Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH

Tentang
PEMBENTUKAN PEMERINTAHAN INDONESIA

Disusun Oleh :
Kelompok 4

NAMA : 1. AIDA FITRI HASIBUAN


2. NUR CAHAYA
3. SEHATI KHALISA
4. IVAN DANI RANGKUTI
5. MHD. ALWI HIDAYAT
KELAS : XI IPS 3
MATA PELAJARAN : SEJARAH
GURU PEMBIMBING : WILDA HAFNI

SMA NEGERI 1 PANYABUNGAN


KAB. MANDAILING NATAL
T.A. 2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah
tentang “PEMBENTUKAN PEMERINTAHAN INDONESIA” dengan baik meskipun
banyak kekurangan didalamnya.
Penulis sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai pengolahan pemasaran kerajinan bahan
daur ulang. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, penulis berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah penulis buat di masa yang
akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang
membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi penulis
sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya penulis mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan penulis memohon kritik dan
saran yang membangun dari Anda demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan
datang.

Panyabungan, April 2019

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................. i

DAFTAR ISI ............................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................... 1

A. Latar Belakang ...................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN ............................................................................................ 2

A. Pembentukan BPUPKI ............................................................................ 2

B. Sidang-Sidang BPUPKI........................................................................... 2

C. Pembentukan PPKI ................................................................................. 3

D. Peristiwa Rengasdengklok ...................................................................... 3

E. Perumusan Teks Proklamasi .................................................................. 4

F. Pernyataan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ................................... 4

G. Isi Teks Proklamasi ................................................................................. 5

H. Pembentukan Pemerintahan Indonesia .................................................. 5

I. Pemilihan presiden dan wakil presiden. .................................................. 6

J. Pembentukan Komite Nasional ............................................................... 6

BAB III PENUTUP .................................................................................................... 7

A. Kesimpulan ............................................................................................... 7

B. Saran......................................................................................................... 7

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 8

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Para pendiri Republik Indonesia sungguh berjasa, tidak memilih negara
keagamaan, tetapi memilih negara kebangsaan atas prinsip “Bhinneka Tunggal Ika”
dalam mengolah, menata kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat dalam
mengatasi kemajemukan Indonesia.
Pada 1928, berpijak dari semangat dan gelora 1908 sebagai basis pergerakan
nasional, lahirnya Budi Utomo dan pergerakan pendidikan nasional lainnya, sejumlah
pemuda menghasilkan kata sepakat yang kita kenal sebagai Sumpah Pemuda yang
diperingati setiap 28 Oktober. Mereka yang menjadi anggota panitia penyelenggara
kongres adalah Soegondo Djojopuspito (PPPI), orang Jawa beragama Islam, Djoko
Marsaid (Jong Java) orang Jawa beragama Islam, Moehammad Jamin (Jong
Sumatranen Bond) orang Minangkabau beragama Islam, Amir Sjarifoeddin (Jong
Bataks Bond) orang Batak beragama Kristen, Djohan Moeh Tjai (Jong Islamieten Bond)
orang Bengkulu keturunan Tionghoa beragama Islam, Kotjosoengkono (Pemoeda
Indonesia) orang Jawa beragama Islam, Sendoek (Jong Celebes) orang Minahasa
beragama Kristen, J Leimena (Jong Ambon) orang Ambon beragama Kristen, Rochjani
(Pemoeda Kaoem Betawi) orang Betawi beragama Islam.
Pengelompokan (kolektivitas) para pemuda tersebut berasal dari berbagai suku,
etnis, agama, sosial serta perbedaan latar belakang yang lain, atas dasar rasa
solidaritas yang melampaui batas-batas suku, etnis, agama, kedaerahan, tanpa harus
menyangkal dan meninggalkan ikatan-ikatan solidaritas (jati-diri) asal dari masing-
masing pemuda. Dasar pengelompokan ini adalah asas kebangsaan Indonesia,
semangat dan jiwa sebagai dasar perjuangan para pemimpin gerakan kebangsaan.
Para the founding father dalam membentuk, membangun bangsa yang merupakan
semangat dan jiwa bangsa Indonesia yaitu solidaritas kebangsaan Indonesia, solidaritas
yang melampaui batas-batas suku, etnis, agama, kedaerahan serta perbedaan latar
belakang yang lain. Melalui proses perjuangan dan pergulatan panjang, para the
founding father pada 17 Agustus 1945 telah mewujudkan ikrar kesepakatan, menjadi
bangsa yang bersatu, bangsa yang berwawasan kebangsaan, mendirikan satu Negara
Kesatuan Republik Indonesia, negara berdasarkan kebangsaan yang dilandasi prinsip
Bhinneka Tunggal Ika.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pembentukan BPUPKI
Pada tanggal 17 Juli 1944, Jenderal Hideki Tojo (Dilahirkan pada 30 Desember
1884) meletakkan jabatan sebagai perdana menteri yang kemudian digantikan oleh
Jenderal Kuniaki Koiso. Jenderal Kunaiki Koiso bertugas memulihkan kewibawaan
Jepang dimata bangsa Asia. Oleh karena itu, ia menjanjikan kemerde kaan kepada
sejumlah negara, termasuk Indonesia. Pada tanggal 7 September 1944, Jenderal K.
Koiso memberikan janji kemerdekaan (kelak di kemudian hari) kepada rakyat Indonesia.
Janji tersebut dikemukakan di depan sidang Teikoku Ginkai (parlemen Jepang) yang
tujuannya agar rakyat Indonesia tidak mengadakan perlawanan terhadap Jepang.
Pada tanggal 1 Maret 1945, Letnan Jenderal Saiko Syikikan Kumakichi Harada
pemimpin pemerintahan Jepang di Jawa membentuk Badan Penyelidik Usaha-Usaha
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) atau Dokuritsu Junbi Cosakai. Tugas
pokok BPUPKI adalah melakukan penyelidikan terhadap usaha-usaha persiapan
kemerdekaan Indonesia.
BPUPKI di ketuai oleh Dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat yang dibantu oleh
ketua muda, yaitu seorang Jepang (Ichibangase) danR.Panji Suroso dari Indonesia.
BPUPKI di resmikan di Gedung Cuo Sangi In di Jalan Pejambongan, Jakarta (sekarang
menjadi gedung Departemen Luar Negeri) pada tanggal 28 Mei 1945.
Dalam upacara peresmian tersebut dihadiri oleh dua pejabat Jepang, yaitu
Jenderal Itagaki dan Letnan Jenderal Nagano. Pada kesempatan itu dikibarkan bendera
Jepang (Hinomaru) oleh Mr. A.G. Pringgodigdo yang disusul dengan pengibaran
bendere Merah Putih oleh Toyohito Masuda. Peristiwa tersebut membangkitkan
semangat para anggota dalam usaha mempersiapkan kemerdekaan Indonesia

