Anda di halaman 1dari 24

PANCASILA

MINI RISET

DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 1

AGNES AURELIA HUTAGAOL (5162111009)


KRISTYA AYU NINDHITA (5163111022)
REZA FAHLEVI (5163111033)
RISFANDI (5163111035)
SANNY RAHMADANI SIREGAR (5163111042)
YUDI R. PAKPAHAN (5163111046)

DOSEN PENGAMPU :
DIONISIUS SIHOMBING, M.Si

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
TAHUN 2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan tugas mini
riset ini dengan sebatas pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Dan juga kami
berterima kasih kepada Bapak Dionisius Sihombing, M.Si selaku Dosen
“Pancasila” yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai pancasila. Kami juga menyadari
sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari apa
yang kami harapkan. Untuk itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi
perbaikan di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna
tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah ini dapat di pahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun
orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan
kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang
membangun demi perbaikan di masa depan.

Medan, 16 November 2017

KELOMPOK 1

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................... i


DAFTAR ISI................................................................................................... ii

BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ...................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah ............................................................................. 1
C. Pembatasan Masalah ............................................................................ 2
D. Rumusan Masalah ................................................................................ 2
E. Tujuan Penelitian ................................................................................. 2
F. Manfaat Penelitian ............................................................................... 2

BAB II. KAJIAN PUSTAKA


A. Deskripsi Kajian Teori ......................................................................... 4
B. Penelitian Yang Relevan ...................................................................... 10
C. Kerangka Berpikir ................................................................................ 11
D. Hipotesis .............................................................................................. 13

BAB III. METODE PENELITIAN


A. Desain Penelitian ................................................................................. 14
B. Populasi Dan Sampel Penelitian .......................................................... 14
C. Variabel Penelitian Dan Definisi Operasional ..................................... 15
D. Instrumen Dan Teknik Pengumpulan Data .......................................... 15
E. Teknik Analisis Data............................................................................ 17

BAB IV. PENUTUP


A. Kesimpulan .......................................................................................... 19
B. Saran .................................................................................................... 19

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 20


LAMPIRAN ................................................................................................... 21

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Setiap bangsa dan negara yang ingin berdiri kokoh kuat, tidak mudah
terombang-ambing oleh kerasnya persoalan hidup berbangsa dan bernegara,
sudah tentu perlu memiliki dasar negara dan ideologi negara yang kokoh dan
kuat pula. Tanpa itu, maka bangsa dan negara akan rapuh, maka dari itu peran
ideologi sangat penting untuk sebuah negara.
Berdasarkan data diatas, maka kami melakukan mini riset kepada
Mahasiswa Fakultas Tekni di Universitas Negeri Medan (UNIMED). Dimana
mini riset ini bertujuan untuk menyadarkan Mahasiswa sebagai bangsa
Indonesia yang memiliki jati diri dan harus diwujudkan dalam pergaulan hidup
sehari-hari untuk menunjukkan identitas bangsa yang lebih bermartabat dan
berbudaya tinggi. Untuk itulah diharapkan dapat Mahasiswa dapat
menjelaskan Pancasila sebagai ideologi nasional, menguraikan pengertian dari
ideologi, menunjukkan sikap positif terhadap Pancasila dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara, serta menampilkan sikap positif terhadap Pancasila
dalam kehidupan bermasyarakat. Pengetahuan yang diperoleh dalam makalah
ini juga dapat dijadikan bekal keterampilan menganalisis dan bersikap kritis
terhadap sikap para penyelenggara negara yang menyimpang dari cita-cita dan
tujuan negara.

B. Identifikasi Masalah
Permasalahan penelitian yang penulis ajukan ini dapat diidentifikasi
permasalahannya sebagai berikut:
1. Rendahnya pengetahuan Mahasiswa tentang pancasila sebagai ideologi
negara.
2. Rendahnya tingkat pancasila sebagai ideologi negara. kesadaran Mahasiswa
tentang
3. Menurunnya nilai-nilai pancasila oleh perubahan zaman sekarang.

1
4. Banyaknya pelanggaran nilai-nilai pancasila yang menyimpang.
C. Pembatasan Masalah
Agar penelitian dapat dilakukan lebih fokus, sempurna dan mendalam maka
penulis memandang permasalahan penelitian yang diangkat perlu dibatasi
variabelnya. Oleh sebab itu, penulis membatasi diri hanya berkaitan dengan: (1)
Rendahnya tingkat kesadaran Mahasiswa tentang pancasila sebagai ideologi
negara dan (2) Menurunnya nilai-nilai pancasila oleh perubahan zaman.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan batasan masalah yang telah kami pilih maka dapat dirumuskan
permasalahan penelitian ini sebagai berikut:
1. Adakah kesadaran Mahasiswa tentang pancasila sebagai ideologi negara?
2. Apakah dizaman sekarang nilai-nilai pancasila mulai menurun?

