Anda di halaman 1dari 6

ABSTRAK

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA)


TERHADAP KADAR TRIGLISERIDA PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) YANG
DIINDUKSI DENGANDIET TINGGI LEMAK
Tannia Rizkyka Irawan1, Joko Anggoro2, Seto Priyambodo 2
1Mahasiswa Program Pendidikan S-1 Kedokteran Umum FK Universitas Mataram

2Staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Mataram

Latar Belakang: Penyakit jantung koroner menempati urutan pertama dalam 10 besar penyebab
kematian di Indonesia. Sebagai usaha preventif, kulit kacang tanah telah berkembang menjadi
alternatif pencegahan penyakit kardiovaskular. Kandungan aktif kulit kacang yaitu luteolin bertindak
sebagai antioksidan dan mempengaruhi metabolisme trigliserida. Untuk membuktikan hal tersebut,
kami bertujuan untuk meneliti pengaruh pemberian ekstrak kulit kacang tanah (Arachis hypogaea)
terhadap kadar trigliserida tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi diet tinggi lemak.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat eksperimental post-test only control
group design. Hewan coba yang digunakan adalah tikus putih (Rattus norvegicus) sebanyak 30 ekor.
Tikus putih dibagi menjadi 5 kelompok, terdiri dari kelompok kontrol negatif (KN) yang diberi pakan
konsentrat, kelompok kontrol positif (KP) yang diberikan dosis simvastatin 0,9 mg/kgBB/hari, dan tiga
kelompok perlakuan tiga rentang dosis 300 mg/kgBB/hari, 600mg/kgBB/hari, dan 1200 mg/kgBB/hari
secara oral. Sebelum dilakukan perlakuan, seluruh hewan coba kecuali kelompok KN diinduksi diet
tinggi lemak dengan dosis 10 mg/hari. Perlakuan dilakukan selama 19 hari. Sambel darah diambil
melalui intrakardiak, setelah terlebih dahulu dipuasakan selama 12 jam. Data kemudian diolah
dengan uji statistik One Way ANOVA.
Hasil : Berdasarkan data yang diperoleh, didapatkan hasil yang bermakna (p<0,05) antar
kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p=0,01), yakni antar kelompok KN dan P3 (p= 0,043), KP
dan P2 (p=0,03), P2 dan P3 (p=0,02).
Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak kulit
kacang (Arachis hypogaea) sebanyak 1200 mg/kgBB/hari secara oral selama 19 hari memiliki
pengaruh bermakna terhadap kadar trigliserida tikus putih (Rattus norvegicus).
Kata kunci: ekstrak kulit kacang tanah, diet tinggi lemak, trigliserida, Rattus norvegicus

