Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN PROGRAM PENGENDALIAN

RESISTENSI ANTIMIKROBA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CEMPAKA PUTIH


TAHUN 2018
BAB I
PENDAHULUAN

A. PROFIL RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CEMPAKA PUTIH

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cempaka Putih merupakan Unit


Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan
perorangan di Kecamatan. RSUD Cempaka Putih dipimpin oleh seorang Direktur
yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas
Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. RSUD Cempaka Putih mempunyai tugas
melaksanakan pelayanan kesehatan perorangan paripurna bersendikan upaya.
kuratif, rehabilitatif dan promotif serta melaksanakan upaya rujukan.

Gedung Rumah Sakit merupakan peralihan dari Gedung Puskesmas


Kecamatan Cempaka Putih, sesuai dengan Keputusan Gubernur Provinsi DKI
Jakarta nomor 1024 tahun 2014 tentang Penetapan Pusat Kesehatan Masyarakat
menjadi Rumah Sakit Umum yang direvisi menjadi Keputusan Gubernur Provinsi
DKI Jakarta nomor 2451 tahun 2016 tentang Penetapan Pusat Kesehatan
Masyarakat Kecamatan menjadi Rumah Sakit Umum Daerah. Rumah Sakit Umum
Daerah Cempaka Putih berlokasi di Jl.Rawasari Selatan No 1 Jakarta Pusat,
dibangun diatas lahan 1350 M² dengan luas bangunan 3499,2 M² (terdiri dari empat
lantai).

Organisasi dan Tata Kerja RSUD Cempaka Putih berdasarkan pada


Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 388 Tahun 2016 tentang
Pembentukan Organisasi dan Tata kerja Rumah Sakit Umum Daerah Kelas D, yang
merupakan revisi dari Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 128 Tahun
2014. RSUD Cempaka Putih dipimpin oleh seorang Direktur dan dibantu oleh
seorang Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan dua orang Kepala Seksi yaitu Kepala
Seksi Pelayanan Medik dan Kepala Seksi Penunjang dan Keperawatan

RSUD Cempaka Putih dibentuk dengan tujuan untuk mempermudah/


mendekatkan akses kesehatan di tengah-tengah warga Jakarta, khususnya di
Kecamatan Cempaka Putih; menyelenggarakan pelayanan medik umum, spesialis
dasar, spesialis penunjang medik, keperawatan dan kebidanan, penunjang klinik dan
non klinik, kegawatdaruratan, rujukan dan ambulans; melindungi masyarakat selaku

1
pengguna jasa layanan kesehatan agar mendapatkan layanan yang lebih
berkualitas, aman dan nyaman; serta memberikan pelayanan yang berwawasan
pada kepuasan masyarakat sebagai pelanggan.

B. JUMLAH TEMPAT TIDUR

Rumah Sakit Umum Daerah Cempaka Putih memiliki 32 tempat tidur, dengan
rincian sebagai berikut.

Tabel 1. Jumlah Tempat Tidur di RSUD Cempaka Putih

No Jenis Tenaga Jumlah Tempat Tidur


1 Rawat Inap Anak (Edelweis) 10
2 Rawat Inap Dewasa Perempuan (Tulip) 5
3 Rawat Inap Dewasa Laki-laki (Kenanga) 3
4 Ruang Post Op ( Mawar ) 2
5 Ruang Non Infeksi ( Melati) 4
6 Rawat Gabung Bersalin 3
7 Isolasi 1
8 HCU 1
9 Perina 3
Rumah Sakit Umum Daerah Cempaka Putih memiliki sumber daya manusia
berjumlah 205 (dua ratus lima) pegawai dengan rincian sebagai berikut.

