Anda di halaman 1dari 13

BUKU ESIS KTSP

Uji Diri halaman 274


Tentukan asam dan basa pembentuk komponen kation dan anion dari garam-garam berikut.
Apakah garam bersifat asam, basa, atau netral?
a. K2SO3
b. KCl
c. NH4F
Jawab:
a. Garam K2SO3 yang berasal dari reaksi asam lemah (H2SO3) dan basa kuat (KOH) akan
menghasilkan ion OH- dan bersifat basa. . Garam ini akan terionisasi sempurna dalam air
dan akan menghasilkan ion-ion. Anion berasal dari asam lemah dan kation berasal dari
basa kuat, sesuai dengan persamaan reaksi berikut.
K2SO3 (aq) → SO32- (aq) + 2K+ (aq)
b. Garam KCl yang berasal dari reaksi asam kuat (HCl) dan basa kuat (KOH) tidak
mengalami hidrolisis dan bersifat netral.
c. Garam NH4F yang berasal dari reaksi asam kuat (HF) dan basa lemah (NH4OH) akan
menghasilkan ion H+ dan bersifat asam. Garam ini akan terionisasi sempurna dalam air
dan akan menghasilkan ion-ion. Anion berasal dari asam kuat dan kation berasal dari
basa lemah, sesuai dengan persamaan reaksi berikut.
NH4F (aq) → NH4+ (aq) + F- (aq)
Kation dari basa lemah NH4+ akan bereaksi dengan air (terhidrolisis) sesuai dengan
persamaan reaksi berikut.
NH4+ (aq) + H2O (l) ⇌ NH4OH (aq) + H+ (aq)
NH4+ (aq) + H2O (l) ⇌ NH3 (aq) + H3O+ (aq)
Adanya ion H+ dalam hasil reaksi menunjukkan bahwa larutan garam tersebut bersifat
asam.

Uji Diri halaman 277


1. Jelaskan hidrolisis yang terjadi dari larutan garam (NH4)2SO4 0,1 M. Hitung pH larutan
tersebut jika diketahui Kb NH3 = 1,8 x 10-5 mol/L.
Jawab:
Garam (NH4)2SO4 berasal dari basa lemah dan asam kuat sehingga bersifat asam.
Garam ini akan terionisasi sempurna dalam air dan akan menghasilkan ion-ion. Anion
berasal dari asam kuat dan kation berasal dari basa lemah, sesuai dengan persamaan
reaksi berikut.
(NH4)2SO4 (aq) → 2NH4+ (aq) + SO42- (aq)
Kation dari basa lemah NH4+ akan bereaksi dengan air (terhidrolisis) sesuai dengan
persamaan reaksi berikut.
NH4+ (aq) + H2O (l) ⇌ NH4OH (aq) + H+ (aq)
NH4+ (aq) + H2O (l) ⇌ NH3 (aq) + H3O+ (aq)
Adanya ion H+ dalam hasil reaksi menunjukkan bahwa larutan garam tersebut bersifat
asam.
𝐾𝑤
[H+] = √ 𝐾𝑏 𝑥 [𝑎𝑠𝑎𝑚 𝑘𝑜𝑛𝑗𝑢𝑔𝑎𝑠𝑖]

10-14
[H+] = √ 𝑥 [0,1]
1,8 𝑥 10-5

[H+] = √0,056 𝑥 10-9

[OH-] = √5,6 𝑥 10-11 = 7,483 x 10-6 M


pH = − log [H+]
pH = − log [7,483 x 10-6] = 6 – log 7,483

2. Berapa pH dari larutan garam C4H9NH3Cl 0,05 M? Diketahui Kb C4H9NH2 = 5,9 x 10-4
mol/ L.
Jawab:
Garam C4H9NH3Cl berasal dari basa lemah dan asam kuat sehingga bersifat asam.
𝐾𝑤
[H+] = √ 𝐾𝑏 𝑥 [𝑎𝑠𝑎𝑚 𝑘𝑜𝑛𝑗𝑢𝑔𝑎𝑠𝑖]

