Anda di halaman 1dari 38

PRAKTIKUM AKUNTANSI KEUANGAN 1

“AKUNTANSI PIUTANG”

Oleh :

NI NYOMAN ERNITA SASMIASIH (1715613009)


KADEK NITA PUTRI MALINI (1715613039)
NI MADE WIDYA ANTARI (1715613064)
KADEK AYU SUKMA PRADNYA DEWI (1715613144)
KADEK AYU INTAN SEKAR SARI (1715613149)

KELAS 4D
PROGRAM STUDI D3 AKUNTANSI
JURUSAN AKUNTANSI
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-
Nya kami dapat menyelesaikan makalah Akuntansi Keuangan ini dengan tepat waktu.
Adapun tujuan pembuatan makalah ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Praktikum
Akuntansi Keuangan I pada semester IV, dengan judul “Akuntansi Piutang”.
Makalah ini ditulis berdasarkan hasil diskusi kelompok yang merupakan pembahasan
dari kasus 2 pada buku praktikum Akuntansi Keuangan I dan juga memperoleh refrensi dari
buku dan internet. Dengan pembuatan makalah ini diharapkan mampu mengetahui
bagaimana pembahasan dari kasus 2 tentang Akuntansi Piutang pada PT Eksidha Computer.
Terselesaikannya paper ini tidak terlepas dari bantuan dan fasilitas dari berbagai pihak. Kami
tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen pengampu Dra. Ni Ketut
Masih,MM, orang tua dan teman-teman yang telah memberikan dukungan baik moril
maupun materiil.
Penulis menyadari sebagai mahasiswa yang masih dalam proses pembelajaran,
penulisan makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat
mengharapkan adanya kritik dan saran yang bersifat positif, guna penulisan makalah yang
lebih baik lagi di masa yang akan datang. Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini
dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Jimbaran, April 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .......................................................................................................... ii

DAFTAR ISI ........................................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................... 1

A. LATAR BELAKANG ................................................................................................. 1

B. RUMUSAN MASALAH ............................................................................................ 2

C. TUJUAN MASALAH ................................................................................................. 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................................... 3

A. PIUTANG.................................................................................................................... 3

1. Sifat dan komposisi piutang ................................................................................. 3

2. Jenis-Jenis Piutang ............................................................................................... 3

3. Perbedaan Jenis Piutang ....................................................................................... 4

4. Permasalahan Akuntansi Piutang ......................................................................... 4

5. Dasar-dasar pembebanan piutang tidak tertagih .................................................. 7

6. Piutang usaha sebagai sumber kas ..................................................................... 10

B. WESEL TAGIH (Notes Receivable) ......................................................................... 12

1. Penilaian Piutang Wesel ..................................................................................... 12

2. Pendiskontoan Wesel ......................................................................................... 13

C. PIUTANG LAIN-LAIN ............................................................................................ 14

BAB III PEMBAHASAN ................................................................................................... 15

A. SOAL KASUS........................................................................................................... 15

B. PEMBAHASAN KASUS ......................................................................................... 26

1. Daftar Saldo Piutang .......................................................................................... 26

2. Analisis Umur Piutang ....................................................................................... 27

iii
iv

3. Piutang Wesel ..................................................................................................... 29

4. Penyajian Piutang dan Dislosure ........................................................................ 30

5. Jurnal Transaksi.................................................................................................. 31

BAB IV PENUTUP............................................................................................................. 33

A. KESIMPULAN ......................................................................................................... 33

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 34

iv
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam suatu ruang lingkup usaha, piutang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan. Piutang terjadi sebagai akibat dari penjualan barang atau jasa secara
kredit kepada pelanggan. Pemberian jangka waktu kepada pelanggan untuk melunasi
kewajibannya merupakan kebijakan tersendiri dari setiap perusahaan.
Pemberian kelonggaran pembayaran kewajiban kepada pelanggan ini dapat
menguntungkan dan merugikan perusahaan. Pemberian piutang akan meningkatkan
aktivitas dalam suatu perusahaan karena pelanggan diberikan kemudahan atau
keringanan dalam membayar kewajibannya kendati sudah mendapatkan barang atau
sudah menikmati jasanya. Pemberian piutang ini bisa juga semakin memperbanyak
cakupan bisnis suatu perusahaan.
Namun disisi lain piutang dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan
karena untuk masa kedepan akan ada kemungkinan debitur tidak sanggup membayar
kewajibannya. Oleh karena itu, dalam memberikan piutang kepada pelanggan
perusahaan juga harus mempunyai beberapa pertimbangan tersendiri seperti
membuat penyisihan jika terjadi kemungkinan debitur tidak sanggup untuk
membayar utangnya.
Dalam pengertian luas piutang merupakan segala bentuk tagihan atau klaim
perusahaan kepada pihak lain yang pelunasannya dapat dilakukan dalam bentuk uang,
barang, maupun jasa. Sedangkan pengertian piutang untuk tujuan akuntansi adalah
segala tagihan yang pelunasannya dengan menggunakan uang.
Lazimnya piutang dihasilkan sebagai akibat dari transaksi penjualan barang
atau pelaksanaan jasa secara kredit dari hasil kegiataan utama perusahaan yang
dikenal dengan istilah piutang usaha. Dalam beberapa hal piutang usaha ini
merupakan piutang tanpa jaminan, sehingga akan merupakan suatu akun terbuka,
yang sering pula disebut dengan istilah piutang usaha. Dalam keadaan tertentu
piutang ini terkadang disertai dengan suatu janji atau jaminan tertulis tanpa syarat

1
2

untuk membayar sejumlah uang tertentu pada suatu saat tertentu yang dikenal dengan
istilah wesel atau piutang wesel.
Pada umumnya piutang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar yaitu piutang
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang atau dalam waktu satu siklus
operasi normal perusahaan. Tetapi apabila ada diantaranya yang jatuh lebih dari satu
tahun, maka klasifikasinya sebagai aktiva lancar menjadi tidak tepat, oleh karena itu
untuk piutang yang demikian klasifikasinya harus dipisahkan yaitu bukan aktiva
lancar.
B. RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah yang dapat diambil yaitu :
1. Bagaimana cara mengetahui daftar saldo piutang dagang pada PT Eksidha
Computer ?
2. Bagaimana analisis umur piutang dagang pada PT Eksidha Computer ?
3. Bagaimana penyelesaian kasus Piutang Wesel pada PT Eksidha Computer ?
4. Bagaimana penyajian piutang dan dislosure pada PT Eksidha Computer ?
5. Bagaimana jurnal transaksi trimester pertama tahun 2011 pada PT Eksidha
Computer ?
C. TUJUAN MASALAH
Tujuan dari penyelesaian masalah tersebut yaitu :
1. Untuk mengetahui daftar saldo piutang dagang pada PT Eksidha Computer.
2. Untuk mengetahui analisis umur piutang dagang pada PT Eksidha Computer.
3. Untuk mengetahui penyelesaian kasus Piutang Wesel pada PT Eksidha
Computer.
4. Untuk mengetahui penyajian piutang dan dislosure pada PT Eksidha
Computer.
5. Untuk mengetahui jurnal transaksi trimester pertama tahun 2011 pada PT
Eksidha Computer.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. PIUTANG
1. Sifat dan komposisi piutang
Dalam pengertian luas piutang merupakan segala bentuk tagihan atau klaim
perusahaan kepada pihak lain yang pelunasannya dapat dilakukan dalam bentuk uang,
barang, maupun jasa. Sedangkan pengertian piutang untuk tujuan akuntansi adalah
segala tagihan yang pelunasannya dengan menggunakan uang.
Lazimnya piutang dihasilkan sebagai akibat dari transaksi penjualan barang atau
pelaksanaan jasa secara kredit dari hasil kegiataan utama perusahaan yang dikenal
dengan istilah piutang usaha. Dalam beberapa hal piutang usaha ini merupakan
piutang tanpa jaminan, sehingga akan merupakan suatu akun terbuka, yang sering
pula disebut dengan istilah piutang usaha. Dalam keadaan tertentu piutang ini
terkadang disertai dengan suatu janji atau jaminan tertulis tanpa syarat untuk
membayar sejumlah uang tertentu pada suatu saat tertentu yang dikenal dengan istilah
wesel atauh piutang wesel.
Pada umumnya piutang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar yaitu piutang yang
jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang atau dalam waktu satu siklus operasi
normal perusahaan. Tetapi apabila ada diantaranya yang jatuh lebih dari satu tahun,
maka klasifikasinya sebagai aktiva lancar menjadi tidak tepat, oleh karena itu untuk
piutang yang demikian klasifikasinya harus dipisahkan yaitu bukan aktiva lancar.
2. Jenis-Jenis Piutang
Pada umumnya piutang diklasifikasikan menjadi piutang dagang/usaha,
piutang wesel dan piutang lain-lain.
1) Piutang dagang / piutang usaha, terjadi karena adanya transaksi penjualan secara
kredit kepada pihak lain/perusahaan lain. Piutang dagang berasal dari penjualan
barang dagangan dan jasa secara kredit dalam operasi usaha normal (Slamet sugiri,
2009 : 43)
2) Piutang wesel merupakan janji tertulis yang dibuat oleh pihak debitur (yang
berutang) kepada pihak kreditor (yang memberi utang) untuk membayar sejumlah