a. Menurut Jenis Pendidikan

Tabel 2. Sumber Daya Manusia berdasarkan Jenis Pendidikan di RSUD


Cempaka Putih

NO JABATAN JUMLAH

1 Dokter Spesialis 18
2 Dokter Umum 17
3 Dokter Gigi 3

4 Ners 1

5 Apoteker 4

2
6 S1 Kesehatan 3

7 S1 Umum 5

8 D4 Kesehatan 2

9 D3 Kesehatan 86

10 D3 Umum 7

11 D1 Kesehatan 2

12 SPK 1

13 SMAK 1

14 SPRG 1

15 SMA / SMK 54

b. Menurut Jenis Tenaga

Tabel 3. Sumber Daya Manusia berdasarkan Jenis Tenaga di RSUD Cempaka


Putih

NO JABATAN JUMLAH

1 Struktural 4

2 Medis 36

3 Keperawatan 60

4 Penunjang Medis 40

5 Non Medis 65

C. FASILITAS PELAYANAN

1. Poli Gigi
2. Poli Bedah
3. Poli Kulit
4. Poli Anak
5. Poli Penyakit Dalam
6. Poli Mata

3
7. Poli THT dan Audiometri
8. Poli Obgyn
9. Poli Rehab Medik

4
D. PROGRAM KERJA PPRA RSUD CEMPAKA PUTIH

TABEL 4
KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
PROGRAM KERJA TIM PPRA RSUD CEMPAKA PUTIH
APRIL-DESEMBER 2018
No Jenis Program Jenis Kegiatan Rincian Waktu Cara Melakukan Sasaran Instrumen
Kegiatan Pelaksanaan Kegiatan Penilaian
1. Regulasi Menyusun Menyusun April 2018-Juli  Membuat template  Sasaran Umum Template
Penggunaan regulasi kebijakan dan 2018 penggunaan Tersedianya penggunaan
Antimikroba penggunaan panduan antimikroba empirik regulasi antimikroba
antimikroba penggunaan dan profilaksis sesuai penggunaan
empirik dan antimikroba diagnose pasien antimikroba
profilaksis empirik dan  Mengadakan rapat tim empirik dan
profilaksis PPRA dan semua profilaksis
klinisi setiap unit untuk  Sasaran Khusus
membahas isi 100% Kebijakan
template dan panduan
 Menyusun panduan penggunaan
penggunaan antimikroba
antimikroba empirik empiric dan
dan profilaksis profilaksis RSUD
berdasarkan template Cempaka Putih
yang sudah terisi telah selesai

5
2. Edukasi dan  Diklat Internal  Diklat internal  Setiap 6 Menggunakan metode  Sasaran Umum: Checklist
Pelatihan Staf, terdiri dari bulan ceramah dan tanya Seluruh peserta Penilaian
Pasien dan sosialisasi jawab diklat dapat
Pengunjung PPRA yang memahami materi
dilakukan PPRA
oleh tim  Sasaran Khusus:
PPRA ke 100% Seluruh
 Diklat semua unit peserta diklat
Eksternal  Diklat  Setiap 12 dapat memahami
eksternal bulan materi PPRA
terdiri dari
Seminar/
Workshop/
Pelatihan
 Diklat pasien Nasional
dan  Diklat pasien  Setiap 6
pengunjung dan bulan
pengunjung
terdiri dari
sosialisasi
PPRA yang
dilakukan
oleh tim
PPRA ke
semua unit

6
3. Kultur Kultur spesimen Melakukan Sebelum  Melakukan  Sasaran Umum: Hasil kultur
spesimen pasien rawat kultur spesimen pemberian koordinasi dengan Pasien rawat inap
pasien inap yang yang menjadi antibiotik di DPJD Anak agar anak dengan
menjadi fokus fokus infeksi UGD dan rawat melakukan rujukan riwayat rawat inap
infeksi pada pasien inap pemeriksaan kultur rawat inap
rawat inap anak spesimen yang sebelumnya ≥ 3 x
dengan kriteria menjadi fokus infeksi dalam 12 bulan
tertentu pada pasien rawat terakhir atau ≥ 2 x
inap anak dengan dalam 6 bulan
kriteria tertentu yaitu terakhir atau ≥ 1 x
riwayat rawat inap dalam 1 bulan
sebelumnya ≥ 3 x terakhir diperiksa
dalam 12 bulan kultur spesimen
terakhir atau ≥ 2 x fokus infeksinya
dalam 6 bulan  Sasaran Khusus
terakhir atau ≥ 1 x 100% Pasien
dalam 1 bulan rawat inap anak
terakhir dengan riwayat
 Melakukan rawat inap rawat
koordinasi dengan inap sebelumnya ≥
unit laboratorium 3 x dalam 12 bulan
untuk pengambilan terakhir atau ≥ 2 x
dan hasil kultur dalam 6 bulan
terakhir atau ≥ 1 x
dalam 1 bulan
terakhir diperiksa
kultur spesimen
fokus infeksinya

