Anda di halaman 1dari 22

METODE STATISTIK

CONTOH SOAL DAN PENYELESAIANNYA

OLEH

KELOMPOK 5

MIGEL GUTERES MANGNGI (1701030072)

RIA KLEING (1701030071)

YIGDAHLIA SA’U (170103000)

MARIO D. YOPITO LANGUN (1701030019)

MARIA SHELYN FOBIA (1701030006)

ADERINI YULANDARI LUBALU (1701030038)

MEISEI KUSTANI NENOMETA (1701030041)

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2018
SOAL HALAMAN 334

1. Sebuah dadu dilemparkan 180 kali dengan hasil sebagai berikut.

x 1 2 3 4 5 6

f 28 36 36 30 27 23

Apakah dadu ini setimbang? Gunakan taraf nyata 0.01.

Penyelesaian:

n= banyaknya lemparan = 180 kali


1
p= prbabilitas muncul = 6

1
frekuensi mata dadu = n.p = 180 ∙ 6 = 30

Pelemparan dadu 1 2 3 4 5 6
𝑜𝑖 Frekuensi obserfasi 28 36 36 30 27 23
𝑒𝑖 Frekuensi harapan 30 30 30 30 30 30

 Merumuskan H0 dan H1
H0 = Mata dadu setimbang akan muncul = 30
H1 = Mata dadu tidak setimbang akan muncul ≠ 30
 Menentukan taraf signifikan (𝛼) dan derajat kebebasan
𝛼 = 0.01
Derajat kebebasan = k-1 = 6-1 = 5
2
𝑥(0.01;5) = 15.086 (table chi-squre)
 Statistic uji
𝑘
2
(𝑜𝑖 − 𝑒𝑖 )2
𝑥 =∑
𝑒𝑖
𝑖=1
(𝑜1 − 𝑜1 )2 (𝑜2 − 𝑒2 )2 (𝑜6 − 𝑒6 )2
𝑥2 = + + ⋯+
𝑒1 𝑒2 𝑒6
(28  30) 2 (36  30) 2 (36  30) 2 (30  30) 2 (27  30) 2 (23  30) 2
x2      
30 30 30 30 30 30
4 36 36 0 9 49 134
x2         4.466
30 30 30 30 30 30 30

 Merumuskan kesimpulan
Pada 𝛼 = 0.01; 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 4.466 < 15.086
Kesimpulan:

Terima H0 pada, artinya mata dadu tersebut


setimbang atau pernyataan dadu setimbang
diterima.

4.466 15.086
2. Dari 100 kali lemparan uang lgam. Sisi gambar muncul 63 kali dan sisi angka muncul 37 kali.
Apakah uang ini setimbang? Gunakan taraf nyata 0.05.

penyelesaian:

Dik: n=100
1
𝑝= 6

1
𝑓𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑚𝑎𝑡𝑎 𝑑𝑎𝑑𝑢 = 𝑛 ∙ 𝑝 = 100 ∙ = 50
2

Kejadian muncul uang logam A G


Frekuensi observasi (oi) 37 63
Frekuensi harapan (ei) 50 50
 Merumuskan H0 dan H1
H0= P(muka) = q(belakang)
H1= P(muka) ≠ q(belakang)
 Menentukan taraf signifikan (𝛼) dan derajat kebebasan
𝛼 = 0.05
Derajat kebebasan (v) = 2-1=1
2
𝑋(0.05;1) = 3.84
 Statistic uji
𝑘
2
(𝑜𝑖 − 𝑒𝑖 )2 (37 − 50)2 (63 − 50)2
𝑋 =∑ = +
𝑒𝑖 50 50
𝑖=1

169 169 338


𝑋2 = + = = 6.76
50 50 50
 Merumuskan kesimpulan
Pada 𝛼 = 0.05; 𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖 6.76 > 3.84
Kesimpulan:

Tolak H0, artinya uang logam


tersebut tidak setimbang.

