Rencana Awal
Rencana Awal
BAB II
RENCANA AWAL
Dalam penyusunan tugas merancang kapal ini, rencana awal merupakan estimasi
perhitungan yang diperlukan untuk perhitungan rencana utama. Perhitungan ini terdiri
dari beberapa perhitungan dengan ketentuan koreksi perhitungannya sebagai batas
ketentuan minimum perhitungan tersebut. Adapun perhitungan-perhitungan dalam
rencana awal tersebut antara lain :
= 151,528 M
Dari perhitungan tersebut di tetapkan harga LBP = 151,60 M
Estimasi Panjang Keseluruhan Kapal (LOA)
Dari kapal pembanding, diperoleh :
LOA
C =
LBP
155,90
=
148,80
= 1.048
Untuk kapal rancangan :
LOA = C x LBP
= 1.048 x 151,60 M
= 158,834 M
Dari perhitungan di atas ditetapkan harga LOA = 159,00 M
Estimasi Panjang Garis Air (LWL)
LWL = (2% x Lpp) + LPP
= (2% x 151,60 M) + 151,6 M
= 154,632 M
Dari perhitungan di atas ditetapkan harga LWL = 155,00 M
= 5,511
Untuk kapal rancangan :
LBP
B =
𝑎𝑠𝑝𝑒𝑐𝑡𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜
151,60
=
5,511
= 27,508 M
Dari perhitungan di atas di tetapkan harga B = 27,60 M
3. Estimasi Tinggi Kapal
Menurut kapal pembanding, nilai aspect ratio( L/H )
148,80
L/H =
12,00
= 12,40
Untuk kapal rancangan :
LBP
H =
𝑎𝑠𝑝𝑒𝑐𝑡𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜
151,60
=
12,40
= 12,226 M
Dari perhitungan di atas di tetapkan harga H = 12,30 M
= 3.857
Untuk kapal rancangan:
B
T =
𝑎𝑠𝑝𝑒𝑐𝑡𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜
27,60
=
3,857
= 7,132 M
Dari perhitungan di atas di tetapkan harga T = 7,2 M
Koreksi perbandingan ukuran utama kapal telah memenuhi syarat sebagai berikut:
LPP 151,60
1. = 27,60 = 5,49 Acc. Merancang Kapal I, Ir. M.J. Tamaela hal.131(5,0-7,5)
B
B 27,60
2. = = 3,83 Acc. Taylor (2,25 - 3,75)
T 7,20
T 7,20
3. = = 0,583 Acc. USSR Ship Register (0.66 - 0.82)
H 12,30
= 0,773
Dari perhitungan diatas ditetapkan harga Cb= 0,773
Cm = 0,93 + 0,08 x Cb
= 0,93 + 0,08 x 0,773
= 0,992
Dari perhitungan diatas ditetapkan harga Cm = 0,992
= 0,779
Dari perhitungan diatas ditetapkan harga Cp = 0,779
d. Coefficient Waterline (Cw)
Dalam Buku “Ship Design and Ship Theory ” hal.37
= 0,18 + 0.67
= 0,842
Dari perhitungan diatas ditetapkan harga Cw = 0,842
Maka :
∆ = 151,60 x 27,60 x 7,20 x 0,773 x 1,025
= 23869,544 Ton
Dari perhitungan diatas ditetapkan harga ∆ = 23869,544 Ton
2. Volume Displacement Kapal
Untuk menentukan volume displacement ( ) pada kapal rancangan
digunakan rumus yang terdapat dalam buku Principles Of Naval
Architecture Volume 1 oleh SNAME pada halaman 18, yaitu :
∇ = Cb x Lbp x B x T
= 0,773 x 151,60 x 27,60 x 7,20
= 22082,322 m³
Dari perhitungan diatas ditetapkan𝛁 = 22082,322 m³
B x T ( 1−Cm )
R= √ 0,4292
= 27,6 m
= 0,992 m
= 7,2 m
Maka :
27,60 x 7,2 ( 1−0,992 )
R =√ 0,4292
= 1,92 M
Dari perhitungan diatas ditetapkan harga R = 1,92 M
B. Menentukan Chamber
Untuk menentukan chamber digunakan rumus :
B 27,60
Camber 0,552m
50 50
= 0,00881
Menurut Mumford, dalam buku “Hambatan Kapal dan Daya Mesin
Penggerak” Karangan Teguh Sastrodiwongso hal.64
S = Lwl x (1,7 𝑥 𝑇 + 𝐶𝑏 𝑥 𝐵)
= 155 x (1,7 x 7,2 + 0,773 x 27,60)
= 5204,049 m2
= 55987,240 ft2
