Kab. Mahakam Ulu, Kota
 Perluasan Lahan Pertanian Pada Areal Potensial Tanaman Pangan Perubahan Fungsi Lahan Akibat Balikpapan, Kota
 Pengembangan Pertanian Lahan Basah, Lahan Kering Dan Dari Adanya Kegiatan Lainnya. Samarinda, Kota Bontang
Hortikultura
 Pengembangan Kawasan Produksi Pertanian
 Peningkatan Kesejahteraan Petani
 Pembangunan/Inovasi Infrastruktur Pengairan
 Peningkatan Luas Lahan Pertanian Sawah Teknis Melalui
Pembangunan Prasarana Irigasi
 Pengembangan Teknologi Pengaturan Pola Tanam Sesuai Dengan
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 103
No. Rencana Pola Ruang Pola Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Pengaruh Rencana Pola Arahan Lokasi
Ruang Ruang Terhadap Kebutuhan Pengembangan
Saat Ini Pelayanan SKPD Pelayanan SKPD
Perubahan Iklim
 Pembangunan Prasarana Sumber Daya Air Untuk Cadangan Air
 Peningkatan Pengelolaan Penanganan Kekurangan Persediaan
Pangan Di Daerah Rawan Kekeringan
 Peningkatan Balai Benih Padi

b. Kawasan Budidaya Perkebunan


Kawasan Budidaya Perkebunan Dengan Total Luasan  Meningkatkan Produksi Perkebunan Terutama Kelapa Sawit, Karet, Adanya Regulasi Terkait Kab. Paser, Kab. Kutai
3.269.561 Ha Tersebar Di Seluruh Kabupaten / Kota Di Kakao, Lada Dan Kelapa Sebagai Komoditi Utama. Peruntukan Kawasan Perkebunan Barat, Kab. Kutai
Kalimantan Timur  Meningkatkan Nilai Tambah Produk Perkebunan Melalui Terhadap Kawasan Lainnya. Kartanegara, Kab. Kutai
Pengembangan Agroindustri Dan Agribisnis. Timur, Kab. Berau, Kab.
 Peningkatan Ketahanan Pangan Penajam Paser Utara, Kab.
 Peningkatan Penerapan Teknologi Perkebunan Mahakam Ulu, Kota
 Peningkatan Produksi, Produktivitas Dan Mutu Produk Perkebunan, Balikpapan, Kota
Produk Pertanian Samarinda, Dan Kota
 Peningkatan Produksi Perkebunan Terutama Kelapa Sawit, Karet, Bontang
Kakao, Lada Dan Kelapa Sebagai Komoditi Utama.
 Peningkatan Nilai Tambah Produk Perkebunan Melalui
Pengembangan Agroindustri Dan Agribisnis
 Peningkatan Ketahanan Pangan
 Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan
 Peningkatan Penerapan Teknologi Perkebunan
 Penyediaan Sarana Produksi Pertanian/Perkebunan
 Pengembangan Produk-Produk Perkebunan Unggulan Daerah
 Pembinaan Perkebunan Ramah Lingkungan

c. Kegiatan Budidaya Peternakan


Kawasan Budidaya Peternakan Tersebar Di Seluruh Kabupaten  Meningkatkan Produksi Peternakan Untuk Memenuhi Kebutuhan  Menjamin Tersedianya Pasokan Kab. Paser, Kab. Kutai
/ Kota Di Kalimantan Timur Provinsi Kalimantan Timur. Daging Ternak Dalam Daerah Barat, Kab. Kutai
 Peningkatan Nilai Tambah Produk Peternakan Melalui Pengembangan Kartanegara, Kab. Kutai
Agroindustri Dan Agribisnis Timur, Kab. Berau, Kab.
 Pengembangan Infrastruktur Pedesaan Penajam Paser Utara, Kab.
 Pengembangan Kawasan Dan Usaha Peternakan Mahakam Ulu, Kota
 Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan Balikpapan, Kota

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 104
No. Rencana Pola Ruang Pola Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Pengaruh Rencana Pola Arahan Lokasi
Ruang Ruang Terhadap Kebutuhan Pengembangan
Saat Ini Pelayanan SKPD Pelayanan SKPD
 Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan Samarinda, Dan Kota
Bontang
d. Kegiatan Budidaya Perikanan
Kawasan Budidaya Perikanan Dengan Total Luasan 187.304  Meningkatkan Produksi Perikanan Budidaya Dan Perikanan Tangkap  Memberikan Masukan Dan Kab. Paser, Kab. Kutai
Ha, Yang Terdiri Dari Kawasan Budidaya Perikanan, Kawasan Untuk Memenuhi Kebutuhan Provinsi Kalimantan Timur. Arahan Bagi SKPD Terkait Barat, Kab. Kutai
Perikanan Tangkap Dan Kawasan Pengolahan Ikan. Tersebar  Meningkatkan Nilai Tambah Produk Perikanan Melalui Pengembangan Terhadap Pengembangan Kartanegara, Kab. Kutai
Di Seluruh Kabupaten / Kota Di Kalimantan Timur. Agroindustri Dan Agribisnis Kawasan Perikanan. Timur, Kab. Berau, Kab.
 Pengembangan Kawasan Budidaya Laut, Air Payau Dan Air Tawar Penajam Paser Utara, Kab.
 Pengembangan Perikanan Tangkap Mahakam Ulu, Kota
 Pengendalian Pemanfaatan Ruang Balikpapan, Kota
 Meningkatkan Produksi Peternakan Untuk Memenuhi Kebutuhan Samarinda, Dan Kota
Provinsi Kalimantan Timur. Bontang
 Peningkatan Nilai Tambah Produk Peternakan Melalui Pengembangan
Agroindustri Dan Agribisnis
 Pengembangan Infrastruktur Pedesaan
 Pengembangan Kawasan Dan Usaha Peternakan
 Program Peningkatan Penerapan Teknologi Peternakan
 Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan
 Meningkatkan Produksi Peternakan Untuk Memenuhi Kebutuhan
Provinsi Kalimantan Timur.
 Peningkatan Nilai Tambah Produk Peternakan Melalui Pengembangan
Agroindustri Dan Agribisnis

3. Kawasan Industri
Industri Kehutanan, Industri Pertanian, Industri Gas Dan - Pengembangan Industri Pengolahan Dan Agroindustri Untuk  Berpengaruh Terhadap Kab. Paser, Kab. Kutai
Kondensat, Industri Pupuk, Industri Perikanan Dan Hasil Laut, Meningkatkan Nilai Tambah Sektor-Sektor Lain (Pertambangan, Penyusunan Regulasi Penataan Kartanegara, Kab. Kutai
Industri Perkebunan, Industri Logam, Industri Migas Dan Pertanian, Perkebunan, Perikanan, Dan Hasil Hutan) Ruang Serta Bentuk Timur, Kab. Berau, Kab.
Batubara, Industri Galangan Kapal, Industri Manufaktur, Industri - Pengembangan Industri Migas Dan Mineral Pengendalian Dan Penajam Paser Utara, Kab.
Kimia, Serta Industri Biodiesel,Diarahkan Di Kabupaten Paser, - Penataan Struktur Industri Hulu –Hilir Pengawasannya Terutama Mahakam Ulu, Kota
Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara, - Pengembangan Sentra-Sentra Industri Potensial Terhadap Kerusakan Lingkungan Balikpapan, Kota
Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Berau, Kabupaten Penajam - Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri Yang Diakibatkan Oleh Sistem Samarinda, Dan Kota
Paser Utara, Kabupaten Mahakam Ulu, Kota Balikpapan, Kota - Peningkatan Kerjasama Perdagangan Internasional Pembuangan Limbah. Bontang
Samarinda, Dan Kota Bontang, Sesuai Potensi Masing-Masing - Peningkatan Dan Pengembangan Ekspor  Pengembangan Terhadap
Kabupaten/Kota. Dengan Total Luasan ± 57.176 Ha - Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah Yang Kondusif Lingkungan Yang Sehat Bagi
- Pengembangan Industri Kecil Dan Menengah Kegiatan Industri Rumah Tangga
- Pengembangan Industri Non-Migas Dan Non-Mineral Yang Menghasilkan Limbah

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 105
No. Rencana Pola Ruang Pola Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Pengaruh Rencana Pola Arahan Lokasi
Ruang Ruang Terhadap Kebutuhan Pengembangan
Saat Ini Pelayanan SKPD Pelayanan SKPD
Industri.
 Berpengaruh Terhadap Penataan
Permukiman Yang Aman Dari
Kebakaran.
 Perbaikan Iklim Usaha Dan
Investasi

4. Kawasan Pertambangan
Kawasan Pertambangan Mineral Dan Batubara, Tersebar Di - Pengembangan Pertambangan Mineral Dan Batubara  Perbaikan Iklim Usaha Dan Kab.Paser, Kab.Kutai Barat,
Kawasan Lindung Dan Kawasan Budidaya. Dengan Total - Pengembangan Pertambangan Minyak Dan Gas Bumi Investasi Kab.Kutai Kartanegara,
Luasan ± 5.227.136 Ha - Pengendalian Kegiatan Pertambangan Ilegal  Pengawasan Dan Pembinaan Kab.Kutai Timur,
- Pengawasan Dan Evaluasi Penyelenggaraan Kegiatan Kawasan Pertambangan Kab.Berau, Kab.Penajam
Pertambangan  Pengembangan Industry Paser Utara, Kab. Mahakam
- Reklamasi Dan Revegetasi Hutan Dan Lahan Di Kawasan Bekas Pengolahan Hasil Pertambangan Ulu, Kota Samarinda, Kota
Pertambangan Dan Turunannya Balikpapan
- Pembinaan Dan Pengawasan Bidang Pertambangan  Regulasi Dan Pengawsan
- Pengendalian Pemanfaatan Ruang Terhadap Pertambangan Ilegal
- Pembinaan Dan Pengawasan Bidang Pertambangan
5. Kawasan Pariwisata
(Berdasarkan RIPPAR Provinsi Kalimantan Timur 2013 – 2023)
a. Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) - Pengembangan Pemasaran Pariwisata  Peningkatan Fungsi Jalan Dan Kab.Paser, Kab.Kutai Barat,
Meliputi Kecamatan Long Apari Dan Sekitarnya, - Pengembangan Destinasi Pariwisata Transportasi Lainnya Agar Kab.Kutai Kartanegara,
Kecamatan Kota Bangun – Tanjung Issuy Dan Sekitarnya, - Pengembangan Kemitraan Semakin Mudahnya Aksesibilitas Kab.Kutai Timur,
Tenggarong Dan Sekitarnya, Kota Samarinda Dan - Pengembangan Daerah Tujuan Wisata (Kawasan Industri Ke Kawasan Wisata. Kab.Berau, Kab.Penajam
Sekitarnya, Kota Bontang – Sangatta Dan Sekitarnya, Kota Pasriwisata Derawan)  Perlunya Penataan Bangunan Paser Utara, Kab. Mahakam
Balikpapan – Samboja Dan Sekitarnya, Tanjung Redeb - Pengembangan Nilai Budaya Dan Lingkungan Yang Berbasis Ulu, Kota Samarinda, Kota
Dan Sekitarnya, Serta Derawan – Sangalaki Dan - Pengelolaan Keragaman Budaya Pada Lingkungan Sehingga Balikpapan
Sekitarnya - Pengelolaan Kekayaan Budaya Lingkungan Pariwisata Tetap
b. Kawasan Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Meliputi - Peningkatan Pengembanagan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Asri, Bersih Dan Sehat
Kecamatan Long Bangun – Melak Dan Sekitarnya, Dan Keuangan
Tenggarong – Balikpapan Dan Sekitarnya, Kepulauan - Peningkatan Dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah
Derawan – Kayan Mentarang Dan Sekitarnya - Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur
c. Kawasan Pengembangan Pariwisata (KPP) Provinsi - Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Meliputi KPP 1 Kawasan Perkotaan, KPP 2 Kawasan Hulu - Pengembangan Kebudayaan Dan Pariwisata (Perencanaan
Sungai Mahakam, KPP 3 Kawasan Pesisir Kepulauan, KPP Pembangunan Kebudayaan Dan Pariwisata)
4 Kawasan Sedang Berkembang, KPP 5 Kawasan Pesisir, - Pelayanan Administrasi Perkantoran
KPP 6 Kawasan Perbatasan Provinsi, Dan KPP 7 Kawasan
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 106
No. Rencana Pola Ruang Pola Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Pengaruh Rencana Pola Arahan Lokasi
Ruang Ruang Terhadap Kebutuhan Pengembangan
Saat Ini Pelayanan SKPD Pelayanan SKPD
Perbatasan Negara.

d. Koridor Sungai Mahakam Hingga Ke Hulu : Tanjung Isuy  Mendorong Pengembangan Obyek Dan Daya Tarik Wisata Unggulan  Peningkatan Fungsi Jalan Dan
Dan Desa Mancong; Kersik Luway; Lamin Eheng Di Di Provinsi Kalimantan Timur Melalui Penetapan Zona-Zona Wisata. Transportasi Lainnya Agar
Barong Tongkok, Dan Habitat Ikan Pesut Dan Bekantan  Meningkatkan Investasi Di Bidang Pariwisata. Semakin Mudahnya Aksesibilitas
 Menetapkan Kawasan Cagar Budaya Dalam RTRW Kabupaten/Kota Ke Kawasan Wisata.
e. Gugus Pulau-Pulau Derawan Di Lepas Pantai Tanjung Bersangkutan.  Perlunya Penataan Bangunan
Redeb : Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Semama,  Pengembangan Pemasaran Pariwisata Dan Lingkungan Yang Berbasis
Pulau Kakaban, Dan Pulau Maratua.  Pengembangan Destinasi Pariwisata Pada Lingkungan Sehingga
 Pengembangan Kemitraan Lingkungan Pariwisata Tetap
f. Museum Mulawarman; Museum Kayu Tenggarong; Dan Asri, Bersih Dan Sehat
Bukit Bangkirai Di Kabupaten Kutai Kertanegara.
g. Pulau Kumala Di Kabupaten Kutai Kertanegara
h. Pusat Taman Batik Dan Tenun; Kebun Raya; Dan Pusat
Kerajinan Di Niaga Di Samarinda
i. Desa Budaya Pampang Samarinda
j. Wana Wisata Karang Joang, Penangkaran Buaya, Pantai
Manggar, Dan Kebun Raya Balikpapan Di Balikpapan.
6 Kawasan Peruntukan Permukiman
6.1 Kawasan Perkotaan
a. Kawasan Permukiman Perkotaan Didominasi Oleh  Kebutuhan Pelayanan Oleh - Kawasan Perkotaan
Kegiatan Non Agraris Dengan Tatanan Kawasan  Peningkatan Sarana Dan Prasarana Aparatur Bidang Cipta Karya Balikpapan –
Permukiman Yang Terdiri Atas Sumberdaya Buatan Seperti  Pengembangan Wilayah Strategis Dan Cepat Tumbuh  Memberikan Masukan Dan Tenggarong –
Perumahan, Fasilitas Sosial, Fasilitas Umum, Prasarana  Penanggulangan Kemiskinan Bidang Sarana Dan Prasarana Dasar Arahan Bagi SKPD Terkait Samarinda – Bontang
Dan Sarana Perkotaan; Permukiman Terhadap Pengembangan (PKN)
b. Kawasan Permukiman Di PKN, PKW, Pkwp Dan PKL Yang  Penyehatan Lingkungan Kawasan Pemukiman - Kawasan Perkotaan
Padat Penduduknya  Pengembangan Wawasan Kebangsaan Tana Paser, Sendawar,
c. Pola Permukiman Perkotaan Yang Rawan Terhadap  Pengembangan Kinerja Penngelolaan Air Minum Dan Air Limbah Kota Sangatta, Tanjung
Bencana Alam Harus Menyediakan Tempat Evakuasi  Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan Redeb (PKW)
Pengungsi Bencana Alam Baik Berupa Lapangan Terbuka - Kawasan Perkotaan
 Penataan Bangunan Dan Lingkungan
Di Tempat Ketinggian ≥30 Meter Di Atas Permukaan Laut Penajam Dan Ujoh
 Pembinaan Dan Pengawasan Pengembangan Permukiman
d. Rencana Terpadu Infrastruktur Perkotaan Bilang (Pkwp)
 Infrastruktur Kawasan Permukiman Perkotaan (Dukungan PSD
Kawasan Kumuh Dan Nelayan)
 Dukungan PSD Kawasan Tradisional Dan Revitalisasi Kawasan
 Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran
 Pembinaan Dan Pengawasan Pengembangan SPAM
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 107
No. Rencana Pola Ruang Pola Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Pengaruh Rencana Pola Arahan Lokasi
Ruang Ruang Terhadap Kebutuhan Pengembangan
Saat Ini Pelayanan SKPD Pelayanan SKPD
 Pengembangan SPAM Di Kawasan MBR
 Penyelenggaraan SPAM Terfasilitasi
 Pengembangan SPAM Di Kawasan IKK
 Pengembangan SPAM Di Kawasan Khusus
 Pengembangan SPAM Di Kawasan Perdesaan
 Pembinaan Dan Pengawasan Penyehatan Lingkungan Permukiman
 Infrastruktur Air Limbah
 Infrastruktur Drainase Perkotaan
 Infrastruktur Tempat Pemrosesan Akhir (TPA)
 Pembangunan PSD RSH
 Pembangunan Rusunawa/PSD Rusunawa
 Pengembalian Fungsi Kws Permukiman Metropolitan Dan Kota Besar
Melalui Peremajaan
 Peningkatan Kinerja TPA Sampah
 Pemb. Sistem Drainase Primer Kota Balikpapan Dan Samarinda
 Pembangunan PS Air Limbah Terpusat Skala Kawasan & Rehab IPLT
 Penyusunan Ranperda Bangunan Gedung
 Pendampingan Pemeriksaan Keandalan Fisik Bangunan Gedung
 Dukungan PSD Kawasan Kumuh Dan Nelayan
 Dukungan PSD Kawasan Tradisional Dan Revitalisasi Kawasan
 Penyusunan RTBL
 Percontohan Dan Pendampingan Pembangunan RTH
 Pengembangan SPAM Bagi MBR (Kota Samarinda)
 Pengembangan SPAM Bagi MBR (Kota Balikpapan)
 PS Air Minum Kota (Sistem Perpipaan Dan Non Perpipaan Terlindung)
 TPA (Sistem Controlled Landfill) + TPS Kawasan
 Drainase Kawasan (Sistem Ecodrain)
 IPAL Kawasan (Sistem Terpusat)
 Kasiba Kawasan
 Pengembangan SPAM Bagi MBR (Kota Bontang)
6.2 Kawasan Perdesaan
a. Didominasi Oleh Kegiatan Agraris Dengan Kondisi  Pengembangan PS Desa Agropolitan  Kebutuhan Pelayanan Oleh Kawasan TATAPANBUMA
Kepadatan Bangunan, Penduduk Serta Prasarana Dan  Penyediaan PS Permukiman Perdesaan Di P.Kecil/Terpencil Bidang Cipta Karya Dan Sekitar, Kawasan
Sarana Permukiman Yang Rendah, Dan Kurang Intensif  Pembangunan SPAM Di Ds Rawan Air/Pesisir/Terpencil  Memberikan Masukan Dan Tanjung Redeb, Kawasan
Dalam Pemanfaatan Lahan Untuk Keperluan Non Agraris Paser, Kutim Dan

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 108
No. Rencana Pola Ruang Pola Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Pengaruh Rencana Pola Arahan Lokasi
Ruang Ruang Terhadap Kebutuhan Pengembangan
Saat Ini Pelayanan SKPD Pelayanan SKPD
b. Bangunan-Bangunan Perumahan Diarahkan Menggunakan  Peningkatan Infrastruktur Di Desa Tertinggal Arahan Bagi SKPD Terkait Sekitarnya
Nilai Kearifan Budaya Lokal Seperti Pola Rumah Kebun  Mengembangkan Kawasan Agropolitan/Minapolitan Dan Kota Terhadap Pengembangan
Dengan Bangunan Berlantai Panggung Terpadu Mandiri (KTM) Kawasan Pemukiman
c. Kawasan Permukiman Perdesaan Termasuk Kawasan  Pengembangan Infrastruktur Perdesaan
Permukiman Penduduk Di Perkampungan Yang Ada
(Kecuali Perkampungan-Perkampungan Yang Berlokasi Di
Kawasan Lindung Yang Telah Ditetapkan Sebagai
Kawasan Lindung)
d. Pengembangan Infrastruktur Perdesaan  Mengembangkan Kawasan Agropolitan/Minapolitan Dan Kota  Kebutuhan Pelayanan Oleh Kab. Berau
Terpadu Mandiri (KTM) Bidang Cipta Karya Didalam Kab. Paser
 Pengembangan PS Desa Agropolitan Peningkatan Kualitas Kab. Kutai Kartanegara
 Penyediaan PS Permukiman Perdesaan Di P.Kecil/Terpencil Permukiman Dan Peningkatan Kab. Penajam Paser Utara
 Pembangunan SPAM Di Ds Rawan Air/Pesisir/Terpencil Ekonomi Produktif Di Perdesaan
 Peningkatan Infrastruktur Di Desa Tertinggal Terutama Di Daerah Tertinggal,
Pedalaman Dan Pesisir
7 Kawasan Strategis Provinsi
a. Kawasan Yang Memiliki Nilai Strategis Dari Sudut Kepentingan Ekonomi Di Provinsi Kalimantan Timur
1. KSP Industri Oleochemical Maloy (Kutai Timur)  Pengembangan Potensi
2. KSP Industri Pertanian (Paser, Penajam Paser Utara) Kawasan Industri Dan Pusat
3. KSP Industri Manufaktur Kariangau Dan Buluminung Kawasan Industry;
(Balikpapan, Penajam Paser Utara)  Pengaturan Sinergi
4. KSP Industri Perdagangan Dan Jasa (Samarinda) Pembangunan Sektoral Dan
5. KSP Industri Petrokimia Berbasis Migas Dan Kondensat Daerah Untuk Menjaga
(Bontang; Marangkayu(Kutai Kartanegara)) Keuntungan Kompetitif;
6. KSP Agropolitan Regional (Kutai Timur)  RTR Dan Penyusunan Perda KSP  Pembangunan Sarana Dan
7. KSP Industri Pertanian (Kutai Kartanegara; Kutai Barat) Prasarana Kawasan Industri
 Studi Kelayakan, Masterplan, Dan DED KSP
8. KSP Industri Pertanian (Mahakam Ulu) Untuk Mendukung Produktivitas
 Pembangunan Jaringan Infrastruktur Pendukung KSP
Kegiatan Industri;
 Pembangunan Fasilitas Utama Kegiatan Penunjang KSP
 Pengaturan Pembangunan
 Pembangunan Fasos Dan Fasum Pendukung KSP Infrastruktur Yang Menekankan
Kerja Sama Pemerintah Dengan
Swasta (KPS).
 Pengembangan Potensi
Kawasan Sebagai Pusat
Pelayanan Jasa Bagi Kawasan
Lain
 Pengaturan Infrastruktur Untuk
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 109
No. Rencana Pola Ruang Pola Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Pengaruh Rencana Pola Arahan Lokasi
Ruang Ruang Terhadap Kebutuhan Pengembangan
Saat Ini Pelayanan SKPD Pelayanan SKPD
Mendukung Produktivitas
Kawasan
 Pengaturan Pengembangan
Komoditas Kawasan Agroindustri
 Pengaturan Sistem Jaringan
Prasarana Utama (Transportasi)
Terkait Komoditas Unggulan Dan
Sistem Pusat Pelayanan
Termasuk Pusat Koleksi-
Distribusi
b. Kawasan Yang Memiliki Nilai Strategis Dari Sudut Kepentingan Sosial Dan Budaya Di Provinsi Kalimantan Timur
1. KSP Museum Mulawarman (Kutai Kartanegara)  Pengelolaan Dan Pelestarian Peninggalan Sejarah Purbakala,  Pengaturan Zona Dan Kegiatan
2. KSP Museum Kerajaan Paser Sadurengas (Paser) Museum Dan Peninggalan Bawah Air Yang Difokuskan Pada
3. KSP Museum Kerajaan Tabur Dan Sambaliung (Berau)  Pengembangan Potensi Wisata Kawasan Perlindungan/ Pelestarian
 Pengembangan Dan Peningkatan Kualitas Sarana Dan Prasarana Warisan Budaya/Adat Tertentu
Pendukung Kawasan
4. KSP Desa Budaya Pampang (Samarinda)  Penataan Kawasan Dengan Pelestarian Nilai Budaya
 Pengembangan Dan Promosi Parisiwata
 Pemberdayaan Sosial Dan Ekonomi Masyarakat
 Pengembangan Dan Peningkatan Kualitasn Sarana Dan Prasarana
Pendukung Kawasan
5. KSP Koridor Sungai Mahakam (Kutai Kartanegara; Kutai  Pemberdayaan Sosial Dan Ekonomi Masyarakat
Barat; Dan Mahakam Ulu)  Pengembangan Dan Promosi Pariwisata
 Pengembangan Dan Peningkatan Kualitas Permukiman
 Pengendalian Pemanfaatan Ruang Di Sepanjang Koridor Sungai
Mahakam
 Pengembangan Dan Pelestarian Nilai Budaya
c. Kawasan Yang Memiliki Nilai Strategis Dari Sudut Kepentingan Mempercepat Pertumbuhan Kawasan Tertinggal Di Dalam Wilayah Provinsi
1. KSP Kawasan Perbatasan Long Pahangai Dan Long  Pemberdayaan Sosial Dan Ekonomi Masyarakat  Membangun Infrastruktur Daerah
Apari (Mahakam Ulu)  Pengendalian Pemanfaatan Ruang Di Sepanjang Koridor Sungai Perbatasan
Mahakam  Peningkatan Kapasitas
 Pengembangan Dan Pelestarian Nilai Budaya Masyrakat Agar Mempercepat
 Pengembangan Dan Peningkatan Kualitas Permukiman Perbatasan Pertumbuhan Daerah Tertinggal
 Pengembangan Dan Peningkatan Kualitasn Sarana Dan Prasarana
Pendukung Kawasan

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 110
No. Rencana Pola Ruang Pola Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Pengaruh Rencana Pola Arahan Lokasi
Ruang Ruang Terhadap Kebutuhan Pengembangan
Saat Ini Pelayanan SKPD Pelayanan SKPD
d. Kawasan Yang Memiliki Nilai Strategis Dari Sudut Kepentingan Fungsi Dan Daya Dukung Lingkungan Hidup
1. KSP 3 Danau (Danau Semayang, Danau Jempang,  Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan Di Sekitar Kawasan 3  Pengaturan Kawasan Inti
Danau Melintang) Danau Meliputi:
 Pelestarian Habitat Pesut - Pengaturan Zona Dan Kegiatan
 Pembatasan Kegiatan Permukiman Dan Budidaya Lainnya Di Sekitar Sesuai Ketentuan Peraturan
Kawasan Perundang-Undangan;
2. KSP Teluk Balikpapan (Sepaku, Penajam, Balikpapan)  Perlindungan Kawasan Hutan Lindung Kawasan Sungai Wain - Pengaturan Pembangunan
(Ekosistem Mangrove, Lamun Dan Terumbu Karang) Prasarana Pendukung Sesuai
 Perlindungan Populasi Keanekaragaman Hayati Flora Dan Fauna Peraturan Perundang-
 Pengendalian Pembangunan Kawasan Budidaya (Industri) Di Sekitar Undangan.
Kawasan Teluk Balikpapan  Pengaturan Kawasan
3. KSP Delta Mahakam  Perlindungan Kawasan Hutan Lindung Kawasan Sungai Wain Penyangga;
(Ekosistem Mangrove, Lamun Dan Terumbu Karang) - Pengaturan Batas/Radius
 Perlindungan Populasi Keanekaragaman Hayati Flora Dan Fauna Kawasan Penyangga Untuk
Perlindungan Kawasan Inti.
 Pengendalian Pembangunan Kawasan Budidaya (Permukiman,
- Pengaturan Zona Dan
Perikanan Dan Industri) Di Sekitar Kawasan
Kegiatan,
4. KSP Pesisir Dan Laut Kepulauan Derawan (Berau)  Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan
- Pengendalian Sistem
 Pengembangan Potensi Pariwisata Berbasis Lingkungan Hidup Pelayanan Dan Sistem
 Pengembangan Dan Peningkatan Kualitas Infrastruktur Pendukung Prasarana.
Kegiatan Pariwisata  Pengaturan Komposisi Kawasan
 Peningkatan Kualitas Permukiman Dan Fasos Fasum Lindung Dan Kawasan Budidaya
5. KSP Kawasan Ekosistem Karst Sangkulirang –  Penyusunan Rencanan Strategis/Aksi Perlindungan Dan Pengelolaan Yang Menjamin Keserasian
Mangkalihat (Berau; Kutai Timur) Ekosistem Karst Kemampuan Dan Pemanfaatan
 Pengembangan Model – Model Pengelolaan Ekosistem Karst Yang Unsur Dalam Alam Secara
Tepat Berdasarkan Tipologi Tapaknya Masing – Masing Timbal Balik;
 Mendorong Partisipasi Aktif Masyarakat Dunia Usaha Dan Pemerintah  Pengaturan Fungsi Budidaya
Dalam Proses Perlindungan Dan Pengelolaan Ekosistem Karst Terkait Daya Rusak Air
 Peningkatan Upaya Rehabilitasi Dan Konservasi Hutan Dan Lahan Di Khususnya Sistem Pusat
Ekosistem Karst Pelayanan, Fasilitas Ekonomi
 Penanganan Tindakan Pelestarian Lingkungan, Alam, Benda Cagar Penting, Sistem
Budaya, Troglodyte, Gambar Pada Kawasan Pelestarian Alam Dan Transportasi, Serta Sistem
Budaya Di Ekosistem Karst Jaringan Sumber Daya Air.
 Penanganan Tindakan Perlindungan Terhadap Benda Cagar Budaya,
Troglodyte, Gambar Dan Lingkungan Kehidupan Warisan Budaya
Masa Lalu

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 111
No. Rencana Pola Ruang Pola Indikasi Program Pemanfaatan Ruang Pengaruh Rencana Pola Arahan Lokasi
Ruang Ruang Terhadap Kebutuhan Pengembangan
Saat Ini Pelayanan SKPD Pelayanan SKPD
6. KSP Kawasan Pesisir Dan Laut Kepulauan Balabalagan  Pengendalian Pemanfaatan Ruang Kawasan
 Pengembangan Potensi Pariwisata Berbasis Lingkungan Hidup
 Pengembangan Dan Peningkatan Kualitas Infrastruktur Pendukung
Kegiatan Pariwisata
 Peningkatan Kualitas Permukiman Dan Fasos Fasum
Sumber : Perda No. 1 tahun 2016 tentang RTRW Kaltim

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 112
2. Kajian Lingkungan Hidup Strategis

1. Rumusan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Terhadap Pola Ruang

A. Lahan Pertanian Berkelanjutan

 Seiring pertambahan penduduk di Kalimantan Timur, maka kebutuhan


masyarakat akan lahan adalah meningkat sehingga terjadi alih fungsi lahan
termasuk lahan pertanian pangan.
 Oleh sebab itu, perlu membuat rencana perlindungan lahan pertanian
dengan penetapan RTR.

B. Kawasan Lindung Geologi

 Perkembangan pembangunan Provinsi Kaltim yang tinggi dengan


mengeksplore dan memanfaatkan sumber daya alam akan mengancam
bentang alam yang terdiri batuan karst.
 Penebangan hutan dan ilegal logging di kawasan hutan tanpa
memperhatikan geologi dan bentang alam yang akan mengancam kawasan
karst.
 Oleh sebab itu, diperlukan pengelolaan kawasan karst secara terbatas
secara lintas sektoral dengan dilengkapi dengan kelembagaan yang
berfungsi sebagai pengawas

C. Pemeliharaan Kawasan Hutan


• Penilaian terhadap ketersediaan kawasan hutan pada Provinsi Kalimantan
Timur menunjukkan bahwa diperlukan pemeliharaan dan perluasan areal
hutan yang sudah ada. Dalam hal ini, kawasan hutan mendukung daya
dukung lingkungan Provinsi Kalimantan Timur. Perluasan areal hutan dapat
dilakukan pada kawasan yang dinilai tidak produktif dan memiliki daya
dukung tanah yang rendah untuk dilakukan pembangunan. Pengembangan
kawasan hutan ini dapat dilakukan di luar area permukiman baik perkotaan
dan permukiman perdesaan.
• Lahan yang ada dapat dimanfaatkan sebagai perkebunan oleh kelompok-
kelompok tani. Hal ini untuk meningkatkan produktifitas tanah dan
memenuhi kebutuhan kawasan ini akan sumber-sumber makanan. Dengan
adanya hal ini, kawasan ini sebagai suatu bioregion dapat memenuhi
kebutuhannya sendiri akan sumber-sumber dari alam.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 113
D. Kawasan Rawan Bencana Alam
 Berdasarkan deskripsi karakteristik wilayah Kalimantan Timur, dapat
diidentifikasi wilayah yang berpotensi rawan bencana seperti gempa bumi,
banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, serta tsunami.
 Daerah rawan gempa bumi terdapat di Kabupaten Paser.
 Daerah rawan banjir terdapat hampir di seluruh kabupaten/kota di Provinsi
Kalimantan Timur , terutama di daerah perkotaan dan pemukiman.
Sementara daerah banjir dengan tingkat kerawanan yang cukup tinggi
adalah Kabupaten Paser, Kutai Kartanegara, dan Kota Samarinda.
 Daerah yang rawan terhadap bencana tanah longsor terdapat di daerah
perkotaan seperti Kota Samarinda dan Kota Balikpapan
 Daerah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan terdapat di
Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Pasir Utara, Kota Balikpapan, Kota
Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur dan
Kabupaten Berau.
 Secara Umum, Pada tahun 2010, jumlah bencana kebakaran mencapai
angka 226 kasus, sementara di tahun 2013 jumlahnya menurun menjadi
213 kasus. Walaupun terjadi penurunan yang cukup signifikan, kasus
kebakaran sebanyak 213 kali mulai Januari sampai Desember 2013 masih
tergolong tinggi karena terjadi kenaikan dari tahun sebelumnya (tahun
2012 sebanyak 165 kasus) dan kedepannya harus diupayakan
meminimalisir bencana tersebut.
 Meski tidak pernah mengalami tsunami, namun Provinsi Kalimantan Timur
terdapat daerah yang rawan bencana tsunami. Daerah rawan tsunami
adalah sepanjang pantai Provinsi Kalimantan Timur. Sementara daerah
dengan tingkat kerawanan tsunami tinggi terdapat di Kota Balikpapan,
Kabupaten Paser dan Kabupaten Kutai Timur.

2. Rumusan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Terhadap Struktur Ruang


A. Sumber Daya Air
Rekomendasi terhadap sumber daya air di Provinsi Kalimantan Timur untuk
meningkatkan daya dukung lingkungan kawasan terdiri dari dua bagian, yaitu :
1. Air Permukaan
 Pembangunan waduk baru. Dalam pemenuhan sumber daya air dilakukan
pembangunan waduk-waduk baru. Pembangunan waduk baru, didahului
dengan kajian neraca air dalam satuan wilayah DAS/Sub DAS. Rencana
sistem jaringan sumber daya air pada kawasan ini didasarkan harus pada
neraca air pada Provinsi Kalimantan Timur.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 114
 Pemanfaatan kolam bekas kolong (galian tambang timah). Kolong-kolong
yang ada pada Provinsi Kalimantan Timur terutama pada Kawasan
merupakan sumber air potensial. Akan tetapi dalam pemanfaatannya
terlebih dahulu dilakukan kajian mengenai baku mutu air pada kolong
tersebut.
2. Air Tanah
Kajian yang dilakukan pada RTRW Provinsi Kalimantan Timur lebih
difokuskan pada potensi air tanah yang ada di Provinsi Kalimantan Timur
berdasarkan batuan dan bentuk permukaan kawasan. Dalam melihat daya
dukung air tanah pada kawasan ini, khususnya yang terkait dengan
keseimbangan pemenuhan dan ketersediaan air tanah diperlukan kajian
berupa penyelidikan hidrogeologi yang lebih rinci, untuk mengetahui
konfigurasi lapisan akuifer agar bisa menghasilkan kesimpulan dan
penanganan yang lebih rinci.

B. Energi Dan Ketenagalistrikan


 Dalam meningkatkan pelayanan terhadap kebutuhan prasarana khususnya
pada prasarana ketenagalistrikan, perlu dilakukan kajian terhadap lokasi
PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel), sehingga dapat
menjangkau/terdistribusi pada wilayah pengembangan secara efektif dan
efisien. Selain itu perlu ditetapkan standar yang harus dipenuhi oleh PLTD.
Apabila standar tersebut tidak terpenuhi indikasi daya dukung lingkungan
hidup pada kawasan ini terlampaui.
 Perlu penjajakan digunakannya PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap)
dengan penggunaan batu bara. Dalam rencana tata ruang kawasan ini
rencana penggunaan PLTU sudah ditetapkan beserta dengan lokasinya.
Selanjutnya perlu kajian terhadap dampak lingkungan yang terjadi akibat
pembangunan PLTU ini. Hal ini dikarenakan pembangunan PLTU di satu sisi
memenuhi kebutuhan listrik, akan tetapi di sisi lain harus dipertimbangkan
juga apakah akan mempengaruhi daya dukung lingkungannya.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 115
Tabel 3.3 Rumusan Kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam Penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah
Provinsi Kalimantan Timur
No Isu Lingkungan Strategis Substansi RTRW Pengaruh Alternatif mitigasi Rekomendasi
Positif Negatif
I PENCEMARAN DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP, MELIPUTI :
1. Degradasi Lahan dan  Rencana Pola  Pembangunan  Berkurangnya luasan  Peningkatan  Penegakan peraturan dalam
Hutan Ruang : meningkat dan hasil hutan pengawasan dan pengawasan dan pelaksanaan
 Kawasan Lindung  Pemerataan  Kerusakan lahan pelestarian hutan di lapangan
 Kawasan Budidaya Kesejahteraan berupa meningkatnya dan lahan  Peningkatan kapasitas
 Kawasan masyarakat erosi tanah  Penanaman kembali kompetensi aparatur
Peruntukan Hutan  Akses antar wilayah  Kondisi curah hujan  Reboisasi dan  Masyarakat seara aktif peduli
Produksi lebih mudah tinggi dan hampir rehabilitasi terhadap lingkungan
 Kawasan  Terpenuhinya lahan merata sepanjang  Reklamasi
Peruntukan untuk pembangunan tahun penanaman
Pertanian  Hampir semua air tumbuhan dan
 Kawasan sungai yang bermuara Danau Buatan
Peruntukan ke laut kekeruhannya  Dihentikan
Permukiman meningkat pemberian izin
 Kawasan  Perubahan dan pemanfaatan hutan
Peruntukan lainnya kerusakan bentang dan penggunaan
 Rencana Struktur alam meningkat hutan
Ruang, Hierarki  Turunnya kesuburan
Pelayanan dan tanah secara alami
Struktur Utama meningkat
Wilayah  Banjir
 Arahan  Hilang berbagai
Pemanfaatan spesies makhluk
Ruang dan hidup
Pengendalian
Pemanfaatan
Ruang, Peraturan
Zonasi
2. Degradasi Kawasan  Rencana Pola  Bertambahnya luasan  Abrasi Pantai  Diberlakukan zona  Penegakan peraturan dalam
Pesisir dan Mangrove Ruang : daratan bertambah lindung dan pengawasan dan pelaksanaan
 Kawasan  Salah satu alternatif  Perubahan garis konservasi di lapangan
Perlindungan lahan pembangunan pantai  Recovery dan  Pembiayaan dan perhatian
Setempat wilayah  Muara sungai menjadi pelestarian mangrove lebih terhadap kawasan
 Kawasan Suaka  Lahan tambak dangkal  Pembangunan
Alam, Pelestarian bertambah  Keanekaragaman bangunan pemecah
Alam, Cagar hayati berkurang dan ombak
Budaya dan Ilmu punah
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 116
Tabel 3.3 Rumusan Kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam Penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah
Provinsi Kalimantan Timur
No Isu Lingkungan Strategis Substansi RTRW Pengaruh Alternatif mitigasi Rekomendasi
Positif Negatif
Pengetahuan  Kelimpahan fauna,
 Kawasan Rawan ikan kecil dan besar
Bencana Alam berkurang
 Kawasan
Peruntukan
Pariwisata
 Kawasan
Peruntukan
Lainnya
 Arahan
Pemanfaatan
Ruang dan
Pengendalian
Pemanfaatan
Ruang, Peraturan
Zonasi
3. Pemanfaatan sumber  Rencana Pola  Berkembangnya  Ketidakseimbangan  Konservasi sumber  Peningkatan bangunan
Daya Air Ruang : daerah permukiman antara pasokan dan daya air pengelolaan air
 Kawasan dan industri kebutuhan dalam  Pendayagunaan  Pengembangan, pengelolaan
Perlindungan  Meningkatnya perspektif ruang dan sumber daya air dan konservasi sumber daya
Setempat pembangunan waktu  Pengendalian daya air
 Kawasan infrastruktur  Menurunnya rusak air  Pengembangan dan
Peruntukan  Pasokan air pada kemampuan pengelolaan jaringan irigasi,
Lainnya lahan pertanian dan penyediaan air rawa, dan jaringan pengairan
 Rencana Struktur kebutuhan sehari –  Kurang optimalnya lainnya
Ruang (Jaringan hari rumah tangga tingkat layanan  Penyediaan dan pengelolaan
Sumber Daya Air) terjaga jaringan irigasi air baku
 Arahan  Berkurangnya tingat  Meningkatnya potensi  Pengendalian banjir dan
Pemanfaatan kerusakan sumber konflik air pengamanan pantai
Ruang dan daya air  Merusak Daerah  Pembangunan sumur – sumur
Pengendalian  Peningkatan Aliran Sungai (DAS) air tanah
Pemanfaatan ketahanan pangan  Pencemaran terhadap
Ruang, Peraturan  Sumber tenaga kualitas air akibat
Zonasi pembangkit listrik pembangunan
 Perbaikan jalur hijau infastruktur
di kawasan kritis  Pembiayaan
daerah tangkapan kompetitif pada

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 117
Tabel 3.3 Rumusan Kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam Penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah
Provinsi Kalimantan Timur
No Isu Lingkungan Strategis Substansi RTRW Pengaruh Alternatif mitigasi Rekomendasi
Positif Negatif
sungai dan waduk - infrastruktur
waduk pemanfaatan sumber
daya air
 Hilangnya habitat dan
keanekaragaman
hayati akuatis
 Hilangnya keindahan
alam
4. Pencemaran Sungai,  Rencana Pola -  Menurunnya kualitas  Meningkatkan  Pengawasan dan penertiban
Danau dan Laut Ruang : air sungai, laut konservasi sumber terhadap tindak laku
 Kawasan  Konsumsi air menjadi daya air secara terus pencemaran
Perlindungan berkurang menerus  Mempertimbangkan
Setempat  Kehidupan Biota Laut  Mendayagunakan pembangunan terhadap
 Kawasan Suaka dan sungai menjadi sumber daya air pengrusakan lingkungan
Alam, Pelestarian terganggu dan untuk keadilan dan  Meningkatkan peran
Alam, Cagar terancam punah kesejahteraan masyarakat dan dunia usaha
Budaya dan Ilmu  Pembiayaan terhadap masyarakat untuk pengelolaan air
Pengetahuan recovery kualitas air  Mengendalikan dan
 Rencana Struktur sungai mengurangi daya
Ruang, Hierarki rusak air
Pelayanan dan  Membangun jaringan
Struktur Utama sistem sumber daya
Wilayah air yang terpadu
 Arahan
Pemanfaatan
Ruang dan
Pengendalian
Pemanfaatan
Ruang, Peraturan
Zonasi
5. Pencemaran Udara  Rencana Pola -  Membahayakan  Pembangunan dan  Penghematan energi
Ruang : kesehatan manusia, pelestarian Ruang  Memanfaatkan biogas sebagai
 Kawasan hewan dan tumbuhan Terbuka Hijau (RTH) bahan bakar
Perlindungan  Mengganggu estetika sebesar 30%  Pengelolaan limbah dan asap
Setempat dan kenyamanan  Penanaman dan hasil industri dan lain – lain
 Kawasan Suaka atau merusak pelestarian hutan  Menjaga kebersihan tempat
Alam, Pelestarian property dan tanaman tinggal

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 118
Tabel 3.3 Rumusan Kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam Penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah
Provinsi Kalimantan Timur
No Isu Lingkungan Strategis Substansi RTRW Pengaruh Alternatif mitigasi Rekomendasi
Positif Negatif
Alam, Cagar  Perubahan iklim  Reboisasi  Penempatan kawasan industri
Budaya dan Ilmu akibat emisi gas  Teknologi hemat jauh dari kawasan
Pengetahuan rumah kaca energi dan ramah permukiman
 Kawasan Lindung  Mempengaruhi lingkungan
Geologi kualitas air  Penggunaan
 Kawasan Budidaya permukaan transportasi umum
 Kawasan Strategis  Bersifat korosif  Mengurangi
 Arahan sehingga merusak pemakaian bahan
Pemanfaatan material dan bakar fosil terutama
Ruang dan bangunan yang mengandung
Pengendalian  Perubahan siklus asap serta gas-gas
Pemanfaatan hidup flora dan fauna polutan lainnya
Ruang, Peraturan  Kerusakan lapisan  Tidak melakukan
Zonasi ozon penebangan dan
pembakaran hutan
dan lahan
6. Ancaman Kawasan Rencana Pola Ruang  Terdapat potensi  Hilangnya lapangan  Diperlukan  Pengelolaan kawasan karst
Lindung Strategis Kawasan Lindung, ekowisata yang kerja dan pendapatan pembuatan Rencana secara terbatas secara lintas
Provinsi Kawasan Lindung memberikan daerah dengan Tata Ruang (RTR) sektoral dengan dilengkapi
Geologi, Kawasan fenomena kawasan menutup dengan fokus dengan kelembagaan yang
Budidaya Peruntukan karst pertambangan di perencanaan berfungsi sebagai pengawas.
Lainnya, Kawasan  Terdapat potensi kawasan batu kawasan karst.  Identifikasi ekosistem terpadu,
Strategis Provinsi peningkatan gamping yang yang meliputi ekosistem hutan
(KSP), Indikasi Arahan perekonomian tanpa berdekatan dengan – karst dan identifikasi sumber
Zonasi Kawasan merusak kawasan kawasan karst. daya air yang dimiliki di
Strategis Provinsi karst  Ancaman kerusakan kawasan karst.
sumber daya air dan
sumber daya hutan
 Ancaman media
pendukung untuk
tumbuh dan
berkembangnya
kawasan hutan yang
ada di atas
permukaan karst
 Ancaman arkeologis,
kebakaran hutan,

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 119
Tabel 3.3 Rumusan Kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam Penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah
Provinsi Kalimantan Timur
No Isu Lingkungan Strategis Substansi RTRW Pengaruh Alternatif mitigasi Rekomendasi
Positif Negatif
ancaman ilegal
logging, kegiatan
tambang batu bara
atau penggalian
gamping untuk semen
 ancaman kerusakan
geologi, batuan yang
pembentukannya
membutuhkan waktu
yang sangat lama.
 ancaman hilangnya
organisme yang hidup
di kawasan karst
7. Ancaman Kelestarian Rencana Pola Ruang -  Rusaknya ekosistem  Monitoring dan  Ancaman kerusakan
Keanekaragaman Hayati mengancam evaluasi keanekaragaman hayati
kehidupan dan pelaksanaan izin merupakan ancaman prioritas
keanekaragaman lingkungan yang perlu segera ditangani
hayati. sebaik-baiknya dengan
 Pemulihannya tidak menggunakan ilmu
dapat dilakukan pengetahuan dan teknologi
dalam waktu singkat. yang sesuai dengan lokasi,
 Pemulihan jenis kerusakan, flora dan
memerlukan biaya fauna, tumbuhan dan hewan
dan teknologi tinggi. yang berkurang atau hilang.
8. Bencana Alam Rencana Pola Ruang -  Daerah rawan gempa  Penyusunan RTR  Monitoring dan evaluasi
(Kebakaran, Banjir dan Kawasan Lindung, bumi adalah dengan pelaksanaan izin
Longsor) Kawasan Rawan Kabupaten Paser mempertimbangkan pembangunan yang berfungsi
Bencana Alam  Daerah rawan banjir risiko terjadinya untuk pengendalian
adalah di Paser, bencana alam pemanfaatan sesuai RTR.
Kukar, dan Samarinda  Peningkatan kepedulian
 Daerah rawan tanah masyarakat terhadap
longsor adalah lingkungan untuk mitigasi dan
Samarinda dan adaptasi bencana alam
Balikpapan
 Daerah rawan
kebakaran hutan dan
lahan adalah Paser,

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 120
Tabel 3.3 Rumusan Kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam Penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah
Provinsi Kalimantan Timur
No Isu Lingkungan Strategis Substansi RTRW Pengaruh Alternatif mitigasi Rekomendasi
Positif Negatif
PPu, Balikpapan,
Samarinda, Kukar,
Kutim, dan Berau
 Daerah rawan
tsunami adalah
sepanjang pantai Prov
Kaltim yaitu
Balikpapan, Paser,
dan Kutim
II. PELAYANAN INFRASTRUKTUR DAN RENDAHNYA DAYA SAING, MELIPUTI :
9 Perlindungan Lahan Indikasi Arahan Zonasi  Intensifikasi Kawasan  Pengelolaan produksi  Melindungi dan  Segera direncanakan dan
Pertanian Pangan Pola Ruang Kawasan Pertanian Pangan padi belum menjamin kawasan diimplementasikan Permen No
Pertanian Berkelanjutan dan dikendalikan oleh dan lahan pertanian 41 tahun 2009 tentang
Lahan Pertanian sistem produksi yang pangansecara perlindungan lahan pangan
Pangan dapat dilakukan terukur berkelanjutan berkelanjutan dalam
secara maksimal.  Masih terkendala dengan menyusun mengatisipasi kekurangan
 Kesuburan tanah dengan kondisi cuaca, Rencana Tata Ruang pangan dan mencegah
terkendali dan dapat kualitas lahan, dan mempertimbangkan kerawanan pangan yang
ditingkatkan. SDM berkualitas LP2B; diakibatkan berkurangnya
 Produksi beras dan  Adanya kawasan  Melindungi lahan pangan terutama lahan
produktivitas lahan lindung (melindungi kepemilikan lahan pangan yang beririgasi.
dapat ditingkatkan lahan pangan) dalam pertanian pangan  Pemberdayaan masyarakat
untuk memenuhi kawasan budidaya. milik petani; khususnya petani dalam
permintaan sesuai  Meningkatkan rangka meningkatkan
dengan pertumbuhan kemakmuran serta kompetensi dan kapasitas
penduduk. kesejahteraan petani masyarakat untuk
 Perencanaan, dan masyarakat; mempertahankan lahan
Pengembangan, dan  Meningkatkan pertanian.
Pemanfaatan Irigasi penyediaan lapangan
dapat dimaksimalkan. kerja bagi kehidupan
 Dapat dijadikan yang layak;
kawasan penelitian dan  Mempertahankan
kawasan agropolitan keseimbangan
yang lebih baik. ekologis;
 Mewujudkan
revitalisasi pertanian.
10 Energi baru dan Rencana Struktur  Energi baru dan  Perlu biaya yang  Pemenuhan energi  Pengembangan prasarana

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 121
Tabel 3.3 Rumusan Kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam Penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah
Provinsi Kalimantan Timur
No Isu Lingkungan Strategis Substansi RTRW Pengaruh Alternatif mitigasi Rekomendasi
Positif Negatif
Terbarukan Ruang: Sistem terbarukan (EBT) cukup besar dalam listrik baru dan kelistrikan yang ramah
Jaringan Energi dapat menjadi penyedian. terbarukan. lingkungan
penyangga pasokan  Pemilihan lokasi
energi nasional prasarana kelistrikan
dengan porsi EBT > dengan
17% pada tahun memperhatikan
2025. dampak lingkungan
11 Pemenuhan Air Baku Rencana Struktur  Pengembangan yang  Ketergantungan  Pembangunan  Peningkatan partisipasi
Ruang: Sistem dilakukan baik untuk sumber air baku pada prasarana masyarakat
Jaringan Prasarana tempat tinggal, industri air bawah tanah dan pengambilan dan  Penggunaan air baku yang
Lainnya - Sistem dan perdagangan, tidak adanya air saluran pembawa. baik
Jaringan Energi kondisi ini akan permukaan semakin  Rehabilitasi  Tepat guna dalam distribusi air
mendorong memperparah prasarana baku
peningkatan air bersih, kerusakan hutan pengambilan dan
karena Sulitnya lindung, Pelestarian saluran pembawa.
mendapatkan air bersih lingkungan tidak  Operasi dan
PDAM merupakan satu- terkendali dengan pemeliharaan
satunya substitusi maraknya prasarana
untuk kebutuhan pengembangan pengambilan dan
masyarakat, Pelabuhan pemukiman pada saluran pembawa.
yang sedang dibangun daerah/kawasan  Pembangunan
yang akan menjadi konservasi akan sumur-sumur air
pangsa pasar yang berakibat negatif, yaitu tanah.
potensial. berkurangnya resapan  Sinkronisasi antara
air bawah tanah, penyediaan air baku
Kondisi topografi yang dan kegiatan
tidak rata sehingga pengolahan dan
menyulitkan dalam distribuís.
upaya optimalisasi  Penyediaan air baku
pendistribusian air untuk masyarakat di
secara merata. wilayah perbatasan
dan daerah terisolir.