B. Sidang-Sidang BPUPKI
Sebagai pelaksaan tugas, maksud, dan tujuan BPUPKI, maka d iadakan sidang-
sidang sebagai berikut.
a. Sidang BPUPKI I pada Tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945 di Gedung Cuo Sangi In,
Jakarta
Ketua sidang Dr. Radjiman Wedyodiningrat. Sidang ini membicarakan dasar
falsafah negara Indonesia merdeka yang kemudian dikenal dengan Pancasila. Adapun
tokoh-tokoh yang mengusulkan dasar negara, antara lain Mr. Muh. Yamin, Prof. Dr. Mr.
Supomo, dan Ir. Soekarno.
1) Pada sidang tanggal 29 Mei 1945, Mr. Muh. Yamin mengajukan lima rancangan
dasar negara Indonesia merdeka yaitu peri kebangsaan, peri kemanusiaan, peri
ketuhanan, peri kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat.
2) Pada sidang tanggal 31 Mei 1945, Prof. Dr. Mr. Supomo mengajukan lima
rancangan dasar negara Indonesia merdeka yaitu persatuan, kekeluargaan,
keseimbangan lahir batin, musyawarah, dan keadilan rakyat.
3) Pada tanggal 1 Juli 1945, Ir. Soekarno mengajukan lima rancangan dasar negara
Indonesia merdeka yang diberi nama Pancasila. Menurut Ir. Soekarno, nama
Pancasila itu atas petunjuk seorang teman ahli bahasa. Pidato Ir. Soekarno tanggal
1 Juni 1945 sering disebut dengan pidato lahirnya Pancasila. Kelima rancangan
tersebut adalah kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau perikemanusiaan,
mufakat atau demokrasi, kesejahteraan sosial dan Ketuhanan Yang Maha Esa.