10-14
[H+] = √ 𝑥 [0,05]
5,9 𝑥 10-4

[H+] = √8,474576 𝑥 10-13 = 9,2 x 10-7 M


pH = − log [H+]
pH = − log [9,2 x 10-7] = 7 – log 9,2
Uji Diri halaman 280
Hitung pH dari larutan garam NH4CN 0,2 M. Diketahui Ka HCN = 4,0 x 10-10 mol/L, Kb
NH3 = 1,8 x 10-5 mol/L.
Jawab:

𝐾w 𝑥 𝐾𝑎
[H+] = √
𝐾𝑏

10-14 𝑥 4 𝑥 10-10
[H+] = √
1,8 𝑥 10-5

[H+] = √2,222 𝑥 10-19 = 4,7138095 x 10-10 M = 4,714 x 10-10 M


pH = − log [H+]
pH = − log [4,714 x 10-10] = 10 – log 4,714

Soal Pemahaman halaman 283-285


A. Soal Esai
Konsep Hidrolisis
1. a. Apa yang dimaksud dengan hidrolisis garam?
b. Apa persyaratan agar garam dapat terhidrolisis?
Jawab:
a. Hidrolisis garam adalah reaksi antara garam dengan air, dimana kation (BH+) dari
garam (BHA) menyumbang ion H+ ke air dan/atau anion (A-) dari garam (BHA)
menerima ion H+ dari air.
b. Garam dapat terhidrolisis jika setidaknya salah satu komponen garam, yakni kation
adalah asam konjugasi kuat yang berasal dari basa lemah atau anion adalah basa
konjugasi kuat yang berasal dari basa lemah.
2. Bagaimana hidrolisis garam dapat digunakan untuk menjelaskan sifat garam (asam, basa,
netral)?
Jawab:
Hidrolisis garam menyebabkan lepasnya ion H3O+ (H+) dan/atau OH-. Pelepasan ion H+
dan OH- inilah yang menyebabkan larutan garam dapat bersifat asam, basa, atau netral.
3. Jelaskan:
a. Mengapa garam dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral dalam air?
b. Mengapa garam dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam dalam air?
c. Mengapa garam dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa dalam air?
d. Mengapa garam dari asam lemah dan basa lemah bersifat netral, asam, atau basa
dalam air?
Jawab:
a. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat seperti NaCl tidak akan
terhidrolisis.
NaCl (aq) → Na+ (aq) + Cl- (aq)
(Asam konjugasi lemah (Basa konjugasi lemah
dari basa kuat) dari asam kuat)
Hal ini karena kation Na+ dan anion Cl- bersifat relatif lemah sehingga keduanya
tidak dapat terhidrolisis. Akibatnya larutan garam bersifat netral (pH = 7).
b. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah seperti NH4Cl akan terhidrolisis.
NH4Cl (aq) → NH4+ (aq) + Cl- (aq)
(Asam konjugasi kuat (Basa konjugasi lemah
dari basa lemah) dari asam kuat)
Hal ini karena kation NH4+ bersifat relatif kuat sehingga dapat bereaksi dengan air
melepas ion H3O+ (H+). Akibatnya larutan garam bersifat asam (pH < 7).
c. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat seperti CH3COONa akan
terhidrolisis.
CH3COONa (aq) → Na+ (aq) + CH3COO- (aq)
(Asam konjugasi lemah (Basa konjugasi kuat
dari basa kuat) dari asam lemah)
-
Hal ini karena anion CH3COO bersifat relatif kuat sehingga dapat bereaksi dengan
air melepas ion OH-. Akibatnya larutan garam bersifat basa (pH > 7).
d. Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah seperti NH4CN akan
terhidrolisis.
NH4CN (aq) → NH4+ (aq) + CN- (aq)
(Asam konjugasi kuat (Basa konjugasi kuat
dari basa lemah) dari asam lemah)
Hal ini karena kation NH4+ dan anion CN- bersifat relatif kuat sehingga keduanya
dapat bereaksi dengan air melepas ion H3O+ (H+) dan ion OH-. Sifat asam basa dari
larutan garam tergantung dari perbandingan konsentrasi ion H+ dan ion OH- tersebut.
