0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
343 tayangan29 halaman

Simulasi LCD dengan Arduino Uno

Dokumen ini membahas tentang simulasi rangkaian LCD menggunakan Arduino Uno di Proteus. Terdapat penjelasan tentang tujuan, dasar teori LCD, rangkaian percobaan dan langkah-langkahnya. Di antaranya membuat layout simulasi LCD dan program Arduino, serta menerapkan hasil simulasi ke Board Arduino. [/ringkasan]

Diunggah oleh

Satriani Rahmayanti
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
343 tayangan29 halaman

Simulasi LCD dengan Arduino Uno

Dokumen ini membahas tentang simulasi rangkaian LCD menggunakan Arduino Uno di Proteus. Terdapat penjelasan tentang tujuan, dasar teori LCD, rangkaian percobaan dan langkah-langkahnya. Di antaranya membuat layout simulasi LCD dan program Arduino, serta menerapkan hasil simulasi ke Board Arduino. [/ringkasan]

Diunggah oleh

Satriani Rahmayanti
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LABORATORIUM ELEKTRONIKA DIGITAL DAN

MIKROKONTROLER

“ LCD ”

Disusun Oleh :
Satriani Rahmayanti (321 18 024)

Nama Teman Kelompok :


Intan Ayu Kurnia (321 18 013)

Kelas 2A D3 Teknik Listrik

PROGRAM STUDI TEKNIK LISTRIK


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG
2019/2020
I. TUJUAN

a. Membuat layout simulasi rangkaian keluaran LCD di proteus menggunakan


Arduino uno

b. Membuat program sketch di IDE Arduino dengan menyalakan simulasi LCD di


protes

c. Mengaplikasikan hasil simulasi di proteus ke Board Modul Arduino Uno

II. DASAR TEORI


A. Pengertian LCD
Display elektronik adalah salah satu komponen elektronika yang
berfungsi sebagai tampilan suatu data, baik karakter, huruf ataupun
grafik. LCD (Liquid Cristal Display) adalah salah satu jenis display
elektronik yang dibuat dengan teknologi CMOS logic yang bekerja dengan
tidak menghasilkan cahaya tetapi memantulkan cahaya yang ada di
sekelilingnya terhadap front-lit atau mentransmisikan cahaya dari back-
lit. LCD (Liquid Cristal Display) berfungsi sebagai penampil data baik
dalam bentuk karakter,huruf, angka ataupun grafik.

Gambar 2.1 Bentuk LCD

B. Fitur LCD 16 x 2
LCD yang dugunakan ialah LCD dot matrik dengan jumlah karakter 2 x
16. Adapun fitur yang disajikan dalam LCD ini adalah :
a. Terdiri dari 16 karakter dan 2 baris.
b. Mempunyai 192 karakter tersimpan.
c. Terdapat karakter generator terprogram.
d. Dapat dialamati dengan mode 4-bit dan 8-bit.
e. Dilengkapi dengan back light.

