Anda di halaman 1dari 11

STANDARD OPERATION PROCEDURE

P E N G E N D A L I A N G U L M A
DlSUSUN
DlPERlKSA &
DlSETUJUl
DlSAHKAN
ASTRA AGRO LESTARI
Sahala Hutabarat
Satyoso H.
B. Palgoenadi
No. Dok : SOP / AGR / 19/03/04
Tgl Efektif : 26 03 - 04
Halaman : 1 dari 11
I. Pendahuluan
Salah satu tujuan pengendalian gulma adalah untuk menghindarkan persaingan antara tanaman utama
dengan gulma dalam hal zat hara, air, dan ruang tumbuh yang terdapat pada piringan pokok, pasar
panen, dan gawangan. Taksiran kerugian langsung akibat adanya gulma Hedvotis verticillata,
Asvstasia intrusa, Imperata cvlindrica atau Mekania dapat menurunkan produksi kelapa sawit sekitar
15 20.
Disamping untuk mengurangi persaingan seperti tersebut di atas, pengendalian gulma ini akan
mempermudah pelaksanaan kultur teknis lainnya seperti pemupukan, pemanenan, pemberantasan
hama/penyakit, dan lain-lain.
Pertimbangan untuk melakukan pengendalian gulma dengan herbisida ini antara lain karena
penggunaan tenaga kerja yang relatiI kecil dibandingkan dengan cara manual, menghindarkan
kerusakan struktur tanah dan perakaran, serta membutuhkan waktu yang relatiI singkat.
Berdasarkan beberapa penelitian, penggunaan herbisida pada 'circle weeding dapat menghemat
biaya sebesar 40 bila dibandingkan dengan cara manual.
II. 1enis Gulma
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, jenis gulma yang umumnya terdapat pada tanaman kelapa
sawit antara lain adalah sbb:
STANDARD OPERATION PROCEDURE
P E N G E N D A L I A N G U L M A
DlSUSUN
DlPERlKSA &
DlSETUJUl
DlSAHKAN
ASTRA AGRO LESTARI
Sahala Hutabarat
Satyoso H.
B. Palgoenadi
No. Dok : SOP / AGR / 19/03/04
Tgl Efektif : 26 03 - 04
Halaman : 2 dari 11
Nama
No. Latin Lokal Famili
1. Gleichenia leavigata pakis andam Gleicheniaceae
2. Gleichenia linearis paku resam Gleicheniaceae
3. Stenochlaena palustris pakis udang Gleicheniaceae
4. Odontosoria chinensis paku cemara Polypodiaceae
5. Ceropteris calomelanos pakis perak Polypodiaceae
6. Lvcopodium cernuum pakis kawat Polypodiaceae
7. Imperata cvlindrica alang-alang Gramineae
8. Pollinia cciliata bambon Gramineae
9. Ischaemum muticum bambu grass Gramineae
10. Paspalum confugatum paitan Gramineae
11. Axonopus compressus rumput pahit Gramineae
12. Digitaria longiflora kakawatan Gramineae
13. Panicum repens lampuyangan Gramineae
14. Cvnodon dactilon bermuda gras Gramineae
15. Eleusine indica jampang besar Gramineae
16. Cvperus rotundus teki Cyperaceae
17. Commelina nudiflora brambangan Commelinaceae
18. Aneilema nudiflorum bawangan Commelinaceae
19. Pou:ol:ia vininea jurung rambat Urticaceae
20. Mimosa invisa borang Leguminosae
21. Mimosa pudica kucingan Leguminosae
22. Crotolaria ferruginea orok-orok Leguminosae
STANDARD OPERATION PROCEDURE
P E N G E N D A L I A N G U L M A
DlSUSUN
DlPERlKSA &
DlSETUJUl
DlSAHKAN
ASTRA AGRO LESTARI
Sahala Hutabarat
Satyoso H.