Maka : Rf = 0,00881 x 55987,24 x 151,825
= 69092,596 lbs
= 31339,876 kg
b. Perkiraan Hambatan Sisa (Rr)
Vs4
Rr = 12,5 x Cb x ∆ x LPP2
154
= 12,5 x 0,773 x 23869,544 x (151,60 x 3,28)2
= 47222,891 lbs
= 21419,944 kg
𝑅𝑡 𝑥 𝑉𝑠
EHP = 75
52759,823 𝑥 15 𝑥 0.5144
= 75
= 5427,845 HP
e. Penentuan Besar Shaft Horse Power (SHP)
EHP
SHP = PC
= 7754,064 HP
BHP
EHP SHP
= 10490,791 HP
BKWmcr = 7822,982 KW
= 24170,980 m3
Menurut buku Mr. D. L Smith dengan judul Marin Design halaman 29,
bahwa Light Weight Ton terdiri dari :
A. Berat Baja Kapal (WST)
B. Berat Permesinan Kapal (WME)
C. Berat Perkayuan dan Outfitting (WWO)
D. Margin
WST = K x E1,36
Dimana :
= 4103,361 ton
WME = K x (MCR)0,7
Dimana : WME = Berat permesinan kapal
K = 0,72 untuk tanker
MCR = Maximum Countinus Rating kapal rancangan (KW)
= 6650 KW
Maka : WME = 0,72 x (6650)0,7
= 341,434 ton
Dari perhitungan diatas ditetapkan WME = 341,434 ton
3. Berat Perkayuan dan Outfitting (WWO)
Untuk menentukan berat perkayuan dan outfitting kapal rancangan ini
digunakan rumus pendekatan yang terdapat dalam buku H. Scneekluth and
V. Betram dalam judul Ship Design for Efficiency in Economy dalam second
edition halaman 168, yaitu :
WWO = K x L x B
= 1171,564 ton
= 1171,564 ton
Koreksi LWT
- LWT1 = Δ – DWT
= 24214,792 – 18500
= 5714,792 Ton
- LWT2 = 5728,686 Ton
LWT1 −LWT2
| | x 100% ≤ 0,5%
LWT2
11336,931−11322,553
| | x 100% = 0,24% ≤ 0,5% (memenuhi)
11389,563
Maka :
520
𝐖𝐅𝐎 = [(6650 x 175)]x x 10−6 x 1,4
15
= 56,480 Ton
S
WLO = [(PbME x bLO )]x Vs x 10−6 x (1,3~1,5)
= 0,5187 Ton
Dari perhitungan diatas ditetapkan harga 𝐖𝐋𝐎 = 0,5187 Ton
4. Berat Air Bersih dan tawar (Weight Of Fresh Water (𝐖𝐅𝐖 )
Dimana :
Jumlah penumpang ABK Z = 32 Orang
Drinking Water DW = 10-20 kg/org/hari
Washing water + Bathing RoomWW + BR = 70 kg/org/hari
Boilet Feed Water BFW = 0,14 kg/Kwh
Addition For Tank Volume Add = 3% - 4%
520 1
WFW=[((DW + (WW + BR))x Z) + (BFW + (PbME x PbAE )x 24)] x x +Add
15 24
520 1
= [((10 + 70)x 32) + (0,14 x (6650 + 1020)x 24)] x x +
15 24
4%
= 40922,844 kg + 1636,913 kg
= 42559,757 kg
= 42,559 Ton
Diasumsikan kebutuhan Washing Water dan Bathing Room diambil dari
air laut
Maka :2560
= 39,324 Ton
Dimana : Cp = 2 – 5 kg/org/hari
Z = 32 Orang
Maka :
520 1
WPROV = 5 x 32 x x
15 24
= 231,111 kg
= 0,231 Ton
Dari perhitungan diatas ditetapkan harga 𝐖𝐏𝐑𝐎𝐕 = 0,231Ton
6. Berat Awak Kapal, Penumpang Dan Barang Bawaan (Weight Of Person
and Luggage (𝐖𝐏+𝐥 ))
WP+l = Z x (P + L)
= 18393,845 Ton
Dari perhitungan diatas ditetapkan harga WPL = 18393,845 Ton
TOTAL BERAT DEAD WEIGHT TONNAGE SHIP (DWT)
1) Berat Bahan BakarWFO = 73,216 Ton
2) Berat Bahan Bakar Wdo = 7,321 Ton
3) Berat Minyak Pelumas (WLO ) = 0,624 Ton
4) Berat Air Bersih dan Tawar (WFW ) = 45,089 Ton
5) Berat Makanan (WPROV ) = 0,18 Ton
6) Berat Awak Kapal dan Barang (Wp+l ) = 3,625 Ton
7) Berat Muatan (WPL) = 18369,945 Ton
+
TOTAL PERHITUNGAN DWT = 18500 Ton
Stabilitas kapal adalah kesetimbangan kapal pada saat diapungkan, tidak miring
ke kiri atau ke kanan, demikian pula pada saat berlayar, pada saat kapal diolengkan
oleh ombak atau angin, kapal dapat tegak kembali.