Gambar 3.2 Bentuk Fisik LCD 16 x 2

C. Susunan Pin LCD

Gambar 3.3 Susunan Pin LCD

Keterangan pin:
1. VSS : Digunakan untuk menyalakan LCD (ground)
2. VDD : Digunakan untuk menyalakan LCD ( +5 V )
3. VEE : Digunakan untuk mengatur tingkat contrast pada LCD
4. RS : Menentukan mode yang akan digunakan (0 = instruction input , 1
=data input)
5. R/W : Menentukan mode yang akan digunakan (0 = write , 1 = read)
6. EN : Enable ( untuk clock )
7. D0 : Data 0
8. D1 : Data 1
9. D2 : Data 2
10. D3 : Data 3
11. D4 : Data 4
12. D5 : Data 5
13. D6 : Data 6
14. D7 : Data 7 ( MSB )
D. Prinsip Kerja LCD
Prinsip kerja atau cara kerja dari LCD sebenarnya cukup
sederhana, yakni dengan memanfaatkan prinsip fisika terkait cahaya
putih. Dikatakan bahwa cahaya putih terdiri dari ratusan cahaya dengan
warna yang berbeda-beda. Berbagai macam warna cahaya akan terlihat
apabila cahaya putih mengalami refleksi atau perubahan arah sinar.
Dengan begitu saat terjadi perbuahan arah refleksi cahaya, akan
berbda pula warna yang di tampilkan. Pada sebuah LCD, blacklight
berwarna putih akan memberikan pencahayaan pada cairan kristal, yang
kemudian disaring dan direfleksikan sesuai dengan sudut yang
diinginkan sehingga menghasilkan warna sesuai dengan yang diinginkan.
Cara mengubah sudut refleksinya tergantung dengan seberapa
besar aliran listrik yang diterima. Jika ingin menghasilkan warna putih,
maka kristal cair akan dibuka selebar-lebarnya sehingga cahaya bisa
masuk. Sebaliknya, apabila ingin menampilkan warna hitam, maka
kristalcair harus ditutup serapat-rapatnya sehingga tidak ada cahaya yang
menembus.

E. Kelebihan dan Kekurangan LCD


Kelebihan atau keunggulan LCD yaitu dapat digunakan dengan
tekanan daya pemakaian listrik yang lebih rendah dari plasma. Selain itu
adanya layar non glossy yang sangat cocok dan pas untuk rungan yang
memiliki banyak jendela dan banyak menerima cahaya atau dalam artian
cahaya tidak dapat terpantul. Kelebihan yang lain yaitu masalah harga,
harga LCD ini lebih murah dibandingkan dengan LED sehingga mudah
di dapatkan dengan harga terjangkau.
Kekurangan atau kelemahan LCD yaitu memiliki tampilan yang
sedikit gelap atau hitam. Kemudian kekurangan lainnya juga terdapat
pada brightnesss atau tingkat pencahayaannya dan juga terangnya tidak
semua permukaan layar sama persis. Selain itu juga ada rasio kontras
yang nampak lebih rendah.

F. Kontrol LCD
Dalam modul LCD (Liquid Cristal Display) terdapat
microcontroller yang berfungsi sebagai pengendali tampilan karakter
LCD (Liquid Cristal Display). Microntroller pada suatu LCD (Liquid
Cristal Display) dilengkapi dengan memori dan register.
 Memori yang digunakan microcontroler internal LCD adalah :
 DDRAM (Display Data Random Access Memory) merupakan
memori tempat karakter yang akan ditampilkan berada.
 CGRAM (Character Generator Random Access Memory)
merupakan memori untuk menggambarkan pola sebuah karakter
dimana bentuk dari karakter dapat diubah-ubah sesuai dengan
keinginan.
 CGROM (Character Generator Read Only Memory) merupakan
memori untuk menggambarkan pola sebuah karakter dimana pola
tersebut merupakan karakter dasar yang sudah ditentukan secara
permanen oleh pabrikan pembuat LCD (Liquid Cristal Display)
tersebut sehingga pengguna tinggal mangambilnya sesuai alamat
memorinya dan tidak dapat merubah karakter dasar yang ada dalam
CGROM.
 Register control yang terdapat dalam suatu LCD diantaranya adalah.
 Register perintah yaitu register yang berisi perintah-perintah dari
mikrokontroler ke panel LCD (Liquid Cristal Display) pada saat
proses penulisan data atau tempat status dari panel LCD (Liquid
Cristal Display) dapat dibaca pada saat pembacaan data.
 Register data yaitu register untuk menuliskan atau membaca data
dari atau keDDRAM. Penulisan data pada register akan
menempatkan data tersebut keDDRAM sesuai dengan alamat yang
telah diatur sebelumnya.
 Pin, kaki atau jalur input dan kontrol dalam suatu LCD (Liquid Cristal
Display) diantaranya adalah :
 Pin data adalah jalur untuk memberikan data karakter yang ingin
ditampilkan menggunakan LCD (Liquid Cristal Display) dapat
dihubungkan dengan bus data dari rangkaian lain seperti
mikrokontroler dengan lebar data 8 bit.
 Pin RS (Register Select) berfungsi sebagai indikator atau yang
menentukan jenis data yang masuk, apakah data atau perintah.
Logika low menunjukan yang masuk adalah perintah, sedangkan
logika high menunjukan data.
 Pin R/W (Read Write) berfungsi sebagai instruksi pada modul jika
low tulis data, sedangkan high baca data.
 Pin E (Enable) digunakan untuk memegang data baik masuk atau
keluar.
 Pin VLCD berfungsi mengatur kecerahan tampilan (kontras)
dimana pin ini dihubungkan dengan trimpot 5 Kohm, jika tidak
digunakan dihubungkan ke ground, sedangkan tegangan catu daya
ke LCD sebesar5V

