Anda di halaman 1dari 16

STUDI KELAYAKAN BISNIS

“PT. Indomarco Prismatama”


Diajukan untuk memenuhi tugas Studi Kelayakan Bisnis

Disusun oleh:
Adnin Muzayyin 5551170052

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS AGENG TIRTAYASA
2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Studi kelayakan sangat diperlukan oleh banyak kalangan, khususnya bagi para investor selaku pemrakarsa,
bank selaku pemberi kredit, dan pemerintah yang memberikan fasilitas tata peraturan hukum dan
perundang-undangan, yang tentunya kepentingan semuanya itu berbeda satu sama lainya. Investor
berkepentingan dalam rangka untuk mengetahui tingkat keuntungan dari investasi, bank berkepentingan
untuk mengetahui tingkat keamanan kredit yang diberikan dan kelancaran pengembaliannya, pemerintah
lebih menitik-beratkan manfaat dari investasi tersebut secara makro baik bagi perekonomian, pemerataan
kesempatan kerja, dll.

Mengingat bahwa kondisi yang akan datang dipenuhi dengan ketidakpastian, maka diperlukan
pertimbangan-pertimbangan tertentu karena di dalam studi kelayakan terdapat berbagai aspek yang harus
dikaji dan diteliti kelayakannya sehingga hasil daripada studi tersebut digunakan untuk memutuskan apakah
sebaiknya proyek atau bisnis layak dikerjakan atau ditunda atau bahkan dibatalkan. Hal tersebut diatas
adalah menunjukan bahwa dalam studi kelayakan akan melibatkan banyak tim dari berbagai ahli yang
sesuai dengan bidang atau aspek masing-masing seperti ekonom, hukum, psikolog, akuntan, perekayasa
teknologi dan lain sebagainya.

Pada tahun 1990, melihat partumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin membaik, politik yang stabil dan
keamanan yang terjamin, para investor dari luar negeri mulai melirik Indonesia dan di sini, francise asing
mulai booming di pasar Indonesia. Dan pada tahun ini pulalah berdiri Asosiasi Francise Indonesia (AFI)
sebagai wadah yang menaungi pewaralaba dan terwaralaba.

Berawal dari pemikiran untuk mempermudah penyediaan kebutuhan pokok sehari-hari karyawan, maka
tahun 1988 didirikan sebuah gerai yang diberi nama Indomaret dengan badan hukum PT.Indomarco
Pristama, yang memiki visi: menjadi jaringan ritel; yang unggul dan motto; “mudah dan hemat”. Namun
dalam perkembangannya visi tersebut berubah menjadi “ menjadi aset nasional dalam bentuk jaringan ritel
waralaba yang unggul dalam persaingan global”. Tahun 1997 Indomaret memperkenalkan sistem kemitraan
kepemilikan dan pengelolaan gerai dengan cara waralaba.
1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang sebelumnya kami merumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut.
1. Bagaimana analisis aspek Pasar pada Waralaba Indomaret?
2. Bagaimana analisis aspek Pemasaran pada Waralaba Indomaret?
3. Bagaimana analisis aspek Teknis dan Teknologis pada Waralaba Indomaret?
4. Bagaimana analisis aspek Hukum pada Waralaba Indomaret?
5. Bagaimana analisis aspek Lingkungan pada Waralaba Indomaret?
6. Bagaimana analisis aspek Sumber Daya Manusia pada Waralaba Indomaret?
7. Bagaimana analisis aspek Organisasi dan Manajemen pada Waralaba Indomaret?

1.3 Tujuan Analisis Masalah

1. Untuk mengetahui analisis aspek Pasar pada Waralaba Indomaret


2. Untuk mengetahui analisis aspek Pemasaran pada Waralaba Indomaret
3. Untuk mengetahui analisis aspek Teknis dan Teknologis pada Waralaba Indomaret
4. Untuk mengetahui analisis aspek Hukum pada Waralaba Indomaret
5. Untuk mengetahui analisis aspek Lingkungan pada Waralaba Indomaret
6. Untuk mengetahui analisis aspek Sumber Daya Manusia pada Waralaba Indomaret
7. Untuk mengethaui analisis aspek Organisasi dan Manajemen pada Waralaba Indomaret
1.4 Manfaat Makalah

1. Makalah ini bermanfaat untuk membantu pelaku bisnis menghindari resiko kerugian. Jika pelaku
bisnis melewatkan studi kelayakan bisnis dalam perencanaan bisnisnya, ia akan kesulitan untuk
mengetahui apakah bisnis tersebut dapat mendatangkan keuntungan atau justru kerugian untuknya.
Dengan adanya studi kelayakan bisnis, pelaku bisnis dapat menghindari resiko kerugian dengan
langkah menunda atau membatalkan rencana bisnis yang mendapatkan penilaian tidak layak dalam
studi kelayakan bisnis.