3.84 6.76

3. Sebuah mesin diatur agar mencapur kacang, hazelnut, biji mete (jambu monyet) dan pecan
dalam perbandingan 5:2:2:1. Sebuah kaleng yang berisi 500 biji campuran ternyata mengandung
269 biji kacang, 112 hazelmut, 74 biji mete, dan 45 pecan. Ujilah pada taraf nyata 0.05 bahwa
mesin itu masih mencampur keempat biji kacang di atas dalam perbandingan 5:2:2:1.
Penyelesaian:
Dik: n = 500
Frekuensi harapan = p.n
5
kacang   500  250kg
10
2
hazelmut   500  100kg
10
2
biji _ mete   500  100kg
10
1
pecan   500  50kg
10
Jenis biji Kacang hazelmut Biji mete pecan
Fre. Observasi (oi) 269 112 74 45
Fre. Harapan (ei) 250 100 100 50

 Menentukan H0 dan H1
HO: Perbandingan kacang: hazelmut:biji mete:pecan = 5:2:2:1
H1: Perbandingan kacang:hazelmut:biji mete: pecan ≠ 5: 2: 2: 1
 Menentukan taraf nyata dan derajat kebebasan
𝛼 = 0.05
Derajat kebebasan = 4-1 = 3
2
𝑋(0.05;3) = 7.82 (table chi-squere)
2 2
 Wilayah kritik: daerah penolakan H0, jika 𝑋ℎ𝑖𝑡 > 𝑋𝑡𝑎𝑏
 Uji statistic
𝑘
2
(𝑜𝑖 − 𝑒𝑖 )2
𝑥 =∑
𝑒𝑖
𝑖=1
(269  250) 2 (112  100) 2 (74  100) 2 (45  50) 2
X  2
  
250 100 100 50
361 144 676 25
X2    
250 100 100 50
X 2  1.444  1.44  6.76  0.5  10.144
 Merumuskan kesimpulan
Karena 10.144 > 7.82, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga perbandingan
kacang, hazelmut, biji mete dan pecan tidak sama dengan 5 : 2 : 2 : 1.

4. Nilai kuliah statistic pada suatu semester adalah sebagi berikut.

peringkat A B C D E

f 14 18 32 20 16

Ujilah hipotesis, pada taraf nyata 0.05, bahwa sebaran nilai kuliah tersebut adalah seragam.
Penyelesaian:
n=jumlah nilai kuliah= 14+18+32+20+16 = 100
1
p=
5

1
𝑓𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 = 𝑛 ∙ 𝑝 = 100 ∙ = 20
5

Peringkat A B C D E
Fre. Observasi (oi) 14 18 32 20 16
Fre. Harapan (ei) 20 20 20 20 20
 Merumuskan H0 dan H1
H0: nilai kuliah seragam, banyaknya=20
H1: nilai kuliah tidak seragam, banyaknya ≠ 20
 Menentukan taraf nyata dan derajat kebebasan
𝛼 = 0.05
Derajat kebebasan = 5-1 = 4
2
𝑋(0.05;4) = 9.49 (table chi-squere)
2 2
 Wilayah kritik: daerah penolakan H0, jika 𝑋ℎ𝑖𝑡 > 𝑋𝑡𝑎𝑏
 Uji statistic
𝑘
2
(𝑜𝑖 − 𝑒𝑖 )2
𝑋 =∑
𝑒𝑖
𝑖=1
(14  20) 2 (18  20) 2 (32  20) 2 (20  20) 2 (16  20) 2
X  2
   
20 20 20 20 20
36 4 144 0 16
X2     
20 20 20 20 20
200
X2   10
20
 Merumuskan kesimpulan
10>9.49, sehingga H0 ditolak dan H1 Diterima, sehingga nilai kuliah mahasiswa tidak
seragam, tidak sebanyak 20.

5. Tiga kartu diambil, dengan pemulihan, dari seperangkat kartu bridge dan diamati Y yaitu
banyaknya sekop. Setelah mengulang percobaan itu sebanyak 64 kali, diperleh hasil sebagai
berikut.

