Anda di halaman 1dari 7

TEKNIS BUDIDAYA KELAPA SAWIT

Ulasan Teknis Budidaya Kelapa Sawit mulai dari pembukaan lahan, pemeliharaan hingga
panen dan management.

SUBSCRIBE

 Home

 Daftar isi

Pengertian BJR atau RBT


October 12, 2017

PENGERTIAN BJR

Kepanjangan BJR adalah Berat Janjang Rata-rata. Istilah lain yang biasa di gunakan yaitu RBT

atau Rerata Bobot Tandan. Kedua istilah tersebut mempunyai arti yang sama.

Kelapa sawit menghasilkan janjang setiap pokoknya antara 6 - 20 janjang dalam setahunnya,

banyaknya janjang yang dihasilkan semakin berkurang seiring bertambahnya umur tanaman. Dan

berat janjang semakin berat berat seiring bertambahnya umur.

Disimpulkan bahwa Jumlah janjang di hasilkan semakin tua umur tanaman maka semakin sedikit

dan berbalik dengan BJR yaitu semakin tua umur tanaman maka semakin berat.
Berat janjang dalam satu pokok dengan pokok lainnya berbeda-beda, mengapa ? karena pokok

kelapa sawit di lapangan berbeda-beda kondisinya ada yang sehat, sakit, kerdil, pokok sisip,

etiolasi, defisiensi, terendam sehingga berat janjang yang dihasilkan pun bervariasi. Oleh karena

itu kita perlu mengetahui berat janjang rata-rata dalam satu areal tertentu, seperti dalam satu TPH,

hancak, Ha, block, tanam, divisi / afdeling dan estate/kebun sesuai dengan keperluan.

Tujuan perhitungan BJR

 Digunakan sebagai dasar analisa produksi berkaitan dengan losses, Rendemen, dll

 Sebagai dasar perhitungan pengupahan tenaga panen dan muat TBS.

 Dasar perhitungan sensus produksi.

 Dengan mengetahui BJR kita bisa perkirakan umur tanaman.

Cara Menghitung BJR

Untuk menghitung BJR sebagai contoh kita BJR dalam suatu block maka jumlah tonage di

timbang di bagi jumlah janjang di timbang.

Atau contoh lain di kirim TBS ke PKS dengan truck tentunya diawal sebelum di muat kita harus

menghitung jumlah janjangnya sesampainya di PKS maka mendapat hasil timbang pabrik, kita

bagikan Jumlah tonage dengan jumlah janjang di kirim.

Terkadang kita juga perlu timbang TBS di TPH secara sampling, maka jumlah Kg hasil timbagan

di jumlah janjang di timbang. Ini bermanfaat untuk mengetahui apakah terbedaan yang besar

antara BJR lapangan dengan BJR pabrik jika BJR lapangan jauh lebih besar, bisa di curigai

apakah TBS di kirim sampai ke pabrik semua atau ada turun di jalan sebagiannya.

BJR umumnya dihitung dalam sekala block, tahun tanam, grup panen, Divisi / afdeling dan

estate/kebun. BJR juga dikelompokkan ke dalam waktu tertentu seperti BJR harian, Bulanan dan

tahunan.
Hal-hal yang mempengaruhi BJR

Naik - turunnya, besar dan kecilnya BJR di pengaruhi oleh :

 Penyerbukan buah

 Cuaca

 Kualitas panen dan muat

 Umur tanaman

 Waktu penimbangan setelah buah di panen.

 Kualitas TBS di panen - mentah, matang, over matang atau telah menjadi Jjk.

Demikian yang bisa di zampaikan. Terima kasih.

Berbagi itu asyik.

LABELS: PANEN KELAPA SAWIT


SHARE

Comments

1.
Mas KojekOctober 12, 2017 at 7:17 AM
Perkebunan sawit sendiri ya mas?? Kayanya apal banget sama sawit-sawitan..

REPLY

1.
sudono ahmadOctober 12, 2017 at 5:38 PM

Hahahaha. Saya pekerja Mas, apa yang saya tahu di bagikan. Mampunya
baru berbagi pengetahuan Sawit, mau bagi duit belum mampu lagi.
Hahaha

2.
William TantonoNovember 19, 2017 at 10:37 PM

Dia itu ninja sawit,makanya tau sawit bgt,hahaha,.. kidding

3.
UnknownAugust 20, 2018 at 3:27 AM

boleh tanya ga mas ? tentang penyebab penyebaran ganoderma di lahan


gambut yang sangat tinggi disebabkan oleh apa ?

