Anda di halaman 1dari 47

Pedoman PBJ Sekolah

melalui Dana BOS


(

(Permendikbud No.3/2019)

Biro Umum, Sekretariat Jenderal


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Agenda Pembahasan
Latar Belakang Pengaturan Norma Pengadaan Sekolah
1  Organisasi sekolah tidak disiapkan untuk mengikuti norma sesuai dengan ketentuan pengadaan
barang/jasa i.e. Peraturan Presiden No.16 Tahun 2018.
 Dengan kekosogan aturan, Auditor dan/atau Aparat Penegak Hukum membawa ketentuan
pengadaan barang/jasa pemerintah dalam melihat praktik pengadaan barang/jasa sekolah.

Pedoman PBJ Sekolah (Permendikbud No.3/2019)


2  Prinsip-prinsip umum pengadaan barang/jasa sekolah.
 Kewenangan/tanggung-jawab para pihak pelaksana.
 Tata cara pengadaan barang/jasa sekolah.

Pengadaan Barang/Jasa Sekolah secara Daring (SIPLah)


3  Prinsip-prinsip umum pengadaan barang/jasa sekolah secara daring (SIPLah).
 Tata cara dan proses pelaksanaan.

Kebijakan Pengadaan Buku melalui Dana BOS


4 Pengadaan buku melalui dana BOS dilaksanakan secara daring melalui platform SIPLah.
Agenda Pembahasan
Latar Belakang Pengaturan Norma Pengadaan Sekolah
1  Organisasi sekolah tidak disiapkan untuk mengikuti norma sesuai dengan ketentuan pengadaan
barang/jasa i.e. Peraturan Presiden No.16 Tahun 2018.
 Dengan kekosogan aturan, Auditor dan/atau Aparat Penegak Hukum membawa ketentuan
pengadaan barang/jasa pemerintah dalam melihat praktik pengadaan barang/jasa sekolah.

Pedoman PBJ Sekolah (Permendikbud No.3/2019)


2  Prinsip-prinsip umum pengadaan barang/jasa sekolah.
 Kewenangan/tanggung-jawab para pihak pelaksana.
 Tata cara pengadaan barang/jasa sekolah.

Pengadaan Barang/Jasa Sekolah secara Daring (SIPLah)


3  Prinsip-prinsip umum pengadaan barang/jasa sekolah secara daring (SIPLah).
 Tata cara dan proses pelaksanaan.

Kebijakan Pengadaan Buku melalui Dana BOS


4 Pengadaan buku melalui dana BOS dilaksanakan secara daring melalui platform SIPLah.
Tata Kelola Dana Transfer adalah Kunci 1 2 3 4

Melihat proporsi dana transfer 64% anggaran


4% pendidikan, penguatan tata kelola keuangan dana
transfer daerah merupakan inisiatif penting
32%
Anggaran K/L

APBN 2019

Rp 488 Tr

Anggaran
Pendidikan* 64% Dana Transfer Daerah
 Dana BOS
 Tunjangan Profesi Guru
 Dana Alokasi Khusus Fisik, dll.

* Anggran Pendidikan ~20% dari total RAPBN 2019


Tetapi, Laporan BOS Online Tidak Optimal 1 2 3 4

Persentase (%) Laporan Penggunaan Dana BOS

Rata-rata laporan online penggunaan dana BOS hanya


mencapai 40%-60% untuk APBN 2014-2018

59%
35% 40% 40% 39%

2014 2015 2016 2017 2018


Lapor online Tidak Lapor Online Sumber: bos.kemdikbud.go.id 5
Terlebih, PBJ Sektor Pendidikan Rawan 1 2 3 4

Kasus Korupsi 2017

241
Kasus PBJ
335
Kasus tidak terkait PBJ

Lembaga Terlibat Korupsi di Sektor Pendidikan (2006-


Lima (5) Sektor Terbesar Korupsi PBJ 2017
2015)

Transportasi 46

Anggaran Desa 27

Pendidikan 25
214
Pemerintahan 20
Dinas
Kesehatan 18 93 Pendidikan
Sekolah
Sumber: Laporan KPK RI Tahun 2017 6
Pedoman sebagai Penyelesaian Regulasi 1 2 3 4

Persoalan regulasi seringkali menjadi akar pelanggaran


dalam pengelolaan dana BOS

Perlu dibuatkan Pedoman PBJ Sekolah yang


sesuai dengan organisasi sekolah, sehingga
sekolah tidak diperiksa dengan Perpres PBJ
Pemerintah (ie. Perpres 16/2018)

Sumber: berbagai media


Kebijakan LKPP atas PBJ Sekolah 1 2 3 4

1) Pengadaan barang/jasa sekolah tidak bisa menggunakan


ketentuan dalam Perpres 16 Tahun 2018

2) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat membuat


pedoman pengadaan barang/jasa sekolah
Keterlibatan LKPP dan Kemendagri 1 2 3 4

Dalam pembahasan pedoman pengadaan barang/jasa sekolah,


Kemendikbud melibatkan LKPP dan Kemendagri untuk pastikan
singkronisasi norma peraturan
Agenda Pembahasan
Latar Belakang Pengaturan Norma Pengadaan Sekolah
1  Organisasi sekolah tidak disiapkan untuk mengikuti norma sesuai dengan ketentuan pengadaan
barang/jasa i.e. Peraturan Presiden No.16 Tahun 2018.
 Dengan kekosogan aturan, Auditor dan/atau Aparat Penegak Hukum membawa ketentuan
pengadaan barang/jasa pemerintah dalam melihat praktik pengadaan barang/jasa sekolah.

Pedoman PBJ Sekolah (Permendikbud No.3/2019)


2  Prinsip-prinsip umum pengadaan barang/jasa sekolah.
 Kewenangan/tanggung-jawab para pihak pelaksana.
 Tata cara pengadaan barang/jasa sekolah.