3
4

uang seperti yang tertera dalam surat janji tersebut pada waktu yang telah ditentukan
dimasa yang akan datang. Jangka waktu piutang wesel pada umumnya paling sedikit
60 hari setelah penandatanganan wesel.
3) Piutang lain-lain meliputi piutang non usaha seperti pinjaman kepada pejabat
perusahaan, pinjaman kepada karyawan maupun pinjaman kepada pihak lain yang
tidak berkaitan dengan usaha (Slamet sugiri, 2009 : 43).
3. Perbedaan Jenis Piutang

4. Permasalahan Akuntansi Piutang


Masalah masalah yang dijumpai dalam akuntansi baik untuk piutang usaha
maupun wesel tagih, meliputi masalah-masalah :
a. Pengakuan (recognition)
Trade receivable (piutang dagang) berasal dari transaksi yang merupakan
kegiatan utama perusahaan, maka dalam pengakuannya harus diacukan pada
kegiatan tersebut. Dalam transaksi penjualan barang dagangan maka pengakuannya
receivable diacukan pada kriteria pengakuan pendapatan (revenue recognition)
5

dimana dan kapan saat terjadinya penjualan (point of sell) merupakan dasar
pengakuannya. Untuk pelaksanaan jasa maka trade receivable diakui pada saat
pelayanan jasa selesai dilaksanakan. Demikian pula apabila kegiatan perusahaan
dalam bidang kontraktor dalam jangka panjang, maka trade receivable dapat diakui
berdasarkan presentase penyelesaian (proyek). Namun pada umumnya trade
receivable akan diakui berdasarkan accrual basis dimana pengakuan piutang
mendahului realisasi atau pembayaran. Jadi piutang diakui tanpa dikaitkan kapan
pembayaran kas akan diterima (accrual basis).
b. Pengukuran (measurement)
Pengukuran ditujukan untuk menyajikan jumlah yang harus dicatat sebagai
piutang Pengukuran dapat dilakukan kapan saja pada saat diperlukan, sedangkan
penilaian seringkali dilakukan melakukan penyesuaian (adjustmen) pada saat
penyiapan laporan keuangan.
c. Penilaian (valuation)
Penilaian ditujukan untuk mencerminkan jumlah piutang bersih sehingga
mencerminkan nilai bersih yang dapat direalisasi (net realizable value). Net
realizable value merupakan salah satu penerapan dari prinsip penandingan
(matching coss with revenue) dalam penyiapan laporan keuangan. Contohnya :
adalah pada kejadian sebagai berikut : Diskon, Retur penjualan dan penyesuaian
harga, Beban beban keuangan dan Kerugian piutang tidak tertagih.
Apabila jenis tersebut terjadi pada periode yang sama dengan pendapatan yang
dihasilkan maka hal ini bukanlah merupakan masalah karena prinsip penandingan
sudah terpenuhi. Berikut ini akan dijelaskan perlakuan akuntansi mengenai hal
tersebut satu per satu.
1) Discount
Ada dua jenis discount yang sering dikenal, yaitu trade discount dan cash
discount. Trade discount diberikan kepada pelanggan bervariasi yang besarnya
tergatung pada jumlah atau ukuran yang dibeli oleh pelanggan yang bersangkutan.
Demikian pula pengakuan pendapatannya adalah sebesar harga jual kotor
6

dikurangi trade discount. Sedangkan cash discount diberikan kepada pelanggan


perusahaan yang melunasi kewajibannya pada waktu yang telah ditentukan.
Terdapat dua perlakuan akuntansi untuk mencatat piutang dimana pelanggan
diberikan kesempatan untuk memperoleh cahs/sales discount, yaitu metode kotor
dan metode bersih.
(1) Metode kotor : pada metode ini jumlah piutang yang dicatat berdasarkan
jumlah kotor dengan mengabaikan kemungkinan terjadinya piutang
karena pemanfaatan cash discount oleh pembeli.
(2) Metode bersih : pada metode ini jumlah piutang yang dictat berdasarkan
jumlah bersih yang seolah-olah pelanggan akan memanfaatkan
kesempatan untuk memperoleh cash discount.
2) Return penjualan dan penyesuaian harga
Return penjualan dan penyesuaian harga keduanya sama-sama mempunyai
pengaruh terhadap pengurangan piutang dagang. Perbedaannya yaitu pada sales
return pengurangan piutang dagang ini diikuti dengan pengembalian barang
secara fisik. Sedangkan pada sales allowance (potongan harga) pengurangan
piutang dagang dilakukan akibat ketidaksesuaian antara barang yang dipesan dan
barang yang diterima oleh pembeli, sehingga penjual setuju untuk menyesuaikan
harga jual (price adjustment) tanpa pengembalian barang secara fisik. Apabila
terjadinya sales return dan allowance pada periode yang sama dengan periode
pengakuan piutang atau pendapatannya, ayat jurnal yang dibuat yaitu mendebet
akun sales return and allowance dan mengkredit akun piutang.
Apabila terjadi sales return and allowance pada periode berikutnya maka ayat
jurnal yang dibuat yaitu dengan mendebet allowance for sales return and
allowance dan mengkredit account receivable.
3) Beban-beban keuangan (finance charges)
Jumlah piutang yang dibebankan kepada pelanggan perusahaan dari kontrak
penjualan sering meliputi bunga dan beban-beban lainnya yang berhubungan
dengan pemberian kredit. Beban tersebut diakui sebagai unerned revenue
7

(Pendapatan yang ditangguhkan) pada saat penjualan terjadi dan diakui sebagai
revenue sesuai dengan berlalunya waktu.
Pada saat penerimaan pembayaran angsuran beban bunga yang
diperhitungkan dari saldo bersih piutang harus diakui sebagai pendapatan bunga.
Unearned finance charges dilaporkan pada neraca sebagai akun lawan instalment
receivable, dan akun revenue from customer finance charges dilaporkan dalam
perhitungan laba rugi sebagai other operating income.
4) Kerugian piutang tidak tertagih (doubtful accounts).
Piutang yang dimiliki perusahaan sering kali tidak dapet direalisasikan atau
ditagih seluruhnya. Jumlah kerugian piutang yang tidak dapat ditagih harus
diantisipasi terlebih dahulu sesuai dengan periode dimana penjualan itu terjadi
atau apabila perusahaan akan menetapkan taksiran jumlah bersih piutang dagang
yang dapat direalisasi. Jumlah piutang dagang yang ditaksir dapat ditagih, dicatat
dengan medebet kerugian piutang tidak tertagih (uncollectible accounts expence)
dan mengkredit suatu akun penyisihan piutang tidak tertagih (allowance for
uncollectible accounts/ allowance for bed debts). Cara lain yaitu memperlakukan
uncollectible accounts ini adalah sebagai general administerative expense apabila
hal ini terjadi karena kegagalan manajemen untuk dapat merealisasi piutang
dagang menjadi kas. Sedangkan akun allowance for uncollectible accounts
disajikan dalam neraca sebagai akun lawan akun piutang usaha. Apabila secara
nyata piutang dagang tersebut tidak dapat ditagih, maka pencatatannya dilakukan
dengan mendebet allowance for uncollectible accounts dan mengkredit akun
accounts receivable. Akun allowance for doubtful accounts merupakan valuation
accounts yang akan ditinjau kembali kewajaran jumlahnya pada setiap akhir
periode.
5. Dasar-dasar pembebanan piutang tidak tertagih
Taksiran jumlah piutang dagang tidak tertagih (estimated uncollectible accounts)
dapat dilakukan berdasarkan dua metode yaitu sebagai berikut :
a. Metode penghapusan langsung (direct write-off method)
8