2.
Veri FauziApril 10, 2018 at 3:13 AM

Sekarang sudah tau pengertiannya.... Tinggal bagaimana cara menghitung bjr nya!!
Rumusnya bagaimana???

REPLY

1.
sudono ahmadApril 24, 2018 at 8:53 PM

OK, ditunggu postingan selanjutnya. Sabar

3.
Veri FauziApril 10, 2018 at 3:14 AM
Sekarang sudah tau pengertiannya.... Tinggal bagaimana cara menghitung bjr nya!!
Rumusnya bagaimana???

REPLY

1.
Ramli LyMay 15, 2018 at 2:46 AM

cara hitung BJR, tonase yang diterima dari pabrik dibagi dengan total
janjang yg diterima dari pabrik. bisa dibreakdown perafdeling/rayon atau
blok.

4.
UnknownOctober 2, 2018 at 1:41 AM

Halo, bisa kasih contoh pengaruh cuaca terhadap penurunan RBT?.

REPLY

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menghitung Standar Pokok per Hektar (SPH)


October 08, 2016
SPH atau Stand Per Hectar yaitu jumlah pokok / pohon yang ditanam dalam satuan Hektar.

Cahaya atau sinar matahari sangat diperlukan oleh tanaman dalam proses fotosintesis, dengan

jarak tanam yang rapat / populasi yang tinggi maka persaingan tanaman untuk mendapatkan

cahaya akan mendorong tanaman untuk tumbuh lebih cepat tinggi atau etiolasi. Pokok kelapa

sawit etiolasi, pelepah tindak membuka atau berbentuk V yang berakibat produksi/buah yang

dihasilkan tanaman rendah. Rendahnya produksi karena tanaman karena penyerbukan yang tidak

maksimal dan terjepitnya buah oleh pelepah, selain itu konsentrasi tanaman mempertahankan

hidup dengan upaya mendapatkan sinar matahari.

Maka perlu dicari jarak tanam yang tepat agar tanaman dapat tumbuh optimal baik pertumbuhan

vegetatif maupun generatif.


Rekomendasi SPH dikeluarkan oleh penyedia kecambah dimana mereka telah melakukan

penelitian karakteristik bibit yang dihasilkan.

Umumnya SPH digunakan 143, 136 dan 125 pokok per ha. Namun ada juga bibit …

SHARE
10 COMMENTS
READ MORE

Teknis Sensus Produksi kelapa sawit yang


Akurat
December 19, 2016
SENSUS PRAKIRAAN PRODUKSI atau BLACK BUNCH CENSUS (BBC)

Sensus prakiraan produksi atau lebih dikenal dengan Black Bunch Census (BBC : Sensus Tandan

Hitam) dilakukan untuk taksasi produksi 4 bulan mendatang. Data yang diperoleh dari hasil sensus

tersebut dipakai untuk :

SHARE
3 COMMENTS
READ MORE

Waktu Pemupukan kelapa sawit yang Efektif


December 18, 2016
Pemupukan bertujuan untuk menyediakan hara yang cukup dan seimbang untuk pertumbuhan

vegetatif yang sehat sehingga menghasil Tandan Buah Segar (TBS) optimal dan pokok yang yang

tahan terhadap hama dan penyakit. Jumlah pupuk yang diberikan sesuai dengan kebutuhan

tanaman atau tidak berlebih hal ini berkaitan dengan biaya dimana pemupukan merupakan biaya

terbesar dalam budidaya kelapa sawit. Karena biaya yang besar harus dikeluarkan dan sangat

pentingnya hara bagi tanaman untuk menghasilkan produksi yang tinggi maka pemupukan harus

dilakukan dengan benar baik jenis pupuknya, dosis, cara aplikasi dan waktu yang tepat.

Dalam postingan ini saya bahas waktu aplikasi pemupukan yang tepat, Waktu pemupukan sangat

mempengaruhi tujuan dari apliksasi pemupukan, maksudnya adalah jika kita salah melakukan

aplikasi pemupukan pada waktu yang salah maka hara yang ingin kita berikan kepada pokok
kelapa sawit tidak dapat diserap oleh kelapa sawit atau mungkin juga hara menjadi terbuang.

Secara umum waktu …

SHARE
1 COMMENT
READ MORE

About Me

sudono ahmad
Planter, sebagai istilah utk kami pekerja perkebunan. Sukses bersama. Berbagi itu
asyik.
VISIT PROFILE

Archive

Labels

Report Abuse

Powered by Blogger

TEKNIS BUDIDAYA KELAPA SAWIT


SUBSCRIBE