2
Hingga sidang berakhir, belum menghasilkan keputusan akhir mengenai dasar
negara Indonesia merdeka yang selanjutnya diadakan reses kurang lebih selama satu
bulan. Pada tangal 22 Juni 1945, BPUPKI membentuk panitia kecil yang beranggotakan
sembilan orang (Panitia Sembilan) ketuanya Ir. Soekarno dan anggotanya Drs. Moh.
Hatta, Mr. Muh. Yamin, Mr. Ahmad Subarjo, Mr. A.A. Maramis, Abdul Kahar Muzakir,
K.H. Wahid Hasyim, H. Agus Salim, dan Abikusno Cokrosuyoso. Panitia Sembilan ini
menghasilkan suatu rumusan yang menggambarkan maksud dan tujuan pembentukan
negara Indonesia merdeka. Oleh Muh. Yamin rumusan itu diberi nama Jakarta Charter
atau Piagam Jakarta.

Rumusan Piagam Jakarta adalah sebagai berikut.


 Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
 Dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
 Persatuan Indonesia.
 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan.
 Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
 Sidang BPUPKI II Tanggal 10 Juli 1945

C. Pembentukan PPKI
Pada tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan dan sebagai gantinya
pemerintah pendudukan Jepang membentuk Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia
(PPKI) atau Dokuritsu Junbi Inkai. Anggota PPKI terdiri dari 12 orang dengan Ir.
Soekarno sebagai ketua dan Drs. Moh. Hatta sebagai wakil ketuanya, sedangkan
sebagai penasihat ditunjuk Ahmad Subarjo.
Pada tanggal 9 Agustus 1945, tiga orang tokoh bangsa Indonesia yaitu Ir.
Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Dr. Radjiman Wedyodiningrat berangkat ke
Dalat/Saigon (Vietnam Selatan) untuk memenuhi panggilan Panglima Mandala Asia
Tenggara, Marsekal Hisaichi Terauchi untuk menerima informasi tentang kemerdekaan
Indonesia sekitar tanggal 24 Agustus 1945, dan wilayah Indonesia akan meliputi seluruh
wilayah bekas wilayah Hindia Belanda. Ketika ketiga orang tersebut pulang kembali
menuju Jakarta, Jepang telah dibom atom oleh Sekutu di Hiroshima dan Nagasaki.
Dengan demikian dapat diramalkan bahwa kekalahan Jepang akan segera terjadi.
Akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu.
D. Peristiwa Rengasdengklok
Setelah mendengar Jepang menyerah tanlpla syarat kepada Sekutu, para
pemuda menyelenggarakan rapat pada malam hari tanggal 15 Agustus 1945 di ruang
Lembaga Bakteriologi di Jalan Pegangsaan Timur, Jakarta. Pertemuan tersebut dihadiri
oleh Sukarni, Yusuf Kunti, dr. Muwardi, dari barisan pelopor dan Shodanco Singgih dari
Daidan Peta Jakarta. Rapat dipimpim oleh Chairul Saleh dan menghasilkan keputusan
sebagai berikut.
a. Mendesak kepada Soekarno-Hatta untuk memproklamasikan kemerdekaan pada
tanggal 16 Agustus 1945.
b. Menujuk Wikana dan Darwis untuk menemui Soekarno-Hatta dan menyampaikan
keputusan rapat.
Kemudian Wikana dan teman-teman menemui Ir. Soekarno dan menyampaikan
hasil rapat mengenai pelaksanaan proklamasi kemerdekaan. Untuk memproklamasikan
kemerdekaan tersebut timbul perbedaan pendapat di antara golongan pemuda dan

3
golongan tua. Perbedaan pendapat kedua golongan tersebut berkisar pada cara
melaksanakan proklamasi kemerdekaan.
kedudukan sebuah cudan (kompi) tentara Peta pimpinan Cudanco Subeno. Para
pemuda juga berharap di Rengasdengklok keamanan Bung Karno beserta keluarga dan
Bung Hatta akan terjamin serta tidak akan terpengaruh oleh politik Jepang.
Pada sore harinya, Ahmad Subarjo, tokoh dari golongan tua menyusul ke
Rengasdengklok untuk mengusahakan pengembalian Soekarno-Hatta ke Jakarta.
Ahmad Subarjo menjamin bahwa proklamasi kemerdekaan akan diumumkan pada
tanggal 17 Agustus 1945 selambat-lambatnya pukul 12.00 WIB. Dengan jaminan
tersebut, komandan kompi Peta di Rengasdengklok, Cudanco Subeno melepaskan
Soekarno-Hatta kembali ke Jakarta.