Pengadaan Barang/Jasa Sekolah secara Daring (SIPLah)


3  Prinsip-prinsip umum pengadaan barang/jasa sekolah secara daring (SIPLah).
 Tata cara dan proses pelaksanaan.

Kebijakan Pengadaan Buku melalui Dana BOS


4 Pengadaan buku melalui dana BOS dilaksanakan secara daring melalui platform SIPLah.
Tujuan dan Prinsip PBJ Sekolah 1 2 3 4

Enam (6) Tujuan PBJ Sekolah


1) Mendorong transparansi dengan penyediaan dan
keterbukaan informasi atas rincian transaksi belanja
PBJ Sekolah 2) Melindungi dan memberikan rasa aman bagi pelaku
PBJ Sekolah dilaksanakan berdasarkan
prinsip efektif, efisien, transparan, terbuka,
dan penanggung jawab
bersaing, adil, dan akuntabel
3) Memperbaiki kualitas PBJ sekolah
(Permendikbud No.3/2019)
4) Meningkatkan pertanggungjawaban belanja
5) Mengurangi potensi dan ruang untuk kecurangan dan
penyalahgunaan kewenangan
6) Mempermudah dan menyederhanakan kewajiban
pelaporan oleh sekolah
Para Pihak Pelaksana PBJ Sekolah 1 2 3 4

Sekolah
Kepala Sekolah
Bendahara Sekolah
1) menetapkan tim pembantu PBJ Sekolah 1) melaksanakan pembelian langsung;
2) menetapkan spesifikasi teknis 2) melaksanakan serah terima hasil
3) membuat harga perkiraan untuk PBJ Sekolah pengadaan;
4) melakukan negosiasi teknis 3) melakukan pembayaran kepada
5) memilih dan menetapkan Penyedia Penyedia; dan
6) mengadakan kontrak/ perjanjian 4) mengalihkan dengan persetujuan
7) melaksanakan pembelian langsung kepala Sekolah, baik seluruh maupun
8) Menyetujui/menolak permohonan pengalihan sebagian kewenangan.
kewenangan
Dua (2) Pihak
Tenaga Administrasi & Guru
Pelaksana Menerima sebagian/seluruh kewenangan yang dilimpahkan dari bendahara dana BOS

Penyedia
1) mengajukan penawaran PBJ Sekolah; 4) memonitor status perkembangan kemajuan
2) melakukan pendaftaran; pelaksanaan PBJ Sekolah; dan
3) menyetujui atau menolak pembelian 5) menyerahkan hasil PBJ Sekolah.
dan/atau negosiasi;
Tahapan PBJ Sekolah 1 2 3 4

Persiapan Pemilihan Serah-Terima


Spesifikasi Teknis Ketentuan Penyedia  Pengajuan tertulis dari Penyedia
Kepala Sekolah menetapkan 1. diutamakan mikro/kecil dan untuk penyerahan PBJ
spesifikasi teknis untuk nilai 2. Memiliki NPWP  Bendahara BOS memerikasa
pengadaan lebih dari Rp 10 juta atas hasil PBJ.
Tata Cara Pemilihan  Bendaran BOS menandatangani
Harga Perkiraan  Pengadaan <= Rp50 juta BAST (jika hasil pemeriksanaan
Kepala Sekolah menetapkan Pembelian langsung untuk nilai pengadaan paling sesuai).
harga perkiraan untuk nilai banyak Rp50 juta.  Bendahara menyerahkan hasil
pengadaan lebih dari Rp 10 juta. PBJ kepada Kepala Sekolah.
 Pengadaan > Rp50 juta <= Rp200 juta
o Kepala sekolah mengundang dua (2) calon Keterangan:
o Kepala sekolah melakukan pemilihan/negosiasi o Bendahara meminta penyedia
o Kepala sekolah menetapkan penyedia. melakukan perbaikan jika hasil
o Kepala sekolah menandatangani SPK. pemeriksanaan tidak sesuai.
o Denda keterlambatan adalah
 Pengadaan > Rp200 juta 1/1,000 (satu permil) per hari.
dilaksanakan melalui UKPBJ setempat.
Kelengkapan Dokumen 1 2 3 4

Nilai Pengadaan
Keperluan Dokumen
<= Rp10jt > Rp10jt <= Rp50jt > Rp50jt <= Rp200jt > Rp200jt
NPWP √ √ √ √
Spesifkasi teknis - √ √ √
Harga perkiraan - √ √ √
2) 2)
Faktur/ bukti pembelian √ - - -
2)
Kuitansi pembayaran - √ - -
3)
Surat Perintah Kerja (SPK) - - √ -
1)
Berita Acara Serah Terima √ √ √ √
Keterangan:
1) BAST bisa dirangkap dengan faktur/bukti pembelian;
2) Tidak wajib terdapat dokumen tersebut, namun bisa menjadi pelengkap atas dokumen yang wajib;
3) Proses pemilihan dilakukan oleh UKPBJ setempat; selain itu, sekolah perlu berkontrak dengan
pemenang yang ditetapkan oleh UKPBJ
Agenda Pembahasan
Latar Belakang Pengaturan Norma Pengadaan Sekolah
1  Organisasi sekolah tidak disiapkan untuk mengikuti norma sesuai dengan ketentuan pengadaan
barang/jasa i.e. Peraturan Presiden No.16 Tahun 2018.
 Dengan kekosogan aturan, Auditor dan/atau Aparat Penegak Hukum membawa ketentuan
pengadaan barang/jasa pemerintah dalam melihat praktik pengadaan barang/jasa sekolah.

Pedoman PBJ Sekolah (Permendikbud No.3/2019)


2  Prinsip-prinsip umum pengadaan barang/jasa sekolah.
 Kewenangan/tanggung-jawab para pihak pelaksana.
 Tata cara pengadaan barang/jasa sekolah.

