Anda di halaman 1dari 85

Akuntasi sektor publik adalah suatu proes pengidentifikasian, pengukuran,

pencatatan, dan pelaporan transaksi ekonomi (keuangan) dari suatu organisasi atau
entitas publik seperti pemerintah, LSM dan lain-lain yang dijadikan sebagai informasi
dalam rangka mengambil keputusan ekonomi oleh pihak-pihak yang memerlukan.
Organisasi sector public yang paling mudah dikenal adalah organisasi pemerintah.
Organisasi pemerintah sebagaimana organisasi public umumnya akan beraktivitas
berdasarkan anggaran.
Tinjauan akuntansi sector public berdasar pada SAK No 45 berisi tentang ;

1. Laporan Posisi Keuangan


2. Laporan Aktivitas
3. Laporan Perubahan dalam Aset Neto/ Ekuitas
4. Laporan Arus Kas
5. Catatan Atas Laporan Keuangan

Hal tersebut berdasarkan pada PP no 05 tahun 2009 (tentang Parpol) yg diaudit


oleh BPK, Peraturan KPU No 01 tahun 2009 tentang kampanye pemilihan DPR,
DPRD (Propinsi maupun Kabupaten/ Kota).

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

Sektor public bergerak dalam bidang:


1. Faktor ekonomi yaitu yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi,
tingkat inflasi, pertumbuhan pendapatan perkapita (GNP/ GDP), struktur
produksi, tenaga kerja, arus modal dalam negeri, cadangan devisa, nilai
tukar mata uang , utang dan bantuan luar negeri, infrastruktur, teknologi,
kemiskinan dan kesenjangan ekonomi, dan sektor informal.
2. Factor politik yaitu yang mempengaruhi sector public antara lain:
hubungan Negara dan masyarakat, legitimasi pemerintah, tipe rezim
yang berkuasa, ideology Negara, elit politik dan masa, jaringan
internasional dan kelembagaan.
3. Factor cultural yang mempengaru sector public antara lain: keragaman
suku, ras, agama, bahasa, budaya, sistem nilai masyarakat, historis,
sosiologi masyarakat, karakteristik masyarakat, dan tingkat pendidikan.
4. Factor demografi, yang mempengaruhi sector public antara lain:
pertumbuhan penduduk, struktur usia penduduk, migrasi, dan tingkat
pendidikan.
PERSAMAAN SEKTOR PUBLIK DAN SWASTA
Meskipun sector public memiliki sifat dan karakteristik yang
berbeda dengan sector swasta akan tetapi dalam beberapa hal memeliki
persamaan, yaitu :
1. Kedua sector, baik public maupun swasta merupakan bagian integral
dari system ekonomi disuatu Negara dan keduanya merupakan
sumber daya yang sama untuk mencapai tujuan organisasi.
2. Keduanya menghadapi masalah yang sama, yaitu masalah kelangkaan
sumber daya (scrarcity of resources), sehingga baik sector public
maupun swasta dituntut untuk menggunakan sumber daya organisasi
secara ekonomis, efektif dan efisien.
3. Proses pengendalian managemen, termasuk managemen keuangan
pada dasarnya sama. Kedua sector sama-sama membutuhkan
informasi yang handal dan relevan untuk melaksanakan fungsi
managemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian.
4. Pada beberapa hal kedua sector menghasilkan produk yang sama
misalnya, transportasi masa, pendidikan, kesehatan, penyediaan
energi, dll.
5. Kedua sector terikat pada peraturan perundangan dan ketentuan
hukum lain yang disyaratkan.

PERBEDAAN DAN PERSAMAAN DAN TANGGUNG JAWAB SEKTOR


PUBLIK DAN SEKTOR SWASTA

Perbedaan Sektor Publik Sektor Swasta


Tujuan Organisasi Nonprofit Motive Profit Motive
Sumber Pendanaan Pajak, retribusi, utang,
Pembiayaan internal, mo
obligasi pemerintah, laba
dal sendiri, laba ditahan,
BUMN/ BUMD, penjual penjualan aktiva. Pembi
an asset Negara, dsb yaan ekternal; penerbitan
saham.
Pertanggungjawaban Kepada masyarakat Kepada pemegang
(publik) dan parleman saham dan kreditor
(DPR/ DPRD)
Struktur Organisasi Birokrasi, kaku, dan Fleksibel; datar, pyramid,
hirarkis lintas fungsional
Karakteristik anggaran Terbuka untuk publik Tertutup untuk public
Sistem akuntansi Cash accounting Accrual accounting

PERBEDAAN STAKEHOLDER SEKTOR PUBLIK DAN SEKTOR SWASTA

Stakeholder Sektor Publik Stakeholder Sektor Swasta


Stakeholder Ekternal Stakeholder Eksternal
1. Masyarakat pengguna jasa 1. Bank sebagai kreditor
2. Masyarakat membayar pajak 2. Serikat buruh
3. Perusahaan dan organisasi social 3. Pemerintah
ekonomi yang menggunakan pe- 4. Pemasok
layanan public sebagai input atas 5. Distributor
aktivitas organisasi 6. Pelanggan
4. Bank sebagai kreditor pemerin- 7. Masyarakat
tah 8. Serikat dagang (trade union)
5. Badan-badan internasional, 9. Pasar Modal
seperti bank dunia, IMF, ADB,
PBB, dsb.
6. Investasi asing dan country
analisys.
7. Generasi yang akan datang
Stakeholder Internal Stakeholder Internal
1. Lembaga Negara (Kabinet, MPR 1. Managemen
DPR/ DPRD, dsb). 2. Karyawan
2. Kelompok politik (Partai politik), 3. Pemegang saham
3. Manajer Publik (Gubenur, Bupati
Direktur BUMN/ BUMD).
4. Pegawai Pemerintah.

UU No. 5/ 1974

UU No. 22/1999

UU No. 25/1999
UU No. 32/2004
UU No. UU No.
17/2003 17/2003
UU No. 1/2004 UU No. 1/2004
UU No. 33/2004

1) PP Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.


2) PP Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan
3) PP Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah
4) PP Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan
5) PP Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan Daerah
6) PP Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah
7) PP Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan keuangan Daerah
8) PP Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar
Pelayanan Minimal.

Organisasi Pemerintah Dan Akuntansi Dana

Diorganipsasikan ke dalam lima bagian, yaitu: Organisasi


Pemerintah sebagai organisasi nirlaba, karakteristik organisasi
pemerintah, lingkungan organisasi pemerintah, pelaporan keuangan
organisasi pemerintah dan karakteristik akuntansi pemerintahan.

ORGANISASI PEMERINTAH SEBAGAI ORGANISASI NIRLABA


Organisasi nirlaba (nonprofit organization) adalah organisasi yang orientasi
utamanya bukan untuk mencari laba. Organisasi pemerintah (government
organization), yang orientasi utamanya bukan untuk mencari laba, merupakan
salah satu jenis organisasi nirlaba. Jenis organisasi nirlaba meliputi:
Pemerintah, pendidikan, kesehatan, keagamaan.

KAREKTERISTIK ORGANISASI PEMERINTAH


Organisasi pemerintah memiliki karakteristik unik dibandingkan dengan
organisasi lain karena organisasi pemerintah:
1. Tidak menentukan laba sebagai orientasi utama,
2. dimiliki secara kolektif oleh masyarakat dan bukti kepemilikan tidak dalam
bentuk saham yang dapat dijual belikan,
3. Tidak secara langsung memberikan jasa kepada warga Negara sesuai dengan
sumber keuangan yang diberikan oleh warga Negara tersebut kepada
pemerintah.

LINGKUNGAN ORGANISASI PEMERINTAH


Lingkungan beroperasi organisasi pemerintah secara umum berbeda
dengan lingkungan beroperasi organisasi komersial. Organisasi pemerintah
yang melaksanakan aktivitas layanan umum terfokus pada bidang yang
dikelola, tujuan organisasi, sumber, pengaturan dan pengendalian, evaluasi
prestasi.

PELAPORAN KEUANGAN ORGANISASI PEMERINTAH


Laporan keuangan yang dihasilkan bukanlah tujuan akhir, melainkan
sebagai media penyampaian informasi keuangan kepada pemakai laporan.
Informasi yang bermanfaat harus dibuat sesuai dengan undang-undang,
peraturan, anggaran dan prinsip akuntansi.
Tujuan pelaporan keuangan organisasi komersial adalah untuk
menunjukkan kondisi keuangan, hasil operasi, dan perubahan kondisi
keuangan organisasi tersebut.
Siklus akuntansi komersial meliputi identifikasi transaksi, pencatatan
transaksi membuat jurnal penutup, dan menyiapkan laporan keuangan yang
disusun meliputi laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas. Di sisi lain,
siklus akuntansi pemerintahan meliputi:
1. Mencatat anggaran dalam catatan akuntansi,
2. Mencatat transaksi yang terjadi selama periode tertentu,
3. membuat jurnal penutup,
4. Menyiapkan laporan keuangan meliputi laporan pendapatan belanja
dan perubahan saldo dana, neraca, laporan arus kas, laporan perbandingan
antara anggaran dengan realisasi.

KARAKTERISTIK AKUNTANSI PEMERINTAHAN


Umumnya organisasi pemerintah mengambil keputusan tentang sumber
keuangan dan penggunaannya dikaitkan dengan tujuan politik dan sosial.
Undang-undang dan peraturan lainnya memberikan batasan hukum aktivitas
pemerintah. Ada dua jenis batasan hukum dalam akuntansi dan pelaporan
keuangan meliputi penggunaan dana dan peranan anggaran.

KEDUDUKAN AKUNTANSI
Akuntansi yang berkaitan dengan organisasi perusahaan biasanya dikenal
dengan akuntansi sector privat, dan yang berkaitan dengan organisaisi
pemerintah atau lembaga non profit dikenal dengan akuntansi pemerintahan
atau akuntansi sector public.
Reformasi keuangan daerah ditandai dengan diberlakukannya UU No. 22
Tahun 1999 dan UU No. 25 Tahun 1999 tentang perimbangan keuangan pusat
dan daerah.
Anggaran dalam pemerintahan atau organisasi sector public. Anggaran
menjadi rencana menejerial untuk menerapkan strategi organisasi untuk
mencapai tujuan organisasi sector public.

DANA UMUM DAN DANA PENDAPATAN KHUSUS

1. Deskripsi dana, dana umum (general fund) adalah dana yang dibentuk
oleh suatu unit pemerintah Negara Bagian atau Pemerintah Lokal untuk
mempertanggungjawabkan semua aktivitas “Pemerintah Umum”
(general government) yang tidak dipertanggungjawabkan dalam dana
lain.
2. Sumber keuangan, adalah semua jenis sumber keuangan pemerintah
umum merupakan sumber keuangan dana umum yaitu berasal dari pajak
property, pajak penjualan, pajak penghasilan, perijinan, dan beban jasa,
maupun bantuan (grant) seperti federal dan donasi. Sumber dana umum
sama dengan sumber dana khusus.
3. Proses akuntansi sangat dipengaruhi oleh sifat dana, focus pengukuran,
dan basis pencatatannya. Dana umum dan khusus termasuk kelompok
dana pemerintahan yang bersifat belanja.
4. Akuntansi anggaran yaitu memiliki posisi formal dalam akuntansi dana.
Ada tiga komponen pokok anggaran unit pemerintah;
a. Taksiran pendapatan adalah sumber keuangan yang diharapkan akan
tersedia bagi suatu unit pemerintah dalam suatu tahun anggaran
berupa pendapatan pajak, perijinan, bunga, parkir, pendapatan
investasi, dan pendapatan intern pemerintah, beban jasa (charge for
service), serta denda dan penyitaan (fine and forfeiture).
b. Appropreasi merupakan alokasi sumber keuangan yang digunakan
untuk membelanjai aktivitas dalam suatu tahun anggaran. Appropriasi
dapat juga disebut sebagai usulan pengeluaran.
c. Sumber (penggunaan) keuangan lain adalah penerimaan yang tidak
dapat dikatagorikan sebagai pendapatan bagi dana yang menerimanya
antara lain penjualan obligasi dan transfer yang diterima.

Sebagai ilustrasi badan legislative (citty countil) Kota Sidoarjo menyetujui


anggaran untuk tahun anggaran 2004.

KOTA SIDOARJO
DANA UMUM
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA
TAHUN ANGGARAN 2004

Keterangan Anggaran Rp Realisasi Rp

Taksiran Pendapatan
Pajak 22.000.000,00 26.000.000,00
Perijinan 13.000.000,00 21.000.000,00
Perparkiran 13.000.000,00 12.000.000,00
Beban Jasa 12.000.000,00 10.000.000,00
Denda dan Penyitaan 10.000.000,00 11.000.000,00

Jumlah 70.000.000,00 80.000.000,00

Appropriasi
Gaji 20.000.000,00 19.500.000,00
Supplies 12.000.000,00 12.000.000,00
Security 10.000.000,00 10.000.000,00
Fasilitas Modal 10.000.000,00 7.250.000,00
Layanan Lain 8.000.000,00 5.250.000,00

Jumlah 60.000.000,00 54.000.000,00

SUMMARY PROBLEM

Informasi berikut ini dari dana umum Kota Krian. Untuk tahun anggaran 2004,
badan legistave kota tersebut telah menyetujui anggaran dana umum. Pajak
property yang tercantum dalam anggaran sebesar Rp 36.000.000,00 tersebut
dibebankan kepada pemilik property yaitu; Shinta Rp 20.000.000,00, Sya’ban Rp
12.000.000,00, Anita Rp 1.800.000,00, Syananta Rp 1.200.000,00, dan Mas’ud Rp
1.000.000,00.

KOTA KRIAN
DANA UMUM
ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA
TAHUN ANGGARAN 2004

Keterangan Anggaran Rp

Taksiran Pendapatan
Pajak Property 36.000.000,00
Perijinan 2.000.000,00
Perparkiran 1.600.000,00
Penjualan 400.000,00
Jumlah 40.000.000,00

Appropriasi
Gaji 28.000.000,00
Supplies 8.000.000,00
Layanan Lain 3.600.000,00

Jumlah 39.600.000,00

Kebijakan akuntansi yang dianut Kota Krian adalah;


1. Semua pembelian menggunakan encumbrance dan yang bukan
pembelian tidak menggunakan encumbrance .
2. Diadakan akun pembantu untuk merinci akun control.

Transaksi operasi yang terjadi selama tahun anggaran 2004 sebagai berikut:
1. Pajak property ditetapkan kepada kelima warga Negara pemilik property
2. Dilakukan pemesanan supplies dengan harga pesanan Rp 8.000.000,00
3. Pemerintah menerima pembayaran pajak property dari semua warga
Negara yang telah diberikan tagian pajak property
4. Diterima pesanan supplies pada transaksi tiga dan disiapkan vouchernya
(belum dibayar)
5. Diterima pendapatan dari pajak penghasilan perparkiran, dan perijinan
sesuai dengan jumlah yang ditetapkan dalam anggaran
6. Dilakukan pembayaran voucher yang telah dibuat untuk supplies yang
telah diterima
7. Disiapkan voucher gaji dan belanja lain-lain dengan jumlah sesuai dengan
anggaran (belum dibayar)
8. Dilakukan pembayaran voucher gaji dan belanja lain-lain

Berdasarkan informasi di atas diminta;


1. Buatlah jurnal anggaran
2. Buatlah jurnal operasi
3. Susunlah neraca saldo
4. Buatlah jurnal penutup
5. Susunlah laporan keuangan
DANA KHUSUS KOTA KRIAN
1. Jurnal anggaran

Taksiran pendapatan pajak property Rp 36.000.000


Taksiran pendapatan pajakpenjualan Rp 400.000
Taksiran pendapatan perparkiran Rp 1.600.000
Taksiran pendapatan perijinan Rp 2.000.000
Belanja gaji Rp 28.000.000
Belanja supplies Rp 8.000.000
Belanja lain-lain Rp 3.600.000
Saldo dana tidak dicadangkan Rp 400.000

2. Jurnal operasi
Jurnal untuk mencatat transaksi 1
Piutang pajak property kini Sinta Rp 20.000.000
Piutang pajak property kini Sa’ban Rp 12.000.000
Piutang pajak property kini Anita Rp 1.800.000
Piutang pajak property kini Sananta Rp 1.200.000
Piutang pajak property kini Mas’ud Rp 1.000.000
Pendapatan pajak property Rp 36.000.000

Jurnal untuk mencatat transaksi 2


Encumbrance Supplies Rp 8.000.000
Cadangan Encumbrance Rp 8.000.000

Jurnal untuk mencatat transaksi 3


Kas Rp 36.000.000
Piutang pajak property kini Sinta Rp 20.000.000
Piutang pajak property kini Sa’ban Rp 12.000.000
Piutang pajak property kini Anita Rp 1.800.000
Piutang pajak property kini Sananta Rp 1.200.000
Piutang pajak property kini Mas’ud Rp 1.000.000

Jurnal untuk mencatat transaksi 4

Cadangan Encumbrance Supplies Rp 8.000.000


Encumbrance Supplies Rp 8.000.000

Belanja Supplies Rp 8.000.000


Utang Voucher Rp 8.000.000

Jurnal untuk mencatat transaksi 5


Kas Rp 4.000.000
Pendapatan pajakpenjualan Rp 400.000
Pendapatan perparkiran Rp 1.600.000
Pendapatan perijinan Rp 2.000.000

Jurnal untuk mencatat transaksi 6

Utang Voucher Rp 8.000.000


Kas Rp 8.000.000

Jurnal untuk mencatat transaksi 7

Belanja Gaji Rp 28.000.000


Belanja lain-lain Rp 3.600.000
Utang Voucher Rp 31.600.000

Jurnal untuk mencatat transaksi 8

Utang Voucher Rp 31.600.000


Kas Rp 31.600.000

3. Neraca Saldo
Kota Krian
Dana Umum
Neraca Saldo
Per 31 Desember 2004

Kas Rp 400.000
Taksiran pendapatan pajak property Rp 36.000.000
Taksiran pendapatan pajakpenjualan Rp 400.000
Taksiran pendapatan perparkiran Rp 1.600.000
Taksiran pendapatan perijinan Rp 2.000.000
Appropriasi gaji Rp 28.000.000
Appropriasi supplies Rp 8.000.000
Appropriasi lain-lain Rp 3.600.000
Pendapatan pajak property Rp 36.000.000
Pendapatan pajak penjualan Rp 400.000
Pendapatan perparkiran Rp 1.600.000
Pendapatan perijinan Rp 2.000.000
Belanja gaji Rp 28.000.000
Belanja supplies Rp 8.000.000
Belanja lain-lain Rp 3.600.000
Saldo dana tidak dicadangkan Rp 400.000

Tatal Rp 80.000.000 Rp 80.000.000

4. Jurnal Penutup
Pendapatan pajak property Rp 36.000.000
Pendapatan pajak penjualan Rp 400.000
Pendapatan perparkiran Rp 16.000.000
Pendapatan perijinan Rp 2.000.000
Taksiran pendapatan pajak property Rp 36.000.000
Taksiran pendapatan pajakpenjualan Rp 400.000
Taksiran pendapatan perparkiran Rp 16.000.000
Taksiran pendapatan perijinan Rp 2.000.000
Appropriasi gaji Rp 28.000.000
Appropriasi supplies Rp 8.000.000
Appropriasi lain-lain Rp 3.600.000
Belanja gaji Rp 28.000.000
Belanja supplies Rp 8.000.000
Belanja lain-lain Rp 3.600.000
5. Laporan Keuangan
Kota Krian
Dana Umum
Laporan Pendapatan, Belanja, dan Perubahan Saldo Dana
Per 31 Desember 2004
Pendapatan
Pendapatan pajak property Rp 36.000.000
Pendapatan pajak penjualan Rp 400.000
Pendapatan perparkiran Rp 16.000.000
Pendapatan perijinan Rp 2.000.000
Total Pendapatan Rp 40.000.000

Belanja
Belanja gaji Rp 28.000.000
Belanja supplies Rp 8.000.000
Belanja lain-lain Rp 3.600.000
Total Belanja Rp 39.600.000

Kenaikan Saldo dana Rp 400.000


Saldo dana awal tahun Rp 0
Saldo dana akhir tahun Rp 400.000

Tugas dikumpulkan
Berikut informasi Dana umum Balung Bendo

Taksiran:
Pendapatan pajak property Rp 17.000.000,00
Pendapatan pajak penjualan Rp 7.000.000,00
Pendapatan perparkiran Rp 3.000.000,00
Pendapatan perijinan Rp 1.000.000,00
Denda Rp 2.000.000,00

Apropriasi:
Belanja Gaji Rp 20.000.000,00
Belanja Supplies Rp 4.000.000,00
Peralatan Rp 3.000.000,00
Kendaraan Rp 2.000.000,00
Pajak property sebesar Rp 17.000.000,00 ditetapkan kepada empat pemilik property;
Nurul Rp 6.000.000,00, Sumiatin Rp 5.000.000,00, Tatok Rp 4.000.000,00, dan
Cahyani Rp 2.000.000,00.
Transaksi yang terjadi pada tahun 2010;
1. Pemerintah menyerahkan faktur kepada keempat warga Negara pemilik property.
2. Pemerintah melakukan pemesanan supplies seharga Rp 4.000.000,00
3. Seluruh pajak property diterima Rp 17.000.000,00 dan pajak penjualan Rp
7.000.000,00
4. Supplies yang dipesan diterima dan dibayar dengan faktur Rp 4.000.000,00
5. Diterima seluruh pendapatan secara tunai dari perparkiran dan perijinan.
6. Gaji karyawan dibayar sebesar Rp 20.000.000,00.
7. Pemerintah melakukan pemesanan peralatan sebesar Rp 3.000.000,00
8. Pemerintah melakukan pemesanan kendaraan sebesar Rp 1.900.000,00
9. Diterima seluruh pendapatan secara tunai dari denda
10.Peralatan yang dipesan diterima dan di bayar dengan faktur Rp 3.000.000,00
11.Kendaraan yang dipesan diterima dan disiapkan vochernya (belum dibayar).
Diminta:
1. Buatkan jurnal anggaran
2. Buatlah jurnal operasi
3. Susunlsh neraca saldo
4. Buatlah jurnal penutup
5. Susunlah laporan keuangan

Dana Proyek Modal


Dana proyek modal (capital project fudnd) adalah dana yang digunakan oleh
suatu unit pemerintah untuk mempertanggungjawabkan sumber keuangan
yang akan digunakan untuk memperoleh aktiva tetap (fasilitas modal) yang
dilakukan oleh pemerintah umum (general government).