E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan jawaban atau sasaran yang ingin dicapai oleh
kelompok kami dalam sebuah mini riset. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini
adalah:
1. Untuk mengetahui tingkat kesadaran Mahasiswa Fakultas Teknik UNIMED
tentang pancasila sebagai ideologi negara.
2. Untuk mengetahui tingkat penurunan nilai-nilai pancasila pada zaman
sekarang.

F. Manfaat Penelitian
Penelitian yang kelompok kami lakukan ini diharapkan memberikan
manfaat secara teoritis maupun praktis.
1. Manfaat Teoritis
Manfaat secara teoritis adalah diharapkan mampu memperkaya teori-teori
berkaitan dengan pancasila sebagai ideologi negara.
2. Manfaat Praktis

2
2.1 Universitas Negeri Medan, yaitu agar mahasiswa UNIMED lebih
mengetahui pancasila sebagai ideologi negara dan menerapkannya
sesuai nilai-nilai pancasila.
2.2 Mahasiwa, yaitu agar mahasiswa lebih meningkatkan kesadaran tentang
pancasila sebagai ideologi negara dan meningkatkan nilai-nilai
pancasila pada zaman sekarang.
2.3 Peneliti lain, yaitu hasil penelitian ini tentunya masih terdapat
kekurangannya. Oleh sebab itu, terbuka lebar bagi peneliti lain untuk
melakukan kajian lanjutannya di masa datang.

3
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Deskripsi Kajian Teori


A.1 Hakikat Pancasila Sebagai Dasar Negara
Setiap negara di dunia ini mempunyai dasar negara yang dijadikan landasan
dalam menyelenggarakan pemerintah negara. Seperti Indonesia, Pancasila dijadikan
sebagai dasar negara atau ideologi negara untuk mengatur penyelenggaraan negara.
Hal tersebut sesuai dengan bunyi pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yang berbunyi
: “Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu UUD
negara Indonesia yang berbentuk dalam suatu susunan negara”.
Dengan demikian kedudukan Pancasila sebagai dasar negara termaktub
secara yuridis konstitusional dalam pembukaan UUD 1945, yang merupakan cita –
cita hukum dan norma hukum yang menguasai hukum dasar negara RI dan
dituangkan dalam pasal – pasal UUD 1945 dan diatur dalam peraturan
perundangan.
Selain bersifat yuridis konstitusional, Pancasila juga bersifat yuridis ketata
negaraan yang artinya Pancasila sebagai dasar negara, pada hakikatnya adalah
sebagai sumber dari segala sumber hukum. Artinya segala peraturan perundangan
secara material harus berdasar dan bersumber pada Pancasila. Apabila ada peraturan
(termasuk di dalamnya UUD 1945) yang bertentangan dengan nilai – nilai luhur
Pancasila, maka sudah sepatutnya peraturan tersebut dicabut.
Berdasarkan uraian tersebut Pancasila sebagai dasar negara mempunyai sifat
imperatif atau memaksa, artinya mengikat dan memaksa setiap warga negara untuk
tunduk kepada Pancasila dan bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran harus
ditindak sesuai hukum yang berlaku di Indonesia serta bagi pelanggar dikenakan
sanksi – sanksi hukum.
Nilai – nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila memiliki sifat obyektif
– subyektif. Sifat subyektif maksudnya Pancasila merupakan hasil perenungan dan
pemikiran bangsa Indonesia, sedangkan bersifat obyektif artinya nilai Pancasila
sesuai dengan kenyataan dan bersifat universal yang diterima oleh bangsa – bangsa
beradab. Oleh karena memiliki nilai obyektif – universal dan diyakini kebenarannya

4
oleh seluruh bangsa Indonesia maka Pancasila selalu dipertahankan sebagai dasar
negara.
Jadi berdasarkan uraian tersebut di atas maka dapat disimpulkan bahwa
Pancasila sebagai dasar negara memiliki peranan yang sangat penting dalam
mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga cita – cita para pendiri
bangsa Indonesi dapat terwujud.
Bagi bangsa indonesia hakikat yang sesungguhnya dari Pancasila adalah
sebagai pandangan hidup bangsa dan sebagai dasar negara. Kedua pengertian
tersebut sudah selayaknya kita pahami akan hakikatnya. Selain dari pengertian
tersebut, Pancasila memiliki beberapa sebutan berbeda, seperti :

1. Pancasila sebagai jiwa negara,


2. Pancasila sebagai kepribadian bangsa,
3. Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum,dll.

Walaupun begitu, banyaknya sebutan untuk Pancasila bukanlah merupakan


suatu kesalahan atau pelanggaran melainkan dapat di jadikan sebagai suatu
kekayaan akan makna dari Pancasila bagi bangsa indonesia. Karena hal yang
terpenting adalah perbedaan penyebutan itu tidak mengaburkan hakikat Pancasila
yang sesungguhnya yaitu sebagai dasar negara. Tetapi pengertian Pancasila tidak
dapat di tafsirkan oleh sembarangan orang karena akan dapat mengaturkan
maknanya dan pada akhirnya merongrong dasar negara.

