Anda di halaman 1dari 8

BAB XIII economic value added (EVA) dan market value added (MVA)

A. Economic Value Added (EVA)

konsep EVA (Economic Value Added) pertama kali dikembangkan oleh Stewart
dan Stern seorang analis keuangan dari perusahaan Stern Stewart & Co pada
tahun 1993. Stern Stewart telah mendaftarkan hak cipta atas istilah “EVA” dan
“MVA (Market Value Added)” sehingga perusahaan konsultan lain memberikan
nama yang berbeda untuk nilai-nilai tersebut. “Economic Value Added (EVA)
merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur tingkat profitabilitas tahun
operasi suatu perusahaan secara nyata juga mengukur kinerja manajemen
berdasarkan besar kecilnya nilai tambah yang diciptakan dalam periode tertentu”
(Brigham dan Houston, 2001:52). EVA dihitung dengan rumus: EVA= Laba
Operasi Setelah Pajak- Biaya Modal Tertimbang

B. Metodologi perhitungan Economic value added (EVA)


Modal sendiri
Biaya Modal adalah tingkat dari pengembaliaan yang diharapkan oleh penyedia
dana, jika modal itu diinvestasikan di tempat lainnya, dalam suatu proyek aktiva
atau perusahaan dengan resiko yang sebanding (Young dan O’byrne 2001:148).
Perhitungan biaya modal dimulai dengan perhitungan biaya hutang dengan rumus:
a.Before Tax Basis
Kd: beban bunga/jumlah hutang yg dikenai bunga
b.After Tax Basis
Kd* = Kd (1-t): t =pajak
Kemudian biaya saham biasa dengan rumus: ke=D/P+g
Dimana :
Ke = Biaya saham biasa atau biaya laba ditahan
D = Dividen
P = Harga per lembar saham
g = Tingkat pertumbuhan dividen

c. Mengitung struktur permodalan . Struktur Permodalan dapat diperoleh melalui


pembagian rata-rata baik modal hutang maupun modal saham (modal sendiri)
dengan total jumlah modal. Nopat = EBIT-Tarif pajak
d. Adalah menghitung biaya modal rata-rata tertimbang. Dengan rumus :
WACC = (Kd* x Pd) + (Ke x Pe)

Keterangan:
Kd = Biaya hutang setelah pajak
Ke = Biaya modal sendiri
Pd = Proporsi hutang
Pe = Proporsi modal sendiri

Komponen Rumus Perhitungan masing-masing


EVA komponen EVA
WACC (Kd* x Pd) + (Ke x Pe)
NOPAT EBIT – Tarif Pajak
Total Modal Kewajiban jangka panjang + Ekuitas
Pemegang saham
EVA Laba operasi setelah pajak – biaya modal
tertimbang
e) CAPM (capital asset pricing model)
KS=Rf+((Rm-Rf)+β)
keterangan
Ks: biaya laba dtahan
Rf: tingkat pengembalian bebas resiko
Rm: tingkat pengembalian pasar
β: pengukur resiko sistematis saham
f) model kremi resiko
Ks= Ki+Rp
keterangan
Ks: baiya laba ditahan
Ki: biaya utang setelah pajak
Rp; Risk Premium
Keterangan :
1. Jika EVA > 0, maka terjadi proses nilai
tambah perusahaan, sehingga
menunjukkan kinerja keuangan
perusahaan cukup baik.
2. Jika EVA = 0, maka menunjukkan posisi
impas perusahaan karena semua laba
digunakan untuk membayar
kewajiban kepada penyandang
dana, baik investor maupun kereditor.
3. Jika EVA < 0, maka total biaya modal
perusahaan lebih besar daripada laba
operasi setelah pajak sehingga kinerja
keuangan perusahaan tersebut tidak
baik.
C. Kelemahan EVA

a.sulit menentukan biaya modal yang akurat


b. Hanya sebagai penilaian kuantitatif1

D. Market value added (MVA)


Thenmozhi (2000) mendefinisikan “Market Value Added is the difference
between the Company’s market and book value of shares.” Artinya MVA
adalah perbedaan antara nilai pasar perusahaan (termasuk ekuitas dan uang)
dan modal keseluruhan yang diinvestasikan dalam perusahaan. Nilai pasar
adalah nilai perusahaan. Yakni jumlah nilai pasar dari semua tuntutan modal
terhadap perusahaan oleh pasar modal pada tanggal tertentu. Menurut Brigham
& Houston (2011:111) MVA adalah perbedaan antara nilai pasar ekuitas suatu
perusahaan dengan nilai buku seperti yang disajikan dalam neraca, nilai pasar
dihitung dengan mengalikan harga saham dengan jumlah saham yang beredar.
nnilai tambah pasar (MVA) dari sebuah oerusahhan merupakan hasil dari
selisih nilai pasar perusahaan dikurangi oleh komponen biaya yang telah
dikeluarkan perusahaan untuk modal investasinya (winarto,2005:5)
a. Baridwan dan legowo (2002;143) merumuskan MVA sebagai berikut :
MVA= market value equity(MVE)-book value of equity (BVE)
b. Hanafi (2008;55) merumuskan MVA adalah SBB:
MVA=nilai pasar saham-nilai buku saham