Kriteria major dan project


Major adalah aktiva tetap yang diperoleh termasuk katagori fasilitas modal
besar bagi unit pemerintah yang memperolehnya.
Project adalah akativa tetap yang diperoleh merupakan proyek bagi unit
pemerintah yang memeperolehnya.

Sumber keuangan dana proyek modal berasal dari penjualan obligasi


umum(general bond), bantuan (grant) dari unit pemerintah lain, transfer
operasi (operating transfer) dari dana lain, dan pendapatan investasi. Alasan
pemerintah mengeluarkan obligasi adalah; (1) dimungkinkan diperoleh sumber
keuangan yang besar sekaligus, (2) pemerintah menentukan syarat-syarat yang
menguntungkan bagi pemerintah dalam mengeluarkan obligasi, (3) periode
pelunasan cukup panjang, sehingga pendapatan setiap periode dapat
digunakan untuk membayar pokok dan bunga.

Aktivitas investasi
Sumber keuangan yang diterima oleh dana proyek modal baiasanya tidak
selalu segera digunakan begitu diterima, sehingga sangat dimungkinkan
adanya kas yang menganggur.

Prosedur akuntansi
Fokus pengukuran dana proyek modal adalah tersedianya sumber yang dapat
dibelanjakan. Basis akuntansi yang digunakan adalah basis akrual
modifikasian, yaitu mengakui pendapatan pada saat tersedia dan terukur serta
mengajui belanja pada saat barang atau jasa diterima atau pada saat utang
timbul. Ada tiga alas an mengapa utang obligasi tidak dicatat sebagai utang
dalam dana proyek modal; (1) Dana proyek modal berfokus pada aktiva
pengeluaran, karena itu yang dicatat hanya yang bersifat lancar,(2) Dana
proyek modal digunakan hanya untuk mencatat sumber keuangan untuk
memperoleh aktiva tetap,(3) Dana pelunasan utang digunakan untuk mencatat
pelunasan pokok dan bunga utang.
Untuk pengendalian belanja, maka akuntansi dana proyek modal
menggunakan akuntansi encumbrance yaitu dengan mengaitkan sejumlah
dana tertentu terhadap aktivitas yang telah disetujui untuk dibelanjakan dalam
waktu dekat atau lama. Penandatanganan kontrak tersebut dijurnal dengan
mendebet akun encumbrance, dan mengkridit akun cadangan encumbrance.
Begitu juga sebaliknya apabila terjadi realisasi pelaksanaan.

Jurnal anggaran: tahun anggaran, proyek tidak selesai.


Contoh:
Pada tanggal 5 Januari 2003, pemerintah kota Sidoarjo mendatangani kontrak
pembangunan sebuah gedung kantor pemerintah dengan PT Persada dengan
jangka waktu dua tahun anggaran . Anggaran yang disetujui adalah:

Bantuan pemerintah pusat Rp 350.000.000,00. 35 %


Emisi obligasi umum 400.000.000,00 40 %
Investasi(surat berharga) 100.000.000,00 10 %
Transfer dari dana umum 150.000.000,00 15 %

Transaksi yang terajdi selama proses pembangunan gedung sebagai berikut:


1. Kontrak pembangunan ditandatangani dengan harga kontrak sebesar Rp
800.000.000,00.
2. Bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp 350.000.000,00 dikatagorikan
terurkur dan tersedia , sehingga dapat diakui sebagfai pendapatan
sebelum diterima.
3. Obligasi umum 10 tahun dijual sebesar nilai nominalnya Rp
400.000.000,00.
4. Bantuan dari pemerintah pusat diterima secara tunai Rp 350.000.000,00.
5. Transfer operasi dari dana umum Rp 150.000.000,00 secara tunai.
6. Untuk menggunakan uang yang menganggur, pemerintah membeli surat
berharga seharga Rp 700.000.000,00.
7. Harga kontrak termasuk fee bagin arsitek pembangunan seharga Rp
100.000.000,00. pemerintah mendapat tagihan dari arsitek, dan melakukan
pembayaran dengan persentese sisaan sebesar 10 %.
8. Diterima pendapatan bunga dari surat berharga sebesar Rp 30.000.000,00.
9. Kontraktor memberikan tagihan untuk pembayaran pertama Rp
150.000.000,00. Tagihan tersebut segera dibayar oleh pemerintah dengan
mengurangi persentase sisaan sebesar 10%.
10.Surat berharga dengan kos Rp 250.000.000,00.dijial dengan harga Rp
300.000.000,00.
11.Pemerintah menerima tagihan dari kontraktor seharga Rp 150.000.000,00
dan disisipkan untuk dibayar dengan persentase sisaan 10% .
12.Surat berharga dengan kos Rp 200.000.000,00 dijual dengan harga Rp
220.000.000,00.
13.Tagihan yang diterima pada transaksi 11 dibayar oleh pemerintah.
14.Pada akhir tahun anggaran 2003 pemerintah menerima tagihan dari
kontraktor Rp 150.000.000,00 (belum disiapkan vouchernya), dan
pendapatan bunga surat berharga yang belum diterima Rp 30.000.000,00
merupakan hak pemerintah.

Ditetapkan kembali anggaran untuk tahun 2004 yang merupakan selisih


antara anggaran awal (original budget) dengan total belanja tahun anggaran
2003. disamping itu, pendapatan investasi yang ditaksir dianggarkan sebesar
Rp 50.000.000,00.
Berikut ini transaksi-transaksi pada tahun anggaran 2004:
1. Encumbrance yang beredar tahun anggaran 2003 dinyatakan kembali awal
tahun anggaran 2004,
2. Tagihan yang diterima tahun anggaran 2003 dibayar dengan persentase
sisaan 10%,
3. Piutang bunga investasi sebesar Rp 30.000.000,00 diterima,
4. Diterima surat tagihan dari kontraktor seharga Rp 150.000.000,00 dan
langsung dibayar,
5. Surat berharga dengan kos Rp 250.000.000,00 dijual dengan harga Rp
300.000.000,00. Disamping itu, diperoleh juga pendapatan bunga atas
investasi sebesar Rp 25.000.000,00,
6. Diterima tagihan yang terakhir sebesar Rp 100.000.000,00 dan langsung
dibayar,
7. Dilakukan serah terima bangunan dari kontraktor kepada pemerintah.
Persentase sisaan, yang merupakan kewajiban pemerintah kepada
kontraktor, dibayar.

Instruksi:
 Buatlah jurnal anggaran awal tahun anggaran 2003
 Buatlah jurnal operasi selama tahun anggaran 2003
 Susunlah neraca saldo akhir tahun anggaran 2003
 Buatlah jurnal penutup akhir tahun anggaran 2003
 Susunlah laporan keuangan tahun anggaran 2003
 Buatlah jurnal anggaran awal tahun anggaran 2004
 Buatlah jurnal operasi selama tahun anggaran 2004
 Susunlah neraca saldo akhir tahun anggaran 2004
 Buatlah jurnal penutup akhir tahun anggaran 2004
 Susunlah laporan keuangan tahun anggaran 2004

1. Jurnal anggaran tahun 2003 Proyek Tidak selesai

Taksiran pendapatan Rp 450.000.000,00


Taksiran sumber keuangan lain Rp 550.000.000,00
Apropriasi Rp 800.000.000,00
Saldo dana tidak dicadangkan Rp 200.000.000,00
(jurnal untuk mencatat anggaran)
2. Jurnal Opersi tahun 2003 Proyek Tidak selesai

Jurnal untuk mencatat transaksi 1

Encumbance Rp 800.000.000,00
Cadangan Encumbance Rp 800.000.000,00
(jurnal untuk mencatat penandatangan kontrak)

Jurnal untuk mencatat transaksi 2

Piutang dari pemerintah pusat Rp 350.000.000,00


Pendapatan pemerintah pusat Rp 350.000.000,00

Jurnal untuk mencatat transaksi 3

Kas Rp 400.000.000,00
Hasil Penjualan Obligasi Rp 400.000.000,00

Jurnal untuk mencatat transaksi 4

Kas Rp 350.000.000,00
Piutang dari pemerintah pusat Rp 350.000.000,00

Jurnal untuk mencatat transaksi 5


Kas Rp 150.000.000,00
Transfer operasi dari dana umum Rp 150.000.000,00

Jurnal untuk mencatat transaksi 6


Investasi Rp 700.000.000,00
Kas Rp 700.000.000,00

Jurnal untuk mencatat transaksi 7


Cadangan Encumbance Rp 100.000.000,00
Encumbance Rp 100.000.000,00

Belanja fee arsitektur Rp 100.000.000,00


Utang voucher Rp 90.000.000,00
Persentesi sisaan atas kontrak kontruksi 10.000.000,00
Utang voucher Rp 90.000.000,00
Kas Rp 90.000.000,00

Jurnal untuk mencatat transaksi 8


Kas Rp 30.000.000,00
Pendapatan investasi Rp 30.000.000,00

Jurnal untuk mencatat transaksi 9

Cadangan Encumbance Rp 150.000.000,00


Encumbance Rp 150.000.000,00

Belanja Kontrantor Rp 150.000.000,00


Utang voucher Rp 135.000.000,00
Persentesi sisaan atas kontrak kontruksi 15.000.000,00
Utang voucher Rp 135.000.000,00
Kas Rp 135.000.000,00

Jurnal untuk mencatat transaksi 10


Kas Rp 300.000.000,00
Investasi Rp 250.000.000,00
Pendapatan investasi 50.000.000,00

Jurnal untuk mencatat transaksi 11


Cadangan Encumbance Rp 150.000.000,00
Encumbance Rp 150.000.000,00

Belanja kos kontruksi Rp 150.000.000,00


Utang kontrak kontruksi Rp 150.000.000,00

Jurnal untuk mencatat transaksi 12


Kas Rp 220.000.000,00
Investasi Rp 200.000.000,00
Pendapatan investasi 20.000.000,00

Jurnal untuk mencatat transaksi 13


Utang kontrak kontruksi Rp 150.000.000,00
Utang voucher Rp 135.000.000,00
Persentasi sisaan atas kontrak kontruksi 15.000.000,00

Utang voucher Rp 135.000.000,00


Kas Rp 135.000.000,00

Jurnal untuk mencatat transaksi 14


Cadangan Encumbance Rp 150.000.000,00
Encumbance Rp 150.000.000,00

Belanja kos kontruksi Rp 150.000.000,00


Utang kontrak kontruksi Rp 150.000.000,00

Piutang bunga investasi Rp 30.000.000,00


Pendapatan Investasi Rp 30.000.000,00

Dana proyek Modal


Dana Pembangunan Gedung Kantor
Neraca Saldo
Per 31 Desember 2003

Kas Rp 390.000.000 Rp
Piutang bunga investasi 30.000.000
Investasi 250.000.000
Utang kontrak kontruksi 150.000.000
Persentase sisaan kontruksi 40.000.000
Pend. Bantuan pemerintah 350.000.000
Pendapatan investasi 130.000.000
Hasil penjualan obligasi 400.000.000
Transfer dari dana umum 150.000.000
Belanja fee arsitektur 100.000.000
Belanja kos kuntruksi 450.000.000
Taksiran pendapatan 450.000.000
Taksiran sumber pend.lain 550.000.000
Apropriasi 800.000.000
Encumbrance 250.000.000
Cadangan Encumbrance 250.000.000
Saldo dana tidak dicadangkan 200.000.000
Jumlah 2.470.000.000 2.470.000.000

Jurnal penutup tahun anggaran 2003 proyek tidak selesai

Pendapatan bantuan pemerintah pusat Rp 350.000.000


Pendapatan investasi Rp 130.000.000
Taksiran Rp 450.000.000
Saldo dana tidak dicadangkan 30.000.000

Apropriasi Rp 800.000.000
Belanja fee arsitertur Rp 100.000.000
Belanja kos kontruksi Rp 450.000.000
Encumbrance Rp 250.000.000

Hasil penjualan obligasi Rp 400.000.000


Transfer dari dana umum Rp 150.000.000
Taksiran sumber keuangan lain Rp 550.000.000

Dana proyek Modal


Dana Pembangunan Gedung Kantor
Laporan Pendapatan, Belanja, dan Perubahan Saldo Dana
Per 31 Desember 2003
Pendapatan
Sumbangan pemerintah pusat Rp 350.000.000
Investasi 130.000.000
Total pendapatan Rp 480.000.000
Belanja
Fee arsitek 100.000.000
Kos kuntruksi 450.000.000
Total belanja Rp 550.000.000
Selisih pendapatan dibawah belanja (Rp 70.000.000)
Sumber keuangan lain
Transfer dari dana umum 150.000.000
Hasil emisi obligasi 400.000.000
Total sumber keuangan lain Rp 550.000.000
Selisih pendapatan lain diatas belanja Rp 480.000.000
Saldo dana awal tahun anggaran Rp 0
Saldo dana akhir tahun Rp 480.000.000

Dana proyek Modal


Dana Pembangunan Gedung Kantor
Neraca
Per 31 Desember 2003

Kas Rp 390.000.000 Rp
Piutang bunga investasi 30.000.000
Investasi 250.000.000
Utang kontrak kontruksi 150.000.000
Persentase sisaan kontruksi 40.000.000
Cadangan encumbrance 250.000.000
Saldo dana tidak dicadangkan 230.000.000
Jumlah 670.000.000 670.000.000

Jurnal anggaran tahun 2004 Proyek selesai

Taksiran pendapatan Rp 50.000.000,00


Taksiran sumber keuangan lain 200.000.000,00
Apropriasi Rp 250.000.000,00
(jurnal untuk mencatat anggaran)

Jurnal Operasi tahun 2004 Proyek selesai


Jurnal untuk mencatat transaksi 1
Encumbance Rp 250.000.000,00
Cadangan Encumbance Rp 250.000.000,00
(jurnal untuk menyatakan kembali encumbrance)

Jurnal untuk mencatat transaksi 2

Cadangan Encumbance Rp 150.000.000,00


Encumbance Rp 150.000.000,00

Belanja kos konstruksi Rp 150.000.000,00


Utang voucher Rp 135.000.000,00
Persentese sisaan atas kontrak kontruksi 15.000.000,00

Utang voucher Rp 135.000.000,00


Kas Rp 135.000.000,00

Jurnal untuk mencatat transaksi 3


Kas Rp 30.000.000
Piutang bunga investasi Rp 30.000.000

Jurnal untuk mencatat transaksi 4

Cadangan Encumbance Rp 150.000.000,00


Encumbance Rp 150.000.000,00

Belanja kontrak kontruksi Rp 150.000.000,00


Utang voucher Rp 135.000.000,00
Persentase sisaan atas kontrak kontruksi 15.000.000,00
Utang voucher Rp 135.000.000,00
Kas Rp 135.000.000,00

Jurnal untuk mencatat transaksi 5


Kas Rp 325.000.000,00
Investasi Rp 250.000.000,00
Pendapatan investasi 75.000.000,00

Jurnal untuk mencatat transaksi 6

Cadangan Encumbance Rp 100.000.000,00


Encumbance Rp 100.000.000,00

Belanja kos konstruksi Rp 100.000.000,00


Utang voucher Rp 90.000.000,00
Persentase sisaan atas kontrak kontruksi 10.000.000,00

Utang voucher Rp 90.000.000,00


Kas Rp 90.000.000,00

Jurnal untuk mencatat transaksi 7


Persentase sisaan atas kontrak kontruksi Rp 80.000.000
Utang voucher Rp 80.000.000

Utang voucher Rp 80.000.000


Kas Rp 80.000.000
Dana proyek Modal
Dana Pembangunan Gedung Kantor
Neraca Saldo
Per 31 Desember 2004

Kas Rp 305.000.000 Rp
Pendapatan investasi 75.000.000
Belanja kos kontruksi 250.000.000
Taksiran pendapatan 50.000.000
Appropriasi 250.000.000
Saldo dana tidak dicadangkan 280.000.000
Jumlah 605.000.000 605.000.000

Jurnal penutup tahun anggaran 2004 proyek selesai

Pendapatan investasi Rp 75.000.000


Taksiran pendapatan Rp 50.000.000
Saldo dana tidak dicadangkan 25.000.000

Appropriasi Rp 250.000.000
Belanja kos kontruksi Rp 250.000.000
SOAL DIKERJAKAN
Berikut ini adalah informasi yang diperoleh dari dari Dana Pembangunan
Jembatan Pemerintah Kota Jagir untuk tahun anggaran 2010.
1. Pemerintah kota Jagir menyetujui melaksanakan pembangunan jembatan
dengan total biaya Rp 3.000.000.000,00. Beberapa hari kemudian
ditandatangani kontrak dengan PT. Difan. Sumber keuangan untuk
melakukan pembangunan berasal dari bantuan pemerintah pusat Rp
625.000.000,00, dan hasil penjualan obligasi umum Rp 2.500.000.000,00. Di
samping itu menaksir pendapatan investasi sebesar Rp 100.000.000
2. Dilakukan emisi obligasi umum dengan harga jual Rp 2.250.000.000,00
(nilai nominal obligasi sebesar Rp 2.500.000.000,00).
3. Diterima bantuan pemerintah pusat secara tunai.
4. Kas sebesar Rp 2.250.000.000,00 digunakan untuk membeli surat berharga
jangka pendek.
5. Dilakukan pembayaran fee bagi arsitek sebesar Rp 11.250.000,00 yang
merupakan bagian dari harga kontrak yang telah ditandangani.
6. Kontraktor menyerahkan tagihan kepada pemerintah sebesar Rp
625.000.000,00.
7. Investasi surat berharga dengan kos Rp 125.000.000,00 dijual dengan
harga Rp 125.500.000,00.
8. Pendapatan investasi berupa bunga senilai Rp 87.500.000,00.
9. Tagihan pada transakasi 6 dibayar dengan prersentase sisaan 10%.
10. Kontraktor menyerahkan tagihan kepada pemerintah sebesar Rp
625.000.000,00.
11.Investasi surat berharga dengan kos Rp 365.000.000,00 dijual dengan
harga Rp 400.000.000,00.
12.Tagihan pada transakasi 10 dibayar dengan prersentase sisaan 10%.
13.Pendapatan investasi berupa bunga senilai Rp 6.250.000,00. Tetapi belum
diterima sampai akhir tahun anggaran

Diminta:
1. Buatlah jurnal anggaran
2. Buatlah jurnal operasional
3. Susunlah neraca saldo
4. Buatlah jurnal penutup
5. Susunlah laporan keuangan
Dana Penetapan Khusus

1. Penetapan dana khusus adalah aktifitas khusus jasa operasi yang diberikan
yang tidak berkaitan dengan perolehan atau pembangunan fasilitas modal
(Aktiva tetap). Jenis-jenis penetapan jasa khusus adalah perlindungan polisi
khusus, pembersihan kotoran-kotoran akibat badai, pembersihan salju,
pembersihan jalan, dan penerangan jalan.
2. Proyek penetapan khusus adalah aktifitas khusus yang menghasilkan aktiva
baru, tambahan, atau pertambahan nilai, manfaat, dan atau keindahan aktiva
lama. Jenis- jenis proyek penetapan khusus baik yang bersifat intrastruktur
maupun yang bersifat bisnis pemerintah, antara lain: pengerasan dan
pelebaran jalan, perbaikan jalan, trotoar, pembangunan tempat parker,
pembuatan tempat penyaluran air, pembuatan gili-gili dan selokan.