Pendahuluan
Saat ini, sepertiga dari seluruh penyebab kematian di dunia ditempati oleh penyakit
kardiovaskular dengan penyakit jantung koroner sebagai penyebab nomor satu yaitu sebesar 60%
dari populasi. Hal ini juga disebabkan oleh adanya faktor resiko seperti hipertensi, merokok, diabetes
mellitus, dislipidemia dan obesitas yang merupakan enam penyebab teratas penyebab kematian
global. (Wong, 2014). Data yang diperoleh dari American Heart Association (AHA) pada tahun 2011,
menunjukkan angka insiden mortalitas sebesar 35,3% (864.480 orang dari 2.448.017 orang yang
meninggal) pada tahun 2005 atau satu dari 2,8 kematian di Amerika (AHA, 2011). Di Indonesia,
prevalensi penyakit kardiovaskular meningkat sangat pesat. Data yang diperoleh dari WHO di
dalam Mortality Country Fact Sheet menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner menempati
urutan pertama 10 besar penyebab kematian di Indonesia sebesar 14% pada tahun 2002, dan
menurut WHO pada tahun 2011 penyakit kardiovaskular di Indonesia meningkat menjadi 30%
dari populasi.
Penyakit jantung koroner adalah penyakit yang disebabkan karena adanya pembentukan
plak di dalam lumen arteri koroner, sehingga menyebabkan turun nya suplai oksigen otot jantung.
Penyakit jantung koroner sangat erat kaitan nya dengan atherosklerosis. Hal ini dibuktikan dengan
pemberian diet tinggi lemak jenuh dan kolestrol pada manusia, didapatkan akumulasi lipoprotein pada
lapisan intima pembuluh darah yang akan berkembang menjadi plak. Apabila plak ini terbentuk pada
lapisan intima arteri koronaria, maka vaskularisasi akan terganggu dan timbul kondisi jantung yang
iskemik (Libby, 2011). Dapat disimpulkan bahwa salah satu etiologi yang sangat mendasar pada
atherosclerosis adalah adanya dislipidemia. Dislipidemia ditandai dengan adanya peningkatan profil
lipid dimana salah satu panel yang digunakan untuk menegakkan diagnosis dislipidemia adalah kadar
trigliserida serum.
Saat ini, tatalaksana hipertrigliseridemia secara farmakologis adalah dengan pemberian
derivat statin yakni simvastatin, fibrat, maupun niasin. Akan tetapi tidak semua orang dapat
menggunakannya mengingat beberapa faktor yang membatasi penggunaannya yakni efek samping
obat, kontraindikasi terhadap penyakit tertentu, serta ketersediannya. Dari kenyaataan tersebut
masyarakat mencoba memanfaatkan berbagai macam keanekaragaman hayati yang berasal dari
alam untuk mengatasi masalah kesehatannya dan beberapa tumbuhan tersebut memiliki kandungan
kaya antioksidan yang dapat mencegah maupun mengobati aterosklerosis.
Kulit kacang tanah (Arachis hypogaea) yang biasa menjadi limbah pengolahan kacang tanah
oleh masyarakat diduga memiliki aktifitas antioksidan, yaitu salah satu jenis flavon, yakni luteolin
yang berguna untuk mencegah perkembangan plak aterosklerosis (Birari et al, 2007), kandungan
apha lipase inhibitor yang mengurangi penyerapan lemak, sehingga memiliki efikasi yang serupa
dengan orlistat (Moreno, 2006).
Penelitian yang dilakukan Yu, et al (2007) dalam Syafi’i (2010) membuktikan bahwa ekstrak
etanol kulit kacang mampu menjadi antioksidan lebih ampuh dari vitamin C. Hasil penelitian tersebut
menunjukkan kadar dalam persen penangkap radikal (%) oleh 2,5mM ekstrak kulit kacang tanah
adalah sebesar 40-95%, sedangkan untuk vitamin C kurang lebih 45%. Karena aktivitas
antioksidannya yang kuat, maka limbah kulit kacang tanah ini sangat mungkin untuk diarahkan ke
pencegahan progresifitas penyakit kardiovaskuler dalam hal ini untuk mengurangi kadar radikal
bebas yang menjadi penyebab utama penyakit tersebut beserta komplikasiya