4. Apakah larutan dari garam-garam berikut bersifat asam, basa atau netral? Jelaskan.
a. NaCN
b. AlCl3
c. KCl
d. NaNO3
Jawab:
a. Garam NaCN yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis.
NaCN (aq) → Na+ (aq) + CN- (aq)
(Asam konjugasi lemah (Basa konjugasi kuat
dari basa kuat) dari asam lemah)
Hal ini karena anion CN- bersifat relatif kuat sehingga dapat bereaksi dengan air
melepas ion OH-. Akibatnya larutan garam bersifat basa (pH > 7).
b. Garam AlCl3 yang berasal dari asam kuat dan basa lemah akan terhidrolisis.
AlCl3 (aq) → Al3+ (aq) + 3Cl- (aq)
(Asam konjugasi kuat (Basa konjugasi lemah
dari basa lemah) dari asam kuat)
Hal ini karena kation Al3+ bersifat relatif kuat sehingga dapat bereaksi dengan air
melepas ion H3O+ (H+). Akibatnya larutan garam bersifat asam (pH < 7).
c. Garam KCl yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak akan terhidrolisis.
KCl (aq) → K+ (aq) + Cl- (aq)
(Asam konjugasi lemah (Basa konjugasi lemah
dari basa kuat) dari asam kuat)
Hal ini karena kation K+ dan anion Cl- bersifat relatif lemah sehingga keduanya tidak
dapat terhidrolisis. Akibatnya larutan garam bersifat netral (pH = 7).
d. Garam NaNO3 yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis.
NaNO3 (aq) → Na+ (aq) + NO3- (aq)
(Asam konjugasi lemah (Basa konjugasi kuat
dari basa kuat) dari asam lemah)
-
Hal ini karena anion NO3 bersifat relatif kuat sehingga dapat bereaksi dengan air
melepas ion OH-. Akibatnya larutan garam bersifat basa (pH > 7).
5. Suatu limbah cair dari pabrik penyepuhan yang bersifat asam dibuang ke sungai terdekat.
Sekelompok pecinta alam percaya bahwa hal ini adalah penyebab kematian ikan-ikan di
sungai. Untuk mengatasi hal ini, pabrik tersebut menambahkan suatu zat ke dalam
limbah sebelum dibuang. Zat manakah yang paling baik: natrium karbonat, natrium
klorida, atau ammonium klorida? Jelaskan alasannya.
Jawab:
Limbah cair yang bersifat asam dapat dinetralisir dengan penambahan garam karbonat
yaitu natrium karbonat (Na2CO3). Sewaktu larut dalam air, garam karbonat akan
mengalami hidrolisis melepas ion OH- yang akan menaikkan pH air limbah.
Na2CO3 (aq) → 2Na+ (aq) + CO32- (aq)
Basa konjugasi kuat
CO32- (aq) + H2O (l) ⇌ HCO3- (aq) + OH- (aq)
Bersifat basa

Menentukan pH larutan garam


6. a. Apa yang dimaksud dengan tetapan hidrolisis Kh?
b. Bagaimana tetapan hidrolisis Kh digunakan untuk menentukan pH larutan garam?
Jawab:
a. Reaksi antara komponen garam, yakni kation yang berupa asam konjugasi kuat
dan/atau anion yang berupa basa konjugasi kuat dengan air merupakan reaksi
kesetimbangan dengan tetapan kesetimbangannya yang disebut tetapan hidrolisis Kh.
b. Misalnya menentukan pH larutan garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah.
Hidrolisis garam dari asam kuat dan basa lemah hanya melibatkan reaksi antara
komponen kation BH+ yang relatif kuat yang berasal dari basa lemah, dengan air
(H2O). Oleh karena hidrolisis garam yang terjadi hanya melepas ion H3O+ atau H+,
maka larutan garam akan bersifat asam. Besarnya konsentrasi ion H+ yang dilepas
dapat dihitung menggunakan persamaan tetapan hidrolisis, Kh.
[𝐵][𝐻+]
Kh =
[𝐵𝐻+]