Jurnal anggaran

Sebagai ilustrasi pemerintah kota akan melakukan proyek bersama-sama


dengan warga. Sumber keuangan ditetapkan selama 10 tahun dengan menjual
obligasi. Kontrak kontruksi ditandatangani antara pemerintah kota dengan
kontraktor PT. Bumi persada sebesar Rp 115.000.000,00. Angsuran setiap tahun
Rp 11.500.000,00 ditambah bunga. Apabila ditetapkan anggaran dengan jumlah
taksiran pendapatan sebesar Rp 25.760.000,00 dan apropriasi Rp 116.380.000,00
jurnalnya:
Taksiran pendapatan Rp 25.760.000
Saldo Dana Tidak Dicadangkan 90.620.000
Apropriasi Rp 116.380.000
Jurnal untuk mencatat anggaran
Perlu diketahui bahwa diproyeksikan difisit anggaran sebesar Rp
90.620.000,00 untuk tahun anggaran 2001. Pendapatan tahun 2001 sebesar Rp
25.760.000,00, berasal dari pembayaran yang dikumpulkan dari penetapan
tahun anggaran tersebut sebesar Rp 11.500.000,00, pembayaran berikutnya
(yang akan menjadi aktiva lancar akhir tahun) sebesar Rp 11.500.000,00, taksiran
pendapatan investasi sebesar Rp 1.380.000,00, serta bunga angsuran penetapan
khusus tahun 2001 sebesar Rp 1.380.000,00. Untuk menentukan jumlah
pendapatan yang diakui, diasumsikan bahwa semua penerimaan yang akan
segera dikumpulkan tahun anggaran 2001 dianggap telah tersedia dan terukur
pada saat ditetapkan, sehingga menjadi aktiva lancar. Sedangkan appropriasi
meliputi kros proyek Rp 115.000.000,00 ditambah dengan bunga obligasi
sebesar Rp 1.380.000,00 yang harus segera dibayarkan kepada pemegang
obligasi.

Jurnal Operasi
Warga Negara membayar secara angsuran selama 10 Tahun, maka angsuran
selama 9 tahun terakhir tidak dapat diakui sebagai pendapatan, tetapi sebagai
piutang dan pendapatan ditanggungkan.
Berdasarkan informasi diatas, jurnal untuk mencatatan pendapatan khusus
adalah:
Piutang penepatan khusus-kini Rp 11.500.000,00
Piutang penepatan khusus-ditangguhkan 103.500.000,00
Pendapatan-penepatan khusus Rp 11.500.000,00
Pendapatan ditangguhkan 103.500.000,00
Jurnal untuk mencatat penepatan khusus

Jurnal yang dibuat untuk mencatat kontrak dengan PT. Total Persada sebesar
Rp 115.000.000,00 adalah:

Encumbrance Rp 115.000.000,00
Cadangan Encumbrance Rp 115.000.000,00
Jurnal untuk mencatat penandatanganan kontrak

Obligasi dikeluarkan untuk memperoleh kas dalam pembelanjaan


pembangunan proyek.
Kas Rp 115.000.000,00
Utang Obligasi penetapan khusus Rp 115.000.000,00
Jurnal untuk mencatat pengeluaran obligasi
Apabila Pemerintah membeli surat berharga sebesar Rp 115.000.000,00, jurnal
yang dibuat:
Investasi Rp 115.000.000,00
Kas Rp 115.000.000,00
Jurnal untuk mencatat pembelian investasi

Misalnya kontraktor menyerahkan tagihan setengah dari total kos proyek, Rp


57.500.000,00 untuk itu surat berharga dengan kos Rp 57.500.000,00 dijual
dengan harga Rp 59.800.000,00. Jurnal untuk mencatat transaksi tersebut
adalah:
Cadangan Encumbrance Rp 57.500.000,00
Encumbrance Rp 57.500.000,00
Jurnal untuk mencatat pembalikan Encumbrance
Belanja-kos konstruksi Rp 57.500.000,00
Utang Kontrak Konstruksi Rp 57.500.000,00
Jurnal untuk mencatat belanja
Kas Rp 59.800.000,00
Investasi Rp 57.500.000,00
Laba penjualan investasi 2.300.000,00
Jurnal untuk mencatat penjualan investasi
Utang Kontrak konstruksi Rp 57.500.000,00
Persentase sisaan atas kontrak konstruksi Rp 5.750.000,00
Kas Rp 51.750.000,00
(Jurnal untuk mencatat pembayaran utang)

PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP KEUANGAN NEGARA


Hak Negara, segala usaha pemerintah untuk mengisi kas Negara disebut
dengan hak Negara meliputi mencetak uang, menarik pajak, penarikan iuran,
dan pungutan lain, mengadakan pinjaman dan mengadakan pinjaman paksa.
Hak pemerintah untuk menarik pajak didasarkan pada UUD 1945 pasal 23 ayat
2.
Kewajiban Negara meliputi menyelenggarakan tugas Negara dan
membayar tagihan-tagihan kepada pihak ke tiga. Pengelolaan keuangan Negara
yang dikelola langsung meliputi anggaran pendapatan dan belanja Negara serta
barang-barang Negara. Sedangkan keuangan Negara yang dikelola secara biasa
yaitu perusahaan jawatan, umum, dan perseroan.
Pendekatan penyusunan anggaran menggunakan: (1) Pendekatan Wens Begroting
adalah pendekatan penyusunan anggaran yang didasarkan pada keinginan. Dimulai dari
bawah dan tingkat paling atas. (2) Pendekatan Plafond Begroting adalah pendekatan
penyusunan anggaran yang didasarkan pada plafon atau batas tertinggi. (3) Pendekatan
campuran adalah pendekatan penyusunan anggaran campuran antara pendekatan wens
begroting dengan pendekatan Plafon Begroting.

SIKLUS ANGGARAN NEGARA


Siklus anggaran meliputi lima tahap, yaitu penyusunan, pengesahan, pelaksanaan,
pengawasan, dan pertangggung jawaban. Proses penyusunan anggaran Negara meliputi
permintaan sumbangan anggaran (Bappenas), Ditjen anggaran, menteri keuangan dan surat
edaran menteri kauangan, penentuan dan penyampaian usulan anggaran (DUK/ Daftar
Usulan Kegiatan, DUP/Daftar Usulan Proyek), pembahasan usulan (RUU, APBN, UU,
APBN), penyiapan RUU dan APBN. Pembukuan bendaharawan UYHD (Uang yang Harus
Dipertanggungjawbakan yaitu uang muka kerja yang diterima oleh bendaharawan
pengeluaran yang akan digunakan untuk membiayai trensaksi sehari-hari. Pembukuan
bendaharawan UYHD, meliputi: buku kas umum, buku pembantu (bukua kas tunai, bank,
pengawasan dana, pengawasan kredit per MAK, perscot dan pungutan serta penyetoran
pajak.

SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAHAN PUSAT


Surat Keputusan Menteri RI No. 476/KMK 01/1991 tentang system akuntansi
pemerintah meliputi akuntansi departemen/lembaga, Instansi, pemerintah pusat dan system
pemerintahan pusat. Ruang lingkup akuntansi pemerintahan pusat meliputi Lembaga
tertinggi Negara, Lembaga Tinggi Negara, dan Lembaga eksekutif. Sistem akuntansi pusat
meliputi system akuntansi umum, kas umum Negara, bagian anggaran, kantor regional, dan
kantor regional khusus.
Prinsip-prinsip akuntansi pemerintahan Indonesia dikelompokkan menjadi sifat
akuntansi pemerintahan (anggaran dana dan penggunaan anggaran, pengukuran hasil
operasi (Appropriasi, otorisasi kredit, estimasi pendapatan, dan belanja) dan pengukuran
posisi keuangan (aktiva, aktiva lancar, aktiva tetap, investasi, aktiva lain-lain, utang, utang
lancar, utang jangka panjang, ekuitas dana, ekuitas dana lancar, dan ekuitas dana yang di
investasikan.
Siklus Akuntansi Sektor Publik
Teknik akuntansi di lingkungan organisasi sektor publik diaplikasikan
dalam berbagai ragam dikarenakan adanya berbagai kepentingan dan
kebutuhan di masing-masing organisasi yang berdampak pada tumbuhnya
beragam teknik pengukuran dan basis akuntansi yang digunakan.
Bab ini akan menyajikan ilustrasi atas transaksi-transaksi yang dilakukan
oleh sebuah organsasi sektor publik berupa yayasan. Transaksi-transaksi
tersebut kemudian diolah dalam sebuah proses akuntansi yang tahapan-
tahapannya tidak berbeda dengan siklus akuntansi di sektor komersial.
Transak
si

Laporan Jurnal
Keuangan

Neraca saldo Buku besar

Figur 6.1
Siklus Akuntansi
Sesuai dengan urutan siklus dalam Figur 6.1, berikut ini akan disajikan
sebuah kasus singkat dari Yayasan Maju Bersama.

GAMBARAN YAYASAN MAJU BERSAMA


Yayasan Maju Bersama merupakan sebuah yayasan lembaga swadaya
masyarakat yang didirkan pada tanggal 1 Januari 2005. Yayasan ini
mengkhususkan untuk bergerak dalam bidang pemberdayaan dan
peningkatan profesionalitas usaha kecil menengah (UKM) yang ada di
sekitar kota Depok. Yayasan melihat bahwa banyak UKM yang
sesungguhnya memiliki potensi besar untuk dapat berkembang menjadi
sebuah perusahaan yang lebih besar namun mereka terbentur pada
permasalahan sumber daya manusia (profesionalisme). Permasalahan
tersebut masih ditambah dengan kurangnya jaringan dalam rangka
pemasaran produk-produk yang mereka hasilkan. Selain itu, Yayasan ini
juga bertujuan untuk membantu pemerintah dalam mengurangi jumlah
pengangguran dengan jalan mendorong terciptanya UKM-UKM baru.
 Visi : Memberdayakan UKM sebagai penggerak ekonomi mikro.
 Misi :
 Mendorong terciptanya UKM baru.
 Meningkatkan profesionalitas UKM.
 Memperkuat jaringan antarsesama UKM.
 Struktur Organisasi :

Untuk menjalankan misi-misinya tersebut, Yayasan mengembangkan program-


program sebagai berikut:
1. Sosialisasi UKM: Seminar Kewirausahaan
2. Pelatihan: Pelatihan Pemasaran, Pelatihan Keuangan, Pelatihan Manajemen
Produksi
3. Pengembangan Jaringan: Pertemuan UKM, Studi Banding
Untuk membiayai kegiatan-kegiatan tersebut, Yayasan menyusun anggaran sebagai
berikut:
Anggaran Operasional:
Belanja gaji 120.000.000
Belanja barang 40.000.000
Belanja listrik, air, dan telepon 10.000.000
170.000.000
Anggaran Kegiatan:
Seminar kewirausahaan 10.000.000
Pelatihan pemasaran 15.000.000
Pelatihan keuangan 12.500.000
Pelatihan manajemen produksi 7.500.000
Pertemuan UKM 5.000.000
Studi Banding 15.000.000
65.000.000
TOTAL ANGGARAN 235.000.000
Dalam mengadministrasikan pelaksanaan anggarannya, Yayasan membuat pembagian
dana menjadi:
1. Dana terikat (restricted fund).
2. Dana tidak terikat (unrestricted fund).
Pada awal tahun anggaran tersebut, diketahui saldo kas untuk dana terikat (restricted
fund) adalah Rp 15.000.000 dan dana tidak terikat (unrestricted fund) sebesar
10.000.000.

TRANSAKSI PADA YAYASAN


Selama bulan Januari, transaksi-transaksi yang terjadi adalah sebagai berikut:
5 Jan Diterima bantuan dari pemerintah sebesar Rp 70 juta dengan syarat penggunaan 60%
untuk kegiatan pelatihan bagi UKM dan pembentukan jaringan UKM.
6 Jan Diterima sumbangan dari asosiasi pengusaha Depok sebesar Rp 8 juta untuk
pembangunan jaringan UKM.
7 Jan Dibayarkan gaji staf dan karyawan sebesar Rp 9 juta.
11 Jan Yayasan mengadakan Seminar Kewirausahaan di Hotel Aneka Wiyata, menghabiskan
dana sebesar Rp 4,5 juta.
12 Jan Diterima uang pendaftaran dari peserta Seminar Kewirausahaan sebesar Rp 2 juta.
13 Jan Yayasan membeli sebuah motor untuk kendaraan operasional senilai Rp 10 juta.
15 Jan Dibayarkan biaya sewa gedung sebagai sekretariat yayasan untuk dua tahun ke depan
sebesar Rp 15 juta.
20 Jan Diterima uang pinjaman dari bank sebesar Rp 50 juta yang akan jatuh tempo pada
bulan Juni tahun depan.
23 Jan Dibayar tagihan listrik, air, dan telepon untuk bulan Desember tahun lalu sebesar Rp
1,5 juta.
25 Jan Dibeli alat tulis kantor (ATK) sebagai perlengkapan sekretariat yayasan untuk enam
bulan ke depan senilai Rp 2 juta.
30 Jan Mengadakan kegiatan Pertemuan UKM I yang menghabiskan dana Rp 3 juta.
31 Jan Diterima sumbangan berupa 2 unit komputer dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Nilai wajar dari kedua komputer tersebut adalah Rp 9 juta.

PENJURNALAN DAN PEMBUATAN LAPORAN KEUANGAN


Seperti telah dijelaskan dalam Bab5 tentang Teknik Akuntansi Sektor Publik, dalam
akuntansi dana, dikenal istilah basis akuntansi dan fokus pengukuran. Basis akuntansi menentukan
kapan transaksi dan peristiwa yang terjadi diakui. Sedangkan fokus pengukuran menentukan apa
yang akan dilaporkan. Dengan kata lain, jenis aktiva dan kewajiban apa saja yang diakui secara
akuntansi dan dilaporkan di neraca.
Berikut akan diilustrasikan penjurnalan pada Yayasan Maju Bersama selama bulan Januari
dengan basis akuntansi yang berbeda-beda.
Basis Kas
5 Januari
Diterima bantuan dari pemerintah sebesar Rp 70 juta dengan syarat penggunaan 60% untuk kegiatan
pelatihan bagi UKM dan pembentukan jaringan UKM.
Kas 70.000.000
Pendapatan—Dana Terikat 42.000.000
Pendapatan—Dana Tidak Terikat 28.000.000

Penerimaan bantuan dari pemerintah menambah kas Yayasan sebesar Rp 70 juta. Karena
ada ketentuan penggunaan untuk membiayai pelatihan bagi UKM dan pembentukan jaringan UKM,
sebesar 60% dari penerimaan ini diakui sebagai pendapatan bagi Dana Terikat, sementara sisanya
diakui sebagai pendapatan bagi Dana Tidak Terikat. Penerimaan ini dicatat oleh Yayasan dengan
mendebit Kas sebesar Rp 70 juta, serta mengkredit Pendapatan—Dana Terikat (Rp 42 juta) dan
Pendapatan Dana Tidak Terikat (Rp 28 juta).
6 Januari
Diterima sumbangan dari asosiasi pengusaha Depok sebesar Rp 8 juta untuk pembangunan jaringan
UKM.
Kas 8.000.000
Pendapatan—Dana Terikat 8.000.000
Penerimaan sumbangan sebesar Rp 8 juta ditentukan penggunaannya untuk pembangunan
jaringan UKM, sehingga Yayasan mengakuinya sebagai pendapatan bagi Dana Terikat. Pencatatan
dilakukan dengan mendebit Kas dan mengkredit Pendapatan—Dana Terikat.
7 Januari
Dibayarkan gaji staf dan karyawan sebesar Rp 9 juta.
Belanja Gaji—Dana Tidak Terikat 9.000.000
Kas 9.000.000
Pembayaran gaji karyawan akan mengurangi kas Yayasan dan menambah belanja gaji. Pembayaran ini
menggunakan Dana Tidak Terikat, sehingga Yayasan akan mencatat transaksi ini dengan mendebit
Belanja Gaji—Dana Tidak Terikat dan mengkredit Kas sebesar Rp 9 juta.
11 Januari
Yayasan mengadakan Seminar Kewirausahaan di Hotel Aneka Wiyata, menghabiskan dana
sebesar Rp 4,5 juta.
Belanja Kegiatan—Dana Terikat 4.500.000
Kas 4.500.000
Kegiatan Seminar Kewirausahaan tersebut dibiayai dengan menggunakan Dana Terikat. Yayasan
mencatat transaksi ini dengan mendebit Belanja Kegiatan— Dana Terikat dan mengkredit Kas
sebesar Rp 4,5 juta.
12 Januari
Diterima uang pendaftaran dari peserta Seminar Kewirausahaan sebesar Rp 2 juta.
Kas 2.000.000
Pendapatan—Dana Terikat 2.000.000
13 Januari
Yayasan membeli sebuah motor untuk kendaraan operasional senilai Rp 10 juta.