y 0 1 2 3

f 21 31 12 0

Ujilah hipotesis pada taraf nyata 0.01, bahwa data yang diperoleh tersebut menyebar menurut
1
sebaran binom 𝑏 (𝑦; 3, 4) untuk y = 0, 1, 2, 3.
Peyelesaian:
Frekuensi harapan= n.p
y 3 y
 1 1 3
b y;3,   C y3    
 4 4 4
0 3 0
1 3 3!
ei1  64  C    
3
 64  (1)(0.42)  26.88
3! (3  0)!
0
4 4
1 3 1
1 3 3!
ei 2  64  C13      64  (0.25)(0.563)  26.88
4 4 3! (3  1)!
2 3 2
1 3 3!
ei 3  64  C    
3
 64  (0.0625)(0.75)  9
3! (3  2)!
2
4 4
3 3 3
1 3 3!
ei 4  64  C 33      64  (0.0156)(0)  1
4 4 3! (3  3)!
 Menentukan H0 dan H1
HO: y=0, 1, 2, 3
H1: 𝑦 ≠ 0, 1, 2, 3
 Menentukan taraf nyata dan derajat kebebasan
𝛼 = 0.01
Derajat kebebasan = 4-1 = 3
2
𝑋(0.01;3) = 11.34 (table chi-squere)
2 2
 Wilayah kritik: daerah penolakan H0, jika 𝑋ℎ𝑖𝑡 > 𝑋𝑡𝑎𝑏
 Uji statistic
𝑘
2
(𝑜𝑖 − 𝑒𝑖 )2
𝑥 =∑
𝑒𝑖
𝑖=1
(21  26.88) 2 (31  26.88) 2 (12  9) 2 (0  1) 2
X2    
27 27 9 1
X  1.281  0.629  1  1  3.91
2

 Merumuskan kesimpulan
Karena 3.91 < 11.34, sehingga H0 diterima dan H1 ditolak, sehingga data yang diperoleh
sesuia dengan data sebaran binomial.
6. Tiga kelereng diambil dari sebuah kantung yang berisi 5 kelereng merah dan 3 kelereng hijau.
Setelah mencatat X, yaitu banyaknya kelereng merah yang terambil, kelreng-kelereng itu
dikembalikan ke dalam kantung, dan percbaan diulang 112 kali. Hasil percbaan dicatat sebagai
berikut:

x 0 1 2 3

f 1 31 55 25
Uji;ah hipotesis, pada taraf nyata 0.05, bahwa data yang diperoleh tersebut menyebar menurut
sebaran hipergeometrik ℎ(𝑥; 8, 3, 5) untuk x = 0, 1, 2, 3.
Peyelesaian:
Frekuensi harapan = n.p
C xk C nNxk
h x; N , n, k  
C nN
C 05 C 33 1
ei1  112  8
 112.  2
C3 56
C15 C 23 15
ei 2  112  8
 112.  30
C3 56
C 25 C13 30
ei 3  112  8
 112.  60
C3 56
C 35 C 03 10
ei 4  112  8
 112.  20
C3 56
 Menentukan H0 dan H1
HO: x=0, 1, 2, 3
H1: 𝑥 ≠ 0, 1, 2, 3
 Menentukan taraf nyata dan derajat kebebasan
𝛼 = 0.05
Derajat kebebasan = 4-1 = 3
2
𝑋(0.05;3) = 7.82 (table chi-squere)
2 2
 Wilayah kritik: daerah penolakan H0, jika 𝑋ℎ𝑖𝑡 > 𝑋𝑡𝑎𝑏
 Uji statistic
𝑘
2
(𝑜𝑖 − 𝑒𝑖 )2
𝑥 =∑
𝑒𝑖
𝑖=1
(1  2) 2 (31  30) 2 (55  60) 2 (25  20) 2
X  2
  
2 30 60 20
X  0.5  0.03  0.417  1.25  2.197
2

 Merumuskan kesimpulan
Karena 2.197 < 7.82, sehingga H0 diterima dan H1 ditolak, sehingga data yang diperoleh
sesuia dengan data sebaran hipergeometrik.

7. Sebuah uang logam dilemparkan sampai muncul sisi gambar dan dicatat banyaknya lemparan X
yang diperlukan. Setelah mengulang percobaannya 256 kali, diperoleh data sebagai berikut:

x 1 2 3 4 5 6 7 8
136 60
f 34 12 9 1 3 1
66
Ujilah hipotesis, pada taraf nyata 0.05, bahwa sebaran bagi X yang teramati tersebut merupakan
1
sebaran geometric 𝑔 (𝑥; 2) untuk x = 1, 2, 3, …
Penyelesaian:
Frekuensi harapan = n.p
g  x; p   p (1  p ) x 1
11 0
1 1 11
ei1  256  1    256     128
2 2 22
2 1 1
1 1 11
ei 2  256  1    256     64
2 2 22
31 2
1 1 11
ei 3  256  1    256     32
2 2 22
4 1 3
1 1 11
ei 4  256  1    256     16
2 2 22
5 1 4
1 1 11
ei 5  256  1    256     8
2 2 22
6 1 5
1 1 11
ei 6  256  1    256     4
2 2 22
7 1 6
1 1 11
ei 7  256  1    256     2
2 2 22
81 7
1 1 11
ei8  256  1    256     1
2 2 22