B. Palgoenadi
No. Dok : SOP / AGR / 19/03/04
Tgl Efektif : 26 03 - 04
Halaman : 3 dari 11
Nama
No. Latin Lokal Famili
23. Oxalis latifolia calingcing Oxalidaceae
24. Phvlanthus niruri meniran Euphorbiaceae
25. Phvlanthus urinaria meniran Euphorbiaceae
26. Melastoma malabathricum senduduk Melastomaceae
27. Clidemia hirta harendong Melastomaceae
28. Lantana camara tembelekan,cente manis Verbenaceae
29. Stachvtarpheta indica jarong Verbenaceae
30. Hedvotis verticillata borreria Rubiaceae
31. Borreria latifolia kentangan Rubiaceae
32. Asvstasia intrusa asystasia Rubiaceae
33. Mikania cordata sembung rambat Compositae
34. Ageratum conv:oides babadotan Compositae
35. Eupatorium odoratum putihan Compositae
III. Pemberantasan Gulma pada 1anaman Kelapa Sawit.
Umumnya alat semprot yang dipakai ialah knapsack sprayer dengan nozzle polyjet berwarna merah.
Untuk menjamin agar semua tempat piringan tersemprot rata dengan herbisida, maka tekanan diatur
konstan (H 15 p.s.i.) dengan kecepatan jalan orang menyemprot 2 Km/jam (15 detik/piringan).
a. Penyemprotan Piringan, Pasar Panen dan 1PH (CP1 )
Dari hasil percobaan, ada beberapa herbisida yang tepat digunakan untuk pemberantasan gulma di P.T.
ASTRA AGRO LESTARI,Tbk , yaitu Sbb:
STANDARD OPERATION PROCEDURE
P E N G E N D A L I A N G U L M A
DlSUSUN
DlPERlKSA &
DlSETUJUl
DlSAHKAN
ASTRA AGRO LESTARI
Sahala Hutabarat
Satyoso H.
B. Palgoenadi
No. Dok : SOP / AGR / 19/03/04
Tgl Efektif : 26 03 - 04
Halaman : 4 dari 11
Umur
(Tahun)
Gulma Dominan Herbisida Dosis(cc/gr)
/ha/Rot
Vol.Larutan
(Lt/ha Tnm)
Conc.
()
Rumput LCC Daun lebar Biosat BioIuron 700 26.25 157.5 0.440.017
Mekania 2.4-D Amine 1,050 157.5 0.67
Rumput Biosat / Roundup 700 157.5 0.44
Alang-alang Biosat / Roundup 1,260 157.5 0.8
Pakis krisan Gramoxon / Noxone
BioIuron
472.5 26.25 157.5 0.30.017
1-2
Anak kayu Diameter 5 cm Biosat BioIuron 787.5 26.25 157.5 0.50.017
Rumput LCC Daun lebar Biosat BioIuron 525 26.25 157.5 0.330.017
Mekania 2.4-D Amine 787,5 157.5 0.5
Rumput Biosat / Roundup 525 157.5 0.33
Alang-alang Biosat / Roundup 1,260 157.5 0.8
Pakis krisan Gramoxon / Noxone
BioIuron / Ally
472.5 26.25 157.5 0.30.017
3 6
Anak kayu Diameter 5 cm Biosat BioIuron 787.5 26.25 157.5 0.50.017
Rumput LCC Daun lebar Biosat BioIuron 350 26.25 157.5 0.220.017
Mekania 2.4-D Amine 630 157.5 0.4
Rumput Biosat / Roundup 350 157.5 0.22
Alang-alang Biosat 1,102.5 157.5 0.7
Pakis krisan Gramoxon / Noxone
BioIuron / Ally
472.5 26.25 157.5 0.30.017
~ 7
Anak kayu Diameter 5 cm Biosat BioIuron 787.5 26.25 157.5 0.50.017
Catatan : 1. Dosis tersebut diatas adalah untuk CPT, dimana diperhitungkan factor spray adalah
0,35 dengan volume larutan 450 ltr/ha blanket.
2. Penentuan jenis herbisida yang dipakai dilakukan oleh PPDC berdasarkan
pertimbangan harga dan ketersediaannya yang dilakukan pada saat pengesahan SPB
oleh HO
STANDARD OPERATION PROCEDURE
P E N G E N D A L I A N G U L M A
DlSUSUN
DlPERlKSA &
DlSETUJUl
DlSAHKAN
ASTRA AGRO LESTARI
Sahala Hutabarat
Satyoso H.
B. Palgoenadi
No. Dok : SOP / AGR / 19/03/04
Tgl Efektif : 26 03 - 04
Halaman : 5 dari 11
b. Pemberantasan gulma pada gawangan
Umur
(Tahun)
Gulma Dominan Herbisida Dosis(cc/gr)
/ha/Rot
Vol.Larutan
(Lt/ha Tnm)
Conc.