Pengadaan Barang/Jasa Sekolah secara Daring (SIPLah)


3  Prinsip-prinsip umum pengadaan barang/jasa sekolah secara daring (SIPLah).
 Tata cara dan proses pelaksanaan.

Kebijakan Pengadaan Buku melalui Dana BOS


4 Pengadaan buku melalui dana BOS dilaksanakan secara daring melalui platform SIPLah.
Tiga (3) Prinsip Pengadaan Daring (SIPLah) 1 2 3 4

Kewenangan Pelaksanaan
Dalam hal PBJ Sekolah dilaksanakan secara daring, maka dilakukan melalui sistem
PBJ Sekolah yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
(Permendikbud No.3 Tahun 2019)
TIGA (3) PRINSIP

Ketentuan Tata Kelola


Ketentuan atas tata cara pelaksanaan, termasuk kelengkapan dokumen, sama seperti
ketentuan pengadaan secara luring. Pengadaan daring hanya model elektronifikasi
proses pelaksanaan saja. (Permendikbud No.3 Tahun 2019)

Penyediaan Layanan

Dalam pelaksanaan pengadaan secara daring, penyediaan layanan dilakukan melalui e-


market place yang dipilih oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
SIPLah untuk Pengadaan Lebih Efisien 1 2 3 4

Sebelum Setelah
ilustrasi
max max

Harga
Harga

range harga
lebar
terkonsentrasi di
harga yang lebih
rendah

min min

Komoditas X Komoditas X

SIPLah mendorong pengadaan lebih transparan serta membuka peluang pelaku usaha lebih
banyak sehingga transaksi dapat terkonsentrasi pada tingkat harga yang lebih rendah
Antara Pengadaan Manual dan SIPLah 1 2 3 4

MANUAL SIPLah
 Referensi daftar penyedia terbatas dapat akses penyedia sekolah
pada toko langganan sekolah PENYEDIA lain sehingga opsi lebih luas
 Opsi pemilihan terbatas

Keterbatasan pemilihan menjadikan tingkat harga cenderung lebih


harga berada di range tinggi - rendah HARGA rendah (secara keseluruhan)

Dokumentasi dilakukan secara manual dokumentasi elektronik untuk


oleh masing-masing sekolah DOKUMENTASI setiap transaksi

Transparansi belum optimal dengan lebih transparan dengan


keterbatasan ketersediaan informasi TRANSPARANSI ketersediaan bank data
transaksi sekolah
Tata Cara: Pendaftaran Penyedia (1/2) 1 2 3 4

2 email konfirmasi

Penyedia laman SIPLah

1 Penyedia registrasi di laman:


a. Identitas/ data penyedia
b. NPWP sebagai persyaratan dokumen
c. Informasi usaha/toko

KETERANGAN:
Dalam hal sekolah menilai terdapat toko/penyedia potensial yang belum terdaftar dalam
SIPLah, maka sekolah diharapkan dapat mengarahkan toko/penyedia potensial
melakukan pendaftaran melalui laman SIPLah
Tata Cara: Pemilihan Penyedia (2/2) 1 2 3 4

Pembelian Langsung <= Rp50 jt

3 BAST dan pembayaran

Bendahara Sekolah

2 Konfirmasi transaksi

laman SIPLah Penyedia

Kepala Sekolah

1 Kepala sekolah melakukan pembelian langsung*:


a. Membandingkan beberapa penyedia.
b. Melakukan negosiasi KETERANGAN:
c. Melakukan pembelian *) Pembelian langsung bisa dilakukan baik oleh Kepala
Sekolah atau Bendahara Sekolah
Agenda Pembahasan
Latar Belakang Pengaturan Norma Pengadaan Sekolah
1  Organisasi sekolah tidak disiapkan untuk mengikuti norma sesuai dengan ketentuan pengadaan
barang/jasa i.e. Peraturan Presiden No.16 Tahun 2018.
 Dengan kekosogan aturan, Auditor dan/atau Aparat Penegak Hukum membawa ketentuan
pengadaan barang/jasa pemerintah dalam melihat praktik pengadaan barang/jasa sekolah.

Pedoman PBJ Sekolah (Permendikbud No.3/2019)


2  Prinsip-prinsip umum pengadaan barang/jasa sekolah.
 Kewenangan/tanggung-jawab para pihak pelaksana.
 Tata cara pengadaan barang/jasa sekolah.

Pengadaan Barang/Jasa Sekolah secara Daring (SIPLah)


3  Prinsip-prinsip umum pengadaan barang/jasa sekolah secara daring (SIPLah).
 Tata cara dan proses pelaksanaan.

Kebijakan Pengadaan Buku melalui Dana BOS


4 Pengadaan buku melalui dana BOS dilaksanakan secara daring melalui platform SIPLah.
Dasar Hukum Penyediaan Buku 1 2 3 4

 Buku pendidikan terdiri dari buku teks dan buku non teks

UU No.3 Tahun 2017  Buku teks terdiri atas buku teks utama dan buku teks
pendamping
tentang Sistem Perbukuan  Buku teks utama wajib digunakan dalam pembelajaran
berdasarkan Kurikulum yang berlaku

Satuan Pendidikan wajib memilih dan menyediakan buku


Permen No.8/2016 teks pelajaran yang dinyatakan layak oleh Kementerian
tentang Buku yang Digunakan oleh Sekolah untuk digunakan dalam proses pembelajaran

 Sekolah wajib menggunakan sebagian dana BOS Reguler

Permen No.3/2019
untuk membeli buku teks utama untuk pelajaran dan
panduan guru sesuai dengan kurikulum
tentang BOS  Buku teks utama bagi peserta didik dibeli untuk
memenuhi rasio 1 (satu) buku untuk tiap peserta didik
pada tiap mata pelajaran atau tema
SE Dirjen No.2942/D/PB/2019 1 2 3 4

1) Prioritas penggunaan dana BOS untuk memenuhi


kebutuhan buku (teks atau nonteks), berkisar ~20%

2) Pembelian buku teks pendamping dan buku non-teks


melalui katalog elektronik
Pembelian Buku secara Daring 1 2 3 4

Jenis Buku
Teks Utama Teks Pendamping/ non-Teks
Hak Cipta Kemendikbud Swasta

Penilaian Telaah oleh Kementerian Wajib dinyatakan layak oleh Kementerian/BNSP

Sifat Penyediaan Wajib Dipenuhi setelah Buku Teks

Acuan Harga HET yang ditetapkan Kementerian Harga hasil negosiasi katalog elektronik

