Anda di halaman 1dari 12

PEDOMAN PELAYANAN

PEMELIHARAAN SARANA PRASARANA dan PERALATAN


RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH GRESIK

RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH GRESIK


TAHUN 2014
BAB I.
PENDAHULUAN
A. Latar belakang

Rumah sakit menjamin tersedianya fasilitas yang aman, berfungsi dan supportif bagi pasien,
keluarga, staf dan pengunjung. Untuk mencapai semua itu, fasilitas fisik, medik dan peralatan
lainnya dan orang- orang harus dikelola secara efektif. Secara khusus manajemen berusaha
keras ,adanya manajemen yang efektif tersebut termasuk perencanaan dan pemantauan.

Rumah sakit mengupayakan, mengurangi dan mengendalikan bahaya dan resiko dengan
Pertimbangan utama untuk fasilitas fisik adalah mengikuti peraturan perundangan dan
ketentuan lainnya yang terkait dengan fasilitas tersebut. Beberapa ketentuan mungkin berbeda
tergantung dengan umur fasilitas dan loKasubag dan faktor lainnya. Misalnya, banyak
ketentuan kontruksi bangunan dan keselamatan , yang ada di Rumah Sakit ‘Aisyiyah Siti
Fatimah ini .

Rumah Sakit mengupayakan pencegahan` kecelakaan dan cidera dan mendesain Sarana
Prasarana dengan suatu sistim yang praktis,aman,efisien dan mudah dalam
pengunaannya

Rumah Sakit mengupayakan pemeliharan dengan kondisi aman terutama pada Sarana dan
Prasarana yang perlu dibuat standar keselamatan dan keamanan merupakan
pedoman bagi semua pihak sebagai petunjuk untuk pengetahuan dan
penanganan di Rumah Sakit juga petugas dapat mengetahui dan
mengopersikan peralatan penunjangnya sehingga dapat mencapai hasil yang
maximal.

B. Tujuan

Terpeliharanya saran prasaran dan peralatan dengan baik, untuk menunjang


pelayanan kesehatan di Rumah Sakit ‘Aisyiyah Siti Fatimah agar selalu dalam
keadaan siap pakai.
C. Ruang lingkup .

Pedoman ini adalah mencakup fasilitas Sarana dan Prasarana Peralatan di Rumah Sakit
‘Aisyiyah Siti Fatimah dengan mengupayakan standard kesehatan yang berlaku.

Uraian yang akan dikupas dalam buku pedoman ini , dapat diperluas dengan buku panduan
yang meliputi :

1. Fasilitas Gas Medis.


2. Fasilitas Lift 2 unit.
3. Fasilitas Dumpwaiter (angkut barang).
4. Fasilitas Listrik.
5. Fasilitas Genset.
6. Fasilitas penyalur petir.
7. Fasilitas pengolahan air limbah IPLC.

D. Batasan Operasional

Fasilitas sarana dan prasarana yang ada dalam pemeliharaan digolongkan beberapa kelompok
untuk mempermudah memahami adanya sekala prioritas:

1. Elektromedis meliputi:
a) Incubator.
b) Fototerapy.
c) Centrifugel.
d) Suction pump troly.
e) ECG.dll
Belum bisa terlaksana untuk menangani perbaiakan atau kerusakan
di peralatan elektromedis
2. Electro non medis:
a) Air conditioner (AC).
b) Kipas angin.
c) Kulkas/refrigerant.
d) Telpon.
e) Circuit closed televise (CCTV)
f) Televisi dan parabola.
g) Pompa air.
h) Bel panggil/nurse cell.
i) Mesin cuci.
j) Setrika
3. Medis non elektro:
a) Gas medis.
b) Regulator O2.
c) Troli O2 Manual.
d) Kursi roda.
e) Bed transfer

4. Umum/gedung :
a) Bangunan.: atap,dinding, plafon dll
(sesuatu yang berhubungan dengan bangunan).
b) Lift. (pengangkut pasien)
c) Dump waiter (Pengangkut barang)
5. Mebeler :
a) Almari .
b) Kursi.
c) Meja.
d) Rak.
6. Utility:
a) Air bersih.
b) Air limbah.
c) Listrik utama (PLN)
d) Listrik emergency (Genset)

E. Landasan Hukum.

1. Undang – undang No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan kerja.


2. Peraturan Menteri tenaga Kerja RI Nomer Per. 02/Men/1992 tentang tata cara
penunjukan, kewajiban dan wewenang ahli keselamatan dan kesehatan kerja..
3. Peraturan Menteri tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Nomer Per.05/Men/IV/2007
tentang Organisasi dan tata kerja Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI
BAB II
STANDAR KETENAGAAN