 Menentukan H0 dan H1
HO: x=0, 1, 2, 3,4,5,6,7,8
H1: 𝑥 ≠ 0, 1, 2, 3,4,5,6,7,8
 Menentukan taraf nyata dan derajat kebebasan
𝛼 = 0.05
Derajat kebebasan = 8-1 = 7
2
𝑋(0.05;7) = 14.07 (table chi-squere)
2 2
 Wilayah kritik: daerah penolakan H0, jika 𝑋ℎ𝑖𝑡 > 𝑋𝑡𝑎𝑏
 Uji statistic
𝑘
2
(𝑜𝑖 − 𝑒𝑖 )2
𝑥 =∑
𝑒𝑖
𝑖=1
(136  128) 2 (60  64) 2 (34  32) 2 (12  16) 2 (9  8) 2 (1  4) 2 (3  2) 2
X2       
128 64 32 16 8 4 2
(1  1) 2

1
X  0.5  0.25  0.125  1  0.125  2.25  0.5  0  4.75
2

 Merumuskan kesimpulan
Karena 4.75 < 14.07, sehingga H0 diterima dan H1 ditolak, sehingga data yang diperoleh
sesuia dengan data sebaran geometrik.

8. Ulangi latihan 5 dengan menggunakan data yang anda peroleh sendiri setelah melakukan
percobaan tersebut 64 kali.
Peyelesaian:
Data yang diperoleh:

y 0 1 2 3

f 34 21 6 3
1
Dengan sebaran binom 𝑏 (𝑦; 3, ) untuk y = 0, 1, 2, 3. n=64
4

Frekuensi harapan= n.p


y 3 y
 1 1 3
b y;3,   C y3    
 4 4 4
0 3 0
1 3 3!
ei1  64  C    
3
 64  (1)(0.42)  27
3!(3  0)!
0
4 4
1 31
1 3 3!
ei 2  64  C13      64  (0.25)(0.563)  27
4 4 3!(3  1)!
2 3 2
1 3 3!
ei 3  64  C    
3
 64  (0.0625)(0.75)  9
3!(3  2)!
2
4 4
3 3 3
1 3 3!
ei 4  64  C 33      64  (0.0156)(0)  1
4 4 3!(3  3)!
 Menentukan H0 dan H1
HO: y=0, 1, 2, 3
H1: 𝑦 ≠ 0, 1, 2, 3
 Menentukan taraf nyata dan derajat kebebasan
𝛼 = 0.01
Derajat kebebasan = 4-1 = 3
2
𝑋(0.01;3) = 11.34 (table chi-squere)
2 2
 Wilayah kritik: daerah penolakan H0, jika 𝑋ℎ𝑖𝑡 > 𝑋𝑡𝑎𝑏
 Uji statistic
𝑘
2
(𝑜𝑖 − 𝑒𝑖 )2
𝑥 =∑
𝑒𝑖
𝑖=1
(34  27) 2 (21  27) 2 (6  9) 2 (2  1) 2
X2    
27 27 9 1
X  1.815  1.33  1  4  8.145
2

 Merumuskan kesimpulan
Karena 8.145 < 11.34, sehingga H0 diterima dan H1 ditolak, sehingga data yang
diperoleh sesuia dengan data sebaran binomial.

9. Ulangi latihan 7 dengan menggunakan data yang anda peroleh sendiri setelah melakukan yang
dimaksudkan sebanyak 256 kali.
Penyelesaian:
Data yang diperoleh

x 1 2 3 4 5 6

f 143 52 30 11 16 4

1
sebaran geometric 𝑔 (𝑥; 2) untuk x = 1, 2, 3, … n=256
Frekuensi harapan = n.p
g  x; p   p (1  p ) x 1
11 0
1 1 11
ei1  256  1    256     128
2 2 22
2 1 1
1 1 11
ei 2  256  1    256     64
2 2 22
31 2
1 1 11
ei 3  256  1    256     32
2 2 22
4 1 3
1 1 11
ei 4  256  1    256     16
2 2 22
5 1 4
1 1 11
ei 5  256  1    256     8
2 2 22
6 1 5
1 1 11
ei 6  256  1    256     4
2 2 22
7 1 6
1 1 11
ei 7  256  1    256     2
2 2 22
81 7
1 1 11
ei8  256  1    256     1
2 2 22
 Menentukan H0 dan H1
HO: x=0, 1, 2, 3,4,5,6
H1: 𝑥 ≠ 0, 1, 2, 3,4,5,6
 Menentukan taraf nyata dan derajat kebebasan
𝛼 = 0.05
Derajat kebebasan = 6-1 = 5
2
𝑋(0.05;5) = 11.07 (table chi-squere)
2 2
 Wilayah kritik: daerah penolakan H0, jika 𝑋ℎ𝑖𝑡 > 𝑋𝑡𝑎𝑏
 Uji statistic
𝑘
2
(𝑜𝑖 − 𝑒𝑖 )2
𝑥 =∑
𝑒𝑖
𝑖=1
(143  128) 2 (52  64) 2 (30  32) 2 (11  16) 2 (16  8) 2 (4  4) 2
X  2
    