Berdasarkan metode ini biasanya perusahaan tidak sesuai dengan constraint


conservatism yaitu mengantisipasikan kerugian terlebih dahulu sebelum realisasi
terjadi. Secara logika setiap kali perusahaan memberikan kredit kepada pihak lain
maka di sini sudah terkandung resiko ketidak tertagihan atas piutang. Jadi dengan
menggunakan metode ini kerugian piutang tidak tertagih baru akan diakui apabila
benar-benar terjadi piutang yang tidak dapat ditagih yang dicatat dengan jurnal
yaitu :
Uncollectible accounts expense xxx
Accounts receivable xxx
Apabila dalam periode yang sama accounts receivable yang telah dihapuskan
tersebut dibayar kembali maka harus dianggap sebagai koreksi kesalahan sehingga
harus dilakukan jurnal koreksi dengan jurnal sebagai berikut :
Accounts receivable xxx
Uncollectible accounts expense xxx
Apabila terjadi penerimaan dari piutang dagang yang sudah dihapuskan pada
periode yang lalu makan dicatat dengan jurnal sebagai berikut :
Accounts receivable xxx
recovery of uncollectible accounts xxx
b. Metode penyisihan (allowance method)
Berdasarkan metode ini, taksiran kerugian piutang yang tidak tertagih
dilakukan dengan mengantisipasi kemungkinan kerugian piutang tidak tertagih
yang mungkin terjadi pada periode berikutnya yaitu dengan menetapkan besarnya
allowance for doubtful accounts dengan suatu presentase tertentu dari hasil
penjualan atau dari saldo piutang dagang yang beredar pada tanggal laporan. Ada
dua pendekatan dalam menetapkan taksiran piutang tidak tertagih, yaitu sebagai
berikut :
1) Pendekatan laba/rugi (income statement approach)
Penetapan taksiran kerugian piutang tidak tertagih bertujuan untuk
Pengukuran laba yang wajar (income measurement). Besarnya kerugian
akibat piutang tidak tertagih ditetapkan besarnya dengan suatu presentase
9

tertentu dari hasil penjualan. Keberatan yang dilontarkan atas pendekatan ini
adalah bahwa penjualan tidak seluruhnya dilakukan secara kredit, sedangkan
yang mempunyai risiko tidak tertagih adalah hanya atas penjualan kredit
saja. Apapun keberadaan yang dilontarkan, maka jumlah yang didapatkan
berdasarkan penjualan kredit neto (net credit sales) akan merupakan jumlah
yang harus disesuaikan dan ditambahkan seluruhnya pada jumlah allowance
for uncollectible accounts.
2) Pendekatan neraca (balance sheet approach)
Penetapan taksiran kerugian piutang tidak tertagih bertujuan untuk
mencerminkan jumlah piutang dagng neto yang dapat direalisasikan yang
wajar dengan cara menetapkan besarnya piutang tidak tertagih berdasarkan
suatu presentase tertentu terhadap saldo-saldo piutang yang beredar pada
tanggal laporan atau berdasarkan suatu analisis umur piutang (aging
schedule). Berdasarkan pendekatan ini akan lebih wajar dan bernalar
dibandingkan perhitungan pendekatan laba-rugi, karena memang yang
mempunyai risiko tidak tertagihnya piutang justru dari piutang yang belum
dilunasi (masih beredar). Semakin lama umur piutang maka semakin sulit
untuk dapat ditagih, sehingga presentase kemungkinan tidak tertagihnya
akan semakin besar. Jumlah yang di dapat berdasarkan presentase tertentu
terhadap saldo piutang dagang ini akan merupakan jumlah piutang tidak
tertagih sehingga jumlah penyesuaian adalah jumlah piutang tidak tertagih
awal ditambahkan menjadi jumlah yang di dapat dari hasil presentase
terhadap saldo piutang dagang. Ayat jurnal penyesuaian yang harus dibuat
adalah:
Uncollectible accounts expense xxx
Allowance for uncollectible accounts xxx
(Untuk mencatat piutang dagang yang diperkirakan tidak tertagih)
Piutang dagang sejumlah Rp 15.000.000,00 ditetapkan tidak dapat
ditagih dan kemudian dihapuskan. Pada periode yang sama ternyata dapat
diterima kembali pembayarannya, ayat jurnal yang dibuat adalah:
10

Uncollectible accounts expense 15.000.000


Allowance for uncollectible accounts 15.000.000
(untuk mencatat piutang dagang yang diperkirakan tidak tertagih)
Account receivable 15.000.000
Allowance for uncollectible accounts 15.000.000
(untuk mencatat koreksi piutang yang telah dihapuskan)
Cash 15.000.000
Account receivable 15.000.000
(untuk mencatat penerimaan piutang yang telah dihapuskan).
6. Piutang usaha sebagai sumber kas
Pencairan piutang seringkali membutuhkan waktu, sehingga untuk memperoleh
uang tunai perusahaan harus menunggu saat jatuh tempo sesuai dengan persetujuan
pelanggan untuk membayar hutangnya. Oleh karena itu, terdapat suatu upaya bagi
perusahaan agar proses pencairan ini dapat dipercepat dengan mengalihkan resiko
serta tindakan penagihannya kepada pihak ketiga lainnya. Dalam dunia usaha
terdapat tiga cara yang lazim ditempuh untuk mempercepat proses pencairan piutang
dagang menjadi kas yang biasanya dilakukan melalui jasa perbankan atau lembaga
keuangan bukan bank lainnya, yaitu menjaminkan piutang, anjak piutang dan
transfer piutang.
a. Menjaminkan piutang (assignment of accounts receivable)
Bank atau Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) seringkali dapat
memberikan pinjaman kepada perusahaan dengan syarat perusahaan harus
memberi jaminan berupa piutangnya dari pelanggan-pelanggan tertentu. Jadi dalam
hal ini bank atau lembaga keuangan bukan bank bertindak sebagai assignee dan
perusahaan sebagai assignor. Dalam praktiknya, assignor yang menerima
pinjaman akan membuat suatu janji secara tertulis (promissory notes payable) yang
merupakan wesel berbunga (interest bersaing notes) yang bernilai nominal (face
value) berdasarkan jumlah yang telah disepakati antara assignee dan assignor.
Biasanya jumlah nominal ini akan lebih kecil daripada piutang yang dijaminkan.
Selisih jumlah yang disepakati dengan hasil yang di terima (cash proceed)
11

merupakan biaya-biaya keuangan (finance charges) yang dibayarkan kepada


assignee. Ada dua cara dalam assignment of accounts receivable :
1. General assignment. Semua piutang usaha dijadikan jaminan atas pinjaman
yang diperoleh. Dalam hal ini, diperlukan pengungkapan (disclosure) di neraca
dengan satu catatan kaki (foot note atau parenthetical note) dana atau dalam
catatan atas laporan keuangan.
a. Pinjaman yang diperoleh dicatat :
Cash Rp xxx
Notes payable Rp xxx
b. Pelunasan pinjaman :
Notes payable Rp xxx
cash Rp xxx
2. Assignment of specific receivables.
Piutang yang dijaminkan harus dikeluarkan dari piutang yang tidak
dijaminkan dan dicatat secara terpisah dalam akun accounts receivable
assigned. Akibatnya apabila ada pembayaran dari piutang yang dijaminkan
maka pengkreditan harus dilakukan pada akun account receivable assigned.
Pengkreditan yang lazim terhadap akun piutang juga dilakukan terhadap
piutang dagang yang dijaminkan yang diakibatkan adanya sales return and
allowance, sales discount, uncollectible accounts, dan lainnya. Selama
terjadinya hal tersebut berasal dari pelanggan yang piutangnya dijaminkan,
maka perlakuan akuntansinya serupa dengan perlakuan akuntansi terhadap
pengkreditan piutang yang tidak dijaminkan. Setelah pelanggan yang
piutangnya dijaminkan melakukan pelunasan, maka assignor harus pula
melakukan pelunasan secara bertahap terhadap promisory notes serta bunganya
yang diperhitungkan kepada assignee. Hal ini dilakukan terus oleh assignor
sampai seluruh jumlah nilai wesel tersebut dilunasi seluruhnya.
12

B. WESEL TAGIH (Notes Receivable)


Piutang Wesel adalah janji tertulis yang tidak bersyarat dari satu pihak ke
pihak lain untuk membayar sejumlah uang pada tanggal tertentu di masa yang
akan datang. Dalam dunia bisnis Piutang Wesel juga bisa disebut sebagai Wesel
Tagih, promes, Aksep dan Promisionary Notes atau Notes receivable.
Piutang wesel dapat dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Piutang wesel tidak berbunga (non interest bearing) merupakan piutang wesel
yang mempunyai nilai jatuh tempo sebesar nilai nominal.
2. Piutang wesel berbunga (interest bearing) merupakan piutang wesel yang nilai
jatuh temponya sebesar nominal ditambah dengan bunga.