Metode Penelitian
Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental melalui percobaan laboratorium.
Rancangan percobaannya menggunakan rancangan randomized control group post test design
dengan pengambilan data sebelum dan setelah perlakuan (Post Test Control Group Design).
Kelompok dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan, dan dua kelompok kontrol.
Kelompok perlakuannya adalah kelompok tikus putih jantan galur wistar yang diberikan ekstrak kulit
kacang tanah yang dibedakan berdasarkan dosis pemberian (jumlah pemberian ekstrak kulit kacang
tanah dalam gram setiap harinya). Kelompok kontrol normalnya adalah kelompok tikus putih jantan
galur wistar yang diberikan pakan standar dan tanpa perlakuan. Kelompok kontrol positifnya adalah
kelompok tikus putih jantan galur wistar dengan hiperkolesterol dengan pemberian simvastatin.
Setiap kelompok terdiri dari 5 unit sampel, sehingga diperoleh 30 ekor tikus putih jantan galur wistar
sebagai perlakuan. Kelompok sampel pada penelitian ini dibagi menjadi dua kelompok besar, yaitu
kelompok kontrol (kontrol normal dan kontrol positif) dan kelompok perlakuaan pemberian ekstrak
kulit kacang tanah. Kelompok control terdiri dari kelompok kontrol normal dan kelompok kontrol
positif. Kelompok kontrol normal adalah kelompok tikus yang tidak mengalami hipekolesterol dan
diberikan pakan standar tanpa perlakuan. Sedangkan kelompok kontrol (+) adalah kelompok tikus
yang mengalami hiperkolesterol dan diberikan simvastatin dengan dosis1,8mg/kg BB/hariselama 19
hari. Kelompok perlakuan pemberian ekstrak kulit kacang tanah terdbagi menjadi tiga kelompok
dengan rentang dosis 300 mg/kgBB/hari, dosis 600 mg/kgBB/hari selama 19 hari, dan dosis 1200
mg/kgBB/hari selama 19 hari.
Dosis ekstrak kulit kacang tanah yang diberikan pada sampel tikus putih jantan dimulai dari 300
mg/kgBB/hari. Dosis ini dipilih berdasarkan penelitian tentang ekstrak kulit kacang tanah pada tikus
putih dengan diet tinggi lemak sebelumnya (Utami LNS et al., 2014).

Hasil Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama 4 bulan, 25 Agustus sampai dengan 3 November 2015
menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus), berjenis kelamin jantan, dengan galur Wistar, berumur
18-20 minggu, dan memiliki berat badan 200-250 gram. Sampel didapatkan dari Universitas
Brawijaya Malang melalui Laboratorium Fakultas Kedokteran Unram pada bulan Juli 2015. Sampel
penelitian berjumlah 25 ekor tikus, yang dibagi menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri
dari 5 ekor tikus perlakuan dan 1 ekor cadangan. Kelompok tersebut terdiri dari kelompok perlakuan
yaitu kelompok kontrol negatif (KN) yang hanya diberikan pakan konsentrat saja, kelompok perlakuan
I (P1) yang diberikan ekstrak kulit kacang tanah sebesar 300mg/kgBB/hari, kelompok perlakuan II
(P2) dengan dosis ekstrak kulit kacang 600mg/kgBB/hari, kelompok perlakuan III (P3) dengan dosis
ekstrak kulit kacang 1200 mg/kgBB/hari, dan kelompok perlakuan IV (P4) yang diberikan simvastatin
dengan dosis 0,9 mg/kgBB/hari.
Sebelum diberikan perlakuan, dilakukan induksi hiperkolesterolemia dengan diet tinggi lemak
yang mengandung lemak babi dan kuning telur bebek dengan dosis sebesar 10 gram/hari.
Pemberian diet tinggi lemak dilakukan pada pukul 12.00 setiap hari selama 6 minggu. Sebelum dan
sesudah pemberian diet tinggi lemak dilakukan pengukuran berat badan tikus yan hasilnyat tertera
pada tabel berikut.
Pada hari selanjutnya, dilakukan pemberian ekstrak kulit kacang dengan dosis yang sudah
ditentukan. Perlakuan diberikan pada seluruh kelompok kecuali kelompok kontrol negatif (KN) dengan
lama pemberian selama 19 hari. Pemeriksaan kadar trigliserida dilakukan pada hari berikutnya
menggunakan metode spektrofotometri enzimatik dengan terlebih dahulu dipuasakan selama 12 jam.
Pada hari ke-20 dilakukan pengambilan darah tikus melalui intrakardiak. Darah selanjutnya
disentrifugasi dan diambil serum nya untuk dilakukan pemeriksaan trigliserida di Laboratorium Balai
Kesehatan Masyarakat Pulau Lombok menggunakan metode Calorimetric Enzymatic test-Glycerol 3
Phosphate – oxidase (GPO). Metode pemeriksaan trigliserida ini dilakukan dengan memberikan
reagen pada serum darah sehingga terjadi proses hidrolisis trigliserida menjadi asam lemak dan
gliserol. Proses selanjutnya yang diharapkan reaksi tersebut kan membentuk kompleks warna yang
dapat diukur kadarnya dengan menggunakan spektrofotometer (Tsalissavrinaet al., 2006).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama 19 hari, maka diperoleh gambaran kadar
trigliserida pada seluruh kelompok perlakuan. Kelompok perlakuan 3 memiliki kadar trigliserida paling
rendah yaitu 75,4 mg/dL, dan kelompok perlakuan 2 memiliki kadar trigliserida tertinggi yakni sebesar
159,4 mg/dL. Kelompok perlakuan 1 menempati urutan kedua dengan kadar trigliserida sebesar
112,4 mg/dL dan standar deviasi 34,6 mg/dL. Kelompok perlakuan 1 dan 3 memiliki nilai yang lebih
rendah jika dibandingkan dengan kelompok kontrol positif sebesar 80,0 ± 44,6. Sebagai
perbandingan semua kelompok, kelompok kontrol negatif (KN) memiliki kadar trigliserida sebesar
125,8 ± 20,4mg/dL. Dalam hal ini, kelompok perlakuan 2 memiliki kadar kolesterol paling tinggi.
Data tersebut kemudian dilakukan uji normalitas, kemudian diolah menggunakan uji statistik
parametrik One-Way ANOVA yang berguna untuk mengetahui perbedaan yang bermakna pada
masing-masing kelompok.
Berdasarkan hasil uji normalitas dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk, data menunjukkan
distribusi yang normal pada semua kelompok (p>0,05). Hal ini menunjukkan syarat untuk
dilakukannya uji One-Way ANOVA sudah terpenuhi. Setelah dilakukan uji One-Way ANOVA,
didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,010 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan
kadar trigliserida yang bermakna antar kelompok perlakuan. Selanjutnya dilanjutkan dengan uji Post-
Hoc LSD, untuk mengidentifikasi perbedaan antar kelompok. Berikut ini adalah hasil uji Post Hoc LSD
pada seluruh kelompok penelitian.