2. Studi kelayakan bisnis dapat membantu pelaku bisnis untuk menyusun rencana kegiatan bagi
perusahaan. Studi kelayakan bisnis yang telah dilakukan sebelum bisnis dibangun akan
memudahkan pelaku bisnis menentukan program perusahaan seperti apa yang dapat mendatangkan
benefit lebih bagi perusahaan.
3. Studi kelayakan bisnis akan berguna untuk membantu pelaku bisnis merealisasikan program-
program perusahaan. Pelaku bisnis dapat mengevaluasi kebijakan apa yang sekiranya akan
memberikan keuntungan dan kebijakan apa yang justru akan menimbulkan kerugian.
4. Studi kelayakan bisnis memiliki banyak aspek untuk diteliti. Laporan dari berbagai aspek yang
diteliti dalam studi kelayakan bisnis ini nantinya akan memudahkan pelaku bisnis untuk melakukan
pengawasan pada perusahaannya. Studi kelayakan bisnis juga memudahkan pelaku pengawasan
untuk memberikan data jika sewaktu-waktu dilaksanakan audit, baik secara internal maupun
eksternal.

5. Studi kelayakan bisnis tidak hanya berguna untuk para pelaku bisnis. Terdapat pihak-pihak lain
yang membutuhkan studi kelayakan bisnis untuk membantu mereka mencapai kepentingan masing-
masing. Pihak-pihak tersebut antara lain pihak Investor, Kreditor, Manajemen Perusahaan,
Pemerintah dan Masyarakat.
BAB II

PEMBAHASAN

4.1 Deskripsi Singkat Mengenai Perusahaan

Di Indonesia bisnis yang relatif stabil adalah bisnis ritel. Bisnis ini terus berkembang sesuai pola
hidup dengan kebutuhan penduduk yang jumlahnya terus meningkat. Salah satu bisnis ritel yang melayani
kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari adalah minimarket. Indomaret yang tetap konsisten berusaha
di bidang minimarket dikelola secara profesional dan dipersiapkan memasuki era globalisasi.
Indomaret adalah jaringan minimarket yang menyediakan kebutuhan pokok, kebutuhan sehari-hari
dan beberapa perlengkapan lainnya. Dikelola oleh PT Indomarco Prismatama, awal pembukaan Indomaret
di Kalimantan dan toko pertama yang dibuka ada di Ancol, Jakarta Utara.
Indomaret dapat dengan mudah dijumpai di daerah ramai penduduk seperti fasilitas umum, gedung
perkantoran dan perumahan karena penempatan lokasi gerai didasarkan pada motto “mudah dan hemat”.
Banyak sekali jenis produk berupa makanan dan dan kebutuhan sehari-hari lainnya tersedia dengan harga
setara dengan tempat lainnya, sehingga dapat memenuhi 5sset5 semua kebutuhan konsumen sehari-hari.
Didukung oleh pusat-pusat distribusi, yang menggunakan teknologi mutakhir, Indomaret merupakan salah
satu 5sset bisnis yang sangat menjanjikan. Keberadaan Indomaret diperkuat oleh anak perusahaan di bawah
grup INTRACO, yaitu Indogrosir, BSD Plaza dan Charmant.

4.2 Analisa Studi Kelayakan Bisnis Aspek Pasar

4.2.1 Analisis Regresi

Berikut ini adalah data yang diambil dengan hasil survey yaitu menghitung pengunjung, pembeli, dan
nominal pembelian tiap hari selama 30 hari.
Tabel 1.1 Data

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai analisis regresi dan korelasi antara pengunjung dan
pembeli terhadap nominal pembelian di Indomaret Kedungmundu Semarang, maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut :

a) Hasil persamaan regresi linier berganda diperoleh Y = 0.459 + 0.006 X1 - 0.003 X2. Dalam persamaan
ini dapat membantu pihak manajemen Indomaret Kedungmundu Semarang untuk memprediksi pendapat
nominal pembelian perhari dengan memasukan banyaknya nilai X1 (pengunjung) dan banyaknya nilai X2
(pembeli).