Konsentrasi zat-zat pada kesetimbangan adalah sebagai berikut.


BH+ (aq) + H2O (l) ⇌ B (aq) + H3O+ (aq)
Mula-mula [BH+]awal
Reaksi -x +x +x
Setimbang [BH+]awal - x x x

Terlihat bahwa nilai [B] = [H+] yakni sebesar sebesar x. Dengan demikian,
persamaan di atas dapat dituliskan sebagai:
[H+] = √𝐾ℎ [𝐵𝐻+] pH = − log [H+]
Oleh karena nilai x jauh lebih kecil dibandingkan nilai [BH+]awal dalam perhitungan
maka dapat diasumsikan [BH+]setimbang = [BH+]awal.
7. Larutan garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam.
a. Tuliskan persamaan tetapan hidrolisis Kh untuk larutan garam tersebut.
b. Tunjukkan bagaimana nilai Kh dapat diperoleh dari Kw dan Kb.
c. Jelaskan bagaimana pH larutan garam dapat ditentukan.
Jawab:
a. BHA(aq) → BH+(aq) + A-
BH+(aq) + H2O (l) ⇌ B(aq) + H3O+(aq)
[𝐵][𝐻3𝑂+]
Kh =
[𝐵𝐻+]

b. Kesetimbangan air:
2H2O(l) ⇌ H3O+(aq) + OH-(aq) Kw = [H3O+][ OH-]
Kesetimbangan basa lemah:
[𝐵𝐻+][𝑂𝐻-]
B(aq) + H2O(l) ⇌ BH+(aq) + OH-(aq) Kb =
[𝐵]

Kw = [H3O+][ OH-]
Kb [BH+][ OH-]
[B]
Kw = [H3O+][B]
Kb [BH+]
Kw = Kh
Kb

c. Untuk menentukan pH larutan garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah.
Hidrolisis garam dari asam kuat dan basa lemah hanya melibatkan reaksi antara
komponen kation BH+ yang relatif kuat yang berasal dari basa lemah, dengan air
(H2O). Oleh karena hidrolisis garam yang terjadi hanya melepas ion H3O+ atau
H+, maka larutan garam akan bersifat asam. Besarnya konsentrasi ion H+ yang
dilepas dapat dihitung menggunakan persamaan tetapan hidrolisis, Kh.
[𝐵][𝐻+]
Kh =
[𝐵𝐻+]

Konsentrasi zat-zat pada kesetimbangan adalah sebagai berikut.


BH+ (aq) + H2O (l) ⇌ B (aq) + H3O+ (aq)
Mula-mula [BH+]awal
Reaksi -x +x +x
Setimbang [BH+]awal - x x x

Terlihat bahwa nilai [B] = [H+] yakni sebesar sebesar x. Dengan demikian,
persamaan di atas dapat dituliskan sebagai:
[H+] = √𝐾ℎ [𝐵𝐻+] pH = − log [H+]
Oleh karena nilai x jauh lebih kecil dibandingkan nilai [BH+]awal dalam
perhitungan maka dapat diasumsikan [BH+]setimbang = [BH+]awal.
8. Larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa.
a. Tuliskan persamaan tetapan hidrolisis Kh untuk larutan garam tersebut
b. Tunjukkan bagaimana nilai Kh dapat diperoleh dari Kw dan Ka.
c. Jelaskan bagaimana pH larutan garam dapat ditentukan.
Jawab:
a. BHA(aq) → BH+(aq) + A-(aq)
A-(aq) + H2O(l) ⇌ HA(aq) + OH-(aq)
[𝐻𝐴][𝑂𝐻-]
Kh =
[𝐴-]