.
G. Fungsi-fungsi dari library LCD

1. begin()

Untuk begin() digunakan dalam inisialisasi interface ke LCD dan


mendefinisikan ukuran kolom dan baris LCD. Pemanggilan begin()
harus dilakukan terlebih dahulu sebelum memanggil instruksi lain
dalam library LCD. Untuk syntax penulisan instruksi begin() ialah
sebagai berikut. lcd.begin(cols,rows) dengan lcd ialah nama variable,
cols jumlah kolom LCD, dan rows jumlah baris LCD.

2. clear()

Instruksi clear() digunakan untuk membersihkan pesan text. Sehingga


tidak ada tulisan yang ditapilkan pada LCD.

3. setCursor()

Instruksi ini digunakan untuk memposisikan cursor awal pesan


text di LCD. Penulisan syntax setCursor() ialah sebagai berikut.
lcd.setCursor(col,row) dengan lcd ialah nama variable, col kolom LCD,
dan row baris LCD.

4. print()

Sesuai dengan namanya, instruksi print() ini digunakan untuk


mencetak, menampilkan pesan text di LCD. Penulisan syntax print()
ialah sebagai berikut.lcd.print(data) dengan lcd ialah nama variable,
data ialah pesan yang ingin ditampilkan

III. ALAT DAN BAHAN

a. Tools Proteus (software)

b. Tools IDE Arduino Uno

c. Board Modul Arduino Uno : 1 set

d. Kabel USB : 1 buah

e. Kabel jumper male-female, male-male, female-female


IV. RANGKAIAN PERCOBAAN
a) Rangkaian percobaan 1 (Menampilkan Teks pada layar )

Gambar 4.1. Rangkaian percobaan 1

b) Rangkaian percobaan 2 (Kontrol lampu LED menggunakan


Push Button dan menampilkan ke LCD)

Gambar 4.2. Rangkaian percobaan 2.


c) Rangkaian percobaan 3 (Menampilkan Karakter pada LCD)

Gambar 4.3. Rangkaian percobaan 3.

V. LANGKAH PERCOBAAN

1. Mengikuti langkah a – h pada “Membuat Rangkaian dan Simulasi”


yang terdapat dalam ARDUINO DAN SOFTWARE PROTEUS

2. Mencari komponen yang dibutuhkan yaitu ARDUINO UNO R3,


BUTTON,LED RED , LCD 2x 16 dan POTENSIO
3. Setelah komponen semua ada, menghubungkan kaki-kaki komponen
seperti pada Gambar 4.1,4.2 dan 4.3 di atas.

4. Membuka Sketch Arduino dan membuat source code seperti berikut:


#include <LiquidCrystal.h> #include <LiquidCrystal.h>
LiquidCrystal
lcd(2,3,4,5,6,7);
LiquidCrystal
lcd(2,3,4,5,6,7); byte tombol;
void setup() {
void setup() // put your setup code
here, to run once:
pinMode (8,INPUT);
{
digitalWrite (8, HIGH);
pinMode (13,OUTPUT);
lcd.begin(16,2);
lcd.begin(16,2);
lcd.print("Arduino Uno");
}

lcd.setCursor(0,2);
void loop() {
lcd.print("Coba LCD 2x16");
// put your main code
here, to run repeatedly:
} tombol = digitalRead (8);
if(tombol == LOW){
void loop() lcd.clear();
digitalWrite(13,HIGH);
{ lcd.print("LED ON");
delay(100);
} }
else {
lcd.clear();
digitalWrite (13,LOW);
lcd.print("LED OFF");
delay(100);
}
}

