Anda di halaman 1dari 3

BROKEN HEART

Oleh APRIL HAMARO

Aku menyesal telah percaya dengan semua kata-katamu. Kau adalah lelaki pertama yang
kuizinkan bersemayam di dalam hatiku. Dan sekarang, perlahan kau retakkan rasa cintaku dan
menghancurkan hatiku.
Aku benci kamu Boy.
Broken Heart, 1 Juli 2009
Sejuknya angin malam seakan tiada terasa. Dedaunan saling berbisik menyaksikan kegelisahan
yang tengah dihadapi oleh Viona.
“Benci...benci..benciii,” Teriak Viona.
“Vi...sabar yah. Boy bukan cinta sejatimu,” Sani mengelus rambut Viona.
“Tapi aku sayang dia San,” Viona berbalik memeluk Sani sahabatnya.
“Iya Vi...kamu harus kuat. Jangan cengeng dong. Entar dia malah merasa hebat dengan
banyaknya air mata yang kamu jatuhkan untuknya,” Sani mencoba untuk memberikan ketenangan pada
Viona.
“Kau benar San. Aku nggak boleh sedih kayak gini,” Ucap Viona menyeka air matanya, dan
menyunggingkan senyuman pada sahabatnya Sani.
“Ini Viona yang aku kenal. Ceria, semangat dan kuat,” Ujar Sani.
Sani adalah sahabat Viona, rumahnya tak jauh dari tempat Viona.
***
Seminggu berlalu, Viona mulai terbiasa tanpa Boy. Ia mulai merasa lebih baik dari hari-hari
sebelumnya. “Benar kata Sani, dia memang bukan cinta sejatiku,” Guman Viona dalam hati.
“Hei....Viii,” Sani mengagetkan Viona dari belakang.
“Sani. Kau mengagetkanku. Takkan ku maafkan,”
“Sekali saja bukan jadi masalah kan,” Sani mencolek lengan Viona.
“Ehmm...akibatnya kau harus nginap malam ini di rumahku. Bantu aku untuk party ultahku
besok. Please...,” Kata Viona memohon dengan senyuman jailnya.
“Untuk mendapatkan maafmu. Of course. Why not?,”
“Oke. You are my best friend,” Viona tersenyum manis pada sahabat terbaiknya itu.
***
Malam kebahagiaan Viona telah tiba. Kini ia menginjak usia 21 tahun. Viona tampak bingung
untuk sesi pemilihan slop yang akan dipakainya.
“Semuanya udah pada ngumpul Vi. Ayo...cepetan,” Seru Sani dari balik pintu kamar Viona.
“San...slop ini cocok nggak sih?uhmmm....kalau yang itu gimana?,” Kata Viona kebingunan.
Sani sedari tadi memegang HP_nya tanpa menjawab satu pun pertanyaan Viona.
“HP nya ditaruh dulu lah San. Coba deh nilai gimana slop yang ini?,” Viona kembali bertanya.
“Ehmm...cocok Vi. Kamu cantik dengan gaun itu,” Kata Sani tampak gugup.
“Yang aku tanya bukan soal gaung ini San. Tapi slopnya,” Ucap Viona dengan nada lebih keras.
“Sani kenapa yah?kok rada aneh gitu. Aku dicuekin gara-gara sms dan telpon yang selalu bunyi
berkali-kali. Siapa sih dia?nggak biasanya Sani mentingin hal laen ketimbang sahabatnya,”Viona
berguman dalam hati.
***
Dengan gaun berwarna biruSemua mata memandang Viona dengan penuh kekaguman.Yah...itu
karena selama ini Viona memang terkesan alami. Ia memang tak begitu antusias dengan masalah
kosmetik seperti semua cewek pada umumnya.
Semua bersorak menyanyikan selamat ulang tahun untuk Viona. Hingga pada potongan kue,
Viona tampak mencari-cari seseorang di antara banyaknya tamu yang hadir. Pacar?bukan. Viona kan lagi
jomblo. Yang dicarinya adalah sahabatnya Sani.
“Sani kemana yah?tadi bilangnya mau ke toilet. Lama juga,” Kata Viona pada dirinya sendiri.
Viona mulai mencari-cari Sani di setiap sudut ruangan rumahnya. Tetap saja Sani tidak ada.
“Ehm....liat Sani nggak,” Tanya Viona pada salah seorang temannya yang hadir.
“Enggak,”
“Liat Sani nggak,” Tanya Viona lagi pada temannya yang lain.
“Tadi aku liat Sani buru-buru kebagian sana tuh,”Kata seorang wanita yang tak lain adalah
teman Viona sendiri.
Perlahan Viona berjalan menuju arah taman belakang rumahnya. Yah benar, Sani berada disana.
Belum sempat Viona memanggil nama Sani, ia melihat seorang lelaki yang sedang berbicara serius
dengan sahabatnya Sani.
“Ehmm....itu pasti pacarnya Sani. Kok nggak dikenalin ke aku sih?,” Viona bertanya dalam hati.
Viona ingin memberikan kejutan tentang kehadirannya, perlahan ia melangkah tanpa
sepengetahuan Sani dan kekasihnya. Viona mendengar pembicaraan romantis mereka.
“Kau tidak boleh masuk,” Sani seakan mencegah lelaki itu untuk menjadi tamu dalam acara
Viona.
“Sayang. Aku hanya ingin memberi selamat padanya. Aku tahu, kamu cemburu sayang.
Percayalah, aku tidak mungkin mencintainya,” Kata lelaki itu.
“Lelaki itu siapa?mengapa Viona melarang lelaki itu masuk ke rumahku?,” Viona masih bertanya
dalam hati. Rasa penasarannya benar-benar telah memuncak. Dan akhirnya Viona keluar dari
persembunyiannya.
“Sani,” Panggil Viona.
Keduanya berbalik.
“Vi...vi...onaaa,” Ujar Sani gugup.
Lelaki itu sangat kaget melihat Viona.
“Kalian berdua jahat sama aku. Sani...kau sahabatku, kau saudaraku. Aku percaya kamu San.
Tega kamu San. Ku pikir sakit hatiku kemarin adalah hal yang paling menyakitkan,tapi ternyata ini yang
lebih sakit ku rasakan. Sahabat yang aku pecaya, lelaki yang kusayang, keduanya membuatku hancur,”
Air mata Viona mengalir tanpa henti.
Sahabat dan cinta, aku tak bisa memilih diantara keduanya. Sahabat telah menghancurkan
cintaku, sebaliknya Cinta pun telah menghancurkan persahabatanku. Kini aku telah menjadi sang
pencurah hati dalam penah. Hanya Allah tempatku curhat, bukan pada sahabat yang menjelma ular
dibelakangku.
Broken Heart, 10 Juli 2009.

Anda mungkin juga menyukai