A.2 Pancasila Sebagai Dasar Negara


Pancasila dalam kedudukanya ini sering disebut sebagai dasar filsafat atau
dasar falsafah negara (Philosofische Gronslag) dari Negara, ideologi negara atau
Statsidee, dalam pengertian ini Pancasila merupakan dasar nilai serta untuk
mengatur pemerintahan negara atau dengan kata lain perkataan.
Konsekuensinya seluruh pelaksanaan dan penyelenggara Negara terutama
segala peraturan perundang-undangan termasuk proses reformasi dalam segala
bidang dewasa ini dijabarkan dan diderivasikan dari nilai-nilai Pancasila. Maka
Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum, Pancasila merupakan

5
sumber kaidah hukum negara yang secara konstitusional mengatur negara Republik
Indonesia beserta seluruh unsur-unsurnya yaitu rakyat wilayah, beserta Negara.
Sebagai dasar Negara, Pancasila merupakan suatu asas kerokhanian yang
meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum, sehingga merupakan suatu sumber
nilai, norma serta kaidah, baik moral maupun hukum negara, dan menguasai dasar
baik yang tertulis atau Undang-Undang Dasar maupun yang tidak tertulis atau
dalam kedudukannya sebagai dasar negara, Pancasila mempunyai kekuatan
mengingat secara hukum.
Sebagai sumber dari segala hukum atau sumber tertib hukum Indonesia
maka Pancasila tercantum dalam ketentuan tertinggi yaitu pembukaan UUD 1945,
kemudian dijelmakan atau dijabarkan lebih lanjut dalam pokok-pokok pikiran, yang
meliputi suasana kebatinan dari UUD 1945, yang pada akhirnya dikongritiskan atau
dijabarkan lebih lanjut dalam pokok-pokok pikiran, yang meliputi suasana
kebatinan dari UUD 1945, yang pada akhirnya dikongritiskan atau dijabarkan dari
UUD 1945 serta hukum positif lainya, kedudukan Pancasila sebagai dasar negara
tersebut dapat dirincikan sebagai berikut:
Pancasila sebagai dasar negara adalah sumber dari segala sumber hukum
(sumber tertib hukum) Indonesia. Dengan demikian Pancasila merupakan asas
kerohanian tertib hukum Indonesia yang dalam pembukaan UUD 1945 dijelmakan
lebih lanjut ke dalam empat pokok pikiran. Meliputi suasana kebatinan
(Geistlichenhintergrud) dari UUD 1945. Mewujudkan cita-cita hukum bagi hukum
dasar negara (baik hukum yang tertulis maupun tidak tertulis). Mengandung norma
yang mengharuskan undang-undang dasar mengandung isi yang mewajibkan
pemerintah dan lain-lain penyelenggara negara (termasuk penyelenggara partai dan
golongan fungsional). Memegang teguh cita-cita moral rakyat yang luhur.
Hal ini dapat dipahami karena semangat adalah penting bagi pelaksanaan
dan penyelenggara negara, karena masyarakat dan negara indonesia senantiasa
tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan dinamika
masyarakat dan negara akan tetap diliputi dan diarahkan asas kerohanian negara.
Dasar formal kedudukan Pancasila dasar Negara Republik Indonesia tersimpul
dalam pembukaan UUD 1945 alinea IV yang berbunyi sebagai berikut:” maka
disusunlah kemerdekaan kebangsaan indonesia itu dalam suatu Undang-Undang

6
Dasar Negara Indonesia yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik
Indonesia yang berkedaulatan rakyat, yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa,
kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, kerakyatan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan
suatu keadilan sosial seluruh rakyat indonesia”.
Pengertian kata” Dengan Berdasarkan Kepada” Hal ini secara yuridis
memiliki makna sebagai dasar negara. Walaupun dalam kalimat terakhir
pembukaan UUD 1945 tidak tercantum kata ‘Pancasila’ secara eksplisit namun
anak kalimat “ dengan berdasar kepada” ini memiliki makna dasar negara adalah
Pancasila.
Hal ini didasarkan atas interpretasi historis sebagaimana ditentukan oleh
BPUPKI bahwa dasar negara Indonesia itu disebut dengan istila Pancasila.
Sebagaimana telah ditentukan oleh pembentukan negara bahwa tujuan utama
dirumuskannya Pancasila adalah sebagai dasar negara Republik Indonesia. Oleh
karena itu fungsi pokok Pancasila adalah sebagai dasar Negara Republik Indonesia.
Hal ini sesuai dengan dasar yuridis sebagaimana tercantum dalam
pembukaan UUD 1945, ketetapan No. XX/MPRS/1966. (Jo ketetapan MPR No.
V/MPR/1973 dan ketetapan No. IX/MPR/1978). Dijelaskan bahwa Pancasila
sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber tertib hukum indonesia yang
ada pada hakikatnya adalah merupakan suatu pandangan hidup, kesadaran dan cita-
cita hukum serta cita-cita moral yang meliputi suasana kebatinan serta dari bangsa
indonesia. Selanjutnya dikatakan bahwa cita-cita mengenai kemerdekaan individu,
kemerdekaan bangsa prikemanusiaan, keadilan sosial, perdamaian nasional, cita-
cita politik mengenai sifat, bentuk dan tujuan negara, cita-cita moral mengenai
kehidupan kemasyarakatan dan keagamaan sebagai pengejawatan dari budi nurani
manusia.
Dalam proses reformasi dewasa ini MPR melaui sidang istimewa tahun
1998, mengembalikan kedudukan Pancasila sebagai dasar Negara Republik
Indonesia yang tertuang dalam Tap. No. XVIII/MPR/1998. Oleh karena itu segala
agenda dalam proses reformasi, meliputi berbagai bidang lain mendasarkan pada
kenyataan aspirasi rakyat (Sila 1V) juga harus mendasarkan nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila.