PERCOBAAN 1 PERCOBAAN 2
#include <LiquidCrystal.h> void setup() {
LiquidCrystal // put your setup code here,
lcd(2,3,4,5,6,7); to run once:
byte hati[8] = { lcd.createChar(1,hati);
0b00000, lcd.createChar(2,smile);
0b01010, lcd.begin(16,2);
0b11111, lcd.setCursor(3,0);
0b11111, lcd.print("I");
0b11111, lcd.write(1);
0b01110, lcd.print("MY SELF");
0b00100, lcd.write(2);
0b00000 lcd.setCursor(3,1);
}; lcd.print("ENJOY IT");
}
byte smile[8] = {
0b00000, void loop() {
0b00000, // put your main code here,
to run repeatedly:
0b01010,
0b00000,
}
0b00000,
0b10001,
0b01110,
PERCOBAAN 3
0b00000
};
5. Selanjutnya klik “verify/compile” pada toolbar, fungsinya untuk
mengecek coding yang kita buat sudah benar atau masih ada yang
salah

6. Jika coding telah benar maka pada bagian kiri bawah akan terlihat
seperti ini:

7. Kemudian menyalin hasil kompailer yang berekstensi “.hex” pada


rangkaian Arduino yang terdapat pada Proteus
8. Sekarang rangkaian kita siap untuk disimulasikan, dengan mengklik
symbol “Play” pada bagian kiri bawah jendela Proteus.

9. Simulasi selesai
VI. HASIL PERCOBAAN

1. Simulasi Percobaan

a. Percobaan 1 (Menampilkan Teks pada Layar)

Gambar 6.1 Simulasi percobaan 1 menggunakan proteus

b. Percobaan 2 (Kontrol lampu LED menggunakan Push Button dan


menampilkan ke LCD)

Gambar 6.2 Simulasi percobaan 2 menggunakan proteus saat tombol


ditekan
Gambar 6.3 Simulasi percobaan 2 menggunakan proteus saat tombol tidak
ditekan

c. Percobaan 3 (Menampilkan Karakter pada LCD)

Gambar 6.4 Simulasi percobaan 3 menggunakan proteus


2. Syntax Program
a. Percobaan 1 (Menampilkan Teks pada layar)

Gambar 6.5 Syntax Program Menampilkan Teks pada LCD


b. Percobaan 2 (Kontrol lampu LED menggunakan Push Button dan
menampilkan ke LCD)

Gambar 6.6 Syntax program percobaan 2


c. Percobaan 3 (Menampilkan Karakter pada LCD)

Gambar 6.7 Syntax program untuk menampilkan karakter


VII.ANALISA
Arduino Uno memiliki 14 pin I/O digital yang berfungsi untuk
melaksanakan output yaitu lampu LED. Pada Arduino, terdapat pin 13
yang menghasilkan sinyal digital dimana output digital terdiri dari logika
HIGH (1) dan LOW (0).Ketika HIGH bernilai 1 dan bekerja dengan
tegangan 5V, serta LOW bernilai 0 dan bekerja dengan tegangan 0V maka
kondisi ini disebut HIGH ACTIVE. Sedangkan ketika HIGH bernilai 0
dan bekerja dengan tegangan 0V, serta LOW bernilai 1 dan bekerja dengan
tegangan 5V maka kondisi ini disebut LOW ACTIVE.
Pada Percobaan kali ini praktikan menggunakan LCD 16x2 yang
artinya LCD tersebut terdiri dari 16 kolom dan 2 baris, jadi jumlah
karakter yang dapat ditulis pada LCD tersebut adalah 32 karakter (tulisan).
Untuk nama kolom dan barisnya sendiri, menggunakan bilangan cacah.
Baris dan kolom pertama merupakan 0, sehingga untuk penulisan kolom
yaitu 0-15, serta untuk baris 0 dan 1.