b) Hasil pengujian hipotesis uji keseluruhan (uji f) bahwa pengunjung dan pembeli sama-sama tidak
berpengaruh terhadap nominal pembelian di Indomaret Kedungmundu Semarang. Pengaruh ini dapat
dijelaskan besarnya tingkat signifikan sebesar 0,739 atau sekitar 73,9%. Hasil pengujinan hipotesi
individual (uji t) bahwa pengunjung dan pembeli sebetulnya mempunyai pengaruh namun sangat kecil yaitu
pada taraf signifikan sebesar 30% atau dengan interval keyakinan sebesar 70%. Sedangkan pengujian pada
variabel pembeli akan berpengaruh terhadap variabel nominal pembelian pada tarafsignifikan sebesar 45%
dan interval keyakinan sebesar 55%.
4.3 Analisa Studi Kelayakan Bisnis Aspek Pemasaran

4.3.1 Analisis Correspondence Analysis

4.3.2 Analisis SWOT

Strengths ( kekuatan )
- Indomaret telah mengembangkan franchise yang mempunyai tujuan menjadi assets nasional dalam bentuk
jaringan ritail waralaba yang unggul dalam persaingan nasional.
- Investasi franchise Indomaret yang ditawarkan sangat kompetitif, Indomaret berkisar antara 300 juta
sampai dengan 350 juta.
- Penempatan lokasi pabrik dan head office di beberapa wilayah yang sudah cukup strategis.
- Tingkat upah karyawan yang relatif rendah berkisar 600 ribu rupiah perbulan. Sehingga mampu menekan
biaya operasional serendah mungkin.
- Indomaret adalah salah satu franchise yang bergerak dibidang ritail yang siap go Internasional.
- Indomaret mampu menjual barang eceran dengan harga lebuh murah,karena Indomaret mengambil pasokan
barang dari salah satu distributor terbesar produk kebutuhan sehari-hari yaitu Indomarco.
- Indomaret merupakan pelopor waralaba bidang ritail di Indonesia. Indomaret mewaralabakan sejak tahun
1997.

Weaknesses ( kelemahan )
- Franchise fee yang ditawarkan ralatif tinggi. Franchise fee yang ditawarkan Indomaret yaitu 75 juta rupiah
per 5 tahun, sedangkan Alfamart 45 juta rupiah per 5 tahun.
- Berbagai daerah kurang mengenal Indomaret, karena kurangmya promosi.
- Break Event Points yang ditawarkan Indomaret 4 tahun, lebih lama dibandingkan pihak pesaing.
Opportunities ( peluang )
- Masih terdapat beberapa daerah yang potensial namun belum dimasuki oleh Indomaret. Dengan waralaba
Indomaret dapat lebih mudah melakukan eksploitasi ke daerah-daerah yang potensial tresebut.
- Dengan adanya perdagangan bebas, maka peluang mengembangkan franchise akan semakin besar.
- Perlunya promosi yang lebih gencar agar franchise Indomaret lebih dikenal dan laku di pasaran.
- Adanya pangsa pasar yang cukup menjanjikan, dimana di Indonesia bisnis waralaba dalam 1-2 tahun
semakin tubuh subur 12,5 %.
- Mempunyai kesempatan untuk memperluas jaringan secara lebih cepat dengan menggunakan modal
seminimal mungkin.

Threats ( Ancaman )
- Adanya franchisor lain yang terus mengikuti langkan Indomaret dalam mencari franchisee.
- Terdapat perusahaan franchise yang sejenis dengan harga jual franchise yang hampir sama.
- Adanya kemungkinan beberapa gerai milik franchise yang dapat menurunkan reputasi nama franchise
akibat kegagalannya memenuhi baku standar tertentu yang kemudian melakukan komplain.
- Adanya tindakan peniruan terhadap keunikan yang dimiliki franchisor yang kemudian dapat menjadi
pesaing franchisor.
- Adanya franchise asing memasuki pangsa pasar indonesia ,maka secara tidak langsung akan memberikan
dampak negatif terhadap perusahaan.