()
Mekania 2.4-D Amine 904.5 135 0.67
Alang-alang Biosat / Roundup 1,080 135 0.8
Pakis krisan Gramoxon / Noxone
BioIuron / Ally
405 22.95 135 0.30.017
1 2
Anak kayu Diameter 5 cm Biosat BioIuron 675 22.95 135 0.50.017
Dosis tersebut diatas atas dasar perhitungan factor spray adalah 0,3 dengan volume larutan 450 ltr/ha blanket
Mekania 2.4-D Amine 562.5 112.5 0.5
Alang-alang Biosat / Roundup 900 112.5 0.8
Pakis krisan Gramoxon / Noxone
BioIuron / Ally
337.5 19.13 112.5 0.30.017
3 6
Anak kayu Diameter 5 cm Biosat BioIuron 562.5 19.13 112.5 0.50.017
Dosis tersebut diatas atas dasar perhitungan factor spray adalah 0,25 dengan volume larutan 450 ltr/ha blanket
Mekania 2.4-D Amine 360 90 0.4
Alang-alang Biosat / Roundup 630 90 0.7
Pakis krisan Gramoxon / Noxone
BioIuron / Ally
270 15.3 90 0.30.017
~ 7
Anak kayu Diameter 5 cm Biosat BioIuron 450 15.3 90 0.50.017
Dosis tersebut diatas atas dasar perhitungan factor spray adalah 0,2 dengan volume larutan 450 ltr/ha blanket
Catatan : Permohonan SPB harus dilengkapi dengan rencana kerja dan identiIikasi Gulma
c. Herbisida Untuk Gulma Khusus
- Bambu : Sodium Chlorate (20 ), penyemprotan pada pangkal rumpun.
- Anak kayu Diameter ~ 5 cm : Garlon 480 EC 50 ml 1 ltr Solar kemudian oleskan larutan ini
dengan kuas kasar kepermukaan batang yang telah dipotong.
STANDARD OPERATION PROCEDURE
P E N G E N D A L I A N G U L M A
DlSUSUN
DlPERlKSA &
DlSETUJUl
DlSAHKAN
ASTRA AGRO LESTARI
Sahala Hutabarat
Satyoso H.
B. Palgoenadi
No. Dok : SOP / AGR / 19/03/04
Tgl Efektif : 26 03 - 04
Halaman : 6 dari 11
IJ. 1eknik pelaksanaan
Beberapa Iaktor yang perlu dipertimbangkan dalam pelaksanaan yang tepat antara lain :
a.. Penyiapan Larutan Semprotan
- Pahamilah herbisida tersebut sebelum digunakan. Baca label/petunjuk pada wadahnya.
- Lakukan supervisi dan pastikan bahwa dosis yang digunakan sudah betul.
- Gunakan alat ukur untuk menakar herbisida konsentrasi.
- Hindari kontaminasi dengan sumber air.
- Gunakan saringan halus dari baja.
- Pencampuran dalam jumlah besar dan pembagian dalam penampung plastik dapat
memperkecil kesalahan pencampuran dan pencurian herbisida konsentrasi.
- Pastikan larutan merata sebelum dibagikan, terutama herbisida Iormulasi tepung.
b. Determinasi 1umlah Herbisida
- Apabila Dosis Rekomendasi Herbisida Berdasarkan Yang Diperdagangkan (liter atau
kg) Per Hektar
Rumus Yang digunakan
Kebutuhan 1,000 x volume larutan (ltr) yang akan disiapkan x dosis herbisida/ha
Herbisida
(mI atau gr) VoIume semprotan/ha
Contoh : Dosis Glyphosate yang direkomendasikan untuk gulma alang - alang adalah 6 ltr/ha.
Volume semprotan per ha 450 ltr.
Berapa banyak Glyphosate harus dilarutkan dalam alat semprot Solo lokal (kapasitas 15 Itr.) ?
Glyphosate yang dibutuhkan per Solo lokal adalah :
1.000 x 15 x 6
450
200 ml
STANDARD OPERATION PROCEDURE
P E N G E N D A L I A N G U L M A
DlSUSUN
DlPERlKSA &
DlSETUJUl
DlSAHKAN
ASTRA AGRO LESTARI
Sahala Hutabarat
Satyoso H.