12 Sarana Transportasi dan Rencana Struktur  Transportasi dan  Mempengaruhi  Peningkatan dan  Penganggaran berkala untuk
jalan yang tidak Ruang, Sistem jalan sangat memberi terjadinya konversi pemeliharaan sarana dan prasarana
memadai Jaringan Transportasi pengaruh signifikan lahan produktif Sarana Transportasi  Monitoring dan evaluasi
Darat, Sistem Jaringan dalam  Meningkatkan dan jalan terhadap sarana dan

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 122
Tabel 3.3 Rumusan Kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam Penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah
Provinsi Kalimantan Timur
No Isu Lingkungan Strategis Substansi RTRW Pengaruh Alternatif mitigasi Rekomendasi
Positif Negatif
Perkeretaapian, perkembangan, pencemaran  Kajian lingkungan prasarana
Sistem Jaringan karena keberadaan lingkungan berakibat untuk pembangunan  Pengawasan lokal dari
Transportasi Laut, transportasi udara, pada meningkatnya pelabuhan, terminal masyarakat untuk pelaporan
Sistem Jaringan laut dan juga darat vektor penyakit khusus dan TUKS, terhadap sarana dan
Transportasi Udara melalui media udara,  Mengganggu  lingkungan untuk prasarana yang tidak
perairan dan jalan ekosistem pantai, pembangunan memadai
merupakan akses laut, sungai dan bandara beserta
penting di dalam danau fasilitas penunjang,
pendistribusian  Dapat memicu  Pembuatan zoning
manusia/orang, meningkatnya regulation untuk
barang dan jasa permukiman tidak kawasan
teratur permukiman di
sekitar bandara
III. SOSIAL EKONOMI DAN KESEHATAN MASYARAKAT, MELIPUTI :
13 Konflik Lahan Indikasi arahahan  Peningkatan kegiatan  Terjadi perambahan  Pengawasan  Penegakan terhadap
peraturan zonasi pembangunan, lahan-lahan hutan pelaksanaan peraturan yang ada
kawasan lindung dan aktivitas ekonomi, dan tanah-tanah adat. penataan pasca  Sosialisasi terhadap peraturan
budidaya kegiatan industri,  Eksploitasi sumber tambang (reklamasi, yang menginformasikan
infrastruktur dan daya lahan yang revegetasi dan/atau tentang status lahan
jumlah penduduk. berlebihan dan keluar peruntukan lainnya  Mediasi antar pihak yg
dari ketentuan yang sesuai peraturan dan bersengketa
berlaku. ketentuan yang
 Rusaknya lingkungan berlaku (area
disekitar lahan yang permukiman,
fungsinya dirubah. pariwisata, sumber
air, area
pembudidayaan).
14 Taraf Hidup dan Indikasi arahan  Kontribusi sektor  Ketergantungan dari  Pemberdayaan  Pemerataan pembangunan
Kesejahteraan Masyakat peraturan zonasi industri pengolahan sektor pertambangan masyarakat untuk dan pengembangan
struktur dan pola mengalami dan penggalian pengembangan infrastruktur
ruang peningkatan ekonomi lokal  Pemberian pelatihan untuk
 Penyediaan lapangan meningkatkan keterampilan
pekerjaan, masyarakat
Pengembangan
layanan dasar
masyarakat
(pendidikan,

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 123
Tabel 3.3 Rumusan Kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam Penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah
Provinsi Kalimantan Timur
No Isu Lingkungan Strategis Substansi RTRW Pengaruh Alternatif mitigasi Rekomendasi
Positif Negatif
kesehatan)
 Pemberdayaan
dalam rangka
meningkatkan
kompetensi dan
kapasitas
masyarakat
15 Kesehatan Masyarakat Indikasi arahan  Perkembangan  Kawasan perbatasan,  Peningkatan mutu  Pemerataan pembangunan dan
peraturan zonasi kesehatan masyarakat perdesaan, daerah pelayanan kesehatan pengembangan sarana
struktur dan pola baik dari segi fasilitas, pedalaman, daerah kesehatan
ruang sarana prasarana, tertinggal, dan pulau  Peningkatan kualitas
pemerataan terdepan, masih pelayanan kesehatan
kesehatan maupun menghadapi masyarakat
tingkat kesehatan permasalahan dalam
penduduk. pemenuhan hak-hak
 Kemudahan dasar rakyat termasuk
mendapatkan pangan dan gizi,
pelayanan kesehatan layanan kesehatan
baik berobat atau dan pendidikan,
konsultasi kesehatan pengurangan
pengangguran dan
kemiskinan,
penyediaan air bersih
dan sanitasi, sumber
daya alam dan
lingkungan,
pembalakan hutan,
kerusakan
lingkungan.
16 Penyebaran Penduduk Indikasi arahan -  Perbedaan kepadatan  Kajian lingkungan  Pengendalian terhadap migrasi
yang tidak merata peraturan zonasi penduduk antar untuk pembangunan penduduk dari daerah lain
struktur dan pola daerah Kabupaten permukiman  Peningkatan dan pemerataan
ruang dan Kota  Memperketat perijinan pelayanan sarana dan
 Pembangunan daerah pembangunan prasarana untuk meminimalisir
tidak merata perumahan, perpindahan penduduk
 Penataan Lingkungan
Permukiman
Pembangunan
Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 124
Tabel 3.3 Rumusan Kajian Lingkungan Hidup Strategis dalam Penetapan Rencana Tata Ruang Wilayah
Provinsi Kalimantan Timur
No Isu Lingkungan Strategis Substansi RTRW Pengaruh Alternatif mitigasi Rekomendasi
Positif Negatif
permukiman terpadu,
 konsep rumah susun
maupun Relokasi
permukiman
 Pembuatan zoning
regulation untuk
kawasan permukiman
Sumber : KLHS RTRW Provinsi Kalimantan Timur

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 125
3.5 Perumusan Permasalahan dan Isu Strategis

Dari uraian tantangan/permasalahan dan isu strategis di atas perlu


diklasifikasikan dan disesuaikan dengan klasifikasi per bidang dengan tujuan agar
permasalahan dan isu strategis dapat ditangani secara terfokus sekaligus dapat
berguna bagi pengembangan analisis SWOT berikutnya.

1. Bidang Penataan Ruang


A. Permasalahan
Permasalahan yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur di bidang Penataan
Ruang adalah :
 Rencana pembangunan belum merujuk kepada Peraturan Daerah RTRW
Provinsi Kalimantan Timur
 Beberapa Kepentingan Nasional belum terakomodir dalam Perda RTRW
Provinsi Kalimantan Timur
 Belum seluruhnya Kabupaten/Kota Memiliki Perda RTRW
 Terdapat beberapa ketidaksesuaian antara Perda RTRW Provinsi Kalimantan
Timur dengan Perda RTRW Kabupaten/Kota, khususnya pada Struktur dan Pola
Ruang. Dimana sebagian besar Perda RTRW Kabupaten/Kota sudah terlebih
dahulu ditetapkan menjadi Perda sebelum diterbitkanya Perda RTRW Provinsi.
 Peraturan Daerah RTRW Provinsi Kalimantan Timur belum dapat diterapkan
sepenuhnya sebagai faktor pengawasan dan pengendalian karena belum
sepenuhnya Rencana Rinci Tata Ruang KSP ada dan berkekuatan hukum.
 Perda tata ruang belum menjadi rujukan dari pembangunan antar sektoral yang
mengakibatkan terjadinya inkonsistensi dalam pembangunan. Hal ini
disebabkan perencanaan yang egosektoral/belum mempertimbangkan
kepentingan lintas sektoral.
 Kurang tersedianya data-data spasial Penginderaan Jauh untuk kepentingan
perencanaan, pemanfaatan, maupun pengendalian pemanfaatan ruang
 Tingginya perubahan alih fungsi lahan, dari kawasan Lindung menjadi Kawasan
Budidaya, dan lahan pertanian menjadi lahan non pertanian.
 Masih tingginya ketimpangan pembangunan infrastruktur antara wilayah satu
dengan wilayah lainnya, khususnya wilayah perbatasan, pedalaman dan terisolir
serta wilayah yang kurang berpotensi.
 Pengendalian dan pengawasan belum dilakukan secara terstruktur, akurat dan
cepat.
 Izin Pemanfaatan Ruang belum sepenuhnya dimengerti oleh pemerintah,
swasta dan masyarakat

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 126
 Pelayanan Pengaduan Pelanggaran Tata Ruang belum terlaksana, baik dari segi
regulasi maupun infrastrukturnya
 Belum tersedianya Peraturan Daerah tentang sanksi administratif, perdata, dan
pidana untuk pelanggaran pemanfaatan ruang
 Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam penataan ruang. Hal ini
disebabkan tidak tersampaikannya informasi tentang peraturan penataan
ruang dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi penetapan
pemanfaatan ruang
 Terjadinya penyimpangan pemanfaatan ruang dari ketentuan dan norma yang
seharusnya ditegakkan. Penyebabnya adalah inkonsistensi kebijakan terhadap
rencana tata ruang serta kelemahan dalam pengendalian dan pengawasan
pembangunan
 Belum maksimalnya pengembangan sektor unggulan untuk mengantisipasi
berkurangnya sumberdaya migas dan batubara yang tidak dapat diperbaharui
melalui pengembangan sektor pertanian, pariwisata dan energi yang dapat
diperbaharui, sebagai bagian upaya meningkatkan ketahanan pangan dan
energi wilayah dan nasional;
 Terjadinya degradasi lahan khsusunya dibagian hulu daerah aliran sungai
sebagai akibat dari pembangunan tidak selaras dengan tata ruang dan
menurunnya proporsi ruang terbuka hijau di perkotaan.
 Belum adanya informasi dan pemetaan mengenai lahan tidak produktif, yang
seharusnya menjadi lahan yang dapat dikembangkan untuk pembangunan
dunia usaha.
 Belum optimalnya implementasi Peraturan Daerah RTRW Provinsi Kalimantan
Timur dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan/keanekaragaman
hayati.
 Perlunya monitoring terhadap pelaksanaan rencana tata ruang terutama
perwujudan struktur ruang dan pola ruang.
 Belum tersedianya Kajian Lingkungan Strategis (KLHS) diseluruh
kabupaten/kota.

B. Isu Strategis
Isu Strategis yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur di bidang Penataan
Ruang adalah :
 Peningkatan peran penataan ruang wilayah dalam meningkatkan ketahanan
pangan (perkebunan, agro industri) dan produksi (pertambangan, industri)

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 127
sebagai aset daerah yang wajib diatur dan dikendalikan untuk peningkatan
pendapatan daerah.
 Meningkatnya peran penataan ruang guna mendukung terciptanya daya
dukung dan keseimbangan lingkungan.
 Meningkatnya peran penataan ruang guna mendukung terciptanya kesetaraan
dan keseimbangan pembangunan antar wilayah perkotaan dengan perdesaan,
wilayah pusat dengan pinggiran, antara wilayah yang maju dengan wilayah yang
tertinggal.
 Penerapan regulasi tata ruang dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat
sosial dan ekonomi.
 Terjadinya alih fungsi lahan pertanian pangan dan hortikultura.
 Pengelolaan daerah aliran sungai secara ketat agar tidak terjadi alih fungsi
lahan menjadi lahan permukiman, perkebunan, pertambangan dan sebagainya.
 Ketidakjelasan RTRW yang menghambat realisasi PMDN & PMA.
 Rendahnya produktivitas pertanian.
 Isu perubahan iklim seperti tingginya emisi karbon yang berasal dari alih fungsi
lahan, energi dan limbah belum diarus-utamakan dalam perencanaan
pembangunan Kabupaten/Kota.
 perwujudan ruang yang bersinergi dengan pertumbuhan ekonomi hijau;
 pengembangan sektor ekonomi produktif migas dan batubara yang bernilai
tambah tinggi dan berwawasan lingkungan menjadi sektor unggulan provinsi
untuk memacu pertumbuhan ekonomi serta pemanfaatannya bagi segenap
masyarakat;
 pengembangan sektor unggulan untuk mengantisipasi berkurangnya sumber
daya migas dan batubara yang tidak dapat diperbaharui melalui pengembangan
sektor pertanian, pariwisata dan energi yang dapat diperbaharui, sebagai
bagian upaya meningkatkan ketahanan pangan dan energi wilayah dan
nasional;
 perwujudan pemerataan hasil pembangunan dan pelayanan bagi seluruh
masyarakat dengan memberikan kesempatan pada seluruh bagian wilayah
untuk berkembang sesuai potensi sesuai dengan perwujudan struktur ruang.
 perwujudan pembangunan yang berkelanjutan dengan menjaga harmonisasi
kegiatan ekonomi, investasi, sosial dengan mempertimbangkan daya dukung
dan kelestarian lingkungan serta menunjang aspek politik, pertahanan dan
keamanan.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 128
 Perencanaan ruang terbuka hijau perkotaan semakin menjadi kewajiban dalam
penataan ruang perkotaan baik pada kawasan yang menyerupai kawasan
lindung, kawasan publik dan privat.
 Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia aparatur dalam penataan ruang di
Kalimantan Timur.
 Regulasi yang tidak operasional dan sistem pengawasan yang lemah
mengakibatkan banyak terjadi perubahan fungsi lahan khususnya lahan atau
kawasan yang termasuk kawasan lindung.
 Perencanaan tata ruang yang berbasis konservasi lingkungan
 Pengembangan suatu sistem pengawasan dan pengendalian pemanfaatan
ruang yang handal dan profesional.
 Perencanaan tata ruang yang berbasis pada kegiatan ekonomi yang
menekankan pada pengembangan kawasan agribisnis dan ekonomi yang
terbarukan
 Regulasi tentang ruang terbuka hijau belum sepenuhnya diatur ditingkat
kabupaten/kota sehingga pemenuhan RTH sulit dicapai khususnya di wilayah
perkotaan.
 Lemahnya data informasi berupa Peta Desa yang dimanfaatkan antar instansi
yang berisi tentang potensi desa yang dapat dikembangkan baik kerajinan,
industri, maupun pertanian/peternakan dan juga keperluan infrastrukturnya,
sehingga tidak dapat diimplementasikan kedalam rencana tata ruang wilayah
baik provinsi atau kabupaten/kota.
 Rencana tata ruang wilayah kurang merespon potensi masyarakat dalam hal
UKM dan industri kecil. Sehingga perkembangan dalam daya dukung
infrastruktur menjadi terlambat.

2. Bidang Sumber daya Air


A. Permasalahan
Permasalahan yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur di bidang Sumber
daya Air adalah :
 Berkurangnya penyediaan air baku dipengaruhi oleh peningkatan jumlah
penduduk, peningkatan kegiatan ekonomi/industri dan perubahan peruntukan
lahan khususnya di hulu sungai.
 Rusaknya lingkungan air baku yang disebabkan oleh pembuangan air limbah
rumah tangga dan industri ke dalam sumber-sumber penyediaan air baku
seperti sungai, danau, embung dan sebagainya.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 129
 Meningkatnya intrusi air laut ke daratan akibat dari pengambilan air tanah
secara besar-besaran demi kebutuhan pembangunan tersebut.
 Meningkatnya sedimentasi terhadap sungai dan danau akibat dari kerusakan
lingkungan di kawasan hulu sungai dan danau yang mengakibatkan banjir dan
kekeringan.
 Menurunnya kualitas lingkungan kawasan tangkapan air yang disebabkan
berbagai faktor baik faktor alam maupun faktor manusia mengakibatkan
berkurangnya jumlah penyediaan air baku dalam tanah.
 Penggunaan air yang berlebihan tanpa upaya pengembaliannya.
 Polusi air dan perairan yang melebihi ambang batas.
 Ketiadaan insentif bagi perlindungan sumber air (a.l, bagi komunitas hulu
sungai).
 Koordinasi antar sektor belum berjalan dengan baik dalam implementasi
pembangunan.
 Perubahan sosial dan orientasi ekonomi seiring dengan keterbukaan wilayah,
teknologi dan informasi.
 Pembebasan Tanah; tidak dapat dilaksanakan dengan cepat terutama di
Samarinda, sehingga program penanganan banjir sulit direalisasikan.
 Tambang; banyak terjadi tumpang tindih dengan kuasa pertambangan batu
bara sehingga banyak rencana kegiatan bidang Pengairan yang dibatalkan.
 Petani; rasio jumlah petani penggarap dan luas lahan masih tidak berimbang
serta adanya perkebunan di sekitar daerah irigasi sehingga berakibat
pemanfaatan daerah irigasi tidak optimal.
 Rendahnya daya saing SDM Provinsi Kalimantan Timur.
 Belum adanya kajian yang berdasarkan pada prosedur manajemen : Planning,
Organizing, Actuating dan Control sehingga hasil kegiatan tidak pernah
dimonitoring tingkat keberhasilan kinerjanya dengan kinerja Outcome.
 Belum adanya unit kerja yang mengkhususkan pada riset dan kajian terhadap
berbagai perkembangan fenomena dan permasalahan di bidang SDA
 Masih lemahnya penggunaan arsip data base berbasis IT untuk analisis sistem
informasi
 Masih lemahnya updating data kondisi SDA, rawa, pantai dan banjir dalam
bentuk IT dan secara geo-spasial, sehingga permasalahan tidak dapat
diprediksi.
 Kapasitas kompetensi SDM masih rendah dalam pelaksanaan penyelenggaraan
infrastruktur baik yang aparatur maupun tenaga ahli dan tenaga trampil di
bidang SDA.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 130
 Fungsi pelayanan jaringan irigasi yang belum optimal yang diakibatkan oleh
kerusakan jaringan irigasi, berkurangnya pasokan air dan sebagainya.

B. Isu Strategis
Isu Strategis di bidang Sumber daya Air antara lain :
 Fenomena perubahan iklim (climate change), pembangunan infrastruktur
Pekerjaan Umum dan Permukiman apabila tidak dikelola dengan baik dapat
berpengaruh terhadap perubahan iklim dalam jangka panjang.
 Perubahan iklim yang terjadi dapat mengakibatkan berkurangnya ketersediaan
air, banjir, kekeringan, kelaparan, tanah longsor dan intrusi air laut.
 Eksploitasi dan eksplorasi Sumberdaya Air semakin meningkat sesuai dengan
peningkatan kebutuhan masyarakat dan industri yang dalam pelaksanaan tidak
menimbulkan kerusakan lingkungan
 Eksplorasi dan eksploitasi Sumberdaya Air yang tidak berdampak pada ekonomi
biaya tinggi melalui mekanisme monitoring dan evaluasi terhadap kinerja
manfaat (benefit performance).
 Perlu peningkatan tentang pembinaan sistem irigasi dengan berbagai aspeknya
untuk mendukung terciptanya lahan pertanian bagi penyediaan pangan.
 Pentingnya kinerja pelayanan jaringan reklamasi rawa di masa datang sebagai
potensi bagi peningkatan penyediaan air baku serta area resapan air yang
dapat menanggulangi bencana banjir.
 Kebutuhan air semakin tinggi sehingga dimungkinkan terjadinya konflik antar
pengguna air. Untuk itu, diperlukan koordinasikan dan peningkatan
ketatalaksanaan penanganan SDA.
 Pengelolaan dan peningkatan kebutuhan terhadap air baku semakin
dibutuhkan perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan, pemantauan dan
evaluasi. Oleh karena itu dalam pelaksanaan pembangunan SDA yang efektif
dan efisien maka perlu dikembangkan sistem informasi yang terpadu terhadap
pembangunan SDA.
 Perlunya peningkatan kelembagaan penanganan pembangunan SDA yang lebih
profesional dan terpadu dalam rangka menjamin ketersediaan air baku serta
penanganan mitigasi bencana.
 Penguatan infrastruktur irigasi pada lahan sawah fungsional.
 Bahaya pengalihan lahan pertanian menjadi lahan pertambangan oleh
masyarakat harus dicegah oleh Pemerintah Daerah dengan memberikan solusi
yang atraktif bagi masyarakat pertanian.
 Belum terpenuhinya kebutuhan air baku, air bersih dan sanitasi yang layak.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 131
 Obyektifitas monitoring dan evalusasi kinerja aparatur
 Masih rendahnya kualitas pelayanan publik.
 Meningkatnya kebutuhan SDM sesuai standar kompetensi Bidang Sumberdaya
Air.
 Peningkatan pencemaran udara dan air yang sangat meningkat terkait dengan
eksploitasi tak terkendali terhadap sumberdaya alam di Kaltim (pertambangan,
bom ikan, penggunaan bahan kimia pertambangan yang mencemari perairan,
dll).
 Ketiadaan air baku karena kekeringan yang diakibatkan perubahan iklim
 Ketiadaan air baku karena penggundulan hutan, sehingga air tidak dapat
terserap ke dalam tanah.
 Kegiatan industri, pertanian dan perkebunan terganggu akibat ketiadaan air
baku dan air bersih.
 Terjadinya banjir kiriman, longsor dan kekeringan, karena deforestasi.
 Menjadi isu dalam pembangunan yang terkait dengan penyediaan air baku bagi
kegiatan ekonomi yang terbarukan seperti industri pariwisata, pertanian dan
perkebunan.
 Penguatan terhadap fungsi pantai, sungai dan rawa terhadap penyediaan air
serta antisipasi terhadap banjir.
 Masih banyaknya bangunan yang menggunakan sumur artesis, sehingga
menimbulkan intrusi air laut.
 Pembangunan di pantai akan mengakibatkan kerusakan pantai dan terjadi
abrasi perlu ditanggulangi.
 Perencanaan peningkatan kualitas air baku yang sehat sangat dibutuhkan oleh
masyarakat guna menjamin kesehatan masyarakat dan juga meningkatkan
angka kesempatan hidup.

3. Bidang Bina Marga


A. Permasalahan
Permasalahan yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur di bidang Bina Marga
adalah :
 Kondisi geografis yang sulit di beberapa wilayah, sehingga mengganggu kinerja
pembangunan jalan.
 Kondisi geografis mengakibatkan aksesibilitas ke fasilitas kesehatan rendah.
 Pemasaran produk industri kecil tersaingi dengan produk impor.
 Perawatan yang kurang memadai atas jalan yang sudah terbangun.
 Kualitas jalan yang kurang baik di banyak ruas sehingga cepat rusak.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 132
 Proporsi alokasi dana pembangunan infrastruktur jalan yang belum optimal.
 Dorongan meningkatnya investasi bagi mendukung percepatan pembangunan
daerah.
 Wilayah perbatasan yang relatif terisolir dan kendala geografis.
 Keterbukaan wilayah beberapa tempat di pedalaman.
 Koordinasi antar sektor belum berjalan dengan baik dalam implementasi
pembangunan.
 Perubahan sosial dan orientasi ekonomi seiring dengan keterbukaan wilayah,
teknologi dan informasi.
 Jalan yang ada saat ini sebagian besar merupakan jalan eks HPH dan Tambang,
sehingga pembangunannya tidak direncanakan menurut standar yang baik.
 Terbatasnya pengadaan material lokal, sehingga masuh mengandalkan
material daeri luar daerah khususnya batu agregat untuk pondasi klas A dan
Klas B.
 Terbatasnya ketersediaan material semen khususnya untuk kosntruksi rigid
pavement.
 Banyaknya kendaraan dengan tonas yang melebihi kapasitas jalan (>= MST 8
Ton/Kelas IIIA).
 Lemahnya penegakan hukun (law enforcement oleh instansi terkait terhadap
para pelaku pelanggaran angkutan beban lebih (over load) dan penertiban
ukuran kendaraan)
 Belum terlaksananya penanganan jalan secara terprogram sampai final
surface.
 Kondisi tanah yang sangat labil sehingga terjadi longsoran-longsoran atau
patahan yang tidak terduga.
 Pembangunan jalan lintas Kalimantan poros tengah dan koridor perbatasan
masih dalam tahap pembangunan secara bertahap.
 Jaringan jalan yang panjang untuk menghubungkan pusat-pusat kegiatan
perekonomian di semua kabupaten dan kecamatan
 Kebutuhan anggaran yang sangat tinggi untuk membangun jaringan jalan baru,
dan kebutuhan biaya perawatan jaringan jalan
 Pembebasan Lahan yang tidak mudah untuk mencari titik temu (kesepakatan)
antara pemilik lahan dengan pemerintah.

B. Isu Strategis
Isu strategis yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur di bidang Bina Marga
adalah :

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 133
 Luas wilayah, kondisi geografi dan sebaran kegiatan permukiman dan industri
menjadi masalah dalam pemenuhan kapasitas keterhubungan antar pusat
kegiatan menjadi satu kesatuan jaringan yang mendukung kegiatan sosial dan
ekonomi yang menghubungkan antara pusat-pusat produksi dengan outlet
distribusi. Jalan tidak hanya berfungsi sebagai jalur yang menghubungkan antar
wilayah dari sisi sosial dan ekonomi, melainkan mempunyai fungsi evakuasi
bencana, ketahanan pangan, politik dan keamanan.
 Fungsi jalan sebagai pembuka daerah terisolir dan terpencil agar dapat
bersama menikmati pembangunan dan mengembangkan potensi suatu
wilayah. Hal ini sangat penting bagi wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang luas
dan masih banyak wilayah yang terisolir, terpencil serta pedalaman.
 Perkembangan jumlah beban angkutan yang semakin meningkat akibat
peningkatan pembangunan berpengaruh terhadap kinerja jalan dan jembatan
dalam melayani pergerakan barang dan manusia di kemudian hari selain
transportasi sungai, laut dan udara.
 Peningkatan pergerakan barang dan manusia baik dari frekuensi maupun
beban membutuhkan pemantauan terhadap kualitas jalan dan jembatan
sehingga tindakan pemeliharaan dan peningkatan jalan dapat dilakukan secara
profesional serta tidak mengganggu pergerakan ekonomi. Untuk itu diperlukan
kelembagaan dan sistem informasi serta teknologi dalam proses pemantauan
jalan dan jembatan.
 Perlunya koordinasi lintas bidang dalam pembangunan jalan dan jembatan
melalui penyelarasan dan penyesuaian terhadap perencanaan tata ruang
wilayah.
 Masih kurangnya akses atau jangkauan pelayanan khususnya pada daerah
terpencil, perbatasan dan pulau terluar.
 Minimnya transportasi jalan dan jembatan yang memadai di wilayah
perbatasan.
 Rendahnya infrastruktur pendukung kawasan pusat pertumbuhan.
 Jaringan jalan yang panjang untuk menghubungkan pusat-pusat kegiatan
perekonomian di semua kabupaten dan kecamatan
 Kebutuhan anggaran yang sangat tinggi untuk membangun jaringan jalan baru,
dan kebutuhan biaya perawatan jaringan jalan
 Pembebasan Lahan yang tidak mudah untuk mencari titik temu (kesepakatan)
antara pemilik lahan dengan pemerintah
 Kemampuan memberikan kelayakan finansial bagi investasi pembangunan dan
pengoperasian jalan tol oleh swasta

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 134
 Optimalisasi Pos Pemantau dan Jembatan timbang sebagai pengendali batas
berat muatan yang diijinkan bagi angkutan barang (truck) yang melewati jalan
nasional dan provinsi.
 Sistem drainase belum mampu menurunkan aliran air (run off) ke sungai,
sehingga sungai terbebani oleh air dari hulu dan rumah tangga.
 Jalan sering rusak akibat dari alam (longsor, tanah bergerak/patah) dan fisik
(beban overload, bangunan jalan tidak mampu menerima beban besar),
sehingga mengurangi kapasitas dan fungsi jalan sebagai penghubung antar
provinsi maupun antar wilayah serta aksesibilitas menjadi lambat.
 Jalan menuju ke kawasan yang berpotensi pariwisata perlu didukung oleh
aksesibilitas yang mudah.
 Aksesibilitas bagi kemudahan pergerakan tranportasi barang dan manusia.
 Masih adanya disparitas antar desa-kota, sehingga ekonomi tidak merata. Hal
ini disebabkan aksesibilitas masyarakat khususnya pendalaman, terpencil dan
tertinggal kurang mendapatkan akses yang sama.
 Kondisi jalan yang masih rendah mengakibatkan investor untuk menanamkan
bisnisnya, karena usaha industri besar membutuhkan jalan, air dan listrik yang
mencukupi untuk menjalankan usahanya.

4. Bidang Cipta Karya


A. Permasalahan
Permasalahan yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur di bidang Cipta Karya
adalah :
 Belum tercapainya pemenuhan peningkatan penyehatan lingkungan melalui
pengembangan sistem persampahan terpadu yang berwawasan lingkungan.
 Belum adanya kesadaran masyarakat dalam mengelola sistem persampahan
didalam lingkungannya sehingga menjadi berguna bagi lingkungannya.
 Pengelolaan persampahan masih terbatas dalam slogan dan belum menjadi
tindakan keseharian bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
 Pengelolaan persampahan masih dibatasi oleh wilayah administratif.
 Masih timbulnya genangan dan banjir baik di perkotaan maupun di perdesaan
yang diakibatkan terhambatnya aliran air. Terhambatnya aliran air tersebut dapat
disebabkan oleh sampah, sistem perencanaan yang kurang terpadu dan
sebagainya.
 Masih banyak masyarakat perkotaan dan perdesaan yang belum memanfaatkan
sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan baik secara individu maupun secara
kelompok.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 135
 Belum adanya perencanaan sistem dan teknologi secara terpadu dan jangka
panjang dalam peningkatan ketersediaan air minum dengan memanfaatkan
kerjasama antar wilayah.
 Masih terdapat masyarakat yang belum/tidak dapat memanfaatkan air minum
bagi peningkatan kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh akses, kondisi
geografi dan ketersediaan air.

B. Isu Strategis
Isu strategis yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur di bidang Cipta Karya
adalah :
 Meningkatkannya jumlah penduduk diperkotaan di seluruh wilayah Indonesia
tidak terkecuali di kota-kota Provinsi Kalimantan Timur yang dapat mempengaruhi
beban terhadap infrastruktur air bersih.
 Meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan berpengaruh terhadap
meningkatnya jumlah sampah rumah tangga yang berupa sampah organik dan
non organik
 Meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan berpengaruh terhadap jumlah
limbah KM/WC berupa : air sabun, limbah padat dan limbah cair.
 Sistem pembuangan air limbah rumah tangga yang dibuang ke saluran drainase
sehingga mengakibatkan tercemarnya sungai.
 Sistem pengangkutan sampah yang tidak lancar mengakibatkan bertumpuknya
sampah di lingkungan permukiman sehingga mengakibatkan udara dan tanah
tercemar.
 Tanah terrcemar oleh limbah rumah tangga karena sistem individu yaitu air
diserah dalam tanah sehingga tanah tercemar oleh bakteri dan sebagainya.
 Kurangnya ruang terbuka hijau di kawasan permukiman perkotaan sebagai
tempat bermain dan penghasil O2 serta ruang untuk menyerap air dalam tanah.
 Peningkatan layanan air minum masih difokuskan ke perkotaan sedangkan ke
perdesaan, ataupun ke kawasan perbatasan, tertinggal dan terpencil masih belum
mendapatkan sarana dan prasarana dasar.
 Layanan air ke industri besar masih belum dapat dijamin kelancarannya.

5. Bidang Perumahan dan Permukiman


A. Permasalahan
Permasalahan yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur di bidang Cipta Karya
adalah :

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 136
 Belum adanya perencanaan secara terpadu mengenai permukiman dan
perumahan untuk memenuhi jumlah backlog perumahan.
 Kawasan permukiman dan infrastrukturnya bagi pengembanan kawasan-kawasan
cepat tumbuh, pusat ekonomi perkotaan dan perdesaan berkembang secara
organis yang belum didukung oleh perencanaan.
 Belum adanya perencanaan, sistem informasi serta regulasi secara jelas tentang
lokasi, jumlah luasan bagi pengembangan perumahan (permukiman baru).
 Belum adanya pengawasan bangunan dan regulasi tentang keandalan bangunan
terhadap bencana serta kemudahan aksesibilitas bagi masyarakat berkebutuhan
khusus.
 Belum adanya pengembangan peran bangunan menjadi bagian dari produk
standar bangunan yang ramah lingkungan dengan pengendalian terhadap energi
yang dibutuhkan.
 Belum adanya peningkatan dan pengembangan terhadap permukiman guna
mendukung terciptanya kegiatan ekonomi dan industri pada kota-kota kecil dan
perdesaan sebagai langkah untuk pemerataan pembangunan.
 Kawasan yang mempunyai karakteristik agropolitan belum dikembangkan secara
terpadu dengan kawasan lainnya sehingga terjadi pemerataan dan persebaran
produk yang saling menunjang.
 Perkembangan penduduk dan meningkatnya urbanisasi belum diimbangi oleh
infrastruktur permukiman.
 Keterbatasan infrastruktur fisik pada kawasan permukiman tertentu sehingga
menghambat pembangunan sosial-ekonomi suatu kawasan permukiman yang
dapat mengakibatkan ketimpangan ekonomi antar wilayah.
 Kondisi geografis yang sulit di beberapa wilayah.
 Belum optimalnya pemanfaatan kearifan lokal dalam tata pemerintahan dan
pembangunan.
 Koordinasi antar sektor belum berjalan dengan baik dalam implementasi
pembangunan.
 Perubahan sosial dan orientasi ekonomi seiring dengan keterbukaan wilayah,
teknologi dan informasi.
 Masalah pembebasan lahan menjadi tanggung jawab Pemerintah
Kabupaten/Kota
 Pengelolaan pasca konstruksi menjadi tanggung jawab Pemerintah
Kabupaten/Kota

B. Isu Strategis

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 137
Isu strategis yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur di bidang Cipta Karya
adalah :
 Berkurangnya jumlah penduduk di wilayah perdesaan akibat migrasi serta
berkurangnya mata pencaharian bagi penduduk.
 Berkembangnya suatu wilayah dari desa ke kota kecil, kota kecil ke kota sedang
dan selanjutnya yang perlu direncanakan sejak dini khususnya di bidang
pelayanan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman.
 Berkembangnya kawasan kumuh baik bersifat slum maupun squatter dan
kawasan yang bersifat sprawl. Kawasan ini berkembang karena adanya migrasi
dan tingkat ekonomi, sosial dan keahlian sumber daya manusia.
 Meningkatnya penggunaan ruang di perkotaan maupun di perdesaan yang
meningkatkan ketertutupan lahan dapat berpengaruh buruk terhadap lingkungan
hidup.
 Bencana alam menjadi bagian dalam kinerja pelayanan infrastruktur telah
menjadi standar dalam pelayanan infrastruktur.
 Lingkungan yang layak anak dan bagi masyarakat berkebutuhan khusus menjadi
standar dalam pelayanan infrastruktur yang diwujudkan dalam keandalan
bangunan dan penataan lingkungan.
 Masih rendahnya kualitas pelayanan publik.
 Rendahnya kualitas SDM aparatur
 Belum optimalnya penataan SDM sesuai standar kompetensi
 Belum terpenuhinya kebutuhan air baku, air bersih dan sanitasi yg layak
 Minimnya fasilitas tujuan wisata, promosi dan paket wisata
 Isu perubahan iklim belum diarus utamakan dalam perencanaan pembangunan
Kabupaten/Kota.
 Kekurangan air bersih untuk masyarakat akibat kekurangan air baku.
 Belum adanya regulasi yang jelas terhadap pengembagan RUANG TERBUKA HIJAU
di perkotaan.
 Pengaturan ruang terbuka hijau dan daerah tangkapan air di perkotaan untuk
mengurangi banjir serta run off drainase lingkungan perumahan.
 Pembukaan permukiman tertinggal dan terpencil dapat meningkatkan disparitas
apabila tidak dikelola dengan bagi potensi wilayahnya.
 Untuk itu daya dukung prasarana dasar bagi peningkatan ekonomi masyarakat
perlu dikembangkan melalui koordinasi.
 Belum adanya pengaturan, pengendalian dan pengawasan tentang penataan
bangunan dan lingkungan yang berbasis lingkungan pada kawasan wisata.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 138
 Lingkungan permukiman dengan tingkat kesehatan yang rendah, khususnya di
lingkungan perkampungan di tepi sungai.
 Hal ini didukung oleh sistem drainase yang tidak lancar yang dapat
mengakibatkan banjir, penyakit dan sebagainya.
 Pembuangan sampah ke drainase akibatnya adalah aliran air tidak berjalan
lancar.
 Koneksitas dan aksesibiltas antar permukiman masih rendah sehingga kurang
terjadi pergerakan penduduk antara kawasan dan tidak dapat menjual hasil
potensi antar kawasan tersebut.
 Potensi kawasan belum dikembangkan sebagai hasil produktif yang dapat dijual.

3.6 Analisis Faktor Penghambat dan Faktor Pendorong


Analisis faktor pendorong dan dan penghambat adalah deskripsi tentang
aspek-aspek yang dapat memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut dan
faktor-faktor yang dapat menimbulkan permasalahan tersebut. Analisis ini penting
untuk mengetahui kinerja layanan SKPD dalam mengatasi permasalahan yang
timbul di Provinsi Kalimantan Timur dengan membandingkan capaian-capaian yang
diharapkan. Faktor penghambat merupakan akar permasalahan yang harus
dihindari dan harus diselesaikan didalam proses penentuan perubahan rencana
strategis, agar tidak terjadi permasalahan yang sudah dideskripsikan.
Lembaga yang yang akan dideskripsikan adalah bidang-bidang yang ada
didalam Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi
Kalimantan Timur yakni : bidang Penataan Ruang, bidang Sumber Daya Air, bidang
Bina Marga, bidang Cipta Karya, bidang Perumahan dan Permukiman serta bidang
Bina Konstruksi. Bidang-bidang tersebut dikaji secara terpisah dengan tujuan untuk
mengetahui secara rinci solusi dan akar permasalahan yang timbul setiap bidang
tersebut yang dipastikan mempunyai karakteristik permasalahan tersendiri.
Uraian terhadap faktor-faktor didalam tingkat layanan SKPD merujuk pada
permasalahan-permasalahan dan isu strategis yang dihimpun dari hasil berbagai
kajian dan sumber-sumber yang ada. Dari permasalahan tersebut dirumuskan
tentang faktor pendorong (faktor-faktor yang dapat memecahkan permasalahan)
dan faktor penghambat (faktor-faktor yang dapat menimbulkan permasalahan).
Penetapan terhadap faktor-faktor tersebut berdasarkan pada sebaran
permasalahan berdasarkan pada tupoksi sehingga diharapkan usulan solusi yang
dihasilkan merupakan solusi yang bersifat terpadu dan menyeluruh.
Adapaun uraian tentang faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada tabel
dibawah ini.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 139
A. Bidang Penataan Ruang
Deskripsi faktor penghambat dan faktor pendorong terhadap permasalahan bidang
Penataan Ruang dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.7. Faktor Penghambat dan Pendorong di Bidang Penataan Ruang
No. Permasalahan Deskripsi Faktor
Faktor Penghambat (Faktor yang menyebabkan Faktor Pendorong (Faktor yang dapat mengatasi
permasalahan terjadi) permasalahan)
1 Rencana pembangunan belum • Perda RTRW Provinsi Baru saja disahkan • Perlunya Sosialisasi dan pemahaman kepada
merujuk kepada Peraturan • Indikasi Program dalam RTRW Provinsi belum instansi-instansi Perencana dan Teknis untuk
Daerah RTRW Provinsi dilihat sebagai rencana program pembangunan dapat merujuk RTRW terutama Indikasi program
Kalimantan Timur dalam suatu periode oleh SKPD Perencana dan sebagai indikator pembangunan
SKPD Teknis
2 Beberapa Kepentingan Nasional • Beberapa Kepentingan Nasional baru saja • Perlunya Review atau perubahan mengenai
belum terakomodir dalam Perda ditetapkan setelah RTRW Provinsi Di sahkan Kepentingan Nasional yang harus dimasukkan
RTRW Provinsi Kalimantan menjadi perda dalam Perda RTRW Provinsi
Timur

3 Belum seluruhnya • Adanya kabupaten pemekaran mengakibatkan • Sinkronisasi Percepatan penyusunan RTRW
Kabupaten/Kota Memiliki Perda penyusunan RTRW harus kembali disusun mulai Kabupaten/Kota
RTRW dari awal • Sinkronisasi Percepatan terhadap penyesuaian
• Penyusunan RTRW Kabupaten/Kota Menyesuaikan RTRW Provinsi Kalimantan Timur
dengan Perda RTRW Provinsi Kalimantan Timur
yang telah Perda
4 Terdapat beberapa • RTRW Kabupaten/Kota telah terlebih dahulu • Sinkronisasi Percepatan terhadap penyesuaian
ketidaksesuaian antara Perda disahkan menjadi Perda antara tahun 2012 hingga RTRW Provinsi Kalimantan Timur
RTRW Provinsi Kalimantan Tahun 2015, sementara perda RTRW Provinsi baru
Timur dengan Perda RTRW disahkan menjadi perda pada Tahun 2016
Kabupaten/Kota, khususnya
pada Struktur dan Pola Ruang.
Dimana sebagian besar Perda
RTRW Kabupaten/Kota sudah
terlebih dahulu ditetapkan
menjadi Perda sebelum
diterbitkanya Perda RTRW
Provinsi
5 Peraturan Daerah RTRW • Belum adanya peraturan daerah turunan dari Perda • Diperlukannya penyusunan RTR dan ZR KSP
Provinsi Kalimantan Timur RTRW Provinsi mengenai KSP dan melegalkannya lewat peraturan daerah
belum dapat diterapkan • Belum sepenuhnya kajian RTR dan ZR KSP ada
sepenuhnya sebagai faktor dan melandasi pengawasan yang bersifat
pengawasan dan pengendalian operasional.
karena belum sepenuhnya
Rencana Rinci Tata Ruang KSP
ada dan berkekuatan hukum.

6 Perda tata ruang belum menjadi • Seluruh sektor pemangku kepentingan belum • Seluruh Sektor wajib menaati, memperhatikan
rujukan dari pembangunan antar mendasarkan RTRW sebagai acuan dalam dan menjadikan Perda RTRW sebagai panduan
sektoral yang mengakibatkan pembangunan sehingga masih berpegangan pada dalam pembangunan.
terjadinya inkonsistensi dalam sektor masing-masing
pembangunan. Hal ini
disebabkan perencanaan yang
egosektoral/belum
mempertimbangkan kepentingan
lintas sektoral.