7
4. Surveilans  Surveilans  Melakukan Setiap 12 bulan  Melakukan  Sasaran Umum:  Data
Antimikroba Pola audit kualitatif perhitungan DDD 1. Perhitungan DDD pemakaian
Penggunaan dan kuantitatif semua antibiotik dilakukan pada antibiotik
Antimikroba penggunaan yang digunakan di semua antibiotik  Rekam
antimikroba seluruh unit yang dipakai di medik
 Melakukan audit seluruh unit
kualitatif 2. Penilaian dengan
 Membuat penggunaan metode Gyssens
 Surveilans pola/peta kuman antibiotik di rawat dilakukan
Pola sesuai dengan inap anak dan RB terhadap semua
Resistensi hasil kultur dengan metode pasien rawat
Antimikroba Gyssens inap Anak dan
RB
 Melakukan rekapan  Sasaran Khusus
hasil kultur yang ada 1. 100% antibiotik
selama setahun yang dipakai di
dengan melakukan seluruh unit
pencatatan terhadap dilakukan
antibiotik yang perhitungan DDD
resisten dengan 2. 100% pasien
mikroba tertentu rawat inap anak
serta membuat dan RB yang
restriksi terhadap mendapatkan
antibiotik yang masih antibiotik dinilai
sensitif dengan metode
Gyssens
5. Forum Kajian Pembahasan Melakukan Setiap 6 bulan Melakukan pertemuan  Sasaran Umum: Metode
Kasus Kasus di Rawat pertemuan antara tim PPRA Terlaksananya Gyssens
Terintegrasi Inap untuk dengan DPJP unit forum kajian kasus
membahas terkait kasus pasien terintegrasi

8
kasus di rawat yang akan dibahas  Sasaran Khusus:
inap 1 kasus pasien
rawat inap dibahas
dalam forum kajian
terintegrasi setiap 6
bulan
6. Pelaporan  Pelaporan  Melakukan Setiap 12 bulan  Melakukan pelaporan  Sasaran Umum
penggunaan pola mikroba pelaporan hasil hasil evaluasi kultur 1. Hasil evaluasi
antimikroba dan evaluasi kultur spesimen fokus infeksi kultur
dan pola kepekaannya spesimen focus pasien rawat inap spesimen
mikroba infeksi anak dan RB melalui dilaporkan ke
rapat berkala dengan Direktur dan
Direktur dan Komite PPRA
 Pelaporan  Melakukan mengirimkan laporan Pusat
pola pelaporan hasil ke Komite PPRA 2. Hasil evaluasi
penggunaan evaluasi jumlah Pusat jumlah
antimikroba penggunaan penggunaan
secara antibiotik dan  Melakukan pelaporan antibiotik
kuantitas dan kualitas hasil evaluasi jumlah dilaporkan ke
kualitas penggunaan penggunaan antibiotik Direktur dan
antibiotik (dengan perhitungan Komite PPRA
DDD) dan kualitas Pusat
penggunaan antibiotik a. Sasaran
(dengan metode Khusus
Gyssens) melalui 1. 100% Hasil
rapat berkala dengan evaluasi kultur
Direktur dan spesimen
mengirimkan laporan dilaporkan ke
ke Komite PPRA Direktur dan
Pusat Komite PPRA

9
Pusat
2. 100% Hasil
evaluasi
jumlah
penggunaan
antibiotik
dilaporkan ke
Direktur dan
Komite PPRA
Pusat

10
TABEL 5
JADWAL KEGIATAN
PROGRAM KERJA TIM PPRA
APRIL – DESEMBER 2018
DI RSU DAERAH CEMPAKA PUTIH

N Kegiatan PIC WAKTU PELAKSANAAN


o Jan Feb Mart Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des
1 Menyusun Tim
regulasi PPRA
penggunaan
antimikroba
empirik dan
profilaksis
2 Edukasi &
Pelatihan Staf :
a. Internal : Tim
Pendidikan PPI
dan
pelatihan
internal
kepada
seluruh
karyawan
meliputi
sosialisasi
PPRA

b. Eksternal :
Pendidikan
dan IPCO
pelatihan
eksternal
dilakukan

11
dengan
mengirim
staf untuk
mengikuti
seminar/wo
rkshop/pela
tihan
c. Pasien dan Tim
Pengunjun PPRA
g:
Sosialisasi
kepada
pasien dan
pengunjun
g melalui
seminar,
leaflet,
banner,
dan poster
mengenai
pengendali
an
resistensi
antimikroba
3 Kultur spesimen DPJP,
pasien rawat Unit
inap yang Labor
menjadi fokus atoriu
infeksi m,
Peraw
at,
Bidan
4 Surveilans Tim

