Anda di halaman 1dari 6

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

Pelestarian Arsitektur Berkelanjutan Pada Permukiman Desa Tradisional


Pengotan

BIDANG KEGIATAN:
PKM – ARTIKEL ILMIAH

Diusulkan Oleh:
Gaek Raka Juniawati 1662122005 Angkatan 2016
I Putu Nova Prasetya 1662122026 Angkatan 2016
Feby Ardianto 1762122017 Angkatan 2017

UNIVERSITAS WARMADEWA
DENPASAR
2019
PENGESAHAN PROPOSAL PKM – GAGASAN TERTULIS

1. Judul Kegiatan : Pelestarian Arsitektur Berkelanjutan Pada


Permukiman Desa Tradisional Pengotan
2. Bidang Kegiatan : PKM - GT
3. Ketua Pelaksana Kegiatan
a. Nama Lengkap : I Putu Nova Prasetya
b. NIM : 1662122026
c. Jurusan : Teknik Arsitektur
d. Institut : Universitas Warmadewa
e. Alamat Rumah dan No. HP : Jl. Kecubung no.9A
Denpasar Utara, Denpasar, Bali.,
hp. 082237818813
f. Email : novaprasetya1@gmail.com
4. Anggota Pelaksana Kegiatan : 2 Orang
5. Dosen Pendamping
a. Nama Lengkap dan Gelar : I Wayan Wirya Sastrawan, S.T., M.Sc.
b. NIDN : .........................
c. Alamat Rumah dan No. Telp. : .........................

Denpasar, 6 September 2019


Menyetujui,
Ketua Program Studi .................. Ketua Pelaksana

(............................................) (............................................)
NIK. ..................................... NIM. ....................................

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dosen Pendamping

(............................................) (............................................)
NIK. .................................... NIDN. ..................................

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ......................................................................................... i

PENGESAHAN PROPOSAL PKM-GAGASAN TERTULIS ....................... ii

DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii

1. PENDAHULUAN ............................................................................................ 1

1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1


1.2 Tujuan ...................................................................................................... 1
1.3 Manfaat .................................................................................................... 2
1.4 Luaran ...................................................................................................... 2
2. GAGASAN ....................................................................................................... 2

a. Lansia dan Kesehatannya ........................................................................... 2


b. Solusi yang pernah ditawarkan dalam mewujudkan Rumah Jompo.......... 5
c. Gagasan yang diajukan penulis .................................................................. 5
d. Pihak – pihak yang dapat mengimplementasikan ...................................... 5
e. Langkah – lagkah strategis ......................................................................... 5
3. KESIMPULAN ................................................................................................ 6

4. DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 8

5. LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................................. 1

iii
ABSTRAK
Desa pengotan terletak dikabupaten Bangli yang memiliki ketinggian
800-1100 mdpl. Kondis iklim tersebut terlihat dari perwujudan arsitektur
hunian masyarakat desa tersebut. Batas wilayah utara dengan kecamatan
Kintamani, sebelah selatan dengan Desa Susut. Desa pengotan terdiri dari 2
bangunan tradisional yaitu bale adat sebagai bangunan untuk upacara dan
bale meten sebagai tempat tinggal. Sebagian besar material utama bangunana
desa ini merupakan bambu yang di ambil berdasarkan potensi hutan bambu
yang terdapat didesa ini. Bangunan adat disini menggunakan konstruksi,
struktur, material yang menyesuaikan dengan alamnya dari segi iklim dan
geografis desa, bangunan ini juga menggunakan pola linier yang berorientasi
pada satu garis sumbu. Daya pendekatan konsep dari bangunan tradisional
ini dari segi bentuk utamanya merupakan persegi sederhana yang
memudahkan pengerjaan bangunan menjadi lebih cepat dan mudah.
Keseluruhan masa bangunan di sini memiliki jumlah yang tetap yang
didasarkan oleh site serta diatur adat setempat. Masyarakat Desa Pengotan
hanya diperuntukan untuk kegiatan adat istiadat,sedangkan kesehariannya
masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah kebun.
Kata kunci : Arsitektur berkelanjutan, Bentuk, Desa Pengotan, Material
berkelanjutan, Struktur dan Konstruksi berkelanjutan.

