0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
160 tayangan5 halaman

Fisiologi Mata

Sistem protektif mata meliputi kelopak mata, kedipan mata, dan air mata yang berfungsi melindungi dan melumasi mata. Sistem lakrimal memproduksi dan mengeluarkan air mata dari kelenjar lakrimal melalui saluran air mata ke rongga hidung. Fisiologi penglihatan melibatkan iris, lensa, dan retina untuk memfokuskan cahaya ke fotoreseptor dan mengirimkan sinyal ke otak melalui saraf optik dan jalur

Diunggah oleh

dysa ayu shalsabila
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
160 tayangan5 halaman

Fisiologi Mata

Sistem protektif mata meliputi kelopak mata, kedipan mata, dan air mata yang berfungsi melindungi dan melumasi mata. Sistem lakrimal memproduksi dan mengeluarkan air mata dari kelenjar lakrimal melalui saluran air mata ke rongga hidung. Fisiologi penglihatan melibatkan iris, lensa, dan retina untuk memfokuskan cahaya ke fotoreseptor dan mengirimkan sinyal ke otak melalui saraf optik dan jalur

Diunggah oleh

dysa ayu shalsabila
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mekanisme protektif mata

 Kecuali dibagian anterior mata dilindungi oleh kantong tulang tempat mata berada
 Kelopak mata melindungi bagian mata anterior dari gangguan lingkungan.
 Kelopak mata refleks menutup untuk melindungi mata dalam keadaan yang mengancam ,
misalnya benda yang dating cepat, sinar yang menyilaukan, dan situasi ketika bagian bagian mata
yang terpajan atau bulu mata tersentuh.
 Kedipan mata berulang berfungsi menyebarkan air mata yang berfungsi sebagai pelumas, dan
bahan bakterisidal.
Sherwood edisi 8 penulis Lauralee Sherwood

SISTEM LAKRIMASI

Air mata diproduksi secara terus-menerus oleh kelenjar lakrimal di sudut lateral atas dibawah
kelopak mata. Cairan pencuci ini mengalir diatas permukaan anterior mata dan keluar melalui saluran-
saluran halus di sudut mata untuk akhirnya kebagian belakang hidung. System drainase ini tidak dapat
mengatasi produksi air mata yang berlebihan saat kita menangis sehingga air mata meluap dari mata.
Mata juga dilengkapi oleh bulu mata yang bersifat protektif, yang menangkap kotoran halus di udara
seperti debu sebelum masuk ke mata.

System sekresi air mata atau lakrimal terletak di daerah temporal bola mata. System eksresi mulai
pada pungtum lakrimal,kanalikuli lakrimal, sakus lakrimal, ductus nasolacrimal, meatus inferior.

System lakrimal terbagi atas dua bagian yaitu:


 System produksi atau glandula lakrimal. Glandula lakrimal terletak di temporo antero superior
rongga orbita.
 System eksresi, terdiri atas pungtum lakrimal, kanalikuli lakrimal, sakus lakrimal dan ductus
nasolacrimal. Sakus lakrimal terletak dibagian depan rongga orbita. Air mata dari ductus
lakrimal akan mengalir ke dalam rongga hidung di dalam meatus inferior.
Ilmu Penyakit Mata ed 5 penerbit FKUI

FISIOLOGI PENGLIHATAN

Jumlah cahaya di kontrol oleh iris

Tidak semua cahaya yang melewati kornea mencapai fotoreseptor peka cahaya karena adanya iris.
Lubang bundar dibagian tengah tempat masuknya cahaya ke interior mata disebut pupil. Ukuran
lubang pupil disesuaikan oleh otot-otot iris untuk menerima cahaya lebih banyak atau lebih sedikit.
Iris mengandung dua set anyaman otot polos satu sirkular dan satu radial. Pupil menjadi lebih kecil
ketika otot sirkular (kontriksor) berkontraksi membentuk cincin yang lebih kecil. Kontriksi pupil refleks
ini terjadi pada keadaan sinar terang untuk mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke mata.. jika otot
radial (atau dilator) berkontraksi ukuran pupil bertambah. Dilatasi pupil ini terjadi pada cahaya redup
agar sinar yang masuk lebih banyak. Serat saraf para simpatis mensyarafi otot sirkular ( menyebabkan
kontriksi pupil) sementara serat simpatis mensyarafi otot radial ( menyebabkan dilatasi pupil).

Akomodasi meningkatkan kekuatan lensa untuk melihat dekat

Kemampuan untuk menyesuaikan kekuatan lensa dikenal sebagai akomodasi. Kekukatan lensa
bergantung pada bentuk nya, yang dikendalikan oleh otot siliaris. Otot siliaris adalah suatu cincin
melingkar otot polos yang melekat ke lensa melalui ligamentum suspensorium. Ketika otot siliaris
berelaksasi, ligamentum suspensorium menegang , memberi tegangan pada lensa sehingga lensa
menjadi datar dan lemah. Ketika otot siliaris berkontraksi, ligamentum suspensorium menjadi lunglai
dan tegangan lensa berkurang. Lensa kemudian dapat mengambil bentuk bentuk bulat dan menjadi
lebih kuat karena elastisitasnya. Pada mata normal otot siliaris berelaksasi dan lensa mengepeng
untuk melihat jauh dan otot siliaris berkontaksi agar lensa menjadi konveks dan lebih kuat untuk
melihat dekat. Otot siliaris dikontrol oleh sistem saraf otonom, stimulasi saraf simpatis menyebabkan
relaksasi dan stimulasi parasimpatis menyebabkanya berkontraksi.

