BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Bidang transportasi laut khususnya angkutan Bahan Bakar Minyak (BBM)
atau Minyak Produk seperti Premium, Minyak Tanah, Solar, dan Avtur adalah
sektor angkutan laut yang sangat penting di Indonesia. Kapal tanker merupakan
salah satu angkutan laut yang paling ideal untuk melayani arus minyak antar
pelabuhan dalam wilayah kepulauan Indonesia.
MT. AMAL adalah kapal tanker (Oil Product Tanker) milik perusahaan
pelayaran Econav SA dengan Dead Weight Tonnage (DWT) 539 tons. Selama
penulis menjalani pekerjaan sebagai Master, penulis menemukan beberapa masalah
dalam proses muat/bongkar muatan dibeberapa terminal BBM, dimana sering
terjadi perbedaan jumlah perhitungan muatan antara kapal (ship’sfigures) dengan
darat (shore’s figures) yang melampaui ambang batas toleransi yang ditetapkan
oleh pencharter. Tidak jarang dilakukan pengukuran dan pehitungan ulang serta
pemeriksaan ataupun negosiasi yang membutuhkan waktu untuk memperoleh
kesepakatan menyangkut jumlah muatan yang di muat/bongkar agar dapat
disesuaikan dengan angka Bill of Lading (B/L). Keadaan ini menghambat
kelancaran pengoperasian kapal sehingga berdampak kerugian bagi kedua belah
pihak. Disatu sisi pihak pencharter berusaha menekan waktu kapal di pelabuhan
(port time), dan disisi lain kapal harus menjaga kredibilitas perusahaan.
Fenomena ini telah lama berlangsung dan sampai sekarang masih kerap
terjadi, meskipun telah dilakukan berbagai usaha serta kajian untuk mencari dan
mengatasi penyebabnya baik oleh Petamina sendiri sebagai pencharter sekaligus
pemilik muatan, maupun oleh kapal dan perusahaan pelayaran untuk mengurangi
penyusutan muatan (cargo losses) yang lebih besar.
Setiap kapal diharuskan mengikuti aturan dan ketentuan muat/bongkar
termasuk tata cara perhitungan muatan produk yang ditetapkan oleh perusahaan
1
yakni dengan menggunakan Tabel Kapasitas Tangki Muatan (Cargo Tank Capacity
Table) dan Tabel American Society Standard forTesting and Materials (ASTM
Table).
Langkah nyata yang sekarang dilakukan oleh pencharter adalah secara
bertahap melakukan perubahan dengan menurunkan batas toleransi cargo
lossesbagi kapal-kapal tanker yang dicharter, pada waktu pemuatan (loading loss),
selama dalam pelayaran (transport loss), dan pada saat pembongkaran (discharging
loss). Bahkan saat ini pencharter telah berkomitmen untuk mencapai target “zero
losses” dan pemberlakuan 1R dimana jumlah muatan yang dimuat sama dengan
yang dibongkar.
Berdasarkan kenyataan dan fenomena inilah yang menjadi alasan penulis
memilih judul “MEMINIMALKAN SELISIH PERHITUNGAN MUATAN
MINYAK PRODUK ANTARA SHIP FIGURES DENGAN SHORE
FIGURES DI ATAS MT. AMAL”
B. IDENTIFIKASI MASALAH
Berdasarkan realita dan fakta yang telah diuraikan diatas, penulis melakukan
review kajian dengan menganalisa faktor-faktor yang berkaitan dengan selisih
perhitungan sehingga terjadinya cargo losses yang melebihi batas nilai toleransi
pada saat muat/bongkar di atas MT. AMAL. Untuk itu agar lebih memudahkan
penulis dalam membahas judul makalah ini, maka penulis mengemukakan beberapa
pokok permasalahan yang kerap terjadi dari pengalaman penulis selama bekerja di
kapal tanker, khususnya di atas MT. AMAL.
1. Minimnya pengalaman mengenai sistem perhitungan muatan minyak produk.
2. Kesalahan dan kekeliruan menerapkan metode interpolasi dalam menjabarkan
tabel kapasitas tangki dan tabel ASTM pada perhitungan muatan.
3. Kurang teliti pada proses pengecekan berat jenis (SG) dan temperatur muatan
minyak produk setelah pemuatan.
4. Singkatnya interval waktu ketika pengukuran ullage dengan selesai pemuatan
dimana kondisi dan temperatur muatan didalam tangki belum stabil sehingga
berefek pada keakuratan perhitungan.
2
5. Letak posisi bell mouth pipa pengisap terlalu tinggi sehingga muatan tidak
dapat dibongkar sampai kering.
6. Tidak tepat dalam menerapkan nilai-nilai koreksi pada sistem perhitungan
muatan minyak produk.
C. BATASAN MASALAH
Mengingat luasnya pokok-pokok permasalahan yang ada, maka untuk
mengarahkan pembahasan makalah ini agar terfokus dan tidak bias, penulis
membatasi ruang lingkup pokok bahasan yang ada di atas MT. AMAL dalam
rangkuman permasalahan yang lebih dititikberatkan pada;
“Kurangnya pengalaman Mualim I dan Surveyor baru dalam sistem perhitungan
dan penanganan muatan minyak produk pada waktu muat/bongkar sehingga
mengakibatkan terjadi perbedaan hasil perhitungan antara kapal (ship figures)
dengan darat (shore figures) yang melebihi batas nilai toleransi yang ditetapkan.”
D. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan batasan masalah yang telah penulis kemukakan diatas, maka
arah pembahasan dan analisa untuk pemecahan permasalahan dapat penulis
jabarkan dalam 2 (dua) rumusan masalah.
1. Apakah sistem dan prosedur perhitungan muatan minyak produk pada waktu
muat/bongkar telah diimplementasikan dengan benar.
2. Bagaimana proses penanganan muatan minyak produk sehubungan dengan
pengaruhnya pada perbedaan hasil perhitungan.
E. TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN
1. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
a. Mencari dan menangani faktor-faktor penyebab terjadinya selisih
perhitungan jumlah muatan pada waktu muat/bongkar yang melebihi
3
ambang batas toleransi yang ditetapkan oleh pencharter sehingga pada
kelanjutannya cargo losses dapat diminimalisasi.
b. Memberikan sumbangan pemikiran bagi perusahaan pelayaran dan Anak
Buah Kapal (ABK) yang akan bekerja di kapal tanker mengenai betapa
pentingnya ketelitian perhitungan dan penanganan muatan minyak produk
guna menghindari claim dari pencharter.
c. Mempromosikan jalur konsultasi antara perusahaan pelayaran yang
memiliki kapal tanker, pencharter dan para pelaut dalam menekan angka
kehilangan muatan (cargo losses).
d. Sebagai bahan diskusi bagi para pelaut, surveyor, dan loading master
untuk menekan port time karena lamanya waktu perhitungan muatan.
2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah:
a. Manfaat Bagi Dunia Akademik
1) Diharapkan dapat dipergunakan sebagai masukan ilmiah bagi para
perwira siswa dilingkungan Balai Besar Pendidikan Penyegaran Dan
Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) khususnya yang akan bekerja di
kapal tanker.
2) Dapat memberikan sumbangan literatur bagi perpustakaan Balai Besar
Pendidikan Penyegaran Dan Peningkatan Ilmu Pelayaran, yang
nantinya bermanfaat menambah wawasan perwira siswa secara
keseluruhan.
3) Membekali para perwira siswa tentang prosedur dan aturan-aturan
mengenai perhitungan muatan minyak produk yang berlaku di kapal
tanker.
b. Manfaat Bagi Dunia Praktisi
1) Sebagai sumbangan pemikiran yang diharapkan dapat memberikan
andil bagi dunia maritim, khususnya perusahaan pelayaran swasta,
4
perusahaan negara, dan pencharter serta para praktisi yang terlibat
dalam arus angkutan Bahan Bakar Minyak.
2) Memberikan panduan dalam mengimplementasikan ketentuan-
ketentuan yang ditetapkan oleh perusahaan untuk menekan cargo
losses.
F. SISTEMATIKA PENULISAN
Penulisan makalah ini disusun berdasarkan sistematika penulisan makalah
yang telah ditetapkan dalam buku panduan penulisan makalah oleh Balai
Pendidikan Penyegaran dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Jakarta. Dengan
sistematika yang ada diharapkan dapat mempermudah dan mengarahkan penulisan
makalah ini secara benar, tepat, dan terperinci sehingga mudah diterima dan
dipahami. Makalah ini terbagi dalam 4 (empat) bab yang disusun sesuai dengan tata
urutan penelitian lapangan yang telah direkomendasikan. Adapun sistematika
penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Berisikan pendahuluan yang mengutarakan latar belakang, identifikasi
masalah, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat
penulisan serta sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Mengemukakan dasar-dasar teori yang digunakan untuk menganalisa
dengan dukungan data-data yang diperoleh dari buku-buku sebagai
referensi atau tinjauan pustaka guna mendapatkan informasi yang ilmiah
berasaskan kebenaran. Pada landasan teori, ini juga tertuang kerangka
pemikiran dalam bentuk konseptual tentang bagaimana suatu teori
berhubungan dengan faktor-faktor yang telah diidentifikasi sebagai
pokok permasalahan.
5
BAB III ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Menguraikan input data yang diambil dari hasil pengamatan lapangan
sesuai dengan pengalaman penulis selama bekerja sebagai Master di atas
kapal tanker khususnya di atas MT. AMAL. Selanjutnya data ini
dideskripsikan, kemudian dianalisis menyangkut permasalahan yang
terjadi dan setelah itu dijabarkan dalam bentuk pemecahan masalah
sehingga dapat mencegah permasalahan yang sama terjadi lagi, atau
dengan kata lain menawarkanjalan keluar untuk menyelesaikan masalah
tersebut.
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN
Mengandung ulasan penutup yang mengemukakan kesimpulan dari
perumusan masalah dan saran-saran yang muncul dari hasil evaluasi
pemecahan masalah yang dibahas didalam penulisan makalah ini serta
memberikan masukan untuk perbaikan yang hendak dicapai.