Kuantitas 1 buku per 1 siswa per mapel/ tema Sesuai kebutuhan

Platform Pengadaan barang/jasa sekolah secara daring melalui platform SIPLah

Sekolah wajib memenuhi kebutuhan buku teks (UU No.3/2017) dengan buku yang telah
ditelaah/dinyatakan layak oleh Kementerian/BNSP (Permendikbud 8/2016). Pengadaan
dilakukan secara daring melalui platform SIPLah (Permendikbud 3/2019)
ARSITEKTUR BISNIS SIPLah
Pengguna SIPLah
(Pelaku Usaha)

Penjualan
Identitas
MITRA SIPLah
(Mitra Sistem Pembayaran)

Barang/Jasa
Anggaran

Pemilik SIPLah
(UKPBJ Kemendikbud) Realisasi
Non Tunai

Pembelian
Pengawasan
Marketplace Pengguna SIPLah
Pengguna SIPLah (Sekolah)
(Direktorat Teknis Kemendikbud) MITRA SIPLah
(Mitra Sistem Pasar Daring)

15 MARET 2019
15:41 WIB
Informasi Selanjutnya
 Status saat ini: Kemendikbud sedang proses pemilihan mitra

Platform SIPLah pasar daring (e-market place).


 Platform SIPLah akan tersedia paling lama pada tanggal 1 juli
2019. Sekolah sudah mulai pembelian.
 Sekolah diharapkan mengarahkan toko/penyedia eksisting saat ini
untuk mendaftarkan ke platform SIPLah

 Status Saat ini: Kemendikbud sedang proses pemilihan katalog


Pemesanan Buku elektronik untuk buku teks pendamping.
 Pemesanan sudah bisa dilakukan pada tanggal 1 juli 2019

Kemendikbud akan mengeluarkan Surat Edaran Kementerian


Informasi Lain Pendidikan dan Kebudayaan atas pelaksanaan pengadaan
barang/jasa sekolah melalui platform SIPLah
Calon Mitra SIPlah
Question & Answer
Pertanyaan Jawaban
Bagaimana Dinas Pendidikan dapat  Pengembangan sistem diharapkan memperbaiki data base pengadaan
memperoleh laporan PBJ Sekolah? sekolah, sehingga meningkatkan transparansi.
 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang mengembangkan
dashboard yang bisa diakses oleh para pemangku kepentingan, termasuk
Dinas Pendidikan.
Apakah pengelola e-market place Pengelola e-market place tidak dapat mengenakan biaya administrasi dalam
mengenakan biaya administrasi? bentuk apapun, baik kepada sekolah dan/atau penyedia barang-jasa.
Apakah harga yang ditampilkan termasuk Iya, harga yang dibayar sekolah merupakan harga barang sampai di sekolah
biaya pengiriman? (sehingga masuk biaya pengiriman)
Kapan sekolah melakukan pembayaran? Sekolah melakukan pembayaran setelah dilaksanakan penerimaan barang/jasa
yang dilengkapi dengan BAST
Kapan penyedia menerima pembayaran Sekolah membayar ke rekening marketplace, marketplace mentransfer ke
dari sekolah? Penyedia barang/jasa paling lama 24 jam setelah dilakukan pembayaran oleh
sekolah.
Bagaimana bila sekolah tidak menemukan Dalam hal sekolah tidak menemukan calon penyedia potensial dalam platform
calon penyedia potensial dalam platform SIPLah, sekolah membantu/ menginfokan calon penyedia yang sekolah ketahui
SIPLah? untuk melakukan pendaftaran pada laman Marketplace.
Bagaimana kaitan SIPLah dengan RKAS SIPLah adalah bagian dari elektronifikasi dana BOS, Kemendikbud secara
Apps. dan pembayaran non Tunai? bertahap akan integrasi dengan RKAS Apps. dan pembayaran non-tunai.
Question & Answer
Pertanyaan Jawaban
Bagaimana jika barang yang dibutuhkan Terkait pengadaan mesin seperti itu akan lebih baik jika penjual yang
sekolah tidak masuk dalam kategori direkomendasikan atau bahkan sudah dipercaya oleh sekolah dibantu oleh
barang yang disediakan market place yang sekolah-sekolah bersangkutan untuk mendaftarkan diri ke market place yang
terintegrasi dengan SIPLah? Seperti menjadi mitra SIPLah ini.
contohnya, di sekolah kami dibutuhkan
mesin untuk praktek siswa STM yang tidak
umum dijual di market place terutama
yang bernilai hampir 200 juta?
Bagaimana sistem pembayaran yang  Pembayaran nantinya akan dilakukan sekolah setelah adanya penerimaan
nantinya harus dilakukan oleh pihak barang/jasa ke sekolah yang memesan. Pembayaran dapat dilakukan melalui
sekolah? Apakah harga yang tercantum di Bank daerah maupun platform lainnya yang disediakan oleh market place mitra
e-marketplace nantinya akan termasuk SIPLah. Dalah hal pembayaran, Kemdikbud hanya menjembatani sekolah,
pajak-pajak yang harus sekolah laporkan? BPD, dan market place serta melakukan pengawasan dalam pelaporannya.

 Harga yang terantum nantinya sudah all-in dengan pajak dan ongkos kirim,
nantinya juga akan ada rincian jumlah PPn, maupun besaran ongkos kirim yang
dibutuhkan. Mengenai pelaporannya, sekolah tetap harus melaporkannya
karena termasuk dalam penggunaan dana BOS, namun disini, sekolah akan
lebih dimudahkan karena semua data pajak terekam dalam sistem, sehingga
sekolah tinggal cetak untuk melapor, dan dapat diakses sewaktu-waktu dengan
ID sekolah.
Question & Answer
Pertanyaan Jawaban
Bagaimana jika pengadaan yang kami Aplikasi memang termasuk aset tak berwujud (ATB) yang dapat juga dimunculkan
butuhkan di sekolah pariwisata untuk diadakan di market place mitra SIPLah. Akan lebih baik jika sekolah-
merupakan hal yang tidak berwujud sekolah yang membutuhkan ATB seperti sekolah pariwisata ini juga membantu
seperti software dan lain-lain, karena yang mendorong aplikasi-aplikasi rekomendasi dan terpercaya untuk mengajukan
sering kami butuhkan untuk diadakan pendaftaran ke market place mitra SIPLah, sehingga resiko sekolah untuk tertipu
justru aplikasi terkait pariwisata? oleh aplikasi yang tidak resmi dapat ditekan.