Salah satu penyebab kecelakaan kapal di laut ,baik yang terjadi di laut lepas
maupun ketika di pelabuhan, adalah peranan dari para awak kapal yang tidak
memperhatikan perhitungan stabilitas kapalnya sehingga dapat mengganggu
kesetimbangan secara umum yang akibatnya dapat menyebabkan kecelakaan fatal seperti
kapal tidak dapat dikendalikan, kehilangan kesetimbangan dan bahkan tenggelam yang
pada akhirnya dapat merugikan harta benda, kapal, nyawa manusia bahkan dirinya
sendiri. Sedemikian pentingnya pengetahuan menghitung stabilitas kapal untuk
keselamatan pelayaran, maka setiap awak kapal yang bersangkutan bahkan calon awak
kapal harus dibekali dengan seperangkat pengetahuan dan keterampilan dalam menjaga
kondisi stabilitas kapalnya sehingga keselamatan dan kenyamanan pelayaran dapat
dicapai.
= 3,694 m
Dari perhitungan diatas ditetapkan ̅̅̅̅
𝐊𝐁 = 3,694 m
b. ̅̅̅̅)
Perhitungan Titik Berat (𝐊𝐆
Untuk titik berat diperkirakan sebesar 60% dari tinggi kapal (H)
maka: ̅̅̅̅
KG = 0,6 x H
= 0,6 x 12,30
= 7,38 m
̅̅̅̅ = 7,38 m
Dari perhitungan diatas ditetapkan 𝐊𝐆
2) Perhitungan Stabilitas Melintang
a. ̅̅̅̅̅)
Radius Metacenter Melintang (𝐁𝐌
B2
̅̅̅̅ =
BM T x 10
27,602
̅̅̅̅ =
Maka BM 7,2 𝑥 10
= 10,58
b. ̅̅̅̅̅)
Tinggi Metacentre Melintang dari Garis Dasar (𝐊𝐌
̅̅̅̅̅ = KB
KM ̅̅̅̅ + BM
̅̅̅̅
= 3,694 + 10,58
= 14,274 m
Dari perhitungan ditetapkan ̅̅̅̅̅
𝐊𝐌= 14,274 m
c. ̅̅̅̅̅)
Tinggi Metacentre Melintang (𝐆𝐌
̅̅̅̅ KM - ̅̅̅̅
GM = ̅̅̅̅̅ KG
= 14,274 – 7,38
= 6,894 m
̅̅̅̅̅ = 6,894 m
Dari perhitungan diatas ditetapkan 𝐆𝐌
3) Perhitungan Waktu Oleng Kapal ( Rolling Period )
Untuk menentukan periode oleng atau rolling periode dari kapal
rancangan digunakan rumus pendekatan yang terdapat dalam buku Code On
Intact Stability oleh International Maritime Organization (IMO), yaitu:
2xcxB
TR =
√ GM
B = 27,60 m
T = 7,2 m
LWL = 155 m
2 x 0,376 x 27,60
=
√ 3,784
Dimana :
LBP
a. Sh = 50 + ( + 10)
3
151,60
= 50 + ( + 10)
3
= 110,533 mm
= 0,110 m
LBP
b. Sf = 25 + ( + 10)
3
54.23
= 25 + ( + 10)
3
= 85,53 mm
= 0,0855 m
Maka :
PERENCANAAN PRODUCT OIL TANKER 18500 DWT Page 37
TUGAS MERANCANG KAPAL I
RIZKY IRVANA (2013310008)
Sh+Sf
Hid = H + 6
0,110+0,873
Hid = 12,3 + 6
= 12,332 m
𝐭 𝐁𝟐
B. MTF = x
𝐂𝐛 𝐓
Dimana :
(2 Cw+1 ) 3
t =
323
(2 x 0,42+1 ) 3
=
323
= 0,0598
Maka :
0,0598 27,62
MTF = x
0,773 7,2
= 8,184
Untuk mendapatkan harga h* dan dalam perhitungan kurva lengan
stabilitas awal. Maka harus ditetapkan lebih dahulu nilai :
T 7,2
= = 0,26
B 27,60
̅̅̅̅̅
𝑀𝐹 = ̅̅̅̅̅
𝐵𝑀 = 10,58
𝐻𝑖𝑑 12,332
= = 0,446
𝐵 27,60
̅̅̅̅̅
𝐺𝑀 = 6,894 M
Sedangkan untuk harga h* dari grafik Prohaska dalam buku Bouyancy and
stability of ship karangan Ir. R. F. SCHELTEMA DE HEERE hal 105
∑1 = 31,58
1 1