Belanja Kendaraan—DanaTidak Terikat 10.000.000


Kas 10.000.000
Pembelian motor untuk kendaraan operasional dicatat oleh Yayasan dengan mendebit Belanja
Kendaraan—Dana Tidak Terikat sebesar Rp 10 juta, dan mengkredit Kas dengan nilai yang sama.
15 Januari
Dibayarkan biaya sewa gedung sebagai sekretariat Yayasan untuk dua tahun ke depan sebesar Rp 15
juta.
Belanja Sewa—Dana Tidak Terikat 15.000.000
Kas 15.000.000
Pembayaran biaya sewa gedung sekretariat Yayasan menggunakan Dana Tidak Terikat. Transaksi ini
akan dicatat oleh Yayasan dengan mendebit Belanja Sewa—Dana Tidak Terikat sebesar Rp 15 juta,
dan mengkredit Kas dengan nilai yang sama.
20 Januari
Diterima uang pinjaman dari bank sebesar Rp 50 juta yang akan jatuh tempo pada bulan Juni tahun
depan.
Kas 50.000.000
Pendapatan—Dana Tidak Terikat 50.000.000
Karena pihak bank tidak menentukan penggunaan uang pinjaman, maka Yayasan mencatat
penerimaan pinjaman dengan mendebit Kas dan mengkredit Pendapatan—Dana Tidak Terikat sebesar
Rp 50 juta. Jika bank memberikan ketentuan penggunaan pinjaman tersebut, maka Yayasan akan
mengkredit Pendapatan—Dana Terikat.
23 Januari
Dibayar tagihan listrik, air, dan telepon untuk bulan Desember tahun lalu sebesar Rp 1,5 juta.
Belanja Listrik, Air, dan Telepon— Dana Tidak Terikat 1.500.000
Kas 1.500.000
Pembayaran tagihan listrik, air, dan telepon dicatat oleh Yayasan dengan mendebit Belanja
Listrik, Air, dan Telepon-Dana Tidak Terikat dan mengkredit Kas sebesar Rp 1,5 juta.
25 Januari
Dibeli alat tulis kantor (ATK) sebagai perlengkapan sekretariat Yayasan untuk enam bulan ke depan
senilai Rp 2 juta.
Belanja ATK—Dana TidakTerikat 2.000.000
Kas 2.000.000

Pembelian ATK untuk perlengkapan sekretariat Yayasan akan dicatat oleh Yayasan dengan
mendebit Belanja ATK—Dana Tidak Terikat dan mengkredit Kas sebesar Rp 2 juta.
30 Januari
Mengadakan kegiatan Pertemuan UKM I yang menghabiskan dana Rp 3 juta.
Belanja Kegiatan—Dana Terikat 3.000.000
Kas 3.000.000
Kegiatan Pertemuan UKM I tersebut dibiayai dengan Dana Terikat, sehingga Yayasan mencatat
transaksi tersebut dengan mendebit Belanja Kegiatan—Dana Terikat dan mengkredit Kas sebesar Rp
3 juta.
31 Januari
Diterima sumbangan berupa 2 unit komputer dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Nilai wajar dari
kedua komputer tersebut adalah Rp 9 juta.
Tidak ada penjurnalan
Basis kas hanya mencatat transaksi yang melibatkan arus masuk/keluar kas. Transaksi di atas tidak
melibatkan arus masuk/keluar kas, sehingga Yayasan tidak melakukan penjurnalan atas transaksi
tersebut.
NERACA
Dana Tidak Terikat Dana Terikat
(dalam Rp) (dalam Rp)
Aktiva
Kas 50.500.000 59.500.000
Total 50.500.000 59.500.000
Kewajiban dan Ekuitas Dana
Ekuitas dana* 50.500.000 59.500.000
Total 50.500.000 59.500.000
LAPORAN AKTIVITAS
Dana Tidak Terikat Dana Terikat
(dalam Rp) (dalam Rp)
Pendapatan 78.000.000 52.000.000
Belanja gaji 9.000.000
Belanja kendaraan 10.000.000
Belanja sewa gedung 15.000.000
Belanja listrik, air, dan telepon 1.500.000
Belanja ATK 2.000.000
Belanja kegiatan 7.500.000
Surplus/ deficit 40.500.000 44.500.000
Transfer masukan - -
Transfer—keluaran - -
Penambahan Ekuitas Dana 40.500.000 44.500.000

Dana Tidak Terikat Dana Terikat


* Saldo Awal = 10.000.000 15.000.000

+/+ Penambahan
Ekuitas Dana
= 40.500.000 44.500.000
= 50.500.000 59 500 000
Saldo Akhir

Basis Akrual
5 Januari
Diterima bantuan dari pemerintah sebesar Rp 70 juta dengan syarat penggunaan 60% untuk kegiatan
pelatihan bagi UKM dan pembentukan jaringan UKM.
Kas 70.000.000
Pendapatan—Dana Terikat 42.000.000
Pendapatan—Dana Tidak Terikat 28.000.000
Penerimaan bantuan pemerintah akan dicatat oleh Yayasan dengan mendebit Kas sebesar Rp 70
juta. Karena ada ketentuan bahwa 60% dari sumbangan tersebut ditujukan untuk membiayai kegiatan
pelatihan UKM dan pembentukan jaringan UKM, inaka Yayasan mencatatnya dengan mengkredit
Pendapatan— Dana Terikat. Sementara sisanya diakui sebagai pendapatan bagi Dana Tidak Terikat,
dan dicatat dengan mengkredit Pendapatan—Dana Tidak Terikat. Pencatatan ini tidak berbeda
dengan pencatatan dengan basis kas.
Akuntansi Sektor Publik
6 Januari
Diterima sumbangan dari asosiasi pengusaha Depok sebesar Rp 8 juta untuk pembangunan jaringan
UKM.
Kas 8.000.000
Pendapatan—Dana Terikat 8.000.000
Penerimaan sumbangan untuk pembangunan jaringan UKM akan diakui sebagai pendapatan
bagi Dana Terikat, dan akan dicatat sebagai kredit pada akun Pendapatan—Dana Terikat.
7 Januari
Dibayarkan gaji staf dan karyawan sebesar Rp 9 juta.
Belanja Gaji—Dana Tidak Terikat 9.000.000
Kas 9.000.000
Pembayaran gaji karyawan akan dicatat oleh Yayasan dengan mendebit Belanja Gaji Dana Tidak
Terikat dan mengkredit Kas sebesar Rp 9 juta.
11 Januari
Yayasan mengadakan Seminar Kewirausahaan di Hotel Aneka Wiyata, menghabiskan dana
sebesar Rp 4,5 juta.
Belanja Kegiatan—Dana Terikat 4.500.000
Kas 4.500.000
Pengeluaran untuk kegiatan Seminar Kewirausahaan tersebut menggunakan Dana Terikat, dan akan
dicatat dengan mendebit Belanja Kegiatan—Dana Terikat dan mengkredit Kas sebesar Rp 4,5 juta.
12 Januari
Diterima uang pendaftaran dari peserta Seminar Kewirausahaan sebesar Rp 2 juta.
Kas 2.000.000
Pendapatan—Dana Terikat 2.000.000
Penerimaan uang pendaftaran peserta seminar akan diakui sebagai pendapatan bagi Dana Terikat.
Yayasan mencatat transaksi tersebut dengan mendebit Kas dan mengkredit Pendapatan—Dana
Terikat sebesar Rp 2 juta.
13 Januari

Yayasan membeli sebuah motor untuk kendaraan operasional senilai Rp 10 juta.


Kendaraan 10.000.000
Kas 10.000.000
Pembelian motor untuk kendaraan operasional akan dicatat sebagai debit pada akun Kendaraan dan
kredit pada akun Kas sebesar Rp 10 juta. Berbeda dengan basis kas, penggunaan basis akrual akan
langsung mengakui aktiva yang dibeli.
15 Januari
Dibayarkan biaya sewa gedung sebagai sekretariat Yayasan untuk dua tahun ke depan sebesar Rp 15
juta.
Sewa Dibayar di Muka 15.000.000
Kas 15.000.000
Pembayaran biaya sewa gedung untuk dua tahun ke depan akan diakui oleh yayasan sebagai sewa
dibayar di muka, yang merupakan aktiva. Yayasan mencatat transaksi ini dengan mendebit Sewa
Dibayar di Muka dan mengkredit Kas sebesar Rp 15 juta. Pada akhir tahun nanti, akan dilakukan
penyesuaian untuk mencatat belanja sewa yang benar-benar (secara substansi) menjadi
beban tahun ini.
Belanja Sewa 7.500.000
Sewa Dibayar Dimuka 7.500.000
20 Januari
Diterima uang pinjaman dari bank sebesar Rp 50 juta yang akan jatuh tempo pada bulan Juni
tahun depan.
Kas 50.000.000
Utang Bank 50.000.000
Berbeda dengan basis kas, penggunaan basis akrual langsung mengakui utang yang diperoleh dari
bank, dengan mengkredit akun Utang Bank.
23 Januari
Dibayar tagihan listrik, air, dan telepon untuk bulan Desember tahun lalu sebesar Rp 1,5 juta.
Karena menggunakan basis akrual, pada bulan Desember tahun sebelumnya telah dicatat jurnal
sebagai berikut :
Beban Listrik, Air, dan Telepon 1.500.000
Beban yang Masih Harus Dibayar 1.500.000
Maka pada bulan Januari tahun ini ketika dilakukan pembayaran, jurnal yang dicatat adalah sebagai
berikut:
Beban yang Masih Harus Dibayar 1.500.000
Kas 1.500.000
Karena basis akrual mendasarkan pencatatan pada timbulnya hak atau kewajiban, maka beban
listrik, air, dan telepon tahun lalu tetap dicatat walaupun belum dibayar. Pencatatan beban tersebut
menimbulkan beban yang masih harus dibayar (utang beban). Ketika beban tersebut dibayar,
maka Yayasan mencatat transaksi tersebut dengan mendebit Beban yang Masih Harus Dibayar dan
mengkredit Kas sebesar Rp 1,5 juta.
25 Januari
Dibeli Alat Tulis Kantor (ATK) sebagai perlengkapan sekretariat Yayasan untuk enam bulan ke
depan senilai Rp 2 juta.
Perlengkapan ATK 2.000.000
Kas 2.000.000
Pembelian ATK akan dicatat oleh Yayasan dengan mendebit Perlengkapan ATK dan mengkredit Kas
sebesar Rp 2 juta. Pencatatan ini berbeda dengan basis kas yang mendebit belanja ATK. Perbedaan
ini muncul karena fokus pengukuran yang digunakan dalam basis kas adalah arus masuk/keluar
kas, sementara basis akrual mendasarkan pencatatan pada timbulnya hak atau kewajiban suatu
entitas. Dengan dasar itu, Yayasan juga nantinya akan mencatat beban ATK melalui jurnal
penyesuaian tetapi benar-benar sebesar ATK yang dipakai.
30 Januari
Mengadakan kegiatan Pertemuan UKM I yang menghabiskan dana sebesar Rp 3 juta.
Belanja Kegiatan—Dana Terikat 3.000.000
Kas 3.000.000
Kegiatan Pertemuan UKM I tersebut dibiayai dengan Dana Terikat, sehingga Yayasan mencatat
transaksi tersebut dengan mendebit Belanja Kegiatan—Dana Terikat dan mengkredit Kas sebesar Rp
3 juta.
31 Januari
Diterima sumbangan berupa 2 unit komputer dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Nilai wajar dari
kedua komputer tersebut adalah Rp 9 juta.
Komputer 9.000.000
Pendapatan Sumbangan 9.000.000
Berbeda dengan basis kas yang berfokus pada arus masuk/keluar kas, penggunaan basis
akrual berfokus pada peristiwa (event) yang menimbulkan hak atau kewajiban bagi suatu entitas.
Penerimaan sumbangan berupa dua unit komputer menimbulkan hak Yayasan atas komputer tersebut,
sehingga Yayasan akan mencatat penerimaan tersebut dengan mendebit Komputer dan mengkredit
Pendapatan Sumbangan sebesar nilai wajar dari komputer tersebut.

NERACA
Dana Tidak Terikat Dana Terikat
(dalam Rp) (dalam Rp)
Aktiva
Kas 50.500.000 59.500.000
Sewa dibayar di muka 15.000.000 -
Perlengkapan ATK 2.000.000 -
Komputer 9.000.000 -
Kendaraan 10.000.000 -
Total 86.500.000 59.500.000

Kewajiban dan Ekuitas Dana


Utang bank 50.000.000
Ekuitas dana* 36.500.000 59.500.000
Total 86.500.000 59.500.000

LAPORAN AKTIVITAS
Dana Tidak Terikat Dana Terikat
(dalam Rp) (dalam Rp)
Pcndapatan 37.000.000 52.000.000
Belanja gaji 9.000.000
Belanja kegiatan 7.500.000
Surplus / deficit 28.000.000 44.500.000
Transfer—masukan - -
Transfer—keluaran - -
Penambahan Ekuitas Dana 28.000.000 44.500.000

Dana Tidak Terikat Dana Terikat

* Saldo Awal 10.000.000 15.000.000


-/- Beban yang Masih Harus (1.500.000)
Dibayar
8.500.000 15.000.000
+/+ Penambahan Ekuitas Dana = 28.000.000 44.500.000
Saldo Akhir 36,500,000 59.500.000

Basis Kas Modifikasi


5 Januari
Diterima bantuan dari pemerintah sebesar Rp 70 juta dengan syarat penggunaan 60% untuk kegiatan
pelatihan bagi UKM dan pembentukan jaringan UKM.
Kas 70.000.000
Pendapatan—Dana Terikat 42.000.000
Pendapatan—Dana Tidak Terikat 28.000.000
Pencatatan transaksi ini tidak berbeda dengan pencatatan dengan kedua basis yang telah dibahas
sebelumnya, yaitu dengan mendebit Kas sebesar Rp 70 juta, mengkredit Pendapatan—Dana Terikat
sebesar Rp 42 juta dan Pendapatan— Dana Tidak Terikat sebesar Rp 28 juta.
6 Januari
Diterima sumbangan dari asosiasi pengusaha Depok sebesar Rp 8 juta untuk pembangunan jaringan
UKM.
Kas 8.000.000
Pendapatan—Dana Terikat 8.000.000
Sama dengan pencatatan dengan basis kas dan basis akrual, Yayasan mendebit Kas dan mengkredit
Pendapatan—Dana Terikat sebesar Rp 8 juta.
7 Januari
Dibayarkan gaji staf dan karyawan sebesar Rp 9 juta.
Belanja Gaji—DanaTidakTerikat 9.000.000
Kas 9.000.000
Yayasan mencatat transaksi ini dengan mendebit Belanja Gaji—Dana Tidak Terikat dan
mengkredit Kas sebesar Rp 9 juta.
11 Januari
Yayasan mengadakan Seminar Kewirausahaan di Hotel Aneka Wiyata, menghabiskan dana
sebesar Rp 4,5 juta.
Belanja Kegiatan—Dana Terikat 4.500.000
Kas 4.500.000
Pencatatan dilakukan sama dengan pencatatan dalam basis kas dan basis akrual, yaitu dengan
mendebit Belanja Kegiatan—Dana Terikat dan mengkredit Kas sebesar Rp 4,5 juta.

12 Januari
Diterima uang pendaftaran dari peserta Seminar Kewirausahaan sebesar Rp 2 juta.
Kas 2.000.000
Pendapatan—Dana Terikat 2.000.000
Yayasan mengakui pendapatan bagi dana terikat dengan mendebit Kas dan mengkredit
Pendapatan—Dana Terikat sebesar Rp 2 juta.
13 Januari
Yayasan membeli sebuah motor untuk kendaraan operasional senilai Rp 10 juta. Transaksi ini untuk
Dana Tidak Terikat.
Belanja Kendaraan 10.000.000
Kas 10.000.000
Kendaraan 10.000.000
Ekuitas Dana—Di investasikan
pada Aktiva Tetap 10.000.000

Pencatatan belanja dilakukan sama dengan pencatatan belanja pada basis kas. Selain mencatat
belanja, Yayasan juga harus mengakui aktiva yang dibelinya sebagai konsekuensi atas tuntutan yang
muncul dari fokus pengkuran jangka panjang. Hal ini dilakukan dengan mendebit Kendaraan dan
mengkredit Ekuitas Dana—Diinvestasikan pada Aktiva Tetap (Dana Tidak Terikat). Jurnal kedua ini
disebut sebagai jurnal corollary.
15 Januari
Dibayarkan biaya sewa gedung sebagai sekretariat Yayasan untuk satu tahun ke depan sebesar Rp
15 juta.
Belanja Sewa—Dana Tidak Terikat 15.000.000
Kas 15.000.000
Sama halnya dengan basis kas, pencatatan transaksi ini dilakukan dengan mendebit Belanja Sewa
—Dana Tidak Terikat dan mengkredit Kas sebesar Rp 15 juta.
20 Januari
Diterima uang pinjaman dari bank sebesar Rp 50 juta yang akan jatuh tempo pada bulan Juni tahun
depan.
Kas 50.000.000
Pendapatan—Dana Tidak Terikat 50.000.000
Ekuitas Dana—Dicadangkan untuk Utang
(Dana TidakTerikat) 50.000.000
Utang Bank 50.000.000
Selain pencatatan Pendapatan—Dana Tidak Terikat, Yayasan juga akan mencatat jurnal yang kedua
untuk mengakui utang yang diperoleh. Pengakuan utang ini dilakukan dengan mendebit akun Ekuitas
Dana—Dicadangkan untuk Utang (Dana Tidak Terikat), dan mengkredit Utang Bank sebesar Rp 50
juta.
23 Januari
Dibayar tagihan listrik, air, dan telepon untuk bulan Desember tahun lalu sebesar Rp 1,5 juta.
Belanja Listrik, Air, dan Telepon— Dana TidakTerikat 1.500.000
Kas 1.500.000
Pencatatan Belanja Listrik, Air, dan Telepon—Dana Tidak Terikat ini tidak berbeda dengan
pencatatan yang dilakukan dalam, basis kas.
25 Januari
Dibeli alat tulis kantor (ATK) sebagai perlengkapan sekretariat Yayasan untuk enam bulan ke depan
senilai Rp 2 juta.
Belanja ATK—Dana Tidak Terikat 2.000.000
Kas 2.000.000
30 Januari
Mengadakan kegiatan Pertemuan UKM I yang tnenghabiskan dana sebesar Rp 3 juta.
Belanja Kegiatan—Dana Terikat 3.000.000
Kas 3.000.000
Pengeluaran untuk kegiatan Pertemuan UKM I dicatat dengan mendebit Belanja Kegiatan—Dana
Terikat dan mengkredit Kas sebesar Rp 3 juta.
31 Januari
Diterima sumbangan berupa 2 unit komputer dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Nilai wajar dari
kedua komputer tersebut adalah Rp 9 juta.
Komputer 9.000.000
Ekuitas Dana—Diinvestasikan
pada Aktiva Tetap (Dana TidakTerikat) 9.000.000
Berbeda dengan basis kas murni, basis kas modifikasi memungkinkan pengakua transaksi yang tidak
melibatkan penerimaan atau pengeluaran kas. Seper halnya transaksi di atas, Yayasan dapat
mengakui komputer yang diperoleh dengan mendebit Komputer dan mengkredit Ekuitas Dana—
Diinvestasikan pad Aktiva Tetap (Dana Tidak Terikat) sebesar Rp 9 juta.