7 Kurang tersedianya data-data • Ketersedian media/alat penginderaan jauh yang • Perlunya alat/media penginderaan jauh yang
spasial Penginderaan Jauh kurang dapat digunakan sewaktu-waktu dan tidak
untuk kepentingan perencanaan, • Kurangnya data citra satelit resolusi tinggi di bergantung terhadap awan, seperti UAV untuk
pemanfaatan, maupun Provinsi Kalimantan Timur, dimana provinsi ini menghasilkan data foto udara yang berkualitas
pengendalian pemanfaatan selalu ditutupi awan hampir sepanjang tahun, tinggi
ruang sehingga data citra satelit yang ada kualitasnya
kurang baik.
8 Tingginya perubahan alih fungsi • Kurangnya pengawasan terhadap Peraturan yang • Perlunya alat/media pengawasan dan
lahan, dari kawasan Lindung ada, yang didukung sistem informasi yang belum pengendalian dalam mendukung Sistem

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 140
No. Permasalahan Deskripsi Faktor
Faktor Penghambat (Faktor yang menyebabkan Faktor Pendorong (Faktor yang dapat mengatasi
permasalahan terjadi) permasalahan)
menjadi Kawasan Budidaya, dan maksimal Informasi pengendalian pemanfaatan ruang
lahan pertanian menjadi lahan • Kurangnya alat/media pengawasan dan • Perlunya sistem informasi penataan ruang untuk
non pertanian. pengendalian memudahkan dan meningkatkan pengawasan
• Belum adanya peraturan yang melandasi tindakan bagi pengendalian tata ruang.
sanksi dan lain lain. • Perlunya pedoman dan mekanisme pengawasan
• Belum adanya kajian Zoning Regulation (ZR) yang terhadap perijinan serta penindakan sanksi,
melandasi pengawasan yang bersifat operasional. insentif serta disinsentif.
• Khusus lahan pertanian, belum ada perda • Perlunya kajian dan peraturan penataan ruang
mengenai LP2B yang berisi pengaturan lahan yang lebih rinci sehingga dapat dilakukan
pertanian sacara khusus tindakan yang bersifat operasional.
• Percepatan penyusunan peraturan LP2B
9 Masih tingginya ketimpangan • Alokasi anggaran terbatas. • Penetapan prioritas penataan ruang di wllayah
pembangunan infrastruktur • Penyusunan RTRW sudah mengakomodir terpencil dengan berbasis pada budaya dan
antara wilayah satu dengan perwujudan PKSN,PKN,PKW,PKL melalui Struktur ekonomi serta pemberdayaan masyarakat.
wilayah lainnya, khususnya Ruang, namun pembangunan masih belum • Perlunya kerjasama antar instansi baik tingkat
wilayah perbatasan, pedalaman menjangkau daerah perbatasan dan terpencil. provinsi maupun kabupaten/kota yang terkait
dan terisolir serta wilayah yang menjadi satuan tugas penanganan.
kurang berpotensi. • Perlunya komitmen pemangku kepentingan
untuk memprioritaskan pembangunan didaerah
perbatasan, pedalaman dan terpencil untuk
mencapai perwujudan Struktur Ruang yang
merata
10 Pengendalian dan pengawasan • Alokasi anggaran terbatas • Perlunya alat/media pengawasan dan
Tata Ruang belum dilakukan • Belum adanya kajian Zoning Regulation (ZR) yang pengendalian dalam mendukung Sistem
secara terstruktur, akurat dan melandasi pengawasan yang bersifat operasional. Informasi pengendalian pemanfaatan ruang
cepat. • Kurangnya pengawasan terhadap Peraturan yang • Perlunya sistem informasi penataan ruang untuk
ada, yang didukung sistem informasi yang belum memudahkan dan meningkatkan pengawasan
maksimal bagi pengendalian tata ruang.
• Kurangnya alat/media pengawasan dan • Perlunya pedoman dan mekanisme pengawasan
pengendalian terhadap perijinan serta penindakan sanksi,
insentif serta disinsentif.
• Perlunya kajian dan peraturan penataan ruang
yang lebih rinci sehingga dapat dilakukan
tindakan yang bersifat operasional.
11 Izin Pemanfaatan Ruang belum • Masih terbatasnya pengetahuan dan informasi • Perlunya sosialisasi menyeluruh mengenai
sepenuhnya dimengerti oleh mengenai izn pemanfaatan ruang dan regulasi peraturan RTRW disegala sektor baik
pemerintah, swasta dan tentang pemanfaatan ruang agar sejalan dengan pemerintah, swasta dan masyarakat
masyarakat rencana tata ruang
• Belum tersosialisasikannya perda RTRW baik di
kalangan pemerintah, swasta dan masyarakat luas

12 Pelayanan Pengaduan • Masih terbatasnya pengetahuan dan informasi • Perlunya sosialisasi menyeluruh mengenai
Pelanggaran Tata Ruang belum mengenai izn pemanfaatan ruang dan regulasi peraturan RTRW disegala sektor baik
terlaksana, baik dari segi tentang pemanfaatan ruang agar sejalan dengan pemerintah, swasta dan masyarakat
regulasi maupun infrastrukturnya rencana tata ruang • Perlu membuat suatu sistem pelayanan
• Belum tersosialisasikannya perda RTRW baik di pengaduan pelanggaran Tata Ruang
kalangan pemerintah, swasta dan masyarakat luas
• Belum adanya wadah dan sistem dalam pelayanan
pengaduan pelanggaran Tata Ruang
13 Belum tersedianya Peraturan • Belum adanya peraturan turunan dari Perda RTRW • Percepatan penyusunan peraturan turunan dari
Daerah tentang sanksi yang mengatur sanksi administratif, perdata, dan perda RTRW
administratif, perdata, dan pidana untuk pelanggaran pemanfaatan ruang
pidana untuk pelanggaran
pemanfaatan ruang
14 Masih rendahnya partisipasi • Masih terbatasnya pengetahuan dan informasi • Perlunya sosialisasi menyeluruh mengenai
masyarakat dalam penataan mengenai izn pemanfaatan ruang dan regulasi peraturan RTRW disegala sektor baik
ruang. Hal ini disebabkan tidak tentang pemanfaatan ruang agar sejalan dengan pemerintah, swasta dan masyarakat
tersampaikannya informasi rencana tata ruang • Sosialisasi harus sampai pada masyarakat kecil
tentang peraturan penataan • Belum tersosialisasikannya perda RTRW baik di dan pada level pemerintah terkecil yaitu RT dan
ruang dan kurangnya kesadaran kalangan pemerintah, swasta dan masyarakat luas RW
masyarakat dalam mematuhi
penetapan pemanfaatan ruang

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 141
No. Permasalahan Deskripsi Faktor
Faktor Penghambat (Faktor yang menyebabkan Faktor Pendorong (Faktor yang dapat mengatasi
permasalahan terjadi) permasalahan)
15 Terjadinya penyimpangan • Kebijakan yang diambil kurang memperhatikan • Perlunya sosialisasi menyeluruh mengenai
pemanfaatan ruang dari Perda RTRW peraturan RTRW disegala sektor baik
ketentuan dan norma yang • Kurangnya pengawasan terhadap Peraturan yang pemerintah, swasta dan masyarakat
seharusnya ditegakkan. ada, yang didukung sistem informasi yang belum • Perlunya alat/media pengawasan dan
Penyebabnya maksimal pengendalian dalam mendukung Sistem
adalah inkonsistensi • Kurangnya alat/media pengawasan dan Informasi pengendalian pemanfaatan ruang
kebijakan terhadap rencana tata pengendalian • Perlunya sistem informasi penataan ruang untuk
ruang serta kelemahan • Masih banyaknya peraturan yang belum sinergis memudahkan dan meningkatkan pengawasan
dalam pengendalian dan antara satu dengan lainnya sehingga penanganan bagi pengendalian tata ruang.
pengawasan pembangunan menjadi tidak efektif. • Perlunya pedoman dan mekanisme pengawasan
• Belum adanya peraturan yang melandasi tindakan terhadap perijinan serta penindakan sanksi,
sanksi dan lain lain. insentif serta disinsentif.
• Perlunya kajian dan peraturan penataan ruang
yang lebih rinci sehingga dapat dilakukan
tindakan yang bersifat operasional.
16 Belum maksimalnya • Sumberdaya minyak dan batubara masih menjadi • Perlunya mendorong kegiatan pengembangan
pengembangan sektor unggulan andalan pemerintah sektor pertanian, pariwisata dan energi yang
untuk mengantisipasi • Kurangnya kebijakan untuk pengembangan sektor dapat diperbaharui.
berkurangnya sumberdaya pertanian, pariwisata dan energi yang dapat • Perwujudan struktur ruang dalam membantu
migas dan batubara yang tidak diperbaharui. pengembangan sektor pertanian, pariwisata dan
dapat diperbaharui melalui energi yang dapat diperbaharui.
pengembangan sektor
pertanian, pariwisata dan energi
yang dapat diperbaharui,
sebagai bagian upaya
meningkatkan ketahanan
pangan dan energi wilayah dan
nasional;

17 Terjadinya degradasi lahan • Banyaknya izin-izin yang dikeluarkan tidak • Perlunya alat/media pengawasan dan
khsusunya dibagian hulu daerah memperhatikan RTRW dan konsep Daerah Aliran pengendalian dalam mendukung Sistem
aliran sungai sebagai akibat dari Sungai Informasi pengendalian pemanfaatan ruang
pembangunan tidak selaras • Izin – izn yang dikeluarkan melakukan eksploitasi • Perlunya sistem informasi penataan ruang untuk
dengan tata ruang dan dan pembangunan tanpa mempertimbangkan aspek memudahkan dan meningkatkan pengawasan
menurunnya proporsi ruang kelestarian lingkungan bagi pengendalian tata ruang.
terbuka hijau di perkotaan. • Ruang Terbuka Hijau diperkotaan banyak • Perlunya pedoman dan mekanisme pengawasan
dialihfungsikan sebagai lahan terbangun terhadap perijinan serta penindakan sanksi,
• Kurangnya kebijakan untuk mempertahankan insentif serta disinsentif.
ataupun menambah porsi RTH dalam suatu Kota • Perlunya evaluasi terhadap izin-izin yang telah
• Kurangnya pengawasan terhadap Peraturan yang diterbitkan
ada, yang didukung sistem informasi yang belum • Penyediaan lahan untuk menambah RTH di
maksimal kawasan perkotaan
• Belum adanya peraturan yang melandasi tindakan
sanksi dan lain lain.
18 Belum adanya informasi dan • Belum adanya sistem yang dibuat untuk pemetaan• Perlunya sistem informasi penataan ruang untuk
pemetaan mengenai lahan tidak dan penawasan terhadap izin – izin yang sudah memudahkan dan meningkatkan pengawasan
produktif, yang seharusnya dikeluarkan dan tidak memanfaatkan lahan yang bagi pengendalian tata ruang.
menjadi lahan yang dapat sudah diijinkan menjadi produktif • Perlunya evaluasi terhadap izin-izin yang telah
dikembangkan untuk diterbitkan untuk dapat memetakan lahan-lahan
pembangunan dunia usaha. tidak produktif yang selanjutnya dapat
dipergunakan sebagaimana mestinya
• Perlunya perencanaan pengendalian tata ruang
terhadap lahan non produktif dan lahan kosong.
• Perlunya kerjasama dengan BPN dan instansi
terkait untuk menetapkan luas lahan kosong atau
tidak produktif untuk dapat dikembangkan
menjadi produktif.
19 Belum optimalnya implementasi • Belum adanya koordinasi antar instansi dan bidang • Peningkatan alokasi waktu dan anggaran bagi
Peraturan Daerah RTRW dalam perencanaan tata ruang yang terkait dengan penanganan pengelolaan dan perlindungan
Provinsi Kalimantan Timur perlindungan/konservasi lingkungan. melalui pengawasan, pengaturan dan
dalam pengelolaan dan • Pengawasan terhadap kawasan lindung yang pengendalian tata ruang.
perlindungan kurang ketat dan diimplementasikan terhadap • Meningkatkan kerjasama antar instansi dan
lingkungan/keanekaragaman pelanggar. bidang baik di provinsi maupun di

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 142
No. Permasalahan Deskripsi Faktor
Faktor Penghambat (Faktor yang menyebabkan Faktor Pendorong (Faktor yang dapat mengatasi
permasalahan terjadi) permasalahan)
hayati. • Belum tertuangnya pengendalian dan pengaturan kabupaten/kota.
terhadap kawasan lindung secara operasional • Penyusunan peraturan yang bersifat mengikat
terhadap pelanggaran kawasan lindung yang
bersifat operasional.
20 Perlunya monitoring terhadap • Belum adanya proses monitoring untuk memetakan • Perlunya kegiatan monitoring pelaksanaan
pelaksanaan rencana tata ruang dan menggambarkan apakah rencana tata ruang rencana tata ruang terutama perwujudan struktur
terutama perwujudan struktur yang sudah ditetapkan sejalan dengan ruang dan pola ruang diseluruh provinsi
ruang dan pola ruang. pemanfaatan ruang dan terwujudnya pembangunan kalimantan timur
struktur ruang yang sesuai dengan rencana • Pembuatan sistem monitoring pelaksanaan tata
ruang
21 Belum tersedianya Kajian • Belum adanya perencanaan kegiatan dan • Penyiapan pelatihan bagi staf untuk
Lingkungan Strategis (KLHS) anggaran. meningkatkan kemampuan dalam KLHS.
diseluruh kabupaten/kota. • Alokasi anggaran terbatas. • Penyiapan dalam program prioritas penataan
• Belum adanya peningkatan kompetensi bagi tenaga ruang.
ahli dan staf secara mendalam terhadap KLHS
melalui sistem pelatihan dan workshop.
Sumber : Tim Penyusun, 2016

B. Bidang Sumber Daya Air


Deskripsi faktor penghambat dan faktor pendorong terhadap permasalahan bidang
Sumberdaya Air dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.4. Faktor Penghambat dan Pendorong di Bidang Sumber Daya Air
No. Permasalahan Deskripsi Faktor
Faktor Penghambat (Faktor yang menyebabkan Faktor Pendorong (Faktor yang dapat mengatasi
permasalahan terjadi) permasalahan)
1 Fenomena perubahan iklim • Eksploitasi sumberdaya air baku tanpa memelihara • Meningkatkan pengawasan terhadap perubahan
(climate change), kualitas lingkungan alih fungsi lahan di kawasan lindung.
pembangunan infrastruktur • Tidak adanya pendataan, monitoring dan • Melakukan pendataan sumber-sumber air baku
Pekerjaan Umum dan pengawasan terhadap kualitas air baku dengan berbagai potensi dan kendalanya.
Permukiman apabila tidak • Kurangnya antisipasi terhadap perubahan iklim • Mengembangkan sistem informasi terhadap
dikelola dengan baik dapat dalam setiap perencanaan dan pengelolaan air baku perubahan fungsi lahan
berpengaruh terhadap yang bersumber pada air sungai, mata air, air danau • Melakukan perencanaan embung yang terpadu
perubahan iklim dalam jangka dan sebagainya. dengan kebutuhan terhadap peningkatan
panjang. • Kurang adanya mekanisme perawatan, perbaikan produksi pangan dan pertanian.
Perubahan iklim yang terjadi dan peningkatan jumlah kawasan lindung. • Mengembangkan pemanfaatan ari sungai
dapat mengakibatkan sebagai sumber air baku jangka panjang.
berkurangnya ketersediaan air, • Mengembangkan sistem penataan pantai untuk
banjir, kekeringan, kelaparan, keamanan terhadap banjir dan masuknya air laut
tanah longsor dan intrusi air serta kualitas ekosistem lingkungan pantai.
laut. • Pengembangan pemanfaatan rawa sebagai
daerah tangkapan air di daerah hilir perlu
direncanakan dengan matang terkait dengan
banyaknya alif fungsi lahan yang terjadi.
Sehingga dapat mengurangi tingkat banjir.
3 Berkurangnya penyediaan air • Perencanaan tata ruang yang belum • Pengembangan penyediaan lahan/kawasan bagi
baku dipengaruhi oleh diimplementasikan secara tegas sehingga terjadi peningkatan jumlah air baku
peningkatan jumlah penduduk, perubahan peruntukan lahan. • Pengembangan perencanaan pemanfaatan air
peningkatan kegiatan • Sanksi dan deinsentif bagi pelanggar belum sungai sebagai air baku.
ekonomi/industri dan diterapkan. • Penyediaan peraturan bagi pemanfaatan air baku
perubahan peruntukan lahan • Peningkatan penyediaan air bersih bagi industri oleh bagi industri (air tanah)
khususnya di hulu sungai. perusahaan air minum belum dilakukan sehingga
industri banyak menggunakan air tanah untuk proses
pengolahan.

4 Rusaknya lingkungan air baku • Masyarakat belum menyadari arti pentingnya air • Peningkatan koordinasi antar bidang dalam
yang disebabkan oleh bersih bagi kesehatan masyarakat serta pengendalian buangan air limbah dan industri
pembuangan air limbah rumah keberlangsungan lingkungan. bagi peningkatan kualitas air baku.
tangga dan industri ke dalam • Limbah industri masih dibuang ke sungai karena • Pengembangan perencanaan air limbah industri
sumber-sumber penyediaan merupakan cara yang paling murah. dan rumah tangga yang tidak mengakibatkan

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 143
No. Permasalahan Deskripsi Faktor
Faktor Penghambat (Faktor yang menyebabkan Faktor Pendorong (Faktor yang dapat mengatasi
permasalahan terjadi) permasalahan)
air baku seperti sungai, danau, • Pengawasan dan sanksi yang tidak ketat oleh kontaminasi limbah di sumber-sumber air baku.
embung dan sebagainya. pemerintah yang memberikan ijin. • Pengaturan dan pengendalian limbah industri dan
rumah tangga
• Perencanaan sistem persampahan yang terpadu
dan berbasis lingkungan
• Pemberdayaan masyarakat terhadap sampah
dan sanitasi
• Pengendalian dan pengawasan bagi industri yang
membuang sampah
• Pembuatan peraturan dalam rangkan
pengendalian lingkungan air baku dari limbah
rumah tangga dan sampah.
5 Meningkatnya intrusi air laut ke • Kurangnya penyadaran masyarakat terhadap • Penataan, pengelolaan, kelembagaan yang
daratan akibat dari dampak jangka panjang yang diakibatkan dari profesional serta pengaturan tentang
pengambilan air tanah secara pengambilan air tanah dalam jumlah besar. pemanfaatan air tanah bagi kegiatan industri dan
besar-besaran demi • Kegiatan industri kesulitan dalam mendapatkan air perdagangan-jasa.
kebutuhan pembangunan minum secara mudah. • Pengembangan kapasitas air bagi kegiatan
tersebut. • Adanya ijin bagi industri dan perdagangan-jasa industri dan perdagangan-jasa untuk mengindari
untuk mendapatkan sumber air tanah. penggunaan air tanah secara berlebihan.
• Perusahaan Air Minum belum dapat menyediakan
kebutuhan air bersih bagi kegiatan industri, kegiatan
pariwisata, perdagangan-jasa dan permukiman.
6 Meningkatnya sedimentasi • Terjadinya penggundulan hutan di kawasan hulu • Peningkatan pemantauan terhadap penggunaan
terhadap sungai dan danau sungai. fungsi lahan di daerah hulu.
akibat dari kerusakan • Tidak adanya penindakan dan pengawasan secara • Peningkatan penghijauan/reboisasi di hulu
lingkungan di kawasan hulu simultan terhadap kawasan yang dilindungi. sungai.
sungai dan danau yang • Terjadi perubahan alih fungsi lahan kawasan hulu • Pelaksanaan pengerukan sungai-sungai yang
mengakibatkan banjir dan sehingga kawasan tersebut menjadi terbuka. berpotensi dapat mengakibatkan banjir dan
kekeringan. kekeringan.
7 Menurunnya kualitas • Penggunaan kawasan tangkapan air untuk kegiatan • Melakukan perencanaan terpadu terhadap
lingkungan kawasan permukiman dan kegiatan budi daya lain oleh kawasan tangkapan air.
tangkapan air yang masyarakat. • Memelihara kondisi kawasan tangkapan air.
disebabkan berbagai faktor • Terjadinya longsor dan sebagainya sehingga • Melakukan pengawasan dan pengendalian
baik faktor alam maupun faktor kawasan tersebut menjadi terbuka. terhadap kawasan tangkapan air.
manusia mengakibatkan • Terjadinya pembakaran hutan dan penebangan
berkurangnya jumlah pohon di kawasan tangkapan air.
penyediaan air baku dalam
tanah.
8 Penggunaan air yang • Belum ada sosialisasi kepada masyarakat tentang • Perlunya peningkatan sumber daya masyarakat
berlebihan tanpa upaya penghematan air minum. untuk meningkatkan penghematan air minum
pengembaliannya. • Tidak adanya perencanaan untuk pengembalian oleh berbagai lembaga masyarakat.
jumlah air. • Pengembangan perencanaan jangka menengah
untuk peningkatan sumber-sumber daya air.
9 Polusi air dan perairan yang • Banyaknya sampah yang dibuang ke perairan • Melakukan kajian terhadap data base kondisi
melebihi ambang batas. (sungai, danau, embung, laut/pantai) oleh kualitas air sungai, embung, danau dan
masyarakat. sebagainya.
• Banyaknya limbah industri yang dibuang tanpa • Melakukan pencegahan terhadap timbulnya
pengawasan yang ketat. pencemaran air.
• Melakukan sosialisasi dan pemberdayaan
masyarakat sepanjang sungai dalam rangka
pemeliharaan sungai dari sampah dan limbah
rumah tangga.
10 Ketiadaan insentif bagi • Belum adanya rencana mekanisme insentif bagi • Memberikan penghargaan bagi komunitas yang
perlindungan sumber air (a.l, perlindungan sumber air. mengutamakan pemeliharaan dan perlindungan
bagi komunitas hulu sungai). • Kurangnya dokumnetasi/arsip kelembagaan yang sungai dan sumber air baku lainnya.
terkait dengan perlindungan sumber air. • Melakukan pendekatan yang simultan dan
berlanjut untuk meningkatkan kapasitas
kelembagaan.
11 Koordinasi antar sektor belum • Masih adanya pemikiran yang terfokus pada sektor • Mengembangkan koordinasi antar bidang dan
berjalan dengan baik dalam semata. sektor secara berkelanjutan untuk meningkatkan
implementasi pembangunan. • Belum adanya gugus tugas penanggulangan penjaminan terhadap penyediaan air baku.
pemanfaatan sumber daya air. • Perlunya gugus tugas khusus untuk penjaminan
ketersediaan sumber daya air.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 144
No. Permasalahan Deskripsi Faktor
Faktor Penghambat (Faktor yang menyebabkan Faktor Pendorong (Faktor yang dapat mengatasi
permasalahan terjadi) permasalahan)
12 Perubahan sosial dan orientasi • • Mengembangkan teknologi informasi sebagai
ekonomi seiring dengan bagian dari peningkatan penyadaran masyarakat
keterbukaan wilayah, teknologi terhadap pentingnya pemeliharaan sumber daya
dan informasi. air.
13 Pembebasan Tanah; tidak • Harga tanah tidak menentu • Perlunya perencanaan penanggulangan banjir
dapat dilaksanakan dengan • Adanya spekulan tanah sehingga harga tanah tinggi. yang lebih terpadu dan menyeluruh dan skala
cepat terutama di Samarinda, • wilayah agar tidak terhambat oleh adanya
sehingga program hambatan pembebasan tanah.
penanganan banjir sulit
direalisasikan.
14 Tambang; banyak terjadi • Tidak jelasnya koordinasi antar sektoral tentang • Perlunya koordinasi terhadap pemetaan kawasan
tumpang tindih dengan kuasa penjaminan terhadap kegiatan dibidang pengairan. tambang yang diijinkan berdasarkan pada RTRW.
pertambangan batu bara • Kedudukan RTRW Provinsi Kalimantan Timur saat
sehingga banyak rencana ini tidak jelas.
kegiatan bidang Pengairan
yang dibatalkan.
15 Petani; rasio jumlah petani • Tidak adanya tenaga yang mau menjadi petani, • Dilakukannya koordinasi dengan dinas pertanian
penggarap dan luas lahan karena petani tidak mempunyai prospek bagi setempat secara menyeluruh untuk menetapkan
masih tidak berimbang serta peningkatan hidup. strategi penataan ketahanan pangan.
adanya perkebunan di sekitar • Belum ada bantuan secara terpadu bagi masyarakat • Perlu dilakukan perencanaan tata ruang yang
daerah irigasi sehingga yang akan menjadi petani. berbasis pada pengembangan ekonomi baik
berakibat pemanfaatan daerah • Belum adanya bantuan yang menjamin peani industri, perdagangan-jasa, pariwisata serta
irigasi tidak optimal. mendapatkan pendapatan yang layak. pertanian dan perkebunan secara seimbang.
• Perlu dilakukan pengendalian dan pengawasan
melalui peraturan untuk mengatur pembagian
kawasan tambang, pertanian/perkebunan, dan
sebagainya untuk meningkatkan ketahanan
pangan.
• Perlunya tenaga pertanian untuk
mengembangkan lahan pertanian agar menjadi
lahan produktif.
Sumber : Tim Penyusun, 2013

C. Bidang Bina Marga


Deskripsi faktor penghambat dan faktor pendorong terhadap permasalahan bidang
Bina Marga dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Tabel 3.5. Faktor Penghambat dan Pendorong di Bidang Bina Marga
No. Permasalahan Deskripsi Faktor
Faktor Penghambat (Faktor yang menyebabkan Faktor Pendorong (Faktor yang dapat mengatasi
permasalahan terjadi) permasalahan)
1 Luas wilayah, kondisi geografi • Keterbatasan anggaran pembangunan, peningkatan • Peningkatan efektiitas dalam perencanaan jalan
dan sebaran kegiatan dan perbaikan jalan. berdasarkan pada perencanaan fungsi-fungsi
permukiman dan industri • Kurangnya pengetahuan dan data geografi serta kegiatan didalam perencanaan tata ruang.
menjadi masalah dalam kondisi tanah yang akurat bagi pembangunan jalan. • Perencanaan berbasis prioritas berdasarkan
pemenuhan kapasitas • Kurangnya perencanaan dalam pembangunan jalan. tingkat urgensitas dan kepentingan berbasis pada
keterhubungan antar pusat kepentingan ekonomi dan sosial serta kesatuan
kegiatan menjadi satu kesatuan politik secara berimbang.
jaringan yang mendukung • Perlunya perencanaan strategis dan tindak dalam
kegiatan sosial dan ekonomi sistem pergerakan barang dan manusia dengan
yang menghubungkan antara memanfaatkan potensi yang dan diterapkan
pusat-pusat produksi dengan didalam RTRW baik provinsi maupun
outlet distribusi. kabupaten/kota/
2 Kondisi geografis yang sulit di • Kurangnya pengetahuan dan data geografi serta • Melakukan kajian secara mendalam terhadap
beberapa wilayah, sehingga kondisi tanah yang akurat pada saat dalam proses kondisi geografis sehingga dapat dilakukan
mengganggu kinerja perencanaan jalan. perencanaan jalan yang menghindari tingkat
pembangunan jalan. • Lemahnya pelaksana/kontraktor pembangunan kesulitan.
jalan dalam menyediakan teknologi bagi • Penggunaan teknologi maju dalam pembangunan
pembangunan jalan. jalan sehingga mengurangi tingkat kesulitan yang
bersifat alami.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 145
No. Permasalahan Deskripsi Faktor
Faktor Penghambat (Faktor yang menyebabkan Faktor Pendorong (Faktor yang dapat mengatasi
permasalahan terjadi) permasalahan)
3 Kondisi geografis • Keterbatasan anggaran pembangunan, peningkatan • Pembukaan kawasan terpencil melalui
mengakibatkan aksesibilitas ke dan perbaikan jalan. pembangunan jalan dilakukan secara
fasilitas kesehatan rendah. • Kurangnya pengetahuan dan data geografi serta berkelanjutan sehingga pada akhirnya dalam
kondisi tanah yang akurat pada saat dalam proses membuka isolasi kawasan yang berdampak pada
perencanaan jalan. lancarnya distribusi layanan kesehatan.
• Tidak adanya perencanaan yang komprehensif
dalam pembangunan jalan bagi aspek sosial-
masyarakat (kesehatan dan pendidikan)
4 Pemasaran produk industri • Kurangnya perhatian terhadap pengembangan • Perlunya pembangunan dan peningkatan jalan
kecil tersaingi dengan produk produk sentra industri kecil melalui pembangunan bagi kawasan produk industri kecil sehingga
impor. jalan untuk meningkatkan pemasaran produk. distribusi produk semakin mudah.
• Pembangunan jalan berbasis pada aspek
penataan wilayah dengan penekanan
pembangunan ekonomi kawasan.
5 Perawatan yang kurang • Keterbatasan anggaran pembangunan, peningkatan • Peningkatan penganggaran bagi perbaikan dan
memadai atas jalan yang sudah dan perbaikan jalan. peningkatan jalan sehingga menjadi katagori
terbangun. mantap.
• Diperlukan sistem informasi kualitas jalan yang
didukung oleh data kondisi jalan yang akurat,
sehingga perawatan dilakukan sebelum jalan
hancur.
6 Kualitas jalan yang kurang baik • Spesifikasi jalan yang tidak mengakomodasi beban • Diperlukan peningkatan spesifikasi jalan yang
di banyak ruas sehingga cepat jalan. berkualitas.
rusak. • Beban kendaraan yang melebihi persyaratan jalan. • Kajian terhadap jumlah beban kendaraan yang
• Kurangnya pengawasan dalam pembangunan jalan. lewat
• Tidak adanya data base kualitas jalan serta updating • Adanya regulasi tentang persyratan jalan serta
data sehingga tidak dapat diprediksi tingkat penindakan bagi yang melanggar.
kerusakan. • Adanya anggaran bagi peningkatan kualitas
• Anggaran tidak direncanakan sejak awal atau jalan.
terbatasnya anggaran perbaikan. • Perlu kebijakan dalam penataan ruang yang
mengatur prioritas pembangunan jalan yang
berbasis pada ekonomi, sosial dan politik-
keamanan.
7 Proporsi alokasi dana • Belum adanya perencanaan secara menyeluruh dan • Diperlukan alokasi yang fisik pembangunan
pembangunan infrastruktur terfokus pada tingkat provinsi bahwa jalan infrastruktur yang lebih tinggi untuk mempercepat
jalan yang belum optimal. merupakan bagian penting dalam pengembangan pembangunan secara menyeluruh dengan
urat nadi perekonomian selain alternatif jalu peningkatan fungsi transportasi dan
pergerakan lain seperti : pesawat dan kapal. perhubungan.
• Belum ada implementasi dari RTRW khusus pada • Pemanfaatan jalur sungai sebagai alternatif
penataan sistem strukturnya. transportasi, sehingga perlu kerjasama dengan
dinas yang terkait.
• Daya dukung penataan ruang yang
memanfaatkan sungai sebagai jalur alternatif ke
wilaya lain, sehingga pembangunan jalan dapat
dihemat, khususnya bagi kendaraan berat.
8 Dorongan meningkatnya • Tidak memanfaatkan peran swasta dalam proses • Penyiapan kajian investasi bagi pembangunan
investasi bagi mendukung pembangunan jalur pergerakan baik jalan maupun jalan untuk dikembangkan melalui Public-Private
percepatan pembangunan sungai. Partnership, sehingga pembangunan jalan
daerah. • Belum adanya staf yang kompeten dan ahli dalam berjalan tanpa mengganggu alokasi dana
pengembangan kerjasama swasta-pemerintah. pemerintah.
9 Wilayah perbatasan yang relatif • Tidak adanya perencanaan yang mendalam sesuai • Perlunya meningkatkan fungsi perhubungan dan
terisolir dan kendala geografis. dengan tujuan yang berjangka panjang yaitu pergerakan dengan memanfaatkan potensi
terbukanya suatu wilayah dan peningkatan jaringan pergerakan suatu wilayah (sungai, jalan
kesejahteraan. yang ada dan sebagainya).
• Kurang adanya penganggaran khusus bagi • Perlunya penanganan khusus untuk membuka
pembukaan suatu wilayah. wilayah perbatasan dan terisolir untuk
• Kurang adanya perencanaan yang bersifat strategis meningkatkan perekonomian setempat.
dalam skala provinsi. • Melakukan koordinasi, sosialisasi dan dengar
• Tidak adanya koordinasi antar instansi terkait pendapat dengan penduduk setempat tentang
sehingga pencapaiannya kurang bersinergis dan manfaat pembukaan jalan di daerah pedalaman.
berkesan tumpang tindih.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 146
No. Permasalahan Deskripsi Faktor
Faktor Penghambat (Faktor yang menyebabkan Faktor Pendorong (Faktor yang dapat mengatasi
permasalahan terjadi) permasalahan)
10 Koordinasi antar sektor belum • Perlunya koordinasi dan kerjasama antar bidang
berjalan dengan baik dalam didalam dinas Pekerjaan Umum maupun antar
implementasi pembangunan. sektoral sehingga pembangunan jalan dapat
bermanfaat dari berbagai kepentingan. Dengan
demikian aspek manfaat menjadi lebih tinggi.
11 Perubahan sosial dan orientasi • Orientasi ekonomi khususnya lahan dapat menjadi • Perlunya upaya-upaya untuk meningkatkan
ekonomi seiring dengan penghambat pembangunan jalan, karena dapat pelayanan infrastruktur jalan yang dapat
keterbukaan wilayah, teknologi menjadikan biaya tinggi. memberikan kenyamanan, keamanan dan
dan informasi. • Orientasi ekonomi yang hanya menekankan aksesibilitas yang tinggi terhadap wilayah yang
keuntungan perusahaan akan menurunkan kualitas mempunyai potensi ekonomi yang tinggi.
lingkungan
12 Jalan yang ada saat ini • Tidak adanya perbaikan kualitas jalan eks HPH dan • Perlu perbaikan dan peningkatan jalan yang
sebagian besar merupakan tambang. merupakan eks HPH dan Tambang.
jalan eks HPH dan Tambang, • Perlu dilakukan perencanaan terhadap jalan eks
sehingga pembangunannya HPH dan Tambang untuk dikaji tingkat efektivitas
tidak direncanakan menurut dan kesesuaian dengan tata ruang wilayah,
standar yang baik. sehingga fungsi jalan sebagai penghubung dan
jalur pergerakan ekonomi dan sosial tetap
berfungsi.
13 Terbatasnya pengadaan • Tidak adanya pembelian dalam jumlah besar untuk • Perlu pengadaan batu agregat dalam jumlah
material lokal, sehingga masih cadangan dalam pembangunan jalan. besar untuk persiapan pembangunan jalan.
mengandalkan material dari • Tidak adanya anggaran untuk pembelian dalam
luar daerah khususnya batu jumlah besar.
agregat untuk pondasi klas A • Tidak adanya perencanaan jalan yang
dan Klas B. membutuhkan batu agregat.
14 Terbatasnya ketersediaan • Tidak adanya cadangan bagi material semen dalam • Perlu persiapan dalam jumlah besar untuk
material semen khususnya jumlah besar. material semen untuk konstruksi rigid pavement.
untuk konstruksi rigid • Tidak adanya perencanaan pembelian yang sesuai
pavement. dengan perancangan dan pembangunan jalan.
15 Banyaknya kendaraan dengan • Tidak dilakukan pengawasan terhadap kendaraan. • Perlunya kerjasama dengan dinas perhubungan
tonase yang melebihi kapasitas dalam rangka membatasi beban kendaraan yang
jalan (>= MST 8 Ton/Kelas melewati jalan Klas IIIA).
IIIA). • Pengawasan terhadap kendaraan dengan
menggunakan teknologi.
• Perlunya perencanaan terhadap jalan yang
mampu menerima beban tersebut dalam rangka
meningkatkan peningkatan ekonomi.
16 Lemahnya penegakan hukum • • Perlu koordinasi antar sektoral seperti dinas
(law enforcement oleh instansi perhubungan, polisi dan dinas pekerjaan umum
terkait terhadap para pelaku untuk mengurangi tingkat kerusakan jalan.
pelanggaran angkutan beban
lebih (over load) dan penertiban
ukuran kendaraan.
17 Belum terlaksananya • Kurang terpadunya program penangan jalan antar • Meningkatkan sistem perencanaan jalan secara
penanganan jalan secara instansi menyeluruh dari master plan jalan sampai
terprogram sampai final dengan rencana tindak.
surface.
18 Kondisi tanah yang sangat labil • Tidak adanya kajian tentang inventarisasi dan • Perlunya kajian mendalam terhadap struktur
sehingga terjadi longsoran- identifikasi kondisi lahan dan topografi. tanah sehingga penanganan secara konstruksi
longsoran atau patahan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya
tidak terduga. longsoran, patahan dan sebagainya. Dengan
demikian efektivitas pembangunan jalan dapat
terlaksana.
19 Pembangunan jalan lintas • Dilakukan perencanaan yang berlanjut dan
Kalimantan poros tengah dan konsisten.
koridor perbatasan masih • Adanya prioritas anggaran baik dari pusat
dalam tahap pembangunan maupun provinsi.
secara bertahap.
20 Jaringan jalan yang panjang • Alokasi anggaran kurang. • Perlunya perencanaan penataan kawasan
untuk menghubungkan pusat- • Tidak adanya ahi yang menangani keberlanjutan permukiman baru yang lebih kompak sehingga
pusat kegiatan perekonomian di pembangunan jalan. dapat memanfaatkan jalan yang ada.
semua kabupaten dan • Tidak adanya kerjasama antar provinsi dan • Perencanaan pusat kegiatan baru dengan
kecamatan kabupaten/kota. menggunakan jalan yang sudah ada, sehingga

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 147
No. Permasalahan Deskripsi Faktor
Faktor Penghambat (Faktor yang menyebabkan Faktor Pendorong (Faktor yang dapat mengatasi
permasalahan terjadi) permasalahan)
tidak dapat dilakukan penghematan dalam
pembangunan jalan.
21 Kebutuhan anggaran yang • Anggaran APBD yang sangat terbatas. • Adanya prioritas bagi urgensitasi dan manfaat
sangat tinggi untuk • Tidak adanya prioritas anggaran bagi pembangunan jalan bagi aspek ekonomi, sosial dan politik
membangun jaringan jalan dan perawatan jalan. keamanan. Prioritas merupakan pilihan yang
baru, dan kebutuhan biaya mempunyai dampak yang bersifat strategis.
perawatan jaringan jalan • Peningkatan jumlah anggaran bagi
pembangunan jalan serta pengmbangan sistem
transportasi lainnya.
22 Pembebasan Lahan yang tidak • Tidak dilakukannya negosiasi yang terus menerus • Koordinasi antar sektoral khususnya dengan BPN
mudah untuk mencari titik temu kepada masyarakat. dalam rangka untuk mencari lahan yang mudah
(kesepakatan) antara pemilik • Kurang terkoordinasi antara dinas dengan BPN. dan murah.
lahan dengan pemerintah
Sumber : Tim Penyusun, 2013

D. Bidang Cipta Karya


Deskripsi faktor penghambat dan faktor pendorong terhadap permasalahan bidang
Cipta Karya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 3.6. Faktor Penghambat dan Pendorong di Bidang Cipta Karya


No. Permasalahan Deskripsi Faktor
Faktor Penghambat (Faktor yang menyebabkan Faktor Pendorong (Faktor yang dapat mengatasi
permasalahan terjadi) permasalahan)
1 Belum tercapainya pemenuhan • Belum adanya perencanaan anggaran bagi • Melakukan kajian awal tentang potensi
peningkatan penyehatan pengembangan persampahan. pengembangan sistem persampahan untuk
lingkungan melalui • Jumlah pegawai yang kurang sehingga tidak terfokus mendapatkan akar permasalahan.
pengembangan sistem pada penataan dan pengelolaan persampahan. • Melakukan perencanaan sistem persamapahan
persampahan terpadu yang • Belum adanya kerjasama/koordinasi dengan komunal dan 3R.
berwawasan lingkungan. kabupaten/kota dalam rangka pengembangan • Melakukan pelaksanaan pembangunan
persampahan secara terpadu. persampahan komunal dan 3 R agar dapat
diduplikasi oleh kabupaten/kota lainnya.
• Melakukan monitoring dan evaluasi terhadap
output kegiatan untuk mendapatkan kinerja
manfaat.
• Melakukan kerjasama dengan pihak swasta
(Public-Private Partnership).
2 Belum adanya kesadaran • Kurang terdukungnya perencanaan dan tindakan • Melakukan sosialisasi dan pemberdayaan
masyarakat dalam mengelola bagi kegiatan pemberdayaan masyarakat di bidang masyarakat tentang persampahan 3R.
sistem persampahan didalam persampahan • Melakukan pembentukan kelembagaan
lingkungannya sehingga masyarakat dalam menangani persampahan 3 R
menjadi berguna bagi • Memberikan penghargaan terhadap komunitas
lingkungannya. yang berhasil agar dapat menjadi contoh bagi
lingkungan lainnya.
3 Pengelolaan persampahan • Tidak dilakukan secara simultan tentang pentingnya • Perlunya rencana strategis dan rencana tindak
masih terbatas dalam slogan hidup bersih melalui penataan persampahan dan dalam pengelolaan persampahan.
dan belum menjadi tindakan sikap hidup bersih bagi kesehatan masyarakat. • Melakukan sosialisasi dan pemberdayaan
keseharian bagi masyarakat masyarakat tentang persampahan 3R.
dalam menjaga kebersihan • Melakukan pembentukan kelembagaan
lingkungan. masyarakat dalam menangani persampahan 3 R
• Memberikan penghargaan terhadap komunitas
yang berhasil agar dapat menjadi contoh bagi
lingkungan lainnya.
4 Pengelolaan persampahan • Tidak dilakukan koordinasi/kerjasama antar wilayah • Melakukan koordinasi antar wilayah
masih dibatasi oleh wilayah dalam pengelolaan sampah. kabupaten/kota untuk mengatasi persampahan,
administratif. • Tidak adanya MOU dan perencanaan strategis dan khususnya untuk TPA.
rencana tindak dalam pengelolaan persampahan • Perlunya pengembangan pemanfaatan sampah
secara terpadu dengan pemerintah kabupaten/kota melalui 3R.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 148
No. Permasalahan Deskripsi Faktor
Faktor Penghambat (Faktor yang menyebabkan Faktor Pendorong (Faktor yang dapat mengatasi
permasalahan terjadi) permasalahan)
5 Masih timbulnya genangan dan • Tidak dilakukan secara simultan tentang pentingnya • Melakukan perencanaan dan penataan terhadap
banjir baik di perkotaan maupun hidup bersih melalui penataan persampahan bagi sistem drainase secara terpadu skala perkotaan.
diperkotaan yang diakibatkan pencegahan terhadap banjir/genangan. • Melakukan koordinasi antar wilayah dalam
terhambatnya aliran air. penataan jaringan drainase.
Terhambatnya aliran air tersebut • Melakukan pembersihan drainase kota.
dapat disebabkan oleh sampah, • Melakukan sosialisasi kepada masyarakat
sistem perencanaan yang tentang pemeliharaan jaringan drainase di
kurang terpadu dan sebagainya. permukiman.
6 Masih banyak masyarakat • Sikap masyarakat yang apatis terhadap hidup sehat. • Sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat
perkotaan dan perdesaan yang • Tidak dikembangkannya lembaga masyarakat atau tentang hidup sehat
belum memanfaatkan sanitasi komunitas masyarakat untuk meningkatkan pola • Meningkatkan koordinasi antara dinas
yang memenuhi syarat hidup sehat dengan memanfaatkan sistem sanitasi kesehatan, bapermas dan dinas Pekerjaan
kesehatan baik secara individu baik individu maupun kelompok. Umum dalam rangka meningkatkan program
maupun secara kelompok. • Belum adanya perencanaan secara terpadu dan hidup sehat dengan mengembangkan sistem
menyeluruh terhadap sistem sanitasi yang bersifat sanitasi individu maupun kawasan.
individu maupun kawasan.
7 Belum adanya perencanaan • Masih kurangnya tenaga untuk meningkatkan • Koordinasi antar wilayah dalam memanfaatkan
sistem dan teknologi secara ketersediaan air minum bagi seluruh masyarakat potensi air baku yang dapat dikembangkan
terpadu dan jangka panjang tanpa terkecuali. menjadi air minum.
dalam peningkatan ketersediaan • Belum adanya road map peningkatan baik kualitas • Perlunya kajian terhadap jumlah ketersediaan air
air minum dengan maupun kuantitas air minum yang terjangkau oleh baku yang dapat diubah menjadi air minum
memanfaatkan kerjasama antar masyarakat. tanpa mengurangi penggunaan air baku untuk
wilayah. • kepentingan yang lain.
• Perlunya peta jalan bagi peningkatan kuantitas
dan kualitas air minum bagi masyarakat melalui
sistem pengelolaan oleh lembaga masyarakat.
8 Masih terdapat masyarakat yang • Alokasi anggaran belum dapat mengembangkan • Perlu dikembangkannya teknologi yang mampu
belum/tidak dapat sistem air minum dapat dijangkau oleh masyarakat dikembangkan di daerah pedalamahn, terisolir
memanfaatkan air minum bagi terisolir dan pedalaman. dan pedalaman.
peningkatan kesehatan • Belum dikembangkannya sistem pengembangan air • Perlunya peningkatan anggaran untuk
masyarakat yang disebabkan minum bagi masyarakat di pedalaman dan terisolir pengkajian terhadap tekonologi tepat guna bagi
oleh akses, kondisi geografi dan dan di perbatasan. penyediaan air minum di daerah terisolir,
ketersediaan air. pedalaman dan perbatasan.
• Pengembangan sosialisasi manfaat air bersih
terhadap kesehatan.
• Pemberdayaan masyarakat bagi penyiapan
pembangunan air minum.
9 Belum adanya perencanaan • Tidak adanya pemantauan terhadap pertumbuhan • Diperlukan kajian terhadap tingkat kebutuhan
secara terpadu mengenai perumahan dan permukiman khususnya permukiman masyarakat akan perumahan/rumah dengan
permukiman dan perumahan baru. ketersediaan lahan bagi permukiman yang
untuk memenuhi jumlah backlog • berdasarkan pada rencana tata ruang.
rumah. • Diperlukan data base kawasan permukiman dan
perumahan serta kawasan permukiman baru dan
lisiba/kasiba.
10 Kawasan permukiman dan • Tidak adanya pemantauan terhadap pertumbuhan di • Perlu kajian terhadap inventarisasi dan
infrastrukturnya bagi kawasan cepat tumbuh baik di perdesaan dan identifikasi terhada kawasan cepat tumbuh,
pengembangan kawasan- perkotaan. kawasan ekonomi perkotaan dan perdesaan.
kawasan cepat tumbuh, pusat • Kajian perencanaan pengembangan infrastruktur
ekonomi perkotaan dan perkotaan dan perdesaan yang cepat tumbuh
perdesaan berkembang secara khususnya kawasan yang mempunyai potensi
organis yang belum didukung ekonomi agar perkembangan kota dapat
oleh perencanaan. dikendalikan.
11 Belum adanya perencanaan, • • Perlu adanya perencanaan dan penganggaran
sistem informasi serta regulasi dalam perencanaan, sistem informasi serta
secara jelas tentang lokasi, regulasi.
jumlah luasan bagi
pengembangan perumahan
(permukiman baru).
12 Belum adanya pengawasan • Kurangnya kapasitas kelembagaan yang • Adanya mekanisme pengawasan ketat terhadap
bangunan dan regulasi tentang mengembangkan permasalahan tersebut. bangunan yang memenuhi persyaratan
keandalan bangunan terhadap • Kurangnya kapasitas staf yang berkompeten dalam keandalan bangunan khususnya bagi mitigasi
bencana serta kemudahan bidang tersebut dari perencanaan sampai dengan bencana yang spesifik, aksesibilitas bagi
aksesibilitas bagi masyarakat penerapan peraturan melalui pengendalian, masyarakat berkebutuhan khusus.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 149
No. Permasalahan Deskripsi Faktor
Faktor Penghambat (Faktor yang menyebabkan Faktor Pendorong (Faktor yang dapat mengatasi
permasalahan terjadi) permasalahan)
berkebutuhan khusus. perijinan, insentifikasi dan diinsentifikasi terhadap • Perlunya regulasi terhadap persyaratan
bangunan, khususnya bangunan publik (perkantoran, bangunan di tingkat provinsi sebagai pedoman
pendidikan, perdagangan, rekreasi-wisata, pengawasan.
penginapan dan lain lain)
13 Belum adanya pengembangan • Kurang adanya staf dan kapasitas kelembagaan • Perlu peningkatan kemampuan kompetensi baik
peran bangunan menjadi bagian yang memahami persoalan bangunan yang ramah staf maupun tenaga ahli dalam menangani
dari produk standar bangunan lingkungan. bangunan yang ramah lingkungan
yang ramah lingkungan dengan • Kurang adanya pelatihan dalam meningkatkan • Perlunya standar dan pedoman bangunan yang
pengendalian terhadap energi pengetahuan terhadap bangunan yang ramah ramah lingkungan.
yang dibutuhkan. lingkungan. • Sosialisasi dan pemanfapan pemahaman
terhadap bangunan yang ramah lingkungan bagi
staf di lingkungan perkantoran pemerintah.
14 Belum adanya peningkatan dan • Belum terencananya pengembangan permukiman • Diperlukan kajian terhadap potensi kawasan
pengembangan terhadap berbasis ekonomi yang merata. kota-kota kecil dan perdesaan, hingga kota dapat
permukiman guna mendukung • Belum adanya alokasi anggaran bagi dikembangkan aspek ekonomi.
terciptanya kegiatan ekonomi pengembangan permukiman berbasis ekonomi. • Diperlukan kerjasama antar instansi untuk
dan industri pada kota-kota kecil • Belum adanya koordinasi antar instansi sehingga mengembangkan kota yang mempunyai potensi
dan perdesaan sebagai langkah sering terjadi kegiatan yang tumpang tindih. ekonomi sesuai dengan tupoksinya masing-
untuk pemerataan masing, sehingga dapat dihindari kegiatan yang
pembangunan. sinergis.
• Diperlukan perencanaan infrastruktur yang
memadai bagi perkotaan (kota besar, sedang
dan kecil) dan perdesaan yang mempunyai
potensi ekonomi.
15 Kawasan yang mempunyai • Belum terencananya pengembangan permukiman • Diperlukan kajian terhadap potensi kawasan
karakteristik agropolitan belum agropolitan. yang mempunyai karakteristik agropolitan,
dikembangkan secara terpadu • Belum adanya alokasi anggaran bagi sehingga dapat dikembangkan menjadi kawasan
dengan kawasan lainnya pengembangan permukiman berbasis ekonomi. agropolitan yang dapat diandalkan.
sehingga terjadi pemerataan • Belum adanya koordinasi antar instansi sehingga • Diperlukan kerjasama antar instansi untuk
dan persebaran produk yang sering terjadi kegiatan yang tidak sinergis. mengembangkan kota yang mempunyai potensi
saling menunjang. ekonomi sesuai dengan tupoksinya masing-
masing, sehingga dapat dihindari kegiatan yang
sinergis.
• Diperlukan perencanaan infrastruktur yang
memadai bagi kota yang mempunyai potensi
ekonomi.
16 Perkembangan penduduk dan • Urbanisasi tidak terkendali. • Melakukan inventarisasi pertumbuhan penduduk
meningkatnya urbanisasi belum • Pembangunan di perdesaan lemah, perkotaan khususnya didaerah spwarl/pinggiran
diimbangi oleh infrastruktur • tidak adanya mata pencaharian di perdesaan perkotaan dan daerah lain yang mempunyai sifat
permukiman. • belum adanya pemantauan terhadap prediksi cepat tumbuh.
pertumbuhan penduduk sehingga tidak dapat • Melakukan penataan yang berbasis pada kajian
melakukan perencanaan dalam pembangunan prediksi penduduk dan kondisi permukiman,
infrastruktur permukiman. sehingga perencanaan pembangunan
infrastruktur dapat mengakomodasi pertumbuhan
penduduk.
• Perlunya perencanaan pembangunan di wilayah
kecamatan yang mempunyai potensi ekonomi
sehingga wilayah tersebut menjadi pusat
kegiatan lingkungan sekitarnya. Dengan
demikian urbanisasi tidak terpusat di kota besar.
17 Keterbatasan infrastruktur fisik • Kurang adanya kajian yang mampu memprediksikan • Perlunya pemerataan pembangunan infrastruktur
pada kawasan permukiman pembangunan infrastruktur fisik dapat mendukung bagi perkotaan dan perdesaan dengan prioritas
tertentu sehingga menghambat pembangunan sosial ekonomi. perkotaan dan perdesaan yang mempunyai
pembangunan sosial-ekonomi • Keterbatasan waktu dan tenaga bagi potensi ekonomi, budaya dan wisata. Dengan
suatu kawasan permukiman penyelenggaraan kajian tersebut. demikian ketimpangan dapat dinetralisir.
yang dapat mengakibatkan • Belum dilakukan kajian terhadap aspek pemerataan • Perlunya koordinasi dan kerjasama antar instansi
ketimpangan ekonomi antar pembangunan infrastruktur terhadap kota/desa yang yang terkait (perdagangan, industri, wisata, dan
wilayah. potensi ekonominya tinggi. budaya) untuk meningkatkan potensi tersebut
dapat memberikan kesejahteraan masyarakat.
20 Belum optimalnya pemanfaatan • Belum adanya kajian tentang identifikasi kearifan • Perlu sosialisasi ke komunitas lokal dalam
kearifan lokal dalam tata lokal. pembangunan infrastruktur, karena setiap
pemerintahan dan • Pembangunan infrastruktur sering menggunakan komunitas mempunyai budaya dan adat
pembangunan. pendekatan top down sehingga sering hasil tersendiri yang harus dihormati.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 150
No. Permasalahan Deskripsi Faktor
Faktor Penghambat (Faktor yang menyebabkan Faktor Pendorong (Faktor yang dapat mengatasi
permasalahan terjadi) permasalahan)
pembangunan • Perlu kajian terhadap kearifan lokal dalam
pembangunan infrastruktur sehingga hasil
pembangunan dapat dimanfaatkan dengan baik.
21 Koordinasi antar sektor belum • Alokasi anggaran yang berbedab antar instansi • Perlunya koordinasi oleh Bapedda dalam
berjalan dengan baik dalam sehingga kegiatan tidak dapat dipadukan penanganan permasalahan dan isu strategis
implementasi pembangunan. • Tingkat prioritas yang berbeda antara satu instansi bagi terselenggaranya kegiatan yang terpadu
dengan instansi lainnya. dalam rangka peningkatan efektivitas
pembangunan.
Sumber : Tim Penyusun, 2013

3.7 Penetapan Isu-isu Strategis per Bidang


Dari isu strategis yang telah disimpulkan diatas, maka isu strategis perlu
dikaji berdasarkan urutan tingkat kepentingan dan urgensitas dari isu strategis
sesuai dengan bidangnya. Analisis urutan berdasarkan pada pada kriteria yang
diterapkan sesuai dengan kebutuhan dari setiap bidang. Setiap kriteria mempunyai
bobot masing-masing yang akan diakumulasikan untuk setiap kriteria sehingga
ditemukan jumlah rata-rata bobot masing-masing isu strategis.
Kriteria dan bobot isu strategi secara umum dapat dilihat pada tabel di
bawah ini.
Tabel 3.8. Kriteria dan bobot isu strategi
No. Kriteria Bobot
1. Isu Strategis mempunyai pengaruh besar terhadap rencana strategis K/L rencana 10
strategis provinsi.
2. Isu strategis mempunyai ketrkaitan yang signifikan terhadap Tupoksi 10
3. Isu strategis mempunyai daya ungkit pembangunan secara menyeluruh 20
4. Isu strategis mempunyai pengaruh signifikan terhadap masyarakat 20
5. Isu strategis mempunyai tingkat kemudahan untuk ditangani 10
6. Isu strategis mempunyai tingkat urgensitas untuk ditangani 20
7. Isu strategis mempunyai keterkaitan dengan aspek-aspek lain diluar bidang 10
Total 100
Sumber : Tim Penyusun, 2013 berdasar pada Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Tahapan Dan Tata Cara Penyusunan Rencana
Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra Skpd)

A. Bidang Penataan Ruang


Analisa bobot Isu strategis di bidang Penataan Ruang dapat dilihat pada tabel di
bawah ini.
Tabel 3.9. Bobot dan Total Skor Isu Strategis bidang Penataan Ruang
No. Isu Strategis Nilai Kriteria Total
1 2 3 4 5 6 7 Skor
(10) (10) (20) (20) (10) (20) (10)
1 Peningkatan peran penataan ruang wilayah dalam meningkatkan 10 10 20 20 7 19 9 95
ketahanan pangan (perkebunan, agro industri) dan produksi
(pertambangan, industri) sebagai aset daerah yang wajib diatur
dan dikendalikan untuk peningkatan pendapatan daerah.
2 Meningkatnya peran penataan ruang guna mendukung terciptanya 9 10 19 19 7 8 9 81
daya dukung dan keseimbangan lingkungan.
3 Meningkatnya peran penataan ruang guna mendukung terciptanya 9 10 19 20 9 18 9 94
kesetaraan dan keseimbangan pembangunan antar wilayah
perkotaan dengan perdesaan, wilayah pusat dengan pinggiran,
antara wilayah yang maju dengan wilayah yang tertinggal.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 151
No. Isu Strategis Nilai Kriteria Total
1 2 3 4 5 6 7 Skor
(10) (10) (20) (20) (10) (20) (10)
4 Penerapan regulasi tata ruang dalam pelaksanaan pembangunan 9 10 9 19 7 18 8 80
masyarakat sosial dan ekonomi.
5 Terjadinya alih fungsi lahan pertanian pangan dan hortikultura. 10 8 18 19 8 19 8 90

6 Pengelolaan daerah aliran sungai secara ketat agar tidak terjadi 9 10 18 19 7 19 8 90


alih fungsi lahan menjadi lahan permukiman, perkebunan,
pertambangan dan sebagainya.