Berdasarkan hasil uji Post-Hoc LSD, terdapat perbedaan kolesterol yang bermakna pada
perbandingan kelompok kontrol negatif (KN) dan kelompok perlakuan P3, kelompok kontrol positif
(KP) dan kelompok perlakuan P2, serta kelompok P2 dan P3. Selain itu juga tidak didapatkan hasil
yang bermakna pada perbandingan kelompok KN, KP, P2, dan P3 terhadap kelompok P1.

Kesimpulan
Berdasarkan penelitian ini, dapat diambil kesimpulan bahwa pemberian ekstrak kulit kacang
tanah (Arachis hypogaea) sebesar 1200 mg/kgBB/hari dapat memberikan pengaruh signifikan
(p=0,43) terhadap penurunan kadar trigliserida tikus putih (Rattus novergicus) yang diinduksi diet
tinggi lemak.
DAFTAR PUSTAKA
"Riset Kesehatan Dasar"., 2013, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian
Kesehatan RI. Available from:
http://www.litbang.depkes.go.id/sites/download/rkd2013/Laporan_Riskesdas2013.PDF.
(Akses: 3 Maret 2015)
Adam, J.Mf. 2009. Dislipidemia. Dalam : Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Eds V. 1984 – 1992. Jakarta:
Interna Publishing.