Pin LCD nomor 4 (RS) merupakan Register Selector yang


berfungsi untuk memilih Register Kontrol atau Register Data. Register
kontrol digunakan untuk mengkonfigurasi LCD. Register Data digunakan
untuk menulis data karakter ke memori display LCD.
Pin LCD nomor 5 (RW) digunakan untuk memilih aliran data apakah
READ ataukah WRITE. Karena kebanyakan fungsi hanya untuk membaca
data dari LCD dan hanya perlu menulis data saja ke LCD, maka kaki ini
dihubungkan ke GND (WRITE).
Pin LCD nomor 6 (ENABLE) digunakan untuk mengaktifkan LCD
pada proses penulisan data ke Register Kontrol dan Register Data LCD.

Gambar 7.1 Susunan Pin LCD


1. Percobaan 1 (Menampilkan Teks pada layar LCD)
 Analisis pemrograman

Gambar 7.2 Simulasi proteus percobaan 1

Pada percobaan pertama yakni menampilkan teks pada layar LCD.


Langkah pertama yang dilakukan adalah membuat program dan
mensimulasikan pada board arduino di Proteus . seperti pada gambar
diatas kita setting Pin RS di sambungkan dengan pin arduino digital 2,
Pin E di sambungkan dengan pin arduino digital pin 3, karena kita
menggunakan mode 4 bit kita hanya menggunakan 4 dari 8 data pin
yang tersedia yaitu D4-D7 yang masing masing dihubungkan ke pin
digital 4-7, Pin RW di sambungkan dengan ke Ground, Potensio 10
KOhm ke +5v dan GND , dan Pin VEE ke potensio.
Diawal kita mendeklarasikan pada sketch program Sintask program
yang baru didapatkan pada praktikum ini yaitu adanya penambahan
header #include <LiquidCrystal.h>. Setelah itu ditulis LiquidCrystal
lcd(2,3,4,5,6,7); untuk mengaktifkan pin-pin yang akan digunakan.
Setelah itu dilanjutkan pada penulisan fungsi yang terdiri dari 2 fungsi
yaitu fungsi setup () berfungsi untuk mendeskripsikan variable yang
digunakan sedangkan loop() berfungsi untuk menjalankan perintah
terus menerus. Cara penulisan sketch pada fungsi setup() yaitu dengan
menuliskan void setup() yang diikuti tanda “ { ” sebagai pembuka
statement dan tanda “ } ” sebagai penutup statement . Adapun statement
yang digunakan pada fungsi ini yaitu lcd.begin(16, 2) untuk memberi
informasi bahwa terhubung dengan LCD 16 kolom dan 2 baris.
Kemudian untuk menampilkan teks padaLCD digunakan perintah
lcd.print("Arduino Uno"); apabila dalam menampilkan teks pada baris
pertama tidak didahului lcd.setCursor artinya Teks akan di tulis pada
kolom 0, dan baris 0. sedangkan fungsi loop() berfungsi untuk
menjalankan perintah terus menerus.

 Analisis hasil percobaan secara praktek

Gambar 7.3 Percobaan secara praktik menampilkan teks pada lcd

Percobaan secara praktik dilakukan dengan menggunakan board


Arduino yang channelnya dihubungkan dengan kabel jumper male-
female. Adapun channel yang digunakan pada percobaan ini adalah
channel CN1 yang berfungsi untuk menghubungkan tegangan 5V dan
0V, serta CN3 yang merupakan control LCD, CN3 pin 1 (pin RS)di
sambungkan dengan pin arduino digital 2, Pin 2 (Pin EN) di
sambungkan dengan pin arduino digital pin 3, karena kita
menggunakan mode 4 bit kita hanya menggunakan 4 dari 8 data pin
yang tersedia yaitu D4-D7 yaitu pin 4, 5 dan 6 CN 3 yang masing
masing dihubungkan ke pin digital 4-7.
2. Percobaan 2 (Kontrol lampu LED menggunakan Push Button dan
menampilkan ke LCD)
 Analisis Pemrograman