7 Ketidakjelasan RTRW yang menghambat realisasi PMDN & PMA. 9 10 19 19 7 19 9 92

8 Rendahnya produktivitas pertanian. 9 7 20 20 7 18 9 90

9 Isu perubahan iklim seperti tingginya emisi karbon yang berasal 9 10 18 17 8 18 8 88


dari alih fungsi lahan, energi dan limbah belum diarus-utamakan
dalam perencanaan pembangunan Kabupaten/Kota.

10 perwujudan ruang yang bersinergi dengan pertumbuhan ekonomi 9 9 18 18 7 18 8 87


hijau;

11 pengembangan sektor ekonomi produktif migas dan batubara yang 9 7 18 19 7 18 9 87


bernilai tambah tinggi dan berwawasan lingkungan menjadi sektor
unggulan provinsi untuk memacu pertumbuhan ekonomi serta
pemanfaatannya bagi segenap masyarakat;

12 pengembangan sektor unggulan untuk mengantisipasi 9 8 18 19 7 18 9 88


berkurangnya sumberdaya migas dan batubara yang tidak dapat
diperbaharui melalui pengembangan sektor pertanian, pariwisata
dan energi yang dapat diperbaharui, sebagai bagian upaya
meningkatkan ketahanan pangan dan energi wilayah dan nasional;

13 perwujudan pemerataan hasil pembangunan dan pelayanan bagi 9 10 19 19 7 18 8 90


seluruh masyarakat dengan memberikan kesempatan pada
seluruh bagian wilayah untuk berkembang sesuai potensi sesuai
dengan perwujudan struktur ruang.

14 perwujudan pembangunan yang berkelanjutan dengan menjaga 9 8 18 18 7 18 8 86


harmonisasi kegiatan ekonomi, investasi, sosial dengan
mempertimbangkan daya dukung dan kelestarian lingkungan serta
menunjang aspek politik, pertahanan dan keamanan.

15 Perencanaan ruang terbuka hijau perkotaan semakin menjadi 8 10 18 8 7 18 8 77


kewajiban dalam penataan ruang perkotaan baik pada kawasan
yang menyerupai kawasan lindung, kawasan publik dan privat.

16 Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia aparatur dalam 9 9 18 16 8 19 8 87


penataan ruang di Kalimantan Timur.

17 Regulasi yang tidak operasional dan sistem pengawasan yang 9 9 17 17 8 18 8 86


lemah mengakibatkan banyak terjadi perubahan fungsi lahan
khususnya lahan atau kawasan yang termasuk kawasan lindung.

18 Perencanaan tata ruang yang berbasis konservasi lingkungan 9 9 18 17 8 18 8 87

19 Pengembangan suatu sistem pengawasan dan pengendalian 9 9 18 18 8 19 8 89


pemanfaatan ruang yang handal dan profesional.

20 Perencanaan tata ruang yang berbasis pada kegiatan ekonomi 9 9 19 19 8 18 7 89


yang menekankan pada pengembangan kawasan agribisnis dan
ekonomi yang terbarukan

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 152
No. Isu Strategis Nilai Kriteria Total
1 2 3 4 5 6 7 Skor
(10) (10) (20) (20) (10) (20) (10)
21 Regulasi tentang ruang terbuka hijau belum sepenuhnya diatur 10 10 17 17 7 18 7 86
ditingkat kabupaten/kota sehingga pemenuhan RTH sulit dicapai
khususnya di wilayah perkotaan.

22 Lemahnya data informasi berupa Peta Desa yang dimanfaatkan 10 10 18 19 8 19 8 92


antar instansi yang berisi tentang potensi desa yang dapat
dikembangkan baik kerajinan, industri, maupun
pertanian/peternakan dan juga keperluan infrastrukturnya,
sehingga tidak dapat diimplementasikan kedalam rencana tata
ruang wilayah baik provinsi atau kabupaten/kota.

23 Rencana tata ruang wilayah kurang merespon potensi masyarakat 8 8 18 17 8 15 8 82


dalam hal UKM dan industri kecil. Sehingga perkembangan dalam
daya dukung infrastruktur menjadi terlambat.

Sumber :Tim Penyusun, 2016


Rata-rata skor dan hirarki isu strategis dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 3.10. Rata-rata Skor dan Hirarki Isu Strategis di Bidang Penataan Ruang
No. Isu Strategis Total Skor Rata-rata Skor

1 Peningkatan peran penataan ruang wilayah dalam meningkatkan ketahanan pangan 95 13,57
(perkebunan, agro industri) dan produksi (pertambangan, industri) sebagai aset daerah
yang wajib diatur dan dikendalikan untuk peningkatan pendapatan daerah.
2 Meningkatnya peran penataan ruang guna mendukung terciptanya kesetaraan dan 94 13,42
keseimbangan pembangunan antar wilayah perkotaan dengan perdesaan, wilayah pusat
dengan pinggiran, antara wilayah yang maju dengan wilayah yang tertinggal.
3 Ketidakjelasan RTRW yang menghambat realisasi PMDN & PMA. 92 13,14
4 Lemahnya data informasi berupa Peta Desa yang dimanfaatkan antar instansi yang berisi 92 13,14
tentang potensi desa yang dapat dikembangkan baik kerajinan, industri, maupun
pertanian/peternakan dan juga keperluan infrastrukturnya, sehingga tidak dapat
diimplementasikan kedalam rencana tata ruang wilayah baik provinsi atau kabupaten/kota.
5 Terjadinya alih fungsi lahan pertanian pangan dan hortikultura. 90 12,85
6 Pengelolaan daerah aliran sungai secara ketat agar tidak terjadi alih fungsi lahan menjadi 90 12,85
lahan permukiman, perkebunan, pertambangan dan sebagainya.
7 Rendahnya produktivitas pertanian. 90 12,85
8 perwujudan pemerataan hasil pembangunan dan pelayanan bagi seluruh masyarakat 90 12,85
dengan memberikan kesempatan pada seluruh bagian wilayah untuk berkembang sesuai
potensi sesuai dengan perwujudan struktur ruang.
9 Pengembangan suatu sistem pengawasan dan pengendalian pemanfaatan ruang yang 89 12,71
handal dan profesional.
10 Perencanaan tata ruang yang berbasis pada kegiatan ekonomi yang menekankan pada 89 12,71
pengembangan kawasan agribisnis dan ekonomi yang terbarukan
11 Isu perubahan iklim seperti tingginya emisi karbon yang berasal dari alih fungsi lahan, 88 12,57
energi dan limbah belum diarus-utamakan dalam perencanaan pembangunan
Kabupaten/Kota.
12 pengembangan sektor unggulan untuk mengantisipasi berkurangnya sumberdaya migas 88 12,57
dan batubara yang tidak dapat diperbaharui melalui pengembangan sektor pertanian,
pariwisata dan energi yang dapat diperbaharui, sebagai bagian upaya meningkatkan
ketahanan pangan dan energi wilayah dan nasional;
13 perwujudan ruang yang bersinergi dengan pertumbuhan ekonomi hijau; 87 12,42
14 pengembangan sektor ekonomi produktif migas dan batubara yang bernilai tambah tinggi 87 12,42
dan berwawasan lingkungan menjadi sektor unggulan provinsi untuk memacu
pertumbuhan ekonomi serta pemanfaatannya bagi segenap masyarakat;
15 Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia aparatur dalam penataan ruang di Kalimantan 87 12,42
Timur.
16 Perencanaan tata ruang yang berbasis konservasi lingkungan 87 12,42
17 perwujudan pembangunan yang berkelanjutan dengan menjaga harmonisasi kegiatan 86 12,28
ekonomi, investasi, sosial dengan mempertimbangkan daya dukung dan kelestarian
lingkungan serta menunjang aspek politik, pertahanan dan keamanan
18 Regulasi yang tidak operasional dan sistem pengawasan yang lemah mengakibatkan 86 12,28
banyak terjadi perubahan fungsi lahan khususnya lahan atau kawasan yang termasuk

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 153
No. Isu Strategis Total Skor Rata-rata Skor

kawasan lindung.
19 Regulasi tentang ruang terbuka hijau belum sepenuhnya diatur ditingkat kabupaten/kota 86 12,28
sehingga pemenuhan RTH sulit dicapai khususnya di wilayah perkotaan.
20 Rencana tata ruang wilayah kurang merespon potensi masyarakat dalam hal UKM dan 82 11,71
industri kecil. Sehingga perkembangan dalam daya dukung infrastruktur menjadi
terlambat.
21 Meningkatnya peran penataan ruang guna mendukung terciptanya daya dukung dan 81 11,57
keseimbangan lingkungan.
22 Penerapan regulasi tata ruang dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat sosial dan 80 11,42
ekonomi.
23 Perencanaan ruang terbuka hijau perkotaan semakin menjadi kewajiban dalam penataan 77 11
ruang perkotaan baik pada kawasan yang menyerupai kawasan lindung, kawasan publik
dan privat.
Sumber : Tim Penyusun, 2016

B. Bidang Sumber Daya Air


Analisa bobot Isu strategis di bidang Sumber Daya Air dapat dilihat pada tabel di
bawah ini.
Tabel 3.11. Bobot dan Total Skor Isu Strategis bidang Sumber Daya Air
No. Isu Strategis Nilai Kriteria Total
1 2 3 4 5 6 7 Skor
(10) (10) (20) (20) (10) (20) (10)
1 Mengendalikan alih fungsi lahan pertanian sebagai upaya 8 8 18 18 6 15 8 81
meningkatkan ketahanan pangan dari perkembangan fungsi-
fungsi kawasan budi daya seperti kawasan permukiman, fungsi
kawasan perdagangan dan fungsi kawasan industri.
2 Eksploitasi dan eksplorasi Sumberdaya Air semakin meningkat 8 10 16 16 6 17 8 81
sesuai dengan peningkatan kebutuhan masyarakat dan industri
yang dalam pelaksanaan tidak menimbulkan kerusakan
lingkungan
3 Eksplorasi dan eksploitasi Sumberdaya Air yang tidak 6 10 16 17 9 15 5 78
berdampak pada ekonomi biaya tinggi melalui mekanisme
monitoring dan evaluasi terhadap kinerja manfaat (benefit
performance).
4 Fungsi pelayanan jaringan irigasi yang belum optimal yang 9 10 19 18 7 17 9 89
diakibatkan oleh kerusakan jaringan irigasi, berkurangnya
pasokan air dan sebagainya.
5 Kinerja pelayanan jaringan reklamasi rawa perlu 8 10 12 16 7 15 5 73
dikembangkan sebagai potensi bagi peningkatan penyediaan
air baku serta area resapan air yang dapat menanggulangi
bencana banjir.
6 Kebutuhan air semakin tinggi sehingga dimungkinkan 7 8 12 10 9 16 9 71
terjadinya konflik antar pengguna air. Untuk itu, diperlukan
koordinasikan dan peningkatan ketatalaksanaan penanganan
SDA.
7 Pengelolaan dan peningkatan kebutuhan terhadap air baku 8 10 15 13 7 19 8 80
semakin dibutuhkan perencanaan, pelaksanaan,
pemeliharaan, pemantauan dan evaluasi. Oleh karena itu
dalam pelaksanaan pembangunan SDA yang efektif dan
efisien maka perlu dikembangkan sistem informasi yang
terpadu terhadap pembangunan SDA.
8 Perlunya peningkatan kelembagaan penanganan 9 10 10 10 10 16 4 69
pembangunan SDA yang lebih profesional dan terpadu dalam
rangka menjamin ketersediaan air baku serta penanganan
mitigasi bencana.
9 Penguatan infrastruktur irigasi pada lahan sawah fungsional. 10 10 17 19 9 18 9 92
10 Alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pertambangan oleh 10 5 12 17 5 19 9 77
masyarakat.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 154
No. Isu Strategis Nilai Kriteria Total
1 2 3 4 5 6 7 Skor
(10) (10) (20) (20) (10) (20) (10)
11 Rendahnya produktivitas pertanian. 8 5 17 18 7 18 10 83
12 Fasilitas sarana dan prasarana pengendali banjir belum 8 10 15 16 8 18 9 84
berfungsi optimal.
13 Belum terpenuhinya kebutuhan air baku, air bersih dan sanitasi 9 10 19 19 6 18 8 89
yang layak.
14 Pemerataan pelatihan kapasitas/profesionalisme 8 5 12 10 10 17 8 70
15 Penempatan pejabat/staf sesuai karir dan kapasitas 5 5 10 10 5 11 10 56
16 Obyektifitas monitoring dan evaluasi kinerja aparatur 6 10 13 14 8 14 9 74
17 Masih rendahnya kualitas pelayanan publik. 6 8 19 10 8 13 9 73
18 Rendahnya kualitas SDM aparatur. 6 9 18 10 8 12 9 72
19 Belum optimalnya penataan SDM sesuai standar kompetensi 7 8 19 11 7 11 9 72
Bidang Sumberdaya Air.
20 Perlunya dibangun sistem data base mengenai kualitas udara 8 10 17 14 10 19 9 87
dan air
21 Peningkatan pencemaran udara dan air yang sangat 8 10 18 15 10 18 9 88
meningkat terkait dengan eksploitasi tak terkendali terhadap
sumberdaya alam di Kaltim (pertambangan, bom ikan,
penggunaan bahan kimia pertambangan yang mencemari
perairan, dll).
Sumber : Tim Penyusun, 2013

Rata-rata skor isu strategis dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 3.12. Rata-rata Skor dan Hirarki Isu Strategis di Bidang Sumber Daya Air
No. Isu Strategis Total Skor Rata-rata Skor

1 Penguatan infrastruktur irigasi pada lahan sawah fungsional. 92 13,14


2 Fungsi pelayanan jaringan irigasi yang belum optimal yang diakibatkan oleh kerusakan 89 12,71
jaringan irigasi, berkurangnya pasokan air dan sebagainya.
3 Belum terpenuhinya kebutuhan air baku, air bersih dan sanitasi yang layak. 89 12,71
4 Peningkatan pencemaran udara dan air yang sangat meningkat terkait dengan eksploitasi tak 88 12,57
terkendali terhadap sumberdaya alam di Kaltim (pertambangan, bom ikan, penggunaan bahan
kimia pertambangan yang mencemari perairan, dll).
5 Rendahnya penggunaan data base dan sistem informasi untuk menguji kualitas tanah, udara 87 12,43
dan air.
6 Fasilitas sarana dan prasarana pengendali banjir belum berfungsi optimal. 84 12
7 Rendahnya produktivitas pertanian. 83 11,86
8 Mengendalikan alih fungsi lahan pertanian sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan 81 11,57
dari perkembangan fungsi-fungsi kawasan budi daya seperti kawasan permukiman, fungsi
kawasan perdagangan dan fungsi kawasan industri.
9 Eksploitasi dan eksplorasi Sumberdaya Air semakin meningkat sesuai dengan peningkatan 81 11,57
kebutuhan masyarakat dan industri yang dalam pelaksanaan tidak menimbulkan kerusakan
lingkungan
10 Pengelolaan dan peningkatan kebutuhan terhadap air baku semakin dibutuhkan perencanaan, 80 11,43
pelaksanaan, pemeliharaan, pemantauan dan evaluasi. Oleh karena itu dalam pelaksanaan
pembangunan SDA yang efektif dan efisien maka perlu dikembangkan sistem informasi yang
terpadu terhadap pembangunan SDA.
11 Eksplorasi dan eksploitasi Sumberdaya Air yang tidak berdampak pada ekonomi biaya tinggi 78 11,14
melalui mekanisme monitoring dan evaluasi terhadap kinerja manfaat (benefit performance).
12 Alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pertambangan oleh masyarakat. 77 11
13 Obyektifitas monitoring dan evaluasi kinerja aparatur menjadi bagian dalam penentuan 74 10,57
keberhasilan pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum.
14 Kinerja pelayanan jaringan reklamasi rawa perlu dikembangkan sebagai potensi bagi 73 10,43
peningkatan penyediaan air baku serta area resapan air yang dapat menanggulangi bencana
banjir.
15 Masih rendahnya kualitas pelayanan publik. 73 10,43
16 Rendahnya kualitas SDM aparatur. 72 10,28
17 Belum optimalnya penataan SDM sesuai standar kompetensi Bidang Sumberdaya Air. 72 10,28
18 Kebutuhan air semakin tinggi sehingga dimungkinkan terjadinya konflik antar pengguna air. 71 10,14
Untuk itu, diperlukan koordinasikan dan peningkatan ketatalaksanaan penanganan SDA.
19 Pemerataan pelatihan kapasitas/profesionalisme 70 10

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 155
No. Isu Strategis Total Skor Rata-rata Skor

20 Perlunya peningkatan kelembagaan penanganan pembangunan SDA yang lebih profesional 69 9,85
dan terpadu dalam rangka menjamin ketersediaan air baku serta penanganan mitigasi
bencana.
21 Penempatan pejabat/staf sesuai karir dan kapasitas 56 8
Sumber : Tim Penyusun, 2013

C. Bidang Bina Marga


Analisa bobot Isu strategis di bidang Bina Marga dapat dilihat pada tabel di
bawah ini.
Tabel 3.13. Bobot dan Total Skor Isu Strategis bidang Bina Marga
No. Isu Strategis Nilai Kriteria Total
1 2 3 4 5 6 7 Skor
(10) (10) (20) (20) (10) (20) (10)
1 Jalan tidak hanya berfungsi sebagai jalur yang 10 10 20 18 5 17 8 88
menghubungkan antar wilayah dari sisi sosial dan ekonomi,
melainkan mempunyai fungsi evakuasi bencana, ketahanan
pangan, politik dan keamanan.
2 Fungsi jalan sebagai pembuka daerah terisolir dan terpencil 10 10 18 18 6 16 7 85
agar dapat bersama menikmati pembangunan dan
mengembangkan potensi suatu wilayah. Hal ini sangat penting
bagi wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang luas dan masih
banyak wilayah yang terisolir, terpencil serta pedalaman.
3 Perkembangan jumlah beban angkutan yang semakin 8 5 18 18 5 18 9 81
meningkat akibat peningkatan pembangunan berpengaruh
terhadap kinerja jalan dan jembatan dalam melayani
pergerakan barang dan manusia di kemudian hari selain
transportasi sungai, laut dan udara.
4 Peningkatan pergerakan barang dan manusia baik dari 9 10 18 18 10 16 5 86
frekuensi maupun beban membutuhkan pemantauan terhadap
kualitas jalan dan jembatan sehingga tindakan pemeliharaan
dan peningkatan jalan dapat dilakukan secara profesional serta
tidak mengganggu pergerakan ekonomi. Untuk itu diperlukan
kelembagaan dan sistem informasi serta teknologi dalam
proses pemantauan jalan dan jembatan.
5 Perlunya koordinasi lintas bidang dalam pembangunan jalan 7 9 19 19 5 17 10 86
dan jembatan melalui penyelarasan dan penyesuaian terhadap
perencanaan tata ruang wilayah.
6 Minimnya transportasi jalan dan jembatan yang memadai di 7 2 16 18 8 18 8 77
wilayah perbatasan.
7 Rendahnya infrastruktur pendukung kawasan pusat 8 7 19 19 8 16 9 86
pertumbuhan.
8 Minimnya fasilitas tujuan wisata, promosi dan paket wisata 8 7 19 17 8 15 9 83
9 Jaringan jalan yang panjang untuk menghubungkan pusat- 9 9 19 18 6 16 8 85
pusat kegiatan perekonomian di semua kabupaten dan
kecamatan
10 Kebutuhan anggaran yang sangat tinggi untuk membangun 8 9 18 17 4 16 9 81
jaringan jalan baru, dan kebutuhan biaya perawatan jaringan
jalan
11 Pembebasan Lahan yang tidak mudah untuk mencari titik temu 6 8 15 15 4 17 9 74
(kesepakatan) antara pemilik lahan dengan pemerintah
12 Kemampuan memberikan kelayakan finansial bagi investasi 10 10 16 18 4 15 8 81
pembangunan dan pengoperasian jalan tol oleh swasta
13 Optimalisasi Pos Pemantau dan Jembatan timbang sebagai 8 3 10 10 4 15 9 59
pengendali batas berat muatan yang diijinkan bagi angkutan
barang (truck) yang melewati jalan nasional dan provinsi.
Sumber : Tim Penyusun, 2013

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 156
Rata-rata skor dan hirarki isu strategis dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 3.14 Rata-rata Skor dan Hirarki Isu Strategis di Bidang Bina Marga
No. Isu Strategis Total Skor Rata-rata Skor

1 Jalan tidak hanya berfungsi sebagai jalur yang menghubungkan antar wilayah dari sisi 88 12,57
sosial dan ekonomi, melainkan mempunyai fungsi evakuasi bencana, ketahanan pangan,
politik dan keamanan.
2 Fungsi jalan sebagai pembuka daerah terisolir dan terpencil agar dapat bersama 85 12,14
menikmati pembangunan dan mengembangkan potensi suatu wilayah. Hal ini sangat
penting bagi wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang luas dan masih banyak wilayah yang
terisolir, terpencil serta pedalaman.
3 Perkembangan jumlah beban angkutan yang semakin meningkat akibat peningkatan 81 11,57
pembangunan berpengaruh terhadap kinerja jalan dan jembatan dalam melayani
pergerakan barang dan manusia di kemudian hari selain transportasi sungai, laut dan
udara.
4 Peningkatan pergerakan barang dan manusia baik dari frekuensi maupun beban 86 12,29
membutuhkan pemantauan terhadap kualitas jalan dan jembatan sehingga tindakan
pemeliharaan dan peningkatan jalan dapat dilakukan secara profesional serta tidak
mengganggu pergerakan ekonomi. Untuk itu diperlukan kelembagaan dan sistem
informasi serta teknologi dalam proses pemantauan jalan dan jembatan.
5 Perlunya koordinasi lintas bidang dalam pembangunan jalan dan jembatan melalui 86 12,29
penyelarasan dan penyesuaian terhadap perencanaan tata ruang wilayah.
6 Minimnya transportasi jalan dan jembatan yang memadai di wilayah perbatasan. 77 11,00
7 Rendahnya infrastruktur pendukung kawasan pusat pertumbuhan. 86 12,29
8 Minimnya fasilitas tujuan wisata, promosi dan paket wisata 83 11,86
9 Jaringan jalan yang panjang untuk menghubungkan pusat-pusat kegiatan perekonomian di 85 12,14
semua kabupaten dan kecamatan
10 Kebutuhan anggaran yang sangat tinggi untuk membangun jaringan jalan baru, dan 81 11,57
kebutuhan biaya perawatan jaringan jalan
11 Pembebasan Lahan yang tidak mudah untuk mencari titik temu (kesepakatan) antara 74 10,57
pemilik lahan dengan pemerintah
12 Kemampuan memberikan kelayakan finansial bagi investasi pembangunan dan 81 11,57
pengoperasian jalan tol oleh swasta
13 Optimalisasi Pos Pemantau dan Jembatan timbang sebagai pengendali batas berat 59 8,43
muatan yang diijinkan bagi angkutan barang (truck) yang melewati jalan nasional dan
provinsi.
Sumber : Tim Penyusun, 2013

D. Bidang Cipta Karya


Analisa bobot Isu strategis di bidang Cipta Karya dapat dilihat pada tabel di
bawah ini.
Tabel 3.15 Bobot dan Total Skor Isu Strategis bidang Cipta Karya
No. Isu Strategis Nilai Kriteria Total
1 2 3 4 5 6 7 Skor
(10) (10) (20) (20) (10) (20) (10)
1 Meningkatkannya jumlah penduduk diperkotaan di seluruh 10 10 15 17 6 17 9 84
wilayah Indonesia tidak terkecuali di kota-kota Provinsi
Kalimantan Timur yang dapat mempengaruhi beban terhadap
infrastruktur permukiman.
2 Berkurangnya jumlah penduduk di wilayah perdesaan akibat 7 8 18 15 8 16 8 80
migrasi serta berkurangnya mata pencaharian bagi penduduk.
3 Berkembangnya suatu wilayah dari desa ke kota kecil, kota 9 8 14 18 7 18 9 83
kecil ke kota sedang dan selanjutnya yang perlu direncanakan
sejak dini khususnya di bidang pelayanan infrastruktur
pekerjaan umum dan permukiman.
4 Berkembangnya kawasan kumuh baik bersifat slum maupun 9 10 14 18 7 18 9 85
squatter dan kawasan yang bersifat sprawl. Kawasan ini
berkembang karena adanya migrasi dan tingkat ekonomi,
sosial dan keahlian sumber daya manusia migran.
5 Meningkatnya penggunaan ruang di perkotaan maupun di 6 10 13 16 9 15 7 76
perdesaan yang meningkatkan ketertutupan lahan dapat

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 157
No. Isu Strategis Nilai Kriteria Total
1 2 3 4 5 6 7 Skor
(10) (10) (20) (20) (10) (20) (10)
berpengaruh buruk terhadap lingkungan hidup.
6 Meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan berpengaruh 8 10 14 19 9 18 8 86
terhadap meningkatnya jumlah sampah rumah tangga yang
berupa sampah organik dan non organik
7 Meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan berpengaruh 8 10 15 19 9 19 7 87
terhadap jumlah limbah KM/WC berupa : air sabun, limbah
padat dan limbah cair.
8 Bencana alam menjadi bagian dalam kinerja pelayanan 7 10 15 18 8 16 6 80
infrastruktur telah menjadi standar dalam pelayanan
infrastruktur.
9 Lingkungan yang layak anak dan bagi masyarakat 9 10 14 19 9 15 5 81
berkebutuhan khusus menjadi standar dalam pelayanan
infrastruktur yang diwujudkan dalam keandalan bangunan dan
penataan lingkungan.
10 Masih rendahnya kualitas pelayanan publik. 7 8 19 17 8 16 9 84
11 Rendahnya kualitas SDM aparatur 8 8 16 17 6 18 8 81
12 Belum optimalnya penataan SDM sesuai standar kompetensi 8 8 15 13 8 15 7 74
13 Belum terpenuhinya kebutuhan air baku, air bersih dan sanitasi 9 10 18 18 7 19 8 89
yg layak
14 Minimnya fasilitas tujuan wisata, promosi dan paket wisata 8 9 18 18 8 18 9 88
15 Isu perubahan iklim belum diarus utamakan dalam 9 10 16 19 8 18 8 88
perencanaan pembangunan Kabupaten/Kota
Sumber : Tim Penyusun, 2013

Rata-rata skor dan tingkat isu strategis dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 3.16 Rata-rata Skor dan Hirarki Isu Strategis di Bidang Cipta Karya
No. Isu Strategis Total Skor Rata-rata Skor

1 Belum terpenuhinya kebutuhan air baku, air bersih dan sanitasi yg layak 89 12,71
2 Minimnya fasilitas tujuan wisata, promosi dan paket wisata 88 12,57
3 Isu perubahan iklim belum diarus utamakan dalam perencanaan pembangunan 88 12,57
Kabupaten/Kota
4 Meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan berpengaruh terhadap jumlah limbah 87 12,43
KM/WC berupa : air sabun, limbah padat dan limbah cair.
5 Meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan berpengaruh terhadap meningkatnya jumlah 86 12,29
sampah rumah tangga yang berupa sampah organik dan non organik

6 Berkembangnya kawasan kumuh baik bersifat slum maupun squatter dan kawasan yang 85 12,14
bersifat sprawl. Kawasan ini berkembang karena adanya migrasi dan tingkat ekonomi,
sosial dan keahlian sumber daya manusia migran.
7 Meningkatkannya jumlah penduduk diperkotaan di seluruh wilayah Indonesia tidak 84 12,00
terkecuali di kota-kota Provinsi Kalimantan Timur yang dapat mempengaruhi beban
terhadap infrastruktur permukiman.
8 Masih rendahnya kualitas pelayanan publik. 84 12,00
9 Berkembangnya suatu wilayah dari desa ke kota kecil, kota kecil ke kota sedang dan 83 11,86
selanjutnya yang perlu direncanakan sejak dini khususnya di bidang pelayanan
infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman.
10 Lingkungan yang layak anak dan bagi masyarakat berkebutuhan khusus menjadi standar 81 11,57
dalam pelayanan infrastruktur yang diwujudkan dalam keandalan bangunan dan penataan
lingkungan.
11 Rendahnya kualitas SDM aparatur 81 11,57
12 Berkurangnya jumlah penduduk di wilayah perdesaan akibat migrasi serta berkurangnya 80 11,43
mata pencaharian bagi penduduk.
13 Bencana alam menjadi bagian dalam kinerja pelayanan infrastruktur telah menjadi standar 80 11,43
dalam pelayanan infrastruktur.
14 Meningkatnya penggunaan ruang di perkotaan maupun di perdesaan yang meningkatkan 76 10,86
ketertutupan lahan dapat berpengaruh buruk terhadap lingkungan hidup.
15 Belum optimalnya penataan SDM sesuai standar kompetensi 74 10,57
Sumber : Tim Penyusun , 2013

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 158
3.8 Perumusan Permasalahan dan Isu Strategis per Bidang

Perumusan visi SKPD merupakan keterkaitan antara permasalahan


pembangunan daerah dengan isu strategis. Permasalahan dan isu strategis sudah
diuraikan berdasarkan pada masukan-masukan dari berbagai infromasi baik tingkat
nasional, regional maupun lokal. Permalasahan dan isu strategis yang akan
dikembangkan didalam proses perwujudan visi perlu disesuaikan dengan lingkup
tugas dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur, sehingga diharapkan visi yang akan dikembangkan
sesuai dan terfokus dengan gambaran capaian dari tugas infrastruktur dasar bidang
pekerjaan umum, penataan ruang dan permukiman.
Dari banyaknya permasalahan dan isu strategis perlu diringkas dan
dipadatkan dengan tujuan untuk mempermudah pengembangan visi yang bersifat
umum tanpa dibatasi perbidang.

1. Permasalahan

A. Permasalahan yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur di bidang Penataan


Ruang adalah :

1. Rencana pembangunan seluruh sektor belum merujuk kepada Peraturan


Daerah RTRW Provinsi Kalimantan Timur
2. Beberapa Kepentingan Nasional belum terakomodir dalam Perda RTRW
Provinsi Kalimantan Timur
3. Belum seluruhnya Kabupaten/Kota Memiliki Perda RTRW
4. Terdapat beberapa ketidaksesuaian antara Perda RTRW Provinsi Kalimantan
Timur dengan Perda RTRW Kabupaten/Kota, khususnya pada Struktur dan Pola
Ruang. Dimana sebagian besar Perda RTRW Kabupaten/Kota sudah terlebih
dahulu ditetapkan menjadi Perda sebelum diterbitkanya Perda RTRW Provinsi.
5. Peraturan Daerah RTRW Provinsi Kalimantan Timur belum dapat diterapkan
sepenuhnya sebagai faktor pengawasan dan pengendalian karena belum
sepenuhnya Rencana Rinci Tata Ruang KSP ada dan berkekuatan hukum
sehingga Pengendalian dan pengawasan belum dilakukan secara terstruktur,
akurat dan cepat.
6. Kurang tersedianya data-data spasial Penginderaan Jauh untuk kepentingan
perencanaan, pemanfaatan, maupun pengendalian pemanfaatan ruang
7. Tingginya perubahan alih fungsi lahan, dari kawasan Lindung menjadi Kawasan
Budidaya, dan lahan pertanian menjadi lahan non pertanian.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 159
8. Masih tingginya ketimpangan pembangunan infrastruktur antara wilayah satu
dengan wilayah lainnya, khususnya wilayah perbatasan, pedalaman dan terisolir
serta wilayah yang kurang berpotensi.
9. Izin Pemanfaatan Ruang belum sepenuhnya dimengerti oleh pemerintah,
swasta dan masyarakat
10. Pelayanan Pengaduan Pelanggaran Tata Ruang belum terlaksana, baik dari segi
regulasi maupun infrastrukturnya
11. Belum tersedianya Peraturan Daerah tentang sanksi administratif, perdata, dan
pidana untuk pelanggaran pemanfaatan ruang
12. Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam penataan ruang. Hal ini
disebabkan tidak tersampaikannya informasi tentang peraturan penataan
ruang dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi penetapan
pemanfaatan ruang
13. Terjadinya penyimpangan pemanfaatan ruang dari ketentuan dan norma yang
seharusnya ditegakkan. Penyebabnya adalah inkonsistensi kebijakan terhadap
rencana tata ruang serta kelemahan dalam pengendalian dan pengawasan
pembangunan
14. Belum maksimalnya pengembangan sektor unggulan untuk mengantisipasi
berkurangnya sumberdaya migas dan batubara yang tidak dapat diperbaharui
melalui pengembangan sektor pertanian, pariwisata dan energi yang dapat
diperbaharui, sebagai bagian upaya meningkatkan ketahanan pangan dan
energi wilayah dan nasional;
15. Terjadinya degradasi lahan khsusunya dibagian hulu daerah aliran sungai
sebagai akibat dari pembangunan tidak selaras dengan tata ruang dan
menurunnya proporsi ruang terbuka hijau di perkotaan.
16. Belum adanya informasi dan pemetaan mengenai lahan tidak produktif, yang
seharusnya menjadi lahan yang dapat dikembangkan untuk pembangunan
dunia usaha.
17. Belum optimalnya implementasi Peraturan Daerah RTRW Provinsi Kalimantan
Timur dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan/keanekaragaman
hayati.
18. Perlunya monitoring terhadap pelaksanaan rencana tata ruang terutama
perwujudan struktur ruang dan pola ruang.
19. Belum tersedianya Kajian Lingkungan Strategis (KLHS) diseluruh
kabupaten/kota.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 160
B. Permasalahan yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur di bidang Sumber
Daya Air adalah :

1. Berkurangnya penyediaan air baku dipengaruhi oleh peningkatan jumlah


penduduk, peningkatan kegiatan ekonomi/industri dan perubahan peruntukan
lahan khususnya di hulu sungai.
2. Rusaknya lingkungan air baku yang disebabkan oleh pembuangan air limbah
rumah tangga dan industri ke dalam sumber-sumber penyediaan air baku
seperti sungai, danau, embung dan sebagainya.
3. Meningkatnya intrusi air laut ke daratan akibat dari pengambilan air tanah
secara besar-besaran demi kebutuhan pembangunan tersebut.
4. Koordinasi antar sektor belum berjalan dengan baik dalam implementasi
pembangunan.
5. Banyaknya terjadi tumpang tindih dengan kuasa pertambangan batu bara
sehingga banyak rencana kegiatan bidang Pengairan yang dibatalkan.
6. Rendahnya daya saing SDM Provinsi Kalimantan Timur.
7. Kurangnya pengendalian dan pengawasan terhadap kualitas air baku, yang
disebabkan oleh penanganan yang kurang cepat dan akurat terhadap
kerusakan baik oleh manusia dan menurunnya kualitas air baku.
8. Masih lemahnya penggunaan arsip data base berbasis IT untuk analisis sistem
informasi.
9. Kapasitas kompetensi SDM masih rendah dalam pelaksanaan penyelenggaraan
infrastruktur baik yang aparatur maupun tenaga ahli dan tenaga trampil di
bidang SDA.
10. Kurangnya pemanfaatan SDM lembaga masyarakat dan masyarakat dalam
proses pembangunan infrastruktur SDA.
11. Masih lemahnya updating data kondisi SDA, rawa, pantai dan banjir dalam
bentuk IT dan secara geo-spasial, sehingga permasalahan tidak dapat
diprediksi.
12. Belum terdukungnya lahan pertanian yang dimasukkan dalam Daerah Irigasi.
13. Penguatan terhadap fungsi pantai, sungai dan rawa terhadap penyediaan air
serta antisipasi terhadap banjir.

C. Permasalahan yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur di bidang Bina


Marga adalah :

1. Kondisi geografis yang sulit di beberapa wilayah, sehingga mengganggu kinerja


pembangunan jalan, khususnya di wilayah terisolir, tertinggal dan pedalaman.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 161
2. Perawatan yang kurang memadai atas jalan yang sudah terbangun, sehingga
kualitas jalan yang kurang baik di banyak ruas dan cepat rusak.
3. Koordinasi antar sektor belum berjalan dengan baik dalam implementasi
pembangunan.
4. Lemahnya penegakan hukun (law enforcement oleh instansi terkait terhadap
para pelaku pelanggaran angkutan beban lebih (over load) dan penertiban
ukuran kendaraan).
5. Pembangunan jalan lintas Kalimantan poros tengah dan koridor perbatasan
masih dalam tahap pembangunan secara bertahap.
6. Fungsi pelayanan jaringan irigasi yang belum optimal yang diakibatkan oleh
kerusakan jaringan irigasi, berkurangnya pasokan air dan sebagainya.
7. Kondisi tanah yang sangat labil sehingga terjadi longsoran-longsoran atau
patahan yang tidak terduga.

D. Permasalahan yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur di bidang Cipta


Karya adalah :

1. Belum adanya kesadaran masyarakat dalam mengelola sistem persampahan


didalam lingkungannya sehingga menjadi berguna bagi lingkungannya.
2. Pengelolaan persampahan masih dibatasi oleh wilayah administratif.
3. Masih timbulnya genangan dan banjir baik di perkotaan maupun di perdesaan
yang diakibatkan terhambatnya aliran air. Terhambatnya aliran air tersebut
dapat disebabkan oleh sampah, sistem perencanaan yang kurang terpadu dan
sebagainya.
4. Masih banyak masyarakat perkotaan dan perdesaan yang belum
memanfaatkan sanitasi yang memenuhi syarat kesehatan baik secara individu
maupun secara kelompok.
5. Belum adanya perencanaan sistem dan teknologi secara terpadu dan jangka
panjang dalam peningkatan ketersediaan air minum dengan memanfaatkan
kerjasama antar wilayah.
6. Masih terdapat masyarakat yang belum/tidak dapat memanfaatkan air minum
bagi peningkatan kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh akses, kondisi
geografi dan ketersediaan air.
7. Belum adanya pengawasan bangunan dan regulasi tentang keandalan
bangunan terhadap bencana serta kemudahan aksesibilitas bagi masyarakat
berkebutuhan khusus.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 162
E. Permasalahan yang terjadi dalam pembangunan infrastruktur di bidang
Perumahan dan Permukiman adalah :

1. Belum adanya perencanaan secara terpadu mengenai permukiman dan


perumahan untuk memenuhi jumlah backlog perumahan.
2. Kawasan permukiman dan infrastrukturnya bagi pengembanan kawasan-
kawasan cepat tumbuh, pusat ekonomi perkotaan dan perdesaan berkembang
secara organis yang belum didukung oleh perencanaan.
3. Belum adanya perencanaan, sistem informasi serta regulasi secara jelas
tentang lokasi, jumlah luasan bagi pengembangan perumahan (permukiman
baru).
4. Belum adanya pengembangan peran bangunan menjadi bagian dari produk
standar bangunan yang ramah lingkungan dengan pengendalian terhadap
energi yang dibutuhkan.
5. Belum adanya peningkatan dan pengembangan terhadap permukiman guna
mendukung terciptanya kegiatan ekonomi dan industri pada kota-kota kecil dan
perdesaan sebagai langkah untuk pemerataan pembangunan.
6. Kawasan yang mempunyai karakteristik agropolitan belum dikembangkan
secara terpadu dengan kawasan lainnya sehingga terjadi pemerataan dan
persebaran produk yang saling menunjang.
7. Perkembangan penduduk dan meningkatnya urbanisasi belum diimbangi oleh
infrastruktur permukiman.
8. Keterbatasan infrastruktur fisik pada kawasan permukiman tertentu sehingga
menghambat pembangunan sosial-ekonomi suatu kawasan permukiman yang
dapat mengakibatkan ketimpangan ekonomi antar wilayah.
9. Koordinasi antar sektor belum berjalan dengan baik dalam implementasi
pembangunan.

2. Isu Strategis
Perumusan isu strategi merupakan penyimpulan dari seluruh isu strategi yang
muncul didalam berbagai perencanaan pembangunan baik dari pusat, tingkat provinsi
maupun kabupaten kota. Isu strategis berdasarkan per bidang agar dalam penentuan
misi agar lebih terfokus sesuai dengan lingkup tugas dan fungsinya.

A. Perumusan isu strategi di bidang Penataan Ruang adalah sebagai berikut :


1. Peningkatan peran penataan ruang wilayah dalam meningkatkan ketahanan
pangan (perkebunan, agro industri) dan produksi (pertambangan, industri)

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 163
sebagai aset daerah yang wajib diatur dan dikendalikan untuk peningkatan
pendapatan daerah.
2. Meningkatnya peran penataan ruang guna perwujudan pembangunan yang
berkelanjutan dengan menjaga harmonisasi kegiatan ekonomi, investasi, sosial
dengan mempertimbangkan daya dukung dan kelestarian lingkungan serta
menunjang aspek politik, pertahanan dan keamanan
3. Meningkatnya peran penataan ruang guna mendukung terciptanya kesetaraan
dan keseimbangan pembangunan antar wilayah perkotaan dengan perdesaan,
wilayah pusat dengan pinggiran, antara wilayah yang maju dengan wilayah yang
tertinggal.
4. Penerapan regulasi tata ruang dalam pelaksanaan pembangunan masyarakat
sosial dan ekonomi.
5. Terjadinya alih fungsi lahan pertanian pangan dan hortikultura menyebabkan
Rendahnya produktivitas pertanian.
6. Pengelolaan daerah aliran sungai secara ketat agar tidak terjadi alih fungsi
lahan menjadi lahan permukiman, perkebunan, pertambangan dan sebagainya.
7. Ketidakjelasan RTRW yang menghambat realisasi PMDN & PMA.
8. Isu perubahan iklim seperti tingginya emisi karbon yang berasal dari alih fungsi
lahan, energi dan limbah belum diarus-utamakan dalam perencanaan
pembangunan Kabupaten/Kota.
9. perwujudan ruang yang bersinergi dengan pertumbuhan ekonomi hijau;
10. pengembangan sektor ekonomi produktif migas dan batubara yang bernilai
tambah tinggi dan berwawasan lingkungan menjadi sektor unggulan provinsi
untuk memacu pertumbuhan ekonomi serta pemanfaatannya bagi segenap
masyarakat;
11. pengembangan sektor unggulan untuk mengantisipasi berkurangnya
sumberdaya migas dan batubara yang tidak dapat diperbaharui melalui
pengembangan sektor pertanian, pariwisata dan energi yang dapat
diperbaharui, sebagai bagian upaya meningkatkan ketahanan pangan dan
energi wilayah dan nasional;
12. Perencanaan ruang terbuka hijau perkotaan semakin menjadi kewajiban dalam
penataan ruang perkotaan baik pada kawasan yang menyerupai kawasan
lindung, kawasan publik dan privat.
13. Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia aparatur dalam penataan ruang di
Kalimantan Timur.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 164
14. Regulasi yang tidak operasional dan sistem pengawasan yang lemah
mengakibatkan banyak terjadi perubahan fungsi lahan khususnya lahan atau
kawasan yang termasuk kawasan lindung.
15. Pengembangan suatu sistem pengawasan dan pengendalian pemanfaatan
ruang yang handal dan profesional.
16. Perencanaan tata ruang yang berbasis pada kegiatan ekonomi yang
menekankan pada pengembangan kawasan agribisnis dan ekonomi yang
terbarukan
17. Lemahnya data informasi berupa Peta Desa yang dimanfaatkan antar instansi
yang berisi tentang potensi desa yang dapat dikembangkan baik kerajinan,
industri, maupun pertanian/peternakan dan juga keperluan infrastrukturnya,
sehingga tidak dapat diimplementasikan kedalam rencana tata ruang wilayah
baik provinsi atau kabupaten/kota.
18. Rencana tata ruang wilayah kurang merespon potensi masyarakat dalam hal
UKM dan industri kecil. Sehingga perkembangan dalam daya dukung
infrastruktur menjadi terlambat.