7
A.3 Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa Dan Negara

a. Pancasila sebagai ideologi bangsa.


Pancasila sebagai ideologi bangsa adalah Pancasila sebagai cita-cita negara
atau cita-cita yang menjadi basis bagi suatu teori atau sistem kenegaraan untuk
seluruh rakyat dan bangsa Indonesia. Berdasarkan Tap. MPR No. XVIII/MPR/1998
tentang pencabutan ketetapan MPR tentang P4. Ditegaskan bahwa Pancasila adalah
dasar NKRI yang harus dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan berbangsa
dan bernegara.
b. Pancasila sebagai ideologi negara.
Pengertian ideologi-ideologi berasal dari bahasa yunani yaitu iden yang
berarti melihat, atau idea yang berarti raut muka, perawakan, gagasan buah pikiran
dan kata logi yang berarti ajaran, dengan demikian ideologi adalah ajaran atau ilmu
tentang gagasan dan buah pikiran atau science des ideas (Marsudi, 2001).
Puspowardoyo (1992) menyebutkan bahwa ideologi dapat di rumuskan
sebagai kompleks pengetahuan dan nilai secara keseluruhan menjadi landasan
seseorang atau masyarakat untuk memahami jagat raya dan bumi seisinya, serta
menentukan sikap dasar untuk mengolahnya. Berdasarkan pemahaman yang
dihayatinya seseorang dapat menangkap apa yang dilihat benar dan tidak benar
serta apa yang dinilai baik dan tidak baik.
Menurut pendapat Harol H.Titus defenisi dari ideologi adalah suatu istilah
yang digunakan untuk sekelompok cita-cita mengenai berbagai macam masalah
politik ekonomi filsafat sosial yang sering dilaksanakan bagi suatu rencana yang
sistematis tentang suatu cita-cita yang dijalankan oleh sekelompok atau lapisan
masyarakat.

1. Ciri-ciri ideologi adalah sebagai berikut :


a. Mempunyai derajat yang tertinggi sebagai nilai hidup kebangsaan dan
kenegaraan
b. Mewujudkan suatu asaz kerohanian, pandangan-pandangan hidup,
pegangan hidup yang dipelihara diamalkan, dilestarikan kepada generasi
berikutnya, diperjuangkan dan dipertahankan dengan kesediaan
berkorban.

8
2. Fungsi ideologi menurut pakar dibidangnya :
a. Sebagai sarana untuk memformulasikan dan mengisi kehidupan manusia
secara individual (cahyono,1986).
b. Sebagai jembatan pergeseran kendali kekuasaan dari generasi tua dengan
generasi muda, (setiardja,2001).
c. Sebagai kekuatan yang mampu memberi semangat dan motivasi individu,
masyarakat,dan bangsa untuk menjalani kehidupan dalam mencapai
tujuan. (hidayat,2001).

A.4 Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka Dan Tertutup


Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai suatu sistem pemikiran
terbuka. Ciri-ciri ideologi terbuka dan ideologi tertutup adalah:

a. Ideologi Terbuka
1) Merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat
2) Berupa nilai-nilai dan cita-cita yang berasal dari dalam masyarakat
sendiri.
3) Hasil musyawarah dan konsesus masyarakat.
4) Bersifat dinamis dan reformasi.
b. Ideologi Tertutup
1) Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat,
2) Bukan berupa nilai dan cita-cita
3) Kepercayaan dan kesetian ideologis yang kaku
4) Terdiri atas tuntutan kongkrit dan operational yang diajukan secara
mutlak

Nilai - nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka:
a. Nilai dasar, yaitu hakekat kelima sila Pancasila
b. Nilai instrumental, yang merupakan arahan, kebijakan strategi, sasaran serta
lembaga pelaksanaannya
c. Nilai praktis, yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu
realisasi pengalaman yang bersipat nyata, dalam kehidupan sehari-hari dalam
masyarakat,berbangsa dan bernegara.