B. Palgoenadi
No. Dok : SOP / AGR / 19/03/04
Tgl Efektif : 26 03 - 04
Halaman : 7 dari 11
c. Waktu Penyemprotan Herbisida
a. Sesungguhnya rotasi semprotan diatur menurut kebutuhan untuk penekanan gulma.
b. Agar penyemprotan eIektiI sebaiknya penyemprotan dilaksanakan pada keadaan stadia
pertumbuhan awal (Earlv growth).
c. Sebaiknya penyemprotan dilakukan sewaktu cuaca terang (hari panas).
d. Bila hujan turun dipagi hari penyemprotan dapat dilakukan 1 jam kemudian setelah
hujan reda (berhenti).
e. Bila hujan turun kurang dari 6 jam setelah penyemprotan, biasanya penyemprotan
diulangi kembali secara selektiI.
d. Aozzel Semprot
- Untuk penvemprotan spot
- Nozzel cone (hollow/solid)
- ElatIan dengan sudut semprotan yang sempit
- Untuk CPT dan Gawangan
Pemakaian jenis nozel tergantung pada lebar piringan yang diinginkan.
Lebar semprotan (swatch wide) untuk setiap jenis Polijet ICI nozel adalah :
1enis/ Lebar Flow Rate
Warna Nozle semprotan (cc/menit)
Hijau 1,0 meter 900
Biru 1,5 meter 1650
Merah 2,0 meter 2476
STANDARD OPERATION PROCEDURE
P E N G E N D A L I A N G U L M A
DlSUSUN
DlPERlKSA &
DlSETUJUl
DlSAHKAN
ASTRA AGRO LESTARI
Sahala Hutabarat
Satyoso H.
B. Palgoenadi
No. Dok : SOP / AGR / 19/03/04
Tgl Efektif : 26 03 - 04
Halaman : 8 dari 11
e. 1ipe Herbisida
^ Herbisida Kontak
Merupakan herbisida yang paling aman, karena hanya membunuh jaringan tanaman
yang terkena semprotan herbisida, sehingga tidak mempengaruhi perkembangan
pertumbuhan tanaman utama.
Bahan aktiI herbisida kontak antara lain adalah:
- Paraquate - GluIosinate
- Ammonium - Bentazun
- Sodium Chlorate
^ Herbisida Sistemik/1ranslokas i
Herbisida ini masuk kedalam jaringan tanaman melalui daun maupun akar, dan
ditranslokasikan keseluruh jaringan tanaman dan mengganggu physiologi tanaman
sehingga menyebabkan kematian gulma.
Bahan aktiI herbisida Sistemik antara lain adalah:
- 2.4 - D Amine - Glyphosate
- EluaziIop - butyl - MetsulIuron methyl
- lmazapyr - Eluroksipir
I. Penyemprotan.
- Untuk alat semprot dan nozle baru, harus dicek dahulu : kapasitas tangki, pola
semprotan, lebar semprotan dan volume output.
- Penyemprotan searah dengan angin, hentikan penyemprotan apabila angin kuat.
- Yakinkan ketinggian nozzel dan arahkan stik sesuai pola semprotan nozzel untuk
mendapatkan penutupan maksimum.
STANDARD OPERATION PROCEDURE
P E N G E N D A L I A N G U L M A
DlSUSUN
DlPERlKSA &
DlSETUJUl
DlSAHKAN
ASTRA AGRO LESTARI
Sahala Hutabarat
Satyoso H.
B. Palgoenadi
No. Dok : SOP / AGR / 19/03/04
Tgl Efektif : 26 03 - 04
Halaman : 9 dari 11
- Apabila penyemprotan berdekatan dengan tanaman, rendahkan stik dan kurangi tekanan
semprot untuk memperkecil percikan pada tanaman tersebut.
- Berjalanlah pada langkah yang diinginkan dengan mantap (seperti yang telah
dideterminasi saat kalibrasi).
Namun demikian operator yang telah terlatih harus mengetahui bagaimana mengenali
pola-pola gulma dan memperlambat jalan untuk memberikan dosis yang sedikit lebih tinggi
untuk mempengaruhi dan mematikan seluruh gulma.