4.4 Analisis Studi Kelayakan Bisnis Aspek Teknis dan Teknologis

4.4.1 Tahapan Kerjasama Waralaba Indomaret

a. Presentasi Pertama; penjelasan secara ditel tentang mekanisme kerjasama, besarnya investasi,
sistem operasional toko, sistem pembagian keuntungan, dan sistem pelaporan.
b. Presentasi Kedua; Pemaparkan, hasil survei kelayakan dan Rencana Anggaran Belanja (RAB)
yang mengarah pada besarnya nilai investasi. Biasanya pada presentasi kedua ini dilanjutkan dengan
penandatanganan MOU (Nota Kesepakatan) yang mencakup butir-butir pembagian tugas antara pihak
Indomaret dengan investor dalam mempersiapkan pembukaan toko, mulai dari pengurusan perijinan,
renovasi bangunan.pembelian perlengkapan toko, seleksi dan training karyawan, serta term pembayaran.

c. Pembukaan Toko; Setelah semua kesepakatan direalisasikan, maka toko siap untuk dibuka
dengan program promosi yang ditetapkan Indomaret. Selanjutnya, ditandatangani Surat Perjanjian
Waralaba untuk jangka waktu 5 tahun.

Bentuk bantuan (business assistance) yang diberikan PT. Indomarco Prismatama sebagai pemberi waralaba
(franchisor) kepada franchisee-nya meliputi:

1. Survey kelayakan tempat usaha dan bantuan mencari lokasi,


2. Perencanaan anggaran biaya,
3. Studi kelayakan investasi,
4. Tata ruang dan perencanaan toko,
5. Pengurusan ijin usaha dan NPWP,
6. Renovasi ruang usaha,
7. Pembelian peralatan toko,
8. Seleksi dan pelatihan karyawan,
9. Standar kerja dan sistem penggajian karyawan,
10. Paket sistem operasional toko dan administrasi keuangan,
11. Seleksi dan kredit barang dagangan tanpa bunga dan tanpa jaminan,
12. Program promosi penjualan.

Saat pre agreement, franchisee diberikan beberapa altematif paket waralaba, yaitu:

1. Paket Take Over dan Regular; Paket ini ditawarkan kepada franchisee, toko yang sudah eksis milik
PT. Indomarco Prismatama dengan membayar seluruh nilai investasi + goodwill (senilai > Rp
200.000.000) kepada franchisor.
2. Paket Grand Opening (Membuka Toko Baru) a.
a. Dikerjakan sendiri oleh franchise dengan standar dan pengawasan PT. Indomarco Prismatama
b. Dikerjakan oleh PT. Indomarco Prismatama melalui kontraktor/biro jasa (dana investasi yang
dikeluarkan oleh franchisee lebih kecil karena tanpa goodwill).
Franchisor juga memberikan ketentuan mengenai biayabiaya yang akan dikeluarkan selama
mengambil waralaba Indomaret. Perincian untuk Paket Grand Opening adalah:

1. Membayar franchise fee senilai Rp. 75.000.000,-


2. Membayar PPN franchise Fee Rp. 7.500.000
3. Membayar Royalti fee perbulan dengan perhitungan sebagai berikut: (a) Untuk sales 0-
175.000.000= 0 %, (b) Sales antara 175.000.000-200.000.000= 3%, (c) Sales diatas
200.000000= 4 %
4. Membayar Merchandising Fee per-bulan sebesar 10% dari nilai sewa gondola. 5. Membayar
Administration Fee sebesar 1.200.000 perbulan.

4.5 Analisa Studi Kelayakan Bisnis Aspek Hukum

Bentuk badan usaha yang ditawarkan PT. Indomarco adalah Waralaba atau Franchise.

Di dalam Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2007 tentang Waralaba didefinisikan:

1. Waralaba adalah hak khusus yang dimiliki oleh orang perseorangan atau badan usaha terhadap sistem
bisnis dengan ciri khas usaha dalam rangka memasarkan barang dan/atau jasa yang telah terbukti
berhasil dan dapat dimanfaatkan dan/atau digunakan oleh pihak lain berdasarkan perjanjian
waralaba.
2. Pemberi Waralaba adalah orang perseorangan atau badan usaha yang memberikan hak untuk
memanfaatkan dan/atau menggunakan Waralaba yang dimilikinya kepada Penerima Waralaba.
3. Penerima Waralaba adalah orang perseorangan atau badan usaha yang diberikan hak oleh Pemberi
Waralaba untuk memanfaatkan dan/atau menggunakan Waralaba yang dimiliki Pemberi Waralaba