9
A.5 Rendahnya Tingkat Kesadaran Ideologi Bangsa
Pengertian Ideologi Menurut para Ahli Ideologi adalah kumpulan ide atau
gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-
18 untuk mendefinisikan "sains tentang ideas". Pengertian ideologi dapat dianggap
sebagai visi yang luas, sebagai cara memandang segala sesuatu. Pengertian Ideologi
adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang
diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi intisari
politik. Secara umum,Pengertian ideologi diartikan sebagai suatu kumpulan
gagasan, ide-ide dasar, keyakinan serta kepercayaan yang bersifat sistematis yang
memberikan arah dan tujuan yang hendak dicapai dalam kehidupan nasional suatu
bangsa dan negara.Kesadaran terhadap ideologi bangsa harus dibangkitkan dan
ditingkatkan. Nilai-nilai utama Pancasila yang berisi nilai-nilai ketuhanan, keilmuan
dan kebangsaan harus ditanamkan, dipupuk dan disemai dalam jiwa segenap
generasi muda sedini mungkin melalui berbagai upaya yang dilakukan secara
terprogram, bertahap dan berkesinambungan.
Generasi muda harus memiliki tingkat kesadaran yang tinggi terhadap ideologi
bangsa yaitu Pancasila. Dengan tingginya tingkat kesadaran terhadap ideologi
Pancasila, generasi muda akan mampu memainkan peranannya dalam membangun
kehidupan berbangsa dan bernegara. Bangsa Indonesia akan mampu bangkit
kembali menjadi bangsa yang besar dan disegani oleh negara-negara lainnya di
dunia. Untuk mencapai kondisi tingkat kesadaran ideologi bangsa yang tinggi maka
perlu upaya-upaya dari Pemerintah melalui kementerian yang dipimpinnya untuk
semakin menggalakkan peningkatan kesadaran ideologi melalui berbagai upaya
pembinaan karakter seperti : penyelenggaraan pendidikan dan latihan, penataran,
workshop, seminar, diskusi, dll. Sosialisasi ideologi Pancasila juga perlu dilakukan
melalui panayangan di berbagai media massa, baik cetak maupun media elektronika
lainnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa jika generasi muda bangsa Indonesia
memiliki tingkat kesadaran ideologi bangsa yang tinggi maka ketahanan nasional
juga akan semakin kokoh.

B. Penelitian Yang Relevan


Hasil penelitian relevan sebelumnya yang sesuai dengan penelitian ini adalah
penelitian yang dilakukan oleh Eko Aditya Meinarno dan Juneman (2012) tentang

10
Pancasila pada Remaja Mahasiswa di Jakarta. Metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah penyampelan insidental, dengan memakai pendekatan
fenomenologi. Fenomenologi digunakan agar dapat diketahui persepsi para
pengemudi taksi terhadap kehadiran bus Trans Jakarta dan juga dapat diketahui
dampak yang ditimbulkan bus Trans Jakarta terhadap taksi yang beroperasi di
Jakarta. Serta diketahui strategi-strategi yang diterapkan para pengemudi taksi
dalam menghadapi persaingan dengan bus Trans Jakarta maupun dengan
pengemudi taksi lainnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah alat ukur yang valid yang
mampu menghasilkan indeks keber-Pancasila-an individu Indonesia dalam kelima
silanya. Indeks tersebut dapat diharapkan dapat dijadikan sebagai dasar intervensi
pendidikan dan sosial guna memelihara atau meningkatkan keber-Pancasila-an
orang Indonesia.
Dari hasil penelitian terealisasi bahwa menyimpulkan bahwa telah dihasilkan untuk
pertama kalinya di Indonesia sebuah skala keber-Pancasila-an yang valid dan
reliabel untuk Sila Kesatu, Kedua, Keempat, dan Kelima.

C. Kerangka Berpikir
Pancasila yang merupakan dasar Negara Republik Indonesia memiliki 5
pokok nilai – nilai yang terkandung didalamnya seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya. Adapun 5 pokok nilai tersebut yang tak lain merupakan isi dari
Pancasila ialah
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan / perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Ke lima isi tersebut memiliki arti dan peranan yang luar biasa bagi bangsa
Indonesia. Kerangka hidup bernegara berdasarkan Pancasila terbagi menjadi dua
pokok bahasan yakni