NERACA
Dana Tidak Terikat
(dalam Rp) Dana Terikat
(dalam Rp)

Aktiva
Kas 50.500.000 59.500.000
Komputer 9.000.000
Kendaraan 10.000.000
Total 69.500.000 59.500.000

Kewajiban dan Ekuitas Dana


Utang bank 50.000.000
Ekuitas damask 50.500.000 59.500.000
Diinvestasikan pada aktiva tetap 19.000.000
Dicadangkan untuk utang (50.000.000)
Total 69.500.000 59.500.000

LAPORAN AKTIVITAS
Dana Dana
Tidak Terikat Terikat
(dalam Rp) (dalam Rp)
Pendapatan 78.000.000 52.000.000
Belanja gaji 9.000 9.000.000 -
Belanja kendaraan 10.000.000 -
Belanja sewa gedung 15.000.000 -
Belanja listrik, air, dan telepon 1.500.000 -
Belanja ATK 2.000.000 -
Belanja kegiatan - 7.500.000
Surplus/ deficit 40.500.000 44.500.000
Transfer—masukan - -
Transfer—keluaran - -
Penambahan Ekuitas Dana 40.500.000 44.500.000
127

Dana Dana
Tidak Terikat Terikat

*Saldo Awal = 10.000.000 15.000.000


+/+ Penambahan
Ekuitas Dana = 40.500.000 44.500.000
50.500.000 59.500.000
+/+ Diinvestasikan
pada Aktiva Tetap 19.000.000 -
-/- D icadangkan
untuk Utang = (50.000.000) -

Saldo Akhir = 19.500.000 59.500.000


KASUS
Kasus 1
Pujowanito University adalah universitas milik Yayasan Jakarta International University yang
terletak di pusat jantung bisnis kota Jakarta. Selama tahun 2006 terdapat kejadian-kejadian sebagai
berikut:
10 Jan Diterima subsidi dari pemerintah sebesar Rp 2,5 miliar dengan syarat penggunaan 40%
untuk pengembangan bangunan kampus dan sisanya untuk operasional.
28 Jan Diterima sumbangan dari Ikatan Pengusaha Muda Jakarta sebesar Rp 800 juta
untuk pembangunan laboratorium.
10 Feb Dibayarkan gaji staf dan karyawan sebesar Rp 200 juta.
14 Feb Universitas merayakan hari jadinya di hotel JW Marriott, Kuningan dan
menghabiskan dana sebesar Rp 500 juta.
10 Mar Dibayarkan gaji staf dan karyawan sebesar Rp 200 juta.
14 Mar Universitas mengangkat dr. Suhardjono sebagai guru besa-Rp 25.000.000_
10 Apr Dibayarkan gaji staf dan karyawan sebesar Rp 200 juta.
20 Apr Diterima pembayaran SPP secara kas (tunai) sebesar Rp 790 juta. Dari jumlah tersebut,
Rp 110 juta merupakan pelunasan SPP tahun sebelumnya yang telah diakui sebagai
piutang usaha, Rp 560 juta merupakan SPP tahun ini, dan Rp 120 juta diperuntukkan
bagi SPP tahun depan.
10 Mei Dibayarkan gaji staf dan karyawan sebesar Rp 200 juta.
10 Mei Diberikan beasiswa bagi 20 orang mahasiswa berprestasi berupa pengembalian
SPP (total Rp 100 juta) .
22 Mei Pembangunan laboratorium telah selesai 50% dan universitas membayar Rp 400 juta.
Diminta:
Catatlah transaksi-transaksi di atas ke dalam dana-dana yang telah ditetapkan dengan menggunakan:
a. Basis kas.
b . Basis akrual.
c. Basis kas yang dimodifikasi.
Kasus 2
Untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat, pemerintah kota Depok mendirikan
Universitas Jaya, sebuah sebuah perguruan tinggi berskala menengah, pada tanggal 5 Januari 2003.
Untuk keperluan administrasi keuangan dan peningkatan akuntabilitas, Universitas Jaya menerapkan
akuntansi dana dan membentuk dana-dana berikut:
 Dana Lancar (Current Fund)
 Dana Pembangunan (Plant Fund)
 Dana Beasiswa (Scholarship Fund)
 Dana Abadi (Endowment Fund)
Berikut adalah transaksi yang terjadi:
10 Jan Diterima subsidi dari pemerintah sebesar Rp 250 juta dengan syarat penggunaan 40%
untuk pengembangan bangunan kampus dan sisanya untuk biaya operasional.
28 Jan Diterima sumbangan asosiasi pengusaha Depok sebesar Rp 170 juta untuk keperluan
beasiswa.
10 Feb Dibayarkan gaji staf dan karyawan sebesar Rp 12 juta.
15 Feb Dilakukan pembelian mobil dengan dana operasional Rp 55 juta.
10 Mar Dibayarkan gaji staf dan karyawan sebesar Rp 12 juta.
30 Mar Dikeluarkan keputusan pimpinan untuk mengalokasikan 25% saldo dana
operasional sebagai dana abadi (endowment).
10 Apr Dibayarkan gaji staf dan karyawan sebesar Rp 12 juta.
20 Apr Diterima pembayaran SPP sebesar Rp 115 juta, termasuk di dalamnya Rp 45 juta
untuk dana pembangunan gedung.
10 Mei Dibayarkan gaji staf dan karyawan sebesar Rp 12 juta.
22 Mei Dilakukan pembayaran termin pertama atas pembangunan gedung sebesar Rp 75
juta.

Diminta:
Catatlah transaksi-transaksi di atas ke dalam dana-dana yang telah ditetapkan dengan menggunakan:
a. Basis kas.
b . Basis akrual.
c . Basis kas yang dimodifikasi.
AKUNTANSI UNIVERSITAS

Aplikasi akuntansi dana juga dapat kita lihat dalam praktik akuntansi di universitas sebagai salah satu
jenis organisasi nirlaba. Bab ini akan membahas bagaimana aturan dan prinsip-prinsip penggunaan
akuntansi dana dalam institusi universitas di Amerika Serikat (AS). Dalam pengaturannya, universitas
dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1. Universitas yang Dikelola Pihak Swasta (Private University). Dalam hal ini pelaksanaan
akuntansinya dilaksanakan berdasar standar akuntansi yang dikembangkan oleh Financial
Accounting Standards Board – FASB (Dewan Standar Akuntansi Keuangan) khususnya dalam
pernyataan (FASB Statement) No. 117 tentang Laporan Keuangan untuk Organisasi Nirlaba.
2. Universitas yang Dikelola Pihak Pemerintah (Public University). Dalam hal ini pelaksanaan
akuntansinya dilaksanakan berdasar standar akuntansi yang dikembangkan oleh Governmental
Accounting Standards Board – GASB (Dewan Standar Akuntansi Pemerintah) khususnya
dalam pernyataan (GASB Statement) No. 15 tentang “Model Pelaporan Keuangan untuk
Universita”.
Bab ini akan membahas jenis universitas yang kedua berdasarkan ketentuan akuntansi dana yang
dikembangkan dalam pernyataan GASB No. 15.

STRUKTUR DANA DI UNIVERSITAS


Struktur dana untuk universitas terdiri atas:
1. Dana Lancar (Current Funds)
2. Dana Pinjaman (Loan Funds)
3. Dana Abadi (Endowment Funds)
4. Dana Anuitas dan Pensiun (Annuity and Life Income Funds)
5. Dana Pembangunan (Plant Funds)

Dana Lancar (Current Funds) adalah dana yang didirikan oleh universitas untuk mengelola kekayaan
atau sumber daya (resources) yang akan digunakan dalam rangka membiayai kegiatan operasional
sehari-hari. Current funds ini dibagi menjadi dua, yaitu dana yang penggunaannya tidak ada batasan
(unrestricted current fund) dan dana yang penggunaannya terbatas pada tujuan tertentu (restricted
current fund).
Dana Pinjaman (Loan Funds) adalah dana yang didirikan untuk mengumpulkan dana-dana yang akan
digunakan untuk memberikan pinjaman baik kepada pegawai universitas maupun pihak-pihak lain
yang terkait dengan universitas.
Dana Abadi (Endowment Funds) adalah dana yang dikumpulkan dan kemudian dikelola oleh
universitas tidak untuk penggunaan jangka pendek. Dana ini “diabadikan” kemudian dikelola dalam
bentuk investasi yang hasilnya (return) bisa dimanfaatkan untuk penggunaan jangka pendek.
Dana Anuitas dan Pensiun (Annuity and Life Income Funds) adalah semacam dana pensiun yang
dikelola oleh universitas, sedangkan Dana Pembangunan (Plant Funds) adalah dana yang
dikumpulkan dengan tujuan penggunaan berupa pembangunan gedung, fasilitas, dan aktiva tetap
lainnya.
Akuntansi dana untuk universitas serupa dengan akuntansi dana untuk unit-unit pemerintah. Keduanya
mencatat pendapatan dan belanja untuk masing-masing dana, menggunakan anggaran untuk
merencanakan dan memonitor operasi, dan juga menggunakan sistem beban pemesanan
(encumbrances) untuk mencatat pesanan pembelian yang dilakukan, memiliki transaksi dan transfer
antardana, serta menyajikan neraca serta laporan operasi untuk periode berjalan.
Akan tetapi, terdapat perbedaan di antara keduanya dalam hal dana yang diterima. Akuntansi dana
untuk universitas harus memisahkan antara dana terikat (restricted funds) dan dana tidak terikat
(unrestricted funds). Pembatasan (restriction) yang dimaksud berasal dari pihak eksternal universitas.
Pihak manajemen Universitas juga dapat menyisihkan uang untuk tujuan tertentu. Namun, manajemen
tidak boleh membatasi penggunaan suatu dana. Sehingga ketika istilah pembatasan digunakan dalam
akuntansi dana untuk universitas, hal itu mengacu pada pembatasan dari pihak eksternal universitas
atas penggunaan suatu dana, bukan mengacu pada penyisihan dana secara internal.
Secara ringkas, akuntansi dana dan pelaporannya untuk universitas dapat dilihat pada Figur 9.1 berikut:

Kelompok Dana
Lancar
Tidak Anuitas dan
Terikat Terikat Pinjaman Abadi Pensiun Pembangunan

Dasar Akrual Pendapatan Pemasukan atau sumbangan (contributions) dan transfer


Akuntnasi diakui saat langsung dicatat sebagekredit pada saldo dana.
dana di Dana untuk dibeij:akan ditransfer ke Dana Lancar,
belanjakan kecuali untuk belanja modal dan pelunasan utang, yang
dicatat pada Dana Pembangunan.
Laporan Laporan Pendapatan
Keuanga dan Belanja
Laporan Perubahan
Saldo Dana
Neraca (Kombinasi)

Figur 9.1
Akuntnasi dana universitas dan pelaporannya

Seperti dapat dilihat pada Figur 9.1, ada tiga laporan keuangan yang harus dibuat oleh suatu
universitas, yaitu:
1. Laporan pendapatan, belanja, dan beban lainnya (statement of current funds revenues,
expenditures, and other changes).
2. Laporan perubahan saldo dana (statement of changes in fund balances).
3. Neraca kombinasi (combined balance sheet).
Pada bagian akhir dari bab ini akan disajikan dua laporan yang pertama, sementara neraca yang
disajikan hanya mencakup neraca untuk Dana Lancar. Namun yang dimaksud dengan neraca kombinasi
sebenarnya hanyalah gabungan neraca dari masing-masing dana. Selanjutnya, pembahasan akuntansi
dana untuk universita ini akan berfokus pada Dana Lancar.
DANA LANCAR TIDAK TERIKAT
Dana Lancar Tidak Terikat (Unrestricted Current Fund) mencatat dana yang dapat dibelanjakan
untuk menjalankan aktivitas utama dari universitas dan penggunaannya tidak dibatasi untuk tujuan
tertentu. Dana Lancar Tidak Terikat serupa dalam tujuannya dengan Dana Umum pada entitas
pemerintah.
Dasar akuntansi untuk Dana Lancar Tidak Terikat adalah dasar akrual, seperti yang digunakan untuk
entitas komersial. Namun, sebagai ganti laba bersih (net income), selisih antara pendapatan dan belanja
dicatat sebagai perubahan bersih atas saldo dana (net change to fund balance).
Bagian keuangan dari universitas biasanya menyiapkan rincian anggaran menurut fungsi, objek,
departemen, dan kelompok belanja. Pencatatan ayat jurnal untuk anggaran ini serupa dengan yang
dicatat dalam akuntansi pemerintahan. Format ayat jurnal anggaran adalah sebagai berikut:
Anggaran Pendapatan XXX
Estimasi Belanja XXX
Saldo Dana XXX
Ayat jurnal anggaran tersebut ditutup pada akhir periode.
Selain itu, seperti telah disinggung sebelumnya, akuntansi dana untuk universitas juga menggunakan
sistem encumbrances untuk mencatat pesanan pembelian yang dilakukan. Dengan sistem ini, ketika
dilakukan pesanan pembelian maka dicatatlah ayat jurnal berikut:
Beban Belanja XXX
Cadangan Beban Belanja XXX
Setelah pesanan diterima maka jurnal di atas dibalik senilai proporsi pesanan yang diterima, dan
dilakukan pencatatan atas nilai pesanan yang sebenarnya diterima:
Cadangan Beban Belanja XXX
Beban Belanja XXX
Belanja XXX
Kas XXX
Dalam akuntansi dana untuk universitas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara
lain:
Pendapatan dan Belanja
Sehubungan dengan pendapatan (revenue) dan belanja (expenditure), dalam akuntansi dana untuk
universitas terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut:
a. Remisi Uang Kuliah dan Piutang Tak Tertagih
Uang kuliah atau SPP (tuition and fees) adalah sumber pendapatan utama dari Dana
Lancar Tidak Terikat. Dalam akuntansi dana untuk universitas, jumlah uang kuliah yang
seharusnya terkumpul berdasarkan tarif standar diakui secara penuh sebagai pendapatan.
Beasiswa dan remisi (potongan) uang kuliah yang diberikan universitas, termasuk piutang
tak tertagih dicatat sebagai belanja. Meskipun banyak beasiswa yang terdapat di sebuah
universitas, dalam Dana Lancar Tidak Terikat hanya dicatat beasiswa yang disponsori
langsung oleh universitas. Beasiswa lain yang berasal dari alumni atau perusahaan yang
dikelola oleh universitas dicatat dalam kelompok dana yang lain.
b. Pengembalian Uang Kuliah
Akuntansi dana untuk universitas mengharuskan pengembalian uang kuliah (untuk mahasiswa
yang mengundurkan diri) dicatat sebagai pengurangan pendapatan. Ketika pengembalian
kepada mahasiswa
tersebut disetujui, universitas mendebit pendapatan dari uang kuliah dan mengkredit kas atau
piutang.
c. Sesi Perkuliahan yang Berlangsung pada Dua Periode
Suatu sesi perkuliahan mungkin dimulai pada satu periode berjalan namun baru diselesaikan
pada periode berikutnya. Akuntansi dana untuk universitas mengharuskan bahwa uang kuliah yang
dipungut untuk sesi perkuliahan tersebut diakui sebagai pendapatan pada periode di mana sesi
perkuliahan tersebut paling banyak diselenggarakan, bersama dengan seluruh belanja yang
berhubungan dengan sesi perkuliahan tersebut. Jika uang kuliah dipungut pada periode berjalan
namun sesi perkuliahan kebanyakan diselenggarakan pada periode berikutnya, maka universitas
mencatat pemungutan uang kuliah sebagai debit pada kas dan kredit pada pendapatan
tangguhan (deferred revenue). Pendapatan tangguhan, beserta belanja tangguhan (deferred
expenditure) jika ada, kemudian diakui sebagai pendapatan dan belanja yang sesungguhnya
pada periode berikutnya.
Transfer dan Penyisihan Dana
Seperti dalam akuntansi pemerintahan, akuntansi dana untuk universitas juga memiliki beragam
transfer antardana. Namun, dalam akuntansi dana untuk universitas terdapat istilah khusus yaitu
transfer wajib (mandatory transfer) dan transfer tidak wajib (nonmandatory transfer). Transfer
wajib adalah transfer dari Dana Lancar ke dana lainnya untuk memenuhi ketentuan dari pihak
eksternal dalam suatu perjanjian. Transfer tidak wajib adalah transfer serupa namun ditentukan
sendiri oleh pihak universitas untuk berbagai tujuan. Transfer tidak wajib juga dapat dilakukan dari
dana lainnya ke dalam Dana Lancar. Transfer wajib dan tidak wajib dilaporkan secara terpisah dalam
laporan keuangan yang berhubungan dengan Dana Lancar serupa dengan transfer antardana dalam
akuntansi pemerintahan.
Manajemen universitas juga dapat menyisihkan uang dalam Dana Lancar Tidak Terikat untuk tujuan
tertentu di masa depan. Penyisihan yang disebut dana yang penggunaannya ditetapkan atau
dialokasikan oleh dewan (board-designated funds) ini adalah penyisihan internal yang serupa dengan
penyisihan laba ditahan (retained earnings) dalam entitas komersial. Manajemen dapat menetapkan atau
mencabut penyisihan tersebut menurut kebijakannya sendiri.

Investasi
Investasi dilaporkan pada nilai wajar (fair value) dalam neraca suatu institusi publik. Pendapatan
investasi, termasuk perubahan dalam nilai wajar investasi untuk periode berjalan, harus dilaporkan
sebagai pendapatan (revenue) dalam laporan operasi entitas yang sesuai.
Sumbangan
Universitas mencari pemasukan dari alumni, perusahaan, dan lembaga eksternal untuk memperbaiki
program dan aktivitas pendidikannya. Selain itu, universitas juga dapat mencari pemasukan tambahan
dari lembaga-lembaga internalnya. Lembaga-lembaga yang menjadi bagian integral dari universitas
juga memiliki Dana Lancar serta dana-dana lainnya yang disatukan dalam laporan keuangan
universitas.
Yang perlu diperhatikan adalah pemisahan antara sumbangan yang mengikat (restricted
contributions) dengan sumbangan yang tidak mengikat (unrestricted contributions). Sumbangan
yang mengikat yang diterima dicatat dalam Dana Lancar Terikat dan dibelanjakan sesuai dengan
batasannya. Sumbangan yang tidak mengikat dicatat dalam Dana Lancar Tidak Terikat dan dibelanjakan
sesuai dengan kebutuhan universitas yang telah ditentukan. Beberapa pemasukan dapat berbentuk
Dana Abadi di mana pokok dananya (principal) harus dikelola selama periode tertentu. Pemasukan ini
dicatat dalam rekening Dana Abadi yang terpisah.
Pemasukan yang berupa properti diakui sebag.ai pendapatan pada nilai wajarnya. Sedangkan pemasukan
yang berupa jasa, seperti jasa dari mahasiswa lama untuk melaksanakan program orientasi bagi
mahasiswa baru, biasanya tidak dicatat oleh universitas.
Depresiasi
Semua organisasi nirlaba, termasuk universitas, harus melaporkan depresiasi (penyusutan) dalam
laporan keuangan untuk tujuan eksternalnya. Depresiasi harus dilaporkan sebagai belanja
(expenditure) dalam daNa yang menggunakan aktiva bersangkutan selama periode berjalan.
Serupa dengan Dana Umum dalam akuntansi pemerintahan, Dana Lancar juga dapat mengakuisisi aktiva,
namun terbatas pada aktiva lancar/jangka pendek. Jadi, tidak ada aktiva j angka panjang yang dilaporkan
dalam Dana Lancar. Aktiva j angka panjang dilaporkan dalam Dana Pembangunan terpisah yang
digunakan untuk mencatat akuisisi aktiva tetap dengan dana yang berasal baik dari Dana Lancar maupun
Dana Pembangunan sendiri. Akan tetapi untuk akuisisi aktiva tetap dalarn nilai yang . besar tidak
boleh menggunakan dana yang berasal dari Dana Lancar, namun harus menggunakan dana yang berasal
dari dan dicatat sebagai Dana Pembangunan.