Piutang Wesel dapat dipindahtangankan dan ada yang tidak dapat


dipindahtangankan. Jika wesel dapat dipindahtangankan artinya adalah yang
membuat wesel akan membayar pada orang (badan) yang memegang wesel tersebut
pada saat jatuh tempo. Wesel yang dapat dipindahtangankan dapat didiskontokan ke
bank sebelum jatuh temponya. Piutang Wesel muncul karena :

1) Terjadinya transaksi penjualan secara kredit


2) Pemberian pinjaman uang
3) Perubahan piutan dagang menjadi piutang wesel.

1. Penilaian Piutang Wesel


Piutang Wesel yang jangka waktu pembayaran atau jatuh temponya kurang
dari satu tahun akan dicatat dalam aktiva lancar. Dan Piutang Wesel yang berjangka
waktu lebih dari satu tahun dianggap sebagai Piutang Jangka Panjang. Dan piutang
wesel dinilai berdasarkan jumlah yang diharapkan dapat ditagih (net realizable value)
dan pada prinsipnya sama dengan Piutang Dagang.
13

2. Pendiskontoan Wesel
Mendiskontokan wesel adalah meminjam uang ke bank dengan menggunakan
wesel sebagai jaminan. Bank akan memberikan pinjaman tetapi dikurangi dengan
bunga yang diperhitungkan dengan selama jangka waktu diskonto, bunga yang
diperhitungkan ini disebut juga diskonto. Mendiskontokan wesel harus memenuhi
syarat, jika pembuat wesel tidak melunasi weselnya pada tanggal jatuh tempo maka
pihak yang mendiskontokan bertanggung jawab untuk melunasi wesel tersebut.

1) Diskonto Piutang Wesel Tidak Berbunga


a. Diskonto : Nilai jatuh tempo x tariff x periode diskonto
b. Periode Diskonto : Dalam perhitungan hari diskonto, tanggal
terjadinya transaksi tidak dihitung namun tanggal u tuk jatuh tempo
dihitung.
c. Nilai Jatuh Tempo : Sebesar nilai nominal wesel
d. Uang Yang Diterima : Nilai jatuh tempo - Diskonto
2) Pencatatan Diskonto Piutang Wesel Tidak Berbunga

Apabila perusahaan mendiskontokan piutang wesel tanpa bunga maka, perusahaan


mencatatnya sebagai berikut :

 Mendebit kas sebesar nilai jatuh tempo dikurangi diskonto


 Mendebet biaya bunga sebesar nilai diskonto
 Mengkredit piutang wesel sebesar nilai nominal wesel tagih
3) Perhitungan Dsikonto Piutang Wesel Berbunga
Rumus :
a. Diskonto : Nilai jatuh tempo x tariff x periode diskonto
b. Periode Diskonto : Dalam perhitungan hari diskonto, tanggal terjadinya
transaksi tidak dihitung namun tanggal untuk jatuh tempo dihitung.
c. Nilai Jatuh Tempo : Nilai nominal wesel tagih + Bunga
d. Uang Yang Diterima : Nilai jatuh tempo – Diskonto
14

4) Pencatatan Diskonto Piutang Wesel Tidak Berbunga

Apabila perusahaan mendiskontokan piutang wesel tanpa bunga maka, perusahaan


mencatatnya sebagai berikut :

 Mendebit kas sebesar nilai jatuh tempo dikurangi diskonto


 Mengkredit pendapatan bunga sebesar selisih kas yang diterima dengan nilai
nominal wesel tagih
 Mengkredit piutang wesel sebesar nilai nominal wesel tagih

C. PIUTANG LAIN-LAIN
Piutang ini merupakan piutang yang tidak termasuk kedalam piutang dagang atau
usaha dan piutang wesel. Artinya piutang lain-lain tidak timbul karena penjualan
barang dan jasa serta bukan pula karena kesanggupan formal dari penerima kredit
untuk membayar sejumlah uang tertentu pada tanggal tertentu. Piutang lain-lain
meliputi piutang non usaha seperti pinjaman kepada pejabat perusahaan, pinjaman
kepada karyawan maupun pinjaman kepada pihak lain yang tidak berkaitan dengan
usaha (Slamet Sugiri, 2009 : 43)

Yang termasuk piutang lain-lain adalah :


1) Tuntutan (klaim) kepada pihak lain akibat peristiwa tertentu
(klaim asuransi, klaim akibat hilangnya barang, klaim kepada
pegawai akibat kesalahannya)
2) Piutang pendapatan (deviden, bunga, sewa).
3) Piutang kepada pegawai, karena perusahaan memberikan pinjaman
kepada pegawai.
4) Persekot dalam kontrak pembelian.
5) Klaim terhadap restitusi pajak.
BAB III
PEMBAHASAN

A. SOAL KASUS
Kasus 2 ini berhubungan dengan pos piutang. Untuk dapat menyelesaikan kasus ini,
Saudara diharapkan untuk menggunakan referensi yang relevan. Referensi yang
direkomendasikan untuk digunakan sebagai acuan dalam menyelesaikan kasus ini adalah
buku Intermediate Accounting Volume 1 IFRS Edition (Keiso, Weygandt, Wrfield,
2011), khususnya pada Chapter 7. Masalah-masalah akuntansi yang menjadi focus dalam
kasus ini diringkas sebagai berikut :
No Masalah Akuntansi Rincian Masalah
1 Penilaian Piutang a. Nilai realisasi bersih Piutang meliputi
perhitungan Cadangan Kerugian
Piutang dan Baiaya Kerugian Piutang
b. Penghapusan Piutang dan Penerimaan
kembali Piutang yang telah dihapus.
2 Penyajian Piutang a. Penyajian Piutang Dagang, Piutang
Wesel, Piutang Wesel Didiskontokan,
Piutang kepada Karyawan, dan Piutang
Lain-lain
b. Penyajian Piutang bersaldo kredit
c. Pengungkapan (disclosure) untuk
informasi yang berhubungan dengan
Piutang.
3 Penggunaan Piutang untuk a. Pendiskontoan Piutang Wesel
memperoleh kebutuhan Kas b. Penjualan Piutang Dagang
c. Penjaminan Piutang Dagang
PT Eksidha Computer, perusahaan yang berlokasi di Jalan Papandayan nomor 7,
Yogyakarta, adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan computer.
Perusahaan didirikan pada pertengahan tahun 2005. Perusahaan mengandalkan beberapa
pemasok barang dari kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Sedangkan
pelanggan perusahaan adalah tersebar di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa
Tengah. Pembelian barang dilakukan dengan berbagai syarat pembayaran, tergantung
perjanjian dengan para pemasok. Sedangkan untuk penjualan barang, perusahaan
menetapkan syarat pembayaran 5/10,n/30.