11
Pertama, Melakukan refleksi terhadap nilai - nilai Pancasila. Sebelum
melangkah terlalu jauh kedepan dan dalam tujuan untuk kelangsungan hidup bangsa
Indonesia yang pertama harus dilakukan oleh bangsa ini dan seluruh struktur baik
penggerak maupun pengelola haruslah melakukan refleksi terlebih dahulu terhadap
nilai – nilai apa yang sebenarnya ada dalam Pancasila. Hal ini dapat dijadikan
sebagai penilaian terhadap pengamalan Pancasila apakah sudah dilakukan
sebagaimana mestinya sesuai nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila itu
sendiri. Yang harus dilakukan yakni mengulas kembali bagaimana awal pula
Pancasila dapat menjadi dasar Negara Indonesia, yang dapat kita ketahui dan
rasakan sendiri. Nilai – nilai yang terdapat pada Pancasila sangat memiliki makna
yang luar biasa sekali bagi bangsa Indonesia. Namun yang terjadi sekarang ini ialah
banyak sekali penyimpangan – penyimpangan yang terjadi yang sejatinya sangat
melenceng dari nilai – nilai yang terkandung dalam Pancasila seperti penindasan
dimana – mana, hak – hak asasi manusia dirampas, tidak adanya toleransi dan
saling menghargai antar sesama umat beragama, surutnya semangat nasionalisme,
dll yang membuat prihatin bila melihat negeri ini semakin masuk diambang
keseriusan dan kehancuran. Disinilah fungsi dari pada refleksi itu sendiri kita
membandingkan nilai – nilai yang terkandung dengan kenyataan semestinya yang
ada dan terjadi pada bangsa Indonesia. Dengan begitu bangsa ini akan mengetahui
sejauh mana bangsa ini melangkah. Apakah sesuai dengan nilai – nilai yang
terkandung pada dasar Negara atau bahkan malah menyimpang jauh dari nilai –
nilai yang ada pada dasar Negara. Bila yang terjadi ialah Negara Indonesia tetap
berada pada jalan yang sesuai maka cita – cita bangsa Indonesia akan dapat tercapai
yakni yang telah terkandung dalam Pancasila.
Namun bila kenyataan yang terjadi masyarakat bangsa ini telah melakukan
tindakan – tindakan yang menyimpang dari Pancasila. Maka diperlukan suatu upaya
– upaya pembenahan agar masyarakat Indonesia dapat kembali ke jalan yang sesuai
dengan pengamalan Pancasila.
Kedua, Mengidentifikasi tantangan-tantangan ideologis terhadap Pancasila,
masa kini dan masa depan, serta bagaimana Pancasila dan kebangsaan kita, atau
nasionalisme kita, menjawab semuanya itu.

12
D. Hipotesis
Dewasa ini banyak kalangan dan perorangan yang mempertanyakan
Pancasila, apakah masih sebagai ideologi negara, falsafah, atau cara hidup bangsa
Indonesia. Apakah Pancasil merupakan kenyataan hidup di Indonesia (living
reality) ataukah hanya merupakan mitos belaka.
Dalam kenyataan hari lahir Pancasila 1 Juni 1945, masih teus diperingati
dangan upacara-upacara khidmat, pernyataan kebulatan tekad, disertai diskusi dan
seminar. Para pejabat pemerintah atau para pergerakan selalu mengutipnya. Namun
pihak lain menilai, sebenarnya Pancasila sudah ditinggalkan, bahkan telah
dilanggar, diselewengkan, atau dikhianati. Ada beberapa jawaban hipotesis dalam
hal ini, masyarakat sekarang telah bersikap individual dalam kehidupan sosialnya
seperti berprilaku egois, tidak mendengarkan pendapat.
Dan tidak adanya perilaku yang berpedoman kepada Pancasila salah satunya
sila kedua “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” yang dimana masyarakat tidak
saling menghargai karena adanya perbedaan suku, agama, dan ras (SARA). Yang
mengakibatkan masyarakat tidak memiliki sikap bersatu walaupun adanya
perbedaan tersebut, hal ini termasuk dalam sila kedua. Juga masyarakat kurang
memiliki kesadaran tentang Pancasil sebagai ideologi negara dikarenakan
perubahan jaman dan adanya pengaruh budaya luar yang tidak termasuk pada sikap
Pancasila.

13
BAB III
METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian
1. Jenis Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian deksriptif dikarenakan
hasil penelitian ini hanyalah mengidentifikasi dan mendeksripsikan
kecenderungan-kecenderungan pendapat Mahasiswa tentang pemahaman
dan pelaksanaan nilai-nilai pancasila sebagai ideologi negara di Indonesia.
2. Metode Penelitian : Ditinjau dari paradigma penelitian, maka penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data-data
kuantitatif dengan komponen-komponen metode ilmiah. Demikian pula
dalam hal penentuan sampelnya, lebih menekankan pada teknik-teknik
probabilitas, sedangkan menurut jenisnya termasuk penelitian deskriptif
karena menggambarkan fenomena-fenomena yang ada. Dalam penelitian
ini, peneliti tidak melakukan manipulasi atau memberikan perlakuan-
perlakuan tertentu terhadap variabel atau merancang sesuatu yang
diharapkann terjadi pada variabel, tetap semua kegiatan, keadaan, kejadian,
aspek, komponen atau variabel berjalan sebagaimana apa adanya.
Jadi, penelitian ini termasuk jenis penelitian deskriptif korelatif, yaitu untuk
mengetahui pengaruh tingkat kesadaran Mahasiswa tentang pancasila
sebagai ideologi negara.
3. Lokasi Penelitian : Penelitian ini dilakukan di Fakultas Teknik, Universitas
Negeri Medan.
4. Waktu Penelitian : Penelitian ini dilaksanakan pada hari Selasa, 14
November 2017.