12
Antimikroba PPRA
a.Pola Unit
Penggunaan Lab
Antimikroba

b. Surveilans Tim
Pola Resistensi PPRA
Antimikroba Unit
Farma
si
5 Pembahasan Tim
Kasus di Rawat PPRA
Inap DPJP
6 Pelaporan Tim
penggunaan PPRA
antimikroba dan
pola mikroba

13
BAB II

STRUKTUR ORGANISASI RUMAH SAKIT

Struktur Organisasi Tim Penyelenggara Pengendalian Resistensi Antibiotik (PPRA)


merupakan bagan yang menggambarkan alur koordinasi dan fungsi Organisasi. Anggota
Tim PPRA merupakan Klinisi Perwakilan Unit, Keperawatan, Unit Farmasi, Unit
Laboratorium, Komite PPIRS, Komite Farmasi Terapi (KFT) yang bekerja di RSUD
Cempaka Putih. Tim PPRA merupakan tim yang bertugas dalam penyusunan kebijakan
penggunaan ditingkat rumah sakit, dilengkapi dengan berbagai standar prosedur
operasional (SPO), serta menyusun buku panduan Penggunaan Antibiotik. Dengan
penggunaan antibiotik yang tepat dapat mengendalikan resistensi antibiotik di RSUD
Cempaka Putih.

Struktur Organisasi Tim PPRA RSUD Cempaka Putih

Direktur RSUD Cempaka Putih

Dr. Dewi R Anggraini, M. Kes

Ketua Tim PPRA

dr. Mira Al-Hafiizah Hrp

Wakil Ketua Sekretaris

Rizky Astria Apt Nurul Rohmah, AMd.F

Klinisi Perwakilan Unit Farmasi


Unit
Anggota Tim PPRA
Keperawatan Unit Laboratorium

Komite Komite
PPIRS Farmasi
dan
Terapi

14
BAB III

DAFTAR DOKUMEN PPRA

Dokumen yang dimiliki PPRA sampai akhir tahun 2018 adalah:

1. Surat Keputusan Direktur RSUD Cempaka Putih tentang Penetapan Tim


PPRA
2. Pedoman Pengorganisasian PPRA
3. Pedoman Pelaksanaan PPRA
4. Program Kerja PPRA tahun 2018

Dokumen yang dimiliki PPRA sampai bulan April tahun 2019 adalah:

1. Program Kerja PPRA tahun 2019


2. Panduan Penggunaan Antibiotik Profilaksis dan Terapi

15
BAB IV

PELAYANAN LABORATORIUM MIKROBIOLOGI

A. SUMBER DAYA MANUSIA, SARANA DAN PRASARANA LABORATORIUM

RSUD Cempaka Putih memiliki laboratorium klinik dengan dokter spesialis patologi
klinik sebagai penanggung jawab laboratorium klinik. Namun, RSUD Cempaka Putih
belum memiliki laboratorium mikrobiologi.

Sumber Daya Manusia

TABEL 6. SUMBER DAYA MANUSIA DI LABORATORIUM KLINIK

NO PROFESI JUMLAH KETERANGAN


1 Dokter Spesialis 1 Penanggung jawab
Patologi Klinik Laboratorium
2 D3 Analis Kesehatan 7  Satu ATLM sebagai
koordinator laboratorium
 Tujuh orang sebagai
pelaksana

Sarana dan Prasarana


1. Biosafety cabinet (Biobase)
2. Humacount
3. Humastar 100
4. Zenix
5. Bilirubinmeter
6. Rotator
7. Roller
8. Mikroskop
9. Elektrolit analyser

B. PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI SENDIRI

RSUD Cempaka Putih mengadakan pemeriksaan mikrobiologi BTA sputum metode


mikroskopik.
16
C. PEMERIKSAAN MIKROBIOLOGI RUJUKAN

RSUD Cempaka Putih mengadakan rujukan ke Laboratorium RS Islam Cempaka


Putih untuk pemeriksaan:

1. Kultur cairan tubuh


2. Kultur darah
3. Kultur urine
4. Kultur pus
5. Kultur fokus infeksi lainnya

D. ANTIBIOGRAM TAHUN 2018

Terlampir.