Ilustrasi Transaksi Dana Lancar Tidak Terikat


Berikut adalah ilustrasi transaksi dari Universitas Impian selama tahun 20X6. Universitas Impian
memiliki tahun buku yang berakhir sama dengan akhir tahun ajarannya (30 Juni). Di bawah ini
adalah saldo neraca Universitas Impian per 30 Juni 20X5 yang menjadi saldo awal untuk periode
tahun 20X6 (dalam
ribuan rupiah) :
Universitas Impian
Neraca—Dana Lancar
30 Juni 20X5
(dalam ribuan rupiah)
Aktiva
TidakTerikat:
Kas 55.000
lnvestasi, pada nilai wajar 180.000
Piutang Usaha 98.000
Dikurang: Penyisihan Piutang TakTertagih (10.000)
Persediaan, pada mana yang lebih rendah, biaya atau pasar 40.000
Beban Dibayar di Muka 10.000
Total Aktiva Tidak Terikat 373.000
Terikat:
Kas 56.000
Investasi, pada nilai wajar 83.000
Piutang Usaha 84.000
Dikurang: Penyisihan Piutang TakTertagih (4.000)

Total Aktiva Terikat 219.000


Total Dana Lancar 592.000
Kewajiban dan Saldo Dana
TidakTerikat:
Utang Usaha 50.000
Beban yang Masih Harus Dibayar 8.000
Deposit Mahasiswa 18.000
Utang pada Dana Lainnya 60.000
Beban yang Ditangguhkan 10.000
Saldo Dana:
Tidak dialokasi 227.000
Diatur oleh Dewan -
Deposit Mahasiswa 18.000
Diatur oleh Dewan -
Total Tidak Terikat 373.000
Terikat:
Utang Usaha 3.000
Saldo Dana 216.000
Total Terikat 219.000
Total Dana Lancar 592.000

Figur 9.2
Neraca—Dana Lancar Universitas Impian

Pendapatan (Revenue)
Setelah dihitung, jika seluruh mahasiswa yang terdaftar di Universitas Impian membayar uang
kuliahnya pada tarif standar, maka Universitas Impian akan memperoleh pendapatan dari uang
kuliah sebesar Rp 1.310.000. Dari jumlah tersebut, Universitas Impian berencana memberikan
remisi (potongan) uang kuliah total senilai Rp 45.000 sedangkan sisanya harus dibayar tunai
oleh para mahasiswa. Tidak berapa lama kemudian, karena satu. dan lain hal maka sebagian
mahasiswa Universitas Impian mengundurkan diri dan menarik uang kuliah yang telah mereka
bayarkan total senilai Rp 20.000. Ayat jurnalnya sebagai berikut:
(1) Kas 1.265.000
Piutang 45.000
Pendapatan—Uang Kuliah 1.310.000
(2) Pendapatan—Uang 20.000
Kas 20.000
Karena berstatus badan hukum milik negara, maka Universitas Impian masih mendapatkan subsidi
dari pemerintah senilai Rp 650.000. Selain itu, Universitas Impian juga mendapat tambahan dana dari
pemerintah senilai Rp 20.000 yang berasal dari dana lancar terikat sehubungan dengan riset
pengobatan kanker sebagai penggantian biaya overhead. Ayat jurnalnya sebagai berikut:
(3) Kas 670.000
Pendapatan—Apropriasi Pemerintah 650.000
Pendapatan—Hibah dan Kontrak Pemerintah 20.000
Universitas Impian juga memperoleh pendapatan dari donasi alumninya senilai Rp 425.000, di
samping juga memperoleh pendapatan dari pengelolaan Dana Abadi senilai Rp 255.000. Ayat
jurnalnya sebagai berikut:
(4) Kas 425.000
Pendapatan—Sumbangan, Hibah, dan Kontrak Pribadi 425.000
(5) Kas 255.000
Pendapatan—Dana Abadi dan Pendapatan investasi 255.000
Setelah dihitung, investasi yang tercatat dalam Dana Lancar ternyata mengalami kenaikan nilai wajar
(fair value) senilai Rp 10.000. Ayat jurnalnya sebagai berikut:
(6) Investasi 10.000
Pendapatan—Dana Abadi dan Pendapatan Investasi 10.000
Unit-unit usaha tambahan/lainnya (auxiliary enterprises) milik universitas, di antaranya adalah
kantin, memperoleh pendapatan senilai Rp 1.100.000. Dari jumlah itu, senilai Rp 123.000
masih dalam bentuk piutang, Rp 9.000 diperkirakan tidak tertagih, sedangkan sisanya telah diterima
secara tunai. Ayat jurnalnya sebagai berikut:
(7) Kas 977.000
Piutang 123.000
Belanja—Usaha Tambahan 9.000
Penyisihan PiutangTakTertagih 9.000
Pendapatan—Usaha Tambahan 1.100.000
Terakhir, pada tahun 20X6 terdapat pokok dari Dana Abadi yang sudah jatuh tempo senilai Rp
20.000 dan dapat digunakan dalam Dana Lancar Tidak Terikat. Ayat jurnalnya sebagai berikut:
(8) Kas 20.000
Pendapatan—Dana Abadi Jatuh Tempo 20.000

Belanja (Expenditures)
Rincian belanja dari Universitas Impian dapat dilihat pada ayat jurnal di bawah. Dari jumlah
belanja tersebut, Rp 2.003.000 dibayar tunai, Rp 73.000 • secara kredit, senilai Rp 40.000
merupakan penggunaan dari persediaan dan perlengkapan yang ada, Rp 10.000 merupakan beban
dibayar di muka yang jatuh tempo pada 20X6, dan Rp 79.000 merupakan belanja dari dana
lainnya yang nantinya harus diganti oleh Dana Lancar. Sebagai catatan, termasuk dalam belanja
yang dimaksud adalah penggantian biaya overhead untuk riset pengobatan kanker senilai Rp
20.000 [lihat jurnal (3)]. Ayat jurnalnya sebagai berikut:

(9) Belanja—Pengajaran 1.480.000


Belanja—Riset 50.000
Belanja—Pelayanan Publik 65.000
Belanja—Dukungan Akademik 125.000
Belanja—Pelayanan Mahasiswa 100.000
Belanja—Dukungan Institusional 275.000
Belanja—Operasi dan Pemeliharaan Bangunan 110.000
Kas 2.003.000
Persediaan 40.000
Beban Dibayar di Muka 10.000
Utang 63.000
Utang Dibayar di Muka 10.000
Utang kepada Dana Lain 79.000

Remisi uang kuliah yang telah ditetapkan di awal total senilai Rp 45.000 akhirnya diberikan kepada
beberapa mahasiswa pilihan dari Universitas Impian. Ayat jurnalnya sebagai berikut:
(10) Belanja—Beasiswa 45.000
Piutang 45.000
Terakhir, belanja dari unit-unit usaha tambahan milik universitas dicatat pada ayat jurnal sebagai
berikut:
(11) Belanja—Usaha Tambahan 906.000
Kas 906.000

Transfer
Berikut ini adalah data-data mengenai transfer antardana yang terjadi selama tahun 20X6 untuk
Universitas Impian.
Transfer Wajib Jumlah Tujuan

Ke Dana Pembangunan Rp 120.000 Pelunasan utang


Ke Dana Pembangunan 85.000 Perbaikan dan penggantian aktiva
Ke Dana Pinjaman 1.000 Pemenuhan ketentuan kontrak

Transfer Tidak Wajib Jumlah Tujuan


Ke Dana Pinjaman
Rp 15.000 Penambahan jumlah dana
Ke Dana Abadi
275.000 Pembentukan Dana Abadi
Ke Dana Pembangunan
35.000 Penambahan jumlah dana
Dari Dana Abadi
30.000 Pembagian keuntungan investasi

Jumlah transfer wajib ke Dana Pembangunan sebesar Rp 120.000 dialokasikan senilai Rp 75.000
untuk unit-unit usaha tambahan milik universitas, demikian pulajumlah transfer wajib ke Dana
Pembangunan sebesar Rp 85.000 dialokasikan senilai Rp 35.000 untuk unit-unit usaha tambahan
tersebut. Adapun ayat jurnal untuk mencatat data-data transfer antardana di atas adalah sebagai
berikut:

(12) Transfer Wajib—Pokok dan Bunga


ke Dana Pembangunan 120.000
Transfer Wajib—Pembaruan dan
Penggantian ke Dana Pembangunan 85.000
Transfer Wajib—Menyesuaikan Hibah
ke Dana Pinjaman 1.000
Kas 206.000

(13) Transfer Tidak Wajib ke Dana Pinjaman 15.000


Transfer Tidak Wajib ke Dana Abadi 275.000
Transfer Tidak Wajib ke Dana Pembangunan 35.000
Transfer Tidak Wajib dari Dana Abadi 30.000
Kas 295.000

Transaksi Lain
Berikut adalah ayat-ayat jurnal untuk beberapa transaksi lainnya yang berhubungan dengan
neraca Dana Lancar dari Universitas Impian:
(14) Investasi 55.000
Kas 55.000
(15) Kas 88.000
Penyisihan Piutang Tak Tertagih 10.000
Piutang Usaha 98.000

(16) Persediaan 45.000


Kas 45.000

(17) Beban Dibayar di Muka 14.000


Kas 14.000

(18) Utang 50.000


Utang Dibayar di Muka 8.000
Utang kepada Dana Lain 60.000
Kas 118.000

(19) Kas 5.000


Kredit yang Ditangguhkan 5.000

(20) Deposit Mahasiswa 3.000


Kas 3.000

Terakhir, manajemen Universitas Impian menyisihkan Rp 50.000 dari saldo dana untuk riset di
masa depan. Ayat jurnalnya sebagai berikut:

(21) Saldo Dana 50.000


Cadangan untuk Penelitian yang
Dialokasikan oleh Dewan 50.000

DANA LANCAR TERIKAT


Dana dalam Dana Lancar Terikat dapat digunakan untuk tujuan operasional dari universitas sesuai
batasan yang ditetapkan pihak eksternal yang mensponsori dana tersebut. Penerimaan dana dengan
pembatasan (restriction) dicatat sebagai peningkatan dalam kas dan saldo dana, namun tidak diakui
sebagai pendapatan sampai ketentuan yang membatasi penggunaan dana tersebut dipenuhi dan dana
dibelanjakan sesuai dengan cara yang telah ditetapkan.

Format ayat jurnal pener•imaan dana dalam Dana Lancar Terikat adalah sebagai berikut:
Kas XXX
Saldo Dana XXX
Format ayat jurnal ketika dana tersebut dibelanjakan adalah sebagai berikut:
Belanja XXX
Saldo Dana XXX
Kas XXX
Pendapatan XXX
Jadi, dalam Dana Lancar Terikat, pendapatan tidak diakui sampai belanja yang sesuai dengan tujuan
tertentu telah dilakukan.
Ilustrasi Transaksi Dana Lancar Terikat
Berikut adalah ilustrasi lanjutan dari transaksi-transaksi Universitas Impian selama tahun 20X6:

Pendapatan dan Penambahan Saldo Dana Lainnya


Universitas Impian menerima dana untuk Dana Lancar Terikat dari pemerintah senilai Rp 300.000
yang penggunaannya dibatasi pada riset pengobatan kanker, jumlah ini termasuk Rp 20.000
sebagai penggantian biaya overhead yang dicatat dalam Dana Lancar Terikat [lihat jurnal (3)]. Selain
itu Universitas Impian juga menerima dana dari sebuah lembaga swasta senilai Rp 250.000 yang
penggunannya dibatasi pada pengembangan "Pusat Rekayasa Teknologi." Ayat jurnalnya sebagai
berikut:

(22) Kas 300.000.


Saldo Dana 300.000

(23) Kas 250.000


Saldo Dana 250.000

Selama tahun 20X6, Universitas Impian membelanjakan uang senilai Rp 212.000 untuk riset
pengobatan kanker dan Rp 190.000 untuk pengembangan "Pusat Rekayasa Teknologi." Ayat
jurnalnya sebagai berikut:

(24) Saldo Dana 212.000


Pendapatan—Hibah dan Kontrak Pemerintah 212.000

(25) Saldo Dana 190.000


Pendapatan—Sumbangan, Hibah, dan Kontrak Pribadi 190.000

Selain itu, Universitas Impian juga menerima pendapatan dari pengelolaan Dana Abadi senilai Rp
105.000 yang penggunaannya dibatasi pada belanja untuk pengembangan program S-1. Ayat
jurnalnya sebagai berikut:

(26) Kas 105.000


Peridapatan—Dana Abadi dan Pendapatan Investasi 105.000

Belanja dan Pengurangan Saldo Dana Lainnya


Dari keterangan tentang pendapatan dalam Dana Lancar Terikat di atas juga dapat diketahui bahwa
belanja yang dilakukan dengan menggunakan Dana Lancar Terikat adalah total senilai Rp 507.000
(riset pengobatan kanker senilai Rp 212.000, pengembangan "Pusat Rekayasa Teknologi" senilai
Rp 190.000,
pengembangan program S-1 senilai Rp 105.000). Dari jumlah total tersebut, Rp 7.000 masih
berupa utang yang harus dilunasi kemudian. Rincian belanja tersebut dapat dilihat pada ayat jurnal
berikut:

(27) Belanja—Pengajaran 245.000


Belanja—Riset 200.000
Belanja—Pelayanan Publik 12.000
Belanja—Beasiswa 50.000
Kas 500.000
Utang 7.000

Dari keterangan untuk jurnal (22) diketahui bahwa dana dari pemerintah senilai Rp 300.000 untuk riset
pengobatan kanker sudah termasuk Rp 20.000 sebagai penggantian biaya overhead yang dicatat dalam
Dana Lancar Terikat [lihat jurnal (3)]. Ketika belanja penggantian biaya overhead ini dilakukan dan
dicatat pada Dana Lancar Terikat [lihat keterangan untuk jurnal (9)] maka pada Dana Lancar Terikat
dibuatlah ayat jurnal berikut:

(28) Saldo Dana 20.000


Kas 20.000

Setelah diteliti, senilai Rp 14.000 dari Dana Lancar Terikat yang telah diterima sebelumnya ternyata
ketentuan yang membatasinya tidak dapat dipenuhi oleh Universitas Impian sehingga harus
dikembalikan. Ayat jurnalnya adalah sebagai berikut:

(29) Saldo Dana 14.000


Kas 14.000

Transaksi Lain
Berikut adalah ayat-ayat jurnal untuk beberapa transaksi lainnya yang berhubungan dengan
neraca Dana Lancar dari Universitas Impian:

(30) Investasi 41.000


Kas 41.000

(31) Kas 46.000


Piutang 46.000

(32) Utang 3.000


Kas 3.000

LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan Universitas Impian untuk tahun buku yang berakhir tanggal 30 Juni 20X6
disajikan pada beberapa figur berikut:

Universitas Impian
Neraca—Dana Lancar
30 Juni 20X6
(dalarn ribuan rupiah)
20X6 20X5

Aktiva

Tidak Terikat:

Kas 95.000 55.000


Investasi 245.000 180.000
Piutang 123.000 98.000
-/- Penyisihan Piutang TakTertagih (9.000) (10.000)
Persediaan 45.000 40.000
Beban Dibayar di Muka 14.000 10.000
Jumlah TidakTerikat 513.000 373.000
Terikat:

Kas 179.000 56.000


Investasi 124.000 83.000
Piutang 38.000 84.000
-/- Penyisihan Piutang TakTertagih (4.000) (4.000)
Jumlah Terikat 337.000 219.000

Jumlah Dana Lancar 850.000 592.000

Figur 9.3
Neraca—Dana Lancar Universitas Impian

Kewajiban dan Saldo Dana


Tidak Terikat:
Utang 63.000 50.000
Utang Dibayar di Muka 10.000 8.000
Deposit Mahasiswa 15.000 18.000
Utang pada Dana Lain 79.000 60.000

Kredit Ditangguhkan 15.000 10.000


Saldo Dana:
Tidak Dialokasikan 281.000 227.000
Dialokasikan oleh Dewan 50.000 -
Total TidakTerikat 513.000 373.000
Terikat:
Utang 7.000 3.000
Saldo Dana 330.000 216.000
Total Terikat 337.000 219.000
Total Dana Lancar 850.000 592.000

Figur 9.3 (Lanjutan)


Universitas Impian
Laporan Pendapatan, Belanja, dan Beban Lainnya-Dana Lancar
Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 30 Juni 20X6
(dalam ribuan rupiah)
Tidak
Terikat Terikat Total
Pendapatan
Pendapatan-Uang Kuliah 1.290.000 - 1.290.000
Pendapatan-Pendapatan Pemerintah 650.000 - 650.000
Pendapatan-Hibah dan Kontrak Pemerintah 20.000 212.000 232.000
Pendapatan-Sumbangan, Hibah, dan
Kontrak
Pribadi 425.000 190.000 615.000
Pendapatan-Dana Abadi dan Pendapatan
Investasi 265.000 105.000 370.000
Pendapatan-Usaha Lainnya 1.100.000 - 1.100.000
Pendapatan-Dana Abadi Berjangka Jatuh
Tempo 20.000 - 20.000
Total Pendapatan 3.770.000 507.000 4.277.000

Belanja dan Transfer Wajib


Belanja:
Pengajaran 1.480.000 245.000 1.725.000
Riset 50.000 200.000 250.000
Pelayanan Publik 65.000 12.000 77.000
Dukungan Akademik 125.000 - 125.000
Pelayanan Mahasiswa 100.000 - 100.000
Dukungan Institusional 275.000 - 275.000
Operasi dan Pemeliharaan Fasilitas 110.000 - 110.000
Beasiswa 45.000 50.000 95.000
Total Belanja 2.250.000 507.000 2.757.000
Transfer Wajib:
Pokok dan Bunga ke Dana Pembangunan 45.000 - 45.000
Figur 9.4
Laporan pendapatan, belanja, dan perubahan lainnya-Dana Lancar Universitas Impian
Pembaruan dan Penggantian ke Dana
Pembangunan 50.000 50.000
Penyesuaian Hibah ke Dana Pinjaman 1.000 1.000
Total 2.346.000 507.000 2.853.000
Unit Usaha Lainnya:
Belanja 915.000 915.000
Transfer Wajib ke:
Pokok dan Bunga ke Dana
Pembangunan 75.000 75.000
Pembaruan dan Penggantian ke Dana
Pembangunan 35.000 35.000
Total Unit Usaha Lainnya 1.025.000 1.025.000
Total Belanja dan Transfer Wajib (3.371.000) (507.000) (3.878.000)
Transfer dan Lain-lain
Penerimaan Terikat yang Melebihi

Pengeluaran - 128.000 128.000


Penerimaan Terikat yang Didanai
Kembali - (14.000) (14.000)
Transfer Tidak Wajib (295.000) - (295.000)
Kenaikan (Penurunan) Saldo Dana 104.000 114.000 218.000

Figur 9.4
Lanjutan)
PERTANYAAN
Universitas Impian menerapkan akuntansi dana dalam pembukuannya. Di awal tahun ajaran
2005/2006, diketahui data keuangan sebagai berikut:
Pos Tidak Terikat:
Kas 210.000.000,00
Piutang Usaha 341.000.000,00
Piutang Apropriasi Pemerintah 75.000.000,00
Total Aktiva Tidak Terikat 626.000.000,00
Utang Usaha 45.000.000,00
Pendapatan yang Ditangguhkan 66.000.000,00
Saldo dana tidak dialokasikan 515.000.000,00
Total Pasiva Tidak Terikat 626.000.000,00

Pos Terikat:

Kas 7.000.000,00
Investasi 60.000.000,00
Aktiva Bersih Terikat 67.000.000,00
Saldo dana terikat 67.000.000,00
Total pasiva terikat 67.000.000,00

Transaksi-transaksi yang terjadi sepanjang tahun tersebut adalah:


1 Juli Diterima sumbangan dari alumni sebesar Rp 100.000.000,00 di mana 50% untuk
pembelian buku perpustakaan dan sisanya untuk dana beasiswa. Untuk keperluan tersebut,
universitas hams membuat Dana Abadi (Endowment Fund) untuk menampung dana
beasiswa.
30 Juli Diterima pelunasan SPP tahun sebelumnya (piutang) sebesar Rp 11 .000.000,00 tunai.
2 Agt Diterima pembayaran SPP secara kas (tunai) sebesar Rp 2.100.000.000,00 Dari jumlah
tersebut, Rp 330.000.000,00 merupakan pelunasan SPP tahun sebelumnya yang telah
diakui sebagai piutang, Rp 1.650.000.000,00 merupakan SPP tahun ini, dan Rp
120.000.000,00 merupakan SPP tahun depan (pendapatan yang ditangguhkan) .
5 Nov Diterima subsidi dari pemerintah sebesar Rp 75.000.000,00 yang sebelumnya telah dicatat
sebagai piutang. Pada saat bersamaan, ditetapkan pula subsidi untuk tahun ini, dan uangnya
diterima tahun depan sebesar Rp 85.000.000,00
2 Des Diterima sumbangan tanpa syarat atau pembatasan apa pun dari alumni sebesar Rp
50.000.000,00
9 Jan Investasi dalam Dana Terikat (Restricted Fund) senilai Rp 40.000.000,00 dijual seharga Rp
45.000.000,00
20 Feb Dana dalam Dana Terikat telah digunakan sesuai tujuannya sebesar Rp 35.000.000,00
30 Jun Total biaya operasional universitas selama satu tahun sebesar Rp 1.800.000.000,00 dan telah
dibayar tunai. Utang biaya operasi tahun lalu (utang usaha) juga dibayarkan.
30 Juni Pendapatan ditangguhkan tahun sebelumnya diakui tahun berjalan.
Diminta:
1. Buatlah jurnal untuk seluruh transaksi tersebut sesuai dana terkait!
2. Buatlah neraca dan laporan aktivitas Universitas Impian untuk tahun yang berakhir tanggal 30
Juni 2006.
Akuntansi Rumah Sakit

Aplikasi akuntansi dana juga dapat kita lihat dalam praktik akuntansi di
rumah sakit. Namun harus disadari bahwa tidak semua rumah sakit adalah
organisasi yang bersifat nirlaba. Beberapa rumah sakit dioperasikan sebagai
layaknya perusahaan yang mencari laba, bahkan beberapa di antaranya
melakukan penjualan sahamnya di pasar modal. Dalam kasus rumah sakit
yang beorientasi laba, standar akuntansi yang diikuti adalah standar
akuntansi keuangan yang digunakan untuk sektor komersial.
Bab ini akan membahas bagaimana aturan dan prinsip-prinsip penggunaan
akuntansi dana dalam rumah sakit di Amerika Serikat (AS). Seperti halnya
universitas, dalam pengaturannya, rumah sakit dikelompokkan menjadi dua,
yaitu:
1. Rumah Sakit yang Dikelola Pihak Swasta (Private Hospital). Dalam
hal ini pelaksanaan akuntansinya dilaksanakan berdasar standar
akuntansi yang dikembangkan oleh Financial Accounting Standards
Board – FASB (Dewan Standar Akuntansi Keuangan) khususnya
dalam pernyataan (FASB Statement) No. 117 tentang Laporan
Keuangan untuk Organisasi Nirlaba.”
2. Rumah Sakit yang Dikelola Pihak Pemerintah (Public Hospital).
Dalam hal ini pelaksanaan akuntansinya dilaksanakan berdasar standar
akuntansi yang dikembangkan oleh Governmental Accounting
Standards Board – GASB (Dewan Standar Akuntansi Pemerintahan).
Bab ini akan membahas jenis rumah sakit yang pertama berdasarkan
ketentuan akuntansi dana yang dikembangkan dalam pernyataan FASB No.
117.