B. Populasi Dan Sampel Penelitian


1. Populasi : Populasi dari penelitian ini adalah Mahasiswa Fakultas Teknik,
Universitas Negeri Medan mengenai tingkat kesadaran Mahasiswa tentang
pancasila sebagai ideologi negara dan mengenai menurunnya nilai-nilai
pancasila pada zaman sekarang.

14
2. Sampel : Sampel dari penelitian ini adalah 17 orang Mahasiswa Fakultas
Teknik, Universitas Negeri Medan. 13 orang dari jurusan D3 Teknik Sipil
Stambuk 2017 dan 4 orang dari jurusan Pendidikan Teknik Bangunan
stambuk 2017.

C. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional


1. Variabel Penelitian : Variabel penelitian ini adalah tingkat kesadaran
Mahasiswa Fakultas Teknik UNIMED tentang pancasila sebagai ideologi
negara dan tingkat penurunan nilai-nilai pancasila pada zaman sekarang.
2. Definisi Operasional
Definisi operasional dalam penelitian ini adalah :
- Pemahaman: Pemahaman Mahasiswa tentang pancasila sebagai ideologi
negara. Dapat menerjemahkan, menafsirkan, mendeskripsikan secara
verbal mengenai pemahaman tentang ideologi Pancasila. Adapun
indikator dalam variabel ini adalah : sebagai ideologi bangsa dan acuan
moral atau etika.
- Sikap moral: Sikap Mahasiswa terhadap nilai-nilai pancasila sebagai
ideologi negara. ikap moral berarti segala perbuatan individu yang
berkaitan dengan kesusilaan tentang baik buruknya perbuatan dan
kelakuan individu yang berupa reaksi terhadap sesuatu yang datang baik
dari dalam maupun luar diri individu itu sendiri yang terlihat dalam
indikator nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai
kerakyatan dan nilai keadilan.

D. Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data


1. Jenis Data : Sumber data penelitian yaitu sumber subjek dari tempat mana
data bisa didapatkan. Jika peneliti memakai kuisioner atau wawancara
didalam pengumpulan datanya, maka sumber data itu dari responden, yakni
orang yang menjawab pertanyaan peneliti, yaitu tertulis ataupun lisan.
Sumber data berbentuk responden ini digunakan didalam penelitian.
2. Instrumen Pengumpulan Data: dalam penelitian ini, peneliti menggunakan
dua instrumen yaitu pedoman wawancara dan angket. Pedoman wawancara

15
merupakan instrumen yang berisi daftar pertanyaan yang terinci secara
tertulis. Sedangkan instrumen angket instrumen yang berisi tentang
pertanyaan cek list ya atau tidak.
3. Kisi –Kisi Instrumen Penelitian

Pedoman Wawancara

1) Menurut Anda mengapa pancasila dijadikan dasar negara Indonesia?


2) Apa pendapat anda tentang pancasila sebagai ideologi negara kita?
3) Menurut anda apa kelebihan pancasila sebagai ideologi negara dalam
kehidupan sehari-hari?
4) Contoh pancasila sebagai ideologi negara dalam kehidupan sehari-hari?
5) Menurut anda apakah nilai pancasila diterpkan dengan baik dalam perilaku
anak penerus bangsa?
6) Bernarkah nilai-nilai pancasila mulai terkikis oleh perubahan zaman
sekarang?
7) Masih perlukah pancasila sebagai ideologi negara di era abad 21 ini?
8) Apakah sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” dalam pancasila sudah
terwujud dalam kehidupan kita sehari-hari?
9) Menurut pendapat pelanggaran yang sering terjadi di sekitar kita termasuk
dalam penyimpangan dalam sila keberapa? Coba jelaskan?
10) Sebagai masyarakat bagaimana saran anda mengenai pelanggaraan yang
anda sebutkan?

Pedoman Angket
No. Pemahaman Pendidikan Kewarganegaraan & Setuju Tidak
Nasionalisme Setuju
1. Pengetahuan tentang pancasila penting dalam kehidupan
bermasyarakat.
2. Kesadaran nasionalisme masih kurang di Indonesia
3. Kesadaran nasionalisme mahasiswa masih rendah
4. Nasionalisme dibutuhkan untuk Indonesia sebagai negara
maju.
5. Tokoh politik memahami pancasila.
6. Pendidikan pancasila harus diterapkan sejak dini.
7. Pendidikan pancasila memilki peran pembangunan
nasional.
8. Pembangunan Indonesia dilakukan oleh pemerintah.