17
E. PROPORSI SENSITIVITAS ANTIBIOTIK DI RUMAH SAKIT

 E.coli ESBL
x 100%
E. coli total
1
= x 100%
3
= 33,3 %
 K. pneumoniae ESBL
x 100%
K. pneumoniae total
0
= x 100%
0
=0%

 E.coli + K.pneumoniae + P.aeruginosa + A.baumanii yang tidak peka terhadap Karbapenem


x 100%
4
0
= x 100%
4
=0%

18
 MRSA
x 100%
S. aureus

1
= x 100%
2
= 50 %

19
BAB V
UNIT FARMASI

A. APOTEKER FARMASIS KLINIK

RSUD Cempaka Putih memiliki 1 (satu) farmasis klinik yang merangkap sebagai
Penanggung Jawab Farmasi

B. METODE PENGENDALIAN PELAYANAN ANTIBIOTIK

Pada tahun 2018, metode pengendalian pelayanan antibiotik adalah monitoring


penggunaan antibiotik secara kuantitas yaitu dengan perhitungan DDD.

20
BAB VI
PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI RUMAH SAKIT

A. KUANTITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK

Pada tahun 2018, audit kuantitas penggunaan antibiotik dilakukan di rawat


inap dan rawat jalan tanpa membedakan jumlah penggunaan di tiap unit. Hal ini
disebabkan baru berjalannya PPRA di RSUD Cempaka Putih sehingga kurangnya
pengetahuan untuk melaporkan secara detail penggunaan antibiotik di rumah sakit.

Audit kuantitas penggunaan antibiotik dilakukan pada bulan Januari sampai


Desember 2018 dengan dasar perhitungan total pemakaian obat. Baik jumlah
pasien maupun jumlah hari rawat belum tercatat pada periode surveilans..

21
TABEL 7. PERHITUNGAN DDD ANTIBIOTIK RSUD CEMPAKA PUTIH TAHUN 2018

NO NAMA OBAT KELAS KODE NILAI SEDIAAN KEKUATAN PEMAKAIAN JUMLAH % %


TERAPI ATC DDD 2018 PENGGUNAAN KUMULATIF
(DDD)
1 SEFIXIME 100 MG Antibiotik J01DD08 0.4 G,O 0.1 36400 9,100.00 30.46102284 30.46102284
AMOKSISILIN 500
2 Antibiotik J01CA04 1.5 G,O 0.5 16000 5,333.33
MG 17.85261412 48.31363696
SIPROFLOKSASIN
3 Antibiotik J01MA02 1 G,O 0.5 11000 2,750.00
500 MG 13.55682885 61.8704658
SEFADROKSIL
4 Antibiotik J01DB05 2 G,O 0.5 8100 4,050.00
500 MG 9.205254155 71.07571996
AZITROMISIN 500
5 Antibiotik J01FA10 0.3 G,O 0.5 2850 950
MG 5.913678427 76.98939838
SEFIXIME 100
6 Antibiotik J01DD08 0.4 G,O 0.3 2350 587.5
MG/5 ML syr 4.292995801 81.28239418
AMOKSISILIN 500
MG DAN ASAM
7 Antibiotik J01CR02 1.5 G,O 0.5 1880 522.22
KLAVULANAT 125
MG 3.17999689 84.46239107
SEFTRIAKSON
8 Antibiotik J01DD04 2 G,P 1 1690 845
1000 MG 2.828523549 87.29091462
AMOKSISILIN 250
9 Antibiotik J01CA04 1.5 G,O 0.5 1600 400
MG/ 5 ML syr 2.008419088 89.29933371
KLINDAMISIN
10 Antibiotik J01FF01 1.2 G,P 0.5 1060 1,766.67
KAPS 300 MG 1.966577024 91.26591074
LINKOMISIN 500
11 Antibiotik J01FF02 1.8 G,O 1 820 205
MG 1.748068466 93.0139792
LEVOFLOKSASIN
12 Antibiotik J01MA12 0.5 G,O 0.1 684 1,282.50
500 MG 1.673682574 94.68766177
METRONIDAZOLE
13 Antibiotik P01AB01 2 G,O 0.25 600 600
500 MG 1.338946059 96.02660783