Gambar 7.4 Simulasi Percobaan 2

Pada percobaan kedua yakni kontrol lampu LED menggunakan


Push Button dan menampilkan ke LCD. Langkah pertama yang
dilakukan adalah membuat program dan mensimulasikan pada board
arduino di Proteus . sama dengan percobaan sebelumnya namun pada
percobaan ini digunakan push button untuk menampilkan teks pada
LCD serta menyalakan LED seperti pada percobaan 1 namun
ditambahkan input berupa push button dan Output berupa LED Jadi
pada modul ini, button akan mengirim data ke Arduino, yang berarti
button di sini berfungsi sebagai input data dari Arduino, jadi pin
arduino yang terhubung ke button merupakan pin input. Data yang
dikirim ke arduino dapat mempengaruhi data keluaran pada pin-pin
output Arduino. Maka dari itu pada modul ini button dapat. Pada
gambar diatas kita setting Pin RS di sambungkan dengan pin arduino
digital 2, Pin E di sambungkan dengan pin arduino digital pin 3, karena
kita menggunakan mode 4 bit kita hanya menggunakan 4 dari 8 data pin
yang tersedia yaitu D4-D7 yang masing masing dihubungkan ke pin
digital 4-7, Pin RW di sambungkan dengan ke Ground, Potensio 10
KOhm ke +5v dan GND , dan Pin VEE ke potensio. pin 8 sebagai
INPUT dan pin 13 sebagai OUTPUT. kemudian input bernilai HIGH.
Diawal kita mendeklarasikan pada sketch program Sintask program
yang baru didapatkan pada praktikum ini yaitu adanya penambahan
header #include <LiquidCrystal.h>. Setelah itu ditulis LiquidCrystal
lcd(2,3,4,5,6,7); untuk mengaktifkan pin-pin yang akan digunakan.
Setelah itu dilanjutkan pada penulisan fungsi yang terdiri dari 2 fungsi
yaitu fungsi setup () berfungsi untuk mendeskripsikan variable yang
digunakan sedangkan loop() berfungsi untuk menjalankan perintah
terus menerus.
Cara penulisan sketch pada fungsi setup() yaitu dengan menuliskan
void setup() yang diikuti tanda “ { ” sebagai pembuka statement dan
tanda “ } ” sebagai penutup statement . Adapun statement yang
digunakan pada fungsi ini yaitu lcd.begin(16, 2) untuk memberi
informasi bahwa terhubung dengan LCD 16 kolom dan 2 baris. 8
didefinisikan sebagai masukan (pinMode( 8, INPUT)) dan 13 sebagai
keluaran (pinMode(13, OUTPUT)); . Pada program utama loop ()
pertama dibaca dulu tombolnya (tombol = digitalRead (8)); ini
berfungsi untuk membaca keaadan nilai digital dengan menentukan
terlebih dahulu variable pembaca dan variable yang dibaca pada
percobaan ini tombol sebagai variable pembaca dan (8) sebagai variable
yang dibaca. Kemudian diperiksa aoakah dalam kondisi LOW atau
ditekan (if (tombol == LOW)); Jika memang ditekan, maka LED
dihidupkan (digitalWrite(13,HIGH)) sebaliknya LED akan dimatikan
(digitalWrite(13,LOW)) Perintah if…else mengartikan jika pushbutton
ditekan maka push button terhubung ke ground dan akan bernilai LOW.
Dengan ini akan membuat Led dapat menyala. Sedangkan jika push
buttonnya tidak ditekan maka tidak akan tersambung ke ground
sehingga bernilai HIGH dan menyebabkan led tidak menyala.
Saat tombol ditekan maka lampu akan menyala dan LCD akan
menampilkan Teks sesuai dengan yang telah diprogram lcd.print("LED
ON"); begitupula sebaliknya saat tombol tidak ditekan maka lampu led
tidak akan nyala dan pada LCD akan menampilkan teks LED OFF .
ditambahkan perintah lcd.clear(); untuk menghapus tulisan pada
layar.Kemudian masing-masing diberi delay selama 100 ms agar tulisan
yang ditampilkan pada LCD tidak berkedip-kedip.
 Analisis hasil percobaan secara praktek