15
16

Setiap awal bulan, perusahaan selalu mengirimkan surat pernyataan piutang (statement
of accounts) kepada para debitur. Pembuatan surat pernyataan piutang tersebut didasarkan
pada data yang terdapat dalam buku pembantu piutang (kartu piutang) pada akhir bulan
sebelumnya. PT Eksidha Computer selalu membuat laporan keuangan pada setiap akhir
tahun, yaitu setiap tanggal 31 Desember. Laporan keuangan untuk tahun yang berakhir
tanggal 31 Desember 2010, diharapkan dapat diselesaikan pada tanggal 20 Januari 2011.
Menjelang akhir bulan Desember 2010, PT Eksidha Computer memberikan kesempatan
kepada Saudara untuk bekerja paruh waktu (part time). Pada tahap-tahap awal tugas yang
diberikan kepada Saudara, dalam rangka persiapan penyusunan laporan keuangan per 31
Desember 2010, adalah menyiapkan dan memproses data yang berhubungan dengan piutang,
seperti transaksi penjualan kredit, pelunasan piutang, penghapusan piutang dagang,
penjaminan piutang dagang, penjualan piutang dagang, pendiskontoan piutag wesel, dan
transaksi lain-lain.

Dalam proses penyiapan data, khususnya data mengenai piutang, sebagai dasar untuk
penyusunan laporan keuangan, Saudara juga diminta untuk mencermati pencatatan dan
posting yang telah dilakukan oleh karyawan perusahaan. Saudara diharapkan dapat
melakukan berbagai macam koreksi yang Saudara anggap perlu.

Informasi untuk Penyusunan Laporan Keuangan 31 Desember 2010

Dari buku besar per 31 Desember 2010 (sebelum penyesuaian) diperoleh informasi
mengenai saldo Piutang Dagang, Cadangan Kerugian Piutang, Piutang pada Karyawan,
Piutang Wesel, dan Piutang Lain-lain sebagai berikut :

Nomor Nama Rekening Debit Kredit


131 Piutang Dagang Rp 2.714.700.000,00
132 Cadangan Kerugian Piutang Rp 30.760.000,00
136 Piutang Wesel Rp 250.000.000,00 *)
138 Piutang Karyawan Rp 110.000.000,00
*) tertanggal 15 Nopember 2010, dengan tingkat bunga sebesar 9 %

Dari kartu piutang per 31 Desember 2010 dapat diringkas informasi sebagai berikut :
17

Nomor Faktur Penjualan


Nama Debitur
Rekening Nomor Tanggal Jumlah
131.0001 Media Computer Rental 10183 25-10-2010 Rp 83.400.000,00
10207 21-11-2010 5.600.000,00
10217 02-12-2010 12.300.000,00
131.0002 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 10195 07-11-2010 23.900.000,00
YKPN 10221 04-12-2010 339.400.000,00
131.0003 L.K.P Widya Karya 10200 13-11-2010 24.600.000,00
10202 16-11-2010 3.400.000,00
131.0004 Toko Buku Siswa Remaja 10170 10-10-2010 53.500.000,00
10215 29-11-2010 49.800.000,00
10219 03-12-2010 41.100.000,00
131.0005 CV.Solo Jaya 10175 17-10-2010 32.200.000,00
10214 29-11-2010 29.900.000,00
10229 12-12-2010 11.100.000,00
131.0006 UD Kirana Kurnia 10075 11-06-2010 5.500.000,00
10106 04-07-2010 3.000.000,00
10247 17-09-2010 3.300.000,00
131.0007 Bimbingan Test Prima UMPTN 10205 19-11-2010 32.400.000,00
10220 03-12-2010 210.700.000,00
131.0008 Akademi Akuntansi YKPN 10208 22-11-2010 414.400.000,00
10231 19-12-2010 177.700.000,00
131.0009 Toko Buku Tiga Sekawan 10160 30-09-2010 159.700.000,00
10167 07-10-2010 26.500.000,00
10234 22-12-2010 10.500.000,00
131.0010 Mataran Computer Rantai 10164 04-10-2010 238.800.000,00
10238 26-12-2010 237.800.000,00
131.0011 Akademi Manajemen 10226 09-12-2010 322.400.000,00
Perusahaan YKPN 10241 29-12-2010 119.900.000,00
131.0012 CV Tiga Anggrek 10021 03-02-2010 15.600.000,00
131.0013 UD Dian Kirana 10146 17-09-2010 31.600.000,00
131.0014 Toko Mutiara - Saldo Kredit 5.300.000,00
131.0015 LPK Karya Mataram - - 0,00
131.0016 Pratama Engliash Course - - 0,00
131.0017 Juwita Boutique - - 0,00
131.0018 Koperasi Artha Dana - - 0,00
18

Pada akhir bulan Desember 2010, diperoleh informasi bahwa CV Tiga Anggrek untuk
sementara ditutup dan pemiliknya sudah pindah tanpa meninggalkan alamat.

Pada awal bulan Januari 2011, diterima surat dari dua debitur sebagai tanggapan atas surat
pernyataan piutang yang telah dikirimkan. Dua debitur tersebut adalah (1) Akademi
Akuntansi YKPN, dan (2) Mataram Komputer Rental. Pada intinya, kedua debitur tersebut
menyatakan bahwa jumlah utang mereka tidak seperti yang tercantum pada surat
pernyataan piutang. Informasi mengenai perbedaan saldo tersebut dapat diringkas sebagai
berikut:

Nomor Debitur Jumlah Menurut Jumlah Menurut


Faktur Kartu Piutang *) Debitur
10231 Akademi Akuntansi YKPN Rp177.700.000,00 Rp144.700.000,00
10238 Mataraam Computer Rental 237.800.000,00 222.800.000,00
*) yang digunakan sebagai dasar untuk pembuatan surat pernyataan piutang

Setelah diadakan pengecekan ke faktur penjualan beserta dokumen-dokumen


pendukungnya, diketahui bahwa untuk nomor faktur 10231, jumlahnya yang benar adalah
Rp144.700.000,00. Sedangkan untuk faktur nomor 10238, jumlah yang benar adalah
Rp237.800.000,00.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, jumlah piutang dagang yang


diperkirakan dapat ditagih adlah sebagai berikut:

Umur Piutang Persentase Dapat Ditagih


01 – 30 hari 99%
31 – 60 hari 98%
61-90 hari 95%
91 – 120 hari 90%
Lebih dai 120 hari 60%

Salah satu kebijakan perusahaan di bdang personalia adalah memberikan fasilitas pinjaman
kepada karyawann setingkat manajer masing-masing dengan plafon sebesar
Rp25.000.000,00 yang dapat dibayar dengan cara dipotong dari bonus tahunan setiap akhir
19

bulan April tahun berikutnya. Piutang kepada karyawan per 31 Desember 2010 terdiri atas
piutang kepada masing-masing karyawan sebagai berikut:

Nama Jabatan Jumlah Keterangan


Ely Setyorini, SE. Manajer Pemasaran Rp25.000.000,00 Uang muka perusahaan
Ir. Agus Yuniarto Manajer Teknik Rp25.000.000,00 Uang muka perusahaan
Drs. Hendri Purwito Manajer Keuangan Rp25.000.000,00 Pembelian mobil
Komarudin,A.Md. Manajer Akuntansi Rp10.000.000,00 Biaya melahirkan anak
Wahyu Utomo,S.H. Manajer Personalia Rp25.000.000,00 Renovasi rumahPA

Pada akhir bulan Desember 2010, dalam rangkaian rapat pimpinan perusahaan diputuskan
bahwa 75% biaya melahirkan anak bagi karyawan (sampai dengan anak ketiga) ditanggung
oleh perusahaan. Keputusan tersebut berlaku pula bagi Tn. Komarudin, yang istrinya baru
melahirkan anak kedua pada awal bulan Desember 2010(dengan seluruh biaya sebesar
Rp12.000.000,00). Biaya tersebut oleh perusahaan akan dimasukkan ke dalam rekening
“Beban Kesejahteraan Karyawan”.

