Anda di halaman 1dari 4

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seperti yang telah diketahui, bahwa tanaman adalah makhluk hidup


ciptaan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup makhluk lainnya, terutama
manusia. Manusia sangat bergantung pada hasil produksi tanaman untuk segala
aspek, mulai dari pangan, sandang, hingga papan. Namun dalam budidayanya,
selalu dihadapkan oleh berbagai gangguan, salah satunya adalah hama dan
penyakit tanaman.

Hama adalah semua herbivor yang keberadaannya tidak dikehendaki


karena dapat merugikan tanaman budidaya secara ekonomis. Akibat serangan
hama, produktivitas, kualitas, dan kuantitas tanaman akan menurun bahkan
mengakibatkan kematian. Oleh karena itu populasinya harus dikendalikan apabila
populasinya melebihi ambang batas.

Penyakit tanaman dapat ditinjau dari sudut pandang biologis dan


ekonomis. Kerusakan yang ditimbulkan oleh penyakit tanaman dapat
mengakibatkan kerugian ekonomis bagi manusia, sama seperti hama. Penyakit
tanaman terjadi karena adanya patogen atau karena adanya agensia abiotik yang
mempengaruhi. Penyakit dan patogen saling berkaitan. Penyakit ada karena
adanya patogen yang masuk ke tanaman inang dengan kondisi lingkungan yang
mendukung. Interaksi antar 3 komponen ini telah umum digambarkan sebagai
segitiga penyakit.

1.2 Tujuan Praktikum

Adapun tujuan praktikum acara II adalah mahasiswa mampu mengenali


dan menjelaskan gejala dan tanda serangan hama dan penyakit.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Hama, Gejala Serangan Hama, dan Tanda Serangan Hama

2.1.1 Hama

Hama adalah organisme yang tidak dikehendaki atau tidak diharapkan ada
dalam tanaman pertanian. Hama juga merupakan makhluk hidup yang menjadi
pesaing, perusak, penyebar penyakit, dan pengganggu sumber daya yang
dibutuhkan. Istilah hama paling sering dipakai kepada hewan pada praktiknya.

2.1.2 Gejala serangan hama

Gejala serangan hama adalah keadaan fisiologi dari tumbuhan terhadap


aktivitas dari hama. Gejala juga merupakan perubahan yang terjadi pada suatu
tanaman budidaya akibat serangan hama.

2.1.3 Tanda serangan hama

Tanda serangan hama adalah semua pengenal dari hama selain reaksi
tanaman inang, seperti sisa kotoran hama, exsuve, bekas pupa, telur, larva, dan
imago.

2.2 Tipe Mulut dan Gejala Kerusakan

2.2.1 Tipe Mulut Menggigit-Mengunyah

Tipe pengunyah merupakan tipe mulut yang banyak dijumpai pada serangga
dewasa dan serangga muda. Mandibula serangga tipe ini mengalami sklerotisasi,
bergerak secara transversal sehingga dapat digunakan untuk memotong
seperti pisau. Serangga biasanya mampu untuk menggigit dan mengunyah
makanannya.
2.2.2 Tipe Mulut Menjilat-Mengisap

Pada lalat rumah dewasa tipe mulutnya termodifikasi seperti spon. Lalat ini
terlebih dahulu membasahi makanan dengan sekresi air liurnya, kemudian
menjilati makanan tersebut.

2.2.3 Tipe Mulut Menusuk-Mengisap

Tipe mulut penusuk-penghisap termodifikasi untuk mempenetrasi penghalang luar


dari inang dan cairan dikeluarkan dari tubuh untuk mempermudah proses
penyerapan makanan. Serangga yang mempunyai tipe mulut ini biasanya berperan
sebagai vector penyakit, seperti serangga herbivor (cicada), parasit (kutu dan
nyamuk) dan karnivor (kutu pembunuh). Ada tiga tipe mulut penusuk-penghisap,
yaitu tipe yang sangat umum dijumpai pada nyamuk (terdiri dari stilet yang
panjang dan bergerigi), tipe yang hanya ditemukan pada thrips (tipe ini
merupakan peralihan antara pengunyah dan penusuk penghisap) dan tipe
yang ditemukan pada kutu penghisap (tersusun oleh tiga stilet yang tersimpan
dalam tubuh ketika tidak digunakan).

(Suheriyanto,2008)

2.3 Penyakit Tanaman, Gejala Serangan Penyakit, Tanda Serangan Penyakit

2.3.1 Penyakit Tanaman

Penyakit tanaman merupakan adanya penurunan dari keadaan normal dari


tanaman yang menyela atau memodifikasi fungsi-fungsi vitalnya. Penyakit
tanaman sebagian besar disebabkan oleh virus, jamur, dan bakteri. Penyakit
tanaman lebih sering diklasifikasikan oleh gejala yang ditimbulkan dari agen
penyakit (patogen). (Jackson, 2009)

2.3.2 Gejala Serangan Penyakit

Gejala serangan penyakit adalah keadaan patologi dan fisiologi dari


tanaman terhadap aktivitas dari patogen atau faktor lain. Gejala penyakit timbu
akibat masuknya patogen ke dalam jaringan tanaman dan terjadi infeksi. Gejala
penyakit dibagi menjadi tiga, yaitu:
a. Nekrosis : morfologi, anatomi, dan fisiologi tanaman yang abnormal
yang disebabkan oleh mati atau rusaknya sel/ jaringan tumbuhan.

b. Hipoplasia : morfologi, anatomi, dan fisiologi tanaman yang abnormal


karena perutumbuhan yang lebih kecil dari normal

c. Hiperplasia : morfologi, anatomi, dan fisiologi tanaman yang abnormal


karena perutumbuhan yang melebihi normal.

(Sastrahidayat,2011)

2.3.3 Tanda Serangan Penyakit

Tanda penyakit adalah peringatan atau menyatakan suatu keadaan, bentuk,


sifat, dan lain sebagainya. Tanda penyakit merupakan petunjuk adanya organisme
patogen, seperti adanya hifa yang merupakan gambaran adanya jamur,
massa/koloni bakteri yang merupakan gambaran adanya bakteri, dan badan inklusi
yang merupakan gambaran adanya virus. (Sastrahidayat, 2011)

Daftar pustaka

Jackson, RW (editor). 2009. Plant Pathogenic Bacteria: Genomics and Molecular


Biology. Caister Academic Press.

Sastrahidayat, R. I. 2011. Epidemiologi Teoritis Penyakit Tumbuhan. Malang: UB


Press; Universitas Brawijaya.

Suheriyanto, Dwi. 2008. Ekologi Serangga. Malang: UIN Malang Press.