128 64 32 16 8 4
X  1.758  2.25  0.125  1.563  1.125  0  6.821
2

 Merumuskan kesimpulan
Karena 6.821 < 11.07, sehingga H0 diterima dan H1 ditolak, sehingga data yang
diperoleh sesuia dengan data sebaran geometrik.
10. Dalam latihan 4 pada halaman 64, ujilah kebaikan-suai antara frekuensi yang teramati dalam
sebaran frekuensinya dengan frekuensi normal harapannya, dengan menggunakan taraf nyata
0.05.
11. Dalam latihan 5 pada halaman 64, ujilah kebaikan-suai antara frekuensi yang teramati dalam
sebaran frekuensinya dengan frekuensi normal harapannya, dengan menggunakan taraf nyata
0.01.
12. Dalam suatu percobaan untuk meneliti hubungan antara hipertensi dengan kebiasaan merokok,
diperoleh data dari 180 orang sebagai berikut:

Bukan perokok Perokok sedang Perokok berat


Hipertensi 21 36 30
Tidak hipertensi 48 26 19

Ujilah hipotesis bahwa ada atau tidak adanya hipertensi tidak bergantung pada kebiasaan
merokok. Gunkaan taraf nyata 0.05.

Penyelesaian:

Dik: n = 180

Bukan perokok Perokok sedang Perokok berat Total


Hipertensi 21 36 30 87
Tidak hipertensi 48 26 19 93
Total 69 62 49 180

Frekuensi harapan
69  87
Fh1   33.4
180
62  87
Fh2   30.0
180
49  87
Fh3   23.7
180
69  93
Fh4   35.7
180
62  93
Fh5   32.0
180
49  93
Fh6   25.3
180

 Menentukan H0 dan H1
HO: hipertensi tidak bergantung pada kebiasaan merokok
H1: hipertensi bergantung pada kebiasaan merokok
 Menentukan taraf nyata dan derajat kebebasan
𝛼 = 0.05
Derajat kebebasan = (r-1)(c-1)
= (2-1)(3-1)=1 . 2=2
2
𝑋(0.05;2) = 5.99 (table chi-squere)
2 2
 Wilayah kritik: daerah penolakan H0, jika 𝑋ℎ𝑖𝑡 > 𝑋𝑡𝑎𝑏
 Uji statistic
𝑘
2
(𝑜𝑖 − 𝑒𝑖 )2
𝑥 =∑
𝑒𝑖
𝑖=1

(21  33.4) 2 (36  30.0) 2 (30  23.7) 2 (48  35.7) 2 (26  32) 2 (19  25.3) 2
x 
2
    
33.4 30.0 23.7 35.7 32 25.3
x  4.604  1.2  1.675  4.238  1.125  1.569  14.411
2

 Merumuskan kesimpulan
Karena 5.99 < 14.411, maka tolak H0 dan H1 di terima, yaitu ada tidaknya hipertensi
bergarntung pada kebiasaan merokok .

13. Suatu contoh acak 200 laki-laki yang telah berumah tangga, semuanya sudah pensiun
diklasifikasikan menurut pendidikan dan banyak anak.

Pendidikan Banyaknya anak


0-1 2-3 >3
Sekolah Dasar 14 37 32
Sekolah Menengah 19 42 17
Perguruan Tinggi 12 17 10
Ujilah hipotesis, pada taraf nyata 0.05, bahwa besarnya keluarga tidak bergantung pada tingkat
pendidikan kepala keluarga.