A. KualifiKasubag SDM

Pola ketenagaan dan kualifiKasubag SDM IPS adalah :

Nomor Nama Jabatan KualifiKasubag Keterangan

Formal

1 Ka si IPS SMK listrik

2 Pelaksana 1. SMK listrik

3 Pelaksana 2. SMP

B. Distribusi Ketenagaan

Pola pengaturan ketenaga Instalasi Pemeliharaan Sarana yaitu :

1. Untuk Dinas Pagi :


yang bertugas sejumlah 2 ( tiga ) orang
Kategori :
1 orang Kasubag

1 orang Pelaksana

2. Untuk Dinas Sore :


yang bertugas sejumlah 1 ( Satu ) orang .
Kategori :
1 orang Pelaksana

3. Untuk Dinas Malam :


Masih belum ada yang bertugas .stanbay menunggu telpon

C. Pengaturan Jaga

1) Pengaturan jadwal dinas IPS dibuat dan di pertanggung jawabkan oleh Kepala sub
bagian (Kasubag) IPS.
2) Jadwal dinas dibuat untuk jangka waktu satu bulan dan direalisasikan ke pelaksana IPS
setiap satu bulan.
3) Untuk tenaga pelaksana yang memiliki keperluan penting pada hari tertentu, maka
pelaksana tersebut dapat mengajukan permintaan dinas pada buku permintaan.
Permintaan akan disesuaikan dengan kebutuhan tenaga yang ada (apabila tenaga cukup
dan berimbang serta tidak mengganggu pelayanan, maka permintaan disetujui).
4) Setiap tugas jaga / shift harus bertanggung jawab pada shifnya
5) Jadwal dinas terbagi atas dinas pagi, dinas sore, malam menunggu telpon
6) Untuk tanggal merah/minggu petugas pelaksana jaga IPS hanya ada pada shift pagi. Dan
selanjutnya menunggu telpon
7) Apabila ada tenaga pelaksana jaga karena sesuatu hal sehingga tidak dapat jaga sesuai
jadwal yang telah ditetapkan ( terencana ), maka pelaksana yang bersangkutan harus
memberitahu Kasubag IPS 2 jam sebelum waktu dinas jaga masuk . untuk sore sebelum
memberitahu Kasubag IPS, diharapkan pelaksana yang bersangkutan sudah mencari
pelaksana pengganti, Apabila pelaksana yang bersangkutan tidak mendapatkan
pelaksana pengganti, maka Kasubag IPS akan mencari tenaga pelaksana pengganti yaitu
pelaksana yang hari itu libur atau pelaksana IPS yang tinggal tidak jauh dari RS.
8) Apabila ada tenaga pelaksana tiba – tiba tidak dapat jaga sesuai jadwal yang telah
ditetapkan ( tidak terencana ), maka Kasubag IPS akan mencari pelaksana pengganti
yang hari itu libur atau pelaksana IPS yang tempat tinggalnya tidak jauh dari RS..
Apabila pelaksana pengganti tidak di dapatkan, maka pelaksana yang dinas pada shift
sebelumnya wajib untuk menggantikan.(Prosedur pengaturan jadwal dinas pelaksana
IPS sesuai SPO terlampir).
BAB III
STANDAR FASILITAS

A. Denah Ruangan

B. Standar Fasilitas
I. Sarana.
IPS Rumah Sakit ‘Aisyiyah Siti Fatimah menempati ruangan di belakang dekat unit
laundry di gedung lantai 1.

Gedung lantai 1 IPS yang berfungsi sebagai kontrol:

1) Sentral Gas medis Oxygen dan Vacuum .


2) Sentral Panel listrik pembagi unit Sentral Terpadu.
3) Sentral Panel Genset ATS (Automatis transfer Stater)
4) Sentral Telpon
5) Sentral control fire alarm system
6) Sentral panel IPAL
7) Ruang kerja IPS

II. Peralatan

Peralatan dan suku cadang yang tersedia di IPS

Alat yang tersedia ada bersifat alat untuk perbaikan :

1) Kunci inggris 3 buah,untuk pengantian Oxygen dan perbaikan lainya.


2) Kunci pas sesuai ukuran.
3) Kunci L set.
4) Kunci pipa.
5) Obeng + - ,
6) Gerinda .
7) Gergaji besi,
8) Gergaji kayu.

Alat yang tersedia bersifat APD (Alat Pelindung Diri) :

1) Sok tangan untuk barang berat dan kasar.