B. Perumusan isu strategi di bidang Sumber Daya Air adalah sebagai berikut :
1. Penguatan infrastruktur irigasi pada lahan sawah fungsional.
2. Fungsi pelayanan jaringan irigasi yang belum optimal yang diakibatkan oleh
kerusakan jaringan irigasi, berkurangnya pasokan air dan sebagainya.
3. Belum terpenuhinya kebutuhan air baku, air bersih dan sanitasi yang layak.
4. Peningkatan pencemaran udara dan air yang sangat meningkat terkait dengan
eksploitasi tak terkendali terhadap sumberdaya alam di Kaltim (pertambangan,
bom ikan, penggunaan bahan kimia pertambangan yang mencemari perairan,
dll).
5. Rendahnya penggunaan data base dan sistem informasi untuk menguji kualitas
tanah, udara dan air.
6. Fasilitas sarana dan prasarana pengendali banjir belum berfungsi optimal.
7. Rendahnya produktivitas pertanian.
8. Mengendalikan alih fungsi lahan pertanian sebagai upaya meningkatkan
ketahanan pangan dari perkembangan fungsi-fungsi kawasan budi daya seperti
kawasan permukiman, fungsi kawasan perdagangan dan fungsi kawasan
industri.
9. Eksploitasi dan eksplorasi Sumberdaya Air semakin meningkat sesuai dengan
peningkatan kebutuhan masyarakat dan industri yang dalam pelaksanaan tidak
menimbulkan kerusakan lingkungan.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 165
10. Pengelolaan dan peningkatan kebutuhan terhadap air baku semakin
dibutuhkan perencanaan, pelaksanaan, pemeliharaan, pemantauan dan
evaluasi. Oleh karena itu dalam pelaksanaan pembangunan SDA yang efektif
dan efisien maka perlu dikembangkan sistem informasi yang terpadu terhadap
pembangunan SDA.
11. Eksplorasi dan eksploitasi Sumberdaya Air yang tidak berdampak pada ekonomi
biaya tinggi melalui mekanisme monitoring dan evaluasi terhadap kinerja
manfaat (benefit performance).
12. Alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan pertambangan oleh masyarakat.
13. Obyektifitas monitoring dan evaluasi kinerja aparatur menjadi bagian dalam
penentuan keberhasilan pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum.
14. Kinerja pelayanan jaringan reklamasi rawa perlu dikembangkan sebagai potensi
bagi peningkatan penyediaan air baku serta area resapan air yang dapat
menanggulangi bencana banjir.
15. Masih rendahnya kualitas pelayanan publik.
16. Rendahnya kualitas SDM aparatur.
17. Belum optimalnya penataan SDM sesuai standar kompetensi Bidang
Sumberdaya Air.
18. Kebutuhan air semakin tinggi sehingga dimungkinkan terjadinya konflik antar
pengguna air. Untuk itu, diperlukan koordinasikan dan peningkatan
ketatalaksanaan penanganan SDA.
19. Pemerataan pelatihan kapasitas/profesionalisme.
20. Perlunya peningkatan kelembagaan penanganan pembangunan SDA yang lebih
profesional dan terpadu dalam rangka menjamin ketersediaan air baku serta
penanganan mitigasi bencana.
21. Penempatan pejabat/staf sesuai karir dan kapasitas.

C. Perumusan isu strategis bidang Bina Marga adalah sebagai berikut :


1. Jalan tidak hanya berfungsi sebagai jalur yang menghubungkan antar wilayah
dari sisi sosial dan ekonomi, melainkan mempunyai fungsi evakuasi bencana,
ketahanan pangan, politik dan keamanan.
2. Fungsi jalan sebagai pembuka daerah terisolir dan terpencil agar dapat
bersama menikmati pembangunan dan mengembangkan potensi suatu
wilayah. Hal ini sangat penting bagi wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang luas
dan masih banyak wilayah yang terisolir, terpencil serta pedalaman.
3. Perkembangan jumlah beban angkutan yang semakin meningkat akibat
peningkatan pembangunan berpengaruh terhadap kinerja jalan dan jembatan

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 166
dalam melayani pergerakan barang dan manusia di kemudian hari selain
transportasi sungai, laut dan udara.
4. Peningkatan pergerakan barang dan manusia baik dari frekuensi maupun
beban membutuhkan pemantauan terhadap kualitas jalan dan jembatan
sehingga tindakan pemeliharaan dan peningkatan jalan dapat dilakukan secara
profesional serta tidak mengganggu pergerakan ekonomi. Untuk itu diperlukan
kelembagaan dan sistem informasi serta teknologi dalam proses pemantauan
jalan dan jembatan.
5. Perlunya koordinasi lintas bidang dalam pembangunan jalan dan jembatan
melalui penyelarasan dan penyesuaian terhadap perencanaan tata ruang
wilayah.
6. Minimnya transportasi jalan dan jembatan yang memadai di wilayah
perbatasan.
7. Rendahnya infrastruktur pendukung kawasan pusat pertumbuhan.
8. Minimnya fasilitas tujuan wisata, promosi dan paket wisata
9. Jaringan jalan yang panjang untuk menghubungkan pusat-pusat kegiatan
perekonomian di semua kabupaten dan kecamatan
10. Kebutuhan anggaran yang sangat tinggi untuk membangun jaringan jalan baru,
dan kebutuhan biaya perawatan jaringan jalan
11. Pembebasan Lahan yang tidak mudah untuk mencari titik temu (kesepakatan)
antara pemilik lahan dengan pemerintah
12. Kemampuan memberikan kelayakan finansial bagi investasi pembangunan dan
pengoperasian jalan tol oleh swasta
13. Optimalisasi Pos Pemantau dan Jembatan timbang sebagai pengendali batas
berat muatan yang diijinkan bagi angkutan barang (truck) yang melewati jalan
nasional dan provinsi.

D. Perumusan isu strategis bidang Cipta Karya adalah sebagai berikut :


1. Belum terpenuhinya kebutuhan air baku, air bersih dan sanitasi yg layak
2. Minimnya fasilitas tujuan wisata, promosi dan paket wisata
3. Isu perubahan iklim belum diarus utamakan dalam perencanaan pembangunan
Kabupaten/Kota
4. Meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan berpengaruh terhadap jumlah
limbah KM/WC berupa : air sabun, limbah padat dan limbah cair.
5. Meningkatnya jumlah penduduk di perkotaan berpengaruh terhadap
meningkatnya jumlah sampah rumah tangga yang berupa sampah organik dan
non organik

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 167
E. Perumusan isu strategis bidang Perumahan dan Permukiman adalah sebagai
berikut :
1. Berkembangnya kawasan kumuh baik bersifat slum maupun squatter dan
kawasan yang bersifat sprawl. Kawasan ini berkembang karena adanya migrasi
dan tingkat ekonomi, sosial dan keahlian sumber daya manusia migran.
2. Meningkatkannya jumlah penduduk diperkotaan di seluruh wilayah Indonesia
tidak terkecuali di kota-kota Provinsi Kalimantan Timur yang dapat
mempengaruhi beban terhadap infrastruktur permukiman.
3. Masih rendahnya kualitas pelayanan publik.
4. Berkembangnya suatu wilayah dari desa ke kota kecil, kota kecil ke kota
sedang dan selanjutnya yang perlu direncanakan sejak dini khususnya di
bidang pelayanan infrastruktur pekerjaan umum dan permukiman.
5. Lingkungan yang layak anak dan bagi masyarakat berkebutuhan khusus
menjadi standar dalam pelayanan infrastruktur yang diwujudkan dalam
keandalan bangunan dan penataan lingkungan.
6. Masih banyaknya kualitas SDM yang rendah di tingkat aparatur akibat dari
ketidaksesuaian kompetensi sesuai dengan bidangnya.
7. Berkurangnya jumlah penduduk di wilayah perdesaan akibat migrasi serta
berkurangnya mata pencaharian bagi penduduk.
8. Bencana alam menjadi bagian dalam kinerja pelayanan infrastruktur telah
menjadi standar dalam pelayanan infrastruktur.
9. Meningkatnya penggunaan ruang di perkotaan maupun di perdesaan yang
meningkatkan ketertutupan lahan dapat berpengaruh buruk terhadap
lingkungan hidup.
10. Belum optimalnya penataan SDM sesuai standar kompetensi.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB III - 168
BAB IV VISI, MISI, TUJUAN DAN SASARAN,
STRATEGI DAN KEBIJAKAN
4.1 Visi dan Misi
Perumusan Visi

Visi Rencana strategis Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan


Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur merupakan turunan dari 2 sumber
penting yang menjadi acuan yaitu pertama adalah acuan nasional dan ke dua
acuan regional. Acuan nasional yang menjadi pedoman adalah rencana strategis
Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2015 - 2019. Sedangkan acuan regional
adalah Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (P-RPJMD)
Provinsi Kalimantan Timur dan Visi Gubernur Provinsi Kalimantan Timur periode
2013 – 2018. Dari kajian yang telah dilakukan dari berbagai permasalahan dan
isu strategis serta acuan diatas, maka perumusan visi adalah sebagai berikut :

“TERWUJUDNYA INFRASTRUKTUR HIJAU YANG BERKUALITAS


BERDASARKAN TATA RUANG YANG HANDAL
DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR”

A. Penjelasan visi
Penjelasan visi di atas adalah sebagai berikut :
1. Infrastruktur
Pengertian “Infrastruktur”adalah infrastruktur yang berada didalam lingkup
dan bidang kerja organisasi yang meliputi : infrastruktur sumber daya air, bina
marga, cipta karya, perumahan dan permukiman, penataan ruang dan bina
konstruksi.

2. Hijau
Pengertian “Hijau” adalah setiap proses pembangunan infrastruktur dari
perencanaan, pembangunan, pengelolaan serta pemeliharaan selalu berbasis
pada pembangunan yang mendukung pada terciptanya keselarasan yaitu :
a. Berdasarkan pada daya dukung lingkungan yaitu konservasi/
penghematan penggunaan energi, pengurangan limbah emisi/gas buang
yang berupa : CO2, CH4, benda yang tidak/kurang dapat terurai dan
Logam Berat/Beracun lainnya yang mempengaruhi lingkungan air, tanah
dan udara;

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB IV - 169
b. Pendekatan pembangunan melalui pendekatan Bottom Up yaitu melalui
pendekatan partisipasi masyarakat untuk meningkatkan pemberdayaan
masyarakat;
3. Berkualitas
Pengertian “Berkualitas” adalah kegiatan pembangunan yang dapat
dipertanggungjawabkan secara kualitas berdasarkan pada pendekatan
terukur. Aspek Berkualitas tersebut didukung oleh :
a. Kegiatan pembangunan yang didasarkan oleh Perencanaan Tata Ruang.
b. Proses pelaksanaan pembangunan berdasarkan pada spesifikasi standar
yang telah ditetapkan.
c. Peran Monitoring Dan Evaluasi sebagai salah satu tahapan untuk
menjamin tingkat kualitas yang diwujudkan dalam keberhasilan
pembangunan menjadi sangat signifikan untuk dikembangkan melalui
sistem dan teknologi yang mampu meningkatkan kecepatan, keakuratan
dan tepat sasaran.
d. Peran Pengawasan terhadap Pasca Pembangunan yang berlanjut dan
didasarkan pada updating data yang kualitas dan berkelanjutan.
e. Faktor berkualitas juga harus didukung oleh Kelembagaan dan SDM
Aparatur yang kompeten sesuai dengan bidangnya serta didukung pula
oleh teknologi yang mampu mendukung kinerja SDM.

4. Tata Ruang yang Handal


Seluruh proses pembangunan wilayah yang meliputi antar sektoral
direncanakan berdasarkan pada perencanaan tata ruang wilayah yang telah
ditetapkan berdasar pada perundangan yang berlaku. Tata ruang wilayah
selain sebagai fungsi perencanaan dan pemanfaatan ruang, tata ruang
dikembangkan sebagai fungsi pengawasan dan pengendalian terhadap
penyelenggaraan pembangunan agar terjadi sinergitas pembangunan yang
serasi dan berkelanjutan.
Penegakan Tata Ruang sebagai pedoman penyelenggaraan pembangunan
wilayah perlu didukung oleh aspek koordinasi antar sektoral sehingga
mewujudkan kesepahaman antar sektoral dalam penyelenggaraan
pembangunan yang berdasarkan pada tata ruang tersebut.

Keterkaitan Visi

Tujuan keterkaitan visi adalah untuk memperlihatkan visi yang


ditetapkan tidak terpisahkan dengan rencana pembangunan di atasnya. Visi
Dinas Pekerjaan Umum, Penatan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi
Kalimantan Timur merupakan merupakan visi yang tak terpisahkan dengan visi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Visi P-RPJMD Provinsi
Kalimantan Timur dan Visi Gubernur Provinsi Kalimantan Timur.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB IV - 170
Visi Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
merupakan pengejawantahan dari visi diatasnya. Dengan demikian diharapkan
arah pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum dan Permukiman dapat
diselenggarakan secara terpadu dan sinergis dengan sektor lain.

Keterkaitaan visi tersebut dapat dilihat pada skema dibawah ini.


Visi RPJPD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2005-2023 :
“Terwujudnya Masyarakat yang Adil dan Sejahtera dalam Pembangunan
Berkelanjutan”
Visi P-RPJMD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2013-2018 :
“Terwujudnya Kualitas Pertumbuhan Ekonomi dan Pemerataan Kesejahteraan
Masyarakat Kalimantan Timur.”
Visi dan Misi Gubernur yang terkait dengan Infrastruktur PU :
Sinkronisasi Visi :
“Mewujudkan Kaltim sejahtera yang merata dan Berkeadilan berbasis agriindustri &
Visi dan Misi energi ramah lingkungan”
Misi :
“Mewujudkan infrastruktur dasar yang berkualitas bagi masyarakat secara merata”
Tujuan :
“Menurunkan kesenjangan antar wilayah.”
“Meningkatkan pertumbuhan ekonomi hijau dan kesejahteraan masyarakat.”
Sasaran :
“Menurunkan Indeks Ketimpangan Regional (dengan Migas) pada skala dari
0,8 menjadi 0,6”
“TERWUJUDNYA Visi Perubahan Rencana Strategis Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan
Visi Rencana Strategis Kementerian
Pekerjaan Umum Tahun 2015-2019

INFRASTRUKTUR Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur


PEKERJAAN UMUM Tahun 20013-2018:
DAN PERUMAHAN
RAKYAT YANG
HANDAL DALAM
“Terwujudnya Infrastruktur Hijau yang Berkualitas
MENDUKUNG berdasarkan Tata Ruang yang Handal
INDONESIA YANG
BERDAULAT,
Di Provinsi Kalimantan Timur”
MANDIRI, DAN
BERKEPRIBADIAN
BERLANDASKAN
GOTONG ROYONG”

Perumusan Misi

Pernyataan Misi adalah :


1. Menyelenggarakan penataan ruang yang mampu menjadi landasan dalam
pengembangan wilayah serta keterpaduan antar sektor melalui
pendekatan partisipasi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan;
2. Mengembangkan infrastruktur sumber daya air guna mendukung
terhadap ketersediaan sumber air baku bagi ketahanan pangan serta
pengendalian terhadap banjir;
3. Mengembangkan Infrastruktur jalan dan jembatan guna mendukung
terciptanya kemudahan pergerakan lalu lintas ekonomi antar wilayah dan
kawasan serta mendorong keterbukaan kawasan pedalaman, tertinggal
dan terisolir;
4. Mengembangkan infrastruktur dasar permukiman dan bangunan guna
mendukung terciptanya kawasan permukiman yang layak huni, sehat,
produktif, berwawasan lingkungan serta ramah terhadap masyarakat yang
berkebutuhan khusus.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB IV - 171
Keterkaitan Misi

Keterkaitan misi ditujukan untuk menjamin sinergitas, keberlanjutan dan


konsistensi terhadap penyelenggaraan pembangunan infrastruktur.

No. Misi Misi SKPD Dinas PU Kaltim


Misi 1 Misi 2 Misi 3 Misi 4
A. Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014
1. Mewujudkan penataan ruang sebagai acuan matra
spasial dari pembangunan nasional dan daerah serta
keterpaduan pembangunan infrastruktur pekerjaan 
umum dan permukiman berbasis penataan ruang
dalam rangka pembangunan berkelanjutan.
2. Menyelenggarakan pengelolaan SDA secara efektif
dan optimal untuk meningkatkan kelestarian fungsi

dan keberlanjutan pemanfaatan SDA serta
mengurangi resiko daya rusak air.
3. Meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas wilayah
dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan 
penyediaan jaringan jalan yang andal, terpadu dan
berkelanjutan.
4. Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman yang
layak huni dan produktif melalui pembinaan dan

fasilitasi pengembangan infrastruktur permukiman
yang terpadu, andal dan berkelanjutan.
5. Menyelenggarakan Penelitian dan Pengembangan
serta Penerapan: IPTEK, norma, standar, pedoman,
 
manual dan/atau kriteria pendukung infrastruktur PU
dan permukiman.
6. Menyelenggarakan dukungan manajemen fungsional
dan sumber daya yang akuntabel dan kompeten,
terintegrasi serta inovatif dengan menerapkan prinsip-
prinsip good governance.
7. Meminimalkan penyimpangan dan praktik-praktik KKN
di lingkungan Kementerian PU dengan meningkatkan
kualitas pemeriksaan dan pengawasan profesional.
B. P-RPJMD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2013-2018
1. Mewujudkan kualitas sumber daya manusia Provinsi
Kalimantan Timur yang mandiri, berdaya saing tinggi.
2. Mewujudkan daya saing ekonomi yang berkerakyatan
dan berbasis Sumber Daya Alam dan Energi   
terbarukan.
3. Mewujudkan infrastruktur dasar yang berkualitas bagi    
masyarakat secara merata.
4. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang
Profesional, Transparan dan Berorientasi pada
Pelayanan Publik.
5. Mewujudkan kualitas lingkungan yang baik dan sehat   
berprespektif perubahan iklim.
C. Misi Gubernur periode tahun 2013 – 2018 yang terkait dengan infrastruktur
1. Mewujudkan infrastruktur dasar yang berkualitas bagi
   
masyarakat secara merata

Tabel 4.1 Keterkaitan Misi Rencana Strategis SKPD dengan Rencana Strategis
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2015-2019
dan Rancangan P-RPJMD Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2013-2018.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB IV - 172
4.2 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah SKPD

Tujuan dan sasaran adalah tahap perumusan sasaran strategis yang


menunjukkan tingkat prioritas tertinggi dalam perencanaan pembangunan
jangka menengah daerah yang selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan
arsitektur kinerja SKPD selama lima tahun. Tujuan adalah pernyataan-
pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi,
melaksanakan misi, memecahkan permasalahan dan menangani isu strategis
daerah yang dihadapi. Tujuan diturunkan setiap misi yang telah ditetapkan
sebelumnya. Agar setiap misi yang ada mempunyai arah yang jelas sesuai
dengan rumusan isu strategis dan permasalahan yang terdapat di Rencana
Strategis Tahun 2015-2019 Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat, RTRW Provinsi Kalimantan Timur, Perubahan RPJMD Tahun 2013-2018
Provinsi Kalimantan Timur dan Perubahan Rencana Strategis Tahun 2009-2013
Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Timur.
Penetapan tujuan dan sasaran jangka menengah di dalam Perubahan
rencana strategis Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan
Rakyat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2013 – 2018 adalah sebagai berikut :
1. Tujuan pertama : Mewujudkan sinergitas dan efektivitas pengembangan
wilayah dan keterpaduan antar sektor dengan tetap mempertimbangkan
keberlanjutan dan daya dukung lingkungan.
Sasaran :
A. Peningkatan penyelenggaraan penataan ruang.

2. Tujuan kedua : Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan SDM aparatur


dan jasa konstruksi serta penelitian dan pengembangan bidang pekerjaan
umum dan permukiman untuk meningkatkan kinerja pelayanan bidang
pekerjaan umum dan jasa konstruksi.
Sasaran :
A. Meningkatnya kapasitas dan kinerja pembina jasa konstruksi di Provinsi
serta Kabupaten/Kota

3. Tujuan ketiga : Terwujudnya ketersediaan air baku bagi pembangunan


pertanian dan permukiman
Sasaran :
A. Meningkatnya infrastruktur SDA (waduk, embung, danau dan lain lain)
bagi pengembangan kawasan pertanian.
B. Terwujudnya ketersediaan air baku Jumlah penduduk yang terlayani
(604.800 penduduk)

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB IV - 173
4. Tujuan keempat : Mendukung pencegahan bencana banjir di daerah rawan
banjir.
Sasaran :
A. Terwujudnya infrastruktur pengendali banjir serta mencegah intrusi air
laut.
5. Tujuan kelima : Meningkatkan pergerakan ekonomi dari kawasan produktif
(kawasan pertanian, perkebunan, perikanan dan pariwisata) ke kawasan
distribusi serta Terbukanya interaksi kawasan terisolir, pedalaman dan
pesisir dengan pusat pertumbuhan ekonomi
Sasaran :
A. Mewujudkan konektivitas dalam wilayah Provinsi Kalimantan Timur.
6. Tujuan keenam : Terwujudnya kualitas lingkungan permukiman yang tertata,
bersih dan sehat
Sasaran :
A. Terwujudnya lingkungan permukiman yang layak huni.
B. Meningkatnya ketersediaan infrastruktur air minum dan air limbah bagi
masyarakat perkotaan dan perdesaan.

4.3 Strategi dan Kebijakan SKPD


Menurut UU No. 25 tahun 2004, strategi pembangunan adalah langkah-
langkah yang akan ditempuh oleh seluruh perangkat organisasi yang berisi program
indikatif untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan yang telah ditetapkan. Rumusan
strategi merupakan pernyataan-pernyataan yang menjelaskan bagaimana tujuan dan
sasaran akan dicapai serta selanjutnya dijabarkan dalam rangka serangkaian
kebijakan.
Tabel 4.2 Strategi dan kebijakan SKPD

NO Strategi Kebijakan

Penetapan rencana tata ruang,


1 Penyiapan peraturan, pedoman dan pedoman bidang penataan ruang, dan
pemanfaatan bidang penataan ruang operasionalisasi rencana tata ruang

Meningkatkan pembinaan usaha


2 konstruksi nasional yang kompetitif, Pembinaan usaha jasa konstruksi
profesional dan berdaya saing tinggi di yang profesional
tingkat nasional

Membangun infrastruktur penyedia air Menyusun perencanan dan


3
baku bagi pertanian serta Membangun pembangunan area tangkapan air
jaringan irigasi primer serta jaringan irigasi primer bagi
pertanian.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB IV - 174
Memanfaatkan sumber-sumber air
baku.
Meningkatkan cakupan ketersediaan
4 Pengelolaan air baku
air baku
Membangun infrastruktur penyedia air
baku
Menyusun perencanaan infrastruktur
5 Mengembangkan daya dukung pengendali banjir dan perencanaan
infrastruktur pengendali banjir. antisipasi terhadap banjir.

Meningkatkan klas jalan dan


perbaikan untuk meningkatkan
Meningkatkan klas jalan pada jalan
6 kemudahan aksesibilitas dan
provinsi
pergerakan ekonomi

Meningkatkan kualitas jalan eksisting


Menyusun perencanaan dan
7 dan membangun jalan dan jembatan
pelaksanaan pembangunan jalan dan
baru untuk meningkatkan kegiatan
jembatan baru
ekonomi terbarukan
Menyusun perencanaan dan
Pemeliharaan / Peningkatan kondisi
8 pelaksanaan jalan yang direhabilitasi /
ruas jalan mantap
dipelihara
Menyusun perencanaan infrastruktur
Meningkatkan kualitas lingkungan
9 dan keruangan terhadap kawasan
permukiman.
permukiman layak huni
Meningkatkan jumlah pengolahan air
10 minum dan pengolahan air limbah Meningkatkan layanan air minum
dengan memanfaatkan sumber-sumber untuk meningkatkan kualitas manusia.
air baku.
Meningkatkan jumlah pengolahan air Meningkatkan jumlah bangunan
11
limbah untuk kualitas lingkungan pengolahan air limbah

Secara rinci keterkaitan Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, indikator kinerja sampai
dengan Program dapat dilihat pada Tabel 4.3. Matrik Visi, Misi, Tujuan, Sasaran dan
Target Kinerja.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB IV - 175
Tabel 4.3. Matrik Misi, Tujuan, Sasaran dan Target Kinerja 2013-2018
VISI
Terwujudnya Infrastruktur Hijau yang Berkualitas berdasarkan Tata Ruang yang Handal
di Provinsi Kalimantan Timur

Target Cara Untuk Mencapai Sasaran


Kondisi Awal Target
No Misi Tujuan Indikator Tujuan Sasaran Indikator Kinerja Utama Satuan Program
2013 2014 s/d 2018
2014 2015 2016 2017 2018 Strategi Kebijakan

Terselenggaranya penataan
Mewujudkan sinergitas dan
ruang (pengaturan, pembinaan,
efektivitas pengembangan wilayah Penetapan rencana tata ruang,
pelaksanaan, pengawasan) yang Penyiapan peraturan, pedoman
dan keterpaduan antar sektor Peningkatan penyelenggaraan Persentase bobot penyelenggaraan pedoman bidang penataan Program Penyelenggaraan Penataan
mampu mendukung wilayah 64.83% 74.14% % 67.83 70.83 72.14 73.14 74.14 dan pemanfaatan bidang penataan
dengan tetap mempertimbangkan penataan ruang penataan ruang ruang, dan operasionalisasi Ruang
Misi 1 : Menyelenggarakan provinsi maju secara ruang
keberlanjutan dan daya dukung rencana tata ruang
penataan ruang yang mampu berkelanjutan dan berdaya
lingkungan.
menjadi landasan dalam dukung lingkungan
pengembangan wilayah serta Meningkatkan kapasitas
A
keterpaduan antar sektor melalui kelembagaan dan SDM aparatur Program Penyelenggaraan
pendekatan partisipasi dan jasa konstruksi serta Pembinaan Jasa Konstruksi
masyarakat dan pembangunan Meningkatkan pembinaan usaha
penelitian dan pengembangan Meningkatnya kapasitas dan kinerja
berkelanjutan ; Meningkatnya pelayanan jasa Persentase peningkatan kompetensi konstruksi nasional yang kompetitif, Pembinaan usaha jasa konstruksi Program Pengaturan dan
bidang pekerjaan umum dan 22.34% 58.68% pembina jasa konstruksi di Provinsi % 32.34 37.34 42.34 50.34 58.68
konstruksi masyarakat di bidang jasa konstruksi profesional dan berdaya saing yang profesional Pemberdayaan Masyarakat Jasa
permukiman untuk meningkatkan serta Kab/Kota
tinggi di tingkat nasional Konstruksi
kinerja pelayanan bidang
pekerjaan umum dan jasa Program Pengawasan Jasa
konstruksi Konstruksi

Program Pengembangan dan


3.900 Ha 5.050 Ha Luas daerah irigasi yang terlayani Ha 4,150 4,400 4,850 4,950 5,050 Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa
Meningkatnya infrastruktur SDA Menyusun perencanan dan dan Jaringan Pengairan.
Membangun infrastruktur penyedia
(waduk, embung, danau dan lain pembangunan area tangkapan
air baku bagi pertanian serta
lain) bagi pengembangan kawasan air serta jaringan irigasi primer
Membangun jaringan irigasi primer
pertanian. Persentase peningkatan jumlah bagi pertanian.
Meningkatnya ketersediaan air Program Peningkatan Daya Saing
Terwujudnya ketersediaan air 1 Bendungan 2 Bendungan bendungan untuk pengembangan % 85.00 85.00 85.78 92.00 100.00
baku bagi pembangunan Sektor Sumber Daya Air
Misi 2 : Mengembangkan baku bagi pembangunan irigasi dan air baku
kawasan pertanian dan
infrastruktur sumber daya air pertanian dan permukiman
permukiman
guna mendukung terhadap Memanfaatkan sumber-sumber air
B.
ketersediaan sumber air baku baku.
bagi ketahanan pangan serta Terwujudnya ketersediaan air baku
Meningkatkan cakupan Program Penyediaan dan
pengendalian terhadap banjir; 75 Lt/dt 580 Lt/dt Jumlah penduduk yang terlayani Jumlah kapasitas air baku Ltr/detik 75 75 80 80 580
Pengelolaan air baku ketersediaan air baku Pengelolaan Air Baku.
(604.800 penduduk)
Membangun infrastruktur penyedia
air baku

Menyusun perencanaan
Mendukung pencegahan Terwujudnya infrastruktur
Menurunnya luas kawasan rawan Mengembangkan daya dukung infrastruktur pengendali banjir dan
bencana banjir di daerah rawan 450 Ha 415 Ha pengendali banjir serta mencegah Luas genangan banjir Ha 440 430 425 420 415 Program Pengendalian banjir
banjir infrastruktur pengendali banjir. perencanaan antisipasi terhadap
banjir. intrusi air laut.
banjir.

BAB IV

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB IV - 176
Target Cara Untuk Mencapai Sasaran
Kondisi Awal Target
No Misi Tujuan Indikator Tujuan Sasaran Indikator Kinerja Utama Satuan Program
2013 2014 s/d 2018
2014 2015 2016 2017 2018 Strategi Kebijakan

Meningkatkan klas jalan dan


Persentase klas jalan yang
Meningkatkan klas jalan pada jalan perbaikan untuk meningkatkan Program Pembangunan Jalan dan
18 Km 116,70 Km ditingkatkan daya mampu maksimum % 4.39 6.88 10.35 10.73 11.11
provinsi kemudahan aksesibilitas dan Jembatan
10 Ton
pergerakan ekonomi

Program peningkatan daya saing


investasi sektor jalan dan jembatan
Misi 3 : Mengembangkan Meningkatkan pergerakan
Infrastruktur jalan dan jembatan ekonomi dari kawasan produktif Program pembukaan keterisolasian
0 Km 336,71 Km Panjang jalan baru yang dibangun Km 142.34 181.27 192.27 192.27 336.71 Meningkatkan kualitas jalan
guna mendukung terciptanya (kawasan pertanian, perkebunan, wilayah sektor jalan dan jembatan
Menyusun perencanaan dan eksisting dan membangun jalan
kemudahan pergerakan lalu lintas perikanan dan pariwisata) ke Meningkatnya kualitas jalan pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan baru untuk
Mewujudkan konektivitas dalam
C ekonomi antar wilayah dan kawasan distribusi serta eksisting dan jumlah panjang jalan dan jembatan baru meningkatkan kegiatan ekonomi
wilayah Provinsi Kalimantan Timur Program Pembangunan Jalan Tol
kawasan serta mendorong Terbukanya interaksi kawasan dan jembatan baru. terbarukan
keterbukaan kawasan terisolir, pedalaman dan pesisir
pedalaman, tertinggal dan dengan pusat pertumbuhan
terisolir; ekonomi 164 Jembatan 181 Jembatan Jumlah jembatan yang dibangun Jembatan 166 170 170 178 181

Menyusun perencanaan dan


Persentase jalan dan jembatan Pemeliharaan / Peningkatan Program Rehabilitasi/Pemeliharaan
48.64% 58,17% % 54.08 58.94 54.17 56.17 58.17 pelaksanaan jalan yang
provinsi dalam kondisi mantap kondisi ruas jalan mantap Jalan dan Jembatan
direhabilitasi / dipelihara
Program Pembangunan Saluran
Drainase / Gorong-gorong
Program Pembangunan
Turap/Talud/Bronjong

D
Menyusun perencanaan
Program Penanggulangan
Berkurangnya rumah tidak layak Terwujudnya lingkungan Persentase penurunan rumah tidak infrastruktur dan keruangan Meningkatkan kualitas lingkungan
36.721 Unit 35.636 Unit % 4.83 4.78 4.76 4.75 4.73 Kemiskinan Bidang perumahan dan
huni bagi masyarakat tidak mampu permukiman yang layak huni layak huni terhadap kawasan permukiman permukiman.
Permukiman
layak huni
Misi 4 : Mengembangkan
infrastruktur dasar permukiman
dan bangunan guna mendukung
Terwujudnya kualitas lingkungan
terciptanya kawasan permukiman
permukiman yang tertata, bersih
yang layak huni, sehat, produktif,
dan sehat
berwawasan lingkungan serta
ramah terhadap masyarakat yang
berkebutuhan khusus. Jumlah debit air bersih yang
370 L/dt 680 L/dt Liter/dtk 470 480 480 480 680
dihasilkan
Meningkatkan jumlah pengolahan
Meningkatnya ketersediaan debit Meningkatkan layanan air minum
air minum dan pengolahan air
air minum bagi masyarakat yang Meningkatnya ketersediaan untuk meningkatkan kualitas
limbah dengan memanfaatkan Program Pengembangan Kinerja
kontinyu. infrastruktur air minum dan air manusia.
sumber-sumber air baku. Pengelolaan Air Minum dan Air
955 947 limbah bagi masyarakat perkotaan Jumlah desa / Kelurahan yang Desa /
954 953 952 949 947 Limbah
Desa/Kelurahan Desa/Kelurahan dan perdesaan belum memiliki air bersih Kelurahan

Jumlah Kabupaten/Kota yang Meningkatkan jumlah pengolahan Meningkatkan jumlah bangunan


1 Kab/Kota 7 Kab/Kota Kab / Kota 1 2 4 5 7
terlayani IPLT/IPAL air limbah untuk kualitas lingkungan pengolahan air limbah

BAB IV

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB IV - 177
BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN
DAN PENDANAAN INDIKATIF

5.1 Indikasi Program dan Kegiatan


Indikasi program dan kegiatan pembangunan merupakan sasaran-
sasaran yang diprioritaskan dalam jangka waktu tertentu dengan disertai sumber
dana untuk mewujudkan Perencanaan Perbaikan Lingkungan Permukiman
Kumuh Perkotaan sesuai dengan yang direncanakan.
Indikasi program dan kegiatan pembangunan di dalam rencana strategis
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi
Kalimantan Timur dalam rangka meningkatkan kualitas infrastruktur yang
berdasarkan pada visi dan misi memperlihatkan pentahapan pelaksanaan
rencana pembangunan yang lebih bersifat ramah terhadap lingkungan,
operasional dan parsitipasif. Adapun pertimbangan-pertimbangan dalam
melakukan identifikasi program dan kegiatan pembangunan dalam penyusunan
rencana strategis Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan
Rakyat Provinsi Kalimantan Timur yaitu:
1. Penyusunan rencana berdasar dimensi pemanfaatan ruang yang dituju,
untuk membentuk pengembangan wilayah provinsi yang bersinergis, terpadu
dan terarah;
2. Prioritas indikasi program pembangunan skala permukiman, ataupun skala
lingkungan;
3. Aspirasi stekeholder yang disampaikan pada waktu kegiatan diskusi
kelompok terarah/Focus Group Discussion (FGD), diskusi pemaparan hasil
selama proses pelaksanaan pekerjaan, maupun program-program
pembangunan yang telah disusun di tingkat provinsi baik secara internal
(antar bidang) maupun eksternal (antar sektoral/instansi);
4. Indikasi program diutamakan bagi program-program pembangunan fisik,
sedangkan program-program non fisik diindikasikan sebagai penunjang/
pelengkap.
5. Indiskasi program dijabarkan berdasarkan pada visi, misi, tujuan, capaian
sasaran, strategi yang ditetapkan serta permasalahan yang harus
dipecahkan melalui program dan kegiatan yang termaktub dalam kerangka
lingkup tugas dari masing-masing instansi yang terkait.
6. Indikasi program memuat kegiatan yang dijabarkan melalui alokasi waktu,
biaya dan penangung jawab pelaksanaannya.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB V - 178
Untuk melaksanakan pembangunan dengan skala provinsi diperlukan
landasan operasional berupa ketetapan hukum dalam bentuk
ketetapan/keputusan Gubernur dalam bentuk penetapan kegiatan dan anggaran
tentang penataan permukiman kumuh di perkotaan yang setidaknya berisi :
1. Kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan yaitu
a. Di tingkat pusat mengacu pada Rencana Strategis Kementerian
Pekerjaan Umum Tahun 2015-2019,
b. Di tingkat regional mengacu pada RPJPD dan Rancangan Perubahan
RPJMD tahun 2013-2018 Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,
c. Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2016 tentang Rencana Tata Ruang
Wilayah Provinsi Kalimantan Timur tahun 2016 – 2036.
2. Tujuan dan sasaran serta permasalahan yang ditemui;
3. Rekomendasi yang diajukan melalui studi sebelumnya;
4. Berpedoman terhadap kesesuaian dengan keserasian lingkungan;
Pendekatan pembangunan melalui pendekatan 2 arah yaitu pendekatan Top
Down dan Bottom Up. Pendekatan Top Down dilaksanakan berdasarkan
pada peraturan yang telah ditetapkan, sedangkan pendekatan Bottom Up
dilaksanakan pada proses penetapan perencanaan pembangunan dan
peraturan.

Indikasi program adalah bagian yang memuat rincian tahapan dan


program-program pembangunan yang akan diterapkan di wilayah perencanaan
berkenaan dengan penyusunan dokumen perubahan rencana strategis Dinas
Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan
Timur Tahun 2013 - 2018. Pelaksanaan program pembangunan ditentukan
sesuai dengan prioritasnya, mengingat adanya keterbatasan sumber dana
pembangunan. Kriteria yang digunakan dalam menentukan prioritas
pembangunan adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan tingkat kepentingan/kebutuhan yang mendesak.
2. Memperhatikan sektor-sektor yang dianggap dapat mendorong pertumbuhan
ekonomi wilayah dan pembangunan masyarakat yang sejahtera, adil dan
merata.
3. Mempertimbangkan masalah yang perlu segera ditangani dan antisipasi
terhadap permasalahan yang mungkin timbul.
4. Mempertimbangkan partisipasi dan aspirasi masyarakat serta keterkaitan
pengusaha swasta/investor untuk pengembangan suatu kegiatan tanpa
bantuan atau dengan bantuan.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB V - 179
5. Mempertimbangkan sektor-sektor kegiatan wilayah yang mempunyai tingkat
perkembangan tinggi.
6. Mempertimbangkan aspek efisiensi dan efektivitas pembangunan.

Pertimbangan-pertimbangan dalam penentuan program yang akan


dilaksanakan pada setiap tahapan tersebut adalah sebagai berikut :
1. Bahwa besarnya kebutuhan sarana dan prasarana pembangunan yang harus
disediakan dalam setiap tahapan adalah proporsional dengan peningkatan
jumlah penduduk pada setiap tahapan pembangunan.
2. Program/kegiatan yang diprioritaskan didasarkan atas keteraturan tata
ruang sebagaimana yang telah ditetapkan.
3. Program/kegiatan yang diprioritaskan merupakan program dan kegiatan
yang dibutuhkan masyarakat baik jangka pendek maupun jangka panjang,
khususnya program/kegiatan yang terkait dengan peningkatan ekonomi
masyarakat, ketahanan pangan dan penyehatan infrastruktur permukiman.
4. Program/kegiatan yang dilaksanakan mempunyai dampak yang luas bagi
terciptanya pembangunan wilayah dan kawasan berserta daya dukungnya
sehingga tercipta lingkungan yang dapat meningkatkan nilai ekonomi dan
sosial serta lingkungan.
5. Ada beberapa unsur dalam wilayah yang perlu didahulukan
pembangunannya dalam upaya untuk merangsang arah pertumbuhan
wilayah ataupun memberikan pelayanan pelayanan bagi daerah yang mutlak
memerlukan dalam waktu yang relatif lebih dekat (lebih mendesak).

Berdasarkan 5 (lima) prinsip tersebut di atas, maka dapat disimpulkan


bahwa bagi rencana tata ruang yang telah disusun perlu dibuat suatu sistem
prioritas, baik prioritas yang menyangkut lokasi maupun prioritas sektoral.
Setelah tahap penyusunan elemen-elemen pembangunan diselesaikan, maka
dapat dilakukan penyusunan tahapan pelaksanaan rencana pembangunan.
Pentahapan pelaksanaan merupakan penjabaran jenis kegiatan pembangunan
yang harus dilakukan setiap lima tahun. Pelaksanaan pembangunan akan
menjadi lebih terarah dan dapat mencapai tujuan pembangunan itu sendiri bila
rencana pembangunan ditunjang oleh dasar hukum yang kuat. Hal ini antara lain
dapat ditunjang oleh adanya kerjasama antara semua pihak, baik
swasta/perorangan maupun instansi pemerintahan.
Penetapan indikasi program/kegiatan tersebut berdasarkan pada
capaian sasaran yang termaktub pada kebijakan yang telah ditetapkan.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB V - 180
5.2 Sumber Pembiayaan Pembangunan
1. Sumber Dana APBN
Sumber dana pembangunan yang berasal dari APBN dapat
dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan untuk melaksanakan program-
program yang telah direncanakan dalam Penyusunan Perbaikan Kawasan
Kumuh Permukiman Kumuh perkotaan dengan kriteria sebagai berikut:
1. Memerlukan biaya cukup besar;
2. Membutuhkan teknologi tinggi;
3. Mampu menumbuhkan dampak sosial ekonomi cukup tinggi;
4. Mempunyai skala pelayanan nasional atau merupakan sambungan
pelayanan nasional;
Merupakan proyek percontohan yang dapat merangsang masyarakat
untuk melakukan proyek yang sama atau pelengkapnya.

2. Sumber Dana APBD Provinsi


Kriteria pemanfaatan sumber dana yang berasal dari APBD Provinsi
Kalimantan Timur, pada prinsipnya hampir sama dengan dana dari APBN, tetapi
dengan kriteria yang lebih rendah, yaitu skala pelayanan bersifat
regional/wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Untuk mendapatkan sumber
pembiayaan ini, peluangnya yang lebih besar dibandingkan dengan sumber
dana APBN.
Untuk maksud tersebut diharapkan pemerintah provinsi dapat
mengusulkan berbagai program pembangunan yang mempunyai skala
pelayanan regional, sehingga melalui program-program tersebut banyak
dianggarkan dana pembangunan yang berasal dari APBD Provinsi Kalimantan
Timur.

3. Sumber Dana dari Penanaman Modal


Sumber dana ini dapat bersumber dari sektor swasta, baik swasta
dalam negeri maupun luar negeri yang dapat dimanfaatkan untuk membiayai
kegiatan perekonomian, seperti perdagangan, industri, transportasi, perumahan
dan lain-lainnya.
Dalam pemanfaatan sumber dana ini perlu pemikiran matang, karena
ada beberapa tendensi yang melatarbelakangi sektor swasta bersedia
membiayainya. Tendensi yang dimaksud adalah:
1. Suatu usaha perekonomian yang benar-benar bermotifkan keuntungan
2. Sebagai sarana untuk mempromosikan produk usahanya
3. Partisipasi aktif dari sektor swasta untuk mengambil bagian dalam usaha
pembangunan.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB V - 181
5.3 Organisasi Pengelolaan Pembangunan
Dalam proses penyusunan dokumen perubahan rencana strategis, perlu
didukung adanya suatu koordinasi antar instansi sektoral yang terkait baik
tingkat provinsi maupun Kota/kabupaten. Adapun instansi yang terkait dalam
pengelolaan pembangunan, antara lain: Bappeda Provinsi, Bappeda
Kabupaten/Kota terkait, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan
Perumahan Rakyat, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi,
Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Perindustrian,
Badan Pertanahan, Kantor Kecamatan, dan Kantor Kelurahan.
Pelaksanaan koordinasi diharapkan dapat dimulai pada saat
penyusunan rencana, dengan adanya kesepakatan dalam penyusunan
diharapkan dalam tahap pelaksanaan, evaluasi terhadap rencana akan dapat
berjalan dengan baik. Kebijaksanaan-kebijaksanaan yang akan dituangkan
dalam program-program pembangunan nantinya akan diseleraskan dengan
kebijaksanaan dari dinas tersebut.
Kaitannya dengan koordinasi perencanaan pembangunan yang
berwenang adalah Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan
Rakyat Provinsi Provinsi Kalimantan Timur, sebagai instansi yang menjadi
instansi penting dalam pelaksanaan pembangunan yang bersifat fisik yang tekait
dengan bidang tata ruang, sumber daya air, bina marga dan cipta karya.
Dalam upaya menjamin terlaksanyanya program pembangunan wilayah
yang telah dirumuskan dalam dokumen Perubahan Rencana Strategis Dinas
Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan
Timur diperlukan sosialisasi melalui peningkatan pemahaman terhadap
perencanaan pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan
Perumahan Rakyat dan sosialisasi terhadap swasta untuk meningkatkan
partisipasi swasta dalam pembangunan infrastruktur bidang ke–PU-an.
Yang perlu ditekankan disini adalah setiap kemudahan yang diberikan
oleh pemerintah provinsi kepada swasta yang mengadakan investasi selayaknya
Pemerintah Provinsi Kaltim memperoleh kompensasi yang seimbang. Dalam
proses pemantauan dan evaluasi terhadap rencana diharapkan adanya
partisipasi aktif baik dari tim (yang beranggotakan dari dinas-dinas terkait)
maupun dari masyarakat untuk secara bersama-sama memantau perkembangan
pelaksanaan rencana pembangunan.
Ditinjau dari aspek organisasional yang perlu ditekankan agar
pelaksanaan rencana pembangunan berjalan dengan baik, perlu adanya
penetapan peran dan fungsi, serta kedudukan dalam tim pengendalian program
pembangunan.