Bagaimana jika perangkat sekolah (kepala Dipersilahkan mendaftar, selama dalam kepengurusannya tidak tercantum nama
sekolah maupun bendahara sekolah) perangkat sekolah.
mendaftarkan diri ke market place mitra
SIPLah?
• Berkaitan dengan penggunaan SIPLah, • Akan dikeluarkan SE mengenai kewajiban sekolah untuk menggunakan SIPLah
pernyataan dari Kemdikbud bersifat dalam pengadaan barang dan jasa secara daring.
mewajibkan (mandatory) atau hanya
bersifat menganjurkan kepada sekolah?
Question & Answer
Pertanyaan Jawaban
Jika toko penedia yang telah menjadi Tidak akan memperlambat proses PBJ, melainkan SIPLah dapat mempercepat
rekanan sekolah harus menggunakan proses PBJ hingga laporannya, apabila terdapat kebutuhan yang bersifat mendesak
SIPLah untuk berjualan, apakah nantinya SIPLah sangat membantu untuk proses PBJ yang akan dilakukan dikemudian hari.
tidak memperlambat?
Kalau bisa belanja langsung, kenapa harus Berikut keuntungan menggunakan SIPLah:
menggunakan online? 1. Transparansi proses PBJ
2. Memudahkan laporan PBJ, karena sudah online
3. Meningkatkan pertanggungjawaban belanja
4. Mengurangi potensi dan ruang untuk kecurangan serta penyalahgunaan
wewenang
Bagaimana cara untuk mengarahkan UKM Sekolah mensosialisasikan bahwa sekolah sudah wajib untuk melakukan PBJ
sekitar sekolah untuk mendaftarkan diri ke secara daring, sehingga para penyedia barang/jasa wajib mendaftarkan ke platform
marketplace? SIPLah agar sekolah dapat melakukan transaksi ke penyedia barang/jasa tsb.

Bagaimana jika sekolah ingin melakukan Jika ada toko yang menjual bahan bangunan kedalam SIPLah bisa saja. Akan tetapi
perbaikan pada plafon sekolah? Apakah jika sekolah melakukan rehab dalam bentuk jasa borongan ini tidak dapat dilakukan
pembelian bahan bangunan ada dalam di SIPLah
SIPLah?
Didaerah ini masih susah untuk koneksi Akan diterbitkan SE Dirjen tentang kewajiban pembelanjaan sekolah secara online
internet ini menjadi tanggung jawab siapa? yang dikecualikan daerah-daerah tertentu. Saat ini, sedang dibahas syarat-
syaratnya seperti masalah internet dan listrik salah satunya.
QuestionPertanyaan
& Answer Jawaban
Bagaimana dengan user login. Apakah pakai login yang user tidak membuat akun baru tapi menggunakan user
sudah ada (dapodik) atau bagaimana ?u password yang digunakan pada sistem dapodik yang sudah
ada
Bagaimana dengan sekolah yang memiliki akses internet Iya sebagian daerah tidak stabil koneksi inet nya. Solusinya
yang terbatas ? bisa numpang kantor instansi pemerintah setempat untuk
koneksi inet. Terdapat daftar sekolah yang tidak diwajibkan
menggunakan SIPLah.
Kemudian dalam penggunaan SIPLah nanti yang penanggungjawab akun adalah si pemilik akun meskipun yang
menggunakan sistemnya operator yang lebih paham menggunakan orang lain. Jd tidak boleh menyuruh orang lain
komputer. Bukan kepala sekolah atau bendahara itu sendiri menggunakan akun kepsek dan bendahara tanpa diawasi
? dengan ketat. Tetap direkomendasikan harus kepsek dan
bendahara sendiri yg menggunakan sistem siplah
Apakah securitynya akan menggunakan autentikasi Ada rencana ke arah sana
tambahan seperti token atau sms ?
Bagaimana mengatasi “orang dalam” sekolah sendiri yang SIPLah sedang dalam tahap pengembangan dan sedang
berlaku sebagai vendor itu sendiri. Bagaimana cara menginventarisir kemungkinan fraud. Dalam membangun
mengatasinya? sistem pencegahan fraud, kita harus tahu dulu potensi fraud yg
sdh terjadi. Sehingga bisa dibangun sistem pencegahan fraud
yang sebanding dengan potensi yang mungkin terjadi. Jd bukan
sekedar asumsi
Apakah tingkat kemahalan barang akan menjadi masalah Auditor harus diberikan sosialisasi sehingga mempunyai
Question & Answer
Pertanyaan Jawaban
Kepala sekolah harus tetap koordinasi Koordinasi tetap dilakukan oleh kepala sekolah dan bendahara dalam melakukan
dengan bendahara dalam merencanakan perencanaan, yang dimaksud dengan kewenangan yang sama disini adalah
realisasi BOS? dalam system pengadaan sekolah terutama dalam marketplace sama-sama untuk
belanja
Pada e-katalog laporan yang akan SIPLah tetap mengikuti peraturan yang tertuang dalam juknis BOS, apabila
dilaporkan harus semua di cetak, memang harus menyertakan hardcopy sebagai bentuk laporan, maka hardcopy
sehingga meenghasilkan hardcopy yang tersebut harus di cetak.
tebal dimana fungsi onlinenya? Apakah
SIPLah sama seperti itu?
Apakah terdapat link khusus untuk Ya, akan ada fitur khusus untuk SIPLah dalam setiap pasar daring yang telah
pendaftaran penyedia barang/jasa? bekerjasama dengan SIPLah