E. Kelebihan dan kelemahan Market value added (MVA)


Kelebihan Market Value Added (MVA) menurut Zaky dan Ary (2002:139),
MVA merupakan ukuran tunggal dan dapat berdiri sendiri dan tidak
membutuhkan analisis trend maupun norma industri . sehingga bagi pihak

1
Ratih F D Simbolon,” ANALISIS EVA (ECONOMIC VALUE ADDED) UNTUK MENILAI KINERJA
KEUANGAN PERUSAHAAN” diakses dari https://www.google.co.id/search?ie=%7BinputEncoding%7D&source=android-
browser&q=jurnal%2BALK%2Beconomic%2Bvalue%2Badded%2Bdan%2Bmarket%2Bvalue%2Badded&client=ms-android-oppo-rev1,
Pada tanggal 20 November 2019, 20 : 50:49
manajemen dan penyedia dana akan lebih mudah dalam menilai kinerja
perusahaa.sedangkan kelemahan Mva yaitu hanya dapat digunakan oleh
perusahaan go-public saja

F. Hubungan antara EVA dan MVA


EVA dan MVA memiliki hubungan yang tidak langsung. Pada perusahaan
yang memiliki sejarah EVA yang bagus maka secara tidak langsung juga
memiliki MVA yang bagus juga. Menurut Winarto (2005:) “MVA menjelaskan
seberapa besar kekayaan yang dapat diciptakan atau dihilangkan saat ini dan
EVA menggambarkan efisiensi dalam suatu periode tertentu. Dari kedua
metode pertambahan nilai EVA dan MVA ini dapat diperlihatkan valuasi
perusahaan publik. Keduanya menjelaskan seberapa besar kekayaan yang dapat
diciptakan ataupun sebaliknya dihilangkan oleh perusahaan selama melakukan
kegiatan operasionalnya.” Penelitian O’Byrne dan Stewart menyatakan bahwa
MVA dependen terhadap EVA. Hal ini berarti bahwa harga pasar saham
mencerminkan seluruh informasi yang tersedia di pasar modal, atau MVA
merupakan pencerminan dari EVA, atau harga pasar saham di pasar modal
mencerminkan kinerja intern perusahaan (Winarto, 2005 :2-3). Kedua metode
penilaian kinerja berdasarkan nilai tambah ini dapat dijadikan acuan atau dasar
yang lebih baik bagi pemilik modal untuk menilai kinerja keuangan suatu
perusahaan. Hasil dari penilaian kedua metode ini digunakan oleh pemilik
modal sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi
mendapat nilai pengambilan yang sesuai dengan resiko yang diambil

G. Perbandingan MVA dan EVA


Salah satu keunggulan EVA sebagai penilai kinerja perusahaan adalah dapat
digunakan sebagai penciptaan nilai (value creation). Menurut Mirza (1997 :
28) mengungkapkan kelebihan EVA adalah :
a) EVA memfokuskan penilaian pada nilai tambah dengan memperhitungkan
beban nilai modal sebagai konsekuensi investasi
b) Perhitungan EVA dapat dipergunakan secara mandiri tanpa memerlukan
data pembanding seperti standar industri atau data perusahaan sebagai konsep
penilaian dengan menggunakan analisis ratio.
C) Konsep EVA adalah alat mengukur bonus karyawan perusahaan yang
melihat segi ekonomis dalam pengukurannya yaitu dengan memperhatikan
harapan para penyandang dana secara adil, dimana derajat keadilan dinyatakan
dengan ukuran tertimbang dari struktur modal yang ada dan pedoman pada
nilai pasar dan bukan pada nilai buku.
d) konsep eva merupakan tolak ukur yang tepat menjalankan stock holder
satisfaction concept yang memperhatikan karyawan,pelanggan dan pemodal.
e) pengaplikasian EVA yang mudah menunjukkan bahwa konsep tersebut
merupaka ukuran yang praktis mudah di hitung dan digunakan. Sehingga
merupakan bahan pertimbangan dalam mempercepat pengambilan
keputusanbisnis
F) meskupun konsep eva berorientasi pada kinerja operasional akan tetapi
sangat berpengaruh untuk dipertimbangkan dalam penentuan arah strategi
perkembangan portofolio perusahaan. Sebagai contoh bila suatu unit usaha
selalu mempunyai EVA yang negatif, kemungkinan sudah saatnya perusahaan
induk memutuskan untuk keluar dari bisnis tertentu.2