( )𝑥5°𝑥∑1 ( )𝑥5°𝑥31,58
Dimana : ∆ GZ – 30o = 3
= 3
= 0,924 m-rad
57,3° 57,3°
NO. φ GZ FS GZ x FS
1 30° 3,341 1 3,341
2 35° 3,423 4 13,692
3 40° 3,316 1 3,316
Σ2 20,349
1 1
( )𝑥5°𝑥∑2 ( )𝑥5°𝑥20,349
Dimana : ∆ GZ – 40o = 3
+ ∆Gz − 30° = 3
+ 0,924
57,3° 57,3°
= 1,515 m-rad
Maka : ∆ GZ – 40o = 1,515 m-rad > 0,09 m-rad ............ memenuhi
e. (∆GZ-40o ) - (∆GZ-30o ) > 0,03 m – rad
Dimana : ∆GZ-40o = 1,515 m – rad
∆GZ-30o = 0,924 m – rad
Maka : = (∆GZ-40o ) - (∆GZ-30o )
= (1,515) – (0,924)
= 0,591 > 0,03 m-rad ............ memenuhi
= 151,60 m
104 ,5 𝑥 23896,544 𝑥 ( 0,8 𝑥 7,716)²
Maka : Mc = 0,233 x x 2,88
151,60
= 421,177 ton meter
Dari perhitungan diatas didapat nilai Mc = 421,177 ton meter
2. Momen Angin ( Mw )
Untuk menentukan momen angin dari kapal rancangan digunakan rumus
pendekatan yang terdapat dalam buku Bouyancy And Stability Of Ships karangan
IR. R.F. Scheltema De Heere dan DRS. A. R. Bakker, halaman 85 dan 138, yaitu :
Mw = 𝜉 𝑥 0,5 𝑥 𝜌 𝑥 𝑉𝑤 ²𝑥 𝐴 𝑥 𝑎
Dimana : Mw = Momen angin kapal rancangan
𝜉 = Faktor kekuatan angin 1,2 ~ 1,3
= 1,3
𝜌 = Kepadatan udara = 1,3 x 10−4 𝑡𝑜𝑛. 𝑠𝑒𝑐 2 /𝑚4
Vw = Kecepatan angin
= 15 m/s
A = Luas bidang tangkap angin
= 1072,329 𝑚2
a = Jarak titik tangkap angin diatas lambung kapal
= 0,5 x T
= 0,5 x 7,2
= 3,6 m
Maka : Mw = 1,3 x 0,5 x 1,3 x 10−4 x 152 x 1072,329 x 3,6
= 73,4 ton meter
Dari perhitungan diatas ditetapkan Mw = 73,4 ton meter
3. Momen Pengganggu ( Mp )
Untuk menentukan momen pengganggu kapal rancangan adalah dengan
menjumlahkan momen cikar dan momen angin.
Mp = Mc + Mw
Dimana : Mp = Momen pengganggu kapal rancangan
Mc = Momen cikar kapal rancangan
= 421,177 ton
Mw = Momen angin kapal rancangan
= 73,4 ton meter
Maka : Mp = 421,177 + 73,4
= 493,577 ton meter
Dari perhitungan diatas diketahui nilai Mp = 493,577 ton meter
4. Momen Stabilitas ( Ms )
Untuk menentukan momen stabilitas kapal rancangan adalah dengan
mengalihkan h maks dari kurva stabilitas awal dengan volume displacement dari
kapal rancangan.
Ms = hmak x ∇
Dimana:
Ms = momen stabilitas kapal rancangan
h maks = h tertinggi pada kurva stabilitas awal
= 3,423 m
Δ = Displacement kapal rancangan
= 23869,544 𝑚3
Maka :
Ms = 3,423 m x 23869,544 Ton
= 81705,449 ton meter.
Dari hasil perhitungan momen pengganggu dan momen stabilitas,
selanjutnya dilakukan pengkoreksian pada momen stabilitas terhadap momen
pengganggu. Menurut standar IMO bahwa momen stabilitas harus lebih besar
daripada momen pengganggu .momen stabilitas ( MS ) > Momen Pengganggu (
Mp ).
Dimana : Ms = momen stabilitas kapal rancangan
= 81705,449 ton meter
Mp = Momen pengganggu kapal rancangan
= 515,309 ton mete
Maka : 81705,449 ton meter > 493,577 ton meter (Memenuhi )