AKUNTANSI DANA DI RUMAH SAKIT


Dalam akuntansi dana untuk rumah sakit, penyajian laporan informasi
keuangannya mengharuskan pembentukan dana (fund) yang dibagi menjadi
dua, yaitu:
1. Dana Tidak Terikat (Unrestricted Fund)
2. Dana Terikat (Restricted Fund)
Dana Tidak Terikat (Unrestricted Fund) adalah dana yang tidak dibatasi
penggunaannya pada suatu tujuan tertentu. Dana ini seperti halnya dana
umum (General Fund) dipemerintahan atau Dana Lancar Tidak Terikat
(unresticted currentnfund) dalam akuntansi universitas, yang dibentuk untuk
menjalankan operasi organisasi sehari-hari.
Dana Terikat (restricted Fund) adalh dana yang dibatsi penggunaana pada
suatu tujuan tertentu yang biasanya muncul karena permintaan dari pihak
eksternal yang memberikan sumbangan. Menurut sifat pembatasannya, dana
ini dibedakan menjadi (1) Dana Terikat Sementara waktu (temporarily
Restricted Fund), yaitu dana dengan pembatasan yang bersifat sementara,
dan (2) Dana Terikat Permanen (Permanently Restricted Fund), yaitu dana
dengan pembatasan yang bersifat permanen.
Aktiva (aset) yang tergolong terikat dicatat pada Dana Umum, sementara satu atau lebih dana yang lain
digunakan untuk mencatat aktiva yang terikat sementara waktu dan terikat permanen. Selengkapnya,
dana-dana yang umum dugunakan dalam akuntansi dana untuk rumah sakit dapat dlihat pada Figur
10.1 berikut ini :
Kelompok Dana
Terikat

Penggantian dan
Tujuan Terikat Pengembangan
Umum Khusus Waktu Fasilitas Abadi

Dasar Akrual Pemasukan/sumbangan (contYibutions), transfer, dicatat secara langsung dalam


Akuntansi dana yang bersangkutan.
Sumber daya/dana ditahan dam masing-masing dana hingga dipindahkan
ke Dana Umpm un.tuk belanja:
Deskripsi . Dana dibatasi Dana tidak dapat Dana dibatasi Dana abadi yang
Perbedaan. untuk tujuan digunakan sampai untuk harus dikelola dan
operasional waktu yang penambahan tidak untuk
tertentu ditentukan pihak aktiva tetap digunakan.
sponsor.
Laporan Neraca
Keuangan Laporan Operasi
Laporan Perubahan Aktiva Bersih
Laporan Arus Kas

Figur 10.1
Dana – dana dalam akuntansi dana rumah sakit
Dana Umum
Dana Umum (Gneral Fund) digunakan untuk mencatat sumber
daya/dana yang diterima dan dibenlanjakan dalam menjalankan
kegiatan operasi utama dari rumah sakit. Dalam dana umum, direksi
rumah sakit dapat menetapkan pembatasan berupa penyisihan atas
sumber daya tertentu (board-designated resources). Dalam hal ini,
dana yang disisihkan tetap dianggapsebagai dana terikat
namunpencatatannya harus tetap mencantumkan tujuan penyisihan
dana tersebut. Hal ini disebabkan oleh dana yang dibatasi
penggunaannya. Penyisihan danaberasal dari inisiatif internal
direksi rumah sakit, sedangkan pembatasan penggunaan dana
berasal dari pihak internal direksi rumah sakit, sedangkan
pembatasandana berasal dari pihak eksternal rumah sakit yang
mensponsori dana tersebut.
Dana Terikat
Kelompok dana (fund Group)yang digolongakn sebagai dana terikat
digunakan untuk mencatat dana yang penggunaannya dibatasi oleh
donor atau pihak yang mensponsori dana tersebut.secara garis
besar, seperti dijelaskan sebelumnya kelompok dana terikat ini
dapat dibagi menjadi dua yaitu pembatasannya bersifat sementara
(temporarily restricted) dan yang pembatasannya bersifat tetap
(permanently restricted)
Yang termasuk kedalam dana terikat sementara adalah (1) Dana
untuk tujuan khusus (Specific-Purpose Funds), yaitu dana atau
kekayaan yang dibatasi penggunaannya sampai batas waktu
tertentu, (2) Dana Terikat Wkatu (Time Resticted Fund), yaitu Dana
atau kekayaan yang dibatasi penggunaannya sampai batas waktu
tertentu, dan (3) Dana Pengganti dan Pengembangan Fasilitas (Plant
Replecement and Exspansion Funds). Yaitu dana atau kekayaan
yang khusus dialokasikan untuk pembangunan dan/atau
pengembangan aktiva tetap.(Endowment Funds). Deskripsi singkat
tentang masing-masing dana tersebut dapat dilihat pada bagan
sebelumnya. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa dalam dana
abad, dana hanya boleh digunakan sebagai modal/pokok, yang
biasanya akan dikelola/diinvestasikan misalnya daalm bentuk
deposito. Penghasilan dari investasi inilah yang baru dapat
digunakan baik untuk tujuan umum(tidak terikat) maupun untuk
tujuan khusus (terikat sementara)
LAPORAN KEUANGAN RUMAH SAKIT
Terdapat empat laporan keuangan utama yang dihasilkan oleh
proses akuntansi.
Neraca
Neraca rumah sakit tidak mempunyai perbedaanmendasar, baik isi
maupun proses penyusunan, dari sudut pandanng ilmu akuntansi
dibandingkan dengan neraca perusahaan yang sering kita kenal di
sektor komersial. Namun demikian, ada beberapa hal yang secara
khusus perlu diperhatikan, antara lain :
a. Kas

Jumlah kas yang tercatat di neraca tidak termasuk jumlah kas


pada Dana Terikat yang tidak dapat digunakan untuk kegiatan
operasi (misalnya, kas yang terdapat pada Dana Pembangunan
dan Dana Abadi).
b. Piutang

Piutang harus dilaporkan pada jumlah yang diperkirakan


dapat direalisasi. Dengan demikian, dibuat penyajian tentang
"penyisihan piutang tak tertagih." Rumah sakit biasanya juga
memberikan pelayanan sosial, yaitu pelayanan kesehatan curna-
cuma bagi pasien yang dapat menunjukkan bahwa ia tidak
mampu membayar menurut kriteria yang telah ditetapkan
rumah sakit. Dalam kasus ini, layanan yang diberikan tidak
memenuhi syarat untuk diakui baik sebagai piutang maupun
pendapatan dalam laporan keuangan rumah sakit.
c. Investasi
Investasi awal dicatat pada harga•perolehan pada saat pembelian,
atau pada nilai wajar pada saat penerimaan jika investasi diterima
sebagai pemberian. Hasil dari investasi yang tidak dibatasi
(unrestricted) harus diklasifikasikan sebagai perubahan saldo
dana pada laporan operasi rumah sakit.
d. Aktiva Tetap
Aktiva tetap dilaporkan bersama dengan akumulasi
depresiasinya dalam Dana Umum. Hal ini berbeda dengan
kebanyakan entitas pemerintahan yang melakukan pencatatan
aktivanya dalam suatu dana atau kelompok dana tertentu.

e. Aktiva yang Disisihkan


Klasifikasi aktiva terikat (restricted assets) hanya diberikan
pada dana yang penggunaannya dibatasi oleh pihak eksternal
rumah sakit yang mensponsori dana tersebut. Jadi, aktiva
yang ditetapkan untuk tujuan tertentu oleh pihak internal
rumah sakit dan dikendalikan sendiri tidak diklasifikasikan
sebagai aktiva terikat (restricted assets), namun dianggap
sebagai aktiva yang disisihkan (limited assets). Aktiva yang
disisihkan ini adalah sumber daya yang sebelumnya
dijelaskan sebagai board designated resources.
f. Utang Jangka Panjang
Utang jangka panjang dilaporkan pada neraca. Hal ini berbeda
dengan kebanyakan entitas pemerintahan yang .melakukan
pencatatan utang jangka panjangnya dalam suatu dana atau
kelompok dana tertentu.
g. Saldo Dana
Sesuai dengan kaidah pembagian dana yang telah dijelaskan,
Saldo Dana yang dimiliki oleh rumah sakit dipisahkan
menjadi (1) terikat (unrestricted) yang dapat digunakan
dengan bebas sesuai kebijaksanaan dari rumah sakit, (2)
terikat sementara waktu (temporarily restricted) yang baru
dapat digunakan ketika kriteria tertentu dari pihak sponsor
terpenuhi, dan (3) terikat permanen (permanently
restricted) yang dikelola dan hanya dapat digunakan hasilnya
saja.

Laporan Operasi
Untuk rumah sakit, hasil dari kegiatan operasinya dilaporkan dalam
Laporan Operasi (Statement of Operations). Laporan ini mencakup
pendapatan, beban, untung dan rugi, serta transaksi lainnya yang
memengaruhi saldo dana selama periode berjalan. Dalam laporan
operasi harus dinyatakan suatu indikator kinerja seperti halnya
laba bersih dalam perusahaan, yang melaporkan basil kegiatan
operasi rumah sakit selama periode berjalan. Indikator kinerja ini
harus mencakup baik laba/rugi operasi selama periode berjalan
maupun laba lain yang diperoleh selama operasi berjalan. Contoh
laba lain yang dimaksud adalah pendapatan investasi (baik yang
telah direalisasi maupun belum direalisasi) . Judul dari indikator
kinerja ini misalnya "Surplus Pendapatan dan Sumbangan Lainnya
atas Belanja."
Perubahan lainnya dalam saldo dana selama periode berjalan hams
dilaporkan setelah indikator kinerja, misalnya transfer-transfer yang
terjadi secara internal antardana yang ada.
Berikut adalah pos-pos lain yang juga perlu menjadi perhatian.
a. Pendapatan Jasa Pasien

Pendapatan dari pasien dihitung padajumlah bruto dengan


menggunakan tarif standar. Jumlah tersebut kemudian dikurangi
dengan penyesuaian kontraktual (contractual adjustments)
menjadi Pendapatan Bersih Jasa Pasien.
b. Penyesuaian Kontraktual
Penyesuaian kontraktual berasal dari keterlibatan pihak ketiga
dalam proses penggantian pembayaran medis. Perusahaan
asuransi biasanya mengganti kurang dari jumlah tarif standar
penuh untuk jasa medis yang disediakan bagi pasien yang
menjadi tanggungan asuransi. Meskipun rumah sakit memiliki
tarif standar untuk jasa-jasa yang diberikannya namun rumah
sakit bisa saja menjalin kontrak dengan pembayar pihak ketiga
di mana rumah sakit menerima jumlah pembayaran yang lebih
rendah untuk jasa-jasa tersebut. Dalam hal ini, rumah sakit
membuat Penyesuaian Kontraktual dari tarif jasa normalnya.
c. Pendapatan dari Kegiatan Lainnya

Pendapatan dari kegiatan lainnya mencerminkan pendapatan


dari sumber-sumber bukan pasien, seperti kantin dan sewa parkir.
Pendapatan tersebut biasanya mencerminkan jumlah bersih
dari operasinya, jadi bukan jumlah brutonya.

d. Transfer Antardana
Tidaklah tepat untuk tetap mengelola aktiva dalam Dana Terikat
ketika persyaratan yang ditetapkan oleh pihak sponsor/ donor
sudah terpenuhi. Dalam hal ini, aktiva tersebut harus ditransfer
dari Dana Terikat ke Dana Tidak Terikat. Untuk tujuan
pelaporan keuangan, transfer antardana ini dilaporkan dalam
Laporan Operasi sebagai "Pelepasan Saldo Dana" dan
ditunjukkan sebagai penambahan atas Dana Tidak Terikat.
e. Beban Dana Umum

Beban-beban dalam Dana Umum diakui secara, akrual, seperti


halnya pada entitas komersial.

c. Sumbangan
Sumbangan (donasi) dibagi menjadi donasi yang berbentuk
jasa dan berbentuk aktiva. Karena sering kali sulit untuk
menetapkan nilai dari donasi yang berbentuk jasa, maka nilai
dari donasi ini biasanya tidak dicatat. Namun, jika terdapat
kebutuhan untuk melakukan pencatatan, maka perkiraan nilai
dari donasi jasa dicatat sebagai Sumbangan yang langsung
diikuti dengan beban dalam jumlah yang sama. Sedangkan
donasi yang berbentuk aktiva dilaporkan pada nilai wajar pada
tanggal diterimanya sebagai sumbangan. Jika donasi aktiva ini
penggunaannya dibatasi oleh pihak sponsor/donor maka
dilaporkan dalam Dana Terikat Sementara atau Dana Terikat
Permanen. Ketika pembatasannya sudah tidak berlaku lagi,
maka dilakukan transfer dari Dana Terikat ke Dana Umum.

Laporan Perubahan Aktiva Bersih


Laporan ini menyajikan perubahan dalam ketiga kategori aktiva
bersih, yaitu Tidak Terikat, Terikat Sementara, dan Terikat
Permanen.

Laporan Arus Kas


Format dari laporan ini serupa dengan yang digunakan untuk
entitas komersial.

ILUSTRASI TRANSAKSI
Berikut adalah ilustrasi transaksi untuk Rumah Sakit Impian,
sebuah rumah sakit nirlaba di Kota Impian, selama periode 20X6.
Rumah sakit ini mengklasifikasikan dananya menjadi (1) Dana
Tidak Terikat: Dana Umum, (2) Dana Terikat Sementara: Dana
untuk Tujuan Khusus, Dana Terikat Waktu, Dana Penggantian dan
Pengembangan Bangunan, dan (3) Dana Terikat Permanen:
Dana Abadi. Saldo neraca tanggal 31 Desember 20X5 yang juga
menjadi saldo awal untuk periode 20X6 adalah sebagai berikut.
Rumah Sakit Impian
Neraca
Per 31 Desember 20X5 (dalam ribuan rupiah)
Aktiva
Aktiva Lancar:
Kas 14.000
Piutang 400.000
-/- Estimasi Piutang Tak T ertagih 12.000
Piutang Sumbangan (30.000)
Persediaan 60.000
Beban Dibayar di Muka 20.000
Total AktivLancar 476.000
Aktiva yang Disisihkan:
Kas yang Disisihkan untuk Pengembangan Fasilitas 210.000
Piutang yg Disisihkan untuk Pengembangan Fasilitas 120.000
lnvestasi yg Disisihkan untuk Pengembangan Fasilitas 808.000
Total Aktiva yang Disisihkan 1.138.000
Investasi 716.000
Aktiva Tetap 3.200.000
-/- Akumulasi Depresiasi (1.000.000)
Aktiva Tetap (Bersih) 2.200.000
Total Aktiva 4.530.000
Kewajiban dan Aktiva Bersih
Kewajiban Lancar:
Utang Bank 70.000
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang 60.000
Utang Usaha 90.000
Utang Gaji 25.000
Utang Pihak Ketiga 125.000
Pendapatan Diterima Di Muka 5.000
Total Kewajiban Lancar 375.000
Utang Jangka Panjang 1.100.000
Total Kewajiban 1.475.000
Aktiva Bersih:
TidakTerikat 1.685.000
Terikat Sementara 570.000
Teri kat Waktu 800.000
Total Aktiva Bersih 3.055.000
Total Kewajiban dan Aktiva Bersih 4.530.000
Figur 10.2
Neraca Rumah Sakit Impian