Apa bukti belanja untuk pembelian barang Untuk bukti belanja diatas 50jt silahkan merujuk ke juknis BOS, saat ini SIPLah
diatas 50jt? baru memberlakukan maksimal transaksi hingga 50jt
Question & Answer
Pertanyaan Jawaban
Pencairan dana BOS tidak jarang Mengenai keterlambatan pencairan dana BOS, kami telah bekerjasama dengan
mengalami keterlambatan, lalu bagaimana beberapa BPD yang bersedia untuk membantu memberikan “dana talangan” bagi
jika pembelanjaan pengadaan barang dan sekolah, dalam surat edaran (SE) yang sedang kami susun juga akan ada
jasa sekolah dengan SIPLah ini juga ada pengaturan lebih lanjut mengenai Dana BOS dalam bentuk cashless. Sehingga
keterlambatan pembayaran dari kami? diharapkan dengan sudah online-nya proses pengadaan ini akan terwujud
pencapaian mutu pendidikan di sekolah-sekolah beriringan dengan penerapan
prinsip good governance.
Jumlah toko penyedia di e-marketplace ini Bagi toko-toko penyedia yang bergabung dengan e-marketplace mitra SIPLah ini
kan akan banyak dan berasal dari akan diwajibkan mengumpulkan beberapa persyaratan dan akan tercatat secara
berbagai daerah di Indonesia, bagaimana resmi, sehingga dapat terpantau. Namun tentunya akan lebih baik jika sekolah
jika sekolah kami berbelanja di toko mendorong usaha-usaha kecil ataupun menengah yang telah memiliki trust
penyedia yang tidak kami kenal, apakah dengan sekolah untuk mendaftar ke e-marketplace mitra SIPLah.
ada jaminan?
Question & Answer
Pertanyaan Jawaban
Dikarenakan program SIPLah ini baru dapat Terkait dengan pembelanjaan yang telah berjalan tidak ada masalah,
berjalan di tahun ajaran yang ada ditengah- penggunaan SIPLah yang baru dapat diakses pada tahun ajaran baru ini
tengah tahun, tentu sekolah sudah dapat digunakan untuk membelanjakan barang ataupun jasa yang belum
membelanjakan kebutuhan pengadaan terbeli ataupun direncanakan untuk tahun ajaran berikutnya. Terkait item
disekolah masing-masing, maka bagaimana yang ingin dibelanjakan namun di luar dar perencanaan yang sudah dibuat,
mekanismenya? Juga bagaimana jika sekolah diharuskan kembali ke pengisian secara manual.
barang/jasa yang ingin dibelanjakan belum
termasuk dalam perencanaan RKAS?
SIPLah ini kan menggunakan online system, Terkait kewajiban penggunaan, sedang didiskusikan dalam penerbitan SE,
tentunya membutuhkan perangkat yang baik. yang akan lebih jelas mengatur mengenai sekolah dengan persyaratan
Sedangkan di Kalimantan Barat khususnya seperti apa yang akan diwajibkan untuk melaksanakan pengadaan melalui
Sambas masih dalam keadaan yang jauh dari SIPLah, juga sekolah seperti apa yang tidak diwajibkan. Penerapan SIPLah
cukup baik untuk mengakses internet. ini tentu tidak akan terwujud secara instan mengingat kondisi sekolah di
Bagaimana jika sekolah-sekolah seperi ini seluruh daerah di Indonesia yang belum merata.
diwajibkan mengikuti program ini Juli nanti?
Terlebih, sekolah-sekolah dipedalaman yang
belum mampu mengkategorisasikan barang
ataupun jasa yang dapat dibelanjakan secara
daring ini, bagaimana langkah yang akan
dilakukan oleh Kemdikbud?
Question & Answer
Pertanyaan Jawaban
Program SIPLah ini akankah berperan SIPLah ini sendiri merupakan standarisasi sistem terkait pengelolaan dana
sebagai penengah atau jembatan antara pendidikan dalam pembelanjaan baran/jasa, nantinya akan ada 4 (empat)
kami dengan e-marketplace dan penyedia layanan/fitur yang dapat mempermudah sekolah, diantaranya proses registrasi
barang/jasa? (login) dengan indentitas sekolah yang telah terhubung degnan Dapodik,
pelaporan penggunaan anggaran serta realisasinya yang berkaitan dengan
RKAS, dan membantu fungsi pengawasan Kemendikbud kepada pencapaian
peningkatan mutu pendidikan.
SIPLah ini tentunya akan melibatkan toko- Melalui SIPLah ini Kemendikbud justru berusaha untuk mengutamakan peran
toko penyedia mulai dari usaha sekolah dalam mendorong toko-toko penyedia sekitar sekolah untuk mendaftar
menengah, kecil, maupun perusahaan dengan proses pendaftaran ke e-marketplace yang akan dikemas dengan tidak
besar di Indonesia. Untuk hal tersebut, mempersulit mereka. Telah didiskusikan pula dengan para calon e-marketplace
tentunya akan berpotensi menimbulkan calon mitra SIPLah bahwa tidak diperbolehkan adanya iklan atau sistem yang
monopoli pasar bagi penyedia yang merekayasa toko-toko besar untuk muncul sebagai “top search” di laman e-
cenderung sudah besar dan dikenal, marketplace, dengan begitu diharapkan penyedia usaha kecil, menegngah,
apakah Kemendikbud telah mapun besar dapat bersaing secara fair. Tentunya, toko penyedia di sekitar
mengantisipasi potensi dampak hal sekolah di daerah dapat berpeluang lebih besar untuk dipilih karena telah memiliki
tersebut yang akan mematikan usaha- trust dengan sekolah.
usaha kecil di sekitar sekolah-sekolah di
daerah?
Question & Answer
Pertanyaan Jawaban
Dalam pembelanjaan tentunya akan Pelaporan secara fisik memang tetap harus dilakukan sekolah, terkait dengan
dibutuhkan SPJ yang harus penandatanganan SPJ, pihak ketiga nantinya akan mencetak dan mengirimkan
ditandatangani oleh pihak ketiga (toko SPJ yang telah ditandatangani ke sekolah. Namun terkait pedoman teknis
penyedia), bagaimana dengan hal penggunaan SIPLah ini sedang kami susun dan akan diberitahukan lebih lanjut
tersebut? jika sudah selesai.