Tabel 5.1. Matrik Rencana Program dan Kegiatan serta Pagu Indikatif
tahun 2013 - 2018 dapat dilihat berikut ini :

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB V - 182
TABEL 5.1. REKAPITULASI RENCANA PROGRAM DAN PENDANAAN INDIKATIF
SKPD DINAS PEKERJAAN UMUM, PENATAAN RUANG DAN PERUMAHAN RAKYAT PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
PROGRAM / KEGIATAN SUB UNIT SKPD 2014 2015 2016 2017 2018
KODE TIPE
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)

TOTAL BELANJA LANGSUNG 2,434,245,344,488 2,051,760,419,036 1,413,307,506,248 738,991,257,000 1,654,685,550,180

Program Pembangunan Jalan dan Panjang Jalan Provinsi dengan 1,421,830,093,711 483,058,689,950 392,790,484,123 18,647,962,200 23,500,000,000

is
1.03.15 Bidang Bina Marga 46,11 Km 72,20 Km 108,70 Km 112,70 Km 116,70 Km
teg
Jembatan Kapasitas Daya Mampu 10 Ton
ra
St

Program Rehabilitasi/ Pemeliharaan Persentase jalan dan jembatan


is

1.03.18 162,216,839,298 33,564,057,436 13,341,508,300 - -


teg

Bidang Bina Marga 54.08% 58.94% 54.17% 56.17% 58.17%


Jalan dan Jembatan provinsi dalam kondisi mantap
ra
St

Program Pengembangan dan


Luas Daerah Irigasi yang
95,006,135,810 51,300,000,000 60,239,220,000 13,050,000,000 12,050,000,000
is

1.03.24 Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa Bidang Sumber Daya Air 4.150 Ha 4.400 Ha 4.850 Ha 4.950 Ha 5.050 Ha
teg

terlayani
ra

dan Jaringan Pengairan Lainnya


St

Program Penyediaan dan Pengelolaan


43,754,000,000 51,200,000,000 42,742,634,926 33,585,000,000 95,210,622,474
is

1.03.25 Bidang Sumber Daya Air Jumlah Kapasitas Air Baku 75 L/detik 75 L/detik 80 L/detik 80 L/detik 330 L/detik
teg

Air Baku
ra
St

Program Pengembangan Kinerja


100,860,334,259 70,230,659,000 68,737,790,800 81,280,000,000 127,663,363,000
is

1.03.27 Pengelolaan Air Minum dan Air Bidang Cipta Karya Jumlah kapasitas air bersih 470 L/dt 480 L/dt 480 L/dt 480 L/dt 680 L/dt
teg
ra

Limbah
St

111,074,706,280 109,155,000,000 54,513,999,950 39,673,057,000 21,870,857,000


is

1.03.28 Program Pengendalian Banjir Bidang Sumber Daya Air Luas Genangan Banjir 440 Ha 430 Ha 425 Ha 420 Ha 415 Ha
teg
ra
St

Jumlah rumah tangga miskin


5.350 Unit 0 0 0 0
yang memiliki rumah layak huni
Bidang Perumahan dan 37,945,550,000 - - - -
is

1.03.15 Program Pengembangan Perumahan


teg

Permukiman Jumlah perumahan MBR yang


ra
St

dibantu jalan lingkungan oleh 52 Perumahan 0 0 0 0


Pemerintah

BAB V - 1
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
PROGRAM / KEGIATAN SUB UNIT SKPD 2014 2015 2016 2017 2018
KODE TIPE
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)

Jumlah rumah tangga miskin


0 5.705 Unit 5.855 Unit 5.935 Unit 6.085 Unit
Program Penanggulangan yang memiliki rumah layak huni
Bidang Perumahan dan - 45,234,087,000 36,259,335,600 14,956,500,000 17,576,298,000

is
1.04.15 Kemiskinan Bidang Sarana dan

teg
Permukiman

ra
Prasarana Dasar Permukiman

St
Jumlah perumahan MBR yang
dibantu jalan lingkungan oleh 0 74 Perumahan 81 Perumahan 84 Perumahan 85 Perumahan
Pemerintah

Jumlah kecamatan terisolasi


Program Pembukaan Keterisolasian yang dapat diakses sarana dan

is
1.03.65 2 Kecamatan - 3 Kecamatan 86,000,000,000 4 Kecamatan 59,205,467,775 5 Kecamatan 13,490,000,000 5 Kecamatan 4,000,000,000

teg
Bidang Bina Marga
Wilayah Sektor Jalan dan Jembatan prasarana transportasi Jalan &

ra
St
Jembatan

is Ketersediaan jalan Tol pada


1.03.60 Program Pembangunan Jalan Tol Bidang Bina Marga - 210,555,886,000 243,909,053,103 288,377,368,800 727,946,410,516
teg
1,6 Km 1,6 Km 10,32 Km 16,35 Km 22,50 Km
seksi 1
ra
St

Program Peningkatan Daya Saing Persentase Penyediaan air - 2,295,000,000 7,127,086,000 6,523,600,000 2,950,000,000
is

1.03.62 Bidang Sumber Daya Air 1.80% 1.80% 2.04% 2.04% 13.40%
teg

Sektor Sumber Daya Air baku kawasan industri


ra
St

Panjang jalan untuk mendukung


Program Peningkatan Daya Saing kawasan strategis dengan
- 555,244,159,592 228,524,680,626 91,933,242,000 533,858,254,190
is

1.03.59 Bidang Bina Marga 50,01 Km 62,17 Km 62,99 Km 62,99 Km 65,54 Km


teg

Investasi Sektor Jalan dan Jembatan kapasitas daya mampu


ra
St

maksimum 10 Ton

Skor Penyelenggaraan
12,870,361,354 - - - - - - - -
is

1.05.15 Program Perencanaan Tata Ruang Bidang Penataan Ruang Skor 67,83
teg

Penataan Ruang
ra
St

Skor Penyelenggaraan
3,816,138,000 - - - -
is

1.05.16 Program Pemanfaatan Ruang Bidang Penataan Ruang Skor 67,83 0 0 0 0


teg

Penataan Ruang
ra
St

Program Pengendalian Pemanfaatan Skor Penyelenggaraan


1,429,368,750 - - - -
is

1.05.17 Bidang Penataan Ruang Skor 67,83 0 0 0 0


teg

Ruang Penataan Ruang


ra
St

Program Penyelenggaraan Penataan Skor Penyelenggaraan


- 12,076,830,200 6,481,692,075 3,317,700,000 5,235,000,000
is

1.05.19 Bidang Penataan Ruang 0 Skor 70,83 Skor 72,14 Skor 73,14 Skor 74,14
teg

Ruang Penataan Ruang


ra
St

BAB V - 2
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
PROGRAM / KEGIATAN SUB UNIT SKPD 2014 2015 2016 2017 2018
KODE TIPE
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)

ial
Program Pengembangan Wawasan Bangunan Prasarana dan

jer
1.03.64 Bidang Cipta Karya 12 unit 64,553,475,000 2 unit 13,255,000,000 2 unit 10,673,864,000 2 unit 54,883,000,000 2 unit 10,000,000,000

ne
Kebangsaan Sarana Ibadah

Ma
Program Pengembangan Sarana dan Kapasitas Sarana Prasarana 5.942 Orang

ial
1.05.18 Bidang Cipta Karya 5.942 Orang (90%) 102,081,339,748 83,644,000,000 0 - 0 - 0 -

jer
Prasarana Publik Publik (100%)

ne
Ma
Program Peningkatan Sarana dan Kapasitas Sarana dan

ia
jer
1.05.20 Bidang Cipta Karya 0 6,987,175,000 35 Orang 4,700,000,000 0 - 0 - 0 -

ne
Prasarana Olahraga Prasarana olah raga

l
Ma

Program Peningkatan Pelayanan Capaian Penerapan SPM dan


ial
1.20.42 Sekretariat
jer
0% - 0% 200,000,000 20% 203,700,000 100% 164,500,000 100% 200,000,000
ne

Publik Survey IKM


Ma

Program Peningkatan Kualitas


ial

1.03.07 Sekretariat Capaian Penerapan SPM 0% 123,000,000 0% - 0% - 0% - 0% -


jer

Pelayanan Publik
ne
Ma

Program Saluran Drainase / Gorong- Panjang saluran drainase yang


1.03.16 Bidang Bina Marga 600 M 15,000,000,000 600 M 15,000,000,000 4.150 M 4,363,876,250 0 - 0 -
si
k

gorong berfungsi normal


po
Tu

Panjang Turap / Talud /


Program Pembangunan
1.03.17 Bidang Bina Marga Bronjong yg berfungsi menahan 100 M 35,159,378,650 100 M 31,000,000,000 55 M 11,974,873,500 50 M 5,889,450,000 50 M 2,500,000,000
si
k

Turap/Talud/Bronjong
po

longsoran
Tu

Data/Informasi kondisi Jalan


si

1.03.20 Program Inspeksi Kondisi Jalan Bidang Bina Marga 2 Lap 2,000,000,000 2 Lap 2,000,000,000 2 Lap 1,370,478,500 1 Lap 500,000,000 1 Lap 500,000,000
k
po

dan Jembatan
Tu

Program Tanggap Darurat Jalan dan Jumlah titik jalan dalam kondisi
si

1.03.21 Bidang Bina Marga 1 Titik 719,963,350 0 - 0 - 0 - 0 -


k
po

Jembatan tanggap darurat


Tu

UPTD Wilayah Tengah ;


Program Peningkatan Sarana dan rasio ketersediaan sarana
si

1.03.23 UPTD Wilayah Selatan ; 815,750,000 5,031,650,000 - - -


k
po

Prasarana Kebinamargaan prasarana kebinamargaan


Tu

UPTD Wilayah Timur


UPTD Wilayah Tengah - - - - -
UPTD Wilayah Timur - 5,031,650,000 - - -
UPTD Wilayah Selatan 815,750,000 - - - -
UPTD Wilayah Utara - - - - -

BAB V - 3
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
PROGRAM / KEGIATAN SUB UNIT SKPD 2014 2015 2016 2017 2018
KODE TIPE
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)

Program Pengembangan Wilayah Jumlah kawasan yang


1.03.29 Bidang Cipta Karya 2 kawasan 19,378,243,125 2 kawasan 14,800,000,000 2 kawasan 595,827,000 0 - 2 kawasan 1,000,000,000

si
k
Strategis dan Cepat Tumbuh dikembangkan

po
Tu
Program Penyusunan Program & Persentase Program/Kegiatan

si
1.03.31 Sekretariat 100% 1,491,440,000 100% 2,073,657,470 100% 1,260,301,500 0% - 0% -

k
po
Monitoring Kegiatan ke-PU-an ke-Pu-an yang mencapai Target

Tu
Program Peningkatan Pengaturan dan Persentase peningkatan

si
1.03.36 Pemberdayaan Masyarakat Jasa Bidang Bina Konstruksi kompetensi masyarakat di 32.34% 1,592,080,000 37.34% 1,520,111,400 42.34% 494,064,650 50.34% 1,603,100,000 58.68% 1,514,000,000

k
po
Tu
Konstruksi bidang jasa konstruksi

Persentase ijin jasa konstruksi


Program Pengawasan Jasa
si

1.03.37 Bidang Bina Konstruksi yang diperbaharui / dicabut / 87.78% 348,500,000 46.74% 225,000,000 30.31% 145,815,700 30.31% 145,500,000 30.31% 288,000,000
k
po

Konstruksi
Tu

direview

Program Penyusunan Informasi ke-PU- Jumlah kunjungan akses


1.03.39 Sekretariat 0 - 0 - 0 - 500 orang 95,000,000 750 orang 100,000,000
si
k

an informasi
po
Tu

Sekretariat ; UPTD
Program Peningkatan dan Wilayah Tengah ; UPTD
si

1.20.17 Pengembangan Pengelolaan Wilayah Timur ; UPTD Persentase SILPA 5.45% 1,879,800,000 6.05% 2,139,100,000 5.65% 2,092,800,000 0% - 0% -
k
po
Tu

Keuangan Daerah Wilayah Selatan ; UPTD


Wilayah Utara
Sekretariat 15.00% 957,000,000 16.00% 1,134,300,000 15.00% 877,800,000 0.00% - 0.00% -
UPTD Wilayah Tengah 1.23% 248,400,000 1.24% 239,800,000 2.25% 296,200,000 0.00% - 0.00% -
UPTD Wilayah Timur 2.00% 237,600,000 7.00% 302,400,000 5.00% 456,200,000 0.00% - 0.00% -
UPTD Wilayah Selatan 5.00% 218,400,000 1.00% 244,800,000 1.00% 244,800,000 0.00% - 0.00% -
UPTD Wilayah Utara 4.00% 218,400,000 5.00% 217,800,000 5.00% 217,800,000 0.00% - 0.00% -

Sekretariat ; UPTD
Wilayah Tengah ; UPTD
al

Program Pelayanan Administrasi Jumlah unit kerja internal


ion

1.03.01 Wilayah Timur ; UPTD 5 Unit Kerja 9,260,798,600 5 Unit Kerja 12,373,284,390 5 Unit Kerja 11,801,309,500 5 Unit Kerja 9,557,149,000 5 Unit Kerja 9,000,000,000
as

Perkantoran terlayani administrasi


er

Wilayah Selatan ; UPTD


Op

Wilayah Utara
Sekretariat 1 Unit Kerja 4,477,800,000 1 Unit Kerja 6,390,700,000 1 Unit Kerja 5,042,669,500 4 Unit Kerja 9,557,149,000 4 Unit Kerja 9,000,000,000
UPTD Wilayah Tengah 1 Unit Kerja 932,498,600 1 Unit Kerja 1,542,500,000 1 Unit Kerja 1,746,700,000 0% - 0% -
UPTD Wilayah Timur 1 Unit Kerja 1,832,000,000 1 Unit Kerja 2,066,000,000 1 Unit Kerja 2,100,800,000 0% - 0% -
UPTD Wilayah Selatan 1 Unit Kerja 966,700,000 1 Unit Kerja 1,419,700,000 1 Unit Kerja 1,405,500,000 0% - 0% -
UPTD Wilayah Utara 1 Unit Kerja 1,051,800,000 1 Unit Kerja 954,384,390 1 Unit Kerja 1,505,640,000 0% - 0% -

BAB V - 4
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
PROGRAM / KEGIATAN SUB UNIT SKPD 2014 2015 2016 2017 2018
KODE TIPE
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Bidang Cipta Karya,
Sekretariat ; UPTD
Jumlah Unit Kerja Internal

al
Program peningkatan Sarana dan Wilayah Tengah ; UPTD

ion
1.03.02 SKPD yang tercukupi Sarana 5 Unit Kerja 59,629,406,153 5 Unit Kerja 68,452,026,650 5 Unit Kerja 90,468,668,295 5 Unit Kerja 3,192,350,000 5 Unit Kerja 3,402,685,000

as
Prasarana Aparatur Wilayah Timur ; UPTD

er
dan Prasarana

Op
Wilayah Selatan ; UPTD
Wilayah Utara
Sekretariat 1 Unit Kerja 1,212,400,000 1 Unit Kerja 1,363,400,000 1 Unit Kerja 895,600,000 4 Unit Kerja 3,192,350,000 4 Unit Kerja 3,402,685,000
UPTD Wilayah Tengah 1 Unit Kerja 718,300,000 1 Unit Kerja 1,381,200,000 1 Unit Kerja 1,749,199,000 0% - 0% -
UPTD Wilayah Timur 1 Unit Kerja 5,322,150,000 1 Unit Kerja 2,488,750,000 1 Unit Kerja 2,635,750,000 0% - 0% -
UPTD Wilayah Selatan 1 Unit Kerja 10,512,989,000 1 Unit Kerja 1,012,700,000 1 Unit Kerja 758,000,000 0% - 0% -
UPTD Wilayah Utara 1 Unit Kerja 6,351,540,000 1 Unit Kerja 2,963,600,000 1 Unit Kerja 397,000,000 0% - 0% -
Bidang Cipta Karya 4 unit kerja 35,512,027,153 4 unit kerja 59,242,376,650 3 unit kerja 84,033,119,295 0% - 0% -

Sekretariat ; UPTD
Wilayah Tengah ; UPTD
al
Program peningkatan disiplin Jumlah pelanggaran disiplin
ion

1.03.03 Wilayah Timur ; UPTD 0 Kasus 299,700,000 0 Kasus 726,400,000 0 Kasus 159,200,000 0% - 0% -
as

aparatur aparatur dalam berpakaian


er

Wilayah Selatan ; UPTD


Op

Wilayah Utara

Sekretariat - - 0 Kasus 403,200,000 - - - - - -


UPTD Wilayah Tengah 0 Kasus 92,800,000 0 Kasus 97,600,000 0 Kasus 72,400,000 - - - -
UPTD Wilayah Timur 0 Kasus 72,000,000 0 Kasus 76,800,000 0 Kasus 24,000,000 - - - -
UPTD Wilayah Selatan 0 Kasus 74,100,000 0 Kasus 83,200,000 0 Kasus 62,800,000 - - - -
UPTD Wilayah Utara 0 Kasus 60,800,000 0 Kasus 65,600,000 - - - - - -

Jumlah aparatur yang


al

Program Peningkatan Kapasitas


ion

1.03.05 memenuhi kompetensi sesuai 447 Orang 2,623,820,000 473 Orang 3,736,054,000 468 Orang 2,796,040,575 0 - 739 Orang 1,019,000,000
as

Sumber Daya Aparatur


er

standart
Op

Sekretariat 300 Orang 295,000,000 300 Orang 390,000,000 300 Orang 115,000,000 0 - 0 -
UPTD Wilayah Tengah 58 Orang 60,000,000 59 Orang 75,000,000 59 Orang 100,000,000 0 - 0 -
UPTD Wilayah Timur 23 Orang 25,000,000 23 Orang 25,000,000 23 Orang 45,000,000 0 - 0 -
UPTD Wilayah Selatan 52 Orang 60,000,000 50 Orang 70,000,000 50 Orang 80,000,000 0 - 0 -
UPTD Wilayah Utara 36 Orang 30,000,000 41 Orang 35,000,000 36 Orang 37,500,000 0 - 0 -
Bidang Bina Konstruksi 290 Orang 1,450,320,000 405 Orang 741,054,000 574 Orang 1,338,040,575 0 - 739 Orang 1,019,000,000
Bidang SDA 240 Orang 703,500,000 240 Orang 2,400,000,000 240 Orang 1,080,500,000 0 - 0 -

Program Peningkatan Pengembangan


al

Jumlah Laporan Keuangan


ion

1.03.06 Sistem Pelaporan Capaian Kinerja Sekretariat 1 Laporan 414,200,000 0 - 0 - 0 - 0 -


as

SKPD yang memenuhi standart


er

dan Keuangan
Op

BAB V - 5
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
PROGRAM / KEGIATAN SUB UNIT SKPD 2014 2015 2016 2017 2018
KODE TIPE
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Meningkatnya kapasitas

al
Program Peningkatan Kapasitas Sekretariat, UPTD Wilayah

ion
1.03.09 kelembagaan pemerintah 0% - 0% - 0% - 100% 2,407,100,000 100% 2,200,000,000

as
Kelembagaan Pemerintah Daerah I, II dan III

er
daerah

Op
Program Penyusunan Dokumen
Meningkatnya kinerja instansi

al
Perencanaan, Pengendalian dan

ion
1.03.10 Sekretariat pemerintah (target dari nilai 0% - 0% - 0 - Nilai 75 705,400,000.00 Nilai 78 1,200,000,000.00

as
Evaluasi Penyelenggaraan

er
LAKIP)

Op
Pemerintahan

Program Pembangunan dan Jumlah unit kerja internal SKPD

ial
-

jer
1.03.73 Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung Bidang Cipta Karya yang tercukupi sarana 0 0 - 0 - 6 unit kerja 30,113,218,000 4 unit kerja 25,000,000,000

ne
Ma
Pemerintah prasarana

Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Panjang jalan dan jembatan


1.03.18 si
k 98,953,214,150 67,973,238,448 47,890,704,600 0 - 0 -
po
Jalan dan Jembatan provinsi dalam kondisi mantap
Tu

UPTD Wilayah Tengah 214 Km 24,415,851,400 214 Km 20,591,112,010 214 Km 12,845,288,550 0 - 0 -


UPTD Wilayah Timur 215 Km 28,641,625,000 215 Km 9,349,934,980 215 Km 10,098,764,000 0 - 0 -
UPTD Wilayah Selatan 214 Km 23,573,527,750 214 Km 20,997,741,458 214 Km 12,900,428,550 0 - 0 -
UPTD Wilayah Utara 152,6 Km 22,322,210,000 152,6 Km 17,034,450,000 152,6 Km 12,046,223,500 0 - 0 -

Program Pengembangan dan


Luas daerah irigasi/rawa dalam
si

1.03.24 Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa 20,130,533,250 12,996,527,500 13,143,028,900 0 - 0 -


k
po

kondisi baik
Tu

dan Jaringan Pengairan lainnya


UPTD Wilayah Tengah 19.193 Ha 7,700,000,000 19.193 Ha 4,780,800,000 19.193 Ha 4,775,000,000 0 - 0 -
UPTD Wilayah Timur 17,76 Ha 8,045,000,000 17,76 Ha 4,542,400,000 17,76 Ha 5,268,028,900 0 - 0 -
UPTD Wilayah Selatan 10 Ha 2,835,533,250 10 Ha 1,868,327,500 10 Ha 1,300,000,000 0 - 0 -
UPTD Wilayah Utara 5.316 Ha 1,550,000,000 5.316 Ha 1,805,000,000 5.316 Ha 1,800,000,000 0 - 0 -

Panjang jalan dan jembatan


Program Rehabilitasi/Pemeliharaan 214 Km 214 Km
provinsi dalam kondisi mantap
1.03.74 Jalan, Jembatan dan Jaringan Irigasi UPTD Wilayah I - - - 7,491,500,000 7,491,500,000
si
k
po

Wilayah I Luas daerah irigasi/rawa dalam


Tu

0 0 0 10 Ha 10 Ha
kondisi baik

Panjang jalan dan jembatan


Program Rehabilitasi/Pemeliharaan 214 Km 214 Km
provinsi dalam kondisi mantap
1.03.75 Jalan, Jembatan dan Jaringan Irigasi UPTD Wilayah II - - - 11,303,380,000 11,303,380,000
si
k
po

Wilayah II Luas daerah irigasi/rawa dalam


Tu

0 0 0 19.193 Ha 19.193 Ha
kondisi baik

Panjang jalan dan jembatan


Program Rehabilitasi/Pemeliharaan 34 Km 34 Km
provinsi dalam kondisi mantap
1.03.76 Jalan, Jembatan dan Jaringan Irigasi UPTD Wilayah III - - - 6,106,180,000 6,106,180,000
si
k
po

Wilayah III Luas daerah irigasi/rawa dalam


Tu

0% 0% 0% 2.000 Ha 2.000 Ha
kondisi baik

BAB V - 6
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI 2014 2015 2016 2017 2018
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)

PENATAAN RUANG 18,115,868,104 12,076,830,200 6,481,692,075 3,317,700,000 5,235,000,000

Skor Penyelenggaraan Penataan


1.05.15 Program Perencanaan Tata Ruang Skor 67,83 12,870,361,354
Ruang

Penyusunan Kebijakan tentang Provinsi Kalimantan Jumlah Peraturan tentang


1.05.15.001 1 Dokumen 1,470,000,000
Penyusunan Tata Ruang Timur Penyusunan Tata Ruang
Jumlah Dokumen Draf Raperda
Penetapan Kebijakan tentang RDTRK, Provinsi Kalimantan RTR KSP Maloy 1 Dokumen (20% )
1.05.19.002 1,320,000,000
RTRK, dan RTBL Timur Jumlah Dokumen Draf Raperda
RTR KSPKariangau - Buluminung
Sosialisasi Peraturan Perundang- Provinsi Kalimantan Jumlah peserta sosialisasi produk
1.05.19.003 100 Orang 528,000,000
undangan tentang Rencana Tata Ruang Timur peraturan terkait tata ruang
Penyusunan Rencana Tata Ruang Provinsi Kalimantan
1.05.19.004 Jumlah Dokumen RTRW 1 Dokumen 960,000,000
Wilayah Timur
Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Balikpapan, Jumlah Dokumen RTR kawasan
1.05.19.005 1 Dokumen 1,264,611,354
Kawasan (RDTR) Bontang, strategis
Penyusunan Rancangan Peraturan Provinsi Kalimantan
1.05.19.008 Jumlah Bantek RTRW Kab/Kota 1 Dokumen 1,480,000,000
Daerah tentang Rencana Tata Ruang Timur
Fasilitasi Peningkatan Peran Serta Balikpapan,
1.05.19.009 Jumlah orang yang terfasilitasi 50 Orang 1,250,000,000
Masyarakat dalam Perencanaan Tata Bontang, Kukar,
Rapat Koordinasi tentang Penataan Provinsi Kalimantan Jumlah pertemuan rapat tentang
1.05.19.010 1 Kali 532,000,000
Ruang Timur penataan ruang
Pelatihan Aparat dalam Perencanaan Provinsi Kalimantan Jumlah aparat yang mengikuti
1.05.19.012 100 Orang 544,550,000
Tata Ruang Timur pelatihan
Jumlah Website informasi
Survey dan Pemetaan perencanaan tata Provinsi Kalimantan penataan ruang 1 Website (75% ) 1,000,000,000
1.05.19.013
ruang Timur Persentase update sistem
informasi
Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Provinsi Kalimantan
1.05.19.015 Jumlah Monev yang dilakukan 1 Kali 541,200,000
Perencanaan Tata Ruang Timur
Kajian indikator pengaturan ruangan Provinsi Kalimantan
1.05.19.020 Jumlah dokumen kajian indikator 1 Dokumen 1,980,000,000.00
kalimantan timur pasca kaltara terbentuk Timur

Skor Penyelenggaraan Penataan


1.05.16 Program Pemanfaatan Ruang Skor 67,83 3,816,138,000
Ruang

Penyusunan norma, standar, dan kriteria Provinsi Kalimantan Jumlah dokumen audit pemanfatan
1.05.16.002 1 Dokumen (Kukar) 978,000,000.00
pemanfaatan ruang Timur ruang Kab/Kota
Pelatihan aparat dalam pemanfaatan Provinsi Kalimantan Jumlah aparat yang mengikuti
1.05.16.006 100 Orang 535,263,000
ruang Timur pelatihan
Sosialisasi kebijakan, norma, standar, Provinsi Kalimantan
1.05.16.007 Jumlah orang tersosialisasi 100 Orang 529,237,000
prosedur dan manual pemanfaatan ruang Timur
Jumlah Rapat/pertemuan
Koordinasi dan fasilitasi penyusunan Provinsi Kalimantan penyusunan pemanfaatan ruang 1 Kali
1.05.16.008 1,614,138,000
pemanfaatan ruang lintas kabupaten/kota Timur Jumlah peta citra satelit Provinsi
1 Peta
Kaltim

Monitoring, evaluasi dan pelaporan Provinsi Kalimantan Jumlah Monev dilakukan kab/kota 1 Kali 159,500,000
1.05.16.009
pelaksanaan pemanfaatan tata ruang Timur Jumlah dokumen monitoring
pemenuhan SPM Penataan Ruang

BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI 2014 2015 2016 2017 2018
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)

Program Pengendalian Pemanfaatan Skor Penyelenggaraan Penataan


1.05.17 Skor 67,83 1,429,368,750
Ruang Ruang

Penyusunan kebijakan pengendalian Provinsi Kalimantan Jumlah peraturan zonasi 1 Peraturan Zonasi
1.05.17.001 1,429,368,750
pemanfaatan ruang Timur pengendalian pemanfaatan ruang KSP Maloy
Fasilitasi peningkatan peran serta
Provinsi Kalimantan
1.05.17.003 masyarakat dalam pengendalian Jumlah orang terfasilitasi
Timur
pemanfaatan ruang

Program Penyelenggaraan Penataan Skor Penyelenggaraan Penataan


1.05.19 Skor 70,83 12,076,830,200 Skor 72,14 6,481,692,075 Skor 73,14 3,317,700,000 Skor 74,14 5,235,000,000
Ruang Ruang

Penyusunan Kebijakan tentang Provinsi Kalimantan Jumlah Peraturan tentang


1.05.19.001 - - - -
Penyusunan Tata Ruang Timur Penyusunan Tata Ruang
Jumlah Dokumen Draf Raperda
1 Dokumen 50% 1 Dokumen 70% 1 Dokumen (80% ) 1 Dokumen (100% )
Penetapan Kebijakan tentang RDTRK, Provinsi Kalimantan RTR KSP Maloy
1.05.19.002 852,050,000 1,098,494,025 806,000,000 700,000,000
RTRK, dan RTBL Timur
Jumlah Dokumen Draf Raperda
1 Dokumen (50% ) 1 Dokumen (100% )
RTR KSPKariangau - Buluminung

Sosialisasi Peraturan Perundang- Provinsi Kalimantan Jumlah peserta sosialisasi produk


1.05.19.003 - 100 Orang 432,829,226 100 Orang 485,100,000 100 Orang 400,000,000
undangan tentang Rencana Tata Ruang Timur peraturan terkait tata ruang
Penyusunan Rencana Tata Ruang Provinsi Kalimantan
1.05.19.004 Jumlah Dokumen RTRW - - -
Wilayah Timur
Balikpapan,
Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Bontang, Jumlah Dokumen RTR kawasan
1.05.19.005 1 Dokumen 1,201,350,000 1 Dokumen 943,570,398 1 Dokumen 500,000,000
Kawasan (RDTR) Samarinda, Kukar, strategis
PPU, Paser, Kubar
Penyusunan Rancangan Peraturan Provinsi Kalimantan
1.05.19.006 Jumlah Bantek RTRW Kab/Kota 1 Dokumen 1,407,550,000 -
Daerah tentang Rencana Tata Ruang Timur
Fasilitasi Peningkatan Peran Serta Balikpapan,
1.05.19.007 Masyarakat dalam Perencanaan Tata Bontang, Kukar, Jumlah orang yang terfasilitasi -
Ruang Kutim, Samarinda
Rapat Koordinasi tentang Penataan Provinsi Kalimantan Jumlah pertemuan rapat tentang
1.05.19.008 1 Kali 314,700,000 -
Ruang Timur penataan ruang
Pelatihan Aparat dalam Perencanaan Provinsi Kalimantan Jumlah aparat yang mengikuti
1.05.19.009 100 Orang 505,700,000 100 Orang 393,777,177 - 100 Orang 435,000,000
Tata Ruang Timur pelatihan
Jumlah Website informasi
Survey dan Pemetaan perencanaan tata Provinsi Kalimantan penataan ruang 1 Website (100% ) 794,250,000 -
1.05.19.010
ruang Timur Persentase update sistem
100% 123,437,750 100% 600,000,000
informasi
Koordinasi dan Fasilitasi Penyusunan Jumlah pertemuan pembahasan
Provinsi Kalimantan
1.05.19.011 Rencana Tata Ruang Lintas Kabupaten penyusunan rencana tata ruang 5 Kali 984,150,000 -
Timur
Kota lintas kabupaten/kota
Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Provinsi Kalimantan
1.05.19.012 Jumlah Monev yang dilakukan 1 Kali 481,200,000 1 Kali 376,983,599 0 - 1 Kali 400,000,000
Perencanaan Tata Ruang Timur
Penyusunan kebijakan perizinan Provinsi Kalimantan Jumlah dokumen kebijakan
1.05.19.013 - -
pemanfaatan ruang Timur perizinan pemanfaatan ruang
Penyusunan norma, standar, dan kriteria Provinsi Kalimantan Jumlah dokumen audit pemanfatan 1 Dokumen
1.05.19.014 890,000,000 -
pemanfaatan ruang Timur ruang Kab/Kota (Balikpapan)
Fasilitasi peningkatan peran serta
Provinsi Kalimantan
1.05.19.015 masyarakat dalam pemanfaatan ruang Jumlah orang terfasilitasi -
Timur
dan pengendalian pemanfaatan ruang
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI 2014 2015 2016 2017 2018
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Jumlah Website Sistem Informasi
1 Dokumen 756,000,000
Pengendalian Pemanfaatan Ruang
Jumlah Survey Pertek Penataan
Provinsi Kalimantan Ruang 20 Kali 374,959,000
1.05.19.016 Survey dan pemetaan pemanfaatan ruang
Timur
Luas data citra satelit perencanaan
1955 KM2 351,420,000 1955 KM2 300,000,000
rinci penataan ruang
Jumlah alat pengendalian
1 Unit 0
pemanfaatan ruang
Pelatihan aparat dalam pemanfaatan Provinsi Kalimantan Jumlah aparat yang mengikuti
1.05.19.017 100 Orang 488,000,000 50 Orang 323,664,000 - 50 Orang 380,000,000
ruang Timur pelatihan
Sosialisasi kebijakan, norma, standar,
Provinsi Kalimantan
1.05.19.018 prosedur dan manual pemanfaatan ruang Jumlah orang tersosialisasi -
Timur
dan pengendalian pemanfaatan ruang
Jumlah Rapat/pertemuan
penyusunan pemanfaatan ruang 2 Kali 426,880,200 4 Kali 572,075,000
Koordinasi dan fasilitasi penyusunan Provinsi Kalimantan
1.05.19.029 lintas kabupaten/kota
pemanfaatan ruang lintas kabupaten/kota Timur
Jumlah peta citra satelit Provinsi
Kaltim
Jumlah Monev dilakukan kab/kota 1 Kali 344,000,000 1 Kali 243,673,000

Jumlah dokumen pemenuhan SPM


Bidang Penataan Ruang dan 1 Dokumen 1 Dokumen 220,000,000
kesesuaian pemanfaatan ruang
Monitoring, evaluasi dan pelaporan Provinsi Kalimantan Rekomendasi Peninjauan Kembali
1.05.19.019 1 Dokumen
pelaksanaan pemanfaatan tata ruang Timur RTRW Provinsi
949,800,000
Laporan Hasil Pengawasan teknis
Penyelenggaraan Pemanfaatan 1 Dokumen
Ruang
Rancangan Materi Teknis
Peninjauan Kembali RTRWP 1 Dokumen
Kaltim
Penyusunan kebijakan pengendalian Provinsi Kalimantan Jumlah peraturan zonasi 1 Peraturan Zonasi 1 Peraturan Zonasi
1.05.19.020 1,840,000,000 0 - 0 - 400,000,000
pemanfaatan ruang Timur pengendalian pemanfaatan ruang KSP Mahulu KSP

1 Dokumen Insentif
Jumlah prosedur standar 1 SOP
Penyusunan prosedur dan manual Provinsi Kalimantan & Disinsentif
1.05.19.021 operasionalisasi pengendalian Pemanfaatan 791,000,000 802,566,700 - 1 Dokumen 400,000,000
pengendalian pemanfaatan ruang Timur Pemanfaatan
pemanfaatan ruang Ruang
Ruang
Pelatihan aparat dalam pengendalian Provinsi KalimantanJumlah aparat yang mengikuti
1.05.19.022 - -
pemanfaatan ruang Timur pelatihan
Provinsi KalimantanJumlah audit pemanfaatan ruang 1 Dokumen
1.05.19.023 Pengawasan pemanfaatan ruang - - 795,662,200 -
Timur Kab/Kota (Bontang)
Jumlah pertemuan pembahasan
Koordinasi dan fasilitasi pengendalian Provinsi Kalimantan
1.05.19.024 pengendalian pemanfaatan ruang - 4 Kali 725,380,000 4 Kali 500,000,000
pemanfaatan ruang lintas kabupaten/kota Timur
lintas kabupaten/kota
Sosialisasi kebijakan pengendalian
1.05.19.25 Jumlah orang tersosialisasi - - - -
pemanfaatan ruang
Monitoring, evaluasi dan pelaporan
Provinsi Kalimantan
1.05.19.026 pelaksanaan pengendalian pemanfaatan Jumlah Monev dilakukan -
Timur
ruang
Kajian indikator pengaturan ruangan Provinsi Kalimantan
1.5.19.030 Jumlah dokumen kajian indikator - - - -
kalimantan timur pasca kaltara terbentuk Timur
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI 2014 2015 2016 2017 2018
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)

BINA KONSTRUKSI 3,390,900,000 2,486,165,400 1,977,920,925 1,748,600,000 2,821,000,000

Program Penyelenggaraan Pembinaan Jumlah aparatur yang memenuhi


1.03.05 290 Orang 1,450,320,000 405 Orang 741,054,000 574 Orang 1,338,040,575 739 Orang 1,019,000,000
Jasa Konstruksi kompetensi sesuai standar
Bimbingan Teknis Implementasi
1.03.05.003 Kalimantan Timur Jumlah aparatur terbimtek 40 Orang 161,320,000 40 Orang 116,985,000 44 Orang 495,683,725 40 Orang 201,000,000
Peraturan Perundang - undangan
Pelatihan Pengawasan dan Perencanaan
1.03.05.004 Kalimantan Timur Jumlah aparatur terlatih 40 Orang 441,000,000 25 Orang 394,623,000 25 Orang 240,348,000 25 Orang 381,000,000
Jalan dan Jembatan
1.03.05.006 Pelatihan Hukum Kontrak Kalimantan Timur Jumlah aparatur terlatih 40 Orang 166,000,000 25 Orang 118,723,000 25 Orang 174,000,000 25 Orang 106,000,000
Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan
1.03.05.005 Kalimantan Timur Jumlah aparatur terlatih 40 Orang 176,000,000 25 Orang 110,723,000 25 Orang 164,000,000 25 Orang 116,000,000
Kerja (K3)
1.03.05.007 Pelatihan e-Procurement Kalimantan Timur Jumlah aparatur terlatih 50 Orang 171,000,000
Pelatihan Peningkatan Kapasitas
1.03.05.008 Kalimantan Timur Jumlah aparatur terlatih 40 Orang 166,000,000 25 Orang 150,008,850 25 Orang 106,000,000
Aparatur Bidang Cipta Karya
Pelatihan Peningkatan Kapasitas
1.03.05.009 Kalimantan Timur Jumlah aparatur terlatih 40 Orang 169,000,000 25 Orang 114,000,000 25 Orang 109,000,000
Aparatur Bidang Sumber Daya Air
Program Peningkatan Pengaturan dan Persentase peningkatan
1.03.36 Pemberdayaan Masyarakat Jasa kompetensi masyarakat di 32.34% 1,592,080,000 37.34% 1,520,111,400 42.34% 494,064,650 50.34% 1,603,100,000 58.68% 1,514,000,000
Konstruksi bidang jasa konstruksi
Sosialisasi dan Diseminasi Peraturan
1.03.36.001 Perudang - udangan Jasa Konstruksi dan Kalimantan Timur Jumlah orang/Lembaga 75 orang 351,270,000 - 150 Orang 227,100,000 200 Orang 450,000,000
Peraturan Lainnya yang terkait
Jumlah lembaga/perusahaan yang 20 LPJK, Asosiasi 20 LPJK, Asosiasi 20 LPJK, Asosiasi 20 LPJK, Asosiasi
1.03.36.002 Forum Jasa Konstruksi Kalimantan Timur 226,000,000 134,643,000 18,297,500 194,500,000 165,000,000
mengikuti forum dan Perusahaan dan Perusahaan dan Perusahaan dan Perusahaan
1.03.36.003 Rapat Koordinasi Daerah Jasa Konstruksi Kalimantan Timur Jumlah Rapat 1 Kali 137,890,000 1 Kali 373,963,400 1 Kali 129,319,250 1 Kali 293,200,000 1 Kali 108,000,000
75 Orang/Tim 125 Orang/Tim 125 Orang/Tim
Fasilitasi Sertifikat Tenaga Terampil Jasa Jumlah Tenaga Terampil
1.03.36.004 Kalimantan Timur Pembina Jakon 384,535,000 Pembina Jakon 635,270,000 - - Pembina Jakon 300,000,000
Konstruksi Tersertifikasi
Kab/Kota Kab/Kota Kab/Kota
50 Orang/Tim
Pelatihan e-Procurement bagi penyedia
1.03.36.005 Kalimantan Timur Jumlah penyedia jasa yang terlatih Pembina Jakon 152,150,000 -
jasa
Kab/Kota
Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan
1.03.36.006 Kalimantan Timur Jumlah penyedia jasa yang terlatih 40 Orang 192,920,000 25 Orang 111,916,000 25 Orang 152,000,000 80 Orang 192,300,000 40 Orang 268,000,000
Kerja (K3) bagi Penyedia Jasa
Bimbingan Teknis Peningkatan dan
Jumlah penyedia jasa peserta
1.03.36.007 Pemberdayaan Masyarakat Jasa Kalimantan Timur 40 Orang 147,315,000 40 Orang 264,319,000 80 Orang 194,447,900 130 Orang 696,000,000 40 Orang 223,000,000
Bimtek
Konstruksi
Persentase ijin jasa konstruksi
1.03.37 Pengawasan Jasa Konstruksi yang diperbaharui / dicabut / 87.78% 348,500,000 46.74% 225,000,000 30.31% 145,815,700 30.31% 145,500,000 30.31% 288,000,000
direview

Pengawasan Terhadap Perijinan Jasa Jumlah ijin jasa konstruksi yang


1.03.37.001 Kalimantan Timur 14 Kab/Kota 348,500,000 10 Kab/Kota 225,000,000 10 Kab/Kota 145,815,700 10 Kab/Kota 145,500,000 10 Kab/Kota 288,000,000
Konstruksi diperbaharui/dicabut/direview

BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI 2014 2015 2016 2017 2018
(OUT COME PROGRAM)
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
(OUT PUT KEGIATAN)

SUMBER DAYA AIR 250,538,342,090 216,350,000,000 165,703,440,876 92,831,657,000 132,081,479,474

Program Peningkatan Daya Saing Persentase Penyediaan air


1.03.62 1.80% - 1.80% 2,295,000,000 2.04% 7,127,086,000 2.04% 6,523,600,000 13.40% 2,950,000,000
Sektor Sumber Daya Air baku kawasan industri

Jumlah bendungan dan


1.03.62.001 Pembangunan Reservoir Kukar 1 unit (72 % ) 2,295,000,000 1 unit (80 % ) 7,127,086,000 1 unit (85 % ) 6,523,600,000 1 unit (100 % ) 2,950,000,000
Bendung yang terbangun

Program Pengembangan dan


Luas Daerah Irigasi yang 95,006,135,810 51,300,000,000 60,239,220,000 13,050,000,000 12,050,000,000
1.03.24 Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa 4.150 Ha 4.400 Ha 4.850 Ha 4.950 Ha 5.050 Ha
terlayani
dan Jaringan Pengairan Lainnya
Jumlah dokumen
Perencanaan Pembangunan Jaringan Perencanaan pembangunan
1.03.24.001 Se-Kaltim 6 Dokumen 4,700,000,000 7 Dokumen 6,750,000,000 8 Dokumen 4,956,162,000 0 - 0 -
Irigasi jaringan irigasi yang
berkualitas
Jumlah dokumen
Perencanaan Pembangunan
1.03.24.003 Se-Kaltim Perencanaan pembangunan 20 Dokumen 21,925,000,000 11 Dokumen 10,600,000,000 12 Dokumen 13,280,423,000 0 - -
Reservoir
reservoir yang berkualitas
Jumlah dokumen
Perencanaan Normalisasi Saluran Perencanaan normalisasi
1.03.24.005 Se-Kaltim 8 Dokumen 6,124,000,000 8 Dokumen 6,600,000,000 0 - 0 - 0 -
Sungai saluran sungai yang
berkualitas

Jumlah bendungan dan


1.03.24.007 Pembangunan Reservoir Kukar 1 unit (72 % ) 15,980,840,000 0 - 0 - 0 - 0 -
Bendung yang terbangun

Jumlah unit Bendungan yang


0 0 1 unit Bendung 0 0
dibangun
40,515,420,810 20,000,000,000 42,002,635,000 11,000,000,000 10,000,000,000
Optimalisasi Fungsi Jaringan Irigasi Panjang Jaringan Irigasi
1.03.24.015 Berau 12500 m' 8000 m' 8830 m' 5180 m' 5000 m'
Yang Telah Dibangun yang dibangun
Panjang Jaringan Irigasi
0 - 0 - 0 - 3000 m' 3000 m'
yang dibangun (DAK)
Jumlah Panjang Saluran
Pembangunan Jaringan Tata Air
1.03.24.028 Rawa dan Bangunan 5575 m' 5,760,875,000 7650 m' 7,350,000,000 0 - 0 - 0 -
Daerah Rawa
Pelengkapnya
Jumlah Dokumen
Inspeksi program/kegiatan Bidang
1.03.24.030 Se-Kaltim Data/Informasi Sumber Daya 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -
Sumber Daya Air
Air
Jumlah Dokumen
Kegiatan Pengelolaan Hidrologi dan
1.03.24.039 Se-Kaltim Pengelolaan Hidrologi dan 0 - 0 - 0 - 1 dokumen 1,250,000,000 1 dokumen 1,250,000,000
Informasi Sumber Daya Air
Informasi Sumber Daya Air

Kegiatan Koordinasi Pengelolaan Jumlah Konfrensi / Seminar /


1.03.24.040 Se-Kaltim 0 - 0 - 0 - 3 Kali 800,000,000 3 Kali 800,000,000
Sumber Daya Air Workshop / Raker

BAB V - 1
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI 2014 2015 2016 2017 2018
(OUT COME PROGRAM)
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
(OUT PUT KEGIATAN)
Program Penyediaan dan
1.03.25 Jumlah Kapasitas Air Baku 75 L/detik 43,754,000,000 75 L/detik 51,200,000,000 80 L/detik 42,742,634,926 80 L/detik 33,585,000,000 330 L/detik 95,210,622,474
Pengelolaan Air Baku
Jumlah Bangunan
Bendungan / Bendung yang 1 unit bendung 1 unit bendung 1 unit bendung 1 unit bendung 1 unit bendung
Pembangunan prasarana terbangun
1.03.25.001 Kutim 38,489,000,000 44,500,000,000 38,653,634,926 33,585,000,000 95,210,622,474
pengambilan dan saluran pembawa Panjang Jaringan Pipa
Transmisi Air Baku yang 1200 m' 2946 m' 7325 m' 3000 m' 16000 m'
terbangun
Peningkatan distribusi penyediaan air Jumlah Pos Hidrologi yang
1.03.25.006 Se-Kaltim 10 unit 5,265,000,000 6 unit 3,700,000,000 0 - 0 - 0 -
baku terbangun
Pembangunan Sumur-Sumur Air Balikpapan, Jumlah sumur air tanah
1.03.25.004 0 - 2 unit 3,000,000,000.00 1 unit 4,089,000,000.00 0 - 0 -
Tanah Kutim terbangun

1.03.28 Program Pengendalian Banjir Luas Genangan Banjir 440 Ha 111,074,706,280 430 Ha 109,155,000,000 425 Ha 54,513,999,950 420 Ha 39,673,057,000 415 Ha 21,870,857,000

Jumlah bendungan
12,061,077,800 15,550,000,000 6,209,670,000 1 unit bendali
Pembangunan Reservoir Pengendali pengendali banjir
1.03.28.001 Samarinda 7,959,200,000
Banjir
Panjang Saluran Drainase 0 - 0 - 0 - 2595 m 405 M 5,000,000,000
Jumlah bendungan
Peningkatan Pembangunan Pusat- Kutim, 0 0 0 0 0
1.03.28.008 pengendali banjir 39,955,717,541 23,500,000,000 10,935,258,600 8,843,000,000 5,000,000,000
Pusat Pengendali Banjir Samarinda
Panjang Saluran Drainase 1750 m' 855 m' 480 m' 9210 m' 138 m'
Samarinda,
Peningkatan Pembersihan dan Panjang Sungai dan saluran
1.03.28.007 Kukar, 2000 m' 12,673,296,700 3440 m' 22,300,000,000 1667 m' 10,564,369,000 18 m' 1,392,600,000 30 m' 1,392,600,000
Pengerukan Sungai/Kali drainase
Bontang
Mengendalikan Banjir pada Daerah Jumlah kolam retensi 0 0 0 1 unit 1 unit
1.03.28.006 Tangkapan Air dan Badan-Badan Samarinda 14,084,114,239 13,400,000,000 4,962,895,850 5,478,257,000 5,478,257,000
Sungai Panjang Saluran Drainase 700 m' 780 m' 600 m' 400 m' 240 m'

Pembangunan Prasarana Pengaman Panjang bangunan


1.03.28.009 Se-Kaltim 900 m' 32,300,500,000 1443 m' 34,405,000,000 715 m' 21,841,806,500 932,5 m' 16,000,000,000 300 m' 5,000,000,000
Pantai prasarana pengaman pantai
Jumlah aparatur yang
Program Peningkatan Kapasitas
1.03.05 memenuhi kompetensi 240 Orang 703,500,000 240 Orang 2,400,000,000 240 Orang 1,080,500,000 - -
Sumber Daya Aparatur
sesuai standar
Konferensi/ Seminar/ Workshop / Jumlah Konfrensi / Seminar /
1.03.05.010 Se-Kaltim 3 kali 703,500,000 3 kali 2,400,000,000 3 kali 1,080,500,000 - -
Raker Workshop / Raker

BAB V - 2
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)

BINA MARGA 1,636,926,275,009 1,416,422,792,978 955,480,422,177 418,838,023,000 1,292,304,664,706

Program Pembangunan Jalan dan Panjang Jalan Provinsi dengan


1.03.15 46,11 Km 1,421,830,093,711 72,20 Km 483,058,689,950 108,70 Km 392,790,484,123 112,70 Km 18,647,962,200 116,70 Km 23,500,000,000
Jembatan Kapasitas Daya Mampu 10 Ton

1.03.15.001 Perencanaan Pembangunan Jalan Tersebar Jumlah laporan perencanaan jalan 10 Dokumen 7,115,000,000 9 Dokumen 10,000,000,000 7 Dokumen 6,987,767,850 1 Dokumen 1,439,050,000 1 Dokumen 1,000,000,000
Jumlah laporan perencanaan
1.03.15.004 Perencanaan Pembangunan Jembatan Tersebar 7 Dokumen 4,575,000,000 6 Dokumen 7,500,000,000 2 Dokumen 4,796,319,000 - - - -
jembatan

Pengawasan Pembangunan Jalan dan Jumlah laporan pengawasan 55 Dokumen 29,985,000,000 41 Dokumen 31,624,750,000 41 Dokumen 28,855,882,740 16 Dokumen 16 Dokumen
1.03.15.007 Tersebar 14,708,912,200 10,000,000,000
Jembatan Jumlah laporan pengawasan
4 Dokumen 4 Dokumen
(DAK)
Peningkatan Jalan Samarinda - Panjang Jalan yang ditingkatkan
1.03.15.009 Samarinda 0,65 Km 7,350,644,001 1 Km 10,000,000,000 1,4 Km 13,973,814,000 - - - -
Anggana (Rigid)
Panjang Jalan yang ditingkatkan
1.03.15.010 Peningkatan Jalan Sanga2 - Dondang Kukar 4 Km 35,000,000,000 2 Km 20,000,000,000 3,5 Km 9,276,741,200 - - - -
(Rigid)
Pembangunan Jalan Sebulu - Ma.
1.03.15.012 Kukar Panjang Jalan yg dibangun 2 Km 10,000,000,000 - - - - - - - -
Kaman
Pembangunan Jalan Km 13 -
1.03.15.015 Balikpapan Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 1.7 Km 44,794,790,000 - - - - - - - -
Pelabuhan Kariangau
Pembangunan Jembatan P. Balang Panjang Jembatan yg dibangun (1
1.03.15.037 PPU 470 M (98% ) 75,000,000,000 - - - - - -
Bentang Pendek buah jembatan)
Pembangunan Jalan Rifaddin -
1.03.15.039 Samarinda Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 2 Km 40,736,119,863 - - - - - - - -
Jembatan Mahulu
Pembangunan Jalan Tol Balikpapan - Panjang jalan Tol yang dibangun
1.03.15.040 1,6 Km 88,171,913,000
Samarinda (seksi 1)