Penyelesaian:

Dik: n = 200

Pendidikan Banyaknya anak Total


0-1 2-3 >3
Sekolah Dasar 14 37 32 83
Sekolah Menengah 19 42 17 78
Perguruan Tinggi 12 17 10 39
Total 45 96 59 200

Frekuensi harapan
45  83
Fh1   18.7
200
96  83
Fh2   39.8
200
59  83
Fh3   24.5
200
45  78
Fh4   17.6
200
96  78
Fh5   37.4
200
59  78
Fh6   23.0
200
45  39
Fh7   8 .8
200
96  39
Fh8   18.7
200
59  39
Fh9   11.5
200
 Menentukan H0 dan H1
HO: besarnya keluarga tidak bergantung pada tingkat pendidikan kepala keluarga
H1: besarnya keluarga bergantung pada tingkat pendidikan kepala keluarga
 Menentukan taraf nyata dan derajat kebebasan
𝛼 = 0.05
Derajat kebebasan = (r-1)(c-1)
= (3-1)(3-1)=2 . 2 =4
2
𝑋(0.05;4) = 9.49 (table chi-squere)
2 2
 Wilayah kritik: daerah penolakan H0, jika 𝑋ℎ𝑖𝑡 > 𝑋𝑡𝑎𝑏
 Uji statistic
𝑘
2
(𝑜𝑖 − 𝑒𝑖 )2
𝑥 =∑
𝑒𝑖
𝑖=1

(14  18.7) 2 (37  39.8) 2 (32  24.5) 2 (19  17.6) 2 (42  37.4) 2
x2     
18.7 39.8 24.5 17.6 37.4
(17  23) 2
(12  8.8) 2
(17  18.7) 2
(10  11.5) 2
   
23 8.8 18.7 11.5
x  1.181  0.197  2.296  0.111  0.566  1.565  1.164  0.155  0.196  7.431
2

 Merumuskan kesimpulan
Karena 7.431<9.49, maka terima H0 dan H1 di tolak, yaitu besarnya keluarga tidak
bergantung pada tingkat pendidikan kepela keluarga.
14. Suatu conth acak 30 orang dewasa diklasifikasikan menurut jenis kelamin dan lamanya
menenton televisi per minggu.
Laki-laki perempuan
Di atas 25 jam 5 9
Di bawah 25 jam 9 7

Dengan menggunakan taraf nyata 0.01, ujilah hipotesis bahwa jenis kelamin seseorang dan
lamanya menenton televise adalah bebas.

Penyelesaian:

Dik: n = 180

Laki-laki perempuan Total


Di atas 25 jam 5 9 14
Di bawah 25 jam 9 7 16
Tolak 14 16 30

Frekuensi harapan
14  14
Fh1   6.5
30
16  14
Fh2   7.5
30
14  16
Fh3   7.5
30
16  16
Fh4   8.5
30

 Menentukan H0 dan H1
HO: jenis kelamin dan lamanya waktu menonton televise adalah bebas
H1: jenis kelamin dan lamanya waktu menoton adalah berhubungan
 Menentukan taraf nyata dan derajat kebebasan
𝛼 = 0.01
Derajat kebebasan = (r-1)(c-1)
= (2-1)(2-1)=1 . 1=1
2
𝑋(0.01;1) = 6.64 (table chi-squere)
2 2
 Wilayah kritik: daerah penolakan H0, jika 𝑋ℎ𝑖𝑡 > 𝑋𝑡𝑎𝑏
 Uji statistic
𝑘
2
(𝑜𝑖 − 𝑒𝑖 )2
𝑥 =∑
𝑒𝑖
𝑖=1
(5  6.5) 2 (9  7.5) 2 (9  7.5) 2 (7  8.5) 2
x2    
6.5 7.5 7.5 85
x  0.346  0.3  0.3  0.265  1.211
2

 Merumuskan kesimpulan
Karena 1.211 < 6.64, maka terima H0 dan H1 di tolak, sehingga jenis kelamin dan lamanya
waktu menonton televise adalah bebas .
15. Suatu contoh acak 400 mahasiswa diklasifikasikan menurut tingkat dan kebiasaan minum
minuman keras.

Tingkat
I II III IV
Peminum keras 29 41 33 28
Peminum sedang 32 29 36 39
Bukan peminum 55 34 27 17
Ujilah hipotesis bahwa tingkat dan kebiasaan minum adalah bebas. Gunakan taraf nyata 0.05.