E. Perumusan Teks Proklamasi


Di rumah Laksamana Maeda inilah naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
disusun. Sebelum pertemuan dimulai, terlebih dahulu Soekarno-Hatta, menemui
Sumubuco (Kepala Pemerintahan Umum Pendudukan Jepang) Mayor Jenderal
Nishimura Takuma untuk menjajaki sikapnya mengenai pelaksanaan Proklamasi
Kemerdekaan Indonesia. Mereka ditemani oleh Laksamana Maeda, Shegetada
Nishijima, Tomegoro Yoshizumi, dan Miyoshi sebagai penerjemah.
Setelah selesai diketik, kemudian teks proklamasi ditandatangani Soekarno dan
Moh. Hatta. Naskah inilah yang dianggap sebagai naskah autentik (sejati). Perumusan
teks proklamasi baru selesai pukul 04.00 WIB pagi hari tanggal 17 Agustus 1945.
Kemudian muncul persoalan mengenai tempat pelaksanaan proklamasi. Sukatni
mengusulkan bahwa lapangan Ikada (sekarang bagian dari tenggara lapangan
Monumen Nasional) telah dipersiapkan berkumpulnya masyarakat Jakarta untuk
mendengarkan pembacaan naskah proklamasi. Namun, Ir. Soekarno berpendapat
bahwa lapangan Ikada adalah salah satu lapangan umun yang dapat menimbulkan
bentrokan antara rakyat dan pihak militer Jepang. Oleh krena itu, kemudian Ir. Soekarno
mengusulkan agar upacara proklamasi dilaksanakan di rumahnya di Jalan Pegangsaan
Timur No. 56 Jakarta. Usul tersebut disetujui oleh para hadirin, sedangkan untuk
pembacaan naskah proklamasi akan dilaksanakan pada pagi hari pukul 10.00 WIB.

F. Pernyataan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


Kurang lebih pukul 10.00 WIB, Drs. Moh. Hatta datang ke rumah Ir. Soekarno.
Keduanya kemudian keluar menuju ruang depan dengan langkah yang tegap dan tegas,
di depan pengeras suara, atas nama bangsa Indonesia Ir. Soekarno membacakan teks
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Setelah pembacaan naskah proklamasi, acara
dilanjutkan dengan pengibaran bendera Merah Putih asli jahitan Fatmawati Soekarno.
Pengibaran bendera pada saat itu adalah Suhud dan Latief Hendraningrat. Pada
awalnya Trimurti diminta untuk menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan
pengerekan bendera sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu
ditunjuklah Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Suhud untuk tugas
tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan berisi bendera
Merah Putih yang dijahit oleh Fatmawati beberapa hari sebelumnya. Pengibaran
disaksikan oleh segenap hadirin dan diakhiri dengan menyanyikan lagu kebangsaan
Indonesia Raya ciptaan W.R. Supratman. Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut
masih disimpan di Museum Tugu Monumen Nasional. Upacara kemudian ditutup
dengan sambutan Wali Kota Suwiryo dan dr. Muwardi Berikut makna adanya peristiwa
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.
a. Merupakan titik puncak perjuangan bangsa Indonesia mencapai kemerdekaan.

4
b. Indonesia terlepas dari belenggu penjajahan asing (baik dari pihak Belanda maupun
Jepang).
c. Lahirnya negara Republik Indonesia.

G. Isi Teks Proklamasi


Teks Naskah "Proklamasi Klad" yang ditempatkan di Monumen Nasional
(MONAS).
a. Naskah Proklamasi Klad
Teks naskah Proklamasi Klad adalah asli merupakan tulisan tangan sendiri oleh Ir.
Soekarno sebagai pencatat, dan adalah merupakan hasil gubahan (karangan) oleh
Drs. Mohammad Hatta, Mr. Raden Achmad Soebarjo Djojoadisoeryo, yang isinya
adalah sebagai berikut :
PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal2 jang
mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan
dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, 17 - 8 - '05

Wakil2 bangsa Indonesia.

b. Naskah Baru Setelah Mengalami Perubahan


Teks Naskah "Proklamasi Otentik" yang ditempatkan di Monumen Nasional
(MONAS). Teks naskah Proklamasi yang telah mengalami perubahan, yang dikenal
dengan sebutan naskah "Proklamasi Otentik", adalah merupakan hasil ketikan oleh
Moh. Ibnu Sayuti Melik (seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan
Proklamasi), yang isinya adalah sebagai berikut :

PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal jang
mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan
dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Atas nama bangsa Indonesia.

Soekarno/Hatta.