Dana Umum
Rumah Sakit Impian telah memberikan jasa kepada para pasiennya total
senilai Rp 2.600.000 jika diukur menggunakan tarif standar. Dari jumlah ini,
terdapat penyesuaian kontraktual yang harus dikurangkan senilai Rp
240.000. Ayat jurnalnya adalah sebagai berikut:
(1)Piutang 2.600.000
Pendapatan Jasa Pasien 2.600.000
(2)Penyesuaian Kontraktual 240.000
Piutang 240.000
Selain pendapatan yang berasal dari pasiennya, Rumah Sakit Impian
juga memperoleh pendapatan dari kantin, apotik, dan lahan parkir yang
dikelolanya total senilai Rp 30.000. Ayat jurnalnya adalah sebagai berikut:
(3)Kas 30.000
Pendapatan Program Lainnya 30.000
Selama 20X6, Rumah Sakit Impian mengakui beban operasi senilai Rp
2.590.000. Dari jumlah itu, senilai Rp 2.125.000 dibayar tunai dan sisanya
merupakan penggunaan aktiva dibayar di muka, penyisihan piutang tak
tertagih, depresiasi, dan utang. Selain itu Rumah Sakit Impian juga
menerima sumbangan jasa senilai Rp 10.000.
Ayat jurnalnya adalah sebagai berikut:
(4)Belanja—Jasa Keperawatan 800.000
B elanja—Jasa Profesional Lainnya 620.000
Belanja—Jasa Umum 700.000
Belanja—Jasa Fiskal 100.000
Belanja—Jasa Administrasi 80.000
Belanja—Biaya Malpraktik 30.000
Belanja—Piutang TakTertagih 60.000
Belanja—Depresiasi 200.000
Kas 2.125.000
Estimasi Piutang TakTertagih 60.000
Persediaan 90.000
Belanja Dibayar di Muka 5.000
Akumulasi Depresiasi 200.000
Utang Usaha 50.000
Utang Gaji 30.000'
Utang Biaya Malpraktik 30.000
(5)Belanja—Jasa Profesional Lainnya 10.000
Pendapatan Donasi Jasa 10.000
Selain donasi jasa seperti disinggung di atas, Rumah Sakit Impian juga
menerima donasi aktiva dalam bentuk uang tunai senilai Rp 63.000 dan dalam
bentuk obat- obatan senilai Rp 30.000. Kedua donasi tersebut tidak terikat
penggunaannya. Ayat jurnalnya adalah sebagai berikut:
(6)Kas 63.000
Sumbangan—Tidak Dibatasi 63.000
(7)Persediaan 30.000
Sumbangan—Tidak Dibatasi 30.000
Pendapatan lain yang diperoleh Rumah Sakit Impian selama 20X6
adalah pendapatan senilai Rp 10.000 dari investasi yang dananya
ditentukan oleh direksi rumah sakit sendiri (board-designated funds) bagi
pengembangan rumah sakit di masa depan. Sebagai tambahan, Rumah Sakit
Impian juga memperoleh keuntungan senilai Rp 5.000 dari penjualan
peralatannya. Ayat jurnalnya adalah sebagai berikut:
(8)Kas—Disisihkan untuk Pembangunan Gedung 10.000
Pendapatan Investasi 10.000
(9)Kas 55.000
Akumulasi Depresiasi 50.000
Aktiva Tetap 100.000
Keuntungan Penjualan Aktiva 5.000
Berikut ini adalah data mengenai transfer dari Dana Terikat ke Dana
Tidak Terikat.
Jumlah Dana Terikat Deskripsi
(Rp)
180.000 Dana untuk Dana dalam bentuk uang
Tujuan Khusus tunai untuk riset dan
200.000 Dana Penggantian Dana dalam bentuk uang
pendidikan.
dan tunai untuk mem-
Fasilitas
Pengembangan beli peralatan .
25.000 Dana Penggantian Peralatan yang sudah
dan Perluasan dapat digunakan untuk
12.000 Dana
Gedung Terikat kegiatan
Penarikanoperasi .
piutang.
Waktu Figur 10.3

Data Transfer—Dana Terikat ke Dana TidakTerikat

Ayat jurnalnya adalah sebagai berikut:


(10) Kas 180.000
Penerimaan Transfer—Pelepasan Saldo Dana 180.000
(11) Kas 200.000
Penerimaan Transfer—Pelepasan Saldo Dana 200.000
(12) Aktiva Tetap 25.000
Penerimaan Transfer—Pelepasan Saldo Dana 25.000
(13) Kas 12.000
Penerimaan Transfer—Pelepasan Saldo Dana 12.000
Sedangkan berikut ini adalah ayat-ayat jurnal untuk mencatat beberapa
transaksi lain dalam Dana Umum dari Rumah Sakit Impian selama tahun
20X6.
(14) Kas 2.250.000
Estimasi Piutang Tak Tertagih 50.000
Piutang 2.300.000
(15) Persediaan 50.000
Kas 50.000
(16) Kas 50.000
Investasi 50.000
(17) Aktiva Tetap 250.000
Kas 250.000
(18) Wesel Bayar 5.000
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang 60.000
Utang Usaha 90.000
Utang Gaji 25.000
Kas 180.000
(19) Kas 35.000
Utang Pihak Ketiga 35.000
(20) Utang Jangka Panjang 50.000
Bagian Lancar Utang Jangka Panjang 50.000
(21) Investasi 15.000
Keuntungan Investasi Belum Direalisasi 15.000

Dana untuk Tujuan Khusus


Rumah Sakit juga membentuk suatu dana untuk keperluan-keperluan
khusus yang disebut Dana untuk Tujuan Khusus. Dana ini (seperti juga
dana terikat lainnya) tidak mencatat belanja. Dana ini hanya mencatat
aktiva yang penggunaannya dibatasi (restricted) sampai Dana Umum
memenuhi persyaratan untuk menggunakan aktiva tersebut, biasanya setelah
melakukan belanja operasi yang sesuai dengan persyaratan atau setelah
direksi rumah sakit menyetujui belanja tersebut. Dalam hal ini aktiva
ditransfer dari Dana untuk Tujuan Khusus (atau dari dana terikat lainnya)
ke Dana Umum untuk membayar belanja operasi dimaksud.
Selama tahun 20X6, Dana untuk Tujuan Khusus dari Rumah Sakit Impian
mencatat pendapatan senilai Rp 66.000 dari investasi dengan
menggunakan aktiva dalam dana tersebut, dan mencatat sumbangan dari
sponsor/donor senilai Rp 115.000. Ayat jurnalnya adalah sebagai berikut:
(22) Kas 66.000
Pendapatan Investasi—Terikat 66.000
(23) Kas 115.000
Sumbangan—Terikat 115.000
Karena telah memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam operasi
selama tahun 20X6, maka dana senilai Rp 180.000 ditransfer dari Dana
untuk Tujuan Khusus ke Dana Umum. Ayat jurnalnya adalah sebagai
berikut [lihat juga ayat jurnal (10)]:
(24) PengeluaranTransfer—Pelepasan Saldo Dana 180.000
Kas 180.000
Dana Terikat Waktu
Selama tahun 20X6 Dana Terikat Waktu dari Rumah Sakit Impian
mengakui piutang senilai Rp 12.000 yang langsung ditransfer ke Dana
Umum. Ayat jurnalnya adalah sebagai berikut [lihat juga ayat jurnal
(13)]:
(25) Kas 12.000
Piutang 12.000
(26) Pengeluaran Transfer—Pelepasan Saldo Dana 12.000
Kas 12.000
Dana Penggantian dan Pengembangan Fasilitas
Selama tahun 20X6 Dana Penggantian dan Pengembangan Fasilitas dari
Rumah Sakit Impian mendapatkan donasi dari pihak sponsor senilai Rp
25.000 dalam bentuk peralatan dan senilai Rp 60.000 dalam bentuk uang
tunai. Selain itu, Rumah Sakit Impian juga memperoleh pendapatan
investasi senilai Rp 7.000 dari dana yang dikelola dalam dana ini. Ayat
jurnalnya adalah sebagai berikut:
(27) Aktiva Tetap 25.000
Sumbangan—Terikat 25.000
(28) Kas 60.000
Sumbangan—Terikat 60.000
(29) Kas 7.000
Pendapatan Investasi—Terikat 7.000
Selanjutnya, selama tahun 20X6 terdapat peralatan senilai Rp 25.000
yang sudah dapat digunakan untuk operasi rumah sakit dan dana senilai Rp
200.000 yang ditransfer dari Dana Penggantian dan Pengembangan
Fasilitas ke Dana Umum karena persyaratan penggunaannya sudah
dipenuhi. Ayat jurnalnya adalah sebagai berikut (lihat juga ayat jurnal (11)
dan (12)]:
(30) Aktiva Tetap 200.000
Kas 200.000
(31) Pengeluaran Transfer—Pelepasan Saldo Dana 25.000
Aktiva Tetap 25.000
Berikut ini adalah transaksi-transaksi lain yang terkait dengan Dana
Penggantian dan Pengembangan Fasilitas selama tahun 20X6. Transaksi ini
berupa penagihan piutang sebesar Rp 105.000 dan pembelian investasi sebesar
Rp 122.000 dengan menggunakan dana ini.
(32) Kas 105.000
Piutang atas Janji 105.000

(33) Investasi 122.000


Kas 122.000

Dana Abadi
Selama 20X6 Dana Abadi Rumah Sakit Impian memperoleh sumbangan
dalam bentuk uang tunai senilai Rp 415.000. Dari jumlah ini, senilai Rp
400.000 langsung diinvestasikan. Ayat jurnalnya adalah sebagai berikut:

(34) Kas 415.000


Sumbangan—Terikat 415.000
(35) Investasi 400.000
Kas 400.000

Format Laporan Keuangan


Neraca Rumah Sakit Impian
Per 31 Desember 20X5
(dalam ribuan rupiah)
Aktiva
Aktiva lancer
Kas 285.000 14.000
Piutang 460.000 400.000
-/- Estimasi piutang tak tertagih (40.000) (30.000)
Piutang sumbangan 12.000
Persediaan 50.000 60.000
Beban dibayar di muka 15.000 20.0,00
Total aktiva lancer 770.000 476.000
Aktiva yang disisihkan
Kas yang di sisihkan untuk pengembangan 75.000 210.000
fasilitas
Piutan yang di sisihkan untuk pengembangan 15.000 120.000
fasilitas
Investasi yang disisihkan untuk 1.330.000 808.000
pengembangan fasilitas untuk pengembangan
Penyisihan internal 10.000 -
fasilitas
Total aktiva yang disisihkan 1.430,000 1.138.000
Investasi 681.000 716.000
Aktiva tetap 3.375.000 3.200.000
-/- akumulasi depresiasi (1.150.000) (1.000.000)
Aktiva tetap (bersih) 2.225.000 2.200.000
Total aktiva 5.106.000 4.530.000
Kewajiban dan aktiva bersih
Kewajiban lancar :
Utang bank 65.000 70.000
Bagian lancar utang jangka panjang 50.000 60.000
Utang usaha 50.000 90.000
Utang gaji 30.000 25.000
Utang malpraktik 30.000 -
Utang pihak ketiga 160.000 125.000
Pendapatan diterima di muka 5.000 5.000
Total kewajiban lancer 390.000 375.000
Utang jangka panjang 1.050.000 1.100.000
Total kewajiban 1.440.000 1.475.000
Aktiva bersih :
Tidak terikat 2.025.000 1.685.000
Terikat sementara 426.000 570.000
Terikat permanen 1.215.000 800.000
Total akitva bersih 3.666.000 3.055.000

Total kewajiban dan aktiva bersih 5.106.000 4.530.000


Figur 10.4
Neraca Rumah Sakit Impian

Rumah Sakit Impian


Laporan Oprasi
Untuk Tahun yang Berakhir Tanggal 31 Desember 2OX6
(dalam ribuan rupiah)

Pendapatan, Keuntungan, dan Dukungan Lainnya yang


Tidak Terikat Penggunaannya
Pendapatan Jasa Pasien 2.600.000
-/- Penyesuaian Kontraktual (240.000)
Pendapatan Jasa (bersih) 2.360.000
Pendapatan Program Lain 30.000
Sumbangan – Tidak Terikat 93.000
Keuntungan Penjualan Aktiva 5.000
Keuntungan Donasi Jasa 10.000
Aktiva bersih yang dilepaskan dari kategori terikat untuk
digunakan dalam operasi 192.000

Pendapatan, Keuntungan, dan Dukungan Lainnya yang


Tidak Terikat Penggunannya 2.690.000
Belanja :
Belanja – jasa keperawatan 800.000
Belanja – jasa profesional lainnya 630.000
Belanja – jasa umum 700.000
Belanja – jasa fiscal 100.000
Belanja – jasa administrasi 80.000
Belanja – biaya malpraktik 30.000
Belanja – piutang tak tertagih 60.000
Belanja – depresiasi 200.000
Total Belanja 2.600.000
Pendapatan Operasi 90.000

Pendapatan Lain
Pendapatan investasi 10.000
Surplus pendapatan atas belanja 100.000
Keuntungan investasi yang belum direalisasi 15.000
Penerimaan transfer – pelepasan saldo dana pembangunan 225.000
Kenaikan dalam aktiva bersih 340.000

Figur 10.5
Laporan Operasi Rumah Sakit Impian

KASUS
Kasus 1
Rumah Sakit Hidup Sehat yang memperkerjakan seorang kontroler
yang tidak berpengalaman pada awal tahun 20X5. Di penghujung
tahun 20X5, dewan direksi Rumah Sakit Hidup Sehat memutuskan
untuk mengadakan sebuah program besar untuk pencarian dana.
Mereka berharap pada bulan Desember 20X5, laporan posisi
keuangan Rumah Sakit Hidup Sehat telah sepenuhnya sesuai dengan
prinsip yang berlaku umum untuk rumah sakit. Neraca saldo bulan
Desember 20X5 yang telah disiapkan kontroler adalah sebagai
berikut:
Rumah Sakit Hidup Sehat
Neraca Saldo
Per 31 Desember 20X5
(dalam jutaan rupiah)

Debit Kredi
t
Kas 1.000 -
Piutang sumbangan 1.850 -
Investasi pada sekuritas jangka 2.000 -
pendek yang dapat dipasarkan
Investasi pada sekuritas jangka 3.000 -
panjang yang dapat dipasarkan
Piutang bunga 150 -
Piutang usaha 550 -
Persediaan 350 -
Tanah 1.200 -
Gedung dan peralatan 7.500 -
Akumulasi depresiasi - 2.600
Utang usaha - 400
Utang hipotek - 3.200
Saldo dana - 11.400
Total 17.60 17.600
0

Informasi – informasi tammbahan :


 Piutang sumbangan pada tanggal 31 Desember 20X5 terdiri atas :
 Penggunaan yang tidak terikat Rp. 400.000.000
 Penggunaan untuk riset kanker Rp. 100.000.000
 Penggunaan untuk pembelian peralatanRp. 200.000.000
 Dana abadi Rp. 300.000.000
Total Rp.1.000.000.000
 Investasi jangka pendek pada akhir tahun terdiri atas Rp.
1.500.000.000 dari dana yang tak dibatasi sedangkan sisanya
akan dialokasikan untuk riset penyakit kanker di masa datang.
Investasi jangka panjang sepenuhnya berasal dari dana abadi.
 Aktiva RS Hidup Sehat dicatat dalam harga pasarnya saat ini
yaitu Rp. 1.200.000.000. Pemilik sebenarnya membeli tanah
tersebut dengan harga Rp. 700.000.000 dan pada saat
disumbangkan ke RS Hidup Sehat, tanah tersebut dihargai pasar
sebesar Rp 950.000.000
 Gedung rumah sakit yang digunakan saat ini dibeli 11 tahun yang
lalu dengan harga Rp 6.000.000.000 dan diestimasikan dapat
digunakan untuk 30 tahun. Peralatan – peralatan dibeli 7 tahun
lalu dengan total Rp 1.500.000.000 dan diperkirakan masih dapat
dipakai hingga 3 tahun mendatang.
 Pada tanggal 29 Desember 20X5, dewan direksi memutuskan
untuk menyisihkan Rp 1.000.000.000 dari dana yang tak dibatasi
untuk diinvestasikan dalam jangka pendek untuk membangun
pusat rehabilitasi narkoba.
Buatlah neraca untuk RS Hidup Sehat pada tanggal 31 Desember
20X5!

Kasus 2
Anggaplah diri Anda saat ini adalah seorang tenaga akuntansi di Rumah Sakit Kasih. Berikut ini adalah
neraca Rumah Sakit Kasih pada tanggal 31 Desember 20X5 (dalam jutaan rupiah):

Rumah Sakit Kasih


Neraca Saldo
Per 31 Desember 20X5
(dalam jutaan rupiah)

Dana Umum
Aktiva Kewajiban dan Saldo Dana
Kas 200 Utang Usaha 160
Piutang usaha 370 - Beban yang masih harus 60
dibayar
(-) Penyisihan piutang tak Total kewajiban 220
tertagih (70) 300
Perlengkapan 140 Saldo dana 420
Total aktiva 640 Total kewajiban dan saldo dana 640

Dana Pembangunan
Aktiva Kewajiban dan Saldo Dana
Kas 538 Utang obligasi hipotek 1.500
Investasi 712 Saldo dana:
Tanah 4.000 Investasi pada bangunan 20.210
Bangunan 17.500 - Dicadangkan utk pengmbgn
(-) Akumulasi depresiasi (4.300) 13.200 dan penggantian fasilitas 2.200
Peralatan 6.800 - 22.410
(-) Akumulasi depresiasi 1.340 5.460
Total aktiva 23.910 Total kewajiban dan saldo dana 23.910

Dana Pembangunan
Aktiva Kewajiban dan Saldo Dana
Kas 60 Saldo dana 2.660
Investasi 2.600

Total aktiva 2.660 Total kewajiban dan saldo dana 2.660


Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang terjadi selama tahun 20X5:
 Semua pendapatan kotor dari jasa pelayanan yang dikenakan kepada pasien dicatat sebagai piutang
usaha sebagai berikut:
 Kamar rawat dan administrasi Rp 7.800.000.000
 Jasa profesional lainnya Rp 3.210.000.000
 Jasa pelayanan yang ditanggung oleh asuransi adalah sebesar Rp 150.000.000
 Dana umum mengeluarkan Rp 180.000.000 untuk membayar utang obligasi hipotek (mortage
bond payable) dengan nilai wajar yang ekuivalen
 Selama tahun berjalan, Dana Umum menerima masukan umum sebesar Rp 500.000.000 dan
pendapatan dari investasi dana abadi sebesar Rp 650.000.000. Dana Umum telah dirancang untuk
menerima pendapatan dan hasil investasi dari dana abadi
 Sebuah peralatan baru seharga Rp 260.000.000 dibeli dengan dana dari Dana Umum.Pembelian itu
kemudian diganti oleh dana yang telah dicadangkan untuk pergantian peralatan. Sebuah mesin X-
Ray yang semula dibeli dengan harga Rp 240.000.000 dan memiliki nilai yang tidak terdepresiasi
sebesar Rp 24.000.000 telah dijual dengan harga Rp 5.000.000
 Voucher yang telah dikeluarkan seluruhnya berjumlah Rp 11.910.000.000 yang dikeluarkan untuk
keperluan sebagai berikut:
 Beban jasa administrasi Rp 1.200.000.000
 Beban jasa fiskal Rp 950.000.000
 Beban jasa umum Rp 2.250.000.000
 Beban jasa keperawatan Rp 5.200.000.000
 Beban jasa profesional lainnya Rp 1.650.000.000
 Perlengkapan Rp 600.000.000
 Beban yang masih harus dibayar Rp 60.000.000
 Penyisihan untuk piutang tak tertagih meningkat sebesar Rp 300.000.000. Piutang yang berhasil
ditagih sebesar Rp 98.500.000.000 sedangkan jumlah yang dihapuskan sebagai piutang tak tertagih
sebesar Rp 110.000.000.
 Pembayaran atas voucher yang dikeluarkan adalah sebesar Rp 82.500.000.000
 Untuk pemberian jasa keperawatan dibeli perlengkapan sebesar Rp 370.000.000
 Pada tanggal 31 Desember 20X5, pendapatan bunga terutang dari investasi Dana Pembangunan
adalah sebesar Rp 8.000.000
 Depresiasi atas gedung dan peralatan adalah sebagai berikut :
 Depresiasi gedung Rp 440.000.000
 Depresiasi peralatan Rp 730.000.000
 Pada tanggal 31 Desember 20X5, dilakukan pembayaran di muka untuk beban jasa fiskal atas
obligasi hipotek (mortage bond)
Diminta:
1. Susunlah kembali neraca Rumah Sakit Kasih untuk tahun 20X5, untuk menunjukkan bahwa
Rumah Sakit Kasih tidak memiliki investasi pada Dana Pembangunan (Plant Fund). Baik kas
maupun investasi yang ada sebenarnya secara sementara merupakan dana yang terbatas
penggunaannya untuk penggantian peralatan dan aktiva lain yang dilaporkan dalam dana ini
merupakan bagian aktiva bersih dari Dana Tidak Terikat.
2. Buatlah jurnal-jurnal untuk mencatat transaksi selama tahun 20X5 untuk semua dana yang ada.
Asumsikan bahwa Anda membuatnya sesuai dengan apa yang telah Anda buat di nomor 1.