Penyelesaian:

Dik: n = 400

Tingkat Total
I II III IV
Peminum keras 29 41 33 28 131
Peminum sedang 32 29 36 39 136
Bukan peminum 55 34 27 17 133
Total 116 104 96 84 400

Frekuensi harapan
116  131
Fh1   38
400
104  131
Fh2   34.1
400
96  131
Fh3   31.4
400
84  131
Fh4   27.5
400
116  136
Fh5   39.4
400
104  136
Fh6   35.4
400
96  136
Fh7   32.6
400
84  136
Fh8   28.6
400
116  133
Fh9   38.6
400
104  133
Fh10   34.6
400
96  133
Fh11   31.9
400
84  133
Fh12   27.9
400

 Menentukan H0 dan H1
HO: tingkta dan kebiasaan minum adalah bebas
H1: tingkat dan kebiasaan minum adalah tidak bebas
 Menentukan taraf nyata dan derajat kebebasan
𝛼 = 0.05
Derajat kebebasan = (r-1)(c-1)
= (3-1)(4-1)=2 . 3 =6
2
𝑋(0.05;6) = 12.59 (table chi-squere)
2 2
 Wilayah kritik: daerah penolakan H0, jika 𝑋ℎ𝑖𝑡 > 𝑋𝑡𝑎𝑏
 Uji statistic
𝑘
2
(𝑜𝑖 − 𝑒𝑖 )2
𝑥 =∑
𝑒𝑖
𝑖=1
(29  38) 2 (41  34.1) 2 (33  31.4) 2 (28  27.5) 2 (32  39.4) 2 (29  35.4) 2
x2      
38 34.1 31.4 27.5 39.4 35.4
(36  32.6) 2
(39  28.6) 2
(55  38.6) 2
(34  34.6) 2
(27  31.9) 2
(17  27.9) 2
     
32.6 28.6 38.6 34.6 31.9 27.9
x  2.132  1.396  0.082  0.009  1.390  1.157  0.355  3.782  6.968  0.010  0.753
2

 4.258  22.292

 Merumuskan kesimpulan
Karena 22.292>12.59, maka tolak H0 dan H1 di terima, yaitu tingkat dan kebiasaan
minum tidak bebas.
16. Dalam suatu penelitian untuk menduga proporsi ibu rumah tangga yang menonton soop opera
(film seri televise yang di putar siang hari), diperoleh bahwa 48 diantara 200 ibu rumah tangga di
Denver, 29 diantara 150 ibu rumah tangga di Phoenix, dan 35 di antara 150 ibu rumah tangga di
Rochester menonton sekurang-kurangnya satu soap opera. Gunakan taraf nyata 0.05 untuk
menguji hipotesis bahwa tidak ada perbedaaan antara proporsi iu rumah tangga yang setia
menonton soap opera di ketiga kota tersebut.
Penyelesaian:

Dik: n = 400

Jenis kota Total


Denver Phoenix Rochester
Nonton 48 29 35 112
Tidak nonton 152 121 115 388

Total 200 150 150 500

Frekuensi harapan
200  112
Fh1   44.8
500
150  112
Fh2   33.6
500
150  112
Fh3   33.6
500
200  388
Fh4   155.2
500
150  388
Fh5   116.4
500
150  388
Fh6   116.4
500
 Menentukan H0 dan H1
HO: p1=p2=p3, tidak berbeda
H1: p1, p2, dan p3 berbeda satu sama lain
 Menentukan taraf nyata dan derajat kebebasan
𝛼 = 0.05
Derajat kebebasan = (r-1)(c-1)
= (2-1)(3-1)=1 . 2 =2
2
𝑋(0.05;2) = 5.99 (table chi-squere)
2 2
 Wilayah kritik: daerah penolakan H0, jika 𝑋ℎ𝑖𝑡 > 𝑋𝑡𝑎𝑏
 Uji statistic
𝑘
2
(𝑜𝑖 − 𝑒𝑖 )2
𝑋 =∑
𝑒𝑖
𝑖=1

(48  44.8) 2 (29  33.6) 2 (35  33.6) 2 (152  155.2) 2 (121  116.4) 2
X2     
44.8 33.6 33.6 155.2 116.4
(115  116.4) 2

116.4
X  0.229  0.630  0.058  0.066  0.182  0.017  1.182
2

 Merumuskan kesimpulan
Karena 1.182<5.99, maka terima H0 dan tolak H1, sehingga tidak ada perbedaan antara
ibu rumah tangga yang setia menonton soap opera.