Birari, R.B., Bhutani, K.K., 2007. Pancreatic Lipase Inhibitor From Natural Sources: Unexplored Potential.
Drug Discovery Today Vol. 12. Available on http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/17933690.
(Akses: 14 Maret 2015)

Buettner. R., 2006. Defining high-fat-diet rat models: metabolic and molecular effects of different fat
types. J Mol Endocrinol 36(3):485-501. Available on
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16720718. (Akses: 14 Maret 2015)
Bolsoni, B.L., et al. 2015. Lipolysis and lipases in white adipose tissue – An update. Arch Endocrinol
Metab. 2015;59/4. Available on http://www.scielo.br/scielo.php?pid=S2359-
39972015000400335&script=sci_arttext. (Akses: 10 Desember 2015)

Dahlan, M.S., 2009. Teori Sederhana Prosedur Penelitian Uji Hipotesis, dalam Dahlan, M.S., Statistik
Untuk Kedokteran dan Kesehatan, Salemba Medika, Jakarta.

Dashty, M, Motazacker, M.M, Levels,J., 2014. Proteome Of Human Plasma Very Low-Density
Lipoprotein And Low-Density Lipoprotein Exhibits A Link With Coagulation And Lipid
Metabolism. Thromb Haemost. 2014 Mar 3;111(3):518-30. Available At
Http://Www.Ncbi.Nlm.Nih.Gov/Pubmed/24500811. (Akses: 3 Maret 2015)

Dewi, L.C., Subandi., Suharti., 2012. Uji Antibakteri Dan Daya Inhibisi Ekstrak Kulit Kacang Tanah
Terhadap Aktivitas Enzim Xantin Oksidase. Fakultas Kimia Fmipa Universitas Negeri
Malang .

Downs, J.R., O’Malley, P.G., 2015.Management of Dyslipidemia for Cardiovascular Disease Risk
Reduction: Synopsis of the 2014 U.S. Department of Veterans Affairs and U.S. Department
of Defense Clinical Practice Guideline 163(4):291-297. Available on
http://annals.org/article.aspx?articleid=2337281. (Akses: 3 Maret 2015)

Fakhrzadeh, H., Malazi, O.T., 2010. Dyslipidemia and Cardiovascular Disease. Available on
http://cdn.intechopen.com/pdfs/27503.pdf(Akses: 10 Maret 2015)
Grassi, D., Desideri, G., Ferri, C., 2010. Flavonoids: Antioxidants Against Atherosclerosis. Nutrients Vol.
2, 889-902. Available on http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3257706/. (Akses: 3
Maret 2015)

Gholamhoseinian, A., Shahouzchi, B., Sharifi-Far, F., 2010. Inhibitory Effect Of Some Plant Extracts On
Pancreatic Lipase. International Journal Of Pharmacology 6(1): 18-24. Available on
http://www.researchgate.net/publication/42597724_Inhibitory_Effect_of_Some_Plant_Extrac
ts_on_Pancreatic_Lipase. (Akses: 12 Juni 2015)

Hadimi, L.I., Hizmi, S., Asdiani, H., Et Al., 2012. Efektifitas Ekstrak Etanol Kulit Kacang Tanah Terhadap
Kadar Glukosa Darah Mencit Hiperglikemia Sebagai Langkah Awal Pencarian Obat
Diabetes Mellitus Dari Limbah Bahan Pangan. Universitas Mataram.
Han, L.-K., et al. 2001. Anti-obesity effects in rodents of dietary teasaponin, a lipase inhibitor.
International Journal of Obesity and RelatedMetabolic Disorders 25 (10), 1459–1464.
Available on http://openagricola.nal.usda.gov/Record/IND23318001(Akses: 12Desember
2015)

Marzuki, 2007. Bertanam Kacang Tanah. Edisi Revisi. Penebar Swadaya. Jakarta
Kumar, S., Pandey, Ak., 2013. Review Article: Chemistry And Biological Activities Of Flavonoid. The
Scientific World Journal. Available on http://www.hindawi.com/journals/tswj/2013/162750/.
(Akses: 23 Maret 2015)
Libby, P., 2011. The Vascular Biology of Atherosclerosis, dalam Mann., Zipes., Bonow., et al, vol.10 873-
931.
Miller, M., Stone, N.J., Ballantyne, C., 2011. Triglycerides And Cardiovascular Disease: A Scientific
Statement From The American Heart Association. Circulation. 2011 May 24;123(20):2292-
333. Available On Http://Www.Ncbi.Nlm.Nih.Gov/Pubmed/21502576. (Akses: 12 April 2015)