Pada tanggal 15 Desember 2010, karena adanya kebutuhan uang tunai yang cukup
mendesak perusahaan mendiskontokan seluruh piutang wesel ke Bank Bumi Perthiwi
dengan tingka diskonto 15%. Dalam perjanjian dengan Bank Bumi Pertiwi disebutkan
bahwa hak menagih piutang wesel sudah dialihkan ke Bank Bumi Pertiwi dengan ketentuan
apabila pada tanggal jatuh tempo (15 Maret 2011) Bank Bumi Pertiwi belum menerima
pelunasan, maka tanggal 16 Maret 2011 PT Eksidha Computer harus melunasi seluruh nilai
jatuh tempo wesel ditambah fee beban administrasi bank sebesar Rp250.000,00. Karyawan
PT Eksidha telah mencatat transaksi pendiskontoan wesel tersebut sebagai berikut:

Tanggal Keterangan Reff Debet (Rp) Kredit (Rp)


Kas 252.156250,00
2010
Utang pada bank 250.000.000,00
Des, 15
Beban Bunga 2.156.250,00
20

Transaksi piutang selama trisemester pertama tahun 2011

Januari 03 Perusahaan meminjam uang dari Bank Buana dengan dengan jaminan piutang
dagang (dengan fasilitas secured borrowing). Jumlah pinjaman yang diajukan kepada Bank
Buana adalah sebesar Rp500.000.000,00. Jaminan atas pinjaman tersebut adalah piutang
kepada Bimbingan Tes Prima SNMPTN dan piutang kepada Mataram Computer Rental
dengan total nilai jaminan sebesar Rp719.700.000,00. Dalam perjanjian antara PT Ekshida
Computer dengan Bank Buana disebutkan bahwa hak untuk menagih piutang tetap dilakukan
oleh PT. Ekshida, tetapi hasil dari penagihan piutang kepada dua lembaga tersebut harus
segera disetorkan ke bank dalam jumlah seutuhnya ditambah dengan beban bunga 3% per
bulan yang harus dilakukan pada awal bulan berikutnya. Uang pinjaman yang diterima
perusahaan dari Bank Buana tersebut adalah sebesar Rp500.000.000,00 dikurang dengan
beban administrasi bank, provisi dan meterai sebesar 5% dari jumlah pinjaman.

Januari 05. Karena kebutuhan kas yang sangat mendesak, perusahaan menjual sebagian
piutang dagang (dengan fasilitas sale without guarantee) kepada PT Niaga Factoring
Corporation (NFC), sebuah lembaga keuangan yang melayani jasa anjak piutang. Piutang
dagang yang dijual tersebut berjumlah Rp 1.364.700.000,00. Jumlah piutang yang dijual
tersebut merupakan total piutang kepada tiga pelanggan besar, yaitu Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi YKPN, Akademi Akuntansi YKPN, dan Akademi Manajemen Perusahaan YKPN.
Dalam hal ini perusahaan akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 1.200.000.000,00
(jumlah bersih setelah dipotong beban provisi dan komisi sebesar Rp 64.700.000). Sisa
sebesar Rp 100.000.000,00 (Rp 1.364.700.000,00 – Rp 1.264.700.000,00) untuk sementara
ditahan oleh PT. Niaga Factoring Corporation (NFC) untuk cadangan apabila terjadi retur
penjualan, dan potongan penjualan. Jumlah yang tersisa setelah dikurangi pos-pos tersebut
diatas akan segera dikembalikan oleh PT Niaga Factoring Corporation (NFC).
Januari 30 Diterima sepucuk surat dari pemilik CV. Tiga Anggrek yang berisi informasi
bahwa CV. Tiga Anggrek telah beroperasi kembali, dan CV. Tiga Anggrek
akan segera melunasi utangnya.
Januari 31 Hasil penagihan piutang selama bulan Januari kepada Bimbingan Tes Prima
SNMPTN adalah sebesar Rp 32.400.000,00 dan kepada Mataram Computer
21

Rental adalah sebesar Rp238.800.000,00 dikurang potongan sebesar Rp


1.194.000,00
Februari 01 Penerimaan kas dari hasil penagihan piutang kepada Bimbingan Tes Prima
SNMPTN dan Mataram Computer Rental selama bulan Januari ditambah
bunga pinjaman 3% disetorkan ke Bank Buana
Februari 03 Diterima pengembalian barang dari Mataram Computer Rental. Barang
tersebut berupa satu unit computer laptop karena terdapat kerusakan yang
tidak dapat diperbaiki. Untuk mengganti barang yang sama, perusahaan
harus memesan terlebih dahulu dari pemasok di Jakarta. Menurut informasi
yang diperoleh, barang tersebut baru dapat dikirim oleh pemasok paling
cepat satu bulan kemudian. Nilai barang yang dikembalikan tersebut adalah
Rp 11.500.000,00
Februari 11 Diterima pelunasan piutang dari CV. Tiga Anggrek
Februari 20 Diterima pengembalian barang dari Akademi Akuntansi YKPN. Barang
tersebut berupa satu unit computer desktop dan dua unit computer laptop
karena terdapat kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Untuk mengganti
barang yang sama, perusahaan harus memesan terlebih dahulu dari pemasok
di Jakarta. Menurut informasi yang diperoleh, barang tersebut baru dapat
dikirim oleh pemasok paling cepat satu bulan kemudian. Nilai barang yang
dikembalikan tersebut adalah Rp 25.900.000,00
Februari 28 Hasil penagihan piutang selama bulan februari kepada Bimbingan Tes Prima
SNMPTN adalah sebesar Rp 110.700.000,00 dikurang potongan Rp
553.500,00 dan kepada Mataram Komputer Rental adalah sebesar Rp
187.800.000,00 dikurang potongan sebesar Rp 1.878.000,00
Maret 01 Penerimaan kas dari hasil penagihan piutang kepada Bimbingan Tes Prima
SNMPTN dan Mataram Komputer Rental selama bulan februari ditambah
bunga pinjaman 3% dipakai untuk melunasi sisa pinjaman kepada Bank
Buana
Maret 16 Diterima pemberitahuan dari Bank Bumi Pertiwi yang menyatakan bahwa
pada tanggal 15 maret 2010, Bank Bumi Pertiwi belum menerima pelunasan
22

piutang wesel (yang didiskontokan oleh PT Eksidha Computer). Oleh karena


itu, Bank Bumi Pertiwi mengharapkan perusahaan segera melunasi jumlah
yang telah diperjanjikan. Pada hari yang sama, perusahaan mengeluarkan
selembar cek untuk melunasi jumlah tersebut.
Maret 25 Diterima pembayaran dari PT. Niaga Factoring Corporation sebesar jumlah
yang ditahan lembaga keuangan tersebut setelah dikurangi dengan potongan
penjualan sebesar Rp 11.150.000,00
Selama trisemester pertama tahun 2011, total penjualan kredit yang berhasil dilakukan oleh
perusahaan adalah sebesar Rp 1.100.000.000,00 dan total penerimaan kas dari pelunasan
piutang (diluar transaksi piutang tersebut di atas) adalah sebesar Rp 575.000.000,00.
Potongan penjualan selama trisemester pertama adalah Rp7.450.000,00.

TUGAS MAHASISWA :
Dari informasi yang tersedia saudara diminta untuk :
1. Menentukan jumlah piutang yang seharusnya disajikan dalam Laporan Posisi
Keuangan tanggal 31 Desember 2010. Untuk itu saudara juga diminta untuk
melakukan berbagai koreksi yang diperlukan. Rincian tugas butir 1 ini dapat saudara
lihat pada kertas kerja
2. Menentukan jumlah nilai realisasi bersih piutang. Tugas tersebut meliputi penentuan
saldo cadangan kerugian piutang didasarkan pada analisis umur piutang.
3. Menyajikan pos-pos piutang dalam Laporan Posisi Keuangan tanggal 31 Desember
2010, termasuk disclosure yang diperlukan
4. Mencatat transaksi yang terjadi selama trisemester pertama tahun 2011
23

PT EKSIDHA COMPUTER
Jl. Papandayan No. 7 Yogyakarta
Telp. (0274) 881295 Fax. (0274) 885695, E-mail: Eksidha@aa.ac.id

SURAT PERNYATAAN PIUTANG


(Statement of Accounts)
Kepada Yth. Yogyakarta, 2-1-2011

Pimpinan
Akademi Akuntansi YKPN
Jl. Gagak Rimang No. 2 -4
Yogyakarta

Dengan hormat
Bersama ini kami informasikan bahwa tanggal 31 Desember 2010. Jumlah Piutang kami
kepada lembaga yang Bapak pimpin adalah sebesar Rp. 592.100.000,00 (lima ratus sembilan
puluh dua juta seratus ribu rupiah). Rincian jumlah Piutang tersebut adalah sebagai berikut.
Tanggal Nomor Faktur Keterangan Jumlah
22-11-2010 10208 36 buah desktop Compaq Prosigna Rp. 14.400.000,00
19-12-2010 10321 32 buah printer HP 7L 177.700.000,00

Jumlah Rp.592.100.000,00
Apabila jumlah tersebut tidak sesuai dengan catatan Bapak/Ibu, mohon surat ini
dikembalikan kepada kami setelah bagian bawah surat diisi dengan penjelasan yang
diperlukan. Silahkan menggunakan amplop balasan (terlampir). Harap diketahui bahwa surat
ini BUKAN MERUPAKAN SURAT TAGIHAN.