Beberapa waktu yang lalu sebelum Para toko penyedia nantinya akan terikat dengan punishment berupa sanksi,
mengetahui adanya SIPLah oleh denda, ataupun kontrak yang dapat mengikat komitmen mereka.
Kemendikbud ini, sekolah kami melakukan
pembelanjaan buku dengan salah satu e-
marketplace terkait buku. Namun setelah
kami melakukan pembayaran, buku yang
dipesan tidak kunjung datang dan secara
tiba-tiba toko penyedia melakukan
pembatalan pesanan. Bagaimana jika hal
seperti ini kembali terjadi dalam
penerapan SIPLah?
Question & Answer
Pertanyaan Jawaban
Terkait pelaporan pengelolaan dana BOS Kemendikbud akan bekerjasama dengan satker dan aparat penegak hukum
ini kan melibatkan BPK, Dinas setempat, (APH) terkait agar tidak mempersulit sekolah. Nantinya Kemdikbud akan
dan satuan kerja (satker) lainnya. Akankah memberikan ID dan password, sehingga pihak-pihak yang berkaitan dengan
Kemendikbud melakukan koordinasi pelaporan hanya perlu mengakses data-data yang dibutuhkan karena semua
dengan instansi-instansi tersebut? Hal dapat diakses secara online. Namun tentunya satker dan APH tersebut harus
tersebut dikarenakan masing-masing mengikuti ketentuan dan pedoman yang dibuat oleh Kemdikbud.
instansi tak jarang meminta laporan
secara tergesa-gesa, sedangkan sekolah-
sekolah di daerah mayoritas memiliki SDM
dengan kualitas yang tidak merata.
Dalam Dinas pendidikan kami terdapat Kedepannya kami kemendikbud akan mengintegrasikan layanan elektronik yang
sistem informasi yang serupa dengan kami miliki dengan dasar hukum SPBE dinamakan e-pendidikan, yang akan
RKAS, apakah dimungkinkan jika SI kami kembali ditinjau untuk menyatukan layanan-layanan online serupa dengan
yang telah ada berintegrasi dengan instansi lain.
SIPLah ini?
Question & Answer
Pertanyaan Jawaban
Belanja yang paling besar jumlahnya Untuk pembelanjaan dengan range harga > Rp10jt <= Rp50jt tetap mengikuti
adalah buku dan komputer tetapi masih ketentuan yang tertuang dalam juklak BOS, yaitu melampirkan NPWP, Spesifikasi
dibawah 50 juta rupiah, bagaimana Teknis, Harga perkiraan, Kuitansi Pembayaran, dan Berita Acara serah terima.
ketentuannya terkait kelengkapan Semua realisasi yang dilakukan menggunakan SIPLah tetap mengiktui peraturan
dokumen dari perbelanjaan tersebut? yang tertuang dalam juklak BOS.
Bagaimana mekanisme pembayaran yang Berdasarkan juklak BOS, dijelaskan bahwa pembayaran dapat dilakukan apabila
terdapat dalam SIPLah, melihat sekolah barang/jasa sudah diterima oleh pihak sekolah beserta BAST nya.
selalu telat dalam penerimaan dana BOS? SIPLah memberlakukan pembayaran dengan metode non tunai yang nantinya
(Dana BOS triwulan 1 diterima pada pembayaran akan dilakukan oleh BPD dengan bekerjasama dengan CMS (Cash
triwulan II) Management System). Kemudian akan diteruskan kepada penyedia barang/jasa
dalam kurun waktu maksimal 24 jam setelah barang diterima oleh sekolah.
Question & Answer
Pertanyaan Jawaban
Terkadang sekolah pada saat Pembelanjaan tersebut dapat dilakukan apabila terdapat penyedia barang/jasa
melaksanakan rapat yang bersifat tersebut yang terdaftar dalam SIPLah dengan letak tidak jauh dari sekolah.
mendadak, memerlukan konsumsi yang Apabila tidak terdapat penyedia yang menyediakan barang/jasa dalam SIPLah
cepat dalam pembeliannya. Melihat sesuai dengan kebutuhan sekolah, maka sekolah dapat melakukan dua acara,
kebutuhan tersebut apakah dapat yaitu:
dilakukan menggunakan SIPLah? 1.Sekolah mengajak penyedia barang/jasa yang terdekat dengan sekolah untuk
bergabung atau mendaftarkan usahanya kedalam SIPLah. (sebagai solusi jangka
panjang)
2.Apabila memang tidak terdapat penyedia barang/jasa dalam SIPLah yang
letaknya berdekatan dengan sekolah maka sekolah dapat melakukan realisasinya
dengan cara luring.
Apakah terdapat batasan harga untuk Batasan harga untuk melakukan belanja barang/jasa dalam SIPLah saat ini
berbelanja dalam SIPLah? Apakah belanja adalah berkisar <= Rp50jt. Artinya sekolah dapat melakukan perbelanjaan dalam
dalam SIPLah bisa dilakukan apabila SIPLah dengan harga dibawah 10jt.
harga barang/jasa dibawah 10jt?

Sekolah kadang merasa kesulitan untuk SIPLAh akan memberikan fitur pajak dalam pasar daring dalam setiap transaksi
membedakan penyedia barang/jasa yang yang memang memerlukan pajak sesuai dengan ketentuan yang berlaku di
wajib pajak/belum. Bagaimana solusinya? sekolah.
Question & Answer
Pertanyaan Jawaban
Apakah perbedaan SIPLah dengan Yang membedakan SIPLah dengan pasar daring pada umumnya adalah
marketplace pada umumnya? terdapatnya fitur pajak dan memberlakukan pembayaran kepada penyedia
setelah barang diterima dengan baik oleh sekolah.
Harga barang/jasa yang tersedia Saat ini SIPLah belum terdapat fitur untuk membandingkan harga antar pasar
diberbagai pasar daring pasti akan sangat daring, namun perbandingan harga dan penyedia barang dapat dilakukan dalam
beragam, bagaimana cara satu pasar daring.
membandingkannya untuk mendapatkan
harga yang paling sesuai?