4.6 Analisa Studi Kelayakan Bisnis Aspek Lingkungan

4.6.1 Lingkungan Industri

a. Persaingan Sesama Ritel Swalayan


Pada saat masuknya pebisnis pendatang baru tidak akan mengancam keberadaan
Indomaret. Karena indomaret memiliki beberapa perbedaan produk atau jasa yang
ditawarkan dibandingkan dengan pesaing kuat lain contohnya seperti Alfamart.
b. Ancaman Industri Diluar Bisnis Ritel Konvensional
Ancaman yang menanti selain pesaing kuatnya yang sejenis, Indomaret juga memiliki
ancaman dari bisnis model baru seperti e-commerce dan market place menyusul semakin
maraknya bisnis start up di era digital bisnis saat ini.
4.7 Analisa Studi Kelayakan Bisnis Aspek Sumber Daya Manusia
Dalam pengelolaan sumber daya manusia, memerlukan tahapan yang harus dilakukan :

1. Rekrutmen
Merupakan gerbang awal yang menentukan. Contoh pada Indomaret : Rekrutmen dimulai dari penentuan
berbagai kriteria SDM yang dibutuhkan, lalu mempublikasikannya di situs resmi Indomaret, dan juga di
media massa cetak, demi mendapatkan calon karyawan yang tepat dan handal.
2. Orientasi
Setiap organisasi memiliki budaya, suasana, prinsip kerja dan nilai-nilai yang berbeda. Pada tahap ini
diperkenalkan mengenai perusahaan, posisi perusahaan, personel perusahaan, hal yang boleh dan tidak
boleh dilakukan, pekerjaan dan alur pekerjaan secara rinci. Contoh pada Indomaret: Orientasi dilakukan
pada masa awal training agar calon peserta training paham tentang prinsip kerja dan nilai-nilai yang ada di
dalam perusahaan.
3. Pelatihan
Pelatihan sangat diperlukan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan karyawan sehingga dapat
terjadi peningkatan kinerja. Ada 2 (dua) macam pelatihan

a. Pelatihan keterampilan teknis Keterampilan yang diberikan untuk tampil melakukan suatu pekerjaan.
Seperti keterampilan komputer dalam penggunaan cash register pada kasir, dan lain-lain.
b. Pelatihan antar pribadi Pelatihan keterampilan berhubungan dengan sesama karyawan, atasan,
bawahan, mitra perusahaan atau pelanggan. Contoh pada Indomaret : Pelatihan pada Indomaret
memiliki beberapa perbedaan tergantung kepada jenis bidang kerja. Namun secara umum, pelatihan
dilakukan selama tiga bulan penuh di lokasi kerja.
4. Penempatan
Tahap dimana karyawan yang telah dinilai layak diterima akan ditempatkan kerjanya sesuai divisi yang
dibutuhkan. Contoh pada Indomaret : Setelah calon SDM mampu melewati masa training dengan baik,
maka ia akan dipilih dan ditempatkan sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dimasukinya. Untuk
karyawan IndoMaret yang masih baru, mereka akan langsung dikontrak untuk tiga bulan kedepan.
5. Pemberdayaan
Mendelegasikan pekerjaan kepada bawahan dengan pengawasan Contoh pada IndoMaret: Karyawan yang
telah melewati masa training (mis. kasir) biasanya akan tetap dibimbing oleh senior/ supervisor-nya selama
seminggu. Setelah dia dinilai cukup mahir dan terampil dalam melakukan tugasnya, maka intensitas
bimbingan terhadapnya akan dikurangi, tapi tidak terlepas dari pengawasan senior/ supervisor.
6. Continous Improvement
Setiap hari harus menjadi lebih baik dari hari kemarin. Contoh pada IndoMaret: Dua kali dalam sebulan,
kesatuan tim dari pusat datang untuk mengontrol seluruh kegiatan fungsional SDM yang ada di IndoMaret.
Kontrol ini bertujuan untuk memantau dan menjaga kestabilan kinerja SDM agar terusmenerus menjadi
lebih baik. Apabila ditemukan kesalahan/ kinerja SDM tidak sesuai dengan standar kerja, maka kesatuan
tim pusat akan melaporkan kepada SM yang akan ditindaklanjuti oleh SM itu sendiri, karena itu adalah
wewenang SM atas karyawan.