b. Kesetimbangan air:
2H2O(l) ⇌ H3O+(aq) + OH-(aq) Kw = [H3O+][ OH-]
Kesetimbangan asam lemah:
HA(aq) + H2O(l) ⇌ A-(aq) + H3O+(aq) Ka = [A-][H3O+]
[HA]
Kw = [H3O+][ OH-] = [H3O+][ OH-][HA]
Ka [A-][H3O+] [A-][H3O+]
[HA]
Kw = [OH-][HA]
Ka [A-]
Kw = Kh
Ka
c. Untuk menentukan pH larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat.
Hidrolisis garam dari asam lemah dan basa kuat hanya melibatkan reaksi antara
komponen anion A- yang relatif kuat yang berasal dari asam lemah, dengan air
(H2O). Oleh karena hidrolisis garam yang terjadi hanya melepas ion OH- yang
dilepas dapat dihitung menggunakan persamaan tetapan hidrolisis, Kh.
[𝐻𝐴][𝑂𝐻-]
Kh =
[𝐴-]

Konsentrasi zat-zat pada kesetimbangan adalah sebagai berikut.


A- (aq) + H2O (l) ⇌ HA (aq) + OH- (aq)
Mula-mula [A-]awal
Reaksi -x +x +x
Setimbang [A-]awal - x x x

Terlihat bahwa nilai [HA] = [OH-] yakni sebesar sebesar x. Dengan demikian,
persamaan di atas dapat dituliskan sebagai:
𝐾𝑤
[OH-] = √𝐾ℎ [𝐴-] ; Kh =
𝐾𝑎
pOH = − log [OH-] ; pH = 14 - pOH
Oleh karena nilai x jauh lebih kecil dibandingkan nilai [A-]awal dalam perhitungan
maka dapat diasumsikan [A-]setimbang = [A-]awal.
9. Larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah dapat bersifat asam,
basa, atau netral.
a. Tuliskan persamaan tetapan hidrolisis Kh untuk larutan garam tersebut
b. jelaskan bagaimana pH larutan dapat ditentukan.
c. Sifat larutan garam ini dapat diketahui dari perbandingan nilai Ka dari asam lemah
pembentuk anion dan Kb dari basa lemah pembentuk kation. Jelaskan hal ini.
d. Tentukan sifat larutan dari garam-garam berikut:
NH4CHOO NH4CH3COO NH4C2H5COO
(Diketahui Ka CHOOH = 1,8×10-4 mol/L; Ka CH3COOH = 1,8×10-5 mol/L; Ka
C2H5COOH = 1,3×10-5 mol/L; Kb NH3 = 1,8×10-5 mol/L)
Jawab:
a. A- (aq) + H2O (l) ⇌ HA (aq) + OH- (aq)

B+ (aq) + H2O (l) ⇌ B (aq) + H3O+ (aq)

Total reaksi: A-(aq) + BH+(aq) + 2H2O(l) ⇌ HA(aq) + B(aq) + OH- (aq) + H3O+ (aq)

[𝐻𝐴][𝐵]
Kh =
[𝐴-][𝐵𝐻+]