17. Tiga penyalur mixed nuts mengiklankan bahwa produknya mengandung sebanyak-banyaknya
60% kacang. Bila sebuah kaleng yang berisi 500 mixed nuts diambil secara acak dari masing-
masing penyalur tersebut, dan ternyata mengandung berturut-turut 345, 313, dan 359 kacang,
dapatkah kita menyimpulkan pada taraf nyata 0.01 bahwa mixed nuts dari ketiga penyalur
tersebut mengandung proporsi kacang yang sama?
Penyelesaian:

penyalur Total
I II III
Kacang 345 313 359 1017
Bukan kacang 155 187 141 483

Total 500 500 500 1500

Frekuensi harapan
500  1017
Fh1   339
1500
500  1017
Fh2   339
1500
500  1017
Fh3   339
1500
500  483
Fh4   161
483
500  483
Fh5   161
483
500  483
Fh6   161
483
 Menentukan H0 dan H1
HO: p1=p2=p3, sama
H1: p1, p2, dan p3 tidak sama
 Menentukan taraf nyata dan derajat kebebasan
𝛼 = 0.01
Derajat kebebasan = (r-1)(c-1)
= (2-1)(3-1)=1 . 2 =2
2
𝑋(0.01;2) = 9.21 (table chi-squere)
2 2
 Wilayah kritik: daerah penolakan H0, jika 𝑋ℎ𝑖𝑡 > 𝑋𝑡𝑎𝑏
 Uji statistic
𝑘
2
(𝑜𝑖 − 𝑒𝑖 )2
𝑋 =∑
𝑒𝑖
𝑖=1

(345  339) 2 (313  339) 2 (359  339) 2 (155  161) 2 (187  161) 2
X2     
339 339 339 161 161
(141  161) 2

161
X  0.106  1.994  1.180  0.224  4.199  2.485  10.18
2

 Merumuskan kesimpulan
Karena 10.18 > 9.21, maka tolak H0 dan terima H1, sehingga mixed nuts dari ketiga
penyalur tersebut mengandung proporsi kacang yang sama.

18. Suatu penelitian ingin mengetahui apakah ada perbedaan antara proporsi orang tua di Negara
bagian Marylan, Virginia, Georgia dan Alabama yang setuju dengan pengajaran injil di seklah
dasar. Respons 100 orang tua diambil secara acak dari masing-masing Negara bagian tersebut
dcatat dalam table berikut ini:
Preferensi Maryland virginia Georgia Alabama
Setuju 84 72 67 81
Tidak setuju 16 28 33 19

Dapatkah kita menyimpulkan bahwa proporsi orang tua yang setuju dengan pengajaran injil di
sekolah dasar sama untuk keempat Negara bagian itu? Gunakan taraf nyata 0.025.

Penyelesaian:

Preferensi Maryland virginia Georgia Alabama Total


Setuju 84 72 67 81 304
Tidak setuju 16 28 33 19 96
Total 100 100 100 100 400

Frekuensi harapan
100  304
Fh1   76
400
100  304
Fh2   76
400
100  304
Fh3   76
400
100  304
Fh4   76
400
116  96
Fh5   24
400
116  96
Fh6   24
400
116  96
Fh7   24
400
116  96
Fh8   24
400
 Menentukan H0 dan H1
HO: p1=p2=p3=p4
H1: p1, p2, p3, p4 tidak ada yang sama
 Menentukan taraf nyata dan derajat kebebasan
𝛼 = 0.025
Derajat kebebasan = (r-1)(c-1)
= (2-1)(4-1)=1 . 3 =3
2
𝑋(0.025;3) = 9.348 (table chi-squere)
2 2
 Wilayah kritik: daerah penolakan H0, jika 𝑋ℎ𝑖𝑡 > 𝑋𝑡𝑎𝑏
 Uji statistic
𝑘
2
(𝑜𝑖 − 𝑒𝑖 )2
𝑥 =∑
𝑒𝑖
𝑖=1

(84  76) 2 (72  76) 2 (67  76) 2 (81  76) 2 (16  24) 2 (28  24) 2
x2      
76 76 76 76 39.4 24
(33  24) 2
(33  24) 2
(19  24) 2
  
24 24 24
x  0.842  0.211  1.066  0.329  2.667  0.667  3.375  1.042  10.199
2

 Merumuskan kesimpulan
Karena 10.199 >9.348, maka tolak H0 dan H1 di terima, sehingga proporsi orang tua yang
setuju dengan pengajaran injil di sekolah dasar adalah sama untuk keempat Negara
bagian.