16
9. Indonesia sangat berhasil dalam membangun persatuan &
kesatuan bangsa.
10. Masyarakat mampu memahami setiap struktur yang ada di
Indonesia.
11. Budaya asing mempengaruhi budaya Indonesia.
12. Siakp nasionalisme menjadi tanggung jawab pihak
sekolah.
13 Pendidikan kewarganegaraan dihapus dari kurikulum.
14. Mahasiswa aktif dalam pembangunan bangsa.
15. Bersikap jujur saat ujian.
16. Mahasiswa menjunjung tinggi hukum & pemerintaan.
17. Memiliki kesadaran membuang sampah pada tempatnya.
18. Mahasiswa menghrgai satu sama lain.
19. Pemahaman kewarganegaraan sudah merata disetiap
individu.
20. Siakp acuh terhadap adanya perbedaan ras adan agama.

4. Teknik Pengumpulan Data


Guna memperoleh data yang akan digunakan, maka peneliti menggunakan
beberapa teknik pengumpulan data, yaitu :
- Wawancara : Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data
sekunder apabila peneliti telah melakukan studi pendahuluan untuk
menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti
ingin mengetahui hal-hal kecil dari responden yang lebih mendalam dan
jumlah respondennya sedikit/kecil (Sugiyono, 2012: 188).
- Angket
E. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data pada mini riset ini adalah:
1. Reduksi data : Dalam penelitian ini, menggolongkan dan mengarahkan data
agar mendapatkan data yang relevan dan mendukung peneliti dalam
permasalahan pancasila sebagai ideologi negara.
2. Kategorisasi data : Kategorisasi ialah upaya memilah-milah setiap satuan ke
dalam bagian-bagian yang memiliki kesamaan (Lexy J.
Moleong,2006:288). Data yang diperoleh dari hasil wawancara dan dari
dokumen-dokumen yang ada akan dipilah-pilah sesuai dengan sifat masing-
masing data. Tujuannya untuk memilih data yang sifatnya penting dan data
yang sifatnya pokok dan dapat mengarahkan pada permasalahan

17
pengembangan nilai-nilai ideologi pancasila melalui wawancara dan
penyebaran angket.
3. Display data : Data yang dihasilkan berbentuk narasi berupa informasi
tentang peningkatan nilai-nilai pancasila sebagai ideologi negara.
4. Pengambilan Kesimpulan : Dari data yang sudah diperoleh dapat
disimpulkan bahwa (1) Rendahnya tingkat kesadaran Mahasiswa tentang
pancasila sebagai ideologi negara ternyata rendah, bisa dilihat dari jawaban
Mahasiswa pada wawancara dan angket, rata-rata Mahasiswa menjawab
masih banyak Mahasiswa tingkat kesadaran nasionalismenya rendah dan
(2) Menurunnya nilai-nilai pancasila oleh perubahan zaman, bisa dilihat
dari jawaban Mahasiswa pada wawancara dan angket, Mahasiswa banyak
menjawab menurunnya nilai-nilai pancasila karena adanya budaya dari luar.

18
BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dilihat dari hasil jawaban instrumen wawancara dan instrumen angket yang
diisi oleh Mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Negeri Medan, dapat
disimpulkan bahwa tingkat kesadaran mahasiswa kurang tentang pancasila
sebagai ideologi negara karena masih banyak anak bangsa yang kurang
berperilaku sopan dan moral sesuai nilai-nilai pancasila, tetapi masih banyak
juga anak bangsa yang memiliki perilaku baik. Dan dizaman sekarang nilai-
nilai pancasila mulai menurun dikarenakan ada faktor budaya luar atau asing
yang masuk ke Indonesia sehingga anak bangsa mulai terikut-ikut dengan
budaya mereka.

B. Saran
Saran yang dapat kami berikan adalah semoga Mahasiswa semakin mengerti
betapa pentingnya pembinaan nilai-nilai pancasila dalam generasi masa kini
agar generasi yang di kemudian hari menjadi lebih baiklagi dari generasi
sebelumnya sehingga terciptanya nilai-nilai pancasila menjadikan negar
Indonesia menjadi negara yang berpedoman pada pancasila dan menghayati
setiap sila yang tertuang di dalam pancasila.

19
DAFTAR PUSTAKA

Al Marsudi Subandi H. 2003. Pancasila dan UUD’45 dalam Paradigma Reformasi.


Jakarta : Rajawali Pers.

Setiady Elly M, Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila, Jakarta: PT Gramedia


Pustaka Utama.

Wahana, Paulus. 1993. Filsafat Pancasila. Kanisius. Yogyakarta. hal 20

Suwarno, P.J., 1993,Pancasila Budaya Bangsa Indonesia, Yogyakarta: Kanisius

20
LAMPIRAN

21