SOAL

2
Ardyan Firdausi Mustoffa “ PENGUKURAN KINERJA KEUANGAN DENGAN
PENDEKATAN ECONOMIC (EVA) DAN (MVA)” diakses dari
https://www.e-akuntansi.com/metode-market-value-added-mva-terhadap-penilaian-kinerja-
keuangan-perusahaan-serta-mengatasi-kelemahan-akuntansi-tradisionl/
pada tanggal 25 November 2019,00.05.49
1. Apa kelebihan dan kelemahan Market Value Added (MVA)..?
Kelebihan Market Value Added (MVA) menurut Zaky dan Ary (2002:139),
MVA merupakan ukuran tunggal dan dapat berdiri sendiri dan tidak
membutuhkan analisis trend maupun norma industri . sehingga bagi pihak
manajemen dan penyedia dana akan lebih mudah dalam menilai kinerja
perusahaa.sedangkan kelemahan Mva yaitu hanya dapat digunakan oleh
perusahaan go-public saja

2. Pengertian Economic Value Added (EVA)...?


konsep EVA (Economic Value Added) pertama kali dikembangkan oleh
Stewart dan Stern seorang analis keuangan dari perusahaan Stern Stewart & Co
pada tahun 1993. Stern Stewart telah mendaftarkan hak cipta atas istilah
“EVA” dan “MVA (Market Value Added)” sehingga perusahaan konsultan lain
memberikan nama yang berbeda untuk nilai-nilai tersebut. “Economic Value
Added (EVA) merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur tingkat
profitabilitas tahun operasi suatu perusahaan secara nyata juga mengukur
kinerja manajemen berdasarkan besar kecilnya nilai tambah yang diciptakan
dalam periode tertentu” (Brigham dan Houston, 2001:52).

3. Pengertian market value added..?


Thenmozhi (2000) mendefinisikan “Market Value Added is the difference
between the Company’s market and book value of shares.” Artinya MVA
adalah perbedaan antara nilai pasar perusahaan (termasuk ekuitas dan uang)
dan modal keseluruhan yang diinvestasikan dalam perusahaan. Nilai pasar
adalah nilai perusahaan. Yakni jumlah nilai pasar dari semua tuntutan modal
terhadap perusahaan oleh pasar modal pada tanggal tertentu

4. Perbandingan MVA dan EVA..?


a) EVA memfokuskan penilaian pada nilai tambah dengan memperhitungkan
beban nilai modal sebagai konsekuensi investasi
b) Perhitungan EVA dapat dipergunakan secara mandiri tanpa memerlukan
data pembanding seperti standar industri atau data perusahaan sebagai konsep
penilaian dengan menggunakan analisis ratio.
C) Konsep EVA adalah alat mengukur bonus karyawan perusahaan yang
melihat segi ekonomis dalam pengukurannya yaitu dengan memperhatikan
harapan para penyandang dana secara adil, dimana derajat keadilan dinyatakan
dengan ukuran tertimbang dari struktur modal yang ada dan pedoman pada
nilai pasar dan bukan pada nilai buku.
d) konsep eva merupakan tolak ukur yang tepat menjalankan stock holder
satisfaction concept yang memperhatikan karyawan,pelanggan dan pemodal.
e) pengaplikasian EVA yang mudah menunjukkan bahwa konsep tersebut
merupaka ukuran yang praktis mudah di hitung dan digunakan. Sehingga
merupakan bahan pertimbangan dalam mempercepat pengambilan
keputusanbisnis
F) meskupun konsep eva berorientasi pada kinerja operasional akan tetapi
sangat berpengaruh untuk dipertimbangkan dalam penentuan arah strategi
perkembangan portofolio perusahaan. Sebagai contoh bila suatu unit usaha
selalu mempunyai EVA yang negatif, kemungkinan sudah saatnya perusahaan
induk memutuskan untuk keluar dari bisnis tertentu.

5. Pt ABC pada tahun 2002 total nilai ekuitas pasarnya adalah $1.150
juta,sedangkan neraca menunjukkan bahwa pemegang saham telah
menyetorkan $896 juta. Hitunglah MVA..
MVA=nilai pasar dari saham-ekuitas yg diberikan oleh pemegang saham
MVA= $1.150-$896
MVA =$254

6.