𝐾w 𝑥 𝐾𝑎 𝐾𝑤
b. [H+] = √ ; Kh =
𝐾𝑏 𝐾𝑎 𝐾𝑏

c. Jika Ka > Kb maka larutan bersifat asam


Jika Ka < Kb maka larutan bersifat basa
Jika Ka = Kb maka larutan bersifat netral
d. Larutan NH4CHOO tersusun dari basa lemah NH3 dan asam lemah CHOOH. Oleh
karena Ka CHOOH > Kb NH3 sehingga garam bersifat asam.
Larutan NH4CH3COO tersusun dari basa lemah NH3 dan asam lemah CH3COOH.
Oleh karena Ka CH3COOH = Kb NH3 sehingga garam bersifat netral.
Larutan NH4C2H5COO tersusun dari basa lemah NH3 dan asam lemah
C2H5COOH. Oleh karena Ka C2H5COOH < Kb NH3 sehingga garam bersifat basa.
10. Sebutkan contoh peran hidrolisis garam dalam kehidupan sehari-hari.
Jawab:
Tanaman dapat tumbuh pada suatu batasan pH tertentu. Oleh karena itu, pH tanah di
daerah pertanian harus disesuaikan dengan pH tanamannya. Salah satu cara mengatur
pH tanah adalah dengan penggunaan pupuk berupa garam seperti (NH4)2SO4. Di
tanah, (NH4)2SO4 akan terhidrolisis melepas ion H3O+ (H+) yang dapat menurunkan
pH tanah.
(NH4)2SO4(aq) → 2NH4+(aq) + SO4-2(aq)
Garam asam konjugasi kuat basa konjugasi lemah
NH4+(aq) ⇌ NH3(aq) + H+(aq)
Asam konjugasi kuat bersifat asam
Pilihan Ganda
1. Garam-garam dibawah ini dapat terhidrolisis dalam air , kecuali ...
a. (NH4)2SO4 d. CH3COONa
b. NaF e. NH4Cl
c. NaCl
Jawab: C. NaCl
Penyelesaian:
Garam NaCl berasal dari asam kuat dan basa kuat kuat tidak mengalami hidrolisis dan
bersifat netral.
2. Campuran asam basa berikut ini yang akan membentuk garam basa adalah ...
a. NH4OH dan HCl
b. NaOH dan HCl
c. NaOH dan CH3COOH
d. NH4OH dan H2SO4
e. NH4OH dan HOCl
Jawab: C. NaOH dan CH3COOH
3. Jika suatu asam kuat dicampur dengan basa lemah, maka akan terbentuk larutan garam
yang bersifat ...
a. asam jika Ka > Kb d. Basa
b. basa jika Ka < Kb e. Asam
c. netral
Jawab: E. asam
4. Larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah akan bersifat asam, jika ...
a. Ka > Kb d. Ka = Kb
b. Ka < Kb e. Kw = Ka×Kb
c. Kb > Ka
Jawab: A. Ka > Kb
5. pH dari larutan garam (NH4)2SO4 0,2 M jika diketahui Kb NH3 = 1,8×10-5 mol/L adalah
...
a. 4,74 d. 5,26
b. 4,82 e. 9,18
c. 4,97
Jawab: B. 4,82
[NH4+] = 2 × 0,2 = 0,4
[H+] =
Kw
X [asam konjugasi]
Kb

= 10-14 × 0,4
1,8×10-5

= 2,22 × 10-10
= 1,49 × 10-5
pH = - log 1,491 × 10-5
= 4,82
SOAL SULIT BUKU ESIS
Uji Diri halaman 274
Tentukan asam dan basa pembentuk komponen kation dan anion dari garam-garam berikut.
Apakah garam bersifat asam, basa, atau netral?
c. NH4F
SOAL MENGHITUNG
4. Berapa konsentrasi larutan garam NaF yang diperlukan agar memperoleh pH larutan 8,09?
8. Larutan garam CHOOK diketahui memiliki pH = 5,32. Tentukan berapa gram CHOOK yang
terdapat dalam setiap 1 L larutan. (diketahui Ka CHOOH = 1,8 x 10-4mol/L)
9. Pemutih pakaian mengandung sekitar 5% NaOCl. Berapa pH larutan pemutih ini jika zat terlarut
lainnya dalam larutan diabaikan? Ka HOCl = 3,0 x 10-8 mol/L; dan densitas larutan = 1 g/mL. (Ar
Na = 23, O = 16, Cl = 35,5).