Apabila barang/jasa yang sudah dibeli Sekolah dapat mengalihkan perbelanjaan yang ditolak penyedia yang kehabisan
oleh sekolah ditolak oleh penyedia stok barangnya kepada penyedia yang lain.
barang/jasa dengan alasan kehabisan
stok, bisakah sekolah mengalihkan
pembelanjaan tersebut kepada penyedia
lain?
Question & Answer
Pertanyaan Jawaban
Apakah aplikasi ini dibuat sendiri karena Tidak, SIPLah ini bukan aplikasi sendiri melainkan kerjasama dengan
kalau RKAS kan dibuat sendiri? marketplace yang nantinya di marketplace ada menu tersendiri untuk SIPLah dan
akan terintegrasi dengan RKAS.
Untuk belanja buku , apakah sistem Iya, termasuk belanja buku. Untuk pembayaran dapat dilakukan setelah barang
pembayarannya didepan atau bayar sudah diterima sekolah dengan keadaan baik dan sesuai dengan pesanan.
dibelakang?
Berarti kalau sudah ada SIPLah sudah Seharusnya sudah aman karena informasi untuk laporan sudah lengkap baik dari
aman dari BPK ya? riwayat pencarian toko, perbandingan harga, negosiasi , bukti pembelian, pajak,
dan sebagainya.
Tanggung jawab pembelanjaan ini ada di Tanggung jawab pembelanjaan tetap ada di kepala sekolah.
kepala sekolah dan bendahara?
Untuk buku teks dimulai 1 juli dan untuk 1 juli aplikasi ini sudah dapat digunakan, jika belum siap bisa membeli secara
anggaran buku ada di triwulan ketiga offline.
sedangkan dimulai pengadaan buku di
triwulan kedua dan bagaimana penyedia
buku bagaimana karena penyedia buku
sudah mepet ke sekolah terus?
Question & Answer
Pertanyaan Jawaban
Ketika kita mau memilih barang terpacu Akan diterbitkan SE Dirjen terkait penggunaan dana. Wewenang dana adalah
dengan di RKAS jika ada kelebihan dana wewenang Pemda untuk RKAS sama dengan manual. Sesuai dengan kebijakan
bagaimana? daerah masing-masing.
Apakah Kemendikbud memberikan Iya, nanti akan ada Surat Edaran (SE) dari Kemendikbud.
pengumuman mengenai mitra dari SIPLah
yang terdaftar?
Apakah saat membeli barang harganya Iya nanti harga maksimalnya akan terkunci dari harga yang sudah diiisi didalam
sudah terkunci dengan RKAS yang kita RKAS.
isi?
Jika sudah menggunakan SIPLah tidak Tidak perlu karena sudah tercatat semuanya di dalam sistem.
perlu dokumen lainnya?

Untuk buku bagaimana kalau yang Jika barang/buku diterima sekolah tidak lengkap/cacat dapat dikembalikan ke
diterima sekolah hanya sampulnya saja toko. Sedangkan untuk ongkir ditanggung oleh toko karena syarat dan ketentuan
seperti tahun kemarin? Dan untuk belanja di marketplace dibayar setelah barang sudah sesuai dengan pesanan.
pengembalian barang ongkir ditanggung Panduan detail terkait penggunaan SIPLah akan diterbitkan berupa Surat Edaran
siapa? (SE).
Question & Answer
Pertanyaan Jawaban
Jika ada kegiatan biasanya ada konsumsi Jika toko tersebut sudah masuk kedalam SIPLah nanti akan ada invoice/bukti
dan perlu adanya bukti itu bagaimana? pembelian yang dapat dijadikan bukti untuk pelaporan.

Jika sekolah sudah mengisi harga di Biasanya sudah ada standar harga di masing-masing daerah, namun bila
RKAS tapi harganya lebih mahal itu memang harga lebih tinggi maka dilakukan revisi pada RKAS dan pembelian
bagaimana? Kan kalau manual jika dapat dilakukan pada tahun berikutnya saat dana mencukupi
harganya lebih tinggi dapat diajukan
untuk pengadaan selanjutnya setelah
RKAS diperbaiki, kalau menggunakan
SIPLah bagaimana?
Akun sekolah login di marketplace menggunakan SSO dari Dapodik
bagaimana?
Untuk toko di SIPLah kenapa tidak Bisa saja seperti itu, akan tetapi biasanya yang sudah terdaftar di e-katalog LKPP
disamakan dengan e-katalog yang ada di merupakan toko-toko besar sedangkan SIPLah ini terfokus untuk memajukan
LKPP agar tidak ada ruang untuk toko- UKM disekitar sekolah seperti toko kelontong atau toko perorangan dikhawatirkan
toko yang sudah di blacklist oleh LKPP jika hanya menggunakan toko-toko yang ada di e-katalog UKM disekitar sekolah
untuk dapat mendaftar lagi di SIPLah akan mati.
karena pusat tidak dapat mengontrol
sampai ke daerah.
Masukan/Usulan
Usulan
Untuk sekolah regular gampang dalam mendapatkan bukunya akan tetapi untuk kami (SLB) untuk buku sangat
susah didapat. Jadi kami mengunduh dari buku umum yang dapat dipakai. Akan tetapi, buku umum ini terlalu
tinggi pelajarannya untuk anak SLB dan kami sudah mencari sampai ke pusat akan tetapi masih susah juga.
Sehingga kalau bisa di SIPLah sebaiknya juga ada untuk buku bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Untuk toko yang sudah masuk ke dalam blacklist e-katalog LKPP diharapkan tidak dapat mendaftar juga di
SIPLah ini.
Potensi-potensi kerugian perlu didiskusikan lebih lanjut agar tidak merugikan semua pihak yang terlibat dalam
penerapan SIPLah.
SIPLah ini nantinya akan berintegrasi dengan sistem perencanaan RKAS, namun sebuah perencanaan tentu
akan mengalami perubahan, seperti penambahan item yang akan dibelanjakan. Penambahan seperti ini akan
membutuhkan rekomendasi dinas setempat. Diharapkan inovasi SIPLah ini tidak justru akan membingungkan
perangkat sekolah maupun dinas setempat dalam berkoordinasi.
TERIMA KASIH