Hormat kami,

Komarudin
Manajer Akuntansi
24

Menurut catatan kami, faktur nomor 10321 jumlah yang benar adalah Rp. 144.700.000,00.
Jumlah tersebut merupakan harga 32 buah printer HP Laser 7L. Harga per unit untuk printer
tersebut berdasarkan atas harga yang telah disepakati adalah Rp. 4.521.875. dengan demikian,
jumlah utang kami kepada PT Eksidha Computer per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp.
559.100.000,00 bukan sebesar Rp. 592.100.000,00

Hormat kami

Dra. Ronowati Tjandra


Bag. Akuntansi AA KPN

PT EKSIDHA COMPUTER
Jl. Papandayan No. 7 Yogyakarta
Telp. (0274) 881295 Fax. (0274) 885695, E-mail: Eksidha@aa.ac.id

SURAT PERNYATAAN PIUTANG


(Statement of Accounts)

Kepada Yth. Yogyakarta, 2-1-2011

Pimpinan
Mataram Comuputer Rental
Jl. Mataram No. 876
Yogyakarta

Dengan hormat
Bersama ini kami informasikan bahwa tanggal 31 Desember 2010. Jumlah Piutang kami
kepada lembaga yang Bapak pimpin adalah sebesar Rp. 476.600.000,00 (empat ratus tujuh
puluh enam juta enam ratus ribu rupiah). Rincian jumlah Piutang tersebut adalah sebagai
berikut.
25

Tanggal Nomor Faktur Keterangan Jumlah


04-10-2010 10164 80 buah desktop + 1 buah printer HP 7L Rp. 238.800.000,00
26-12-2010 10238 100 buah printer Canon BJC 610 237.800.000,00

Jumlah Rp.476.600.000,00

Apabila jumlah tersebut tidak sesuai dengan catatan Bapak/Ibu, mohon surat ini
dikembalikan kepada kami setelah bagian bawah surat diisi dengan penjelasan yang
diperlukan. Silahkan menggunakan amplop balasan (terlampir). Harap diketahui bahwa surat
ini BUKAN MERUPAKAN SURAT TAGIHAN.

Hormat kami,

Komarudin
Manajer Akuntansi

Menurut catatan kami, faktur nomor 10238 jumlah yang benar adalah Rp. 222.800.000,00.
Jumlah tersebut merupakan harga 100 buah printer Canon BJC 610. Harga per unit untuk
printer tersebut adalah Rp. 2.228.000,00. Dengan demikian, jumlah utang kami kepada PT
Eksidha Computer per 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp. 461.600.000,00 bukan sebesar
Rp. 476.600.000,00

Hormat kami

Rr. Anita Kusumawardhani


Bag. Keuangan Mataram CR
26

B. PEMBAHASAN KASUS
1. Daftar Saldo Piutang

PT EKSIDHA COMPUTER
DAFTAR SALDO PIUTANG DAGANG
31 Desember 2010
Daftar saldo Piutang dagang di bawah ini dibuat ini dibuat setelah mempertimbangkan
adanya koreksi kesalahan penghapusan piutang, dan piutang bersaldo kredit.
Nama Debitur Saldo
131. 0001 Media Computer Rental Rp 101.300.000
Sekolah Tinggi Ilmu
131. 0002
Ekonomi YKPN Rp 363.300.000
131. 0003 L.P.K. Widya Karya Rp 28.000.000
131. 0004 Toko Buku Siswa Remaja Rp 144.400.000
131. 0005 CV Solo Jaya Rp 73.200.000
131. 0006 UD Kirana Kurnia Rp 11.800.000
Bimbingan Test Prima
131. 0007
UMPTN Rp 243.100.000
131. 0008 Akademi Akuntansi YKPN Rp 559.100.000
131. 0009 Toko Buku Tiga Sekawan Rp 196.700.000
131. 0010 Mataram Computer Rental Rp 476.600.000
Akademi Manajemen
131. 0011
Perusahaan YKPN Rp 442.300.000
131. 0013 UD Dian Kirana Rp 31.600.000
Jumlah Rp 2.671.400.000

Jurnal untuk mencatat koreksi kesalahan, reklasifikasi piutang bersaldo kredit dan
penghapusan piutang dagang
Tanggal Keterangan Ref Debit (Rp) Kredit (Rp)
2010, Des
31 Cadangan Kerugian Piutang 15.600.000

Piutang Dagang 15.600.000


( Penghapusan Piutang CV
Anggrek )
31 Piutang Dagang 5.300.000

Utang Dagang 5.300.000


( Piutang Saldo Kredit Toko
Mutiara )
27

31 Penjualan 144.700.000

Piutang Dagang 144.700.000


( Koreksi Kesalahan Piutang)

2. Analisis Umur Piutang

PT EKSIDHA COMPUTER
ANALISIS UMUR PIUTANG DAGANG
31 Desember 2010

KETERANGAN
Lebih dari Jumlah
Nama Debitur 01 - 30 hari 31 - 60 61 - 90 hari 91 - 120
120 hari (Rp)
(Rp) hari (Rp) (Rp) hari (Rp)
(Rp)
Media Computer
Rental 12.300.000
5.600.000 83.400.000 101.300.000
Sekolah Tinggi
Ilmu Ekonomi 339.400.000
23.900.000 363.300.000
YKPN
L.P.K. Widya
Karya 24.600.000 28.000.000

3.400.000
Toko Buku Siswa
Remaja 41.100.000
49.800.000 53.500.000 144.400.000
CV Solo Jaya
11.100.000
29.900.000 32.200.000 73.200.000
UD Kirana
Kurnia 3.300.000 5.500.000 11.800.000

3.000.000
Bimbingan Test
Prima UMPTN 210.700.000
32.400.000 243.100.000
Akademi
Akuntansi YKPN 144.700.000
414.400.000 559.100.000
Toko Buku Tiga
10.500.000
Sekawan 26.500.000 159.700.000 196.700.000
Mataram
Computer Rental 237.800.000
238.800.000 476.600.000
28

Akademi
Manajemen
322.400.000
Perusahaan 442.300.000
YKPN
119.900.000
UD Dian Kirana
31.600.000 31.600.000

Jumlah 1.449.900.000 584.000.000 434.400.000 194.600.000 8.500.000 2.671.400.000


Perhitungan Cadangan Kerugian Piutang Dagang (setelah penyesuaian )
01 - 30 Hari Rp 1.449.900.000 x 1% = Rp 14.499.000
31 - 60 Hari Rp 584.000.000 x 2% = Rp 11.680.000
61 - 90 Hari Rp 434.400.000 x 5% = Rp 21.720.000
91 - 120 Hari Rp 194.600.000 x 10% = Rp 19.460.000
> 120 Hari Rp 8.500.000 x 40% = Rp 3.400.000
Jumlah Cadangan Kerugian Piutang Rp 70.759.000
Saldo Awal Cadangan Kerugian
Piutang Rp 30.760.000
Penghapusan Piutang (CV Tiga
Anggrek) -Rp 15.600.000
-Rp 15.160.000
Cadangan Kerugian Piutang Setelah Penyesuaian Rp 55.599.000

Jurnal untuk menyesuaikan saldo Cadangan Kerugian Piutang


Tanggal Keterangan Ref Debit (Rp) Kredit (Rp)
31 Desember
2010 Beban Kerugian Piutang 55.599.000

Cadangan Kerugian Piutang 55.599.000


(Menyesuaikan Saldo Cadangan Kerugian
Piutang )
29

3. Piutang Wesel

PT EKSIDHA COMPUTER
PIUTANG WESEL
31 Desember 2010

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit


Perhitungan Kas yang diterima dari pendiskontokan Wesel

15/11/2010 Nilai Wesel Rp 250.000.000


Bunga Wesel ( 9% x 4/12 x Rp 250.000.000 ) Rp 7.500.000
15/03/2011 Nilai wesel Jatuh Tempo Rp 257.500.000
Diskonto ( 15% x 3/12 x Rp 257.500.000 ) -Rp 9.656.250
Kas yang Diterima Rp 247.843.750
Nilai Nominal Rp 250.000.000
31/01/2011 Bunga ( 9% x 1/12 x Rp 250.000.000 ) Rp 1.875.000
Nilai Buku Rp 251.875.000
31/01/2011 Rugi Diskonto Rp 4.031.250