Pembangunan Jalan Talisayan - Batu


1.03.15.044 Berau Panjang Jalan yg dibangun Retensi MYC 31,288,649,144 - - - - - - - -
Lepok

1.03.15.049 Pembangunan Jalan Gusiq-SP Blusuh Kubar Panjang Jalan yg dibangun Retensi MYC 13,040,641,000 - - - - - - - -

Samarinda, Kukar, Jumlah luas lahan yang


1.03.15.051 Pembebasan Lahan 1.105,10 Ha 36,848,000,000 -
Balikpapan dibebaskan
Pembangunan Jalan Sangkulirang -
1.03.15.052 Kutim Panjang Jalan yg dibangun Retensi MYC 8,977,473,000 - - - - - - - -
Batu Lepok 1
Pembangunan Jalan Sangkulirang -
1.03.15.053 Kutim Panjang Jalan yg dibangun Retensi MYC 26,874,583,600 - - - - - - - -
Batu Lepok 2
Pembangunan Jalan Samarinda -
1.03.15.055 Samarinda Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) Retensi MYC 17,927,117,000 - - - -
Sanga-sanga ( TPK Palaran )
Pembangunan Jembatan Mahakam IV Panjang Jembatan yg dibangun (1
1.03.15.060 Samarinda 1 Unit (33,8% ) 30,236,913,000
(Kembar) buah jembatan)
Pembangunan Jalan Ramp 3 dan 4
1.03.15.061 Balikpapan Panjang Jalan yg dibangun Pergub 71 1,591,094,750 - - - - - - - -
Km.13 - Pelabuhan Kariangau
Pembangunan Jalan Simpang Tiga
1.03.15.070 Tj.Nurung ke Simpang Tiga Tepian Kukar Panjang Jalan yg dibangun 4 Km 40,000,000,000 - - - - - - - -
Tabor
Pembangunan Jalan Akses Perum.
1.03.15.074 Samarinda Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 0,10 km 5,526,230,800 - - - - - - - -
KORPRI Bukit Pinang Samarinda
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Pembangunan Jalan Km.38 - Semoi - Panjang Jalan yg dibangun (Rigid
1.03.15.076 Balikpapan 8 Km 79,500,000,000 3 Km 75,032,250,000 13,3 Km 125,848,081,160 - - 2,17 Km 5,000,000,000
Sepaku - Petung dan Aspal)
Pembangunan Jalan
1.03.15.082 Berau Panjang Jalan yg dibangun (Aspal) 18.5 Km 65,000,000,000 - - - - - - - -
Talisayan/Dumaring- Sp. Lenggok
Pembangunan Jalan Akses Jembatan Panjang Jalan yg dibangun
1.03.15.084 PPU, Balikpapan 8 km 70,000,000,000
Pulau Balang (Tanah)
Pembangunan Jembatan Sungai Wain 60 m (1 Buah)
1.03.15.87 Balikpapan Panjang Jembatan yang dibangun 1,486,669,500 - - - - - - - -
Sisi Kiri 100%
Pembangunan Jalan Sebulu - Muara
1.03.15.088 Kukar Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 2,20 Km 20,000,000,000 1 Km 10,000,000,000 0,30 Km 3,952,745,500 - - - -
Bengkal
Pembangunan Jalan Ma. Bengkal - Sp. Panjang Jalan yg dibangun
1.03.15.092 Kutai Timur 8 km 20,000,000,000 - - - -
Batu Ampar (Agregat)
Pembangunan Jalan Ring Road Tj.
1.03.15.093 Berau Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 2,06 Km 20,000,000,000 1 Km 10,000,000,000 0,6 Km 6,221,234,950 - - - -
Redeb - Teluk Bayur
Pembangunan Jembatan Sangkulirang - Panjang Jembatan yg dibangun (6 30 M & 60 M (2 30 M & 20 M 2
1.03.15.096 Kutai Timur, Berau 60 M (1 Buah 80% ) 23,817,826,754 10,000,000,000 13,975,172,850 - - - -
Batu Lepok - Talisayan buah jembatan) Buah (100% ) Buah (100% )
Pembangunan Jalan Outer Ring Road
1.03.15.097 Samarinda Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 1,5 Km 40,000,000,000 - - - -
Jembatan Mahulu - Jakarta - M. Said

Pembangunan Jembatan Long Bagun - Panjang Jembatan yg dibangun (8 60 m (1 Buah)


1.03.15.099 Kutai Barat 34,148,591,659 Pergub 71 2,277,003,700 - - - - - -
Long Pahangai buah jembatan) 100%
Pembangunan Jalan Dalam Kawasan Panjang Jalan yg dibangun
1.03.15.102 Kutai Timur 4.25 km 103,000,000,000
Maloy (Tanah)
Pembangunan Jalan Sakaq Lotoq - Sp.
1.03.15.103 Kukar Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 1 Km 28,337,836,640
Abit - Kahala Kota Bangun
Pembangunan Jalan Samarinda (TPK
1.03.15.104 Samarinda Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 1,50 Km 15,000,000,000 - - - - - -
Palaran) - Sanga-sanga
Pembangunan Jalan Pendekat
Panjang Jalan yg dibangun (fly
1.03.15.105 Jembatan Mahakam 4 (Jembatan Samarinda 0 Km 20,000,000,000
Over) 2 sisi
Kembar) Samarinda
Pembangunan Jalan Long Bagun - Long Panjang Jalan yg dibangun
1.03.15.106 Kutai Barat 33 Km 40,000,000,000
Pahangai - Long Apari (Tanah)
Pembangunan Jalan Outer Ring Road -
Panjang Jalan yg dibangun
1.03.15.107 Bandara Samarinda Baru (Batu cermin - Samarinda 9.50 km 45,000,000,000 - - - -
(Tanah)
Sei. Siring)
Pembangunan Jalan Sp. Kelay - Panjang Jalan yg
1.03.15.108 Kutai Timur 7 Km 30,000,000,000 - - - - - - - -
Logpond (Rantau Nibung) dibangun(Agregat)
Pembangunan Jalan Batu Cermin - L2
1.03.15.109 Kukar Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 0,5 km 16,000,000,000 - - - -
Tenggarong
Pembangunan Jembatan Sei. Rantau Panjang Jembatan yg dibangun (1
1.03.15.110 Kutim 1 Buah (2,5% ) 20,000,000,000 1 Unit (5% ) 20,000,000,000 1 Unit (7,5% ) 18,772,261,000 - - - -
Nibung buah jembatan)
Pembangunan Jembatan Interchange Panjang Jembatan yg dibangun (1
1.03.15.111 Samarinda 390 m (30% ) 20,000,000,000 390 m (100 % ) 40,000,000,000 - - - - - -
Martadinata - Slamet Riyadi buah jembatan)
Peningkatan Jalan Sp. Ambalut/Ptg. Panjang Jalan yg dibangun (Rigid
1.03.15.112 Kukar 4 Km 40,000,000,000 3,50 Km 40,000,000,000 10,3 Km 100,184,831,523 - - 2,2 Km 5,000,000,000
Lembuswana - Sebulu dan Aspal)
Pembangunan Jalan Sp. Bentuas - Sp. Panjang Jalan yang dibangun
1.03.15.113 Kukar 3 Km 10,000,000,000 - - - - - - - -
Muara Jawa (Aspal dan Rigid)
Pembangunan Jalan Bentuas - Noni - Panjang Jalan yang dibangun
1.03.15.114 Kukar 4 Km 10,000,000,000 - - - - - - - -
Sanga2 (Agregat B)

BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Panjang Jalan yang ditingkatkan (
1.03.15.115 Peningkatan Jalan Sp. Blusuh - Damai Kubar 0,3 Km 10,000,000,000 1,60 Km 10,000,000,000 - - - - - -
Rigid dan Aspal)
Master Plan Jaringan Jalan Provinsi Aplikasi Master Plant Jaringan
1.03.15.116 se-Kaltim 1 Dokumen 3,500,000,000 - - - - - - - -
Kaltim Berbasis Web Jalan
Pembangunan Jalan Simpang Resak - Panjang Jalan yang dibangun
1.03.15.117 Kubar 109 Km 60,000,000,000 - - - - - - - -
Petung (Rigid 1 Km ; Tanah 109 Km)
Pembangunan Jalan Poros Batu Panjang Jalan yg dibangun (Rigid
1.03.15.118 Samarinda 1.4 Km 20,000,000,000 1.4 Km 20,000,000,000 - - - - - -
Besaung - Berambai Pav)
Panjang Jalan yg dibangun (Rigid
1.03.15.119 Pembangunan Jalan Jakarta 2 Samarinda 100 M 2,000,000,000 - - - - - - - -
Pav)

1.03.15.120 Pembangunan Jalan Lembulud - Bario Panjang Jalan yg dibangun - - - - - - - - - -

Peningkatan Jalan Sp. Samboja - Sp. Panjang Jalan yang ditingkatkan


1.03.15.089 Kukar - - 3 Km 30,000,000,000 3 Km 27,628,122,200 - - - -
Muara Jawa (Rigid)

Peningkatan Jalan Suryanata - Ptg Panjang Jalan yang ditingkatkan


1.03.15.091 Samarinda - - 4 Km 40,000,000,000 3 Km 27,307,432,700 - - - -
Lembuswana (Rigid dan Aspal)
Peningkatan Jalan Km. 38 Balikpapan - Panjang Jalan yang ditingkatkan
1.03.15.096 Kukar - - 3 Km 10,000,000,000 - - - - - -
Sp. Samboja Aspal
Peningkatan Jalan 5.5 Balikpapan - Panjang Jalan yang ditingkatkan
1.03.15.097 Balikpapan - - 0,99 Km 14,592,436,250 - - - - - -
Kariangau Rigid
1.03.15.100 Peningkatan Jalan Lolo - Ma. Biu Pasir Panjang Jalan yang dibangun - - - - - - - - - -
Peningkatan Jalan Lolo - Bekoso - Tnh.
1.03.15.101 Pasir Panjang Jalan yang dibangun - - - - - - - - - -
Periuk
Peningkatan Jalan Sangkulirang - Panjang Jalan yang dibangun
1.03.15.103 Kutim - - 3,00 Km 15,000,000,000 2,00 Km 5,010,077,450 - - - -
Talisayan (Aspal)
Peningkatan Jalan Sempaja - Sp. Panjang Jalan yang dibangun
1.03.15.104 Samarinda - - - - - - - - - -
Sambera (Aspal)
Pembangunan Jembatan Ruas Jalan Panjang Jembatan yg dibangun (4
1.03.15.110 Kubar, PPU - - - - - - - - - -
Sp. Resak - Petung buah jembatan)
Pembangunan Pelebaran Jembatan Panjang Jembatan yg dibangun (3
1.03.15.114 Samarinda - - - - - - - - - -
Kota Samarinda Cs buah jembatan)
Pembangunan Jembatan Ruas Jalan
1.03.15.115 Berau Panjang Jembatan yang dibangun - - 60 M 1 Buah) 27,000,000,000 - - - - - -
TJ. Redeb-Talisayan

Pembangunan Jalan Patung


1.03.15.119 Kukar Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) - - 3 Km 30,032,250,000 - - - - - -
Lembuswana - Sebulu - Muara Kaman

Pembangunan jalan pendekat Jembatan 50 % Pembayaran 50 % Pembayaran


1.03.15.02 - - - - - - 2,500,000,000 2,500,000,000
Mahulu Eskalasi Eskalasi

BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Jumlah kecamatan terisolasi
Program Pembukaan Keterisolasian yang dapat diakses sarana dan - 86,000,000,000 59,205,467,775 13,490,000,000 4,000,000,000
1.03.65 2 Kecamatan 3 Kecamatan 4 Kecamatan 5 Kecamatan 5 Kecamatan
Wilayah Sektor Jalan dan Jembatan prasarana transportasi Jalan &
Jembatan
Pembangunan Jalan Sakaq Lotoq - Sp.
1.03.65.001 Kukar Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 1 km 15,000,000,000 0,50 Km 8,829,783,700 0,25 Km 3,745,000,000 - -
Abit - Kahala Kota Bangun
Pembangunan Jalan Batu Cermin - L2
1.03.65.002 Kukar Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 0.5 km 5,000,000,000 0,2 km 2,508,903,200 - - - -
Tenggarong
Pembangunan Jalan Ma. Bengkal - Sp. Panjang Jalan yg dibangun
1.03.65.005 Kutai Timur 5 Km 10,000,000,000 3,1 km 4,314,751,100 - - - -
Batu Ampar (Agregat)
Pembangunan Jalan Long Bagun - Long Panjang Jalan yg dibangun
1.03.65.007 Kutai Barat 7 km 15,000,000,000 15 km 20,681,615,875 5 Km 3,745,000,000 5 Km 4,000,000,000
Pahangai - Long Apari (Tanah)
Pembangunan Jalan Sp. Kelay - Panjang Jalan yg
1.03.65.008 Kutai Timur - - - - - - - -
Logpond (Rantau Nibung) dibangun(Agregat)
Jumlah Pengadaan Jembatan semi 126 M (6 Unit 207 M (7 Unit
Kutai Barat - - - -
permanen (20% ) (20% )
Pembangunan Jembatan Long Bagun -
1.03.65.009 Panjang Jembatan semi permanen 20,000,000,000 22,870,413,900 6,000,000,000 -
Long Pahangai - Long Apari 126 M (6 Unit) 207 M (7 Unit)
yg dibangun/terpasang (13 unit - - - -
(100% ) (100% )
jembatan)
Pembangunan Jembatan Ruas Jalan Panjang Jembatan yg dibangun (2
1.03.65.010 Kukar, Kubar - - - - - - - - - -
Sakaq Lotoq - Kota Bangun buah jembatan)
Panjang Jembatan yg dibangun (1
1.03.65.011 Pembangunan Jembatan Rico PPU - - - - - - - - - -
buah jembatan)
perkuatan pilar
1.03.65.012 Pembangunan Jembatan Tering Kubar Jumlah Pilar yang dibangun - - 21,000,000,000 - - - - - -
utama
Panjang jalan untuk mendukung
Program Peningkatan Daya Saing kawasan strategis dengan
1.03.59 50,01 Km - 62,17 Km 555,244,159,592 62,99 Km 228,524,680,626 62,99 Km 91,933,242,000 65,54 Km 533,858,254,190
Investasi Sektor Jalan dan Jembatan kapasitas daya mampu
maksimum 10 Ton
Pembangunan Jalan Akses Jembatan Panjang Jalan yg dibangun (Badan
1.03.59.001 PPU, Balikpapan 1,7 Km 50,000,000,000 3.0 km 30,696,196,300 0,5 Km 10,000,000,000 0,5 Km 10,000,000,000
Pulau Balang Jalan dan Rigid)
Pembangunan Jalan Samarinda (TPK
1.03.59.002 Samarinda Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 1,50 Km 15,000,000,000 - - - - - -
Palaran) - Sanga-sanga
Pembangunan Jalan Pendekat
Panjang Jalan yg dibangun (fly
1.03.59.003 Jembatan Mahakam 4 (Jembatan Samarinda 0 Km 50,000,000,000 1,2% (0,88 Km) 29,108,557,000 57,39% (0,88 Km) 32,619,768,000 100% (0,88 Km) 393,466,415,730
Over) 2 sisi
Kembar) Samarinda
Pembangunan Jalan Km 13 -
1.03.59.004 Balikpapan Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) - - - - - - - -
Pelabuhan Kariangau
Pembangunan Jalan Outer Ring Road
1.03.59.005 Samarinda Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) 0,50 Km 20,000,000,000 1,60 Km 17,459,679,500 - - - -
Jembatan Mahulu - Jakarta - M. Said
Pembangunan Jalan Rifaddin -
1.03.59.006 Samarinda Panjang Jalan yg dibangun (Rigid) - - - - - - - -
Jembatan Mahulu
Pembangunan Jalan Dalam Kawasan Panjang Jalan yg dibangun (badan
1.03.59.007 Kutai Timur 2,50 km 103,000,000,000 0,40 km 38,734,424,000 0,05 KM 4,208,350,000 0,05 KM 5,000,000,000
Maloy jalan dan rigid)
Pembangunan Jalan Outer Ring Road -
Panjang Jalan yg dibangun
1.03.59.008 Bandara Samarinda Baru (Batu cermin - Samarinda 2.00 km 10,000,000,000 0,05 Km 6,371,785,250 - - - -
(Tanah)
Sei. Siring)
Peningkatan Jalan Harun Nafsi - Panjang Jalan yang ditingkatkan
1.03.59.009 Samarinda - - 7,70 Km 148,510,750,000 1,20 Km 41,086,950,570 - - - -
Rifaddin (Rigid)

BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Penyeselesaian
Samarinda, Kukar, Jumlah luas lahan yang
1.03.59.010 Pembebasan Lahan 144,35 Ha 43,733,409,592 115, 48 Ha 49,689,844,006 administrasi 3,476,000,000 -
Balikpapan dibebaskan
Dokumen
Pembangunan Fender Jembatan P. Jumlah fender jembatan yang
1.03.59.011 PPU - - 1 Unit 25,000,000,000 - - - - - -
Balang Bentang Pendek dibangun
Pembangunan Jembatan Mahakam IV Panjang Jembatan yg dibangun (1
1.03.59.012 Samarinda 1 Unit (54% ) 75,000,000,000 1 Unit (72,82% ) 15,377,244,000 1 Unit (100% ) 41,629,124,000 100% 125,391,838,460
(Kembar) buah jembatan)
Pembangunan Jembatan P. Balang Panjang Jembatan yg dibangun (1
1.03.59.013 PPU 470 M (100% ) 15,000,000,000 - - - - - -
Bentang Pendek buah jembatan)
Ketersediaan jalan Tol pada
1.03.60 Program Pembangunan Jalan Tol 1,6 Km - 1,6 Km 210,555,886,000 10,32 Km 243,909,053,103 16,35 Km 288,377,368,800 22,50 Km 727,946,410,516
seksi 1

Pembangunan Jalan Tol Balikpapan - Panjang jalan Tol yang dibangun


1.03.60.001 1,6 Km 210,555,886,000 10,32 Km 243,909,053,103 16,35 Km 288,377,368,800 22,50 Km 727,946,410,516
Samarinda (seksi 1)

Program Rehabilitasi/ Pemeliharaan Persentase jalan dan jembatan


1.03.18 54.08% 162,216,839,298 58.94% 33,564,057,436 54.17% 13,341,508,300 56.17% - 58.17% -
Jalan dan Jembatan provinsi dalam kondisi mantap

Pemeliharaan Jalan Dalam Kota


1.03.18.006 Samarinda Panjang Jalan yang dipelihara 22,95 Km 8,611,781,500 22,95 Km 20,397,201,336 22,95 Km 4,644,212,000 - - - -
Samarinda
Pemeliharaan jalan Harun Nafsi -
1.03.18.007 Samarinda Panjang Jalan Yang Dipelihara 1,50 Km 24,000,000,000 - - - - - - - -
H.M.Rifaddin
Pemeliharaan jalan P.Suryanata -
1.03.18.008 Samarinda Panjang Jalan Yang Dipelihara 4.6 Km 37,750,000,000 - - - - - - - -
patung Lembuswana Samarinda
Pemeliharaan jembatan (tersebar Se- Jumlah Jembatan di ruas jalan
1.03.18.031 Kaltim 1.50 Km 12,000,000,000 1.50 Km 10,000,000,000 1.50 Km 3,959,354,300 - - - -
KALTIM) Provinsi yang dipelihara
Rehabilitasi Jalan Balikpapan - Panjang Jalan yang dipelihara
1.03.18.054 Balikpapan 3 Km 5,000,000,000 - - - - - - - -
Samboja Aspal
Rehabilitasi Jalan Tanah Grogot - Panjang Jalan yang dipelihara
1.03.18.055 Pasir 2 Km 5,000,000,000 - - - - - - - -
Pondong Aspal
1.03.18.057 Rehabilitasi Jalan Suryanata Samarinda Panjang Jalan Yang Dipelihara Pergub 71 703,716,807 - - - - - - - -
Rehabilitasi Jalan Simpang Samboja -
1.03.18.059 Kukar Panjang Jalan Yang Dipelihara 6.7 Km 40,000,000,000 Pergub 71 3,166,856,100 - - - - - -
Simpang Muara Jawa
Pemeliharaan Jalan Simpang Bentuas -
1.03.18.069 Kukar Panjang Jalan Yang Dipelihara Pergub 71 651,340,991 - - - - - - - -
Simpang Muara Jawa
Pemeliharaan Jalan Simpang 3 Panjang Jalan yang dipelihara
1.03.18.070 Kukar 1,5 Km 5,000,000,000 - - 1 Km 4,737,942,000 - - - -
Sambera - Muara Badak Aspal
Pemeliharaan Jalan Barong Tongkok -
1.03.18.071 Kutai Barat Panjang Jalan yang dipelihara 3 Km 3,750,000,000 - - - - - - - -
Melak
Pemeliharaan Jalan Sp. Barong
1.03.18.072 Kutai Barat Panjang Jalan yang dipelihara 2 Km 3,750,000,000 - - - - - - - -
Tongkok - Simpang 3 Damai
Pemeliharaan Jalan Km 5,5 Balikpapan -
1.03.18.073 Balikpapan Panjang Jalan Yang Dipelihara 1.3 Km 5,000,000,000 - - - - - - - -
Kariangau
Pemeliharaan Jalan Tanjung Redeb -
1.03.18.074 Berau Panjang Jalan Yang Dipelihara 9 Km 11,000,000,000 - - - - - - - -
Talisayan
Pemeliharaan Jalan Sebulu - Ma.
1.03.18.038 Kukar Panjang Jalan yang dipelihara - - - - - - - - - -
Kaman
Pemeliharaan Jalan Barong Tongkok -
1.03.18.041 Kutai Barat Panjang Jalan yang dipelihara - - - - - - - - - -
Tering
1.03.18.010 Pemeliharaan Jalan di Kota Balikpapan Balikpapan Panjang Jalan yang dipelihara - - - - - - - - - -

BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
1.03.18.011 Pemeliharan Jalan Di Kabupaten Pasir Pasir panjang Jalan yang diperlihara - - - - - - - - - -
Pemeliharaan Jalan Di Kabupaten
1.03.18.013 Berau Panjang Jalam yang Dipelihara - - - - - - - - - -
Berau
Pemeliharaan jalan Di Kabupaten Kutai
1.03.18.022 Kukar Panjang Jalan yang di perlihara - - - - - - - - - -
Kartanegara
1.03.18.044 Pemeliharaan Jalan di Kabupaten PPU Kab.Penajam Panjang Jalan Yang Dipelihara - - - - - - - - - -
1.03.18.045 Pemeliharaan Jalan Dikota Bontang Bontang Panjang Jalan Yang Dipelihara - - - - - - - - - -
Pemeliharaan Jalan Di kabupaten Kutai
1.03.18.046 Kutim Panjang Jalan Yang Dipelihara - - - - - - - - - -
Timur
Pemeliharaan Jalan Dikabupaten Kutai
1.03.18.047 Kubar Panjang Jalan Yang Dipelihara - - - - - - - - - -
Barat
Pemeliharaan Jalan Di Kabupaten
1.03.18.048 Kab.Mahakam Panjang Jalan Yang Dipelihara - - - - - - - - - -
Mahakam Ulu
Program Pembangunan Panjang Turap / Talud / Bronjong 35,159,378,650 31,000,000,000 11,974,873,500 5,889,450,000 2,500,000,000
1.03.17 100 M 100 M 55 M 50 M 50 M
Turap/Talud/Bronjong yg berfungsi menahan longsoran

Jumlah dokumen perencanaan


1.03.17.001 Perencanaan turap/talud/bronjong Tersebar di Kaltim 2 Dokumen 1,000,000,000 2 Dokumen 1,000,000,000 2 Dokumen 966,229,500 1 Dokumen 485,600,000 1 Dokumen 500,000,000
Turap/Talud/Bronjong
Panjang Turap/Talud/Bronjong
1.03.17.003 Pembangunan turap/talud/bronjong Tersebar di Kaltim 100 M 34,159,378,650 100 M 30,000,000,000 55 M 11,008,644,000 50 M 5,403,850,000 50 M 2,000,000,000
yang dibangun
Program Saluran Drainase/Gorong- Panjang saluran drainase yang
1.03.16 600 M 15,000,000,000 600 M 15,000,000,000 4.150 M 4,363,876,250 - -
gorong berfungsi normal
Perencanaan Saluran Drainase / Jumlah dokumen perencanaan
1.03.16.001 Tersebar di Kaltim 1 Dokumen 500,000,000 1 Dokumen 500,000,000 1 Dokumen 481,293,000 - - - -
Gorong - gorong saluran drainase
Panjang saluran drainase yang
Pembangunan Saluran Drainase/ Tersebar di Kaltim 600 M 600 M - - - -
1.03.16.003 dibangun 14,500,000,000 14,500,000,000 4.150 M 3,882,583,250
Gorong - gorong
Jumlah Gorong-Gorong 2 Unit 2 Unit - - - -
Data/Informasi kondisi Jalan dan
1.03.20 Program Inspeksi Kondisi Jalan 2 Lap 2,000,000,000 2 Lap 2,000,000,000 2 Lap 1,370,478,500 1 Lap 500,000,000 1 Lap 500,000,000
Jembatan

1.03.20.001 Inspeksi Kondisi Jalan se-Kaltim Panjang jalan diinspeksi 1.628,07 Km 1,000,000,000 1.628,07 Km 1,000,000,000 1.628,07 Km 690,882,500 1.628,07 Km 500,000,000 1.628,07 Km 500,000,000

1.03.20.002 Inspeksi Kondisi Jembatan se-Kaltim Jumlah jembatan diinspeksi 205 Unit 1,000,000,000 205 Unit 1,000,000,000 205 Unit 679,596,000 - - - -

Program Tanggap Darurat Jalan dan Jumlah titik jalan dalam kondisi
1.03.21 1 Titik 719,963,350
Jembatan tanggap darurat
Rehabilitasi jalan dalam kondisi tanggap
1.03.21.001 Balikpapan Panjang jalan yang di rehabilitasi Pergub 71 719,963,350 - - - - - - - -
darurat

BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)

CIPTA KARYA 329,372,594,285 245,872,035,650 164,040,601,095 166,276,218,000 163,663,363,000

Program Pengembangan Wilayah Jumlah kawasan yang


1.03.29 2 kawasan 19,378,243,125 2 kawasan 14,800,000,000 2 kawasan 595,827,000 - 2 kawasan 1,000,000,000
Strategis dan Cepat Tumbuh dikembangkan

Panjang jalan lingkungan yang


11200 M 19,133,593,125 3000 M 14,800,000,000 9000 M 595,827,000
terbangun
1.03.29.002 Pembangunan / Peningkatan Infrastruktur Tersebar di Kaltim Jumlah Guest House dan
2 unit gerbang, 1
Gerbang kawasan Maloy yang 1,000,000,000
unit guest house
terbangun

1.03.29.006 Pembangunan Gerbang Kawasan Maloy Maloy, Kutim Jumlah Gerbang 80% 244,650,000 - - - -

Program Pengembangan Kinerja 100,860,334,259 70,230,659,000 68,737,790,800 81,280,000,000 127,663,363,000


1.03.27 Jumlah kapasitas air bersih 470 L/dt 480 L/dt 480 L/dt 480 L/dt 680 L/dt
Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah

Pengembangan Sistem Distribusi Air


1.03.27.006 Tersebar di Kaltim Kapasitas IPA yang terbangun 100 L/dt 84,640,112,500 10 L/dt 59,698,659,000 200 lt/dt (28% ) 56,881,957,000 80 L/dt (82% ) 73,930,000,000 200 L/dt (100% ) 120,163,363,000
Minum
Pembangunan Sarana dan Prasarana Air
1.03.27.001 Minum bagi masyarakat berpenghasilan Tersebar di Kaltim Panjang pipa distribusi 1000 M (eq) 3,000,000,000 1000 M (eq) 2,500,000,000.00 4967 M (eq) 1,623,400,000 4500 meter (eq) 2,000,000,000 4500 meter (eq) 2,500,000,000
rendah
Penyediaan Sarana dan prasarana air Jumlah sarana dan prasarana air
1.03.27.002 Tersebar di Kaltim 1 Unit 13,220,221,759 1 Unit 8,032,000,000 2 Unit 10,232,433,800 1 Unit 5,350,000,000 3 Unit 5,000,000,000
limbah limbah terbangun

Jumlah unit kerja internal


Program peningkatan Sarana dan
1.03.02 SKPD yang tercukupi sarana 4 unit kerja 35,512,027,153 4 unit kerja 59,242,376,650 3 unit kerja 84,033,119,295 - -
Prasarana Aparatur
prasarana

1.03.02.003 Pembangunan Gedung Kantor Tersebar di Kaltim Jumlah gedung kantor terbangun 2 unit 29,147,027,153 3 unit 55,177,376,650 2 unit 70,697,074,295

Rehabilitasi Sedang / Berat Gedung Jumlah unit gedung kantor


1.03.02.025 Tersebar di Kaltim 4 unit 6,365,000,000 4 unit 4,065,000,000.00 2 unit 13,336,045,000
Kantor terehab

Program Pembangunan dan Jumlah unit kerja internal


1.03.73 Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung SKPD yang tercukupi sarana - - - 6 unit kerja 30,113,218,000 4 unit kerja 25,000,000,000
Pemerintah prasarana

1.03.73.001 Pembangunan Gedung Pemerintah Tersebar di Kaltim Jumlah gedung kantor terbangun 3 unit 25,132,018,000 3 unit 15,000,000,000

Rehabilitasi Sedang / Berat Gedung Jumlah unit gedung kantor


1.03.73.003 Tersebar di Kaltim 3 unit 4,981,200,000 1 unit 10,000,000,000
Pemerintah terehab

BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)

Program Pengembangan Wawasan Bangunan Prasarana dan 64,553,475,000 13,255,000,000 10,673,864,000 54,883,000,000 10,000,000,000
1.03.64 12 unit 2 unit 2 unit 2 unit 2 unit
Kebangsaan Sarana Ibadah

Peningkatan Toleransi dan Kerukunan


1.19.17.01 Tersebar di Kaltim Jumlah bangunan sarana ibadah 12 unit 64,553,475,000
dalam Kehidupan Beragama

1.0.3.64.001 Pembangunan Sarana Ibadah Tersebar di Kaltim Jumlah bangunan sarana ibadah 2 unit 13,255,000,000 2 unit 10,673,864,000 2 unit 54,883,000,000 2 unit 10,000,000,000

Program Peningkatan Pelayanan Kapasitas Sarana Prasarana 102,081,339,748 5.942 Orang 83,644,000,000 - - -
1.05.18 5.942 Orang (90%)
Publik Publik (100%)

Jumlah Gedung Pasar


1.05.18.002 Pembangunan Pasar Samarinda 1 Unit (4,50 % ) 2,118,918,362 - - - - - - - -
Tradisonal yang terbangun
Jumlah Gedung convention Hall
1.05.18.001 Pembangunan Convention Hall Samarinda 1 Unit (90% ) 98,982,156,000 1 Unit (100% ) 83,644,000,000 - - - - - -
yang terbangun
Luas penataan taman di Tepian
1.05.18.003 Penataan Taman Tepian Mahakam Samarinda 15% 980,265,386 - - - - - - - -
Mahakam
Program Peningkatan Sarana dan Kapasitas Sarana dan
1.05.20 6,987,175,000 35 Orang 4,700,000,000
Prasarana Olahraga Prasarana olah raga

Peningkatan Pembangunan Sarana dan Jumlah Gedung /sarana olah


1.05.20.001 Tersebar di Kaltim 2 unit 6,987,175,000 1 Unit 4,700,000,000 - - - - - -
Prasarana Olahraga raga yang dibangun

BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)

PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN 37,945,550,000 45,234,087,000 36,259,335,600 14,956,500,000 17,576,298,000

Jumlah rumah tangga miskin


yang memiliki rumah layak 5.350 Unit
huni
1.03.15 Program Pengembangan Perumahan 37,945,550,000
Jumlah perumahan MBR yang
dibantu jalan lingkungan oleh 52 Perumahan
Pemerintah

Fasilitasi dan Stimulasi Pembangunan Jumlah rumah layak huni yang


1.03.15.06 Tersebar di Kaltim 350 Unit 27,786,000,000
Perumahan Masyarakat Kurang Mampu dibangun

Pembangunan Sarana dan Prasarana Panjang jalan lingkungan yang


1.03.15.07 Tersebar di Kaltim 6000 meter 10,159,550,000
Rumah Sederhana Sehat terbangun

Jumlah rumah tangga miskin


yang memiliki rumah layak 5.705 Unit 5.855 Unit 5.935 Unit 6.085 Unit
Program Penanggulangan Kemiskinan huni
1.03.54 Bidang Sarana dan Prasarana Dasar - 45,234,087,000 36,259,335,600 14,956,500,000 17,576,298,000
Permukiman Jumlah perumahan MBR yang
dibantu jalan lingkungan oleh 74 Perumahan 81 Perumahan 84 Perumahan 85 Perumahan
Pemerintah

Fasilitasi dan Stimulasi Pembangunan Jumlah rumah layak huni yang


1.03.54.001 Tersebar di Kaltim 355 Unit 25,219,087,000 150 Unit 13,007,049,600 56 Unit 2,700,300,000 150 Unit 7,576,298,000
Perumahan Masyarakat Kurang Mampu dibangun

Panjang jalan lingkungan yang


5000 Meter 20,015,000,000 8230 Meter 23,252,286,000 4395 m(eq) 12,256,200,000 7000 m (eq) 7,000,000,000
Pembangunan Sarana dan Prasarana
1.03.54.002 Tersebar di Kaltim terbangun
Rumah Sederhana Sehat Panjang saluran drainase yang
dibangun
Pencegahan dan Peningkatan Kualitas
1.03.54.003 Kaltim Dokumen Perencanaan 1 Dokumen 3,000,000,000
Permukiman Kumuh Perkotaan

BAB V
INDIKATOR PAGU INDIKATIF
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI (OUT COME PROGRAM) (OUT
PUT KEGIATAN) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)

SEKRETARIAT 8,970,840,000 11,955,257,470 8,395,071,000

SEKRETARIAT + UPTD WILAYAH I, II DAN III 16,121,499,000 16,102,685,000


Program Pelayanan Administrasi Jumlah unit kerja internal terlayani
1.03.01 1 Unit Kerja 4,477,800,000 1 Unit Kerja 6,390,700,000 1 Unit Kerja 5,042,669,500 4 Unit Kerja 9,557,149,000 4 Unit Kerja 9,000,000,000
Perkantoran administrasi
1.03.01.001 Penyediaan Jasa Surat Menyurat Samarinda Jumlah Surat yang disediakan 1.167 Surat 7,000,000 3.333 Surat 20,000,000 1.500 Surat 9,009,500 0 - 0 -
Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Jumlah Aparatur internal SKPD yang
1.03.01.002 Samarinda 800 Orang 1,595,300,000 800 Orang 2,246,000,000 800 Orang 1,877,050,000 0 - 0 -
Daya Air dan Listrik terlayani
Penyediaan Jasa Peralatan dan Jumlah Gedung yang mendapat
1.03.01.003 Samarinda 5 Unit 262,500,000 5 Unit 553,250,000 5 Unit 211,300,000 0 - 0 -
Perlengkapan Kantor peralatan dan perlengkapan kantor
Jumlah kendaraan dinas/operasional
Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan
1.03.01.006 Samarinda yang mendapat pemeliharaan dan 20 Unit 15,000,000 20 Unit 25,000,000 15 Unit 12,500,000 0 - 0 -
Perizinan Kendaraan Dinas/Operasional perizinan
Luas gedung dan halaman yang
1.03.01.008 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor Samarinda 40.282 M2 /Bulan 712,250,000 40.282 M2 /Bulan 1,012,250,000 40.282 M2 /Bulan 853,910,000 0 - 0 -
disediakan jasa kebersihan
Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Jumlah peralatan kerja yang
1.03.01.009 Samarinda 2 Unit 20,000,000 2 Unit 50,000,000 2 Unit 15,000,000 0 - 0 -
Kerja diperbaiki
1.03.01.010 Penyediaan Alat Tulis Kantor Samarinda Jumlah jenis ATK yang disediakan 15 Jenis 200,000,000 15 Jenis 200,000,000 15 Jenis 150,000,000 0 - 0 -
Penyediaan Barang Cetakan dan
1.03.01.011 Samarinda Jumlah cetakan yang disediakan 500 Buku 89,800,000 500 Buku 83,000,000 500 Buku 45,000,000 0 - 0 -
Penggandaan
Penyediaan Komponen Instalasi Jumlah ruang yang disediakan
1.03.01.012 Samarinda 6 Unit 40,000,000 6 Unit 70,000,000 6 Unit 40,000,000 0 - 0 -
Listrik/Penerangan Bangunan Kantor komponen instalasi listrik
Jumlah gedung kantor yang
Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan
1.03.01.013 Samarinda mendapat peralatan dan 5 Unit 30,000,000 5 Unit 40,000,000 5 Unit 20,000,000 0 - 0 -
Kantor
perlengkapan
Jumlah bacaan dan peraturan
Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan
1.03.01.015 Samarinda perundang-undangan yang 4.788 Buku 21,000,000 4.788 Buku 25,000,000 4.788 Buku 19,000,000 0 - 0 -
Perundang-Undangan disediakan
Jumlah orang yang mendapatkan
1.03.01.017 Penyediaan Makanan dan Minuman Samarinda 320 Orang 222,950,000 320 Orang 249,700,000 320 Orang 208,600,000 0 - 0 -
makanan dan minuman
Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Jumlah koordinasi dan konsultasi ke
1.03.01.018 Luar Daerah Kaltim 110 Kali 600,000,000 110 Kali 600,000,000 64 Kali 350,000,000 0 - 0 -
ke Luar Daerah luar daerah yang dilakukan
Jumlah koordinasi dan pembinaan
Rapat-Rapat Koordinasi, Pembinaan dan Dalam Daerah
1.03.01.019 serta pengawasan ke dalam daerah 67 Kali 200,000,000 67 Kali 350,000,000 67 Kali 200,000,000 0 - 0 -
Pengawasan ke Dalam Daerah Kaltim
yang dilakukan
Pengamanan Aset, Kantor dan Rumah Jumlah gedung yang mendapat
1.03.01.030 Samarinda 6 Unit 462,000,000 6 Unit 866,500,000 6 Unit 1,031,300,000 0 - 0 -
Jabatan pengamanan
Samarinda,
Jumlah bulan pelasanaan
1.03.04.01 Pelaksanaan Administrasi Perkantoran Balikpapan, 0 - 0 - 0 - 12 Bulan 9,557,149,000 12 Bulan 9,000,000,000
administrasi perkantoran
Sangatta, Berau
Jumlah Unit Kerja Internal SKPD
Program Peningkatan Sarana dan
1.03.02 yang tercukupi Sarana dan 1 Unit Kerja 1,212,400,000 1 Unit Kerja 1,363,400,000 1 Unit Kerja 895,600,000 4 Unit Kerja 3,192,350,000 4 Unit Kerja 3,402,685,000
Prasarana Aparatur
Prasarana
1.03.02.004 Pengadaan Mobil Jabatan Samarinda Jumlah mobil jabatan diadakan 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -
Pengadaan Kendaraan Dinas/ Jumlah unit kendaraan operasional
1.03.02.005 Samarinda 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -
Operasional diadakan
1.03.02.009 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Samarinda Jumlah peralatan diadakan 20 Unit 294,000,000 13 Unit 271,700,000 8 Unit 72,700,000 0 - 0 -

1.03.02.010 Pengadaan Mubelair Samarinda Jumlah jenis mebel kantor 0 - 3 Jenis 100,000,000 1 Jenis 19,200,000 0 - 0 -

BAB V
INDIKATOR PAGU INDIKATIF
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI (OUT COME PROGRAM) (OUT
PUT KEGIATAN) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Jumlah gedung kantor yang
1.03.02.014 Samarinda 6 Unit 373,400,000 6 Unit 366,700,000 6 Unit 309,200,000 0 - 0 -
Kantor terpelihara
Pemeliharaan Rutin/ Berkala Mobil Jumlah mobil jabatan yang
1.03.02.015 Samarinda 3 Unit 20,000,000 4 Unit 25,000,000 4 Unit 20,000,000 0 - 0 -
Jabatan terpelihara
Pemeliharaan Rutin/ Berkala Kendaraan Jumlah kendaraan operasional
1.03.02.016 Samarinda 13 Unit 300,000,000 13 Unit 270,000,000 13 Unit 217,000,000 0 - 0 -
Dinas/Operasional yang terpelihara
Pemeliharaan Rutin/Berkala Jumlah jenis perlengkapan gedung
1.03.02.018 Samarinda 110 Jenis 135,000,000 110 Jenis 205,000,000 110 Jenis 160,000,000 0 - 0 -
Perlengkapan Gedung Kantor kantor terpelihara
Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Jumlah peralatan gedung kantor
1.03.02.020 Samarinda 27 Unit 80,000,000 27 Unit 100,000,000 27 Unit 82,500,000 0 - 0 -
Gedung Kantor terpelihara
1.03.02.021 Pemeliharaan Rutin/ Berkala Meubelair Samarinda Jumlah jenis Meubelair terpelihara 15 Jenis 10,000,000 15 Jenis 25,000,000 15 Jenis 15,000,000 0 - 0 -
Samarinda,
Penyediaan Peralatan dan Kelengkapan Jumlah Peralatan dan
1.03.08.01 Balikpapan, 0 - 0 - 0 - 13 Unit 377,600,000 13 Unit 415,360,000
Sarana dan Prasarana Kelengkapan Kantor
Sangatta, Berau
Jumlah bulan pemeliharaan
Samarinda, peralatan dan kelengkapan sarana 0 - 0 - 0 - 12 Bulan 12 Bulan
Pemeliharaan Peralatan dan
1.03.08.02 Balikpapan, dan prasarana 2,814,750,000 2,987,325,000
Kelengkapan Sarana dan Prasarana
Sangatta, Berau
Luas bangunan yang di rehabilitasi 0 - 0 - 0 - 400 m2 400 m2
Jumlah pelanggaran disiplin
1.03.03 Program peningkatan disiplin aparatur 0 Kasus 403,200,000
aparatur dalam berpakaian
Pengadaan Pakaian Dinas Beserta
1.03.03.002 Samarinda jumlah pakaian dinas 0 - 400 Stel 201,600,000 0 - 0 - 0 -
Perlengkapannya
Pengadaan pakaian khusus hari-hari
1.03.03.005 Samarinda jumlah pakaian khusus hari tertentu 0 - 400 Stel 201,600,000 0 - 0 - 0 -
tertentu
Program Peningkatan Kapasitas Jumlah aparatur yang memenuhi
1.03.05 300 Orang 295,000,000 300 Orang 390,000,000 300 Orang 115,000,000
Sumber Daya Aparatur kompetensi sesuai standart

1.03.05.001 Pendidikan dan Pelatihan Formal Samarinda Jumlah Apartur terlatih 48 Orang 295,000,000 65 Orang 390,000,000 19 Orang 115,000,000 0 - 0 -
Program peningkatan pengembangan
Jumlah Laporan Keuangan SKPD
1.03.06 sistem pelaporan capaian kinerja dan 1 Laporan 414,200,000 - - - -
yang memenuhi standart
keuangan
Penyusunan Pelaporan Keuangan Jumlah laporan keuangan SKPD
1.03.06.002 Samarinda 1 Laporan 414,200,000 0 - 0 - 0 - 0 -
Semesteran yang tersususun
Program Peningkatan Kualitas
1.03.07 Capaian Penerapan SPM 0% 123,000,000
Pelayanan Publik
Penyusunan Standar Pelayanan Minimal
1.03.07.02 Samarinda Jumlah SPM yang diterapkan 1 SPM 123,000,000 0 - 0 - 0 - 0 -
(SPM)
Program Peningkatan Kapasitas Meningkatnya kapasitas
1.03.09 100% 2,407,100,000 100% 2,200,000,000
Kelembagaan Pemerintah Daerah kelembagaan pemerintah daerah
Jumlah kegiatan rapat koordinasi dan
33 Kegiatan 33 Kegiatan
konsultasi keluar daerah
Koordinasi dan konstultasi Kelembagaan 10 Kab/Kota & Luar Jumlah kegiatan rapat koordinasi dan
1.03.09.01 0 - 0 - 0 - 110 Kegiatan 2,227,100,000 110 Kegiatan 2,000,000,000
Pemerintah Daerah Provinsi konsultasi kedalam daerah
Jumlah bulan penyediaan makanan
12 Bulan 12 Bulan
dan minuman untuk rapat dan tamu
Peningkatan Kapasitas Sumber Daya 10 Kab/Kota & Luar Jumlah PNS yang mengikuti
1.03.09.01 0 - 0 - 0 - 125 Orang 180,000,000 125 Orang 200,000,000
Aparatur Provinsi Pelatihan / Bimtek
Program Penyusunan Dokumen
Meningkatnya kinerja instansi
Perencanaan, Pengendalian dan
1.03.10 pemerintah (target dari nilai Nilai 75 705,400,000 Nilai 78 1,200,000,000
Evaluasi Penyelenggaraan
LAKIP)
Pemerintahan

BAB V
INDIKATOR PAGU INDIKATIF
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI (OUT COME PROGRAM) (OUT
PUT KEGIATAN) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
Penyusunan Dokumen Perencanaan dan 10 Kab/Kota & Luar Jumlah dokumen perencanaan dan
1.03.10.01 0 - 0 - 0 - 4 Dokumen 400,300,000 5 Dokumen 600,000,000
Anggaran Provinsi anggaran
Penyusunan Laporan Pengendalian dan 10 Kab/Kota & Luar Jumlah laporan pengendalian dan
1.03.10.02 0 - 0 - 0 - 5 Dokumen 305,100,000 5 Dokumen 600,000,000
Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Provinsi evaluasi pelaksanaan kegiatan
Program Penyusunan Program & Persentase Program/Kegiatan ke-
1.03.31 100% 1,491,440,000 100% 2,073,657,470 100% 1,260,301,500
Monitoring Kegiatan ke-PU-an Pu-an yang mencapai Target
Penyusunan Perencanaan Program ke- Jumlah Dokumen Perencanaan
1.03.31.002 Se-Kaltim 3 Dokumen 440,800,000 3 Dokumen 588,777,250 3 Dokumen 553,901,500 0 - 0 -
PU-an Program ke-PU-an
Monitoring dan Evaluasi Kegiatan ke-PU- Jumlah Monitoring dan Evaluasi
1.03.31.003 Se-Kaltim 20 Kali 456,020,000 25 Kali 577,880,220 20 Kali 421,600,000 0 - 0 -
an kegiatan ke-PU-an yang dimonitor
Jumlah dokumen Renstra yang di
1.03.31.005 Review Renstra 2014 - 2018 Samarinda 0 - 1 Dokumen 247,000,000 1 Dokumen 214,000,000 0 - 0 -
Review
Penyusunan Laporan Tahunan Kinerja ke- Jumlah dokumen laporan kinerja
1.03.31.006 Samarinda 5 Dokumen 64,800,000 5 Dokumen 110,000,000 5 Dokumen 70,800,000 0 - 0 -
PU-an tahunan
Sosialisasi Tata Pemerintahan yang baik Jumlah sosialisasi yang telah
1.03.31.008 Samarinda 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -
dalam rangka Pencegahan Korupsi dilaksanakan

1.03.31.004 Rapat Koordinasi ke-PU-an Kaltim Jumlah Rakor yang dilaksanakan 0 - 0 - 0 - 0 - 0 -


Jumlah buku standart barang dan
1.03.31.009 Penyusunan HSPK Bidang ke-PU-an Samarinda 1 Buku 529,820,000 1 Buku 550,000,000 0 - 0 - 0 -
jasa
Program Penyusunan Informasi ke-PU-
1.03.39 Jumlah kunjungan akses informasi 0 0 - - 500 orang 95,000,000 750 orang 100,000,000
an
Penyusunan Sistem Informasi DPU dan Jumlah informasi DPU dan
1.03.39.001 Samarinda 0 - 0 - 0 - 4 Jenis 95,000,000 4 Jenis 100,000,000
Kimpraswil kimpraswil yang tersusun
Program Peningkatan dan
1.20.17 Pengembangan Pengelolaan Keuangan Persentase SILPA 15% 957,000,000 16% 1,134,300,000 15% 877,800,000
Daerah
Penyusunan Sistem Informasi
1.20.17.013 Samarinda Jumlah Database Keuangan Daerah 2 Database 460,200,000 2 Database 292,400,000 2 Database 142,500,000 0 - 0 -
Pengelolaan Keuangan Daerah
Peningkatan Manajemen Pengelolaan
1.20.17.021 Samarinda Jumlah Database Keuangan Daerah 2 Database 496,800,000 2 Database 841,900,000 2 Database 735,300,000 0 - 0 -
Keuangan Daerah
Program Peningkatan Pelayanan Capaian Penerapan SPM dan
1.20.42 0% 0% 200,000,000 20% 203,700,000 100% 164,500,000 100% 200,000,000
Publik Survey IKM
Penerapan Survey Indeks Kepuasan Jumlah SPM dan IKM yang
1.20.42.003 Samarinda 0 - 1 Dokumen 200,000,000 1 Dokumen 203,700,000 1 Dokumen IKM 164,500,000 1 Dokumen IKM 200,000,000
Masyarakat diterpakan

BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)

UPTD WILAYAH TENGAH 34,167,850,000 28,708,012,010 21,584,787,550 - -


Program Pelayanan Administrasi Jumlah unit kerja internal 932,498,600 1,542,500,000 1,746,700,000
1.03.01 1 Unit Kerja 1 Unit Kerja 1 Unit Kerja
Perkantoran terlayani administrasi

1.03.01.001 Penyediaan Jasa Surat Menyurat Samarinda Jumlah Surat yang disediakan 1428 Surat 10,000,000 858 Surat 6,000,000 858 Surat 6,000,000

Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Jumlah Aparatur internal SKPD


1.03.01.002 Samarinda 95 Orang 104,500,000 97 Orang 170,000,000 85 Orang 180,000,000
Daya Air dan Listrik yang terlayani
Penyediaan Jasa Peralatan dan Jumlah Gedung yang mendapat
1.03.01.003 Samarinda 7 Unit 14,998,600 8 Unit 19,000,000 8 Unit 20,000,000
Perlengkapan Kantor peralatan dan perlengkapan kantor