ABSTRACT
Pengotan village is located in Bangli Regency which has an altitude of
800-1100 masl. The climate condition can be seen from the embodiment of the
village community's residential architecture. The northern boundary with
Kintamani sub-district, south with Susut Village. Pengotan village consists of
2 traditional buildings, namely traditional bale as a building for ceremonies
and bale meten as a place to live. Most of the main material in the
construction of this village is bamboo which is taken based on the potential of
bamboo forests found in this village. Traditional buildings here use
construction, structure, material that adapts to nature in terms of climate and
geographical village, this building also uses linear patterns oriented to one
axis line. The conceptual power approach of this traditional building in terms
of its main form is a simple square which makes building construction faster
and easier. The entire building period here has a fixed amount based on the
site and regulated by local customs. The Pengotan Village community is only
intended for traditional activities, while the daily life of the community is more
spent in the garden house.
Keywords: Sustainable Architecture, Forms, Pengotan Village, Sustainable
Materials, Structures, and Sustainable Construction

4
1

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Sebelum membahas Kajian Konsep Arsitektur Berkelanjutan pada
Permukiman Desa Adat Pengotan, kita harus mengetahui apa yang dimaksud
Arsitektur Berkelanjutan. Arsitektur Berkelanjutan adalah arsitektur yang
menggunakan metode konstruksi yang berkelanjutan dan menggunakan
material/bahan bangunan yang memproitaskan kualitas lingkungan. Dengan
memahami dari Arsitektur Berkelanjutan kita dapat dengan mudah lebih
menghargai sumber daya alam dan lingkungan disekitarnya.
Umumnya arsitektur berkelanjutan memikirkan segala aspek yang
mempengaruhi ketahanan bangunan tersebut baik dari segi internal maupun
eksternal, konsep ini biasanya digunakan pada kawasan atau wilayah
yang memiliki nilai budaya yang tinggi dan nilai sosial yang harus
dipertahankan dari generasi ke generasi.
Jadi sebuah bangunan yang menerapka Arsitektur Berkelanjutan
diharapkan mampu bertaan lama dari masa ke masa memberikan
kenyamanan, manfaat bagi pengguna, masyarakat sekitar, alam dan aspek-
aspek lainnya yang harus mempertahakan nilai sosial setempat.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah bangunan tradisinonal
bali merupaka arsitektur berkelanjutan atau tidak serta mempelajari
keseluruhan bangunan tradisional desa Pengotan berdasarkan teori
berkelanjutan.
Hasil akhir penelitian kami desa pengotan ini merupakan desa tradisional
yang menggunakan konsep arsitektur berkelanjutan, kami harapkan dengan
ini rumah tradisional di bali tetap dipertahakan seperti desa pengotan ini serta
pengembangan bangunan tradisional berdasarkan arsitektur berkelanjutan
yang pada akhirnya akan digunakan oleh masyrakat masa kini.

1.2 Tujuan
Tujuan dari pelestarian arsitektur berkelanjutan pada permukiman desa
tradisional Pengotan ini anatara lain :

1. Sebagai bentuk apresiasi terhadap arsitektur dan budaya tradisional


2. Mempertahankan makna dan sejarah dari permukiman desa tradisonal
Pengotan
3. Sebagai solusi untuk meningkatkan pariwisata daerah, khususnya desa
Pengotan.
2

1.3 Manfaat
Manfaat dari pelestarian arsitektur berkelanjutan pada permukiman desa
tradisional Pengotan Yaitu :
1. Bagi masyarakat :
a. Meningkatkan perekonomian desa
2. Bagi pemerintah :
a.

1.4 Luaran
a. Artikel ilmiah dengan judul “Pelestarian Arsitektur Berkelanjutan Pada
Permukiman Desa Tradisional Pengotan”
b.