22
AMOKSISILIN 250
MG DAN ASAM
14 Antibiotik J01CR02 1.5 G,O 0.5 500 500
KLAVULANAT 125
MG syr 1.258609295 97.28521713
AZITRHROMISIN
15 Antibiotik J01FA10 0.3 G,O 0.25 376 376
SYR 200MG/5 ML 0.96236748 98.24758461
SEFOTAKSIM
16 Antibiotik J01DD01 4 G,P 0.2 230 287.5
1000 MG 0.686209855 98.93379446
SEFADROKSIL
17 Antibiotik J01DB05 2 G,O 0.25 200 33.33
250 MG/5ML 0.376578579 99.31037304
LEVOFLOKSASIN
18 Antibiotik J01MA12 0.5 G,P 0.25 150 112.5
750 MG/ 150ML 0.125526193 99.43589924
AMOKSISILIN 250
19 Antibiotik J01CA04 1.5 G,O 1 80 20
MG KAP 0.111578838 99.54747807
LEVOFLOKSASIN
20 5MG/ML (500MG/ Antibiotik J01MA12 0.5 G,P 1 70 11.67
100 ML) 0.11046305 99.65794112
AMPISILIN
21 SULBAKTAM Antibiotik J01CR01 6 G,P 0.04 60 10
(Vicillin) 0.066947303 99.72488843
METRONIDAZOLE
22 Antibiotik J01XD01 1.5 G,P 0.15 50 6.25
INF 5 MG/ML 0.04128417 99.7661726
SIPROFLOKSASIN
23 Antibiotik J01MA02 0.8 G,P 0.2 49 12.25
INF 2MG/ML 0.041005223 99.80717782
AMPISILIN INJ 1
24 Antibiotik J01CA01 6 G,P 0.5 37 12.33
GR 0.039052593 99.84623041
GENTAMISIN 40
25 Antibiotik J01GB03 0.24 G,P 0.125 35 2.19
mg/ml, @2 ml 0.033473651 99.87970407
KANAMISIN 1 GR
26 Antibiotik J01GB04 1 G,P 1 34 8.5
INJEKSI 0.033473651 99.91317772
AMIKASIN 250
27 Antibiotik J01GB06 1 G,P 0.5 33 33
MG/ML @2 ML 0.030126286 99.943304
SEFTAZIDIM 1000
28 Antibiotik J01DD02 4 G,P 0.75 25 37.5
MG 0.028452604 99.97175661

23
KLINDAMISIN
29 Antibiotik J01FF01 1.2 G,P 0.5 18 9
KAPS 150 MG 0.020921032 99.99267764
METRONIDAZOLE
30 Antibiotik P01AB01 2 G,O 1 10 10
125MG/5ML 0.007322361 100
KOTRIMOKSAZOL
31 Antibiotik J01EE01 0 0 0 5200 -
480 MG 0 100
OFLOXACIN TAB
32 Antibiotik J01MA01 0.4 G,O 0.4 0 -
400 MG 0 100
RIFAMPISIN 450
33 Antibiotik J04AB02 0.6 G,O 0.45 0 -
MG 0 100
TOTAL 51.14

24
0
5
10
15
20
25
30
35
2018
SEFIXIME 100 MG
AMOKSISILIN 500 MG
SIPROFLOKSASIN 500 MG
SEFADROKSIL 500 MG
AZITROMISIN 500 MG

sebesar 25,76%.
SEFIXIME 100 MG/5 ML syr
AMOKSISILIN 500 MG DAN…
SEFTRIAKSON 1000 MG
AMOKSISILIN 250 MG/ 5 ML syr
KLINDAMISIN KAPS 300 MG
LINKOMISIN 500 MG
LEVOFLOKSASIN 500 MG

yaitu Metronidazole 125mg/5ml.


METRONIDAZOLE 500 MG
AMOKSISILIN 250 MG DAN…
AZITRHROMISIN SYR 200MG/5…
SEFOTAKSIM 1000 MG
SEFADROKSIL 250 MG/5ML

25
LEVOFLOKSASIN 750 MG/…
AMOKSISILIN 250 MG KAP

B. KUALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK

belum adanya panduan penggunaan antibiotik.