Jurnal yang seharusnya dibuat untuk mencatat transaksi pendiskontokan Wesel :


Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
31/12/2010 Kas Rp 247.843.750
Rugi Pendiskontoan Rp 4.031.250
Piutang Wesel Rp 250.000.000
Pendapatan Bunga Rp 1.875.000
( Kerugian akibat diskonto piutang wesel )

Jurnal Koreksi yang diperlukan :


Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit
31/12/2010 Beban Bunga Rp 2.156.250
Utang Bunga Rp 250.000.000
Rugi Pendiskontoan Rp 4.031.250
Kas Rp 4.312.500
Piutang Wesel Rp 250.000.000
Pendapatan Bunga Rp 1.875.000
(Mencatat jurnal koreksi)
30

4. Penyajian Piutang dan Dislosure

PT EKSIDHA COMPUTER
PENYAJIAN PIUTANG dan DISLOSURE
31 Desember 2010

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit

Berikut ini adalah penyajian Piutang dalam Laporan Posisi Keuangan per 31 Desember 2010 :
Piutang Dagang Rp 2.671.400.000,00 -
Cadangan Kerugian Piutang Rp (70.759.000,00)
Piutang Yang Kemungkinan Dapat
Ditagih - Rp 2.600.641.000,00
Piutang Karyawan Rp 101.000.000,00

Disclosure yang diperlukan adalah sebagai berikut :


Tertanggal 15 Nopember 2010 terdapat piutang wesel sejumlah Rp 250.000.000,00 dengan tingkat bunga
wesel 9% per tahun yang akan jatuh tempo pada tanggal 15 Maret 2011. pada 15 Desember 2010 PT Eksidah
Computer membutuhkan uang tunai yang cukup mendesak maka seluruh piutang wesel tersebut
didiskontokan kepada Bank Bumi Pertiwi dengan tingkat diskonto sebesar 15%.

Catatan :
Perhitungan jumlah piutang kepada pegawai yang harus dilaporkan dalam Laporan Posisi Keuangan
tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut
Nama Karyawan Jabatan Jumlah Piutang
Ely Setyorini, SE. Manajer Pemasaran Rp 25.000.000,00
Ir. Agus Yuniarto Manajer Teknik Rp 25.000.000,00
Drs. Hendri Purwito Manajer Keuangan Rp 25.000.000,00
Komarudin,A.Md. Manajer Akuntansi Rp 10.000.000,00
(75% x Rp 12.000.000) Rp (9.000.000,00)

Wahyu Utomo,S.H. Manajer Personalia Rp 25.000.000,00


Jumlah Piutang Karyawan Rp 101.000.000,00
Jurnal yang diperlukan untuk melakukan koreksi terhadap Saldo Piutang kepada Karyawan adalah
sebagai berikut :

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit


31/12/20
10 Beban Kesejahteraan Karyawan Rp 9.000.000,00
Piutang Karyawan Rp 9.000.000,00
(Mencatat Penyesuaian Piutang Karyawan)
31

Perhitungan : Rp 12.000.000 x 75% = Rp 9.000.000


5. Jurnal Transaksi

PT EKSIDHA COMPUTER
JURNAL TRANSAKSI
Trisemester pertama tahun 2011
Tanggal Keterangan Ref Debit (Rp) Kredit (Rp)
2011
Januari 3 Kas 475.000.000
Beban Administrasi 25.000.000
Utang Bank 500.000.000
(Mencatat peminjaman sebagai utang bank)
5 Kas 1.200.000.000
Beban Administrasi 64.700.000
Piutang PT NFC 100.000.000
Piutang Dagang 1.364.700.000
(Mencatata pendiskontoan piutang kepada
PT NFC)
30 Piutang Dagang 15.600.000
Cadangan Kerugian Piutang 15.600.000
(Mencatat pengembalian piutang yg telah
dihapuskan)
31 Kas 32.400.000
Piutang Dagang 32.400.000
(Mencatat pembayaran piutang oleh
Bimbingan Tes Prima SNMPTN)
31 Kas 237.606.000
Potongan Penjualan 1.194.000
Piutang Dagang 238.800.000
(Mencatat pembayan piutang oleh Mataram
Computer Rental)
Februari 1 Utang Bank 270.006.000
Beban Bunga Bank 15.000.000
Kas 285.006.000
(Mencatat penyetoran atas tagihan kepada
Bank Buana)
3 Retur Penjualan 11.500.000
Piutang Dagang 11.500.000
(Mencatat pengembalian barang dari
Mataram Computer Rental)
11 Kas 15.600.000
Piutang Dagang 15.600.000
32

(Mencatat pelunasan piutang oleh CV Tiga


Anggrek)
20 Retur Penjualan 25.900.000
Piutang Dagang 25.900.000
(Mencatat pengembalian barang dari
Akademik Akuntansi YKPN)
28 Kas 110.146.500
Potongan Penjualan 553.500
Piutang Dagang 110.700.000
(Mencatat pelunasan piutang oleh
Bimbingan Tes Prima SNMPTN)
28 Kas 185.922.000
Potongan Penjualan 1.878.000
Piutang Dagang 187.800.000
(Mencatat pelunasan piutang oleh Mataram
Computer Rental)
Maret 1 Utang Bank 229.994.000
Beban Bunga Bank 6.899.820
Kas 236.893.820
(Mencatat penyetoran atas tagihan kepada
Bank Buana)
16 Piutang Dagang 257.500.000
Beban Administrasi 250.000
Kas 257.750.000
(Mencatat pelunasan piutang wesel)
25 Kas 62.950.000
Potongan Penjualan 11.150.000
Piutang Dagang PT NFC 74.100.000
(Mencatat penerimaan pembayaran atas
uang yang ditahan oleh PT NFC)
31 Piutang Dagang 1.100.000.000
Penjualan 1.100.000.000
(Mencatat hasil penjualan kredit selama
trisemester pertama 2011)
31 Kas 575.000.000
Potongan Penjualan 7.450.000
Piutang Dagang 582.450.000
(Mencatat penerimaan kas selama
trisemester pertama 2011)
Jumlah 5.039.199.820 5.039.199.820
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari hasil pembahasan diatas dapat kami simpulkan sebagai berikut :
1. Daftar saldo piutang dagang ditentukan berdasarkan daftar kartu piutang yang
dibuat oleh perusahaan dengan mempertimbangkan adanya koreksi kesalahan,
penghapusan piutang, dan piutang bersaldo kredit.
2. Analisis umur piutang ditentukan berdasarkan tanggal jatuh tempo dari piutang
tersebut dan digolonglan berdasarkan umur piutang serta memperhitungkan
cadangan kerugian piutang dagang setelah adanya penyesuian atas
penghapusan piutang dan saldo cadangan kerugian piutang dagang periode
sebelumnya.
3. Kasus piutang wesel pada PT Eksidha Computer yaitu melakukan
pendiskontoal wesel dengan memperhitungkan kas yang diterima dari
pendiskontoan wesel yang mengakibatkan rugi diskonto sebesar Rp 4.031.250.
4. Piutang disajikan dalam Laporan Posisi Keuangan dengan menginput saldo
piutang yang sudah disesuikan yang terdiri dari piutang dagang, piutang wesel,
piutang karyawan dan cadangan kerugian piutang. Sehingga diperlukan
pengungkapan (disclosure) atas penyajian piutang dalam laporan posisi
keuangan dengan suatu catatan kaki atas penyesuian yang telah dilakuakn
sebelumnya.
5. Jurnal transaksi periode trismester tahun 2011 dicatat berdasarkan perhitungan
sebelumnya dan kasus yang telah disajikan dalam soal kasus.

33
DAFTAR PUSTAKA

Santoso, Iman. 2006. Akuntansi Keuangan Menengah. Bandung : Refika Aditama


Lana.2005.Piutang Wesel (notes receivable). Jakarta: diakses pada tanggal 14 April
2019, terdapat pada link (http://lana.staff.gunadarma.ac.id)

34