Gambar 7.5 Hasil percobaan secara praktek percobaan 2 saat


tombol ditekan

Gambar 7.6 Hasil percobaan secara praktek percobaan 2 saat


tombol tidak ditekan

Percobaan secara praktik dilakukan dengan menggunakan board


Arduino yang channelnya dihubungkan dengan kabel jumper male-
female. Adapun channel yang digunakan pada percobaan ini adalah
channel CN1 yang berfungsi untuk menghubungkan tegangan 5V dan
0V, CN3 yang merupakan control LCD, CN3 pin 1 (pin RS)di
sambungkan dengan pin arduino digital 2, Pin 2 (Pin EN) di
sambungkan dengan pin arduino digital pin 3, karena kita
menggunakan mode 4 bit kita hanya menggunakan 4 dari 8 data pin
yang tersedia yaitu D4-D7 yaitu pin 4, 5 dan 6 CN 3 yang masing
masing dihubungkan ke pin digital 4-7, CN12 yang merupakan control
Push Button, CN 12 pin 1 yang dihubungkan pada pin 8 digital
arduino, serta CN 6 yang merupakan control led sebagai output ,
dimana CN 6 pin 1 dihubungkan ke pin 13 digital arduino. Apabila
simulasinya sudah sesuai dengan yang diinginkan barulah program sketch
yang sudah dibuat tadi diupload ke dalam board modul Arduino Uno.

3. Percobaan 3 (Menampilkan Karakter pada LCD)


 Analisis Pemrograman

Gambar 7.7 Simulasi Percobaan 3

Pada percobaan terakhir, Langkah pertama yang dilakukan adalah


mensimulasikan pada board arduino di Proteus. Seperti pada gambar di
atas,sama dengan percobaan pertama yang membedakannya dari segi
pemrograman pada arduino. Diawal kita mendeklarasikan pada sketch
program Sintask program yang baru didapatkan pada praktikum ini
yaitu adanya penambahan header #include <LiquidCrystal.h>. Setelah
itu ditulis LiquidCrystal lcd(2,3,4,5,6,7); settingan awal yang berfungsi
untuk konfigurasi pin. Untuk membentuk karakter seperti hati, smile
digunakan instruksi sebagai berikut
byte hati[8] = { byte smile[8] = {
0b00000, 0b00000,
0b01010, 0b00000,
0b11111, 0b01010,
0b11111, 0b00000,
0b11111, 0b00000,
0b01110, 0b10001,
0b00100, 0b01110,
0b00000 0b00000
}; };

kedua karakter itu kita buat dengan mendefinisikan pada variable ‘hati’
dengan penulisan syntax byte hati [8] . dalam membentuk karakter ini ,
isinya angka 0 dan 1 agar bisa di terjemahkan oleh program arduino..
Nilai variable tersebut mewakili ‘dot’ atau titik mana yang ‘on’ dan titik
mana yang ‘off’ pada LCD. satu kotak LCD (tempat untuk 1 karakter)
terdiri dari titik – titik yang disusun secara matrik. terdapat 8 baris dan 5
kolom. titik diharapkan ‘on’ maka diisi dengan ‘1’, sebaliknya jika
‘titik’ diharapkan ‘off’ maka diisi ‘0’.