J. Organisasi dan pengawasan
1. Organisasi
Peranan organisasi dan pengawasan kerja sangat penting dalam menentukan keberhasilan
suatu pekerjaan.
Pengaturan pembagian kerja tergantung pada alat semprot yang dipergunakan. Umumnya
untuk pemberantasan gulma dipiringan, pasar panen, dan gawangan, dipergunakan alat
semprot pinggang (knapsack sprayer).
Satu regu semprot biasanya terdiri dari 13 14 orang dengan pembagian tenaga sebagai
berikut :
- 8 orang tukang semprot
- 4 orang tukang pikul melayani pengisian semprot
- 1 2 orang petugas pencampur.
2. Pemeliharaan Alat Semprot
- Setiap penyemprotan selesai, alat semprot harus dibersihkan dan diperbaiki
sehingga pekerjaan hari berikutnya dapat dimulai seawal mungkin.
- Penyemprot harus bertanggung jawab terhadap perawatan dan pemeliharaan rutin alat
semprotnya, kebocoran harus dicek, dan ganti nozzel yang aus.
STANDARD OPERATION PROCEDURE
P E N G E N D A L I A N G U L M A
DlSUSUN
DlPERlKSA &
DlSETUJUl
DlSAHKAN
ASTRA AGRO LESTARI
Sahala Hutabarat
Satyoso H.
B. Palgoenadi
No. Dok : SOP / AGR / 19/03/04
Tgl Efektif : 26 03 - 04
Halaman : 10 dari 11
- Setiap mandor penyemprotan harus dilengkapi dengan tang, baut, obeng, nozzel, 'O
ring, minyak grease atau minyak pelumas)
3. Penyimpanan dan Pengeluaran Herbisida
a. Herbisida merupakan bahan kimia yang berbahaya, mahal dan rawan pencurian
b. Diperlukan sistem penyimpanan yang tepat dan cara pengambilan stock.
c. Pengeluaran herbisida berkonsentrasi harus dikontrol dengan tepat dan wadah
kosong harus dikembalikan sebagai cara untuk pengecekan.
d. Herbisida konsentrasi tidak boleh disimpan di gudang lapangan yang tidak terjaga
keamanannya. Kelebihan bahan kimia harus dikembalikan ke gudang demi
keamanan penyimpanan.
e. Herbisida tidak boleh disimpan di gudang bersamaan dengan pupuk, insektisida dan
Iungisida.
4. Aspek-aspek Pengamanan Dalam Pengendalian Gulma Secara Kimiawi
a. Peralatan pelindung minimum adalah
- Baju lengan panjang
- Celana Panjang
- Sepatu
- Masker
b. Kerusakan dan kebocoran alat yang kecil harus segera diperbaiki.
c. Pakailah sarung tangan pada saat menggunakan herbisida konsentrasi dengan daya
racun yang tinggi.
d. Sepatu harus dipakai pada saat bekerja dalam gudang penyimpanan.
e. Jangan menggunakan mulut untuk meniup atau menghisap nozzle yang tersumbat.
I. Cuci tangan dan seluruh badan segera dengan sabun setelah penyemprotan.
g. Pakaian kerja harus dicuci setiap hari.
STANDARD OPERATION PROCEDURE
P E N G E N D A L I A N G U L M A
DlSUSUN
DlPERlKSA &
DlSETUJUl
DlSAHKAN
ASTRA AGRO LESTARI
Sahala Hutabarat
Satyoso H.
B. Palgoenadi
No. Dok : SOP / AGR / 19/03/04
Tgl Efektif : 26 03 - 04
Halaman : 11 dari 11
Kunci Sukses
1. IdentiIikasi gulma sebelum menetapkan jenis herbisida.
2. Lakukan kalibrasi sebagai bagian dari prosedur rutin.
3. Setiap kebun harus memiliki 'spare ' alat semprot.
4. Harus dijaga agar air yang digunakan adalah air bersih.
5. Jangan pernah merubah aplikasi kimia yang direkomendasikan.
6. Kecepatan berjalan konstan dan kepala nozle tidak diayun kiri-kanan.
7. Melakukan 4 tepat yaitu:
- Tepat sasaran
- Tepat dosis
- Tepat waktu
- Tepat Rotasi