Sinar harus melewati beberapa lapisan retina sebelum mencapai fotoreseptor

Fungsi utama mata adalah memfokuskan berkas cahaya dari lingkungan ke sel batang dan sel kerucut,
sel fotoreseptor retina. Fotoreseptor kemudian mengubah energi cahaya menjadi sinyal listrik untuk
ditransmisikan ke SSP. Bagian saraf retina terdiri dari tiga lapisan sel peka rangsang: 1) lapisan paling
luar mengandung sel batang dan kerucut, yang ujung-ujung peka cahayanya menghadap ke koroid. 2)
lapisan tengah sel bipolar dan antarneuron-antarneuron yang terkait. 3) lapisan dalam sel ganglion.
Akson-akson sel ganglion menyatu membentuk saraf optik. Titik diretina tempat saraf optik dan
pembuluh darah keluar disebut diskus optikus. Bagian ini sering disebut bitnik buta, tidak ada
bayangan yang dapat dideteksi disini dikarekanan tidak adanya sel kerucut atau sel batang.
Sinar harus melewati lapisan ganglion dan bipolar sebelum mencapai fotoreseptor disemua bagian
retina kecuali di fovea. Fovea adalah cekungan seukuran jarum pentul yang terletak tepat ditengah
retina, lapisan sel ganglion dan bipolar tersisih ke tepi sehingga cahaya langsung mengenai
fotoreseptor. Fovea memiliki konsentrasi sel kerucut tertinggi di retina. Derah tepat disekitar fovea,
macula lutea, juga memiliki konsentrasi sel kerucut yang tinggi dan ketajaman yang cukup tinggi.
Namun, ketajaman macula lebih rendah dari pada fovea karena adanya lapisan sel ganglion dan
bipolar diatas macula.

Segmen luar berbentuk batang pda sel batang dan berbetuk kerucut pada sel kerucut, terdiri dari
tumpukan lempeng-lempeng membrnosa gepeng yang mengandung banyak molekul fotopigmen
peka cahaya. Setiap retina mengandung lebih dari 125 juta fotoreseptor dan lebih dari satu miliar
molekul fotopigmen mungkin terkemas di dalam segmen luar setiap fotoreseptor.

Fotopigmen mengalami perubahan kimiawi ketika diaktifkan oleh sinar. Melalui serangkaian tahap,
perubahan yang dipicu oleh cahaya ini dan pengaktifan fotopigmen yang kemudian terjadi
menyebabkan terbentuknya potensial reseptor yang akhirnya menghasilkan potensial aksi di sel
ganglion, yang menyalurkan informasi ini ke otak untuk pemprosesan visual.

Jalur penglihatan
Sewaktu cahaya masuk ke mata, berkas sinar dari separuh kiri lapang pandang jatuh diseparuh kanan
retina kedua mata (separuh medial atau dalam retina kiri dan separuh lateral atau luar retina kanan).
Demikian juga berkas sinar dari separuh kanan lapang pandang mencapai separuh kiri kedua retina
(separuh lateral retina kiri dan separuh medial retina kanan). Setiap saraf optikus yang keluar dari
retina membawa informasi dari kedua paruh retina yang disyarafinya. Informasi ini terpisah ketika
kedua saraf optikus bertemu di kiasma optikum yang terletak di bawah hipotalamus. Di dalam kiasma
optikum, serat-serat dari separuh medial tiap retina menyebrang ke sisi kontralateral, tetapi yang
dari separuh lateral tetap disisi semula. Reorganisasi berkas-berkas serat yang meninggalkan kiasma
optikum dikenal sebagai traktus optikus. Tiap-tiap traktus optikus membawa informasi dari separuh
lateral satu retina dan separuh medial retina yang lain . karena itu persilangan parsial ini menyatukan,
dari kedua mata, serat-serat yang membawa infomasi dari separuh lapang pandang yang sama.
Masing-masing traktus optikus, nantinya menyalurkan informasinya ke separuh otak disisi yang sama
tentang separuh lapang pandang kontralateral.

Perhentian pertama di otak untuk informasi di jalur penglihatan adalah nucleus genikulatus lateral di
thalamus. Bagian ini memisahkan informasi yang diterima dari mata dan menyalurkannya melalui
berkas-berkas serat yang dikenal sebagai radiasi optic ke berbagai daerah di korteks yang terletak di
lobus oksipital.

Sherwood edisi 8 penulis Lauralee Sherwood

Anda mungkin juga menyukai