LEVOFLOKSASIN 5MG/ML…
AMPISILIN SULBAKTAM (Vicillin)
METRONIDAZOLE INF 5 MG/ML
SIPROFLOKSASIN INF 2MG/ML
AMPISILIN INJ 1 GR
GENTAMISIN 40 mg/ml, @2 ml
KANAMISIN 1 GR INJEKSI
AMIKASIN 250 MG/ML @2 ML
SEFTAZIDIM 1000 MG
KLINDAMISIN KAPS 150 MG
METRONIDAZOLE 125MG/5ML
KOTRIMOKSAZOL 480 MG
OFLOXACIN TAB 400 MG
RIFAMPISIN 450 MG
%
GRAFIK 1. PERHITUNGAN DDD ANTIBIOTIK RSUD CEMPAKA PUTIH TAHUN

Hal ini mengalami peningkatan dibandingkan DDD tertinggi pada tahun 2017 yaitu

Pada tahun 2018, belum dilakukan audit kualitas penggunaan antibiotik karena
mg, berturut-turut sebesar 30,5% dan 17,9%. Pemakaian antibiotik paling sedikit
Pemakaian antibiotik terbanyak tahun 2018 adalah Sefixime dan Amoksisilin 500
POLA PATOGEN DAN KEPEKAANNYA TERHADAP
ANTIBIOTIK
RSUD CEMPAKA PUTIH
PERIODE SEPTEMBER 2017-DESEMBER 2018

PENYUSUN:
TIM PPRA

RUMAH SAKIT UMUM DAERAH CEMPAKA PUTIH


TAHUN 2018
LAMPIRAN

POLA MIKROBA DAN KEPEKAAN

Jenis dan Jumlah Spesimen Periode September 2017 – Desember 2018

NO JENIS SPESIMEN JUMLAH PRESENTASE


1 Darah 23 35,38%
2 Urine 35 53,85%
3 Sputum 1 1,54%
4 Sekret vagina 2 3,08%
5 Pus 4 6,15%

Bakteri Patogen Berdasarkan Jenis Spesimen Periode September 2017 –


Desember 2018

NO NAMA BAKTERI JUMLAH PRESENTASE


1 Staphylococcus epidermidis 3 4,61%
2 Staphylococcus aureus 2 3,08%
3 Escheria coli 5 7,69%
4 Pseudomonas sp 3 4,62%
5 Klebsiella ornithinolytica 1 1,54%
6 Tidak ada pertumbuhan 51 78,46%
Pola Sensitivitas dan Resistensi Kuman Gram Positif

AMOXI
CHLO CILLIN
ERYTH CIPROF LEVOF
AMPICI RAMP TETRA AMOXY AMIKACI + CEFOT CEFTRI OFLOX CEFTA DOXYC
ROMYC LOXACI LOXAC
LLIN HENIC CYCLIN CILLIN N CLAVU AXIME AXON ACIN ZIDIME YCLINE
Bakteri N IN N IN
OL LANIC
ACID
%
%S n n %S n %S n %S n %S n %S n %S n %S n %S n %S n %S n %S n %S n
S
S.
66,
epidermi 3 33, 2 33, 33, 66, 33, 33, 33,
7
dis 3 1 0 0 100 3 3 1 3 1 7 2 3 1 0 0 0 0 3 1 0 0 0 0 3 1
S.
2 0 0 0 0 50 1 50 1 0 0 50 1 0 0 50 1 0 0 0 0 50 1 50 1 0 0
aureus 0 0

Pola Sensitivitas Kuman Gram Negatif

AMOX
ICILLI
AMPI CHLOR ERYT GENT TETR AMOX N+ CIPRO CEFO CEFT
AMIK CEFTRI OFLO DOXYCY
CILLI AMPHE HROM AMICI ACYC YCILLI CLAV FLOX TAXIM AZIDI
Bakteri N ACIN AXON XACIN CLINE
N NICOL YCIN N LIN N ULANI ACIN E ME
C
ACID
%S n %S n %S n %S n %S n %S n %S n %S n %S n %S n %S n %S n %S n %S n
Escheria coli 5 40 2 40 2 0 0 60 3 20 1 20 1 60 3 40 2 80 4 80 4 80 4 80 4 80 4 40 2

Klebsiella 1 0 0 100 1 0 0 100 1 100 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 100 1 0 0 0 0


ornithinolytica
Pseudomonas 33, 33, 33, 33, 66, 33,
3 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 33,3 1 2 1 66,7 2
sp 3 3 3 3 7 3