Anda di halaman 1dari 4

NOTULEN

Hari/Tanggal : Kamis, 10 Januari 2019

Waktu : Pukul 13.00-15.00 WIB

Acara : Rapat Penetapan Indikator Mutu PPRA

Tempat : Aula RSUD Cempaka Putih

Kesimpulan :

INDIKATOR MUTU PROGRAM PENGENDALIAN RESISTENSI ANTIMIKROBA


a. Perbaikan kuantitas penggunaan antibiotik
Menurunnya konsumsi antibiotik, yaitu berkurangnya jumlah dan jenis antibiotik yang
digunakan sebagai terapi empiris maupun definitif.
b. Perbaikan kualitas penggunaan antibiotik
Meningkatnya penggunaan antibiotik secara rasional (kategori nol, Gyssens) dan
menurunnya penggunaan antibiotik tanpa indikasi (kategori lima, Gyssens).
c. Perbaikan pola sensitivitas antibiotik dan penurunan mikroba multiresisten yang
tergambar dalam pola kepekaan antibiotik secara periodik setiap tahun
d. Penurunan angka infeksi rumah sakit yang disebabkan oleh mikroba multiresisten,
contoh : Methicillin resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dan bakteri penghasil
Extended spectrumbeta – lactamase (ESBL).
e. Peningkatan mutu penanganan kasus infeksi secara multidisiplin, melalui forum
kajian kasus infeksi terintegrasi.

1. Perbaikan kuantitas penggunaan antibiotik


Dimensi mutu Penggunaan AB: Jumlah dan jenis Antibiotik
Tujuan Tergambarnya kuantitas penggunaan jumlah dan jenis
Antibiotik dengan metode DDD
Definisi operasional Antibiotik adalah substrat yang bisa membunuh atau
menghentikan pertumbuhan bakteri dengan cara
menghambat fungsi penting dari sel bakteri
DDD (Defined Daily Dose) adalah dosis harian rata-rata
antibiotik yang digunakan pada orang dewasa untuk
indikasi utamanya
Frekuensi pengumpulan Tahunan
data
Numerator Selisih Jumlah DDD (Defined Daily Dose) tahun ini dengan
Jumlah DDD (Defined Daily Dose) tahun lalu
Denominator Jumlah DDD (Defined Daily Dose) tahun lalu
Sumber data Resep
Standard < 5%
PIC Instalasi Farmasi

2. Perbaikan kualitas penggunaan antibiotik


Dimensi mutu Mutu penggunaan Antibiotik indikasi, pilihan, dosis dan
durasi penggunaan menurut kategori nol, Gyssens
Tujuan Tergambarnya kualitas penggunaan Antibiotik dengan
metode Gyssens
Definisi operasional Evaluasi penggunaan antibiotik selain bertujuan untuk
mengetahui jumlah penggunaan antibiotik di rumah sakit
serta kualitas penggunaan antibiotik, dapat juga sebagai
dasar dalam menetapkan surveilans penggunaan antibiotik
di rumah sakit secara sistematik dan terstandar dan
indikator kualitas layanan rumah sakit
Frekuensi pengumpulan Triwulan
data
Numerator Selisih persentase kategori nol Gyssens triwulan ini
dengan persentase kategori nol Gyssens triwulan lalu
Denominator Persentase kategori nol Gyssens triwulan lalu
Sumber data Rekam Medis
standard > 10%
PIC Tim PPRA

Dimensi mutu Mutu penggunaan Antibiotik indikasi, pilihan, dosis dan


durasi penggunaan menurut kategori lima, Gyssens
Tujuan Tergambarnya kualitas penggunaan Antibiotik dengan
metode Gyssens
Definisi operasional Evaluasi penggunaan antibiotik selain bertujuan untuk
mengetahui jumlah penggunaan antibiotik di rumah sakit
serta kualitas penggunaan antibiotik, dapat juga sebagai
dasar dalam menetapkan surveilans penggunaan antibiotik
di rumah sakit secara sistematik dan terstandar dan
indikator kualitas layanan rumah sakit
Frekuensi pengumpulan Triwulan
data
Numerator Selisih persentase kategori nol Gyssens triwulan ini
dengan persentase kategori nol Gyssens triwulan lalu
Denominator Persentase kategori nol Gyssens triwulan lalu
Sumber data Rekam Medis
standard < 5%
PIC Tim PPRA