2) Helm.
3) Sepatu boot.
4) Ear moof.
5) Handscund.
6) Masker dll.

Suku cadang untuk perbaikan yang disesuaikan kebutuhan dalam jangka satu minggu:

1) Lampu TL .
2) Lampu dop.
3) Saklar.
4) Stop kontak.
5) Pipa air, sok ,L bow.
6) Kran wastafel ,kran mandi .
7) Travo dll.
BAB IV

TATA LAKSANA PELAYANAN

A. TATA LAKSANA KERJA

Petugas Penanggung Jawab

Pelaksana shift IPS

Pelaporan system form perbaikan sarana yang diajukan ruangan terkait dengan
beberapa laporan kerusakan yang diterima unit IPS.

1) Pelaporan system telpon karena jenis pelaporan darurat yang harus segera ditindak
lanjuti.
2) Pelaporan dengan telpon yang tersedia,dan telpon genggam.
3) Pelaporan system morning raport ,jenis pelaporan yang bersifat diluar shift.
4) Semua pelaporan tercatat di buku harian kerja IPS dan sebagai pelaporan ke kabag
umum dalam jangka waktu satu minggu.

B. TATA LAKSANA SISTIM KOMUNIKASUBAG

I. Petugas Penanggung Jawab

1) Petugas Operator telpon

2) Pelaksana shift IPS.

II. Perangkat Kerja

1) Pesawat telpon

2) Hand phone

III. Sistim KomuniKasubag IPS

1) Antara IPS dengan unit lain dalam Rumah Sakit ‘Aisyiyah Siti Fatimah adalah

dengan nomor extension masing-masing unit .

2) Antara IPS dengan Rumah Sakit dengan pihak kedua/rekanan lain yang terkait

dengan kerja sama diluar Rumah Sakit adalah menggunakan pesawat telphone
langsung dari IPS mintak disambungkan lewat operator telpon dengan

menunjukkan nomor yang dituju

3) Dari luar Rumah Sakit ‘Aisyiyah Siti Fatimah dapat langsung melalui operator

disambungkan ke IPS

C. TATA LAKSANA PELAYANAN GAS MEDIS

I. Petugas Penanggung Jawab.

Pelaksana shift IPS

II. Perangkat Kerja sentral gas medis.

1) Kunci inggris.
2) Troly.
3) flowmeter Oxygen dan vacuum

III. Sistem Pelayanan Gas Medis

1) Gas medis masih belum sentral, Operasional aktif selama 24 jam untuk mensupply
keruangan Rawat inap, Rawat jalan ,ICU, Ruang Opetrasi,Ruang bersalin,Ruang neo
natus untuk kebutuhan Pasien, dikondisikan tersedia selama petugas IPS jaga.
2) Gas medis manual/troly/transfer Operasional aktif selama 24 jam untuk kebutuhan pada
ruangan yang belum terpasang sentral.
3) Pelaksana shift jaga IPS melakukan pemeriksaan pada persediaa/stok gas medis dan
ruangan secara lengkap dan menentukan prioritas pemantauan dimana Oxygen isi dan
habis.
4) Prioritas pertama ( I, tertinggi, emergency ) yaitu melakukan pengantian Oxigen tabung
habis yang mengancam jiwa pasien.
5) Prioritas kedua ( II, medium, ) yaitu merawat peralatan seluruh Gas Medis sesuai dengan
Juknis.
6) Prioritas ketiga ( III, rendah, non emergency ) yaitu memerlukan pemantauan biasa, yang
bersifat kelayakan pakai.

D. TATA LAKSANA PELAYANAN AIR BERSIH.

I. Petugas Penanggung Jawab.

Pelaksana shift IPS

II. Perangkat Kerja .

1) Pompa hisap.
2) Pompa Distribusi.
3) Tandon air beton bertulang.
4) Tandon atas stainless
5) Filter air.

III. Sistem Pelayanan Air Bersih.

1) Air bersih, Operasional aktif selama 24 jam untuk mensupply keruangan Rawat inap,
Rawat jalan ,ICU, Ruang Operasi,Ruang bersalin,Ruang neo natus,Rawat jalan
Perkantoran, Laboratorium, Dapur Loundry dan lain-lain.
2) Air bersih yang ada di Rumah Sakit di supplay dari air bor sumur dan air tengki dengan
filter .
3) Pelaksana shift jaga IPS melakukan pemeriksaan debet air pada sentral penyimpanan air
tandon bawah yang ada di Rumah Sakit dan didistribusikan keruangan-ruangan secara
menyeluruh.
4) Adanya pemeriksaan kualitas air bersih ke Labkesda.