Adapun statement yang digunakan pada fungsi setup () ini yaitu


Dengan menggunakan funtion pada library LiquidCrystal, yakni
lcd.createChar(), memungkinkan untuk membuat tampilan karakter
unik pada LCD, karakter ini memiliki ukuran 5 pixels dan tinggi 8
pixels..Tampilan dari setiap karakter tersebut ditentukan oleh array dari
data 8 bit untuk setiap barisnya. Dengan lima bit paling belakang
terkecil (LSB), dari setiap data menentukan pixel pada baris
tersebut.pada fungsi setup lcd.begin(16, 2) untuk memberi informasi
bahwa terhubung dengan LCD 16 kolom dan 2 baris. Kemudian
lcd.setCursor(3,0); artinya karakter akan di tulis pada kolom 3, dan
baris 0 setelah perintah ini karakter dapat ditampilkan dengan lcd.print
("I"); untuk menampilkan karakter I , pada fungsi setup ini juga
ditambahkan lcd.write (1) , untuk menuliskan data pada lcd , 1 disini
merupakan data untuk menampilkan karakter hati

Setelah selesai membuat program sketch nya maka selanjutnya


mengompile program yang telah dibuat tersebut sampai muncul
keterangan “Done Compiling” yang menandakan proses compiling nya
telah berhasil. Selanjutnya memasukkan program sketch ke proteus
untuk mensimulasikan rangkaian. Apabila simulasinya sudah sesuai
dengan yang diinginkan barulah program sketch yang sudah dibuat tadi
diupload ke dalam board modul Arduino Uno.

 Analisis secara praktek

Gambar 7.8 Percobaan secara praktek dalam menampilkan karakter

Percobaan secara praktik dilakukan dengan menggunakan board


Arduino yang channelnya dihubungkan dengan kabel jumper male-
female. Adapun channel yang digunakan pada percobaan ini adalah
channel CN1 yang berfungsi untuk menghubungkan tegangan 5V dan
0V, serta CN3 yang merupakan control LCD, CN3 pin 1 (pin RS)di
sambungkan dengan pin arduino digital 2, Pin 2 (Pin EN) di
sambungkan dengan pin arduino digital pin 3, karena kita
menggunakan mode 4 bit kita hanya menggunakan 4 dari 8 data pin
yang tersedia yaitu D4-D7 yaitu pin 4, 5 dan 6 CN 3 yang masing
masing dihubungkan ke pin digital 4-7.Dari rangkaian Gambar 7.8
Led dan LCD` akan menyala sesuai dengan program yang telah dibuat
.
VIII. KESIMPULAN

a. Pembuatan layout simulasi rangkaian output LCD di proteus dilakukan


dengan memasangkan pin yang sesuai. Misalnya adalah memasang pin
RS pada pin 2 digital arduino.
b. Pembuatan sintaks program percobaan satu hingga percobaan tiga
dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak IDE Arduino
menggunakan fungsi setup () dan loop () yang merupakn funtion pada
library LiquidCrystal, yakni lcd.setCursor,lcd.print ,lcd.createChar, dan
lcd.write
c. Setelah menyelesaikan simulasi di aplikasi proteus, maka
pengimplementasian di perangkat secara langsung telah berhasil dengan
memasangkan pin yang sesuai, menghubungkan daya dan ground, serta
menghubungkan Arduino dengan sintaks yang telah dibuat di aplikasi
IDE Arduino.
IX. DAFTAR PUSTAKA
https://teknikelektronika.com/pengertian-lcd-liquid-crystal-display-
prinsip-kerja-lcd/
https://skemaku.com/pengertian-lcd-kelebihan-dan-kekurangan-lcd/
https://timur.ilearning.me/2018/03/09/pengertian-lcd-display/
http://ilmuef.blogspot.com/2013/11/liquid-crystal-display-lcd-
adalah_9490.html
http://belajarelektronika.net/pengertian-dan-prinsip-kerja-lcd/
X. LAMPIRAN

Gambar 10.1 Percobaan menampilkan teks pada lcd


Gambar 10.2 Percobaan control led dengan menggunakan push button dan
menampilkan ke lcd

Gambar 10.3 Percobaan control led menampilkan karakter hati dan smile

Anda mungkin juga menyukai