3. Perbaikan pola sensitivitas antibiotik dan penurunan mikroba multiresisten


Dimensi mutu Pola kepekaan mikroba
Tujuan Perbaikan pola sensitivitas Antibiotik
Definisi operasional Multidrug resistance adalah kemampuan organisme
penyebab-penyakit untuk bertahan atas obat atau bahan
kimia yang dibuat untuk melawan organisme. Organisme
tersebut dapat merupakan sel patologik
termasuk bakteri dan sel tumor neoplastik.
ESBL adalah : enzim yang mempunyai kemampuan
untuk menghidrolisis antibiotika golongan penicillin,
cephalosporin generasi satu, dua, dan tiga, serta
golongan aztreonam (namun bukan cephamycin
dan carbapenem)
Frekuensi pengumpulan Tahunan
data
Numerator Selisih persentase sensitivitas antibiotik tahun ini dengan
persentase sensitivitas antibiotik tahun lalu
Denominator Persentase sensitivitas antibiotik tahun lalu
Sumber data Hasil peta kuman
Standard > 5%
PIC Tim PPRA
Unit Laboratorium

Dimensi mutu Pola mikroba multiresisten


Tujuan Penurunan resistensi
Definisi operasional Multidrug resistance adalah kemampuan organisme
penyebab-penyakit untuk bertahan atas obat atau bahan
kimia yang dibuat untuk melawan organisme. Organisme
tersebut dapat merupakan sel patologik
termasuk bakteri dan sel tumor neoplastik.
ESBL adalah : enzim yang mempunyai kemampuan
untuk menghidrolisis antibiotika golongan penicillin,
cephalosporin generasi satu, dua, dan tiga, serta
golongan aztreonam (namun bukan cephamycin
dan carbapenem)
Frekuensi pengumpulan Tahunan
data
Numerator Selisih persentase resistensi antibiotik tahun ini dengan
persentase resistensi antibiotik tahun lalu
Denominator Persentase resistensi antibiotik tahun lalu
Sumber data Hasil peta kuman
standard < 5%
PIC Unit Laboratorium
Tim PPRA

4. Penurunan angka infeksi rumah sakit yang disebabkan oleh mikroba


multiresisten
Dimensi mutu Angka infeksi mikroba multiresisten : MRSA & ESBL
producers
Tujuan Penurunan insiden infeksi mikroba multi resisten
Definisi operasional Multidrug resistance adalah kemampuan organisme
penyebab-penyakit untuk bertahan atas obat atau bahan
kimia yang dibuat untuk melawan organisme. Organisme
tersebut dapat merupakan sel patologik
termasuk bakteri dan sel tumor neoplastik.
ESBL adalah : enzim yang mempunyai kemampuan untuk
menghidrolisis antibiotika golongan penicillin,
cephalosporin generasi satu, dua, dan tiga, serta
golongan aztreonam (namun bukan cephamycin
dan carbapenem) .
Frekuensi pengumpulan Tahunan
data
Numerator Selisih persentase angka infeksi rumah sakit yang
disebabkan oleh mikroba multiresisten tahun ini dengan
persentase angka infeksi rumah sakit yang disebabkan
oleh mikroba multiresisten tahun lalu
Denominator Persentase angka infeksi rumah sakit yang disebabkan
oleh mikroba multiresisten tahun lalu
Sumber data Hasil peta kuman
standard < 5%
PIC Unit Laboratorium
Tim PPRA

5. Peningkatan mutu penanganan kasus infeksi secara multidisiplin


Dimensi mutu Mutu tata laksana penanganan kasus infeksi secara
multidisiplin yaitu dengan kajian terintegrasi
Tujuan Peningkatan mutu penanganan infeksi secara multi disiplin
Definisi operasional Infeksi merupakan proses invasi dan multiplikasi berbagai
mikroorganisme ke dalam tubuh (seperti bakteri, virus,
jamur, dan parasit), yang saat dalam keadaan normal,
mikroorganisme tersebut tidak terdapat di dalam tubuh.
Frekuensi pengumpulan Enam bulanan
data
Numerator Selisih Persentase penanganan kasus infeksi secara
multidisiplin tahun ini dengan persentase penanganan
kasus infeksi secara multidisiplin pada tahun lalu
Denominator Persentase penanganan kasus infeksi secara multidisiplin
pada tahun lalu
Sumber data Rekam Medis
standard > 5%
PIC Tim PPRA
Komite Medik
Instalasi Farmasi
Keperawatan

Notulis

Rizky Astria, S.Farm, Apt