H. Pembentukan Pemerintahan Indonesia


1. Sidang PPKI Tanggal 18 Agustus 1945

Sidang proklamasi kemerdekaan, PPKI mengadakan rapat pertama di Gedung Cuo


Sangi In Jalan Pejambon. Berikut hasil sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945.
a. Mengesahkan dan menetapkan UUD RI yang kemudian dikenal sebagai UUD 1945.
Sebelum sidang dimulai, Soekarno-Hatta meminta Ki Bagus Hadikusumo, K.H.
Wahid Hasyim, Mr. Kasman Singodimejo, dan Mr. Teuku Mohammad Hassan untuk
membahas kembali Piagam Jakarta, khususnya mengenai kalimat “Ketuhanan

5
dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”. Hal ini
disebabkan pemeluk agama lain merasa keberatan dengan kalimat tersebut.
Akhirnya sidang berhasil mencapai sepakat untuk mengubah kalimat tersebut
menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Kemudian rapat dilanjutkan dengan
pembahasan pasal-pasal dalam rancangan UUD. Pembahasan menghasilkan
perubahan-perubahan kecil pada pasal-pasal dalam batang tubuh. Selanjutnya
sidang menetapkan UUD RI yang dikenal dengan UUD ’45 yang didalamnya
memuat Pancasila sebagai dasat negara.

I. Pemilihan presiden dan wakil presiden.


Dalam sidang pertama PPKI ini, Otto Iskandardinata mengusulkan pemilihan
presiden dan wakil presiden dilakukan secara aklamasi (pernyataan setuju sevara lisan
dari seluruh peserta rapat dan sebagainya terhadap suatu usul tanpa melalui
pemungutan suara). Otto mengajukan Ir. Soekarno sebagai presiden dan Moh. Hatta
sebagai wakil presiden. Usul Otto tersebut disetujui oleh hadirin yang kemudian
dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

J. Pembentukan Komite Nasional


Sidang tanggal 18 Agustus 1945 ini juga memutuskan pembentukan sebuah
Komite Nasional untuk membantu presiden selama MPR dan DPR belum dibentuk.
2. Sidang PPKI Tanggal 19 Agustus 1945
Hasil sidang PPKI tanggal 19 Agustus 1945 adalah :
a. Pembagian Wilayah Menjadi Delapan Provinsi Beserta Gubernurnya
b. Provinsi Sumatra : Teuku Moh. Hassan
c. Provinsi Jawa Barat : Sutarjo Kartohadikusumo
d. Provinsi Jawa Tengah : R. Panji Suroso
e. Provinsi Jawa Timur : R.A. Suryo
f. Provinsi Sunda Kecil : I. Gusti Ketut Puja
g. Provinsi Maluku : I. Latuharhary
h. Provinsi Sulawesi : G.S.S.J. Ratulangi
i. Provinsi Kalimantan : Ir. Pangeran Moh. Noor

c. Pembentukan Departemen/Kementrian
Sidang PPKI tanggal 19 Agustus 1945 memutuskan adnya pembentukan 12
kementrian, 4 menteri negara, dan 4 lembaga tinggi negara. pada tanggal 2 September
1945, sebagai realisasi dari pembentukan kementrian dan pembagian wilayah Republik
Indonesia dibentuk susunan Kabinet Republik Indonesia yang pertama.

6
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan yang telah saya tulis di atas maka dapat kita simpulkan bahwa
kita sebagai warga negara harus lebih mengerti tentang Negara dan unsur-unsur
pembentukan Negara Indonesia. Bahwa Negara terbentuk karena kebutuhan dan
kepentingan manusia. Dalam Negara menusia harus di hargai dan martabatnya di
junjung tinggi. Negara juga membantu manusia mewujudkan tujuan,cita-cita manusia
dan bertanggung jawab atas semua warga Negara untuk mencapai tujuan bangsa yaitu
masyarakat yang adil dan makmur.

3.2 Saran
Saran saya kepada pembaca banggalah dan cintailah Negara kita tercinta,dan
jangan memaksa kehendak kita sendiri. Bahwa kita punya kekurangan dan kelebihan
masing-masing. Begitu juga Negara kita punya perbedaan tersendiri dengan Negara
lain, sehingga jangan pernah kiita merasa lebih rendah dari pada mereka . “ Mari
berjuang bersama mewujudkan Negara kita yang adil dan makmur” .

7
DAFTAR PUSTAKA

https://sejarahindonesiasma.wordpress.com/2012/10/16/pembentukan-pemerintahan-
indonesia/

http://dziauntaiancinta.blogspot.com/2016/03/makalah-pembentukan-negara-
indonesia.html

http://tedhypratamasaputra.blogspot.com/2017/03/sejarah-pembentukan-pemerintahan-
dan.html

http://rahmisiamy.blogspot.com/p/makalah.html
http://tanchando.blogspot.com/2015/02/makalah-terbentuknya-negara-indonesia.html