Moreno, D.A, Ilic, N., Poulev, A., Et Al., 2006. Effects Of Arachis Hypogaea Nutshell Extract On Lipid
Metabolic And Obesity Parameters. Live Sciences 2797-2803. Available on
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16337240. (Akses: 11 Mei 2015)

Perk J., et al., 2012. European Guidelines on cardiovascular disease prevention in clinical practice. The
Fifth Joint Task Force of the European Society of Cardiology and Other Societies on
Cardiovascular Disease Prevention in Clinical Practice 33(13):1635-701. Available on
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22555213. (Akses: 3 Maret 2015)

Qiu, J., 2012. Screening natural antioxidants in peanut shell using DPPH-HPLC-DAD-TOF/MS methods
Food Chem 135(4):2366-71. Available on http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22980814.
(Akses: 3 November 2015)
Syafi’i, R.F., 2010. Aktifitas Antioksidan Dan Antimikroba Fraksi Polar Ekstrak Kulit Kacang Tanah
(Arachis Hypogaea L). Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Available
on http://eprints.ums.ac.id/10128/. (Akses: 3 Juni 2015)
Stancu, C., Sima, A., 2001. Statins: mechanism of action and effects. J Cell Mol Med. 2001 Oct-
Dec;5(4):378-87. Available on http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12067471. (Akses: 13
Desember 2015)
Utami, L.N.S., Leliqia, N.P., Swastini, D.A., 2014. Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Kulit Kacang
Tanah (Arachis hypogeae L.) dengan Metode Maserasi Panas Terhadap Profil Lipid Tikus
Sprague Dawley Diet Lemak Tinggi. Jurnal Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Udayana.

Vercesi, A.E., 2007. Critical Review Mitochondrial Energy Metabolism and Redox State in
Dyslipidemias.Life, 59(4 – 5): 263 – 268. Available on
http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1080/15216540601178091/pdf. (Akses: 5 Desember
2015)
Wardhani, R.R., 2012. Studi Terapi Ekstrak Air Daun Sukun (Artocarpus altilis) Terhadap Penurunan
Kadar Trigliserida Dan Histopatologi Hepar Pada Tikus (Rattus norvegicus)
Hiperkolesterolemia. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya. Available on
http://pkh.ub.ac.id/wp-content/uploads/2012/10/4.-Ria-Restu-W.pdf. (Akses: 12 November
2015)
WHO (2011), Cardiovascular Diseases Due to Atherosclerosis, dalam: Mendis S., Puska P., dan
Norrving B., Global Atlas on Cardiovascular Disease Prevention and Control, World Health
Organization, Geneva.(Akses: 3 Maret 2015)
PERKI (2015), Pedoman Tatalaksana Sindrom Koroner Akut. Edisi Ketiga. Jakarta: Centra
Communication. (Akses: 5 Desember 2015)
Wong, N.D., 2014. Epidemiological Studies of CHD and The Evolution of Preventive Cardiology. Nature
Reviewas of Cardiology. 11, 276–289. Available on
http://www.nature.com/nrcardio/journal/v11/n5/full/nrcardio.2014.26.html(Akses: 5 Desember
2015)
Yoshikawa, M., Shimoda, H., Nishida, N., Takada, M., Matsuda, H., 2002.Salacia reticulata and its
polyphenolic constituents with lipase inhibitory and lipolytic activities have mild antiobesity
effects in rats. Journal of Nutrition 132 (7), 1819–1824. Available on
http://jn.nutrition.org/content/132/7/1819.full(Akses: 5 Desember 2015)