Jumlah kendaraan
Penyediaan Jasa pemeliharaan dan
1.03.01.006 Samarinda dinas/operasional yang mendapat 41 Unit 55,000,000 46 Unit 43,000,000 46 Unit 93,900,000
perizinan kendaraan dinas/operasional
pemeliharaan dan perizinan
Luas gedung dan halaman yang
1.03.01.008 Penyediaan Jasa kebersihan kantor Samarinda 1.492,80 M²/Bulan 65,900,000 1.492,80 M²/Bulan 80,000,000
disediakan jasa kebersihan
Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan Jumlah peralatan kerja yang
1.03.01.009 Samarinda 29 Unit 10,000,000 31 Unit 12,000,000 35 Unit 13,000,000
Kerja diperbaiki
1.03.01.010 Penyediaan Alat Tulis Kantor Samarinda Jumlah jenis ATK yang disediakan 68 Jenis 65,000,000 48 Jenis 74,600,000 55 Jenis 80,000,000
Penyediaan Barang Cetakan dan
1.03.01.011 Samarinda Jumlah cetakan yang disediakan 6 Jenis 25,000,000 9 Jenis 30,000,000 10 Jenis 37,000,000
Penggandaan
Penyediaan Komponen Instalasi Jumlah ruang yang disediakan
1.03.01.012 Samarinda 1492,80 M² 25,000,000 1492,80 M² 18,000,000 1492,80 M² 26,000,000
Listrik/Penerangan Bangunan Kantor komponen instalasi listrik
Jumlah gedung kantor yang
Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan
1.03.01.013 Samarinda mendapat peralatan dan 19 Jenis 7,500,000 18 Jenis 7,000,000 18 Jenis 9,000,000
Kantor
perlengkapan
Jumlah bacaan dan peraturan
Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan
1.03.01.015 Samarinda perundang-undangan yang 30 Buku 9,500,000 35 Buku 13,000,000 35 Buku 15,000,000
Perundang-Undangan
disediakan
Jumlah orang yang mendapatkan
1.03.010.017 Penyediaan Makanan dan Minuman Samarinda 95 Orang 55,500,000 97 Orang 65,000,000 85 Orang 86,000,000
makanan dan minuman
Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Jumlah koordinasi dan konsultasi
1.03.01.018 Luar Daerah Kaltim 20 Kali 150,000,000 48 Kali 285,000,000 40 Kali 300,000,000
Keluar Daerah ke luar daerah yang dilakukan
Jumlah koordinasi dan pembinaan
Rapat-Rapat Koordinasi, Pembinaan dan Dalam Daerah
1.03.010.19 serta pengawasan ke dalam 250 Kali 337,500,000 1323 Kali 650,000,000 1166 Kali 700,000,000
Pengawasan Ke dalam Daerah Kaltim
daerah yang dilakukan
Pengamanan Aset, Kantor dan Rumah Jumlah gedung yang mendapat
1.03.010.30 Samarinda 3 Orang 63,000,000 4 Orang 84,000,000 4 Orang 100,800,000
Jabatan pengamanan
Jumlah Unit Kerja Internal SKPD
Program Peningkatan Sarana dan
1.03.02 yang tercukupi Sarana dan 1 Unit Kerja 718,300,000 1 Unit Kerja 1,381,200,000 1 Unit Kerja 1,749,199,000
Prasarana Aparatur
Prasarana
1.03.02.003 Pembangunan gedung Kantor Samarinda Jumlah gedung kantor terbangun -
Pengadaan Kendaraan Dinas/ Jumlah unit kendaraan operasional
1.03.02.005 Samarinda -
Operasional diadakan
1.03.02.007 Pengadaan perlengkapan gedung kantor Samarinda Jumlah jenis perlengkapan kantor - 6 Jenis 121,050,000 3 Jenis 97,400,000
1.03.02.009 Pengadaan peralatan gedung kantor Samarinda Jumlah peralatan diadakan - 3 Unit 23,300,000 11 Unit 80,000,000

1.03.02.010 Pengadaan Meubelair Samarinda Jumlah jenis mebel kantor 2 Jenis 51,150,000

BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Jumlah gedung kantor yang
1.03.02.014 Samarinda 1492,80 M² 200,000,000 1492,80 M² 187,200,000 1492,80 M² 200,000,000
Kantor terpelihara
Jumlah mobil jabatan yang
1.03.02.015 Pemeliharaan Rutin/Berkala mobil jabatan Samarinda 1 Unit 10,800,000 1 unit 13,500,000 1 unit 15,000,000
terpelihara
Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Jumlah kendaraan operasional
1.03.02.016 Samarinda 35 Unit 507,500,000 35 Unit 600,000,000 35 Unit 700,000,000
dinas/opersional yang terpelihara
1.03.02.025 Rehabilitas sedang/berat gedung kantor Samarinda Jumlah unit gedung kantor terehab 144 M² 385,000,000 1036,80 M² 656,799,000
Jumlah pelanggaran disiplin 92,800,000 97,600,000 72,400,000
1.03.03 Program peningkatan disiplin aparatur 0 Kasus 0 Kasus 0 Kasus
aparatur dalam berpakaian
Pengadaan Pakaian Dinas Beserta
1.03.03.002 Samarinda jumlah pakaian dinas 116 Stel 58,000,000 118 Stel 60,600,000 118 Stel 72,400,000
Perlengkapannya
Pengadaan Pakaian Khusus Hari-Hari jumlah pakaian khusus hari
1.03.03.005 Samarinda 58 Stel 34,800,000 59 Stel 37,000,000
Tertentu tertentu
Program Peningkatan Kapasitas Jumlah aparatur yang memenuhi 60,000,000 75,000,000 100,000,000
1.03.05 58 Orang 59 Orang 59 Orang
Sumber Daya Aparatur kompetensi sesuai standart

1.03.05.001 Pendidikan dan Pelatihan Formal Samarinda Jumlah Apartur terlatih 58 Orang 60,000,000 59 Orang 75,000,000 59 Orang 100,000,000
Program Peningkatan dan
1.20.17 Pengembangan Pengelolaan Keuangan Persentase SILPA 1.23% 248,400,000 1.24% 239,800,000 2.25% 296,200,000
Daerah
Kegiatan Peningkatan Manajemen Jumlah Database Keuangan
1.20.17.021 Samarinda 1 Database 248,400,000 1 Database 239,800,000 1 Database 296,200,000
Pengelolaan Keuangan Daerah Daerah

Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Panjang jalan dan jembatan


1.03.18 214 Km 24,415,851,400 214 Km 20,591,112,010 214 Km 12,845,288,550
Jalan dan Jembatan provinsi dalam kondisi mantap

Kegiatan Pemeliharaan Jalan dan Samarinda, Kukar,


1.03.18.032 Panjang Jalan yang dipelihara 214 Km 24,415,851,400 214 Km 20,591,112,010 214 Km 12,845,288,550
Jembatan Wilayah Tengah Kubar
Program Peningkatan Sarana dan rasio ketersediaan sarana
1.03.23 - - -
Prasarana Kebinamargaan prasarana kebinamargaan
1.03.23.004 Kegiatan Pengadaan Alat- Alat Berat Samarinda Jumlah alat berat yang diadakan -

Program Pengembangan dan


Luas daerah irigasi/rawa dalam 7,700,000,000 4,780,800,000 4,775,000,000
1.03.24 Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan 19.193 Ha 19.193 Ha 19.193 Ha
kondisi baik
Jaringan Pengairan lainnya
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan Luas jaringan irigasi yang
1.03.24.018 Samarinda 5.602 Ha 1,200,000,000 5.602 Ha 1,466,800,000 5.602 Ha 1,375,000,000
Irigasi Kota Samarinda terpelihara
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan Luas jaringan irigasi yang
1.03.24.019 Kukar 6.900 Ha 4,000,000,000 6.900 Ha 1,712,000,000 6.900 Ha 1,700,000,000
Irigasi Kabupaten Kutai Kartanegara I terpelihara
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan Luas jaringan irigasi yang
1.03.24.020 Kukar 6.691 Ha 2,500,000,000 6.691 Ha 1,602,000,000 6.691 Ha 1,700,000,000
Irigasi Kabupaten Kutai Kartanegara II terpelihara

Rehabilitasi / Pemeliharaan Sarana dan


Samarinda, Kukar, Jumlah Sarana dan Prasarana
1.03.24.034 Prasarana Sumber Daya Air Wilayah - -
Kubar yang direhabilitasi
Tengah

BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)

UPTD WILAYAH TIMUR 44,175,375,000 23,882,934,980 20,628,542,900 - -


Program Pelayanan Administrasi Jumlah unit kerja internal
1.03.01 1 Unit Kerja 1,832,000,000 1 Unit Kerja 2,066,000,000 1 Unit Kerja 2,100,800,000
Perkantoran terlayani administrasi
1.03.01.001 Penyediaan Jasa Surat Menyurat Kutim Jumlah Surat yang disediakan 2.334 Surat 14,000,000 3.334 Surat 20,000,000 1.667 Surat 10,000,000
Penyediaan jasa komunikasi, sumber Jumlah Aparatur internal SKPD
1.03.01.002 Kutim 64 Orang 110,000,000 65 Orang 250,000,000 48 Orang 140,000,000
daya air dan listrik yang terlayani
Penyediaan jasa peralatan dan Jumlah Gedung yang mendapat
1.03.01.003 Kutim 8 Unit 55,000,000 8 Unit 100,000,000 8 Unit 234,800,000
perlengkapan kantor peralatan dan perlengkapan kantor

Jumlah kendaraan
Penyediaan jasa pemeliharaan dan
1.03.01.006 Kutim dinas/operasional yang mendapat 25 Unit 40,000,000 25 Unit 55,000,000 25 Unit 30,000,000
perizinan kendaraan dinas/operasional
pemeliharaan dan perizinan
Luas gedung dan halaman yang
1.03.01.008 Penyediaan Jasa Kebersihan kantor Kutim 5.193 M2/ Bulan 350,000,000 5.193 M2/ Bulan 200,000,000 5.193 M2/ Bulan 201,700,000
disediakan jasa kebersihan
Penyediaan jasa perbaikan peralatan Jumlah peralatan kerja yang
1.03.01.009 Kutim 30 Unit 40,000,000 30 Unit 65,000,000 30 Unit 70,000,000
kerja diperbaiki
1.03.01.010 Penyediaan alat tulis kantor Kutim Jumlah jenis ATK yang disediakan 15 Jenis 65,000,000 15 Jenis 75,000,000 15 Jenis 50,000,000
Penyediaan Barang cetak dan
1.03.01.011 Kutim Jumlah cetakan yang disediakan 300 Buku 40,000,000 300 Buku 40,000,000 300 Buku 40,000,000
penggandaan
Penyediaan komponen instalasi Jumlah ruang yang disediakan
1.03.01.012 Kutim 8 Unit 20,000,000 8 Unit 30,000,000 8 Unit 51,600,000
listrik/Penerangan bangunan kantor komponen instalasi listrik
Jumlah gedung kantor yang
Penyediaan peralatan dan perlengkapan
1.03.01.013 Kutim mendapat peralatan dan 8 Unit 10,000,000 8 Unit 40,000,000 0 - -
kantor
perlengkapan
Jumlah bacaan dan peraturan
Penyediaan bahan bacaan dan peraturan
1.03.01.015 Kutim perundang-undangan yang 1.667 Buku 5,000,000 1.667 Buku 6,000,000 0 -
perundang-undangan
disediakan
Jumlah orang yang mendapatkan
1.03.01.017 Penyediaan makanan dan minum Kutim 64 Orang 65,000,000 65 Orang 75,000,000 48 Orang 76,600,000
makanan dan minuman
Rapat - rapat koordinasi dan konsultasi ke Jumlah koordinasi dan konsultasi
1.03.01.018 Luar Daerah Kaltim 60 Kali 300,000,000 25 Kali 200,000,000 9 Kali 280,000,000
luar daerah ke luar daerah yang dilakukan
Jumlah koordinasi dan pembinaan
Rapat-rapat koordinasi, pembinaan dan Dalam Daerah
1.03.01019 serta pengawasan ke dalam 150 Kali 550,000,000 214 Kali 700,000,000 155 Kali 700,000,000
pengawasan ke dalam daerah Kaltim
daerah yang dilakukan
Pengamanan aset, kantor dan rumah Jumlah gedung yang mendapat
1.03.01.030 Kutim 8 Unit 168,000,000 8 Unit 210,000,000 8 Unit 216,100,000
jabatan pengamanan
Jumlah Unit Kerja Internal SKPD
Program Peningkatan Sarana dan 5,322,150,000 2,488,750,000 2,635,750,000
1.03.02 yang tercukupi Sarana dan 1 Unit Kerja 1 Unit Kerja 1 Unit Kerja
Prasarana Aparatur
Prasarana

1.03.02.003 Pembangunan gedung kantor Kutim Jumlah gedung kantor terbangun 4 Unit 3,100,000,000 1 Unit 1,538,750,000 0 -
Jumlah unit kendaraan operasional
1.03.02.005 Pengadaan kendaraan dinas/operasional Kutim 4 Unit 605,550,000 0 - 0 -
diadakan

1.03.02.007 Pengadaan perlengkapan gedung kantor Kutim Jumlah jenis perlengkapan kantor 4 Jenis 300,000,000 1 Jenis 95,000,000 0 -

1.03.02.009 Pengadaan peralatan gedung kantor Kutim Jumlah peralatan diadakan 15 Unit 55,000,000 15 Unit 55,000,000 22 Unit 64,000,000

1.03.02.009 Pengadaan meubelair Kutim Jumlah jenis mebel kantor 7 Jenis 700,000,000 0 - 0 -

BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Jumlah gedung kantor yang
1.03.02.014 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor Kutim 1 Unit 61,600,000 1 Unit 200,000,000 4 unit 403,700,000
terpelihara
Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan Jumlah kendaraan operasional
1.03.02.016 Kutim 48 Unit 500,000,000 48 Unit 600,000,000 48 Unit 700,000,000
dinas/operasional yang terpelihara

1.03.02.028 Pembangunan Workshop Kutim Jumlah unit workshop terbangun 0 - 0 - 1 Unit (50% ) 1,468,050,000 - -
Jumlah pelanggaran disiplin
1.03.03 Program Peningkatan Disiplin Aparatur 0 Kasus 72,000,000 0 Kasus 76,800,000 0 Kasus 24,000,000
aparatur dalam berpakaian
Pengadaan pakaian dinas beserta
1.03.03.002 Kutim jumlah pakaian dinas 96 Stel 48,000,000 96 Stel 48,000,000
perlengkapannya
Pengadaan pakaian khusus hari-hari jumlah pakaian khusus hari
1.03.03.005 Kutim 48 Stel 24,000,000 48 Stel 28,800,000 48 Stel 24,000,000
tertentu tertentu

Program Peningkatan Kapasitas Jumlah aparatur yang memenuhi 25,000,000 25,000,000 45,000,000
1.03.05 23 Orang 23 Orang 23 Orang
Sumber Daya Aparatur kompetensi sesuai standart

1.03.05.001 Pendidikan dan pelatihan formal Kutim Jumlah Apartur terlatih 5 Orang 25,000,000 9 Orang 25,000,000.00 12 Orang 45,000,000

Program Peningkatan dan


1.20.17 Pengembangan Pengelolaan Keuangan Persentase SILPA 2.00% 237,600,000 7.00% 302,400,000 5.00% 456,200,000
Daerah
Peningkatan manajemen pengelolaan Jumlah Database Keuangan
1.20.17.021 Kutim 1 Database 237,600,000 1 Database 302,400,000 1 Database 456,200,000
keuangan daerah Daerah

Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Panjang jalan dan jembatan


1.03.18 215 Km 28,641,625,000 215 Km 9,349,934,980 215 Km 10,098,764,000
Jalan dan Jembatan provinsi dalam kondisi mantap
Pemeliharaan jalan/jembatan wilayah
1.03.18.034 Kutim, Bontang Panjang Jalan yang dipelihara 34 Km 28,641,625,000 34 Km 9,349,934,980 34 Km 10,098,764,000
timur
Program Peningkatan Sarana dan rasio ketersediaan sarana
1.03.23 70% 5,031,650,000 -
Prasarana Kebinamargaan prasarana kebinamargaan

1.03.23.004 Pengadaan alat-alat berat Kutim Jumlah alat berat yang diadakan 0 - 0 - 0 -

Pengadaan alat-alat ukur dan bahan Jumlah alat-alat ukur dan bahan
1.03.23.006 Kutim 0 - 199 Unit 5,031,650,000 0 -
laboratorium kebinamargaan laboratorium kebinamargaan
Program Pengembangan dan
Luas daerah irigasi/rawa dalam 8,045,000,000 4,542,400,000 5,268,028,900
1.03.24 Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan 17,76 Ha 17,76 Ha 17,76 Ha
kondisi baik
Jaringan Pengairan lainnya
Rehabilitasi/pemeliharaan jaringan irigasi Luas jaringan irigasi yang
1.03.24.021 Kutim 17,76 Ha 8,045,000,000 17,76 Ha 3,534,000,000 17,76 Ha 4,168,092,900
kabupaten kutai timur terpelihara
Rehabilitasi / Pemeliharaan Sarana dan
Jumlah Sarana dan Prasarana
1.03.24.035 Prasarana Sumber Daya Air Wilayah Kutim, Bontang - 3 Unit 1,008,400,000 5 Unit 1,099,936,000
yang direhabilitasi
Timur

BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)

UPTD WILAYAH SELATAN 39,057,000,000 25,696,468,958 16,751,528,550 - -


Program Pelayanan Administrasi Jumlah unit kerja internal 966,700,000 1,419,700,000 1,405,500,000
1.03.01 1 Unit Kerja 1 Unit Kerja 1 Unit Kerja
Perkantoran terlayani administrasi
1.03.01.001 Penyediaan jasa surat menyurat Balikpapan Jumlah Surat yang disediakan 2.500 Surat 15,000,000 1.417 Surat 8,500,000 1.417 Surat 8,500,000
Penyediaan jasa komunikasi, sumber Jumlah Aparatur internal SKPD
1.03.01.002 Balikpapan 65 Orang 145,000,000 65 Orang 200,000,000 65 Orang 250,000,000
daya air dan listrik yang terlayani
Penyediaan jasa peralatan dan Jumlah Gedung yang mendapat
1.03.01.003 Balikpapan 6 Unit 6,000,000 6 Unit 10,000,000 6 Unit 10,000,000
perlengkapan kantor peralatan dan perlengkapan kantor

Jumlah kendaraan
Penyediaan jasa pemeliharaan dan
1.03.01.006 Balikpapan dinas/operasional yang mendapat 21 Unit 25,000,000 21 Unit 38,300,000 21 Unit 38,300,000
perizinan kendaraan dinas/operasional
pemeliharaan dan perizinan
Luas gedung dan halaman yang
1.03.01.008 Penyediaan Jasa Kebersihan kantor Balikpapan 4,400 M2 201,700,000 4,400 M2 201,700,000
disediakan jasa kebersihan
1.03.01.010 Penyediaan alat tulis kantor Balikpapan Jumlah jenis ATK yang disediakan 15 Jenis 45,000,000 15 Jenis 35,000,000 15 Jenis 45,000,000
Penyediaan barang cetakan dan
1.03.01.011 Balikpapan Jumlah cetakan yang disediakan 300 Buku 55,000,000 300 Buku 55,000,000 300 Buku 60,000,000
penggandaan
Penyediaan komponen instalasi Jumlah ruang yang disediakan
1.03.01.012 Balikpapan 6 Unit 15,000,000 6 Unit 20,000,000 6 Unit 20,000,000
listrik/penerangan bangunan kantor komponen instalasi listrik
Jumlah gedung kantor yang
Penyediaan peralatan dan perlengkapan
1.03.01.013 Balikpapan mendapat peralatan dan 3 Unit 6,500,000
kantor
perlengkapan
Jumlah bacaan dan peraturan
Penyediaan bahan bacaan dan peraturan
1.03.01.015 Balikpapan perundang-undangan yang 1.100 Buku 15,000,000 1.100 Buku 20,000,000 1.440 Buku 10,000,000
perundang-undangan
disediakan
Jumlah orang yang mendapatkan
1.03.01.017 Penyediaan makanan dan minuman Balikpapan 780 Orang 54,000,000 780 Orang 54,000,000 780 Orang 50,000,000
makanan dan minuman
Rapat-rapat koordinasi dan konsultasi ke Jumlah koordinasi dan konsultasi
1.03.01.018 Luar Daerah Kaltim 27 Orang 150,000,000 40 Orang 300,000,000 34 Orang 200,000,000
luar daerah ke luar daerah yang dilakukan
Jumlah koordinasi dan pembinaan
Rapat-rapat koordinasi, pembinaan dan Dalam Daerah
1.03.01.019 serta pengawasan ke dalam 301 Orang 350,000,000 301 Orang 350,000,000 301 Orang 350,000,000
pengawasan ke dalam daerah Kaltim
daerah yang dilakukan
Pengamanan Aset, Kantor dan Rumah Jumlah gedung yang mendapat
1.03.01.030 Balikpapan 3 Unit 85,200,000 3 Unit 127,200,000 3 Unit 162,000,000
Jabatan pengamanan
Jumlah Unit Kerja Internal SKPD
Program Peningkatan Sarana dan
1.03.02 yang tercukupi Sarana dan 1 Unit Kerja 10,512,989,000 1 Unit Kerja 1,012,700,000 1 Unit Kerja 758,000,000
Prasarana Aparatur
Prasarana
1.03.02.003 Pembangunan gedung kantor Balikpapan Jumlah gedung kantor terbangun 1 Unit 7,523,389,000 - - -
Pengadaan Kendaraan Dinas/ Jumlah unit kendaraan operasional
1.03.02.005 Balikpapan - - - -
Operasional diadakan
Jumlah jenis perlengkapan kantor
1.03.02.007 Pengadaan perlengkapan gedung kantor Balikpapan 7 Jenis 1,500,000,000 -
yang diadakan
1.03.02.009 Pengadaan peralatan gedung kantor Balikpapan Jumlah peralatan diadakan 5 Unit 35,000,000 7 Unit 40,200,000 7 Unit 44,000,000
1.03.02.010 Pengadaan meubelair Balikpapan Jumlah jenis mebel kantor - - - - -
Jumlah gedung kantor yang
1.03.02.014 Pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor Balikpapan 2 Unit 84,600,000
terpelihara
BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Pemeliharaan rutin/ berkala kendaraan Jumlah kendaraan operasional
1.03.02.016 Balikpapan 38 Unit 450,000,000 38 Unit 430,000,000 38 Unit 300,000,000
dinas/operasional yang terpelihara
Pemeliharaan rutin/ berkala peralatan Jumlah peralatan gedung kantor
1.03.02.020 Balikpapan 23 Unit 20,000,000 23 Unit 15,000,000 23 Unit 23,000,000
gedung kantor terpelihara
1.03.02.025 Rehabilitasi sedang / berat gedung kantor Balikpapan Jumlah unit gedung kantor terehab 2 Unit 900,000,000 3 Unit 505,700,000 4 Unit 350,000,000
Pemeliharaan rutin/ berkala perlengkapan Jumlah jenis perlengkapan gedung
1.03.02.026 Balikpapan 27 Unit 21,800,000 27 Unit 41,000,000
gedung kantor kantor terpelihara
Jumlah pelanggaran disiplin
1.03.03 Program peningkatan disiplin aparatur 0 Kasus 74,100,000 0 Kasus 83,200,000 0 Kasus 62,800,000
aparatur dalam berpakaian
Pengadaan pakaian dinas beserta
1.03.03.002 Balikpapan jumlah pakaian dinas 114 Stel 45,600,000 114 Stel 51,600,000 114 Stel 62,800,000
perlengkapannya
Pengadaan pakaian khusus hari-hari jumlah pakaian khusus hari
1.03.03.005 Balikpapan 57 Stel 28,500,000 57 Stel 31,600,000
tertentu tertentu

Program Peningkatan Kapasitas Jumlah aparatur yang memenuhi 60,000,000 70,000,000 80,000,000
1.03.05 52 Orang 50 Orang 50 Orang
Sumber Daya Aparatur kompetensi sesuai standart

1.03.05.001 Pendidikan dan pelatihan formal Balikpapan Jumlah Apartur terlatih 15 Orang 60,000,000 15 Orang 70,000,000 18 Orang 80,000,000
Program Peningkatan dan
1.20.17 Pengembangan Pengelolaan Keuangan Persentase SILPA 5.00% 218,400,000 1.00% 244,800,000 1.00% 244,800,000
Daerah
Peningkatan Manajemen Pengelolaan Jumlah Database Keuangan
1.20.17.021 Balikpapan 1 Database 218,400,000 1 Database 244,800,000 1 Database 244,800,000
Keuangan Daerah Daerah

Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Panjang jalan dan jembatan 23,573,527,750 20,997,741,458 12,900,428,550


1.03.18 214 Km 214 Km 214 Km
Jalan dan Jembatan provinsi dalam kondisi mantap

Pemeliharaan jalan dan jembatan wilayah Balikpapan, PPU,


1.03.18.033 Panjang Jalan yang dipelihara 214 Km 23,573,527,750 214 Km 20,997,741,458 214 Km 12,900,428,550
selatan Paser
Program Peningkatan Sarana dan rasio ketersediaan sarana
1.03.23 100% 815,750,000 - -
Prasarana Kebinamargaan prasarana kebinamargaan

1.03.23.004 Pengadaan alat-alat berat Balikpapan Jumlah alat berat yang diadakan 2 Unit 815,750,000

Program Pengembangan dan


Luas daerah irigasi/rawa dalam 2,835,533,250 1,868,327,500 1,300,000,000
1.03.24 Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan 10 Ha 10 Ha 10 Ha
kondisi baik
Jaringan Pengairan lainnya
Rehabilitasi/Pemeliharaan jaringan irigasi Luas jaringan irigasi yang
1.03.24.022 Pasir 10 Ha 2,835,533,250 10 Ha 1,868,327,500 10 Ha 1,300,000,000
Wilayah Selatan terpelihara
Rehabilitasi / Pemeliharaan Sarana dan
Balikpapan, PPU, Jumlah Sarana dan Prasarana
1.03.24.036 Prasarana Sumber Daya Air Wilayah -
Paser yang direhabilitasi
Selatan

BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)

UPTD WILAYAH UTARA 31,584,750,000 23,075,834,390 16,004,163,500 - -


Program Pelayanan Administrasi Jumlah unit kerja internal
1.03.01 1 Unit Kerja 1,051,800,000 1 Unit Kerja 954,384,390 1 Unit Kerja 1,505,640,000
Perkantoran terlayani administrasi
1.03.01.001 Penyusunan Jasa Surat menyurat Berau Jumlah Surat yang disediakan 2.500 Surat 15,000,000 2.200 Surat 13,250,000 2.500 Surat 15,000,000
Pelayanan Jasa Komunikasi,sumber daya Jumlah Aparatur internal SKPD
1.03.01.002 Berau 56 orang 92,000,000 56 orang 93,000,000 56 orang 95,000,000
air, dan listrik yang terlayani
Penyediaan jasa Perlatan dan Jumlah Gedung yang mendapat
1.03.01.003 Berau 3 Unit 26,000,000
Perlengkapan Kantor peralatan dan perlengkapan kantor
Jumlah kendaraan
Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan
1.03.01.006 Berau dinas/operasional yang mendapat 15 unit 111,000,000 15 unit 11,400,000 15 unit 13,200,000
Perizinan kendaraan dinas/operasional
pemeliharaan dan perizinan
Luas gedung dan halaman yang
1.03.01.008 Penyediaan Jasa Kebersihan kantor Berau 2.665 M2 21,000,000 2.665 M2 151,200,000
disediakan jasa kebersihan
Penyediaan Jasa perbaikan peralatan Jumlah peralatan kerja yang
1.03.01.009 Berau 26 Unit 12,500,000 26 Unit 13,000,000 26 Unit 13,500,000
kerja diperbaiki

1.03.01.010 Penyediaan Alat Tulis kantor Berau Jumlah jenis ATK yang disediakan 15 Jenis 65,000,000 15 Jenis 60,334,390 15 Jenis 67,000,000

Penyediaan Barang cetakan dan


1.03.01.011 Berau Jumlah cetakan yang disediakan 300 buku 45,000,000 250 buku 41,000,000 300 buku 47,000,000
Penggandaan
Penyediaan Komponen Instalasi Jumlah ruang yang disediakan
1.03.01.012 Berau 3 Unit 7,000,000 3 Unit 7,000,000 3 Unit 7,000,000
Listrik/Penerangan Bangunan kantor komponen instalasi listrik
Jumlah gedung kantor yang
Penyediaan Peralatan dan perlengkapan
1.03.01.013 Berau mendapat peralatan dan 3 Unit 5,000,000 3 Unit 5,000,000 3 Unit 5,000,000
Kantor
perlengkapan
Jumlah bacaan dan peraturan
Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan
1.03.01.015 Berau perundang-undangan yang 1.214 Buku 8,500,000 1.286 Buku 9,000,000 1.186 Buku 8,300,000
Perundang-undangan
disediakan
Jumlah orang yang mendapatkan
1.03.01.017 Penyediaan makanan dan Minuman Berau 56 orang 62,800,000 56 orang 63,400,000 56 orang 81,440,000
makanan dan minuman
Rapat-rapat Koordinasi dan Konssultasi Jumlah koordinasi dan konsultasi
1.03.01.018 Luar Daerah Kaltim 18 Kali 110,000,000 25 Kali 150,000,000 33 Kali 200,000,000
ke luar daerah ke luar daerah yang dilakukan
Jumlah koordinasi dan pembinaan
Rapat-rapat Koordinasi, pembinaan dan Dalam Daerah
1.03.01.019 serta pengawasan ke dalam 113 Kali 450,000,000 106 Kali 425,000,000 138 Kali 550,000,000
pengawasan ke dalam daerah Kaltim
daerah yang dilakukan
Pengamanan Aset, Kantor dan Rumah Jumlah gedung yang mendapat
1.03.01.030 Berau 4 Unit 42,000,000 4 Unit 42,000,000 4 Unit 252,000,000
Jabatan pengamanan

Jumlah Unit Kerja Internal SKPD


Program Peningkatan Sarana dan
1.03.02 yang tercukupi Sarana dan 1 Unit Kerja 6,351,540,000 1 Unit Kerja 2,963,600,000 1 Unit Kerja 397,000,000
Prasarana Aparatur
Prasarana

1.03.02.002 Pembangunan Rumah Dinas Berau Jumlah rumah dinas terbangun - - -

1.03.02.003 Pembangunan Gedung Kantor Berau Jumlah gedung kantor terbangun 2 Unit 5,597,040,000 1 Unit 2,300,000,000 -
Jumlah unit kendaraan operasional
1.03.02.005 Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional Berau 2 Unit 40,000,000 - -
diadakan
1.03.02.009 Pengadaan Peralatan Gedung Kantor Berau Jumlah peralatan diadakan 6 Unit 67,500,000 -
Pemeliharaan Rutin/berkala gedung Jumlah gedung kantor yang
1.03.02.014 Berau 3 Unit 131,000,000 3 Unit 116,000,000
Kantor terpelihara

BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)
Pemeliharaan Rutin/berkala kendaraan Jumlah kendaraan operasional
1.03.02.016 Berau 25 Unit 466,000,000 25 Unit 496,000,000 25 Unit 397,000,000
dinas/operasional yang terpelihara
Pemeliharaan Rutin/berkala rumah
1.03.02.012 Berau Jumlah rumah jabatan terehab 1 Unit 50,000,000 1 Unit 51,600,000
jabatan /dinas
Jumlah pelanggaran disiplin
1.03.03 Program Peningkatan Disiplin Aparatur 0 Kasus 60,800,000 0 Kasus 65,600,000
aparatur dalam berpakaian
Pengadaan Pakaian Dinas beserta
1.03.03.002 Berau jumlah pakaian dinas 76 Stel 38,000,000 76 Stel 41,000,000
perlengkapannya
Pengadaan pakaian Khusus hari-hari jumlah pakaian khusus hari
1.03.03.005 Berau 38 Stel 22,800,000 38 Stel 24,600,000
tertentu tertentu
Program Peningkatan Kapasitas Jumlah aparatur yang memenuhi 30,000,000 35,000,000 37,500,000
1.03.05 36 Orang 41 Orang 36 Orang
Sumber Daya Aparatur kompetensi sesuai standart

1.03.05.001 Pendidikan dan pelatihan Formal Berau Jumlah Apartur terlatih 8 Orang 30,000,000 8 Orang 35,000,000 8 Orang 37,500,000
Program Peningkatan dan
1.20.17 Pengembangan Pengelolaan Keuangan Persentase SILPA 4.00% 218,400,000 5.00% 217,800,000 5.00% 217,800,000
Daerah
Peningkatan Manajemen Pengelolaan Jumlah Database Keuangan
1.20.17.021 Berau 1 Database 218,400,000 1 Database 217,800,000 1 Database 217,800,000
Keuangan Daerah Daerah

Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Panjang jalan dan jembatan 22,322,210,000 17,034,450,000 12,046,223,500


1.03.18 152,6 Km 152,6 Km 152,6 Km
Jalan dan Jembatan provinsi dalam kondisi mantap

Pemeliharaan Jalan dan Jembatan


1.03.18.035 Berau Panjang Jalan yang dipelihara 152,6 Km 22,322,210,000 152,6 Km 17,034,450,000 152,6 Km 12,046,223,500
Wilayah Utara

Program Pengembangan dan


Luas daerah irigasi/rawa dalam 1,550,000,000 1,805,000,000 1,800,000,000
1.03.24 Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan 5.316 Ha 5.316 Ha 5.316 Ha
kondisi baik
Jaringan Pengairan lainnya

Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan Luas jaringan irigasi yang


1.03.24.023 Berau 5.316 Ha 1,550,000,000 5.316 Ha 1,000,000,000 5.316 Ha 1,000,000,000
Irigasi Kabupaten Berau terpelihara

Rehabilitasi / Pemeliharaan Sarana dan


Jumlah Sarana dan Prasarana
1.03.24.037 Prasarana Sumber Daya Air Wilayah Berau - 14 Unit 805,000,000 8 Unit 800,000,000
yang direhabilitasi
Utara

BAB V
PAGU INDIKATIF
INDIKATOR
2014 2015 2016 2017 2018
KODE PROGRAM / KEGIATAN LOKASI
(OUT COME PROGRAM) (OUT
TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp) TARGET KINERJA ANGGARAN (Rp)
PUT KEGIATAN)

UPTD WILAYAH I 7,491,500,000 7,491,500,000

Panjang jalan dan jembatan


Program Rehabilitasi/Pemeliharaan 214 Km 214 Km
provinsi dalam kondisi mantap 7,491,500,000 7,491,500,000
1.03.74 Jalan, Jembatan dan Jaringan Irigasi
Wilayah I Luas daerah irigasi/rawa dalam
10 Ha 10 Ha
kondisi baik
Panjang jalan fungsional yang
214 Km 214 Km
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan PPU, Paser, dipelihara
1.03.74.01 6,791,500,000 6,791,500,000
Jembatan Wilayah I Balikpapan
Jumlah jembatan yang dipelihara

Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan Luas daerah irigasi yang


1.03.74.02 PPU, Paser 10 Ha 700,000,000 10 Ha 700,000,000
Irigasi Wilayah I terpelihara

UPTD WILAYAH II 11,303,380,000 11,303,380,000

Panjang jalan dan jembatan


Program Rehabilitasi/Pemeliharaan 214 Km 214 Km
provinsi dalam kondisi mantap 11,303,380,000 11,303,380,000
1.03.75 Jalan, Jembatan dan Jaringan Irigasi
Wilayah II Luas daerah irigasi/rawa dalam
19.193 Ha 19.193 Ha
kondisi baik
Panjang jalan fungsional yang
214 Km 214 Km
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Samarinda, Mahulu, dipelihara
1.03.75.01 6,653,780,000 6,653,780,000
Jembatan Wilayah II Kubar, Kukar
Jumlah jembatan yang dipelihara 3 Unit 3 Unit

Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan Luas daerah irigasi yang


1.03.75.02 Kukar, Samarinda 19.193 Ha 3,149,600,000 19.193 Ha 3,149,600,000
Irigasi Wilayah II terpelihara
Jumlah lokasi bangunan
Rehabilitasi/Pemeliharaan Sarana dan
1.03.75.03 Samarinda pengendali banjir, saluran-saluran 3 Lokasi 1,500,000,000 3 Lokasi 1,500,000,000
Prasarana SDA
pembuang dan drainase
UPTD WILAYAH III 6,106,180,000 6,106,180,000

Panjang jalan dan jembatan


Program Rehabilitasi/Pemeliharaan 34 Km 34 Km
provinsi dalam kondisi mantap 6,106,180,000 6,106,180,000
1.03.76 Jalan, Jembatan dan Jaringan Irigasi
Wilayah III Luas daerah irigasi/rawa dalam
2.000 Ha 2.000 Ha
kondisi baik
Panjang jalan fungsional yang
34 Km 34 Km
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan dipelihara
1.03.76.01 Kutim, Berau 5,478,980,000 5,478,980,000
Jembatan Wilayah III
Jumlah jembatan yang dipelihara

Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan Luas daerah irigasi yang


1.03.76.02 Kutim, Berau 2.000 Ha 627,200,000 2.000 Ha 627,200,000
Irigasi Wilayah III terpelihara

BAB V
BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG
MENGACU PADA PERUBAHAN RPJMD

Indikator kinerja adalah ukuran keberhasilan yang dicapai pada setiap unit
kerja. Indikator kinerja atau indikator keberhasilan untuk setiap jenis pelayanan pada
bidang-bidang kewenangan yang diselenggarakan oleh unit organisasi perangkat
daerah dalam bentuk standar pelayanan yang ditetapkan oleh masing-masing daerah.
Penetapan standar pelayanan merupakan cara untuk menjamin dan meningkatkan
akuntabilitas pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat.
Indikator kinerja adalah ukuran kuantitatif dan atau kualikatif yang
menggambarkan tingkat pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan.
Indikator kinerja harus merupakan sesuatau yang akan dihitung dan diukur serta
digunakan sebagai dasar untuk menilai atau melihat tingkatan kinerja baik dalam
tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, maupun tahap setelah kegiatan selesai dan
berfungsi.

1. Masukan (Input) adalah sesuatu yang dibutuhkan agar pelaksanaan kegiatan


berjalan untuk menghasilkan keluaran (output). Input kegiatan meliputi antara lain
sumber daya manusia, dana dan fasilitas.

2. Keluaran (Output) adalah sesuatu yang diharapkan langsung dicapai dari suatu
kegiatan yang dapat berupa produk jasa fisik dan non fisik, seperti produk
perencanaan pembangunan, hasil kajian strategi pembangunan, dan lain-lain.

3. Hasil (Outcome) adalah sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran


kegiatan. Misalnya tersebar dan dimanfaatkannya produk perencanaan oleh
stakeholder dan masyarakat.

4. Dampak (Impact) adalah ukuran pengaruh yang ditimbulkan baik positif maupun
negatif. Misalnya, pendapatan rumah tangga meningkat (%/tahun), produktivitas
dan infrastruktur tingkat wilayah meningkat (%).

Indikator Kinerja Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan


Rakyat yang mengacu pada Perubahan RPJMD Provinsi Kalimantan Timur periode
tahun 2013-2018 dapat dilihat pada Tabel 6.1. berikut ini :

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB VI - 202
TABEL 6.1 INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA RANCANGAN PERUBAHAN RPJMD

RANCANGAN PERUBAHAN RPJMD RANCANGAN PERUBAHAN RENSTRA

Target Cara Untuk Mencapai Sasaran


Kondisi Target s.d
Tujuan Sasaran Program Prioritas Indikator/Target Indikator Kinerja Utama Satuan Program
Awal 2018 2014 2015 2016 2017 2018 Strategi Kebijakan

Tujuan 6 : Penetapan rencana tata


Meningkatkan Sasaran 17 : Program Skor Persentase bobot Penyiapan peraturan dan ruang, pedoman bidang
Program Penyelenggaraan
kualitas Meningkatnya Indeks Penyelenggaraan penyelenggaraan 64.83 74.14 penyelenggaraan penataan % 67.83 70.83 72.14 73.14 74.14 pedoman bidang penataan penataan ruang, dan
Penataan Ruang
lingkungan Kualitas Lingkungan Penataan Ruang penataan ruang ruang ruang operasionalisasi rencana
hidup tata ruang

Meningkatkan pembinaan Program Penyelenggaraan


usaha konstruksi nasional Pembinaan Jasa Konstruksi
Persentase peningkatan Pembinaan usaha jasa
yang kompetitif, Program Pengaturan dan
kompetensi masyarakat di % 32.34 37.34 42.34 50.34 58.68 konstruksi yang
profesional dan berdaya Pemberdayaan Masyarakat
bidang jasa konstruksi profesional
saing tinggi di tingkat Jasa Konstruksi
nasional Program Pengawasan Jasa
Konstruksi
Program
Tujuan 3 : Pengembangan dan Program Pengembangan dan
Sasaran 13 :
Meningkatkan Pengelolaan Jaringan Luas daerah irigasi Luas daerah irigasi yang Pengelolaan Jaringan Irigasi,
Tercapainya 3.900 Ha 5.050 Ha Ha 4,150 4,400 4,850 4,950 5,050
pertumbuhan Irigasi, Rawa dan yang terlayani terlayani Rawa dan Jaringan
swasembada beras Membangun infrastruktur Menyusun perencanan
ekonomi hijau Jaringan Pengairan Pengairan.
Lainnya penyedia air baku bagi dan pembangunan area
pertanian serta tangkapan air serta
Tujuan 4 : Sasaran 15 : Membangun jaringan jaringan irigasi primer
Persentase peningkatan
Menyediakan Meningkatnya Program Peningkatan Presentasi irigasi primer bagi pertanian. Program Peningkatan Daya
jumlah bendungan untuk
Infrastruktur kepuasan masyarakat Daya Saing Sektor penyediaan air baku 1.80% 24.77% % 85.00 85.00 85.78 92.00 100.00 Saing Sektor Sumber Daya
pengembangan irigasi dan
Dasar yang terhadap pelayanan Sumber Daya Air kawasan industri Air
air baku
Berkualitas infrastruktur dasar

Memanfaatkan sumber-
Program Penyediaan sumber air baku.
Jumlah kapasitas air Meningkatkan cakupan Program Penyediaan dan
dan Pengelolaan Air 75 L/dt 580 L/dt Jumlah kapasitas air baku Ltr/detik 75 75 80 80 580 Pengelolaan air baku
baku ketersediaan air baku Pengelolaan Air Baku.
Baku
Membangun infrastruktur
penyedia air baku
Menyusun perencanaan
Mengembangkan daya infrastruktur pengendali
Program
Luas genangan banjir 450 Ha 415 Ha Luas genangan banjir Ha 440 430 425 420 415 dukung infrastruktur banjir dan perencanaan Program Pengendalian banjir
Pengendalian Banjir
pengendali banjir. antisipasi terhadap
banjir.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB VI - 203
RANCANGAN PERUBAHAN RPJMD RANCANGAN PERUBAHAN RENSTRA

Kondisi Target s.d Target Cara Untuk Mencapai Sasaran


Tujuan Sasaran Program Prioritas Indikator/Target Indikator Kinerja Utama Satuan Program
Awal 2018
2014 2015 2016 2017 2018 Strategi Kebijakan

Panjang jalan Meningkatkan klas jalan


Program provinsi yang sesuai Persentase klas jalan yang dan perbaikan untuk
Meningkatkan klas jalan Program Pembangunan Jalan
Pembangunan Jalan dengan kapasitas 18 Km 116,70 Km ditingkatkan daya mampu % 4.39 6.88 10.35 10.73 11.11 meningkatkan
pada jalan provinsi dan Jembatan
dan Jembatan daya mampu maksimum 10 Ton kemudahan aksesibilitas
maksimum 10 ton dan pergerakan ekonomi

Panjang jalan untuk


Program peningkatanmendukung kawasan
Program peningkatan daya
daya saing investasi
strategis dengan
25,75 Km 65,54 Km saing investasi sektor jalan
sektor jalan dan kapasitas daya
Tujuan 4 : Sasaran 15 : dan jembatan
jembatan mampu maksimum
Menyediakan Meningkatnya
10 ton
Infrastruktur kepuasan masyarakat
Jumlah kecamatan Meningkatkan kualitas
Dasar yang terhadap pelayanan Panjang jalan baru yang
Program pembukaan terisolasi yang dapat Km 142.34 181.27 192.27 192.27 336.71 Menyusun perencanaan jalan eksisting dan
Berkualitas infrastruktur dasar dibangun Program pembukaan
keterisolasian diakses sarana dan dan pelaksanaan membangun jalan dan
0 Kec. 5 Kec. pembangunan jalan dan jembatan baru untuk keterisolasian wilayah sektor
wilayah sektor jalan prasarana
jembatan baru meningkatkan kegiatan jalan dan jembatan
dan jembatan transportasi jalan &
jembatan ekonomi terbarukan
Program
Ketersediaan Jalan Program Pembangunan Jalan
Pembangunan Jalan 1,6 Km 22,50 Km
Tol pada seksi 1 Tol
Tol
Jumlah jembatan yang
Jembatan 166 170 170 178 181
dibangun
Program Persentase jalan dan
Persentase jalan dan Menyusun perencanaan Pemeliharaan / Program
Rehabilitasi/Pemelih jembatan provinsi
48.64% 58.17% jembatan provinsi dalam % 54.08 58.94 54.17 56.17 58.17 dan pelaksanaan jalan yang Peningkatan kondisi ruas Rehabilitasi/Pemeliharaan
araan Jalan dan dalam kondisi
kondisi mantap direhabilitasi / dipelihara jalan mantap Jalan dan Jembatan
Jembatan mantap
Program Pembangunan
Saluran Drainase / Gorong-
gorong
Program Pembangunan
Turap/Talud/Bronjong

Tujuan 2 : Jumlah rumah tangga


Meningkatkan Program 5.000
miskin yang memiliki 6.085 Unit Menyusun perencanaan Program penanggulangan
kejesahteraan Sasaran 6 : penanggulangan Unit
rumah layak huni Persentase penurunan infrastruktur dan Meningkatkan kualitas kemiskinan bidang sarana
dan Menurunnya tingkat kemiskinan bidang % 4.83 4.78 4.76 4.75 4.73
rumah tidak layak huni keruangan terhadap lingkungan permukiman. dan prasarana dasar
pemerataan kemiskinan sarana dan prasarana
kawasan permukiman permukiman
pendapatan dasar permukiman Jumlah perumahan
masyarakat 0
MBR yang dibantu 3 Kawasan
Kawasan
PSU oleh pemerintah
Tujuan 4 : Sasaran 15 : Program
Menyediakan Meningkatnya Pengembangan Jumlah debit air
Jumlah debit air bersih
Infrastruktur kepuasan masyarakat Kinerja Pengelolaan bersih yang 370 L/dt 680 L/dt Liter/dt 470 480 480 480 680 Meningkatkan jumlah Meningkatkan layanan air
yang dihasilkan pengolahan air minum dan
Dasar yang terhadap pelayanan Air Minum dan Air dihasilkan minum untuk
Berkualitas infrastruktur dasar Limbah pengolahan air limbah
meningkatkan kualitas Program Pengembangan
dengan memanfaatkan
Jumlah desa / Kelurahan Desa / manusia. Kinerja Pengelolaan Air
sumber-sumber air baku.
yang belum memiliki air Keluraha 954 953 952 949 947 Minum dan Air Limbah
bersih n
Meningkatkan jumlah Meningkatkan jumlah
Jumlah Kabupaten/Kota Kab /
1 2 4 5 7 pengolahan air limbah bangunan pengolahan air
yang terlayani IPLT/IPAL Kota
untuk kualitas lingkungan limbah

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB VI - 204
BAB VII PENUTUP

Kesimpulan
Perubahan Rencana Strategis (P-Renstra) Dinas Pekerjaan Umum, Penataan
Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2013 – 2018
berfungsi sebagai pedoman, penentu arah, sasaran dan tujuan bagi ) Dinas Pekerjaan
Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur dalam
melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang infrastruktur dasar.
Pelaksanaan perubahan rencana strategis ini sangat memerlukan partisipasi dan
komitmen dari seluruh aparatur SKPD karena akan menentukan keberhasilan program
dan kegiatan yang telah disusun. Semoga perubahan rencana strategis ini dapat
diimplementasikan dengan baik dan konsisten guna mendukung terwujudnya good
governance.
Perubahan Rencana strategis Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan
Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur merupakan pengejawantahan
sinkronisasi antara Visi Kementerian Pekerjaan Umum 2015 - 2019, visi Perubahan
RPJMD Provinsi Kalimantan Timur tahun 2013 - 2018 menjadi satu kesatuan
penyelenggaraan pembangunan pada tingkat operasional. Dengan demikian
penyelenggaraan pembangunan infrastruktur Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan
Perumahan Rakyat dilaksanaan secara efektif, efisien, terpadu dan sinergi antara
bidang, sektor(instansi) dan kewilayahan.
Perubahan Rencana strategis Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan
Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur dikembangkan berdasarkan
permasalahan dan tantangan masa depan (isu strategis) yang timbul secara global,
nasional, regional maupun lokal. Demikian juga permasalahan yang diselesaikan tidak
hanya permasalahan saat ini melainkan permasalahan yang muncul pada 5 tahun
mendatang. Dengan pendekatan sektoral, wilayah dan waktu diharapkan perubahan
rencana strategis tersebut mempunyai kualitas yang bersifat holistik, menyeluruh dan
terpadu.
Perubahan Rencana strategis Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan
Perumahan Rakyat Provinsi Kalimantan Timur merupakan rencana jangka menengah
yang bersifat inti dan prioritas yang perlu dikembangkan secara detail didalam rencana
tahunan.

Perubahan RENSTRA Tahun 2013-2018


Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat
Provinsi Kalimantan Timur BAB VII - 205

Anda mungkin juga menyukai