4.8 Studi Kelayakan Bisnis Aspek Organisasi dan Manajemen


4.8.1 Struktur Organisasi Waralaba Indomaret

Gambar 1.1

Adapun perincian tugas dari setiap bagian dari organisasi mini market Indomaret yaitu sebagai berikut:
1. Pimpinan atau Kepala Toko
Pimpinan atau kepala toko mempunyai tugas yaitu:
a. Mengkoordinir dan menjalankan semua kegiatan operasional.
b. Mengkoordinir semua aktivitas toko di dalam memberikan pelayanan kepada semua
pelanggan yang diarahkan untuk memenuhi kepuasan pelanggan dan meningkatkan jumlah
pelanggan toko.
c. Mengkoordinir dan mengelola bawahan sesuai dengan budaya perusahaan.
d. Berkoordinir atau berhubungan dengan area coordinator atau departemen lain sehubung
dengan adanya masalah atau program– program tertentu yang berkaitan dengan toko.
e. Melakukan evaluasi berkaitan dengan pelaksanaan tugas–tugas operasional sehari-hari.
2. Wakil Pimpinan atau Assisten Kepala Toko
Wakil pimpinan atau assisten kepada toko memiliki tugas yaitu:
a. Mengkoordinir dan menjalankan semua kegiatan operasional.
b. Mengkoordinir semua aktivitas toko di dalam memberikan pelayanan kepada semua
pelanggan yang diarahkan untuk memenuhi kepuasan pelanggan meningkatkan jumlah
pelanggan di toko.
c. Melakukan evaluasi berkaitan dengan pelaksanaan tugas–tugas operasional sehari-hari.
d. Melapor atau meminta persetujuan kepada Kepala Toko mengenai keputusan yang
berhubungan dengan toko.
3. Merchandiser
Merchandiser bertugas yaitu :
a. Mengkoordinir permintaan barang dagangan dari distribution center.
b. Mengkoordinir pengeluaran atau retur barang dari toko ke distribution center.
c. Mengkoordinir pendisplayan barang dagangan baik dirak-rak penjualan ataupun gudang.
d. Mengkoordinir dan memastikan sarana promosi terpasang sesuai petunuk.
e. Menjaga dan merawat sarana promosi tersebut.
f. Menggantikan kepala toko atau asisten kepala toko apabila sedang libur.
4. Kasir
Kasir Adapun tugas kasir yaitu sebagai berikut:
a. Memberikan pelayanan kepada pelanggan.
b. Mempersiapkan sarana kerja yang diperlukan.
c. Melakukan pengawasan dan pencegahan barang hilang.
d. Melakukan proses transaksi penjualan langsung.
e. Pemanjangan barang (display).
f. Persiapan retur barang.
g. Informasi dan penawaran program promosi.
h. Pencetakan barang.
i. Stock Opname.

5. Pramuniaga
Pramuniaga memiliki beberapa tugas yaitu:
a. Memberikan pelayanan kepada pelanggan.
b. Melaksanakan kebersihan.
c. Melakukan pengawasan dan pencegahan barang hilang.
d. Menerima penitipan barang.
e. Pemajangan barang (display).
f. Persiapan retur barang. g. Informasi dan penawaran program promosi. 2
h. Penyebaran Leaflet.
i. Informasi barang kosong kepada merchandiser/ kepala toko/ asisten kepala toko.
BAB II
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dari hasil analisis studi kelayakan bisnis dalam aspek pasar, pemasaran, teknis, lingkungan,
hukum, sumber daya manusia, organisasi dan manejemen kami menyimpulkan meskipun ada beberapa
hambatan usaha tersebut layak untuk dijalankan.
DAFTAR PUSTAKA

Maryadi. 2017. EVALUASI TERHADAP PROGRAM FRANCHISE STUDI KASUS ALFAMART


DAN INDOMARET. Jurnal Aksi. 4(3): 243-251
Yanti Murni dan Hirdiris M. 2016. PENILAIAN KELAYAKAN INVENTASI PADA WARALABA
INDOMARET. E-Journal WIDYA Ekonomika. 1(2): 86-91
http://eprints.dinus.ac.id/16877/1/jurnal_15951.pdf
https://repository.maranatha.edu/4649/10/0323189_Journal.pdf
http://repository.uin-suska.ac.id/8954/3/BAB%20II.pdf